Uploaded by felicialeemann08

RMK Ch 1 Audit Internal

advertisement
NAMA
NIM
: FELICIA LEEMANN
: A031181053
GAMBARAN UMUM AUDIT INTERNAL
Evolusi Audit Internal
Pada awalnya audit internal berfungsi sebagai “adik” dari profesi auditor eksternal
dengan pusat perhatian pada penilaian atas keakuratan angka-angka keuangan.
Namun saat ini audit internal telah memisahkan diri menjadi disiplin ilmu yang
berbeda dengan pusat perhatian yang lebih luas. Audit internal modern
menyediakan jasa-jasa yang mencakup pemeriksaan dan penilaian atas control,
kinerja, risiko, dan tata kelola perusahaan public maupun privat. Karena pergeseran
pandangan atas fungsi audit internal ini baru terjadi akhir-akhir ini saja, maka audit
internal yang memiliki aspek kerja yang lebih luasini sering disibeut sebagai audit
internal modern.
Audit Internal di Abad-Abad Permulaan
Setidaknya ilmu dan profesi audit internal telah dimulai pada 3.500 SM. Catatan
sejarah ini mengenai peradaban Mesopotamia menunjukkan adanya tanda kecil
yang dibuat disamping angka transaksi keuangan ( Tanda titik,silang, dan centang).
Tanda yang ada pada saat itu merupakan potret dari system verifikasi yang telah
dijalankan.
Sejarah mencatat bahwa masyarakat mesir,cina, Persia, danYahudi pada abad-abad
permulaan menerapkan system yang sama. Ong mesir mensyaratkan adanya saksi
transaksi penyerahan padi ke lumbung desa dan mensyaratkan adanya dokumen
yang sah untuk transaksi tersebut. Orang yunani mementingkan control atas
transaksi –transaksi keuangan dan kerajaan Romawi kuno menerapkan system
dengar laporan.
Audit Internal di Abad- Abad Pertengahan
Ketika kerajaan romawi jatuh sistemt moneter dan control internal pun hancur. Baru
pada akhir abad pertengahan para penguasa meminta bukti penerimaan yang
menjadi hak mereka. Para raja dan hakim menerapkan audit awal, yang kemudian
diikuti oleh abdi Negara yang ditunjukkan selanjutnya. Perdagangan italia yang
ekspansif pada abad ke 13 membutuhkan pencatatan yang lebih rumit sehingga
lahirlah system pembukuan berpasangan ( double-entry) yakni setiapt transaksi
dicatat baik pada sisi debit dan kredit.
Audit Internal di Masa Revolusi
Audit sebagaimana yang dikenal sekarang dimulai ketika terjaadi revolusi industry
di inggris. Perusahaan –perusahaan mempekerjakan akuntan untuk memeriksa
catatan keuangannya. Lebih dari sekedar “mendengarkan”, verifikasi audit
kemudian berkembang menjadi verifikasi catatan tertulis dan perbandingan angkaangka yang tertera pada jurnal dengan bahan bukti dokumennya Audit Internal di
Tahun-Tahun Belakangan Ini Audit, bersamaaan dengan investasi yang dilakukan
orang-irang inggris, melintasi lautan menuju amerika serikat pada bada ke -19.
Orang-orang kaya raya dari ingris menginvestasikan dana yang cukup besar di
perusahaan –perusahaan amerika serikat, dan menginginkan adanya verifikasi
independen atasa investasi mereka. Auditor-Auditor Inggris membawa metode dan
prosedur audit yang kemudian diadaptasi Kolonila Inggris demi kepentingan
mereka sendiri.
Audit Di Amerika Serikat
Setelah pereang Dunia I, perekonomian AS mengalami peningkatan. Banyak
perusahaan mempublikasikan lapoan keuangan yangdi audit meskipun tidak
disyaratkan. Namun Pada Umumnya audit lebih ditujukan kepada kepentinga para
banker yang mencurigai pelaporan di neraca yangkeliatannya terlalu optimis
sehingga memerlukan verifikasi yang independen dan dapat dipercaya.
Perkembangan audit internal selanjtnya bias dikatakan bersumber dari
meningkatnya kompleksifitas operasi perusahaan dan pemerintahan.
Pencapaian Identitas Diri Auditor Internal
Istilah auditor internal dan audit internal menimbulkan perbedatan konotasi pada
sebagian pendiri IIA. Mereka mencari istilah atau frase yang bias lebih
baik menjelaskan peranan auditor internal, namun tak satupun istilah yang muncul.
Para pendiri IIA berharap bahwa tindakan nyata akan lebih bermanfaat bagi profesi
auditor internal dalam mencapai jati dirinya ketimbang mencari istilah yang
mendeskripsikan profesi tersebut.
Auditor Eksternal dan Auditor Internal
Aktivitas audit internal dan eksternal bisa jadi tumpang tindih dalam hal-hal seperti
penelaahan kecukupan control pada fungsi akuntansi, namun perbedaan antara
kedua bidang ini jauh lebih banyak daripada kesamaannya akibat adanya tujuan
yang berbeda. Pengalaman dibidang akuntansi dapat membantu dalam penyusunan
program audit, mengevaluasi system, menaganalisis transaksi , mengidentifikasi
kerusakan produk, dan memeprsiapkan kertas kerja, sehingga banyak auditor
internal direkrut dari profesi akuntan public.
