Uploaded by User101580

BAB 4 FAIZUL

advertisement
33
Rokan Hulu – Riau, Perkebunan Tapioka & Pabrik Tapioka di wilayah Tapanuli
Sumut. PT. Labersa Hutahaean (kawasan Labersa) bergerak dalam bidang:
Lapangan Golf 27 Hole, Country Club dan Club House, Labersa Grand Hotel &
Convention Center (Hotel berbintang 5)Labersa Water Park & Theme Park (Riau
Fantasi). PT. Buluh Cina Hutahaean bergerak dalam bidang Property PT. Irma Jaya
Perkasa bergerak dalam bidang Kontraktor.
Perusahaan ini berkomitmen untuk membeli semua produk dari
perkebunan kecil tersebut. Selain perkebunan, PT. Hutahaean Group juga
memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit untuk memproses buah-buahan dari
perkebunan kami sendiri dan sekitarnya. Perusahaan sepenuhnya menyadari
kewajiban sosial kepada karyawannya dan juga masyarakat luas dan tidak
memiliki usaha untuk memenuhi persyaratan ini, yang seringkali melebihi
persyaratan undang-undang. Lebih jauh lagi, ini sangat berkomitmen untuk
melestarikan ekologi yang rapuh dan keragaman hayati yang kaya dari wilayah di
mana ia beroperasi.
St. Harangan Wilmar Hutahaean dikenal sebagai taipan yang bertangan
diingin. Pria asal Toba Samosir, Sumatera Utara ini memulai debutnya jadi
pengusaha dari bawah. Kini dia bertengger menjadi salah satu sosok pengusaha di
Riau. Perusahaan yang didirikannya kini, paling tidak ada enam perusahaan besar
bernaung di Hutahaean Goup. Perusahaan ini terkonsentrasi di perkebunan,
Kelapa Sawit, Karet, Pabrik Kelapa Sawit Processing.
Bagi Hutahaean, perusahaan yang dia dirikan sepenuhnya sadar akan
tanggung-jawab sosial kepada karyawan, serta masyarakat pada umumnya.
34
Demikian juga, memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan ekologi,
lingkungan. Misalnya, PT. Hutahaean terlibat dalam budidaya kelapa sawit dan
penggilingan. Lokasi dari perkebunannya ini secara strategis terletak di Provinsi
Riau di mana kondisi iklim yang cocok untuk menanam kelapa sawit.
Lalu, ada juga program plasma sebuah inisiatif yang dirancang untuk
pengembangan perkebunan kelapa sawit bagi petani kecil oleh pengembang
perkebunan. Orientasi bisnis tidak hanya melihat unsur keuntungan jangka pendek
saja, tetapi memperhitungkan pemegang saham lainnya dan kepentingan jangka
panjang mereka. Karena itu, penekanan kami adalah pada pengembangan
masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan perusahaan. Perusahaan juga
pesawat yang paling penting dalam menginformasikan kepada semua peraturan
hukum dalam melaksanakan adalah operasi, dan untuk adanya kepedulian
terhadap lingkungan.
Selain itu, Hutahaean juga memikirkan bidang pendidikan. Memberi
beasiswa, honorarium guru, bangunan sekolah dan pengadaan, peralatan
laboratorium. “Semua dari kontribusi kami untuk kata-kata mengangkat standar
pendidikan di Indonesia. Kami membantu meningkatkan pendapatan masyarakat
yang tinggal di sekitar perkebunan melalui program kemitraan seperti agronomi
inti plasma, juga menyediakan layanan health langsung kepada masyarakat lokal
melalui Rumah Sakit lokal, dan klinik.
.
Lapangan golf didirikan dibawah naungan PT Laberta, diperpendek;
delapan bersaudara, sebagaimana jumlah anak-anaknya, laki-laki 3 dan
perempuan 5. Proyek lapangan golf hole pertama dibangun hanya 18 hole, lalu
35
selanjutnya ditambah menjadi 27 hole. Dan merupakan salah satu lapangangolf
terbesar dan terluas di Indonesia. Sebenanya, tidak hanya lapangan golf. Di dekat
lapangan itu, di atas lahan sebenar 240 hektare untuk mengembangkan resort,
hotel dan real estat seluas 100 hektare. Sementara proyek properti; rumah yang
dibangun tipe 300 m2 dan terluas 1.500m2.55
Sebagai pengusaha, Harangan relatif menggunakan uangnya untuk
mendirikan perusahaannya. Misalnya, lapangan yang dibangun di atas seluas 18
hole saja menelan biaya Rp 148 milliar. Sementara hotel juga menyedot rupiah
yang tidak sedikit Rp 102 milliar. Artinya, hanya dua proyek itu saja sudah
menelan dana sekitar 250 milliar. Kala pembangunan itu diambil dari kantong
pribadi. Hanya pembangunan hotel dan perumahan menggunakan bantuan bank.
Hotel yang dibangun itu adalah holeh yang diposisikan hotel bintang 5 dengan
236 kamar. Sementara untuk menajem hotel, Harangan menggunakan jaringan
hoter Accor dan Sheraton.
4.1.2. Visi Misi Perusahaan
Adapun visi perusahaan PT. Hutahean adalah
1.
Menjadikan perusahaan yang memiliki pondasi kuat guna menjaga
kesinambungan
perusahaan
dengan
berorientasi
pada
system
manajemen yang sehat dan dapat dipercaya.
2.
Menjadi Perusahaan Perkebunnan yang paling produktif, paling
efesien, serta terbaik sistem manajemennya diantara perkebunanperkebunan kelapa sawit di Indonesia.
36
Sedangkan misi perusahaan PT.Hutahean adalah untuk meninggalkan
suatu karya nyata dalam industri perkebunan melalui :
1.
SDM yang terlatih, profesiaonal, mempunyai integritas, serta loyal terhadap
perusahaan
2.
Budaya kerja dengan sikap mental positif yang dimiliki oleh seluruh staff
dan karyawan
3.
Pengelolaan kegiatan usaha yang senantiasa ramah terhdap lingkungan
serta dapat bekerjasama dengan masyarakat sekitar.
4.
Menjadi perusahaan terkemuka di Produktifitas. Bekerja untuk mencapai
tujuan dan pemegang saham berpartisipasi dalam Nation Building dan state.
37
4.1.3. Struktur organisasi
Dewan
komisaris
Direktur
utama
Sekretaris
dirut
Vice president
finance & admin
Vicepresident
operation
sekretaris VP
General
manager labersa
golf
General
manejer dalu
Manager
Irma jaya
sekretaris vp
Internal
audit
Manager
admin
manager
finance
Manager
labersa hotel
superintenden
hrd dan g.a
superintenden
admin dan umum
legal dan
admin
logistik
transport
Humas
General affair
dan
maintenence
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
HR.REF
Chief security
38
4.1.4
Uraian Tugas
4.1.4.1 Tugas dan Tangggung Jawab Karyawan
Direktur Utama adalah suatu jabatan yang ditunjuk dan memberi
laporan kepada Dewan Direksi / Board of Director (BOD).
