Uploaded by User87571

MAKALAH ETIKA NADIAH

advertisement
MAKALAH
TUGAS 1 ETIKA PROFESI
ETIKA DI DALAM BIDANG SISTEM
INFORMASI/TEKNOLOGI INFORMASI
DISUSUN OLEH
NADIAH
NIM 061840351383
DOSEN PEMBIMBING :
Lindawati , S.T., M.T.
KELAS 4 TEA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan nikmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas mata kuliah Etika Profesi yang berjudul “Etika di Dalam Bidang Sistem
Informasi/Teknologi Informasi” ini dapat diselesaikan tepat waktu. Tak lupa pula
marilah kita kirimkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar
Muhammad SAW. Beserta keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh ummatnya
yang InsyaAllah senantiasa istiqomah hingga akhir zaman.
Laporan ini dibuat dengan didukung oleh buku materi, e-book, website,
dan dari sumber-sumber lainnya.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Lindawati, S.T.,M.T
yang telah memberikan bimbingan, dan teman-teman sekalian yang telah
memberikan dukungan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih dari kata sempurna. Karena
itu, Penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk
perbaikan makalah di masa mendatang.
Demikianlah makalah ini di buat. Semoga makalah ini dapat berguna bagi
para pembaca dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Palembang, Juli 2020
Nadiah
i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3
2.1. Etika ......................................................................................................... 3
2.1.1 Pengertian Etika .............................................................................. 3
2.1.2 Tujuan Mempelajari Etika .............................................................. 4
2.1.3 Sistematika Etika ............................................................................ 4
2.1.4 Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika ................. 5
2.1.5 Sanksi Pelanggaran Etika................................................................ 5
2.2. Etika di dalam Bidang Sistem Informasi/Teknologi Informasi ............... 6
2.2.1 Pengertian Etika dalam Bidang Teknologi Informasi ..................... 6
2.2.2 Etika di dalam Bidang Teknologi Informasi ................................... 7
2.2.3 Pentingnya Etika dalam Menggunakan Teknologi Informasi ........ 8
2.2.4 Masalah dari Etika Teknologi Informasi ........................................ 8
2.3. Pelanggran Etika dalam Teknologi Informasi ......................................... 9
2.3.1 Faktor Penyebab Pelanggaran Kode Etik Teknologi Informasi ..... 9
2.3.2 Aspek-Aspek Tinjauan Pelanggaran Kode Etik Profesi IT ............ 9
ii
2.4. Jenis Etika yang Ada dalam Teknologi Informasi .................................. 12
2.4.1 Etika Profesi Teknologi Informasi dikalangan Universitas ........... 12
2.4.2 Kode Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi .................... 15
2.4.3 Kode Etik Pengguna Internet ......................................................... 15
2.4.4 Etika Programmer .......................................................................... 16
2.4.5 Etika Teknologi Informasi dalam Undang-Undang ....................... 17
2.5. Pelanggaran yang Sering Terjadi di dalam Pemanfaat TI....................... 18
2.6. Cara Penanganan Agar Etika diperhatikan Oleh Setiap Pengguna ......... 20
2.7. Isu- Isu Pokok dalam Etika Teknologi Informasi ................................... 21
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 24
3.1. Kesimpulan......................................................................................... 24
3.2. Saran ................................................................................................... 26
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 27
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam beberapa aspek Teknologi informasi dan komunikasi
ada
kaitan erat dengan etika profesi, keterhubungan tersebut terutama dalam
memahami dan menghormati budaya kerja yang ada, memahami profesi dan
jabatan, memahami peraturan perusahaan dan organisasi, dan memhami
hukum. Etika profesi yang juga harus di pahami adalah kode etik dalam
bidang teknologi informasi dan komunikasi yang juga sering dikenal dengan
istilah netiket, di manapun pengguna harus mampu memilih sebuah program
ataupun software yang akan mereka gunakan apakah legal atau illegal,
karena program atau sistem operasi apapun di gunakan selalu ada aturan
penggunaan atau license agreement.
Seperti yang kita ketahui perkembangan dunia teknologi informasi
berlangsung sangat cepat. Dengan pekembangan tersebut diharapkan akan
dapat mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup manusia. Dalam
perkembangannya, informasi yang beredar di internet tidak hanya berisi
informasi yang benilai positif. Banyak diantaranya dilakukan dengan
sengaja dan dengan tujuan tertentu seperti mencari
Saat kita masuk dalam suatu lingkungan sosial bersama tetangga
atau teman di kuliah dan di rumah, kita wajib mematuhi etika dan
moral yang ada. Hal yang sama berlaku pada saat kita menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi. Contoh yang sederhana adalah
etika mengucapkan salam saat bertemu teman. Etika pengucapan salam
juga diterapkan pada saat mengirim Email atau berkomunikasi dalam forum
chating. Contoh lain adalah larangan mencuri barang orang lain baik di
lingkungan sosial maupun di bidang teknologi informasi. Lalu pencurian
apakah yang terjadi di bidang teknologi informasi? Pada bidang ini yang
sering dicuri adalah informasi berharga serta hak cipta dari sebuah
perangkat lunak.
1
Meningkatnya jumlah interaksi manusia terhadap teknologi informasi
dan komunikasi dari waktu ke waktu,maka etika sangat di butuhkan untuk
dijadikan suatu peraturan dasar dalam pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi yang juga harus di pahami oleh masyarakat luas. Hal ini di
sebabkan karena dalam pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi
dalam kehidupan sehari-hari,tidak jarang kita menemukan adanya hal-hal
yang melanggar etika,hal itu dapat kita lihat dari tindakan-tindakan sebagian
masyarakat yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan
Komunikasi tanpa memperhatikan etika.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan etika ?
