<q>Soal 1–25 Tujuan tinjauan pustaka berikut, KECUALI: a) mengidentifikasi knowledge gap dan kebaruan; b) menyusun konsep dan kerangka konsep yang logis; c) menegaskan rasional dan relevansi penelitian; d) memetakan PICO dan variabel; e) membantu rekrutmen subjek penelitian. Pernyataan yang PALING jelas memerlukan sitasi menurut pedoman penulisan referensi FKUI: a) “Menurut WHO, ibuprofen adalah OAINS yang paling sering digunakan”; b) “OAINS menginhibisi COX untuk menurunkan mediator inflamasi”; c) “Tingkat depresi meningkat pada populasi lansia”; d) “Prevalensi anemia remaja putri di wilayah X 22%”; e) “Sampel diambil secara consecutive sampling”. Plagiarisme dapat terjadi pada tahap-tahap berikut, pilih pernyataan paling tepat: a) hanya pada ide penelitian; b) hanya pada proposal penelitian; c) hanya pada analisis data; d) hanya pada laporan hasil; e) dapat terjadi di semua tahap siklus penelitian. Peneliti ingin membandingkan rerata tekanan darah pada PPDS FKUI dan mengantisipasi perbedaan menurut jenis kelamin; teknik sampling probability yang paling tepat untuk menjamin keterwakilan jenis kelamin adalah: a) simple random sampling; b) stratified random sampling berdasarkan jenis kelamin; c) cluster sampling; d) systematic sampling; e) convenience sampling. Uji akurasi TCA vs biakan feses (baku emas) pada 200 balita diare: kultur positif 100, TCA positif 80/TCA negatif 20; kultur negatif 100, TCA positif 10/TCA negatif 90; berapakah sensitivitas TCA? a) 60%; b) 67%; c) 75%; d) 80%; e) 90%. Pada uji klinis dengan sampel kecil, teknik randomisasi paling tepat untuk menjaga keseimbangan ukuran kelompok sepanjang rekrutmen adalah: a) simple randomization; b) block randomization (misal blok 4 atau 6); c) stratified randomization tanpa blok; d) cluster randomization; e) alternation berdasarkan tanggal kunjungan. Perbedaan mendasar RCT (eksperimental) dibanding quasi‑eksperimental adalah: a) adanya kontrol; b) adanya blinding; c) adanya randomisasi alokasi; d) adanya matching; e) adanya placebos. Seorang dokter mengumpulkan pasien kanker paru (kasus) dan kontrol tanpa kanker lalu menilai riwayat merokok sebelumnya; desain studi yang digunakan: a) eksperimental; b) kohort retrospektif; c) kasus‑kontrol; d) potong lintang; e) kohort prospektif. Penelitian membandingkan kadar LDL sebelum–sesudah diet pada kelompok yang sama (paired), perbedaan rerata diharapkan 30 mg/dL dengan SD selisih 15 mg/dL; rumus besar sampel yang sesuai: a) beda rerata dua kelompok berpasangan; b) satu sampel rerata; c) beda proporsi dua kelompok tidak berpasangan; d) proporsi tunggal; e) beda rerata dua kelompok independen. Intervensi satu sesi pada keterbatasan gerak bahu, ROM dinilai sebelum dan sesudah intervensi pada individu yang sama; uji statistik yang digunakan: a) paired t‑test (bila normal); b) independent t‑test; c) chi‑square; d) Pearson correlation; e) McNemar. Penelitian menunjukkan hubungan konsumsi kopi dan penyakit X, namun banyak peminum kopi juga perokok berat; variabel confounder yang paling mungkin adalah: a) status merokok; b) gagal jantung; c) konsumsi kopi; d) jenis kelamin; e) durasi follow‑up. Studi ingin mengetahui hubungan usia (numerik) dan tekanan darah (numerik, normal); uji yang tepat: a) Pearson correlation; b) ANOVA; c) paired t‑test; d) Wilcoxon; e) chi‑square. Menilai prediktor kadar