Uploaded by jihan.dalilah23

Analisis Redrafting Pasal Perseroan Terbatas

advertisement
TEORI HUKUM
Nama
: Jihan Dalilah Ismah
NIM
: 233251064
Mata Kuliah : Teori Hukum
Kelas
:A
Prodi
: Kenotariatan
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS AIRLANGGA
TAHUN 2025
Pasal
Pasal
29
ayat
(1)
UU No. 40 Tahun 2007 tentang
Re-drafting Pasal
Perseroan Terbatas
(1). Daftar Perseroan diselenggarakan Pasal 29 ayat (1) UU Perseroan Terbatas
oleh Menteri
merupakan norma perintah. Sehingga dalam
merumuskan ulang bunyi pasal tersebut
disempurnakan dengan menambah kata
Semua dan Wajib, sehingga berbunyi :
Pasal 29
(1). Semua
daftar
Perseroan
diselenggarakan oleh Menteri.
Pasal
36
ayat
(2)
(2). Ketentuan larangan kepemilikan
saham sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) tidak berlaku
terhadap kepemilikan saham yang
diperoleh berdasarkan peralihan
karena hukum, hibah, atau hibah
wasiat.
wajib
Pasal 36 ayat (2) UU Perseroan Terbatas
merupakan norma izin yang merupakan
kontradiktoris dan berkaitan dengan Pasal 36
ayat (1) UU Perseroan Terbatas yang
merupakan norma larangan sebagaimana
telah disebutkan didalam bunyi pasal tersebut.
Sehingga dalam merumuskan ulang pasal 36
ayat (2) UU Perseroan Terbatas, akan
meleburkan ketentuan dari kedua pasal
tersebut, sehingga berbunyi :
Pasal 36
(1). Perseroan dilarang mengeluarkan saham
baik untuk dimiliki sendiri maupun
dimiliki oleh Perseroan lain, yang
sahamnya secara langsung atau tidak
langsung telah dimiliki oleh Perseroan.
(2). Perseroan dapat mengeluarkan saham
baik untuk dimiliki sendiri maupun
dimiliki oleh perseroan lain,
yang
sahamnya secara langsung atau tidak
langsung telah dimiliki oleh Perseroan
terhadap kepemilikan saham yang
diperoleh berdasarkan peralihan karena
hukum, hibah, atau hibah wasiat.
Pasal
88
ayat
(4)
(4). Ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 86 ayat (5), ayat (6),
ayat (7), ayat (8), dan ayat (9)
mutatis mutandis berlaku bagi
RUPS sebagaimana dimaksud
pada ayat (1)
Pasal 88 ayat (4) UU Perseroan Terbatas
berkaitan dengan Pasal 86 ayat (5), ayat (6),
ayat (7), ayat (8), dan ayat (9) UU Perseroan
Terbatas sebagaimana telah disebutkan
didalam bunyi pasal tersebut. Sehingga dalam
merumuskan ulang pasal 88 ayat (4) UU
Perseroan Terbatas, harus memperhatikan
ketentuan dari beberapa pasal tersebut dengan
perubahan seperlunya, sehingga keseluruhan
Pasal 88 berbunyi :
Pasal 88
(1). RUPS untuk mengubah anggaran dasar
dapat dilangsungkan jika dalam rapat
paling sedikit 2/3 (dua pertiga) bagian dari
jumlah seluruh saham dengan hak suara
hadir atau diwakili dalam RUPS dan
keputusan adalah sah jika disetujui paling
sedikit 2/3 (dua pertiga) bagian dari
jumlah suara yang dikeluarkan, kecuali
anggaran dasar menentukan kuorum
kehadiran dan/atau ketentuan tentang
pengambilan keputusan RUPS yang lebih
besar.
(2). Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai,
dapat diselenggarakan RUPS kedua.
(3). RUPS kedua sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) sah dan berhak mengambil
keputusan jika dalam rapat paling sedikit
3/5 (tiga perlima) bagian dari jumlah
seluruh saham dengan hak suara hadir atau
diwakili dalam RUPS dan keputusan
adalah sah jika disetujui paling sedikit 2/3
(dua pertiga) bagian dari jumlah suara
yang dikeluarkan, kecuali anggaran dasar
menentukan kuorum kehadiran dan/atau
ketentuan tentang pengambilan keputusan
RUPS yang lebih besar.
(4). Dalam hal kuorum RUPS kedua
sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)
tidak tercapai :
a. Perseroan dapat memohon kepada
ketua pengadilan negeri yang daerah
hukumnya meliputi tempat kedudukan
Perseroan atas permohonan Perseroan
agar ditetapkan kuorum untuk RUPS
ketiga
untuk mengubah anggaran
dasar;
b. Pemanggilan RUPS ketiga harus
menyebutkan bahwa RUPS kedua telah
dilangsungkan dan tidak mencapai
kuorum dan RUPS ketiga akan
dilangsungkan dengan kuorum yang
telah ditetapkan oleh ketua pengadilan
negeri;
c. Penetapan ketua pengadilan negeri
mengenai kuorum RUPS sebagaimana
dimaksud pada huruf (a) bersifat final
dan mempunyai kekuatan hukum tetap;
d. Pemanggilan RUPS kedua dan ketiga
harus dilakukan dalam jangka waktu
paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum
RUPS
kedua
atau
ketiga
dilangsungkan;
e. RUPS kedua dan ketiga dilangsungkan
dalam jangka waktu paling cepat 10
(sepuluh) hari dan paling lambat 21
(dua puluh satu) hari setelah RUPS
yang mendahuluinya dilangsungkan.
(5). Ketentuan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) mengenai
kuorum kehadiran dan/atau ketentuan
tentang
persyaratan
pengambilan
keputusan RUPS berlaku juga bagi
Perseroan Terbuka sepanjang tidak diatur
lain dalam peraturan perundang-undangan
di bidang pasar modal.
Perubahan pasal 88 ayat (4) huruf (a), huruf
(b), huruf (c), huruf (d), huruf (e) merupakan
norma dari pasal 86 ayat (5), ayat (6), ayat
(7), ayat (8), dan ayat (9) dengan perubahan
seperlunya sesuai bunyi pasal 88 ayat (4) UU
Perseroan Terbatas tentang RUPS untuk
mengubah anggaran dasar
Download