2. Apa yang dimaksud dengan etika di dalam bidang sistem informasi atau
teknologi informasi ?
3. Bagaimana penerapan etika di dalam bidang sistem informasi atau
teknologi informasi ?
4. Apa maksud dari pelanggaran etika dalam sistem informasi atau
teknologi informasi (internet) ?
5. Bagaimana pandangan umum Undang-Undang Hak Cipta Republik
Indonesia ?
1.3
Tujuan Penulisan
1. Dapat memahami pengertian dari etika
2. Dapat memahami maksud dari etika di dalam bidang sistem informasi
atau teknologi informasi
3. Dapat mengetahui penerapan dari etika di dalam bidang sistem informasi
atau teknologi informasi
4. Dapat mengetahui maksud dari pelanggaran etika dalam sistem informasi
atau teknologi informasi (internet)
5. Dapat mengetahui pandangan umum dari Undang Undang Hak Cipta
Republik Indonesia.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Etika
Adapun yang akan dibahas pada pokok bahasan ini adalah pengertian
etika, tujuan etika, sistematika etika, faktor-faktor yang mempengaruhi
pelanggaran etika dan sanksi pelanggaran etika
2.1.1 Pengertian Etika
Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan
dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan
manusia yang didorong oleh kehendak dengan didasari pikiran
yang jernih dengan pertimbangan perasaan".
Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik
atau buruk sikap tindakan manusia.
Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat
dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah
benar atau salah, dan penyelesaiannya baik atau tidak (Jones, 1994)
Menurut bahasa, Etik diartikan sebagai: Ethos (Yunani), yang
artinya kebiasaan atau tingkah laku kemudian Ethis (Inggris),
tingkah laku/prilaku manusia yang baik atau tindakan yang harus
dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya.
Sedangkan dalam konteks lain secara luas dinyatakan bahwa etik
adalah aplikasi dari proses dan teori filsafat moral terhadap
kenyataan yang sebenarnya. Hal ini berhubungan dengan prinsipprinsip dasar dan konsep yang membimbing makhluk hidup dalam
berpikir dan bertindak serta menekankan nilai-nilai mereka. Nilai
adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan, dicita-citakan dan
dianggap penting untuk dicapai oleh setiap manusia sebagai anggoa
masyarakat
3
2.1.2 Tujuan Mempelajari Etika
1. Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik
dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
2. Etika membuat kita memiliki
pendirian dalam pergolakan
berbagai pandangan moral yang kita hadapi.
3. Membantu agar kita tidak kehilangan orientasi dalam transformasi
budaya, sosial, ekonomi, politik, dan intelektual dewasa ini
melanda dunia kita.
4. Membantu kita sanggup menghadapi ideologi – ideologi yang
merebak
di dalam masyarakat secara kritis dan obyektif.
2.1.3 Sistematika Etika
Sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam jenis
dan ragamnya antara lain:
1. Etika deskriptif, yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang
tingakh laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal
hal mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang
dianut oleh masyarakat.
2. Etika Normatif, membahas dan mengkaji ukuran baik buruk
tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi,
a. Etika
umum;
yang
membahas
berbagai
hal
yang
berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis
dalam mengambil kebijakan berdasarkan teori-teori dan
prinsip-prinsip moral.
b. Etika khusus; terdiri dari Etika sosial, Etika individu dan Etika
Terapan.

Etika sosial menekankan tanggung jawab sosial dan
hubungan antar sesama manusia dalam aktivitasnya,

Etika individu lebih menekankan pada kewajibankewajiban manusia sebagai pribadi,
4

Etika terapan adalah etika yang diterapkan pada profesi
Pada tahun 2001 ditetapkan oleh MPR-RI dengan ketetapan
MPR-RI No.VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Bangsa.
Etika kehidupan bangsa bersumber pada agama yang universal dan
nilai-nilai luhur budaya bangsa yaitu Pancasila. Etika kehidupan
berbangsa antara lain meliputi: Etika Sosial Budaya, Etika Politik
dan Pemerintahan, Etika Ekonomi dan Bisnis, Etika Penegakkan
Hukum yang Berkeadilan, Etika Keilmuan, Etika Lingkungan, Etika
Kedokteran dan Etika Kebidanan.
2.1.4 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika
 Kebutuhan Individu akan berbagai hal seperti kebutuhan primer
maupun kebutuhan sekunder
Misal : Korupsi karena alasan ekonomi.
Mencuri karena ingin membayar uang sekolah anak
 Tidak ada pedoman yang jelas
Misal : Aturan yang lemah dan tidak terkendali
 Perilaku dan kebiasaan individu
Misal : Ajaran yang diperoleh sejak kecil dari keluarga
 Pengaruh lingkungan
Misal : pengaruh pergaaulan bebas
2.1.5 Sanksi Pelanggaran Etika
1.
Sanksi Sosial
Skala relative kecil dan dapat dipahami sebagai kesalahan yang
dapat “dimaafkan”. Berupa teguran dari masyarakat .
2.
Sanksi Hukum
Skala cukup besar, yang dapat merugikan pihak lain. Hukum
pidana menempati hukum prioritas utama, diikuti oleh hukum
perdata.
