Uploaded by karinadian67

LKM ELDAS fix

advertisement
2017 B
LEMBAR KERJA MAHASISWA
ELEKTRONIKA DASAR
EL 2 – KARAKTERISTIK ARUS DAN TEGANGAN DIODA
Disusun Oleh:
KELOMPOK 6
1. FARIDATUL MAULUTIN AISA
(17030654020)
2. DENELLA PATRYCIA S
(17030654022)
3. SOFINATUL ZAIRINA
(17030654023)
4. ADI PURWANTO
(17030654027)
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN SAINS
2020
A. JUDUL
Karakteristik Arus Dan Tegangan Dioda
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengaruh tegangan input terhadap arus dan tegangan
pada diode bias maju?
2. Bagaimana pengaruh tegangan input terhadap arus dan tegangan
pada diode bias mundur?
3. Bagaimana kurva hubungan tegangan terhadap arus listrik pada
diode bias maju dan diode bias mundur?
C. TUJUAN
1. Mengidentifikasi pengaruh tegangan input terhadap arus tegangan
pada diode bias maju.
2. Mengidentifikasi pengaruh tegangan input terhadap arus dan
tegangan pada diode bias mundur.
3. Menganalisis kurva hubungan tegangan terhadap arus listrik pada
diode bias maju dan diode bias mundur.
D. KAJIAN TEORI
1. Dioda
Dioda
digunakan
merupakan
bahan
semikonduktor
yang
sering
sebagai komponen dalam dunia elektro sebagai
penyearah dari arus AC. Diode merupakan komponen elektronika
yang terdiri dari pertemuan semikonduktor jenis P dan jenis N (PN
Junction). Elektroda yang dihubungkan dengan jenis P disebut
Anoda sedangkan yang dihubungkan dengan jenis N disebut
Katoda (Tim Eldas, 2020).
Gambar 1. Struktur Dioda
Sumber: (Surjono, 2011)
Karakteristik dioda ini ialah grafik yang menggambarkan
besarnya harga-harga arus anoda bila besarnya harga-harga
tegangan anoda diubah-ubah. Jika dioda (PN - Junction) diberi
tegangan dengan hubungan arah maju, maka timbul arus maju.
Dan sebaliknya apabila dioda diberi tegangan dengan hubungan
arah mundur/balik maka akan timbul arus balik yang sangat kecil,
maka dari itu arus balik dianggap tidak ada.
Berarti dapat dikatakan bahwa dioda adalah tahanan satu arah,
karena dioda hanya dapat menghantarkan arus listrik dari anoda
ke katoda.
Gambar 2. Kurva Karakteristik Dioda
Sumber : Abdurrohman, 2014
Tiga daerah kurva statistik dioda adalah
a. Daerah bias maju (Forward bias) ditentukan oleh V>0
b. Daerah bias balik (Reserve bias) ditentukan oleh V<0
c. Daerah dadal (Breakdown bias) ditentukan oleh V<0 - Vzk
Diode dapat berfungsi sebagai saklar elektronika karena akan
melewatkan arus dalam satu arah saja. Diode akan mengalirkan
arus maju (konduksi) jika diberi bias maju (forward bias), yakni
anoda mendapat tegangan positif dan katoda mendapat tegangan
negative. Sebaliknya jika diberi arus mundur (reverse bias) maka
diode akan memiliki resistansi tinggi. Kenyataannya diode akan
konduksi jika diberi tegangan maju yang cukup, yakni 0,7 V untuk
diode silicon dan 0,2 V untuk diode germanium. Setelah mencapai
tegangan tersebut (knee voltage) setiap kenaikan tegangan akan
diikuti dengan kenaikan arus. Artinya pada saat konduksi
mempunyai redidtansi tertentu. Tegangan knee Adalah Tegangan
pada saat arus mulai naik secara cepat pada saat dioda berada pada
daerah maju, tegangan ini sama dengan tegangan penghalang (Tim
Eldas, 2020).
Pada saat dioda diberi arus mundur akan terjadi arus mundur
yang kecil, dengan adanya arus mundur ini berarti diode
mempunyai
resistansi
mundur.
Arus
mundur
ini
sangat
dipengaruhi oleh suhu, setiap kenaikan suhu akan diikuti oleh
kenaikan arus bocor sehingga nilai resistansi mundur akan
mengalami penurunan.
2. Dioda Bias Maju (Forward Bias)
Apabila tegangan positif baterai dihubungkan ke terminal
anoda dan negatifnya ke terminal katoda, maka diode disebut
mendapatkan bias maju (Surjono, 2011). Akibat bias maju ini, maka
hole di P-N didorong ke N oleh kutub + baterei, elektron bebas di
N didorong ke P oleh kutub baterei, dan potensial penghalang
diperkecil sehingga timbul arus listrik yang disebut arus maju
(forward current) dari pembawa muatan mayoritas. Pada kondisi
forward bias, depletion layer semakin menyempit sehingga arus
dapat mengalir pada dioda. Pada kondisi ini dioda berfungsi
sebagai penghantar. Arus ini dipertahankan terus selama baterei
tetap memberikan energinya (Abdurrohman, 2014).
