BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu tujuan Nasional Bangsa Indonesia yang termuat dalam UUD 1945 adalah untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa. Selanjutnya, Pasal 3 Undang-undang No. 36 Tahun 2009 menyebutkan Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasional diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat menurut Permenkes RI No 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat telah membawa paradigma baru mengenai tugas pokok Puskesmas terutama untukmendukung terwujudnya kecamatan sehat. Puskesmas diselenggarakan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang (a) memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat (b) mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu (c) hidup dalam lingkungan sehat dan (d) memiliki derarat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok danmasyarakat. Sejak tahun 1988, Kementerian Kesehatan RI memfokuskan programnya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu, sebagai reaksi terhadap angka kematian ibu yang masih sangat tinggi di Indonesia. Kebijakan penetapan dokter dan bidan dengan system PTT (Pegawai Tidak Tetap) Sejak tahun 1992 dengan program disetiap desa satu orang bidan desa diharapakan dapat menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Bidan desa merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombakpembangunankesehatandidesayang secara operasional bertanggungjawab langsung padaUPTD YanKes Kecamatan Ciwidey melaluiUPFCiwidey.Bidandesamerupakansalahsatufasilitas penunjangdanjaringanpelayananpuskesmasdalammemberikan pelayanankesehatanditingkatdesa,sehinggabidandidesaadalahsatu sumberdayamanusiayang dimiliki sebuah desa.Penempatan bidan di desa Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 1 sebagaitenagakesehatanberperansangatpentingdalamrangka meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak oleh karena itu bidan desa diwajibkantinggalsertabertugasmelayanimasyarakatdiwilayahkerjanya. Desa Panyocokan merupakan desa yang telah memiliki sarana kesehatan berupa pondok bersalin desa (POLINDES). Pondok bersalin desa (POLINDES) adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak lainnya, termasuk KB di desa (Dep Kes RI, 1999). Polindes dirintis dan dikelola oleh pamong desa setempat. Berbeda dengan posyandu yang pelaksanaannya dilakukan oleh kader di dukung oleh petugas puskesmas (Bidan) maka petugas polindes pelayanan tergantung pada keberadaan bidan, oleh karena pelayanan di polindes merupakan pelayanan profesi kebidanan. polindes dimanfaatkan pula sebagai sarana untuk meningkatkan kemitraan bidan dan dukun bayi dalam pertolongan persalinan. Kader posyandu dapat pula berperan di polindes seperti perannya dalam melaksanakan kegiatan posyandu yaitu dalam penggerakan masyarakat dan penyuluhan. Selain itu bila memungkinkan, kegiatan posyandu dapat dilaksanakan pada tempat yang sama dengan polindes. Laporan tahunan ini disusun sebagai bentuk tanggung jawab bidan desa dalam melakukan fungsi perencanaan, penggerakan, koordinasi dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan program kesehatan yang dilaksanakan di setiap RW sebagai wilayah kerja desa. Diharapkan laporan tersebut dapat dimanfaatkan dalam penyusunan perencanaan pembangunan kesehatan Puskesmas Ciwidey di tahun yang akan datang. B. Tujuan Tujuan Umum Memberikan gambaran pencapaian pembangunan kesehatan dan mutu kegiatan diwilayah kerja desa Panyocokan. Tujuan Khusus 1. Tersedianya data/Informasi umum dan lingkungan desa Panyocokan. 2. Tersedianya data upaya kesehatan yang dilaksanakan bidan desa yang meliputi cakupan kegiatan dan sumber daya kesehatan. 3. Tersedianya data tentang status kesehatan masyarakat di wilayah kerja desa Panyocokan berupa data kematian, kesakitan dan status gizi. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 2 4. Tersedianya alat pemantau dan evaluasi tentang upaya kesehatan yang telah dilaksanakan. BAB II TINJAUAN UMUM A. Dasar Hukum 1. SE Dirjen Binkesmas No. 492/Binkesmas/Dj/89 yang menyatakan penempatan bidan desa adalah memberikan pelayanan ibu dan anak serta KB dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta kelahiran. 2. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1212/ Menkes/ SK/ IX/2002, tentang petunjuk teknis pelaksanaan pengangkatan bidan desa sebagai pegawai tidak tetap sebagai pelaksana teknis di desa yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. B. Pengertian Bidan desa adalah bidan yangditempatkan,diwajibkan tinggal serta bertugasmelayanimasyarakatdalampencapaiantargetderajat kesehatandiwilayahkerjanyayangmeliputisatusampaidua melaksanakantugasnyabidanbertanggung desa, dalam jawablangsungkepadaKepala Puskesmassetempatdanbekerjasamadenganperangkatdesa (Leimena, 1994). C. Tujuan Penempatan Bidan Di Desa Tujuanpenempatanbidan didesa secara umum adalah untuk meningkatkanmutudanpemerataan pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan posyandu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu, anakbalitadanmenurunkan angka kelahiran, serta meningkatkan kesadaran masyarakat berperilaku hidup sehat. Secara khusus tujuan penempatan bidan desa adalah : 1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, 2. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan, 3. Meningkatkan mutu pelayanan ibu hamil, pertolongan persalinan, perawatan nifas dan perinatal, serta pelayanan kontrasepsi, 4. Menurunnya jumlah kasus-kasus yang berkaitan dengan penyulit kehamilan, persalinan dan perinatal, Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 3 5. Menurunnya jumlah balita dengan gizi buruk dan diare, 6. Meningkatnya kemampuan keluarga untuk sehat dengan membantu pembinaan kesehatan masyarakat, 7. Meningkatnya peran serta masyarakat melalui pendekatan PKMD termasuk gerakan Dana Sehat (Depkes RI, 2002). D. Tugas Dan Wewenang Bidan di Desa Tugas dan fungsi bidan utama bidan desa adalah memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, sebagaimana tertuang dalam SE Dirjen Binkesmas No. 492/Binkesmas/Dj/89 yang menyatakan penempatan bidan desa adalah memberikan pelayanan ibu dan anak serta KB dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta kelahiran. 1. Tugas 1) Melaksanakan kegiatan di desa wilayah kerjanya berdasarkan urutan prioritasmasalah kesehatan yang dihadapi, sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dan diberikan. 2) Menggerakkan dan membina masyarakat desa di wilayah kerjanya (Depkes RI, 2002). 2. Wewenang Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) Nomor 572/Menkes/ RI/1996 menjelaskan bahwa bidan di dalam menjalankan prakteknya, berwenang untuk memberikan pelayanan KIA, wewenang bidan yang bekerja di desa sama dengan wewenang yang diberikan kepada bidan lainnya. Hal ini diatur dengan peraturan Menteri Kesehatan (Depkes RI, 1997). Wewenang tersebut adalah sebagai berikut: 1) Wewenang Umum Kewenangan yang diberikan untuk melaksanakan tugas yang dapat dipertanggungjawabkan secara mandiri. 2) Wewenang Khusus Wewenang khusus adakah untuk melaksanakan kegiatan yang memerlukan pengawasan dokter. Tanggung jawab pelaksanaannya berada pada dokter yang diberikan wewenang tersebut. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 4 3) Wewenang Pada Keadaan Darurat Bidan diberi wewenang melakukan pertolongan pertama untuk menyelamatkan penderita atas tanggung jawabnya sebagai insan profesi. Segera setelah melakukan tindakan darurat tersebut, bidan diwajibkan membuat laporan ke Puskesmas di wilayah kerjanya. 4) Wewenang Tambahan Bidandapatdiberi wewenang tambahan oleh atasannya dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat lainnya, sesuai dengan program pemerintah pendidikan dan pelatihan yang diterimanya. E. Prinsip Pelayanan Kebidanan di Desa 1. Pelayanan di komunitas desa sifatnya multi disiplin meliputi ilmu kesehatan masyarakat, kedokteran, sosial, psikologi, komunikasi, ilmu kebidanan, dan lain-lain yang mendukung peran bidan di komunitas. 2. Dalam memberikan pelayanan di desa bidan tetap berpedoman pada standar dan etika profesi yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia 3. Dalam memberikan pelayanan bidan senantiasa memperhatikan dan memberi penghargaan terhadap nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, sepanjang tidak merugikan dan tidak bertentangan dengan prinsip kesehatan. 4. Bidan di desa juga membuat laporan kegiatan bidan setiap bulan dan diserahkan kepada bidan koordinasi pada saat bidan di desa melaksanakan tugasnya ke puskesmas. F. Kegiatan/Program Kerja Program dan kegiatan yang dilaksanakan di desa Panyocokan tahun 2016 meliputi upaya wajib dan upaya pengembangan. 1. Upaya Kesehatan Wajib a. Pelaksanaan Program kesehatan Ibu dan Anak 1) Melaksanakan pemeriksaan kehamilan dan imunisasi. 2) Melaksanakan deteksi Ibu Hamil Resti. 3) Melaksanakan pertolongan persalinan. 4) Melaksanakan pemeriksaan kesehatan neonatus. 5) Pemberian Tab. Fe untuk Bumil. 6) Pemberian PMT bagi Bumil, Bufas KEK dan KK Miskin. 7) Melaksanakan AMP. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 5 8) Melaksanakan Pematauan Tumbang Balita dan Imunisasi di Posyandu. 9) Pembinaan Paraji tiap bulan. 