HbA1c (numerik) dengan usia (numerik), IMT (numerik), status merokok (kategori), durasi DM (numerik); uji hipotesis utama: a) regresi linier sederhana; b) regresi linier ganda; c) uji t independen; d) chi‑square; e) regresi logistik. Blinding peneliti terhadap faktor prognostik terutama bertujuan mencegah: a) confounding; b) information/detection bias; c) follow‑up bias; d) verification bias; e) selection bias. TB efusi: kelompok OAT+prednison vs OAT saja; luaran fibrosis (ya/tidak) pada dua kelompok independen; uji perbandingan yang tepat: a) chi‑square; b) paired t‑test; c) one‑way ANOVA; d) two‑sample t‑test; e) Pearson correlation. Yang termasuk fraud/FFP dalam penelitian: a) fabrikasi; b) falsifikasi; c) plagiarisme; d) semua benar; e) tidak ada yang benar. Wewenang Komite Etik/IRB berikut BENAR, KECUALI: a) menghentikan sementara penelitian; b) menginspeksi penelitian berjalan; c) meminta verifikasi langsung ke subjek; d) menghentikan permanen penelitian; e) menetapkan besaran imbalan jasa subjek. Komite Etik dapat melakukan expedited review untuk perubahan minor berikut, KECUALI: a) penambahan prosedur non‑invasif; b) perubahan administratif; c) perubahan materi wawancara non‑pribadi; d) penambahan/pengurangan tindakan/pengobatan; e) penambahan subjek dalam jumlah terbatas. Studi wawancara diet cepat saji–obesitas: pasien obesitas cenderung under‑reporting makanan tidak sehat; ini adalah: a) confounding bias; b) selection bias; c) information bias (recall/differential misclassification); d) verification bias; e) reporting bias murni. Menyembunyikan urutan randomisasi dari perekrut sampai alokasi tidak dapat diprediksi disebut: a) allocation concealment; b) randomisasi; c) blinding; d) masking; e) matching. EMELC sangat jarang (≈1/100.000); desain yang paling efisien untuk mengevaluasi hubungan paparan ponsel dengan EMELC: a) case‑control; b) kohort prospektif; c) cross‑sectional; d) case series; e) kohort retrospektif. Tahun 2022 diidentifikasi lansia dengan/ tanpa depresi lalu diikuti 10 tahun ke depan untuk kejadian Alzheimer; desain studi: a) kohort prospektif; b) kohort retrospektif; c) kasus‑kontrol; d) potong lintang; e) uji klinis non‑acak. Fabrikasi mengacu pada: a) membuat data yang tidak ada menjadi ada; b) mengubah data penelitian; c) mengutip frase tanpa sumber; d) menggunakan gambar orang lain tanpa sitasi; e) membuat data dan mengambil gambar orang lain tanpa referensi. Setelah model skor prediksi awal tersedia dan peneliti hendak menambah 4 prediktor baru untuk meningkatkan kinerja pada konteks serupa, fase pemodelan yang tepat adalah: a) updating/extension model; b) diseminasi implementasi; c) impact analysis; d) validasi eksternal murni; e) membuat model dari nol. Hubungan hipertensi–stroke lebih kuat pada perokok daripada non‑perokok; fenomena ini disebut: a) confounding; b) interaction/effect modification; c) information bias; d) regression to the mean; e) analysis bias. Soal 26–50 Uji klinis antihipertensi A vs standar; IMT memengaruhi luaran; strategi pada tahap DESAIN untuk mengurangi confounding oleh IMT yang paling tepat adalah: a) random allocation (dengan/atau stratifikasi IMT); b) double blinding saja; c) allocation concealment saja; d) convenience sampling; e) analisis multivariat saja. Terkait pengambilan keputusan di Komite Etik: a) keputusan harus voting