Uploaded by murtiani.slm

LAPTAH PANYOCOKAN 2016

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu tujuan Nasional Bangsa Indonesia yang termuat dalam UUD
1945 adalah untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa. Selanjutnya, Pasal 3
Undang-undang No. 36 Tahun 2009 menyebutkan Pembangunan kesehatan
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat
bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang
produktif secara sosial dan ekonomis.
Untuk
mencapai
tujuan
pembangunan
kesehatan
nasional
diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan
terpadu. Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat menurut Permenkes RI No
75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat telah membawa paradigma
baru mengenai tugas pokok Puskesmas terutama untukmendukung terwujudnya
kecamatan sehat. Puskesmas diselenggarakan bertujuan untuk mewujudkan
masyarakat yang (a) memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup sehat (b) mampu menjangkau pelayanan kesehatan
bermutu (c) hidup dalam lingkungan sehat dan (d) memiliki derarat kesehatan
yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok danmasyarakat.
Sejak tahun 1988, Kementerian Kesehatan RI memfokuskan programnya
untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu, sebagai reaksi terhadap
angka kematian ibu yang masih sangat tinggi di Indonesia. Kebijakan penetapan
dokter dan bidan dengan system PTT (Pegawai Tidak Tetap) Sejak tahun 1992
dengan program disetiap desa satu orang bidan desa diharapakan dapat menekan
angka kematian ibu dan angka kematian bayi.
Bidan desa merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung
tombakpembangunankesehatandidesayang secara operasional bertanggungjawab
langsung
padaUPTD
YanKes
Kecamatan
Ciwidey
melaluiUPFCiwidey.Bidandesamerupakansalahsatufasilitas
penunjangdanjaringanpelayananpuskesmasdalammemberikan
pelayanankesehatanditingkatdesa,sehinggabidandidesaadalahsatu
sumberdayamanusiayang dimiliki sebuah desa.Penempatan bidan di desa
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
1
sebagaitenagakesehatanberperansangatpentingdalamrangka meningkatkan derajat
kesehatan
ibu
dan
anak
oleh
karena
itu
bidan
desa
diwajibkantinggalsertabertugasmelayanimasyarakatdiwilayahkerjanya.
Desa Panyocokan merupakan desa yang telah memiliki sarana kesehatan
berupa pondok bersalin desa (POLINDES). Pondok bersalin desa (POLINDES)
adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat
pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak lainnya, termasuk
KB di desa (Dep Kes RI, 1999). Polindes dirintis dan dikelola oleh pamong desa
setempat. Berbeda dengan posyandu yang pelaksanaannya dilakukan oleh kader di
dukung oleh petugas puskesmas (Bidan) maka petugas polindes pelayanan
tergantung pada keberadaan bidan, oleh karena pelayanan di polindes merupakan
pelayanan profesi kebidanan. polindes dimanfaatkan pula sebagai sarana untuk
meningkatkan kemitraan bidan dan dukun bayi dalam pertolongan persalinan.
Kader posyandu dapat pula berperan di polindes seperti perannya dalam
melaksanakan kegiatan posyandu yaitu dalam penggerakan masyarakat dan
penyuluhan. Selain itu bila memungkinkan, kegiatan posyandu dapat dilaksanakan
pada tempat yang sama dengan polindes.
Laporan tahunan ini disusun sebagai bentuk tanggung jawab bidan desa
dalam melakukan fungsi perencanaan, penggerakan, koordinasi dan evaluasi
terhadap seluruh kegiatan program kesehatan yang dilaksanakan di setiap RW
sebagai wilayah kerja desa. Diharapkan laporan tersebut dapat dimanfaatkan
dalam penyusunan perencanaan pembangunan kesehatan Puskesmas Ciwidey di
tahun yang akan datang.
B.
Tujuan
Tujuan Umum
Memberikan gambaran pencapaian pembangunan kesehatan dan mutu kegiatan
diwilayah kerja desa Panyocokan.
Tujuan Khusus
1.
Tersedianya data/Informasi umum dan lingkungan desa Panyocokan.
2.
Tersedianya data upaya kesehatan yang dilaksanakan bidan desa yang
meliputi cakupan kegiatan dan sumber daya kesehatan.
3.
Tersedianya data tentang status kesehatan masyarakat di wilayah kerja desa
Panyocokan berupa data kematian, kesakitan dan status gizi.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
2
4.
Tersedianya alat pemantau dan evaluasi tentang upaya kesehatan yang telah
dilaksanakan.
BAB II
TINJAUAN UMUM
A.
Dasar Hukum
1. SE Dirjen Binkesmas No. 492/Binkesmas/Dj/89 yang menyatakan penempatan
bidan desa adalah memberikan pelayanan ibu dan anak serta KB dalam rangka
menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta kelahiran.
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1212/ Menkes/ SK/ IX/2002, tentang
petunjuk teknis pelaksanaan pengangkatan bidan desa sebagai pegawai tidak
tetap
sebagai
pelaksana
teknis
di
desa
yang
bertanggung
jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
B.
Pengertian
Bidan desa adalah bidan yangditempatkan,diwajibkan tinggal serta
bertugasmelayanimasyarakatdalampencapaiantargetderajat
kesehatandiwilayahkerjanyayangmeliputisatusampaidua
melaksanakantugasnyabidanbertanggung
desa,
dalam
jawablangsungkepadaKepala
Puskesmassetempatdanbekerjasamadenganperangkatdesa (Leimena, 1994).
C.
Tujuan Penempatan Bidan Di Desa
Tujuanpenempatanbidan
didesa
secara
umum
adalah
untuk
meningkatkanmutudanpemerataan pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan
posyandu
dalam
rangka
menurunkan
angka
kematian
ibu,
anakbalitadanmenurunkan angka kelahiran, serta meningkatkan kesadaran
masyarakat berperilaku hidup sehat.
Secara khusus tujuan penempatan bidan desa adalah :
1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,
2. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan,
3. Meningkatkan mutu pelayanan ibu hamil, pertolongan persalinan, perawatan
nifas dan perinatal, serta pelayanan kontrasepsi,
4. Menurunnya jumlah kasus-kasus yang berkaitan dengan penyulit kehamilan,
persalinan dan perinatal,
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
3
5. Menurunnya jumlah balita dengan gizi buruk dan diare,
6. Meningkatnya kemampuan keluarga untuk sehat dengan membantu pembinaan
kesehatan masyarakat,
7. Meningkatnya peran serta masyarakat melalui pendekatan PKMD termasuk
gerakan Dana Sehat (Depkes RI, 2002).
D.
Tugas Dan Wewenang Bidan di Desa
Tugas dan fungsi bidan utama bidan desa adalah memberikan pelayanan
kesehatan ibu dan anak, sebagaimana tertuang dalam SE Dirjen Binkesmas No.
492/Binkesmas/Dj/89
yang
menyatakan
penempatan
bidan
desa
adalah
memberikan pelayanan ibu dan anak serta KB dalam rangka menurunkan angka
kematian ibu dan bayi serta kelahiran.
1. Tugas
1) Melaksanakan kegiatan di desa wilayah kerjanya berdasarkan urutan
prioritasmasalah kesehatan yang dihadapi, sesuai dengan kewenangan yang
dimiliki dan diberikan.
2) Menggerakkan dan membina masyarakat desa di wilayah kerjanya (Depkes
RI, 2002).
2. Wewenang
Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) Nomor 572/Menkes/
RI/1996 menjelaskan bahwa bidan di dalam menjalankan prakteknya,
berwenang untuk memberikan pelayanan KIA, wewenang bidan yang bekerja
di desa sama dengan wewenang yang diberikan kepada bidan lainnya. Hal ini
diatur dengan peraturan Menteri Kesehatan (Depkes RI, 1997). Wewenang
tersebut adalah sebagai berikut:
1) Wewenang Umum
