Uploaded by User68772

DTM 2. MIKROBA UMUM

advertisement
m.K. Dasar Teknologi Mikrobial
TIN 232 2(
2(2-0)
PEMBAHASAN MIKROBA
SECARA UMUM
(TINJAUAN DUNIA MIKROBA)
Departemen Teknologi Industri Pertanian – FATETA IPB
2013
TUJUAN TOPIK INI
Meninjau dunia mikroba
peran di bidang industri
yang
ber
1. Prasyarat Mikroba dalam Mikrobiologi Industri
Dari segi perindustrian mikroba merupakan pabrik zat kimia
yang mampu melakukan perubahan yang dikehendaki.
Beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi bagi suatu proses
dalam mikrobiologi adalah: Organisme, Medium, dan Hasil.
2. Sektor Mikrobiologi Industri
Bidang kegiatan mikrobiologi industri tergantung kepada hasil
yang didapatkan, misalntya sektor farmasi, sektor energy,
sektor makanan, sektor pertanian, dan lain sebagainya. Dari
sektor kegiatan akan diketahui volume dan nilai industry yang
dihasilkan. Karena itu menyangkut masalah dalam kegiatan
bisnis yang mendatangkan pendapatan tinggi.
Klasifikasi Organisme
 Linnaeus
Kingdoms
Organisme
1. Tumbuhan
bakteri, fungi, alga
tumbuhan
protozoa, hewan
(1753)
2. Hewan
 penemuan karakteristik fisiko-kimia organisme
 Haeckel
(1865)
1. Tumbuhan
2. Hewan
3. Protista
alga multiseluler,
tumbuhan
hewan
mikroba
(bakteri, protozoa, alga,
kapang, khamir).
Penemuan mikroskop elektron  diketahui struktur internal sel :
 Prokariotik (bakteri) dan Eukariotik (fungi, alga, protozoa)
 Whittaker
(1969)
Sistem
5 dunia
1. Tumbuhan
2. Hewan
3. Protista
4. Fungi
5. Monera
alga multiseluler, tumbuhan
hewan
protozoa, alga bersel tunggal
kapang, khamir
semua bakteri (prokariotik)
 Kajian rRNA (sintesis protein/enzim  survival sel)
 Woese
(1977)
1. Archaeobacteria
2. Eubacteria
3. Eukariotik
bakteri yang memproduksi
gas metan, perlu garam tinggi,
perlu suhu tinggi.
semua bakteri (penyebab
penyakit, bakteri tanah dan air,
bakteri fotosintetik).
protozoa, alga, fungi,
tumbuhan, hewan.
Cara organisme mendapatkan nutrisi (makanan / energi):
1) Fotosintesis
2) Absorpsi
3) “ Ingestion”
dasar pembagian
sistem 5 dunia (kingdom) oleh
Whittaker (1969)
Dunia
Fungi
Dunia
Tumbuhan
Dunia
Hewan
Absorpsi
“Ingestion”
Fotosintesis
Dunia Protista
(Eukariota uniseluler : alga fotosintetik, protozoa ingestion & kapang absorpsi)
Dunia Monera
(Prokariota : bakteri)
Whittaker : Mikroba ada pada dunia (kingdoms) :
Monera : bakteri
Protista : protozoa, alga
Fungi : khamir, kapang
Bakteri
- terbagi 2 grup : eubakteria dan archaeobakteria (beda
sekuen rRNA)
- sel prokariotik khas : tidak mempunyai membran nukleus
(Organel selnya terdiri dari : sitoplasma, bahan intisel,
ribosom) & uniseluler
- Struktur : diluar dinding sel berupa flagela, fili dan kapsul.
- Berdasarkan beda komposisi & struktur dinding sel :
Gram + = lipid lebih sedikit
Gram - = lipid lebih banyak, dinding sel lebih tipis
Pewarnaan Gram
Christian Gram 1884
Pewarna differensial  membedakan jenis karena
perbedaan lapisan dinding sel  perbedaan
melepaskan zat warna primer oleh sel
Empat jenis larutan pewarna :
1. Zat warna basa (pewarna primer) : violet kristal
2. Mordant (pengikat) agar pewarna primer tdk
mudah tercuci  iodium Gram
3. Pencuci zat warna  alkohol 95 %
4. Pewarna tandingan : counterstain : safranin 
pink
The cell wall of many bacteria is composed of
peptidoglycan, which covers the entire surface of the
cell.