Tugas Direktur Utama antara lain :
1) Mampu Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif.
2) Dapat Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi (biasanya
bekerjasama dengan MD atau CEO).
3) Dapat Memimpin rapat umum, untuk memastikan pelaksanaan tatatertib, keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara
tepat, menyesuaikan alokasi waktu per item masalah, menentukan
urutan agenda, mengarahkan diskusi ke arah consensus, menjelaskan
dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan.
4) Mampu Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya
dengan dunia luar.
5) Memainkan bagian terkemuka dalam menentukan komposisi dari
board dan sub-komite, sehingga tercapainya keselarasan dan
efektivitas.
Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang disebabkan direktur
tidak menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT
anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40
Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Atas kerugian PT, direktur akan
dimintakan pertanggungjawabannya baik secara perdata maupun pidana.
39
Apabila kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah
menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran
dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun
2007 Tentang Perseroan Terbatas, maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas
kerugian PT.
4.1.4.2.
Tugas sekretaris
1) Membuka surat.
2) Menerima dikte.
3)
Menerima tamu.
4) Menerima telepon.
5)
Menyimpan arsip/surat.
6) Menyusun dan membuat jadwal kegiatan pimpinan.
yaitu tugas yang diperintahkan langsung oleh pimpinan kepada sekretaris
dengan penyelesaiannya secara khusus. Tugas ini diberikan karena adanya
unsur kepercayaan bahwa tugas sekretaris mampu menyimpan rahasia
perusahaan. Tugas ini meliputi :
1) Mengonsep surat perjanjian kerjasama dengan relasi atau instansi luar.
2) Menyusun surat rahasia (confidential).
3) Menyusun acara pertemuan bisnis.
4) Pembelian kado atau cindera mata.
2.
Tugas-tugas istimewa sekretaris
Yaitu tugas yang menyangkut keperluan pimpinan, antara lain:
40
1) Membetulkan letak atau posisi alat tulis pimpinan serta perlengkapan yang
diperlukan.
2)
Bertindak sebagai penghubung untuk meneruskan informasi kepada
relasi.
3) Mewakili seseorang menerima sumbangan untuk dana atau keperluan
kegiatan lainnya.
selain sekretaris bertanggung jawab atas pekerjaannya ada tanggung
jawab lain yang harus dilaksanakan yaitu :
1) Personal Responsibility (Tanggung Jawab Individu)
Sekretaris bertanggung jawab terhadap performansi diri sendiri dan upaya
pengembangan ke arah yang lebih berkualitas. Dengan “mengelola” diri
sendiri supaya dapat tampil dengan performansi prima dalam pelaksanaan
tugas pokok sehari-hari, antara lain:
a) Mempermudah dan memperlancar kerja pimpinan melalui pengaturan
waktu dan distribusi informasi yang efisien.
b) Mendistribusikan informasi dari kantor pimpinan secara jelas dan akurat.
c)
Mendukung kelancaran alur kerja antara kantor pimpinan dengan
bagian-bagian lainnya.
2.
Internal Responsibility (Tanggung Jawab Dalam
Sekretaris bertanggung jawab terhadap upaya pencapaian superioritas
kinerja kantor dan pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan. Tanggung
jawab ini terwujud melalui aktivitas:
41
a) Mengelola sumber daya kantor termasuk keuangan.
b) Menciptakan suasana (fisik dan mental) yang mendukung kelancaran
kerja.
c)
Mendukung penciptaan budaya kerja yang positif.
d) Membantu menciptakan “kelompok informal positif” di lingkungan
perusahaan.
3.
Networking Responsibility (Tanggung Jawab Cabang Perusahaan)
Tanggung jawab sekretaris untuk meluaskan wawasan dan jalinan
perusahaan dengan tujuan peningkatan daya saing. Perwujudannya adalah
melalui upaya memperluas network perusahaan, mengatur dan mengawasi
pelaksanaan acara-acara formal dan informal yang diselenggarakan oleh
kantor dalam kaitannya dengan upaya mempertahankan dan berpartisipasi
dalam mengembangkan citra perusahaan.
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan oleh sekretaris:
a) Sekretaris tidak boleh melakukan jual beli dengan perusahaan demi
keuntungan pribadi, kecuali bila perusahaan memberi ijin.
b) Sekretaris tidak boleh membocorkan rahasia usaha pimpinan baik masa
bekerja atau masa kerja berakhir.
c) Sekretaris tidak dapat berkecimpung dalam suatu usaha saingan kecuali
mendapat ijin dari pimpinan.
4.1.4.3. Senior Vice President dalam Perusahaan
Vice President merupakan posisi tertinggi dalam struktur organisasi yang
memiliki wewenang untuk mengambil kebijakkan yang bersifat strategis,
42
mengatur , mengarahkan , dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang
dilaksanakan oleh perusahaan :
1. Bertanggung jawab atas keberlangsungan usaha.
2. Bertanggung jawab kepada owner.
3. Mengambil keputusan.
4. Mengkoordinasikan manager department.
5. Controller dan evaluator ats pengembangan bisnis.
6. Menyusun rencana strategis perusahaan.
7. Memelihara hubungan baik dengan karyawan.
8. Menetapkan pemutusan hubungan kerja.
9. Memelihara hubungan baik dengan aparat setempat dan masyarakat disekitar
perusahaan.
4.1.4.4.
1.
Vice President Operasional dalam Perusahaan
Mengelola seluruh kegiatan operasional pabrik dan manajemen
pasokan.
2.
Bertanggung
jawab
untuk
membuat
perencanaan
produksi,
pengembangan tenaga kerja, proses perbaikkan , pengiriman atau
distribusi , dan kualitas prosuk hasil produksi.
3.
Menganalisis permasalahan pada kegiatan operasi.
4.
Merekomendasikan program atau menyusun SOP baru dalam rangka
meningkatkan produktifitas, efisiensi dan hasi produksi.
5.
Mengkoordinasikan kegiatan pemeliharaan hasil.
43
6.
Melakukan pelatihan OJT dalam rangka meningkatkan keterampilan
pada semua aspek meningkatkan standar keamanan kegiatan produksi.
7.
Memastikan suasana kerja yang positif untuk mendorong kinerja tim
dan semangat kerja untuk mengembangkan karier karyawan dimasa
depan.
8.
Turut serta dalam penyusunan sasaran dan anggaran perusahaan.
9.
Memantau dan menjaga pengeluaran biaya sesuai dengan anggaran
yang telah di tetapkan oleh perusahaan.
10. Menetapkan prioritas dan tujuan kerja sesuai dengan ketentuan.
4.1.4.5.
Vice President Finance dan Accounting
Pengertian finance yaitu suatu serangkaian tindakan yang terorganisir
dalam pengelolaan sumber dana/ keuangan. Dari pengertian tersebut staff finance
bertanggung jawab terhadap segala aktivitas keuangan, baik dari pengelolaan,
penerimaan, transaksi, pencatatan dan laporan. Seorang finance dituntut ketelitian,
keakuratan dan tentunya kejujuran dalam menjalankan tugasnya. Mengapa
dikatakan demikian, karena pada bagian ini memiliki wewenang terhadap
pengelolaan, pencatatan, penerimaan, dan pengeluaran keuangan perusahaan.
