Uploaded by doktercerita

SOAL 25

advertisement
<q>Soal 1–25
Tujuan tinjauan pustaka berikut, KECUALI: a) mengidentifikasi knowledge gap dan kebaruan; b) menyusun
konsep dan kerangka konsep yang logis; c) menegaskan rasional dan relevansi penelitian; d) memetakan PICO
dan variabel; e) membantu rekrutmen subjek penelitian.
Pernyataan yang PALING jelas memerlukan sitasi menurut pedoman penulisan referensi FKUI: a) “Menurut
WHO, ibuprofen adalah OAINS yang paling sering digunakan”; b) “OAINS menginhibisi COX untuk
menurunkan mediator inflamasi”; c) “Tingkat depresi meningkat pada populasi lansia”; d) “Prevalensi anemia
remaja putri di wilayah X 22%”; e) “Sampel diambil secara consecutive sampling”.
Plagiarisme dapat terjadi pada tahap-tahap berikut, pilih pernyataan paling tepat: a) hanya pada ide penelitian; b)
hanya pada proposal penelitian; c) hanya pada analisis data; d) hanya pada laporan hasil; e) dapat terjadi di
semua tahap siklus penelitian.
Peneliti ingin membandingkan rerata tekanan darah pada PPDS FKUI dan mengantisipasi perbedaan menurut
jenis kelamin; teknik sampling probability yang paling tepat untuk menjamin keterwakilan jenis kelamin adalah:
a) simple random sampling; b) stratified random sampling berdasarkan jenis kelamin; c) cluster sampling; d)
systematic sampling; e) convenience sampling.
Uji akurasi TCA vs biakan feses (baku emas) pada 200 balita diare: kultur positif 100, TCA positif 80/TCA
negatif 20; kultur negatif 100, TCA positif 10/TCA negatif 90; berapakah sensitivitas TCA? a) 60%; b) 67%; c)
75%; d) 80%; e) 90%.
Pada uji klinis dengan sampel kecil, teknik randomisasi paling tepat untuk menjaga keseimbangan ukuran
kelompok sepanjang rekrutmen adalah: a) simple randomization; b) block randomization (misal blok 4 atau 6);
c) stratified randomization tanpa blok; d) cluster randomization; e) alternation berdasarkan tanggal kunjungan.
Perbedaan mendasar RCT (eksperimental) dibanding quasi‑eksperimental adalah: a) adanya kontrol; b) adanya
blinding; c) adanya randomisasi alokasi; d) adanya matching; e) adanya placebos.
Seorang dokter mengumpulkan pasien kanker paru (kasus) dan kontrol tanpa kanker lalu menilai riwayat
merokok sebelumnya; desain studi yang digunakan: a) eksperimental; b) kohort retrospektif; c) kasus‑kontrol; d)
potong lintang; e) kohort prospektif.
Penelitian membandingkan kadar LDL sebelum–sesudah diet pada kelompok yang sama (paired), perbedaan
rerata diharapkan 30 mg/dL dengan SD selisih 15 mg/dL; rumus besar sampel yang sesuai: a) beda rerata dua
kelompok berpasangan; b) satu sampel rerata; c) beda proporsi dua kelompok tidak berpasangan; d) proporsi
tunggal; e) beda rerata dua kelompok independen.
Intervensi satu sesi pada keterbatasan gerak bahu, ROM dinilai sebelum dan sesudah intervensi pada individu
yang sama; uji statistik yang digunakan: a) paired t‑test (bila normal); b) independent t‑test; c) chi‑square; d)
Pearson correlation; e) McNemar.
Penelitian menunjukkan hubungan konsumsi kopi dan penyakit X, namun banyak peminum kopi juga perokok
berat; variabel confounder yang paling mungkin adalah: a) status merokok; b) gagal jantung; c) konsumsi kopi;
d) jenis kelamin; e) durasi follow‑up.
Studi ingin mengetahui hubungan usia (numerik) dan tekanan darah (numerik, normal); uji yang tepat: a)