Misi Auditor Eksternal dan Internal
Tanggungjawab utama auditor eksternal adalah memberikan opini atas laporan
keuangan perusahaan. Tujuan auditor eksternal adalah menentukan kewajaran
penyajian posisi keuangan perusahaan dan hasil-hasil usaha untuk periode tersebut.
Auditor internal memberikan informasi yang diperlukan manajer dalam
menjalankan tanggungjawab mereka secara efektif. Audit internal bertindak
sebagai penilai independen untuk menelaah operasional perusahaan dengan
mengukur dan mengevaluasi kecukupan control serta efisiensi dan efektivitas
kinerja perusahaan.
Perbedaan antara Auditor Eksternal dan Internal
Auditor eksternal tidak terlalu memperhatikan kecurangan atau pemborosan yang
tidak memiliki dampak yang signifikan, atau tidak material, terhadap laporan
keuangan. Disisi lain pihak auditor internal sangat memerhatikan pemborosan dan
kecurangan, dari mana pun sumbernya dan sekecil apa pun jumlahnya.
Perbedaan utama antara auditor internal dan eksternal disarikan pada table berikut
ini. Posisi dan focus perhatian dari auditor internal modern disbanding dengan
auditor eksternal yang berorientasi pada aspek keuangan.
Menuju sebuah Defenisi Audit Internal
Auditor Internal di seluruh dunia melakukan pekerjaan mereka secara berbeda,
tergantung pada lingkup audit yang diinginkan manajemen senior. Akibatnya sulit
mendefenisikan berbagai aktivitas yang dilakukan auditor. IIA Memperkenalkan
standards for the Proffesionall Practice of Internal Auditing- SPPIA yang berisi
defenisi berikut ini: “audit internal adalah fungsi penilaian independ yang dibentuk
dalam perusahaan untuk memeriksa dan mengevaluasi aktivitas-aktivitasnya
sebagai jasa yang diberikan kepada perusahaan.”
Pada musim semi tahun 1999 GTF menyerahkan defenisi berikut ini untuk tanggapi
oleh para anggota IIA : Audit internal adalah sebuah aktivitas konsultasi dan
keyakinan objektif yang dikelola secara independen di dalam organisasidan
diarahkan organisasi dan diarahkan oleh filosofi penambahan nilai untuk
meningkatkan operasional perusahaan. Audit tersebut membantu organisasi dalam
mencapai tujuannya dengan menerapkan pendekatan yang sistematis dan
berdisiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses pengelolaan
risiko, kecukupan control, dan pengelolaan organisasi. Audit internal merupakan
profesi yang dinamis dan terus berkembang yang mengantisipasi perubahan dalam
lingkungan operasinya dan beradaptasi terhadap perubahan dalam struktur
organisasi, proses, dan teknologi. Profesionalisme dan komitmen yang tinggi
difasilitasi dengan bekerja dalam kerangka praktik profesionalyang dikembangkan
oleh institute Of Internal Auditor. Pada bulan Juli 1999 Dewan Direksi IIA
menagdopsi defenisi berikut: Audit Internal adalah aktivitas independen, keyakinan
objektif dan konsultasi yang dirancang untuk memberi nilai tambah dan
meningkatkan operasi organisasi. Audit tersebut membantu organisasi mencapai
tujuannya dengan menerapkan pendekatan yang sistematis dan berdisiplin untuk
mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses pengelolaan risiko, kecukupan
control, dan pengelolaan organisasi.
Untuk tujuan penggunaan di buku ini, defenisi beriut ini telah diciptakan untuk
menggambarka lingkup audit internal modern yang luas dan tak terbatas.
“audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan
auditor internal terhadap operasi dan control yang berbeda-beda dalam organisasi
untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dn dapat
diandalkan; (2) risiko yang diahdapi perusahaan telah diidentifikasi dan
diminimalisasi; (3) peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang
bisa diterima telah diikuti;(4) kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi; (5)
sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis; dan (6) tujuan organisasi
telah dicapai secara efektif- semua dilakukan denga tujuan untuk dikonsultasikan
dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan
tanggungjawab secara efektif. Definisi Audit Internal Berdasarkan Tujuan dan
Ruang Lingkupnya (Boynton, Johson, & Kell) Bagian-bagian penting dalam
definisi Auditing Internal sebagai berikut :
1. Internal menunjukkan bahwa aktivitas auditing dilaksanakan dalam
organisasi
2. Independen dan objektif menjelaskan bahwa pertimbangan auditor akan
bernilai bila bebas dari bias atau penyimpangan
3. Pendekatan yang sistematis dan berdisiplin menyiratkan bahwa auditor
internal mengikuti standar professional yang mengatur pekerjaan audit
internal
Membantu organisasi mencapai tujuaannya menunjukkan bahwa auditing
internal dilakukan untuk membantu dan memberi manfaat bagi keseluruhan
organisasi dan diarahkan oleh sasaran serta tujuan organisasi tersebut.
