Uploaded by User101889

M1 KB1 Final

advertisement
Kegiatan Belajar 1:
KONSEP DASAR TEKNOLOGI INFORMASI, INFORMATIKA SOSIAL,
HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DAN ETIKA DIGITAL
A. Pendahuluan
1.
Deskripsi Singkat
Secara umum, tujuan kegiatan belajar 1 ini adalah untuk memberikan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepada guru atau peserta PPG tentang konsep
dasar teknologi informasi.
Secara khusus, tujuan kegiatan belajar 1 ini adalah agar peserta mampu: (1)
menjelaskan konsep sistem komputer; (2) menjelaskan konsep sistem informatika;
dan (3) mengkomunikasikan suatu proses, fenomena, solusi TIK dengan
mempresentasikan,
memvisualisasikan
serta
memerhatikan
Hak
Kekayaan
Intelektual dan etika digital
2.
Relevansi
Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada
bidang pendidikan. Dengan kecanggihan teknologi, guru selaku pengajar bisa
mencari bahan ajar secara mudah dan cepat, dan juga para siswa dapat mencari
referensi materi pelajaran selain yang ada di buku secara mudah dan cepat. Banyak
pula buku elektronik yang bisa memudahkan guru atau siswa untuk mendapatkan
materi belajar mengajar serta dalam sistem administrasi di lembaga pendidikan akan
semakin mudah dan cepat dengan cara online.
Meski demikian, ada beberapa kekurangan dengan adanya kemajuan
teknologi ini, yaitu banyaknya plagiat yang melakukan pelanggaran hak cipta
terhadap karya-karya orang lain. Kemudian para peserta didik menjadi malas belajar
karena terlalu sibuk dengan gadged dan elektronik lainnya. Dan juga dengan ada
internet yang dapat diakses secara mudah dan cepat, membuat para peserta didik
menjadi malas membaca buku-buku tentang pendidikan, dan lebih memilih mencari
M1 KB1: Halaman 1
informasi yang mereka butuhkan lewat internet, terlebih apabila mencari tugas
mereka menggunakan copy paste tanpa menyertakan sumber.
3.
Panduan Belajar
Proses pembelajaran untuk materi modul 1 kegiatan belajar 1 dapat berjalan
dengan lancar apabila Anda mengikuti langkah-langkah belajar sebagai berikut:
1.
Pahami dulu kegiatan penting dalam program pelatihan ini dengan
memperhatikan isi capaian pembelajaran setiap kegiatan belajar.
2.
Lakukan kajian terhadap setiap materi dalam kegiatan belajar, agar memudahkan
proses pembelajaran.
3.
Pelajari dahulu kegiatan belajar 1 yang setiap akhir kegiatan belajar
menyelesaikan tugas yang harus dikerjakan secara langsung.
4.
Keberhasilan program pembelajaran ini tergantung dengan kesungguhan Anda
dalam mengerjakan setiap tugas dalam kegiatan belajar.
5.
Bila Anda menemukan kesulitan, silahkan hubungi instruktur pembimbing atau
fasilitator yang mengajar modul ini.
B. Inti
1.
Capaian Pembelajaran
Setelah mengikuti seluruh tahapan pada kegiatan belajar, peserta mampu
menganalisis dan menjelaskan prinsip dasar pengetahuan bidang Informatika, sistem
komputer dan teknologi informasi beserta pemanfaatannya.
2.
Pokok-Pokok Materi
a.
Konsep sistem komputer.
b.
Konsep informatika sosial.
c.
Komunikasi suatu proses, fenomena, solusi pemanfaatan TIK dengan cara
mempresentasikan, dan memvisualisasikan dengan tetap memerhatikan dan
menjaga hak kekayaan intelektual dan etika digital.
M1 KB1: Halaman 2
3.
Uraian Materi
a.
Pengertian Teknologi
Teknologi berasal dari bahasa Yunani technologia yang berarti systematic
treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne sebagai dasar
kata teknologi artinya skill, science atau keahlian, keterampilan, ilmu. Kata teknologi
secara harfiah berasal dari bahasa latin yaitu texere yang mempunyai arti menyusun
atau membangun. Oleh karena itu istilah teknologi tidak hanya terbatas pada makna
penggunaan alat-alat atau mesin yang canggih saja, akan tetapi maknanya lebih luas.
Gambar KB1.1 Salah satu bentuk aktivitas penggunaan teknologi informasi
Sumber: https:/departemen-teknik-informatika-dan-komputer
Menurut Miarso (2015: 64), Teknologi adalah proses yang meningkatkan
nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk, produk
yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi
bagian integral dari suatu sistem. Dalam KBBI, teknologi adalah metode ilmiah untuk
mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan serta keseluruhan sarana untuk
menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia
selanjutnya.
M1 KB1: Halaman 3
a.
Branch of Information, yaitu informasi yang dapat dipahami apabila informasi
sebelumnya telah dipahami. Misalnya kalau kita membaca glosarium atau indeks
pada sebuah buku.
b.
Stick of Information, yaitu komponen informasi yang sederhana dari cabang
informasi. Bentuk informasi ini biasanya berupa pengayaan pengetahuan,
kedudukannya hanya sebagai pelengkap terhadap informasi yang ada.
c.
Bud of Information, yaitu komponen informasi yang sifatnya semi mikro, namun
keberadaannya sangat dibutuhkan, sehingga pada waktu mendatang informasi ini
akan berkembang dan dicari orang, misalnya informasi tentang multiple
intelligence, hypnoteaching, kurikulum masa depan, pembelajaran abad ke-21,
dan lainnya.
d.
Leaf of Information, yaitu merupakan informasi pelindung untuk menjelaskan
kondisi dan situasi ketika informasi itu muncul ke permukaan,
seperti
informasi tentang prakiraan cuaca, perkiraan kemarau panjang, dan perkiraan
terjadinya gempa atau gerhana matahari/bulan.
b. Hakikat Teknologi Informasi
Secara umum Lucas (2000) menguaraikan definisi teknologi informasi adalah
segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan
informasi dalam bentuk elektronis, mikro komputer, komputer mainframe, pembaca
barcode, perangkat lunak pemroses transaksi, perangkat lunak lembar kerja
(worksheet), peralatan komunikasi dan jaringan yang merupakan contoh teknologi
informasi.
Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi adalah untuk
mendapatkan informasi pada kehidupan pribadi, misalnya tentang kesehatan, berita,
rekreasi, rohani, dan juga belanja online. Kemudian untuk profesi seperti sains,
perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Selain itu juga sebagai sarana kerja
sama antara pribadi atau kelompok lainnya tanpa mengenal jarak, waktu, negara, ras,
kelas sosial, ideologi atau faktor lainnya yang mampu menghambat bertukarnya
sebuah pikiran. Seiring dengan berkembangnya zaman yang begitu pesat, saat ini
kehidupan manusia sebagian besar sangat dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan
M1 KB1: Halaman 4
secara elektronik. Contohnya saat ini banyak berkembang aplikasi yang berbasis
elektronika seperti e-commerce, e-government, e-ducation, e-library, e-journal, elaboratory, dan masih banyak lagi.
Teknologi Informasi mencakup sistem komunikasi seperti satelit siaran
langsung, kabel interaktif dua arah, penyiaran bertenaga rendah, komputer (termasuk
PC dan smartphone), televisi, termasuk juga video disk dan video tape cassette. Jadi,
teknologi informasi adalah serangkaian tahapan penanganan informasi, yang meliputi
penciptaan sumber-sumber informasi, pemeliharaan saluran informasi, seleksi dan
transmisi informasi, penerimaan informasi secara selektif, penyimpanan dan
penelusuran informasi, dan penggunaan informasi.
c.
Hakikat Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakikatnya telah menjadi
satu bahan bangunan penting dalam perkembangan kehidupan modern. Di berbagai
negara pun menganggap bahwa bagian dari inti pendidikan adalah dengan menguasai
konsepnya serta memiliki keterampilan dasar TIK. Hal ini sejalan dengan pendapat
UNESCO yang menyatakan bahwa semua negara maju dan berkembang, perlu
mendapatkan akses TIK dan menyediakan fasilitas pendidikan yang terbaik berbasis
TIK, sehingga diperoleh kemampuan generasi muda yang siap berperan penuh dalam
masyarakat modern dan mampu berperan dalam negara dalam mengembangkan
pengetahuan. Perkembangan TIK yang pesat, dan perubahan jenis dan tingkat
kebutuhan terus menerus menjadi tantangan berbagai pihak, termasuk Kementrian
Pendidikan, pengajar sampai kepada penerbit. Keterbatasan sumber daya manusia di
bidang TIK akan mengungkung sistem pendidikan. Namun TIK demikian pentingnya
bagi sehatnya industri komersial di masa depan negara, sehingga investasi dalam
peralatan dan pendidikan guru, serta layanan pendukung atau kurikulum berdasar
TIK seharusnya menjadi prioritas pemerintah.
TIK adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan,
pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, pemindahan dan penyajian
informasi. Sehingga, dari definisi tersebut penerapan TIK di lingkungan pendidikan
M1 KB1: Halaman 5
mencakup semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur
komputer maupun komunikasi.
d. Ruang Lingkup TIK
Menurut Pusat Kurikulum Kemendiknas, TIK mencakup dua aspek, yaitu:
1) Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengolaan informasi.
2) Teknologi
komunikasi
adalah
segala
hal
yang
berkaitan
dengan
penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat
yang satu ke lainnya.
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah
data. Mengolah data yang dimaksudkan termasuk mendapatkan, memproses,
menyusun, menyimpan, dan memanipulasi data dalam berbagai cara untuk
menghasilkan informasi yang berkualitas serta dipublikasikan. Informasi yang
dipublikasikan masih relevan, akurat dan tepat waktu. Baik yang digunakan untuk
keperluan pribadi, bisnis, social, maupun untuk kepentingan pemerintahan. Informasi
yang dipublikasikan dapat berupa informasi sederhana sampai pada informasi yang
strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi Informasi dan komunikasi terdiri dari dua aspek yakni Teknologi
Informasi dan Teknologi Komunikasi. Menurut kamus Oxford, “Teknologi Informasi
adalah studi
atau penggunaan alat elektronika, terutama komputer untuk
menyimpan, menganalisis data, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk
kata-kata, bilangan, dan gambar.” Sementara itu, menurut Puskur Kemendiknas
bahwa Teknologi Informasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat
bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat satu keperangkat yang
lainnya. Jadi teknologi informasi dan komunikasi adalah perangkat-perangkat
teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses, dan sistem yang digunakan
untuk membantu proses komunikasi agar komunikasi itu berhasil. Oleh karena
teknologi informasi dan komunikasi merupakan dua aspek yang tidak dapat
dipisahkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi
adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan, mengandung pengetahuan luas tentang
M1 KB1: Halaman 6
segala kegiatan yang terkait dengan pemprosesan, manipulasi, dan transfer atau
pengalihan informasi antar media dengan memanfaatkan perangkat teknologi yang
tepat sehingga berlangsung efektif dan efisian dan memerikan nilai tambah dalam
proses interaksi sosial.
e.
Mata Pelajaran TIK
Perkembangan TIK dalam dunia pendidikan direspon oleh Kementerian
Pendidikan Nasional dengan memasukan kurikulum yang bernuansa pengenalan
seluk beluk teknologi informasi dan komunikasi, terutama pada jenjang pendidikan
menengah (sedangkan pada pendidikan dasar masuk dalam muatan lokal). Dengan
adanya respon tersebut menunjukan bahwa Kementerian Pendidikan memperhatikan
perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi yang sedang mengalami
perkembangan pesat, dan dengan kebijakan ini diharapkan peserta didik bisa
memahami dan berinteraksi dengan dunia teknologi informasi dan komunikasi,
sehingga pada saat lulus mereka tidak buta akan teknologi informasi dan komunikasi
yang ada dimasyarakat.
Pada jenjang pendidikan dasar dan Menengah, teknologi informasi dan
komunikasi menjadi mata pelajaran yang diwajibkan ada pada setiap sekolah. TIK
memiliki karakteristik yang berbeda karena pada umumnya mata pelajaran yang ada
pada kurikulum sekolah masih dipandang sebagai sains dan teori, sedangkan TIK
berkaitan erat dengan pemanfaatan teknologi dalam mengelola informasi. Mata
pelajaran TIK pada dasarnya dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar
mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan. Oleh karena itu, pelajaran ini perlu
dikenalkan, dipraktekkan dan dikuasai oleh peserta didik dalam kehidupan global
yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat. Untuk menghadapi perubahan
tersebut diperlukan kemampuan dan keinganan belajar sepanjang hayat dengan
memanfaatkan teknologi informasi.