Fungsi dan Tugas Staff Finance :
1. Melakukan pengelolaan keuangan perusahaan.
2. Melakukan penginputan semua transaksi keuangan.
3. Melakukan transaksi keuangan perusahaan
44
4.1.4.6. Legal dalam Perusahaan
Dilihat dari tugasnya :
1. Mengurusi Badan Hukum Korporasi/ Perusahaan
a. Mengurusi urusan RUPS, dan perubahan Anggaran dasar.
b. Persiapan merger, akuisisi bila ada kemungkinan seperti itu.
c. Persiapan IPO bila diperlukan.
2. Mengurusi Kegiatan operasional
a. Menjembatani perihal legalisasi aksi perusahaan misal perjanjian dengan
pihak ketiga. Meliputi legal drafting (pembuatan akta perjanjian), legal
opinion (membuat pendapat hukum) dan legal review.
b. Perpanjangan HGB-HGU aset tanah milik perusahaan.
c. Perizinan: Perpanjangan TDP, NPWP, pembuatan API.
d. Pendaftaran hak paten, perijinan di BPOM (bila perusahaan consumer
good), label halal di MUI.
e. Mengawal Business development. (berkaitan dengan perjanjianperjanjian).
f. Mereview usulan pembuatan/perubahan SOP.
g. Mengawal ketentuan atau peraturan baru (UU baru terkait bisnis
perusahaan)
4.1.4.7. Humas
Hubungan masyarakat (humas) adalah seni menciptakan pengertian publik
yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu
45
individu/organisasi. Humas merupakan terjemahan istilah bahasa Inggris: Public
Relations (sering disingkap PR) atau "Hubungan Publik".
a.
Tanggung Jawab Humas
Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk
memberikan
informasi,
mendidik,
meyakinkan,
meraih
simpati,
dan
membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat
masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.63
b. Tugas Humas
Contoh tugas Humas atau kegiatan staf PR adalah melobi, berbicara di
depan publik, menyelenggarakan acara, dan membuat pernyataan tertulis.
Pekerjaan seorang humas adalah tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang
humas dalam mempromosikan pengertian dan pengetahuan akan seluruh faktafakta tentang runtutan situasi atau sebuah situasi dengan sedemikian rupa
sehingga mendapatkan simpati akan kejadian tersebut.
4.1.4.8. Human Resources Development
HRD atau Human Resources Development, adalah bagian atau departemen
dari perusahaan yang tugas utamanya mengelola sumber daya manusia di
perusahaan, mulai dari tugas perencanaan yang sering disebut perencanaan
SDM, rekrutmen sering disebut Rekrutmen dan Seleksi, pengembangan sering
disebut Pelatihan dan Pengembangan, Manajemen Kinerja sering disebut
Performance Management, gaji sering disebut Kompensasi dan Benefit dan
menumbuhkan hubungan kerja yang sering disebut sebagai Hubungan
Industrial atau hubungan Industrial.
46
a.
Tugas HRD dalam perusahaan, antara lain
1) Persiapan
ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam hal persiapan, antara faktor
internal dan faktor eksternal lainnya. Faktor internal meliputi jumlah kebutuhan
dalam persiapan untuk karyawan baru, struktur organisasi, departemen terkait,
dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal dalam hal persiapan termasuk
hukum ketenagakerjaan, pangsa kondisi tenaga kerja, dan sebagainya.
2) Rekrutmen Tenaga Kerja
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau karyawan yang
dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dari organisasi atau
perusahaan. Pada tahap HRD ini perlu menganalisis posisi yang ada untuk
membuat deskripsi pekerjaan (job description) dan juga spesifikasi pekerjaan
(job spesifikasi).
3) Seleksi Tenaga Kerja
Definisi Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses yang dilakukan untuk
menemukan pekerjaan yang tepat dari sekian banyak kandidat. Langkah yang
diambil dalam proses seleksi tenaga kerja, yang melihat resume / CV,
melakukan seleksi awal berdasarkan CV pelamar, memanggil pelamar untuk
tes wawancara, tes calon karyawan dengan tes tertulis, proses wawancara /
wawancara kerja, dan proses selanjutnya .
4) Pengembangan dan Evaluasi Karyawan
Agar tenaga kerja atau karyawan dapat memberikan kontribusi optimal
kepada perusahaan atau organisasi, maka dia harus menguasai tugas pekerjaan
47
dan tanggung jawab. Proses pengembangan dan evaluasi karyawan dilakukan
sebagai pembekalan agar tenaga kerja dapat lebih terkontrol dan ahli di
bidangnya, serta meningkatkan kinerja yang ada.
Penyediaan Kompensasi dan Perlindungan Karyawan :
a) Kompensasi adalah imbalan atau upah bagi karyawan secara teratur
kontribusi organisasi atau perusahaan.
b) Kompensasi harus tepat dan sesuai dengan kondisi pasar tenaga kerja yang
ada di lingkungan eksternal untuk menghindari masalah tenaga kerja atau
membahayakan organisasi atau perusahaan.
b. Fungsi HRD
1. Internal : HRD bekerja sebagai pelatih untuk karyawan di perusahaan.
2. Eksternal : HRD Karyawan yang memeilki konseling di luar kategori
perusahaan dapat dilihat dari tingginya tingkat kemampuan dan kemauan
dari kemampuan akan mengikuti.
3. Lakukan sebanyak mungkin dan memberikan yang terbaik
4.1.4.9.
Office Manager
Office manager adalah Penangganan administrasi,mengendalikan dan
memelihara proses keseimbangan perlu dilakukan untuk mencapai kerja dalam
kantor suatu organisasi. Apakah perusahaan atau bisnis besar atau bisnis kecil
yang diperlukan untuk mencapai tujuan administrasi.
48
4.1.4.10. Administrasi Perusahaan
Istilah administrasi berasal dari bahasa latin yaitu ad + ministrare yang
berarti melayani, membantu, menunjang dan memenuhi. Istilah administrsi sama
dengan tata usaha, artinya setiap kegiatan yang mengadakan pencatatan berbagai
keterangan yang penting didalam usaha/organisasi yang bersangkutan.
a.
Ruang Lingkup Administrasi
Ruang Lingkup tugas administrasi pada kantor ini dapat dikatakan tugas
pelayanan disekitar keterangan-keterangan yang berwujud yaitu :
1. Menghimpun
Kegiatan-kegiatan
mencari
dan
mengusahakan
tersedianya
segala
keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana sehingga siap
untuk dipergunakan bilamana diperlukan.
2. Mencatat
Kegiatan yang mebubuhkan dengan berbagai peralatan tulis keranganketerangan yang diperluka sehingga berwujud tulisan yang dapat dibaca, dikirim
dan disimpan.
