Uploaded by User105441

Modul Hukum Dasar Kimia

advertisement
1.
Hukum Dasar Kimia
Hukum dasar kimia di bagi menjadi :
a. Hukum kekekalan massa (Lavoisier): dalam tiap reaksi kimia, jumlah massa zat sebelum dan
sesudah reaksi adalah sama. contoh: 1 gr hidrogen dan 8 gr oksigen menjadi 9 gr air.
Contoh soal :
Sebanyak 23 gram logam natrium direaksikan dengan gas klorin menghasilkan 58,5 gram
natrium klorida. Berapa massa gas klorin yang bereaksi?
Penyelesaian:
Natrium (s) + klorin (g) οƒ  natrium klorida (s)
Berdasarkan Hukum kekekalan massa, maka
Massa natrium + massa klorin = massa natrium klorida
x = 58,5 g – 23 g
= 35,5 g
Jadi, massa yag bereaksi adalah 35,5 gram
b. Hukum perbandingan tetap (Proust): perbandingan berat tiap-tiap unsur dalam membentuk
senyawa selalu tetap. contoh: perbandingan berat unsur C dan S dalam CS2 = 3 : 16.
Contoh soal:
Perbandingan massa karbon dam massa oksigen dalam senyawa karbon dioksida (CO2)
adalah 3 : 8. Tentukan:
οƒ˜ Berapa gram karbon yang dapat bereaksi dengan 24 gram oksigen?
οƒ˜ Berapa persen massa karbon dan oksigen dalam senyawa tersebut?
Penyelesaian:
οƒ˜ Massa C : massa O = 3 : 8, dapat ditulis,persamaan ini dapat di tulis
π‘€π‘Žπ‘ π‘ π‘Ž 𝐢
3
=
π‘€π‘Žπ‘ π‘ π‘Ž 𝑂
8
Massa C
Massa C
=
3
8
=
3
8
x massa O
x 24 = 9 gram
οƒ˜ Massa C : massa O = 3 : 8
Total perbandingan = 3 + 8 = 11
% Massa C =
% Massa C =
3
11
8
11
x 100% = 27,27%
x 100% = 72,72%
c. Hukum perbandingan berganda(Dalton): untuk massa salah satu unsur dalam beberapa
senyawa yang tetap, maka perbandingan massa unsur lain dalam senyawa – senyawa tsb
merupakan bilangan bulat & sederhana.
Contoh Soal:
Gas klorin (Cl2) dan gas oksigen (O2) dapat membentuk empat senyawa biner yang berbeda.
Berikut komposisi massa O dan Cl dalam setiap senyawa yang terbentuk.
Senyawa
Massa O (g)
Massa Cl (g)
A
0,2256
1,00
B
0,9026
1,00
C
1,3539
1,00
D
1,5795
1,00
οƒ˜ Tunjukkan bahwa Hukum Perbandingan Berganda berlaku untuk semua senyawa
tersebut.
οƒ˜ Jika rumus senyawa A adalah Cl2O, tentukan rumus senyawa B, C, dan D.
Penyelesaian:
Atom yang massanya tetap adalah Cl. Untuk mengetahui perbandingan massa setiap atom
O, bagilah setiap massa oksigen dengan massa O yang terkecil, yaitu 0,2256 g.