10) Melayani Akseptor KB. b. Perbaikan Gizi 1) Melaksanakan perbaikan pola konsumsi makanan yang beraneka ragam, seimbang dan bermutu gizi melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat. 2) Melaksanakan peningkatan mutu pelayanan gizi kelompok institusi. 3) Melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulang masalah gizi. 4) Pemantapan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi. 5) Pemberian Vitamin A. 6) Pemberian Tablet Fe Bumil. c. Pemberantasan Penyakit Menular 1) Melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) / Pengamatan Penyakit. 2) Melaksanakan Imunisasi. 3) Pencegahan dan pemberantasan penyakit tuberkulosis. 4) Pencegahan dan penanggulan penyakit pneumonia pada balita. 5) Eradikasi polio, Eliminasi Tetanus Neonatorum dan Reduksi Campak. d. Program Penyehatan Lingkungan 1) Melaksanakanpembinaanpeningkatankeluargayang menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan. 2) Melaksanakanpembinaan peningkatan keluarga yang menggunakan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan. 3) Melaksanakan penyuluhan penggunaan air bersih. 4) Melaksanakan pendataan keluarga yang menggunakan air bersih. e. Program Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat 1) Melaksanakan promosi program kesehatan. 2) Melaksanakan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 3) Melaksanakan pembinaan revitalisasi Posyandu/Posbindu. f. Program Pengobatan 1) Melaksanakan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar. 2) Melaksanakan peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan dasar termasuk pelayanan kesehatan terhadap keluarga miskin. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 6 2. Upaya Pengembangan a. Usila : pelaksanaan program Pos Bindu. b. Laboratorium : melaksanakan Pemeriksaan screening tes pada ibu hamil berupa pemeriksaan Haemoglobin dan Urin. c. JAMKESMAS : melaksanakan pelayanan kesehatan menyeluruh secara gratis. d. Perawatan Kesehatan Masyarakat / PHN : Melaksanakan kunjungan rumah pada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terhadap penyakit e. Klinik Gizi : konsultasi, pemeriksaan, pengukuran TB dan BB, pemberian PMT. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 7 BAB III PROFIL DESA PANYOCOKAN A. Kondisi Geografi Desa Panyocokan Kecamatan Ciwidey berjarak 2 KM ke arah Timur dari Pusat Kecamatan Ciwidey dan 13 KM dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Bandung, Terletak pada ketinggian 1000-1200 Meter di atas permukaan laut. Terdiri dari bentangan bukit-bukit kecil dan daratan dengan kecuraman 15-60 derajat di Utara dan Barat. Sebagian daerah relatif miring ke bagian selatan dengan kemiringan rata-rata 2 % dan dijadikan perkebunan palawija, sayuran , pesawahan. 1. Iklim dan cuaca Suhu rata-rata antara 16-20 ° Celcius. Curah hujan tahunan antara 3000-5000 mm dan suhu teredah terjadi pada bulan Juli sampai bulan Januari. 2. Orbitasi ( Jarak dari Pusat Pemerintahan ) • Jarak dari Pemerintah Kecamatan : 4 Km • Jarak dari Ibukota Kabupaten : 13 Km • Jarak dari Ibukota Provinsi : 35 Km • Jarak dari Ibukota Negara : 282 Km 3. Kondisi Lahan 4. • Tanah Kering : 29.188 Ha • Tanah Sawah : 171.236 Ha • Fasilitas Umum : 35.025 Ha • Pemukiman : 153.723 Ha Batas-batas wilayah kerja Sebelah Utara : Desa Nengkelan Sebelah Selatan : Desa Ciwidey Sebelah Barat : Desa Lebak Muncang Sebelah Timur : Desa Mekar Maju Kecamatan Pasir Jambu Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 8 5. Peta wilayah Gambar 3.1 Peta Wilayah Desa Panyocokan Tahun 2016 6. Luas wilayah kerja Tabel 3.1 Luas Wilayah, Jumlah RT dan RW Desa Panyocokan Tahun 2016 No. 1 Nama Dusun Luas Wilayah Dusun I 129.572 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 9 Jumlah RT RW 28 7 2 Dusun II 114.806 31 8 3 Dusun III 134.614 24 8 389.172 Ha 83 23 Jumlah Dari data di atas terlihat bahwa luas wilayah di wilayah kerja desa Panyocokan tahun 2016 adalah 389.172 Ha dengan dusun paling luas adalah Dusun III dengan luas wilayah 134.614Ha. Tabel 3.2 Luas wilayah RW, Jumlah RT dan Kader Desa Panyocokan Tahun 2016 Nama Dusun Dusun I Dusun II Dusun III RW Luas Wilayah Jumlah Jumlah RT Kader Nangkerok 25.610 Ha 4 7 Panyocokan 18.900 Ha 4 4 Pasir Awi 18.926 Ha 4 5 Ciseupan I 18.300 Ha 4 5 Mekarlaksana 15.100 Ha 4 6 Kadameteng 14.300 Ha 3 5 Ciseupan II 18.436 Ha 5 4 Jaringao 7.000 Ha 4 5 Ciloa I 16.200 Ha 4 5 Gombong 18.000 Ha 4 5 Ciloa II 12.100 Ha 3 4 Mekarjaya 14.810 Ha 4 4 Ciloa III 14.000 Ha 4 5 Pasirmala Babakan Saluyu 18.280 Ha 14.416 Ha 4 4 5 5 Rahayu 15.950 Ha 3 4 Cibugel 17.790 Ha 3 2 Awisurat 20.200 Ha 4 5 Sukajadi 14.350 Ha 3 5 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 10 Pasir Suling 14.756 Ha 3 4 Mekar Saluyu 13.426 Ha 3 3 Tonjong 16.526 Ha 2 4 Lembur kolot 21.616 Ha 3 5 389.172 Ha 83 106 Jumlah B. Kependudukan Berdasarkan hasil pendataan kader di desa Panyocokan tahun 2015 jumlah penduduk desa Panyocokantahun 2016 adalah11.495 jiwa, dengan kepadatan penduduknya 3.38 per Km2, Kepala keluarga 3.458KK dan jiwa miskinnya berjumlah 1.674 jiwa. Tabel 3.3 Data Penduduk Desa Panyocokan Tahun 2016 No Nama Dusun Jumlah KK JumlahWNI L P Jumlah Dusun I 1 RW. 01 Nangkerok 199 341 336 677 2 RW. 02 Panyocokan 211 357 206 563 3 RW. 03 Pasir Awi 136 208 198 406 4 RW. 05 Jaringao I 189 313 328 641 5 RW. 13 Mekarlaksana 199 344 373 717 6 RW. 16 Kadameteng RW. 23 Babakan Saluyu 125 236 199 435 149 241 228 469 1.208 2,040 1,868 3,908 7 Jumlah Dusun II 1 RW. 04 Ciseupan I 188 249 204 453 2 RW. 06 Ciloa I 215 375 369 579 3 RW.07 Gombong 198 267 225 492 4 RW. 11 Ciloa II 172 303 281 584 5 RW. 14 Mekarjaya 163 258 296 554 6 RW. 15 Ciloa III 204 344 348 692 7 RW. 17 Pasirmala 152 257 234 491 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 11 8 RW.18 Ciseupan II 199 361 328 689 Jumlah 1339 2,414 2,285 4,699 Dusun III 1 RW. 08. Rahayu 93 138 137 275 2 RW. 09 Cibugel 116 183 175 320 3 RW. 10 Awisurat 169 221 300 521 4 RW. 12 Sukajadi 124 216 188 404 5 RW. 19 Pasir Suling 116 207 172 379 6 RW. 20 Mekarsaluyu 106 186 173 359 7 RW. 21 Tonjong 84 140 143 283 8 RW.22 Lemburkolot 103 165 144 309 Jumlah 911 1,456 1,432 2,832 3.458 5,910 5,585 11,495 Jumlah Total 1. JumlahPenduduk, Kepala Rumah Tangga/Kepala Keluargaper RW, Jumlah KK dan Jiwa Miskin. Tabel 3.4 Jumlah Penduduk, Jumlah Kepala Keluarga, Jumlah KK Miskin, Jumlah Jiwa Miskin, dan Kepadatan Penduduk Menurut RW Desa Panyocokan Tahun 2016 NO RW Jumlah Penduduk Kepadatan Jumlah Jumlah Jumlah Penduduk/ Kepala KK Jiwa Km2 Keluarga Miskin Miskin 1 Nangkerok 641 2.50 182 157 501 2 Panyocokan 568 3.00 191 150 480 3 Pasir Awi 412 2.18 136 97 321 4 Ciseupan I 687 3.75 158 172 546 5 Jaringao 628 8.97 181 119 387 6 Ciloa I 537 3.31 172 103 339 7 Gombong 438 2.43 141 80 270 8 Rahayu 248 1.55 97 47 174 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 12 9 Cibugel 334 1.88 110 108 354 10 Awisurat 493 2.44 158 55 197 11 Ciloa II 584 4.83 181 104 342 12 Sukajadi 403 2.81 117 89 297 13 Mekarlaksana 660 4.37 190 168 534 14 Mekarjaya 561 3.79 184 119 387 15 Ciloa III 535 3.82 182 110 360 16 Kadameteng 410 2.87 131 77 261 17 Pasirmala 235 1.28 146 152 486 18 Ciseupan II 525 2.85 186 177 561 19 Pasir Suling 367 2.49 101 39 151 20 Mekar Saluyu 345 2.57 104 52 189 21 Tonjong 250 1.51 70 47 173 22 Lembur kolot 290 1.34 95 62 216 23 BBK Saluyu 447 3.10 140 73 249 10.598 2,80 3353 2357 7775 Jumlah Dari data di atas, terlihat bahwa jumlah penduduk di wilayah kerja desa Panyocokan tahun 2016adalah 10.044 jiwa (3.477 KK) dengan penduduk terbanyak ada di RW 04/Kp.Ciseupan I yaitu 687 jiwa (158 KK). Jumlah jiwa miskin adalah7.775 jiwa(2.357 KK)jiwamiskin terbanyak ada di RW 18/Kp. Ciseupan II yaitu568 jiwa (177 KK).Jumlah jiwa miskin yang sudah menjadi peserta Jamkesmas 1.320 orang (12,45%)dan BPJS 1.628 orang ( %). 2. Jumlah Penduduk per Desa Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tabel 3.5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok UmurPuskesmas Ciwidey Tahun 2016 Desa JML JUMLAH PENDUDUK PDDK TAHUN <1 1-4 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 13 5-14 15-44 45-64 >65 Nangkerok 641 14 68 105 318 102 34 Panyocokan 568 15 62 102 282 79 28 Pasir Awi 412 11 35 84 205 57 20 Ciseupan I 687 14 64 112 357 100 40 Jaringao 628 13 43 105 351 80 36 Ciloa I 537 12 41 108 290 60 26 Gombong 438 11 36 91 208 62 30 Rahayu 248 11 37 79 74 39 8 Cibugel 334 10 35 88 137 40 24 Awisurat 493 11 48 95 258 61 20 Ciloa II 584 13 48 117 321 59 26 Sukajadi 403 10 40 91 183 59 20 Mekarlaksana 660 14 65 129 316 98 38 Mekarjaya 561 12 60 104 285 71 29 Ciloa III 535 13 46 115 246 81 34 Kadameteng 410 12 42 92 186 59 19 Pasirmala 235 11 37 60 75 43 9 Ciseupan II 525 14 64 110 230 77 30 Pasir Suling 367 10 48 73 145 71 20 Mekar Saluyu 345 10 44 90 103 71 27 Tonjong 250 11 36 62 100 37 4 Lembur kolot 290 10 42 68 124 39 7 BBK Saluyu 447 13 47 101 187 71 28 10.598 275 1088 2181 4981 1516 557 Jumlah Penduduk di desa panyocokan berdasarkan kelompok usia, tergolong penduduk muda menuju transisi perubahan komposisi penduduk dimana terdapat peningkatan kelompok usia muda (5-14 tahun) menjadi usia produktif(15-64tahun)baik laki-laki maupun peremuan. Ada kecenderungan komposisi penduduk desa Panyocokandi masa depan akan semakin didominasi oleh penduduk usia produktif, dengan terus menurunnya tingkat fertilitas dan cukup baiknya derajat kesehatan. Untuk itu desa Panyocokan memiliki pekerjaan untuk terus memantau perkembangan penduduk secara terintegratif Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 14 dan berkelanjutan agar terbentuk masyarakat yang berkualitas dengan capaian kualitas kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang terus meningkat. 