Kewenangan yang diberikan untuk melaksanakan tugas yang dapat
dipertanggungjawabkan secara mandiri.
2) Wewenang Khusus
Wewenang khusus adakah untuk melaksanakan kegiatan yang memerlukan
pengawasan dokter. Tanggung jawab pelaksanaannya berada pada dokter
yang diberikan wewenang tersebut.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
4
3) Wewenang Pada Keadaan Darurat
Bidan
diberi
wewenang
melakukan
pertolongan
pertama
untuk
menyelamatkan penderita atas tanggung jawabnya sebagai insan profesi.
Segera setelah melakukan tindakan darurat tersebut, bidan diwajibkan
membuat laporan ke Puskesmas di wilayah kerjanya.
4) Wewenang Tambahan
Bidandapatdiberi wewenang tambahan oleh atasannya dalam pelaksanaan
pelayanan kesehatan masyarakat lainnya, sesuai dengan program pemerintah
pendidikan dan pelatihan yang diterimanya.
E.
Prinsip Pelayanan Kebidanan di Desa
1. Pelayanan di komunitas desa sifatnya multi disiplin meliputi ilmu kesehatan
masyarakat, kedokteran, sosial, psikologi, komunikasi, ilmu kebidanan, dan
lain-lain yang mendukung peran bidan di komunitas.
2. Dalam memberikan pelayanan di desa bidan tetap berpedoman pada standar
dan etika profesi yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia
3. Dalam memberikan pelayanan bidan senantiasa memperhatikan dan memberi
penghargaan terhadap nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, sepanjang tidak
merugikan dan tidak bertentangan dengan prinsip kesehatan.
4. Bidan di desa juga membuat laporan kegiatan bidan setiap bulan dan
diserahkan kepada bidan koordinasi pada saat bidan di desa melaksanakan
tugasnya ke puskesmas.
F.
Kegiatan/Program Kerja
Program dan kegiatan yang dilaksanakan di desa Panyocokan tahun 2016
meliputi upaya wajib dan upaya pengembangan.
1. Upaya Kesehatan Wajib
a. Pelaksanaan Program kesehatan Ibu dan Anak
1) Melaksanakan pemeriksaan kehamilan dan imunisasi.
2) Melaksanakan deteksi Ibu Hamil Resti.
3) Melaksanakan pertolongan persalinan.
4) Melaksanakan pemeriksaan kesehatan neonatus.
5) Pemberian Tab. Fe untuk Bumil.
6) Pemberian PMT bagi Bumil, Bufas KEK dan KK Miskin.
7) Melaksanakan AMP.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
5
8) Melaksanakan Pematauan Tumbang Balita dan Imunisasi di Posyandu.
9) Pembinaan Paraji tiap bulan.
10) Melayani Akseptor KB.
b. Perbaikan Gizi
1) Melaksanakan perbaikan pola konsumsi makanan yang beraneka ragam,
seimbang dan bermutu gizi melalui pemberdayaan keluarga dan
masyarakat.
2) Melaksanakan peningkatan mutu pelayanan gizi kelompok institusi.
3) Melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulang masalah gizi.
4) Pemantapan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi.
5) Pemberian Vitamin A.
6) Pemberian Tablet Fe Bumil.
c. Pemberantasan Penyakit Menular
1) Melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) / Pengamatan
Penyakit.
2) Melaksanakan Imunisasi.
3) Pencegahan dan pemberantasan penyakit tuberkulosis.
4) Pencegahan dan penanggulan penyakit pneumonia pada balita.
5) Eradikasi polio, Eliminasi Tetanus Neonatorum dan Reduksi Campak.
d. Program Penyehatan Lingkungan
1) Melaksanakanpembinaanpeningkatankeluargayang
menggunakan
jamban yang memenuhi syarat kesehatan.
2) Melaksanakanpembinaan peningkatan keluarga yang menggunakan air
bersih yang memenuhi syarat kesehatan.
3) Melaksanakan penyuluhan penggunaan air bersih.
4) Melaksanakan pendataan keluarga yang menggunakan air bersih.
e. Program Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat
1) Melaksanakan promosi program kesehatan.
2) Melaksanakan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
3) Melaksanakan pembinaan revitalisasi Posyandu/Posbindu.
f. Program Pengobatan
1) Melaksanakan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar.
2) Melaksanakan peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan dasar
termasuk pelayanan kesehatan terhadap keluarga miskin.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
6
2.
Upaya Pengembangan
a. Usila : pelaksanaan program Pos Bindu.
b. Laboratorium : melaksanakan Pemeriksaan screening tes pada ibu hamil
berupa pemeriksaan Haemoglobin dan Urin.
c. JAMKESMAS : melaksanakan pelayanan kesehatan menyeluruh secara gratis.
d. Perawatan Kesehatan Masyarakat / PHN : Melaksanakan kunjungan rumah
pada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terhadap penyakit
e. Klinik Gizi : konsultasi, pemeriksaan, pengukuran TB dan BB, pemberian
PMT.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
7
BAB III
PROFIL DESA PANYOCOKAN
A.
Kondisi Geografi
Desa Panyocokan Kecamatan Ciwidey berjarak 2 KM ke arah Timur dari
Pusat Kecamatan Ciwidey dan 13 KM dari Pusat Pemerintahan Kabupaten
Bandung, Terletak pada ketinggian 1000-1200 Meter di atas permukaan laut.
Terdiri dari bentangan bukit-bukit kecil dan daratan dengan kecuraman 15-60
derajat di Utara dan Barat. Sebagian daerah relatif miring ke bagian selatan
dengan kemiringan rata-rata 2 % dan dijadikan perkebunan palawija, sayuran ,
pesawahan.
1.
Iklim dan cuaca
Suhu rata-rata antara 16-20 ° Celcius. Curah hujan tahunan antara 3000-5000
mm dan suhu teredah terjadi pada bulan Juli sampai bulan Januari.
2.
Orbitasi ( Jarak dari Pusat Pemerintahan )
• Jarak dari Pemerintah Kecamatan
:
4
Km
• Jarak dari Ibukota Kabupaten
:
13
Km
• Jarak dari Ibukota Provinsi
:
35
Km
• Jarak dari Ibukota Negara
:
282
Km
3. Kondisi Lahan
4.
• Tanah Kering
: 29.188 Ha
• Tanah Sawah
: 171.236 Ha
• Fasilitas Umum
: 35.025 Ha
• Pemukiman
: 153.723 Ha
Batas-batas wilayah kerja
 Sebelah Utara
: Desa Nengkelan
 Sebelah Selatan : Desa Ciwidey
 Sebelah Barat
: Desa Lebak Muncang
 Sebelah Timur : Desa Mekar Maju Kecamatan Pasir Jambu
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
8
5.
Peta wilayah
Gambar 3.1
Peta Wilayah Desa Panyocokan
Tahun 2016
6.
Luas wilayah kerja
Tabel 3.1
Luas Wilayah, Jumlah RT dan RW
Desa Panyocokan Tahun 2016
No.
1
Nama Dusun
Luas Wilayah
Dusun I
129.572
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
9
Jumlah
RT
RW
28
7
2
Dusun II
114.806
31
8
3
Dusun III
134.614
24
8
389.172 Ha
83
23
Jumlah
Dari data di atas terlihat bahwa luas wilayah di wilayah kerja desa
Panyocokan tahun 2016 adalah 389.172 Ha dengan dusun paling luas adalah
Dusun III dengan luas wilayah 134.614Ha.
Tabel 3.2
Luas wilayah RW, Jumlah RT dan Kader
Desa Panyocokan Tahun 2016
Nama
Dusun
Dusun I
Dusun II
Dusun III
RW
Luas Wilayah
Jumlah
Jumlah
RT
Kader
Nangkerok
25.610 Ha
4
7
Panyocokan
18.900 Ha
4
4
Pasir Awi
18.926 Ha
4
5
Ciseupan I
18.300 Ha
4
5
Mekarlaksana
15.100 Ha
4
6
Kadameteng
14.300 Ha
3
5
Ciseupan II
18.436 Ha
5
4
Jaringao
7.000 Ha
4
5
Ciloa I
16.200 Ha
4
5
Gombong
18.000 Ha
4
5
Ciloa II
12.100 Ha
3
4
Mekarjaya
14.810 Ha
4
4
Ciloa III
14.000 Ha
4
5
Pasirmala
Babakan Saluyu
18.280 Ha
14.416 Ha
4
4
5
5
Rahayu
15.950 Ha
3
4
Cibugel
17.790 Ha
3
2
Awisurat
20.200 Ha
4
5
Sukajadi
14.350 Ha
3
5
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
10
Pasir Suling
14.756 Ha
3
4
Mekar Saluyu
13.426 Ha
3
3
Tonjong
16.526 Ha
2
4
Lembur kolot
21.616 Ha
3
5
389.172 Ha
83
106
Jumlah
B.
Kependudukan
Berdasarkan hasil pendataan kader di desa Panyocokan tahun 2015
jumlah penduduk desa Panyocokantahun 2016 adalah11.495 jiwa, dengan
kepadatan penduduknya 3.38 per Km2, Kepala keluarga 3.458KK dan jiwa
