Uploaded by ken.alfre31

(Revisi 3)Laporan Pendahuluan dan Asuhan Keperawatan Bronkopneumonia ( Melati Ninda L 18.073 )

advertisement
LEMBAR PENGESAHAN
DI RUANG DAHLIA RSUD SOEDOMO KABUPATEN TRENGGALEK
DISUSUN OLEH
MELATI NINDA LESTARI
MENGETAHUI
PEMBIMBING AKADEMIK
PEMBIMBING RUANGAN
LAPORAN PENDAHULUAN
BRONKOPNEUMONIA
PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN
NAMA
: MELATI NINDA LESTARI
NIM
: 18.073
TINGKAT
: 2B
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
2019
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
- Kampus Pusat
- Kampus I
- Kampus II
- Kampus III
- Kampus IV
- Kampus V
- Kampus VI
: Jl. Besar Ijen No. 77 C Malang, 65112 Telp (0341) 566075, 571388 Fax (0341) 556746
: Jl. Srikoyo No. 106 Jember Telp (0331) 486613
: Jl. A. Yani Sumberporong Lawang Telp (0341) 427847
: Jl. Dr. Soetomo No. 46 Blitar Telp (0342) 801043
: Jl. KH Wakhid Hasyim No. 64B Kediri Telp (0354) 773095
: Jl. Dr. Soetomo No. 5 Trenggalek Telp (0355) 791293
: Jl. Dr. Cipto Mangunkusomo No. 82A Ponorogo Telp (0352) 461792
Website : Http://www.poltekkes-malang.ac.id Email : [email protected]
LAPORAN PENDAHULUAN
NAMA MAHASISWA
: MELATI NINDA LESTARI
NIM
: 18,073
RUANG
: RUANG DAHLIA
MASALAH KESEHATAN :
AREA KEPERAWATAN :
……………………………………
(………….) Masalah system Pernafasan
…………………………………………
(………….) Masalah system Kardiovaskuler
……………………………………
(………….) Masalah system Pencernakan
…………………………………
(………….) Masalah system Perkemihan
………………………
(………….) Masalah system Persyarafan
…………………………………
(………….) Masalah system Endokrin
………………………………
(………….) Masalah system Integumen
………………………………
(………….) Masalah system Muskuloskeletal
……………………………
(………….) Masalah system Imunitas
………………………………
(………….) Masalah Kegawatan
………………………………
(………….) Masalah Maternitas
……………………………
(………….) Masalah system Indera
I.
DEFINISI KASUS :
Pengertian Bronkopneumonia adalah :
Bronkopneumonia salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran Berbercak ,
teratur dalam satu atau lebih area teriokalisasi di dalam bronchi dan Meluas ke parenkim paru
yang berdekatan di sekitarnya . Bronkopneumonia juga Suatu peradangan paru yang biasanya
menyerang di bronkeoli terminal . bronkeoli Terminal tersumbat oleh eksudat mokopurulen
yang membentuk bercak-bercak kon Solidasi di lobuli yang berdekatan penyakit ini sering
bersifat sekunder menyertai Infeksi saluran pernafasan atas salah satu jenis pneumonia yang
mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam
bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya (Ngemba,2015).
Bronkopneumonia disebut juga pneumonia lobularis yaitu suatu peradangan pada parenkim
paru yang terlokalisir yang biasanya mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus
disekitarnya, yang sering menimpa anak-anak dan balita, yang disebabkan oleh bermacammacam etiologi seperti bakteri,virus,jamur dan benda asing. Kebanyakan kasus pneumonia
disebabkan oleh mikroorganisme, tetapi ada juga sejumlah penyebab non infeksi yang perlu
dipertimbangkan. (Rahayu,2012). Bronkopneumonia adalah suatu cadangan pada parenkim
paru yang meluas sampai bronkioli atau dengan kata lain peradangan yang terjadi pada jaringan
paru melalui cara penyebaran langsung melalui saluran pernafasan atau melalui hematogen
sampai ke bronkus (Tyastuti,2015). Bronkopneumonia adalah radang paru-paru pada bagian
lobularis yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh agen
infeksius seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing yang 6 ditandai dengan gejala demam
tinggi, gelisah, dispnoe, napas cepat dan dangkal (terdengar adanya ronkhi basah), muntah,
diare, batuk kering dan produktif (Saputri,2008 dalam Dicky, 2017). Bronkopnemonia disebut
juga Pnemonia lobularis yaitu peradangan pada parenkin paru yang terlokalisir yang biasanya
mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus di sekitarnya . yang sering menimpa pada
anak-anak atau balita .
II.
PATOFISIOLOGI
A. SKEMA
- Penderita yang di rawat di RS
- Penderita yang mengalamai supresi system pertahanan
tubuh
URAIAN
- Kontaminasi peralatan RS
Jamur, virus, bakteri, protozoa
Infeksi saluran pernapasan
bawah
Saluran pernapasan atas
Proses peradangan
Kuman berlebih dibronkus
Kuman terbawa disaluran
cerna
Akumulasi secret
dibronkus
Ketidakefektifan
bersihan jalan nafas
Infeksi saluran pencernaan
Mucus bronkus meningkat
Peningkatan peristaltik
usus - malabsorbsi
Peningkatan flora normal
dalam usus
Diare
Resiko
ketidakseimbangan
elektrolit
Bau mulut tidak sedap
Anoreksia
Intake kurang
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
Dilatasi pembuluh darah
Peningkatan suhu
Eksudat plasma masuk
alveoli
Gangguan difusi dalam
plasma
Edema antara kapiler dan
alveoli
Iritan PMN eritrosit pecah
Edema paru
Suplai 0₂ menurun
Penurunan capliance paru
Pergeseran dinding paru
Hipoksia
Hiperventilasi
Dispepneu
Metabolic anaerob
meningkat
Akumulasi asam laktat
Retraksi dada/nafas cuping
hidung
Intoleransi aktivitas
Fatique
Pola Nafas Tidak Efektif
Eksplorasi meningkat
Peningkatan metabolisme
Septikimia
Rangsangan batuk
Susah tidur
B. URAIAN
Gangguan Pemenuhan
Istirahat Tidur
Ketidakefektifan
bersihan jalan nafas
Uraian Patofisiologi Bronkopneumonia yang di sebabkan oleh Jamur, virus, bakteri, dan
protozoa. Yang mengakibatkan gangguan saluran pernafasan atas dan infeksi saluran
pernapasan bawah.
a. Saluran pernapasan atas.
