Uploaded by User75262

Biografi Utsman bin Affan

advertisement
Laporan materi PESANTREN RAMADHAN CERIA
1. Biografi Utsman bin Affan
Khalifah utsman bin affan adalah salah satu sahabat yang
tergolong Khulafaur Rasyidin. Khulafaur Rasyidin adalah
para khalifah atau para pemimpin atau para pengganti
rasullah SAW yang diberi petunjuk oleh Allah SWT.
Khalifah utsman bin affan lahir pada tahun 574M beliau
termasuk golongan bani umayyah. Nama ibunda beliau
adalah Arwa binti Kurayz. Beliau masuk islam diajak oleh
sahabat abu bakar as siddiq.Utsman bin affan memiliki
gelar Dzun Nurain (pemilik 2 cahaya) karena telah
menikahi ke2 putri rasullah SAW yaitu Ruqayyah dan
Ummu Kultsum.Beliau memiliki sifat mementingkan
kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri
Allah SWT berfirman dalam Quran Surat At-Taghabun Ayat 16:
َّ ‫ُقفٱُف ْْ۟ت ْع۟ و ْتفٱ ام َفٱ ۟او‬
َّ ‫ُق ْْاعو‬
‫ُق ف‬
َ‫فٱ‬
‫ُق ُا عتيعو َّف‬
‫ًاقْْفي ُاُ عقاو َّف‬
‫ْ وا ْق عِ وُْوفٱ وُ وفت َك و َُّ ل ۟ عوأف ۦُ ْق عْ عف و‬
‫ففُْقو عْ ون ْفت‬
‫َّحف يوُوف ُاو ع‬
Aritnya : Maka bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu dan
dengarlah dan taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang terbaik untukmu. Dan
barangsiapa yang dipelihara dari sifat kekikiran dirinya, maka mereka termasuk
orang-orang yang beruntung.
Utsman bin Affan setiap hari jumat beliau selalu membebaskan budak yang
tertawan. Beliau juga pernah mendermakan 1000 ekor unta dan 70.000 ekor kuda
dan 1000 dirham sumbangan pribadinya untuk perang tabuk. bahkan beliau memiliki
kisah yang paling terkenal, beliau pernah membeli sumur raumah untuk umat.
2. Kedermawanan dan Empati Utsman bin Affan dengan sumur raumah
Saat itu kemarau melanda kekeringan
terjadi dimana mana tidak banyak
hewan yang mati karena kelaparan
bahkan warga madinah utamanya
kaum muslimin dalam kehausan dan
kelaparan yang sangat luar biasa.
Sumber air dan sumur tidak ada yang
mengeluarkan air, tapi ada satu sumur
yang sekalipun kekeringan melanda
dimanapun ia tetap mengeluarkan
airnya dengan jernih dan derasnya
sumur itu bernama sumur raumah.
Sumur raumah ditengah kekeringan yang melanda tidak pernah sepi dari
pengunjung orang- orang berduyung duyung, berbondong-bondong untuk mengantri
mengambil air disumur itu akan tetapi sang yahudi yang licik pemilik sumur itu
memanfaatkan situasi ini dengan memasang tarif yang sangat fantastis untuk
sekendi air diberi harga 30 dirham.datanglah seorang kakek- kakek yang kehausan
menuju ke sumur raumah‫“ف‬uhuk- uhuk, Yusuf aku sangat kehausan bolehkan aku
meminta‫ف‬air‫ف‬disumurmu‫ف‬itu?”.‫ف‬Dengan‫ف‬nada‫ف‬sombong‫ف‬dia‫ف‬menjawab‫“ف‬Oh‫ف‬kakekkakek. Aku memang yang memiliki sumur ini, kamu mau air disumurku ini? Bayarlah
30‫ف‬dirham‫ف‬maka‫ف‬kamu‫ف‬bisa‫ف‬mengambil‫ف‬sekendi‫ف‬air‫ف‬didalamnya”.‫ف‬Kakek‫ف‬itupun‫ف‬pergi‫ف‬
dengan tangan hampa dan kehausan yang masih sangat terasa.
Datanglah seorang ibu dengan anak yang menangis meronta- ronta‫“ف‬Ibu…‫ف‬aku‫ف‬haus‫ف‬
bu”‫“ف‬Sabar‫ف‬ya‫ف‬nak‫ف‬ibu‫ف‬akan‫ف‬beranikan‫ف‬diri‫ف‬untuk‫ف‬meminta‫ف‬air‫ف‬pada‫ف‬Yusuf‫ف‬sang‫ف‬
pemilik‫ف‬sumur‫ف‬raumah”‫ف‬balas‫ف‬ibunya.‫“ف‬Iya‫ف‬bu,‫ف‬cepatlah”‫ف‬sang‫ف‬ibu‫ف‬pun‫ف‬memberanikan‫ف‬
diri‫ف‬untuk‫ف‬meminta‫ف‬air‫ف‬dari‫ف‬sumur‫ف‬itu‫ف‬agar‫ف‬anaknya‫ف‬tidak‫ف‬menangis‫“ف‬Wahai‫ف‬sahabatku‫ف‬
Yusuf,‫ف‬bolehkah‫ف‬aku‫ف‬meminta‫ف‬air‫ف‬disumurmu‫ف‬ini?”‫“ف‬Boleh‫ف‬asal‫ف‬kau‫ف‬membayar‫ف‬30‫ف‬
dirham‫ف‬saja”‫ف‬jawab‫ف‬Yusuf.‫“ف‬Wahai‫ف‬sahabatku‫ف‬sunggu‫ف‬aku‫ف‬tidak‫ف‬punya‫ف‬uang
sepeserpun,‫ف‬insyaallah‫ف‬besok‫ف‬aku‫ف‬bayar‫ف‬utangku‫ف‬padamu”‫ف‬Lanjut‫ف‬ibu‫ف‬itu.‫“ف‬Kamu‫ف‬mau‫ف‬
main‫ف‬main‫ف‬sama‫ف‬saya?‫ف‬Kau‫ف‬tak‫ف‬punya‫ف‬uang‫ف‬maka‫ف‬pergilah‫ف‬saja”‫ف‬lanjut‫ف‬Yusuf‫ف‬dengan‫ف‬
nada sombong.
Nabi‫ف‬Muhammad‫ف‬SAW‫ف‬bersabda‫“ف‬Wahai‫ف‬sahabatku,‫ف‬siapa‫ف‬yang‫ف‬bisa‫ف‬membeli‫ف‬sumur‫ف‬
raumah‫ف‬maka‫ف‬baginya‫ف‬surga”
Datanglah sahabat Utsman bin Affan, beliau menawarkan sumur itu yang sangat
fantastis 200.000 dirham. Karena harga tersebut sangatlah fantastis akhirnya sang
yahudi yang licik itu mengiyakan tawaran Utsman bin Affan. maka sejak hari itu
sumur raumah sudah menjadi milik orang banyak, setiap orang tidak memandang
kaya ataupun miskin ataukah mussafir maupun penduduk setempat mereka semua
bisa memanfaatkan air yang ada disumur itu. Hingga saat ini sumur raumah masih
ada kira-kira berjarak 4km dari Masjid Nabawi di Madinah.
Sabtu/16-Mei-2020
Moch. Muzaki A
Download