Uploaded by User80438

coca cola-dikonversiJIJL

advertisement
BAB. I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suatu perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil tidak akan
berjalan tanpa adanya dukungan dari publik, baik public internal ( karyawan,
keluarga karyawan, pemilik saham, pemilik perusahaan ) maupun public eksternal
( pelanggan, bank, pemerintah ). Perusahaan akan selalu berupaya agar konsumen
atau pelanggan tetap terus memakai produk dan jasanya. Salah satu upaya yang
bisa dilakukan perusahaan agar konsumen atau pelanggan terus memakai produk
dan jasanya adalah membina hubungan baik dengan pelanggan atau customer
relations.
Customer Relations merupakan salah satu bagian penting dalam membina
hubungan baik dengan para pelanggan . Customer relations juga dianggap penting
oleh seorang Public Relations disebuah perusahaan dalam menjalankan
strateginya. Customer Relations yang dilakukan yaitu mengatur dan memelihara
hubungan dengan para pelanggan. Customer relations dibina agar terjalin
kerjasama yang baik untuk pencapaian tujuan akhir perusahaan.
PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java adalah perusahaan yang
bergerak di bidang minuman, jenis produksinya seperti : Sprite, Fanta, Freshtea
dan air minuman dalam kemasan Ades. Pusat pemasaran Coca-Cola Bottling
Indonesia Central Java Operation tersebar di wilayah Jawa Tengah, Daerah
1
Istimewa yogyakarta dan eks Karisidenan Madiun. ( sumber dari Company
Profile PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java di Semarang tahun 2010
).
Dengan begitu banyaknya produk coca-cola yang tersebar diberbagai
daerah di Jawa Tengah itu berarti semakin banyak konsumen yang memakai atau
mengkonsumsi
produk
tersebut.
Semakin
banyaknya
konsumen
yang
mengkonsumsi produk Coca-Cola maka semakin banyak produk itu dikenal oleh
masyarakat, semakin besar pula pelayanan yang harus dilakukan oleh PT.CocaCola Bottling Indonesia Central Java. Pelayanan yang baik akan berdampak baik
pula, tetapi jika pelayanan itu kurang memadai maka akan muncul ketidakpuasan
pelanggan. Masyarakat sekarang sudah pintar dalam memilih produk yang
berkualitas, dan dalam menyeleksi sebuah barang masyarakat sangat jeli, sehingga
jika menemukan barang yang tidak sesuai standar perusahaan maka konsumen
akan melakukan komplain terhadap toko yang menjual produk tersebut atau ke
perusahaanya yang memproduksinya. Komplain adalah sebuah aksi yag dilakukan
oleh seseoarang yang didalamnya termasuk mengkomunikasikan sesuatu yang
negative terhadap suatu produk atau pelayanan yang dibuat atau dipasarkan
komplain juga merupakan bentuk ketidakpuasan seseoarang terhadap pelayanan
jasa atau produk perusahaan yang telah diberikan kepada konsumen atau
pelanggan.
Kasus komplain pelanggan dialami oleh PT. Coca-Cola Bottling Indonesia
Central Java di Semarang. Ada sekitar 34 komplain pelanggan yang tercatat dalam
tahun yaitu tahun 2009. ( data dari PR Consumer Response Program file PT.
2
Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java Semarang tahun 2009 ). Komplain
yang dilakukan oleh pelanggan berhubungan dengan pelayanan atau produk yang
diberikan oleh PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java Semarang pada
konsumen. Komplain pelanggan terlihat dengan adanya keluhan-keluhan yang
ditujukan kepada PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java Semarang.