5
2.2
Etika di dalam Bidang Sistem Informasi/Teknologi Informasi
2.2.1 Pengertian Etika dalam Bidang Teknologi Informasi
Etika (ethic) bermakna sekumpulan azas atau nilai yang
berkenaan dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) mengenai
benar salah tentang hak dan kewajiban yang di anut oleh suatu
golongan atau masyarakat. Teknologi informasi dan komunikasi
dalam konteks yang lebih luas, merangkum semua aspek yang
berhubungan dengan mesin (computer dan telekomunikasi) dan
teknik
yang
digunakan
untuk
menangkap
(mengumpulkan),
meyimpam, memanipulasi, menghantarkan dan menampilkan suatu
bentuk informasi. Komputer yang mengendalikan semua bentuk ide
dan informasi memainkan peranan penting dalam pengumpulan,
penrosesan, penyimpanan dan penyebaran informasi suara, gambar,
teks dan angka yang berasaskan mikroelektronik. Teknologi
informasi bermakna menggabungkan bidang teknologi seperti
komputer, telekomunikasi dan elektronik dan bidang informasi
seperti data, fakta dan proses.
Etika teknologi informasi berbeda dari etika umum. Teknologi
informasi
menitikberatkan
pada
masyarakat
yang
memiliki
pengetahuan mengenai teknologi informasi agar percaya pada ilmu
pengetahuan. Bidang itu menciptakan produk misal komputer yang
dapat mempengaruhi masyarakat luas. Produk tersebut juga dapat
memberikan keuntungan untuk masyarakat dan memiliki tanggung
jawab pada masyarakat luas yang menggunakannya. Tanggungjawan
itu meliputi meliputi keamanan dan keselamatan data, terpercaya,
serta mudah untuk digunakan.
Untuk menerapkan etika teknologi informasi dan komunikasi di
perlukan terlebih dahulu mengenal dan memaknai prinsip yang
terkandung di dalam teknologi informasi dan komunikasi di
antaranya adalah :
6
1. Tujuan teknologi informasi :memberikan kepada manusia untuk
menyelesaikan masalah, menghasilkan kreatifitas, membuat
manusia lebih berkaria jika tanpa menggunakan teknologi
informasi dan aktivitasnya.
2. Prinsip High–tech–high– touch :jangan memiliki ketergantungan
terhadap teknologi tercanggih tetapi lebih penting adalah
meninggkatkan kemampuan aspek “high touch “ yaitu “manusia”
3. Sesuaikan tenologi informasi terhadap manusia : seharusnya
teknologi informasi dapat mendukung segala aktivitas manusia
yang harus menyesuaikan teknologi informasi.
2.2.2 Etika di dalam Bidang Teknologi Informasi
Bidang teknologi informasi memiliki etika diantaranya seperti di
bawah ini.
a. Menggunakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi untuk
melakukan hal yang bermanfaat
b. Tidak memasuki sistem informasi orang lain secara illegal.
c. Tidak memberikan user ID dan password kepada orang lain untuk
masuk ke dalam sebuah sistem. Tidak diperkenankan pula untuk
menggunakan user ID orang lain untuk masuk ke sebuah sistem.
d. Tidak mengganggu dan atau merusak sistem informasi orang lain
dengan cara apa pun.
e. Menggunakan alat pendukun teknologi informasi dan komunikasi
dengan bijaksana dan merawatnya dengan baik.
f. Tidak menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam
melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan norma-norma
yang berlaku di masyarakat.
g. Menjunjung tinggi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Misalnya, pencantuman url website yang menjadi referensi tulisan
kita baik di media cetak atau elektronik
7
h. Tetap bersikap sopan dan santun walaupun tidak bertatap muka
secara langsung.
2.2.3 Pentingnya Etika dalam Menggunakan Teknologi Informasi
Perkembangan internet yang begitu pesat membutuhkan aturan
atau etika. Beberapa alas an yang cukup kuat mengenai pentingnya
etika berinternet antara lain:
a. Pengguna internet berasal dari berbagai Negara yang memiliki
budaya,bahasa dan adat istiadat berbeda-beda.
b. Pengguna internet meupakan orang-orang yang hidup dalam
dunia anonymous yang tidak mengharuskan pernyataan identitas
asli dan berinteraksi.
c. Pengguna
internet
selalu
bertambah
setiap
saat
dan
memungkinkan masuknya penghuni baru di dunia maya tersebut.
d. Pengguna internet kadang bersikap tidak etis terhadap fasilitas
internet
2.2.4 Masalah dari Etika Teknologi Informasi
Menurut Richard Masson, masalah etika Teknologi Informasi
diklasifikasi menjadi empat hal sebagai berikut berikut :
a. Privasi, yaitu hak individu untuk mempertahankan informasi
pribadi dari pengaksesan orang lain yang memang tidak berhak
untuk melakukannya.
b. Akurasi, layanan informasi harus diberikan secara tepat dan
akurat sehingga tidak merugikan pengguna informasi.
c. Property, perlindungan kekayaan intelektual yang saat ini
digalakkan oleh HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)
mencakup tiga hal :
1. Hak cipta(copy right),hak yang dijamin kekuatan hukum yang
melarang menduplikasi kekayaan intelektual tanpa seizin
pemegangnya.Diberikan selama 50 tahun.
8
2. Paten,bentuk perlindungan yang sulit diberikan karena hanya
diberikan bagi penemuan inovatif dan sangat berguna.Berlaku
selama 20 tahun.
3. Rahasia perdagangan, perlindungan terhadap kekayaan dalam
perdagangan yang diberikan dalam bentuk lisensi atau kontrak.
d. Akses, Semua orang berhak untuk mendapatkan informasi.Perlu
layanan yang baik dan optimal bagi semua orang dalam
mendapatkan informasi yang diinginkan.
2.3
Pelanggaran Etika dalam Teknologi Informasi
Akibat kemajuan teknologi, tentunya dalam dunia teknologi informasi
dan komunikasi ini pasti ada banyak sekali perbuatan pelanggaran etika
teknologi informasi atau perbuatan kejahatan. Walaupun telah diketahui
bahwa adanya etika dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
ini masih ada saja yang melanggar. Itu semua tergantung pada setiap
individu yang menyikapi secara positif atau negatif.
