Uploaded by ardinak894

Praktikum Fisika Lanjutan - Torsional Oscillator

advertisement
Laporan Akhir
Praktikum Fisika Lanjutan
M – Torsional Oscillator
Nama
: Ardina Khoirun Nisa G.
Rekan Kerja
: Nurunnadriyah Adya
Hari/Tanggal
: Minggu, 29 Maret 2020
Departemen Fisika
Universitas Indonesia
2020
DATA PENGAMATAN

Percobaan 1
Kondisi Regang
Massa
50
100
150
200
250
300
350
400

∆θ (Regang)
0,2
0,38
0,52
0,62
0,73
0,81
0,88
0,94
Kondisi Tegang
Massa
50
100
150
200
250
300
350
400
∆θ (Tegang)
0,19
0,36
0,51
0,62
0,72
0,8
0,87
0,93
Percobaan 2
∆θ (rad)
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
1
t (s)
23,99
23,76
23,85
23,62
23,5
23,46
23,21
23,18
23,07
23,03
T (s)
1,199
1,188
1,192
1,181
1,175
1,173
1,161
1,159
1,153
1,151

Percobaan 3
Quadran Brass
n (buah)
1
2
3
4
5
6
7
8

t (s)
24,93
25,82
26,78
28,29
29,37
30,57
32,51
33,44
T (s)
1,246
1,291
1,339
1,414
1,468
1,528
1,625
1,672
T2 (s2)
t (s)
23,52
23,75
24,77
25,13
25,42
26,31
26,79
28,4
T (s)
1,176
1,187
1,238
1,256
1,271
1,315
1,339
1,42
T2 (s2)
1,55
1,66
1,79
1,99
2,15
2,33
2,64
2,79
Bola
n (buah)
1
2
3
4
5
6
7
8
1,38
1,41
1,53
1,58
1,62
1,73
1,79
2,02
PENGOLAHAN DATA

Percobaan 1
∑ =k.
2mgr=k.
=
y=
m
a x
a=
k=

Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan gnuplot, dihasilkan nilai a pada kondisi
regang adalah a = 2,0619
Sehingga didapatkan nilai k :
k=
k=
k = 9,506r kg/m

Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan gnuplot, dihasilkan nilai a pada kondisi
regang adalah a = 2,07143
Sehingga didapatkan nilai k :
k=
k=
k = 9,462r kg/m

Percobaan 3
T=2 √ ;
I = I0 + Iadd . n ; k = k (kondisi kawat tegang)
T2 =
Iadd . n +
0
y=
a
x+
b
a=
Iadd
;
b=
0
;
Iadd =
0
=

Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan gnuplot, dihasilkan nilai a dan b pada
sistem quadran brass adalah a = 0,0830714 dan b = 1,25893. Dan juga besar nilai k pada
kondisi tegang yang telah didapatkan pada percobaan 1 ialah k = 9,462r kg/m untuk
kemudian bisa didapatkan nilai Iadd dan nilai I0.
-
Besar nilai Iadd
Iadd =
Iadd =
Iadd = 0,0199r
-
Besar nilai I0
0
=
0
=
0
= 0,302r

Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan gnuplot, dihasilkan nilai a dan b pada
sistem quadran brass adalah a = 0,182774 dan b = 1,29564. Dan juga besar nilai k pada
kondisi tegang yang telah didapatkan pada percobaan 1 ialah k = 9,462r kg/m untuk
kemudian bisa didapatkan nilai Iadd dan nilai I0.
-
Besar nilai Iadd
Iadd =
Iadd =
Iadd = 0,0439r
-
Besar nilai I0
0
=
0
=
0
= 0,311r
Sehingga momen inersia pada sistem quadran brass dan bola yaitu :
Sistem Quadran Brass
Sistem Bola
I = (0,302 + n . 0,0199)r
I = (0,311 + n . 0,0439)r
;dimana n = jumlah quadrant brass/bola.
GRAFIK dan PENGOLAHAN DATA GNUPLOT
Percobaan 1


Percobaan 2
Percobaan 3


ANALISIS
Pada percobaan mengenai Torsional Oscillator ini dibagi menjadi 3 percobaan.
Dimana percobaan pertama dilakukan untuk menentukan besar konstanta torsi pada dua
kondisi yang berbeda yaitu kondisi regang dan kondisi tegang. Sedangkan pada percobaan
kedua praktikan diminta untuk mencari hubungan antara pengaruh simpangan dengan
periode, dan percobaan ketiga dilakukan untuk mencari besar momen inersia benda dan
sistem menggunakan 2 variasi benda yaitu quadran brass dan bola.
Pada percobaan pertama, alat torsional ossilator disusun sedemikan rupa dengan
kondisi kawat yang dibedakan menjadi 2 kondisi, yaitu kondisi tegang dan kondisi regang.
Kemudian diberikan beban dari 50 gram hingga 400 gram dengan interval kenaikan sebesar
50 gram nya. Kemudian praktikan menentukan besar simpangan yang tercatat pada rotor sic
dari sistem pada saat diberikan variasi beban.
Berdasarkan persamaan
dapat disimpulkan bahwa besar simpangan
berbangding lurus dengan massa m, yang berarti semakin berat suatu beban yang diberikan
maka simpangannya akan semakin besar pula, hal ini berlaku juga pada torsi yang dihasilkan
yaitu torsi akan semakin besar.
Pada percobaan kedua, pada seperangkat alat torsional oscillator, peredam magnetik
dilepas agar osilasi pada rotor disc terjadi secara harmonik tanpa adanya hambatan dari
magnet. Kemudian praktikan memberikan simpangan pada rotor disc dengan memvariasikan
antara 0,1 sampai 1,0 radian dengan besar interval 0,1 radian. Kemudian membiarkan agar
rotor disc melakukan osilasi, dan tak lupa praktikan mencatat besarnya waktu yang
dibutuhkan pada saat rotor disc tersebut telah melakukan osilasi sebanyak 20kali.
Berdasarkan persamaan
maksimum
m
maka dapat dikatakan bahwa simpangan
atau amplitude memiliki hubungan cosinus terhadap frekuensi osilasi yang
dihasilkan. Maka dapat dikatakan bahwa amplitude hanya akan berpengaruh terhadap periode
osilasi jika kecepatan osilasinya tetap.
Pada percobaan ketiga, praktikan menambahkan quadrant brass dan bola sebagai
pengaruh sistem dan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya 20kali osilasi.
Pada percobaan kali ini rotor disc diberi simpangan sebesar 0,1 radian dengan variabel bebas
yang digunakan adalah jumlah dan jenis benda (quadran brass atau bola) yang terpasang pada
sitem rotor disc. Pada percobaan kali ini praktikan diminta untuk menentukan besar momen
inersia pada quadran brass maupun pada bola. Dimana berdasarkan pengolahan data yang
dihasilkan, momen inersia bola lebih besar daripada momen inersia pada quadran brass.
KESIMPULAN

Sistem kerja torsional ossilator bergantung pada tiga osilasi gerak harmonik sederhana
yaitu gerak harmonik sederhana, gerak teredam, dan gerak dipaksakan.

Momen inersia sistem bergantung pada jenis benda yang digunakan pada rotor disc

Berdasarkan hasil percobaan dan pengolahan data momen inersia bola lebih besar
daripada momen inersia quadran brass

Amplitudo hanya akan bergantung pada saat kecepatannya tetap.
REFERENSI

Modul Fisika lanjutan “M-Torsional Oscillator”

https://www.teachspin.com/torsional-oscillator diakses pada 28 Maret 2020.
Download