1. Kuman terbawa di saluran cerna yang menyebabkan infeksi saluran pencernaan
kemudian terjadi peningkatan flora normal dalam usus yang di tandai dengan
peningkatan
peristaltik
usus
(malabsorbsi)
kemudian
menyebabkan
diare.
Ketidakseimbangan elektrolit.
2. Kuman berlebih dibronkus yang menyebabkan proses peradangan kemudian mucul
akumulasi secret dibronkus ketidakefektifan bersihan jalan nafas.
Kuman berlebih dibronkus juga dapat menyebabkan proses peradangan dan timbul
akumulasi secret dibronkus menyebabkan mucus bronkus meningkat yang di tandai
dengan bau mulut tak sedap dan anoreksia, yang mengakibatkan terjadinya intake
kurang ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
b. Saluran pernapasan bawah.
1. Terjadinya dilatasi pembuluh darah yang ditandai dengan eksudat plasma
masuk alveoli dan menyebabkan gangguan disfusi dalam
plasma ketidakefektifan bersihan jalan nafas
2. Peningkatan suhu yang disebabkan septikimia dan terjadi peningkatan metabolisme
kemudian eksplorasi meningkat
resiko ketidakseimbangan elektrolit.
3. Edema antara kapiler dan alveoli yang menyebabkan iritan PMN eritrosit pecah dan
terjadi terjadi edema paru kemudian pergeseran dinding paru yang ditandai dengan
penurunan capliance paru yang menyebabkan suplai oksigen menurun.
Suplai oksigen menurun menyebakan :
-
hipoksia yang meyebabkan metabolic anaerob meningkat kemudian asam laktat
teerjadi fantique intoleransi aktivitas.
-
Hiperventilasi meyebabkan dispepneu yang ditandai dengan retraksi dada/nafas
cuping hidung pola nafas tidak efektif
4. Peningkatan Produksi Sekret sehingga terjadi Akumulasi Sekret Menyebkan
Rangsangan Batuk Meningkat Susah Tidur Gangguan Pemenuhan Istirahat Tidur
III.
ETIOLOGI
Secara umun individu yang terserang bronchopneumonia diakibatkan oleh adanya
penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virulensi organisme patogen. Orang
yang normal dan sehat mempunyai mekanisme pertahanan tubuh terhadap organ
pernafasan yang terdiri atas : reflek glotis dan batuk, adanya lapisan mukus, gerakan silia
yang menggerakkan kuman keluar dari organ, dan sekresi humoral setempat. Etiologi
Penyebab terserering pada bronkopneumonia yaitu : pneumokokus, sedang penyebab
lainnya antara lain : streptococcuspneumoniae, stapilokokkus aureus, haemophillus
influenza, jamur (seperti candida albicans) dan virus. Pada bayi dan anak kecil ditemukan
staphylococcus aureus sebagai penyebab yang berat, serius dan sangat progresif dengan
mortalitas tinggi .
Bakteri
Organisme gram positif seperti :
steptococcus pneumonia , S. Aerous dan streptococcus pyogenesis Bakteri gram
negatif seperti Hemophilus influenza klebsiella pneumonia dan P.Aeruginosa
a. Virus
Disebabkan oleh virus Influenza yang menyebar melalui transmisi droplet
Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus
b. Jamur
Infeksi Yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui
penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung,
tanah serta kompos .
c. Protozoa
Menimbulkan terjadinya Pneumocystis cariini pneumonia (CPC).
Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi
d. Aspirasi benda asing
Dapat menyebar melalui benda asing yang di pegang oleh balita atau anak anak
e. Faktor Yang mempengaruhi timbulnya bronconchopnemonia adalah daya
Tahan tubuh yang menurun misalnya akibat malnutrisi energi protein (MEP),
Penyakit menabun , pengobatan antibiotik yang tidak sempurna
IV.
MANIFESTASI KLINIS
Bronkopneumonia biasanya di dahului oleh suatu infeksi di saluran pernafasan
bagian atas selama beberapa hari . pada tahap awal , penderita bronkopneumonia
mengalami tanda dan gejala seperti menggigil, demam , nyeri dada, pleuritis batuk
produktif, hidung kemerahan , serta bernafas menggunakan otot aksesorius dan bisa
timbul sianosis . terdengar adanya krekels di atas paru yang sakit dan terdengar
ketika terjadi konsolidasi ( pengisian rongga udara oleh eksudat )
Tanda dan Gejala Bronkopneumonia adalah :
a. Gejala penyakit datang mendadak namun kadang – kadang di dahului oleh
infeksi saluran pernafasan atas
b. Pertukaran Udara di paru-paru tidak lancar dimana pernafasan agak cepat dan dangkal
sampai terdapat pernafasan cuping hidung .
c. Adanya bunyi nafas tambahan pernafasan seperti ronchi dan wheezing
d. Dalam waktu singkat suhu naik dengan cepat sehingga kadang-kadang terjadi kejang .
e. Anak merasa nyeri atau sakit di daerah dada sewaktu batuk dan bernafas
f. Batuk disertai sputum yang kental
g. Nafsu makan menurun
h. Batuk- batuk
i. Hidung Tersumbat
j. Demam
k. Detak Jantung cepat
l. Anak lebih rewel dari biasanya
m. Sulit Tidur
n. Terdapat Tarikan otot dada
V.
PENGKAJIAN FOKUS
1. Menjaga Kelancaran Pernafasan pada anak
2. Menjaga Kebutuhan Istirahat Anak
3. Mencegah Terjadinya Hospitalisasi pada anak
4. Memenuhi Kebutuhan Cairan dan nutrisi pada anak
5. Mengontrol Suhu Tubuh
6. Pengobatan
VI.
MASALAH KOLABORATIF
1.
Hipoksomia
2.
Atolaktasis
3.
Pneumonia
4.
Pneumatoraks
5.
Hipertensi Paru
6.
Gagal Jantung Kanan
VII.
PEMERIKSAAN DIASNOSTIK
1.
Pemeriksaan Laboratorium
-
Pemeriksaan Darah
-
Pemeriksaan Sputum
-
Analisa Gas Darah
-
Kultur Darah
-
Sampel Darah, Urine
2.
Pemeriksaan Radiologi
-
Rontgenogram Thoraks
-
Laringoskopi/ Bronkoskopi
VIII. KOMPLIKASI
a.
Atelektasis
: Pengembangan paru yang tidak sempurna.
b.
Emfisema
: Terdapatnya pus pada rongga pleura.
c.
Abses paru
: Pengumpulan pus pada jaringan paru yang meradang.
d.
Infeksi sistomik : Disebabkan oleh bakteri atau virus
e.
Endokarditis
: Peradangan pada endokardium.
f.
