Uploaded by User73360

SPM Varians Pendapatan

advertisement
A. Varians atau Penyimpangan atas Penjualan/Pendapatan
Varians atas penjualan terjadi disebabkan adanya perbedaan dalam “harga jual” ataupun
“volume penjualan”. Dengan demikian, varians yang akan dianalisis dalam hal
penjualan/pendapatan disini menyangkut 2 (dua) hal yaitu, Varians Harga dan varian volume,
yang dirumuskan sebagai berikut :
a. Varians Harga
= (Tarif/harga Sebenarnya – Tarif/Harga yang Dianggarkan) x
Volume yang Sebenarnya)
b. Varians Volume
= Tarif/Harga yang Dianggarkan x (Volume sebenarnya –
Volume yang Dianggarkan)
Atau secara gabungan disebut Varians Harga dan Volume yang dirumuskan sebagai berikut :
c. Varians Harga & Volume = (Tarif/Harga sebenarnya – Tarif/Harga yang
Dianggarkan) x (Volume Sebenarnya – Volume yang
Dianggarkan)
B. Varians atau Penyimpangan atas Beban Variabel
Yang dimaksud dengan beban variable adalah unsur beban tenaga yang secara total besar
kecilnya berubah mengikuti perubahan aktivitas atau volume produksi. Beban tenaga
variabel akan naik (secara proporsional) apabila volume produksi atau aktivitas naik, atau
sebaliknya turun bila terjadi penurunan volume atau aktivitas. Dengan mengambil contoh
dalam bisnis perhotelan, kegiatan pembersihan untuk setiap kamar adalah contoh nyata yang
dapat dikaitkan dengan beban tenaga variable ini. Semakin banyak kamar yang dihuni oleh
para tamu hotel, semakin banyak pula kegiatan pembersihan yang harus dilakukan oleh
petugas kamar yang tidak lepas dari beban tenaga yang terkait untuk itu.
Demikian pula untuk tugas pelayanan makanan dan minuman di restoran yang diberikan
oleh pihak “servers” tidak terlepas dari banyak sedikitnya tamu atau pengunjung yang
dilayani. Oleh karena itu beban tenaga yang tekait dengan kegiatan pelayanan disini adalah
merupakan contoh nyata yang digolongkan sebagai beban tenaga variable. Dalam kaitanya
dengan analisis varians untuk beban tenaga ini, terdapat 3(tiga) unsure yang umumnya
merupakan penyebab yaitu, yaitu unsure volume, tarif upah imbalan, serta factor efisiensi.
Semua varians yang timbul atas beban tenaga ini dapat dibedakan kedalam tiga unsure
tersebut. Varian volume terjadi karena adanya perbedaan volume yang sebenarnya dengan
dicapai dengan yang direncanakan. Demikian juga varians tarif terjadi karena perbedaan
antara tarif rata-rata yang sesungguhnya terjadi dengan tarif yang telah ditetapkan dimuka,
sedangkan varians efisiensi terjadi karena jumlah tenaga yang digunakan dengan yang
direncanakan berbeda. Dengan memperhatikan hal-hal yang telah diuraikan diatas, analisis
varians yang diperlukan dan berhubungan dengan beban tenaga variable tersebut dapat
dihitung varians-varians sebagi berikut :
1. Varians Volume = Tarif yang Dianggarkan x (Jumlah Jam yang Dianggarkan – Jumlah
Jam yang Semestinya Menurut Standar untuk output yang Dihasilkan)
2. Varians Tarif
= Jumlah Jam yang Dianggarkan x (Tarif yang Dianggarkan – Tarif
Sebenarnya)
3. Varians Efisiensi = Tarif yang dianggarkan x (Jumlah Jam yang Semestinya Menurut
Standar untuk Output yang Dihasilkan- Jumlah Jam yang Sebenarnya)
Pembahasan
Dengan mengambil ilustrasi disektor jasa perhotelan berikut pembahasan analisis varians
atau penyimpangan yang mencakup pendapatan dan beban pegawai :
Analisis Varians Pendapatan/Penjulan Kamar
Contoh 1; Pendapatan Kamar SIGURA-GURA HOTEL
Tahun 20AA
Uraian
Jumlah
Tarif Kamar
Tamu Menginap
Rata-rata
(Kamar)
(000)
Jumlah
(000)
ANGGARAN
440
Rp
355
Rp 156.200
REALISASI
415
Rp
360
Rp 149.400
25
Rp
5
PERBEDAAN
Rp
6.800 (UF)
Dari ilustrasi contoh 1, diatas terdapat perbedaan pendapatan atas kamar sebesar Rp
6.800.000 yang dalam hal ini merupakan perbedaan yang tidak menguntungkan (Unfavorable).