Mempelajari TIK tidak hanya diperlukan oleh peserta didik, tetapi juga untuk
semua orang agar tidak menjadi masyarakat yang gagal teknologi (gaptek), karena
kecenderungan interaksi sosial saat ini terus memanfaatkan teknologi informasi
untuk berkomunikasi dan mampu menjangkau subjek dan atau objek secara global
M1 KB1: Halaman 7
tanpa memandang batas-batas wilayah. Hasil-hasil TIK banyak membantu manusia
untuk belajar dengan cepat. TIK merupakan perangkat teknologi yang membantu
ataupun memudahkan manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Dengan
demikian, selain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, teknologi informasi dan
komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar yang pada
akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja.
f.
Ruang Lingkup Mata Pelajaran TIK
Ruang lingkup mata pelajaran TIK meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1) Perangkat Keras
Sebagai perangkat keras dalam teknologi informasi, komputer memiliki
sejumlah komponen. Abdul Kadir dalam bukunya mengemukakan terdapat 5
komponen utama komputer, yaitu: (1) unit pemprosesan pusat atau yang lebih
dikenal dengan nama CPU (2) piranti masukan (3) piranti keluaran, (4) memori
utama dan (5) piranti penyimpan sekunder. Sebagai sebuah sistem, masingmasing komponen saling berkaitan erat satu sama lainnya.
2) Perangkat Lunak
Komputer tidak akan berfungsi baik tanpa keberadaan perangkat lunak
(software). Komputer akan bekerja berdasarkan instruksi atau perintah.
Seperangkat instruksi akan diberikan untuk mengendalikan perangkat keras
komputer. Sekumpulan intruksi inilah yang dikenal dengan sebutan program atau
program komputer. Secara lebih umum, program komputer inilah yang disebut
perangkat lunak. Perangkat lunak dapat dikelompokan menjadi program aplikasi
dan program sistem.
g.
Tujuan Mata Pelajaran TIK
Secara umum, tujuan adanya teknologi informasi dan komunikasi adalah
untuk menambah dan memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang dengan
cara memahami alat teknologi informasi dan komunikasi, mengenal istilah-istilah
yang digunakan pada teknologi informasi dan komunikasi, menyadari keunggulan
dan keterbatasan alat teknologi informasi dan komunikasi, serta dapat menggunakan
M1 KB1: Halaman 8
alat teknologi informasi dan komunikasi secara optimal. Secara khusus, tujuan
pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran adalah:
1) Menyadarkan
peserta
didik
akan
potensi
perkembangan
teknologi
informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga peserta didik dapat
termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi informasi dan
komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2) Memotivasi
kemampuan
peserta
didik
untuk
bisa
beradaptasi
dan
mengantisipasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga
peserta didik bisa melaksanakan dan menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari
secara mandiri dan lebih percaya diri.
3) Mengembangkan kompetensi peserta didik dalam menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan
berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
4) Mengembangkan kemampuan belajar berbasis teknologi informasi dan
komunikasi, sehingga proses pembelajaran lebih optimal, menarik, dan
mendorong siswa terampil dalam mecari informasi juga terampil untuk
mengorganisasi informasi.
5) Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif
dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari- hari.
Sedangkan menurut Dr.Rusman, M.Pd, dkk, dalam bukunya yang berjudul
Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, mata pelajaran TIK
bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1) Memahami teknologi informasi dan komunikasi
2) Mengembangkan keterampilan untuk memanaatkan teknologi informasi dan
komunikasi
3) Mengembangkan
sikap
kritis,
kreatif,
apresiatif
dan
mandiri
dalam
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
4) Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi
Dilihat dari beberapa aspek, pelajaran TIK bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut:
M1 KB1: Halaman 9
1) Pada aspek kognitif, dapat mengetahui, mengenal, atau memahami teknologi
informasi dan komunikasi. Meningkatkan pengetahuan dan minat peserta didik
pada teknologi, serta meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah sekaligus
persiapan untuk pendidikan, pekerjaan, dan peran masyarakat pada masa yang
akan datang.
2) Pada aspek afektif, dapat bersikap kritis, kreatif, apresiatif, dan mandiri dalam
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
3) Pada aspek psikomotor, dapat terampil memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi untuk proses pembelajaran dan dalam kehidupan sehari- hari.
Pembicaraan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi tidak akan lepas
dari perkembangan yang sedemikian pesat, mengingat teknologi merupakan aplikasi
dari sains.Perkembangan teknologi berlangsung dalam hitungan hari, bahkan jam
atau menit. Setiap saat manusia berusaha menemukan hal baru dari sebuah teknologi
yang telah ada, baik dengan menemukan hal baru, memperbarui maupun
mengembangkan yang telah ada. Perangkat lunak (Softwarei) yang digunakan untuk
mendukung penggunaan perangkat keras dalam membantu tugas-tugas manusia
semakin hari menjadi semakin banyak dan beragam. Produk yang dirasa canggih
pada hari ini, boleh jadi akan tertinggal dengan temuan teknologi baru dalam
beberapa hari kemudian. Ini merupakan citra positif dari mnusia yang selalu ingin
berubah kearah yang lebih baik.
h. Informatika Sosial
Informatika sosial adalah istilah yang orang lain gunakan untuk mewakili
studi transdisiplin desain, penyebaran dan menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi yang menjelaskan interaksi mereka dengan konteks kelembagaan dan
budaya, termasuk organisasi dan masyarakat. Definisi yang lebih formal “studi
interdisipliner desain, menggunakan dan konsekuensi dari teknologi informasi yang
memperhitungkan interaksi mereka dengan konteks kelembagaan dan budaya.”
M1 KB1: Halaman 10
Gambar KB1.2 Informatika Social
Sumber: https://sosial -media%2F7-taktik-sosialisasi
i.
Prinsip Informatika Sosial
1) Membuka rencana Google untuk mendigitalkan kepemilikan lima perpustakaan
penelitian membantu mengilustrasikan beberapa prinsip yang bersama-sama
mendefinisikan pekerjaan informatika sosial.
2) Kisaran isu yang diangkat menggambarkan bahwa informatika sosial melihat
komputasi sebagai pengaturan web seperti artefak bahan seperti komputer dan
perangkat lunak, dan aturan-aturan, norma dan praktek orang.