Keluhan-keluhan biasanya ditujukan kebagian divisi Public Relations
karena yang menangani komplain pelanggan adalah divisi Public Relations dan
keluhan-keluhan tersebut biasanya dikirim oleh pelanggan atau konsumen melalui
: frontliner ( seluruh karyawan ), sales, telepon, surat, fax, email, melalui
sales/distributor, bahkan datang langsung ke PT. Coca-Cola Bottling Indonesia
Central Java. Keluhan-keluhan yang muncul pada tahun 2009 berupa : keluhan
seperti ketika membeli produk coca-cola konsumen menemukan produk tersebut
sudah kadaluarsa, terdapat benda asing didalam kemasan produk seperti butiran
tanah, setelah meminum produk coca-cola rasanya seperti alkohol sehingga
membuat customer pusing-pusing, setelah merasakan produk coca-cola rasanya
kurang segar dan ada butiran pasir didalamnya, setelah minum people orange
rasanya aneh seperti jeruk busuk ternyata sudah kadaluarsa, ada yang menemukan
dalam kemasan produk coca-cola terdapat tisu dan sedotan. ( sumber dari data
dokumen Consumer Response Program PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Central
Java tahun 2009 )
Keluhan-keluhan seperti itu dirasa menjadi ancaman atau sebuah krisis
kecil yang akan berdampak besar bagi perusahaan dan tidak mustahil akan
menjadi sebuah krisis yang besar jika keluhan-keluhan tersebut tidak dikelola
3
dengan baik. Maka hal itu juga akan berakibat buruk bagi hubungan antara
perusahaan dengan pelanggan dan perusahaan akan mengalami krisis keparcayaan
untuk mengantisipasi hal tersebut maka komplain itu harus segera ditangani dan
diselesaikan. Keluhan-keluhan seperti itu juga penting karena jika keluhankeluhan tersebut dibiarkan berlarut-larut maka akan mempengaruhi citra
perusahaan yang nantinya akan berdampak terhadap penurunan penjualan produk.
Sehingga PT.Coca-Cola harus mengelola keluhan-keluhan yang sering masuk ke
perusahaan, agar hubungan baik dengan pelanggan tetap terjaga dengan baik.
PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java menganggap, pelanggan
mempunyai arti penting dalam menentukan perkembangan perusahaan, karena
pelanggan adalah orang yang membeli dan mengkonsumsi produk perusahaan itu
secara langsung. Setiap perusahaan harus mengatur hubungan dengan pelanggan
dalam menarik, menjaga, dan memelihara pelanggannya agar tetap setia pada
perusahaan atau lebih dikenal dengan istilah Customer Relationship Management
.
Customer Relationship Management di PT. Coca Cola sangat bagus itu
terlihat dari begitu banyak komplain dari pelanggan yang masuk di PT.Coca-Cola
Bottling Indonesia Central Java tahun 2009, tetapi setiap komplain yang masuk
langsung ditangani dengan baik oleh PT.Coca-Cola Bootling Indonesia Central
java dalam hal ini divisi Public Relations yang menangani langsung komplain
pelanggan.
Cara yang digunakan Public Relations dalam menangani komplain dari pelanggan
antara lain :
4
1. Dengan cara menelepon, maksudnya komplain pelanggan yang masuk hari
itu juga langsung di telepon oleh Public Relations, jika permasalahannya
pada kemasan produk, maka produk tersebut akan diganti dengan yang
baru atau istilah satu banding satu.
2. Dengan cara pemberian souvenir, maksudnya setiap orang yang komplain
mengenai pelayanan atau komplain tetang produk maka orang tersebut
akan diberikan souvenir secara gratis.
3. Dengan cara melewati sales/toko, maksudnya setiap orang yang komplain
dengan produk dan pelayanan tetapi tidak memiliki nomor telepon, maka
pemberian souvenir atau penggantian barang akan melalui perwakilan
sales area tersebut.
4. Ada prioritas keluhan dibagi dua yaitu : prioritas merah dan kuning.
Priortas merah yaitu jenis keluhan yang harus ditindak lanjuti secara
segera dalam waktu 2 ( dua ) jam. Prioritas kuning yaitu jenis keluhan
yang harus ditindak lanjuti dalam waktu 2 x 24 jam. ( wawancara dengan
PR Officer, Ibu Ida Lukitowati 16 Maret 2010 )
Berdasarkan permsalahan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “ CUSTOMER RELATIONS di PT.COCA-COLA
BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA SEMARANG “.
5
B. Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka masalah
dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “ Bagaimana
Pengelolaan Customer Relations PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central
Java di Semarang dalam menangani komplain pelanggan ?”
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mendeskripsikan pengelolaan Customer Relations PT. CocaCola Bottling Indonesia Central Java di Semarang dalam menangani komplain
pelanggan.
2. Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat
kegiatan Customer Relations PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java
di Semarang.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat, baik dari segi teoritis
maupun dari segi praktis yaitu :
1. Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian
pengetahuan dalam Customer Relations terutama untuk penanganan
pelanggan.