selalu; b) anggota yang terlibat sebagai peneliti tidak boleh ikut rapat; c) anggota yang terlibat sebagai peneliti tidak boleh ikut voting; d) hak suara boleh diwakilkan tertulis tanpa membaca protokol; e) semua pernyataan salah. Menilai hubungan status merokok (tidak pernah, mantan, aktif) dengan mortalitas setelah infark miokard; analisis utama: a) Kaplan–Meier dan uji log‑rank; b) t‑test independen; c) ANOVA; d) chi‑square tanpa waktu; e) Pearson correlation. Mengestimasi prevalensi anemia (p rujukan 0,20), presisi 5%, Zα 1,96; besar sampel minimum populasi besar adalah paling mendekati: a) 246; b) 247; c) 220; d) 196; e) 384. Tiga perhitungan besar sampel untuk luaran ROM (tangan 110; kaki 48; pundak 63); jumlah sampel minimal penelitian keseluruhan yang harus diambil adalah: a) 110; b) 48; c) 63; d) 223; e) 55. Menilai faktor prediksi performa kerja pasca‑stroke (beberapa kandidat biomarker/klinis) untuk kejadian di masa depan; desain paling sesuai: a) kohort; b) cross‑sectional; c) nested case‑control; d) RCT; e) case series. Studi potong lintang paling tepat digunakan untuk: a) menentukan prevalensi dan hubungan antara faktor risiko dan luaran pada saat yang sama; b) menentukan sensitivitas–spesifisitas; c) mengevaluasi variasi manifestasi longitudinal; d) mengukur dampak blinding; e) menilai efek kausal intervensi. Pendekatan menulis tinjauan pustaka menurut EBM: a) 4A (Ask, Acquire, Appraise, Apply); b) 5W1H; c) hanya FINER; d) hanya interval kepercayaan; e) hanya “state of the art” deskriptif. Dalam sitasi buku terjemahan, yang SALAH bila diabaikan: a) menyebutkan penerjemah; b) judul bab; c) penerbit; d) tempat terbit; e) tahun terbit. Pernyataan yang menunjukkan rendahnya risiko bias pada studi intervensi: a) penilai luaran (neurolog) dibutakan terhadap intervensi; b) alokasi berdasar tanggal ganjil/genap; c) loss to follow‑up 12–24% tanpa penanganan; d) semua studi memakai alat sama; e) perbaikan luaran lebih tinggi pada kelompok intervensi. Terkait heterogenitas meta‑analisis, pernyataan yang benar: a) uji chi‑square memiliki daya rendah untuk jumlah studi sedikit; b) selalu lebih efektif daripada I²; c) fixed‑effect otomatis memberi bobot terbesar pada studi dengan efek paling ekstrim; d) bila heterogen tinggi, gabungan fixed‑effect tetap dianjurkan; e) bobot tidak terkait ukuran sampel. Sitasi Peraturan Kemenkes No. 21 Tahun 2018 (online) yang SALAH dicantumkan: a) tanggal akses URL; b) nama negara/pemerintah sebagai entitas utama; c) tahun; d) volume; e) nama kementerian. Tes ADA 98% sensitif (cut‑off 36 IU/L) dan nilai ADA pasien 34; interpretasi terbaik: a) hasil negatif membantu menyingkirkan TB pleura (SnNout), namun bergantung konteks; b) hampir pasti TB; c) peluang TB 2%; d) mustahil ditentukan tanpa prevalensi; e) rasio 50:50. Pernyataan BENAR tentang sitasi: a) merangkum ide utama artikel dengan kata sendiri tetap harus mencantumkan sumber; b) plagiarisme adalah merangkum buku lalu mencantumkan sumber; c) direct quotes wajib tidak di‑parafrase; d) menulis esai dengan kata sendiri selalu plagiat; e) parafrase dari makalah orang lain tak perlu sitasi. Sebuah RDT saliva memiliki LR+ = 12; arti praktisnya: a) sangat meningkatkan probabilitas penyakit (rule‑in kuat); b) cukup meningkatkan; c) sedikit meningkatkan; d) tidak mengubah; e) tak bermakna tanpa prevalensi. Yang