Uploaded by olla.amethyst

fihbone metode kangguru

advertisement
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG SMART
GOVERNANCE
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN
METODE KANGGURU UNTUK MENCEGAH HIPOTERMI PADA BAYI
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD RAA TJOKRONEGORO
KABUPATEN PURWOREJO
Disusun oleh:
NAMA
: FITRI RAHAYU MINARMI, AMd.Kep
NIP
: 199201132020122009
NO. DAFTAR HADIR
: 29
JABATAN
: PELAKSANA /TERAMPIL PERAWAT
COACH
: ERNI IRAWATI, S.E.,M.Pd
MENTOR
: DYAH KUSUMONINGRUM, S.Kep., Ns.
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XLIV
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2022
ABSTRAK
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN
METODE KANGGURU UNTUK MENCEGAH HIPOTERMI PADA BAYI
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD RAA TJOKRONEGORO
KABUPATEN PURWOREJO
Oeh : Fitri Rahayu Minarmi, Amd.Kep
Sebelum menjadi ASN, peserta wajib mengikuti kegiatan latsar
yang diselenggarakan oleh BPSDM. Kegiatan ini bertujuan untuk
melaksanakan aktualisasi dan habituasi yang mencerminkan nilai nilai
dasar profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari Berorientasi
Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif
(BerAkhlak), selain itu peserta latsar juga diajarkan tentang managemen
ASN dan smart ASN. Kegiatan peningkatan pengetahuan ibu tentang
perawatan metode kangguru untuk mencegah hipotermi pada bayi berat
badan lahir rendah di RSDU RAA Tjokronegoro yang dilaksanakan pada
tanggal 21 April – 8 Mei 2022. Penulis menemukan 5 kegiatan untuk
menanganinya, kegiatan tersebut adalah a) mengkajian tingkat
pengetahuan ibu tentang penggunaan metode kangguru, b) pembuatan
leaflet yang berisi tentang informasi tentang perawatan metode kangguru,
c) pengadaan gendongan kangguru, d) mensosialisasikan SOP PMK pada
rekan kerja, e) melakuakan edukasi kepada ibu pentingya penggunaan
metode kangguru dan demontrasi gendongan kangguru. Kegiatan
tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan capaian 100%, karena
semua kegiatan telah terlaksana sesuai harapan.
Kata kunci : Aktualisasi, Habituasi, BerAkhlak
ii
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR,
KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG SMART
GOVERNANCE
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN
METODE KANGGURU UNTUK MENCEGAH HIPOTERMI PADA BAYI
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD RAA TJOKRONEGORO
KABUPATEN PURWOREJO
Nama Peserta
: Fitri Rahayu Minarmi, Amd.
NIP
: 199501142020122006
Nomor Daftar Hadir
: 29
Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada :
Hari
: Kamis
Tanggal
: 16 Juni 2022
Tempat
: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusai
(BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah
Semarang, 16 Juni 2022
Menyetujui,
Coach
Mentor
Kepala Ruang Perinatologi
Erni Irawati, S.E.,M.Pd
Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 19730829 200901 2 002
Dyah Kusumoningrum,S.kep. Ns.
Perawat Penyelia
NIP. 198312122005012005
iii
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR,
KEDUDUKAN DAN PERAN PNS UNTUK MENDUKUNG SMART
GOVERNANCE
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN
METODE KANGGURU UNTUK MENCEGAH HIPOTERMI PADA BAYI
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSUD RAA TJOKRONEGORO
KABUPATEN PURWOREJO
Nama Peserta
: Fitri Rahayu Minarmi,Amd.Kep
NIP
: 199201132020122009
Nomor Daftar Hadir : 29
Dinyatakan disetujui telah diseminarkan pada :
Hari
: Rabu
Tanggal
: 17 Juni 2022
Tempat
: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusai
(BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah
Semarang,17 Juni 2022
Menyetujui,
Mentor
Kepala Ruang Perinatologi
Coach
Erni Irawati, S.E.,M.Pd
Widyaiswara Ahli Madya
NIP.19730829 200901 2 002
Dyah Kusumoningrum, S.Kep, Ns
Perawat Penyelia
NIP. 19831212 200501 2 005
Penguji
Agus Andriyanto, S.Sos.,MM
Widyaiswara Ahli Utama
NIP 19700824 199503 1 002
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan aktualisasi ini. Dalam
penulisaan laporan aktualisasi ini tidak luput dari campur tangan dan
dukungan dari berbagai pihak dan penulis hendak menyampaikan terima
kasih kepada pihak-pihak berikut ini.
1. R. H. Agus Bastian, SE.,MM selaku Bupati Kabupaten Purworejo, yang
telah menjadi panutan dan mendukung dalam proses perekrutan CPNS
sehingga proses latihan dasar CPNS dapat berlangsung.
2. Bapak Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si selaku Kepala BPSDMD
Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan dukungan fasilitas
selama Latsar CPNS 2022.
3. Bapak dr. Tolkha Amaruddin,M.Kes, Sp.THT-KL selaku Direktur RSUD
RAA Tjokronegoro yang telah memberikasn kesempatan kepada
peserta untuk mengikuti Pelatihan Dasar CPNS 2022.
4. Bapak Agus Andriyanto, S.Sos.,MM selaku penguji yang memberikan
masukan dan arahan terkait laporan aktualisasi.
5. Ibu Erni Irawati,S.E.,M.Pd. selaku coach yang selalu membimbing dan
memberikan arahan dalam penyusunan laporan aktualisasi dengan
cermat.
6. Ibu Dyah Kusumoningrum, S.Kep, Ns selaku mentor yang selalu
membimbing, memberikan arahan, masukan dan saran dalam
penyusunan laporan aktualisasi.
7. Seluruh Panitia penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan XLIV Tahun 2022.
8. Rekan kerja di lingkungan RSUD RAA Tjokronegoro Kabupaten
Purworejo.
9. Teman seperjuangan peserta Lastsar CPNS angkatan 44 atas
dukungan dan kerjasamanya.
10. Keluarga tercinta yang telah memberi dukungan do’a dan motivasinya
v
selama ini.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan laporan kegiatan
aktualisasi ini masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan. Oleh
karena, itu kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa penulis
harapkan demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang. Akhir
kata penulis berharap semoga Laporan Aktualisasi ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.
Semarang, 16 Juni 2022
Penulis,
Fitri Rahayu Minarmi
Pelaksana/Terampil Perawat
NIP. 19920113 202012 2 009
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
ABSTRAK ......................................................................................................................... .ii
HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................................. iv
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................................. v
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... vi
DAFTAR ISI .................................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ............................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ .xi
DAFTAR SINGKATAN ………………………………………………………………....………..xii
BAB I PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA ................................................... 1
A. Gambaran Umum Organisasi…………………………………………….………..……..1
1. 1.Dasar Hukum Organisasi…………………………………………………………...…...…1
2. 2.Tugas Fungsi Organisasi……………………………………………………………...…...2
3. 3.Struktur Organisasi dan Tata Kerja……………………………………………….…..…..3
4. 4.Visi - Misi Organisasi……………………………………………………………….……....4
5. 5.Tujuan Organisasi…………………………………………………………….………..…...5
6. 6.Nilai – Nilai Budaya Organisasi………………………………………….…….……..……7
B.Tupoksi Jabatan Peserta…………………………………………………………….…….8
A.
1.Tugas Aparatur Sipil Negara……..………………………………………...………..…….8
2.Tugas Pokok Perawat………………..……………………………………………….…....8
B. C.Role Model……………………………………………………………………………….…..11
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI……………………………….…...13
A. A.Identifikasi dan Deskripsi Isu ………………………………………..………….….……13
B. B.Analisis Isu……………………………………………………………...…………….……..18
C. C.Analisis Penyebab Isu ……………………………………………………………….…….22
D. D.Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan …………………………..…………………….….25
E. E.Gagasan Pemecahan Isu ………………………………………..…………………….…..25
F. F.Rancangan Aktualisasi dan Habituasi ……………………..……………………….….26
G. G.Jadwal Rancangan Aktualisasi (30 hari) ………………….……………………….…..37
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI……………...................................…………...….39
vii
H. A.Perubahan Kegiatan dan Rancangan Awal ………...……………..………….………39
I. B.Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi……………………………....……………....40
J. C.Kondisi Sebelum dan Sesudah …………………………………………………………66
K. BAB IV KESIMPULAN..................................................................................................67
L. DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................71
M. LEMBAR KOMITMEN RENCANA TINDAK LANJUT AKTUALISASI DAN
HABITUASI
N. LAMPIRAN
O.
viii
DAFTAR TABEL
Tabel II.1 Deskripsi ISU….……………………………………………….....14
Tabel II.2 Skor Kriteria APKL…..…………………………………………...18
Tabel II.3 Analisis Isu Dengan Metode APKL…..………………………...19
Tabel II.4 Skala Likert USG….……………………………………………...21
Tabel II.5 Analis Isu USG…..……………………………………………....21
Tabel II.6 Matrik Rancangan………..….……………………………….…..28
Tabel II.7 Jadwal Rancangan Aktualisasi………………………………….37
Tabel III.1 Perubahan Kegiatan dan Rancangan Awal…............….…...68
Tabel III.2 Gambaran Kondisi Sebelum dan sesudah kegiatan………...75
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar I.1 Tampak Depan RSUDR.A.A.Tjokronegoro………………… 1
Gambar I.1 Stuktur Organisasi RSUD R.A.A. Tjokronegoro…………...
4
Gambar I.3 Role Model Peserta…………………………………………… 11
Gambar II.1 Diagram Fishbone..............................................................
24
Gambar III.1 Konsultasi dengan atasan.................................................
41
Gambar III.2 Pembuatan kuisioner........................................................
42
Gambar III.3 memberikan kuisioner kepada ibu ...................................
42
Gambar III.4 Melaporkan hasil pengkajian............................................
43
Gambar III.5 Berkonsultasi dengan atasan terkait pembuatan leaflet...
46
Gambar III.6 Mencari referensi tentang perawatan metode kangguru... 46
Gambar III.7 Membuat Leaflet perawatan metode kangguru................. 47
Gamabar III.8 Mencetak Leaflet............................................................
47
Gambar III. 9 Melaporkan leaflet kepada atasan..................................
48
Gamabar III. 10 Leaflet perawtan metode kangguru............................
49
Gamabar III.11 Berkonsultasi terkait pengadaan gendongan kangguru
55
Gambar III.12 mencari referenda gendongan kangguru........................
56
Gambar III.13 Pembelian Gendongan kangguru...................................
54
Gamabar III.14 Melaporkan gendongan kangguru................................
55
Gambar III. 15 Berkonsultasi untuk kesepakatan waktu sosialisasi........ 58
Gambar III.16 Mempersiapkan alat dan materi untuk sosialisasi...........
58
Gambar III.17 Melakukan sosialisasi......................................................
58
Gambar III.18 Melaporkan kegiatan sosialisasi....................................... 59
Gambar III.19 Berkonsultasi terkait edukasi ke ibu.................................
60
Gambar III.20 Menyiapkan alat dan bahan edukasi...............................
61
Gambar III.21 Memberi edukasi dan demontrasi ke ibu.........................
63
Gambar III.22 Mengevaluasi tingkat pengetahuan ibu..........................
63
x
DAFTAR SINGKATAN
BBLR: Berat Bayi Lahir Rendah
PMK : Perawatan Metode Kangguru
SOP : Standart Operational Prosedur
xi
BAB I
PROFIL ORGANISASI DAN TUGAS PESERTA
A. Gambaran Umum Organisasi
1. Dasar Hukum Organisasi
Rumah
Sakit
Umum
Daerah
(RSUD)
R.A.A.
Tjokronegoro
merupakan rumah sakit tipe C milik pemerintah Kabupaten Purworejo
yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis
penyakit.
Pembangunan
RSUD
R.A.A
Tjokronegoro
dimulai
pendiriannya pada tahun 2015 oleh Bupati Purworejo karena di
Kabupaten Purworejo belum ada RSUD tipe C dan karena RSUD tipe B
yang ada di Kabupaten Purworejo sudah tidak mampu lagi menampung
pasien rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama sehingga dirasa
perlu untuk mendirikan RSUD tipe C.
Gambar 1.1 Foto Gedung Depan RSUD R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo
Pembangunan fisik RSUD R.A.A Tjokronegoro dimulai sejak tahun
2018
berdasarkan
Keputusan
Bupati
Purworejo
nomor
180.18/550/2017 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Gedung
Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Kabupaten Purworejo. Lokasi
pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Kabupaten
Purworejo seluas 19.755 m2 terletak di Kelurahan Borokulon,
1
Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Kemudian, berdasarkan
Keputusan
Bupati
Purworejo
nomor
160.18/689/2019
tentang
Penetapan Nama R.A.A. Tjokronegoro sebagai nama identitas Rumah
Sakit Umum Daerah Kelas C Kabupaten Purworejo.
Berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Penanaman Modal dan
Perizinan
Terpadu
Kabupaten
Purworejo
nomor
562.62/001/IORS/VII/2020 tentang Pemberian Izin Operasional selama
5 (lima) tahun yakni mulai dari tanggal 20 Juli 2020 sampai dengan 20
Juli 2025.
2. Tugas Fungsi Organisasi
Rumah
Sakit
Umum
R.A.A.