miskinnya berjumlah 1.674 jiwa.
Tabel 3.3
Data Penduduk Desa Panyocokan Tahun 2016
No
Nama Dusun
Jumlah
KK
JumlahWNI
L
P
Jumlah
Dusun I
1
RW. 01 Nangkerok
199
341
336
677
2
RW. 02 Panyocokan
211
357
206
563
3
RW. 03 Pasir Awi
136
208
198
406
4
RW. 05 Jaringao I
189
313
328
641
5
RW. 13 Mekarlaksana
199
344
373
717
6
RW. 16 Kadameteng
RW. 23 Babakan
Saluyu
125
236
199
435
149
241
228
469
1.208
2,040
1,868
3,908
7
Jumlah
Dusun II
1
RW. 04 Ciseupan I
188
249
204
453
2
RW. 06 Ciloa I
215
375
369
579
3
RW.07 Gombong
198
267
225
492
4
RW. 11 Ciloa II
172
303
281
584
5
RW. 14 Mekarjaya
163
258
296
554
6
RW. 15 Ciloa III
204
344
348
692
7
RW. 17 Pasirmala
152
257
234
491
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
11
8
RW.18 Ciseupan II
199
361
328
689
Jumlah
1339
2,414
2,285
4,699
Dusun III
1
RW. 08. Rahayu
93
138
137
275
2
RW. 09 Cibugel
116
183
175
320
3
RW. 10 Awisurat
169
221
300
521
4
RW. 12 Sukajadi
124
216
188
404
5
RW. 19 Pasir Suling
116
207
172
379
6
RW. 20 Mekarsaluyu
106
186
173
359
7
RW. 21 Tonjong
84
140
143
283
8
RW.22 Lemburkolot
103
165
144
309
Jumlah
911
1,456
1,432
2,832
3.458
5,910
5,585
11,495
Jumlah Total
1.
JumlahPenduduk, Kepala Rumah Tangga/Kepala Keluargaper RW, Jumlah
KK dan Jiwa Miskin.
Tabel 3.4
Jumlah Penduduk, Jumlah Kepala Keluarga, Jumlah KK Miskin, Jumlah
Jiwa Miskin, dan Kepadatan Penduduk Menurut RW
Desa Panyocokan Tahun 2016
NO
RW
Jumlah
Penduduk
Kepadatan
Jumlah
Jumlah
Jumlah
Penduduk/
Kepala
KK
Jiwa
Km2
Keluarga
Miskin
Miskin
1
Nangkerok
641
2.50
182
157
501
2
Panyocokan
568
3.00
191
150
480
3
Pasir Awi
412
2.18
136
97
321
4
Ciseupan I
687
3.75
158
172
546
5
Jaringao
628
8.97
181
119
387
6
Ciloa I
537
3.31
172
103
339
7
Gombong
438
2.43
141
80
270
8
Rahayu
248
1.55
97
47
174
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
12
9
Cibugel
334
1.88
110
108
354
10
Awisurat
493
2.44
158
55
197
11
Ciloa II
584
4.83
181
104
342
12
Sukajadi
403
2.81
117
89
297
13
Mekarlaksana
660
4.37
190
168
534
14
Mekarjaya
561
3.79
184
119
387
15
Ciloa III
535
3.82
182
110
360
16
Kadameteng
410
2.87
131
77
261
17
Pasirmala
235
1.28
146
152
486
18
Ciseupan II
525
2.85
186
177
561
19
Pasir Suling
367
2.49
101
39
151
20
Mekar Saluyu
345
2.57
104
52
189
21
Tonjong
250
1.51
70
47
173
22
Lembur kolot
290
1.34
95
62
216
23
BBK Saluyu
447
3.10
140
73
249
10.598
2,80
3353
2357
7775
Jumlah
Dari data di atas, terlihat bahwa jumlah penduduk di wilayah kerja desa
Panyocokan tahun 2016adalah 10.044 jiwa (3.477 KK) dengan
penduduk terbanyak ada di RW 04/Kp.Ciseupan I yaitu 687 jiwa (158
KK). Jumlah jiwa miskin adalah7.775
jiwa(2.357 KK)jiwamiskin
terbanyak ada di RW 18/Kp. Ciseupan II
yaitu568 jiwa (177
KK).Jumlah jiwa miskin yang sudah menjadi peserta Jamkesmas 1.320
orang (12,45%)dan BPJS 1.628 orang ( %).
2. Jumlah Penduduk per Desa Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
Tabel 3.5
Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok UmurPuskesmas Ciwidey Tahun 2016
Desa
JML
JUMLAH PENDUDUK
PDDK
TAHUN
<1
1-4
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
13
5-14
15-44
45-64
>65
Nangkerok
641
14
68
105
318
102
34
Panyocokan
568
15
62
102
282
79
28
Pasir Awi
412
11
35
84
205
57
20
Ciseupan I
687
14
64
112
357
100
40
Jaringao
628
13
43
105
351
80
36
Ciloa I
537
12
41
108
290
60
26
Gombong
438
11
36
91
208
62
30
Rahayu
248
11
37
79
74
39
8
Cibugel
334
10
35
88
137
40
24
Awisurat
493
11
48
95
258
61
20
Ciloa II
584
13
48
117
321
59
26
Sukajadi
403
10
40
91
183
59
20
Mekarlaksana
660
14
65
129
316
98
38
Mekarjaya
561
12
60
104
285
71
29
Ciloa III
535
13
46
115
246
81
34
Kadameteng
410
12
42
92
186
59
19
Pasirmala
235
11
37
60
75
43
9
Ciseupan II
525
14
64
110
230
77
30
Pasir Suling
367
10
48
73
145
71
20
Mekar Saluyu
345
10
44
90
103
71
27
Tonjong
250
11
36
62
100
37
4
Lembur kolot
290
10
42
68
124
39
7
BBK Saluyu
447
13
47
101
187
71
28
10.598
275
1088
2181
4981
1516
557
Jumlah
Penduduk di desa panyocokan
berdasarkan kelompok usia, tergolong
penduduk muda menuju transisi perubahan komposisi penduduk dimana
terdapat peningkatan kelompok usia muda (5-14 tahun) menjadi usia
produktif(15-64tahun)baik laki-laki maupun peremuan. Ada kecenderungan
komposisi penduduk desa Panyocokandi masa depan akan semakin didominasi
oleh penduduk usia produktif, dengan terus menurunnya tingkat fertilitas dan
cukup baiknya derajat kesehatan. Untuk itu desa Panyocokan memiliki
pekerjaan untuk terus memantau perkembangan penduduk secara terintegratif
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
14
dan berkelanjutan agar terbentuk masyarakat yang berkualitas dengan capaian
kualitas kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang terus meningkat.
3. Sasaran Penduduk Rentan Kesehatan
Tabel 3.6
Jumlah Penduduk Rentan KesehatanDesa panyocokan Tahun 2016
Jumlah Penduduk Rentan
RW
C.
Bayi
Balita
Ibu
Ibu
Lansia
Penduduk
(0-11 bl)
(12 -59 bl)
Hamil
Nifas
(>65)
Miskin
Nangkerok
14
68
36
13
34
501
Panyocokan
15
62
32
16
28
480
Pasir Awi
11
35
19
10
20
321
Ciseupan I
14
64
26
17
40
546
Jaringao
13
43
41
15
36
387
Ciloa I
12
41
28
12
26
339
Gombong
11
36
14
8
30
270
Rahayu
11
37
17
9
8
174
Cibugel
10
35
14
7
24
354
Awisurat
11
48
21
14
20
197
Ciloa II
13
48
28
14
26
342
Sukajadi
10
40
18
5
20
297
Mekarlaksana
14
65
32
12
38
534
Mekarjaya
12
60
26
15
29
387
Ciloa III
13
46
38
11
34
360
Kadameteng
12
42
20
7
19
261
Pasirmala
11
37
31
16
9
486
Ciseupan II
14
64
42
19
30
561
Pasir Suling
10
48
21
9
20
151
Mekar Saluyu
10
44
8
3
27
189
Tonjong
11
36
13
7
4
173
Lembur kolot
10
42
14
3
7
216
BBK Saluyu
13
47
26
10
28
249
Jumlah
275
1088
565
252
557
7775
Tingkat Pendidikan
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
15
Tabel 3.7
Tingkat Pendidikan yang Ditamatkan Penduduk
Desa Panyocokan
Tahun 2016
Tingkat Pendidikan
RW
Tidak/Belum
Tidak Tamat
Tamat
Tamat
AK/Diploma
Pernah Sekolah
SD
SD-SLTP
SLTA
Universitas
Nangkerok
82
1
192
94
14
Panyocokan
77
0
208
96
24
Pasir Awi
46
7
194
48
1
Ciseupan I
78
6
227
70
11
Jaringao
56
2
210
71
10
Ciloa I
53
3
246
88
12
Gombong
47
0
181
67
7
Rahayu
48
0
153
59
0
Cibugel
45
0
170
50
0
Awisurat
59
10
216
48
1
Ciloa II
61
3
211
94
8
Sukajadi
50
1
192
64
0
Mekarlaksana
79
5
208
86
14
Mekarjaya
72
2
243
63
2
Ciloa III
59
3
181
69
8
Kadameteng
54
4
154
74
7
Pasirmala
48
6
190
61
4
Ciseupan II
78
1
194
92
12
Pasir Suling
58
1
158
57
0
Mekar Saluyu
54
0
169
60
1
Tonjong
47
1
134
59
1
Lembur kolot
52
0
156
60
2
BBK Saluyu
60
0
190
91
12
1363
56
4377
1621
151
Jumlah
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
16
Dari data di atas, tingkat pendidikan penduduk yang ada di wilayah kerja desa
Panyocokan tahun 2016 yang paling banyak adalah yang tamat SD-SLTP yaitu
sebanyak4.377 orang dan yang paling sedikit adalah yang tamat AK/Diploma dan
Universitas yaitu sebanyak 151 orang.
D.
Kondisi Ekonomi
Mata Pencaharian :
E.
1.
PNS
:
102
Orang
2.
Pensiunan
:
55
Orang
3.
Pedagang
:
421
Orang
4.
Pegawai Swasta
:
128
Orang
5.
Wiraswasta
:
104
Orang
6.
Petani
: 1.788
Orang
7.
Buruh
: 2.942
Orang
8.
Pertukangan
:
124
Orang
9.
Jasa
:
13
Orang
10. Pemulung
:
15
Orang
Sumber Daya Kesehatan
1.
Tenaga Kesehatan
Tabel 3.8
Praktik Klinik Kesehatan Desa Panyocokan
Tahun 2016
Status Kepegawaian
No
Nama
Tenaga Kesehatan
PNS
Swasta