6
2. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk PT. CocaCola Bottling Indonesia Central Java di Semarang, terutama digunakan
sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh Public
Relations guna menentukan kebijakan perusahaan, serta memberikan
pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan.
E. Kajian Teori
1. Customer Relations
Pelanggan
mempunyai
arti
penting
dalam
menentukan
perkembangan perusahaan. Menurut Basu Swasta dan Ibnu Sukotjo dalam
Pengantar
Bisnis
Modern
(1988:191)
definisi
pelanggan
adalah
sekelompok pembeli yang membeli barang atau jasa untuk dikonsumsi,
bukan untuk dijual atau diproses lebih lanjut. Setiap perusahaan harus
mampu menarik, menjaga, dan memelihara pelanggannya agar tetap setia
pada perusahaan.
Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk membeli produk di
perusahaan tertentu sebenarnya bermacam-macam. Tergantung dari
penilaiannya sendiri. Faktor tersebut menurut Asri dalam bukunya
Marketing (1991 : 286), antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
"Kemudahan yang dicapai
Banyaknya pilihan
Kualitas produk yang dijual
Keramahtamahan penjual
Pelayanan ekstra yang disediakan oleh penjual
Harga yang lebih murah".
7
Berdasarkan faktor diatas, dapat dijadikan patokan dalam
melakukan pelayanan dengan pelanggan. Pelanggan adalah orang yang
sangat peka sekali dengan keadaan perusahaan yang dikunjungi. Sebelum
mengenal lebih jauh mengenai kegiatan customer relations perlu diketahui
definisi dari customer relations. Definisi customer relations yaitu : "
Customer relations is an individu or group of individu to whom you
provide one or more products or services " (Smith, 1994:5).
Customer relations merupakan salah satu bagian penting dalam
menjalankan strategi humas. Fungsi humas dalam customer relations yaitu
mengatur dan memelihara hubungan dengan para pelanggan. Customer
relations dibina agar terjalin kerjasama yang baik untuk pencapaian tujuan
akhir perusahaan. Keberhasilan customer relations yang baik, maka dapat
diukur dari sikap atau respon dari para pelanggan terhadap kebijakan,
pelayanan dan fasilitas perusahaan tersebut. Suatu perusahaan akan
berkembang dengan baik jika terdapat hubungan yang baik dan. harmonis
dengan pelanggannya.
Menurut
Frazier
Moore
dalam
"Hubungan
Masyarakat"(1988:173),
"Tujuan dari suatu kebijaksanaan customer relations adalah
menyakinkan para pelanggan dan calon pelanggan bahwa barang
dan jasa perusahaan akan terus ditingkatkan mutu, melayani
pelanggan dengan jujur, dan berusaha melakukan perbaikan
fasilitas pelayanan".
Berdasarkan pernyataan diatas, dapat diartikan bahwa yang
sebenamya menjadi rahasia dari hubungan dengan pelanggan yang baik
8
adalah bahwa itu bukan sekedar menggunakan tehnik-tehnik public
relations yang cerdik, melainkan ilmu dan skill yang dimiliki oleh public
relations. Hubungan itu menyangkut bagaimana perilaku perusahaan.
dimata publik, kehendak baik serta perusahaan. Hubungan pelanggan yang
baik timbul dari kesadaran akan, atau mencari tahu tentang apa yang
dinginkan atau disukai oleh pelanggan.
Dalam melakukan hubungan dengan pelanggan, seorang public
relations harus mampu menjaga komunikasi agar tidak terjadi
kesalahpahaman, sehingga tidak menguntungkan bagi perusahaan.
Komunikasi yang digunakan dalam melakukan hubungan tersebut,
hendaknya dilakukan dengan komunikasi timbal balik (two way
communications).
Dengan
komunikasi
timbal
balik
ini,
terjadi
keseimbangan dalam penerimaan informasi yang efektif.
Hal yang paling utama dalam melakukan hubungan dan
komunikasi dengan pelanggan adalah untuk memperoleh pengertian dari
konsumen atau pelanggan. Segala informasi tentang pelanggan, sangat
penting bagi perusahaan untuk menyusun strategi atau kebijakan dalam
program kegiatan hubunagn pelanggan atau customer relations.