2.3.1 Faktor Penyebab Pelanggaran Kode Etik Teknologi Informasi
 Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat
 Organisasi profesi tidak dilengkapi dengan sarana dan mekanisme
bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan
 Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode
etik profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi
 Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari pengemban profesi
IT untuk menjaga martabat luhur profesinya
 Tidak adanya kesadaran etis dan moralitas diantara para
pengemban profesi IT
2.3.2 Aspek-Aspek Tinjauan Pelanggaran Kode Etik Profesi IT
1. Aspek Teknologi
9
Semua teknologi adalah pedang bermata dua, ia dapat
digunakan untuk tujuan baik dan jahat. Contoh teknologi nuklir
dapat memberikan sumber energi tetapi nuklir juga dapat
menghancurkan kota hirosima.
Seperti halnya juga teknologi kumputer, orang yang sudah
memiliki keahlian dibidang computer bias membuat teknologi
yang bermanfaat tetapi tidak jarang yang melakukan kejahatan.
2. Aspek Hukum
Hukum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang
berhubungan dengan kejahatan maya antara lain masih menjadi
perdebatan. Ada dua pandangan mengenai hal tersebut antara lain:
a. Karakteristik aktifitas di internet yang bersifat lintas batas
sehingga tidak lagi tunduk pada batasan-batasan territorial
b. System hukum tradisiomal (The Existing Law) yang justru
bertumpu pada batasan-batasan teritorial dianggap tidak cukup
memadai untuk menjawab persoalan-persoalan hukum yang
muncul akibat aktifitas internet.
Dilema yang dihadapi oleh hukum tradisional dalam
menghadapi fenomena-fenomena cyberspace ini merupakan
alasan utama perlunya membentuk satu regulasi yang cukup
akomodatif terhadap fenomena-fenomena baru yang muncul
akibat pemanfaatan internet. Aturan hukum yang akan dibentuk
itu harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hukum (the legal
needs) para pihak yang terlibat di dalam transaksi-transaksi lewat
internet.
Hukum harus diakui bahwa yang ada di Indonesia sering kali
belum dapat menjangkau penyelesaian kasus kejahatan computer.
Untuk itu diperlukan jaksa yang memiliki wawasan dan cara
pandang yang luas mengenai cakupan teknologi yang melatar
10
belakangi kasus tersebut. Sementara hukum di Indonesia itu
masih memiliki kemampuan yang terbatas didalam penguasaan
terhadap teknologi informasi.
3. Aspek Pendidikan
Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa berbagi
informasi adalah hal yang sangat baik dan berguna, dan sudah
merupakan kewajiban (kode etik) bagi seorang hacker untuk
membagi hasil penelitiannya dengan cara menulis kode yang open
source dan memberikan fasilitas untuk mengakses informasi
tersebut
dan
memungkinkan.
menggunakn
Disini
kita
peralatan
bisa
pendukung
melihat
adanya
apabila
proses
pembelajaran.
Yang menarik dalam dunia hacker yaitu terjadi strata-strata
atau tingkatan yang diberikan oleh komunitas hacker kepada
seseorang karena kepiawaiannya bukan karena umur atau
senioritasnya.
4. Aspek Ekonomi
Untuk merespon perkembangan di Amerika Serikat sebagai
pioneer dalam pemanfaatan internet telah mengubah paradigma
ekonominya yaitu paradigma ekonomi berbasis jasa (From a
manufacturing based economy to service – based economy). Akan
tetapi pemanfaatan tknologi yang tidak baik (adanya kejahatan
didunia maya) bisa mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak
sedikit.
5. Aspek Sosial Budaya
Akibat yang sangat nyata adanya cyber crime terhadap
kehidupan sosial budaya di Indonesia adalah ditolaknya setiap
transaksi di internet dengan menggunakan kartu kredit yang
11
dikeluarkan oleh perbankan Indonesia. Masyarakat dunia telah
tidak percaya lagi dikarenakan banyak kasus credit card PRAUD
yang dilakukan oleh netter asal Indonesia.
2.4
Jenis Etika yang Ada dalam Teknologi Informasi
2.4.1
Etika Profesi Teknologi Informasi dikalangan Universitas
Privasi yang berlaku di lingkungan Universitas juga berlaku
untuk bahan-bahan elektronik. Standar yang sama tentang kebebasan
intelektual dan akademik yang diberlakukan bagi sivitas akademika
dalam penggunaan media konvensional (berbasis cetak) juga berlaku
terhadap publikasi dalam bentuk media elektronik. Contoh bahanbahan elektronik dan media penerbitan tersebut termasuk, tetapi
tidak terbatas pada, halaman Web (World Wide Web), surat
elektronik (e-mail), mailing lists (Listserv), dan Usenet News.
Kegunaan semua fasilitas yang tersedia sangat tergantung pada
integritas
penggunanya.Semua
fasilitas
tersebut
tidak
boleh
digunakan dengan cara-cara apapun yang bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia atau
yang bertentangan dengan lisensi, kontrak, atau peraturan-peraturan
Universitas.Setiap individu bertanggung jawab sendiri atas segala
tindakannya dan segala kegiatan yang dilakukannya, termasuk
penggunaan akun (account) yang menjadi tanggung jawabnya.
Undang-Undang Negara Republik Indonesia dan peraturan
Universitas menyatakan bahwa sejumlah kegiatan tertentu yang
berkaitan dengan teknologi informasi dapat digolongkan sebagai
tindakan: pengabaian, pelanggaran perdata, atau pelanggaran pidana.
