Uploaded by yakup_nurse

PPOK

advertisement
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN
PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS SEMPARUK KABUPATEN SAMBAS
DISUSUN OLEH
FITRI SHOLIKAH
NIM : 201133026
PROGRAM STUDI PROFESI NERS JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN
KESEHATANPONTIANAKTAHUN AKADEMIK 2019/2020
VISI DAN MISI
PROGRAM STUDI PROFESI NERS KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK
VISI
"Menjadi Institusi Pendidikan Ners yang Bermutu dan Unggul dalam Bidang
Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Perioperatif di Tingkat Regional
Tahun 2020"
MISI
1.
Meningkatkan Program Pendidikan Ners yang Unggul dalam Bidang
Keperawatan
Gawat
Darurat
dan
Keperawatan
Perioperatif
yang
Berbasis Kompetensi.
2.
Meningkatkan Program Pendidikan Ners yang Unggul dalam Bidang
Keperawatan
Gawat
Darurat
dan
Keperawatan
Perioperatif
yang
BerbasisPenelitian.
3.
Mengembangkan Upaya Pengabdian Masyarakat yang Unggul dalam
Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Perioperatif yang Berbasis
IPTEK dan Teknologi Tepat Guna.
4.
Mengembangkan Program Pendidikan Ners yang Unggul dalam Bidang
Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Perioperatif yang Mandiri,
Transparan dan Akuntabel.
5.
Mengembangkan kerjasama baik lokal maupun regional
i
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN
PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS SEMPARUK KABUPATEN SAMBAS
Mata Kuliah
: Praktik Klinik Keperawatan Gerontik
Semester
: I (Ganjil)
Institusi
: Poltekkes Kemenkes Pontianak
Prodi
: Profesi Ners
Sambas, Februari 2020
Mahasiswa
FITRI SHOLIKAH
NIM : 201133026
Mengetahui,
Clincal Teacher
Clincal Instructure
Ns. Suharyanto, M.Kep
NIP. 197103061992032000
Ns. Nurul Yaqin, S.ST.,
NIP. 197705222000121002
ii
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK Tn. T
PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK)
DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN SEMPARUK
PENGKAJIAN
A. Data Umum
1. Nama lansia
: Tn. T
2. Usia
: 68 tahun
3. Agama
: Islam
4. Suku
: Melayu
5. Jeniskelamin
: laki-laki
6. Riwayat Pendidikan
: SD
7. Riwayat pekerjaan
: Tidak Bekerja
8. Status perkawinan
: Menikah
B. Keluhan Utama
Pasien mengatakan batuk dan sesak ± 1 tahun yang lalu sampai sekarang.
C. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat Penyakit (dalam 6 bulan terakhir)
Pasien mengatakan batuk dan sesak, ceritakan sesak? Batuk kering atau
berdahak? Batuk terus menerus? Penyerta lain ? Riwayat merokok?
Aktif atau pasif? Terpapapr dengan lingkungan? Riwayat bronkritis
kritis?
2. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan tidak ada satu orang pun dari keluarga yang
mengalami sakit yang sama seperti yang dialaminya saat ini, hal ini
diperkuat oleh keluarga pasien yang mengatakan tidak ada dari keluarga
mereka yang lain yang memiliki penyakit yang sama seperti yang
dialami Tn. T.
3. Riwayat PencegahanPenyakit
a. Riwayat Monitoring Tekanan Darah
1
Keluarga pasien mengatakan saat dilakukan pemeriksaan kepada
pasien, didapatkan tekanan darah pasien normal 130/70mmHg. RR?
HR ?
b. Skrining Kesehatan yang Dilakukan
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien pernah dilakukan
skrining kesehatan (posyandu lansia) kegiatan tersebut dilakukan
rutin tiap bulan oleh puskesmas semparuk.
4. Status Gizi (diukur dengan grafik indeks massa tubuh)
IMT
= BB (kg) : TB (m2)
= 50 kg : 165 cm
= 50 kg : 2.72 m2
= 18.4  nutrisi
IMT Pasien termasuk dalam kategori berat badan kurang yaitu 18.4
5. Masalah Kesehatan Terkait Status Gizi
a. Masalah pada Mulut
Pasien mengatakan giginya masih banyak, masih bias mengunyah
makanan, gigi depan udah lepas satu didepan dan 3 yang dibelakang.
Gigi pasien tampak menguning tidak ada stomatitis pada mulut
Pasien, saat dilakukan pengkajian tercium bau mulut.
b. Perubahan Berat Badan
Pasien mengatakan tidak mengetahui apakah terjadi perubahan berat
badan atau tidak karena jarang timbang berat badan, pasien
mengatakan terakhir mengukur berat badan yaitu 50 Kg
c. Masalah Nutrisi
Pasien mengatakan kurang nafsu makan kalau makan sedikit
6. Masalah Kesehatan yang Dialami Saat Ini
Pasien mengatakan batuk dan kadang sesak
7. Obat-obatan yang Dikonsumsi Saat Ini
Pasien mengatak rutin mengkonsumsi obat salbutamol dan cetirizine
2
8. Status Fungsional (AKS) (dinilai dengan indeks KATZ)
No
1
2
3
4
5
6
Aktivitas
Mandi
Berpakaian
Kekamarkecil
Berpindah
Kontinensia
Makan
Mandiri
Tergantung
√
√
√
√
√
√
Hasil:
Nilai D yang berarti kemandirian dalam semua hal
9. Status Mobilisasi
a. Tes Keseimbangan
No.
Instruksi
1 Keseimbangan duduk
2
Duduk keberdiri
3
Upaya untuk bangkit
(duduk ke berdiri)
4
Keseimbangan berdiri
awal (5 detikpertama)
5
Keseim bangan berdiri
awal (5 detik pertama)
Reaksi Pasien
Bersandar
Tenang dan Aman
6
Berdiri kaki rapat, terapis
memberikan dorongan 3
kali di dada
7
Berdiri dengan kaki rapat
dan menutup mata
8
Berputar 360 derajat
3
Skor
1
0
Tidak mampu tanpa bantuan
Mampu dengan bantuan tangan
Mampu
Tidak mampu tanpa bantuan
Mampu dengan lebih dari 1
kali upaya
0
1
0
0
2
Mampu dengan 1 kali upaya
0
Goyah
Stabil dengan bantuan
Stabil tanpa bantuan
Goyah
Stabil dengan base luas /
bantuan
Stabil dengan base luas/
tanpabantuan
Bereaksi akan jatuh
Terhuyung, goyah
Stabil
Goyah
Stabil
Langkah tidak kontinyu
Langkah kontinyu
Goyah
Stabil
0
1
0
0
1
0
0
0
2
1
0
0
0
0
0
9
Berdiri ke duduk
Tidak aman (salah penempatan,
duduk
denganmenjatuhkandirikekursi)
0
Menggunakan tangan dengan
duduk perlahan
1
Aman dan duduk perlahan
0
SKOR KESEIMBANGAN : 10
b. Tes Berjalan
No
1
2
Instruksi
Inisiasi berjalan dengan
Instruksi
Reaksipasien
Memulai dengan ragu-ragu
Panjang dan tinggi
langkah
 Ayunan kaki kanan
Panjang dan tinggi
langkah
 Ayunan kaki kiri
3
4
5
6
Kesimetrisan langkah
Kontinyuitas langkah
Berjalan lurus pada jalur (
estimasijarakantar kaki
seukurantubuh )
Trunk
4
Skor
0
Tanpa ragu
1
Tidak melewati kaki kiri yang
menumpu
Melewati kaki kiri yang
menumpu
Kaki kanan menyentuh lantai
0
Kaki kanan tidak menyentuh
lantai
1
Tidak melewati kaki kanan
yang menumpu
Melewati kaki kanan yang
menumpu
Kaki kiri menyentuh lantai
0
Kaki kiri tidak menyentuh
lantai
Jarak langkah kanan dan kiri
tidak sama
Jarak langkahk anan dan kiri
sama
Stop atau tidak kontinyu pada
setiap Langkah
Kontinyu pada setiap langkah
0
Terdapat deviasi
0
Deviasimoderat/
berjalandenganalat bantu
Berjalanlurustanpaalat bantu
0
Badan Badan Instabil dan
berjalan dengan alat bantu
0
0
0
1
1
0
1
0
1
2
7
Badan tidak mengayun, tetapi
lutut menekuk/tanan melebar
Berjalan tanpa stabil, tanpa alat
bantu, tanpa kompensasi tangan
Tumit terangkat sepanjang
berjalan
Tumit menyentuh lantai
PosisiBerjalan
1
0
0
1
SKOR BERJALAN/GAIT : 10
TOTAL NILAI : SKOR KESEIMBANGAN + SKOR BERJALAN :
10+10 = 20
Interpretasi (Tes Keseimbangan dan Tes Berjalan) :
Pada keseimbangan total score ada 10 dan pada score berjalan total
10. Sehingga total nilai adalah 20 yang menunjukkan resiko
jatuh tidak ada.
10. Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari
a. Mobilisasi
Pasien bias berpindah dengan mandiri tanpa bantuan dengan berjalan
pelan-pelan dan tertatih.
b. Berpakaian
Pasien bisa mandiri
c. Makan dan Minum
Pasien bisa mandiri
d. Toileting
Pasien bisa melakukan dengan sendiri
e. Personal Hygiene
Pasien dapat menggosok gigi secara mandiri
f. Mandi
Pasien bisa melakukan dengan sendiri
D. Dimensi Psikologi
1. Status Kognitif (short portable mental state quesonnare)
No.
1.
2.
3.
Pertanyaan
Tanggal berapa hari ini?
Hari apa sekarang?
Apa nama tempat ini?
5
Jawaban
X


4.
4a.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Berapa nomor telepon anda?
Dimana alamat anda?
Berapa umur anda?
Apa nanda dilahirkan?
Siapa presiden Indonesia sekarang?
Siapa presiden sebelumnya?
Siapa nama kecil ibuanda?
Kurangi anka 20 dengan angka 3 berturut-turut 3
kebawah atau menurun
TOTAL
X







8
Baik
2. Perubahan yang Timbul Akibat Status Kognitif
Tidak terdapat perubahan pada fungsi inteektual Pasien. Pasien
memiliki fungsi intelektual utuh ditandai dengan kesalahan jawaban
yang hanya 2.
3. Status Depresi
The Geriatric Dpresion Scale
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Pertanyaan
Apakah pada dasarnyaanda puas dengan kehidupan anda?
Sudahkah anda meninggalkan aktivitas dan minat anda?
Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong?
Apakah anda sering bosan?
Apakah anda mempunyai semangat setiap waktu?
Apakah anda takut sesuatu akan terjadi pada anda?
Apakah anda merasa bahagia disetiap waktu
Apakah anda merasa jenuh?
Apakah anda lebih suka tinggal dirumah pada malam hari, dari pada
pergi melakukan sesuatu?
Apakah anda merasa bahwa anda lebih banyak mengalami masalah
dengan ingatan anda dari pada yang lainnya?
Apakah anda berfikir sangat menyenangkan hidup sekarang ini?
Apakah anda merasa tidak berguna saat ini?
Apakah anda merasa penuh berenergi saat ini?
Apakah anda saat ini sudah tidak ada harapan lagi?
Apakah anda berfikir banyak orang yang lebih baik dari anda?
Jawaban
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Intrepretasi :
Jumlah skor GDS pendek pada Pasien didapatkan hasil yaitu 5
pertanyaan yang sesuai, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Pasien
tidak mengalami depresi
4. Perubahan yang Timbul Terkait Status Depresi
6
Pasien terlihat sering tersenyum dan ramah ketika diajak berbicara.
5. Status Kesepian
UCLA Loneliness Scale
Tidakpe
rnah
No
Pertanyaan
1
Apakah anda pernah merasa
cocok dengan orang-orang
disekitar anda?
Apakah anda pernah merasa
tidak/ kurang memiliki
teman?
Apakah anda pernah merasa
tidak ada seorang pun yang
dapatdiandalkan/andamintai
tolong?
Apakah anda pernah merasa
sendiri?
Apakah anda pernah merasa
menjadi bagian dari
kelompok teman-teman
anda?
Apakah anda merasa bahwa
anda memiliki banyak
persamaan dengan orangorang disekitar anda?
Apakah anda pernah
merasakan bahwa anda
tidak dekat dengan siapa
pun?
Apakah anda pernah merasa
bahwa minat dan ide anda
dibagikan dengan orangorang di sekitar anda?
Apakah anda pernah merasa
ramah/ mudah bergaul dan
bersahabat?
2
3
4
5
6
7
8
9
7
Jarang
Kadang
kadang
2
Selalu
2
3
2
1
3
4
3
1
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Apakah anda pernah merasa
dekat dengan orang lain?
Apakah anda pernah merasa
ditinggalkan?
Apakah anda pernah merasa
hubungan anda dengan
orang lain tidak berarti?
Apakah anda pernah
merasataksatu pun orang
mengertiandadenganbaik?
Apakahandapernahmerasate
rasingdari orang lain?
Apakahandadapatmenemuk
anteman/
sahabatketikaandamengingi
nkannya?
Apakahandamerasabahwaa
daseorang yang benarbenardapatmengertianda?
Apakahandapernahmerasam
alu?
Apakahandapernahmerasab
ahwa orang-orang banyak
di sekitaranda,
tetapitidakbersamaanda?
Apakahandamerasabahwaa
da orang yang
dapatandaajakbicara
(ngobrol)?
Apakahandamerasabahwaa
da orang yang
dapatandadiandalkan/dimint
aitolong?
Total score
3
1
4
3
2
2
3
3
3
2
2
47
Interpretasi: Jumlah skor UCLA pada Pasien didapatkan hasil yaitu 47,
halter sebut dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami tingkat kesepian
rendah.
E. Dimensi Sosial
1. Hubungan lansia dengan anggota keluarga
Pasien mengatakan memiliki hubungan yang baik dengan seluruh
anggota keluarga pasien, pasien memiliki 3 orang anak dan sekarang
anak ke-3 tinggal dirumah pasien, pasien mengatakan selalu ngobrol dan
bercengkrama Bersama keluarga saat senggang.
2. Hubungan lansia dengan tetangga
8
Pasien mengatakan kenal dengan baik dengan tetangga-tetangga didekat
rumahnya, pasien mengatakan tidak pernah memiliki masalah dengan
tetangga dan selalu rukun.
3. Kegiatan organisasi social
Pasien mengatakandahulu Ketika masih sehat pasien selalu ikut
tergabung dalam kegiatan-kegiatan sosial masyarakat didesanya, selain
itu dahulu pasien merupakan mantan kepala dusun daerah setempat, jadi
pasien cukup dikenal oleh masyarakat disekitarnya.
F. Dimensi Tingkah laku
1. Pola Makan
Pasien makan 3x dalam sehari, porsi makan cukup dan setiap kali makan
Pasien selalu menghabiskan porsi makanannya, tidak mengalami
kesulitan saat menguyah makanan. Minum obat cacing 6 bln seali
2. Pola Tidur
Pasien mengatakan sering terbangun saat malam hari, tiba-tiba kalau
malam sering terbangun terus tidak bisa tidur lagi. Karena apa ?
3. Pola Eliminasi
Pasien BAK ±5-6x/hari dan BAB 1x/hari konsisntasi BPH?
4. Pelaksanaan Pengobatan
Pasien mengatakan sering memeriksakan kesehatannya pada kegiatan
Posyandu Lansia yang diadakan oleh Puskesmas Semparuk setiap
bulannya.
5. Kegiatan Olahraga
Pasien mengatakan tidak pernah ikut kegiatan olah raga tetapi sering
melakukan aktifitas menyapu dan membersihkan rumah.
6. Rekreasi
Pasien mengatakan dalam 1 bulan kadang hanya 1 kali diajak ketempat
rekreasi.
G. Dimensi system kesehatan
9
1. Perilaku Mencari Pelayanan Kesehatan
Jika Pasien kurang enak badan biasanya pasien beristirahat saja. Namun,
jika merasa sakit yang tidak mengenakkan, pasien langsung meminta
keluarga untuk membawanya ke Puskesmas Semparuk.
2. System Pelayanan Kesehatan
a. Fasilitas Kesehatan Yang Tersedia
Pasien mengatakan pelayanan Kesehatan terdekat disekitarnya
adalah Puskesmas, dengan jarak sekitar kurang lebih 3-4 km, pasien
biasanya
pergi
kepuskesmas
diantar
oleh
suami
anaknya
menggunakan sepeda motor.
b. Tindakan PencegahanTerhadap Penyakit
Pasien mengatakan kurang mengetahui Teknik pencegahan
penyakit, pasien mengatakan cukup dengan menjaga pola makan
dan perbanyak minum air putih.
c. Jenis Pelayanan Kesehatan Yang Tersedia
Pasien mengatakan juga rutin mengikuti kegiatan posyandu lansia,
pasien mengatakan mengikuti posyandu lansia jika ada yang
mengantar
10
H. PemeriksaanFisik
No
Bagian/region
Hasil pemeriksaan
1
Kepala
2
Wajah/muka
3
Mata
4
Telinga
5
Mulut dan gigi
6
Leher
Inspeksi:
Bentuk kepala Pasien
mesochepal, warna rambut
hitam bercampur putih,
penyebaran rambut merata,
kulit rambut bersih, tidak
ada lesi pada kulit kepala.
Palplasi: Tidak ada nyeri
tekan atau benjolan pada
kepala Pasien.
Inspeksi:
Bentuk muka Pasien normal,
tidak ada benjolan, kulit
wajah bersih dan lembab,
tidak ada luka atau lesi.
Palpasi: Tidak ada nyeri
tekan pada wajah Pasien.
Inspeksi:
Mata kanan dan kiri
simetris, bulu mata sedikit
dan pendek, tidak ada cairan
abnormal yang keluar dari
mata, sklera jernih,
konjungtiva non anemis,
tidak memakai kaca mata,
terlihat kantung mata.
Palpasi: Tidak ada nyeri
tekan
Inspeksi:
Telinga Pasien bersih,
bentuk simetris antara kanan
dan kiri, tidak ada luaran
serum, tidak ada lesi atau
luka, Pasien masih mampu
mendengar dengan baik.
Palpasi: Tidak ada nyeri
tekan pada telinga, tidak
teraba benjolan.
Inspeksi:
Mulut Pasien bersih, bibir
lembab, simetris antara atas
dan bawah, gigi beberapa
sudah tanggal, warna gigi
menguning kehitaman, tidak
terdapat stomatitis, lidah
bersih.
Inspeksi:
11
Masalah
keperawatan yang
muncul
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
I.
7
Dada
8
Jantung
9
Abdomen
10
Ekstremitas atas
11
Ekstremitas
bawah
Leher Pasien bersih, warna
kulit merata, reflek telan
baik.
Palpasi: Tidak ada nyeri
tekan, tidak ada pembesaran
kelenjar limfe atau tiroid.
Inspeksi:
Perkembangan antara dada
kanan dan kiri simetris
Palpasi: Taktil fremitus
teraba sama antara dada
kanan dan kiri
Perkusi: Bunyi resonan
Auskultasi: Rhonki dan
Whezing
Inspeksi:
Tidak nampak pembesaran
pada permukaan jantung
Palpasi: Tidak ada nyeri
pada area jantung, teraba
ictus cordis pada SIC 5
midklavikula sinistra
Perkusi: Terdengar suara
pekak
Auskultasi: terdengar bunyi
lup dup secara teratur tanpa
adanya bunyi tambahan
Inspeksi:
Warna kulit merata, tidak
ada lesi atau luka
Auskultasi: bising usus
10x/menit
Palpasi: tidak ada nyeri
tekan pada area abdomen
Perkusi: bunyi timpani
Inspeksi: Warna cokelat,
kering, tidak terdapat lesi,
kuku bersih.
Kekuatan otot: 5 5
Palpasi:Tidak terdapat
edema maupun nyeri tekan.
Inspeksi: Warna cokelat,
kulit kering, tidak terdapat
lesi, kuku kotor.
Kekuatan otot: 5 5
Palpasi:Tidak terdapat
edema maupun nyeri tekan.
Hasil pmeriksaan thorak
12
Pola nafas tidak
efektif
Tidak ada
Tidak ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Ekspertais:
BTA?
13
ANALISA DATA
No
1.
Hari,
Tanggal
Senin, 1
Februari
2021
2.
Senin, 1
Februari
2021
3.
Senin, 1
Februari
2021
Data Fokus
Diagnosa Keperawatan
DS :
Pasien mengatakan batuk, kadang sesak
DO:
Pernafasan cuping hidung (+), Retraksi otot dada (+), Rhonki (+), Whezing (+)
TD: 140/80 mmHg
RR: 30 x/’
S: 36,2 oC
Bersihan jalan nafas tidak efektif
berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas
 Pola nafas
DS :
Pasien mengatakan sering terbangun saat malam hari ,merasa tidaktenang dan
merasa was-was,tidurnya tidak nyenyak, tiba-tiba kalau malam sering terbangun
terus tidak bias tidur lagi, kadang bias tidur lagi dan sering mengantuk di pagi
hari.
DO :
1. Pasien tampak lelah
2. Saat dilakukan pengkajian Pasien terlihat menguap dan mengantuk
3. terlihat kantung mata
DS:
Pasien tidak mengerti penyakit apa yang dideritanya
Bagaimana perawatan dirumah
Nutrisi meningkatkan daya tubuh
Bagaiamanalingkungan?
DO:
Pasien sering bertanya tentang penyakitnya, wajah tampak binggung?????
Kli
Gangguan pola tidur berhubungan dengan
faktor psikologis
14
Defisit pengetahuan berhubungan dengan
keterbatasan kognitif
Diagnosa Keperawatan
1. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas
2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan faktor psikologis
3. Defisit pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kognitif
15
RENCANA KEPERAWATAN
No
1.
2.
3.
Diagnosa Keperawatan
Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d
hipersekresi jalan nafas
Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama 2x24 jam diharapkan jalan nafas
kembali efektif dengan KH:
1. Bersihan jalan nafas efektif dengan
frekuensi dan kedalaman dalam rentang
normal
2. Suara nafas tambahan tidak ada
3. Pernafasan cuping hidung tidak ada
Gangguan pola tidur berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan keperawatan
faktor psikologis
selama 3x24 jam diharapkan kualitas dan
kuantitas tidur Pasien meningkat dengan KH :
1. Pasien mengatakan tidur Pasien cukup 6-7
jam
2. Pasien mengatakan tidurnya nyenyak
3. Tidak terlihat kantung mata
Defisit pengetahuan berhubungan dengan
keterbatasan kognitif
Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama 1x30 menit diharapkan pengetahuan
pasien dan keluarga bertambah dengan KH :
1. Pasien bisa menjawab setiap pertanyaan
seputar penyakit yang di deritanya
2. Wajah tidak lagi tampak binggung
16
Intervensi
1. Observasi suara nafas tambahan
2. Observasi tanda-tanda vital
3. Edukasi pasien melakukan nafas dalam dan
batuk efektif
4. Kolaborasi dengan dokter pemberian terapi
Amoxilin dan ambroxol
1. Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat
2. Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas
sebelum tidur (membaca)
3. Ciptakan lingkungan yang nyaman
4. Diskusikan dengan pasien dan tentang teknik
tidur pasien
5. Monitor/catat kebutuhan tidur pasien setiap
hari
1. Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga
2. Jelaskan tentang penyakit yang diderita pasien
3. Gambarkan tanda dan gejala dari penyakit
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Tanggal
No
dx
Tujuan khusus
Implementasi
Evaluasi formatif
03 Februari 2021
08.00
08.15
08.45
09.00
1
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 2x24 jam
diharapkan pola nafas
kembali efektif
Melakukan observasi suara nafas
tambahan
S
: Tn. T mengatakan masih batuk tapi
tidak sesering dulu dan dahak
berkurang
Melakukan observasi tanda-tanda
vital
Melakukan edukasi pasien
melakukan nafas dalam dan batuk
efektif
Melakukan kolaborasi dengan
dokter pemberian terapi
O
: Pernafasan cuping hidung (-),
Retraksi otot dada (-), Rhonki (+),
Whezing (-)
TD: 140/80 mmHg
RR: 29 x/’
S: 36,5 oC
17
A
: Masalah teratasi sebagian pada
pernafasan
P
: Intervensi dilanjutkan intervensi?
Paraf
03 Februari 2021
09.00
2
09.30
10.30
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 3x24 jam
diharapkan kualitas dan
kuantitas tidur Pasien
meningkat
11.00
11.30
S
: Pasien mengatakan sudah bisa tidur
malam hari tanpa terbangun
ditengah malam
O
: kantong mata (-), wajah tampak
segar, pasien tidak menguap
A
: Intervensi dihentikan pada masalah
nutrisi
P
: Masalah teratasi
Mengkaji tingkat pengetahuan
pasien dan keluarga
S
: Pasien mengatakan sudah paham
dengan penyakit yang diderita
Menjelaskan tentang penyakit
yang diderita pasien
Mengambarkan tanda dan gejala
dari penyakit
O
: pasien setiap kali ditanya tentang
penyakitnya bisa menjawab, wajah
tampak tidak binggung
A
: Intervensi dihentikan
Menjelaskan pentingnya tidur
yang adekuat
Memfasilitasi untuk
mempertahankan aktivitas
sebelum tidur (membaca)
menciptakan lingkungan yang
nyaman
mendiskusikan dengan pasien dan
tentang teknik tidur pasien
memonitor/catat kebutuhan tidur
pasien setiap hari
03 Februari 2021
12.00
3
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
selama 1x30 menit
diharapkan pengetahuan
pasien dan keluarga
bertambah
P
18
: Masalah teratasi
19
Download