Tjokronegoro
merupakan
unit
organisasi bersifat khusus yang memiliki otonomi dalam pengelolaan
keuangan dan barang milik daerah serta bidang kepegawaian. RSUD
RAA Tjokronegoro berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab
kepada Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Purworejo.
Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 106 tahun 2021 tentang
Pembentukan, Kedudukan, Susunan, Organisasi, Tugas dan Fungsi
serta Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah R.A.A. Tjokronegoro
Kelas C Kabupaten Purworejo mempunyai tugas dan fungsi sebagai
berikut :
a. Tugas
RSUD
R.A.A
Tjokronegoro
mempunyai
tugas
memberikan
pelayanan kesehatan perorangan secara paripuran
b. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut, RSUD RAA Tjokronegoro
menyelenggarakan fungsi :
1) Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan
2) Pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan pemerintah daerah
di bidang pelayanan Kesehatan
2
3) Penyusunan rencana dan program, monitoring, evaluasi dan
pelaporan di bidang pelayanan kesehatan
4) Pelayanan medis
5) Pelayanan penunjang medis dan non medis
6) Pelayanan keperawatan
7) Pelayanan rujukan
8) Pengelolaan keuangan dan akuntansi
9) Pengelolaan urusan kepegawaian, hukum, hubungan masyarakat,
organisasi dan tata laksana, serta rumah tangga, perlengkapan
dan umum
10) Pelaksanaan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala
Dinas Kesehatan, sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Berdasarkan Peraturan Bupati Purworejo nomor 106 tahun 2021
tentang Pola Tata Kelola Rumah Sakit Umum Daerah R.A.A.
Tjokronegoro Kabupaten Purworejo formasi jabatan pada RSUD R.A.A
Tjokronegoro meliputi :
a. Direktur
b. Bagian Sekrertariat, membawahkan :
1) Subbagian Perencanaan
2) Subbagian Keuangan
3) Subbagian Umum dan Kepegawaian
c.
Bidang Pelayanan
1) Seksi Pelayanan Medis
2) Seksi Keperawatan
d. Bidang Penunjang
e. Jabatan Fungsional
f.
Instalasi
g. Komite Medik
h. Komite Keperawatan
3
i.
Komite Tenaga Kesehatan Lain
j.
Komite Etik dan Hukum
k.
Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
l.
Komite Mutu
m. Staf Medis
n. Satuan Pengawas intern
Berikut ini merupakan struktur organisasi RSUD RAA Tjokronegoro :
Gambar 1.2 struktur organisasi rumah sakit
Sumber Peraturan Bupati Purworejo Nomor 106 tahun 2021
4. Visi dan Misi Organisasi
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 11
tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah
RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026, Visi Rencana
Pembangunan Daerah Jangka Menengah Kabupaten Purworejo Tahun
2021-2026, adalah Purworejo Berdaya Saing 2025.
4
Adapun perwujudan visi pembangunan diwujudkan dengan 5 (lima)
Misi Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Kabupaten
Purworejo Tahun 2021-2026 yaitu :
1. Meningkatkan daya saing sumber daya manusia yang unggul dalam
arti luas, mengedepankan kompetensi keahlian dan keilmuan yang
berbasis pada religiusitas masyarakat
2. Meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas yang
sinergi dengan pengembangan UMKM, perdagangan dan industri
3. Meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi daerah berbasis
UMKM, perdagangan, industri serta potensi pariwisata dan seni
budaya
4. Meningkatkan
daya
saing
kualitas
pelayanan
publik
dan
menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance)
5. Meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang
didukung kemajuan teknologi
RSUD RAA Tjokronegoro mempunyai visi dan misi sebagai berikut :
a. Visi
Terwujudnya Rumah Sakit Umum Daerah yang Handal, Modern
dan Berbudaya
b. Misi
1. Memberikan Pelayanan yang professional dan berkualitas
2. Mengembangkan pelayanan berbasis teknologi
3. Menyediakan pelayanan yang terjangkau
4. Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
5. Tujuan Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah no 11 tahun 2021, tujuan
organisasi sesuai dengan renstra (Rencana Strategi) jangka panjang
tahun 2021-2026 adalah:
a. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
5
1) Meningkatkan Kualitas Pendidikan
2) Meningkatkan literasi
3) Meningkatkan Kualitas Kesehatan
4) Menguatkan Ketersediaan Pangan
5) Mengendalikan Angka Kelahiran
6) Meningkatkan Pemberdayaan Gender
7) Meningkatkan Pembangunan Pemuda dan Olahraga
b. Penurunan Angka Kemiskinan
Strategi yang dilakukan adalah meningkatkan penanganan sosial
penduduk miskin
c. Pengurangan Tingkat Pengangguran
Strategi yang dilakukan untuk mengurangi tingkat pengangguran
adalah dengan memperluas Kesempatan Kerja
d. Peningkatan Pertumbuhan
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan
Strateginya
adalah
Meningkatkan
Nilai
Tambah
Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan
e. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi
1) Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Industri Pengolahan
2) Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Perdagangan, Koperasi, dan
UMKM
3) Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Pariwisata
4) Meningkatkan Pertumbuhan Investasi Daerah
5) Meningkatkan Pembangunan Perdesaan
f. Tata Kelola Kelembagaan Berkelas DuniaTata Kelola Kelembagaan
Berkelas Dunia
1) Manajemen Berbasis Risiko
2) Manajemen Pengelolaan Keuangan Daerah
3) Meningkatkan Kualitas Perencanaan Pembangunan
4) Menerapkan Sistem Merit dalam Manajemen ASN
5) Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik
6
6) Meningkatkan Inovasi Daerah
g. Peningkatan Infrastruktur Berbasis Kebencanaan dan Lingkungan
Hidup Berkelanjutan
1) Meningkatkan Akses Infrastruktur
2) Meningkatkan
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Secara
Berkelanjutan
3) Meningkatkan Ketahanan Daerah terhadap Bencana
6. Nilai-Nilai Budaya Organisasi
a. Nilai – Nilai Budaya Organisasi Kabupaten Purworejo
Nilai Budaya Kerja Kabupaten Purworejo adalah “BERIMAN –
PROFESIONAL”
1) Bersih mengandung arti bersih dalam berfikir, bertindak, dan
bekerja , mentaatiperaturan perundangan yang baik.
2) Ikhlas yaitu dalam norma etika dan agama dapat diartikan rela
sepenuh hati, datang dari lubuk hati , tidak mengharapkan imbalan
atau balas jasa atas suatu perbuatan , khusunya yang berdampak
positif pada orang lain , dan semata mata karena menjalankan
tugas / amanah demi Yang Maha Kuasa.
3) Melayani yaitu memberikan pelayanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, akurat , berdaya guna dan berhasil guna yang
memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.
4) Akuntabel
yaitu
dalam
melaksanakan
tugas
dapat
mempertanggungjawabkan baik segi proses maupun hasil.
5) Profesional
yaitu
dalam
melaksanakan
tugas
selalu
menyelesaikan secara baik, tuntas, sesuai kompetensi / keahlian,
orang yang terampil, andal dan sangat bertanggungjawab dalam
menjalankan profesinya.
b. Nilai – Nilai Budaya Organisasi Rumah Sakit
Janji layanan RSUD R.A.A Tjokronegoro “SIAP” dalam memberikan
pelayanan
7
1) Sigap
2) Inovatif
3) Akuntabel
4) Profesional
B. Tupoksi Jabatan Peserta
1. Tugas Aparatur Sipil Negara
Berdasarkan Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 pasal 11,
tugas Aparatur Sipil Negara adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Negara
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
c. Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
Sedangkan kewajiban ASN adalah sebagai berikut:
a. Setia dan taat kepada Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan
pemerintah yang sah;
b. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
c. Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah
yang berwenang;
d. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran, dan tanggungjawab;
f. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku,
ucapan, dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun
di luar kedinasan;
g. Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan
rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan;
dan
h. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
8
2. Tugas Pokok Perawat
Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No 35 Tahun 2019 Tentang
Jabatan Fungsional Perawat, Pejabat Fungsional Perawat yang
selanjutnya disebut Perawat adalah PNS yang diberi tugas,
tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat
yang berwenang untuk melaksanakan pelayanan keperawatan.
Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional
yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang
didasarkan pada ilmu dan kiat Keperawatan ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat baik sehat maupun
sakit.
Tugas Jabatan Fungsional Perawat yaitu melakukan kegiatan
Pelayanan Keperawatan yang meliputi asuhan keperawatan dan
pengelolaan keperawatan, uraian kegiatan tugas perawat terampil
yaitu:
a. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu.
b. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan
keperawatan.
c. Melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat
dalam rangka melakukan upaya promotif.
d. Memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/ pelindung fisik
pada pasien untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam
rangka upaya preventif.
e. Memberikan oksigenasi sederhana.
f. Memberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat/
bencana/ kritikal.
g. Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman serta
bebas risiko penularan infeksi.
h. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di
area medikal bedah.
9
i. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di
area anak.
j. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di
area maternitas.
k. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di
area komunitas.
l. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di
area jiwa.
m. Melakukan tindakan terapi komplementer/ holistic.
n. Melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi
pembedahan pada tahap pre/ intra/ post operasi.
o. Memberikan perawatan pada pasien dalam rangka melakukan
perawatan paliatif.
p. Memberikan dukungan/fasilitasi kebutuhan spiritual pada kondisi
kehilangan/
berduka/
menjelang
ajal
dalam
keperawatan.
q. Melakukan perawatan luka.
r. Melakukan dokumentasi tindakan keperawatan.
10
pelayanan
C. Role Model
Gambar 1.3 Role model peserta
Irawati Nurul Fitriyani,AMd.Kep
IPCN di Komite PPI
Sebagai seorang ASN harus siap ditempatkan dimana saja, tentunya juga
harus siap juga untuk berinteraksi dengan orang baru,budaya baru dan lingkungan
baru. Namun demikian seorang ASN juga harus bersikap professional dan
mencerminkan nilai-nilai dasar ASN (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) serta dapat memberikan contoh teladan
yang baik yang sering disebut Role Model.
Dalam
teori
kepemimpinan,
secara
sederhana
arti
dari
kata role
model adalah teladan. Menurut Wikipedia, role model adalah seseorang yang
memberikan teladan dan berperilaku yang bisa diikuti oleh orang lain. Tokoh yang
dapat saya jadikan Role Model adalah salah satu perawat di RSUD RAA
Tjokronegoro Kabupaten Purworejo yaitu beliau bernama Irawati Nurul Fitriyani.
Beliau lahir di Purworejo tanggal 07 Mei 1990 dan menjabat sebagai IPCN(Infection
Prevention Control Nurse) di Komite PPI. Beliau sekarang ini sedang melakukan
update ilmu mengambil pendidikan S1 di salah satu Universitas di Yogyakarta beliau
juga sering membantu teman-teman lainnya untuk menambah skill dan pengetahuan
(ahli dibidangnya) (Kompeten). Beliau juga punya sikap yang Ramah, cekatan,
solutif dan dapat diandalkan (Berorientasi Pelayanan). Beliau Juga sering
berinovasi untuk kemajuan rumah sakit dan sangat pro aktif menyampaikan
11
pendapat demi perbaikan pelayanan (pro aktif ) (inovasi) (Adaptif). Beliu juga
berkontribusi dalam beberapa kegiatan rumah sakit sehingga sangan membantu
instansi ( Kontribusi ) (Loyal). Beliau
sangat terbuka dengan siapapun dan
memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk kerja sama dan berkontribusi dalam
lingkungan kerja.( Kolaboratif). Beliau juga memberikan inspirasi, semangat untuk
kepada teman teman pegawai lainnya dan selalu berprinsip untuk memberikan
pelayanan yang bermutu, adil dan disertai dengan sikap yang santun serta bisa
dipertanggung jawabkan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada di
Indonesia (Harmonis). Dan beliau dalam melakukan tugas selalu jujur, tanggung
jawab, disiplin dan berintegritas tinggi (integritas) (Akuntabel).
Penulis berharap dengan adanya Role Model seperti beliau ini, akan muncul
gener asi muda ASN yang inovatif dan selalu berpegang dengan nilai-nilai dasar
ASN karena tugas ASN adalah sebagai pelayan publik, pelaksanan kebijakan publik
serta perekat dan pemersatu bangsa.
12
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
A. Identifikasi dan Deskripsi Isu
Isu strategis (kritikal) komtemporer merupakan kelompok isu yang
mendapatkan perhatian sorotan publik secara luas dan memerlukan
penanganan sesegera mungkin dari pengambilan keputusan. Isu strategis
berhubungan dengan masalah sumber daya yang berpotensi menimbulkan
dampak negatif berupa ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan.
Identifikasi isu dimulai dengan kepekaan dan kepedulian seseorang terhadap
tuntuhan dan kondisi lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan melakukan
pengkajian terhadap kesenjangan antara kondisi yang seharusnya dengan
yang nyata terjadi. Isu strategis akan menjadi suatu pokok bahasan yang
akan
selalu
diperhatikan
dalam
menyususn
setiap
perencanaan
pembangunan karena dengan berpedoman pada isu – isu strategis maka
segala permasalahan yag mungkin terjadi di masa yang akan datang dapa
diantisipasi sedini mungkin.