Sivitas akademika dan karyawan harus menyadari bahwa tindakan
kriminal dapat dikenakan kepada mereka apabila melanggar
ketentuan ini.
12
Contoh tindakan pelanggaran tersebut adalah, tetapi tidak hanya
terbatas pada, hal-hal sebagai berikut:
1.
Menggunakan sumber daya teknologi informasi tanpa izin.
2.
Memberitahu
seseorang
tentang
password
pribadi
yang
merupakan akun yang tidak dapat dipindahkan- tangankan.
3.
Melakukan akses dan/atau upaya mengakses berkas elektronik,
disk, atau perangkat jaringan selain milik sendiri tanpa izin yang
sah.
4.
Melakukan interferensi terhadap sistem teknologi informasi atau
kegunaan lainnya dan sistem tersebut, termasuk mengkonsumsi
sumber daya dalam jumlah yang sangat besar termasuk ruang
penyimpanan data (disk storage), waktu pemrosesan, kapasitas
jaringan, dan lain-lain, atau secara sengaja menyebabkan
terjadinya crash pada sistem komputer melalui bomb mail,
spam, merusak disk drive pada sebuah komputer PC milik
Universitas, dan lain-lain).
5.
Menggunakan sumber daya Universitas sebagai sarana (lahan)
untuk melakukan crack (hack, break into) ke sistem lain secara
tidak sah.
6.
Mengirim pesan (message) yang mengandung ancaman atau
bahan lainnya yang termasuk kategori penghinaan.
7.
Pencurian, termasuk melakukan duplikasi yang tidak sah
(illegal) terhadap bahan-bahan yang memiliki hak-cipta, atau
penggandaan, penggunaan, atau pemilikan salinan (copy)
perangkat lunak atau data secara tidak sah.
8.
Merusak berkas, jaringan, perangkat lunak atau peralatan;
9.
Mengelabui identitas seseorang (forgery), plagiarisme, dan
pelanggaran terhadap hak cipta, paten, atau peraturan peraturan
perundang-undangan tentang rahasia perusahaan;
10. Membuat dengan sengaja, mendistribusikan, atau menggunakan
perangkat lunak yang dirancang untuk maksud kejahatan untuk
13
merusak atau menghancurkan data dan/atau pelayanan komputer
(virus, worms, mail bombs, dan lain-lain).
Universitas melarang penggunaan fasilitas yang disediakannya
untuk dipergunakan dengan tujuan untuk perolehan finansial secara
pribadi yang tidak relevan dengan misi Universitas. Contoh
penggunaan seperti itu termasuk membuat kontrak komersial dan
memberikan
pelayanan
berbasis
bayar
antara
lain
seperti
menyewakan perangkat teknologi informasi termasuk bandwidth dan
menyiapkan surat-surat resmi atau formulir-formulir resmi lain.
Semua layanan yang diberikan untuk tujuan apapun, yang
menggunakan sebahagian dari fasilitas sistem jaringan Universitas
untuk memperoleh imbalan finansial secara pribadi adalah dilarang.
Dalam semua kegiatan dimana terdapat perolehan finansial
pribadi yang diperoleh selain kompensasi yang diberikan oleh
Universitas,
maka
kegiatan
tersebut
harus
terlebih
dahulu
memperoleh izin resmi dari Universitas.
Pelanggaran terhadap Kode Etik Teknologi Informasi ini akan
diselesaikan melalui proses disipliner (tata tertib) standar oleh
otoritas disipliner yang sah sebagaimana diatur di dalam peraturanperaturan yang dikeluarkan oleh Universitas tentang disiplin
mahasiswa, dosen dan karyawan. PSI dapat mengambil tindakan
yang bersifat segera untuk melindungi keamanan data dan informasi,
integritas sistem, dan keberlanjutan operasional sistem jaringan.
Setiap mahasiswa, dosen, dan karyawan Universitas sebagai
bagian dari komunitas akademik dapat memberikan pandangan dan
saran terhadap kode etik ini baik secara individu maupun secara
kolektif demi terselenggaranya pelayanan sistem informasi dan
sistem jaringan terpadu Universitas yang baik. PSI akan melakukan
evaluasi, menampung berbagai pandangan, dan merekomendasikan
14
perubahan yang perlu dilakukan terhadap kode etik ini sekurangkurangnya sekali dalam setahun.
2.4.2
Kode Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi ( TI )
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah
mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan
antara professional atau developer TI dengan klien, antara para
professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi
dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional
dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program
aplikasi.
Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya,
ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program
tersebut nantinyadigunakan oleh kliennya atau user; iadapat
menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi
tersebut
dari
pihak-pihak
yang dapat
mengacaukan
sistem
kerjanya(misalnya: hacker, cracker, dll).
2.4.3
Kode Etik Pengguna Internet
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet
adalah:
1. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara
langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme
dalam segala bentuk.
2. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki
tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku,
agama dan ras (SARA), termasuk didalamnya usaha penghinaan,
pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk
pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/ institusi
lain.
15
3. Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi
instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal)
positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak
dibawah umur.
5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling
bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap
kegiatan pirating, hacking dan cracking.
6. Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar/foto,
animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang
bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber
dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan
pencabutan
bila
ada
yang
mengajukan
keberatan
serta
bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul
karenanya.
7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk,
sumberdaya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku
dimasyarakat
internet
umumnya
dan
bertanggungjawab
sepenuhnya terhadap segala muatan/ isi situsnya.
9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota
dapat melakukan teguran secara langsung.
2.4.4 Etika Programmer
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para programmer adalah:
1.
Seorang
programmer
tidak
boleh
membuat
atau
mendistribusikan Malware.
2.
Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti
dengan sengaja.
3.
Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang
dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
16
4.
Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode
dengan hak cipta kecuali telah membeli atau meminta ijin.
5.
Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang
didanai oleh pihak kedua tanpa ijin.
6.
Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
7.
Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak
eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali
mendapat ijin.
8.
Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan
kode programmer lain untuk mengambil keunutungan dalam
menaikkan status.
9.
Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam
perusahaan.
10. Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja dalam
pengembangan suatu proyek.
11. Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
12. Tidak boleh mempermalukan profesinya.
13. Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam
aplikasi.
14. Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang
nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam
membetulkan bug.
15. Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer.
2.4.5
Etika Teknologi Informasi dalam Undang-undang
Dikarenakan banyak pelanggaran yang terjadi berkaitan dengan
hal diatas, maka dibuatlah undang-undang sebagai dasar hukum atas
segala kejahatan dan pelanggaran yang terjadi. Undang-undang yang
mengatur tentang Teknologi Informasi ini diantaranya adalah :

UU HAKI (Undang-undang Hak Cipta) yang sudah disahkan
dengan nomor 19 tahun 2002 yang diberlakukan mulai tanggal
17
29 Juli 2003 didalamnya diantaranya mengatur tentang hak
cipta.

UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik)
yang sudah disahkan dengan nomor 11 tahun 2008 yang
didalamnya mengatur tentang :
 Pornografi di Internet
 Transaksi di Internet
 Etika penggunaan Internet
2.5
Pelanggaran-
Pelangggaran
yang
Sering
Terjadi
di
dalam
Pemanfaaatan TI
Secara umum ada beberapa pelanggaran yang sering terjadi di dalam
penggunaan TI
1. Kejahatan Komputer
Kejahatan
komputer
atau computer
crime adalah
kejahatan
yang
ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal. Kejahatan
komputer terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi
komputer saat ini. Beberapa jenis kejahatan komputer meliputi Denial of
Services (melumpuhkanlayanan sebuah sistem komputer), penyebaran
virus, spam, carding (pencurian melalui internet) dan lain-lain.
2. Netiket
Internet merupakan aspek penting dalam perkembangan teknologi
komputer. Internet merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan
komputer di dunia sehingga komputer dapat mengakses satu sama lain.
Internet menjadi peluang baru dalam perkembangan bisnis, pendidikan,
kesehatan, layanan pemerintah dan bidang-bidang lainnya. Melalui
internet, interaksi manusia dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka.
Tingginya tingkat pemakaian internet di dunia melahirkan sebuah aturan
baru di bidang internet yaitu netiket. Netiket merupakan sebuah etika
acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet. Standar netiket
18
ditetapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force), sebuah
komunitas internasional yang terdiri dari operator, perancang jaringan
dan peneliti yang terkait dengan pengoperasian internet.
3. E-commerce
Berkembangnya penggunaan internet di dunia berpengaruh terhadap
kondisi ekonomi dan perdagangan negara. Melalui internet, transaksi
perdagangan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Akan tetapi,
perdagangan melalui internet atau yang lebih dikenal dengan ecommerce ini menghasilkan permasalahan baru seperti perlindungan
konsumen, permasalahan kontrak transaksi, masalah pajak dan kasuskasus pemalsuan tanda tangan digital. Untuk menangani permasalahan
tersebut, para penjual dan pembeli menggunakan Uncitral Model Law on
Electronic Commerce1996 sebagai acuan dalam melakukan transaksi
lewat internet.
4. Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)
Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh internet menyebabkan
terjadinya pelanggaran HAKI seperti pembajakan program komputer,
penjualan program ilegal dan pengunduhan ilegal.Selain itu terdapat pula
pelanggaran hak cipta di internet. Misalnya: seseorang dengan tanpa izin
membuat situs penyayi-penyayi terkenal yang berisikan lagu-lagu dan
liriknya, foto dan cover album dari penyayi-penyayi tersebut. Contoh :
Bulan Mei tahun 1997, Group Musik asal Inggris, Oasis, menuntut
ratusan situs internet yang tidak resmi yang telah memuat foto-foto, lagulagu beserta lirik dan video klipnya. Alasan yang digunakan oleh grup
musik tersebut dapat menimbulkan peluang terjadinya pembuatan poster
atau CD yang dilakukan pihak lain tanpa izin. Kasus lain terjadi di
Australia, dimana AMCOS (The Australian Mechanical Copyright
Owners Society) dan AMPAL (The Australian Music Publishers
Association Ltd) telah menghentikan pelanggaran Hak Cipta di Internet
19
yang dilakukan oleh Mahasiswa di Monash University. Pelanggaran
tersebut terjadi karena para Mahasiswa dengan tanpa izin membuat
sebuah situs Internet yang berisikan lagu-lagu Top 40 yang populer sejak
tahun 1989 (Angela Bowne, 1997 :142) dalam Hak Kekayaan Intelektual
Suatu Pengantar, Lindsey T dkk.
5. Tanggung Jawab Profesi
Berkembangnya teknologi komputer telah membuka lapangan kerja baru
seperti programmer, teknisi mesin komputer, desain grafis dan lain-lain.
Para pekerja memiliki interaksi yang sangat tinggi dengan komputer
sehingga diperlukan pemahaman mendalam mengenai etika komputer
dan tanggung jawab profesi yang berlaku.