Perbedaaan anggaran terhadap realisasi ini diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan informasi
tentang penyebabnya melalui analisis varians sebagai berikut :
a. Varians Volume
yang dianggarkan
= (Volume sebenarnya – Volume yang Dianggarkan) x Tarif/Harga
= ( 415 – 440 ) x Rp 355.000
= (- 25 ) x Rp 355.000
= Rp - 8.875.000 (Unfavorable)
Dalam perhitungan ini, terdapat perbedaan atau varians volume sebesar Rp 8.875.000 yang tidak
menguntungkan (Unfavorable) yang hal ini disebabkan jumlah tamu menginap tidak tercapai
seperti yang dianggarkan yaitu berkurang 25 kamar.
b. Varians Harga
= (Tarif/harga Sebenarnya – Tarif/Harga yang Dianggarkan) x
Volume yang Sebenarnya
= ( Rp 360.000 – Rp 355.000 ) x Rp 415
= ( Rp
5.000 ) x Rp 415
= Rp 2.075.000 ( Favorable )
Dalam perhitungan varians diatas terdapat perbedaan atau varians harga/tarif sebesar Rp
2.075.000 yang menguntungkan (Favorable). Hal ini disebabkan adanya perbedaan Tarif
Sebenarnya dengan Tarif yang Dianggarkan.
Selanjutnya perhitungan varians secara gabungan juga dilakukan untuk melihat varians netto :
c. Varians Harga & Volume
= (Tarif/Harga sebenarnya – Tarif/Harga yang
Dianggarkan) x (Volume Sebenarnya – Volume yang Dianggarkan)
= ( Rp 360.000 – Rp 355.000 ) x ( 415 – 440 )
= Rp 5.000 x ( - 25 )
= Rp - 125.000 (Unfavorable)
Bila semua varians digabungkan akan menghasilkan total varians yang jumlahnya sama dengan
dengan selisih antara ANGGARAN dengan REALISASI seperti yang dilihat dalam perhitungan
dibawah ini :
Varians Volume :
-Volume Sebenarnya
= 415 kamar
-Volume Dianggarkan
= 440 kamar
-Varians-Unfavorable
= 25 kamar x Rp 355.000 = Rp – 8.875.000 (Tarif Dianggarkan)
Varians Harga :
-Harga Sebenarnya
= Rp 360.000
-Harga Dianggarkan
= Rp 355.000
-Varians-Favorable
= Rp
5.000 x 415 kamar = Rp
Total Varians – Unfavorable (Tidak Menguntungkan)
2.075.000 (Volume Sebenarnya)
= Rp - 6.800.000
Dengan demikian secara keseluruhan realisasi anggaran pendapatan terjadi perbedaan atau
varians yang tidak menguntungkan sebesar Rp 6.800.000 (Unfavorable) seperti yang terlihat
dalam ikhtisar pendapatan kamar
Dari hasil analisis ini tentunya pihak manajemen harus menyelidiki faktor-faktor
penyebab tidak tercapainya tingkat hunian (accupancy rate) yang ditargetkan, yang akhirnya
menyebabkan tidak tercapainya “jumlah kamar tamu menginap yang dianggarkan. Bila faktor
penyebabnya adalah controllable bagi manajemen, maka manajemen harus mampu mencari
solusi memecahkan setiap problem yang dihadapi ataupun yang terjadi sebagai tindakan koreksi
sebelum
keadaannya
menjadi
lebih
parah.
Sedangkan
bila
problem-problem
yang
bersifat uncontrollable bagi manajemen, masalahnya menjadi lain dan tidak membutuhkan
tindakan yang spesifik dari manajemen untuk untuk tujuan perbaikan atau koreksi.