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi beberapa isu atau
problematika yang ditemukan dalam melaksanakan tugas sebagai perawat di
Instansi tempat kerja yaitu ruang Gelatik-Kenari RSUD R.A.A. Tjokronegoro
Purworejo. Sumber isu yang diangkat berasal dari individu, unit kerja, maupun
organisasi, dan untuk ruang lingkup isu berasal dari tusi jabatan, tusi unit kerja, dan
tusi organisasi
Sumber isu yang diangkat bersumber dari Tugas Pokok dan Fungsi
(Tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), dan Inovasi. Penetapan isu yang
diangkat sebagai laporan aktualisasi tentu harus memiliki keterkaitan dengan nilainilai dasar ASN yang diakronimkan BerAKHLAK, yaitu Berorientasi pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Berdasarkan uraian
mengenai keterkaitan keterkaitan isu-isu yang akan diangkat sebagai rancangan
aktualisasi di atas, maka dapat diidentifikasi isu-isu sebagaimana dapat dilihat pada
tabel berikut.
13
Tabel II.1
Deskripsi Isu
No. Identifikasi Isu
Deskripsi Isu
1.
-
Belum optimalnya
penggunaan plastik linen
infeksius untuk mencegah
penularan infeksi di ruang
perinatologi RSUD R.A.A
Tjokronegoro Purworejo.
Sumber isu: Management
ASN
Data dan Informasi Pendukung
Isu ini saya deskripsikan
berdasarkan observasi di
lapngan bahwa masih ada
linen pasien diatas ember tidak
dimasukkan kedalam ember
yang diberi plastic kuning
untuk infeksius dan plastic
hitam untuk non infeksius
Ruang Lingkup isu : Tusi
Jabatan
Sumber isu: Management
ASN
2.
Kurangnya kepatuhan
petugas / perawat dalam
melakukan 5 moment
cuci tangan
Sumber isu:
Dampak :
Kurangnya kesadaran perawat
dalam memilah linen dapat
mempersulit petugas loundri saat
mengambil
-
Isu ini saya deskripsikan
berdasarkan data yang saya
peroleh dari Laporan Capaian
Indikator Mutu Nasional
-
Petugas kesehatan terkadang
14
Gambar 2.1 linen masih diatas ember
Data Laporan Capaian Indikator Mutu
Nasional bulan januari – maret 2022 sebesar
50%
No. Identifikasi Isu
Management ASN
Ruang lingkup: Tusi unit
kerja
Deskripsi Isu
Data dan Informasi Pendukung
tergesa – gesa melakukan
tindakan, sehingga tidak
melakukan cuci tangan 6
langkah dan sesuai dengan
ketentuan five moments
Gambar 2.2 data capaian laporan indicator
mutu nasional bulan januari-maret
Dampak :
Belum optimalnya kepatuhan
dalam melakukan cuci tangan
akan meningkatkan kejadian
infeksi nosokomial di rumah sakit
3.
Kurangnya pengetahuan
ibu tentang perawatan
metode kangguru
untukmencegah hipotermi
pada bayi dengan BBLR
di bangsal perinatologi
- Isu ini saya deskripsikan
berdasarkan data laporan
edukasi hanya dijelaskan
secara lisan tidak menggunakan
leaflet dan masih banyak ibu
yang belum mengerti
Sumber isu: Managemen
ASN dan smart ASN
Dampak :
Ruang lingkup: Tusi unit
kerja
Kurangnya pengetahuan ibu
dalam perawatan bayi untuk
mencegah hipotermi dapat
menyebabkan bayi malas minum,
sesak nafas bahkan bisa
15
Gambar 2.3 bukti kegiatan edukasi
No. Identifikasi Isu
Deskripsi Isu
Data dan Informasi Pendukung
meninggal
4.
Belum optimalnya
pembuangan sampah
infeksius dan non
infeksius di ruang ICU
RSUD R.A.A.
Tjokronegoro
Sumber isu: Managemen
ASN
Ruang lingkup: Tusi
Jabatan
-
Isu ini saya deskripsikan
berdasar observasi di
lapangan, sering
ditemukannya sampah
infeksius masuk ditempat
sampah non infeksius dan
sebaliknya
Dampak :
Belum optimalnya pemilahan
pembuangan sampah infeksius
bisa membahayakan rekan kerja
lain dan juga mempersulit proses
pengolahan limbah medis.
16
Gambar 2.4 pembuangan sampah yang
masih belum terpisah
No. Identifikasi Isu
Deskripsi Isu
5.
-
Belum optimalnya
pemberian ASI pada Bayi
Baru lahir di bangsal
perinatologi
Sumber isu: managemen
ASN
Data dan Informasi Pendukung
Isu ini saya deskripsikan
berdasarkan observasi di
lapangan khususnya ruang
perinatology masih banyak ibu
yang meminta memberikan
susu formula
Ruang lingkup: Tusi unit
kerja
Dampak :
-
Belum optimalnya pemberian
asi dapat membuat bayi ikterik
dan dehidrasi
17
Gambar 2.5 bukti ibu memilih memberikan
susu formuladari pada asi
B. Analisis Isu
Dari beberapa isu diatas, langkah selanjutnya yakni melakukan
analissi isu untuk mendapatkan isu prioritas. Analisis isu menggunakan
dua tahapan, yaitu analisis dengan menggunakan metode AKPL (Aktual,
Kekhalayakan, Problematik dan Kelayakan) dan metode USG (Urgency,
Seriousness dan Growth). Analisis isu digunakan untuk memastikan
bahwa isu tersebut benar menimbulkan kegelisahan yang perlu segera
dicari penyebab dan pemecahan masalahnya.
Analisis APKL digunakan untuk melakukan penapisan isu dari 5 isu
menjadi 3 isu. Adapun uraian dari kriteria APKL yaitu :
1. Aktual : Isu sedang terjadi atau dalam proses kejadian, atau
diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat.
2. Problematik : Merupakan masalah mendesak yang memerlukan
berbagai upaya alternatif jalan keluar dengan aktivitas dan tindakan
nyata.
3. Kekhalayakan : Menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat
pada umumnya bukan untuk seseorang atau kelompok.
4. Kelayakan : Logis, Pantas, Realitas, dapat dibahas sesuai dengan
tugas, hak, kewenangan dan tanggung jawab.
Isu yang telah diidentifikasi kemudian diberikan skor berdasarkan
kriteria skor dibawah ini
Tabel II.2
Skor Kriteria APKL
S
ko
Kriteria
Aktual
Problematik
Kekhalayakan
Kelayakan
r
1
Tidak Aktual
Tidak
Tidak Kekhalayakan
Problematik
Tidak
Kelayakan
18
2
Kurang Aktual
Kurang
Kurang Kekhalayakan
Problematik
3
Cukup Aktual
Cukup
Kurang
Kelayakan
Cukup Kekhalayakan
Problematik
Cukup
Kelayakan
4
Aktual
Problematik
Kekhalayakan
Kelayakan
5
Sangat Aktual
Sangat
Sangat Kekhalayakan
Sangat
Problematik
No.
1.
2.
3.
4.
Kelayakan
Tabel II.3
Tabel Analisis Isu Dengan Metode APKL
Isu
Kriteria (SKOR)
Jumlah
Peringkat
A
P
K
L
Kurangnya
kepatuhan
petugas / perawat
dalam melakukan
5 moment
cuci
tangan
Belum optimalnya
penggunaan
plastik
linen
infeksius di ruang
perinatologi RSUD
R.A.A
Tjokronegoro
Purworejo.
3
3
3
3
12
4
3
3
2
3
11
5
Belum optimalnya
pemberian
ASI
pada Bayi Baru
lahir
Belum optimalnya
pembuangan
sampah infeksius
dan non infeksius
di
bangsal
perinatology oleh
4
4
3
3
14
2
4
3
3
3
13
3
19
petugas
5.
Kurangnya
pengetahuan ibu
tentangperawatan
metode kangguru
untuk mencegah
hipotemi
pada
bayi dengan BBLR
5
5
5
5
20
1
Berdasarkan analisa APKL diatas, maka didapatkan tiga isu yang
memenuhi kriteria Aktual, Problematik, Kekhalayakan dan Kelayakan
adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya pengetahuan ibu tentang metode KMC untuk perawatan pada bayi
dengan BBLR
2. Belum optimalnya pemberian ASI pada Bayi Baru lahir
3. Belum optimalnya pembuangan sampah infeksius dan non infeksius di
bangsal perinatology oleh petugas
Setelah penetapan isu dengan menggunakan teknik AKPL, kemudian
menarik 3 isu yang dipertimbangkan kembali untuk dijadikan satu isu
prioritas. Ketiga isu tersebut kembali diidentifikasi dengan menggunakan
teknik U (Urgency), S (Seriousness), dan G (Growth). Adapun analisis isu
dengan menggunakan metode USG meliputi :
1. Urgency : seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti
2. Seriousness : seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang ditimbulkan.
3. Growth : seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika
tidak ditangani sebagaimana mestinya.
20
Teknik USG menggunakan penilaian berdasarkan skala interval likert
1-5 seperi dibawah ini :
Tabel II.4
Skala Likert USG
Angka
Keterangan
1
Sangat kecil
2
Kecil
3
Sedang
4
Besar
5
Sangat besar
Berdasarkan analisis isu dengan menggunakan teknik USG, maka
diperoleh hasil analisis sebagai berikut :
Tabel II.5
Analis Isu USG
No
1
2
3
Isu
Kurangnya
pengetahuan ibu
tentang perawatan
metode kangguru
untuk mencegah
hipotemi pada bayi
dengan BBLR
Belum optimalnya
pemberian ASI pada
Bayi Baru lahir
Belum optimalnya
pembuangan sampah
infeksius dan non
infeksius di bangsal
perinatology oleh
petugas
Urgency
Seriou
Gro
Jumlah
Perin
sness
wth
5
5
5
15
1
4
4
3
11
2
4
3
3
10
3
gkat
Berdasarkan hasil analisis isu melalui pendekatan USG maka isu
strategis yang diselesaikan adalah Kurangnya pengetahuan ibu tentang
perawatan metode kangguru untuk perawatan pada bayi dengan BBLR.
21
C. Analisis Penyebab Isu
Dari hasil analisis isu dengan menggunakan teknik USG maka isu
strategis yang perlu diselesaikan adalah “Kurangnya pengetahuan ibu
tentang perawatan metode kangguru untuk mencegah hipotemi pada
bayi berat bayi lahir rendah”
Akar penyebab masalah selanjutnya didiagnosa menggunakan
fishbone diagram. Diagram ini merupakan merupakan suatu alat untuk
mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menggambarkan secara detail
semua penyebab yang berhubungan dengan suatu permasalahan.
Kategori penyebab permasalahan yang digunakan sebagai start awal
meliputi manpower (sumber daya manusia), material (bahan baku),
method (metode), dan milieu (lingkungan) atau melalu pendekatan lain
yang dimantapkan melalui brainstorming bersama rekan kerja di instansi.
Berdasar hasil analisis penyebab isu dengan menggunakan
fishbone diagram, diperoleh penyebab prioritas yang perlu diselesaikan
yaitu :
1. Man (Tenaga Kerja)
- Kurangnya kepatuhan petugas terhadap SOP
2. Materials (Bahan)
- Tidak adanya media promosi berupa leaflet
- Tidak adanya media demonstrasi gendongan kangguru
3. Method (Metode)
- Belum optimalnya penyampain inforasi tentang PMK
- Belum optimalnya penerapan SOP PMK
4. Milleu (Lingkungan)
- Kurangnya sosialisasi tentang SOP perawatan metode kangguru
22
MAN
Kurangnya kepatuhan petugas
terhadap SOP
Perbedaan tingkat pendidikan dan
pengalaman ibu bayi
Keterbatasan perawat dibangsal
perinatologi
Belum optimalnya penerapan
SOP perawatan metode
kangguru
Belum optimalnya penyampain inforasi
tentang perwatan metode kangguru
MATERIALS
Keterbatasan dana untuk
pengadaan leaflet dan
gendongan kangguru
Tidak adanya media
demonstrasi gendongan
kangguru
Tidak adanya media promosi
berupa leaflet
Kurang familiarnya edukasi
penggunaan metode kangguru
Kurangnya sosialisasi tentang
SOP perawatan metode
kangguru
Kurangnya pemahamn ibu pentingnya
perawatan metode kangguru untuk bayi
BBLR
METHODS
MILLEU
Gambar 2.6 Diagram Fishbone
23
Kurangnya
pengetahuan
ibu
tentang
perawatan
metode
kangguru
untuk
mencegah
hipotermi pada bayi
dengan berat badan
lahir rendah
D. Dampak Bila Isu Tidak Diselesaikan
Bayi dengan berat lahir rendah merupakan penyumbang tertinggi angka
kematian neonatal (AKN) dan Indonesia terdaftar sebagai negara di urutan ke-8
berdasarkan jumlah kematian neonatal per tahun menurut data WHO. Prevalensi
BBLR di Indonesia berkisar antara 2 hingga 17,2% dan menyumbang 29,2%
AKN. Penanganan umum perawatan BBLR atau prematur setelah lahir adalah
mempertahankan suhu bayi agar tetap normal, pemberian minum dan
pencegahan infeksi. Bayi dengan BBLR juga sangat rentan terjadinya
hipotermia, karena tipisnya cadangan lemak dibawah kulit dan belum matangnya
pusat pengatur panas diotak ( Hockenberry & Wilson, 2008). Salah satu cara
mempertahankan suhu tubuh normal pada bayi BBLR adalah perawatan metode
kangguru( PMK) atau perawatan bayi lekat, yaitu bayi selalu didekap ibu atau
orang lain dengan kontak langsung kulit bayi dengan kulit ibu (Anderson, 1991).