3. Sasaran Penduduk Rentan Kesehatan Tabel 3.6 Jumlah Penduduk Rentan KesehatanDesa panyocokan Tahun 2016 Jumlah Penduduk Rentan RW C. Bayi Balita Ibu Ibu Lansia Penduduk (0-11 bl) (12 -59 bl) Hamil Nifas (>65) Miskin Nangkerok 14 68 36 13 34 501 Panyocokan 15 62 32 16 28 480 Pasir Awi 11 35 19 10 20 321 Ciseupan I 14 64 26 17 40 546 Jaringao 13 43 41 15 36 387 Ciloa I 12 41 28 12 26 339 Gombong 11 36 14 8 30 270 Rahayu 11 37 17 9 8 174 Cibugel 10 35 14 7 24 354 Awisurat 11 48 21 14 20 197 Ciloa II 13 48 28 14 26 342 Sukajadi 10 40 18 5 20 297 Mekarlaksana 14 65 32 12 38 534 Mekarjaya 12 60 26 15 29 387 Ciloa III 13 46 38 11 34 360 Kadameteng 12 42 20 7 19 261 Pasirmala 11 37 31 16 9 486 Ciseupan II 14 64 42 19 30 561 Pasir Suling 10 48 21 9 20 151 Mekar Saluyu 10 44 8 3 27 189 Tonjong 11 36 13 7 4 173 Lembur kolot 10 42 14 3 7 216 BBK Saluyu 13 47 26 10 28 249 Jumlah 275 1088 565 252 557 7775 Tingkat Pendidikan Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 15 Tabel 3.7 Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Penduduk Desa Panyocokan Tahun 2016 Tingkat Pendidikan RW Tidak/Belum Tidak Tamat Tamat Tamat AK/Diploma Pernah Sekolah SD SD-SLTP SLTA Universitas Nangkerok 82 1 192 94 14 Panyocokan 77 0 208 96 24 Pasir Awi 46 7 194 48 1 Ciseupan I 78 6 227 70 11 Jaringao 56 2 210 71 10 Ciloa I 53 3 246 88 12 Gombong 47 0 181 67 7 Rahayu 48 0 153 59 0 Cibugel 45 0 170 50 0 Awisurat 59 10 216 48 1 Ciloa II 61 3 211 94 8 Sukajadi 50 1 192 64 0 Mekarlaksana 79 5 208 86 14 Mekarjaya 72 2 243 63 2 Ciloa III 59 3 181 69 8 Kadameteng 54 4 154 74 7 Pasirmala 48 6 190 61 4 Ciseupan II 78 1 194 92 12 Pasir Suling 58 1 158 57 0 Mekar Saluyu 54 0 169 60 1 Tonjong 47 1 134 59 1 Lembur kolot 52 0 156 60 2 BBK Saluyu 60 0 190 91 12 1363 56 4377 1621 151 Jumlah Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 16 Dari data di atas, tingkat pendidikan penduduk yang ada di wilayah kerja desa Panyocokan tahun 2016 yang paling banyak adalah yang tamat SD-SLTP yaitu sebanyak4.377 orang dan yang paling sedikit adalah yang tamat AK/Diploma dan Universitas yaitu sebanyak 151 orang. D. Kondisi Ekonomi Mata Pencaharian : E. 1. PNS : 102 Orang 2. Pensiunan : 55 Orang 3. Pedagang : 421 Orang 4. Pegawai Swasta : 128 Orang 5. Wiraswasta : 104 Orang 6. Petani : 1.788 Orang 7. Buruh : 2.942 Orang 8. Pertukangan : 124 Orang 9. Jasa : 13 Orang 10. Pemulung : 15 Orang Sumber Daya Kesehatan 1. Tenaga Kesehatan Tabel 3.8 Praktik Klinik Kesehatan Desa Panyocokan Tahun 2016 Status Kepegawaian No Nama Tenaga Kesehatan PNS Swasta 1 Eem Kusmiati Bidan 2 Imas Salwa Bidan 3 Sri Lulus Murtiani Bidan Desa 2. PTT Sarana Pelayanan Kesehatan (Jaringan Puskesmas) Sarana pelayanan kesehatan di wilayah kerja desa Panyocokan tahun 2016 yaitu hanya terdapat sarana Puskesmas Pembantu (Pustu) berupa POLINDES yang berlokasi di dekat balai desa Panyocokan. Polindes Panyocokan Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 17 dibangun tahun 2006 dari PPK IPM, saat ini bangunannya dalam kondisi rusak ringan sehingga perlu perbaikan. Kini Polindes ditinggali oleh bidan desa sejak bulan Maret tahun 2013. Pelayanan kesehatan di Polindes / Pustu setiap hari selasa dan jumat di hari kerja meliputi pemeriksaan KIA / KB, BP umum, imunisasi, dan pelayanan persalinan. Sarana transportasi khusus tidak tersedia di desa Panyocokan misalnya seperti ambulan desa, selama ini masih mengandalkan dari sarana transportasi pribadi milik warga yang mempunyai kendaraan motor/mobil dan kadang memakai ambulan puskesmas. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 18 BAB IV SITUASI DERAJAT KESEHATAN A. Angka Kematian. 1. Kematian Bayi dan Balita Angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah kematian bayi dibawah usia satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi menurut indikator yang sangat sensitif terhadap ketersediaan, kualitas dan pemanfaatan pelayanan kesehatan terutama yang berhubugan dengan perinatal disamping itu angka kematian bayi dipengaruhi pula oleh pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu dan gizi keluarga.Sehingga angka kematian bayi juga dapat dipakai sebagai tolak ukur pembangunan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Salah satu upaya stategis dalam rangka percepatan penurunan jumlah kematian ibu dan anak adalah pemantapan manajemen kesehatan ibu dan anak, pengembangan teknis pelayanan serta peningkatan KIE yang baik. Dalam upaya pemantapan manajemen perlu dilakukan evaluasi pelayanan program sebagai bahan untuk mawas diri dan perbaikan pelaksanaan program di masa mendatang. Manajemen program dapat berjalan dengan optimal jika ditunjang oleh data pendukung yang memadai dan sistem evaluasi yang baik dari data rutin yang dilaporkan oleh kader setiap posyandu. Tabel 4.1 Jumlah Kematian Bayi dan Balita Desa panyocokanTahun 2012 - 2016 JUMLAH TAHUN LAHIR HIDUP LAHIR JML LAHIR HIDUP+ BAYI MATI LAHIR MATI JML BALITA JML BALITA MATI MATI 2012 237 0 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 19 0 0 1303 0 2013 271 0 0 0 1047 0 2014 253 2 0 2 1790 0 2015 253 1 1 2 1496 0 2016 262 1 4 5 1251 2 Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016 Berdasarkan tabel tersebut diatas terlihat bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) meningkat.AKB di desa Panyocokantahun 2016 adalah 5 bayi.Dari jumlah tersebut, penyebab kematian bayi ini karena kelahiran prematuratau BBLR (Berat Badan Bayi Rendah), aspiksia dan IUFD. Dalam aktualisasi kesadaran masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan dapat ditingkatkan melalui : 1. Peningkatan ekonomi dalam meningkatkan taraf hidup. 2. Pemeriksaan berkala pada saat kehamilan dengan ANC terpadu. 3. Meningkatkan teknologi kesehatan dan ketrampilan petugas 4. Meningkatkan kesadaran perbaikan sanitasi dan hygiene. 5. Peningkatan persediaan makananan perbaikan gizi. 6. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga. kesehatan. Hal-haltersebutdiatas dapat dilakukan untuk membantu dalam penurunan AKB.KarenaAKB sangat berpengaruh pada kenaikan angka harapan hidup disuatu wilayah.Angka kematian bayi sangat peka terhadap perubahan derajatkesehatan dankesejahteraan masyarakat, sehingga perbaikan derajat kesehatan tercermin pada penurunan dan kenaikan AKB. Di desa Panyocokan sendiri masih adanya masyarakat yang memakai jasa paraji dalam perawatan bayi dan pertolongan persalinan serta pengetahuan masyarakat tentang kehamilan, perawatan bayi baru lahir dan tanda bahayanya masih kurang. Hal yang paling sering terjadi di masyarakat dalam hal kegawat daruratan meliputi terlambatnya keluarga mengambil keputusan, terlambat meminta bantuan/ melakukan rujukan, terlambat mendapatkan pertolongan. 2. Kematian Ibu Maternal Angka kematian Ibu (AKI) di desa panyocokan tahun 2012 - 2016 adalah 1 orang.Penyebab kematian tersebut tidak langsung akibat dari kehamilan tetapi Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 20 karena adanya komplikasi penyakit lain yang pernah diderita sebelumnya sebelum kehamilan. Selain itu penapisan kemungkinan komplikasi gawat darurat ibu hamil harus menjadi pertimbangan pada saat ANC. Penapisan tersebut meliputi : 1. Riwayat seksio Caesar. 2. Perdarahan pervaginam. 3. Persalinan kurang bulan (< 37 mg). 4. Ketuban pecah dengan meconial kental. 5. Ketuban pecah lama ( > 24 jam ). 6. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan ( < 37 mg ). 7. Anemia. 8. Ikterus. 9. Tanda gejala infeksi. 10. Preeklamsia/ hipertensi dalam kehamilan. 11. TFU 40 cm atau lebih. 12. Gawat janin. 13. Primi dalam fase aktif kepala janin masih 5/5. 14. Presentasi bukan belakang kepala. 15. Presentasi majemuk. 16. Kehamilan gemeli. 17. Tali pusat menumbung. 18. Syok. 19. Riwayat penyakit kronis. 