termasuk prinsip intention‑to‑treat (ITT): a) mengganti subjek yang hilang; b) menyeimbangkan jumlah sampel via pengurangan; c) semua peserta dianalisis sesuai kelompok randomisasi awal (termasuk pindah/hilang dengan penanganan data yang sah); d) analisis hanya bila loss <20%; e) hanya menganalisis yang patuh. Latar belakang yang baik untuk studi latihan resistensi pasca artroplasti panggul harus memuat: a) besaran masalah dan potensi latihan resistensi menutup gap pada keterbatasan latihan standar (magnitude–ramifikasi– rationale/FINER); b) hanya jumlah pasien; c) kesulitan klinisi; d) metode detail di latar belakang; e) teori lengkap tanpa gap. Studi depresi–Parkinson 10 tahun dengan sampling acak dari basis data nasional; populasi terjangkau (accessible population) adalah: a) 50.094 lansia yang terpilih acak dari basis data; b) seluruh 500.940 lansia terdaftar; c) 2.500 lansia dengan depresi; d) yang menyelesaikan follow‑up; e) semua lansia depresi nasional. Cara mengurangi heterogenitas pada meta‑analisis: a) identifikasi sumber heterogenitas, lakukan sub‑group/sensitivity analysis, dan/atau model random‑effects; b) hapus studi dengan sampel terkecil saja; c) selalu gunakan fixed‑effect; d) abaikan I²; e) gabung semua tipe studi tanpa stratifikasi. Interpretasi interval kepercayaan (IK) perbedaan rerata: a) IK 95% yang tidak melintasi 0 menunjukkan perbedaan signifikan; b) IK yang sempit mencerminkan presisi tinggi; c) IK yang melintasi 0 berarti tidak signifikan; d) signifikansi statistik ≠ kepentingan klinis; e) semua pernyataan benar. Pertanyaan “Bagaimana akurasi Seattle Heart Failure Model memprediksi mortalitas?” akan lebih lengkap bila menambahkan: a) waktu pengamatan dan setting (PICOT/S); b) metode statistik; c) kandidat prediktor tambahan; d) sumber pendanaan; e) jenis jurnal target. Prinsip dasar uji hipotesis: a) menguji H0 menggunakan statistik uji dan nilai p/IK untuk memutuskan tolak/terima H0; b) selalu menentukan hubungan kausal; c) hanya menentukan p bermakna; d) semata mengestimasi parameter; e) menghitung ukuran efek tanpa ketidakpastian. Studi kohort umumnya dapat: a) menilai insidens, temporalitas, dan asosiasi faktor risiko–luaran; b) menilai akurasi diagnostik berdasarkan desain terbaik; c) menggantikan RCT untuk efek terapi; d) murni deskriptif prevalensi; e) menilai efek placebo secara tersamar. Manfaat utama tinjauan pustaka adalah: a) mengidentifikasi knowledge gap/novelty; b) membantu memformulasi PICO/variabel; c) menuntun desain/kerangka konsep dan metode; d) menyokong analisis dan diskusi berbasis bukti; e) semua benar. Besar sampel dua kelompok independen untuk beda rerata genggaman (Δ=2 kg, SD gabungan 5,7 kg, Zα=1,96, Zβ=0,84); berapakah n minimal per kelompok (pembulatan ke atas): a) 86; b) 110; c) 171; d) 174; e) 128</q> bisakah kamu perbaiki pilihan jawabannya agar tetulis ke bawah dan rapih, bukan berderet seperti ini Ya, berikut versi rapi dengan opsi jawaban ditata ke bawah per nomor sebagaimana diminta.