Pearson correlation; b) ANOVA; c) paired t‑test; d) Wilcoxon; e) chi‑square.
Menilai prediktor kadar HbA1c (numerik) dengan usia (numerik), IMT (numerik), status merokok (kategori),
durasi DM (numerik); uji hipotesis utama: a) regresi linier sederhana; b) regresi linier ganda; c) uji t independen;
d) chi‑square; e) regresi logistik.
Blinding peneliti terhadap faktor prognostik terutama bertujuan mencegah: a) confounding; b)
information/detection bias; c) follow‑up bias; d) verification bias; e) selection bias.
TB efusi: kelompok OAT+prednison vs OAT saja; luaran fibrosis (ya/tidak) pada dua kelompok independen; uji
perbandingan yang tepat: a) chi‑square; b) paired t‑test; c) one‑way ANOVA; d) two‑sample t‑test; e) Pearson
correlation.
Yang termasuk fraud/FFP dalam penelitian: a) fabrikasi; b) falsifikasi; c) plagiarisme; d) semua benar; e) tidak
ada yang benar.
Wewenang Komite Etik/IRB berikut BENAR, KECUALI: a) menghentikan sementara penelitian; b)
menginspeksi penelitian berjalan; c) meminta verifikasi langsung ke subjek; d) menghentikan permanen
penelitian; e) menetapkan besaran imbalan jasa subjek.
Komite Etik dapat melakukan expedited review untuk perubahan minor berikut, KECUALI: a) penambahan
prosedur non‑invasif; b) perubahan administratif; c) perubahan materi wawancara non‑pribadi; d)
penambahan/pengurangan tindakan/pengobatan; e) penambahan subjek dalam jumlah terbatas.
Studi wawancara diet cepat saji–obesitas: pasien obesitas cenderung under‑reporting makanan tidak sehat; ini
adalah: a) confounding bias; b) selection bias; c) information bias (recall/differential misclassification); d)
verification bias; e) reporting bias murni.
Menyembunyikan urutan randomisasi dari perekrut sampai alokasi tidak dapat diprediksi disebut: a) allocation
concealment; b) randomisasi; c) blinding; d) masking; e) matching.
EMELC sangat jarang (≈1/100.000); desain yang paling efisien untuk mengevaluasi hubungan paparan ponsel
dengan EMELC: a) case‑control; b) kohort prospektif; c) cross‑sectional; d) case series; e) kohort retrospektif.
Tahun 2022 diidentifikasi lansia dengan/ tanpa depresi lalu diikuti 10 tahun ke depan untuk kejadian Alzheimer;
desain studi: a) kohort prospektif; b) kohort retrospektif; c) kasus‑kontrol; d) potong lintang; e) uji klinis
non‑acak.
Fabrikasi mengacu pada: a) membuat data yang tidak ada menjadi ada; b) mengubah data penelitian; c)
mengutip frase tanpa sumber; d) menggunakan gambar orang lain tanpa sitasi; e) membuat data dan mengambil
gambar orang lain tanpa referensi.
Setelah model skor prediksi awal tersedia dan peneliti hendak menambah 4 prediktor baru untuk meningkatkan
kinerja pada konteks serupa, fase pemodelan yang tepat adalah: a) updating/extension model; b) diseminasi
implementasi; c) impact analysis; d) validasi eksternal murni; e) membuat model dari nol.
Hubungan hipertensi–stroke lebih kuat pada perokok daripada non‑perokok; fenomena ini disebut: a)
confounding; b) interaction/effect modification; c) information bias; d) regression to the mean; e) analysis bias.
Soal 26–50
Uji klinis antihipertensi A vs standar; IMT memengaruhi luaran; strategi pada tahap DESAIN untuk mengurangi
confounding oleh IMT yang paling tepat adalah: a) random allocation (dengan/atau stratifikasi IMT); b) double