Maka dari itu perlu dilakukan edukasi tentang perawatan salah salah satunya
dengan penggunaan metode kangguru. Sementara program edukasi memiliki
dampak yang signifikan dalam mencapai tujuan meningkatkan pengetahuan ibu
dan dapat dipraktekan dirumah dengan hemat biaya.
E. Gagasan Pemecahan Isu
Setelah melakukan identifikasi dan deskripsi isu, menganalisis isu dan
penyebab isu serta menguraikan dampak apabila isu tidak diselesaikan maka
diperoleh gagasan pemecahan isu, yaitu Peningkatan penegetahuan ibu tentang
metode KMC untuk perawatan pada bayi dengan BBLR di bangsal perinatologi RSUD
RAA Tjokronegoro Berikut ini merupakan 5 kegiatan dari gagasan pemecahan isu
yang akan dilakukan :
1. Pengkajian tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan metode kangguru
2. Pembuatan leaflet yang berisi tentang informasi tentang penggunaan metode
kangguru
3. Mensosialisasikan SOP perawatan metode kangguru pada rekan kerja
4. Pengadaan gendongan kangguru
5. Melakuakan edukasi kepada ibu pentingya perawatan metode kangguru dan
demontrasi gendongan kangguru
24
F. Rancangan Aktualisasi dan Habituasi
Nama
:
Fitri Rahayu Minarmi, Amd.Kep
Jabatan
:
Pelaksana – Terampil Perawat
Unit Kerja
:
RSUD RAA Tjokronegoro
Tupoksi yang sesuai dengan RA
:
Melakukan intervensi keperawatan spesifik sederhana pada area anak
Identifikasi isu (diambil dari USG)
:
1. Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan metode kangguru
untuk perawatan pada bayi dengan BBLR
Sumber isu : management ASN dan Smart ASN
2. Belum optimalnya pemberian ASI pada Bayi Baru lahir
Sumber isu : management ASN
3. Belum optimalnya pembuangan sampah infeksius dan non infeksius di
bangsal perinatology oleh petugas
Sumber isu : management ASN
4. Belum optimalnya penggunaan plastik linen infeksius di ruang
perinatologi RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo.
Sumber isu : management ASN
5. Kurangnya kepatuhan petugas / perawat dalam melakukan 5 moment
cuci tangan
Sumber isu : management ASN
Isu yang diangkat (core issue)
:
Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan metode kangguru untuk
mencegah hipotermi pada bayi berat badan lahir rendah
25
Penyebab isu (diambil dari
fishbone)
:
1. Tidak adanya media demonstrasi berupa gendongan kangguru
2. Tidak adanya media promosi leaflet
3. Belum optimalnya penyampaian informasi tentang perawatan metode
kangguru
4. Belum optimalnya penerapan SOP penggunaan metode kangguru
5. Kurangnya kesadaran ibu pentingnya melakukan PMK
Konsep Judul
:
Peningkatan penegetahuan ibu tentang perawatan metode kangguru untuk
mencegah hipotemi pada bayi dengan BBLR di RSUD RAA Tjokronegoro
Gagasan pemecahan isu (konsep
judul)
:
1. Mengkajian tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan metode
kangguru
2. Pembuatan leaflet yang berisi tentang informasi tentang perawatan
metode kangguru
3. Mensosialisasikan SOP PMK pada rekan kerja
4. Pengadaan gendongan kangguru
5. Melakuakan edukasi kepada ibu pentingya penggunaan metode
kangguru dan demontrasi gendongan kangguru
26
Tabel II.6
Matriks Rancangan Kegiatan dalam penerapan nilai nilai dasar PNS serta Kedudukan dan peran PNS untuk
mendukung terwujudnya SMART Governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan
N
O
JENIS KEGIATAN
TAHAPAN
KEGIATAN
OUTPUT/HASI
L
KETERKAITAN SUBSTANSI
MATA PELATIHAN
1
2
3
4
5
Tingkat
pengetahuan ibu
tentang
perawatan
metode kangguru
Keterkaitan kegiatan dengan
managemen ASN: melakukan
pengkajian tingkat pengetahuan
ibu tentang PMK dilakukan dengan
jujur bertanggung jawab (kode etik
ASN)
1
Mengkaji tingkat
pengetahuan ibu tentang
perawatan metode
kangguru
Sumber kegiatan :inovasi
Berkonsultasi
dengan atasan
terkait
pembuatan
kuisioner
Arahan dari
atasan
Keterkaitan kegiatan dengan
smart ASN: pembuatan kuisioner
pengkajian tingkat pengetahuan
ibu tentang PMK menggunakan
komputer micrsoft world (digital
skill)
Kolaboratif
Saya berkonsultasi dengan atasan
guna membangun kerjasama
yang sinergis
Harmonis
Saya berkonsultasi dengan atasan
menghargai kritik dan saran
yang diberikan untuk hasil yang
lebih baik
27
KONTRIBUSI
VISI DAN MISI
ORGANISASI
6
Dengan adanya
tingkat
penetahuan ibu
tentang PMK
maka
memberikan
kontribusi
terhadap
Visi: Purworejo
Berdaya Saing
2025
Misi 4:
Meningkatkan
daya saing
kualitas
pelayanan public
dan
penyelenggaraan
pemerintah yang
baik (good
govenance)
PENGUATAN
NILAI NILAI
ORGANISASI
7
Dengan adanya
tingkat
pengetahuan ibu
tentang PMK
menguatkan nilai
organisasi yang
Akuntabel data
dapat
dipertanggungjawa
bkan
Profesional
dilakukan secara
baik dan
kompetensi
/keahlian
Membuat
kuisioner
Konsep/
rancangan
kuisioner
Berorientasi Pelayanan
Saya membuat konsep rancangan
kuisioner memperhatikan kwalitas
pertanyaan yang akan diberikan
Adaptif
Saya dalam membuat kuisioner
berusaha berinovasi
Memberikan
kuisioner
kepada ibu
bayi
Melaporkan
kepada atasan
terkait hasil
kuisioner
2
Membuat leaflet
Sumber kegiatan :
Tingkat
pengetahuan ibu
bayi
Persetujuan dari
atasan terkait
hasil kuisioner
Leaflet tentang
perawatan
metode kangguru
Kompeten
Saya dalam membuat kuisioner
menggunakan kinerja terbaik
saya
Berorientasi Pelayanan
Saya menilai tingkat pengetahuan
ibu bayi dengan kualitas dan data
yang benar
Akuntabel
Saya dalam menilai tingkat
pengetahuan ibu dengan hasil
kuisioner yang dapat dipercaya
Beroriantasi Pelayanan
Saya saat melaporkan hasil
kepada atasan bersikap ramah
dan sopan
Loyal
Saya melaporkan hasil kuisioner
menggunakanakan bahasa
indonesia yang baik dan benar
supaya informasi mudah dipahami
nasinolisme sila ke 3
Keterkaitan kegiatan dengan
managemen ASN: merancang dan
membuat leaflet dalam rangka
28
Dengan adanya
Leaflet tentang
PMK
Dengan adanya
Leaflet tentang
PMK maka
inovasi
Berkonsultasi
dengan atasan
terkait
pembuatan
leaflet
Mencari
referensi
tentang pmk
Masukan dan
arahan dari
atasan
Materi perawatan
metode kangguru
meningkatkan kinerja SDM
dilakukan dengan cermat dan
disiplin(Kode Etik Perilaku)
melaksanakan tugas kedinasan
dengan penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran dan tanggung
jawab(Kewajiban ASN).
memberikan
kontribusi
terhadap
Keterkaitan kegiatan dengan
smart ASN:
Saya menyusun
leaflet sendiri
menggunakan
Aplikasi Canva agar lebih menarik
dan informatif sebagai wujud
peningkatan ketrampilan dalam
menggunakan media digital dalam
Kecakapan
Digital
(Digital
Skills)
Harmonis
Saya dalam melakukan konsultasi
dengan atasan menghargai kritik
dan saran yang diberikan
MISI 4
Meningkatkan
daya saing
kualitas
pelayanan public
dan pelanggaran
pemerintah yang
baik ( good
govenance)
Berorientasi Pelayanan
Saya dalam melakukan konsultasi
dengan atasan dilakukan dengan
ramah
Kompeten
Saya dalam mencari sumber
referensi berusaha memperdalam
ilmu PMK untuk meningkatkan
kompetensi diri
Akuntabel
Saya dalam mencari reverensi
perawatan metode
kangguruhasinya dapat dipercaya
29
VISI Purworejo
Berdaya Saing
2025
memperkuat
capaian nilai
organisasi
Akuntabel : dapat
dipertanggung
jawabkan
Membuat
leaflet
perawatan
metode
kangguru
Mencari
percetakan
untuk leaflet
Melaporkan
kepada atasan
terkait leaflet
3
Mensosialisasikan SOP
PMK pada rekan kerja
Sumber kegiatan:
Inovasi
File leaflet
tentang
perawatan
metode kangguru
Kolaboratif
Saya bekerja sama dengan rekan
kerja dalam membuat desain
leaflet yang menarik
Leaflet perawatan
metode kangguru
Akuntabel
saya dalam melaksanakan tugas
pembuatan leaflet dengan penuh
tanggung jawab
Berorientasi Pelayanan
Saya mencetak file untuk
menghasilkan leaflet yang berguna
untuk meningkatkan kepuasan
pasien terhadap pelayanan yang
kita berikan
Persetujuan dari
atasan terkait
leaflet
Peningkatan
pengetahuan
rekan kerja
terhadap SOP
PMK
Kompeten
Saya dalam membuat leaflet
bertujuan untuk membantu orang
lain belajar
Beroriantasi Pelayanan
Saya bersikap ramah dan sopan
saat melaporkan leaflet kepada
atasan
ADAPTIF
Saya dalam melaporkan hasil
mendapatkan arahan dari atasan
bisa digunakan untik
megembangkan kreatifitas
Keterkaitan kegiatan dengan
managemen ASN:
mensosialisasikan SOP PMK pada
rekan kerja
dengan sikap, sopan, dan tanpa
tekanan
serta
memberikan
30
Dengan adanya
peningkatan
pengetahuan
rekan kerja
terhadap SOP
PMK maka
Dengan adanya
Peningkatan
pengetahuan
rekan kerja
terhadap SOP
PMK
informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain
yang memerlukan informasi terkait
kepentingan kedinasan (Kode
Etik)
Berkonsultasi
dengan atasan
terkait jadwal
sosialisasi
Menyiapkan
materi SOP
PMK
Melaksanakan
kegiatan
sosialisasi
SOP PMK
Penjadwalan
sosialisasi
SOP PMK
Meningkatnya
pengetahuan
tentang SOP
PMK
keterkaitan dengan smart ASN:
Dalam menyusun materi sosialisasi
menggunakan media Microsoft
word (Digital skill)serta
menyebarluaskan SOP melalui
grub wathsap menggunakan
bahasa yang sopan(kode ethics)
Kolaboratif
Saya bekerja sama dengan
atasan dan teman sejawat untuk
tercapainya kesepakatan waktu
Loyal
Saya berkonsultasi menggunakan
bahasa indonesia yang baik dan
benar nasionalisme sila ke 3
Loyal
Saya dalam menyiapkan
sosialisasi memberikan dedeikasi
saya secara penuh
Kompeten
Saya dalam menyiapkan materi
sosialisasi ini beguna untuk
membantu orang lain belajar
Beroriantasi Pelayanan
Saya dalam kegiatan sosialisasi
bersikap ramah dalam
penyampaian sosialisasi SOP PMK
31
memberikan
kontribusi
terhadap
Visi: Purworejo
Berdaya Saing
2025
Misi 5:
meningkatkan
daya saing
sarana dan
prasarana dan
insfratruktur yang
didukung
kemajuan
teknologi
informasi
Profesional
dilakukan secara
baik dan sesuai
kompetensi
/keahlian
Melayani
dilakukan dengan
jujur,akurat dan
berhasil guna
Akuntabel dalam
melaksanakan
kegiatan
sosialisasi
dilakukan penuh
tanggung jawab
Melaporkan
kepada atasan
terkait hasil
kegiatan
sosialisasi
4
Pengadaan gendongan
kangguru diruangan
perinatologi
Persetujuan dari
atasan terkait
hasil kegiatan
sosialisasi
Tersedianya
gendongan
kangguru
Sumber kegiatan :
inovasi
Berkonsultasi
dengan atasan
Masukan dan
arahan dari
atasan
Harmonis
Saya dalam melakukan kegiatan
sosialisasi tidak membeda
bedakan rekan kerja
Akuntabel
Saya saat melaporkan hasi
evaluasi kepada atasan secara
transparan
Adaptif
Saya saat melaporkan hasil
evaluasi mendapatkan ahan dari
atasan yang digunakan untuk
megembangkan kreatifitas
Keterkaitan kegiatan dengan
managemen ASN: pengadaan
gendongan kangguru dengan
penuh kesadaran dan tanggung
jawab (kewajiban ASN)
Keterkaitan kegiatan dengan
smart ASN: mencari model
gendongan kangguru
menggunakan media
google(Digital Skill)
