Uploaded by selvia483

askep eliminasi

advertisement
BAB 3
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA
Kasus
Ny M (60 thn) datang ke RS. B diantar keluarga. Keluarga mengatakan Ny. M sering kencing
tanpa disadari (ngompol). Klien sendiri mengatakan tidak bisa menahan jika sudah terasa ingin
BAK. Frekuensi berkemih tiap hari 15-18x/hari. Klien juga mengatakan saat dia
bersin, membungkuk, batuk tiba-tiba keluar sedikit air kencing. Klien memakai popok dan
menggantinya 2x sehari sehingga terasa lembab. Kira-kira Ny.M minumnya tiap hari sekitar200
ml. Sebelumnya Ny. M ada riwayat hipertensi 2 tahun lalu dan mengonsumsi obat
diuretik. Klien mengatakan disekitar area genitalia/perineal terasa nyeri, panas dan gatal.
Hasil pemeriksaan fisik
180/140mmHg, Nadi
didapatkan data
TB&BB Ny M adalah 150cm, 45kg, TD
80 x/menit, respirasi 18 x/menit dan suhu 36,50C, output 2100cc.
Terdapat ruam kemerahan pada sekitar area genitalia, kelembaban bibir kering. Terdapat
distensi kandung kemih. Saat ini klien terpasang infuse RL 2000cc/24 jam, kateterindweling.
Kegiatan sehari-hari Ny. M adalah menjadi guru mengaji, akan tetapi semenjak ia
sering mengompol kegiatan menjadi terganggu.
Ny. M
Keterangan :
= Meninggal
= Laki-laki
= Perempuan
= Pasien
= tinggal serumah
Penjelasan:
Klien anak kedua dari 3 bersaudara. Klien mempunyai riwayat keturunan hipertensi
dari ayahnya yang meninggal karena hipertensi sedang ibunya meninggal karena
sudah tua. Klien tidak memiliki riwayat penyakit menular, degeneratif, dan obesitas.
Klien mempunyai 4 orang anak.
C. Riwayat Pekerjaan
Pekerjaan saat ini
: Guru mengaji
Pekerjaan sebelumnya
:-
Sumber-sumber pendapatan
: uang dari anak-anaknya
Kecukupan terhadap kebutuhan
: Cukup
D. Riwayat Lingkungan Hidup
Type tempat tinggal
: 16x8 m
Jumlah kamar
:2
Kondisi tempat tinggal
: BaikJumlah
orang yang tinggal dalam satu rumah
:3
Derajat privasi
: Aman
Tetangga terdekat
: Baik
Alamat dan telepon
:
E. Riwayat Rekreasi
Hobi/minat
:-
Keanggotaan dalam organisasi
:-
Liburan/perjalanan
:-
F. Sistem Pendukung
Perawat/bidan/dokter/fisioterapi
: dokter
Jarak dari rumah
: 2 km
Rumah sakit
: 6 km
Klinik
:-
Pelayanan kesehatan dirumah
:-
Makanan yang dihantarkan
:-
Perawatan sehari-hari yang dilakukan keluarga
: keluarga merawat klien dengan
mengganti popok 2x sehari,
G. Deskripsi kekhususan
Kebiasaan ritual
: Sholat, membaca Al – Qur’an
Yang lain
: Doa-doa yang lain
H. Status Kesehatan
Status kesehatan umum selama lima tahun yang lalu
-
Klien mengatakan dua tahun lalu terkena hipertensi dan rutin mengonsumsi obat
diuretik
Keluhan utama
-
Provokative/palliative
:-
-
Quality/quantity
:-
-
Region
:-
-
Severity scale
:-
-
Timming
:-
Obat-obatan
: obat diuretic, furosemide
Status imunisasi
: lengkap
Alergi (obat-obatan/makanan/faktor lingkungan) : tidak ada
Penyakit yang diderita : Hipertensi
I.
Aktivitas Hidup Sehari-hari (berdasarkan indeks Katz, disimpulkan Skore..)
