Uploaded by User116981

Perbaikan Kinerja Daya Microbial Fuell Cell

advertisement
Perbaikan Kinerja Daya Microbial Fuell Cell (MFC) melalui Peningkatkan
Elektrogenisitas Mikroba
Li, M., Zhou, M., Tian, X., Tan, C., Mcdaniel, C. T., Hassett, D. J., & Gu, T. (2018). Microbial
fuel cell (MFC) power performance improvement through enhanced microbial
electrogenicity. Biotechnology Advances, 36(4), 1316-1327.
Sebagai respon meningkatnya kekhawatiran mengenai penipisan energi bahan bakar fosil,
perubahan iklim, dan pencemaran lingkungan, banyak peneliti di berbagai belahan dunia telah
melakukan upaya signifikan untuk sumber energi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,
salah satunya adalah Microbial Fuel Cell.
Microbial Fuel Cell (MFC) adalah suatu bioreaktor yang menggunakan mikroorganisme
sebagai biokatalis untuk mengoksidasi bahan organik dan transfer elektron melalui oksidasi
substrat ke permukaan anoda untuk menghasilkan bioelektrik. Berbagai senyawa organik seperti
pati, selulosa, asam organik, protein/asam amino, kitin serta bahan kimia limbah beracun seperti
fenol, pnitropenol, nitrobenzena, hidrokarbon aromatik polisiklik, indole, etanolamin, dan sulfida
telah digunakan sebagai substrat teroksidasi untuk daya MFC. Limbah perkotaan, pabrik kertas,
air limbah industri makanan serta logam yang terkontaminasi air limbah, air limbah babi, tempat
pembuatan bir/ penyulingan dan laut sedimen juga telah berhasil digunakan dalam perangkat MFC
untuk pembangkit bioelektrik serta untuk produksi biomaterial.
Pada dasarnya, MFC ini terdiri dari dua ruang yaitu anoda dan katoda yang dipisahkan
melalui suatu membran penukar proton (PEM). Bakteri berada pada ruang anoda dan bekerja untuk
mendegradasi substrat berupa senyawa organik contohnya limbah industri rumah tangga, glukosa,
atau asetat. Proses ini sama dengan reaksi oksidasi yang nantinya akan melepaskan gas CO2,
elektron, dan proton berupa ion (H+).
Elektron yang dihasilkan akan diteruskan ke katoda dengan beberapa mekanisme yaitu
melalui transfer elektron secara langsung dengan protein membran luar sel, melalui perantara yang
ditambahkan pada ruang anoda, atau melalui sulur yang merupakan bagian dari tubuh bakteri itu
sendiri. Elektron yang terkumpul di anoda mengakibatkan adanya beda potensial antara anoda dan
katoda. Saat suatu beban disambungkan
ke anoda dan katoda lewat rangkaian
eksternal, maka elektron-elektron tadi
akan mengalir sebagai listrik menuju
katoda. Sementara itu, ion H+ akan
berjalan mengarah pada katoda lewat
Gambar 1. Skema dari sistem MFC
PEM dan pada akhirnya elektron dan
proton akan menyatu dengan oksigen dari
udara sehingga membentuk molekul air
atau H2O.
Untuk meningkatkan output daya MFC, dilakukan beberapa perubahan komposisi spesies
mikroba dibagian biofilm yang digunakan, namun laju transfer elektron ekstraseluler yang rendah
dari mikroba biofilm elektrogenik ke permukaan elektroda masih tetap menjadi hambatan utama
yang dalam aplikasi praktis MFC. Dengan demikian, dicari cara lain untuk meningkatkan
elektrogenisitas MFC. Salah satu cara yang berpotensi mengubah hal tersebut adalah dengan
memodifikasi secara kimiawi atau genetik exoelectrogen yang bertanggung jawab atas transfer
elektron antara biofilm dan elektroda untuk meningkatkan kinerja daya MFC.
MFC mewakili teknologi potensial untuk produksi energi yang relatif baru-terbarukan
menggunakan pengolahan air limbah. MFC telah diteliti secara intensif oleh banyak peneliti
akademis selama dua tahun terakhir dekade. Banyak kemajuan yang telah dibuat tanpa sepenuhnya
memanfaatkan rekayasa biofilm dan sintetis /sistem teknik biologis /teknik yang dirancang khusus
untuk secara dramatis meningkatkan kinerja MFC. Selain itu, kemajuan dalam teknik biologi
molekuler termasuk metagenomik, biologi sintetis dan kemajuan dalam elektrogenik
memungkinkan untuk menghasilkan biofilm yang melampaui penggunaan di masa lalu untuk
kinerja MFC yang jauh lebih baik. Tren baru yang disebutkan di atas memberikan para peneliti
harapan bahwa MFC akan menjadi teknologi yang layak digunakan Indonesia masa depan.
Keragaman mikroorganisme elektrogenik, perubahan komunitas mikroba kultur campuran dalam
MFC, dan berbagai cara termasuk rekayasa genetika kimia untuk memanipulasi spesies mikroba
individu untuk meningkatkan kinerja daya MFC dapat dilakukan untuk menghasilkan output daya
yang lebih optimum. Tujuannya adalah untuk memindahkan MFC ke aplikasi yang pada akhirnya
praktis dalam pengolahan air limbah dan produksi bioelektrik di luar perangkat sensor daya.
Download