Kolaboratif
Saya berkonsultasi dengan atasan
untuk hasil yang lebih
Baik
Harmonis
Saya dalam berkonsultasi
pengadaan gendongan kangguru
menghargai kritik dan saran
32
Dengan
tersedianya
gendongan
kangguru maka
memberikan
kontribusi
terhadap
Visi: Purworejo
berdaya saing
2025
Dengan
tersedianya
gendongan
kangguru maka
menguatkan nilai
organisasi yang
melayani
pengadaan
dilakukan dengan
jujur,akurat
Misi 4:
meningkatkan
daya saing
kualitas
pelayanan public
dan
penyelenggaraan
pemerintah yang
baik ( good
Akuntabel hasil
dapat
dipertanggung
jawabkan
Mencari
referensi
model
gendongan
kangguru
Membeli
gendongan
kangguru
untuk
digunakan
diruangan
perinatologi
Melaporkan
kepada atasan
tentang
pengadaan
gendongan
kangguru
5
Melakuakan edukasi
kepada ibu pentingya
PMK dan demonstrasi
penggunaan gendongan
kangguru
Sumber kegiatan: inovasi
yang diberikan oleh atasan
Kompeten
Macam macam
model gendongan Saya dalam mencari reverensi
kangguru
berusaha semaksimal mungkin
agar mndapatkan kualitas terbaik
Gendongan
kangguru
Persetujuan
atasan atas
terkait adanya
gendongan
kangguru
Peningkatan
pengetahuan ibu
tentang PMK dan
dapat
menggunakan
gendongan
kangguru
govenance)
Harmonis
Saya dalam mencari reverensi
dibantu oleh rekan kerja yang
saling peduli
Berorientasi pelayanan
Saya membeli gendongan kanggu
memperhatikan kualitasnya agar
dapat digunakan untuk
melaksanakan tugas dengan
kualitas terbaik Kompeten
Berorientasi Pelayanan
Saya bersikap ramah dan sopan
saat melaporkan kepada atasan
Adaptif
Saya bersikap proaktif dalam
melaporkan pelaksanaan
penyediaan gendongan kangguru
Keterkaitan kegiatan dengan
managemen
ASN
Dalam
Melakukan edukasi dengan sikap,
sopan, dan tanpa tekanan (Kode
Etik Perilaku) serta melaksanakan
sesuai dengan kebijakan dan
program pemerintah (nilai dasar
ASN)
Keterkaitan kegiatan dengan
smart ASN: Dalam kegiatan
33
Dengan adanya
Peningkatan
pengetahuan ibu
tentang PMK dan
dapat
menggunakan
gendongan
kangguru
memberikan
kontribusi
terhadap
Dengan adanya
peningkatan
pengetahuan ibu
tentang PMK dan
dapat
menggunakan
gendongan
kangguru
Menguatkan nilai
nilai organisasi
edukasi kepada pasien, tentang
perawatan metode kangguru
dengan menggunakan leaflet yang
di buat semenarik mungkin dan
informatif agar ibu mampu
memahami informasi yang
disampaikan sebagai wujud ASN
yang memiliki Kecakapan Digital
(Digital Skill)
Berkonsultasi
Masukan dan
dengan atasan arahan dari
terkait edukasi atasan
ke ibu
Menyiapkan
alat dan bahan
edukasi
Memberikan
edukasi dan
mendemonstra
sikan dengan
ibu
penggunaan
gendongan
Leaflet dan
gendongan
kangguru
Peningkatan
pengetahuan ibu
dan ibu
menggunakan
gendongan
kangguru
Kolaboratif
Saya berkonsultasi dengan mentor
untukmendapatkan hasil yang
lebih baik
Harmonis
Saya dalam berkonsultasi
menghargai kritik dan saran
yang diberikan
Kompeten
Saya dalam menyiapkan alat dan
bahan menggunakan kinerja
terbaik
Berorientasi Pelayanan
Saya dalam menyiapkan alat dan
bahan dengan optimal karena
bertujuan untuk meningkatkan
kepuasan klien
Kompeten
Saya dalam memberi edukasi
menggunakan kinerja terbaik saya
untuk membantu orang lain
belajar
Loyal
34
Visi : Purworejo
Berdaya Saing
2025
Misi 4:
meningkatkan
daya saing
kualitas
pelayanan publik
dan
penyelenggaraan
pemerintah yang
baik (good
goverence)
Profesional
dilakukan secara
baik dan sesuai
kompetensi
/keahlian
Melayani
dilakukan dengan
jujur,akurat dan
berhasil guna
Akuntabel dalam
melaksanakan
kegiatan
sosialisasi
dilakukan penuh
tanggung jawab
Kegiatan ini juga berkontribusi
meningkatkan pelayanan kepada
klien
kangguru
Mengevaluasi
tingkat
pengetahuan
ibu tentang
PMK
Melaporkan
kepada atasan
tentang hasil
evaluasi
pengetahuan
ibu
Peningkatan
pengetahuan ibu
tentang PMK
Persetujuan hasil
evaluasi
Harmonis
Saya dalam memberikan edukasi
dan demonstrasi tidak membeda
bedakan ibu bayi
Akuntabel
Saya dalam mengevaluasi
peningkatan pengetahuan ibu
dengan hasilnya dapat dipercaya
Kompeten
Saya dalam evaluasi
menggunakan kinerja terbaik
saya
Loyal
Saya saat melaporkan kepada
atasan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar
yaitu nilai nasionalisme sila ke 3
Adaptif
Saya bersikap proaktif dalam
melaporkan hasil evaluasi kepada
atasan
35
G. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Tabel II.7 Jadwal Rancangan Aktualisasi
No
1.
2.
Kegiatan
Mengkaji
tingkat
pengetahuan
ibu tentang
perawatan
metode
kangguru
Membuat
leaflet
3.
Mensosialisa
sikan SOP
PMK pada
rekan kerja
4.
Pengadaan
gendongan
kangguru
Bulan
Rencana
Bukti
April
Mei
Juni
2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3
1 Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1
0
kuisioner,
foto /
video
kegiatan,
lembar
konsultasi
kegiatan
Lembar
leflet, foto
/ video
kegiatan,
lembar
konsultasi
kegiatan
SOP, foto
/ video
kegiatan
sosialisasi
, lembar
konsultasi
kegiatan,
undangan
daftar
hadir
foto/
video,
lembar
36
No
5.
Kegiatan
Melakuakan
edukasi
kepada ibu
pentingya
PMK dan
demonstrasi
penggunaan
gendongan
kangguru
Bulan
Rencana
Bukti
April
Mei
Juni
2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3
1 Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1
0
konsultasi
kegiatan,
gendonga
n
kangguru
foto /
video,
lembar
konsultasi
kegiatan,
grafik
penilaian
post test
dan pre
test
37
BAB III
PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. Perubahan Kegiatan dari Rancangan Awal
Kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai nilai dasar PNS yang
berjudul peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan metode
kangguru untuk mencegah hipotermi pada bayi berat badan lahir rendah
di RSUD RAA Tjokronegoro Kabupaten Purworejo.
Tabel 3.1 Perubahan kegiatan dari rancangan awal
KETERANGAN
SEMULA
MENJADI
PENJELASAN
Kegiatan
3
dilaksanakan
pada tanggal
7-14
Mei
2022
Kegiatan
3
dilaksanakan
pada tanggal
17-27 Mei
Kegiatan
4
dilaksanakan
tanggal
17
Mei 2022- 23
Mei 2022
Kegiatan
5
dilaksanakan
tanggal
24
Mei – 10 Juni
2022
Kegiatan
4
dilaksanakan
tanggal 7 Mei
– 14 Mei
2022
Kegiatan
5
dilaksanakan
tanggal
28
Mei – 8 Juni
2022
Saya menukar kegiatan 3 dengan
kegiatan
4
karena
untuk
sosialisasi ke rekan kerja perlu
pengadaan gendongan kangguru
terlebih dahulu untuk media
sosialisasi dan disini kegiatan
saya yang seharusnya selesai
tanggal 23 Mei mundur di tanggal
27 Mei 2022 dikarenakan ada
PKTBT yang diselenggarakan
oleh BKPSDM Purworejo selama
3 hari sejak tanggal 23-25 Mei
2022
Kegiatan pengadaan gendongan
kangguru saya tukar dengan
kegiatan sosialisasi SOP PMK ke
rekan kerja jadi kegiatannya
diajukan
Kegiatan ini mundur dari jadwal
karena kegiatan sebelumnya juga
mundur terkait ada kegiatan
PKTBT yang diadakan BKPSDM
Purworejo
PERUBAHAN
Jadwal
Kegiatan
38
B. Pelaksanaan Aktualisasi dan Habituasi
Aktualisasi dan hanituasi nilai nilai dasar kedudukan dan peran
PNS dalam NKRI dilaksanakn melalui 5 kegiatan, yaitu terdiri dari :
1. Mengkaji tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan metode
kangguru
2. Membuat leaflet pearawatan metode kangguru
3. Pengadaan gendongan kangguru diruangan perinatology
4. Mensosialisasikan SOP PMK pada rekan kerja
5. Melakuakan edukasi kepada ibu pentingya PMK dan demonstrasi
penggunaan gendongan kangguru
Hasil pelaksanaan dari masing-masing kegiatan sebagai berikut :
1. Mengkaji tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan metode
kangguru.
Keterkaitan dengan Agenda III :
a. Managemen ASN: melakukan pengkajian tingkat pengetahuan ibu
tentang PMK dilakukan dengan jujur bertanggung jawab (kode
etik ASN)
b. Smart ASN: pembuatan kuisioner pengkajian tingkat pengetahuan
ibu tentang PMK menggunakan
omputer micrsoft world (digital
skill)
Adapun rincian kegitan 1:
a. Sumber Kegiatan : Inovasi
b. Tanggal Pelaksanaan : 21 April 2022 – 27 April 2022
c. Lokasi / Tempat Kegiatan : Ruang Perinatologi RSUD RAA
Tjokronegoro Purworejo
d. Tahapan Kegiatan :
1) Berkonsultasi dengan atasan terkait pembuatan kuisioner
2) Membuat kuisioner
3) Memberikan kuisioner kepada ibu bayi
39
4) Melaporkan Kepada atasan tentang hasil pengkajian
e. Hasil/Output
1) Arahan dari atasan
2) Konsep/ rancangan kuisioner
3) Tingkat pengetahuan ibu bayi
4) Persetujuan dari atasan terkait hasil kuisioner
f. Aktualisasi habituasi kedudukan dan peran PNS dalam NKRI dan
nilai nilai dasar BerAkhlak
1) Berkonsultasi dengan atasan terkait pembuatan kuisioner
Keterkaitan Agenda II :
Saya berkonsultasi dengan atasan untuk hasil yang lebih baik
(Kolaboratif) serta menghargai kritik dan saran yang diberikan
untuk hasil yang lebih baik(Harmonis).
Bukti kegiatan yang sudah dilakukan :
Gambar 3.1 Konsultasi dengan atasan
2) Membuat kuisioner
Saya
membuat
konsep
rancangan
kuisioner
memperhatikan kwalitas (berorientasi pelayanan), serta saya
dalam membuat kuisioner berusaha berinovasi (adaptif) dan
40
saya
menggunakan
kinerja
terbaik
dalam
pembuatan
kuisioner (kompeten).
Bukti kegiatan yang sudah dilakukan :
Gambar 3.2 Pembuatan kuisioner dan kuisioner
3) Memberikan kuisioner kepada ibu bayi
Saya menilai tingkat pengetahuan ibu bayi dengan
kualitas dan data yang benar (berorientasi pelayanan), serta
hasil kuisioner dapat dipercaya (akuntabel) .
41
Bukti Kegiatan yang sudah dilakukan :
Gambar 3.3 memberikan kuisioner kepada ibu
4) Melaporkan Kepada atasan tentang hasil pengkajian
Bersikap ramah serta sopan saat melaporkan kegiatan
terhadap
atasan
(beroriantasi
pelayanan),
saya
juga
menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar (loyal)
Bukti kegiatan yang saya lakukan :
Gambar 3.4 Melaporkan hasil pengkajian
42
g. Analisis dampak bila nilai nilai berakhlak tidak diaplikasikan dalam
kegiatan
1) Berorientasi Pelayanan
Dalam
mengkaji
dilaksanakan
tingkat
tanpa
pengetahuan
memperhatikan
ibu
apabila
nilai
tidak
berorientasi
pelayanan maka konsep yang tersusun tidak berkualitas,
sehingga tingkat kepuasan akan berkurang.
2) Akuntabel
Dalam
mengkaji
tingkat
pengetahuan
ibu
apabila
tidak
dilaksanakan tanpa memperhatikan nilai akuntabel yaitu hasil
dapat dipercaya maka pengkajian apabila hasilnya tidak dapat
dipercaya, maka akan menimbulkan ketidak sesuaian.
3) Kompeten
Dalam
pengkajian
tingkat
pengetahuan
ibu,
jika
tidak
memperhatikan nilai dasar ASN kompeten yaitu dengan
kinerja terbaik maka dapat mengakibatkan pengkajian yang
kurang sesuai untuk pasien.
4) Harmonis
Dalam
mengkaji
tingkat
pengetahuan
ibu
apabila
tidak
menerapkan nilai dasar ASN yaitu harmonis yaitu menghargai
kritik dan saran maka dapat mengurangi kualitas pembuatan
kuisioner.