20. Tanda gejala partus lama. Tabel 4.2 Jumlah Kematian Ibu Maternal Desa panyocokan tahun 2012– 2016 JUMLAH TAHUN LAHIR HIDUP 2012 JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL KEMATIAN IBU HAMIL 237 0 KEMATIAN IBU BERSALIN 0 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 21 KEMATIAN JUMLAH IBU NIFAS 0 0 2013 271 0 0 0 0 2014 253 0 0 0 0 2015 253 1 0 0 1 2016 264 0 0 0 0 Sumber :Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016 B. Angka Kesakitan 1. Penderita TB Paru + Jumlah penderita TBC paru yang dating dari desa Panyocokan ke Puskesmas Ciwidey dari tahun 2012-2016 meningkat, tetapi kalau dilihat angka kesembuhannya sekitar 80% setiap tahun. Angka kesakitan TB paru + didesa Panyocokan diakibatkan dari faktor masyarakat Panyocokan yang masih kurang pola hidup bersih dan sehatnya. Tabel 4.3 Penemuan Penderita TB Paru BTA + dan Angka Kesembuhan TB Paru BTA + Desa Panyocokan Tahun 2012 - 2016 TAHUN 2. PENDERITA TB KESEMBUHAN TB PARU BTA + PARU BTA + 2012 10 3 2013 12 8 2014 15 9 2015 10 5 2016 11 6 Diare Penyakit diare hingga saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di desa Panyocokan. Dari tahun 2012 s.d 2016 selalu naik ratarata 20% setiap tahunnya. Kasus diare di desa Panyocokan diakibatkan karena personal hygiene masyarakatnya yang kurang baik, penggunaan air bersih yang kurang layak konsumsi, fasilitas jamban sehat kurang dan pengelolaan Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 22 limbah tidak memadai.Tetapi kasus yang ditangani di puskesmas sudah mencapai 100% setiap tahun. Tabel 4.5 Penderita Diare Yang Ditemukan dan Ditangani Desa Panyocokan Tahun 2016 Bulan Polindes PKM Tanpa Dehidrasi Dehidrasi Ringan Januari 2 38 39 1 Februari 2 30 31 1 Maret 3 39 40 1 April 5 19 22 1 Mei 3 26 29 Juni 4 38 41 1 Juli 2 33 35 Agustus 3 48 50 1 September 4 33 37 Oktober 1 51 51 1 November 1 50 51 Desember 2 28 29 1 Ʃ 32 433 455 8 Sumber: Lap Petugas Diare Puskesmas Ciwidey Th 2016 Grafik4.1 Penderita Diare Golongan Umur Desa Panyocokan Tahun 2016 30 20 10 0 < 1 Th 1 - 4Th > 5 Th Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 23 Dehidrasi Berat 1 1 2 Sumber: Lap Petugas Diare Puskesmas Ciwidey Th 2016 Berdasarkan grafik diatas penemuan balita dengan diare di desa Panyocokan pada tahun 2016 sebanyak 379 kasus, kasus terbanyak pada balita usia 1 sampai 4 tahun sebanyak 158 kasus. Rujukan kasus diare pada balita ke rumah sakit sebanyak 3 kasus. . 3. Infeksi Menular Seksual Penyakitinfeksimenular seksual ini bersifat endemis dan kemungkinan besar berhubungan besar dengan tatalaksana makanankondisisanitasilingkungandanhygiene pengolahan perseorangan.Insidensi penyakit masih tinggi, sehingga masih perlu adanya pengkajian dan intervensi program pencegahan dan pengamatan penyakit. Kasus infeksi menular seksual di desa Panyocokan pada pada tahun 2016 tidak ada kasus yang signifikan.Kasus IMS warga desa Panyocokan yang berobat di Polindes Panyocokan maupun Puskesmas Ciwidey hanya masih sebatas penanganan gejala saja. Tabel 4.6 Penemuan Kasus IMS Desa Panyocokan Tahun 2016 4. Bulan Polindes PKM Ditangani Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Ʃ 2 2 2 1 4 1 4 2 0 0 1 2 21 3 2 1 2 2 2 1 0 1 3 1 2 20 5 4 3 2 6 3 3 2 1 2 2 4 37 Demam Berdarah (DBD) Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 24 Durujuk 1 1 2 Penderita demam berdarah di wilayah desa Panyocokan tidak ditemukan karena bukan daerah endemis. 5. Pneumonia Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) khususnya pneumonia masih merupakan penyakit utama, penyebab kesakitan dan kematian bayi dan balita. Pneumonia bisa disebabkan karena malnutrisi, kondisi lingkungan juga polusi didalam rumah seperti asap, debu dan sebagainya. Penyakit pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Terjadinya pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan terjadinya proses infeksi akut pada bronkus yang disebut bronkopneumonia/pneumonia. Penyakit pneumonia ditandai dengan batuk pilek yang disertai nafas cepat atau sesak nafas yang sering diderita oleh balita dari usia 0-5 tahun. Tabel 4.7 Penemuan Penderita Balita Dengan Pneumonia Desa Panyocokan Tahun 2016 Bulan Pnemonia Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Ʃ 2 6 2 3 0 3 2 3 1 3 2 3 30 Pnemonia Bukan Ispa > 5 Th Berat Pnemonia 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 40 34 35 42 32 28 32 29 35 34 28 41 410 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 25 46 42 17 43 35 27 28 29 17 33 20 26 363 Berdasarkan tabel diatas penderita pneumonia pada balita tahun 2016 sebanyak 30 orang. Yang ditangani di polindes tidak ada, namun jika ditemukan penderita pnemonia dilapangan ataupun polindes akan dirujuk ke puskesmas. Penanganan kasus pnemonia ini setiap tahun sekitar 100%. C. Status Gizi Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah gizi antara lain Program Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK). Program perbaikan gizi bertujuan meningkatkan mutu konsumsi pangan sehingga berdampak pada keadaan atau status gizi masyarakat. Masalah utama gizi masih diwarnai dengan masalah kurang energi protein (KEP), kurang vitamin A (KVA), gangguan akibat kurang yodium (GAKY) dan anemia gizi besi (AGB), utamanya pada kelompok penduduk tertentu seperti anak-anak dan wanita. Tabel 4.8 Status Gizi Balita Desa PanyocokanTahun 2012 s.d 2016 Tahun Gizi Baik Lebih Kurang Buruk 2012 1.269 20 11 0 2013 1.261 19 10 0 2014 1.270 20 9 0 2015 1.265 22 11 0 2016 1.220 20 7 4 Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016 Penemuan gizi buruk tidak ditemukan di desa Panyocokan berdasarkan Penilaian status gizi balita dihitung berdasarkan BB/U terdapat 4 balita dengan status gizi buruk dan 7 balita gizi kurang, berdasarkan TB/U ditemukan 3 balita stuting. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 26 1. Status Gizi Balita Grafik 4.2 Grafik SKDN Balita Desa Panyocokan Tahun 2016 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 JAN D/S N/S FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEPT OKT NOV DES 73.32 86.16 87.98 96.06 71.98 71.94 66.27 91.61 89.93 89.45 90.81 87.93 61.79 74.48 74.04 83.05 56.96 48.36 46.92 80.98 77.62 75.06 74.26 70.18 2. Penemuan Gizi Buruk pada balita tahun 2016 Tabel 4.9 Penemuan Gizi Buruk pada Balita Desa Panyocokan Tahun 2016 Dusun I Bulan Kurus Dusun II Sangat Kurus Kurus Dusun III Sangat Kurus Kurus Sangat Kurus Januari 1 - 1 - 1 - Februari 1 - 2 - 2 - Maret 1 - 1 - 1 - April 1 - 1 - 1 - Mei 1 - 1 - 1 - Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 27 Juni 1 - 1 - 1 - Juli 1 - 1 - 1 - Agustus 1 - 1 - 1 - September 1 - 1 1 1 - Oktober 1 1 1 - 1 - November 1 - 1 - 1 1 Desember 1 - 1 1 1 - Jumlah 12 1 13 2 13 1 Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016 Dari data di atas, penemuan gizi buruk pada balita di wilayah kerja desa Panyocokan tahun 2016 yaitu sebanyak 51 balita masuk dalam kategori kurus dan 44 balita masuk dalam kategori sangat kurus sebanyak 7 balita. Jumlah balita kurus paling banyak berada di Dusun II dan III yaitu masing masing 15 orang, sedangkan jumlah balita sangat kurus paling banyak berada di Dusun III yaitu 3 balita. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 28 BAB V PENCAPAIAN HASIL KEGIATAN A. Upaya Kesehatan Wajib 1. Program Kesehatan Ibu dan Anak Program Kesehatan Ibu dan Anak yang telah dilaksanakan selama ini, bertujuan meningkatkan status derajad kesehatan ibu dan anak serta menurunkan AKI dan AKB (Dep Kes RI, 2003), untuk itu diperlukan pengelolaan program kesehatan ibu dan anak yang bertujuan untuk memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak secara efektif dan efisien (Dep Kes RI, 2003). Cakupan Indikator Program Kesehatan Ibu dan anak (PWS KIA) merupakan alat untuk mengevaluasi keadaan status kesehatan ibu dan anak dengan cara membandingkan dengan standar minimal bidang kesehatan ibu dan anak (Kep Menkes RI No. 1457/menkes/SK/X/2003). 1) Cakupan Pemeriksaan Ibu Hamil Masa kehamilan merupakan masa yang rawan kesehatan, baik kesehatan ibu mengandung maupun janin yang dikandungnya sehingga dalam masa kehamialn perlu dilakukan pemeriksaan secara teratur. Hal ini dilakukan guna menghindari gangguan sedini mungkin dari segala sesuatu yang membahayakan terhadap kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan pada ibu hamil oleh tenaga kesehatan profesional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat) selama masa kehamilannya,dalam pelayanan antenatal terpadu, tenaga kesehatan harus dapat memastikan bahwa kehamilan berlangsung normal dan mampu mendeteksi dini masalah serta penyakit yang dialami oleh ibu hamil. Sehingga dapat segera mengintervensi masalah secara adekuat dan ibu hamil siap menjalani persalinannya. Dalam melaksanakan pemeriksaan antenatal harus sesuai standar pelayanan kebidanan yang terdiri dari : Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Mengukur tekanan darah Menilai status gizi dengan mengukur lila Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 29 Mengukur tinggi fundus uteri Menentukan presentasi janin dan DJJ Skrining imunisasi TT Memberikan tablet tambah darah Pemeriksaan laboratorium Penatalaksanaan kasus Konseling Pelayanan antenatal menitik berat pada kegiatan preventif dan promotif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan KI dan K4 . Cakupan KI atau juga disebut akses pelayanan ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal sedangkan cakupan K4 ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang keempat, untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar pada timester III, dimana usia kehamilan > 24 minggu. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan dengan distribusi kontak sebagai berikut: Minimal 1 kali pada trimester pertama (K1), usia kehamilan 1 sampai 12 minggu. Minimal 1 kali pada trimester kedua, usia kehamilan 13 sampai 24 minggu. Minimal 2 kali pada trimester ketiga, usia kehamilan > 24 minggu. Angka ini dapat dimanfaatkan untuk dapat melihat kualitas pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. Tabel 5.1 Cakupan Pemeriksaan Ibu Hamil Desa Panyocokan Tahun 2016 NO 1 Bulan Januari Ibu Hamil Jumlah K1 % K4 % 26 25 8.04 24 7.72 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 30 2 Febuari 26 26 8.36 23 7.40 3 Maret 26 24 7.72 25 8.04 4 April 26 26 8.36 24 7.72 5 Mei 26 25 8.04 23 7.40 6 Juni 26 24 7.72 25 8.04 7 Juli 25 26 8.36 23 7.40 8 Agustus 26 25 8.04 21 6.75 9 September 26 26 8.36 26 8.36 10 Oktober 26 27 8.68 25 8.04 11 November 26 23 7.40 24 7.72 12 Desember 26 25 8.04 24 7.72 Jumlah 311 302 97.11 287 92.28 Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016 Pada Tahun 2016hasil cakupan K1 dari target 97,00 % adalah 97,11 % dan hasil cakupan K4 dari target 92 % adalah 92,28 %. Tabel 5.2 Cakupan Pemeriksaan Ibu Hamil (K1,K4) Desa Panyocokan per RWTahun 2016 Ibu Hamil NO RW Jumlah Ibu Hamil K1 % K4 % 1 Nangkerok 15 16 106.67 14 93.33 2 Panyocokan 14 11 78.57 6 42.86 3 Pasir Awi 12 12 100 8 66.67 4 Ciseupan I 16 25 156.25 23 143.75 5 Jaringao 13 13 100 18 138.46 6 Ciloa I 17 12 70.59 11 64.71 7 Gombong 12 10 83.33 11 91.67 8 Rahayu 11 11 100 11 100 9 Cibugel 12 9 75 10 83.33 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 31 10 Awisurat 16 12 75 10 62.50 11 Ciloa II 15 15 100 11 73.33 12 Sukajadi 14 15 107.14 14 100 13 Mekarlaksana 15 23 153.33 23 153.33 14 Mekarjaya 14 14 100 13 92.86 15 Ciloa III 15 14 93.33 13 86.67 16 Kadameteng 12 7 58.33 7 58.33 17 Pasirmala 14 14 100 13 92.86 18 Ciseupan II 13 23 176.92 22 169.23 19 Pasir Suling 14 13 92.86 11 78.57 20 Mekar Saluyu 12 4 33.33 4 33.33 21 Tonjong 11 9 81.82 9 81.82 22 Lembur kolot 12 9 75 12 100 23 Babakan Saluyu 12 11 91.76 13 108.33 311 302 97.11 287 92.28 Jumlah Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016 Dari data di atas, cakupan pemeriksaan ibu hamil di wilayah kerja Desa Panyocokan tahun 2016 , dari sasaran 311orang ibu hamil terdapat 302 orang ibu hamil yang melakukan K1 dan ibu hamil yang melakukan K4 ada 287 orang. 2) Cakupan Persalinan Tabel 5.3 Cakupan Persalinan Desa Panyocokan Tahun 2016 Ibu Bersalin No RW Jumlah Ditolong Nakes Dukun % Lain-lain 1 Nangkerok 15 18 120 2 Panyocokan 14 11 78.57 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 32 dan % 3 Pasir Awi 12 7 58.33 4 Ciseupan I 16 24 150 5 Jaringao 13 14 107.69 6 Ciloa I 17 8 47.66 7 Gombong 12 12 100 8 Rahayu 11 9 81.81 9 Cibugel 12 9 75 10 Awisurat 15 11 73.33 11 Ciloa II 14 10 71.43 12 Sukajadi 13 12 92.31 13 Mekarlaksana 15 17 113.33 14 Mekarjaya 13 13 100 15 Ciloa III 14 14 100 16 Kadameteng 12 5 41.67 17 Pasirmala 12 12 100 18 Ciseupan II 13 19 146.15 19 Pasir Suling 12 7 58.33 20 Mekar Saluyu 11 3 27.27 21 Tonjong 11 7 63.64 22 Lembur kolot 10 9 100 23 Babakan Saluyu 12 10 83.33 299 261 87.29 Jumlah 1 6.25 1 6.67 2 12.95 Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016 Dari data di atas, cakupan persalinan di wilayah kerja desa Panyocokan tahun 2016, dari jumlah sasaran ibu bersalin sebanyak 299 orang, terdapat 261ibu yang bersalin ditolong tenaga kesehatandan ada 2 ibu bersalin yang ditolong oleh dukun dan lain-lainnya. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 33 Tabel 5.4 Cakupan Persalinan dan Nifas Desa PanyocokanTahun 2016 Ibu Bersalin No Bulan Sasaran Ditolong % Nakes 1 Januari 25 23 7.69 2 Febuari 25 20 6.69 3 Maret 25 20 4 April 25 5 Mei 6 Dukun dan Lain-lain % KF Lengkap % 23 7.69 21 7.02 6.69 20 6.69 24 8.36 25 8.36 25 20 6.69 20 6.69 Juni 25 22 7.36 22 7.36 7 Juli 25 21 7.02 21 7.02 8 Agustus 24 22 7.36 22 7.36 9 September 25 21 7.02 22 7.36 10 Oktober 25 22 7.36 22 7.36 11 November 25 21 7.02 21 7.02 12 Desember 25 25 8.03 24 8.03 299 261 87.29 263 87.96 Jumlah 1 1 2 4.0 4.0 8.0 Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016 Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan 87,29 % ( target 87%) dan KF lengkap 87,96 % (target 85%) di wilayah kerja desa Panyocokanmemenuhi target namun masih ada kendala karena : Kurang terlaksananya kemitraan antara bidan dan dukun paraji. Kebiasaan menggunakan jasa dukun paraji yang turun temurun di masyarakat Sulitnya transportasi antara bidan desa dan penduduk di wilayah kerjanya. Warga masih merasa tidak mampu secara finansial untuk memakai jasa bidan untuk pertolongan persalinan, meskipun sekarang sudah ada Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 34 jamkesmas/BPJS tetapi masyarakat belum sadar akan pentingnya persalinan oleh tenaga kesehatan. 3) Cakupan KN1 dan KN Lengkap Adalah cakupan pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten kepada neonates selama periode 0-28 hari setelah lahir, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui kunjungan rumah dengan KN1 adalah kontak pada usia 0-7 hari, dan K N2 adalah kontak pada usia 8-28 hari. Tabel 5.5 Cakupan KN1 dan KN lengkap Desa PanyocokanTahun 2016 Ibu Bersalin No Bulan Sasaran KN 1 % KN Lengkap % Penanganan komplikasi % 1 Januari 23 23 8.10 23 8.10 3 7.04 2 Febuari 23 20 7.04 20 7.04 3 7.04 3 Maret 24 20 7.04 20 7.04 4 9.39 4 April 24 25 8.80 24 8.45 4 9.39 5 Mei 24 20 7.04 19 6.69 3 7.04 6 Juni 24 22 7.75 22 7.75 4 9.39 7 Juli 23 20 7.04 20 7.04 3 7.04 8 Agustus 23 22 7.75 22 7.75 3 7.04 9 September 24 23 8.10 23 8.10 3 7.04 10 Oktober 24 23 8.10 23 8.10 3 7.04 11 November 24 21 7.39 21 7.39 3 7.04 12 Desember 24 24 8.45 24 8.45 4 9.39 284 263 92.61 261 91.90 40 93.90 Jumlah Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 35 Dari tabel diatas dapat dilihat hasil pencapaian KN1 target 284 (85,0%) hasil 263 (92,61%), KN lengkap target 284 (98%) hasil 261 (91,90%). Penanganan komplikasi target 43 (93%) hasil 40 (93,90%). Kunjungan neonatus lengkap tidak tercapai karena ada kematian neonatus sebanyak 5 bayi. 4) Kunjungan Bayi dan Balita Bayi yang dikunjungi berusia 1 tahun dan telah mendapatkan imunisasi campak selama tahun 2016 sebanyak 257 bayi (90,49%) dari sasaran 757 bayi didesa Panyocokan. Kunjungan bayi sudah mencapai dari target 90%. Untuk hasil kunjungan balita dengan jumlah sasaran 1545 balita, tahun 2016 tercapai 1489 balita (96,38%) dari target 96%. 5) Cakupan Deteksi Ibu Hamil Resiko Tinggi dan Penanganan komplikasi kebidanan. Adalah pelayanan ibu penangan komplikasi kebidanan yang mendapat penanganan definitive sesuai standar oleh tenaga kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan. Deteksi resikotinggi oleh nakes sebanyak 56 orang bumil, sedangkan deteksi resiko non nakes sebanyak 56 orang bumil. Penanganan komplikasi kebidanan dari kehamilan, persalinan dan nifas yang ditangani dari target 93,0% tercapai 93,25%. Jumlah ibu hamil beresiko yang dirujuk sebanyak 23 bumil. 6) Upaya Kesehatan Keluarga Berencana Adalah cakupan pelayanan KB berkualitas sesuai dengan standar dengan menghormati hak individu sehingga diharapkan mampu meningkatkan derajad kesehatan dan menurunkan tingkat fertilitas (kesuburan), dengan perbandingan antara jumlah peserta KB aktif di bandingkan dengan jumlah peserta usia subur (PUS). Data 2016 jumlah PUS 2886 orang.Peserta KB baru dalam satu tahun 229 orang, peserta KB aktif 2474 orang. Dari peserta KB yang ada yang terjadi kegagalan 1 orang, yang terjadi komplikasi 2 orang dan yang drop out 8 orang. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 36 Tabel 5.6 Rekapitulasi Keluarga Berencana Desa Panyocokan Tahun 2016 Alat Kontrasepsi Baru Lama Pil 322 Suntik 4 1210 IUD 614 Implant 5 166 MOW 1 108 MOP 18 Kondom 6 Jumlah 10 2444 Sumber: Lap Petugas KB Puskesmas Ciwidey Th 2016 2. Program Pencegahan Penyakit 1) Cakupan Desa yang mencapai “Universal Child Immunization” (UCI) Pencapaian universal child immunization (UCI) pada dasarnya merupakan proksi terhadap cakupan atas imunisasi secara lengkap pada kelompok bayi.Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu, berarti dalam wilayah tersebut tergambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat atau bayi terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Persentase cakupan imunisasi lengkap Desa/Kelurahan UCI di wilayah kerja Desa Panyocokan pada tahun 2016 adalah sudah lebih dari 80%. 2) Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Kegiatan Imunisasi rutin meliputi pemberian imunisasi untuk bayi umur 0-1 tahun (BCG, DPT, Polio, Campak,HB) imunisasi untuk wanita usia subur (WUS) / ibu hamil (TT) dan imunisasi untuk anak SD (kelas 1 : DT, dan kelas 2 dan 3 : TT), sedangkan kegiatan imunisasi tambahan dilakukan atas dasar ditemukannya masalah seperti Potensial/Risti KLB, ditemukannya/diduga adanya virus polio liar atau kegiatan lainnya berdasarkan kebijakan teknis. Sasaran imunisasi balita desa panyocokan Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 37 tahun 2016 sebanyak 306 balita meliputi balita perempuan 149 dan balita laki-laki 157. Tabel 5.7 Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Desa PanyocokanTahun 2016 IMUNISASI DPT-HBDPT-HBBULAN BCG POLIO 4 CAMPAK HB PID HiB 1 HiB 3 JML % JML % JML % JML % JML % JML % 23 7.5 24 7.8 21 6.9 23 7.5 23 7.5 23 7.5 Januari 23 7.5 23 7.5 21 6.9 18 5.9 18 5.9 20 6.5 Febuari 23 7.5 23 7.5 26 8.5 26 8.5 26 8.5 23 7.5 Maret 21 6.9 33 10.8 24 7.8 24 7.8 22 7.2 25 8.2 April 35 11.4 28 9.2 25 8.2 26 8.5 26 8.5 20.7 6,86 Mei 16 10.2 28 9.2 23 7.5 23 7.5 21 6.9 22 7.2 Juni 21 6.9 21 6.9 28 9.2 26 8.5 31 10.1 20 6.5 Juli 22 7.2 29 9.5 32 10.5 34 11.1 33 10.8 22 7.2 Agustus 21 6.9 21 6.9 24 7.8 24 7.8 24 7.8 24 7.8 September 20 6.5 23 7.5 21 6.9 21 6.9 19 6.2 23 7.5 Oktober 22 7.2 20 6.5 22 7.2 22 7.2 23 7.5 21 6.9 November 27 8.8 31 10.1 24 7.8 18 5.9 23 7.5 24 7.8 Desember 274 94.5 304 99.4 291 95.2 285 93.1 289 94.4 268 80.6 JUMLAH Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016 Tabel 5.8 Cakupan Imunisasi Booster Desa Panyocokan Tahun 2016 BULAN Januari Febuari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober SASARAN BAYI L 149 149 149 149 149 149 149 149 149 149 P 157 157 157 157 157 157 157 157 157 157 JML 306 306 306 306 306 306 306 306 306 306 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 38 IMUNISASI BOSTER DPT -HB CAMPAK HIB JML % JML % 18 4.5 16 4 16 4 15 3.7 16 4 15 3.7 18 4.5 17 4.2 20 5 19 4.7 24 6 21 5.2 36 9 34 8.5 44 10.9 44 10.9 17 4.2 15 3.7 19 4.7 18 4.5 149 157 306 21 5.2 21 November 149 157 306 19 4.7 16 Desember 268 66.7 251 JUMLAH Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016 5.2 4 62.3 Pada tahun 2016 ini dilaksanakan PIN Polio serentak di seluruh Indonesia di desa panyocokan jumlah sasaran polionya 1130 balita. Tabel 5.9 Cakupan PIN POLIO 2016 Desa Panyocokan Usia Sasaran Hasil Belum Cakupan proyeksi pendataan imunisasi 288 199 226 2 0-11 bln 1347 931 966 3 11-59 bln 1635 1130 1192 5 Jumlah 105.49 0.44 % Rill 72.91 0.3 % proyeksi Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016 Tabel 5.10 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil Desa Panyocokan Tahun 2016 IMUNISASI BULAN TT 1 TT 2 JML % JML % 311 23 7.4 9 2.9 Januari 311 23 7.4 20 6.4 Febuari 311 24 7.7 29 9.3 Maret 311 11 3.5 10 3.2 April 311 24 7.7 23 Mei 311 27 8.7 26 8.4 Juni 311 41 13.2 52 16.7 Juli 311 37 11.9 33 10.6 Agustus 311 24 7.7 21 6.8 September 311 26 8.4 22 7.1 Oktober 311 24 7.7 22 7.1 November 311 14 4.5 27 8.7 Desember 298 95.8 294 87.2 JUMLAH Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016 Sasaran Bumil Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 39 3) Cakupan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tabel 5.11 Cakupan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Desa PanyocokanTahun 2016 Jml Antigen kelas Nama SD 2 s/d 1 2 3 4 Dt Td Campak 4 22 25 24 37 86 21 85 22 Awisurat 31 39 37 39 115 31 115 31 Margaluyu 53 62 52 53 167 52 166 52 Panyocokan 33 13 12 26 51 33 51 33 Rahayu 178 51 177 52 Panyocokan 1 52 53 76 49 125 43 124 44 Panyocokan 1 44 39 45 41 Jumlah 235 231 246 245 722 231 718 234 Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016 Kelas Berdasarkan tabel diatas cakupan bulan imunisasi sekolah sudah mencapai target.Imunisasi DT jumlahnya 231 siswa, imunisasi Td 718 siswa dan imunisasi Campak 234siswa. 3. Program Gizi Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakikatnya dimaksudkan untuk menangani permasalahan gizi yang dihadapi oleh masyarakat.Berdasarkan pemantauan yang telah dilakukan ditemukan beberapa permasalahan gizi yang sering dijumpai pada kelompok bermasyarakat adalah kekurangan vitamin A dan anemia gizi. 1) Cakupan balita mendapat Vitamin A 2 kali Tujuan utama program penanggulangan KVA (kurang vitamin A) adalah untuk menurunkan prevalensi xeropthalmia sampai 0.1%.Upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah pemberian vitamin A, sebanyak 2 kali pada bulan Februari dan Agustus. Pada tahun 2016 cakupan vitamin A pada balita 1 sampai 59 bulan pada bulan Februari 2016 1.028balita dan pada bulan Agustus 20161.158balita. Yang mendapat kapsul vitamin A di bulan Februari usia 6-11 bln 125 balita usia 1-4 tahun sebanyak 903 balita. Di bulan Agustus yang mendapat vitamin A usia 6-11 bln 128 balita, usia 1-4 tahun sebanyak 948 balita. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 40 Tabel 5.12 Cakupan Pemberian Vitamin A Desa PanyocokanTahun 2016 Sasaran No. RW Februari 2016 6-11 bl 12-59 bl Agustus 2016 6-11 bl 12-59 bl 6-11 bln 12-59 bl (%) (%) (%) (%) 1 Nangkerok 5 65 5.37 6.43 4.70 6.12 2 Panyocokan 4 50 3.36 5.82 2.68 5.61 3 Pasir Awi 3 28 2.68 3.16 2.01 2.76 4 Ciseupan I 1 63 4.03 6.63 3.36 6.33 5 Jaringao 9 55 6.04 4.29 5.37 3.88 6 Ciloa I 7 43 4.03 5.51 3.36 5.20 7 Gombong 1 24 3.36 2.76 2.68 2.35 8 Rahayu 5 27 3.36 3.16 2.01 2.65 9 Cibugel 2 26 3.36 3.67 1.34 3.06 10 Awisurat 7 40 6.04 4.08 2.68 3.27 11 Ciloa II 8 40 6.04 5.51 5.37 5.31 12 Sukajadi 6 34 4.03 3.88 2.68 3.37 13 Mekarlaksana 7 54 5.37 6.43 4.70 6.02 14 Mekarjaya 3 49 4.03 4.08 2.68 3.57 15 Ciloa III 9 58 5.37 5.31 4.70 5.10 16 Kadameteng 4 32 4.03 3.57 2.68 2.86 17 Pasirmala 5 42 6.04 3.57 4.70 3.06 18 Ciseupan II 9 66 6.04 6.43 4.70 6.43 19 Pasir Suling 5 34 3.36 3.16 2.01 2.65 20 Mekar Saluyu 2 28 2.68 2.76 1.34 2.35 21 Tonjong 2 26 3.36 3.27 2.01 2.76 22 Lembur kolot 2 30 4.03 3.78 3.36 3.37 23 BBK Saluyu 4 41 4.03 2.76 3.36 2.35 110 995 100 100 88.28 93.58 Jumlah Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 41 Pemberian Vitamin A juga diberikan kepada ibu nifas sebanyak 265 ibu nifas ( 88,63%). 2) Cakupan ibu hamil mendapatkan tablet Fe Untuk mencegah anemia gizi besi, dilakukan pendistribusian tablet besi kepada sasaran resti yaitu ibu hamil. Cakupan distribusi tablet besi pada tahun 2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 5.13 Cakupan Ibu Hamil Mendapatkan Talet Fe Desa PanyocokanTahun 2016 Pemberian Tablet Fe Jumlah Ibu Jumlah Bumil Hamil Menerima Fe % Fe 1 311 302 97.11 Fe 3 311 287 92.28 FE nifas 299 265 88.63 Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016 Dilihat dari tabel diatas cakupan Fe 1 dan Fe 3 pada tahun 2016 sudah mendekati target yaitu Fe 1 sebanyak 302 orang (97,11%) dan Fe 3 sebanyak 287 orang (92,28%). 3) Cakupan Status Ibu Hamil KEK Desa Panyocokan merupakan wilayah dengan ibu hamil beresiko cukup tinggi. Dari jumlah ibu hamil K1 yang terdeteksi beresiko tinggi meliputi usia yang terlalu muda di bawah 20 tahun rata – rata mempunyai lila kurang dari 23,5 cm atau KEK (Kurang Energi Kalori). Jumlah ibu hamil KEK di Desa Panyocokan tahun 2016 sebanyak 31 orang yang sudah mendapatkan bantuan PMT 9 orang. Ibu hamil KEK berpotensi terjadi kelahiran kurang bulan dan bayi BBLR. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 42 4) Cakupan Status Gizi Balita Tabel 5.14 Cakupan Status Gizi Balita Desa Panyocokan Tahun 2016 Balita Jumlah No Desa/ Balita Kelurahan Yang Ada Ditimbang BB Naik Jml % Jml % BGM Jml % 1 Nangkerok 69 63 91.304 49 71.014 2 Panyocokan 62 39 62.903 25 40.323 3 Pasir Awi 36 29 80.556 14 38.889 0 4 Ciseupan I 75 56 74.667 34 45.333 0 5 Jaringao 55 34 61.818 16 29.091 0 6 Ciloa I 47 41 87.234 34 72.34 0 7 Gombong 30 21 70 12 40 0 8 Rahayu 33 33 100 24 72.727 0 9 Cibugel 33 33 100 29 87.879 0 10 Awisurat 47 42 89.362 21 44.681 0 11 Ciloa II 29 22 75.862 12 41.379 0 12 Sukajadi 38 31 81.579 10 26.316 13 Mekarlaksana 57 52 91.228 34 59.649 0 14 Mekarjaya 55 33 60 24 43.636 0 15 Ciloa III 46 24 52.174 17 36.957 0 16 Kadameteng 34 26 76.471 18 52.941 17 Pasirmala 48 37 77.083 30 62.5 0 18 Ciseupan II 67 50 74.627 39 58.209 0 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 43 0 1 1 1 1.6129 1.6129 1.6129 19 Pasir Suling 41 28 68.293 17 41.463 0 20 Mekar Saluyu 33 29 87.879 24 72.727 0 21 Tonjong 33 43 130.3 13 39.394 0 22 Lembur kolot 36 22 61.111 11 30.556 0 41 31 75.61 18 43.902 0 1045 819 1830.1 525 1151.9 23 Babakan Saluyu Jumlah 3 4.83 Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016 5) Cakupan Desa/Kelurahan dengan Garam Beryodium Baik Tujuan utama program penanggulangan GAKY adalah untuk menurunkan angka gondok total (Total Goitre Rate/ TGR). Di wilayah desa Panyocokan tahun 2016belum mendapatkan bantuan untuk program ini karena tidak ditemukan kasus GAKY. 4. Program Promosi Kesehatan 1) Cakupan Penyuluhan Kesehatan Tabel 5.15 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Desa Panyocokan Tahun 2016 No Jenis Penyuluhan Frekuensi Jumlah Sasaran 1 1 kali Penyuluhan Kesehatan Reproduksi 2 Penyuluhan tentang gigi Semua siswa/i kelas 10 dan 11 di MI Aliyah Wanasari 4 kali dan mulut Semua siswa/i kelas I,3 dan 5 di semua SD/MI di wil kerja Desa Panyocokan Ibu balita di posyandu RW 8, RW 16, RW 04 3 Penyuluhan tentang Obat 4 Pengunjung posyandu RW 22 dan RW 07 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 44 4 Penyuluhan tentang KIA 5 kali : Pengunjung BP, KIA ± 15 orang di Polindes Pemeriksaan Ibu – ibu hamil di Posyandu kehamilan Gizi ibu hamil Persalinan yang aman ASI Eksklusif Imunisasi 5 Penyuluhan tentang 1 kali hipertensi Pengunjung posbindu Kencana Wulan I dan II Kp Jaringao Rw 05 dan Rw 23 ± 35 orang . Pengunjung posbindu Anggrek Bulan Kp Lembur Kolot Rw 22 ± 40 orang 6 Penyuluhan tentang 13 kali Kp Jaringao Rw 05 ± 35 orang. Kp Babakan Saluyu Rw 23 ± PHBS 35 orang. Kp Sukajadi Rw 12± 30 orang. Kp Ciseupan 1 Rw 04 ± 30 orang. Kp Ciseupan 2 Rw 18 ± 30 orang. Kp Pasirmala Rw 17 ± 30 orang. Kp Rahayu RW 08 ± 30 orang Kp mekarsaluyu RW 20 ± 30 orang Kp tonjong RW 21 ± 30 orang Kp pasir suling RW 19 ± 30 orang Kp Awi Surat RW 10 ± 30 orang Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 45 Kp Lembur kolot RW 22 ± 30 orang Kp Cibugel RW 09 ± 30 orang 7 Penyuluhan ibu hamil 8 kali (Kelas Ibu Hamil) Bumil Posyandu Kencana wulan 2 RW 23 Kp BBK Saluyu = 10 orang Bumil Posyandu Tejawulan RW 01 Kp Nangkerok = 10 orang 8 Penyuluhan Bayi dan 4 kali Pengunjung posyandu Dewi Balita (Kelas Ibu dan Ratna Rw 02Kp Panyocokan= Balita) 15 orang. Pengunjung posyandu Kadu Agung Rw 03Kp Pasir Awi = 30 orang. Pengunjung posyandu RoskuncupRw 17KpPasir Mala = 30 orang. Pengunjung posyandu MelatiRw 10 Kp Awi Surat = 30 orang. 