Meningitis
: Peradangan pada selaput otak.
IX.
DIAGNOSA KEPERAWATAN :
1. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan Penumpukan Sekret
Berlebih Di jalan Nafas
2. Pola Nafas Tidak efektif Berhubungan dengan Penurunan Supplai Oksigen
3. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
Metabolik sekunder terhadap demam dan proses infeksi
4. Intoleransi Aktifitas berhubungan dengan Fantique (Kelelahan)
5. Resiko Ketidak seimbangan elektrolit berhubungan dengan perubahan kadar
Elektrolit serum ( Diare )
6. Gangguan Pemenuhan Istirahat Tidur Berhubungan dengan Ketidaknyamanan (Batuk)
X. INTERVENSI KEPERAWATAN :
A. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan penumpukan Sekret di
jalan nafas
Intervensi :
1. Berikan posisi yang nyaman , bisa psoisi semi fowler
Rasional : Mengurangi sesak nafas membantu pengembangan paru dan
mengurangi tekanan abdomen pada digfragma
2.
Monitor TTV anak
Rasional : Mengetahui Perubahan status kesehatan anak
3.
Longgarkan pakaian anak , jangan terlalu ketat,
Rasional : Mencegah terjadinya proses konveksi dan mencegah anak sesak nafas
4.
Berikan bantal atau sokongan agar jalan napas tetap terbuka
Rasional : Mencegah Terjadinya sesak nafas dan membantu melancarkan jalan nafas
5.
Motifasi Ibu agar Sering Memberikan Asi
Rasional : Menambah Nutrisi Memperkuat Metabolisme Anak
6.
Melakukan Terapi Bermain
Rasional : Mencegah Cemas anak saat Hospitalisasi
7.
Berikan oksigen sesuai kebutuhan anak
Rasional : Membantu Pernafasan Anak
8.
Anjurkan dan motivasi ibu agar anak istirahat tidur sesuai kebutuhan anak
Rasional : Membantu Pemulihan Anak dengan cepat
9.
Berikan Terapi Nebulizer pada anak
Rasional : Mengencerkan dahak anak
10. Kolaborasi Pemberian obat Salbutamol dan Ambroxol
Rasional : Membantu agar anak tidak sesak dan mengencerkan dahak
B.
Pola Nafas Tidak efektif Berhubungan Dengan Penurunan Supplay Oksigen
Intervensi
1.
:
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Rasional : Membantu Pasien mengurangi sesak nafas
2.
Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
Rasional : Mencegah terjadinya kekurangan Intake output
3.
Monitor respirasi dan status O2 Misalnya Penggunaan Nasal Canul 2L/menit sesuaikan
dengan kebutuhan anak
Rasional : Membantu melancarkan Pernafasan
4.
Monitor suara nafas,( seperti dengkur Wheezing )
Rasional : Meminimalisir terjadinya Bunyi tambahan
5.
Monitor pola nafas : bradipena, takipenia, kussmaul, hiperventilasi, cheyne stokes,
Rasional : Memantau Pola pernafasan anak
6.
Auskultasi suara nafas, catat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara
tambahan
Rasional : Mempercepat penangan tindak lanjut saat kolaborasi
7.
Monitor TTV, AGD, elektrolit dan ststus mental
Rasional : Mengetahui Perubahan Kesehatan Pada anak
8.
Observasi sianosis khususnya membran mukosa
Rasional : Mencegah terjadinya Sianosis
9.
Jelaskan pada
keluarga Pasien tentang persiapan tindakan dan tujuan penggunaan alat
tambahan (O2 Nasal Canul, Nebulizer)
Rasional : Agar keluarga sigap waspada terhadap perkembangan anak dan
meningkatkan pengetahuan pada keuarga
10. Amati Pergerakan dada termasuk simetris atau tidaknya dan penggunaan alat bantu
pernafasan
Rasional : Meminimalisir adanya retraksi intercosta
11. Auskultasi Suara Paru setelah dilakukan penanganan untuk menentukan hasilnya
Rasional : Merasakan getaran dan aliran udara pada paru-paru
C. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
Metabolik sekunder terhadap demam
Intervensi :
1.
Kaji adanya alergi makanan
Rasional : Menimimalisir terjadinya Kemerahan/ bengkak pada kulit anak
2. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi
yangdibutuhkan anak
Rasional : Mencegah terjadinya Malnutrisi
3.
Monitor adanya penurunan BB anak
Rasional : Mencegah terjadinya BB buruk pada anak
4.
Monitor lingkungan selama makan
Rasional : Agar anak tidak merasakan kecemasan saat Hospitalisasi
5.
Anjurkan orang tua memberikan Asi secara sering
Rasional : Asi dapat membantu kekebalan tubuh anak dan meningkatkan nutrisi
6.
Monitor intake nuntrisi
Rasional : Menghitung jumlah input dan output
7.
Memberikan makanan halus seperti bubur yang sehat
Rasional : Mencegah Kekurangan nutrisi semakin memburuk
D. Intoleransi Aktifitas berhubungan dengan Fantique(kelelahan)
1.
Observasi adanya pembatasan anak dalam melakukan aktivitas
Rasional : Mencegah timbulnya kelelahan yang berlebihan
2.
Kaji adanya faktor yang menyebabkan Fantique (kelelahan)
Rasional : Mengetahui penyebab terjadinya kelelahan
3
Berikan Posisi Yang nyaman kepada anak
Rasional :Agar Anak Merasa lebih nyaman
4.
Monitor nutrisi dan sumber energi yang adekuat
Rasionaal : Meningkatkan stamina dan nutrisi anak
5.
Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat anak
Rasional : Mencegah terjadinya intoleransi aktifitas secara berlebihan
6.
Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalam merencanakan
progran terapi yang tepat.
Rasional : Merencanakan intervensi yang sesuai dengan kasus
7.
Anjurkan orang tua untuk selalu berada di dekat anak
Rasional : Meminimalisir kecemasan atas hospitalisasi
8.
Anjurkan Agar Ibu Sering Memberikan ASI kepada Anaknya
Rasional : Asi dapat meningkatkan Metabolisme tubuh yang baik bagi tumbuh kembang
Anak terutama Bayi
9.
Kaji TTV anak khususnya ( Nadi, RR )
Rasional : Sebagai acuan melakukan intervensi yang tepat
10. Ciptakan Lingkungan Yang tenang Dan nyaman
Rasional : Agar anak Mendapatkan Istirahat yang Cukup
E. Resiko Ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan perubahan kadar
Elektrolit serum ( Diare )
Intervensi :
1.