blinding saja; c) allocation concealment saja; d) convenience sampling; e) analisis multivariat saja.
Terkait pengambilan keputusan di Komite Etik: a) keputusan harus voting selalu; b) anggota yang terlibat
sebagai peneliti tidak boleh ikut rapat; c) anggota yang terlibat sebagai peneliti tidak boleh ikut voting; d) hak
suara boleh diwakilkan tertulis tanpa membaca protokol; e) semua pernyataan salah.
Menilai hubungan status merokok (tidak pernah, mantan, aktif) dengan mortalitas setelah infark miokard;
analisis utama: a) Kaplan–Meier dan uji log‑rank; b) t‑test independen; c) ANOVA; d) chi‑square tanpa waktu;
e) Pearson correlation.
Mengestimasi prevalensi anemia (p rujukan 0,20), presisi 5%, Zα 1,96; besar sampel minimum populasi besar
adalah paling mendekati: a) 246; b) 247; c) 220; d) 196; e) 384.
Tiga perhitungan besar sampel untuk luaran ROM (tangan 110; kaki 48; pundak 63); jumlah sampel minimal
penelitian keseluruhan yang harus diambil adalah: a) 110; b) 48; c) 63; d) 223; e) 55.
Menilai faktor prediksi performa kerja pasca‑stroke (beberapa kandidat biomarker/klinis) untuk kejadian di masa
depan; desain paling sesuai: a) kohort; b) cross‑sectional; c) nested case‑control; d) RCT; e) case series.
Studi potong lintang paling tepat digunakan untuk: a) menentukan prevalensi dan hubungan antara faktor risiko
dan luaran pada saat yang sama; b) menentukan sensitivitas–spesifisitas; c) mengevaluasi variasi manifestasi
longitudinal; d) mengukur dampak blinding; e) menilai efek kausal intervensi.
Pendekatan menulis tinjauan pustaka menurut EBM: a) 4A (Ask, Acquire, Appraise, Apply); b) 5W1H; c) hanya
FINER; d) hanya interval kepercayaan; e) hanya “state of the art” deskriptif.
Dalam sitasi buku terjemahan, yang SALAH bila diabaikan: a) menyebutkan penerjemah; b) judul bab; c)
penerbit; d) tempat terbit; e) tahun terbit.
Pernyataan yang menunjukkan rendahnya risiko bias pada studi intervensi: a) penilai luaran (neurolog)
dibutakan terhadap intervensi; b) alokasi berdasar tanggal ganjil/genap; c) loss to follow‑up 12–24% tanpa
penanganan; d) semua studi memakai alat sama; e) perbaikan luaran lebih tinggi pada kelompok intervensi.
Terkait heterogenitas meta‑analisis, pernyataan yang benar: a) uji chi‑square memiliki daya rendah untuk jumlah
studi sedikit; b) selalu lebih efektif daripada I²; c) fixed‑effect otomatis memberi bobot terbesar pada studi
dengan efek paling ekstrim; d) bila heterogen tinggi, gabungan fixed‑effect tetap dianjurkan; e) bobot tidak
terkait ukuran sampel.
Sitasi Peraturan Kemenkes No. 21 Tahun 2018 (online) yang SALAH dicantumkan: a) tanggal akses URL; b)
nama negara/pemerintah sebagai entitas utama; c) tahun; d) volume; e) nama kementerian.
Tes ADA 98% sensitif (cut‑off 36 IU/L) dan nilai ADA pasien 34; interpretasi terbaik: a) hasil negatif
membantu menyingkirkan TB pleura (SnNout), namun bergantung konteks; b) hampir pasti TB; c) peluang TB
2%; d) mustahil ditentukan tanpa prevalensi; e) rasio 50:50.
Pernyataan BENAR tentang sitasi: a) merangkum ide utama artikel dengan kata sendiri tetap harus
mencantumkan sumber; b) plagiarisme adalah merangkum buku lalu mencantumkan sumber; c) direct quotes
wajib tidak di‑parafrase; d) menulis esai dengan kata sendiri selalu plagiat; e) parafrase dari makalah orang lain
tak perlu sitasi.