Pengukuran pada kondisi ini meliputi Indeks Katz
1
Mandi
Dapat mengerjakan sendiri
2
Berpakaian
Seluruhnya tanpa bantuan
3
Pergi ke toilet
Memerlukan bantuan
4
Berpindah (berjalan)
Tanpa bantuan
5
BAB dan BAK
Kadang-kadang ngompol / defekasi di tempat tidur
6
Makan
Tanpa bantuan
Berdasarkan indeks KATZS, pemenuhan kebutuhan ADL klien diskor dengan C
karena berdasarkan pengamatan, klien hanya mampu memenuhi 4 kebutuhan dasaryaitu
mandi, berpakaian, berjalan. dan makan
Psikologis
-
persepsi klien
: persepsi klien terhadap penyakitnya klien
merasa wajar karena sudah tua
-
konsep diri
: baik karena klien mampu memandang dirinya
secara positif
-
emosi
: stabil
-
adaptasi
: klien mampu beradaptasi dengan baik
-
mekanisme pertahanan diri
: klien mengatakan lebih senang tinggal dirumah
karena bisa berkumpul dengan anak-anaknya
J. Pemeriksaan Fisik (Tinjauan Sistem)
1. Keadaan umum
Baik, klien tampak bersih
2. Tingkat kesadaran
Refleks membuka mata (eye): Spontan = 4
Respon Motorik (motorik):Respon baik dengan perintah: 6
Respon Verbal (verbal) : Orientasi baik : 5
Jumlah Nilai GCS = 15
Interpretasi GCS : Normal (Compos Mentis)
3. Tanda-tanda vital
TD :180/140 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
RR : 18 kali/menit
Suhu : 36,5 ° C
4. Sistem kardiovaskuler
Inspeksi: ictus cordis pada ICS-5 pada linea medio klavikularis kiri
Palpasi: teraba ictus kordis dengan telapak jari II-III-IV dan lebar iktus kordis
1 cm
Perkusi:
- batas atas jantung : ICS 3
-batas kanan : linea midsternalis dextra
-batas kiri : mid aksilaris sinistra
Auskultasi : bunyi jantung I dan II terkesan murni,tunggal,irama jantung
teratur
5. Sistem pernafasan
Inspeksi : dada simetris, tidak ada penggunaan otot bantu nafas
Palpasi : tidak ada pembesaran abnormal, fremitus taktil normal
Perkusi : bunyi normal, resonan/vesikuler, suara paru ka/ki sama dan
seimbang
Auskultasi : tidak ada ronkhi, wheezing, krekels basah
6. Sistem integumen
-
Inspeksi: tekstur kulit terlihat kendur, keriput (+)
-
Palpasi: turgor kulit jelek
-
Inspeksi : terdapat ruam kemerahan pada sekitar area genitalia
7. Sistem perkemihan
Inspeksi : saat ini klien terpasang kateter indwelling
Palpasi : terdapat distensi pada kandung kemih
8. Sistem muskuloskeletal
ROM klien baik/penuh
Ekstremitas atas : Terpasang infuse Rl 2000cc/24 jam pada tangan kanan,
tonus otot baik,kekuatan otot tangan kiri kanan sama yaitu pada skala 5
Ekstremitas bawah : Kekuatan otot kaki kiri dan kanan sama yaitu pada skala
5
Tidak ada nyeri persendian
Osteoporosis (-), tidak ada kelainan tulang
9. Sistem endokrin
-
Klien mengatakan tidak menderita kencing manis.
-
Palpasi: tidak ada pembesaran kelenjar
10. Sistem immune
-
Klien mengatakan sudah lengkap imunisasi
-
Riwayat penyakit yang berkaitan dengan imunisasi tidak ada
11. Sistem gastrointestinal
Bising usus normal pada auskultasi abdomen
Klien mengatakan tidak ada kesulitan mengunyah makanan
12. Sistem reproduksi
-
Klien mempunyai 2 orang anak dari hasil pernikahannya, riwayat berhenti
menstruasi 10 tahun yang lalu.