5) Loyal
Dalam mengkaji tingkat pengetahuan ibu jika tidak menerapkan
nilai dasar ASN Loyal yaitu mengerjakan dengan penuh
dedikasi maka tidak didapat hasil yang memuaskan.
43
6) Adaptif
Dalam mengkaji tingkat pengetahuan ibu jika tidak menerapkan
nilai dasar ASN adaptif dengan berusaha berinovasi maka
tidak memiliki mutu yang baik
7) Kolaboratif
Berkonsultasi dilaksanakan
dengan berkerjasama dengan
atasan yang termasuk dalam nilai dasar ASN Kolaboratif jika
tidak maka hasilnya kurang baik.
h. Kontribusi / manfaat kegiatan bagi pihak lain dan terhadap
pencapaian visi misi penguatan nilai nilai organisasi
Pengkajian
tingkat pengetahuan
ibu
ini untuk mengetahui
seberapa tau ibu tentang perawatan metode kangguru yang
digunakan untuk perawatan bayi berat badan lahir rendah.
Dengan adanya pengkajian pengetahuan ibu tentang perawatan
metode kangguru maka mampu memberikan kontribusi pada :
1) Visi kabupaten Purworejo yaitu: Purworejo Berdaya Saing 2025
2) Misi ke 4 yaitu Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan
public dan penyelenggaraan pemerintah yang baik (good
govenance).
i. Penguatan nilai – nilai organisasi
Dengan melakukan kegiatan mengkaji tingkat pengetahuan ibu
tentang perawatan metode kangguru di ruang Perinatologi RSUD
RAA Tjokronegoro akan memberikan penguatan nilai organisasi
yaitu Akuntabel dan Profesional.
2.Membuat leaflet perawatan metode kangguru
Keterkaitan Agenda III :
a. Managemen ASN: Merancang dan membuat leaflet dalam rangka
meningkatkan kinerja SDM
44
dilakukan dengan cermat dan
disiplin(Kode Etik Perilaku), Melaksanakan tugas kedinasan
dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran dan tanggung
jawab(Kewajiban ASN).
b. Smart ASN: Saya menyusun leaflet sendiri menggunakan Aplikasi
Canva
agar
lebih
menarik
dan
informatif
sebagai
wujud
peningkatan ketrampilan dalam menggunakan media digital dalam
Kecakapan Digital (Digital Skills)
Adapun rincian kegiatannya :
a. Sumber kegiatan : Inovasi
b. Tanggal pelaksanaan : 28 April 2022- 6 Mei 2022
c. Lokasi / Tempat : Ruang Perinatologi RSUD RAA Tjokronegoro
d. Tahapan kegiatan :
1) Berkonsultasi dengan atasan terkait pembuatan leaflet
2) Mencari referensi tentang perawatan metode kangguru
3) Membuat leaflet perawatan metode kangguru
4) Mencari percetakan untuk membuat leaflet
5) Melaporkan kepada atasan terkait leaflet
e. Hasil/output :
1) Masukan dan arahan dari atasan
2) Materi perawatan metode kangguru
3) File leaflet tentang perawatan metode kangguru
4) Leaflet perawatan metode kangguru
5) Persetujuan dari atasan terkait leaflet
f. Aktualisasi habituasi kedudukan dan peran PNS dalam NKRI dan
nilai nilai BerAKHLAK
1) Berkonsultasi dengan atasan terkait pembuatan leaflet
Keterkaitan Agenda II:
Saya
dalam
melakukan
konsultasi
dengan
atasan
menghargai kritik dan saran yang diberikan (harmonis)
45
serta dalam melakukan konsultasi dilakukan dengan ramah
(berorientasi pelayanan).
Bukti Kegiatan :
Gamabar 3.5 Berkonsultasi dengan atasan terkait pembuatan
leaflet
2) Mencari referensi tentang perawatan metode kangguru
Keterkaitan Agenda II :
Saya dalam mencari sumber referensi dari sumber yang
dapat dipercaya (akuntabel), saya juga mengerahkan
dedikasi untuk terciptanya leaflet yang menarik (loyal).
Bukti kegiatan :
Gambar 3.6 Mencari referensi tentang PMK
46
3) Membuat leaflet perawatan metode kangguru
Keterkaitan Agenda II :
Saya bekerja sama dengan rekan kerja dalam membuat
desain leaflet yang menarik (kolaboratif), serta dalam
melaksanakan tugas pembuatan leaflet dengan penuh
tanggung jawab, disiplin (akuntabel)
Bukti Kegiatan :
Gambar 3.7 Membuat Leaflet perawatan metode kangguru
4) Mencari percetakan untuk membuat leaflet
Keterkaitan Agenda II :
Saya mencetak file untuk menghasilkan leaflet berguna untuk
meningkatkan pengetahuan serta kepuasan pasien terhadap
pelayanan (berorientasi pelayanan) saya juga membuat
leaflet bertujuan untuk membantu orang lain belajar
(kompeten).
47
Bukti kegiatan :
Gamabar 3.8 Mencetak Leaflet
5) Melaporkan kepada atasan terkait leaflet
Keterkaitan Agenda II
Saya bersikap ramah dan sopan saat melaporkan hasil
leaflet (beroriantasi pelayanan) serta saya bersikap proaktif
dalam melaporkan hasil leaflet (adaptif).
Bukti Kegiatan :
Gambar 3. 9 Melaporkan leaflet kepada atasan
48
Gamabar 3. 10 Leaflet perawtan metode kangguru
g. Analisis dampak bila nilai – nilai BerAkhlak tidak diaplikasikan
dalam kegiatan :
1) Harmonis
Dalam membuat leaflet jika tidak menerapkan nilai dasar
ASN harmonis yaitu menghargai kritik dan saran maka
tidak terciptanya leaflet yang menarik.
2) Berorientasi pelayanan
Dalam membuat leaflet apabila tidak dilaksanakan tanpa
memperhatikan
nilai
berorientasi
pelayanan
yaitu
melakukan perbaikan tiada henti maka leaflet tidak sesuai
dengan hasil yang diharapkan.
3) Kompeten
Dalam pembuatan leaflet, jika tidak memperhatikan nilai
dasar ASN kompeten
leaflet kurang bagus.
49
yaitu kinerja terbaik maka hasil
4) Loyal
Dalam pembuatan leaflet jika tidak menerapkan nilai dasar
ASN Loyal yaitu mengerjakan dengan penuh dedikasi maka
tidak didapat hasil yang memuaskan.
5) Adaptif
Dalam membuat leaflet jika tidak menerapkan nilai dasar
ASN adaptif yaitu proaktif maka tidak menghasilkan leaflet
yang berkualitas
6) Kolaboratif
Dalam membuat leaflet jika tidak menerapkan nilai dasar
ASN Kolaboratif dengan bekerja sama maka hasilnya
kurang maksimal.
7) Akuntabel
Dalam membuat leaflet jika tidak menerapkan nilai dasar
ASN akuntabel dengan tanggung jawab ,disiplin maka
hasilnya tidak berkualitas.
h. Kontribusi / manfaat kegiatan bagi pihak lain dan terhadap
pencapaian visi misi penguatan nilai – nilai organisasi
Dengan adanya pembuatan leaflet ini dapat mempermudah
perawat atau petugas dalam memberikan informasi kepada ibu
terkait perawatan metode kangguru dan mempermudah ibu
dalam belajar.
Tersedianya leaflet perawatan metode kangguru maka mampu
memberikan kontribusi pada :
1) Visi kabupaten Purworejo: Purworejo Berdaya Saing 2025
2) Berkontribusi pada Misi ke 4 yaitu Meningkatkan daya saing
kualitas
pelayanan
public
dan
penyelenggaraan
pemerintah yang baik (good govenance)
50
i.
Penguatan nilai nilai organisasi
Dengan melakukan kegiatan membuat leaflet tentang perawatan
metode kangguru di ruang Perinatologi RSUD RAA Tjokronegoro
akan memberikan penguatan nilai organisasi yaitu Akuntabel.
3. Pengadaan gendongan kangguru diruang perinatology
Keterkaitan Agenda III :
a. Managemen ASN: Pengadaan gendongan kangguru dengan
penuh kesadaran dan tanggung jawab (Kewajiban ASN)
b. Smart ASN: Mencari model gendongan kangguru menggunakan
media google (Digital Skill)
Adapun rincian kegiatan 3:
a. Sumber kegiatan : inovasi
b. Tanggal pelaksanaan : 7 Mei 2022 – 14 Mei 2022
c. Lokasi / Tempat : Ruang Perinatologi RSUD RAA Tjokronegoro
d. Tahapan kegiatan :
1) Berkonsultasi dengan atasan
2) Mencari referensi model gendongan kangguru
3) Mencari
tempat
penjual
gendongan
kangguru
untuk
digunakan diruangan perinatologi
4) Melaporkan kepada atasan tentang pengadaan gendongan
kangguru
e. Hasil/output
1) Masukan dan arahan dari atasan
2) Macam macam model gendongan kangguru
3) Gendongan kangguru
4) Persetujuan atasan atas terkait adanya gendongan kangguru
f. Aktualisasi habituasi kedudukan dan peran Pns dalam NKRI dan
nilai nilai BerAKHLAK
51
1) Berkonsultasi dengan atasan
Keterkaitan Agenda II :
Saya berkonsultasi dengan atasan untuk hasil yang lebih
baik
(kolaboratif)
serta
saya
dalam
berkonsultasi
pengadaan gendongan kangguru menghargai kritik dan
saran yang diberikan oleh atasan (harmonis).
Bukti Kegiatan :
Gamabar 3.11 Berkonsultasi terkait pengadaan gendongan
kangguru
2) Mencari referensi model gendongan kangguru
Keterkaitan Agenda II :
Saya dalam mencari reverensi berusaha melaksanakanya
dengan kualitas terbaik (kompeten), serta saya dalam
mencari reverensi dibantu oleh rekan kerja yang saling
peduli (harmonis).
52
Bukti Kegiatan :
Gambar 3.12 mencari referensi gendongan kangguru
3) Membeli gendongan kangguru untuk digunakan diruangan
perinatologi
Keterkaitan Agenda II :
Saya
membeli
gendongan
kanggu
memperhatikan
kualitasnya (berorientasi pelayanan) agar dapat digunakan
untuk melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
(kompeten).
Bukti Kegiatan :
Gambar 3.13 Pembelian Gendongan kangguru
53
4) Melaporkan kepada atasan tentang pengadaan gendongan
kangguru
Keterkaitan Agenda II :
Saya bersikap ramah dan sopan saat melaporkan kepada
atasan (berorientasi pelayanan), serta saya bersikap
proaktif dalam melaporkan hasil penyediaan gendongan
kangguru (adaptif).
Bukti Kegiatan :
Gamabar 3.14 Melaporkan gendongan kangguru
g. Analisis dampak bila nilai – nilai BerAkhlak tidak diaplikasikan
dalam Pelaksanaaan tugas jabatan
1) Kolaboratif
Dalam pengadaan gendongan kangguru jika tidak menerapkan
nilai dasar ASN Kolaboratif yaitu untuk hasil yang lebih baik
maka hasilnya kurang sesuai.
2) Kompeten
Dalam
pengadaan
gendongan
kangguru,
jika
tidak
memperhatikan nilai dasar ASN kompeten yaitu kualitas
terbaik maka tidak didapat gendongan kangguru yang
berkualitas.
54
3) Harmonis
Dalam pengadaan gendongan kangguru jika tidak menerapkan
nilai dasar ASN harmonis yaitu saling peduli maka tidak
didapat gendongan kangguru yang bagus.
4) Berorientasi pelayanan
Dalam
pengadaan
dilaksanakan
tanpa
gendongan
kangguru
memperhatikan
apabila
nilai
tidak
berorientasi
pelayanan yaitu ramah maka akan terjadi komunikasi yang
tidak bagus sehingga tidak didapatkan gendongan kangguru
yang sesuai.
5) Loyal
Dalam pengadaan gendongan kangguru jika tidak menerapkan
nilai dasar ASN Loyal yaitu berkontribusi maka pelayanan
yang diberikan akan kurang optimal.
6) Adaptif
Dalam pengadaan gendongan kangguru jika tidak menerapkan
nilai
dasar
ASN
adaptif
yaitu
proaktif
maka
tidak
menghasilkan gendongan kangguru yang sesuai.
h. Kontribusi / manfaat kegiatan bagi pihak lain dan terhadap
pencapaian visi misi penguatan nilai – nilai organisasi
Dengan adanya gendongan kangguru perawat atau petugas bisa
mempermudah dalam melakukan perawatan metode kangguru.
Tersedianya gendongan kangguru maka mampu memberikan
kontribusi pada :
1) Visi kabupaten Purworejo yaitu: Purworejo Berdaya Saing
2025
2) Misi ke 4 yaitu Meningkatkan daya saing kualitas pelayanan
public dan penyelenggaraan pemerintah yang baik (good
govenance)
55
i. Penguatan nilai – nilai organisasi
Dengan melakukan kegiatan pengadaan gendongan kangguru di
ruang Perinatologi RSUD RAA Tjokronegoro akan memberikan
penguatan nilai organisasi yaitu Akuntabel dan Melayani.
4. Melakukan sosialisasi SOP perawatan metode kangguru kepada
rekan kerja
Keterkaitan Agenda III:
a. Managemen ASN: Mensosialisasikan SOP PMK pada rekan kerja
dengan sikap, sopan, dan tanpa tekanan serta memberikan
informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain
yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan (Kode
Etik).
b.Smart ASN:Dalam menyusun materi sosialisasi menggunakan
media Microsoft word (Digital skill) serta menyebarluaskan SOP
melalui grub wathsap menggunakan bahasa yang sopan(kode
ethics).