3) Karakteristik ini adalah mengapa informatika sosial bingkai rencana digitalisasi
Google dalam hal mengubah norma-norma sosial, masalah hak cipta, akses dan
penggunaan yang adil. Digitalisasi adalah lebih dari sekedar keputusan Media.
4) Dari perspektif ini niat Google mengangkat isu-isu penting yang belum
terselesaikan dan penggunaan, akses, desain dan kebijakan. Jelas bahwa tindakan
teknis digitalisasi adalah mungkin (jika melelahkan dan berdasarkan banyak,
karena keputusan belum dirapikan, mikro-desain). Ann Bishop dan Nancy Van
Rumah telah menyoroti perspektif sosial informatika perpustakaan digital.
Google adalah organisasi cerdas dijalankan, sehingga mereka cenderung akrab
dengan pekerjaan wawasan ini.
M1 KB1: Halaman 11
5) Konteks-ketergantungan adalah prinsip inti beasiswa informatika sosial. Sifat
terletak dan penggunaan komputasi berarti bahwa konteks dan penggunaan yang
terikat melalui praktek:. Untuk melaporkan penggunaan adalah untuk
melaporkan situasi penggunaan yang Dalam penelitian informatika sosial, orang
digambarkan sebagai Artinya, orang-orang “aktor sosial.” digambarkan sebagai
memiliki lembaga individu, bertindak dengan cara-cara yang mencerminkan
baik norma-norma sosial informal dan aturan formal tindakan, dan mungkin yang
paling penting tidak terutama pengguna TIK.
6) Informatika sosial sarjana menantang diambil-untuk-diberikan asumsi tentang
nilai materi TIK, tindakan masyarakat terhadap kedua komputasi dan sosial
dunia di mana mereka tinggal, dan sifat pengaturan antara unsur-unsur tersebut.
Sementara perspektif kritis kadang-kadang terlihat naif sebagai negatif terhadap
komputerisasi atau ICT tertentu, pendekatan kritis adalah lebih lanjut tentang
mengeksplorasi asumsi tertanam dan implisit. Informaticians sosial menghindari
pernyataan deterministik seperti “digitalisasi baik bagi kita semua” atau “berada
di Web berarti akses unproblematic untuk semua.”
7) Informatika
sosial
bekerja
biasanya
mencakup
berbagai
pendekatan
pengumpulan data, skala besar canggih analisis dan konseptualisasi yang
kompleks. Kekakuan, kedalaman empiris dan pluralitas teori dan metode
membantu untuk mendefinisikan pekerjaan informatika sosial. Hal ini juga
membantu membuat jelas bahwa informaticians sosial sering mengintegrasikan
teori dan metode.
j.
Konsep Dasar Hak Kekayaan Intelektual
Hak Kekayaan Intelektual atau yang sering disebut HAKI merupakan hak
eksklusif yang diberikan negara kepada seseorang, sekelompok orang, maupun
lembaga untuk memegang kuasa dalam menggunakan dan mendapatkan manfaat dari
kekayaan intelektual yang dimiliki atau diciptakan. Istilah HAKI merupakan
terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undangundang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan WTO (Agreement Establishing The
World Trade Organization). Pengertian Intellectual Property Right sendiri adalah
M1 KB1: Halaman 12
pemahaman mengenai hak atas kekayaan yang timbul dari kemampuan intelektual
manusia, yang mempunyai hubungan dengan hak seseorang secara pribadi yaitu hak
asasi manusia (human right).
Menurut Bambang Kesowo, istilah Hak Milik Intelektual belum
menggambarkan unsur-unsur pokok yang membentuk pengertian Intellectual
Property Right, yaitu hak kekayaan dari kemampuan Intelektual. Istilah Hak Milik
Intelektual (HMI) masih banyak digunakan karena dianggap logis untuk memilih
langkah yang konsisten dalam kerangka berpikir yuridis normatif. Istilah HMI ini
bersumber pada konsepsi Hak Milik Kebendaan yang tercantum pada KUH Perdata
Pasal 499, 501, 502, 503, 504.
k.
Macam-macam HAKI
Terdapat macam-macam HAKI yang ada di dunia ini, khususnya di
Indonesia. Pada Prinsipnya HAKI dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:
1) Hak Cipta
Pada jaman dahulu tahun 600 SM, seseorang dari Yunani bernama Peh Riad
menemukan 2 tanda baca yaitu titik (.) dan koma (,). Anaknya bernama Apullus
menjadi
pewarisnya
dan
pindah
ke
Romawi.
Pemerintah
Romawi
memberikan pengakuan, perlindungan dan jaminan terhadap karya cipta ayah nya itu.
Untuk setiap penggunaan, penggandaan dan pengumuman atas penemuan Peh Riad
itu, Apullus memperoleh penghargaan dan jaminan sebagai pencerminan pengakuan
hak tersebut. Apullus ternyata orang yang bijaksana, dia tidak menggunakan seluruh
honorarium yang diterimanya. Honor titik (.) digunakan untuk keperluan sendiri
sebagai ahli waris, sedangkan honor koma (,) dikembalikan ke pemerintah Romawi
sebagai tanda terima kasih atas penghargaan dan pengakuan terhadap hak cipta
tersebut.
Hak cipta (lambang internasional: ©) adalah hak eksklusif bagi pencipta atau
penerima
hak
untuk mengumumkan atau
memperbanyak ciptaannya
atau
memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan
menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut Pasal 2 UUHC hak
cipta
adalah
hak
khusus
bagi pencipta maupun
penerima
hak
untuk
M1 KB1: Halaman 13
mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi ijin untuk itu
dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara
bersama-sama yang atas inspirasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan kemampuan
pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan atau keahlian yang dituangkan dalam
bentuk yang khas dan bersifat pribadi.
2) Hak Kekayaan Industri
Hak kekayaan industri terdiri dari:
a)
Paten (patent)
Paten merupakan hak khusus yang diberikan negara kepada penemu atas hasil
penemuannya di bidang teknologi, untuk selama waktu tertentu melaksanakan
sendiri penemuannya tersebut atau memberikan pesetujuannya kepada orang lain
untuk melaksanakannya.
b) Merk (Trademark)
Merk adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angkaangka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki
daya pembeda dan dipergunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.
c)
Rancangan (Industrial Design)
Rancangan dapat berupa rancangan produk industri, rancangan industri.