13. Sistem persyarafan
N.I (Olfaktorius):fungsi penghiduan/penciuman
Ketika pasien diminta menutup mata dan menutup salah satu lubang hidung
kemudian disuruh untuk menghidu bau kopi, pasien dapat menyebutkan
dengan benar
N.II (Optikus) fungsi penglihatan
Pasien dapat menyebutkan angka yang ditunjukan pada jarak 2 meter
N.III,IV,VI(Okulomotorius,Troklearis,Abdusens)
Ukuran pupil kiri kanan sama (Isokor) Refleks cahaya lambat,bola mata
mampu digerakkan ke segala arah.
N.V (Trigeminus)
Sensorik:Pasien dapat merasakan usapan kapas pada daerah pipi dengan mata
tertutup setelah dilakukan berulang-ulang
Motorik:Terdapat gerakan tonus muskulus maseter ketika pasien disuruh
mengunyah
N.VII (Fascialis)
Sensorik:Pasien dapat merasakan teh manis yang diberikan
Motorik:Pasien dapat menaikan alis mata dan mengerutkan dahi
N.VIII (Akustikus)
Pasien dapat mendengar detakan jam perawat ketika diletakan dibelakang
telinga
N.IX (Glossofaringeus)
Kemampuan menelan baik walaupun dilakukan perlahan-lahan ketika minum
air
N.X (Vagus)
Gerakan uvula saat pasien mengatakan “ah” dan letak uvula di tengah
N.XI ( Assesorius)
Pasien mampu menggerakan bahu kiri dan kanan dengan perlahan-lahan
N.XII (Hypoglosus)
Pasien dapat menjulurkan lidah keluar ,dan gerakan lidah mendorong pipi kiri
dan kanan dari arah dalam
K. Pemeriksaan status kognitif/afektif/sosial
1. Status kognitif/afektif
- Short potable mental status questionaire (SPMSQ) dengan skor: 10, fungsi
intelektual utuh
- Mini mental state exam (MMSE) dengan skor: 25, aspek kognitif dari fungsi
mental dalam keadaan baik
- Inventaris depresi beck, dengan skor: 3. Tidak ada tanda-tanda depresi pada
klien.
2. Status sosial
- Apgar keluarga dengan lansia, skor: 8 dimana fungsi social klien dalam keadaan
normal
L. Pemeriksaan Penunjang
-
Elektrolit, ureum, creatinin, glukosa, dan kalsium serum dikaji untuk menentukan
fungsi ginjal dan kondisi yang menyebabkan poliuria.
-
Tes laboratorium tambahan seperti kultur urin, blood urea nitrogen, creatinin,
kalsium glukosasitol.
Analisa Data
Data
DS :
Klien mengatakan tidak dapat menahan
Masalah
Etiologi
Gangguan
Kehilangan
eliminasi urin
kemampuan
jika sudah terasa ingin BAK
untukmenghambat
Klien juga mengatakan saat dia bersin,
kontraksi kandung
membungkuk, batuk tiba-tiba keluarsedikit
kemih
air kencing
Keluarga mengatakan Ny. M sering
kencing tanpa disadari (ngompol).
Sering ngompol terutama malam hari.
DO :
Sebelumnya Ny. M ada riwayat
hipertensi 2 tahun lalu dan
mengonsumsi obat diuretik.
Frekuensi berkemih tiap hari sekitar 1518x
Terdapat distensi kandung kemih
DS :
Resiko kerusakan
Klien
mengatakan
disekitar
area integritas kulit
Irigasi konstan
oleh urine
genitalia terasa nyeri, panas dan gatal
DO :
Terdapat iritasi dan ruam kemerahan
pada
sekitar
area
genitalia
dan
pangkal paha.
Klien
sehari
menggunakan
hanya
popok
menggantinya
namun
2x
sehingga terasa lembab
DS :
Resiko kekurangan
Ny.M mengatakan minumnya tiap hari
volume cairan
sekitar 200 ml
tubuh
DO :
Saat
dilakukan
pengkajian
Ny.M
kelembaban bibir kering.