Sebuah RDT saliva memiliki LR+ = 12; arti praktisnya: a) sangat meningkatkan probabilitas penyakit (rule‑in
kuat); b) cukup meningkatkan; c) sedikit meningkatkan; d) tidak mengubah; e) tak bermakna tanpa prevalensi.
Yang termasuk prinsip intention‑to‑treat (ITT): a) mengganti subjek yang hilang; b) menyeimbangkan jumlah
sampel via pengurangan; c) semua peserta dianalisis sesuai kelompok randomisasi awal (termasuk pindah/hilang
dengan penanganan data yang sah); d) analisis hanya bila loss <20%; e) hanya menganalisis yang patuh.
Latar belakang yang baik untuk studi latihan resistensi pasca artroplasti panggul harus memuat: a) besaran
masalah dan potensi latihan resistensi menutup gap pada keterbatasan latihan standar (magnitude–ramifikasi–
rationale/FINER); b) hanya jumlah pasien; c) kesulitan klinisi; d) metode detail di latar belakang; e) teori
lengkap tanpa gap.
Studi depresi–Parkinson 10 tahun dengan sampling acak dari basis data nasional; populasi terjangkau (accessible
population) adalah: a) 50.094 lansia yang terpilih acak dari basis data; b) seluruh 500.940 lansia terdaftar; c)
2.500 lansia dengan depresi; d) yang menyelesaikan follow‑up; e) semua lansia depresi nasional.
Cara mengurangi heterogenitas pada meta‑analisis: a) identifikasi sumber heterogenitas, lakukan
sub‑group/sensitivity analysis, dan/atau model random‑effects; b) hapus studi dengan sampel terkecil saja; c)
selalu gunakan fixed‑effect; d) abaikan I²; e) gabung semua tipe studi tanpa stratifikasi.
Interpretasi interval kepercayaan (IK) perbedaan rerata: a) IK 95% yang tidak melintasi 0 menunjukkan
perbedaan signifikan; b) IK yang sempit mencerminkan presisi tinggi; c) IK yang melintasi 0 berarti tidak
signifikan; d) signifikansi statistik ≠ kepentingan klinis; e) semua pernyataan benar.
Pertanyaan “Bagaimana akurasi Seattle Heart Failure Model memprediksi mortalitas?” akan lebih lengkap bila
menambahkan: a) waktu pengamatan dan setting (PICOT/S); b) metode statistik; c) kandidat prediktor
tambahan; d) sumber pendanaan; e) jenis jurnal target.
Prinsip dasar uji hipotesis: a) menguji H0 menggunakan statistik uji dan nilai p/IK untuk memutuskan
tolak/terima H0; b) selalu menentukan hubungan kausal; c) hanya menentukan p bermakna; d) semata
mengestimasi parameter; e) menghitung ukuran efek tanpa ketidakpastian.
Studi kohort umumnya dapat: a) menilai insidens, temporalitas, dan asosiasi faktor risiko–luaran; b) menilai
akurasi diagnostik berdasarkan desain terbaik; c) menggantikan RCT untuk efek terapi; d) murni deskriptif
prevalensi; e) menilai efek placebo secara tersamar.
Manfaat utama tinjauan pustaka adalah: a) mengidentifikasi knowledge gap/novelty; b) membantu
memformulasi PICO/variabel; c) menuntun desain/kerangka konsep dan metode; d) menyokong analisis dan
diskusi berbasis bukti; e) semua benar.
Besar sampel dua kelompok independen untuk beda rerata genggaman (Δ=2 kg, SD gabungan 5,7 kg, Zα=1,96,
Zβ=0,84); berapakah n minimal per kelompok (pembulatan ke atas): a) 86; b) 110; c) 171; d) 174; e) 128</q>
bisakah kamu perbaiki pilihan jawabannya agar tetulis ke bawah dan rapih, bukan berderet seperti ini
Ya, berikut versi rapi dengan opsi jawaban ditata ke bawah per nomor sebagaimana diminta.[1]
Soal 1–25
1.
Tujuan tinjauan pustaka berikut, KECUALI:[1]