[1] Soal 1–25 1. Tujuan tinjauan pustaka berikut, KECUALI:[1] a) mengidentifikasi knowledge gap dan kebaruan[1] b) menyusun konsep dan kerangka konsep yang logis[1] c) menegaskan rasional dan relevansi penelitian[1] d) memetakan PICO dan variabel[1] e) membantu rekrutmen subjek penelitian[1] 2. Pernyataan yang PALING jelas memerlukan sitasi menurut pedoman penulisan referensi FKUI:[1] a) “Menurut WHO, ibuprofen adalah OAINS yang paling sering digunakan”[1] b) “OAINS menginhibisi COX untuk menurunkan mediator inflamasi”[1] c) “Tingkat depresi meningkat pada populasi lansia”[1] d) “Prevalensi anemia remaja putri di wilayah X 22%”[1] e) “Sampel diambil secara consecutive sampling”[1] 3. Plagiarisme dapat terjadi pada tahap-tahap berikut, pilih pernyataan paling tepat:[1] a) hanya pada ide penelitian[1] b) hanya pada proposal penelitian[1] c) hanya pada analisis data[1] d) hanya pada laporan hasil[1] e) dapat terjadi di semua tahap siklus penelitian[1] 4. Peneliti ingin membandingkan rerata tekanan darah pada PPDS FKUI dan mengantisipasi perbedaan menurut jenis kelamin; teknik sampling probability yang paling tepat untuk menjamin keterwakilan jenis kelamin adalah:[1] a) simple random sampling[1] b) stratified random sampling berdasarkan jenis kelamin[1] c) cluster sampling[1] d) systematic sampling[1] e) convenience sampling[1] 5. Uji akurasi TCA vs biakan feses (baku emas) pada 200 balita diare: kultur positif 100, TCA positif 80/TCA negatif 20; kultur negatif 100, TCA positif 10/TCA negatif 90; berapakah sensitivitas TCA?[1] a) 60%[1] b) 67%[1] c) 75%[1] d) 80%[1] e) 90%[1] 6. Pada uji klinis dengan sampel kecil, teknik randomisasi paling tepat untuk menjaga keseimbangan ukuran kelompok sepanjang rekrutmen adalah:[1] a) simple randomization[1] b) block randomization (misal blok 4 atau 6)[1] c) stratified randomization tanpa blok[1] d) cluster randomization[1] e) alternation berdasarkan tanggal kunjungan[1] 7. Perbedaan mendasar RCT (eksperimental) dibanding quasi‑eksperimental adalah:[1] a) adanya kontrol[1] b) adanya blinding[1] c) adanya randomisasi alokasi[1] d) adanya matching[1] e) adanya placebos[1] 8. Seorang dokter mengumpulkan pasien kanker paru (kasus) dan kontrol tanpa kanker lalu menilai riwayat merokok sebelumnya; desain studi yang digunakan:[1] a) eksperimental[1] b) kohort retrospektif[1] c) kasus‑kontrol[1] d) potong lintang[1] e) kohort prospektif[1] 9. Penelitian membandingkan kadar LDL sebelum–sesudah diet pada kelompok yang sama (paired), perbedaan rerata diharapkan 30 mg/dL dengan SD selisih 15 mg/dL; rumus besar sampel yang sesuai:[1] a) beda rerata dua kelompok berpasangan[1] b) satu sampel rerata[1] c) beda proporsi dua kelompok tidak berpasangan[1] d) proporsi tunggal[1] e) beda rerata dua kelompok independen[1] 10. Intervensi satu sesi pada keterbatasan gerak bahu, ROM dinilai sebelum dan sesudah intervensi pada individu yang sama; uji statistik yang digunakan:[1] a) paired t‑test (bila normal)[1] b) independent t‑test[1] c) chi‑square[1] d) Pearson correlation[1] e) McNemar[1] 11. Penelitian menunjukkan hubungan konsumsi kopi dan penyakit X, namun banyak peminum kopi juga perokok berat; variabel confounder yang paling mungkin adalah:[1] a) status merokok[1] b) gagal jantung[1] c) konsumsi kopi[1] d) jenis kelamin[1] e) durasi follow‑up[1] 12. Studi ingin mengetahui hubungan usia (numerik) dan tekanan darah (numerik, normal); uji yang tepat:[1] a) Pearson correlation[1] b) ANOVA[1] c) paired t‑test[1] d) Wilcoxon[1] e) chi‑square[1] 13. Menilai prediktor kadar HbA1c (numerik) dengan usia (numerik), IMT (numerik), status merokok (kategori), durasi DM (numerik); uji hipotesis utama:[1] a) regresi linier