2) Stratifikasi Posyandu Posyandu merupakan upaya pemberdayaan masyarakatdi bidang kesehatan dasar, pendidikan dan ekonomi yang dikelola oleh untuk dan bersama masyarakat dengan 5 (lima) kegiatan dasar yaitu KIA, KB, Imunisasi, gizi dan penanggulangan diare. Kegiatan posyandu di integrasikan dengan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), BKB (Bina Keluarga Berencana ), BKR (remaja), BKL (Lansia), PKDRT, UP2K, dll. Dalam Peningkatan kualitas masyarakat posyandu mempunyai tingkatan strata posyandu. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 46 Tabel 5.16 Strata Posyandu No Indikator Pratama Madya Purnama Mandiri 1 Frek Penimbangan < 8 kali >=8 kali 2 Rata2 jml Kader < 5 org >=5 org 3 Rata2 cak D/S < 50 % >=50 % 4 Cakupan kum KB < 50 % >=50 % 5 Cakupan kum KIA < 50 % >=50 % 6 Cakupan kum imun < 50 % >=50 % 7 Program tambahan (-) (+) 8 Cakupan dana sehat < 50 % >=50 % Tabel 5.17 Stratifikasi Posyandu Desa Panyocokan Tahun 2016 Stratifikasi Posyandu Nama RW/ Posyandu Pratama Madya Purnama Nangkerok / Nimangwulan Panyocokan / Dewi Ratna Mandiri Pasir Awi / Kadu Agung Ciseupan I/ Damar Wulan Jaringao/ Kencana Wulan I Ciloa I/ Harapan Bunda Gombong / Ros Linggar Rahayu/ Edelweis Cibugel / Sri Kandi Awisurat / Melati Ciloa II / Permata Bunda Sukajadi / Cempaka Mekarlaksana / Nimang Wulan Mekarjaya/ Mekar Melati Ciloa III / Mekar Bunda Kadameteng / Latulif Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 47 Pasirmala / Ros Kuncup Ciseupan II / Chandra Wulan Pasir Suling/ Nirmala Mekar Saluyu / Edelweis Tonjong / Kenanga Lembur kolot / Anggrek Bulan BBK Saluyu / Kencana Wulan II Jumlah 3 5 7 8 Sumber: Lap Petugas Pokja 4 Desa Panyocokan Th 2016 Stratifikasi posyandu yang ada di wilayah kerja desa Panyocokan masih ada yang pratama sebanyak 3 posyandu, madya (strata II) sebanyak 5 buah, purnama (strata III) sebanyak 7 buah, dan ada juga yang mandiri (strata IV) sebanyak 8 buah. Melalui pembinaan dan revitalisasi posyandu yang terus dilakukan diharapkan pelaksanaan program kesehatan akan terus dapat ditingkatkan dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Untuk memicu adanya peran aktif masyarakat tersebut diharapkan adanya kerja sama yang baik dari lintas sektoral wilayah setempat. 3) Hasil Pengakian PHBS Ditingkat nasional perilaku sehat yang diterapkan oleh keluarga dapat dilihat dari jumlah rumah tangga sehat.Pengkajian PHBS rumah tangga dilakukan melalui penilaian terhadap perilaku dan lingkungan, dan indikator yang digunakan meliputi : persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, mempunyai jaminan pelayanan kesehatan, mencuci tangan memakai sabun, melakukan aktivitas fisik, makan dengan gizi seimbang, tidak merokok didalam rumah, tersedia air bersih, tersedia jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni, lantai rumah bukan dari tanah dan rumah bekas jentik. Jumlah rumah tangga yang ada di wilayah desa Panyocokan 3.477 KK (Kepala Keluarga) namun yang telah didata oleh kader terdapat 3.485 KK.Hasil pengkajian PHBS rumah tangga tahun 2016 adalah 34,4% (1.197 KK) yang merupakan rumah tangga sehat dan yang tidak Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 48 sehat66,5% (2.312 KK), angka ini menunjukkan bahwa masih banyak rumah tangga yang tidak berPHBS. Hasil pendataan status keluarga kadarzi 61,8% (2.148 KK) dan yang tidak kadarzi 38,8% (135 KK),hal ini menunjukkan masyarakat panyocokan mulai sadar akan pentingnya kesehatan bagi keluarganya. 4) Strata Desa Siaga Desa Panyocokan sudah menjadi desa siag, dengan strata desa siaga pratama (strata I) karena belum memiliki fasilitas yang cukup memadai, dikarenakan peran serta masyarakat dan perangkat desa kurang. Namun tahun 2016 ini desa siaga tidak berjalan sama sekali, oleh karena itu perlu adanya pemicuan lebih lanjut dari pihak lintas sektoral terkait sehingga dapat berjalan kembali Desa Siaga Panyocokan nya. 5. Program Pengobatan 1) Pelayanan Rawat Jalan Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memilih sarana pelayanan kesehatan, selain pengetahuan juga tingkat sosial ekonomi serta kemudahan dan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan. Tabel 5.18 Cakupan Pelayanan Rawat Jalan Menurut Jenis Jaminan Kesehatan Polindes PanyocokanTahun 2016 Jaminan Bulan Umum Askes Jamkesmas KTP TOTAL &Jamkesda Januari 155 10 109 35 309 Februari 161 2 117 23 303 Maret 191 2 100 21 314 April 165 4 89 26 284 Mei 136 4 84 10 234 Juni 131 5 73 14 223 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 49 Juli 129 9 70 17 225 Agustus 126 10 87 19 242 September 138 10 71 15 234 Oktober 130 6 78 12 226 November 144 4 108 9 265 Desember 156 7 93 19 275 Jumlah 1762 73 1079 220 3134 Pelayanan BP desa Panyocokan dilaksanakan setiap 2 minggu sekali dengan jumlah rata-rata 260 pasien perbulan. Dilihat dari tabel diatas cakupan pelayanan rawat jalan desa Panyocokanberjumlah 3.134 orang. Dengan kunjungan pasien umum 1.762 orang, pasien askes 73 orang, pasien jamkesmas 1.079 orang dan jaminan KTP 220orang. 2) Pola Penyakit Terbesar Rawat Jalan Tabel 5.19 Cakupan Pola Penyakit Terbesar Rawat Jalan Polindes Panyocokan Tahun 2016 No Jenis Penyakit Jumlah % 1 ISPA (R.05) 634 20.22 2 Dermatitis (L.30.9) 385 12.28 3 Commond Cold (J 00) 300 9.57 4 Gastritis ( K.25) 290 9.25 5 Myalgia (M.79.1) 212 6.76 6 Hipertensi ( I.10) 200 6.38 7 Lain lain 172 5.48 8 Headanche (R.50) 88 2.80 9 Rheumatik (M 79.0) 46 1.46 10 Toothache 40 1.27 11 Diare (A.09) 32 1.02 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 50 Pola penyakit penderita rawat jalan terbanyak di Polindes Panyocokan untuk tahun 2016 yaitu ISPA sebanyak 634 orang (20,22%) dan yang sedikit diare sebanyak 32 orang (1,02%). 6. Program Kesehatan Lingkungan 1) Rumah Sehat Pengertian rumah sehat menurut Permenkes No.829 tahun 1999 adalah kondisi fisik,kimia, biologi di dalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Syarat perumahan yang sehat adalah rumah yang dilengkapi degan sarana air bersih, sarana pembuangan air limbah, tempat sampah dan ventilasi yang mencukupi. Upaya untuk mengatasi kondisi kesehatan rumah dan lingkungannya, desa panyocokan melakukan kegiatan inspeksi sanitasi rumah, berdasarkan kegiatan tersebut rumah sehat adalah proporsi rumah yang memenuhi kriteria sehat minimum komponen wilayah dan sarana sanitasi dari 3 komponen di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Minimum yang memenuhi kriteria sehat pada masing-masing parameter adalah sebagai berikut : Minimum dari kelompok komponen rumah adalah ada langit-langit, dinding bukan tembok, lantai bukan tanah minimal papan, ada jendela kamar tidur, ada jendela ruang keluarga, ada ventilasi, ada lubang asap dapur, pencahayaan ( ruang keluarga) cukup. Minimum dari kelompok sarana sanitasi adalah ada SAB (sarana air bersih) ada jamban, ada sarana pembuangan air limbah (SPAL), ada tempat sampah rumah tangga. Perilaku. Membuka jendela kamar tidur, jendela ruang keluarga, membersihkan rumah dan halaman, membuang tinja ke jamban, membuang sampah pada tempat sampah. Berdasarkan hasil inspeksi sanitasi rumah tahun 2016 terhadap 3.084 rumah yang diperiksa, diketahui proporsi rumah sehat sebesar 25,13 % atau sebanyak 93 rumah sehat. Angka ini belum memenuhi target rumah sehat yaitu 75%. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 51 2) Akses Air Bersih Di wilayah kerja desa Panyocokan pada saat ini penyakit diare dan penyakit kulit masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, bila dilihat dari masih tingginya angka kesakitan yang diakibatkan penyakit diare.Kondisi tersebut disebabkan karena kualitas SAB (Sarana Air Bersih) masih ada yang belum memenuhi syarat, oleh karena itu berpotensi terhadap terjadinya penyakit yang berbasis lingkungan terutama yang disebabkan oleh rendahnya kualitas air yaitu diare.Upaya yang telah dilakukan oleh petugas kesehatan dalam rangka mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus tersebut diatas yaitu dengan melaksanakan pengawasan sarana air bersih.Petugas sanitasi disetiap wilayah secara rutin melaksanakan Survey Perumahan Lingkungan (SPL). Dari hasil survey perumahan lingkungan pada 3.084 rumah tangga sebagian besar masyarakat memanfaatkan sarana air bersih dengan jenis SPT sebanyak918 keluarga dan SGL sebanyak 373 keluarga. SAB (Sarana Air Bersih) yang di inspeksi sanitasi masih ada sarana yang tidak memenuhu syarat kesehatan.Hasil inspeksi SAB tahun 2016 pada 1.294 SAB yang diperiksa 96.52% memenuhi syarat dan 3,48% tidak memenuhi syarat. SAB yang tidak memenuhi syarat menunjukkan tingkat resiko tinggiterjadinya pencemaran.Hal ini menunjukkan bahwa kualitas SAB di desa Panyocokan masih ada yang belum memenuhi syarat kelayakan konsumsi. 