a) mengidentifikasi knowledge gap dan kebaruan[1]

b) menyusun konsep dan kerangka konsep yang logis[1]

c) menegaskan rasional dan relevansi penelitian[1]

d) memetakan PICO dan variabel[1]

e) membantu rekrutmen subjek penelitian[1]
2. Pernyataan yang PALING jelas memerlukan sitasi menurut pedoman penulisan referensi FKUI:[1]

a) “Menurut WHO, ibuprofen adalah OAINS yang paling sering digunakan”[1]

b) “OAINS menginhibisi COX untuk menurunkan mediator inflamasi”[1]

c) “Tingkat depresi meningkat pada populasi lansia”[1]

d) “Prevalensi anemia remaja putri di wilayah X 22%”[1]

e) “Sampel diambil secara consecutive sampling”[1]
3. Plagiarisme dapat terjadi pada tahap-tahap berikut, pilih pernyataan paling tepat:[1]

a) hanya pada ide penelitian[1]

b) hanya pada proposal penelitian[1]

c) hanya pada analisis data[1]

d) hanya pada laporan hasil[1]

e) dapat terjadi di semua tahap siklus penelitian[1]
4. Peneliti ingin membandingkan rerata tekanan darah pada PPDS FKUI dan mengantisipasi perbedaan
menurut jenis kelamin; teknik sampling probability yang paling tepat untuk menjamin keterwakilan jenis
kelamin adalah:[1]

a) simple random sampling[1]

b) stratified random sampling berdasarkan jenis kelamin[1]

c) cluster sampling[1]

d) systematic sampling[1]

e) convenience sampling[1]
5. Uji akurasi TCA vs biakan feses (baku emas) pada 200 balita diare: kultur positif 100, TCA positif
80/TCA negatif 20; kultur negatif 100, TCA positif 10/TCA negatif 90; berapakah sensitivitas TCA?[1]

a) 60%[1]

b) 67%[1]

c) 75%[1]

d) 80%[1]

e) 90%[1]
6. Pada uji klinis dengan sampel kecil, teknik randomisasi paling tepat untuk menjaga keseimbangan ukuran
kelompok sepanjang rekrutmen adalah:[1]

a) simple randomization[1]

b) block randomization (misal blok 4 atau 6)[1]

c) stratified randomization tanpa blok[1]

d) cluster randomization[1]

e) alternation berdasarkan tanggal kunjungan[1]
7. Perbedaan mendasar RCT (eksperimental) dibanding quasi‑eksperimental adalah:[1]

a) adanya kontrol[1]

b) adanya blinding[1]

c) adanya randomisasi alokasi[1]

d) adanya matching[1]

e) adanya placebos[1]
8. Seorang dokter mengumpulkan pasien kanker paru (kasus) dan kontrol tanpa kanker lalu menilai riwayat
merokok sebelumnya; desain studi yang digunakan:[1]

a) eksperimental[1]

b) kohort retrospektif[1]

c) kasus‑kontrol[1]

d) potong lintang[1]

e) kohort prospektif[1]
9. Penelitian membandingkan kadar LDL sebelum–sesudah diet pada kelompok yang sama (paired),
perbedaan rerata diharapkan 30 mg/dL dengan SD selisih 15 mg/dL; rumus besar sampel yang sesuai:[1]

a) beda rerata dua kelompok berpasangan[1]

b) satu sampel rerata[1]

c) beda proporsi dua kelompok tidak berpasangan[1]

d) proporsi tunggal[1]

e) beda rerata dua kelompok independen[1]
10. Intervensi satu sesi pada keterbatasan gerak bahu, ROM dinilai sebelum dan sesudah intervensi pada
individu yang sama; uji statistik yang digunakan:[1]

a) paired t‑test (bila normal)[1]

b) independent t‑test[1]

c) chi‑square[1]

d) Pearson correlation[1]

e) McNemar[1]
11. Penelitian menunjukkan hubungan konsumsi kopi dan penyakit X, namun banyak peminum kopi juga
perokok berat; variabel confounder yang paling mungkin adalah:[1]

a) status merokok[1]

b) gagal jantung[1]

c) konsumsi kopi[1]

d) jenis kelamin[1]

e) durasi follow‑up[1]
12. Studi ingin mengetahui hubungan usia (numerik) dan tekanan darah (numerik, normal); uji yang tepat:[1]

a) Pearson correlation[1]

b) ANOVA[1]

c) paired t‑test[1]

d) Wilcoxon[1]

e) chi‑square[1]
13. Menilai prediktor kadar HbA1c (numerik) dengan usia (numerik), IMT (numerik), status merokok
(kategori), durasi DM (numerik); uji hipotesis utama:[1]

a) regresi linier sederhana[1]

b) regresi linier ganda[1]

c) uji t independen[1]

d) chi‑square[1]

e) regresi logistik[1]
14. Blinding peneliti terhadap faktor prognostik terutama bertujuan mencegah:[1]

a) confounding[1]

b) information/detection bias[1]

c) follow‑up bias[1]

d) verification bias[1]

e) selection bias[1]
15. TB efusi: kelompok OAT+prednison vs OAT saja; luaran fibrosis (ya/tidak) pada dua kelompok
independen; uji perbandingan yang tepat:[1]