TB&BB 150cm, 45kg
Klien terpasang infuse RL 2000cc/24
jam
output 2100cc, balance cairan 100cc
Intake yang tidakadekuat
2. Diagnosa Keperawatan
1) Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan kehilangan kemampuan
untukmenghambatkontraksi kandung kemih
2) Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan irigasi konstan oleh urine
3) Resiko kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan intake yang tidakadekuat
3. Intervensi
1. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan kehilangan kemampuan
untukmenghambatkontraksi kandung kemih
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam klien mampu
mengontrol eliminasi urine.
Kriteria Hasil :
Klien dapat menjelaskan
penyebab inkontinensia
dan
rasional
penatalaksanaan.
Intervensi
Rasional
Kaji kebiasaan pola berkemih dan gunakan
Berkemih yang sering dapat mengurangi
catatan berkemih sehari.
dortongan beri distensi kandung kemih
Ajarkan untuk membatasi masukan cairan
Pembatasan cairan pada malam hari dapat
pada malam hari.
mencegah terjadinya enurasis
Ajarkan teknik untuk mencetuskan refleks
Untuk membantu dan melatih pengosongan
berkemih (rangsangan putaneus dengan
kandung kemih.
penepukan supra pubik).
Berikan
penjelasan
tentang
pentingnya
hidrasi optimal, sedikitnya 2000cc/hari bila
Hidrasi
optimal
diperlukan
untukmencegahISK dan batu ginjal.
tidak ada kontra indikasi.
Bila masih terjadi inkontinensia kurangi
Kapasitas kandung kemih mungkin tidakcukup
waktu
untuk menampung volume urine
antara
berkemih
yang
telah
direncanakan
sehingga diperlukan untuk lebih sering
Kolaborasi dengan dokter dalam mengkaji
berkemih.
efek medikasi dan tentukan kemungkinan
perubahan obat, dosis/jadwal pemberian obat
untuk menurunkan frekuensi inkontinensia.
2. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan irigasi konstan oleh urine
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam kulit periostomal klien
kembali normal.
Kriteria Hasil :
o
Jumlah bakteri <100.000/ml.
o
Kulit periostomal tetap utuh.
o
Suhu 37° C.
o
Urine jernih dengan sedimen minimal.
Intervensi
Rasional
Pantau penampilan kulit periostomal setiap 8
Untuk mengidentifikasi kemajuan atau
jam.
penyimpangan dari hasil yang diharapkan.
Ganti wafer stomehesif setiap minggu atau
Peningkatan berat urine dapat merusak segel
bila bocor terdeteksi. Yakinkan kulit bersih dan
periostomal, memungkinkan kebocoran urine.
kering sebelum memasang wafer yang
Pemajanan menetap pada kulit periostomal
baru. Potong lubang wafer kira-kira setengah
terhadap
inci lebih besar dar diameter stoma untukmenjamin
kerusakan kulit dan peningkatan resiko infeksi.
asam
urine
dapat
menyebabkan
ketepatan ukuran kantung yang
benar-benar
Kosongkan
menutupi
kantung
kulit
urostomi
periostomal.
bila
telah
seperempat sampai setengah penuh.
3. Resiko kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan intake yang tidakadekuat
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam masalah teratasi.
Kriteria Hasil : pengeluaran urine tepat, berat badan 50 kg
Intervensi
Awasi TTV
Rasional
Pengawasan
invasive
diperlukan
untukmengkaji
volume intravascular, khususnya
pada pasien dengan fungsi jantung buruk.
Untuk menentukan fungsi ginjal, kebutuhan
Catat pemasukan dan pengeluaran
penggantian cairan dan penurunan resiko
kelebihan caian
Untuk mengukur kemampuan ginjal dalam
Awasi berat jenis urine
mengkonsestrasikn urine
Membantu
periode
tanpa
cairan,
Berikan minuman yang disukai sepanjang 24
meminimalkan
kebosanan
pilihan
jam
terbatas dan menurunkan rasa haus
Timbang BB setiap hari
Untuk mengawasi status cairan
yang
Download