3. Mengelola
Bermacam-macam kagiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan
maksud menyajikan dalam bentuk yang berguna.
4. Mengirim
Kegiatan yang menyimpan dengan berbagi cara dan alat dari satu pihak
kepihak lain.
49
5. Menyimpan
Kegiatan menaruh dengan berbagai cara dan alat ditempat tertentu yang
aman.
b. Fungsi Administrasi
1.
Planning (Perencanaan)
Perencanaan adalah suatu rincian yang merupakan organisasi yang
besar didalamnya ada penyusunan dan perumusan rencana diserahkan kepada
sekelompok staf perencana, akan tetapi penetapannya merupakan tugas dan
tanggung jawab manajemen.
2.
Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian adalah suatu kegiatan yang menyangkut tipe-tipe
struktur organisasi dan prinsip-prinsipnya, sejarah organisasi, gaya manajerial
yang tepat digunakan, sifat dan jenis dari berbagai bentuk kegiatan yang harus
dilaksanakan.
3.
Leading (Kepemimpinan)
Kepemimpinan merupakan fungsi manajemen yang melibatkan
penggunaan pengaruh untuk memotivasi karyawan meraih sasaran organisasi.
4.
Controlling (Pengendalian)
Pengendalian adalah fungsi keempat yang mempunyai arti memantau
aktifitas karyawan, menjaga organisasi agar tetap berjalan ke arah pencapaian
sasaran, dan membuat koreksi bila diperlukan.
50
4.1.4.11.
Information Technology (IT) dalam Perusahaan
Adapun tugas IT adalah :
a. IT support officer
1. Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
2. Membeli hardware IT, software dan hal hal lain yang berhubungan
dengan hal tersebu.Instalsi , perawatan dan penyediaan dukungan harian
baik untuk hardware dan software windows dan macintosh, peralatan
termasuk printer sv=canner, harddriver external, dan lain lain.
3. Korespondensi dengan penyedia jasa external termasuk internet, service
profider , penyedia jasa email hardware dan software supplier dan lain
lain.
4. Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier
untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT.
5. Menyediakkan data atau informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan
laporan dapertament regular.
b. Network Administrator
Mengurusi , mengoperasi maintain dan perawatan jaringan LAN
maupun WAN, manajemen system serta dukungan terhadap perangkat
kerasnya, mengarsipkan data, serta maintain dan perawatan computer.
c. Network Enginner
Melaksanakan komunikasi dan analisa sstem network king,
mendisain perencanaan untuk integrasi, mendukung jaringan pada internet,
internet dan extranet, serta menganalisa dan ikut mengambl bagian dalam
51
pengembangan standardisasi keamanan dan implementasi mengendalikan
untuk keamanan LAN dan WAN. Sedangkan untuk tugas dan tanggung
jawabnya adalah maintenance LAN dan koneksi internet, maintenance
hardware, maintenance database dan file , helpdesk, dan inventory.
d. IT programmer
Tanggung jawabnya adalah mengambil bagian dalam pengembangan
dan integrasi dan perangkat lunak, mengembangkan secara aktif
kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak, menerima permintaan
user untuk maslah masalah yang harus diselaisakan, menyediakna
dukunagan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen
internail maupun ekternal, bertangggung jawab atas kepuasan terkini
pelanggan , melakukan tugas tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang
diminta, mengerjakan macam macam tugas terkait seperti yang diberikan ,
membentuk kekompakkan maksimum dalam perusahaan bersa dengan rekan
rekan dalam perusahaan.
4.1.4.12. Sekuriti dalam Perusahaan
a. Tugas Pokok Sekuriti
Menyelengarakan keamanan dan ketertiban dilingkungan atau kawasan
kerja.
b. Fungsi Sekuriti
Segala usaha atau tindakan guna melindungi dan mengamankan dari
segala ganguan atau ancaman baik yang berasal dari luar atau dari dalam
perusahaan.
52
c. Peranan Sekuriti
1. Unsur pembantu pimpinan dalam hal pengamanan dan penertiban
dilingkungan atau areal kerja.
2.
Unsur membantu polri dalam hal pembinaan keamanan dan penengakan
hukum dilingkungan atau areal kerja.
d. Kegiatan-Kegiatan Pokok Sekuriti
1.
Mengadakan pengaturan dengan maksud menengakan tata tertib yang
berlaku dilingkungan kerjanya, khususnya yang menyangkut keamanan
dan ketertiban atau tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan
instansi/proyek/badan usaha yang bersangkutan.
2.
Melaksanakan penjangaan dengan maksud mengawasi masuk keluarnya
orang atau barang dan mengawasi keadaan-keadaan atau hal-hal yang
mencurigakan.
3.
Melakukan perondaan sekitar kawasan kerja.
4.
Mengadakan pengawalan uang/barang bila diperlukan.
5.
Mengambil langkah-langkah dan tindakan sementara bila terjadi suatu
tindak pidanaan.
6.
Mengamankan tempat kejadian perkara.
7.
Menangkap/memborgol pelakunya.
8.
Menolong korban.
9.
Melaporkan/meminta bantuan polri.
53
10. Memberikan bantuan serta menyerahkan penyelesaiannya kepada polri
yang terdekat
4.2
Hasil Penelitian
4.2.1
Deskripsi Karakteristik Responden
Deskripsi responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah di
klasifikasikan berdasrakan Usia dan Jenis kelamin. Berikut ini akan dibahas
mengenai kondisi dari masing-masing deskripsi karakteristik responden tersebut :
4.2.1.1 Responden Berdasarkan Usia
Klarifikasi usia responden dapat dilihat pada Tabel 5.1 berikut ini :
Tabel 4.1 : Jumlah Responden Berdasarkan Usia
Usia Responden
Jumlah
Persentase (%)
< 25 Tahun
25
29,4%
26 – 35 Tahun
35
41,2%
36 – 45 Tahun
25
29,4%
Total
85
100%
Sumber : Data Primer diolah,2020
Berdasarkan tabel 4.1 bahwa responden dengan rentang usia < 25 Tahun
berjumlah 25 orang dengan tingkat persentase 29,4%. Responden dengan rentang
usia 26 -35 Tahun berjumlah 35 orang dengan tingkat persentase 41,2%
sedangkan responden dengan usia 36 – 45 Tahun berjumlah 25 orang dengan
tingkat persentasenya sebesar 29,4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
karyawan PT.Hutahean Pekanbaru lebih dominan dengan rentang usia 26 – 35
Tahun dengan tingkat persentase 41,2 %.
54
4.2.1.2
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Klarifikasi responden menurut Jenis kelamin adalah sebagai berikut :
Tabel 4.2 : Jumlah responden berdasarkan Jenis kelamin
Jenis Kelamin
Jumlah
Responden (%)
Laki – Laki
37
43,5
Perempuan
48
56,5%
Total
85
100%
Sumber : Data Primer diolah,2020
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah responden dengan
jenis kelamin laki –laki berjumlah 37 orang dengan tingkat persentase 43,5%
sedangkan dengan jenis kelamin perempuan brjumlah 48 orang atau 56,5%. Jadi
dapat disimpulkan bahwa yang lebih dominan jenis kelamin perempuan sebanyak
48 orang atau sama dengan 56,5%.