Profesi Audit Internal
Katalog kriteria berikut ini sering digunakan untuk menilai kualitas
professional suatu jabatan :
1. Pelayanan kepada public. Auditor internal memberikan jasa untuk
meningkatkan penggunaan sumber daya secara efisien dan efektif.
2. Pelatihan Khusus berjangka panjang. Dalam beberapa kasus dan beberapa
Negara di dunia, depratemen audit internal menerima oranng yang memiliki
pendidikan atau pelatihan yang bervariasi.
3. Menaati kode etik. Anggots IIA harus menaatikode etik IIA.
4. Menjadi anggota asosiasi dan mengahdiri pertemuan-pertemuan. IIA
memang sebuah asosiasi professional.
5. Publikasi jurnal yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian praktik. IIA
mempublikasikan jurnal teknis, yang bernama internal auditor serta jurnal
teknis jurnal penelitian, monografi, penyajian secara audiofisual, dan bahanbahan intruksional lainnya.
6. Menguji Pengetahuan para kandidat Auditor bersertifikat.
7. Lisensi oleh Negara atau sertifikasi oleh dewan.
Pernyataan Tanggung jawab Audit Internal
Pernyataan tanggungjawab Audit Internal yang asli diterbitkan oleh IIA pada tahun
1947, pernyataan tersebut (sekarang telah dihapuskan) direvisi tahun1990, dengan
memasukkan konsep-konsep yang telah dibangun sebelumnya, termasuk
perubahan yang diperlukan untuk profesi pada saat itu. Beberapa perubahan yang
besar yang telah dilakukan adalah:

Kata-kata “pernyataan tentang” ditambahkan ke judul pada pertanyaan 1957

Pernyataan tahun 1947 berisikan pendahuluan yang menunjukkan
persetujuan dari dewan direksi IIA dan mengarah pada perubahan profesi
yang konstan;tetapi kemudian Pendahuluan dihapuskan pada pernyataan
1971

Kata-kata “sebagai jasa manajemen” pertama kali ditambahkan pada
pernyataan 1957, tetapi standar kemudai memperluas konsep jasa auditor
internal untuk mencakup lembaga-lembaga pembuat kebijakan seperti
dewan direksi. Kata manajemen juga kemudian diganti menjadi
“organisasi” pada pernyataan 1981

Pada pernyataan 1971, frase” akuntansi,keuangan dan operasional lainnya”
digantikan dengan satu kata “operasional” untuk menggambarkan sifat
komprehensif dari audit internal yang modern.

Pernyataan
1957 berisi
kata-kata
“
menyediakan
analisis
objektif,penilaian,rekomendasi, dan tanggapan yang berkaitan kepada pihak
manajemen.” Pernyataan 1981menambahkan kata “nasihat” untuk
menyesuaikan dengan standar dan menunjukkan bahwa auditor internal
lebih berperan sebagai penasihat, bukan pengkritik.

Pernyataan 1947 berisi kata-kata “menelaah dan menilai kinerja
berdasarkan kebijakan,rencana,dan prosedur.” Pernyataan 1957
memperluas konsep ini dengan “ kualitas kinerja dalam melakukan
tanggungjawab yang diemban.”

Berdasarkan pernyataaan 1971 “ tanggungjawab audit internal harus
ditetapkan secara jelas dalam kebijakan manajemen.” Pernyataan 1981
mengikuti standar, menyarankan bahwa kebijakan mengenai audit internal
tidak hanya harus disetujui oleh manajemen tetapi juga diterima oleh dewan.

Rujukan pertama ke kode etik muncul di pernyataan 1971. Pernyataan 1981
juga menambahkan rujukan standar.
Kode Etik
Kode etik professional disusun sebagai hasil dari hubungan yang khusus antara
anggota profesi dank lien mereka. Komite Etik Internasional (Internasional Ethics
Committee-IEC) mengeluarkan seperangkat rencana pernyataan baru tentang etika
pada 1 oktober 1999. Versi akhir disetujui oleh dewan direksi pada tanggal 17 Juni
2000. Terdapat dua perubahan besar pada kode etik yang baru.
1. Kode etik tersebut berlaku bagi semua auditor internal. Tidak hanya anggota
IIA dan CIA
2. Kode etik tersebut dibagi dalam, tiga bagian utama: Pendahuluan,Prinsioprinsip Dasar,Aturan Etika
Pada dua bagian terakhir, Kode etik dibagi dalam lima bagian
1. Integritas
2. Objektivitas
3. Kerahasiaan
4. Profesionalisme
5. Kompetensi
Common Body of Knowledge
Commonn Body of Knowledge (CBOK) IIA diadopsi tahun 1972 dan direvisi serta
diterbitkan kembali tahun 1992. Revisi tersebut mencakup 334 jenis kompetensi
yang dialokasikan ke 20 disiplin ilmu berbeda.
Temuan- Temuan CFIA
Misi dari tim penelitian tim CFIA, yang dipimpin oleh direktur proyek William
Birkett, adalah untuk mencari esensi profesi audit internal secara umum dan untuk
memperbaharui informasi tentang kompetensi yang dibutuhkan oleh auditor
internal disluruh dunia.