1
Eem Kusmiati
Bidan
2
Imas Salwa
Bidan
3
Sri Lulus Murtiani
Bidan Desa
2.
PTT


Sarana Pelayanan Kesehatan (Jaringan Puskesmas)
Sarana pelayanan kesehatan di wilayah kerja desa Panyocokan tahun 2016
yaitu hanya terdapat sarana Puskesmas Pembantu (Pustu) berupa POLINDES
yang berlokasi di dekat balai desa Panyocokan. Polindes Panyocokan
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
17
dibangun tahun 2006 dari PPK IPM, saat ini bangunannya dalam kondisi
rusak ringan sehingga perlu perbaikan. Kini Polindes ditinggali oleh bidan
desa sejak bulan Maret tahun 2013.
Pelayanan kesehatan di Polindes / Pustu setiap hari selasa dan jumat di hari
kerja meliputi pemeriksaan KIA / KB, BP umum, imunisasi, dan pelayanan
persalinan.
Sarana transportasi khusus tidak tersedia di desa Panyocokan misalnya seperti
ambulan desa, selama ini masih mengandalkan dari sarana transportasi
pribadi milik warga yang mempunyai kendaraan motor/mobil dan kadang
memakai ambulan puskesmas.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
18
BAB IV
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
A.
Angka Kematian.
1. Kematian Bayi dan Balita
Angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah
jumlah kematian bayi dibawah usia satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran
hidup. Angka kematian bayi menurut indikator yang sangat sensitif terhadap
ketersediaan, kualitas dan pemanfaatan pelayanan kesehatan terutama yang
berhubugan dengan perinatal disamping itu angka kematian bayi dipengaruhi
pula oleh pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu dan
gizi keluarga.Sehingga angka kematian bayi juga dapat dipakai sebagai tolak
ukur pembangunan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
Salah satu upaya stategis dalam rangka percepatan penurunan jumlah kematian
ibu dan anak adalah pemantapan manajemen kesehatan ibu dan anak,
pengembangan teknis pelayanan serta peningkatan KIE yang baik. Dalam
upaya pemantapan manajemen perlu dilakukan evaluasi pelayanan program
sebagai bahan untuk mawas diri dan perbaikan pelaksanaan program di masa
mendatang. Manajemen program dapat berjalan dengan optimal jika ditunjang
oleh data pendukung yang memadai dan sistem evaluasi yang baik dari data
rutin yang dilaporkan oleh kader setiap posyandu.
Tabel 4.1
Jumlah Kematian Bayi dan Balita
Desa panyocokanTahun 2012 - 2016
JUMLAH
TAHUN LAHIR
HIDUP
LAHIR
JML
LAHIR
HIDUP+
BAYI
MATI
LAHIR
MATI
JML
BALITA
JML
BALITA
MATI
MATI
2012
237
0
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
19
0
0
1303
0
2013
271
0
0
0
1047
0
2014
253
2
0
2
1790
0
2015
253
1
1
2
1496
0
2016
262
1
4
5
1251
2
Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016
Berdasarkan tabel tersebut diatas terlihat bahwa Angka Kematian Bayi
(AKB) meningkat.AKB di desa Panyocokantahun 2016 adalah 5 bayi.Dari
jumlah tersebut, penyebab kematian bayi ini karena kelahiran prematuratau
BBLR (Berat Badan Bayi Rendah), aspiksia dan IUFD. Dalam aktualisasi
kesadaran masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan dapat
ditingkatkan melalui :
1.
Peningkatan ekonomi dalam meningkatkan taraf hidup.
2.
Pemeriksaan berkala pada saat kehamilan dengan ANC terpadu.
3.
Meningkatkan teknologi kesehatan dan ketrampilan petugas
4.
Meningkatkan kesadaran perbaikan sanitasi dan hygiene.
5.
Peningkatan persediaan makananan perbaikan gizi.
6.
Meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga.
kesehatan.
Hal-haltersebutdiatas dapat dilakukan untuk membantu dalam penurunan
AKB.KarenaAKB sangat berpengaruh pada kenaikan angka harapan hidup
disuatu wilayah.Angka kematian bayi sangat peka terhadap perubahan
derajatkesehatan dankesejahteraan masyarakat, sehingga perbaikan derajat
kesehatan tercermin pada penurunan dan kenaikan AKB. Di desa Panyocokan
sendiri masih adanya masyarakat yang memakai jasa paraji dalam perawatan
bayi dan pertolongan persalinan serta
pengetahuan
masyarakat tentang
kehamilan, perawatan bayi baru lahir dan tanda bahayanya masih kurang.
Hal yang paling sering terjadi di masyarakat dalam hal kegawat daruratan
meliputi terlambatnya keluarga mengambil keputusan, terlambat meminta
bantuan/ melakukan rujukan, terlambat mendapatkan pertolongan.
2. Kematian Ibu Maternal
Angka kematian Ibu (AKI) di desa panyocokan tahun 2012 - 2016 adalah 1
orang.Penyebab kematian tersebut tidak langsung akibat dari kehamilan tetapi
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
20
karena adanya komplikasi penyakit lain yang pernah diderita sebelumnya
sebelum kehamilan.
Selain itu penapisan kemungkinan komplikasi gawat darurat ibu hamil harus
menjadi pertimbangan pada saat ANC. Penapisan tersebut meliputi :
1. Riwayat seksio Caesar.
2. Perdarahan pervaginam.
3. Persalinan kurang bulan (< 37 mg).
4. Ketuban pecah dengan meconial kental.
5. Ketuban pecah lama ( > 24 jam ).
6. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan ( < 37 mg ).
7. Anemia.
8. Ikterus.
9. Tanda gejala infeksi.
10. Preeklamsia/ hipertensi dalam kehamilan.
11. TFU 40 cm atau lebih.
12. Gawat janin.
13. Primi dalam fase aktif kepala janin masih 5/5.
14. Presentasi bukan belakang kepala.
15. Presentasi majemuk.
16. Kehamilan gemeli.
17. Tali pusat menumbung.
18. Syok.
19. Riwayat penyakit kronis.
20. Tanda gejala partus lama.
Tabel 4.2
Jumlah Kematian Ibu Maternal
Desa panyocokan tahun 2012– 2016
JUMLAH
TAHUN
LAHIR
HIDUP
2012
JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL
KEMATIAN
IBU HAMIL
237 0
KEMATIAN
IBU
BERSALIN
0
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
21
KEMATIAN JUMLAH
IBU NIFAS
0
0
2013
271 0
0
0
0
2014
253 0
0
0
0
2015
253 1
0
0
1
2016
264 0
0
0
0
Sumber :Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016
B.
Angka Kesakitan
1.
Penderita TB Paru +
Jumlah penderita TBC paru yang dating dari desa Panyocokan ke
Puskesmas Ciwidey dari tahun 2012-2016 meningkat, tetapi kalau dilihat
angka kesembuhannya sekitar 80% setiap tahun. Angka kesakitan TB paru +
didesa Panyocokan diakibatkan dari faktor masyarakat Panyocokan yang
masih kurang pola hidup bersih dan sehatnya.
Tabel 4.3
Penemuan Penderita TB Paru BTA + dan Angka Kesembuhan TB Paru BTA +
Desa Panyocokan Tahun 2012 - 2016
TAHUN
2.
PENDERITA TB
KESEMBUHAN TB
PARU BTA +
PARU BTA +
2012
10 3
2013
12 8
2014
15 9
2015
10 5
2016
11 6
Diare
Penyakit diare hingga saat ini masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat di desa Panyocokan. Dari tahun 2012 s.d 2016 selalu naik ratarata 20% setiap tahunnya. Kasus diare di desa Panyocokan diakibatkan karena
personal hygiene masyarakatnya yang kurang baik, penggunaan air bersih
yang kurang layak konsumsi, fasilitas jamban sehat kurang dan pengelolaan
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
22
limbah tidak memadai.Tetapi kasus yang ditangani di puskesmas sudah
mencapai 100% setiap tahun.
Tabel 4.5
Penderita Diare Yang Ditemukan dan Ditangani
Desa Panyocokan Tahun 2016
Bulan
Polindes
PKM
Tanpa
Dehidrasi
Dehidrasi
Ringan
Januari
2
38
39
1
Februari
2
30
31
1
Maret
3
39
40
1
April
5
19
22
1
Mei
3
26
29
Juni
4
38
41
1
Juli
2
33
35
Agustus
3
48
50
1
September
4
33
37
Oktober
1
51
51
1
November
1
50
51
Desember
2
28
29
1
Ʃ
32
433
455
8
Sumber: Lap Petugas Diare Puskesmas Ciwidey Th 2016
Grafik4.1
Penderita Diare Golongan Umur
Desa Panyocokan Tahun 2016
30
20
10
0
< 1 Th
1 - 4Th
> 5 Th
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
23
Dehidrasi
Berat
1
1
2
Sumber: Lap Petugas Diare Puskesmas Ciwidey Th 2016
Berdasarkan grafik diatas penemuan balita dengan diare di desa Panyocokan
pada tahun 2016 sebanyak 379 kasus, kasus terbanyak pada balita usia 1
sampai 4 tahun sebanyak 158 kasus. Rujukan kasus diare pada balita ke
rumah sakit sebanyak 3 kasus.
.
3.
Infeksi Menular Seksual
Penyakitinfeksimenular seksual ini bersifat endemis dan kemungkinan besar
berhubungan
besar
dengan
tatalaksana
makanankondisisanitasilingkungandanhygiene
pengolahan
perseorangan.Insidensi
penyakit masih tinggi, sehingga masih perlu adanya pengkajian dan intervensi
program pencegahan dan pengamatan penyakit.
Kasus infeksi menular seksual di desa Panyocokan pada pada tahun 2016
tidak ada kasus yang signifikan.Kasus IMS warga desa Panyocokan yang
berobat di Polindes Panyocokan maupun Puskesmas Ciwidey hanya masih
sebatas penanganan gejala saja.
Tabel 4.6
Penemuan Kasus IMS Desa Panyocokan
Tahun 2016
4.
Bulan
Polindes
PKM
Ditangani
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Ʃ
2
2
2
1
4
1
4
2
0
0
1
2
21
3
2
1
2
2
2
1
0
1
3
1
2
20
5
4
3
2
6
3
3
2
1
2
2
4
37
Demam Berdarah (DBD)
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
24
Durujuk
1
1
2
Penderita demam berdarah di wilayah desa Panyocokan tidak ditemukan
karena bukan daerah endemis.
5.
Pneumonia
Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) khususnya pneumonia
masih merupakan penyakit utama, penyebab kesakitan dan kematian bayi dan
balita. Pneumonia bisa disebabkan karena malnutrisi, kondisi lingkungan juga
polusi didalam rumah seperti asap, debu dan sebagainya. Penyakit pneumonia
adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli).
Terjadinya pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan terjadinya
proses infeksi akut pada bronkus yang disebut bronkopneumonia/pneumonia.
Penyakit pneumonia ditandai dengan batuk pilek yang disertai nafas cepat
atau sesak nafas yang sering diderita oleh balita dari usia 0-5 tahun.
Tabel 4.7
Penemuan Penderita Balita Dengan Pneumonia
Desa Panyocokan Tahun 2016
Bulan
Pnemonia
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Ʃ
2
6
2
3
0
3
2
3
1
3
2
3
30
Pnemonia
Bukan
Ispa > 5 Th
Berat
Pnemonia
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
40
34
35
42
32
28
32
29
35
34
28
41
410
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