Kaji perubahan TTV
Rasional : Untuk mengetahui perkembangan dan kondisi pasien
2.
Kaji turgor kulit, kelembaban membran mukosa
Rasional : Mencegah terjadinya sianosis atau adanya pembengkakan
3.
Catat laporan mual / muntah
Rasional : Agar anak tidak kekurangan nutrisi
4.
Pantau masukan dan keluaran, catat warna, karakter feses
Rasional : Mengetahui Perubahan yang signifikan
5.
Hitung keseimbangan cairan
Rasional : Agar anak tidak kekurangan cairan elektrolit
6.
Asupan cairan minimal 2500 / hari
Rasional : Agar Intake seimbangan dengan output
F. Gangguan Pemenuhan Istirahat Tidur Berhubungan Dengan Ketidaknyamanan
(Batuk)
Intervensi :
1. Posisikan Pasien Untuk Memaksimalkan Ventilasi
Rasional : Membantu Pasien mengurangi ketidaknyamanan sesak nafas
2. Awasi dan Diskusikan Kemungkinan Penyebab Gangguan Tidur
Rasional
: Mengetahui Penyebab anak Kesulitan Tidur
3. Berikan Lingkungan Tenang dan Batasi Pengunjung
Rasional
: Membantu Menurunkan Rangsangan Stres anak serta meningkatkan istirahat
pasien
4, Jelaskan Kepada Keluarga Tentang Pentingnya Keseimbangan Aktifitas Istirhat Tidur
Raional
: Menambah Pengetahuan Keluarga tentang meminimalkan Kelelahan dan
membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen pada anak
5. Kolaborasi Dengan Tim Medis Terkait Pemberian Obat Batuk Pada anak misalnya
Ambroxol1/2 Ml drop 2x sehari
Rasional : Membantu Mengencerkan Dahak, Menyembuhkan Batuk
6. Monitor dan Pantau TTV anak
Rasional
: Mempercepat Penanganan bila Ditemukan Masalah Baru
7. Gunakan Alat bantu Tidur tanyakan Kepada Keluarga pasien benda apa yang membuat
anak nyaman sehingga mempermudah tidur ( selimut,boneka)
Rasional : Membuat Anak tenang,nyaman dan mampu istirahat dengan baik
8. Anjurkan Orang Tua Selalu Berada Di Dekat Pasien
Rasional
: Mencegah Terjadinya Kecemasan Dan Hospitalisasi Pada Anak
9. Anjurkan Orang Tua Sering Memberikan ASI
Rasional
: Agar Dapat Membantu Proses Penyembuhan Pada Anak
10. Letakkan Bantal Dengan Posisi Tinggi Supaya Mempermudah Istirahat Di Malam Hari
Rasional
: Gaya Gravitasi Dapat Membuat Bayi lebih Nyaman saat merasa batuk tengah
malam
XI. DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2038/3/revisi%20III.pdf
http://kumpulanilmukeperawatan.blogspot.com/2016/06/laporan-pendahuluanbronkopneumonia.html
https://www.slideshare.net/khairil10/asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan-bronkopneumonia
Judith M. Wilkinson dan Nancy R.Ahern. Buku Saku DIAGNOSIS KEPERAWATAN Diagnosis
NANDA, Intervensi NIC,Kriteria hasil NOC Edisi 9. Alih Bahasa Ns.Esti Wahuning,S.Kep dan
Ns.Dwi Widiarti,S.Kep EGC.Jakarta
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK
DENGAN GANGGUAN SISTIM PERNAFASAN
BRONKOPNEUMONIA
NAMA
: MELATI NINDA LESTARI
NIM
: 18.073
POLTEKKES KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI D3 KEPERAWATAN TRENGGALEK
Jl. Dr. Soetomo No. 5 Telp. (0355) 791293 Kode Pos 66312
TRENGGALEK
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
- Kampus Pusat : Jl. Besar Ijen No. 77 C Malang, 65112 Telp (0341) 566075, 571388 Fax (0341) 556746
- Kampus I
: Jl. Srikoyo No. 106 Jember Telp (0331) 486613
- Kampus II
: Jl. A. Yani Sumberporong Lawang Telp (0341) 427847
- Kampus III
: Jl. Dr. Soetomo No. 46 Blitar Telp (0342) 801043
- Kampus IV
: Jl. KH Wakhid Hasyim No. 64B Kediri Telp (0354) 773095
- Kampus V
: Jl. Dr. Soetomo No. 5 Trenggalek Telp (0355) 791293
- Kampus VI
: Jl. Dr. Cipto Mangunkusomo No. 82A Ponorogo Telp (0352) 461792
Website : Http://www.poltekkes-malang.ac.id Email : [email protected]
A. PENGKAJIAN
01. Biodata pasien
a. Nama
b. Umur
c. Jenis kelamin
d. Dx. Medis
e. Reg
f. Tgl pengkajian
:
: An. MR
: 5 Bulan
: Laki - Laki
: Bronkopneumonia
:: 13 Mei 2020
02. Biodata keluarga
1. Nama ayah
a. Umur
b. Agama
c. Pendidikan
d. Pekerjaan
e. Suku bangsa
f. Alamat
:
: Agus Maharyanto
: 35 Tahun
: Islam
: S1
: PNS
: Indonesia
: Desa Pogalan RT 2 RW 4 Trenggalek
2. Nama ibu
a. Umur
b. Agama
c. Pendidikan
d. Pekerjaan
e. Suku bangsa
f. Alamat
: Dyah Ani Wistiatuti
: 25 Tahun
: Islam
: SMA
: Ibu Rumah Tangga
: Indonesia
: Desa Pogalan RT 2 RW 4 Trenggalek
3. Keluhan utama
a. Saat MRS
b. Saat dikaji
:
: Ibu Pasien Mengatakan Anaknya Sesak Nafas
: Ibu Pasien Mengatakan Anaknya Sesak Nafas
4. Riwayat penyakit sekarang
:
Ibu pasien mengatakan hari Sabtu tanggal 11-05-2019 pasien mengalami demam, batuk
dan pilek , lalu sore harinya pasien dibawa ke dokter dan oleh dokter diberi obat. Hari
Minggu tanggal 12-05-2019 pasien mengalami sesak nafas serta kejang demam dan oleh
orang tua pasien dibawa ke IGD RSUD dr.Soedomo jam 15.00 . Di IGD pasien mendapat
perawatan selama 2 jam , dan setelah stabil pasien di pindahkan ke ruang Dahlia jam
17.00 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
5. Riwayat kesehatan yang lalu :
Ibu pasien mengatakan dulu anaknya tidak pernah sakit seperti ini sampai dirawat di
rumah sakit. Anaknya hanya batuk pilek dan apabila dibawa kedokter juga cepat kunjung
sembuh .