Studi CFIA menekankan bahwa perubahan yang terjadi secara luas pada
lingkungan bisnis harus disandingkan dengan perubahan dalam audit internal,
khususnya dalam masalah ekspektasi yang dimiliki organisasi terhadap profesi ini,
cara para praktisi melakukan pekerjaannya , dan interaksi anatara audit internal dan
para penyedia jasa lainnya. Hasil studi menyarankan pelaksanaan tugas audit
internal secara penuh yang mencakup:
1. Menjaga hubungan dengan komunikasi yang baik dalam organisasi
2. Menentukan risiko-risiko yang diahadapi saat ini dan di masa yang akan
datang
3. Berbagi keahlian, pengetahuan dan ide-ide
4. Mengembangkan pemahaman di organisasi menyangkut risiko dan control
5. Memfasilitasi pengadopsian dan penerapan control self assessment
Empat pernyataan para tim peneliti diintegrasikan dalam lima modul studi :
1. Audit internal : Perspektif Global
2. Kompetensi : Praktik terbaik dan Praktisi yang Kompeten
3. Pengetahuan mengenai Audit Internal ; Perspektig Global
4. Misi Depan Audit Internal : Studi Delphi
5. Menentukan Kompetensi dalam Audit Internal ; Struktur dan Metodologi
Berikut ini merupakan cakupan pelaksanaan tugas audit internal secara penuh
perdasarkan hasil studi CFIA:
1. Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik di dalam orgaisasi.
2. Menentukan risiko-risiko yang dihadapi saat ini dan di masa yang akan
dating.
3. Berbagia keahlian, pengetahuna dan ide-ide.
4. Mengembangkan pemahaman di organisasi menyangkut risiko dan control.
5. Memfasilitasi pengadopsian dan penerapan control self-assessment.
Tahun 1996, IIA memulai program penyusunan kerangka kerja global yang dimulai
denga perumusan definisi audit internah “audit internal adalah suatu proses yang
dengan organisasi memperoleh keyakinan bahwa risiko yang dihadapi telah
dipahami dan dikelola dengan layak dalam konteks perubahan yang
dinamis.” Dari definisi di atas dapat di jelaskan lebih lanjut bahwa kompetensi
menjadi hal yang mutlak karena hal ini berkitan dengan pemanfaatan pengetahuan,
keahlian dan perilaku dalam bekerja, sehingga dirasa perlu adanya standar
kompetensi. Standar kompetensi ini dimaksudkan untuk menghubungkan antara:
1. Tugas-tugas yang akan dikerjakan.
2. Konteks tempat pekerjaan yang akan dilakukan
3. Criteria kinerja yang spesifik.
4. Sifat-sifat khusus yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dengan baik.
Dengan adanya standar kompetensi, diharapkan bahwa dapat memenuhi hasil
hdasil yang diharapkan dari unit-unit kompetensi tertentu. Standar kompetensi audit
internal berlaku sebagai acuan atau tolok ukur yang dihasilkan secara independen
dengan sudut pandang global sehingga dapat digunakan oleh pihak-pihak yang
berkepentingan untuk keperluan masing-masing.
Standar kompetensi audit internal dapat digunakan sebagai:
1. Rujukan praktik-praktik terbaikyang dijalankan di lapangan.
2. Sumber pengembangan di dalam organisasi.
3. Kerangka kerja untuk menilai hubungan antara pratik, pendidikan ,dan
pelatihan.
4. Sarana untuk memfasilitasi komunikasi secara global di antara pihak-pihak
yang berkepentingan tentang audit internal.
Standar CIFA dalam pengunaannya didapat disesuaikan dengan kebutuhan
perusahaan dalam artian bahwa standar tersebut bergungsi sebagai acuan yang
independen sekaligus sebagai sumber yang bias beradaptasi dengan berbagai
kegunaan.
Standards for the Progessional Practice of Internal Auditing yang Pertama Kali
DisusunJuni 1978 dirumuskan lima standar uum kerangka dasar audit internal
dalam komferensi internasional di San Fransisco yakni:
1. Independensi
2. Keahlian professional,
3. Lingkup pekerjaan,
4. Pelaksanaan pekerjaan audit, dan
5. Pengelolaan departemen audit internal.
Kelima standar umum ini memilki 25 standar khusus dan setiap standar khusus
terdapat pedoman untuk mengikuti standar tersebut. Tujuan dibuatnya standar ini
antara lain:
1.
Menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang mencerminkan praktik audit internal
yang seharusnya dilakukan.
2.
Memberikan kerangka kerja untuk melaksanakan dan meningkatkan lingkup
aktvitas audit internal yang bernilai tambah.
3.
Menetapkan dasar pengukuran kinerja audit internal.
4.
Membantu perkembangan proses organisasional dan operasi.
Standar praktik professional audit internal terdiri atas Standar Atribut, Standar
Kerja, dan Standar Implementasi. Standar atribut memaparkan karakteristik
organisasi dan individu yang melakukan aktvitas internal. Standar kerja
menjelaskan sifat aktvitas audit internal dan criteria kualitas untuk menilai jasa
yang telah dilaksanakan. Standar implementasi merupakan penerapan standar
atribut dan standar kerja untuk penugasan khusus (misalnya audit ketaatan,
investigasi kecurangan, atau proyek penilaian sendiri atas control).