2.6
Cara Penanganan Agar Etika Diperhatikan Oleh Setiap Pengguna
Penanganan agar etika diperhatikan oleh setiap pengguna adalah karena
etika terkait dengan bidang hukum, maka pengguna harus mengetahui
undang–undang yang membahas tentang HAKI (hak atas kekayaan
intelektual) dan pasal–pasal yang membahas hal tersebut.Hukum Hak Cipta
bertujuan melindungi hak pembuat dalam mendistribusikan , menjual , atau
membuat turunan dari karya tersebut. Perlindungan yang di dapatkan oleh
pembuat (author) yakni perlindungan terhadap penjiplakan (plagiat) oleh
orang lain. Hak cipta sering di asosiasikan sebagai jual beli lisensi, namun
distribusi hak cipta tersebut tidak hanya dalam konteks jual beli , sebab bisa
saja seorang pembuat karya membuat pernyataan bahwa hasil karyanya
bebas dipakai dan di distribusikan.
Antisipasi Pelanggaran Hak Cipta
Guna mengantisipasi terhadap pelanggaran hak cipta, maka dapat dilakukan
langkah-langkah antara lain:
20
 Membuat ketentuan layanan (Terms of Condition atau Terms of Service)
mengenai pembatasan tanggung jawab.
 Mengembangkan prosedur pemblokiran dan pemutusan layanan yang
tepat.
Menghargai Karya Orang Lain antara lain dengan cara:
 Tidak memakai program komputer bajakan
 Membuat salinan cadangan program komputer orisinil semata-mata
untuk dipakai sendiri
 Menyebutkan sumber secara lengkap dan jelas ketika melakukan
pengutipan informasi
 Melakukan Pengutipan Sesuai Ketentuan
2.7
Isu-isu Pokok dalam Etika Teknologi Informasi
1. Cyber Crime
Merupakan kejahatan yang dilakukan seseorang atau kelompok
orang dengan menggunakan komputer sebagai basis teknologinya.
 Hacker : seseorang yang mengakses komputer / jaringan secara illegal
 Cracker : seseorang yang mengakses komputer / jaringan secara ilegal
dan memiliki niat buruk
 Script Kiddie : serupa dengan cracker tetapi tidak memilki keahlian
teknis
 CyberTerrorist : seseorang yang menggunakan jaringan / internet
untuk merusak dan menghancurkan komputer / jaringan tersebut untuk
alasan politis. Contoh pekerjaan yang biasa dihasilkan dari para cyber
crime ini adalah berkenaan dengan keamanan, yaitu:
 Malware
Virus : program yang bertujuan untuk mengubah cara bekerja
komputer tanpa seizin pengguna
21
Worm : program-program yang menggandakan dirinya secara
berulang-ulang di komputer sehingga menghabiskan sumber daya
Trojan : program / sesuatu yang menyerupai program yang
bersembunyi di dalam program komputer kita.
 Denial Of Service Attack
Merupakan serangan yang bertujuan untuk akses komputer pada
layanan web atau email. Pelaku akan mengirimkan data yang tak
bermanfaat secara berulang-ulang sehingga jaringan akan memblok
pengunjung lainnya.
BackDoor : program yang memungkinkan pengguna tak terotorisasi
bisa masuk ke komputer tertentu.
Spoofing : teknik untuk memalsukan alamat IP komputer sehingga
dipercaya oleh jaringan.
 Penggunaan Tak Terotorisasi
Merupakan penggunaan komputer atau data-data di dalamnya untuk
aktivitas illegal atau tanpa persetujuan
 Phishing / pharming
Merupakan trik yang dilakukan pelaku kejahatan untuk mendapatkan
informasi rahasia.Jika phishing menggunakan email, maka pharming
langsung menuju ke web tertentu.
 Spam
Email yang tidak diinginkan yang dikirim ke banyak penerima
sekaligus.
 Spyware
Program yang terpasang untuk mengirimkan informasi pengguna ke
pihak lain.
2. Cyber Ethic
Dampak dari semakin berkembangnya internet, yang didalamnya pasti
terdapat interaksi antar penggunanya yang bertambah banyak kian hari,
maka dibutuhkan adanya etika dalam penggunaan internet tersebut.
22
3. Pelanggaran Hak Cipta
Merupakan masalah tentang pengakuan hak cipta dan kekayaan
intelektual, dengan kasus seperti pembajakan, cracking, illegal software.
Berdasarkan
laporan
Bussiness
Software
Alliance
(BSA)
dan
International Data Corporation (IDC) dalam Annual Global Software
Piracy 2007, dikatakan Indonesia menempati posisi 12 sebagai negara
terbesar dengan tingkat pembajakan software.
4. Tanggung Jawab Profesi TI
Sebagai tanggung jawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas
yang akan saling menghormati di dalamnya, Misalnya IPKIN (Ikatan
Profesi Komputer & Informatika) semenjak tahun 1974.
23
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Menurut bahasa, Etik diartikan sebagai: Ethos (Yunani), yang artinya
kebiasaan atau tingkah laku kemudian Ethis (Inggris), tingkah laku/prilaku
manusia yang baik atau tindakan yang harus dilaksanakan manusia sesuai
dengan moral pada umumnya. Sedangkan dalam konteks lain secara luas
dinyatakan bahwa etik adalah aplikasi dari proses dan teori filsafat moral
terhadap kenyataan yang sebenarnya.
Etika (ethic) bermakna sekumpulan azaz atau nilai yang berkenaan
dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) mengenai benar salah tentang
hak dan kewajiban yang di anut oleh suatu golongan atau masyarakat .TIK
dalam kontek yang lebih luas ,merangkum semua aspek yang berhubungan
dengan mesin (computer dan telekomunikasi) dan teknik yang digunakan
untuk
menangkap
(mengumpulkan),
meyimpam,
memanipulasi,
menghantarkan dan menampilkan suatu bentuk informasi. komputer yang
mengendalikan semua bentuk ide dan informasi memainkan peranan penting
dalam pengumpulan, penrosesan, penyimpanan dan penyebaran informasi
suara, gambar, teks dan angka yang berasaskan mikroelektronik. Teknologi
informasi bermakna menggabungkan bidang teknologi seperti komputer,
telekomunikasi dan elektronik dan bidang informasi seperti data, fakta dan
proses.