Rancanangan industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau
komposisi, garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya
yang berbentuk tiga dimensi yang mengandung nilai estetika dan dapat
diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk
menghasilkan suatu produk, barang atau komoditi industri dan kerajinan tangan.
d) Informasi Rahasia (Trade Secret)
Informasi rahasia adalah informasi di bidang teknologi atau bisnis yang tidak
diketahui oleh umum, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan
usaha dan dijaga kerahasiannya oleh pemiliknya.
e)
Indikasi Geografi (Geographical Indications)
Indikasi geografi adalah tanda yang menunjukkn asal suatu barang yang
karena faktor geografis (faktor alm atau faktor manusia dan kombinasi dari
M1 KB1: Halaman 14
keduanya telah memberikan ciri dri kualitas tertentu dari barang yang
dihasilkan).
f)
Denah Rangkaian (Circuit Layout)
Denah rangkaian yaitu peta (plan) yang memperlihatkan letak dan
interkoneksi dari rangkaian komponen terpadu (integrated circuit), unsur yang
berkemampun mengolah masukan arus listrik menjadi khas dalam arti arus,
tegangan, frekuensi, serta prmeter fisik linnya.
g) Perlindungan Varietas Tanaman (PVT)
Perlindungan varietas tanaman adalah hak khusus yang diberikan negara
kepada pemulia tanaman dan atau pemegang PVT atas varietas tanaman yang
dihasilkannya untuk selama kurun waktu tertentu menggunakan sendiri varietas
tersebut atau memberikan persetujun kepada orang atau badan hukum lain untuk
menggunakannya.
Kepopuleran konsep harta komunal mengakibatkan HAKI bergaya barat tidak
dimengerti oleh kebanyakan masyarakat desa di Indonesia. Sangat mungkin bahwa
HAKI yang individualistis akan disalahtafsirkan atau diabaikan karena tidak
dianggap relevan. Usaha‚Äźusaha untuk memperkenalkan hak individu bergaya barat
yang disetujui dan diterapkan secara resmi oleh negara, tetapi sekaligus bertentangan
dengan hukum adat seringkali gagal mempengaruhi perilaku masyarakat tradisional.
Sangat mungkin bahwa masyarakat di tempat terpencil tidak akan mencari
perlindungan untuk kekayaan intelektual dan akan mengabaikan hak kekayaan
intelektual orang lain dengan alasan yang sama. Di tengah upaya Indonesia berusaha
melindungi kekayaan tradisionalnya, negara-negara maju justru menghendaki agar
pengetahuan tradisional, ekspresi budaya, dan sumber daya genetik itu dibuka
sebagai public property atau public domain, bukan sesuatu yang harus dilindungi
secara internasional dalam bentuk hukum yang mengikat.
l.
Konsep HAKI
Setiap hak yang termasuk kekayaan intelektual memiliki konsep yang disebut
sebagai konsep HAKI. Berikut merupakan konsep HAKI:
M1 KB1: Halaman 15
1) Haki kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (UU & wewenang menurut
hukum).
2) Kekayaan hal-hal yang bersifat ciri yang menjadi milik orang.
3) Kekayaan intelektual kekayaan yang timbul dari kemampuan intelektual
manusia (karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra) –
dihasilkan atas kemampuan intelektual pemikiran, daya cipta dan rasa yang
memerlukan curahan tenaga, waktu dan biaya untuk memperoleh produk baru
dengan landasan kegiatan penelitian atau yang sejenis.
m. Dasar HAKI Karya Intelektual
Berbagai karya intelektual memiliki dasar-dasar tersendiri. Berikut ini
merupakan dasar dari HAKI Karya Intelektual:
1) Hasil suatu pemikiran dan kecerdasan manusia, yang dapat berbentuk penemuan,
desain, seni, karya tulis atau penerapan praktis suatu ide.
2) Dapat mengandung nilai ekonomis, dan oleh karena itu dianggap suatu aset
komersial.
n. Tujuan Penerapan HAKI
Setiap hak yang digolongkan ke dalam HAKI harus mendapat kekuatan
hukum atas karya atau ciptannya. Untuk itu diperlukan tujuan penerapan HAKI.
Berikut ini merupakan tujuan penerapan HAKI:
1) Antisipasi kemungkinan melanggar HAKI milik pihak lain
2) Meningkatkan daya kompetisi dan pangsa pasar dalam komersialisasi kekayaan
intelektual
3) Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan strategi
penelitian, usaha dan industri di Indonesia.
o.
Pengaturan HAKI di Indonesia
Pengaturan HAKI secara pokok dapat dikatakan telah lengkap dan memadai.
Dikatakan lengkap, karena menjangkau ke-7 jenis HAKI yang telah disebutkan di
atas. Dikatakan memadai, karena dalam kaitannya dengan kondisi dan kebutuhan
M1 KB1: Halaman 16
nasional, dengan beberapa catatan, tingkat pengaturan tersebut secara substantif
setidaknya telah memenuhi syarat minimal yang ditentukan pada Perjanjian
Internasional yang pokok di bidang HAKI.
Sejalan dengan masuknya Indonesia sebagi anggota WTO/TRIP’s dan
diratifikasinya beberapa konvensi internasional di bidang HAKI sebagaimana
dijelaskan pada pengaturan HAKI di internasional tersebut di atas, maka Indonesia
harus menyelaraskan peraturan perundang-undangan di bidang HAKI. Untuk itu,
pada tahun 1997 Pemerintah merevisi kembali beberapa peraturan perundangan di
bidang HAKI, dengan mengundangkan:
1) Undang-undang No. 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang
No. 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 7
Tahun 1987 tentang Hak Cipta
2) Undang-undang No. 13 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang
No. 6 Tahun 1989 tentang Paten
3) Undang-undang No. 14 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang
No. 19 Tahun 1992 tentang Merek
Selain ketiga undang-undang tersebut di atas, undang-undang HAKI yang
menyangkut ke-7 HAKI antara lain:
1) Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
2) Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten
3) Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merk
4) Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang
5) Undang-undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri
6) Undang-undang No. 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
7) Undang-undang No. 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman
Dengan pertimbangan masih perlu dilakukan penyempurnaan terhadap undangundang tentang hak cipta, paten, dan merek yang diundangkan tahun 1997, maka
ketiga undang-undang tersebut telah direvisi kembali pada tahun 2001. Selanjutnya
telah diundangkan:
1) Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten
2) Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek
M1 KB1: Halaman 17
p. Lingkup Perlindungan HAKI
HAKI memiliki ruang lingkup untuk mengetahui berbagai jenis hak intelektual
yang dilindungi. Berikut ini merupakan lingkup perlindungan HAKI:
1) Hak Cipta (Copyright)
2) Hak Milik Industri (Industrial Property)
3) Paten
4) Paten Sederhana
5) Merek & Indikasi Geografis
6) Desain Industri
7) Rahasia Dagang
8) Desain Tata Letak Sirkit Terpadu
9) Perlindungan Varietas Tanaman Hak Cipta (copyright)
10) Melindungi sebuah karya
11) Hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau
memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak
mengurangi pembatasan-pembatasan menurut Peraturan Perundangundangan
yang berlaku.