Adapun rfincian kegiatan 4 :
a. Sumber kegiatan : inovasi
b. Tanggal pelaksanaan : 17 Mei 2022 – 27 Mei 2022
c. Lokasi / Tempat : Ruang Perinatologi RSUD RAA Tjokronegoro
d. Tahapan kegiatan :
1) Berkonsultasi dengan atasan terkait jadwal sosialisasi
2) Menyiapkan materi SOP PMK
3) Melaksanakan kegiatan sosialisasi SOP PMK
4) Melaporkan kepada atasan terkait hasil kegiatan sosialisasi
e. Hasil/output :
1) Penjadwalan sosialisasi
2) SOP KMC
56
3) Meningkatnya pengetahuan tentang SOP PMK
4) Persetujuan dari atasan terkait hasil kegiatan sosialisasi
f. Aktualisasi habituasi kedudukan dan peran Pns dalam NKRI dan
nilai nilai BerAkhlak
1) Berkonsultasi dengan atasan terkait jadwal sosialisasi
Keterkaitan Agenda II:
Saya bekerja sama dengan atasan dan teman sejawat untuk
tercapainya kesepakatan waktu (kolaboratif), serta saya dalam
membuat lembar absensi dilakukan dengan jujur dan disiplin
(akuntabel).
Bukti Kegiatan :
Gambar 3. 15 berkonsultasi untuk kesepakatan waktu
sosialisasi
2) Menyiapkan materi SOP PMK
Keterkaitan Agenda II :
Saya dalam menyiapkan sosialisasi memberikan dedeikasi
saya secara penuh (loyal). Dengan adanya kegiatan sosialisasi
ini bertujuan membantu orang lain belajar (kompeten).
57
Bukti Kegiatan
Gambar 3.16 Mempersiapkan alat dan materi untuk sosialisasi
3) Melaksanakan kegiatan sosialisasi SOP PMK
Keterkaitan Agenda II:
Saya bersikap ramah dalam penyampaian sosialisasi SOP
perawatan metode kangguru (beroriantasi pelayanan),dan
saya dalam kegiatan sosialisasi
tidak membeda bedakan
rekan kerja dalam sosialisasi (harmonis).
Bukti Kegiatan :
Gambar 3.17 Melakukan sosialisasi
58
4) Melaporkan kepada atasan terkait hasil kegiatan sosialisasi
Keterkaitan Agenda II:
Saya bersikap ramah dan sopan saat melaporkan kepada
atasan (berorientasi pelayanan) serta saya bersikap proaktif
dalam
melaporkan
pelaksanaan
penyediaan
gendongan
kangguru (adaptif).
Bukti Kegiatan :
Gambar 3.18 Melaporkan kegiatan sosialisasi
g. Analisis dampak bila nilai – nilai BerAkhlak tidak diaplikasikan
dalam kegiatan
1) Kolaboratif
Dalam melakukan sosialisasi perawatan metode kangguru
apabila
tidak
kolaboratif
dilaksanakan
yaitu
bekerjasama
tanpa
maka
memperhatikan
tidak
akan
nilai
terjadi
kesepakatan waktu untuk sosialisasi.
2) Akuntabel
Dalam melakukan sosialisasi perawatan metode kangguru
apabila tidak dilakukan tanpa memperhatikan nilai akuntabel
yaitu jujur dan disiplin maka hasilnya akan kurang baik.
59
3) Loyal
Dalam melakukan sosialisasi perawatan metode kangguru jika
tidak memperhatikan nilai dasar Loyal yaitu dedikasi maka
sosialisasi yang dilakukan kurang optimal.
4) Kompeten
Dalam
melakukan
sosisalisasi
SOP
perawatan
metode
kangguru apabila tidak menerapkan nilai dasar kompeten yaitu
membantu orang lain belajar maka teman sejawat tidak akan
tau SOP PMK
5) Berorientasi Pelayanan
Dalam melakukan sosialisasi SOP PMK jika tidak menerapkan
nilai berorientasi pelayanan yaitu ramah maka rekan kerja tidak
akan hadir dalam kegiatan sosialisasi
6) Harmonis
Dalam melakukan sosialisasi SOP PMk jika tidak menerapkan
nilai harmonis yaitu tidak membeda bedakan maka rekan kerja
akan merasa tidak adil dan hasilnya kurang bagus
7) Adaptif
Dalam melaporkan kegiatan sosialisasi dengan atasan apabila
tidak memperhatikan nilai adaptif yaitu proaktif maka hasilnya
kurang optimal
h. Kontribusi / manfaat kegiatan bagi pihak lain dan terhadap
pencapaian visi misi penguatan nilai – nilai organisasi
Sosialisasi SPO perawatan metode kangguru ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan rekan kerja sehingga rekan kerja lebih
terampil dalam melakukan perawatn metode kangguru.
Dilaksanakannya sosialisasi SOP perawatan metode kangguru
maka mampu memberikan kontribusi pada :
1) Visi kabupaten Purworejo yaitu: Purworejo Berdaya Saing 2025
60
2) Misi ke 5: meningkatkan daya saing sarana dan prasarana dan
insfratruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi
i. Penguatan nilai – nilai organisasi
Dengan melakukan kegiatan sosialisasi SOP perawatan metode
kangguru di ruang Perinatologi RSUD RAA Tjokronegoro akan
memberikan penguatan nilai organisasi yaitu Akuntabel dan
Melayani.
5. Melakuakan edukasi kepada ibu pentingya PMK dan demonstrasi
penggunaan gendongan kangguru
Keterkaitan Agenda III :
a. Managemen ASN: Dalam Melakukan Sosialisasi dengan sikap
sopan dan tanpa tekanan (Kode Etik Perilaku)
b. Smart ASN: Dalam
kegiatan edukasi kepada pasien, tentang
perawatan metode kangguru dengan menggunakan leaflet yang di
buat semenarik mungkin dan informatif agar ibu mampu
memahami informasi yang disampaikan sebagai wujud ASN yang
memiliki Kecakapan Digital (Digital Skill).
Adapun rincian kegiatan 5 :
a. Sumber kegiatan : inovasi
b. Tanggal pelaksanaan : 28 Mei 2022 – 8 Mei 2022
c. Lokasi / Tempat : Ruang Perinatologi RSUD RAA Tjokronegoro
d. Tahapan kegiatan
1) Berkonsultasi dengan atasan terkait edukasi ke ibu
2) Menyiapkan alat dan bahan edukasi
3) Memberikan edukasi dan mendemonstrasikan dengan ibu
penggunaan gendongan kangguru
4) Mengevaluasi peningkatan pengetahuan ibu tentang PMK
61
5) Melaporkan kepada atasan tentang hasil kegiatan edukasi dan
demontrasi ke ibu
e. Hasil/output
1) Masukan dan arahan dari atasan
2) Leaflet dan gendongan kangguru
3) Peningkatan
pengetahuan
ibu
dan
ibu
menggunakan
gendongan kangguru
4) Peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan metode
kangguru
5) Persetujuan hasil evaluasi
f. Aktualisasi habituasi kedudukan dan peran Pns dalam NKRI dan
nilai nilai BerAkhlak
1) Berkonsultasi dengan atasan terkait edukasi ke ibu
Keterkaitan agenda II :
Saya berkonsultasi dengan mentor untuk hasil yang lebih baik
(kolaboratif), Dalam berkonsultasi saya menghargai kritik dan
saran yang diberikan (harmonis)
Bukti Kegiatan :
Gambar 3.19 berkonsultasi terkait edukasi ke ibu
62
2) Menyiapkan alat dan bahan edukasi
Keterkaitan Agenda II
Saya bekerja sama dengan rekan kerja dalam menyiapkan alat
dan bahan edukasi (kolaboratif). Saya dalam menyiapkan alat
dan
bahan
dengan
optimal
karena
bertujuan
untuk
meningkatkan kepuasan klien (berorientasi pelayanan).
Bukti Kegiatan :
Gambar 3.20 Menyiapkan alat dan bahan edukasi
3) Memberikan edukasi dan
mendemonstrasikan dengan ibu
penggunaan gendongan kangguru
Keterkaitan Agenda II :
Saya dalam memberi edukasi menggunakan
kinerja terbaik
saya untuk membantu orang lain belajar (kompeten). Kegiatan
ini
juga
berkontribusi
meningkatkan
pelayanan
kepada
klien(loyal) serta saya juga tidak membeda bedakan peserta
sosialisasi (harmonis).
63
Bukti kegiatan :
Gambar 3.21 Memberi edukasi dan demontrasi ke ibu
4) Mengevaluasi tingkat pengetahuan ibu tentang PMK
Keterkaitan Agenda II :
Saya dalam mengevaluasi peningkatan pengetahuan ibu
dengan hasilnya dapat dipercaya (akuntabel)serta saya dalam
evaluasi menggunakan kinerja terbaik saya (kompeten)
Bukti kegiatan :
Gambar 3.22 Mengevaluasi tingkat pengetahuan ibu
64
5) Melaporkan kepada atasan tentang hasil kegiatan edukasi dan
demontrasi ke ibu
Keterkaitan Agenda II:
Saya bersikap proaktif dalam melaporkan hasil evaluasi
(adaptif).
Saya
juga
melaporkan
menggunakan
bahasa
Indonesia yang baik dan benar yaitu nilai nasionalisme sila ke
3 (loyal).
g. Analisis dampak bila nilai – nilai BerAkhlak tidak diaplikasikan
dalam kegiatan :
1) Kolaboratif
Dalam melakukan eduakasi PMK apabila tidak dilaksanakan
tanpa memperhatikan nilai kolaboratif yaitu untuk hasil yang
lebih baik maka hasilnya tidak sesuai yang diharapkan
2) Harmonis
Dalam melakukan edukasi PMK apabila tidak dilakukan tanpa
memperhatikan nilai harmonis yaitu saling peduli maka
kegiatan ini akan berjalan kurang lancar.
3) Berorientasi Pelayanan
Dalam melakukan edukasi PMK, jika tidak memperhatikan nilai
dasar berorientasi pelayan yaitu kepuasan maka yang
dilakukan kurang optimal.
4) Kompeten
Dalam melakukan edukasi PMK apabila tidak menerapkan
nilai dasar kompeten yaitu membantu orang lain belajar
maka klien tidak akan tau cara perawatan pada bayinya.
5) Akuntabel
Dalam melakukan edukasi PMK jika tidak menerapkan nilai
akuntabel yaitu dapat dipercaya maka orang lain tidak akan
memberikan kepercayaan kepada kita.
65
6) Loyal
Dalam melakukan edukasi PMK jika tidak menerapkan nilai
loyal yaitu berkontribusi maka hasinya kurang memuaskan.
7) Adaptif
Dalam melaporkan kegiatan edukasii dengan atasan apabila
tidak memperhatikan nilai adaptif yaitu proaktif maka hasilnya
kurang optimal.
h. Kontribusi / manfaat kegiatan bagi pihak lain dan terhadap
pencapaian visi misi penguatan nilai – nilai organisasi
Edukasi ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan ibu agar
ibu dapat melakukan perawatan metode kangguru mandiri dirumah
dan di rumah sakit.
Dilaksanakannya edukasi perawatan metode kangguru dan
demonstrasi gendongan kangguru maka mampu memberikan
kontribusi pada :
1) Visi kabupaten Purworejo yaitu: Purworejo Berdaya Saing
2025
2) Berkontribusi pada Misi ke 4: Meningkatkan daya saing
kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintah
yang baik (good goverence).
i. Penguatan nilai – nilai organisasi
Dengan melakukan kegiatan sosialisasi SOP perawatan metode
kangguru di ruang Perinatologi RSUD RAA Tjokronegoro akan
memberikan penguatan nilai organisasi yaitu Akuntabel, Melayani
serta Profesional.
66
C. Kondisi sebelum dan sesudah
Tabel 3.2 Gambaran kondisi sebelum dan sesudah kegiatan
NO KEGIATAN
1
KONDISI
SEBELUM
Mengkaji
tingkat Belum
pernah
pengetahuan ibu dilakukan
tentang perawatan pengkajian
metode kangguru
terhadap
ibu
tentang
perawatan
metode kangguru
2
Membuat leaflet
3
Pengadaan
gendongan
kangguru
diruangan
perinatology
4
Mensosialisasikan
SOP PMK pada
rekan kerja
5
Melakuakan
edukasi
kepada
ibu pentingya PMK
dan demonstrasi
penggunaan
KONDISI
KET
SESUDAH
Adanya
hasil pengkajian tentang
perawatan metode
kangguru
yang
masih kurang akan
menjadi
acuan
untuk
dilakukan
edukasi
dan
demontrasi
perawatn
metodekangguru
Belum
Tersedianya media tersedianya
edukasi perawatan
media
untuk metode kangguru
edukasi tentang berupa leaflet di
perawatan
ruang perinatology
metode kangguru
diruang
perinatology
Belum
adanya Tersedianya media media
demontrasi
demontrasi
perawtan metode
perawatan
kangguru berupa
metode kangguru gendongan
di
ruang kangguru diruang
perinatology
perinatology
Ada
sebagian Rekan
kerja rekan kerja yang perawat
sudah
lupa
mengenai mengingat kembali
tata
cara tentang perawatan
perawatan
metode kangguru
metode kangguru
Kebanyakan ibu Ibu bayi sudah bayi
masih mengetahui
tata
bingung tata cara cara
perawatan
perawatan
metode kangguru
metode kangguru
67
gendongan
kangguru
68
BAB IV
KESIMPULAN
Capaian kegiatan aktualisasi dan habituasi yang telah saya lakukan
sebesar 100%, karena semua kegiatan telah dilaksananakan dan
diperoleh hasil/output yang sesuai harapan. Hasil setiap kegiatan
adalah :
1. Diketahuinya tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan metode
kangguru dengan menggunakan kuisioner pre test didapat sekor ibu
M nilai 40, ibu N nilainya 30, ibu F nilainnya 60, ibu R niainya 30, ibu
S nilainya 30.