25
46
42
17
43
35
27
28
29
17
33
20
26
363
Berdasarkan tabel diatas penderita pneumonia pada balita tahun 2016
sebanyak 30 orang. Yang ditangani di polindes tidak ada, namun jika
ditemukan penderita pnemonia dilapangan ataupun polindes akan dirujuk ke
puskesmas. Penanganan kasus pnemonia ini setiap tahun sekitar 100%.
C.
Status Gizi
Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi masalah gizi antara lain
Program Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK). Program perbaikan gizi
bertujuan meningkatkan mutu konsumsi pangan sehingga berdampak pada
keadaan atau status gizi masyarakat.
Masalah utama gizi masih diwarnai dengan masalah kurang energi
protein (KEP), kurang vitamin A (KVA), gangguan akibat kurang yodium
(GAKY) dan anemia gizi besi (AGB), utamanya pada kelompok penduduk
tertentu seperti anak-anak dan wanita.
Tabel 4.8
Status Gizi Balita
Desa PanyocokanTahun 2012 s.d 2016
Tahun
Gizi
Baik
Lebih
Kurang
Buruk
2012
1.269
20
11
0
2013
1.261
19
10
0
2014
1.270
20
9
0
2015
1.265
22
11
0
2016
1.220
20
7
4
Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016
Penemuan gizi buruk tidak ditemukan di desa Panyocokan berdasarkan
Penilaian status gizi balita dihitung berdasarkan BB/U terdapat 4 balita
dengan status gizi buruk dan 7 balita gizi kurang, berdasarkan TB/U
ditemukan 3 balita stuting.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
26
1.
Status Gizi Balita
Grafik 4.2
Grafik SKDN Balita
Desa Panyocokan Tahun 2016
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
JAN
D/S
N/S
FEB MAR APR
MEI
JUN
JUL
AGS SEPT OKT NOV DES
73.32
86.16
87.98
96.06
71.98
71.94
66.27
91.61
89.93
89.45
90.81
87.93
61.79
74.48
74.04
83.05
56.96
48.36
46.92
80.98
77.62
75.06
74.26
70.18
2.
Penemuan Gizi Buruk pada balita tahun 2016
Tabel 4.9
Penemuan Gizi Buruk pada Balita
Desa Panyocokan Tahun 2016
Dusun I
Bulan
Kurus
Dusun II
Sangat
Kurus
Kurus
Dusun III
Sangat
Kurus
Kurus
Sangat
Kurus
Januari
1
-
1
-
1
-
Februari
1
-
2
-
2
-
Maret
1
-
1
-
1
-
April
1
-
1
-
1
-
Mei
1
-
1
-
1
-
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
27
Juni
1
-
1
-
1
-
Juli
1
-
1
-
1
-
Agustus
1
-
1
-
1
-
September
1
-
1
1
1
-
Oktober
1
1
1
-
1
-
November
1
-
1
-
1
1
Desember
1
-
1
1
1
-
Jumlah
12
1
13
2
13
1
Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016
Dari data di atas, penemuan gizi buruk pada balita di wilayah kerja desa
Panyocokan tahun 2016 yaitu sebanyak 51 balita masuk dalam kategori
kurus dan 44 balita masuk dalam kategori sangat kurus sebanyak 7 balita.
Jumlah balita kurus paling banyak berada di Dusun II dan III yaitu
masing masing 15 orang, sedangkan jumlah balita sangat kurus paling
banyak berada di Dusun III yaitu 3 balita.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
28
BAB V
PENCAPAIAN HASIL KEGIATAN
A.
Upaya Kesehatan Wajib
1.
Program Kesehatan Ibu dan Anak
Program Kesehatan Ibu dan Anak yang telah dilaksanakan selama ini,
bertujuan meningkatkan status derajad kesehatan ibu dan anak serta
menurunkan AKI dan AKB (Dep Kes RI, 2003), untuk itu diperlukan
pengelolaan program kesehatan ibu dan anak yang bertujuan untuk
memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan kesehatan
ibu dan anak secara efektif dan efisien (Dep Kes RI, 2003).
Cakupan Indikator Program Kesehatan Ibu dan anak (PWS KIA) merupakan
alat untuk mengevaluasi keadaan status kesehatan ibu dan anak dengan cara
membandingkan dengan standar minimal bidang kesehatan ibu dan anak (Kep
Menkes RI No. 1457/menkes/SK/X/2003).
1) Cakupan Pemeriksaan Ibu Hamil
Masa kehamilan merupakan masa yang rawan kesehatan, baik kesehatan
ibu mengandung maupun janin yang dikandungnya sehingga dalam masa
kehamialn perlu dilakukan pemeriksaan secara teratur. Hal ini dilakukan
guna menghindari gangguan sedini mungkin dari segala sesuatu yang
membahayakan terhadap kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan pada ibu hamil oleh
tenaga kesehatan profesional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan,
dokter umum, bidan dan perawat) selama masa kehamilannya,dalam
pelayanan antenatal terpadu, tenaga kesehatan harus dapat memastikan
bahwa kehamilan berlangsung normal dan mampu mendeteksi dini
masalah serta penyakit yang dialami oleh ibu hamil. Sehingga dapat
segera mengintervensi masalah secara adekuat dan ibu hamil siap
menjalani persalinannya. Dalam melaksanakan pemeriksaan antenatal
harus sesuai standar pelayanan kebidanan yang terdiri dari :
 Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
 Mengukur tekanan darah
 Menilai status gizi dengan mengukur lila
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
29
 Mengukur tinggi fundus uteri
 Menentukan presentasi janin dan DJJ
 Skrining imunisasi TT
 Memberikan tablet tambah darah
 Pemeriksaan laboratorium
 Penatalaksanaan kasus
 Konseling
Pelayanan antenatal menitik berat pada kegiatan preventif dan promotif.
Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan KI dan
K4 .
Cakupan KI atau juga disebut akses pelayanan ibu hamil yang telah
melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk
mendapatkan pelayanan antenatal sedangkan cakupan K4 ibu hamil
adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang keempat, untuk
mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar pada timester III,
dimana usia kehamilan > 24 minggu. Kunjungan antenatal sebaiknya
dilakukan paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan dengan distribusi
kontak sebagai berikut:
 Minimal 1 kali pada trimester pertama (K1), usia kehamilan 1 sampai
12 minggu.
 Minimal 1 kali pada trimester kedua, usia kehamilan 13 sampai 24
minggu.
 Minimal 2 kali pada trimester ketiga, usia kehamilan > 24 minggu.
Angka ini dapat dimanfaatkan untuk dapat melihat kualitas pelayanan
kesehatan kepada ibu hamil.
Tabel 5.1
Cakupan Pemeriksaan Ibu Hamil
Desa Panyocokan Tahun 2016
NO
1
Bulan
Januari
Ibu Hamil
Jumlah
K1
%
K4
%
26
25
8.04
24
7.72
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
30
2
Febuari
26
26
8.36
23
7.40
3
Maret
26
24
7.72
25
8.04
4
April
26
26
8.36
24
7.72
5
Mei
26
25
8.04
23
7.40
6
Juni
26
24
7.72
25
8.04
7
Juli
25
26
8.36
23
7.40
8
Agustus
26
25
8.04
21
6.75
9
September
26
26
8.36
26
8.36
10
Oktober
26
27
8.68
25
8.04
11
November
26
23
7.40
24
7.72
12
Desember
26
25
8.04
24
7.72
Jumlah
311
302
97.11
287
92.28
Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016
Pada Tahun 2016hasil cakupan K1 dari target 97,00 % adalah 97,11 %
dan hasil cakupan K4 dari target 92 % adalah 92,28 %.
Tabel 5.2
Cakupan Pemeriksaan Ibu Hamil (K1,K4)
Desa Panyocokan per RWTahun 2016
Ibu Hamil
NO
RW
Jumlah Ibu
Hamil
K1
%
K4
%
1
Nangkerok
15
16
106.67
14
93.33
2
Panyocokan
14
11
78.57
6
42.86
3
Pasir Awi
12
12
100
8
66.67
4
Ciseupan I
16
25
156.25
23
143.75
5
Jaringao
13
13
100
18
138.46
6
Ciloa I
17
12
70.59
11
64.71
7
Gombong
12
10
83.33
11
91.67
8
Rahayu
11
11
100
11
100
9
Cibugel
12
9
75
10
83.33
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
31
10
Awisurat
16
12
75
10
62.50
11
Ciloa II
15
15
100
11
73.33
12
Sukajadi
14
15
107.14
14
100
13
Mekarlaksana
15
23
153.33
23
153.33
14
Mekarjaya
14
14
100
13
92.86
15
Ciloa III
15
14
93.33
13
86.67
16
Kadameteng
12
7
58.33
7
58.33
17
Pasirmala
14
14
100
13
92.86
18
Ciseupan II
13
23
176.92
22
169.23
19
Pasir Suling
14
13
92.86
11
78.57
20
Mekar Saluyu
12
4
33.33
4
33.33
21
Tonjong
11
9
81.82
9
81.82
22
Lembur kolot
12
9
75
12
100
23
Babakan Saluyu
12
11
91.76
13
108.33
311
302
97.11
287
92.28
Jumlah
Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016
Dari data di atas, cakupan pemeriksaan ibu hamil di wilayah kerja Desa
Panyocokan tahun 2016 , dari sasaran 311orang ibu hamil terdapat 302
orang ibu hamil yang melakukan K1 dan ibu hamil yang melakukan K4
ada 287 orang.
2) Cakupan Persalinan
Tabel 5.3
Cakupan Persalinan
Desa Panyocokan Tahun 2016
Ibu Bersalin
No
RW
Jumlah
Ditolong
Nakes
Dukun
%
Lain-lain
1
Nangkerok
15
18
120
2
Panyocokan
14
11
78.57
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
32
dan
%
3
Pasir Awi
12
7
58.33
4
Ciseupan I
16
24
150
5
Jaringao
13
14
107.69
6
Ciloa I
17
8
47.66
7
Gombong
12
12
100
8
Rahayu
11
9
81.81
9
Cibugel
12
9
75
10
Awisurat
15
11
73.33
11
Ciloa II
14
10
71.43
12
Sukajadi
13
12
92.31
13
Mekarlaksana
15
17
113.33
14
Mekarjaya
13
13
100
15
Ciloa III
14
14
100
16
Kadameteng
12
5
41.67
17
Pasirmala
12
12
100
18
Ciseupan II
13
19
146.15
19
Pasir Suling
12
7
58.33
20
Mekar Saluyu
11
3
27.27
21
Tonjong
11
7
63.64
22
Lembur kolot
10
9
100
23
Babakan Saluyu
12
10
83.33
299
261
87.29
Jumlah
1
6.25
1
6.67
2
12.95
Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016
Dari data di atas, cakupan persalinan di wilayah kerja desa Panyocokan
tahun 2016, dari jumlah sasaran ibu bersalin sebanyak 299 orang,
terdapat 261ibu yang bersalin ditolong tenaga kesehatandan ada 2 ibu
bersalin yang ditolong oleh dukun dan lain-lainnya.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
33
Tabel 5.4
Cakupan Persalinan dan Nifas
Desa PanyocokanTahun 2016
Ibu Bersalin
No
Bulan
Sasaran
Ditolong
%
Nakes
1
Januari
25
23
7.69
2
Febuari
25
20
6.69
3
Maret
25
20
4
April
25
5
Mei
6
Dukun dan
Lain-lain
%
KF
Lengkap
%
23
7.69
21
7.02
6.69
20
6.69
24
8.36
25
8.36
25
20
6.69
20
6.69
Juni
25
22
7.36
22
7.36
7
Juli
25
21
7.02
21
7.02
8
Agustus
24
22
7.36
22
7.36
9
September
25
21
7.02
22
7.36
10
Oktober
25
22
7.36
22
7.36
11
November
25
21
7.02
21
7.02
12
Desember
25
25
8.03
24
8.03
299
261
87.29
263
87.96
Jumlah
1
1
2
4.0
4.0
8.0
Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016
Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan 87,29 % ( target 87%) dan KF
lengkap 87,96 % (target 85%) di wilayah kerja desa Panyocokanmemenuhi
target namun masih ada kendala karena :

