Uploaded by User69553

Konfigurasi Dipole

advertisement
Konfigurasi Dipole-dipole
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
● Untuk n = 1 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹1(1 + 1)(1 + 2)6
𝐾 = πœ‹30
● Untuk n = 2 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹2(2 + 1)(2 + 2)6
𝐾 = πœ‹144
● Untuk n = 3 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹3(3 + 1)(3 + 2)6
𝐾 = πœ‹360
● Untuk n = 4 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹4(4 + 1)(4 + 2)6
𝐾 = πœ‹720
● Untuk n = 5 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹5(5 + 1)(5 + 2)6
𝐾 = πœ‹1260
● Untuk n = 6 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹6(6 + 1)(6 + 2)6
𝐾 = πœ‹1728
● Untuk n = 7 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹7(7 + 1)(7 + 2)6
𝐾 = πœ‹3024
● Untuk n = 8 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹8(8 + 1)(8 + 2)6
𝐾 = πœ‹4320
● Untuk n = 1 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹1(1 + 1)(1 + 2)6
𝐾 = πœ‹30
● Untuk n = 2 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹2(2 + 1)(2 + 2)6
𝐾 = πœ‹144
● Untuk n = 3 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹3(3 + 1)(3 + 2)6
𝐾 = πœ‹360
● Untuk n = 4 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹4(4 + 1)(4 + 2)6
𝐾 = πœ‹720
● Untuk n = 5 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹5(5 + 1)(5 + 2)6
𝐾 = πœ‹1260
● Untuk n = 6 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹6(6 + 1)(6 + 2)6
𝐾 = πœ‹1728
● Untuk n = 7 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹7(7 + 1)(7 + 2)6
𝐾 = πœ‹3024
● Untuk n = 8 dan a = 6
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹8(8 + 1)(8 + 2)6
𝐾 = πœ‹4320
● Untuk n = 4 dan a = 12
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹4(4 + 1)(4 + 2)12
𝐾 = πœ‹1440
● Untuk n = 5 dan a = 12
𝐾 = πœ‹π‘›(𝑛 + 1)(𝑛 + 2)π‘Ž
𝐾 = πœ‹5(5 + 1)(5 + 2)12
𝐾 = πœ‹2520
Tugas Bab 9
Alat Geolistrik IRES T300F Multi Channel
Alat geolistrik IRES-T300F Multi Channel biasa di pakai untuk melakukan geoelectric surveys
atau survey geolistrik.kegiatan survey ini sebelum melakukan pengeboran guna mengetahui
keberadaan air pada lokasi tersebut, terutama untuk pengeboran sumur dalam (deep well drilling)
60 s/d 250 meter.Yang membedakan adalah aksesoris 2D (dua dimensi) yang di dapat dalam 1
paket yaitu switching 48 channel, tembaga 48 batang, kabel 2D 480 meter dengan spesifikasi
sebagai berikut :
Pemancar (Transmitter)
● Catu daya/DC in (power supply): 12 Volt, minimal 6 AH (accu basah agar power maksimal)
● Daya (power output): 300 Watt untuk catu daya > 20A
● Tegangan keluar (output voltage): 500V maksimum
● Arus keluar (output current): 2000 mA maksimum
● Ketelitian arus (current accuracy): 1 mA
● Sistim pembacaan: digital
● Catu daya digital meter: 9 Volt, baterai kering
● Fasilitas: current loop indicator
Penerima (Receiver)
● Impendansi masukan (input impedantion): 10 M-ohm
● Batas ukur pembacaan (range): 0,1 mV hingga 500 Volt
● Ketelitian (accuracy): 0,1 mVolt
● Kompensator kasar: 10 x putar (precission multi turn potensio meter)
● Kompensator halus: 1 x putar (wire wound resistor)
● Sistem pembacaan: digital (auto range)
● Catu daya digital meter: 3 Volt (2 buah baterai kering ukuran AA)
● Fasilitas pembacaan data: hold (tersimpan di memory)
Dengan menggunakan MAE X612-EM maka akan didapat penggambaran dengan jelas karena
menggunakan pengambilan secara 2-Dimensi. Konfigurasi yang digunakan dapat menggunakan
konfigurasi "dipole-dipole, pole-pole,pole-dipole, wenner-schlumberger, " dan lai-lain. Untuk
lebih jelasnya seperti dibawah ini.
KEUNTUNGAN DARI DESAIN AKUISISI MAE X612-EM:
Ø Pengurangan Luar Biasa waktu tunggu (loading). Misalnya, satu set 2.709 langkah dengan
konfigurasi pole-dipol dilakukan dalam waktu sekitar 5 menit, bukan 150 menit yang diperlukan
untuk menyelesaikannya dengan saluran tunggal-instrumen;
Ø Kemungkinan untuk mengulangi langkah-langkah lebih dari sekali, sehingga untuk mengurangi
kesalahan, sesuai dengan waktu yang digunakan;
Ø rendah konsumsi energi;
Ø Peningkatan jumlah elektroda (yaitu jumlah langkah-langkah yang mungkin) secara otomatis
seimbang dengan peningkatan simultan dari jumlah saluran.