Sehingga menjadi seperti ini:
Senyawa
Massa O (g)
Massa Cl (g)
Perbandingan Massa Atom
O
A
0,2256
1,00
0,2259 g : 0,2256 g = 1,0000
B
0,9026
1,00
0,9026 g : 0,2256 g = 4,0009
C
1,3539
1,00
1,3539 g : 0,2256 g = 6,0001
D
1,5795
1,00
1,5795 g : 0,2256 g = 7,0031
Sehingga Perbandingan massa O dalam senyawa adalah
A : B : C : D = 1 : 4 : 6 : 7. ( karena nilai dibelkang koma sangat kecil sehingga dapat di
abaikan)
a. Hukum perbandingan volume (Gay Lussac): gas – gas yang bereaksi dan volume gas – gas
hasil reaksi, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan
bulat dan sederhana. Contoh: N2 + 3H2 → 2NH3. 1 liter gas N2 akan membutuhkan 3 liter
gas H2 dan akan menghasilkan 2 liter gas NH3 (sesuai dengan perbandingan koefisiennya)
Rumus :
Volume gas yang dicari =
π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘˜π‘œπ‘’π‘“π‘–π‘ π‘–π‘’π‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘–
π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘˜π‘œπ‘’π‘“π‘–π‘ π‘–π‘’π‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘–
π‘₯ π‘£π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘–
Contoh Soal:
Perhatikan persamaan reaksi berikut.
C4H8 (g) + O2 (g) οƒ  CO2 (g) + H2O (g)
Jika gas CO2 yang dihasilkan 2,4 liter, tentukan volume gas C4H8, volume gas O2, dan
volume gas H2O.
Penyelesaian:
C4H8 (g) + 6O2 (g) οƒ  4CO2 (g) + 4H2O (g)
2,4L
Volume gas yang dicari =
V C4H8 =
V O2 =
6
4
1
4
π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘˜π‘œπ‘’π‘“π‘–π‘ π‘–π‘’π‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘–
π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Ž π‘˜π‘œπ‘’π‘“π‘–π‘ π‘–π‘’π‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘–
π‘₯ 2,4 = 0,6 𝐿
π‘₯ 2,4 = 3,6 𝐿
π‘₯ π‘£π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘Žβ„Žπ‘’π‘–
V H2O =
4
4
π‘₯ 2,4 = 2,4 𝐿
e. Hukum Avogdro: pada suhu dan tekanan sama semua gas yang volumenya sama
mengandung jumlah molekul yang sama pula. Contoh : Gas A dalam wadah bervolume V
liter mempunyai jumlah molekul sebanyak a molekul. Gas B dalam wadah bervolume 2V liter
mempunyai jumlah molekul sebanyak 2a molekul.
2.
Stoikiometri (Perhitungan Kimia)
1. 1 mol = banyaknya zat yang mengandung 6,02 . 1023 partikel (bil. Avogadro).
2. π΄π‘Ÿ 𝑋 =
π‘šπ‘Žπ‘ π‘ π‘Ž π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž−π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž 1 π‘Žπ‘‘π‘œπ‘š π‘’π‘›π‘ π‘’π‘Ÿ 𝑋
3. π‘€π‘Ÿ 𝑋 =
π‘šπ‘Žπ‘ π‘ π‘Ž 1 π‘šπ‘œπ‘™π‘’π‘˜π‘’π‘™ π‘ π‘’π‘›π‘¦π‘Žπ‘€π‘Ž 𝑋
1
π‘₯
2
π‘šπ‘Žπ‘ π‘ π‘Ž 1 π‘Žπ‘‘π‘œπ‘š 𝐢−12
1
π‘₯ π‘šπ‘Žπ‘ π‘ π‘Ž
2
1 π‘Žπ‘‘π‘œπ‘š 𝐢−12
4. Cara menentukan rumus empiris senyawa:
a. Cari massa / persentase massa unsur penyusun senyawa
b. Nyatakan massa / prosentase massa tersebut
dalam mol dengan memakai Ar
sebagai pembagi.