Kurang terlaksananya kemitraan antara bidan dan dukun paraji.

Kebiasaan menggunakan jasa dukun paraji yang turun temurun di
masyarakat

Sulitnya transportasi antara bidan desa dan penduduk di wilayah
kerjanya.

Warga masih merasa tidak mampu secara finansial untuk memakai jasa
bidan untuk pertolongan persalinan, meskipun sekarang sudah ada
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
34
jamkesmas/BPJS tetapi masyarakat belum sadar akan pentingnya
persalinan oleh tenaga kesehatan.
3) Cakupan KN1 dan KN Lengkap
Adalah cakupan pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh
tenaga kesehatan yang kompeten kepada neonates selama periode 0-28
hari setelah lahir, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui kunjungan
rumah dengan KN1 adalah kontak pada usia 0-7 hari, dan K N2 adalah
kontak pada usia 8-28 hari.
Tabel 5.5
Cakupan KN1 dan KN lengkap
Desa PanyocokanTahun 2016
Ibu Bersalin
No
Bulan
Sasaran
KN 1
%
KN
Lengkap
%
Penanganan
komplikasi
%
1
Januari
23
23
8.10
23
8.10
3
7.04
2
Febuari
23
20
7.04
20
7.04
3
7.04
3
Maret
24
20
7.04
20
7.04
4
9.39
4
April
24
25
8.80
24
8.45
4
9.39
5
Mei
24
20
7.04
19
6.69
3
7.04
6
Juni
24
22
7.75
22
7.75
4
9.39
7
Juli
23
20
7.04
20
7.04
3
7.04
8
Agustus
23
22
7.75
22
7.75
3
7.04
9
September
24
23
8.10
23
8.10
3
7.04
10
Oktober
24
23
8.10
23
8.10
3
7.04
11
November
24
21
7.39
21
7.39
3
7.04
12
Desember
24
24
8.45
24
8.45
4
9.39
284
263
92.61
261
91.90
40
93.90
Jumlah
Sumber: Lap Petugas KIA Puskesmas Ciwidey Th 2016
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
35
Dari tabel diatas dapat dilihat hasil pencapaian KN1 target 284 (85,0%)
hasil 263 (92,61%), KN lengkap target 284 (98%) hasil 261 (91,90%).
Penanganan komplikasi target 43 (93%) hasil 40 (93,90%). Kunjungan
neonatus lengkap tidak tercapai karena ada kematian neonatus sebanyak
5 bayi.
4) Kunjungan Bayi dan Balita
Bayi yang dikunjungi berusia 1 tahun dan telah mendapatkan imunisasi
campak selama tahun 2016 sebanyak 257 bayi (90,49%) dari sasaran 757
bayi didesa Panyocokan. Kunjungan bayi sudah mencapai dari target
90%. Untuk hasil kunjungan balita dengan jumlah sasaran 1545 balita,
tahun 2016 tercapai 1489 balita (96,38%) dari target 96%.
5) Cakupan Deteksi Ibu Hamil Resiko Tinggi dan Penanganan komplikasi
kebidanan.
Adalah pelayanan ibu penangan komplikasi kebidanan yang mendapat
penanganan definitive sesuai standar oleh tenaga kompeten pada tingkat
pelayanan dasar dan rujukan.
Deteksi resikotinggi oleh nakes sebanyak 56 orang bumil, sedangkan
deteksi resiko non nakes sebanyak
56 orang bumil. Penanganan
komplikasi kebidanan dari kehamilan, persalinan dan nifas yang ditangani
dari target 93,0% tercapai 93,25%. Jumlah ibu hamil beresiko yang
dirujuk sebanyak 23 bumil.
6) Upaya Kesehatan Keluarga Berencana
Adalah cakupan pelayanan KB berkualitas sesuai dengan standar dengan
menghormati hak individu sehingga diharapkan mampu meningkatkan
derajad kesehatan dan menurunkan tingkat fertilitas (kesuburan), dengan
perbandingan antara jumlah peserta KB aktif di bandingkan dengan
jumlah peserta usia subur (PUS).
Data 2016 jumlah PUS 2886 orang.Peserta KB baru dalam satu tahun
229 orang, peserta KB aktif 2474 orang. Dari peserta KB yang ada yang
terjadi kegagalan 1 orang, yang terjadi komplikasi 2 orang dan yang drop
out 8 orang.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
36
Tabel 5.6
Rekapitulasi Keluarga Berencana
Desa Panyocokan Tahun 2016
Alat
Kontrasepsi
Baru
Lama
Pil
322
Suntik
4
1210
IUD
614
Implant
5
166
MOW
1
108
MOP
18
Kondom
6
Jumlah
10
2444
Sumber: Lap Petugas KB Puskesmas Ciwidey Th 2016
2.
Program Pencegahan Penyakit
1) Cakupan Desa yang mencapai “Universal Child Immunization” (UCI)
Pencapaian universal
child immunization (UCI) pada dasarnya
merupakan proksi terhadap cakupan atas imunisasi secara lengkap pada
kelompok bayi.Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu
wilayah tertentu, berarti dalam wilayah tersebut tergambarkan besarnya
tingkat kekebalan masyarakat atau bayi terhadap penularan penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Persentase cakupan imunisasi lengkap Desa/Kelurahan UCI di wilayah
kerja Desa Panyocokan pada tahun 2016 adalah sudah lebih dari 80%.
2) Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap
Kegiatan Imunisasi rutin meliputi pemberian imunisasi untuk bayi umur
0-1 tahun (BCG, DPT, Polio, Campak,HB) imunisasi untuk wanita usia
subur (WUS) / ibu hamil (TT) dan imunisasi untuk anak SD (kelas 1 :
DT, dan kelas 2 dan 3 : TT), sedangkan kegiatan imunisasi tambahan
dilakukan atas dasar ditemukannya masalah seperti Potensial/Risti KLB,
ditemukannya/diduga adanya virus polio liar atau kegiatan lainnya
berdasarkan kebijakan teknis. Sasaran imunisasi balita desa panyocokan
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
37
tahun 2016 sebanyak 306 balita meliputi balita perempuan 149 dan balita
laki-laki 157.
Tabel 5.7
Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap
Desa PanyocokanTahun 2016
IMUNISASI
DPT-HBDPT-HBBULAN
BCG
POLIO 4 CAMPAK
HB PID
HiB 1
HiB 3
JML % JML % JML % JML % JML % JML %
23
7.5
24
7.8
21
6.9
23
7.5
23
7.5
23
7.5
Januari
23
7.5
23
7.5
21
6.9
18
5.9
18
5.9
20
6.5
Febuari
23
7.5
23
7.5
26
8.5
26
8.5
26
8.5
23
7.5
Maret
21
6.9
33 10.8 24
7.8
24
7.8
22
7.2
25
8.2
April
35 11.4 28
9.2
25
8.2
26
8.5
26
8.5 20.7 6,86
Mei
16 10.2 28
9.2
23
7.5
23
7.5
21
6.9
22
7.2
Juni
21
6.9
21
6.9
28
9.2
26
8.5
31 10.1 20
6.5
Juli
22
7.2
29
9.5
32 10.5 34 11.1 33 10.8 22
7.2
Agustus
21
6.9
21
6.9
24
7.8
24
7.8
24
7.8
24
7.8
September
20
6.5
23
7.5
21
6.9
21
6.9
19
6.2
23
7.5
Oktober
22
7.2
20
6.5
22
7.2
22
7.2
23
7.5
21
6.9
November
27
8.8
31 10.1 24
7.8
18
5.9
23
7.5
24
7.8
Desember
274
94.5
304
99.4
291
95.2
285
93.1
289
94.4
268
80.6
JUMLAH
Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016
Tabel 5.8
Cakupan Imunisasi Booster
Desa Panyocokan Tahun 2016
BULAN
Januari
Febuari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
SASARAN BAYI
L
149
149
149
149
149
149
149
149
149
149
P
157
157
157
157
157
157
157
157
157
157
JML
306
306
306
306
306
306
306
306
306
306
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
38
IMUNISASI BOSTER
DPT -HB CAMPAK
HIB
JML
%
JML
%
18
4.5
16
4
16
4
15
3.7
16
4
15
3.7
18
4.5
17
4.2
20
5
19
4.7
24
6
21
5.2
36
9
34
8.5
44
10.9
44
10.9
17
4.2
15
3.7
19
4.7
18
4.5
149 157
306
21
5.2
21
November
149
157
306
19
4.7
16
Desember
268 66.7 251
JUMLAH
Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016
5.2
4
62.3
Pada tahun 2016 ini dilaksanakan PIN Polio serentak di seluruh
Indonesia di desa panyocokan jumlah sasaran polionya 1130 balita.
Tabel 5.9
Cakupan PIN POLIO 2016 Desa Panyocokan
Usia
Sasaran
Hasil
Belum
Cakupan
proyeksi pendataan
imunisasi
288
199
226
2
0-11 bln
1347
931
966
3
11-59 bln
1635
1130
1192
5
Jumlah
105.49
0.44
% Rill
72.91
0.3
% proyeksi
Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016
Tabel 5.10
Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil
Desa Panyocokan Tahun 2016
IMUNISASI
BULAN
TT 1
TT 2
JML
%
JML
%
311
23
7.4
9
2.9
Januari
311
23
7.4
20
6.4
Febuari
311
24
7.7
29
9.3
Maret
311
11
3.5
10
3.2
April
311
24
7.7
23
Mei
311
27
8.7
26
8.4
Juni
311
41
13.2
52
16.7
Juli
311
37
11.9
33
10.6
Agustus
311
24
7.7
21
6.8
September
311
26
8.4
22
7.1
Oktober
311
24
7.7
22
7.1
November
311
14
4.5
27
8.7
Desember
298
95.8 294 87.2
JUMLAH
Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016
Sasaran
Bumil
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
39
3) Cakupan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Tabel 5.11
Cakupan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Desa PanyocokanTahun 2016
Jml
Antigen
kelas
Nama SD
2 s/d
1
2
3
4
Dt
Td Campak
4
22 25 24 37
86
21
85
22
Awisurat
31 39 37 39
115
31
115
31
Margaluyu
53 62 52 53
167
52
166
52
Panyocokan
33 13 12 26
51
33
51
33
Rahayu
178
51
177
52
Panyocokan 1 52 53 76 49
125
43
124
44
Panyocokan 1 44 39 45 41
Jumlah
235 231 246 245 722
231 718
234
Sumber : Laporan Petugas Jurim Puskesmas Ciwidey Th 2016
Kelas