The wall of a bacterium is classified in two ways:
• Gram-positive. A gram-positive cell wall (has many
layers of peptidoglygan that retain the crystal of violet dye
when the cell is stained. This gives the cell a purple color
when seen under a microscope.
Gram-negative. A gram-negative cell wall is thin. The
inside is made of peptidoglycan. The outer membrane is
composed of phospholipids and lipopolysaccharides.
The cell wall does not retain the crystal of violet dye when
the cell is stained.
The cell appears pink when viewed with a microscope.
Gram stain reaction
positive - purple
negative - pink
Bakteri (lanjutan):
- Sel berbentuk bola (coccus), batang (bacil), spiral
- Diameter : 0,5 – 1 μm.
panjang : 1,5 – 2,5 μm.
- Penataan sel : tunggal, berpasangan, rantai/filamen,
gerombol
- Reproduksi : pembelahan biner / aseksual
- Tumbuh pada suhu 0 - > 90º C
- Banyak yang menguntungkan dan merugikan
Sianobakteria
- Prokariotik fotosintetik
- lebih besar dari bakteri
- selain dg pembelahan biner, perkembangbiakan
bisa melalui spora
Sumber :
www.lamission.edu/life
sciences/lecturenote/...
/Ch10Classification.p
pt
batang (bacil),
bola (coccus)
spiral
Bentuk Sel Bakteri
Contoh Aplikasi Bakteri Penting dalam Industri Mikrobial
1. Acetobacte aceti :
- mengoksidasi alkohol menjadi asam asetat 
industri cuka
2. Acetobacter xylinum :
- mensintesis selulosa (nata de coco) dari substrat
gula menjadi pelikel yang mengambang di
permukaan substrat
- fermentasi teh menjadi produk the Kombucha
Nata de coco
Produksi asam
asetat
Proses Pembuatan Nata
de Coco
Bakteri Penting dalam Industri Mikrobial
3. Lactobacillus sp :
- produksi asam laktat  PLA (poly lactic acid,
bahan bioderadable plastic) & pembuatan yoghurt,
sauerkraut & probiotik
L. bulgaricus
Yoghurt
sauerkraut
Bakteri Penting dalam industri (lanjutan)
4. Bacillus sp :
- produksi enzim amilase, bioinsektisida (B.
thuringiensisi), penanganan limbah (B. subtilis,
B. megaterium)
5. Bifidobacterium sp :
- sebagai probiotik
Bifidobacterium
Produksi Alanin
Alanin adalah asam amino yang diakumulasikan
oleh Micrococcus, Aeromobacter, Flavobacterium,
Alkaligenes, Eschericia, Avobacter, dan Bacillus,
serta Khamir Streptomyces. Strain yang terbaik
untuk produksi alanin adalah Brevibacterium
pentose.
Bakteri pembentuk alanin akan tumbuh dengan
baik pada medium glukosa 10%, ammonium sulfat
2%, pepton 0,2%, ekstrak khamir 0,5%, K2HPO4
0,1%, MgSO4 7%, H2O 0,03%, CaCO3 2%.
Fungi (Kapang & Khamir)
- Sel eukariotik, tidak berkhlorofil, dinding sel kaku,
uni atau multiseluler.
- Ukuran : mikroskopik (uniseluler : khamir)  besar
(kapang
cendawan / jamur).