12) Orang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama asalkan tidak dibuat
berdasarkan karya orang lain yang memiliki hak cipta. Hak-hak tersebut adalah
sebagai berikut:
a) Hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut,
b) Hak untuk membuat produk derivative
c) Hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain.
13) Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat.
14) Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu.
Hasil karya atau ciptaan yang dapat dilindungi oleh UU Hak Cipta, diantaranya
sebagai berikut:
1) Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang
diterbitkan dan semua hasil karya tulis lain.
M1 KB1: Halaman 18
2) Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan lain yang diwujudkan dengan cara
diucapkan.
3) Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
4) Karya Seni, yaitu:
a)
Seni rupa dengan segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni
kaligrafi, seni pahat,seni patung, kolase dan seni terapan, seni batik, fotografi.
b) Ciptaan lagu atau musik dengan atau tanpa teks.
c)
Drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, pantomim, sinematografi.
d) Arsitektur, Peta.
e)
Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database dan karya lain dari hasil
pengalihwujudan.
HAKI di bidang hak cipta memberikan sanksi jika terjadi pelanggaran
terhadap tindak pidana di bidang hak cipta yaitu pidana penjara dan/atau denda, hal
ini sesuai dengan ketentuan pidana dan/atau denda dalam UU No. 19 Tahun 2002
tentang Hak Cipta sebagai berikut:
1) Pasal 72 ayat (1): Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan
perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1)
dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1
(satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah), atau
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp.5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).
2) Pasal 72 ayat (2): Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan,
mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil
pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
3) Pasal 72 ayat (3): Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak
penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer, dipidana
dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
M1 KB1: Halaman 19
4) Pasal 72 ayat (4): Barangsiapa melanggar Pasal 17 dipidana dengan pidana
penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp.1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).
5) Pasal 72 ayat (5): Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 19, Pasal 20, atau
Pasal 49 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun
dan/atau denda paling banyak Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).
6) Pasal 72 ayat (6): Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 24
atau Pasal 55 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).
7) Pasal 72 ayat (7): Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 25
dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).
8) Pasal 72 ayat (8): Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melanggar Pasal 27
dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).
9) Pasal 72 ayat (9): Barangsiapa dengan sengaja melanggar Pasal 28 dipidana
dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).
10) Pasal 73 ayat (1): Ciptaan atau barang yang merupakan hasil tindak pidana hak
cipta atau hak terkait serta alat-alat yang digunakan untuk melakukan tindak
pidana tersebut dirampas oleh negara untuk dimusnahkan.
11) Pasal 73 ayat (2): Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di bidang seni
dan bersifat unik, dapat dipertimbangkan untuk tidak dimusnahkan.
Jelasnya yang dimaksud dengan bersifat unik adalah bersifat lain daripada
yang lain, tidak ada persamaan dengan yang lain, atau yang bersifat khusus.
Ketentuan pidana tersebut di atas, menunjukkan kepada pemegang hak cipta atau
pemegang hak terkait lainnya untuk memantau perkara pelanggaran hak cipta kepada
Pengadilan Niaga dengan sanksi perdata berupa ganti kerugian dan tidak menutup
hak negara untuk menuntut perkara tindak pidana hak cipta kepada Pengadilan Niaga
dengan sanksi pidana penjara bagi yang melanggar hak cipta tersebut. Ketentuan-
M1 KB1: Halaman 20
ketentuan pidana dalam UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dimaksudkan
untuk memberikan ancaman pidana denda yang paling berat, paling banyak, sebagai
salah satu upaya menangkal pelanggaran hak cipta, serta untuk melindungi pemegang
hak cipta.
Gambar KB1.3. Contoh Sertifikat HAKI
Sumber: https://hak-cipta&psig
M1 KB1: Halaman 21
q. Etika Digital
Etika digital adalah suatu konsep norma perilaku yang tepat dan
bertanggungjawab terkait dengan cara menggunakan teknologi. Lalu seberapa
pentingkah etika digital di era teknologi modern ini? Etika digital ini sangat penting
untuk memberikan keamanan terhadap sesama pengguna teknologi.Adapun etika
digital yang perlu diperhatikan untuk pengguna teknologi digital seperti
menggunakan bahasa dan penulisan kata yang baik pada saat mempublikasikan di
media sosial agar tidak menyinggung pihak lain, memberikan informasi yang sesuai
dengan fakta bukan bersifat hoax, tidak memuat konten yang mengandung SARA
(Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), dan tindakan lainnya yang berdampak
negative. Etika kewargaan digital ini berkaitan dengan komponen-komponen dari
kewargaan digital. Komponen kewargaan digital terbagi menjadi tiga bagian yang
terdiri dari beberapa sub bagian. Apa saja komponen-komponennya adalah sebagai
berikut:
1) Lingkungan belajar
Lingkungan belajar termasuk juga sebagai komponen akademis, yaitu para
akademis dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi digital dengan sebaikbaiknya seperti mencari informasi, menyimpan data, mencari literatur, dan lain
sebagainya. Lingkungan belajar memiliki tiga sub bagian yang terdiri atas:
a)
Akses digital, yaitu setiap orang memiliki hak untuk mengakses informasi
melalui teknologi, tetapi tidak semua orang dapat memanfaatkan teknologi
dengan sebaik-baiknya.
b) Komunikasi digital, yaitu setiap orang berhak mengetahui bentuk-bentuk
komunikasi serta mampu mengetahu sisi positif dan sisi negatifnya.
c)
Literasi digital, yaitu teknologi yang digunakan dalam proses belajar ini dapat
dimanfaatkan dengan baik.
2) Lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah terdiri atas tiga sub bagian, yaitu:
a)
Hak digital, yaitu setiap warga digital memiliki hak berbicara dengan bebas,
privasi, dan mengaspirasikan suaranya. Kewajiban warga digital adalah
M1 KB1: Halaman 22
memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya dan mengikuti peraturan yang
berlaku.
b) Etiket digital, yaitu etiket yang dibuat untuk kenyamanan dan keamanan warga
digital.
c)
Keamanan digital bertujuan untuk menjaga keamanan data dan informasi warga
digital dalam dunia maya.
3) Kehidupan di luar lingkungan sekolah
Kehidupan di luar lingkungan sekolah terbagi menjadi tiga sub bagian yang
terdiri atas:
a)
Hukum digital
Hukum digital yang berlandaskan dengan etiket digital yang berlaku di
masyarakat. Tujuannya adalah agar warga digital menyadari hal-hal apa saja
yang termasuk ke dalam pelanggaran dalam dunia maya seperti meretas data atau
informasi, mencuri identitas pribadi orang lain, plagiarism, dan beberapa hal
lainnya. Adapun hukum siber yang ada di negara kita meliputi aspek merek
dagang, privasi, pencermaran nama baik, yuridiksi dalam ruang siber, dan hal
cipta.
b) Transaksi digital
Biasa digunakan oleh online shop yang kurang lebih sudah mengetahui sisi
positif dan negatifnya bertransaksi di dunia maya. Warga digital yang pintar
memanfaatkan teknologi ini harus pintar juga ketika bertransaksi di dunia maya.
Lebih banyak sisi negatif dalam transaksi digital karena pelaku transaksi tidak
bertemu secara langsung, kecuali Cash On Delivery (COD) yang dapat
mengurangi tingkat penipuan dunia siber.
c)
Kesehatan digital
Keadaan yang ada pada warga digital setelah menggunakan teknologi dunia
siber. Kecanggihan teknologi ini tidak hanya memberikan manfaat yang positif
kepada warga digital tetapi juga berdampak negatif terhadap kesehatan warga
digital. Warga digital akan merasakan kesehatan mulai menurun mulai dari
kesehatan fisik maupun mental.
M1 KB1: Halaman 23
r.
Etika Komunikasi Digital untuk Diterapkan
Komunikasi digital merupakan salah satu jenis komunikasi yang berkembang
dengan pesat saat ini dimana isu etika komunikasi digital menjadi salah satu hal yang
sering dibahas. Jenis komunikasi ini memungkinkan seseorang melakukan
komunikasi menggunakan media-media digital yang tentu saja bisa lebih efektif.
Melalui media-media tersebut, komunikasi bisa dilakukan tanpa harus tatap muka
secara langsung kepada lawan bicara (bukan komunikasi lisan). Sayangnya, karena
sifatnya yang bisa demikian, hal ini menyebabkan banyak orang yang kemudian tidak
terlalu memperhatikan apa saja yang perlu diperhatikan saat menerapkan penggunaan
komunikasi digital ini. Etika termasuk hal yang sering dilupakan dalam hal ini. Etika
termasuk ke dalam elemen-elemen komunikasi yang penting. Tanpa adanya
penggunaan etika pada saat kita berkomunikasi, ini akan menjadikan masalah
tersendiri. Begitu pula dalam komunikasi digital. Perselisihan bisa saja timbul hanya
karena seseorang melupakan etika di dalamnya. Oleh karena itu, berikut adalah
beberapa macam etika dalam komunikasi digital yang perlu dipehatikan:
1) Selalu ingat “tulisan” adalah perwakilan dari kita
Tulisan merupakan bentuk dari perwakilan kita saat melakukan proses
komunikasi digital. Sebenarnya tidak hanya tulisan, melainkan semua konten digital
yang kita kirimkan bisa mewakili diri kita. Jangan dianggap bahwa konten tersebut
tidak akan dilihat atau diperhatikan oleh orang lain sehingga membuat kita dengan
bebas menginformasikan konten-konten digital tertentu.
2) Yang diajak berkomunikasi adalah manusia
Selain konten yang dikirim merupakan perwakilan dari kita, subjek yang
diajak berkomunikasi kita adalah manusia. Manusia tentu saja memiliki perasaan dan
juga kemampuan berasumsi. Oleh karenanya, jangan sekali-sekali menganggap
bahwa apa yang kita lakukan melalui proses komunikasi digital itu tidak akan
memberikan suatu dampak tertentu.
3) Mengendalikan emosi
Etika komunikasi digital selanjutnya adalah tentang bagaimana kita bisa
mengendalikan emosi kita. Hindari mudah terpancing oleh hal-hal yang memancing
amarah. Memberikan sebuah respon dengan berapi-api adalah contoh yang kurang
M1 KB1: Halaman 24
etis saat kita terlibat di dalam komunikasi digital. Mungkin kita akan berpikir bahwa
subjek yang kita hadapi belum tentu bertemu langsung dengan kita. Namun demikian,
ada banyak hal yang sangat mungkin terjadi sekarang ini sehingga ada baiknya kita
juga perlu memperhatikan komunikasi asertif di sini.
4) Menggunakan kesantunan
Cara teraman ketika kita akan menerapkan etika di dalam komunikasi digital
adalah dengan menggunakan kesantunan. Tata krama yang baik akan tercermin
melalui bagaimana cara kita berkata-kata atau berkomunikasi. Jelas saja ini adalah
poin penting yang bagus untuk dilakukan. Selain tidak menimbulkan masalah, ini
juga bisa semakin merekatkan hubungan baik dengan orang lain.
5) Menggunakan tulisan dan bahasa yang jelas
Asal dalam menggunakan tulisan atau bahasa dalam proses komunikasi
digital juga merupakan tindakan yang buruk. Kembali ke poin pertama, bahwa segala
jenis konten digital yang kita kirimkan akan mewakili siapa kita sebenarnya.
Tentunya ini akan sangat berpengaruh pada penilaian orang terhadap kita.
6) Menghargai privasi orang lain
Poin yang tidak kalah penting selanjutnya adalah tentang bagaimana kita bisa
menghargai privasi orang lain. Mengumbar informasi sensitif yang sebenarnya
rahasia seseorang adalah jelas-jelas tidak pantas untuk dilakukan. Selalu pastikan kita
meminta izin apabila akan meneruskan sebuah informasi yang diberikan oleh orang
lain, sebab ini merupakan bagian dari etika komunikasi antar pribadi.