2. Customer Relationship Management
Pelanggan merupakan basis utama setiap usaha bisnis. Pada era persaingan
seperti sekarang, pelanggan adalah ‘raja’ sehingga tidak hanya cukup untuk
dikenali, tetapi perlu lebih jauh dipahami. (www.coca-colabottling.co.id) Saat ini
interaksi dengan pelanggan menjadi hal yang krusial dalam dunia bisnis. Demi
9
meningkatkan pendapatan dan profitabilitas atau keuntungan perusahaan, maka
kegiatan ‘menyapa’ pelanggan harus dilakukan oleh setiap bagian dari
perusahaan. Dengan demikian, sangat penting bagi manajemen bisnis untuk
menerapkan model Manajemen Hubungan Pelanggan atau Customer Relationship
Management (CRM). (Buttle, Francis 2004:56)
CRM (Customer Relationship Management) tidak sekadar sebagai call
center yang hanya menerima pertanyaan ataupun keluhan pelanggan, dan juga
bukan sekadar layanan purna jual yang prima. Namun lebih dari itu, CRM
merupakan suatu strategi bisnis yang fokus pada pelanggan guna meningkatkan
kepuasan pelanggan, pendapatan dan keuntungan perusahaan.
Sebagai gambaran proses CRM (Customer Relationship Management)
bermula dari pengumpulan data dari berbagai sumber yang kemudian diperkaya
informasi umpan balik dari pelanggan untuk dijadikan master data pelanggan.
Kemudian dilakukan analisis sehingga menghasilkan model serta informasi.
Selanjutnya didistribusikan ke berbagai bagian di perusahaan untuk digunakan
sebagai dasar menciptakan program-program interaksi dengan pelanggan. Semua
ini pada akhirnya akan menghasilkan aksi berupa ‘titik-titik sentuh’ antara
perusahaan dengan pelanggan secara terintegrasi. Pada tahapan akhir, akan
diambil umpan balik guna memperkaya data yang sudah ada. Demikian proses
terus berulang sehingga hubungan dengan pelanggan akan terus membaik dari
waktu ke waktu. Pada awalnya, penerapan CRM (Customer Relationship
Management) akan memberikan data-data terbaru dan akurat pada semua bagian
di perusahaan, sehingga dapat untuk mengukur nilai yang sesungguhnya dari
10
setiap pelanggan dan dapat untuk menentukan targeting pelanggan. CRM
(Customer Relationship Management) juga dapat digunakan untuk menentukan
saluran-saluran
pemasaran
yang
efektif.
Akhirnya,
perusahaan
dapat
meningkatkan perolehan pendapatan maupun keuntungannya. Hal yang lebih
penting dalam rangka penerapan CRM (Customer Relationship Management)
yakni niat, arahan dan dorongan kuat dari pihak atasan/pimpinan serta dukungan
budaya perusahaan untuk fokus pada pelanggan. ( Buttle Francis 2004 : 4-5)
Manajemen hubungan pelanggan ( Customer Relations Management )
dalam perusahaan sangat penting, karena pelanggan merupakan elemen penting
yang akan membantu kelangsungan hidup dari perkembangan perusahaan dalam
hal ini PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java di Semarang. Jika
pelanggan merasa tidak puas akan layanan dan produk yang diberikan, maka
pelanggan akan enggan untuk memakai atau menggunakan produk itu lagi. Bila
hal demikian sudah terjadi maka akan mengakibatkan kerugian pada PT. CocaCola Bottling Indonesia Central Java di Semarang dan pelanggan atau konsumen
tersebut.
CRM
(Customer
Relationship
Management)
secara
umum
digunakan untuk membantu kegiatan di Sales, Marketing dan Customer Service.
Lebih tepatnya, CRM (Customer Relationship Management) dipakai sebagai
sarana penghubung dari suatu perusahaan ke pelanggannya. Dengan melalui
saluran yang dikelola dengan baik, kita bisa mendengarkan apa yang diinginkan
pelanggan, apa yang mereka keluhkan, bagaimana competitor bertindak terhadap
produk/jasa perusahaan, dan berbagai kegiatan sejenis. Sehingga perusahaan bisa
11
lebih fokus ke bagaimana cara pemanfaatannya bukan ke pengembangan dan
implementasinya
Menurut Buttle, Francis,Customer Relationship Management,(2004:48).