Analisis Varians Tenga Variabel
Untuk menganalisis varians-varians yang berhubungan dengan tenaga ini, perlu
diketahui beberapa hal yang penting dan dipahami, yaitu :
-
Standar waktu (jam) yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap pekerjaan/kegiatan
untuk keperluan penyusunan anggaran. Sebagai contoh adalah, bila untuk melayani
pesanan tamu untuk 15 orang tamu oleh “server” membutuhkan waktu 1 jam, maka
dibutuhkan waktu sebanyak 40 jam untuk memenuhi pesanan dari 600 orang tamu (atau
600 : 15 = 40)
-
Jumlah waktu (jam) yang semestinya dibutuhkan menurut standar, untuk output yang
sesungguhnya dihasilkan. Bila diketahui, dalam kenyataan seorang server memberikan
pelayanan kepada 660 orang tamu, maka jumlah wakktu (jam) yang semestinya
dibutuhkan (menurut standar waktu yang telah ditetapkan) terhadap 660 orang tamu
(output sesungguhnya yang dihasilkan) yang dilayani oleh server tersebut adalah 44 jam
(660 : 15 = 44)
-
Standar tarif perjam untuk tenaga/pekerja yang melaksanakan tugas/pekerja
-
Tarif sebenarnya perjam atau yang dibayarkan kepada tenaga/pekerja yang menjalankan
tugas/pekerjaan.ng Dianggarkan
-
Jumlah jam yang sebenarnya diigunakan oleh tenaga/pekerja dalam melaksanakan
tugas/pekerja.
Contoh 2. Beban Tenaga
Beban Tenaga untuk Departemen Kamar/Room Departement
SIGURA-GURA HOTEL
Tahun 20AA
Jumlah Tamu
Uraian
Menginap
(Kamar)
Waktu
Total
Cover per
Waktu
kamar
Cover
(Menit)
(Jam)
Tarif
Per Jam
Jumlah Seluruhnya
(000)
ANGGARAN
440
30
220
33,5
7.370
REALISASI
415
28
193,67
30,0
5.810
PERBEDAAN
25
2
26
3,5
1.560
Dari ilustrasi contoh 2, diatas terdapat perbedaan beban tenaga sebesar Rp 1.560.000 yang dalam
hal ini merupakan perbedaan yang menguntungkan (favorable). Perbedaaan anggaran terhadap
realisasi ini perlu diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan informasi tentang penyebabnya melalui
analisis varians sebagai berikut :
a)
Varians Volume
= (Jumlah Jam yang Dianggarkan – Jumlah Jam yang Semestinya
Menurut Standar untuk output yang Dihasilkan) x Tarif yang
Dianggarkan
= (220 – 207,5) x Rp 33.500
= (12,5) x Rp 33.500
= Rp 418.750 (Favorable)
b)
Varians Tarif
= (Tarif yang Dianggarkan – Tarif Sebenarnya) x Jumlah Jam yang
Dianggarkan
= (Rp 33.500 – Rp 30.000) x 220
= (Rp 3.500) x 220
= Rp 770.000 (Favorable)
c)
Varians Efisiensi = (Jumlah Jam yang Semestinya Menurut Standar untuk Output
yang Dihasilkan- Jumlah Jam yang Sebenarnya) x Tarif yang
dianggarkan
= (207,5 – 193,67) x Rp 33,500
= (13,83) x Rp 33.500
= Rp 463.305 ( Favorable)
d) Varians Volume & Tarif
= (Jumlah Jam yang Dianggarkan – Jumlah Jam yang
Sebenarnya) x (Tarif yang Dianggarkan – Tarif yang
Sebenarnya
= (220 – 193,67) x (Rp 33.500 – Rp 30.000)
= (22,33) x (Rp 3.500)
= Rp 92.155 (Unfavorable)
Dari ikhtisar pendapatan dan beban SIGURA-GURA HOTEL untuk periode 20AA ini
ada dua hal yang sangat berkaitan dengan usaha jasa perhotelan, yaitu terhadap pendapatan
Kamar dan Beban Pegawai. Hal ini didasarkan atas beberapa pertimbangan :
a)
Pendapatan Kamar merupakan sumber pendapatan utama dalam bisnis perhotelan, yang
hubungannya sangat erat dengan pengukuran kinerja perusahaan. Hal tersebut dinyatakan karena
besar kecilnya laba operasi yang dapat diraih tidak lepas dari tingkat penghunian (Room
Accupanccy Rate) hotel itu sendiri yang tercermin pada pendapatan operasionalnya.
b)
Sebagai Badan Usaha Jasa, peranan sumberdaya manusia sangat dominan, sehingga beban
pegawai yang terkait dalam hal ini perlu dianalisis secara cermat dalam upaya meningkatkan
efisiensi
c)
Selain porsi untuk beban pegawai cukup dominan bila dibandingkan dengan beban kamar yang
lain, juga terdapat unsur-unsur beban variable yang dalam hal ini merupakan beban yang
“controlable” dan perlu dianalisis dalam rangka pengendalian.
Download