Perbedaan-perbedaan Dalam penetapan Standar
Setiap perusahaan memiliki karakteristik tersendiri barkaitan dengan operasi
maupun berkaitan dengan audit internal. Perbedaan ini memaksa diperlukannya
sebuah standar yang mengatur secara umum ruang lingkup audit internal. Jika
dalam perjalanan waktu ditemukan adanya ketidak sesuaian atau penapsiran yang
berbeda dalam penerapan standar audit, maka seorang auditor dapat menyampaikan
ke dewan standar audit internal guna di telaah lebih jauh guna perbaikan pada
standar di masa yang akan datang.
Program Sertifikasi
Persyaratan Sertifikasi CIA
Sertifikat CIA merupakan sertifikat yang diterima dan diakui secara global. Untuk
memperoleh gelar ini, seorang auditor harus melalui syarat-syarat berikut ini:
1. Pendidikan
Calon pendaftar CIA harus memiliki pendidikan yang layak dan di akui oleh IIA
dan berasal dari universitas yang di akui oleh IIA. Sebagai bukti bahwa anda telah
menyelesaikan pendidikan maka perlu menunjukkan bukti berupa:
 Salinan gelar atau transkrip resmi
 Sebuah surat dari universitas Anda mengkonfirmasikan gelar Anda
 Sebuah surat dari layanan evaluasi yang menegaskan tingkat gelar Anda

Sampai saat ini, IIA tidak menerima segala bentuk pengalaman kerja di
tempat pendidikan. Ini karena telah berubah, dan kandidat yang sekarang
berhak untuk mengambil ujian CIA jika memenuhi salah satu kondisi
berikut:
 Memiliki attaine 2 tahun pendidikan pasca-sekolah menengah ditambah
5 tahun pengalaman kerja diverifikasi audit internal atau setara, atau
 Dapat menunjukkan 7 tahun pengalaman kerja diverifikasi audit internal
atau setara
2. Pengalaman Kerja
Bagi anda yang belum memiliki pengalaman kerja (fresh graduated) akan di tuntut
untuk menyelesaikan pengalaman kerja diverifikasi sebagai auditor internal atau
setara (pengalaman kerja yang dapat diklasifikasikan sebagai "setara" termasuk
kepatuhan, audit eksternal, pengendalian internal, dan jaminan kualitas) selama 24
bulan.Jika anda telah menyelesaikan gelar master, maka pengalaman kerja minimal
12 bulan.
3. Referensi karakter
Seorang auditor dituntut untuk tidak hanya profesionalisme tetapi juga
menampilkan tingkat integritas dan moralitas sehingga sehingga diperlukan sebuah
referensi yang telah ditandatangani oleh CIA, CGAP, CCSA, CFSA, CRMA, atau
supervisor ditempat kerja anda.
4. Daftar untuk Ujian
Jika terlah memenuhi syarat di atas, maka tahap berikutnya adalah menaftarkan diri
untuk mengikuti ujian. Sekiranya ada empat bagian ujian yang harus diselesaikan
dalam 4 tahun. Jika melewati batas waktu tersebut maka semua biaya ujian tersebut
akan hangus.
 Bagian I: proses audit internal. Teori dan praktek audit internal. Topic-topik
utama mencakup audit, profesionalisme dan kecurangan
 Bagian II: keahlian dibidang audit internal. Penyelesaian masalah dan
pengevaluasian bahan bukti audit, pengumpulan data, dokumentasi, dan
pelaporan: dan pengambilan sampel dan perhitungan matematika
 Bagian III: control manajemen dan teknologi informasi. Dasar-dasar ilmu bisnis
yang diperlukan untuk audit internal. Pengujian mencakup control manajemen,
manajemen operasi dan TI.
 Bagian IV: lingkungan audit. Akuntansi keuangan, keuangan, akuntani
manajemen, dan lingkungan regulasi.
5. Siapkan untuk Ujian
Persiapan yang matang diperlukan untuk mengikuti ujian ini, sebab biaya yang
dikeluarkan cukup mahal dan jangan sampai kesempatan ini lewat dengan sia-sia.
6. Ambil Ujian
Sekiranya terdapat empat tahapan atau bagian dalam ujian sertifikat CIA dan
semuanya menggunakan computer sehingga memungkinkan calon untuk menguji
di lebih dari 500 lokasi yang berbeda.
7. Dapatkan Sertifikat Anda
Setelah anda dinyatakan telah memenuhi syarat dan lulus makan anda dapat
langsung memesan sertifika CIA anda. Untuk memperolehnya, silahkan login ke
CCMS dan lengkapi formulir pemesanan dan sertifikat tersebut akan dikirim
langsung. Jika membutuhkan cetak ulang, akan dikenakan biaya $50.
Sertifikat Khusus
Selain sertifikat CIA, terdapat 4 sertifikat khusus yang dikeluarkan oleh IIA antara
lain?
Certified Control Self Assessment (CCSA)
CCSA diterbitkan pula oleh IIA. CCSA merupakan pemahaman terhadap dasardasar penilaian pengendalian secara pribadi terkait seperti risiko, kontrol, dan
tujuan bisnis.