“Customer Relationship Management adalah strategi inti dalam bisnis
yang mengintegrasikan proses-proses dan fungsi-fungsi internal dengan
semua jaringan eksternal untuk menciptakan serta mewujudkan nilai
bagi para konsumen sasaran secara profitable”.
Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management)
adalah suatu jenis manajemen yang menangani penanganan hubungan antara
perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan di
mata para pelanggannya. CRM (Customer Relationship Management) melingkupi
semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini,
termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan, tenaga penjualan, pemasaran,
dukungan teknis dan layanan lapangan
Customer Relationship Management (CRM) merujuk kepada metodologi
dan alat-alat yang dapat membantu perusahaan dalam mengelola hubungan
pelanggan dengan cara yang terorganisir. CRM (Customer Relationship
Management) membantu mengidentifikasi dan mengelola pelanggan yang terbaik
pelanggan tidaklah semua sama, yaitu menghasilkan kualitas penjualan dan
layanan yang sesuai dengan harapan dan keinginan pelanggan , dan merencanakan
dan melaksanakan kegiatan dan aktifitas pemasaran dengan jelas akan tujuan dan
sasarannya.
CRM membantu proses individual bentuk hubungan dengan pelanggan
12
(untuk meningkatkan kepuasan pelanggan) dan menyediakan tingkat layanan
pelanggan yang paling menguntungkan dan mudah diterapkan oleh pelanggan.
CRM merupakan serangkaian proses dengan karyawan yang memberikan
informasi yang mereka perlu tahu untuk dapat disampaikan kepada pelanggan
tentang keinginan dan kebutuhan, dan senatiasa lebih mudah untuk membangun
hubungan antara perusahaan dan pelanggan perlunya pengelolaan data dan
informasi pelanggan dengan baik. CRM (Customer Relationship Management)
begitu penting dan sangat menentukan pada saat ini, kita semua sadar arti
pentingnya pelanggan kepada maju mundurnya suatu bisnis.
3. Tujuan Customer Relations Management
Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan setiap CRM (Customer
Relationship Management) adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka
panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap
kebiasaan pelanggan. CRM (Customer Relationship Management) bertujuan
untuk menyediakan umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik
dengan pengendalian return on investment (ROI) di area ini.
“Tujuan
Customer
Relationship
Managemnt
adalah untuk
mengembangkan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan.
Tetapi tujuan intinya adalah profitabilitas pelanggan. pengukuran
profitabilitas pelanggan berarti bahwa organisasi harus mampu melacak
pendapatan dan biaya pelanggan, baik pada tingkat segmen atau
individu. Buttle, Francis,(2004:56).
Setiap perusahaan bisa meningkatkan pendapatan yang diperoleh dari hubungan
13
dengan pelanggannya contohnya : dengan menjual produk dan jasa tambahan
kepada pelanggan, membuka layanan web untuk pelanggan yang akan mengetahui
pdoduk terbaru, berita, atau sesuatu yang baru yang di kembangkan oleh
perusahaan, membuka layanan pelanggan, jika terjadi keluhan dan saran bagi
pelanggan, supaya pelanggan dengan mudah menyampaikan keinginan , maupun
keluhan yang dirasakan shingga pelanggan merasa dekat sekali dengan
perusahaan.
Karateristik panerapan Customer Relationship Management
a) Mengidentifikasikan pelanggan mana yang akan dilayani.
b) Memahami tututan pelanggan saat ini dan dimasa mendatang.
c) Memperoleh dan berbagi pengetahuan tentang pelanggan diseluruh
perusahaan
d) Mengukur hasil pelanggan yakni kepuasan, perawatan, niat membeli
dimasa mendatang.
e) Merancang produk dan jasa yang memenuhi tututan pelanggan secara
lebih baik daripada pesaing.
f) Menguasai dan menggunakan sumber daya ( informasi, materi, orang,
teknologi ) yang menciptakan produk dan jasa yang dapat memuaskan
pelanggan.
g) Mengembangkan strategi, proses, dan struktur yang memungkinkan
perusahaan untuk memenuhi tututan pelanggan.”(Buttle Francis 2004:6364).