2. Tersedianya media edukasi berupa leaflet mengenai perawatan
metode kangguru.
3. Tersedianya gendongan kangguru diruangan perinatology
4. Diadakan sosialisasi dengan teman sejawat di ruang Perinatology
tentang perawatan metode kangguru.
5. Diadakan edukasi kepada ibu pentingya perawatan metode
kangguru dan demonstrasi penggunaan gendongan kangguru serta
evaluasi dengan memberikan kuisioner post test didapat sekor ibu N
nilainya 90, ibu R nilainya 70, ibu M nilainya 90, ibu S nilainya 70,
ibu F nilainya 100. Dari hasil pre test dan post test dapat
disimpulkan bahwa ibu mengalami peningkatan pengetahuan tentan
perawatan metode kangguru.
Adapun aktualisasi dan habituasi telah memberikan manfaat bagi :
1. Petugas kesehatan di ruang perinatology RSUD RAA Tjokronegoro
Kabupaten Purworejo yaitu dapat meningkatkan pengetahuan
tentang perawatan metode kangguru sehingga dapat melaksanakan
pelayanan kesehatan secara optimal.
2. RSUD
RAA
Tjokronegoro
yaitu
dengan
adanya
leaflet
gendongan kangguru merupakan inovasi bagi rumah sakit.
69
dan
3. Pemerintah Kabupaten Purworejo yaitu meningkatkan kualitas
pelayanan
kesehatan
di
lingkungan
Pemerintah
Kabupaten
Purworejo sehingga dapat berkontribusi terhadap misi Pemerintah
Daerah Kabupaten Purworejo nomor 4 yaitu meningkatkan daya
saing
kualitas
pelayanan
public
dan
menyelenggarakan
pemerintah yang baik (good govermance) dan dapat memperkuat
nilai-nilai organisasi pemerintah kabupaten Purworejo yaitu Melayani,
Profesional dan Akuntabel.
70
DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Habituasi : Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga
Administrasi Negara. 2017.Manajemen Aparatur Sipil
Negara: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021.Modul Adaptif: Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021.Modul Akuntabel: Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021.Modul Berorientasi Pelayanan:
Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021.Modul Harmonis: Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021.Modul Kolaboratif: Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021.Modul Kompeten: Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021.Modul Loyal: Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2021.Modul SMART ASN: Pelatihan
Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
71
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 2019. Peraturan Menteri
pendayagunaan Aparatur Negara No. 35 tahun 2019
tentang jabatan fungsional perawat. Purworejo.
Pemerintah Kabupaten Purworejo. 2014. Peraturan Bupati Purworejo
Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan
Budaya Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Purworejo Purworejo : Sekertariat Daerah.
Pemerintah Kabupaten Purworejo. 2019 .Peraturan Bupati Purworejo
Nomor 59 Tahun 2019 tetang Pembentukan, Kedudukan,
Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja
Rumah Sakit Umum Daerah Kelas C Kabupaten Purworejo.
Purworejo.
Pemerintah Kabupaten Purworejo.2020 . Peraturan Bupati Purworejo
Nomor 39 tahun 2020 tentang Pola Tata Kelola Rumah Sakit
R.A.A Tjokronegoro Kabupaten Purworejo. Purworejo .
Pemerintah Kabupaten Purworejo. 2021. Peraturan Daerah Kabupaten
Purworejo Nomor 11 Tahun 2021 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Purworejo Tahun 2021-2026. Purworejo : Sekertariat Daerah
Pemerintah RI. 2014. UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 11, tugas
Aparatur Sipil Negara. Purworejo.
72
CURRICULUM VITAE
A. IDENTITAS DIRI
Nama
NIP
Tempat, Tanggal Lahir
Alamat Rumah
Agama
Pendidikan
Jabatan
Instansi
Nomor Telepon
Alamat Email
Fitri Rahayu Minarmi, Amd.Kep.
19920113 202012 2 009
Jakarta , 13 januari 1992
Kalibuko II rt 011/ rw 004, Kalirejo, Kokap, Kulon
progo
Islam
D-III Keperawatan
Pelaksana/Terampil – Perawat
RSUD R.A.A. Tjokronegoro Kabupaten Purworejo
089618605223
[email protected]
B. RIWAYAT PENDIDIKAN
Jenjang Pendidikan
SD Negeri Glagah III
SMP Negeri 1 Temon
SMAK Negeri 1 Pengasih
STIKES AL ISLAM Yogyakarta
Jurusan
Pemasaran
D-III Keperawatan
Tahun
1998 – 2004
2004 – 2007
2007 – 2010
2010 – 2013
C. RIWAYAT
Riwayat Pekerjaan
Diklat di RSUD Wates
RSU Rizki Amalia Temon
BLUD di RSUD Wates
RSUD R.A.A. Tjokronegoro
Tahun
2014-2015
2015-2016
2016 – 2020
2021 – sekarang
73
LEMBAR KOMITMEN
TINDAK LANJUT AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI NILAI DASAR
SESUAI DENGAN PERAN DAN KEDUDUKAN PNS DALAM
MEWUJUDKAN SMART GOVERNACE
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Fitri Rahayu Minarmi,Amd.Kep
NIP
: 199201132020122009
Adalah peserta Pelatihan Dasar CPNS Angkatan IV Golongan II,
berkomitmen untuk menindaklanjuti aktualisasi dan habituasi nilai – nilai
dasar Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmoni, Loyal,
Adaptif, Kolaboratif (BerAkhlak) sesuai kedudukan dan peran sebagai PNS
dalam NKRI. Adapun untuk tindak lanjut tersebut tertuang dalam tabel
rancangan aksi berikut:
Tabel.4.1 Rencana Aksi upaya peningkatan pengetahuan ibu tentang
perawatan metode kangguru pada bayi berat badan lahir rendah
NO
1
RENCANA KEGIATAN
YANG AKAN
DILANJUTKAN
Melanjutkan edukasi
cara melakukan PMK
kepada ibu yang memiliki
bayi berat badan lahir
rendah di ruang
perinatology
menggunakan media
vidio
KETERKAITAN DENGAN
NILAI DASAR BERAKHLAK
DAN MATA PELATIHAN
AGENDA III
KOMPETEN
Saya dalam memberi edukasi
menggunakan kinerja terbaik
saya untuk membantu orang
lain belajar
LOYAL
Kegiatan ini juga berkontribusi
meningkatkan pelayanan
kepada klien
HARMONIS
Saya tidak membeda bedakan
ibu dalam melakukan edukasi
Keterkaitan agenda III:
managemen ASN: Dalam
RENCANA
WAKTU
PELAKSANAAN
Juni- Juli
Melakukan edukasi dengan
sikap sopan dan tanpa tekanan
(Kode Etik Perilaku)
smart ASN: Saya membuat
vidio menggunakan media
capcut (digital skill)
Demikian untuk menjadi periksa.
Purworejo, 10 Juni 2022
Mengetahui
Mentor
Peserta
Dyah Kusumoningrum,S.Kep,.Ns
NIP: 198312122005012005
Fitri Rahayu Minarmi,Amd.Kep
NIP: 199201132020122009
LAMPIRAN
Kegiatan 1 :
Mengkaji tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan metode
kangguru
Output :
Tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan metode
kangguru
Tahap 1.1 Berkonsultasi dengan atasan terkait pembuatan kuisioner
perawatan metode kangguru
Output : Arahan dari atasan terkait kuisioner
Lampiran 1. Foto saat berkonsultasi dengan atasan
Lampiran 2. Lembar konsultasi
Tahap 1.2 Membuat kuisioner
Output : Kuisioner tentang perawatan metode kangguru
Lampiran 2. Kuisioner perawatan metode kangguru
Tahap 1.3 Memberikan kuisioner kepada ibu bayi
Output : Tingkat pengetahuan ibu
Lampiran 3. Hasil penilaian kuisioner ibu bayi
Tahap 1.4 Melaporkan Kepada atasan tentang hasil pengkajian
Output : Persetujuan terkait hasil kuisioner
Lampiran 4. Melaporkan kegiatan pengkajian pengetahuan ibu bayi
Kegiatan 2
Membuat leaflet perawatan metode kangguru
Output :
Leaflet perawatan metode kangguru
Tahapan 2. 1 Berkonsultasi dengan atasan terkait pembuatan leaflet
Output : Masukan dan arahan dari atasan terkait leaflet
Lampiran 5. Berkonsultasi terkait pembuatan leaflet
Tahapan 2.2 Mencari referensi tentang perawatan metode kangguru
Output : Materi perawatan metode kangguru
Lampiran 6. Materi perawatan metode kangguru
Tahapan 2.3 Membuat leaflet perawatan metode kangguru
Output : File leaflet tentang perawatan metode kangguru
Lampiran 7. File leaflet perawatan metode kangguru
Tahapan 2.4 Mencari percetakan untuk membuat leaflet
Output : Leaflet perawatan metode kangguru
Lampiran 8 leaflet perawatan metode kangguru
Tahapan 2.5 Melaporkan kepada atasan terkait leaflet
Output : Persetujuan dari atasan terkait leaflet
Lampiran 9. Melaporkan kegiatan [embuatan leaflet
Kegiatan 3
Pengadaan gendongan kangguru
Output :
Gendongan kangguru
Tahapan 3.1. Berkonsultasi dengan atasan
Output : masukan dan arahan
Lampiran 10. Lembar konsultasi
Tahapan 3.2. Mencari referensi model gendongan kangguru
Output : referensi model gendongan kangguru
Lampiran 11 macam macam gendongan kangguru
Tahapan 3.3. Mencari tempat penjual gendongan kangguru untuk
digunakan diruangan perinatology
Output : gendongan kangguru
Lampiran 12. Gendongan kangguru yang dibeli secara online
Tahapan 3.4. Melaporkan kepada atasan tentang pengadaan gendongan
kangguru
Output : persetujuan atasan terkait gendongan kangguru
Lampiran 13. Persetujuan di buktikan dengan lembar konsultasi
Kegiatan 4. Mensosialisasikan SOP perawatan metode
kangguru
Output : peningkatan pengetahuan rekan kerja
Tahapan 4.1 Berkonsultasi dengan atasan terkait jadwal sosialisasi
Output : Masukan dan arahan dari atasan
Lampiran 14 Lembar konsultasi
Tahapan 4.2 Menyiapkan materi SOP PMK
Output : SOP KMC
Lampiran 15. SOP perawatan metode kangguru
Tahapan 4.3 Melaksanakan kegiatan sosialisasi SOP PMK
Output : peningkatan penegetahuan rekan kerja
Lampiran 16. Foto kegiatan sosialisasi
Lampiran 17. Undangan sosialisasi
Lampiran 18 . Daftar hadir
Tahapan 4.4 Melaporkan kepada atasan terkait hasil kegiatan sosialisasi
Output : Persetujuan dari atasan terkait hasil kegiatan sosialisasi
Lampiran 19. Persetujuan dibuktikan dengan lembar konsultasi
Kegiatan 5.
Melakuakan edukasi kepada ibu pentingya PMK dan demonstrasi
penggunaan gendongan kangguru
Output :
Tahapan 5.1 Berkonsultasi dengan atasan terkait edukasi ke ibu
Output : Masukan dan arahan dari atasan
Lampiran 20. Lembar konsultasi
Tahapan 5.2 Menyiapkan alat dan bahan edukasi
Output : Leaflet dan gendongan kangguru
Lampiran 21. Foto persiapan alat
Tahapan 5.3 Memberikan edukasi dan mendemonstrasikan dengan ibu
penggunaan gendongan kangguru
Output
:
Peningkatan
pengetahuan
ibu
dan
ibu
menggunakan
gendongan kangguru
Lampiran 21 foto kegiatan edukasi
Tahapan 5. 4 Mengevaluasi peningkatan pengetahuan ibu tentang PMK
Output : Tingkat pengetahuan ibu dan ibu menggunakan gendongan
kangguru
Lampiran 22 foto pemberian kuisioner
Lampiran 23 hasil kuisioner ibu
Lampiran 24. Grafik penilaian pre dan post pada ibu bayi
150
100
Pre Test
50
Post Test
0
Ny. S
Ny. F Ny. M Ny. R Ny. N
Tahapan 5.5 Melaporkan kepada atasan tentang hasil kegiatan edukasi
dan demontrasi ke ibu
Output : Persetujuan hasil kegiatan evaluasi
Lampiran 25. Persetujuan dibuktikan dengan lembar konsultasi
Link vidio aktualisasi
https://drive.google.com/file/d/1raEc2ALZ8f25UqgrX_ge4dwIVWFgauA/view?usp=drivesdk
Download