sederhana[1] b) regresi linier ganda[1] c) uji t independen[1] d) chi‑square[1] e) regresi logistik[1] 14. Blinding peneliti terhadap faktor prognostik terutama bertujuan mencegah:[1] a) confounding[1] b) information/detection bias[1] c) follow‑up bias[1] d) verification bias[1] e) selection bias[1] 15. TB efusi: kelompok OAT+prednison vs OAT saja; luaran fibrosis (ya/tidak) pada dua kelompok independen; uji perbandingan yang tepat:[1] a) chi‑square[1] b) paired t‑test[1] c) one‑way ANOVA[1] d) two‑sample t‑test[1] e) Pearson correlation[1] 16. Yang termasuk fraud/FFP dalam penelitian:[1] a) fabrikasi[1] b) falsifikasi[1] c) plagiarisme[1] d) semua benar[1] e) tidak ada yang benar[1] 17. Wewenang Komite Etik/IRB berikut BENAR, KECUALI:[1] a) menghentikan sementara penelitian[1] b) menginspeksi penelitian berjalan[1] c) meminta verifikasi langsung ke subjek[1] d) menghentikan permanen penelitian[1] e) menetapkan besaran imbalan jasa subjek[1] 18. Komite Etik dapat melakukan expedited review untuk perubahan minor berikut, KECUALI:[1] a) penambahan prosedur non‑invasif[1] b) perubahan administratif[1] c) perubahan materi wawancara non‑pribadi[1] d) penambahan/pengurangan tindakan/pengobatan[1] e) penambahan subjek dalam jumlah terbatas[1] 19. Studi wawancara diet cepat saji–obesitas: pasien obesitas cenderung under‑reporting makanan tidak sehat; ini adalah:[1] a) confounding bias[1] b) selection bias[1] c) information bias (recall/differential misclassification)[1] d) verification bias[1] e) reporting bias murni[1] 20. Menyembunyikan urutan randomisasi dari perekrut sampai alokasi tidak dapat diprediksi disebut:[1] a) allocation concealment[1] b) randomisasi[1] c) blinding[1] d) masking[1] e) matching[1] 21. EMELC sangat jarang (≈1/100.000); desain yang paling efisien untuk mengevaluasi hubungan paparan ponsel dengan EMELC:[1] a) case‑control[1] b) kohort prospektif[1] c) cross‑sectional[1] d) case series[1] e) kohort retrospektif[1] 22. Tahun 2022 diidentifikasi lansia dengan/ tanpa depresi lalu diikuti 10 tahun ke depan untuk kejadian Alzheimer; desain studi:[1] a) kohort prospektif[1] b) kohort retrospektif[1] c) kasus‑kontrol[1] d) potong lintang[1] e) uji klinis non‑acak[1] 23. Fabrikasi mengacu pada:[1] a) membuat data yang tidak ada menjadi ada[1] b) mengubah data penelitian[1] c) mengutip frase tanpa sumber[1] d) menggunakan gambar orang lain tanpa sitasi[1] e) membuat data dan mengambil gambar orang lain tanpa referensi[1] 24. Setelah model skor prediksi awal tersedia dan peneliti hendak menambah 4 prediktor baru untuk meningkatkan kinerja pada konteks serupa, fase pemodelan yang tepat adalah:[1] a) updating/extension model[1] b) diseminasi implementasi[1] c) impact analysis[1] d) validasi eksternal murni[1] e) membuat model dari nol[1] 25. Hubungan hipertensi–stroke lebih kuat pada perokok daripada non‑perokok; fenomena ini disebut:[1] a) confounding[1] b) interaction/effect modification[1] c) information bias[1] d) regression to the mean[1] e) analysis bias[1] Soal 26–50 26. Uji klinis antihipertensi A vs standar; IMT memengaruhi luaran; strategi pada tahap DESAIN untuk mengurangi confounding oleh IMT yang paling tepat adalah:[1] a) random allocation (dengan/atau stratifikasi IMT)[1] b) double blinding saja[1] c) allocation concealment saja[1] d) convenience sampling[1] e) analisis