CRM (Customer Relationship Management) harus bisa menjalankan
fungsi dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan,
mengusung
falsafah
customer-oriented
(customer
centric),
mengadopsi
pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan, membangun proses ujung ke
ujung dalam melayani pelanggan, menyediakan dukungan pelanggan yang
sempurna, menangani keluhan/komplain pelanggan, mencatat dan mengikuti
14
semua aspek dalam penjualan, membuat informasi layanan dan penjualan dari
pelanggan.
Perusahaan
melalui
customer
relationship
management
dapat
memberikan pelayaan yang mudah dan efektif kepada pelanggan tentang
informasi yang berhubungan dengan produk dan perusahaan. pelayanan seperti
ini, akan memudahkan dalam membina hubungan baik dengan pelanggan.
Dengan
adanva
customer
relationship
management
dalam
perusahaan,
merupakan cara efektif dan efisien untuk mendapatkan, membina, dan
memelihara pelanggan.
F. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah analisa deskriptif. Penelitian
deskriptif hanyalah memaparkan situasi atau peristiwa. Penelitian ini tidak
mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat
prediksi (Rakhmat, 2004 : 24).
Untuk peneliti akan melakukan penelitian dalam memaparkan segala
sesuatu yang telah dikerjakan Public Relations sebagai customer relations PT.
Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java , yaitu menganalisa kejadian yang
terjadi dilapangan dan pengelolaan dalam menangani komplain pelanggan.
disamping itu penelitian ini juga tidak menguji hipotesis serta membuat
prediksi sesuai dengan rumusan masalah.
15
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi penelitian
di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java yang beralamat di JL. Raya
Soekarno Hatta Km 30 Harjosari, Bawen Ungaran Kabupaten Semarang.
3. Sumber data penelitian
Sumber data penelitian studi kasus adalah : dokumen , rekaman arsip,
wawancara, dan observasi ( Yin : 2004 103-117). Sumber penelitian ini
antara lain :
1. Dokumen
Tipe informasi ini menggunakan berbagai bentuk dan hendaknya manjadi
objek rencana-rencana pengumpulan data yang eksplisit. Dokumen yang
digunakan dalam penelitian ini antara lain :
a. Agenda CRP (Consumer Response Program )
File yang isinya mengenai jenis Komplain dari pelanggan isinya
mengenai nama konsumen, tempat konsumen komplain, tanggal, dan
isi komplain itu apa.
b. Kliping
Kliping-kliping yang berada di ruangan Public Relations PT. CocaCola Bottling Indonesia Central Java di Semarang yang isinya
16
mengenai pemberitaan tetang komplain pelanggan yang sempat
dimuat oleh koran.
2. Informan
Informan adalah responden yang dapat menjelaskan pendapatnya sendiri
terhadap peristiwa tertentu dan bisa menggunakan proposisi tersebut
sebagai dasar penelitian ( Yin,2004:110 ). Dalam penelitian ini yang
menjadi informan , antara lain, yaitu : General Manager Public Relations,
Public Relations Officer PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java,
Pelanggan , Konsumen, Sales dan Distributor PT. Coca-Cola Bottling
Indonesia Central Java.
4. Teknik Pengumpulan data
Dalam memperoleh data untuk keperluan penelitian ini, teknik pengumpulan
data yang digunakan untuk memperoleh informasi atau data tentang
Customer Relations di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Central Java di
Semarang dalam menghadapai komplain pelanggan, yaitu :
a. Wawancara
Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan
seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainya dengan
mengajukan
pertanyaan-pertanyaan,
berdasarkan
tujuan
tertentu
(Mulyana,1998:180). Wawancara ditujukan kepada pihak terkait seperti
yaitu Ibu Vitri Utami selaku General Manager Public Relations dan
17
Ibu Ida Lukitowati selaku Public Relations Officer PT. Coca-Cola
Bottling Indonesia Central Java, Pelanggan PT. Coca-Cola yaitu
pelanggan yang sudah mempunyai nomor identitas Toko yang ditempel
di toko tersebut, Konsumen yang pernah melakukan komplain kepada
PT.Coca-Cola, Sales dan Distributor PT. Coca-Cola Bottling Indonesia
Central Java. Tujuan yang diharapkan dari wawancara adalah
memperoleh informasi faktual seputar kasus yang menjadi objek
penelitian. Wawancara ini dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan
yang sudah ditentukan ataupun dalam sifatnya spontan muncul pada saat
interview berlangsung. Penulis menggunakan teknik ini dengan harapan
bisa memperoleh data secara langsung untuk kelengkapan penelitian.