c. Cari harga perbandingan unsur-unsur penyusun senyawa tersebut
5. Cara menentukan rumus molekul senyawa:
a. Tentukan rumus empirisnya
b. Berapa Mr senyawa yang dimaksud, jadikan suatu persamaan dengan variabel
6. Kadar unsur dalam senyawa:
Misal CxHyOz, maka :
7. % π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ 𝐢 =
𝑋 .π΄π‘Ÿ 𝐢
π‘€π‘ŸπΆπ‘₯𝐻𝑦𝑂𝑧
π‘₯ 100% ∢ π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ 𝐢 = % π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ 𝐢 π‘₯ π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ 𝐢π‘₯𝐻𝑦𝑂𝑧
% π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ 𝐻 =
𝑋 . π΄π‘Ÿ 𝐻
π‘₯ 100% ∢ π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ 𝐻 = % π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ 𝐻 π‘₯ π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ 𝐢π‘₯𝐻𝑦𝑂𝑧
π‘€π‘ŸπΆπ‘₯𝐻𝑦𝑂𝑧
% π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ 𝑂 =
𝑋 . π΄π‘Ÿ 𝑂
π‘₯ 100% ∢ π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ 𝑂 = % π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ 𝑂 π‘₯ π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ 𝐢π‘₯𝐻𝑦𝑂𝑧
π‘€π‘ŸπΆπ‘₯𝐻𝑦𝑂𝑧
8. Gas ideal P . V = n . R . T, dimana:
P = Tekanan (atm)
V = Volume (liter)
R = 0,082
n = Jumlah mol gas
T = Suhu (oK)
a. Untuk gas-gas yang volumenya sama (P.T sama) οƒ  mol gas I = mol gas II
π‘šπ‘Žπ‘ π‘ π‘Ž π‘”π‘Žπ‘  𝐼
π‘šπ‘Žπ‘ π‘ π‘Ž π‘”π‘Žπ‘  𝐼𝐼
=
π‘€π‘Ÿ π‘”π‘Žπ‘  𝐼
π‘€π‘Ÿ π‘”π‘Žπ‘  𝐼𝐼
b. Untuk gas-gas yang volumenya tidak sama
π‘£π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’ π‘”π‘Žπ‘  𝐼
π‘£π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’ π‘”π‘Žπ‘  𝐼𝐼
=
π‘€π‘œπ‘™ π‘”π‘Žπ‘  𝐼
π‘€π‘œπ‘™ π‘”π‘Žπ‘  𝐼𝐼
9. Konsentrasi larutan
𝑀=
=
π‘šπ‘œπ‘™
π‘£π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’
π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ π‘₯ π‘šπ‘Žπ‘ π‘ π‘Ž 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 π‘₯ 1000
π‘€π‘Ÿ π‘§π‘Žπ‘‘
π‘˜π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š % π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘‘ π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘’ % π‘£π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’
Massa jenis dalam gram / ml
10. Pengenceran
M1 . V1 = M2 . V2
11. Jika 2 macam / lebih larutan sejenis dicampur, maka
π‘€π‘π‘Žπ‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘› =
𝑀1 . 𝑉1 + 𝑀2 . 𝑉2 + β‹―
𝑉1 + 𝑉2 + β‹―
12. Jika gas tidak dalm keadaan STP:
a. Jika diketahui P & T:
P.V = n.R.T
b. Jika diketahui 2 macam gas dengan Volume & massa atau mol
𝑉1
𝑉2
=
𝑛1
𝑛2
13. Dalam menghaadapi soal hitungan kimia:
a. lihat persaman reaksinya setelah disetarakan lebih dahulu:
οΏ½ jika zat dalam keadaan gas semua: perbandingan koefisien = perbandingan
volume yang bereaksi.
οΏ½ jika zat tidak dalam keadaan gas semua: perbandingan koefisien = perbandingan
mol yang bereaksi.
b. jika diketahui 2 data mol pereaksi lengkap, pakai mula-mula(m), reaksi(r), sisa(s)
jika diketahui 1 data mol pereaksi lengkap, langsung dikerjakan sesuai langkah a.
c. sesuaikan jawaban dengan pertanyaan.
catatan:
1
reagen pembatas = reagen yang habis bereaksi (tak ada sisanya).
s = solid = padat.
aq = aqua = larutan. l = liquid = cair. g = gas = gas.
.
Download