Certified Government Audit Professional (CGAP)
CGAP diterbitkan pula oleh IIA. CGAP dirancang khusus untuk auditor yang
bekerja di sektor publik pemerintah.
Certified Information System Auditor (CISA)
CISA diterbitkan oleh Information System and Control Association (ISACA) yang
berdiri pada tahun 1967. Di Indonesia, persiapan ujian CISA dapat dilakukan
di Pusilkom UI atau in-house training dari pihak ISACA Indonesia dan ujian dapat
dilakukan di 2 kota, yaitu Jakarta dan Surabaya. Selain CISA, terdapat sertifikasi
lain yang diterbitkan oleh ISACA, yaitu: Certified Information Security Manager
(CISM), Certified in the Governance of Enterprise IT (CGEIT), dan Certified in
Risk and Information Systems Control (CRISC).
5. Certified Fraud Examiners (CFE)
CFE diterbitkan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Di
Indonesia sendiri sudah ada ACFE Indonesia yang berdiri sejak 2002, tetapi ujian
CFE sendiri tetap dilakukan oleh ACFE Head Quarter secara online.
Aktivitas Audit
Secara umum terdapat praktik audit yang dapat dikategorikan menjadi tiga bagian
yakni:
1. Keuangan. Analaisis aktivitas ekonomi sebuah entitas yang diukur dan
dilaporkan menggunakan metode akuntansi
2. Ketaatan. Penelaahan atas control keuangan dan operasi serta transaksi untuk
melihat kesesuaianya dengan aturan, standar, regulasi, dan prosedur yang
berlaku.
3. Operasional. Telaah komprehensif atas fungsi yang bervariasi dalam
perusahaan untuk menilai efisiensi dan ekonomo operasi dan efektivitas
fungsi-fungsi tersebut dalam mencapai tujuan.
Pendekatan-pendekatan yang dilakukan
Untuk mencapai tujuan masing-masing, maka seorang auditor dapat melalukan
beberapa pendekatan:
1.
2.
3.
4.
Audit komprehensif pertama kali digunakan oleh general accounting office
(GAO) AS untuk mengambarkan audit atas semua aktivitas yang terdapat
pada entitas pemerintah. Audit komprehensif merupakan perluasan yang
dilakukan GAO atas audit terhadap aktivitas operasional.
Audit Berorentasi Manajemen: audit berorientasi manajemen memfokuskan
diri pada membantu organisasi mencapai tujuan, hasil signigikan adalah
membantu manajer mengelola perusahaan dengan lebih baik dan untuk
membantu manajer, bukan auditor, kelihatan baik.
Audit partisipatif: proses melibatkan klien batuna klien dalam
mengumpulkandata, mengevaluasi operasi dan mengoreksi masalah.
Audit program: penelaahan atas seluruh program, baik perusahaan public
maupun privat untuk menentukan apakah manfaatnya yang diinginkan telah
tercapai.
Audit untuk memberikan keyakinan dan kunsultatif
Pendekatan-peberian keyakinan-berhubungan dengan jasa yang diberikan auditor
internal dengan memberikan informasi sehubungan dengan kondisi organisasi klien
menggunakan audit keuangan, ketaatan, operasional, perekonomian dan efisiensi.
Pendekatan-Audit control dan audit manajemen- jasa ini memberikan penilaian atas
keandalan dan atau relevansi data dan operasi pada bidang bidang tertentu.
Bidang keahlian audit
Terdapat beberapa bidang keahlian yang ada misalnya pendekatan seperti CSA,
audit forensic, dan audit lingkungan. Keahlian audit tersebut erat kaitannya dengan
bidang seperti kesehatan, fasilitas umum, system informasi, pemerintahan,
universitas.
Pemberian Jasa Audit Internal dari Luar Perusahaan
Semua bentuk audit bisa saja dilakukan oleh penyedia jasa dari luar perusahaan.
Juga banyak organisasi luar yang menyediakan kemitraan sumber daya, kemitraan
strategis, dan peminjaman staf. Pegawai kontrak yang melakukan berbagai jenis
audit tersebut tidaklah terbatas pada auditor internal saja. Ruang lingkup dan sifat
pekerjaan mereka umumnya dijelaskan dalam kontrak kerja
Akibat dari beberapa factor, termasuk perampingan organisasi dan pemasaran yang
agresif oleh kantor akuntan public, maka audit internal yang dilakukan pihak di luar
perusahaan menjadi semakin penting. Dalam beberapa hal fungsi audit internal
yang utama melengkapi jasanya dengan kehadiran auditor kontrak yang memiliki
keahlian khusus untuk penugasan jangka pendek.
Sebuah Fungsi yang Utama
Konsep fungsi yang utama, elemen-elemen organisasi yang terintegrasi, penting
dan tak tergantikan sudah sering kali dibahas dalam konteks audit internal.
Organisasi yang berhasil jelas harus memadukan berbagai unsur utama di dalam
perusahaan, tetapi membedakan fungsi yang utama dan tidak utama terkadang
masih menjadi perdebatan.
Pada organisasi seperti ini, fungsi audit internal sudah bergitu terorganisir dengan
fungsi lain di perusahaan sehingga bila fungsi audit internal dijalankan oleh pihak
luar perusahaan maka akan memangkas salah satu dimensi yang bernilai bagi
perusahaan secara keseluruhan.