4.2.2
Deskripsi Data Variabel Penelitian
4.2.2.1 Analisis Deskripsi Variabel Pengembangan Karir
Menurut pendapat Komang (2012:1), pengembangan karir adalah
peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karir
dan peningkatan oleh departemen personalia untuk mencapai suatu rencana kerja
sesuai dengan jalur atau jenjang organisasi.
Jadi betapa pun baiknya suatu rencana karir yang telah dibuat oleh seorang
pekerja disertai oleh suatu tujuan karir yang wajar dan realistik, rencana tersebut
tidak akan menjadi kenyataan tanpa adanya hubungan pengembangan karir yang
sistematik dan programatik oleh perusahaan melalui departemen personalianya.
Hal ini di dukung dengan tanggapan responden terhadap variabel Pengembangan
karir melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT. Hutahean Group
Pekanbaru.
55
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden untuk setiap pernyataan
yang diajukan mengenai pengembangan karir pada PT.Hutahean Group. Dengan
mengetahui distribusi jawaban tersebut, maka akan dapat diketahui hasil
mengenai tanggapan responden terhadap variabel yang diteliti. Dalam variabel
Pengembangan karir (X) ini diajukan 6 pernyataan kepada responden dengan
penilaian sebagai berikut :
Tabel 4.3 Rekapitulasi Tanggapan Responden Terhadap
Variabe Pengembangan Karir
Penilaian
Rata
N
Pernyataan
Fre –
STS TS
N
S
SS
o
Rata
k
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
1 Kesempatan
untuk
berkembang
dalam karir
0
0
28
43
14
85
3,83
terbuka bgi
seluruh
karyawan
2 Pelatihan yang
saya peroleh
bermanfaat
0
0
28
45
12
85
3,95
dalam
mengembangka
n karir saya
3 Peran
manajemen
sangat aktif
0
0
18
46
21
85
4,03
dalam
pengembangan
karir karyawan
4 Pendidikan yang
saya peroleh
mampu
0
0
29
43
13
85
3,81
mengembangka
n karir saya
56
5
6
Karir saya
meningkat
apabila saya
rajin dan
disiplin dalam
mematuhi
peraturan dalam
perusahaan
Karir saya
meningkat
apabila saya
rajin dan
disiplin dalam
mematuhi
peraturan dalam
perusahaan
0
0
36
34
15
85
3,75
0
0
13
47
25
85
4,14
Variabel X
3,91
Sumber : Data Primer diolah,2020
Dari tabel 4.3 diatas yang mengukur variabel pengembangan karir, maka
di dapat hasil rata – rata tanggapan dari 85 responden adalah sebesar 3,91. Dalam
rata –rata responden dalam diuraikan sebagai berikut :
a.
Pernyataan 1 : Kesempatan untuk berkembang dalam karir terbuka bgi
seluruh karyawan
Tabel 4.4 Tanggapan Responden Mengenai pernyataan 1
Penilaian
Rata N
Fre
rata
Pernyataan
STS TS N
S
SS
o
k
(1) (2) (3) (4)
(5)
Kesempatan untuk
berkembang dalam karir
1 terbuka bagi seluruh
0
0
28
43
14
85
3,83
karyawan
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 85 responden, yang
menjawab sangat tidak setuju dan yang tidak setuju tidak ada, 28 orang menjawab
netral atau cukup, yang menjawab setuju sebanyak 43 orang , yang menjawab
57
sangat setuju sebanyak 14 orang. Hasil data terhadap pernyataan 1 mempunyai
jumlah rata - rata sebesar 3,83 . Sehingga konsumen berpendapat mengenai
pernyataan diatas berada dalam kategori setuju. Dapat disimpulkan bahwa 3,83
karyawan setuju bahwa PT.Hutahean Group memberikan Kesempatan untuk
berkembang dalam karir terbuka bagi seluruh karyawan.
b.
Pernyataan 2 : Pelatihan yang saya peroleh bermanfaat
mengembangkan karir saya
Tabel 4.5 Tanggapan Responden Mengenai pernyataan 2
Penilaian
N
Pernyataan
Fre
STS TS
N
S
SS
o
k
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Pelatihan yang saya
peroleh bermanfaat
2 dalam
0
0
28
45
12
85
mengembangkan karir
saya
dalam
Rata rata
3,95
Dari pernyatan 2 berdasarkan tabel 4.5 dapat digambarkan bahwa jumlah
responden yang sangat setuju berjumlah 12 orang, yang setuju sebanyak 45 orang,
yang netral atau cukup berjumlah 28 orang, yang tidak setuju sebanyak dan yang
beranggapan sangat tidak setuju tidak ada. Hasil data terhadap pernyataan 2
mempunyai jumlah rata - rata sebesar 3,95. Sehingga konsumen berpendapat
mengenai pernyataan diatas berada dalam kategori setuju. Dapat disimpulkan
bahwa 3,95 karyawan setuju bahwa PT.Hutahean Group memberikan Pelatihan
kepada karyawan dalam mengembangkan karir karyawan.
58
c.
Pernyataan 3 : Peran manajemen sangat aktif dalam pengembangan
karir karyawan
Tabel 4.6 Tanggapan Responden Mengenai pernyataan 3
Penilaian
RataN
Fre
rata
Pernyataan
STS TS N
S
SS
o
k
(1) (2) (3) (4) (5)
3 Peran manajemen sangat
0
0
18 46
21
85
aktif dalam pengembangan
4,03
karir karyawan
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa jumlah responden yang sangat tidak setuju
tidak ada, yang netral sebanyak 18 orang, yang tidak setuju tidak ada , yang
setuju sebanyak 46 orang dan yang beranggapan sangat setuju berjumlah 21
orang. Jika dihitung rata-rata tanggapan responden sebesar 4,03 dan termasuk
kedalam kategori. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan No.3 karyawan
setuju apabila peran manajemen sangat aktif dalam pengembangan karir
karyawan.
d.
Pernyataan 4 : Pendidikan yang saya peroleh mampu mengembangkan
karir saya
Tabel 4.7 Tanggapan Responden Mengenai pernyataan 4
Penilaian
Rata N
Pernyataan
Fre rata
STS TS
N
S
SS
o
k
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Pendidikan yang
saya peroleh
4 mampu
0
0
29
43
13
85
3,81
mengembangka
n karir saya
Dari pernyataan 4 berdasarkan tabel 4.7 dapat digambarkan bahwa jumlah
responden yang sangat setuju berjumlah 13 orang, yang setuju sebanyak 43 orang,
yang netral atau cukup berjumlah 29 orang, yang tidak setuju dan yang
beranggapan sangat tidak setuju tidak ada. Dengan 85 frekuensi didapat jumlah
59
rata –rata tanggapan responden sebesar 3,81 yang masuk kedalam kategori setuju.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan yang diperoleh karyawan mampu
mengembangkan karir karyawan.
e.