b. Observasi
Metode ini dimaksudkan agar mendapat data yang dilakukan melalui
pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomenafenomena yang diselidiki. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus
adalah kegiatan customer relations PT. Coca-Cola. Observasi menurut
Karl Weick sebagaimana yang dikutip oleh Djalaludin Rachmat
(1998:23), didefinisikan sebagai “pemilihan, pencatatan, pengubahan, dan
pengodean serangkaian perilaku dan suasana, sesuai dengan tujuan
empiris”. Selain itu observasi berguna untuk menjelaskan, memberikan,
dan merinci gejala yang ada pada objek penelitian. Observasi ini
dilakukan untuk melihat secara langsung kegiatan customer relations
18
sebagai program kehumasan dalam proses pembuatan kebijakan atau
program untuk menghadapi komplain pelanggan.
c. Dokumentasi
Yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari penggalian dokumen yang
pernah ada maupun yang telah diterbitkan oleh PT.Coca-Cola Bottling
Indonesia Central Java Semarang. Dokumen dapat mengungkapkan
bagaimana subyek mendefinisikan dirinya sendiri, lingkungan, dan situasi
yang dihadapinya pada suatu saat, bagaimana kaitan antar keduanya
dengan
tindakan-tindakan
(
Mulyana,1998:195).
Dokumen
yang
dimaksud meliputi laporan tertulis yang mendukung penelitian seperti
buku, koran, majalah, agenda, dan lain-lain.
5. Teknik Analisis data
Analisis yang digunakan dalam metode studi kasus ini adalah dengan
menggunakan analisis kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu
prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata terulis,
atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati ( Moleong,1996:103).
Selain itu data dianalisi dengan menggunakan langkah-langkah sebagai
berikut :
a. Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung melalui
19
pengamatan dan pengumpulan dokumen-dokumen yang berkaitan
dengan penelitian.
b. Reduksi data
Yaitu proses pemilahan, penyerderhanaan dari informasi dari informasi
data kasar yang diperoleh dari catatan lapangan. Reduksi data dilakukan
dengan cara membuat ringkasan, mengkode data, dan membuat gugusgugus. Untuk itu, peneliti melaksanakan pemilihan data yang diperoleh
dari wawancara, pengamatan, dan pengumpulan dokumen-dokumen
yang relevan dan bermakna yang berkaitan dengan penelitian. Proses ini
akan berlangsung terus hingga laporan lengkap tersusun.
c. Penyajian data
Analisa data dalam penelitian kualitatif dimulai sejak merumuskan dan
menjelaskan permasalahan, sebelum kelapangan dan berlangsung hingga
penulisan hasil penelitian.
d. Menganalisa data
Analisa data dalam penelitian kualitatif dimulai sejak merumuskan dan
menjelaskan permasalahan, sebelum kelapangan dan berlangsung hingga
penulisan hasil penelitian
e. Kesimpulan
Yaitu permasalahn penelitian yang menjadi pokok pemikiran terhadap
apa yang diteliti. Pada tahap ini peneliti mengambil kesimpulan terhadap
20
data yang telah direduksi kedalam laporan secara sistematis, dengan cara
membandingkan, menghubungkan dan memilah data yang mengarah
pada pemecahan maslah, mampu mnjawab permaslahan dan tujuan yang
hendak dicapai.
6. Teknik Uji Keabsahan Data
Penelitian ini menggunakan teknik uji keabsahan data trianggulasi yaitu
dengan memanfaatkan pengguna sumber dalam memeriksa keabsahan data
hasil penelitian.
Triangulasi adalah : “ teknik pemerikasaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan
atau sebagai pembanding terhadap data itu “ ( Moleong, 2002:178)
Pengecekan tersebut dilakukan dengan anggota yang terlibat dalam
proses
pengumpulan
data.
Dalam
penelitian
ini
peneliti
akan
membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi
yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda antara data wawancara
dan dokumen-dokumen terkait. Pengecekan kebenaran data tidak mustahil
harus dilakukan dengan menambah sumber data dan mungkin pula dengan
melakukan interview dan observasi ulang pada sumber data yang sama. Hal
ini dimaksudkan agar data yang diperoleh semakin dapat dipercaya
kebenarannya.
21
22
Download