a) chi‑square[1]

b) paired t‑test[1]

c) one‑way ANOVA[1]

d) two‑sample t‑test[1]

e) Pearson correlation[1]
16. Yang termasuk fraud/FFP dalam penelitian:[1]

a) fabrikasi[1]

b) falsifikasi[1]

c) plagiarisme[1]

d) semua benar[1]

e) tidak ada yang benar[1]
17. Wewenang Komite Etik/IRB berikut BENAR, KECUALI:[1]

a) menghentikan sementara penelitian[1]

b) menginspeksi penelitian berjalan[1]

c) meminta verifikasi langsung ke subjek[1]

d) menghentikan permanen penelitian[1]

e) menetapkan besaran imbalan jasa subjek[1]
18. Komite Etik dapat melakukan expedited review untuk perubahan minor berikut, KECUALI:[1]

a) penambahan prosedur non‑invasif[1]

b) perubahan administratif[1]

c) perubahan materi wawancara non‑pribadi[1]

d) penambahan/pengurangan tindakan/pengobatan[1]

e) penambahan subjek dalam jumlah terbatas[1]
19. Studi wawancara diet cepat saji–obesitas: pasien obesitas cenderung under‑reporting makanan tidak sehat;
ini adalah:[1]

a) confounding bias[1]

b) selection bias[1]

c) information bias (recall/differential misclassification)[1]

d) verification bias[1]

e) reporting bias murni[1]
20. Menyembunyikan urutan randomisasi dari perekrut sampai alokasi tidak dapat diprediksi disebut:[1]

a) allocation concealment[1]

b) randomisasi[1]

c) blinding[1]

d) masking[1]

e) matching[1]
21. EMELC sangat jarang (≈1/100.000); desain yang paling efisien untuk mengevaluasi hubungan paparan
ponsel dengan EMELC:[1]

a) case‑control[1]

b) kohort prospektif[1]

c) cross‑sectional[1]

d) case series[1]

e) kohort retrospektif[1]
22. Tahun 2022 diidentifikasi lansia dengan/ tanpa depresi lalu diikuti 10 tahun ke depan untuk kejadian
Alzheimer; desain studi:[1]

a) kohort prospektif[1]

b) kohort retrospektif[1]

c) kasus‑kontrol[1]

d) potong lintang[1]

e) uji klinis non‑acak[1]
23. Fabrikasi mengacu pada:[1]

a) membuat data yang tidak ada menjadi ada[1]

b) mengubah data penelitian[1]

c) mengutip frase tanpa sumber[1]

d) menggunakan gambar orang lain tanpa sitasi[1]

e) membuat data dan mengambil gambar orang lain tanpa referensi[1]
24. Setelah model skor prediksi awal tersedia dan peneliti hendak menambah 4 prediktor baru untuk
meningkatkan kinerja pada konteks serupa, fase pemodelan yang tepat adalah:[1]

a) updating/extension model[1]

b) diseminasi implementasi[1]

c) impact analysis[1]

d) validasi eksternal murni[1]

e) membuat model dari nol[1]
25. Hubungan hipertensi–stroke lebih kuat pada perokok daripada non‑perokok; fenomena ini disebut:[1]

a) confounding[1]

b) interaction/effect modification[1]

c) information bias[1]

d) regression to the mean[1]

e) analysis bias[1]
Soal 26–50
26. Uji klinis antihipertensi A vs standar; IMT memengaruhi luaran; strategi pada tahap DESAIN untuk
mengurangi confounding oleh IMT yang paling tepat adalah:[1]

a) random allocation (dengan/atau stratifikasi IMT)[1]

b) double blinding saja[1]

c) allocation concealment saja[1]

d) convenience sampling[1]

e) analisis multivariat saja[1]
27. Terkait pengambilan keputusan di Komite Etik:[1]

a) keputusan harus voting selalu[1]

b) anggota yang terlibat sebagai peneliti tidak boleh ikut rapat[1]

c) anggota yang terlibat sebagai peneliti tidak boleh ikut voting[1]

d) hak suara boleh diwakilkan tertulis tanpa membaca protokol[1]

e) semua pernyataan salah[1]
28. Menilai hubungan status merokok (tidak pernah, mantan, aktif) dengan mortalitas setelah infark miokard;
analisis utama:[1]