6. Riwayat kehamilan dan persalinan :
a. Prenatal :
Ibu pasien mengatakan semasa hamil rutin kontrol. Kontrol di puskesmas 8 x. dengan
keluhan mual muntah
b. Natal :
Ibu pasien mengatakan melahirkan secara normal di puskesmas dengan usia kehamilan 37
minggu.
c. Post Natal :
Ibu pasien mengatakan setelah melahirkan tidak ada keluhan pada dirinya maupun
anaknya.
Riwayat pertumbuhan dan perkembangan :
a. Pertumbuhan
:
Ibu pasien mengatakan anaknya lahir dengan berat badan 2600 gram dan panjang
badan 46 cm. Berat badan anaknya bertambah setiap kali penimbangan di posyandu,
berat badan anaknya sebelum sakit 5.3 kg dan berat badan sesudah sakit 5.1kg
b. Perkembangan
:
Ibu pasien mengatakan anaknya umur 3 bulan sudah bisa menggenggam benda benda
kecil dengan kedua tangannya, dan sekarang anaknya sudah bisa tengkurap
c. Riwayat imunisasi
:
Ibu pasien mengatakan anaknya sudah mendapat imunisasi Hepatitis 0, BCG, DPT
dan polio
d. Riwayat pemberian nutrisi
:
Ibu Pasien Mengatakan anaknya di beri ASI mulai dari lahir sampai saat ini
7. Riwayat kesehatan keluarga dan genogram :
Ibu pasien mengatakan tidak ada keluarga yang mempunyai riwayat penyakit keturunan.
Tidak ada keluarga yang pernah mengalami penyakit seperti klien dan tidak ada anggota
keluarga yang mempunyai penyakit infeksi saluran pernafasan
8. Riwayat psikososial
:
Ibu pasien mengatakan bahwa dirinya sedih melihat anaknya lagi sakit, orang yang
terdekat dengan anaknya yaitu ibu, ibu pasien mengatakan dan menanyakan tentang
penyakit yang diderita anaknya, ekspresi wajah ibu tampak bingung dan ibu tampak
cemas
9. Riwayat sosial budaya
:
Ibu pasien mengatakan dalam keluarganya yang beranggota 5 orang tinggal dalam satu
rumah, tidak ada anggota yang mempunyai penyakit infeksi saluran pernafasan. Sumber
air dari sumur dan membuang sampah dengan cara dibakar di belakang rumah. Tidak ada
keluarga yang merokok dalam satu rumah. Dan keluarganya tidak tinggal di lingkungan
yang berdebu
10. Riwayat spiritual :
Pasien mengatakan semua anggota keluarganya menganut agama islam.
Pola kebiasaan sehari – hari :
No.
Pola sehari – hari
1.
Nutrisi
Di rumah
Di RS
Ibu pasien mengatakan
Ibu pasien mengatakan
anaknya minum ASI 8 –
anaknya minum ASI 8-12
12 x / hari, ±300 - 600 ml / x/hari, ± 300 –600 ml/ hari.
hari
Ibu pasien mengatakan
anaknya tidak muntah saat
minum ASI
2.
Eliminasi
Ibu pasien mengatakan
Ibu pasien mengatakan
naknya BAB1-2x/hari,
anaknya BAB 1-2 x / hari
dengan konsistensi lunak,
dengan konsistensi lunak,
warna uning dan bau khas
warna kuning dan bau khas
feses. Dan BAK 4-6 x/hari
feses. BAK 4 – 6x/hari ±
, ±400 cc dengan warna
400 cc, warna kuning
kuning jernih dan bau
jernih bau khas urin
khas urin e.
3.
Istirahat / tidur
Ibu Pasien mengatakan
ibu Pasien mengatakan ±10
anaknya tidur kurang lebih jam / hari Ibu pasien
13 jam sehari
mengatakan anaknya
sering terbangun waktu
malam hari karena batuk
4.
Aktivitas
Ibu pasien mengatakan
Ibu pasien mengatakan
anaknya hanya berbaring
anaknya hanya berbaring
dan bermain sesuai tahap
ditempat tidur.
perkembangannya.
5.
Personal hygiene
Ibu pasien mengatakan
Ibu pasien mengatakan
anaknya mandi 2x/hari
anaknya disibin 2x/ hari
menggunakan sabun dan
dan belum keramas
keramas 3x/minggu
menggunakan shampoo
Ibu pasien mengatakan
anaknya mandi 2x/hari
menggunakan sabun dan
keramas 3x/minggu
menggunakan shampoo.
Pemeriksaan Fisik :
1. Keadaan umum
:
Keadaan umum lemah, kesadaran compos mentis, terpasang infus KAEN 3B 500cc/24 jam
ditangan kiri pasien.
2. Tanda – tanda vital
:
Keadaan umum lemah, kesadaran compos mentis, terpasang infus KAEN 3B 500cc/24 jam
ditangan kiri pasien
3. Status gizi
:
BB 5.1 Kg, TB 55 cm Menurut WHO 2014 balita dengan umur 5 bulan idealnya memiliki BB
5.5 – 6.9 kg dan PB 51 – 64.5 cm. berarti pasien mengalami kurang gizi atau kurus dalam
tahap sedang. Ibu pasien mengatakan berat badan anaknya sebelum sakit 5.3 kg dan berat
badan sesudah sakit 5.1 kg.
4. Kepala
:
Bentuk kepala normal simetris kanan kiri, penyebaran rambut merata, rambut warna hitam,
kepala bersih, tidak ada lesi
5. Mata
:
Mata simetris kanan kiri, konjungtiva merah muda, sklera putih, reflek pupil terhadap cahaya
baik, gerakan bola mata normal, tidak ada kelainan, mata tidak cowong.
6.
Telinga
:
Bentuk telinga simetris kanan dan kiri, lubang telinga tidak ada serumen, tidak ada benda
asing, tidak ada perdarahan, membran telinga utuh
7.
Hidung
:
Tulang hidung dan posisi septumnasi simetris ada di tengah, lubang hidung tidak ada
pembengkakan, terdapat secret, terdapat pernafasan cuping hidung. Terpasang selang
oksigen
8.
Mulut
:
Mukosa bibir kering, tidak syanosis, tidak ada luka, pertumbuhan gigi belum merata,
keadaan lidah bersih.
9.
Leher
:
Posisi trachea simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis, denyut nadi
carotis teraba.