Etika merupakan hal yang sangat pokok dalam mengatur segala
aktivitas manusia yang menuntun manusia untuk berbuat sesuai apa yang
dikehendaki dan disepakati masyarakat bersama. Begitupula dalam
pemanfaaatan teknologi informasi dan komunikasi, etika dijadikan sebagai
aturan dalam menggunakan TI agar tidak melanggar etika dlam teknologi
informasi dan tidak merugikan orang lain.
24
Etika teknologi informasi berbeda dari etika umum. Teknologi
informasi menitikberatkan pada masyarakat yang memiliki pengetahuan
mengenai teknologi informasi agar percaya pada ilmu pengetahuan. Bidang
itu menciptakan produk misal komputer yang dapat mempengaruhi
masyarakat luas. Produk tersebut juga dapat memberikan keuntungan
untuk masyarakat dan memiliki tanggung jawab pada masyarakat luas
yang menggunakannya. Tanggungjawan itu meliputi meliputi keamanan dan
keselamatan data, terpercaya, serta mudah untuk digunakan.
Pelanggaran etika di pengaruhi atau disebabkan oleh berbagai faktor,
seperti tingkat kebutuhan seseorang, lemahnya kontrol sosial yang ada,
perilaku dan kebiasaan individu, serta pengaruh lingkungan pergaulan.
Masalah Etika teknologi terdiri atas empat hal , yaitu : privasi, akurasi,
property dan akses. Jenis etika yang ada dalam teknoloi informasi yaitu :
etika dalam universitas, etika bagi programer, etika bagi pengguna , etika
bagi profesional dan etika dalam Undang- Undang.
Penanganan agar etika diperhatikan oleh setiap pengguna adalah
karena etika terkait dengan bidang hukum, maka pengguna harus
mengetahui undang–undang yang membahas tentang HAKI (hak atas
kekayaan
intelektual)
dan
pasal–pasal
yang
membahas
hal
tersebut.Hukum Hak Cipta bertujuan melindungi hak pembuat dalam
mendistribusikan , menjual , atau membuat turunan dari karya tersebut.
Perlindungan yang di dapatkan oleh pembuat (author) yakniperlindungan
terhadap penjiplakan (plagiat) oleh orang lain. Hak cipta sering di
asosiasikan sebagai jual beli lisensi, namun distribusi hak cipta tersebut
tidak hanya dalam konteks jual beli , sebab bisa saja seorang pembuat karya
membuat pernyataan bahwa hasil karyanya bebas dipakai dan di
distribusikan.
25
3.2
Saran
1. Dengan mempelajari etika dan moral ini diharapkan kita bisa menjadi
insane yang lebih baik dalam menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi
2. Dalam pelaksanaan penegakan hukum di bidang Teknologi Informasi
dan Komunikasi pemerintah hendaknya lebih tegas untuk menindak
pelaku kejahatan sehingga adanya efek jera yang dapat mengurangi atau
memberantas tindak pelanggaran penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi.
3. Kita sebagai pengguna Teknologi Informasi selayaknya mematuhi dan
ikut mengawasi pengguna lain agar tercipta kesadaraan akan etika dalam
penggunaan tekonologi informasi.
4. Sebagai manusia yang beradab, dalam menyikapi dan menggunakan
teknologi ini, mestinya kita dapat memilah mana yang baik, benar dan
bermanfaat bagi sesama, kemudian mengambilnya sebagai penyambung
mata rantai kebaikan terhadap sesama, kita juga mesti pandai melihat
mana yang buruk dan merugikan bagi orang lain untuk selanjutnya kita
menghindari atau memberantasnya jika hal itu ada di hadapan kita.
.
26
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/29496498/MakalahEtikaDalamPenggunaanTIK.
docx (diakses pada tanggal 1 juli 2020)
https://www.academia.edu/11739508/Masalah_Etika_dalam_Teknologi_Inf
ormasi (diakses pada tanggal 1 juli 2020)
http://blog.ub.ac.id/osativa/files/2017/01/MakalahEtikaPenggunaanTeknolo
gi-Informasi.pdf (diakses pada tanggal 1 juli 2020)
https://rumahradhen.wordpress.com/materikuliahku/semesteri/pengantarsist
em-informasi/makalah-implikasi-etis-dari-teknologi-informasi/
(diakses
pada
tanggal 1 juli 2020)
http://indrinurwidyawati.blogspot.com/2012/03/makalahetikateknologiinfor
masi.html (diakses pada tanggal 1 juli 2020)
http://blognyonyait.blogspot.com/2017/03/makalahpenerapanetikaprofesiit.h
tml (diakses pada tanggal 1 juli 2020)
http://diendriz.blogspot.com/2013/11/etikadalamsisteminformasi.html(diaks
es pada tanggal 2 juli 2020)
http://florentinakeo.blogspot.com/2013/01/masalahetikayangmunculdalam_
5512.html (diakses pada tanggal 2 juli 2020)
http://pintarbelajartik.blogspot.com/2012/09/etikadanmoraldalampenggunaa
n.html (diakses pada tanggal 2 juli 2020)
http://pintarbelajartik.blogspot.com/2012/09/etikadanmoraldalampenggunaa
n.html (diakses pada tanggal 2 juli 2020)
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_komputer (diakses pada tanggal 2 juli
2020)
https://www.academia.edu/21911850/Makalah_Etika_Profesional_Dibidang
_Teknologi_Informasi_-_PTI (diakses pada tanggal 2 juli 2020)
27
Download