a) Kaplan–Meier dan uji log‑rank[1]

b) t‑test independen[1]

c) ANOVA[1]

d) chi‑square tanpa waktu[1]

e) Pearson correlation[1]
29. Mengestimasi prevalensi anemia (p rujukan 0,20), presisi 5%, Zα 1,96; besar sampel minimum populasi
besar adalah paling mendekati:[1]

a) 246[1]

b) 247[1]

c) 220[1]

d) 196[1]

e) 384[1]
30. Tiga perhitungan besar sampel untuk luaran ROM (tangan 110; kaki 48; pundak 63); jumlah sampel
minimal penelitian keseluruhan yang harus diambil adalah:[1]

a) 110[1]

b) 48[1]

c) 63[1]

d) 223[1]

e) 55[1]
31. Menilai faktor prediksi performa kerja pasca‑stroke (beberapa kandidat biomarker/klinis) untuk kejadian
di masa depan; desain paling sesuai:[1]

a) kohort[1]

b) cross‑sectional[1]

c) nested case‑control[1]

d) RCT[1]

e) case series[1]
32. Studi potong lintang paling tepat digunakan untuk:[1]

a) menentukan prevalensi dan hubungan antara faktor risiko dan luaran pada saat yang sama[1]

b) menentukan sensitivitas–spesifisitas[1]

c) mengevaluasi variasi manifestasi longitudinal[1]

d) mengukur dampak blinding[1]

e) menilai efek kausal intervensi[1]
33. Pendekatan menulis tinjauan pustaka menurut EBM:[1]

a) 4A (Ask, Acquire, Appraise, Apply)[1]

b) 5W1H[1]

c) hanya FINER[1]

d) hanya interval kepercayaan[1]

e) hanya “state of the art” deskriptif[1]
34. Dalam sitasi buku terjemahan, yang SALAH bila diabaikan:[1]

a) menyebutkan penerjemah[1]

b) judul bab[1]

c) penerbit[1]

d) tempat terbit[1]

e) tahun terbit[1]
35. Pernyataan yang menunjukkan rendahnya risiko bias pada studi intervensi:[1]

a) penilai luaran (neurolog) dibutakan terhadap intervensi[1]

b) alokasi berdasar tanggal ganjil/genap[1]

c) loss to follow‑up 12–24% tanpa penanganan[1]

d) semua studi memakai alat sama[1]

e) perbaikan luaran lebih tinggi pada kelompok intervensi[1]
36. Terkait heterogenitas meta‑analisis, pernyataan yang benar:[1]

a) uji chi‑square memiliki daya rendah untuk jumlah studi sedikit[1]

b) selalu lebih efektif daripada I²[1]

c) fixed‑effect otomatis memberi bobot terbesar pada studi dengan efek paling ekstrim[1]

d) bila heterogen tinggi, gabungan fixed‑effect tetap dianjurkan[1]

e) bobot tidak terkait ukuran sampel[1]
37. Sitasi Peraturan Kemenkes No. 21 Tahun 2018 (online) yang SALAH dicantumkan:[1]

a) tanggal akses URL[1]

b) nama negara/pemerintah sebagai entitas utama[1]

c) tahun[1]

d) volume[1]

e) nama kementerian[1]
38. Tes ADA 98% sensitif (cut‑off 36 IU/L) dan nilai ADA pasien 34; interpretasi terbaik:[1]

a) hasil negatif membantu menyingkirkan TB pleura (SnNout), namun bergantung konteks[1]

b) hampir pasti TB[1]

c) peluang TB 2%[1]

d) mustahil ditentukan tanpa prevalensi[1]

e) rasio 50:50[1]
39. Pernyataan BENAR tentang sitasi:[1]

a) merangkum ide utama artikel dengan kata sendiri tetap harus mencantumkan sumber[1]

b) plagiarisme adalah merangkum buku lalu mencantumkan sumber[1]

c) direct quotes wajib tidak di‑parafrase[1]

d) menulis esai dengan kata sendiri selalu plagiat[1]

e) parafrase dari makalah orang lain tak perlu sitasi[1]
40. Sebuah RDT saliva memiliki LR+ = 12; arti praktisnya:[1]