10. Dada
a. Paru
Inspeksi
:
: Bentuk dada normal chest, terdapat retraksi intercosta, pernafasan
Irregular
Palpasi
: Tidak terdapat nyeri tekan, vocal premitus getarannya sama antara kanan
dan kiri.
Perkusi
: Suara paru sonor
Auskultasi
: Terdapat suara nafas tambahan ronchi di percabangan bronkus. Terdengar
pada fase inspirasi dan ekspirasi.
b. Jantung
:
Inspeksi
: Ictus cordis tidak terlihat, tidak ada pulsasi
Palpasi
: Ictus cordis teraba pada ICS V linea midclaviculasinistra.
Perkusi
: Suara jantung pekak.
Suara jantung terdengar regular
Auskultasi
: Bunyi jantung 1 terdengar lup di ICS IV sinistra. Bunyi jantung 2
terdengar dup di ICS II dexstra dan sinistra.
11. Perut
a. Inspeksi
: Bentuk perut datar, tidak ada massa, tidak ada bayangan pembuluh darah
vena.
Auskultasi
: Bising usus 8x/menit
Palpasi
: Tidak terdapat benjolan dan terdapat nyeri tekan.
Perkusi
: Suara perut tympani
12. Genetalia dan anus :
Genetalia normal, belum ada pubis, tidak ada lesi, tidak ada perdarahan, skrotum utuh,
tidak ada kelainan pada penis. Ada lubang anus, tidak ada perdarahan.
13. Ekstremitas
: Simetris kanan dan kiri, lemah saat bergerak, tidak ada kelainan pada
Ekstremitas
14. Integumen
: Kulit berwarna sawo matang, turgor kulit kembali kurang dari 2 detik,
akral hangat.
15. Neurologi
: Reflek
a) Rooting : baik
b) Sucking : baik
c) Menelan : baik
d) berkedip : baik
Tidak ada gangguan pada syaraf
Pemeriksaan penunjang
:
a. Rontgen Thorax Tanggal 14 Mei 2020
Kesan : Bronchopnumonia (+)
b. Pemeriksaan Laboratorium
PEMERIKSAAN
HASIL
Pemeriksaan Darah Hemoglobin
12,3
Leukosit
7500
Hemogram
Trombosit
HCT/HMT
EOS
Bas
Stab
Seg
Lim
Mon
341000
35
NORMAL
Lk. 14 – 18 gr%
Pr. 12 – 16 gr%
Lk.4700 - 10300u/l
Pr.4300 – 11400u/l
2-4%
0-1%
0
1
3
41 50 – 75 %
4 25 – 40 %
8
3–7%
150.000 – 450.000
Lk. 44 %
Pr.37 %
Penatalaksanaan terapi
:
1. Ceftriaxone 50mg inj 1x
2. Inf KAEN 3B 500 CC/ 24 jam 20 tpm (mikro) di tangan kiri pasien
3. Salbutamol 0,8 mg + Ambroxol ¼ tab (2x1)
4. Nebul Ventoline Nacl 2,5 cc/6 J
5. Oksigen 2 L/menit
6. Paracetamol sirup 3x ¾ sendok teh
Trenggalek , 13 Mei 2020
NIM : 18,073
TERAPI OBAT YANG DIBERIKAN
No.
Jenis Obat
Dosis
1.
Infus KAEN 3B
500cc/24 Jam
(20 Tpm Mikro)
Indikasi
Kontra Indikasi
Untuk
Jangan diberikan
Menyalurkan/Memelihara
kepada pasien dengan
Keseimbangan air dan
Hiperkalemia,oligura
Elektrolit pada keadaan
penyakit addison, luka
dimana asupan makan per
bakar berat dan
oral tidak mencukupi atau
azotemia, kelebihan
memungkinkan
natrium , sindroma
malabsorpsi glukosagalaktosa, cidera hati
yang berat dan aritma
jantung .
2.
Salbutamol
0,8 Mg
(2X sehari)
3.
Ambroxol
½ Mili Liter
drop
(2X Sehari )
Obat yang berfungsi
Jangan Digunakan
melemaskan otot saluran
pada kondisi
pernafasan , bertujuan
Hipertiroid, Riwayat
melegakan saluran
Penyakit Jantung .
pernafasan .
Hentikan bila Alergi .
Obat Yang digunakan
Jangan Menggunakan
pada saluran pernafasan
Obat ini untuk pasien
bayi dan anak dimana
yang memiliki riwayat
terdapat banyak lendir atau Hipersensitivitas dan
dahak . juga bisa
pada pasien yang
digunakan sebagai obat
menderita ulkus pada
batuk yang disebabkan
lambung
adanya dahak pada
tenggorokan dapat juga
mengurangi rasa sakit
pada tenggorokan
4.
Nebul
2,5 cc
Obat yang digunakan
Hipersensitif , Alergi
Ventoline
(Selama 6 jam)
untuk terapi Inhalasi ,
terhadap zat aktif
Terapi Inhalasi merupakan
sebuah cara untuk
mengubah obat nebulizer
yang berbentuk cair
menjadi partikel kecil uap
.
5.
Oksigen
2 Liter/Menit
Nasal Canul
Untuk Memenuhi
Jalan Nafas
Kebutuhan Oksigen
Tersumbat baik akibat
terhadap keadan atau
trauma hidung ,
penyakit sehingga
penggunaan tampon
menyebabkan Hipoksia
hidung atau akibat
Infeksi /inflamasi
Kontraindikasi lain
pada pasien tanpa
Hipoksia justru dapat
menyebabkan
kerusakan jaringan
akibat peningkatan
Reactive oxygen
species(ROS) . nasal
canul juga di
kontraindikasikan
kepada pasien dengan
kebutuhan oksigen
lebih tinggi misalnya
pada gagal nafas
6.
Ceftriaxon
Inj iv 50mg/24
Obat antibiotik dengan
Jangan digunakan
jam (1X)
fungsi untuk mengobati
pada masalah medis
berbagai macam infeksi
seperti Anemia,gagal
bakteri dan menghentikan
ginjal,Penyakit Hati
pertumbuhan Bakteri
7.
Paracetamol
¾ sendok teh
Paracetamol digunakan
Hipersensitif terhadap
(3X sehari)
untuk Mengobati
Paracetamol pasien
Demam,Sakit Kepala
dengan Disfungsi Hati
,Nyeri Selama Flu
dan ginjal
ANALISA DATA
NO.
1.