Ø Kualitas tindakan juga dijamin oleh resolusi 24 bit dari A / D converter digunakan.
Ø Pencatatan standar deviasi untuk setiap pengukuran;
Ø Representasi grafis dengan kesalahan bar pada titik-titik pengukuran;
Ø Visualisasi secara real time dari bagian semu resistivitas;
Ø CPU dan layar terintegrasi
Gambar Satu Set
SPESIFIKASI
Jumlah Channel 46/saluran :
<Intensitas Maksimum : 5 A at 50V
<Tegangan Keluaran : ±50V, ±100V, ±250V, ±500V, ±800V (950V
dengan pilihan generator eksternal)
< Daya Maksimum : 250W (600W dengan pilihan generator eksternal)
< Waktu Masukan : diatur dari 0,25 sec. (graphic visualization of the
wave set)
< Ketepatan (presisi) pengukuran : ±0,2µA
Pengukuran Potensial :
< Ukuran simultan pada semua saluran yang ditetapkan
< Skala Penuh Maksimum : ±25V
< Impedansi Masukan : 2,5 MΏ
< Filter Frekuensi Jaringan : 50 Hz
< Perlindungan : superior
< Ketepatan (presisi) pengukuran: ±1,5µV dalam jangkauan dari ±25V
< Pengurangan Noise : lebih baik dari 90 dB
< Reset otomatis /Pembatalan dari tegangan tiba-tiba/spontaneous
< Akurasi (ketepatan) : ±0,5%
S-Field
S-Field adalah alat ukur resistivity dengan sentuhan teknologi terdepan. Instrumen didesain
dengan sistem pengukuran elektroda banyak channel (multichannel), full automatis dengan
sampling arus injeksi dilakukan setiap 25 detik. Alat ini memberikan hasil dengan tingkat akurasi
tinggi dan bising yang rendah. Dengan hadirnya alat ini pengukuran resistivitas bisa dilakukan
secara simultan sampai 16 elektroda, dan dapat pula di-upgrade menjadi 32, 64, 128 elekroda atau
lebih (max 1000 channel). Dengan demikian akan menghemat waktu dan tenaga dalam
pengukuran resistivitas bawah permukaan. Melalui instrumen resistivity multichannel pengukuran
data resistivitas 2D dan 3D menjadi lebih efisian. Teknologi Curent Source (pembangkit arus)
yang terdapat pada SField menjadikannya handal, berpengaman sistem anti short circuit, sehingga
aman digunakan pada saat jarak elektroda arus terlalu rapat atau impedansi sangat rendah. Output
format file hasil pengukuran 2D sesuai (compatible) dengan format software Res2Dinv.
Gambar alat resistivitas S-Field 16 elektroda automatik multichannel
Spesifikasi Teknis:
High voltage transmitter Input Power : 75 W by 2 x 12 V NiCad Battery (low power consumption)
AB voltage : Automatic max 500 V (100mA)
Input Voltage : Max 1000 V
AB current : 100 mA current source transmitter with anti short circuit
Injection time : 2 – 5s
Data acquisition
Resolution : Auto range 5 x 12 bit
DVM impedance : 10 MΩ
Sampling rate : 250 ms
Kedalaman penetrasi : > 200 m (moist soil)
PC controller Type : IBM compatible
Operating system : Microsoft Windows XP
Aplikasi:
- Eksplorasi air tanah
- Mitigasi gerakan tanah (longsor)
- Investigasi Geoteknik
- Eksplorasi mineral
- Studi lingkungan (pencemaran air tanah)
- Arkeologi - dll
Keutamaan :
- Pengukuran dilakukan full otomatik untuk data 1D (sounding), 2D dan 3D (profiling)
- Output file 2D kompatibel dengan software Res2DInv
- Multi elektroda (standard 16 elektroda dan dapat ditingkatkan menjadi 32/64/128 kelipatan 16
sampai dengan 1000 elektroda)
- Arus 100 mA (current sources)
- Data tersimpan dalam format ASCII kompatibel pada software Res2DInv
- Long life battery
- Anti short circuit
- Setting lapangan dikontrol oleh PC Laptop
- Bisa digunakan untuk pengukuran sounding atau profiling/mapping resistivitas
- Instrument S-Field bisa diupgrade dengan alat ukur Induce Polarization/IP
Komponen Standar:
- S-Field (main unit)
- Battery 75 W by 2 x 12 V NiCad Battery
- Instruction manual
- 16/ 32/ 64/ 128 elektroda dst
- Kabel arus dan potensial (@ 100 m)
- Software akuisisi
- Laptop
Download