Berdasarkan tabel diatas cakupan bulan imunisasi sekolah sudah mencapai
target.Imunisasi DT jumlahnya 231 siswa, imunisasi Td 718 siswa dan
imunisasi Campak 234siswa.
3.
Program Gizi
Upaya perbaikan gizi masyarakat pada hakikatnya dimaksudkan untuk
menangani permasalahan gizi yang dihadapi oleh masyarakat.Berdasarkan
pemantauan yang telah dilakukan ditemukan beberapa permasalahan gizi
yang sering dijumpai pada kelompok bermasyarakat adalah kekurangan
vitamin A dan anemia gizi.
1) Cakupan balita mendapat Vitamin A 2 kali
Tujuan utama program penanggulangan KVA (kurang vitamin A) adalah
untuk menurunkan prevalensi xeropthalmia sampai 0.1%.Upaya untuk
mencapai tujuan tersebut adalah pemberian vitamin A, sebanyak 2 kali
pada bulan Februari dan Agustus. Pada tahun 2016 cakupan vitamin A
pada balita 1 sampai 59 bulan pada bulan Februari 2016 1.028balita dan
pada bulan Agustus 20161.158balita. Yang mendapat kapsul vitamin A
di bulan Februari usia 6-11 bln 125 balita usia 1-4 tahun sebanyak 903
balita. Di bulan Agustus yang mendapat vitamin A usia 6-11 bln 128
balita, usia 1-4 tahun sebanyak 948 balita.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
40
Tabel 5.12
Cakupan Pemberian Vitamin A
Desa PanyocokanTahun 2016
Sasaran
No.
RW
Februari 2016
6-11 bl
12-59 bl
Agustus 2016
6-11 bl
12-59 bl
6-11 bln
12-59 bl
(%)
(%)
(%)
(%)
1
Nangkerok
5
65
5.37
6.43
4.70
6.12
2
Panyocokan
4
50
3.36
5.82
2.68
5.61
3
Pasir Awi
3
28
2.68
3.16
2.01
2.76
4
Ciseupan I
1
63
4.03
6.63
3.36
6.33
5
Jaringao
9
55
6.04
4.29
5.37
3.88
6
Ciloa I
7
43
4.03
5.51
3.36
5.20
7
Gombong
1
24
3.36
2.76
2.68
2.35
8
Rahayu
5
27
3.36
3.16
2.01
2.65
9
Cibugel
2
26
3.36
3.67
1.34
3.06
10
Awisurat
7
40
6.04
4.08
2.68
3.27
11
Ciloa II
8
40
6.04
5.51
5.37
5.31
12
Sukajadi
6
34
4.03
3.88
2.68
3.37
13
Mekarlaksana
7
54
5.37
6.43
4.70
6.02
14
Mekarjaya
3
49
4.03
4.08
2.68
3.57
15
Ciloa III
9
58
5.37
5.31
4.70
5.10
16
Kadameteng
4
32
4.03
3.57
2.68
2.86
17
Pasirmala
5
42
6.04
3.57
4.70
3.06
18
Ciseupan II
9
66
6.04
6.43
4.70
6.43
19
Pasir Suling
5
34
3.36
3.16
2.01
2.65
20
Mekar Saluyu
2
28
2.68
2.76
1.34
2.35
21
Tonjong
2
26
3.36
3.27
2.01
2.76
22
Lembur kolot
2
30
4.03
3.78
3.36
3.37
23
BBK Saluyu
4
41
4.03
2.76
3.36
2.35
110
995
100
100
88.28
93.58
Jumlah
Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
41
Pemberian Vitamin A juga diberikan kepada ibu nifas sebanyak 265 ibu
nifas ( 88,63%).
2) Cakupan ibu hamil mendapatkan tablet Fe
Untuk mencegah anemia gizi besi, dilakukan pendistribusian tablet besi
kepada sasaran resti yaitu ibu hamil. Cakupan distribusi tablet besi pada
tahun 2016 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 5.13
Cakupan Ibu Hamil Mendapatkan Talet Fe
Desa PanyocokanTahun 2016
Pemberian Tablet Fe
Jumlah Ibu
Jumlah Bumil
Hamil
Menerima Fe
%
Fe 1
311
302
97.11
Fe 3
311
287
92.28
FE nifas
299
265
88.63
Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016
Dilihat dari tabel diatas cakupan Fe 1 dan Fe 3 pada tahun 2016 sudah
mendekati target yaitu Fe 1 sebanyak 302 orang (97,11%) dan Fe 3
sebanyak 287 orang (92,28%).
3) Cakupan Status Ibu Hamil KEK
Desa Panyocokan merupakan wilayah dengan ibu hamil beresiko cukup
tinggi. Dari jumlah ibu hamil K1 yang terdeteksi beresiko tinggi meliputi
usia yang terlalu muda di bawah 20 tahun rata – rata mempunyai lila
kurang dari 23,5 cm atau KEK (Kurang Energi Kalori). Jumlah ibu hamil
KEK di Desa Panyocokan tahun 2016 sebanyak 31 orang yang sudah
mendapatkan bantuan PMT 9 orang.
Ibu hamil KEK berpotensi terjadi kelahiran kurang bulan dan bayi BBLR.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
42
4) Cakupan Status Gizi Balita
Tabel 5.14
Cakupan Status Gizi Balita
Desa Panyocokan Tahun 2016
Balita
Jumlah
No
Desa/
Balita
Kelurahan
Yang
Ada
Ditimbang
BB Naik
Jml
%
Jml
%
BGM
Jml
%
1
Nangkerok
69
63
91.304
49
71.014
2
Panyocokan
62
39
62.903
25
40.323
3
Pasir Awi
36
29
80.556
14
38.889
0
4
Ciseupan I
75
56
74.667
34
45.333
0
5
Jaringao
55
34
61.818
16
29.091
0
6
Ciloa I
47
41
87.234
34
72.34
0
7
Gombong
30
21
70
12
40
0
8
Rahayu
33
33
100
24
72.727
0
9
Cibugel
33
33
100
29
87.879
0
10
Awisurat
47
42
89.362
21
44.681
0
11
Ciloa II
29
22
75.862
12
41.379
0
12
Sukajadi
38
31
81.579
10
26.316
13
Mekarlaksana
57
52
91.228
34
59.649
0
14
Mekarjaya
55
33
60
24
43.636
0
15
Ciloa III
46
24
52.174
17
36.957
0
16
Kadameteng
34
26
76.471
18
52.941
17
Pasirmala
48
37
77.083
30
62.5
0
18
Ciseupan II
67
50
74.627
39
58.209
0
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
43
0
1
1
1
1.6129
1.6129
1.6129
19
Pasir Suling
41
28
68.293
17
41.463
0
20
Mekar Saluyu
33
29
87.879
24
72.727
0
21
Tonjong
33
43
130.3
13
39.394
0
22
Lembur kolot
36
22
61.111
11
30.556
0
41
31
75.61
18
43.902
0
1045
819
1830.1
525
1151.9
23
Babakan
Saluyu
Jumlah
3
4.83
Sumber: Lap Petugas Gizi Puskesmas Ciwidey Th 2016
5) Cakupan Desa/Kelurahan dengan Garam Beryodium Baik
Tujuan
utama
program
penanggulangan
GAKY
adalah
untuk
menurunkan angka gondok total (Total Goitre Rate/ TGR). Di wilayah
desa Panyocokan tahun 2016belum mendapatkan bantuan untuk program
ini karena tidak ditemukan kasus GAKY.
4.
Program Promosi Kesehatan
1) Cakupan Penyuluhan Kesehatan
Tabel 5.15
Cakupan Penyuluhan Kesehatan
Desa Panyocokan Tahun 2016
No Jenis Penyuluhan
Frekuensi Jumlah Sasaran
1
1 kali
Penyuluhan Kesehatan
Reproduksi
2
Penyuluhan tentang gigi
Semua siswa/i kelas 10 dan 11 di
MI Aliyah Wanasari
4 kali
dan mulut
 Semua siswa/i kelas I,3 dan 5
di semua SD/MI di wil kerja
Desa Panyocokan
 Ibu balita di posyandu RW 8,
RW 16, RW 04
3
Penyuluhan tentang Obat
4
 Pengunjung posyandu RW 22
dan RW 07
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
44
4
Penyuluhan tentang KIA
5 kali
:
 Pengunjung BP, KIA ± 15
orang di Polindes
 Pemeriksaan
 Ibu – ibu hamil di Posyandu
kehamilan
 Gizi ibu hamil
 Persalinan yang
aman
 ASI Eksklusif
 Imunisasi
5
Penyuluhan tentang
1 kali
hipertensi
 Pengunjung posbindu Kencana
Wulan I dan II Kp Jaringao Rw
05 dan Rw 23 ± 35 orang .
 Pengunjung posbindu Anggrek
Bulan Kp Lembur Kolot Rw 22
± 40 orang
6
Penyuluhan tentang
13 kali
 Kp Jaringao Rw 05 ± 35 orang.
 Kp Babakan Saluyu Rw 23 ±
PHBS
35 orang.
 Kp Sukajadi Rw 12± 30 orang.
 Kp Ciseupan 1 Rw 04 ± 30
orang.
 Kp Ciseupan 2 Rw 18 ± 30
orang.
 Kp Pasirmala Rw 17 ± 30
orang.
 Kp Rahayu RW 08 ± 30 orang
 Kp mekarsaluyu RW 20 ± 30
orang
 Kp tonjong RW 21 ± 30 orang
 Kp pasir suling RW 19 ± 30
orang
 Kp Awi Surat RW 10 ± 30
orang
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
45
 Kp Lembur kolot RW 22 ± 30
orang
 Kp Cibugel RW 09 ± 30 orang
7
Penyuluhan ibu hamil
8 kali
(Kelas Ibu Hamil)
 Bumil Posyandu Kencana
wulan 2 RW 23 Kp BBK
Saluyu = 10 orang
 Bumil Posyandu Tejawulan
RW 01 Kp Nangkerok = 10
orang
8
Penyuluhan Bayi dan
4 kali
 Pengunjung posyandu Dewi
Balita (Kelas Ibu dan
Ratna Rw 02Kp Panyocokan=
Balita)
15 orang.
 Pengunjung posyandu Kadu
Agung Rw 03Kp Pasir Awi =
30 orang.
 Pengunjung posyandu
RoskuncupRw 17KpPasir Mala
= 30 orang.
 Pengunjung posyandu
MelatiRw 10 Kp Awi Surat =
30 orang.
2) Stratifikasi Posyandu
Posyandu merupakan upaya pemberdayaan masyarakatdi bidang
kesehatan dasar, pendidikan dan ekonomi yang dikelola oleh untuk dan
bersama masyarakat dengan 5 (lima) kegiatan dasar yaitu KIA, KB,
Imunisasi, gizi dan penanggulangan diare. Kegiatan posyandu di
integrasikan dengan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), BKB (Bina
Keluarga Berencana ), BKR (remaja), BKL (Lansia), PKDRT, UP2K,
dll.
Dalam Peningkatan kualitas masyarakat posyandu mempunyai tingkatan
strata posyandu.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
46
Tabel 5.16
Strata Posyandu
No
Indikator
Pratama
Madya
Purnama
Mandiri
1
Frek Penimbangan
< 8 kali
>=8 kali
2
Rata2 jml Kader
< 5 org
>=5 org
3
Rata2 cak D/S
< 50 %
>=50 %
4
Cakupan kum KB
< 50 %
>=50 %
5
Cakupan kum KIA
< 50 %
>=50 %
6
Cakupan kum imun
< 50 %
>=50 %
7
Program tambahan
(-)
(+)
8
Cakupan dana sehat
< 50 %
>=50 %
Tabel 5.17
Stratifikasi Posyandu
Desa Panyocokan Tahun 2016
Stratifikasi Posyandu
Nama RW/ Posyandu
Pratama
Madya
Purnama
Nangkerok / Nimangwulan