3) Keluarga Yang Memiliki Sarana Sanitasi Dasar Desa Panyocokan bersama dengan IWASH USA telah berkomitmen bahwa tahun 2015 lalu desa Panyocokan akan menjadi Desa SBS (Stop Buang air besar Sembarangan). Bersamaan program SBS dari IWASH USA tersebut, desa panyocokan mendapat pinjaman cetakan untuk membuat septic tank berstandard internasional serta masyarakat dipermudah dengan sistem kredit jamban melalui BPR Kerta Raharja. Namun karena adanya berbagai macam masalah didalam proses pelaksanaan Desa SBS untuk desa Panyocokan belum terealisasikan Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 52 secara keseluruhan hingga saat ini masih berjalan menuju kearah Desa SBS. Program septik tank ini baru terlaksanan di rw 07,rw 15, rw 06 yang berjumlah 23 jamban ditahun 2015. Belum ada penambahan lagi di tahun 2016 ini.Karena sanitasi desa panyocokan sebagian besar buruk diharapkan kepala desa menetapkan Perdes sehingga jamban sehat itu merupakan hal yang wajib. Tabel 5.20 Sarana Sanitasi Dasar Desa Panyocokan Tahun 2016 Tempat Sampah Pengelolaan Air Limbah Sarana Jamban Keluarga Keluarga Jml Sehat (MS) Sehat (MS) Sarana Sehat (MS) OD (BABS) Memiliki Memiliki KK JML % JML % JML % JML % JML % JML % JML % 3485 47 52.21 27 30.00 65 40.62 48 30.00 1794 51.47 1333 38.24 358 10.27 Sumber: Lap Petugas Kesling Puskesmas Ciwidey Th 2016 Inspeksi sanitasi desa Panyocokan dengan jumlah 3.485 KK. Dari jumlah KK tersebut yangmemiliki sarana jamban diperiksa 1.794 KK , jumlah KK yang memiliki jamban sehat sebanyak 1.333 KK dan yang OD sebanyak 358 KK.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Panyocokan masih terdapat yang BABS. B. Upaya Kesehatan Pengembangan 1. Pembinaan Lansia Pembinaan lansia di wilayah kerja desa Panyocokan sudah ada7 posbindu yang dibina dengan strata posbindu pratama. Jumlah kader yang aktif di posbindu 5 orang kader. Tabel 5.21 Sasaran Posbindu Desa Panyocokan Tahun 2016 N o Nama Posbindu Sasaran Jml Strata Kader Posbindu 45-59 L Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 53 60-69 P L >70 P L P Jml 1 Rw 1 Nangkerok 5 Pratama 38 45 17 19 7 5 131 2 Rw 2 Panyocokan 4 Pratama 48 60 23 15 13 20 179 3 Rw 3 Pasir Awi 5 Pratama 16 25 19 17 15 5 97 4 Rw 13 Mekarlaksana 5 Pratama 48 45 13 19 11 12 148 5 Rw 16 Kadameteng 5 Pratama 36 32 4 12 9 10 103 6 Rw 5 Jaringao 5 Pratama 42 48 19 15 11 7 142 7 Rw 22 Lembur Kolot 5 Pratama 23 28 11 5 8 7 82 251 283 106 102 74 66 882 Jumlah 34 Tabel 5.22 Posbindu Yang Dibina Rata-Rata Pertahun Desa Panyocokan Tahun 2016 Yang dibina N Nama Posbindu o Jml Strata Kader Posbindu 45-59 60-69 >70 L P L P L P Jml 1 Rw 1 Nangkerok 5 Pratama 6 9 4 8 2 3 32 2 Rw 2 Panyocokan 4 Pratama 7 8 3 8 3 7 36 3 Rw 3 Pasir Awi 5 Pratama 6 9 4 6 5 8 38 4 Rw 13 Mekarlaksana 5 Pratama 4 7 5 7 8 9 40 5 Rw 16 Kadameteng 5 Pratama 8 9 6 9 4 3 39 6 Rw 5 Jaringao 5 Pratama 6 12 8 13 8 11 58 7 Rw 22 Lembur Kolot 5 Pratama 5 9 6 10 5 9 44 8 BP 11 13 9 8 12 11 108 59 80 48 67 52 63 319 Jumlah 34 Tabel 5.23 10 Besar Penyakit Lansia Rata-rata Perbulan Desa Panyocokan Tahun 2016 NO JENIS PENYAKIT DESA PANYOCOKAN 1 Hypertensi 20 2 Rhematik 13 3 Gastritis 12 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 54 4 Myalgia 10 5 Headanche 10 6 ISPA 8 7 Influenza 7 8 Paringitis 5 9 Dermatitis 4 10 Diare 4 Jumlah 3. 93 Kegiatan Perkesmas Tabel 5.24 Cakupan Kegiatan Perkesmas Desa Panyocokan Tahun 2015 No Kegiatan 1 Keluarga rawan kesehatan yang ada 36 2 Keluarga rawan kesehatan yang dibina 20 3 Bumil yang memperoleh pembinaan keluarga rawan 8 4 Bayi yang memperoleh pembinaan keluarga rawan 1 5 Anak balita yang memperoleh pembinaan keluarga rawan 2 6 Kasus 3 dengan Jumlah Total penyakit kronis yang memperoleh pembinaan keluarga rawan 7 Lansia yang memperoleh pembinaan keluarga rawan 2 8 Pasien yang perlu tinda lanjut perawatan (TLP) 0 9 Keluarga rawan kesehatan selesai dibina 4 a. Keluarga mandiri I 0 b. Keluarga mandiri II 1 c. Keluarga mandiri III 2 d. Keluarga mandiri IV 1 . 4. Pelayanan Laboratorium Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 55 BP desa Panyocokan tersedia perlengkapan pemeriksaan laboratorium berupa alat pemeriksaan Hb, protein urine, dan PP test,.Namun tahun 2016 ini pemeriksaan laboratorium di BP desa dirujuk semuanya ke Puskesmas Ciwidey terutama bagi ibu hamil untuk pelayanan ANC terpadu diwajibkan ada kontak pemeriksaan laboratorium, sehingga BP desa tidak lagi menyediakan pemeriksaan laboratorium. B. Pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tabel 5.25 Pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Desa Panyocokan Tahun 2016 KABUPATEN DESA : BANDUNG : PANYOCOKAN BULAN NO 1 2 : JANUARI - DESEMBER 2016 KEGIATAN SASARAN Cakupan kunjungan ibu hamil ( K4 ) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani PENCAPAIAN TARGET SPM 2015 2015 Absolut % % 311 287 92.28 92.00 62 58 93.25 93.00 299 263 87.63 87.00 299 263 88.29 85.00 43 40 93.90 93.00 757 257 90.49 90.00 281 91.81 80.00 Cakupan pertolongan 3 persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas Cakupan neonatus dengan 5 komplikasi yang Ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi Cakupan Desa/ Kelurahan 7 Universal Child Immunization ( UCI ) Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 56 8 Cakupan pelayanan anak 1545 balita 1489 96.38 96.00 Cakupan balita gizi buruk 9 yang mendapat 4 Penanganan Cakupan pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bln 10 11 dari keluarga miskin Setingkat 11 Cakupan peserta KB aktif 2886 2474 85.72 82.00 48 11 22.91 82.00 - - - - 465 - 100 - - - - 3.084 93 25.13 100 757 336 31.17 100 89,00 100 34.78 50 Cakupan penemuan dan 12 penanganan penderita penyakit : 13 14 15 16 17 18 19 20 a. Penemuan pasien baru TB BTA positif d. Penderita DBD yang ditangani e. Penemuan penderita diare Cakupan desa KLB yang dilakukan PE < 24 jam Rumah Tangga Sehat Cakupan bayi mendapat ASI Ekslusif Cakupan desa dengan garam beryodium baik Cakupan posyandu mandiri 23 Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 57 8 BAB VI KESIMPULAN Pencapaian pembangunan kesehatan Desa Panyocokantahun 2016 untuk beberapa program menunjukkan hasil yang cukup baik, terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dengan lintas sektoral yang terkait, serta peran seluruh masyarakat Desa Panyocokan. Namun terjadi penurunan kinerja untuk beberapa kegiatan hal ini tentunya harus menjadi dasar evaluasi dan perencanaan pembangunan kesehatan di waktu yang akan datang. Hasil pencapaian program kesehatan antara lain : a. Jumlah kematian bayi Desa Panyocokantahun 2016 sebanyak 5 kasus. Untuk kematian ibu hamil tidak ada. b. AKI dan AKB sangat dipengaruhi perilaku ibu dari masa hamil, melahirkan sampai dengan masa nifas serta kualitas dari pelayanan kesehatan. Cakupan K1 ibu hamil pada tahun 2016 mencapai 302 orang (97,11%) sedangkan cakupan K4 ibu hamil baru mencapai 287 orang (92,28%) sedangkan dalam pertologan persalinan masih ada masyarakat diperdesaan yang mempercayai dukun dalam pertolongan persalinannya. Presentase pertolongan persalinan oleh nakes mencapai 263 orang (87,63%). Pertolongan persalinan oleh paraji tahun 2016 sebanyak 3 orang. c. Cakupan KN lengkap 261 (91,90%) jauh dari target 93%. Jumlah kematian neonatus tahun 2016 sebanyak 5 dengan kasus BBLR, aspiksia dan IUFD. d. Cakupan penemuan BTA Positif baru pada tahun 2016 sebanyak 11 kasus. e. Status gizi balita tahun 2016 adalah gizi baik 1.220balita, gizi lebih 20 balita, gizi kurang 7balita dan gizi buruk 4balita. f. Cakupan pelayanan rawat jalan Polindes Panyocokan tahun 2016 berjumlah 3.134 orang. Dengan kunjungan pasien umum 1.762 orang, pasien askes 73 orang, pasien jamkesmas 1.079 orang dan jaminan KTP 220 orang. g. Hasil inspeksi sanitasi dasar desa Panyocokan sebanyak 3.485 KK. Dari jumlah KK tersebut yangmemiliki sarana jamban diperiksa 1.794 KK , jumlah KK yang memiliki jamban sehat sebanyak 1.333 KK dan yang OD sebanyak 358 KK. Dari hasil analisis pelayanan kesehatan program Kesehatan Ibu dan Anak Desa Panyocokan di temukan masalah program KIA yaitu : Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 58 1. Cakupan lengkap 261 (91,90%) jauh dari target 93%. Hal ini dikarenakan dan masih ada ibu yang melahirkan di paraji. 2. Kasus kematian bayi 5 bayi. Berdasarkan hasil analisa cakupan KN lengkap kurang disebabkan karena masih ada warga yang memakai jasa paraji dalam persalinan dan pemeriksaan kehamilan. Hal ini tidak hanya warga yang tidak mampu saja namun warga yang mampu secara financial pun masih memakai jasa paraji, kebiasaan menggunakan jasa dukun paraji yang turun temurun dimasyarakat masih sulit dihilangkan, dan kurang terlaksananya metode bermitra antara bidan dan dukun paraji. Meskipun sudah ada BPJS/ Jamkesmas, masyarakat masih sulit untuk ke bidan karena sulitnya transportasi antara bidan desa dan penduduk di wilayah kerjanya, Kegiatan – kegiatan yang dapat dilaksanakan sebagai alternatif jalan keluar adalah pemberdayaan masyarakat untuk mengadakan tabungan ibu bersalin ( tabulin ), pemberdayaan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk transportasi ibu yang akan bersalin ke sarana kesehatan, memberikan reward pada dukun paraji dengan kemitraan terbaik, dan mengadakan pertemuan rutin dengan dukun paraji untuk meningkatkan kemitraan. Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016 59