Pernyataan 5 : Karir saya meningkat apabila saya rajin dan disiplin
dalam mematuhi peraturan dalam perusahaan
Tabel 4.8 Tanggapan Responden Mengenai pernyataan 5
Penilaian
Rata N
Fre
rata
Pernyataan
STS TS
N
S
SS
o
k.
(1) (2) (3)
(4)
(5)
5 Karir saya meningkat
apabila saya rajin dan
disiplin dalam
0
0
36
34
15
85
3,75
mematuhi peraturan
dalam perusahaan
Tanggapan karyawan mengenai pernyataan 5 dapat dilihat bahwa yang
menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada, 36 responden menjawab
netral, 34 responden menjawab setuju, 15 menjawab sangat setuju dan yang
menjawab sangat tidak setuju tidak ada. Dengan hasil rata – rata responden 3,75
maka dapat dikategorikan setuju dalam pernyataan 5. Oleh sebab itu, dapat
disimpulkan bahwa dengan hasil rata-rata responde sebesar 3,75 karyawan
PT.Hutahean Group beranggapan setuju terhadap pernyataan diatas bahwa Karir
saya meningkat apabila saya rajin dan disiplin dalam mematuhi peraturan dalam
perusahaan.
60
f.
Pernyataan 6 : Karir saya meningkat apabila saya rajin dan disiplin
dalam mematuhi peraturan dalam perusahaan
Tabel 4.9 Tanggapan Responden Mengenai pernyataan 6
Penilaian
Rata
N
Fre
– rata
Pernyataan
STS TS
N
S
SS
o
k
(1)
(2)
(3) (4) (5)
6 Karir saya meningkat
apabila saya rajin dan
disiplin dalam
0
0
13
47
25
85
4,14
mematuhi peraturan
dalam perusahaan
Dari pernyataan 6 berdasarkan tabel 4.9 dapat digambarkan bahwa jumlah
responden yang sangat setuju berjumlah 25 orang, yang setuju sebanyak 47 orang,
yang netral atau cukup berjumlah 13 orang, yang tidak setuju dan yang
beranggapan sangat tidak setuju tidak ada. Dengan jumlah frekuensi 85 dengan
hasil rata-rata sebesar 4,14 dan masuk kedalam kategori setuju. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa Karir saya meningkat apabila saya rajin dan disiplin dalam
mematuhi peraturan dalam perusahaan.
4.2.2.2.
Analisis Deskripsi Variabel Semangat Kerja
Dalam suatu pendapat Sri romdoniah dan Ai (2017:38) “Semangat kerja
sebagai setiap kesediaan perasaan yang memungkinkan seseorang bekerja untuk
menghasilkan kerja lebih banyak dan lebih baik. Jadi semangat kerja dapat
diartikan juga sebagai suatu iklim atau suasana kerja yang terdapat di dalam suatu
organisasi yang menunjukkan rasa kegairahan di dalam melaksanakan pekerjaan
dan mendorong mereka untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif.
Menurut data yang diperoleh peneliti saat melakukan observasi bahwa Perusahaan
Hutahaean Group di Pekanbaru Riau adalah sebuah perusahaan yang berkembang
dengan beberapa unit bisnis sbb : PT. Hutahaean bergerak dalam bidang
61
Agrobisnis dan Plantation Perkebunan Kelapa Sawit & PKS di Kab. Rokan Hulu
Riau, Perkebunan Tapioka & Pabrik Tapioka di wilayah Tapanuli Sumut. PT.
Labersa Hutahaean (kawasan Labersa) bergerak dalam bidang: Lapangan Golf 27
Hole, Country Club dan Club House, Labersa Grand Hotel & Convention Center
(Hotel berbintang 5)Labersa Water Park & Theme Park (Riau Fantasi). PT. Buluh
Cina Hutahaean bergerak dalam bidang Property PT. Irma Jaya Perkasa bergerak
dalam bidang Kontraktor. Perusahaan ini berkomitmen untuk membeli semua
produk dari perkebunan kecil tersebut. Selain perkebunan, PT. Hutahaean Group
juga memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit untuk memproses buah-buahan dari
perkebunan tersebut. Hal ini didukung dengan tanggapan responden terhadap
variabel semangat kerja melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan
PT.Hutahean Group Pekanbaru.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden untuk setiap pernyataan
yang diajukan mengenai semangat kerja pada PT.Hutahean Group. Dengan
mengetahui distribusi jawaban tersebut, maka akan dapat diketahui hasil
mengenai tanggapan responden terhadap variabel yang diteliti.
Dalam variabel semangat kerja (Y) ini diajukan 5 pernyataan kepada responden
dengan penilaian sebagai berikut :
62
Tabel 4.10 Rekapitulasi Tanggapan
Semangat Kerja.
N
o
1
2
3
4
5
Pernyataan
Saya tidak pernah absen
dalam bekerja
Saya senang bekerja
sama dengan rekan kerja
dalam menyelesaikan
pekerjaan
Saya sudah merasa
nyaman dengan
spekerjaan saya saat ini
Saya berusaha datang ke
tempat kerja lebih awal
daripada waktu yang
telah ditentukan
Saya menyenangi
pekerjaan saya disini
Responden
Penilaian
N
S
(3)
(4)
Terhadap
Fre
k
Rata
–Rata
STS
(1)
TS
(2)
0
0
40
35
10
85
3,64
0
0
25
41
19
85
3,92
0
0
28
46
11
85
3.80
0
0
29
43
13
85
3,81
0
0
36
34
15
85
3,75
Variabel Y
SS
(5)
Variabel
3,78
Dari tabel diatas untuk 5 pernyataan yang mengukur semangat kerja, maka
hasil rata – rata variabel Y adalah sebesar 3,75. Dalam rata-rata responden
tersebut akan dijelaskan dalam uraian sebagai berikut :
a.
Pernyataan 1 : Saya tidak pernah absen dalam bekerja
Tabel 4.11 Tanggapan Responden Mengenai Pernyataan 1
Penilaian
RataN
Fre
rata
Pernyataan
STS TS
N
S
SS
o
k
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
1 Saya tidak pernah
absen dalam bekerja
0
0
40
35
10
85
3,64
63
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah responden yang berpendapat
sangat tidak setuju dan tidak setuju tidak ada, yang netral sebanya 40 orang, yang
menjawab setuju sebanyak 35 orang dan yang menjawab sangat setuju sebanyak
10 orang. Hasil data terhadap pernyatan 1 dengan hasil rata-rata sebesar 3,64.
Sehingga responden berpendapat mengenai pernyataan diatas berada dalam
kategori setuju. Dapat disimpulkan bahwa 3,64 responden setuju mengenai
pernyataan bahwa Saya tidak pernah absen dalam bekerja.
b.