Gambar 3. Dioda Bias Maju
Sumber: (Surjono, 2011)
3. Dioda Bias Mundur (Reverse Bias)
Apabila tegangan negatif baterai dihubungkan ke terminal
anoda dan negatifnya ke terminal katoda, maka diode disebut
mendapatkan bias mundur (Surjono, 2011). Jika tegangan luar
dipasang dalam arah forward (Forward Bias Voltage/ tegangan
arah maju) mengakibatkan daerah di P ditarik oleh kutub kutub
baterai menjauhi sambungan, elektron bebas di N ditarik oleh
kutub bateray menjauhi sambungan, pembawa-pembawa muatan
dari
masing-masing
sisi
akan
bergerak
memasuki
daerah
pengosongan dan menembus junction. Sehingga daerah muatan
ruang dan potensial penghalang diperbesar. Pada kondisi reverse
bias, depletion layer melebar sehingga idealnya arus listrik tidak
dapat melewati dioda. Dalam hal ini PN – Junction mempunyai
tahanan rendah sehingga timbul arus yang cukup besar, yang
besarnya tergantung pada rapat pembawa, luas junction dan
tegangan yang terpasang (Abdurrohman, 2014).
Gambar 4. Dioda Bias Mundur
Sumber: (Surjono, 2011)
E. HIPOTESIS
1. Jika tegangan input pada diode bias maju semakin besar, maka arus
dan tegangannya juga semakin besar.
2. Jika tegangan input pada diode bias mundur semakin besar, maka
arus nol atau tidak ada dan tegangan semakin besar.
3. Hubungan kurva tegangan dan arus listrik pada diode bias maju,
arus mengaliri diode sehingga arus dan tegangan semakin besar.
Pada diode bias mundur, arus tidak mengalir pada diode sehingga
arus nilainya nol atau tidak ada namun tegangan semakin besar.
F. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
a. Dioda
1 buah
b. Resistor
1 buah
c. Multimeter
1 buah
d. Power supply
1 buah
e. Kabel Penghubung
5 buah
G. RANCANGAN PERCOBAAN
1.
Percobaan 1 Dioda bias maju (forward bias)
Gambar 1. Rangkaian forward bias
Sumber : Panduan LKM Elektronika Dasar
2.
Percobaan 2 Dioda bias mundur (Reverse bias)
Gambar 2. Rangkaian reverse bias
Sumber : Panduan LKM Elektronika Dasar
H. VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL
1. Variabel Manipulasi
Definisi Operasional
: Tegangan input
: Pada praktikum ini menggunakan
variabel manipulasi berupa tegangan
input sebesar 3 Volt, 6 Volt, 9 Volt, dan
12 Volt
2. Variabel Kontrol
Definisi Operasional
: Jenis dioda, Jenis resitor, Multimeter
: Pada praktikum ini digunakan jenis
dioda penyearah, resistor tetap 330 Ω,
dan multimeter digital.
3. Variabel Respon
Definisi Opersional
: Kuat arus dan tegangan pada dioda b
: Pada praktikum ini didapatkan nilai
kuat arus dan tegangan pada dioda
I. LANGKAH PERCOBAAN
1. Percobaan 1 Dioda bias maju (forward bias)
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b. Merangkai diode, resistor, dan catu daya sesuai dengan
gambar 1
c. Menyalakan power supply dengan tegangan sumber 3V.
d. Mengukur
besarnya
arus
dan
tegangan
pada
diode
menggunakan multimeter.
e. Menuliskan hasil pengukuran pada tabel pengamatan
f. Mengulangi langkah pada poin a sampai e untuk besarnya
input yang berbeda yaitu dengan memutar potensiometer
pada sumber tegangan.
2. Percobaan 2 Dioda bias mundur (Reverse bias)
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b. Merangkai diode, resistor, dan catu daya sesuai dengan
gambar 2
c. Menyalakan power supply dengan tegangan sumber 3V.
d. Mengukur
besarnya
arus
dan
tegangan
pada
diode
menggunakan multimeter.
e. Menuliskan hasil pengukuran pada tabel pengamatan
f. Mengulangi langkah pada poin a sampai e untuk besarnya
input yang berbeda dengan memutar potensiometer pada
sumber tegangan.
J. ALUR
1. Percobaan 1 Dioda bias maju (forward bias)
Dioda, resistor, dan
power supply
- Dirangkai sesuai dengan gambar 1
Rangkaian dioda
bias maju
- Dinyalakan power supply dengan sumber tegangan 3 V
- Diukur besar arus (I) dan tegangan (V) pada dioda
menggunakan multimeter
Nilai I dan V
- Diulangi langkah diatas dengan input yang berbeda
yaitu 6 Volt dan 9 Volt dengan memutar potensiometer
- Dicatat pada tabel pengamatan
Hasil
(Perbandingan I dan V)
2. Percobaan 2 Dioda bias mundur (Reverse bias)
Dioda, resistor,
dan catu daya
- Dirangkai sesuai dengan gambar 2
Rangkaian
- Dinyalakan power supply dengan sumber tegangan
3V
- Diukur besar arus (I) dan tegangan (V) pada dioda
Nilai I dan
V
menggunakan
multimeter
- Diulangi langkah diatas dengan input yang
berbeda yaitu 6 Volt dan 9 Volt dengan memutar
potensiometer
Hasil pada tabel pengamatan
- Dicatat
(Perbandingan I dan V)
K. TABEL
1. Tabel 1. Data Hasil Percobaan Dioda bias maju (forward bias)
No.
Input
If
Vz
(Ampere)
(Volt)
1.
2.
3.
4.
2. Tabel 2. Data Hasil Percobaan Dioda bias mundur (Reverse bias)
No.
Input
If
Vz
(Ampere)
(Volt)
1.
2.
3.
4.
L. DAFTAR PUSTAKA
Abdurrohman. 2014. Karakteristik Dioda. Bandung: Politeknik Negeri
Bandung
Surjono, Herman Dwi. 2011. Elektronika Teori dan Terapan. Yogyakarta:
Cerdas Ulet Kreatif
Tim Elektronika Dasar. 2020. Elektronika Dasar Panduan Praktikum
untuk Prodi Pendidikan IPA.Surabaya:Tim Penyusun
Download