Cara Auditor Internal Melayani Kebutuhan Manajemen
Audit Internal terlibat dalam memenuhi kebutuhan manajemen, dan staf audit yang
paling efektif meletakkan tujuan manajemen dan organisasi di atas rencana dan
aktivitas mereka. Tujuan-tujuan audit disesuaikan dengan tujuan manajemen,
sehingga auditor internal itu sendiri berada dalam posisi untuk menghasilkan nilai
tertinggi pada hal-hal yang dianggap manajemen paling penting bagi kesuksesan
perusahaan.
Kontribusi auditor internal menjadi semaki penting seiring dengan makin
berkembang dan makin kompleksnya sistem usaha dan pemerintahan. Tidak
mungkin bagi eksekutif mengawasi semua kegiatan yang menjadi tanggung
jawabnya. Tetap saja ada hal-hal yang luput dari perhatiannya.
Jadi lingkup keahlian mereka dapat mencakup masalah-masalah yang dihadapi
manajemen. Pada situasi seperti ini departemen audit internal mampu membantu
manajemen dalam :
 Mengawasi kegiatan-kegiatan yang tidak dapat diawasi sendiri oleh manajemen
puncak. Setiap tahun kepala eksekutif audit (CAE) menyiapkan rencana jadwal
audit khusus untuk aktivitas yang diawasi. Rencana ini dipresentasikan d depan
manajemen eksekutif dan dewan, dan diubah sesuai pergeseran strategi
organisasi dan kebutuhan serta harapan pegawai senior
 Mengidentifikasi dan meminimalkan risiko. Dunia usaha pernah mengandalkan
asuransi untuk mengatasi risiko yang dihadapi, tetapi banyak organisasi terbesar
di dunia saat ini membentuk fungsi manajemen risiko yang proaktif. Auditor
internal memperluas persepsi mereka tentang manajemen risiko dan
meningkatkan upaya mereka untuk meyakinkan manajemen bahwa semua jenis
risiko organisasi telah dievaluasi dan diperhatikan dengan layak
 Memvalidasi laporan ke manajemen senior. Manajer senior biasanya membuat
keputusan berdasarkan laporan yang mereka terima, buka berdasarkan
pengetahuan mereka sendiri. Laporan yang akurat dan tepat waktu lebih
mungkin menghasilkan keputusan yang bermakna,
 Membantu manajemen pada bidang-bidang teknis. Teknologi memiliki dampak
yang sangat besar terhadap apa dan bagaimana audit dilakukan. Auditor internal
modern harus mengetahui bagaimana data berawal, bagaimana proses
pengelolahannya, dan di mana letak risiko keamanannya.



Membantu proses pengambilan keputusan. Manajerlah, bukan auditor internal
yang membuat keputusan operasional. Namun auditor internal dapat
menyediakan atau memvalidasi data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Juga, mereka dapat mengevaluasi dampak dari keputusan yang diambil dan
risiko yang diantisipasi.
Menganalisis masa depan-bukan hanya untuk masa lalu. Dengan menggunakan
pendekatan ini mereka telah menilai kebijakan atau program yang masih dalam
tahap perancangan, implementasi kebijakan atau program, dan hasil actual yang
diperoleh kebijakan atau program. Juga, auditor internal saat ini menilai control
atas system informasi yang diusulan sebelum implementasinya, sehingga
membantu menghindari terjadinya biaya untuk memperbaiki kerusakan.
Banyak auditor internal modern mengakui bahwa audit untuk masa kini dan
masa depan lebih bernilai dibandingkan audit untuk masa lalu.
Membantu manajer untuk mengelola perusahaan. Manajer menghadapi masalah
pada aktivitas yang tidak bisa dikendalikannya. Auditor internal umumnya
menemukan masalah tersebut dan menyarankan perbaikan. Namun, perbaikanperbaikan tersebut bisa merupakan perbaikan jangka pendek atau bisa
merupakan perbaikan ke akar masalah sehingga meningkatkan kinerja
manajemen
Dilema yang Dihadapi Auditor Internal
Dalam beberapa hal, pilihan antara benar dan salah bisa jadi sangat sulit bagi auditor
internal dibandingkan profesi-profesi lainnya. Lain halnya yang dihadapi auditor
internal yang professional. Klien mereka adalah manajemen senior, dewan
komisaris, atau badan-badan sejenis. Jika auditor internal diminta untuk melanggar
kode etik mereka atau standar praktik professional, pilihan yang tersedia bisa tidak
menyenangkan. Menolak permintaan klien bisa menyebabkan auditor internal
kehilangan pekerjaan mereka, apalagi bila mereka tidak memiliki independensi.
Auditor internal yang professional harus memiliki independensi untuk memenuhi
kewajiban profesionalnya; memberikan opini yang objektif, tidak bias, dan tidak
dibatasi; dan melaporkan apa adanya, bukan melaporkan sesuai keinginan eksekutif
atau lembaga.