Panyocokan / Dewi Ratna

Mandiri

Pasir Awi / Kadu Agung

Ciseupan I/ Damar Wulan

Jaringao/ Kencana Wulan I

Ciloa I/ Harapan Bunda

Gombong / Ros Linggar

Rahayu/ Edelweis

Cibugel / Sri Kandi

Awisurat / Melati
Ciloa II / Permata Bunda

Sukajadi / Cempaka


Mekarlaksana / Nimang Wulan
Mekarjaya/ Mekar Melati

Ciloa III / Mekar Bunda


Kadameteng / Latulif
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
47

Pasirmala / Ros Kuncup

Ciseupan II / Chandra Wulan

Pasir Suling/ Nirmala
Mekar Saluyu / Edelweis

Tonjong / Kenanga

Lembur kolot / Anggrek Bulan

BBK Saluyu / Kencana Wulan II

Jumlah
3
5
7
8
Sumber: Lap Petugas Pokja 4 Desa Panyocokan Th 2016
Stratifikasi posyandu yang ada di wilayah kerja desa Panyocokan masih
ada yang pratama sebanyak 3 posyandu, madya (strata II) sebanyak 5
buah, purnama (strata III) sebanyak 7 buah, dan ada juga yang mandiri
(strata IV) sebanyak 8 buah. Melalui pembinaan dan revitalisasi
posyandu yang terus dilakukan diharapkan pelaksanaan program
kesehatan akan terus dapat ditingkatkan dengan melibatkan peran aktif
masyarakat. Untuk memicu adanya peran aktif masyarakat tersebut
diharapkan adanya kerja sama yang baik dari lintas sektoral wilayah
setempat.
3) Hasil Pengakian PHBS
Ditingkat nasional perilaku sehat yang diterapkan oleh keluarga dapat
dilihat dari jumlah rumah tangga sehat.Pengkajian PHBS rumah tangga
dilakukan melalui penilaian terhadap perilaku dan lingkungan, dan
indikator yang digunakan meliputi : persalinan oleh tenaga kesehatan,
pemberian ASI eksklusif, mempunyai jaminan pelayanan kesehatan,
mencuci tangan memakai sabun, melakukan aktivitas fisik, makan
dengan gizi seimbang, tidak merokok didalam rumah, tersedia air bersih,
tersedia jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni, lantai
rumah bukan dari tanah dan rumah bekas jentik.
Jumlah rumah tangga yang ada di wilayah desa Panyocokan 3.477 KK
(Kepala Keluarga) namun yang telah didata oleh kader terdapat 3.485
KK.Hasil pengkajian PHBS rumah tangga tahun 2016 adalah 34,4%
(1.197 KK) yang merupakan rumah tangga sehat dan yang tidak
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
48
sehat66,5% (2.312 KK), angka ini menunjukkan bahwa masih banyak
rumah tangga yang tidak berPHBS.
Hasil pendataan status keluarga kadarzi 61,8% (2.148 KK) dan yang
tidak kadarzi 38,8% (135 KK),hal ini menunjukkan masyarakat
panyocokan mulai sadar akan pentingnya kesehatan bagi keluarganya.
4) Strata Desa Siaga
Desa Panyocokan sudah menjadi desa siag, dengan strata desa siaga
pratama (strata I) karena belum memiliki fasilitas yang cukup memadai,
dikarenakan peran serta masyarakat dan perangkat desa kurang. Namun
tahun 2016 ini desa siaga tidak berjalan sama sekali, oleh karena itu perlu
adanya pemicuan lebih lanjut dari pihak lintas sektoral terkait sehingga
dapat berjalan kembali Desa Siaga Panyocokan nya.
5.
Program Pengobatan
1) Pelayanan Rawat Jalan
Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memilih
sarana pelayanan kesehatan, selain pengetahuan juga tingkat sosial
ekonomi serta kemudahan dan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan.
Tabel 5.18
Cakupan Pelayanan Rawat Jalan Menurut Jenis Jaminan Kesehatan
Polindes PanyocokanTahun 2016
Jaminan
Bulan
Umum
Askes
Jamkesmas
KTP
TOTAL
&Jamkesda
Januari
155
10
109
35
309
Februari
161
2
117
23
303
Maret
191
2
100
21
314
April
165
4
89
26
284
Mei
136
4
84
10
234
Juni
131
5
73
14
223
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
49
Juli
129
9
70
17
225
Agustus
126
10
87
19
242
September
138
10
71
15
234
Oktober
130
6
78
12
226
November
144
4
108
9
265
Desember
156
7
93
19
275
Jumlah
1762
73
1079
220
3134
Pelayanan BP desa Panyocokan dilaksanakan setiap 2 minggu sekali
dengan jumlah rata-rata 260 pasien perbulan.
Dilihat dari tabel diatas cakupan pelayanan rawat jalan desa
Panyocokanberjumlah 3.134 orang. Dengan kunjungan pasien umum
1.762 orang, pasien askes 73 orang, pasien jamkesmas 1.079 orang dan
jaminan KTP 220orang.
2) Pola Penyakit Terbesar Rawat Jalan
Tabel 5.19
Cakupan Pola Penyakit Terbesar Rawat Jalan
Polindes Panyocokan Tahun 2016
No
Jenis Penyakit
Jumlah
%
1
ISPA (R.05)
634
20.22
2
Dermatitis (L.30.9)
385
12.28
3
Commond Cold (J 00)
300
9.57
4
Gastritis ( K.25)
290
9.25
5
Myalgia (M.79.1)
212
6.76
6
Hipertensi ( I.10)
200
6.38
7
Lain lain
172
5.48
8
Headanche (R.50)
88
2.80
9
Rheumatik (M 79.0)
46
1.46
10
Toothache
40
1.27
11
Diare (A.09)
32
1.02
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
50
Pola penyakit penderita rawat jalan terbanyak di Polindes Panyocokan untuk
tahun 2016 yaitu ISPA sebanyak 634 orang (20,22%) dan yang sedikit diare
sebanyak 32 orang (1,02%).
6.
Program Kesehatan Lingkungan
1) