Edisi 291 – 23 Mei 2014

advertisement
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Page 1
Edisi 291 – 23 Mei 2014
PIMPINAN BAIT MINISTRY
Pembina : Pdt. Dr. Moldy Mambu & Handry Sigar
Pengawas : Willy Wuisan & Yoshen Danun
Pengurus : Ketua – Lucky Mangkey
Sekertaris – Janette Sepang
Bendahara – Yance Pua
PENGURUS BULETIN BAIT
Penasihat : Pdt. Dr.Moldy Mambu, Pdt. Noldy Sakul, Pdt. Sammy Lee
Pemimpin Umum : Handry Sigar
Wkl Pem. Umum : Yoshen Danun
Pemred
: Willy Wuisan
Wapemred : Herschel Najoan
Sekretaris : Meilien Langi-M
Bendahara : Yance Pua
BAIT MINISTRY
Visi: Menyebarkan pekabaran tiga
malaikat khususnya di Indonesia Kawasan
Timur dan untuk mempersiapkan umat
pada kedatangan Kristus yang kedua kali
Misi: BAIT Ministry sebagai suatu wadah
perpanjangan tangan GMAHK di Indonesia
Kawasan Timur mengusahakan
mendorong berkembangnya pekerjaan
Tuhan secara maksimal melalui berbagai
bidang pelayanan
General Controller : Ellen Manueke, Tommy Manawan
HRD : Janette Sepang,
Koordinator Produksi : Osvald Taroreh, Harold Somba
Editor Alfa Tumbuan , Royke Sundalangi, Handry Suwu, Wayne
Rumambi, Jufrie Wantah, John Taebenu.
Rubrik Opini Lucky Mangkey, Mickael Mangowal, Bruce Sumendap,
Pdt. Bayu Kaumpungan, Jack Kusoy
Kolom Renungan Pdtm. Davy Politon Pdt. Stenly Karwur, Pdt. Ronie
Panambunan,Pdt. Raymond Lohonauman, pdtm. Ronie Umboh
Rubrik Kesehatan Jeiner Rawung, dr. Harold Manueke,
dr. Alvin Rantung, dr. Grace Rantung, dr. Marthin Walean,
dr. E Tomarere, dr. Ruben Supit
Rubrik Keluarga Repsta Moal, James Manurip,
Pdt. Jacky Runtu, Pdt. H. Suawah
Rubrik Roh Nubuat Pdt. Kalvein Mongkau, Pdt. Dr. Allan Pasuhuk,
Pdt. Douglas Sepang, Pdt. Dr. Robert Walean, Pdtm. Glen Rumalag
Rubrik Pathfinder Frankie Sumarauw, Green Manueke, Fransisca Muntu
Rubrik Profil Irma Pakasi, Janice Losung, Green Mandias
Rubrik Pionir Pdt E. Takasanakeng
Rubrik Ragam Debby Langitan, Jimi Pinangkaan, Ellen Manueke
Rubrik Kesaksian Freddy Losung, Agustine Lureke
Rubrik Biblical & Theological Pdt. Blasius Abin, Pdt. Swineys Tandidio
Motivational Words Dr. Peggy Iskandar-Wowor
Inspirational Story Bredly Sampouw
Tanya Jawab Pdt. Bryan Sumendap,
Pdt. Larry Windewani, Pdt. Dr. Ronell Mamarimbing
Cerita Anak Max Kaway
Catatan Kami Denny Kalangi
Revival & Reformation
Cek Kosong
Pesan Kepada Yohanes Kepada Para PNS
Merayakan Perceraian
Halal dan Haram
Tim Layout Caddy Malonda, Ivan Kembuan, Freddy Kalangi,
Pdt. Harold Oijaitou, Jenry Wungkana, Herold Heydemans, pdtm. Davy
Tielung, Jimi Moehadjedi, Belly Wungkana, Brayn Mamanua, Stanly
Keles, Pdtm. Ressa Liwe, Marchel Tombeng, Pdtm. Raynald Makalew
Tulisan Roh Nubuat
Web Master Michael Mangowal, Nielson Assa
Multimedia : Ellen Mangkey
Distribution Pdtm. Dale Sompotan
Biro: Philipina Govert Woramuri Manado Jeiner Rawung, Mikael
Terok, Janet Ngantung, Hengki Kambey, Erwin Wuisan,
Papua David Bindosano, Samuel Rorimpandey, Hendy Sahetapy, Noldy
Abraham Sulawesi Tengah Pdt. Stenly Karwur
Jawa Timur Pdtm. Fabyo Rumagit Ratahan Refli Ompi,Sangir Talaud
Pdt. Edison Takasanakeng Ambon Mario Lekatompessy Kotamobagu
Maikel Makarewa Balikpapan Beverly Nangon Runturambi
Medan Hartoyo Tismail
Cerita Untuk Anak
Yahudi & Kafir
Hadassah Menemukan Yesus
Pathfinder
Pedoman Administrative PA Remaja
Palakat Berita
Page 2
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Revival & Reformation
Kebangunan (Revival) dan Pembaharuan (Reformation) didengungkan sebagai Tema Utama dari Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh. Petunjuk-petunjuk dari pimpinan pusat organisasi serta materi-materi
penting sudah dibagikan kepada jemaat-jemaat dengan satu harapan besar bahwa Kebangunan dan
Pembaharuan yang total dapat terjadi di dalam Gereja Advent.
Suatu umat yang sementara menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali perlu untuk terus di dorong
mereformasi dan membangun iman yang teguh, bukan berarti Reformasi dan Pembaharuan datang karena
mengalami kemunduran iman.
Reformasi dan kebangunan tidak datang dengan perjuangan manusiawi tetapi atas tuntunan Roh Kudus "A
revival and reformation must take place under the ministration of the Holy Spirit." Ch.S 42. Tanpa petunjuk
surga lewat kehadiran Roh Kudus hal itu tidak pernah akan terjadi.
Dalam perjanjian lama sangat banyak tokoh Alkitab yang diutus Tuhan mereformasi dan membangunkan
umatnya dari dosa, sebut saja Yosia, Yehezkiel, Yesaya, Mikah, Yoel dan beberapa tokoh Alkitab lain.
Keberadaan mereka membawa satu pekabaran pembaharuan menjadi berkat di kalangan Umat Tuhan disaat
itu. Lain halnya di dalam Perjanjian Baru, ada satu tokoh yang sangat menonjol memaparkan konsep
pembaharuan dan kebangunan di setiap suratnya. Satu ayat yang sangat terkenal soal pembaharuan yang
pernah disampaikan tokoh ini adalah terdapat di dalam buku Roma 12:2 -Janganlah kamu serupa dengan
dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah
kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Rasul Paulus adalah tokoh besar di Perjanjian Baru yang sangat getol mendengungkan pembaharuan dan
mengadakan kebangunan rohani. Menarik untuk dibahas bahwa rasul Paulus menyiratkan di sini bahwa dunia
menjadi ukuran terjadi pembaharuan, artinya apabila kita "sama" dengan dunia maka tidak terjadi
pembaharuan tetapi apabila kita tidak sama dengan "dunia" maka itulah yang namanya telah terjadi
pembaharuan. Konsep dunia di sini adalah bermaksud kepada sifat sifat orang kebanyakan yang tinggal di
dunia ini. Kebanyakan Orang dunia sombong, orang dunia tidak mau belajar Alkitab, dunia tidak suka berdoa
dan lain-lain. Kita dianjurkan untuk tidak seperti mereka tetapi menampilkan gaya hidup kerohanian yang
berbeda dengan dunia ini.
Satu yang penting Kebangunan dan Reformasi harus dimulai dari diri kita sendiri, minta roh kudus menuntun
kita. "When the Holy Spirit descended upon the disciples, all they owned was held for the advance of the
wonderful reformation." WM 271. Nasihat pembaharuan Rasul Paulus dalam Roma 12:2 ditujukan kepada
pribadi kita masing masing, maka dari itu mulaikanlah reformasi dan kebangunan dari diri kita sendiri.
Reformasi dan kebangunan tidak pernah akan terjadi secara seutuhnya dan menyeluruh tanpa kita mulai dari
pribadi kita masing- masing.
Redaksi
Page 3
Edisi 291 – 23 Mei 2014
“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam
Kristus Yesus.” Filipi 4:7
A
da dua pegertian cek
kosong yang penulis
ketahui.
Pertama,
seseorang yang memiliki dan a di
bank dalam bentuk giro untuk
digunakan setiap saat untuk
pembayaran atau transaksi dalam
bentuk cek atau giro bilyet tetapi
dananya tidak ada. Cek ini untuk
pembayaran bergantung atas
ketersediaan dananya di bank.
Penulis
pernah
mengalami
pengalaman
seseorang
mengunakan cek kosong untuk transaksinya. Di sekitar tahun
2001 penulis pernah mendapatkan selembar giro bilyet atas
hasil transaksi dagang atas penjualan full-grain--kulit sapi
terluar. Jenis kulit inilah yang paling mahal untuk industri
sepatu. Full-grain lokal tidak kurang dihargai US$.1,2 untuk
hitungan 30x30 cm/square pada waktu itu. Satu ekor sapi bisa
menghasilkan rata-rata 20-22 square untuk setengah lembar
kulit sapi. Satu ekor sapi untuk kulit biasanya dipola menjadi
dua bagian membela kepala menuju punggung hingga ke
bagian bawah menjadi dua bagian yang sama bentuk dan
ukuranya. Ukuran dan bentuk seperti inilah yang menjadi
incaran pasar. Untuk pembayaran full-grain inilah penulis
menerima cash, dan sisanya dalam bentuk cek mundur.
Ternyata, pada tanggal yang telah disepakati didapati bahwa
giro bilyet tersebut dananya kosong.
Cek kosong yang ke dua, seseorang yang memiliki dana yang
berlimpa di bank tentu saja ia memiliki giro bilyet untuk
pembayaran. sudah ditandatangani dan diberikan kepada
seeorang yang istimewa tanpa mencantumkan jumlah
nominalnya, yang nantinya diisi oleh orang yang istimewa tadi
sesuai kehendak hatinya. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan
pemilik Abu Dhabi United Group Investment and Development
Limited (ADUG), adalah pemilik klub sepak bola Manchester
City atas proses take over Manchester City dari tangan
Thaksin Shinawatra mantan Perdana Menteri Thailand di bulan
September tahun 2008. Mansour bin Zayed Al Nahyan sukses
mencatatkan namanya sebagai salah satu pria terkaya di Timur
Tengah. Total kekayaannya melejit hingga senilai US$ 8 miliar
atau setara Rp 92,67 triliun (kurs: Rp 11.583 per dolar AS).
Konon kabarnya pernah menawarkan cek kosong untuk Messi
untuk dapat pindah ke Etihad Stadium milik Manchester City.
Tentu saja, si Sheikh ini dananya tidak kosong di giro bilyetnya
bahkan tersusun rapi pundi-pundi hartanya berderet panjang,
sepanjang namanya. Giro bilyetnya sudah tertera nama
Page 4
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Mansour bin Zayed Al Nahyan dan sudah ditandataganinya.
Sekarang ditawarkan kepada Messi, untuk mengisi cek kosong
dari orang terkaya dengan jumlah yang Messi kehendaki untuk
gaji per pekanya di Man-Cy.
Berbicara tentang kekayaan tidak ada yang dapat menandingi
kekayaan Allah kita. Pemazmur menulis: "TUHANlah yang
empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di
dalamnya."--Mazmur 24:1. Satu pengakuan yang sempurna
yang tiada tandingan, tidak ada bahasa lain yang melampaui
ungkapan di atas.
Dalam kekayaan dan kemuliaan-Nya yang tak terbilang itu,
Allah menawarkan kekayaan-Nya bagi manusia. Allah
menawarkan Cek Kosong bagi kita umat kesayangan-Nya.
Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan
kepadamu." --1 Raja-raja 3:5b. Peristiwa ini terjadi manakalah
Salomo muda mengantikan ayahnya Daud menjadi raja atas
Israel.1 Raja-raja 3:5, "Di Gibeon itu TUHAN menampakkan
diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam.
Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan
kepadamu."--1 Raja-raja 3:5.
Salomo menuliskan cek kosong yang sudah disediakan Allah,
"Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham
menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat
membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah
yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"--1
Raja-raja 3:9, Salomo menuliskan di cek kosong Allah,
jawaban Tuhan atas permintaan Salomo seperti ini: "Jadi
berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah
meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang
atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian
untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan
sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku
memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian,
sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti
engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun
seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan
kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga
sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di
antara raja-raja."'--1 Raja-raja 3:11-13. Perhatikan ayat 13:
"....Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu,
baik kekayaan maupun kemuliaan.
Kenapa bisa terjadi seperti ini? Kadang kala kita berpikir
bahwa pengalaman Salomo sungguh sulit terjadi di masa kini.
Apakah demikian? Tentu tidak, apa yang telah terjadi masa
lampau akan terjadi juga bagi kita umat-Nya masa kini. Jika
tidak, kita tentu akan menyangsikan kesaksian Alkitab berarti
sama dengan meragukan kuasa kasih-Nya bagi kita saat ini.
Yohanes 15:7b. Cek kosong dari Yesus, ditawarkan kepada kita
semua saat ini. Sama seperti Salomo. Ingat bahwa Allah tidak
pilih kasih, Ia adalah Allah yang baik. Terkadang kita tidak
merasakan hal ini. Allah menawarkan hal yang sama. Yesus
menawarkan hal yang sama kepada kita saat ini Pemilik alam
semesta-- kekayaan-Nya tidak terkatakan. Dalam menuliskan
cek kosong-Nya, kita jangan salah menuliskan jumlah--hanya
harta terbaik yang mendapat restu. Harta atau jumlah yang
terbaiklah yang akan mendapat jawabannya. Untuk memastikan
bahwa kita tidak salah menulis cek kosong Allah mari kita lihat
(ayat 7a) di dalam Yohanes 15, "Jikalau kamu tinggal di dalam
Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu", maka "mintalah
apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."- Yoh 15:7b. Argumentasi sederhananya seperti ini: "hubungan
kita, kedekatan kita dengan Tuhanlah sebagai penentunya."
Jika kita telah memilih Tuhan yang terutama, menjadikan Ia
prioritas hidup kita berarti kita telah memilih harta yang
terbaik. Pada saat kita menuliskan cek kosong, kita tidak hanya
menuliskan mobil, rumah, kesehatan, kebahagiaan dan lainlainya. Karena sebelumnya kita telah menuliskan harta terindah
yaitu Kristus yang terutama di cek kosong itu. Sering kita
hanya terpaku pada harta duniawi, kita telah melewatkan harta
yang termahal yakni hubungan kita dengan-Nya yang kita
torekan di cek kosong-Nya. sekali lagi perhatikan secara
lengkap ayat ini :"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan
firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang
kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."--Yohanes
15:7.
Salomo tidak meminta harta dan kekayaan. Salomo hanya
meminta hikmat, di mana Salomo sebelumnya telah
"....menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup
menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya....", 1 Raja-raja
3:3a. Tuhanlah yang menuntun kita apa yang terbaik untuk kita
tuliskan di cek kosong-Nya. Sekali lagi ayat kuncinya, Yesus
berkata: "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku
tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu
kehendaki, dan kamu akan menerimanya."--Yohanes 15:7.
Pertanyaan yang terpenting saat ini kenapa pengalaman Salomo
di awal pemerintahannya, dan kerinduan Yesus agar kita
berbuah banyak tidak terjadi.. Kemungkinan kita telah salah
menuliskan permintaan kita di dalam cek kosong yang telah
Allah sediakan bagi kita. Hanya merekalah yang telah memilih
Yesus yang terutama dan yang pertama--harta tak ternilai
harganya di dalam cek kosong itulah yang mendapatkan
jawab-Nya.
.
Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat bahasa
yang sama yang terdapat di dalam Perjanjian Baru, kata-kata
ini keluar dari mulut Yesus sendiri, "...., mintalah apa saja
yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."--
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 5
Edisi 291 – 23 Mei 2014
S
ebagaimana yang
sudah
diketahui
oleh banyak orang,
kepercayaan kita
kepada
institusi
pemerintahan semakin
menurun. Sepertinya ada
sebuah
fenomena
ketidak percayaan yang
seketika juga muncul
saat
kita
harus
berhadapan dengan petugas pemerintah, ataupun dengan
birokrasi.Tidak sedikit dari kawan-kawan saya disini (yang
bukan berkewarganegaraan Indonesia) mengeluh saat mereka
berusaha membuka bisnis bahkan untuk urusan gerejapun
mereka merasa dipersulit oleh pejabat pemerintah Indonesia.
Beberapa kali saat gereja kami juga mengadakan pelayanan di
Indonesia, tidak sedikit kendala yang kami harus hadapi dan
sayangnya seringkali sebagian besar berhubungan dengan
permintaan “fee” dari dinas-dinas tertentu di Indonesia.
Tulisan saya kali ini bukanlah ingin membahas perihal korupsi
dan penegakan hukum di Indonesia. Ada banyak platform yang
lebih sesuai untuk itu gantinya saya menulis artikel ini di BAIT.
Akan tetapi, saya lebih tertarik untuk melihat apakah gereja
Bejana Advent Indonesia Timur
punya andil dan peranan di dalam kehidupan moral dari umatumatnya?Seringkali saat dinamika masyarakat di dalam politik
bergejolak, gereja sepertinya meletakkan posisinya di dalam
dua sisi yang ekstrim. Di satu sisi, gereja sepertinya tidak
perduli dengan kegiatan politik dan mengisolasi diri mereka
dari semua hal yang berhubungan dengan politik,hukum dan
kenegaraan. Di sisi lain sebagaimana sejarah mencatat, gereja
sangat terlibat dalam politik bahkan gereja menentukan raja dan
kebijakan politik sebuah Negara. Khususnya kalau kita
mempelajari sejarah gereja di abad pertengahan, gereja dan
Negara adalah sebuah kesatuan yang sulit dipisahkan. Di dalam
pandangan saya, kedua ekstrim ini bukanlah apa yang Alkitab
ajarkan.
Tidak sedikit kita mendapatkan contoh dari tokoh-tokoh
Alkitab yang melayani di dalam pemerintahan.Sebut saja
misalnya Yusuf yang merupakan perdana menteri Mesir di
dalam buku Kejadian.Kemudian kita menemukan kisah ratu
Ester yang dengan kekuatan politiknya sebagai ratu negeri
Persia,
berhasil
menyelamatkan
bangsanya
dari
genosida.Kemudian tentu saja kita mengenal Daniel, yang
merupakan orang kepercayaan raja-raja Babilon di lebih dari 2
generasi. Orang orang ini mengingatkan kita bahwa Alkitab
memberi ruang bagi umat Allah untuk terlibat di dalam
pemerintahan sebuah Negara.
Page 6
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Akan tetapi yang lebih menarik bagi saya untuk bagikan di
dalam kolom ini adalah pernyataan Yohanes Pembabtis di
dalam buku Lukas. Dalam Lukas pasal 3:10-14 kita
menemukan sebuah pesan yang singkat dan sederhana akan
tetapi sangat relevan bagi zaman sekarang ini. Alkitab mencatat
bahwa banyak orang berkumpul untuk mendengarkan khotbah
Yohanes Pembaptis.Yang menariknya, khotbah Yohanes
pembaptis menarik perhatian bukan hanya dari kalangan rakyat
Yahudi yang bekerja di bidang swasta.Lukas mencatat
pemungut cukai dan bahkan tentara Roma pun mendengakan
pekabaran dari Yohanes Pembabtis.
Lebih menariknya lagi, mereka bukan hanya mendengarkan
firman itu tetapi mereka menyadari ada sesuatu yang mereka
harus rubah dari dalam hidup mereka. Roh Kudus bekerja di
dalam hati mereka dan dengan serta merta mereka bertanya
pada Yohanes apa yang mereka harus lakukan untuk
memperoleh keselamatan itu (Luk 3:12 & 14)
Jawaban Yohanes merupakan jawaban yang sangat spesifik.
Yohanes tidak meminta para pemungut pajak untuk “belajar
alkitab dan berdoa maka engkau akan selamat” Akan tetapi
Yohanes dengan tegas mengatakan “Janganlah engkau
memungut lebih dari apa yang sepatutnya engkau pungut” (Luk
3:13) Di dalam Bahasa modern sekarang ini, Yohanes dengan
gamblang dan sederhana sekedar mengatakan “jangan
korupsi!” Pernyataan ini merupakan sebuah pernyataan yang
bagi setiap pemungut cukai mereka dapat mengerti dengan
baik.Di zaman Yesus, pemungut cukai merupakan orang
Yahudi yang bekerja untuk pemerintah Roma. Di dalam
kapasitas mereka sebagai pemungut cukai, pemerintah Roma
telah memberikan sejenis kuota untuk seberapa besar pajak
yang mereka harus pungut dari setiap penduduk Yerusalem dan
sekitarnya.Akan tetapi, banyak pemungut cukai yang korup
yang kemudian menggunakan kedudukan dan kekuasaannya
untuk
memanipulasi
pajak
penduduk
sekitar
dan
melipatgandakan tagihan pajak yang harus dibayarkan oleh
warga Yahudi. Bilamana pemerintah Roma menetapkan setiap
warga membayar 2 dinar kepada pemerintah Roma untuk pajak
jalan, tidak jarang pemungut cukai akan menaikkan tagihan itu
menjadi 6 atau 8 dinar yang kemudian dibebankan kepada
setiap pengguna jalan di Yerusalem. Saat pemerintah Roma
meminta masukan dari pemungut cukai, maka 2 dinar sajalah
yang dimasukkan ke dalam kas pemerintah Roma, dan sisanya
masuk ke dalam kantong sang pemungut cukai ditambah gaji
regular yang didapatkan dari pemerintah Romawi.
Yang menyedihkannya lagi, pemungut cukai diberi kuasa oleh
pemerintah Roma untuk menghukum orang orang yang
melawan atau menolak membayar pajak.Mereka mampu untuk
memerintahkan prajurit Roma untuk menangkap mereka yang
menolak membayar pajak, bahkan mereka pun diberi hak untuk
menyita kekayaan dari mereka yang menolak membayar pajak
tersebut.Sebab itu terjadi hubungan saling menguntungkan
diantara tentara Romawi dan pemungut cukai. Tentara tentara
Bejana Advent Indonesia Timur
ini akan berbagi hasil perasan pajak illegal ini dan dengan
senang hati mereka akan pergi ke rumah rumah untuk meminta
pembayaran pajak ataupun untuk menyita harta yang dimiliki
dari rakyat Yahudi zaman itu. Di dalam Bahasa modern
sekarang, ada sejenis “kongkalikong” Antara pelaksana hukum
(pemungutan pajak) dan penegak hukum (tentara Roma) dan
tentu saja semua pihak senang kecuali mereka yang diperas dan
dipaksa membayar pajak lebih dari yang sepatutnya mereka
bayarkan.
Maka itu tidak mengherankan tatkala setelah Yohanes
menjelaskan kepada pemungut cukai maka para tentara segera
bertanya kepada Yohanes akan apa yang mereka harus lakukan
supaya mereka bisa selamat. Yohanespun menjawab mereka
dengan sebuah pernyataan yang spesifik.Dia mengatakan,
“janganlah engkau memungut uang dengan kekerasan atau
kesaksian palsu, dan cukupkanlah dirimu dengan gaji yang ada
padamu” (Luk 3:14) Yohanes sekali lagi mengingatkan para
penegak hukum ini untuk tidak menyalahgunakan wewenang
dan kekuasaan mereka, sekaligus mengingatkan mereka untuk
tidak melakukan tindakan korupsi dengan hidup sesuai dengan
gaji yang mereka terima. Yohanes tidak meminta para tentara
ini untuk sekedar pergi berdoa, akan tetapi sebaliknya
mengatakan bahwa jalan keselamatan bagi mereka adalah
melalui menjalankan tugas mereka dengan bersih dan bebas
korupsi.
Pesan Yohanes ini merupakan sebuah peringatan bagi kita
bahwa ALkitab tidaklah menutup mata bagi tindakan korupsi
dan penyalahgunaan wewenang.Kalau kita mau ambil pesan ini
di dalam konteks yang paling spesifik maka Yohanes berpesan
kepada kita kita yang bekerja di pemerintahan dan kekuasaan
untuk bersikap jujur, dan tidak korupsi.Pesan antikorupsi
bukanlah pesan modern yang dikumandangkan KPK, ICW,
atau bahkan oleh para caleg, capres dan cawapres yang sedang
sibuk mencari dukungan suara kita akhir akhir ini.Yohanes
pembaptis dengan lantang mengingatkan itu kepada para
pekerja pajak dan tentara yang melayani di dalam pemerintahan
Romawi di zamannya. Oleh karena itu bilamana kita dengan
keyakinan kita percaya bahwa firman Tuhan memang kekal
adanya, maka kita perlu dengan serius merenungkan pesan
Firman ini juga bagi kita. Tindakan korupsi bukanlah hanya
sekedar urusan politik,hukum atau kewarganegaraan. Tindakan
korupsi merupakan pelanggaran moral yang bertentangan
dengan hukum Tuhan. Dengan kata lain, korupsi mempunyai
hubungan langsung dengan kehidupan spiritualitas seseorang.
Kalau tidak, maka Yohanes tidak akan mengatakannya secara
gamblang dan terus terang kepada para pemungut cukai dan
tentara tersebut.
Oleh sebab itu merupakan sebuah renungan yang patut kita
perhatikan di dalam kehidupan kita.Tidak sedikit dari kita yang
memegang peranan penting di dalam pemerintahan dan
kepemimpinan.Pertanyaan yang patut kita pikirkan dalam
dalam adalah apakah pesan Yohanes ini telah kita aplikasikan
di dalam praktek kita sehari hari?Apakah pernah ada
Page 7
Edisi 291 – 23 Mei 2014
kesempatan kita memanfaatkan kekuasaan kita untuk
mengambil sesuatu yang bukan milik kita? Apakah kita
termasuk mereka yang tidak malu-malu untuk meminta “fee”
atau “pelicin” dalam tugas dan tanggung jawab kita? Apakah
kita berani untuk menyatakan kebenaran dan bersikap lurus
sekalipun mungkin tindakan korupsi adalah sesuatu yang sangat
“biasa” terjadi di dalam lingkungan kita bekerja?
Tulisan saya ingin saya sampikan di sini bukanlah karena saya
ingin menjadi aktifis anti-korupsi, atau ingin mengecam,
menghakimi atau mendikte saudara saudara kita yang bekerja
di dalam pemerintahan atau dalam kepempimpinan. Tulisan
saya juga bukanlah datang dari seorang yang sempurna yang
sudah lebih baik dari para pembaca sekalian dan merasa
berhak untuk “menggurui” siapapun disini. Adalah Sangat jauh
niatannya dari semua itu. Motivasi saya hanyalah sekedar
sebagai seseorang yang juga berjuang dan bergumul dengan
tantangan di atas dan rindu melihat gereja juga menjadi
insititusi yang mau untuk mengambil sikap dan keyakinan
bahwa tindakan korupsi bukanlah hanya urusan Negara dan
hukum akan tetapi merupakan urusan moral dan juga
spiritualitas. Akanlah sangat menyedihkan bilamana kita yang
sepatutnya menjadi terang, malah meredupkan terang itu
dengan tindakan kita yang tidak konsisten di dalam spiritualitas
kita. Seorang bijak pernah berkata “khotbah ternyaring yang
orang akan ingat bukanlah melalui apa yang engkau katakan
dari belakang mimbar melainkan melalui apa yang engkau buat
diluar mimbar itu”
Kita tidaklah perlu harus untuk ikut dalam gerakan aktivis anti
korupsi dan sebagainya untuk menunjukkan bahwa gereja
menyadari akan pentingnya trasnparasi dan akuntabilitas
sekalipun itu baik bagi mereka yang memiliki kesempatan itu.
Mungkin kita bisa memulai dengan hal hal yang mudah dan
praktis.Kita bisa mulai dengan beberapa pertanyaan ini;
Apakah keuangan jemaat kita cukup transparan dan akuntabel
terhadap setiap anggota jemaat kita? Apakah pengeluaran
jemaat/gereja bisa kita pertanggungjawabkan dan jelas
perhitungannya? Apakah perjalanan dan kegiatan kita dalam
mengikuti konfrensi dan seminar dimana mana (yang
menggunakan
anggaran
Jemaat),
dapat
kita
pertanggungjawabkan kepada gereja yang mengirim kita
ataukah itu hanya sekedar menjadi acara jalan jalan yang
disponsori oleh gereja? Apakah kita telah dengan bijak
menempatkan orang orang di dalam posisi kepempimpinan baik
di level local, maupun daerah dan bahkan jenjang yang lebih
tinggi seperti konfrens dan bahkan uni oleh karena prestasi dan
kemampuan mereka ataukah lebih karena koneksi dan
“kedekatan” lainnya? Apakah kita menggunakan jabatan kita
sebagai ketua jemaat, ketua daerah, dan ketua2 lainnya untuk
melayani umat2 Kristus yang dikasihiNya dengan nyawaNya
sendiri ataukah lebih sebagai tahta yang harus kita pertahankan
dan perebutkan? Pertanyaan2 ini mungkin tidak nyaman bagi
kita semua tetapi merupakan pertanyaan yang sama dengan apa
yang Yohanes Pembaptis sampaikan 2000 tahun lalu di tepi
sungai Yordan.
Bejana Advent Indonesia Timur
Saya berdoa tulisan saya kali ini dapat diterima sebagai sebuah
motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas keimanan
kita.Hanyalah kasih karunia Kristus yang sanggup merubah
kita.Akan tetapi kalau kita terus memilih untuk tidak mau
merubah jalur kemudi kita Tuhan tidak dapat memaksa kita
untuk berubah oleh karena masing masing kita memiliki kuasa
memilih.Oleh karena itu adalah penting bagi kita untuk
merenungkannya.Untuk mengakhiri tulisan ini saya kali ini
saya ingin mengutip ungkapan salah satu orang yang saya
kagumi yaitu Prof.J.E Sahetapy yang sering dia utarakan di
televisi. “Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu
aku telah menjadi musuhmu?Ungkapan ini sebetulnya adalah
kutipan dari rasul Paulus di dalam suratnya kepada Jemaat
Galatia pasal 4 ayat 16. Saya berharap, apa yang saya
sampaikan disini tidak membuat saya kemudian menjadi musuh
siapa siapa, malah sebaliknya marilah kita sama sama terus
memajukan gereja Umat pilihan akhir ini sampai Juruselamat
kita akan turun dari awan awan.
Artikel Rohani
CLEAN AND UNCLEAN MEAT
(HARAM DAN HALAL)
Signs of the Times, November 1988
William Shea, Ph.D
www.biblicalresearch.gc.adventist.org
Diterjemahkan oleh Pdt. Kalvein R. Mongkau
PERIKOP-PERIKOP UTAMA DI DALAM ALKITAB
BERBAHASA IBRANI TERKAIT POKOK BAHASAN
DAGING HARAM DAN DAGING HALAL
Lanjutan….
D. Perikop-Perikop Lain Di Dalam Alkitab Berbahasa
Ibrani.
1. Hakim-Hakim 13:14. Perikop ini menceritakan
kelahiran Simson. Di dalam menyediakan bagi kelahiran itu
ibunya tidak memakan sesuatu yang berupa anggur, bahkan
“jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan
jangan makan sesuatu yang haram.” Bukti bahwa instruksi
khusus sedemikian itu hendaknya ditekankan ketika itu
seharusnya sudah dipraktekkan oleh seluruh orang Israel pada
Page 8
Edisi 291 – 23 Mei 2014
zaman yang mungkin menyarankan bahwa sebagai bagian dari
kemurtadan umum zaman di era Hakim-Hakim, ada juga
sebuah pelemahan atau kelemahan di dalam praktek pembedaan
antara makanan-makanan haram dan halal kemudian.
2. Yesaya 65:4; 66:3; dan 66:17. Perikop-perikop di
akhir kitab Yesaya berisikan beberapa komentar mengenai tipe
praktek ini daripada nabi lainya. Yang pertama dari ketiga
perikop-perikop ini merujuk kepada praktek di Yehuda
terhadap kultus peyembahan kepada orang mati dan praktekprektek kemurtadan lainya. Yang pergi bersama-sama dengan
hal itu “suatu umat yang…..yang duduk di kuburan-kuburan
dan bermalam di dalam gua-gua; yang memakan daging babi
dan kuah daging najis ada dalam kuali mereka.” Allah pergi
mengatakan melalui konsumsi daging haram yang tidak lebih
berterima kepada Allah pada masa ini dari pada itu ketika
perundang-undangan berkenaan dengan hal itu diberikan lebih
awal yakni di zaman Musa.
Kedua perikop ini berkaitan dengan praktek haram
digunakan sebagai standar perbandingan untuk menunjukkan
apa yang tidak berterima kepada Allah. Sekali lagi ini
mendemonstrasikan bahwa standar itu sudah ditentukan di
zaman Imamat pada materi atau pembahasan ini meninggalkan
standar praktek yang tak berobah untuk abad ke-delapan
sebelum masehi.
Perikop akhir di Yesaya yang mana terkait dengan pokok
in berparalel dengan yang pertama, yakni di dalam pasal 65:4.
Di dalam Yesaya 66:17 ayat merujuk kepada praktek-praktek
yang sama sedang berjalan dan mereka dievaluasi di dalam cara
yang sama dan mereka akan dihakimi di dalam cara yang sama.
Praktek-praktek agama palsu diidentifikasi sebagai umat yang
sedang mencoba untuk menyucikan diri mereka sendiri ketika
di dalam kenyataanya mereka sedang melakukan yang agak
berlawanan; “Mereka yang menguduskan dan mentahirkan
dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang
yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan
binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan
lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN.”
Di bagian
lebih awal dari perikop itu secara sederhana mengatakan bahwa
yang memakan daging babi dan kuah daging najis ada dalam
kuali mereka sementara di sini mengatakan bahwa kejijikan
tertentu mengkhususkan apa yang dicakupinya yakni tikus. Di
dalam satu contoh mereka pergi ke kuburan-kuburan untuk
upacra-upacara ritual agama sementara lainya mereka
melakukannya di taman-taman di mana lambang dewi Asyera
Kanaan disembah. Di kedua kasus penghakiman tersebut
adalah yang akan datang menimpa mereka oleh api. Fakta
bahwa untuk sedemikian kerasnya sebuah pernghakiman yang
akan datang menimpa mereka menunjukkan sekali lagi bahwa
jenis praktek ini tidak akan diperlakukan dengan ringan saja.
Fakta ini ditekankan sekali lagi oleh penggunaan kata kejijikan
di dalam dua dari ketiga perikop ini.
3. Hosea 9:3. Perikop ini merujuk kepada penghakiman
yang segera akan atang menimpa Kerajaan Israel bagian
Utara—penduduk dari padanya dideportasi ke pembuangan.
Bejana Advent Indonesia Timur
Ketika mereka tiba di sana satu hal dari beberapa aspek
penghakiman yang menimpa mereka di sana adalah mereka
harus memakan daging haram.
4. Yehezkiel 22:26; 44:23. Kedua perikop ini tidak
merujuk secara langsung kepada praktek memakan daging
hewan-hewan haram, tetapi mereka merujuk kepada aturan
keimamatan dari praktek sedemikian rupa terkait dengan fungsi
mereka menetukan apa yang boleh dan apa yang haram dan apa
yang tidak haram. Dua ayat menyediakan sebuah pasangan
baik yang berlawanan. Di dalam contoh yang pertama imamimam periode kontemporer di masa Yehezkiel di Yerusalem
terindikasi untuk pencemaran mereka terhadap hal-hal yang
suci, ketidaksanggupan mereka atau ketidakmauan mereka
untuk membedakan antara yang halal dan yang haram dan hal
yang suci dan hal yang biasa. Di dalam cara ini mereka sudah
menuntun umat Allah tersesat. Situasi ini menjadi tertolong
menurut Yehezkiel 44:23 di mana nubuatan diberikan terhadap
keadaan masa depan umat Allah di negeri yang akan
dipulihkan. Pada hari yang dahysat itu para imam harus
menjadi benar kepada Allah dan setia kepada tugas-tugas
pelayanan dan harus menuntun umat menjadi benar. Perikop
ini menyatakan di dalam istilah mana mengingatkan tugas
keimamatan di dalam kitab Imamat 10 dan diperagakan di
hadapan tanggungjawab-tanggungjawab itu. Di dalam cara ini
masalah sekarang dari para imam yang tidak setia yang tidak
akan dan tidak dapat mengenali pembedaan antara haram dan
halal akan diperbaiki. Kelanjutan hal ini mencakup pembedaan
antar dua tipe hewan-hewan tercakup hukum-hukum
pemurnian.
5. Ringkasan Sisa Dari Alkitab Berbahasa Ibrani
Terkait Pokok Bahasan Ini. Ayat-ayat yang terkait dengan
pokok bahasan ini bukanlah berlimpah di dalam Alkitab Ibrani
di seberang Pentateukh. Meskipun begitu, gambaran bahwa
mereka sekarang ini adalah sesuai pada perhitungan dengan
penggambaran sebelumnya.
Para imam dikutuk untuk
kegagalan membedakan antara yang halal dan haram. Praktekpraktek umat itu dihubungkan dengan pengkonsumsian
terhadap hewan-hewan haram di dalam praktek-praktek kultus
kekafiran yang dijelaskan dan dikutuk. Mereka juga dihakimi
oleh penghakiman Allah yang harus menjadi akibat atas
keberdosaan dan umat yang tidak patuh. Salah satu dari
penghakiman-penghakiman itu adalah bahwa mereka akan
diberi makan dengan daging hewan haram di pembuangan.
Semua dari referensi ini adalah melengkapi penjelasanpenjelasan terhadap yang Allah rindukan sejak semula
mengenai semua jalan yang kembali kepada masa Musa dan
Israel di Sinai. Alkitab berbahasa Ibrani berbicara dengan satu
suara pada pokok bahasan ini. Tidak ada variasi dari standar
secara asli yang ditentukan oleh Allah ketika ia memerintahkan
kepada umat tersebut di dalam bagaimana membedakan antara
hewan-hewan yang halal dan haram dan yang mana mereka
diijinkan untuk memakan dan yang mana mereka tidak
diijinkan untuk memakannya.
Bersambung….
Page 9
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Rumah Tangga
Menikmati Keindahan Alam
melalui
Komunikasi Keluarga
(Amsal 30:4)
DR. NICO J.J. KOROH, MBA
Salah satu yang paling mendukung komunikasi yang baik dan
lancar adalah keberadaan suasana dimana kita menyampaikan
atau di mana kita berkomunikasi. Dewasa ini memang
barangkali banyak keluarga apalagi anak-anak yang lebih
senang tinggal di rumah untuk menikmati hiburan TV,
mendengar berbagai programnya yang semakin hari semakin
menumpuk sesuai dengan semakin banyaknya stasiun siaran
TV, belum lagi dengan radio, komputer (internet, games) dan
peralatan hiburan lainnya yang dapat dinikmati dalam rumah
tangga, tapi yang pasti juga, dalam keluarga apalagi kalau anakanak masih kecil, pasti mereka akan senang bila sekali-sekali
diajak orang tua untuk berpiknik, entah ke Puncak, ke kebun
Binatang, atau mungkin juga ke kebun Raya Bogor, dan saya
percaya di masing-masing kota pasti ada tempat-tempat di
mana kita dapat pergi bersama keluarga dan masih banyak lagi
kenikmatan yang dapat dicapai melalui bepergian dengan
melihat keindahan alam.
Bejana Advent Indonesia Timur
Amsal 30:4 “Siapakah yang naik ke sorga lalu turun?
Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam
genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air
dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala
ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya?
Engkau tentu tahu!” Ayat ini jelas memberikan gambaran
bahwa hanya Tuhanlah yang telah menciptakan alam semesta
ini dan hanya Dialah yang sanggup melakukan hal itu. Jadi
jelas bahwa Tuhan dapat berbicara melalui hasil ciptaanNya
baik itu Alam atau pun manusia itu sendiri sebagai hasil
ciptaanNya. Nah manusia dapat berkomunikasi secara verbal
maupun visual misalnya melalui gerak gerik atau bahasa
tubuhnya. Satu gambar atau foto sanggup berbicara seperti
seribu kata, apalagi dengan alam yang dapat kita saksikan
setiap hari, di situlah manusia sebenarnya dapat berkomunikasi
secara visual dengan penciptaNya. Jadi dengan kata lain, alam
semesta yang ada disekitar kita dapat berbicara banyak tentang
keagungan Tuhan.
Di lain pihak pak, bila bersama keluarga kita menyaksikan
suatu keindahan alam, di situlah interaksi dan komunikasi
bersama keluarga bisa tumbuh, karena sambil kita menyaksikan
keindahan alam di situ pula peran kepala keluarga, baik itu istri
atau suami akan sangat menonjol. Peran suami atau istri dapat
menonjol karena di sinilah peran suami atau istri sebagai
seorang moderator, sebab apabila ada pertanyaan dari anakanak, mereka harus dapat menjelaskan kepada anak-anak
berbagai hal yang menyangkut kejadian atau penciptaan alam
ini.
Beberapa contoh saja misalnya, ketika saya membawa anakanak saya untuk pertama kali di tepi pantai dan melihat laut dan
gulungan ombak memecah di pasir pantai, kemudian putera
saya tertua ketika itu berumur 8 tahun bertanya:”wah alam yang
sebesar ini apa memang bisa tercipta dalam waktu hanya sehari
Pa ?”Saya pun terkejut mendengar pertanyaan yang seperti itu.
Saya terus terang agak terdiam sejenak dan mencoba mencaricari jawaban yang paling tepat untuk anak saya ini dan
kebetulan dia melihat adik perempuanya juga lagi bermainmain dengan pasir di tepi pantai dan rupanya lagi membentuk
sebuah gunung. Kemudian saya mengatakan kepada putera
saya.”Coba kamu lihat apa yang sedang dibangun oleh adikmu
disana. Ia pun menjawab. “ya aku lihat papa dia lagi membuat
gunung dari pasir.” Nah sekarang Papa bertanya:”berapa lama
adikmu membangun gunung-gunungan dengan pasir itu?”
Sambil melihat tangan adiknya yang sudah menyelesaikan
bangunan dari pasir itu
Barangkali dia sudah tahu apa jawaban sebenarnya tetapi yang
saya maksudkan adalah masih banyak lagi pertanyaanpertanyaan semacam itu, dan mungkin saja pertanyaan lain
akan lebih dulu dari contoh yang diberikan, tapi tentu sebagai
orang tua atau sebagai moderator kita punya kesempatan untuk
menjelaskan keindahan alam terhadap anak-anak.
Page 10
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Jadi jelas, bahwa keindahan alam itu dapat menjelaskan kepada
anak-anak bahkan kita sebagai orang tua bahwa Allah atau
Tuhan kita itu Maha Pencipta, dan keindahan alam dapat
menceriterakan dan mengisahkan kepada kita dan anak-anak
kita betapa besar kemurahan Tuhan itu kepada kita. Kecuali
barangkali bagi mereka yang tidak mempercayai bahwa bumi
serta keindahan alam yang kita dapat nikmati setiap hari ini
adalah hasil ciptaan Tuhan.***
bekerja untuk orang-orang kafir. "Maka diamlah seluruh umat
itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas
menceritakan segala tanda mukjizat yang dilakukan Allah
dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa lain."
Yakobus juga membawakan kesaksiannya dengan suatu
keputusan, menyatakan bahwa adalah maksud Allah untuk
menyerahkan
kepada
orang-orang
kafir
kesempatan-kesempatan dan berkat-berkat yang sama
sebagaimana yang telah dikabulkan kepada orang-orang
Yahudi.
Roh Kudus melihat bahwa tidak baik untuk memaksakan
hukum upacara atas pertobatan orang kafir, dan pikiran para
rasul mengenai persoalan ini adalah sebagaimana pemikiran
Roh Allah. Yakobus yang memimpin persidangan itu, dan
keputusan yang terakhir ialah, "Sebab itu aku berpendapat,
bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dan
bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah."
Yahudi dan Kafir
Kisah Para Rasul - Ellen G. White
Lanjutan....
Pada suatu saat dulu Petrus
bermusyawarah
dengan
saudara-saudara
dari
hal
pertobatan Kornelius beserta
sahabat-sahabatnya,
dan
persahabatannya dengan mereka.
Pada peristiwa ini dia telah
menghubungkan bagaimana Roh
Kudus turun ke atas orang-orang
kafir dan dia menyatakan ini,
"Jadi jika Allah memberikan
karunia-Nya kepada mereka
sama seperti kepada kita waktu kita mulai percaya kepada
Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"
Kisah 11:17. Sekarang, dengan gairah dan kuasa yang sama,
dia berkata: "Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah
menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia
mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti
kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan
antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka
oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai
Allah dengan meletakkan kepada tengkuk murid-murid itu
suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang
kita maupun oleh kita sendiri? Kuk ini bukanlah peraturan
Sepuluh Hukum; sementara beberapa orang yang melawan
tuntutan-tuntutan yang mengikat dari hal pernyataan hukum itu,
di sini Petrus menunjuk kepada hukum upacara korban yang
menjadi batal dan tidak berlaku oleh penyaliban Kristus.
Pembicaraan Petrus itu telah membawa perkumpulan itu
kepada suatu pokok pemikiran di mana mereka dapat
mendengar dengan sabar akan pembicaraan Paulus dan
Barnabas, yang menghubungkan pengalaman mereka dalam
Bejana Advent Indonesia Timur
Hal inilah yang mengakhiri perbincangan itu. Dalam hal ini kita
mempunyai suatu bukti yang salah mengenai doktrin yang
dipegang oleh gereja Katolik Roma, bahwa Petrus adalah yang
menjadi kepala jemaat itu. Mereka itulah yang menjadi Paus,
yang telah mengaku sebagai penggantinya, tidak ada bukti
dasar yang membenarkan keinginan-keinginan mereka ini.
Tidak pernah dalam kehidupan Petrus memberi persetujuan
menuntut yang dia telah ditinggikan di atas saudara-saudaranya
maupun sebagai wakil Yang Mahakuasa. Jika mereka yang
telah mengumumkan menjadi pengganti Petrus telah menuntut
teladannya, mereka akan selalu merasa puas untuk tetap sama
dengan saudara-saudaranya.
Dalam hal ini Yakobus nampaknya telah terpilih sebagai salah
seorang yang telah tiba untuk mengumumkan keputusan itu
kepada persidangan. Menurut pendapatnya hukum upacara dan
peraturan sunat khususnya, seharusnya jangan dipaksakan
kepada orang-orang kafir, atau dianjurkan kepada mereka.
Yakobus berusaha untuk menanamkan kesan kepada pikiran
saudara-saudaranya dengan fakta bahwa di dalam berbalik
kepada Allah, orang-orang kafir telah melakukan suatu
perubahan besar dalam kehidupan mereka dan memperlakukan
mereka dengan hati-hati supaya tidak menyusahkan mereka
dalam kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang
sangat meragukan, sehingga mereka tidak dikecewakan dalam
mengikut Kristus.
Namun demikian, haruslah dibuang dari pertobatan orang kafir
kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip
Kekristenan. Oleh sebab itu para rasul dan penatua-penatua
telah setuju untuk mengajar orang-orang kafir oleh surat
sehingga berpantang daging yang telah dipersembahkan kepada
berhala, dari perbuatan zina, dan dari binatang yang mati
dicekik, dan dari darah. Mereka telah didorong untuk
memelihara sepuluh hukum dan hidup dalam suatu kehidupan
yang kudus. Mereka juga diberi kepastian bahwa orang-orang
Page 11
Edisi 291 – 23 Mei 2014
yang telah menyatakan untuk mengikat sunat tidak diberi kuasa
melakukan demikian oleh rasul-rasul.
Paulus dan Barnabas telah dipuji mereka sebagai orang-orang
yang telah mempertaruhkan nyawanya karena Tuhan kita.
Yudas dan Silas telah diutus bersama rasul-rasul untuk
mengumumkannya kepada orang-orang kafir, secara lisan
keputusan persidangan itu: "Adalah keputusan Roh Kudus dan
keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan
lebih banyak daripada yang diperlukan tadi: kamu harus
menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada
berhala, dari darah, dan dari daging binatang yang mati lemas
dan dari percabulan. Jika kamu memelihara diri dari
perkara-perkara ini, kamu telah berbuat baik." Hamba-hamba
Allah yang empat orang ini telah diutus ke Antiokhia dengan
surat dan pekabaran yang telah diputuskan sebagai hasil
perjuangan itu; karena itulah dianggap suara daripada kuasa
tertinggi di atas dunia ini.
Dewan yang memutuskan kasus ini terdiri dari para rasul dan
guru-guru yang secara nyata membangun gereja-gereja Kristen
untuk orang-orang kafir dan orang Yahudi, dengan para utusan
yang telah terpilih dan dari berbagai tempat. Penatua-penatua
dari Yerusalem dan wakil-wakil dari Antiokhia telah hadir.
Dewan mengambil keputusan sesuai dengan terang yang
didiktekan, dan oleh suatu kewibawaan sidang telah dibangun
oleh kehendak Ilahi. Sebagai suatu hasil pertimbangan yang
matang, mereka semua telah melihat bagaimana Allah sendiri
telah menjawab persoalan yang dipertentangkan oleh
mengaruniakan kepada orang-orang kafir Roh Kudus; dan
mereka telah sadar bahwa adalah tugas mereka untuk mengikuti
pimpinan Roh itu.
Tidak semua badan Kekristenan dipanggil untuk menyetujui
pertanyaan yang dipertentangkan. "Para rasul dan
penatua-penatua," orang-orang yang berpengaruh dan
hakim-hakim telah menyusun dan menyiarkan keputusan itu,
yang secara umum telah diterima oleh gereja-gereja Kristen.
Namun demikian, tidak semua orang akan senang dengan
keputusan itu; ada sekelompok saudara-saudara yang berambisi
dan percaya diri sendiri yang tidak setuju dengan keputusan itu.
Orang-orang ini membebankan ke atas pundaknya suatu
pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka. Mereka
bersungut-sungut dengan kehendak sendiri dan mencari-cari
kesalahan, mengusulkan rencana-rencana baru dan berusaha
untuk menghancurkan pekerjaan orang-orang yang telah
diurapi Allah dalam mengajar kabar Injil. Sejak permulaan
jemaat ini telah menghadapi berbagai rintangan dan hal yang
demikian akan dihadapi sampai akhir zaman.
Yerusalem sudah menjadi kota metropolitan bagi orang-orang
Yahudi, dan di sanalah terdapat sikap keras pada pendirian
sendiri dan kefanatikan yang paling besar. Kehidupan
orang-orang Kristen Yahudi yang ada dalam pandangan bait
suci membiarkan pikiran mereka kembali kepada
kesempatan-kesempatan khusus sebagai satu bangsa Yahudi.
Bejana Advent Indonesia Timur
Mereka melihat jemaat orang Kristen menyimpang dari
upacara-upacara dan tradisi-tradisi Yudaisme dan tidak merasa
bahwa kesucian khas adat kebiasaan orang Yahudi yang telah
dipertahankan akan segera musnah dari pemandangan terang
iman baru. Banyak orang bertambah benci terhadap Paulus
yang telah mengadakan pembaruan ini. Malahan tidak semua
murid-murid menerima keputusan persidangan itu dengan
sukarela. Banyak orang menjadi iri hati untuk hal
undang-undang upacara, dan mereka menganggap Paulus tidak
menyukainya karena mereka berpikir bahwa prinsip-prinsipnya
mengenai kewajiban orang Yahudi terhadap hukum telah
menjadi longgar.
Keputusan-keputusan yang luas dan menjangkau lebih jauh
daripada sidang umum itu telah membawa keyakinan ke dalam
kedudukan orang kafir yang percaya dan pekerjaan Allah
menjadi berhasil. Dengan hadirnya Yudas dan Silas jemaat di
Antiokhia telah diterima dengan baik, khususnya sebagai
utusan-utusan yang telah kembali bersama rasul-rasul dari
pertemuan di Yerusalem. "Yang juga telah menjadi nabi
mereka," Yudas dan Silas lama menasihati saudara-saudara dan
banyak kata-kata dan menguatkan mereka. Orang-orang saleh
ini telah tinggal di Antiokhia untuk beberapa saat lamanya.
"Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia.
Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan
memberitakan firman Allah."
Pada akhirnya, ketika Petrus mengunjungi Antiokhia, dia
memenangkan kepercayaan banyak orang oleh perbuatannya
yang bijaksana terhadap orang-orang kafir yang bertobat.
Untuk suatu saat dia bertindak sesuai dengan terang yang
diberikan dari surga. Sampai sejauh itu dia dapat mengatasi
sifat prasangkanya walaupun duduk bersama satu meja dengan
orang-orang kafir yang bertobat. Tetapi ketika orang-orang
Yahudi tertentu datang dari Yerusalem yang tekun mengikuti
upacara-upacara korban, Petrus mengubah pendiriannya
sehingga tidak bijaksana terhadap orang-orang yang bertobat
dari kekafiran. Sejumlah orang Yahudi "menyembunyikan diri
sama seperti dia, sampai sebegitu jauh sehingga Barnabas turut
terseret oleh kemunafikan mereka itu." Terbukanya rahasia
kelemahan daripada sebagian pemimpin yang dihormati dan
dicintai itu, memberi suatu kesan yang pahit dalam pikiran
orang-orang kafir yang telah percaya. Sidang telah terancam
dengan perpecahan. Tetapi Paulus, telah melihat pengaruh yang
salah menumbangkan jemaat melalui dua tingkah laku daripada
Petrus, secara terbuka dia menegur karena ia menyamar dari
pendirian yang sebenarnya. Di hadapan sidang Paulus bertanya
kepada Petrus; "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara
kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat
memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup
secara orang Yahudi?" Galatia 2:13, 14.
Petrus telah melihat kesalahannya di dalam mana dia telah
jatuh, dan dengan segera diperbaiki kesalahan yang telah
dilakukannya, sesuai dengan kekuatannya. Allah, yang
mengetahui akhir sesuatu sejak dari permulaan, memberi
Page 12
Edisi 291 – 23 Mei 2014
kesempatan kepada Petrus menyatakan kelemahan tabiatnya
supaya rasul yang sudah diuji ini menyadari bahwa tidak ada
sesuatu di dalam dirinya yang patut disombongkan. Walaupun
orang-orang yang paling baik, jika dibiarkan atas usaha mereka
sendiri, pertimbangan mereka akan dapat salah. Allah juga
telah melihat bahwa pada masa yang akan datang beberapa
orang akan tertipu sedemikian rupa, mengakui dirinya dan yang
menganggap mereka yang mengganti dia mendapat hak
istimewa yang hanya Allah sendiri miliki. Dan catatan
kelemahan rasul ini masih tetap ada menjadi suatu bukti tentang
kekeliruannya dan menjadi fakta bahwa tidak ada alasan yang
dia berdiri di atas rasul-rasul yang lain.
Sejarah penyimpangan dari prinsip-prinsip kebenaran ini masih
tetap ada menjadi suatu amaran yang khidmat bagi orang-orang
yang dipercayakan memangku jabatan-jabatan dalam pekerjaan
Tuhan, agar mereka tidak gagal dalam ketulusan hati, tetapi
tetap setia kepada prinsip. Lebih besar tanggung jawab
dipercayakan kepada seseorang, dan lebih luas kesempatannya
untuk memerintah dan mengendalikan, sudah pasti lebih
berbahaya jika dia tidak mengikuti dengan saksama jalan yang
telah ditentukan Allah dan bekerja dalam keserasian dengan
keputusan-keputusan yang telah dicapai oleh badan umum
orang-orang percaya di dewan yang dipersatukan.
Setelah kegagalan-kegagalan yang dialami Petrus; setelah
kejatuhan dan pemulihannya secara intim terhadap Kristus,
pengetahuannya tentang praktik prinsip-prinsip kebenaran yang
berterus terang dari Juruselamat; setelah semua petunjuk
diterimanya, segala pemberian, pengetahuan, dan pengaruh dia
telah dapat oleh mengkhotbahkan dan mengajarkan firman itu
apakah hal itu tidak aneh yang dia harus menyembunyikan dan
mengelakkan prinsip-prinsip Injil melalui ketakutan manusia,
agar dia mendapat penghargaan? Apakah hal ini tidak aneh
yang dia harus ragu-ragu terhadap kesetiaannya kepada
kebenaran? Kiranya Allah memberi kepada tiap-tiap orang
kesadaran
atas
keadaannya
yang
tidak
berdaya,
ketidaksanggupannya mengendalikan kapalnya sendiri dengan
aman dan selamat tiba di pelabuhan.
Dia telah diajar oleh Allah mengenai ikatan beban yang tidak
perlu terhadap orang-orang Kristen yang berasal dari kafir; oleh
sebab itu ketika orang-orang percaya Yudaisme diperkenalkan
ke dalam sidang di Antiokhia dari hal pertanyaan bersunat,
Paulus telah mengetahui pikiran Roh Allah mengenai
pengajaran yang demikian dan mengambil suatu pendirian yang
teguh, dan tidak mundur dari kedudukannya yang telah
membawa kebebasan dari tatacara orang Yahudi dan upacara
korban.
Meskipun demikian fakta telah menunjukkan bahwa Paulus
secara perseorangan diajar oleh Allah, dia tidak mempunyai
gagasan memaksa dalam tugas perseorangan. Sementara dia
mencari tuntunan langsung daripada Allah, dia selalu mengakui
kekuasaan tetap berada dalam tubuh orang-orang percaya yang
telah dipersatukan dalam persekutuan sidang. Dia merasakan
kebutuhan nasihat, dan bila hal-hal yang penting timbul, dia
dengan gembira menghadapkannya di muka sidang dan bersatu
dengan saudara-saudara dalam memohon kebijaksanaan surga
untuk mengambil keputusan-keputusan yang benar. Namun
demikian dia menyatakan, "roh-roh para nabi," "takluk kepada
nabi-nabi. Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi
damai sejahtera. Sama seperti dalam semua jemaat orang-orang
kudus. " 1 Korintus 14:33, 34. Dengan pengajaran Petrus,
bahwa perlu bersatu untuk kekuatan sidang. "Dan kamu semua,
rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain." 1 Petrus 5:5.
Dalam pelayanannya, Paulus sering dipaksa untuk berdiri
sendirian. Khususnya dia telah diajar oleh Allah dan dia tidak
berani mengadakan kelonggaran yang akan melibatkan prinsip.
Pada saat-saat beban menimpa dengan berat, Paulus tetap
berdiri tegas pada kebenaran. Dia telah menyadari bahwa
sidang seharusnya janganlah di bawah pengendalian kuasa
manusia. Tradisi-tradisi dan peribahasa tidak boleh
menggantikan tempat bukti kenyataan kebenaran. Kemajuan
pekabaran Injil seharusnya tidak boleh dihalangi oleh
prasangka dan karena mengutamakan kehendak manusia, apa
pun yang menjadi kedudukannya di dalam sidang.
Paulus telah mengabdikan dirinya dan segenap kuat kuasanya
untuk pelayanan kepada Allah. Dia telah menerima kebenaran
Injil itu langsung dari surga, dan selama pelayanannya dia tetap
memelihara hubungan yang hidup dengan wakil-wakil surga.
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 13
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Cerita Untuk Anak
apa yang orang Kristen katakan tentang Allah mereka . "
Hadassah mencoba untuk mematuhi nasihat orang tuanya ,
tetapi karena guru-gurunya bercerita tentang Yesus , dia merasa
tertarik pada Yesus . Bagaimana bisa Tuhan ini yang membuat
dunia dan segala isinya dan juga mencintai saya ? Dia bertanyatanya dalam hatinya.
" Dalam hati saya menyadari bahwa Yesus adalah satu-satunya
Allah yang benar , " katanya . " Saya menerima Yesus sebagai
Juruselamat saya , dan saya mengasihi Dia . Saya tidak bisa
memberitahu orang tua saya . Jika mereka tahu bahwa saya
ingin mengikuti Yesus , mereka akan membawa saya keluar
dari sekolah ini dan mungkin tidak membiarkan saya
menyelesaikan pendidikan saya . Atau mereka akan membawa
saya ke sekolah lain di mana saya akan dipaksa untuk
menyembah dewa yang saya tidak percaya lagi . " katanya.
Hadassah Menemukan Yesus
Hadassah berdoa kepada orang tuanya agar meareka akan
melihat suatu perbedaan dalam hidupnya dan akan menerima
keinginannya untuk mengikuti Yesus . " Saya mencoba untuk
mematuhinya di setiap bagian dari hidup saya . Saya tidak suka
kalau mereka membuat saya pergi ke kuil dan menyembah
dewa-dewa mereka . Tapi ketika saya pergi, saya akan berdoa
kepada Yesus , bukan kepada para dewa yang mereka sembah .
saya berdoa bahwa suatu hari keluarga saya akan tahu Yesus
dan akan ingin mengikuti-Nya seperti yang saya lakukan .
Dikirim oleh Max Kaway
Hadassah adalah seorang siswi di
sebuah sekolah Advent di India
Tenggara. Meskipun orang tuanya
bukan orang Kristen , mereka
mendaftarkan Hadassah di sekolah
Advent karena menagajarkan bahasa
Inggris . Mereka telah mencoba
untuk mendaftarkan dirinya di
beberapa sekolah bahasa Inggris lain
di kota mereka , tapi sekolah-sekoah
di kota itu telah penuh.
" Saya juga berharap anak-anak lain akan mengikuti Yesus dan
akan siap ketika Yesus datang kembali . Tidak peduli godaan
datang dengan cara apapun , jangan menunggu . Berikan
hidupmu kepada Yesus sekarang , " katanya .
Hadassah telah memberikan nasihat yang baik . Mari kita
memberikan hati kita kepada Yesus hari ini dan mengikuti Dia
sampai ke surga.
“Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan
Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita dan kita
umat gembalaan-Nya. Mazmur 95:6 - 7b
Hadassah belum pernah
sekolah di sekolah Kristen
sebelumnya. Dia tidak tahu banyak tentang orang-orang Kristen
kecuali dia hanya mengetahui bahwa mereka menyembah
Tuhan dan berbeda dengan agama keluarganya. Seperti apakah
nantinya guru saya? dia bertanya-tanya . Apakah teman sekelas
saya bersikap baik pada saya? Ataukah mereka akan mengejek
saya ? Ketika ia tiba di sekolah barunya , guru dan temanteman sekelasnya menyambut dan membuatnya senang bahwa
dia bisa belajar di sana .
Kelasnya yang sama seperti orang-orang di bekas sekolahnya ,
namun di sekolah Advent dia diperkenalkan dengan Alkitab
dan Yesus . " Saya suka belajar tentang Yesus , " kata Hadassah
Orang tua Hadassah menyuruhnya , " Jangan mendengarkan
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 14
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Seorang
pria tua di
Mumbai menelepon putranya
di New York, “Saya tidak
bermaksud merusak harimu,
Nak,
tetapi
saya
harus
memberitahumu bahwa Papa
dan mamamu hendak bercerai.
Kami sudah menikah 35 tahun
... dan saya sudah cukup lama
menderita!” “Pa, apa yang
Papa katakan?” jerit putranya.
“Kami tidak bisa bersama-sama lagi,” jawab orangtua itu,
“kami sudah bosan. Jadi, tolong telepon adikmu di Hongkong
dan beri tahu dia!”
Dengan panik, putranya menelepon adiknya yang langsung
meledak di telepon. “Apa, mereka mau cerai?” teriak adiknya,
“Saya akan urus!”
Bejana Advent Indonesia Timur
Adik perempuannya menelepon Mumbai dengan segera dan
berteriak kepada ayahnya, “Ayah tidak boleh cerai. Jangan
lakukan apa pun sampai saya tiba di sana. Saya akan telepon
kakak dan kami berdua akan tiba di sana besok. Sampai saat
itu, jangan lakukan apa-apa. Ayah dengar apa yang saya
katakan?” dan ia menutup teleponnya.
Pria itu menutup teleponnya dan berkata kepada istrinya, “Oke,
semuanya beres. Mereka akan datang ke peringatan ulang
tahun pernikahan kita dengan biaya mereka sendiri.”
Inspirasi
Untuk Direnungkan : Apakah pekerjaan kantor telah menyita
dan menguras habis kasih sayang Anda terhadap orang-orang
yang Anda kasihi? Apakah langit akan runtuh dan bumi akan
menganga jika Anda cuti sebentar dari rutinitas Anda dan pergi
mengunjungi orang-orang yang Anda kasihi? Apakah Anda
Page 15
Edisi 291 – 23 Mei 2014
merasa pekerjaan Anda begitu menggurita sehingga tidak
membiarkan Anda lolos menikmati diri Anda sendiri untuk
sesaat saja lamanya? Berhentilah sejenak, kunjungi orangorang terkasih dan berhentilah di tengah jalan untuk mencium
wanginya mawar mekar.
Untuk Dilakukan : “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu
dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.”
Kolose 3 : 20
Dunia jadi terasa lebih indah jika kita nikmati bersama orangorang yang kita kasihi. Karena itu sesibuk-sibuknya dalam
pekerjaan Anda jangan lupa waktu bersama kekasih-kekasih
yang Anda disekitar Anda setiap hari. Rutinitas boleh saja
dialami oleh Anda tetapi waktu buat keluarga dan kekasih
jangan pernah ditinggalkan. Ketika Anda tiba di rumah dari
kantor perhatikan sekitar rumah sebentar apakah ada yang
berubah baik suasana terlebih orang. Mungkin saja anak dan
istri sedang menunggu kedatangan ayah untuk melaporkan apa
saja yang dialami mereka dirumah. Curhat diantara keluarga
sangat perlu demi menjadi keharmonisan rumah tangga.
“Gunakan waktu buat keluarga”.
Pathfinder Club
Pedoman Administrative
PA Remaja/Pathfinder
PERJANJIAN, PERATURAN DAN
LOGO KLUB REMAJA
ARTI DARI LOGO KLUB REMAJA
1. Merah
a. Mengingatkan kita pada Kristus.
“Oleh karena begitu besar kasih Allah
akan dunia ini sehingga Ia berikan
anakNya yang tunggal sehingga
barangsiapa yang percaya tidak akan
binasa melainkan beroleh hidup yang
kekal” (Joh 3:16)
b. Supaya kamu mempersembahkan
tubuhmu sebagai persembahan yang
hidup yang kudus dan yang berkenan
kepada Allah (Rom 12:1)
Bejana Advent Indonesia Timur
2. Tiga Sisi
a. Pemenuhan dari Trinitas - Allah
Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus
b. Segitiga Pendidikan
Mental Keahlian dan Penghargaan
Fisik Berkemah, Bekerja seperti
Lebah Kerohanian Kegiatan
missionaris, bersaksi
3. Emas
a. “Aku menasihatkan engkau supaya
engkau membeli darpadaKu emas
yang telah dimurnikan dalam api agar
engkau menjadi kaya”.
Page 16
Edisi 291 – 23 Mei 2014
b. Ukuran standar. Klub remaja
mempunyai standar yang tinggi to
menolong pembentukan karakter yang
kuat untuk kerajaan surga.
4. Perisai
a. Di dalam Kitab Suci, Allah sering
dikatakan sebagai perisai umatumatNya. “Jangan takut ...... Akulah
perisaimu (Kej. 15:1)
b.
Dalam
segala
keadaan
pergunakanlah perisai iman sebab
dengan perisai itu kamu dapat
memadamkan semua panah api dari si
jahat. (Ef. 6:16)
5. Putih
a. Barangsiapa menang, ia akan
dikenakan
pakaian
putih
yang
demikian (Wahyu 3:5)
b. Kita rindu untuk mempunyai
kesucian dan kebenaran kehidupan
Kristus di dalam kehidupan kita.
6. Klub Remaja
a. Klub remaja adalah salah satu
organisasi
dari
Departemen
Kepemudaan Dunia di dalam Gereja
Masehi Advent hari Ketujuh.
7. Biru
a. Ini adalah tujuan dari klub remaja
untuk menolong mengajarkan kita
untuk setia kepada: Allah di surga
Orang tua kita
Gereja kita
8. Pedang
a.
Pedang
digunakan
dalam
peperangan.
Pertempuran
selalu
dimenangkan dengan serangan. Kita
berada dalam peperangan melawan
dosa dan senjata kita adalah Firman
Allah.
b. Pedang rohani kita adalah Firman
Allah (Ef. 6:17)
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 17
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Hope Manila 2014
Oleh Max Langi dan Moldy Mambu
Pimpinan Gereja Masehi Advent Sedunia memfokus sumber
daya dan energy evangelisasi kepada 630 kota besar di dunia
untuk tiga tahun mendatang ini. Untuk mantapnya program ini,
setiap divisi akan mengarahkan perhatian kepada kota-kota
yang ada di wilayahnya demikian juga pada tingkat uni untuk
mengarahkan sasaran kepada kota besar yang ada di
kawasannya.
Sebagai bagian dari “massive evangelistic outreach of SDA
Church’s” misi kepada kota besar untuk tahun ini diarahkanke
Bejana Advent Indonesia Timur
kota Manila. Pergerakan di kota besar diharapkan menjadi
suatu loncatan bagi Jemaat sedunia. Pimpinan gereja disemua
tingkatan akan bergerak mengsukseskan program ini di wilayh
masing-masing.
Kenapa Manila, Philippines? Diantara 13 negara dibawah
kepemimpinan Divisi Asia Pasifik Selatan, negara Pilipina
mempunyai penduduk yang mayoritas Kristen. Dari Negara
berbahasa inggris ini sangatlah strategis untuk melompat ke
wilayah tourist lainnya di Asia. Di Metro Manila berkumpul
Page 18
Edisi 291 – 23 Mei 2014
orang berada bersama yang miskin bersama-sama mencari
kehidupan. Disini pula terdapat banyak tantangan penyakit
dan masalah sosial lainnya.
Sabat kemarin merupakan puncak acara HOPE MANILA 2014
yang diselenggarakan di Cuneta Astrodome yang dihadiri oleh
15 ribu jemaat di Manila. Pada hari itu pula sekitar 1000 jiwa
yang datang pada Yesus di baptiskan, dengan demikian jumlah
baptisan selama program Hope Manila 2014 berjumlah sekitar
8 ribu jiwa.
Strategy penginjilan yang digunakan adalah Metode Kristus.
“Christ,s” method alone will give true success ini reaching the
people. The Saviour mingled with men as one who desired
their good. He showed His sympathy for them, ministered to
their needs, and won their confidence. Then he bade them,
“Follow Me”. Ministry of Healing, p.143. – Hanya metode
Kristus yang betul-betul membawa sukses menjangkau
masyarakat. Juruselamat bergaul dengan manusia yang
membutuhkannya. Ia menunjukkan simpati kepada mereka,
menuntun kepada kebutuhan mereka dan memenangkan
keyakinan mereka serta mengatakan “Ikutlah aku”. Layanan
Kesehatan hal. 143.
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 19
Edisi 291 – 23 Mei 2014
kepenurutan kepada perintah Allah. Hal tersebut diungkapkan
teolog senior, Pdt. Jantje Tumalun, Ph.D. dalam ruang
kesimpulan diskusi Sekolah Sabat di Gereja Masehi Advent
Hari Ketujuh Jemaat Gritma, di bilangan Airport Sam
Ratulangi Manado pada Sabat 17 Mei yang lalu. Menurut pria
yang low profile ini, penurutan merupakan cara Allah untuk
mendewasakan manusia. “Kebahagiaan yang Allah berikan
lewat penurutan kepada perintahNya merupakan jenis
kebahagiaan yang berlangsung kekal, tidak hanya dalam satuan
jam atau hari,” ungkapnya di hadapan jemaat.
Acara besar ini menjadi perhatian dari pimpinan General
Conference. Ketua General Conference menjadi salah
pembicara utama dalam acara ini. Pdt. Dr. Ted Wilson yang
diadakan di Philippine International Convention Center (PICC).
“Ada dua perintah yang Allah berikan kepada Adam dan Hawa
ketika baru diciptakan. Allah memerintahkan untuk memakan
buah-buahan yang ada di Taman Eden. Selain itu, Dia juga
memberikan perintah berupa larangan untuk memakan satu
jenis buah. Apa maksud dari perintah Allah ini, yakni untuk
mendewasakan manusia yang baru diciptakan,” jelasnya.
Tetapi, cerita kemudian sebagaimana yang kita saksikan, Adam
dan Hawa melanggar perintah Allah dan sejak itulah awal
ketidakbahagiaan mereka. Tumalunpun mengulang-ulangi
bahwa tidak ada cara lain untuk mencapai kebahagiaan selain
menuruti perintah-perintah Allah dan berpegang pada
ketetapan-ketetapannya.
“Berpegang berarti tidak pernah
melepaskan,” ingatnya. Dirinya menambahkan bahwa banyak
orang mencari kebahagiaan dalam cara yang salah dan akhirnya
menanggung akibatnya.
Nampak dalam gambar kegiatan acara Hope Manila 2014; Pst.
Ted Wilson bersama dengan 30 pendeta orang Indonesia;
juga gambar Dr. Max Langi bersama Miss Earth 2009 –
Sandra Seiferth yang telah menerima kebenaran Yesus Kristus
melalui baptisan di Gereja Advent.
Tumalun: Kunci Kebahagiaan ada
Pada Penurutan
Dilaporkan oleh: Ellen GY - BAIT Manado
Orang mencari kebahagiaan
dalam hidup menurut cara
dan ukuran masing-masing.
Tentu banyak yang mencapai
sukses
dan
meraih
kebahagiaan entah dalam
satu hari, satu minggu, atau
sebulan. Tetapi, tahukah
anda
bahwa
manusia
sebenarnya
dapat
memperoleh
kebahagiaan
sejati tanpa dibatasi waktu
tertentu. Kuncinya ada pada
Bejana Advent Indonesia Timur
Dalam khotbahnyapun, pengajar senior di Fakultas Filsafat
Universitas Klabat itu mengisi waktu untuk membujuk jemaat
agar menurut kepada Allah, karena tidak ada jalan lain
memperoleh kebahagiaan selain dengan menuruti perintahNya.
Selain membaca dan menelaah kata demi kata yang terdapat
dalam kitab Ulangan 10:12, 13; penghobi nyanyi ini juga
mengajak jemaat untuk melagukan dengan sungguh-sungguh
nyanyian yang terdapat dalam buku Lagu Sion nomor 186,
“Bersabdalah ya Yesus, kepada jiwaku”.
“Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari
padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan
TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang
ditunjukkan-Nya,
mengasihi
Dia, beribadah
kepada
TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap
jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang
kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.
Demikianlah firmat Tuhan. Mari kita dengarkan sabda Allah
dan lakukan,” ujar Tumalun berulang-kali.
Tumalun yang datang didampingi isteri tercinta, Elisabeth
Tumalun Rumajar memang selalu didaulat jemaat untuk
membawakan renungan, kesimpulan bahkan wejangan setiap
kali mengunjungi jemaat Gritma. Keluarga yang bermukim di
perumahan Gritma itupun, selalu menyempatkan diri untuk
melayani kebutuhan rohani jemaat, termasuk memimpin doa
subuh pada keesokan harinya. Tuhan memberkati pelayanan
Pendeta dan Ibu Tumalun bersama keluarga.
Page 20
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Bindosano: Memenangkan Jiwa
Dimulai Dari Rumah
Dilaporkan oleh: Ellen GY – BAIT Manado
Ketika kita mengundang
orang untuk belajar tentang
Firman Tuhan akan terasa
sulit. Tetapi akan berbeda
halnya bila kita mengundang
para tetangga atau kenalan
untuk
belajar
tentang
kesehatan, bagaimana untuk
hidup sehat. Sebagaimana
pengalaman
kami
di
Tomohon, banyak orang yang
antusias
mendengarkan
pekabaran tentang kesehatan
dan cara ini dapat membawa banyak jiwa kepada Tuhan. Hal
tersebut diungkapkan Ninfa Guilem Bindosano, isteri tercinta
dari Pdt. Yotam Bindosano, sekretaris eksekutif GMAHK Uni
Konfrens Indonesia Kawasan Timur dalam ruang Pelayanan
Perorangan di GMAHK Jemaat Gritma, Sabat 17 Mei kemarin.
“Ini (undangan-red) merupakan pertanda bahwa keberadaan
Gita Gritma membawa manfaat bagi jemaat tidak saja di
Gritma tetapi juga di jemaat-jemaat lainnya di kota Manado.
Kita siap untuk menyukseskan perayaan HUT jemaat dengan
mengisi berbagai lagu pujian,” ungkap pendeta Jemaat Gritma,
Pdt. Steven Pasuhuk.
Dikatakan ibu dari lima orang anak ini, petunjuk yang
diberikan melalui buku Win Wellness sudah membantu
penginjilan lewat kegiatan kesehatan. “Caranya, kita perlu
menghidupkan dulu dalam rumah kita baru kemudian
mengundang orang lain untuk belajar tentang kesehatan,”
ujarnya.
Hal senada diungkapkan Jessie Londok Togas. Orang tua dari
salah seorang musisi Gita Gritma ini juga rutin menjambangi
klub musik ini sambil membagikan keterampilan bermusiknya
guna melatih anak-anak bermain musik. “Kehadiran Gita
Gritma sangat diharapkan untuk menyukseskan acara. Di antara
session, Gita Gritma akan membawakan satu hingga dua buah
lagu ataupun instrument,” ungkap Jessie, puteri dari Pdt. Welly
Togas, pendeta Jemaat Sario Sentrum.
Dirinya mengisahkan bahwa penginjilan kesehatan telah
membawa ribuan jiwa dalam KKR yang berlangsung di Negara
tetangga, Filipina baru-baru ini. Karenanya ia mengajak agar
jemaat mengamalkan praktek hidup sehat dalam kehidupan
sehari-hari sehingga dapat menginjil melalui pendekatan hidup
sehat kepada orang lain.
Tidak di kalangan Gereja Advent saja kelompok musik
ansambel pianika dan paduan suara anak Gita Gritma di kenal.
Di gereja-gereja tetanggapun, kelompok ini sudah pernah hadir
dan memainkan musiknya.
GITA GRITMA Antusias Meriahkan
Peslani HUT GMAHK Sario
Sentrum ke-14
Dilaporkan oleh: Ellen GY – BAIT Manado
Kelompok musik dan paduan suara anak GITA GRITMA sejak
berkiprah awal tahun lalu semakin dikenal di lingkungan
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Kawasan Uni Timur.
Setelah melayani Jemaat Agape Balikpapan pada 7-9 Maret
2014, konser dan peslani Konfrens se-Mando pada 29 Maret
dan pertemuan 12 jemaat di GMAHK Mawali Lembeh 3 Mei
yang lalu, kembali Gita Gritma diundang untuk mengisi acara
Peslani yang digelar dalam rangka HUT Jemaat Sario Sentrum
ke-14.
Bejana Advent Indonesia Timur
“Undangan dari jemaat Sario Sentrum merupakan kehormatan
bagi Gita Gritma. Kami sangat senang untuk menyukseskan
program jemaat Sario Sentrum. Semoga kedatangan Gita
Gritma akan menginpspirasi jemaat untuk melakukan berbagai
hal dalam mengasah talenta pada diri anak-anak,” ujar Ellen
Mangkey, director Gita Gritma.
Tak lupa Ellen mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yuniva
Zakarias, bapak Yanni Lukas, pendeta Ronald Mailangkay dan
Novri Lapasiang, selaku panitia yang sudah mengundang Gita
Gritma. “Undangan ini merupakan bentuk apresiasi jemaat
Sario Sentrum atas keberadaan Gita Gritma. Anak-anak sudah
tekun berlatih setiap minggunya dan kehadiran mereka ternyata
dinantikan. Terima kasih banyak,” tambah Ellen.
Dirinya juga mengingatkan bahwa jemaat Sario Sentrum
merupakan jemaat yang bermusik. Paduan Suara Sario Sentrum
sudah berusia selama jemaat itu berdiri. Kegiatan pembinaan
Page 21
Edisi 291 – 23 Mei 2014
musik di jemaat Sario Sentrum menjadi panutan bagi jemaatjemaat lain.
Kelompok GITA Gritma terdiri atas pelajar SD dan SMA
berusia 7 hingga 12 tahun dan merupakan peserta Bina Musik
Gritma yang dibina Ellen Manueke. Mulai latihan di awal tahun
2013 beranggotakan empat orang atas dasar memanfaatkan
waktu luang, kini anggotanya telah berlipat ganda dan sudah
merambah pada pembinaan vokal. Kelompok ini memainkan
lagu-lagu ibadah sesuai kunci standar dan sudah berkolaborasi
dengan sejumlah kelompok nyanyi lokal maupun nasional.
Dengan sukacita Gita Gritma melayani musik di berbagai
kegiatan ibadah. (*)
KKR Agape “Sekarang Saatnya
Mencari Tuhan”
Oleh : Bev. Runturambi - BAIT Balikpapan
Adapun tamu-tamu yang hadir dari malam ke malam ini
sebagian besar sudah menjadi tamu tetap yang dibawa oleh
anggota jemaat setiap kali ada acara KKR diwaktu yang lalu.
Mereka terus hadir dan belajar tentang kebenaran hingga
akhirnya setelah mereka merasa mantap dan yakin dengan
kebenaran yang mereka pelajari akhirnya dengan kuasa roh
kudus diakhir acara ini ada empat jiwa yang mau menerima
Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat lewat baptisan kudus
yang dipimpin oleh Pdt. W. Habeahan di GMAHK Agape pada
hari sabat 17 Mei 2014. Mari menginjil, Yesus pasti datang
segera.
Badan Musyawarah Antar Umat
Beragama (BAMAG) Kota Madiun
Bertemu di Gereja Advent Madiun
Oleh : Pdtm. Dale Sompotan
Hari Senin 19 Mei 2014 telah diadakan pertemuan Badan
Musyawarah Antar Umat Beragama (BAMAG) Kota Madiun,
yang terdiri dari kumpulan Hamba Tuhan dari Kota Madiun.
Agar semua orang turut serta dalam pekerjaan Tuhan maka
sembilan KPA yang ada di jemaat Agape dibagi menjadi dua
kelompok untuk mendukung KKR gembala jemaat yang
dilaksanakan pada tanggal 12-17 Mei 2014 di rumah kediaman
anggota jemaat yakni di Komp. Perumahan Balikpapan Baru
dengan pembicara Pdtm. Royke Kapahang dan di Komp.
Perumahan Balikpapan Dua oleh Pdt. Wilman Habeahan.
Pertemuan ini diadakan di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Jemaat Jl. Dr. Sutomo Madiun, pertemuan sore itu dimulai
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 22
Edisi 291 – 23 Mei 2014
Pukul 17.00 WIB dihadiri langsung oleh Ketua BAMAG Kota
Madiun Ev. Edwin.
Acara dipimpin oleh Bpk. Yan Purnama sebagai Ketua Jemaat
Sutomo, dan sebagai pembicara yang menyampaikan Firman
Tuhan kepada Bapak/Ibu Gembala yang hadir pada pertemuan
ini adalah Pdtm. Dale Sompotan - Gembala Jemaat Kalasan
Madiun.
Setelah kebaktian disampaikan beberapa penyampaian dari
pengurus BAMAG dan makan bersama yang sudah disiapkan
oleh Jemaat Sutomo sebelumnya ucapan Terima Kasih atas
kehadirannya oleh Gembala Jemaat Sutomo Pdt. Yohanes
Wirawan.
Ulang Tahun
Segenap pimpinan dan seluruh tim redaksi menyampaikan
selamat ulang tahun kepada semua relawan BAIT yang
berulang tahun di bulan Mei ini, di antaranya :
Bryan Mamanua – 1 Mei
Marthin Walean – 3 Mei
Joice Pandeleke – 5 Mei
Eric Tomarere – 6 Mei
Samuel Kamuh – 13 Mei
Freddy Kalangi – 14 Mei
Jufri Wantah – 15 Mei
Janette Sepang – 16 Mei
Meilien Makahekung – 18 Mei
Pdt. Edison Takasanakeng – 18 Mei
Brussi Soriton – 22 Mei
Pdt. Johny Salaga – 23 Mei
Tommy Manawan – 23 Mei
Tuhan memberkati selalu.
Kami
Bersungut-sungut itu adalah sama dengan mengeluh, mengomel,
menggerutu, ngrundel, murmuring, grudging, dan lain-lain.
Artinya mengeluh dengan sesuatu yang dilihat, didengar, dialami,
atau yang terjadi. Coba uji diri saudara! Apakah ada yang suka
mengatakan kata-kata seperti ini. Pertanyaan kedua ialah mengapa
kita bersungut-sungut? Kita bersungut karena Tidak mendapat apa
yang kita inginkan. Contoh: Bangsa Israel tidak mendapat air
minum lalu bersungut-sungut (Kel 15:22-24). Masalah datang
dalam kehidupan kita. Mendengar berita buruk/negative. Contoh:
Bangsa Israel bersungut-sungut saat mendengar kabar negative
tentang Tanah Kanaan (Bil 13:31-14:2). Bisa juga persungutan
timbul karena hal-hal berikut ini : Iri Hati, Merasa diperlakukan
tidak adil, Permintaannya tidak dikabulkan, Sedang sakit, Tertindih
dengan beban yang terlalu banyak seperti : Tugas-tugas yang
terlalu banyak, kebutuhan terlalu banyak, Sedang ada perubahan
seperti kedudukan, posisi, peraturan.
Bisa juga seseorang
bersungut karena kurang percaya atas tuntunan Tuhannya.
Allah melarang kita bersungut-sungut. Mengapa Allah melarang
kita bersungut-sungut. Ada enam hal penting mengapa Allah itu
melarang kita bersungut : 1) Karena dengan bersungut kita tidak
bisa merasakan kasih Allah. 2) Padahal Allah senantiasa ingin
membawa kita kepada kasih karunia dan anugerah. 3) Tidak bisa
bahagia. 4) Karena setiap saat kita dapat mengalami sakit dan
penyakit dalam kehidupan kita. 5) Membuat kita salah bicara dan
salah bertindak. 6) Menyakiti hati Tuhan. Contoh: Bangsa Israel
yang selalu bersungut-sungut menyakiti hati Tuhan (Bil 14:2,11).
Bagaimana supaya kita tidak bersungut-sungut? Taat pada Firman
Tuhan dan tidak bersungut-sungut akan mendapat berkat yang
besar.
Marilah kita taat pada Firman Tuhan dan belajar tidak bersungutsungut, sehingga kita mendapat mata air anugerah dari Allah.
Untuk mereka yang dipercayakan menjadi pelayan gereja,
resapilah renungan ini, jadikan bekal dalam menjalankan tugas di
jemaat saudara atau dimana saja kita berkarya. Banyak tantangan,
tugas gereja serta pengorbanan yang akan dihadapi, tapi ingat!.
Bila kita dipercayakann dalam pelayanan yang mulia! Allah
melarang kita bersungut-sungut. Mari kita melayani Tuhan dalam
tugas yang baru dengan hati yang tidak bersungut-sungut. Seperti
syair dalam lagu sion yang berbunyi: “ Mari kita kerja bagi Tuhan,
dengan hati yang senang, Tuhan Yesus selamanya setia….”
Redaksi
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 23
Download