DATA
Ds : Ibu Pasien Mengatakan
anaknya sesak nafas
Do : -
MASALAH
ETIOLOGI
Bersihan Jalan Nafas tidak
efektif
Saluran Pernafasan atas
Lemah
-
Mukosa Bibir Kering
-
Kesadaran compos
Kuman Berlebih di Bronkus
mentis
-
Proses Peradangan
Terpasang inf KAEN
3B 500 CC/24 jam
Akumulasi Secret di Bronkus
di tangan Kiri pasien
-
Terdapat Secret
-
Terdapat Suara Nafas
Tambahan Ronchi di
Ketidak Efektifas Bersihan
Jalan Nafas
percabangan Bronkus
terdengar saat fase
inspirasi dan ekspirasi
-
Batuk
-
Terpasang Selang
Oksigen
-
Adanya Pernafasan
Cuping Hidung
-
Terdapat Retraksi
Intercosta
-
Pernafasan Irregular
Tanda- tanda Vital :
2.
-
Suhu : 37,8 ° C
-
Nadi : 134x/ menit
-
RR : 56x/menit
Ds : - Ibu Pasien
Intoleransi Aktifitas
Suplai Oksigen Menurun
Mengatakan Saat
Dirumah anaknya
sudah bisa menggenggam
Hipoksia
benda kecil dengan kedua
tangannya dan anaknya
sudah bisa tengkurap
-
Ibu Pasien Mengatakan
Metabolik Anaerob
Meningkat
Saat Di RS anaknya
Akumulasi Asam Laktat
Hanya Berbaring di
tempat Tidur
Do : - Pasien Tampak Lemah
-
Fantique(Kelelahan)
Pasien Hanya Berbaring
di Tempat tidur
-
Terpasang Inf KAEN
Intoleransi Aktifitas
3B 500cc/24 jam di
tangan kirinya
-
Terpasang Selang 02
Tanda- tanda Vital :
3.
-
Suhu : 37,8 ° C
-
Nadi : 134x/ menit
-
RR : 56x/menit
Ds : -
Ibu Px Mengatakan
Anaknya Sering
terbangun Di malam Hari
Gangguan Pemenuhan
Istirahat Tidur
Peningkatan Produksi Secret
Akumulasi Secret
Karena Batuk .
Do : -
Lemah
Kesadaran
Composmentis
-
Rangsangan Batuk
Terpasang Selang
Oksigen
-
Terpasang Inf KAEN 3B
Susah Tidur
500 cc/24 Jam
-
Batuk , Demam
-
Saat Dirumah tidur ± 13
jam/hari
-
Saat Di RS tidur ± 10
jam/ hari
Tanda- tanda Vital :
- Suhu : 37,8 ° C
- Nadi : 134x/ menit
- RR : 56x/menit
Gangguan Pemenuhan
Istirahat Tidur
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No.
Tanggal
1.
13 Mei 2020
dx. Keperawatan
Bersihan Jalan nafas tidak efektif
berhubungan dengan
penumpukan Sekret di jalan
Nafas
Ditandai Dengan :
Ds : Ibu Pasien Mengatakan
anaknya sesak nafas
Do : - lemah
- Mukosa Bibir Kering
- Kesadaran compos
Mentis
- Terdapat Sekret
- Terpasang inf KAEN 3B
500 CC/24 jam di tangan
Kiri pasien
- Terdapat Suara Nafas
Tambahan Ronchi di
percabangan Bronkus
Terdengar saat fase
inspitasi dan fase
ekspirasi
-
Terdapat Pernafasan
Cuping Hidung
-
Terdapat Retraksi
Intercosta
-
Pernafasan Irreguler
-
Terpasang Selang
Oksigen
Tanda- tanda Vital :
2.
13 Mei 2020
-
Suhu : 37,8 ° C
-
Nadi : 134x/ menit
-
RR : 56x/menit
Intoleransi Aktifitas
Berhubungan dengan Fantique
(Kelelahan)
Tgl Teratasi
Tanda Tangan
Ditandai Dengan :
Ds : - Ibu Pasien
Mengatakan Saat di
Rumah anaknya sudah
Bisa menggenggam
benda kecil dengan
kedua tangannya dan
anaknya sudah bisa
tengkurap
- Ibu Pasien Mengatakan
Saat Di RS anaknya
hanya Bisa Berbaring di
tempat Tidur
Do : - Pasien Tampak Lemah
-
Pasien Hanya Berbaring
di Tempat tidur
-
Terpasang Inf KAEN
3B 500cc/24 jam di
tangan kirinya
-
Terpasang Oksigen
Tanda- tanda Vital :
3.
13 Mei 2020
-
Suhu : 37,8 ° C
-
Nadi : 134x/ menit
-
RR : 56x/menit
Gangguan Pemenuhan Istirahat
Tidur Berhubungan Dengan
Ketidak nyamanan ( Batuk )
Ditandai Dengan :
Ds : -
Ibu Px Mengatakan
Anaknya Sering
terbangun Di malam
Hari Karena Batuk .
Do :
-
Lemah
Kesadaran
Composmentis
-
Terpasang Selang
Oksigen
-
Terpasang Inf KAEN
3B 500 cc/24 Jam
-
Batuk , Demam
-
Saat Dirumah tidur ± 13
jam/hari
-
Saat Di RS tidur ± 10
jam/ hari
Tanda- tanda Vital :
-
Suhu : 37,8 ° C
-
Nadi : 134x/ menit
-
RR : 56x/menit
C. INTERVENSI
No.
1.
Tanggal
13 Mei 2020
No. Dx.
Kep.
Tujuan
Kriteria Hasil
Setelah dilakukan
1. Anak tidak rewel
tindakan perawatan
2. Pernafasan Lancar
selama 3x30 menit,
3. Di dapatkan TTV
pasien dapat :
dalam Batas Normal
1. RR dalam batas
4. Tidak Terjadi
normal
Infeksi pada saluran
2. HR dalam batas
Pernafasan
Intervensi
1. Berikan posisi yang nyaman , bisa psoisi
semi fowler
1. Mengurangi sesak nafas
membantu pengembangan paru dan
mengurangi tekanan abdomen pada
digfragma
2. Monitor TTV anak
2. Mengetahui Perubahan status
kesehatan anak
3. Longgarkan pakaian anak , jangan
Terlalu ketat,
3.Mencegah terjadinya proses
konveksi dan mencegah anak sesak
nafas
4. Berikan bantal atau sokongan agar jalan
napas tetap terbuka saat anak tidur
4. Mencegah Terjadinya sesak nafas
dan membantu melancarkan jalan
nafas
5. Memotifasi Ibu agar sering memberikan
Asi
5. Agar Anak Mendapat cukup
nutrisi dan Menguatkan Metabolisme
Tubuh
6. Lakukan Terapi Bermain
6. Mencegah Cemas anak saat
Hospitalisasi
7.Berikan oksigen sesuai kebutuhan anak
Nasal Canul 2 Liter/ Menit
7. Membantu Pernafasan Anak,
Mengurangi sesak nafas
8. Anjurkan dan motivasi ibu agar anak
8 .Membantu Pemulihan Anak
dengan cepat
normal
3. Tidak terdapat
penggunaan otot-otot
Rasionalisasi
tambahan
4. Tidak Terdapat
Suara Nafas
Tambahan seperti
Ronkhi
Tanda
Tangan
2.