7) Menyadari posisi kita
Sadar terhadap posisi kita adalah kemampuan yang baik untuk menerapkan
etika komunikasi digital. Ketika kita tidak memperhatikan hal ini, kita bisa
mengabaikan banyak hal yang berhubungan dengan etika. Katakanlah ketika di media
sosial kita terbiasa mengumbar hal-hal konyol, padahal kita juga terhubung dengan
atasan. Tentu saja ini bisa menjadi dampak negatif dari media sosial.
8) Tidak memancing perselisihan
Terakhir, selalu ingat untuk tidak memancing perselisihan. Membagikan
suatu informasi dengan tujuan mengadu domba atau memperkeruh suasana adalah
M1 KB1: Halaman 25
hal yang kurang baik. Ada beban nilai moral yang sebenarnya dibawa pada saat kita
melakukan hal ini.
4.
Forum Diskusi
a.
Apakah Anda telah memamfaatkan teknologi informasi dalam melaksanakan
pembelajaran dalam kelas? Hal apa yang Anda lakukan?
b.
Jika dalam proses mengerjakan tugas lalu ada salah satu siswa/i Anda yang
melakukan copy-paste, maka tindakan apa yang akan Anda lakukan? Diskusikan
bersama teman Anda.
C. Penutup
1.
Rangkuman
a.
Dengan adanya TIK ini manusia dipermudah dalam berbagai hal misal dalam
pengolahan data, berhitung dsb, maka tidak heran bahwa Konsep Dasar
Teknologi Informasi dan komunikasi ini menjadi modul pelajaran yang sama
pentingnya dengan pelajaran inti pada umumnya seprti Sains, Matematika,
Bahasa Indonesi, dll.
b.
Informatika sosial adalah istilah yang orang lain gunakan untuk mewakili studi
transdisiplin desain, penyebaran dan menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) yang menjelaskan interaksi mereka dengan konteks
kelembagaan dan budaya
c.
HAKI mengandung arti sebagai sarana untuk melindungi penuangan ide dan
gagasan yang telah diwujudkan secara riil, dimana penuangan ide ini mempunyai
implikasi pada munculnya nilai ekonomi terhadap hasil penuangan ide dan
gagasan.
d.
Etika komunikasi digital untuk diterapkan:
a. Selalu ingat “tulisan” adalah perwakilan dari kita
b. Yang diajak berkomunikasi adalah manusia
c. Mengendalikan emosi
d. Menggunakan kesantunan
e. Menggunakan tulisan dan bahasa yang jelas
M1 KB1: Halaman 26
f. Menghargai privasi orang lain
g. Menyadari posisi kita
h. Tidak memancing perselisihan
2.
Tes Formatif
1. Kata teknologi secara harfiah berasal dari bahasa latin yaitu texere yang
berarti…
a. Menyusun
b. Mengembangkan
c. Mengelola
d. Memudahkan
e. Membantu
2. komponen informasi yang sifatnya semi mikro, namun keberadaannya sangat
dibutuhkan adalah…
a. Branch of Information
b. Bud of Information
c. Stick of Information
d. Urgent of Information
e. Important of Information
3. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi, kecuali…
a. Untuk mendapatkan informasi
b. Sebagai sarana kerja sama antara pribadi atau kelompok
c. Belanja online
d. Memudahkan berkomunikasi jarak jauh
e. Meningkatkan daya tahan tubuh
4. Ruang lingkup mata pelajaran teknologi informasi adalah…
1. Perangkat keras
2. Perangkat lunak
3. Ruang kelas
4. Hardware dan software
5. Teknologi komputer
M1 KB1: Halaman 27
5. Istilah yang orang lain gunakan untuk mewakili studi transdisiplin desain,
penyebaran dan menggunakan teknologi informasi…
a. Teknologi informasi
b. Konsep informasi teknologi
c. Informatika sosial
d. Informatika teknologi
e. Bahasa informatika
6. Etika kewargaan digital berkaitan dengan komponen, yaitu
a. Lingkungan
b. Lingkungan keluarga
c. Lingkungan belajar dan sekolah
d. Lingkungan bermain
e. Lingkungan belajar
7. Dibawah ini adalah undang-undang mengenai Hak Kekayaan Intelektual…
a. UU No. 29 Tahun 2000 tentang Varietas Tanaman
b. UU No. 14 Tahun 2001 tentang Paten
c. UU No. 15 Tahun 2002 tentang Rahasia Dagang
d. Jawaban A dan B salah
e. Jawaban A dan B benar
8. Menurut sistem hukum Anglo Saxon, HAKI diklasifikasikan menjadi..
a. Copyright dan Property Rights
b. Neighbouring Rights dan Copyright
c. Neighbouring Rights dan Industrial Property Rights
d. Industrial Property Rights dan Copyright
e. Property Rights dan Neighbouring Rights
9. Konsep norma perilaku yang tepat dan bertanggungjawab terkait dengan cara
menggunakan teknologi disebut…
c. Etika kewargaan digital
d. Norma digital
e. Fungsi etika digital
f. Etika komunikasi digital,
M1 KB1: Halaman 28
g. Etika digital
10. Etika komunikasi digital untuk diterapkan, kecuali…
a. Menyadari posisi kita
b. Menggunakan tulisan dan bahasa yang jelas
c. Mengendalikan emosi
d. Selalu ingat tulisan bukan perwakilan dari kita
e. Yang diajak berkomunikasi adalah manusia
Daftar Pustaka
Efraim, Kelly, dkk. 2005. Introduction To Information Technology: Pengantar
Teknologi Informasi(3rd ed). Jakarta: Salemba Infotek.
Jogiyanto, 2005. Pengenalan Komputer: Dasar Ilmu Komputer, Pemrograman,
Sistem Informasi dan Intelegensi Buatan. Yogyakarta: Andi.
Miarso, Yusufhadi. 2015. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Edisi Kedua,
Cetakan ke-3. Jakarta: Prenadamedia Group.
Sutedjo, Ester, dkk. 2007. Pengantar Teknologi Informasi Internet:Konsep dan
Aplikasi. Yogyakarta: Andi.
Kunci Jawaban Tes Formatif
1. A; 2. B; 3. E; 4. D; 5. C; 6. C; 7. E; 8. B; 9. E; dan 10. D.
M1 KB1: Halaman 29
Download