Pernyataan 2 : Saya senang bekerja sama dengan rekan kerja dalam
menyelesaikan
Tabel 4.12 Tanggapan Responden Mengenai Pernyataan 2
RataPenilaian
N
Fre rata
Pernyataan
STS TS
N
S
SS
o
k
(1) (2) (3) (4) (5)
2 Saya senang bekerja
sama dengan rekan kerja
0
0
25
41
19
85
3,92
dalam menyelesaikan
pekerjaan
Semangat kerja karyawan terhadap perusahaan dapat kita lihat dari
pernyataan 2. Dari 85 responden yang menjawab sangat setuju 19 orang, 41 orang
menjawab setuju, 25 orang menjawab netral atau cukup, yang menjawab tidak
setuju dan yang beranggapan sangat tidak setuju tidak ada. Dengan tingkat ratarata 3,92 dan masuk dalam kategori setuju, yang artinya
meyatakan setuju mengenai pernyataan 2.
dari 85 responden
64
c.
Pernyataan 3 : Saya sudah merasa nyaman dengan pekerjaan saya
saat ini
Tabel 4.13 Tanggapan Responden Mengenai Pernyataan 3
Penilaian
Skala
N
Liker
Pernyataan
∑
STS TS N
S
SS
o
t
(1) (2) (3) (4) (5)
3 Saya sudah merasa
nyaman dengan pekerjaan
0
0
28 46
11
85
3.80
saya saat ini
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah responden yang sangat tidak
setuju tidak ada dan yang tidak setuju tidak ada, yang menjawab netral sebanyak
28 orang, yang menjawab setuju sebanyak 46 orang sedangkan yang menjawab
sangat setuju sebanyak 11 orang. Hasil data terhadap pernyataan 3 dengan ratarata tanggapan responden sebesar 3,80 dan masuk dalam kategori setuju. Sehingga
Dapat disimpulkan bahwa responden setuju mengenai pernyataan diatas.
d.
Pernyataan 4 : Saya berusaha datang ke tempat kerja lebih awal
daripada waktu yang telah ditentukan
Tabel 4.14 Tanggapan Responden Mengenai Pernyataan 4
Penilaian
RataN
Fre
rata
Pernyataan
STS TS
N
S
SS
o
k
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
4 Saya berusaha datang
ke tempat kerja lebih
0
0
29
43
13
85
3,81
awal daripada waktu
yang telah ditentukan
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah responden yang tidak
berpendapat sangat tidak setuju tidak ada dan yang tidak setuju tidak ada, yang
netral sebanya 29 orang, yang menjawab setuju sebanyak 43 orang dan yang
menjawab sangat setuju sebanyak 13 orang. Hasil data terhadap pernyatan 4
dengan hasil rata-rata sebesar 3,81 berada dalam kategori setuju. Dapat
65
disimpulkan bahwa 3,81 responden setuju mengenai pernyataan bahwa Saya
berusaha datang ke tempat kerja lebih awal daripada waktu yang telah ditentukan.
e.
Pernyataan 5 : Saya menyenangi pekerjaan saya disini
Tabel 4.15 Tanggapan Responden Mengenai Pernyataan 4
Penilaian
RataN
Fre
rata
Pernyataan
STS TS
N
S
SS
o
k
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
5 Saya menyenangi
pekerjaan saya disini
0
0
36
34
15
85
3,75
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah responden yang sangat tidak
setuju dan yang tidak setuju tidak ada, yang menjawab netral sebanyak 36 orang,
yang menjawab setuju sebanyak 34 orang sedangkan yang menjawab sangat
setuju sebanyak 15 orang. Hasil data terhadap pernyataan 5 dengan rata-rata 3,75
berada dalam kategori setuju. Dapat disimpulkan bahwa responden setuju
mengenai pernyataan diatas.
4.3
Uji Instrumen Penelitian
4.3.1
Uji Validitas
Instumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan
data itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur
apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2010: 172). Uji validitas merupakan
derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian
dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2012: 455). Suatu
sistem dikatakan valid jika nilai r
Dimana r
tabelnya
hitung
> r
tabel
maka variabel tersebut valid.
adalah 0,2108. Berikut ini adalah hasil pengujian validitas
instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.
66
a.
Pengembangan karir
Tabel berikut adalah hasil uji validitas iten pernyataan variabel
pengembangan karir berdasarkan penyebaran kuesioner yang dilakukan di PT.
Hutahean Group adalah sebagai berikut :
No
1
2
3
Tabel 4.16 Hasil Uji Validitas Pengembangan Karir
Pernyataan
r hitung
r tabel
Keterangan
Kesempatan untuk
berkembang dalam
0,822
0,2108
Valid
karir terbuka bgi
seluruh karyawan
Pelatihan yang saya
peroleh bermanfaat
dalam
0,824
0,2108
Valid
mengembangkan karir
saya
Peran manajemen
sangat aktif dalam
0,801
0,2108
Valid
pengembangan karir
karyawan
Pendidikan yang saya
peroleh mampu
4
mengembangkan karir
saya
Karir saya meningkat
apabila saya rajin dan
5
disiplin dalam
mematuhi peraturan
dalam perusahaan
Karir saya meningkat
apabila saya rajin dan
6
disiplin dalam
mematuhi peraturan
dalam perusahaan
Sumber : Data Primer diolah,2020
0,834
0,2108
Valid
0,652
0,2108
Valid
0,576
0,2108
Valid
Berdasarkan hasil pengujian data yang terlihat bahwa nilai r
maka semua item pernyataan yang digunakan valid.
hitung
>r
tabel,
67
b.
Semangat Kerja
Tabel berikut ini adalah hasil uji validitas item pernyataan Semangat Kerja
adalah sebagai berikut :
Tabel 4.17 Hasil Uji Validitas Semangat Kerja
No
Pernyataan
r hitung
r tabel
Saya tidak pernah absen
1
0,637
0,2108
dalam bekerja
Saya senang bekerja
sama dengan rekan kerja
2
0,704
0,2108
dalam menyelesaikan
pekerjaan
Saya sudah merasa
3 nyaman dengan
0,582
0,2108
pekerjaan saya saat ini
Saya berusaha datang ke
tempat kerja lebih awal
4
0,338
0,2108
daripada waktu yang
telah ditentukan
Saya menyenangi
5
0,494
0,2108
pekerjaan saya disini
Sumber : Data Primer diolah,2020
Berdasarkan hasil pengujian data yang terlihat bahwa nilai r
Keterangan
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
hitung
>r
tabel,
maka semua item pernyataan yang digunakan valid
4.3.2
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat
ukur dalam penggunaannya. Suatu alat ukur dikatakan reliabel apabila dalam
beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok atau subjek yang sama
diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek dalam diri kelompok atau subjek
yang diukur belum berubah. Untuk mencapai hal tersebut, dilakukan uji
reliabilitas dengan menggunakan metode alpha cronbach’s dengan nilai diatas
0,60. Pengambilan keputusan berdasarkan jika nilai alpha melebihi 0,60 maka
pernyataan variabel tersebut tidak reliabel. Uji reliabilitas dilakukan dengan
68
menggunakan program komputer yaitu SPSS 23,0 . Berikut adalah tabel hasil uji
reliabilitas untuk penelitian ini.
Tabel 4.18
No
VariabeL
Hasil Uji Reliabilitas
Nilai alpha cronbach’s
1
Pengembangan karir (X) 0,752
2
Semangat kerja (Y)
0,620
Sumber : Data Primer diolah,2020
Nilai
standar
0,60
0,60
Keterangan
Reliabel
Reliabel
Berdasarkan hasil pengujian alat ukur yang digunakan dalam penelitian
ini, nilai alpha cronbach’s yang dihasilkan dengan pengolahan menggunakan
bantuan spss berada diatas 0,60 maka kedua variabel diatas dinyatakan reliabel.
4.4
Uji Normalitas P plot ( Probability plot )
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,
variabel terikat, variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal atau
tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau
penyebaran data statistik pada sumbu diagonal dari grafik distribusi normal.
Pengujian normalitas dalam pengujian ini menggunakan analisis grafik. Dengan
melihat kurva P - Probability plot ( P plot ) yang membandingkan distribusi
sesungguhnya dengan distribusi normal.
69
Gambar 4.2 Uji Normalitas Garis P – Plot
Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa data variabel independent (
Pengembangan Karir ) dan variabel dependent (Semangat Kerja) mempunyai
distribusi Normal, karena data – data yang telah diolah banyak menyebar disekitar
garis diagonal dan mengikuti garis diagonal tersebut, Sehingga dapat disimpulkan
bahwa data yang telah di uji terdistribusi secara normal dan dapat digunakan.
4.5
Regresi Linier Sederhana
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengembangan karir
terhadap semangat kerja karyawan PT. HUTAHEAN Group. Maka pengujian
dilakukan dengan analisis regresi linear sederhana. Menurut Sugiyono ( 2014 :
270) “ regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal
satu variabel independen dengan satu variabel dependen”. Regresi linier
sederhana digunakan untuyk menguji satu variabel bebas terhadap variabel terikat.
70
Tabel 4.19 Hasil Analisis Regresi Sederhana.
Coefficientsa
Model
1
Unstandardized
Standardized
Coefficients
Coefficients
B
(Constant)
pengembangan
karir
Std. Error
12,895
1,675
,259
,071
Beta
t
,371
Sig.
7,699
,000
3,634
,000
a. Dependent Variable: Semangat kerja
Sumber : Data Primer diolah,2020
Berdasarkan Tabel 4.19 tersebut dapat diketahui persamaan Regresi Linier
Sederhana sebagai berikut :
Persamaan Regresi Linier Sederhana :
Y = a +BX
Y = 12,895 + 0,259X
Dalam persamaan Regresi Linier Sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.
Nilai konstanta ( a) sebesar 12,895 artinya adalah apabila pengembangan
karir diasumsikan bernilai nol (0), maka semangat kerja karyawan PT.
Hutahean Group sebesar 12,895.
2.
Nilai Koefisien Regresi sebesar 0,259 yang menyatakan bahwa jika
pengembangan karir PT.Hutahean Group mengalami penurunan 1 satuan,
maka semangat kerja karyawan PT.Hutahean Group akan mengalami
penurunan sebesar 0,259. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan
positif antara pengembangan karir dengan semangat kerja. Jadi, semakin
baik pengembangan karir maka semakin meningkat nilai semangat kerja.
71
4.6
Hasil Uji Hipotesis
4.6.1
Uji Secara Parsial ( Uji T)
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
variabel independen terdapat variabel dependen dengan asumsi variabel lainnya
adalah konstan. Pengujian dilakukan dengan dua arah, dengan tingkat keyakinan
sebesar 95% dan dapat dilakukan uji tingkat signifikan pengaruh hubungan
variabel independen secara individual variabel dependen. Dimana tingkat
signifikansi ditentukan sebesar 5% dan df = n-k-1. Adapun kriteria pengambilan
keputusan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.
Jika nilai sig < 0,05, atau t
hitung
> t tabel , maka terdapat pengaruh variabel x
terhadap variabel Y atau H0 di tolak dan H1 diterima.
2.
Jika nilai sig > 0,05, atau t
hitung
< t
tabel
maka tidak terdapat pengaruh
variabel X terhadap variabel Y atau H0 diterima dan H1 ditolak.
T tabel = (α/2 ; n – k-1 )
T tabel = ( 0,05 / 2 ; 85 – 1 – 1 )
= ( 0.025 ; 83 )
= 1,988
Berikut ini adalah hasil pengujian uji T dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
72
Tabel 4.20 Hasil Pengujian Hipotesis H1 dengan uji t
Coefficientsa
Model
1
Unstandardized
Standardized
Coefficients
Coefficients
B
(Constant)
Std. Error
12,895
1,675
,259
,071
pengembangan
karir
Beta
t
,371
Sig.
7,699
,000
3,634
,000
a. Dependent Variable: Semangat kerja
Sumber : Data Primer diolah,2020
H1 = Diduga pengembangan karir berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan
di PT.Hutehean pekanbaru.
Berdasarkan Tabel 4.20 maka dapat diketahui sebagai berikut :
1.
Pengujian H1, diketahui nilai sig untuk pengembangan karir (X) sebesar
0,000 dengan tingkat signifikan 5%. Untuk pengaruh pengembangan karir
terhadap semangat kerja (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 (5%). Jadi nilai t
hitung
3,634 > t
tabel
1,988, maka dapat diartikan bahwa hipotesis nol (H0)
ditolak dan H1 di terima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh pengembangan karir terhadap semangat kerja karyawan pada
PT.Hutahean Group.
4.7
Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel
bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Semakin tinggi koefisien
determinasi, maka semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan
variasi perubahan pada variabel terikat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel
dibawah ini :
73
Tabel 4.21 Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Adjusted R
Model
1
R
R Square
,371a
Square
,137
Std. Error of the Estimate
,127
1,79130
a. Predictors: (Constant), pengembangan karir
b. Dependent Variable: Semangat kerja
Sumber : Data Primer diolah,2020
Berdasarkan output diatas diketahui bahwa nilai R Square sebesar 0,137.
Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh pengembangan karir (X) terhadap
semangat kerja (Y) sebesar 0,137 atau setara dengan 13,7%.
4.8
Pembahasan
Dari hasil analisis dengan menggunakan uji regresi Linier sederhana dan
uji hipotesis dapat dilihat bahwa uji secara parsial (Uji T ) dengan pengujian H 1
diperoleh nilai signifikan dengan diduga pengembangan karir secara signifikan
berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan adalah sebesar 0,000 < 0,05
dengan nilai t hitung 3,634 > t tabel 1,988.
Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan diatas diperoleh hasil
bahwa varibel (X) pengembangan karir berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel (Y) semangat kerja pada PT. Hutahean Group.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa pengembangan karir berpengaruh
terhadap semangat kerja. Dimana perusahaan perlu memperhatikan variabel
pengembangan karir karena mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
semangat kerja.
74
Download