multivariat saja[1] 27. Terkait pengambilan keputusan di Komite Etik:[1] a) keputusan harus voting selalu[1] b) anggota yang terlibat sebagai peneliti tidak boleh ikut rapat[1] c) anggota yang terlibat sebagai peneliti tidak boleh ikut voting[1] d) hak suara boleh diwakilkan tertulis tanpa membaca protokol[1] e) semua pernyataan salah[1] 28. Menilai hubungan status merokok (tidak pernah, mantan, aktif) dengan mortalitas setelah infark miokard; analisis utama:[1] a) Kaplan–Meier dan uji log‑rank[1] b) t‑test independen[1] c) ANOVA[1] d) chi‑square tanpa waktu[1] e) Pearson correlation[1] 29. Mengestimasi prevalensi anemia (p rujukan 0,20), presisi 5%, Zα 1,96; besar sampel minimum populasi besar adalah paling mendekati:[1] a) 246[1] b) 247[1] c) 220[1] d) 196[1] e) 384[1] 30. Tiga perhitungan besar sampel untuk luaran ROM (tangan 110; kaki 48; pundak 63); jumlah sampel minimal penelitian keseluruhan yang harus diambil adalah:[1] a) 110[1] b) 48[1] c) 63[1] d) 223[1] e) 55[1] 31. Menilai faktor prediksi performa kerja pasca‑stroke (beberapa kandidat biomarker/klinis) untuk kejadian di masa depan; desain paling sesuai:[1] a) kohort[1] b) cross‑sectional[1] c) nested case‑control[1] d) RCT[1] e) case series[1] 32. Studi potong lintang paling tepat digunakan untuk:[1] a) menentukan prevalensi dan hubungan antara faktor risiko dan luaran pada saat yang sama[1] b) menentukan sensitivitas–spesifisitas[1] c) mengevaluasi variasi manifestasi longitudinal[1] d) mengukur dampak blinding[1] e) menilai efek kausal intervensi[1] 33. Pendekatan menulis tinjauan pustaka menurut EBM:[1] a) 4A (Ask, Acquire, Appraise, Apply)[1] b) 5W1H[1] c) hanya FINER[1] d) hanya interval kepercayaan[1] e) hanya “state of the art” deskriptif[1] 34. Dalam sitasi buku terjemahan, yang SALAH bila diabaikan:[1] a) menyebutkan penerjemah[1] b) judul bab[1] c) penerbit[1] d) tempat terbit[1] e) tahun terbit[1] 35. Pernyataan yang menunjukkan rendahnya risiko bias pada studi intervensi:[1] a) penilai luaran (neurolog) dibutakan terhadap intervensi[1] b) alokasi berdasar tanggal ganjil/genap[1] c) loss to follow‑up 12–24% tanpa penanganan[1] d) semua studi memakai alat sama[1] e) perbaikan luaran lebih tinggi pada kelompok intervensi[1] 36. Terkait heterogenitas meta‑analisis, pernyataan yang benar:[1] a) uji chi‑square memiliki daya rendah untuk jumlah studi sedikit[1] b) selalu lebih efektif daripada I²[1] c) fixed‑effect otomatis memberi bobot terbesar pada studi dengan efek paling ekstrim[1] d) bila heterogen tinggi, gabungan fixed‑effect tetap dianjurkan[1] e) bobot tidak terkait ukuran sampel[1] 37. Sitasi Peraturan Kemenkes No. 21 Tahun 2018 (online) yang SALAH dicantumkan:[1] a) tanggal akses URL[1] b) nama negara/pemerintah sebagai entitas utama[1] c) tahun[1] d) volume[1] e) nama kementerian[1] 38. Tes ADA 98% sensitif (cut‑off 36 IU/L) dan nilai ADA pasien 34; interpretasi terbaik:[1] a) hasil negatif membantu menyingkirkan TB pleura (SnNout), namun bergantung konteks[1] b) hampir pasti TB[1] c) peluang TB 2%[1] d) mustahil ditentukan tanpa prevalensi[1] e) rasio 50:50[1] 39. Pernyataan BENAR tentang sitasi:[1] a) merangkum ide utama artikel dengan kata sendiri tetap harus mencantumkan sumber[1] b) plagiarisme adalah merangkum buku lalu mencantumkan sumber[1] c) direct quotes wajib tidak di‑parafrase[1] d) menulis esai dengan