Independensi dalam Program Audit
1. Bebas dari intervensi manajerial atas program audit
2. Bebas dari segala intervensi atas prosedur audit
3. Bebas dari segala persyaratan untuk penugasan audit selain yang memang
disyaratkan untuk sebuah proses audit
Independensi dalam Verifikasi
1. Bebas dalam mengakses semua catatan, memeriksa aktiva, dan karyawan yang
relevan dengan audit yang dilakukan
2.
Mendapatkan kerja sama yang aktif dari karyawan manajemen selama
verifikasi audit
3. Bebas dari segala usaha manajerial yang berusaha membatasi aktivitas yang
diperiksa atau membatasi pemerolehan bahan bukti
4. Bebas dari kepentingan pribadi yang menghambat verifikasi audit
Independensi dalam Pelaporan
1. Bebas dari perasaan wajib memodifikasi dampak atau signifikan dari faktafakta yang dilaporkan
2. Bebas dari tekanan untuk tidak melaporkan hal-hal yang signifikan dalam
laporan audit
3. Menghindari penggunaan kata-kata yang menyesatkan baik secara sengaja
maupun tidak sengaja dalam melaporkan fakta, opini, dan rekomendasi dalam
interpretasi auditor
4. Bebas dari segala usaha untuk meniadakan pertimbangan auditor mengenai
fakta atau opini dalam laporan audit internal.
Auditor Internal sebagai Seorang Konsultan
Standar Atribut
Jasa konsultasi dilakukan jika auditor tidak memiliki tanggung jawab sebelumnya
Adanya penurunan objektivitas dan indepeendensi harus dikomunikasikan dengan
klien sebelum penugasan
·
Menolak penugasan bila tidak memiliki cukup keahlian, pengetahuan,
atau kompetensi
·
Melaksanakan penugasan dengan kemahiran professional secara cermat
dan saksama (due professional care)
Standar Kerja
·
Merencanakan penugasan konsultasi
·
Meninjau risiko sesuai dengan tujuan penugasan, selama penugasan
konsultasi
·
Menerapkan pengetahuan risiko yang didapat dari konsultasi ke dalam
fungsi pemberian keyakinan yang biasa dilakukan
·
Menilai control sesuai dengan tujuan penugasan selama penugasan
konsultasi
·
Tujuan penugasan harus sesuai dengan nilai dan tujuan organisasi
·
Mencapai kesepakatan dengan klien mengenai tujuan, ruang lingkup,
tanggung jawab, dan ekspektasi dari penugasan
·
Mempertimbangkan risiko, control, dan proses pengelolaan sepanjang
disetujui oleh klien
·
Mempertahankan lingkup penugasan yang akan dibahas dengan klien
·
Program kerja bisa bervariasi dalam bentuk dan isi
·
Penetapan kebijakan mencakup penyimpanan catatan dan juga
pemberian catatan atau dokumen ke pihak luar dan dalam perusahaan
·
·
·
·
Komunikasi perkembangan dan hasil bisa bervariasi sesuai kebutuhan
klien
Tanggung jawab komunikasi hasil akhir ke klien
Manajemen risiko, control dan pengelolaan , jika signifikan, harus
dikomunikasikan ke manajemen senior dan dewan komisaris
Mengawasi penyebaran hasil audit sesuai persetujuan klien
Prinsip-prinsip Pedoman Konsultasi
Practice Advisory 1000.C1-1, “Prinsip-prinsip menjadi pedoman pelaksanaan jasa
konsultasi oleh Audiotr Internal,” sedikit berbeda dari kebanyakan saran lainnya
karena lebih bersifat definitive, bukan mengarahkan. Saran tersebut menjelaskan
aktivitas yang diberikan selain jasa pemberian keyakinan dan audit konsultasi
seperti investigasi dan penalahaan terkait dengan merger dan akuisisi.
Saran tersebut ditutup dengan pernyataan bahwa walaupun jasa konsultasi
merupakan jasa terpisah dari pemberian keyakinan, tetapi auditor harus tetap
auditor harus tetap berpedoman pada Standard an Kode Etik IIA
 Dasar bagi audit internal untuk melaksanakan konsultasi melalui
pengalaman dalam pekerjaan pemberian keyakinan dan investigasi
 Komunikasi informasi yang fundamental pada konsultasi pada manajemen
senior dan komite audit
 Kodifikasi prinsip-prinsip dan aturan yang dipahami oleh semua anggota
organisasi
 Penggunaan jasa audit internal untuk tugas konsultasi formal menggunakan
pendekatan disiplin ilmu yang sistematis
 Penyelesaian konflik dan masalah yang berkembang harus dilakukan sesuai
dengan Kode etik dan Standar
REFERENSI
Sawyer’s (2005). Audit Internal Sawyer”s. Jakarta : Penerbit Salemba Empat
Boynton, Johnson, dan Kell (2002). Modern Auditing. Jakarta : Penerbit Erlangga
Arens, Elder, dan Beasly (2011). Auditing & Assurance Services 14 Edition.
Prentice Hall
http://crushtheciaexam.com/cia-certification-requirements/?lang=id
http://blog.umy.ac.id/mustfee/2011/05/23/enam-langkah-mendapatkan-sertifikasiprofesi-iia/
http://www.apb-group.com/sertifikasi-profesional-auditor-internal/
Download