13 Mei 2020
Setelah dilakukan
1. Pernafasan anak
tindakan perawatan
lancar
selama 3x30 menit,
2.Anak dapat
pasien dapat :
tengkurap tanpa
1. RR dalam batas
merasa sesak dan
normal
bermain sesuai
2. HR dalam batas
dengan tumbuh
normal
kembangnya
3. Anak Bisa
3.Mengurangi rasa
Tengkurap tanpa
cemas
merasa Sesak dan
4. Tidak timbul
bermain sesuai
kelelahan berlebih
tumbuh kembangnya
sehingga tidak
muncul intolerasi
aktifitas
istirahat sesuai kebutuhan anak
9. Berikan Terapi Nebulizer pada anak
9. Membantu Mengencerkan Dahak
anak
10. Kolaborasi Pemberian obat Salbutamol
dan Ambroxol
10. Membantu agar anak tidak sesak
dan mengencerkan dahak
1.Observasi adanya pembatasan anak dalam 1.Mencegah timbulnya kelelahan
melakukan aktivitas
yang berlebihan
2.Kaji Faktor yang menyebabkan Fantique
(Kelelahan)
2.Mengetahui penyebab Fantique
(kelelahan)
3.Berikan Posisi Yang nyaman Kepada
Anak
3.Agar anak merasa lebih nyaman
4.Monitor nutrisi dan sumber energi yang
adekuat
4.Meningkatkan stamina dan nutrisi
anak
5.Monitor pola tidur dan lamanya
tidur/istirahat anak
5.Mencegah terjadinya intoleransi
aktifitas secara berlebihan
6.Kolaborasikan dengan Tenaga
Rehabilitasi Medik dalam merencanakan
progran terapi yang tepat.
6.Merencanakan intervensi yang
sesuai dengan kasus
7.Anjurkan orang tua untuk selalu berada di
dekat anak
7.Meminimalisir kecemasan atas
hospitalisasi selama di Rawat Di RS
8.Anjurkan agar ibu sering memberikan
ASI kepada anaknya
8.ASI dapat meningkatkan
metabolisme yang baik bagi tumbuh
kembang bayi
3.
13 Mei 2020
Setelah dilakukan
1.Tidak Muncul
tindakan perawatan
masalah Pada Waktu
selama 3x30 menit,
istirahat anak :
pasien dapat :
ditandai oleh :
1. RR dalam batas
- kemudahan
normal
Bernapas tidak
2. HR dalam batas
batuk
normal
- RR 30-60x/menit
3. Anak bisa tidur
- Anak bebas
sesuai dengan
Bergerak tidak
Kebutuhannya
Rewel dan tidak
4. Kelancaran pada
timbul
pernafasan dan tidak
Kegelisahan pada
menyebabkan batuk
orang tua
sehingga anak tidak
- Kebutuhan
terbangun saat malam
Pemenuhan istirahat
9.Kaji TTV anak Khususnya
(Nadi,RR anak)
9.Sebagai Acuan melakukan
Intervensi yang tepat
10. Ciptakan Lingkungan yang tenang dan
nyaman
10. Agar mendapatkan istirahat yang
cukup
1.Posisikan pasien untuk memaksimalkan
ventilasi
1. Membantu pasien mengurangi
sesak nafas
2.Awasi dan diskusikan Kemungkinan
Penyebab Gangguan
PemenuhankebutuhanTidur .
2.Mengetahui penyebab anak
kesulitan tidur
3Berikan Lingkungan Tenang dan Batasi
Pengunjung
4.Jelaskan kepada keluarga tentang
pentingnya keseimbangan aktifitas istirahat
tidur
5.Kolaborasi dengan tim medis terkait
pemberian obat batuk, misalnya Ambroxol
1/5 ml (2x1)
6.Monitor dan pantau TTV anak
3.Membantu menurunkan
rangsangan stress anak serta
meningkatkan istirahat pasien
4 Menambah pengetahuan keluarga
pasien tentang Meminimalkan
Kelelahan dan membantu
keseimbangan suplai dan kebutuhan
oksigen pada anak
.
5.Membantu mengecerkan dahak,
menyembuhkan Batuk
6.Mempercepat penanganan bila
ditemukan masalah baru
hari
Tidur anak Tercukupi
7.Gunakan Alat bantu tidur, tanyakan pada
keluarga benda apa yang membuat anak
nyaman sehingga mempermudah tidur
(misalnya Boneka/Selimut)
8 Anjurkan Orang tua selalu Berada di
dekat pasien .
9.Anjurkan Orang tua sering memberikan
ASI
10.Letakan Bantal dengan Posisi Tinggi
supaya Memprmudah bayi istirahat di
malam Hari
7.Membuat anak tenang nyaman dan
mampu istirahat dengan baik
8.Mencegah terjadinya kecemasan
dan Hospitalisasi pada anak
9.Agar Dapat Mebantu Proses
Penyembuhan Pada anak,
10. gaya Gravitasi dapat membuat
bayi lebih nyaman saat batuk tengah
malam
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
-KampusUtama : Jl.BesarIjen No. 77 C MALANG 65112 Telp.(0341) 556746
-Kampus I
: Jl.Srikoyo No. 106 JEMBER Telp.(0331) 486613
-Kampus II
: Jl.A. YaniSumberporong LAWANG Telp.(0341) 427847
-Kampus III
: Jl.Dr. Soetomo No. 56 BLITAR 66133 Telp.(0342) 801043
-Kampus IV
: Jl.KH. WakhidHasyim No. 64B KEDIRI Telp.(0354) 773095
-Kampus V
: Jl.Dr. Soetomo No.5 TRENGGALEK Telp.(0355) 791293
-Kampus VI
: Jl.Dr. Ciptomangunkusumo No.82A PONOROGO Telp.(0352) 461792
Website :Http://www.poltekkes-malang.ac.id Email : [email protected]
LEMBAR KONSULTASI
Nama
Nim
No.
: Melati Ninda Lestaro
: 18.073
Tanggal
CatatanPembimbing
Paraf
Download