kata sendiri selalu plagiat[1] e) parafrase dari makalah orang lain tak perlu sitasi[1] 40. Sebuah RDT saliva memiliki LR+ = 12; arti praktisnya:[1] a) sangat meningkatkan probabilitas penyakit (rule‑in kuat)[1] b) cukup meningkatkan[1] c) sedikit meningkatkan[1] d) tidak mengubah[1] e) tak bermakna tanpa prevalensi[1] 41. Yang termasuk prinsip intention‑to‑treat (ITT):[1] a) mengganti subjek yang hilang[1] b) menyeimbangkan jumlah sampel via pengurangan[1] c) semua peserta dianalisis sesuai kelompok randomisasi awal (termasuk pindah/hilang dengan penanganan data yang sah)[1] d) analisis hanya bila loss <20%[1] e) hanya menganalisis yang patuh[1] 42. Latar belakang yang baik untuk studi latihan resistensi pasca artroplasti panggul harus memuat:[1] a) besaran masalah dan potensi latihan resistensi menutup gap pada keterbatasan latihan standar (magnitude–ramifikasi–rationale/FINER)[1] b) hanya jumlah pasien[1] c) kesulitan klinisi[1] d) metode detail di latar belakang[1] e) teori lengkap tanpa gap[1] 43. Studi depresi–Parkinson 10 tahun dengan sampling acak dari basis data nasional; populasi terjangkau (accessible population) adalah:[1] a) 50.094 lansia yang terpilih acak dari basis data[1] b) seluruh 500.940 lansia terdaftar[1] c) 2.500 lansia dengan depresi[1] d) yang menyelesaikan follow‑up[1] e) semua lansia depresi nasional[1] 44. Cara mengurangi heterogenitas pada meta‑analisis:[1] a) identifikasi sumber heterogenitas, lakukan sub‑group/sensitivity analysis, dan/atau model random‑effects[1] b) hapus studi dengan sampel terkecil saja[1] c) selalu gunakan fixed‑effect[1] d) abaikan I²[1] e) gabung semua tipe studi tanpa stratifikasi[1] 45. Interpretasi interval kepercayaan (IK) perbedaan rerata:[1] a) IK 95% yang tidak melintasi 0 menunjukkan perbedaan signifikan[1] b) IK yang sempit mencerminkan presisi tinggi[1] c) IK yang melintasi 0 berarti tidak signifikan[1] d) signifikansi statistik ≠ kepentingan klinis[1] e) semua pernyataan benar[1] 46. Pertanyaan “Bagaimana akurasi Seattle Heart Failure Model memprediksi mortalitas?” akan lebih lengkap bila menambahkan:[1] a) waktu pengamatan dan setting (PICOT/S)[1] b) metode statistik[1] c) kandidat prediktor tambahan[1] d) sumber pendanaan[1] e) jenis jurnal target[1] 47. Prinsip dasar uji hipotesis:[1] a) menguji H0 menggunakan statistik uji dan nilai p/IK untuk memutuskan tolak/terima H0[1] b) selalu menentukan hubungan kausal[1] c) hanya menentukan p bermakna[1] d) semata mengestimasi parameter[1] e) menghitung ukuran efek tanpa ketidakpastian[1] 48. Studi kohort umumnya dapat:[1] a) menilai insidens, temporalitas, dan asosiasi faktor risiko–luaran[1] b) menilai akurasi diagnostik berdasarkan desain terbaik[1] c) menggantikan RCT untuk efek terapi[1] d) murni deskriptif prevalensi[1] e) menilai efek placebo secara tersamar[1] 49. Manfaat utama tinjauan pustaka adalah:[1] a) mengidentifikasi knowledge gap/novelty[1] b) membantu memformulasi PICO/variabel[1] c) menuntun desain/kerangka konsep dan metode[1] d) menyokong analisis dan diskusi berbasis bukti[1] e) semua benar[1] 50. Besar sampel dua kelompok independen untuk beda rerata genggaman (Δ=2 kg, SD gabungan 5,7 kg, Zα=1,96, Zβ=0,84); berapakah n minimal per kelompok (pembulatan ke atas):[1] a) 86[1] b) 110[1] c) 171[1] d) 174[1] e) 128[1] ⁂ 1. SOAL-TAHUN-LALU.docx 2. FULL-METLIT.pdf