a) sangat meningkatkan probabilitas penyakit (rule‑in kuat)[1]

b) cukup meningkatkan[1]

c) sedikit meningkatkan[1]

d) tidak mengubah[1]

e) tak bermakna tanpa prevalensi[1]
41. Yang termasuk prinsip intention‑to‑treat (ITT):[1]

a) mengganti subjek yang hilang[1]

b) menyeimbangkan jumlah sampel via pengurangan[1]

c) semua peserta dianalisis sesuai kelompok randomisasi awal (termasuk pindah/hilang dengan
penanganan data yang sah)[1]

d) analisis hanya bila loss <20%[1]

e) hanya menganalisis yang patuh[1]
42. Latar belakang yang baik untuk studi latihan resistensi pasca artroplasti panggul harus memuat:[1]

a) besaran masalah dan potensi latihan resistensi menutup gap pada keterbatasan latihan standar
(magnitude–ramifikasi–rationale/FINER)[1]

b) hanya jumlah pasien[1]

c) kesulitan klinisi[1]

d) metode detail di latar belakang[1]

e) teori lengkap tanpa gap[1]
43. Studi depresi–Parkinson 10 tahun dengan sampling acak dari basis data nasional; populasi terjangkau
(accessible population) adalah:[1]

a) 50.094 lansia yang terpilih acak dari basis data[1]

b) seluruh 500.940 lansia terdaftar[1]

c) 2.500 lansia dengan depresi[1]

d) yang menyelesaikan follow‑up[1]

e) semua lansia depresi nasional[1]
44. Cara mengurangi heterogenitas pada meta‑analisis:[1]

a) identifikasi sumber heterogenitas, lakukan sub‑group/sensitivity analysis, dan/atau model
random‑effects[1]

b) hapus studi dengan sampel terkecil saja[1]

c) selalu gunakan fixed‑effect[1]

d) abaikan I²[1]

e) gabung semua tipe studi tanpa stratifikasi[1]
45. Interpretasi interval kepercayaan (IK) perbedaan rerata:[1]

a) IK 95% yang tidak melintasi 0 menunjukkan perbedaan signifikan[1]

b) IK yang sempit mencerminkan presisi tinggi[1]

c) IK yang melintasi 0 berarti tidak signifikan[1]

d) signifikansi statistik ≠ kepentingan klinis[1]

e) semua pernyataan benar[1]
46. Pertanyaan “Bagaimana akurasi Seattle Heart Failure Model memprediksi mortalitas?” akan lebih lengkap
bila menambahkan:[1]

a) waktu pengamatan dan setting (PICOT/S)[1]

b) metode statistik[1]

c) kandidat prediktor tambahan[1]

d) sumber pendanaan[1]

e) jenis jurnal target[1]
47. Prinsip dasar uji hipotesis:[1]

a) menguji H0 menggunakan statistik uji dan nilai p/IK untuk memutuskan tolak/terima H0[1]

b) selalu menentukan hubungan kausal[1]

c) hanya menentukan p bermakna[1]

d) semata mengestimasi parameter[1]

e) menghitung ukuran efek tanpa ketidakpastian[1]
48. Studi kohort umumnya dapat:[1]

a) menilai insidens, temporalitas, dan asosiasi faktor risiko–luaran[1]

b) menilai akurasi diagnostik berdasarkan desain terbaik[1]

c) menggantikan RCT untuk efek terapi[1]

d) murni deskriptif prevalensi[1]

e) menilai efek placebo secara tersamar[1]
49. Manfaat utama tinjauan pustaka adalah:[1]

a) mengidentifikasi knowledge gap/novelty[1]

b) membantu memformulasi PICO/variabel[1]

c) menuntun desain/kerangka konsep dan metode[1]

d) menyokong analisis dan diskusi berbasis bukti[1]

e) semua benar[1]
50. Besar sampel dua kelompok independen untuk beda rerata genggaman (Δ=2 kg, SD gabungan 5,7 kg,
Zα=1,96, Zβ=0,84); berapakah n minimal per kelompok (pembulatan ke atas):[1]

a) 86[1]

b) 110[1]

c) 171[1]

d) 174[1]

e) 128[1]
⁂
1.
SOAL-TAHUN-LALU.docx
2. FULL-METLIT.pdf
Download