- Kapang : sel mempunyai hifa (miselium)  spora
- Selain beberapa yang merugikan, fungi banyak yang
menguntungkan dalam kehidupan
- Fisiologi : kapang  umumnya hanya dapat hidup dengan
adanya oksigen (obligat aerob)
• Klasifikasi FUNGI (Phyla)
• Pengelompokan berdasarkan :
(1). Habitat
(2). Morfologi
(3). Kompleksitas seksual
Phylum :
1. Zygomycota
2. Ascomycota
3. Basidiomycota
4. Deuteromycota
1). Zygomycota
• Terrestrial, terutama kapang
• Reproduksi secara aseksual dg cara memproduksi
spora non-motil yang disebut sporangiospore
• Reproduksi secara seksual dg memproduksi
zygospore berdinding tebal
• Rhizopus sp. – miselianya non-septat
Zygomycota
2). Ascomycota
• Terrestrial / khamir dan kapang
• Reproduksi aseksual dengan cara memproduksi
spore non-motil yg disebut conidiospora (conidium)
• Reproduksi seksual dgn cara memproduksi spora
seksual yang disebut ascospores yg terbentuk
didalam kantung (ascus)
• Contoh : Penicillium sp.  Kapang berseptat
Ascomycota
• Aspergillus sp – Kapang berseptat
• Saccharomyces cerevisiae - Khamir :
 Reproduksi aseksual dgn cara pertunasan
(budding) atau pembelahan biner (binary fission)
 Reproduksi seksual dgn cara memproduksi
ascospora yg terbentuk di dlm kantung
(ascus)  di bagian atas (overhead)
3. Basidiomycota
- Kebanyakan jamur (mushrooms)
4. Deuteromycota
•
•
•
•
•
Khamir dan kapang berseptat
Terrestrial
Tidak melakukan reproduksi seksual
Khamir : reproduksi aseksual dgn cara pertunasan
Kapang : reproduksi aseksual dgn memproduksi
conidia
KAPANG
- Diameter - µm
- Hidup pada suhu C, suhu ruang
- Umumnya hanya dapat hidup dengan adanya oksigen
(obligat aerob)
- Hifa berseptat, non-septat (coenocytic)
- Sel mempunyai hifa (miselium)  spora
Morfologi Seluler Kapang
Sumber : Kanya Preechasuth, Course : CMB
June
Division of Clinical Microbiology
Faculty of Associated Medical Science, CMU
Tipe Hifa Kapang
Hyaline aseptate
hyphae
Dematiaceous septate
hyphae
Hyaline septate
hyphae
Sumber : Kanya Preechasuth, Course : CMB
June
Division of Clinical Microbiology
Faculty of Associated Medical Science, CMU
Tipe Hifa Kapang
Rhizoids
Spiral
hyphae
Racquet
hyphae
Sumber : Kanya Preechasuth, Course : CMB
June
Division of Clinical Microbiology
Faculty of Associated Medical Science, CMU
Antler
hyphae
Konidia
Vesikel
Sterigma
Konidiofor
Penicillium chrysogenum
Aspergillus niger
Spora kepala
Sporangiofor
Rhizoid
Rhizopus oryzae
Penicillium camemberti
Kapang Penting dalam Fermentasi
1. Aspergillus niger
- produksi asam sitrat
(food, beverages, leavening of
bread, metal treatment,
detergent)
2. Rhizopus oryzae
- pembuatan tempe
3. Neurospora sitophila
- pembuatan oncom
Produksi Asam Sitrat
Pada tahap awal pembuatannya, asam ini dibuat dari
buah-buahan yang berasa asam, seperti buah jeruk,
kemudian ditinggalkan menjadi proses fermentasi dengan
bahan baku dari tepung, gula, dan sebagainya. Jenis
mikroba yang berperan didalam proses fermentasi sitrat
adalah Aspergillus niger (ditemukan oleh Curie 1917)
serta beberapa dari penicillium dan mucor.
Asam sitrat dihasilkan dalam bentuk Kristal monohidrat
(C6H8O7.H2O) yang tidak berwarna, tidak berbau dan
berasa sangat asam, mudah larut didalam air dingin
daripada air panas.
Produksi Asam Sitrat
Kapang Penting dalam Fermentasi
4. Monascus purpureus
- pembuatan angkak (pewarna merah alami)
5. Penicillium sp
- produksi antibiotika & keju tertentu
KHAMIR
• Uniseluler
• Bentuk sel : bulat, oval (seperti lemon/pir) atau silindris
• Reproduksi vegetatif dengan “budding”, pembelahan
biner atau sporulasi
• Karakteristik kultur atau koloninya pada media agar khas
• Khas dalam memanfaatkan berbagai jenis gula
• Banyak digunakan pada industri alkohol dan asam
organik
pseudo miselium
Candida krusei
Candida albicans
APLIKASI KHAMIR
Minuman Beralkohol
Fermentasi khamir anaerob/fakultatif anaerob
(wine, bir, atau “distilled spirits” )
top-fermenting (membentuk busa di permukaan, suhu
lebih tinggi & konsentrasi alkohol lebih tinggi)  ale beer
 bottom-fermenting (suhu lebih rendah)  lager beer
Baking  Baker’s Yeast
Saccharomyces cerevisiae, digunakan dalam
pemanggangan roti/kue (baking) sbg pengembang
(leavening agent)  mengkonversi gula menjadi CO2.
ALGA (ganggang)
- protista eukariotik yang berkhlorofil
- ukuran : mikroskopik (uniseluler) sampai beberapa
meter (multiseluler)
- Reproduksi: seksual (bersatunya gamet inti berdifusi
lalu terbentuk spesies baru) dan aseksual (pembelahan)
- tumbuh pada air (tanah) terutama di laut.
- selain merugikan, banyak kegunaan dalam industri
Suplemen protein untuk pakan ternak
Lemak : gliserol
Pigmen, enzim dan asam-asam amino
Bio-energi : metana, hidrogen, hidrokarbon
 Protozoa
- eukariotik bersel satu, tidak berkhlorofil, biasa hidup di air,
mempunyai cillia  flagella.
- berperan sbg mata rantai makanan komunitas lingkungan
akuatik
Energi cahaya  fitoplankton  zooplankton  karnivora
(produsen primer)
(konsumen primer)
(konsumen
sekunder)
- Ukuran & bentuk sangat beragam (bola, memanjang & ada
yg polimorfik)
- Reproduksi : aseksual (pembelahan sel) & seksual
(konyugasi)
- Aerob obligat atau anaerob fakultatif
- Kelompok Utama :
* Mastigophora (flagelata) * Ciliata
* Sporozoa
* Sarcodina (amoeba)
- Pada umumnya merugikan
Virus
- aseluler, parasit obligat
- terdiri dari sebuah inti asam nukleat dikelilingi oleh selubung
protein (kapsid)
- ukuran sangat kecil, bentuk kubus atau heliks
- penyebab penyakit
- Bakteriofage : virus yang menginfeksi bakteri (= pemakan
bakteri)
 kesatuan biologis yang paling sederhana & mampu
mereplikasi, sehingga digunakan untuk penelitian genetika
(patogenesitas virus), imunologi dll
Viral Reproduction
1. Viruses replicate only at the expense of their host cells
2. Viruses must become attached to a susceptible cell
3. Once inside the host cell, their DNA or RNA directs the
synthesis of new viral particles
4. Some viruses mutate rapidly
5. Viruses may affect the metabolism of their host cells
6. Infected cells can produce interferon which protects
uninfected cells
Aplikasi Virus
Dikarenakan sifat virus yang patogen, maka sampai
sekarang pemanfaatan virus bidang industri sangat
terbatas tetapi virus sekarang dapat dikembangkan
menjadi biopestisida dengan teknik menggunakan
bakteriofage yang diinfeksikan pada bakteri  gen virus
tersebut dapat mengkode produksi toksin yang dapat
mematikan serangga.
Human Relevance of Viruses
e.g
1. Numerous diseases caused by viruses
2. AIDS, caused by a retrovirus called HIV
3. Production of vaccines
Vero cells :
turunan sel yang diisolasi dari sel epitel ginjal monyet hijau
Afrika
Sifat : tumbuh cepat dalam bioreaktor
Aplikasi : sebagai host untuk menumbuhkan virus,
Contohnya untuk memproduksi vaksin dari virus
(e.g vaksin influenza , vaksin polio = IPV = Inacctivated Polio
Virus dll),
Vaccine
Medium preparation (Vero cells) for growing
virus
Vero cells are released
From microcarrier
using porcine trypsine
Vero cell
Microcarrier
N,N-diethyl amino ethyl (DEAE)
Nutrition : iscove medium
Growth (nutrition)
medium (discard)
-Serum is washed away
- Vero cell and microcarrier is
transferred into larger
Bioreactor with richer nutrition
and microcarrier
Pellet
Washed with PBS buffer
solution
Neutralized with
calf serum
PBS : Phosphat Buffer Saline
Bagan Proses Produksi Vaksin IPV
1. Penyiapan media
(sel vero)
Amplifikasi/kultur Sel
(pembiakan sel dengan
Mikro-karier)
Dalam setiap tahapan
Utk melepas sel dari
Mikro-karier digunakan
Tripsin (tripsinisasi)
3. Panen virus
2. Inokulasi virus
Pencucian sel vero
Terhadap tripsin
dilakukan tiap tahap
(Netralisasi/removal)
4. Ultrafiltrasi
(Konsentrat virus)
Pemurnian
1. Ion Exchange
2. Ultrafiltrasi
3. Gel Filtration
4. Ion Exchange
5.
Inaktivasi
Final bulk
Pembuatan
Antiserum
Antiserum adalah serum yang mengandung antibodi
terhadap antigen seperti toksin, virus atau sel
bakteri. Serum dapat diperoleh dengan salah satu
teknik, antigen (toksin, virus, limfosit) semuanya
diinokulasikan kedalam hewan / manusia yang
selanjutnya membentuk antibodi sebagai respon
terhadap benda asing dan darah hewan diambil dan
serum
yang
dipisahkan
digunakan
sebagai
antiserum.
Download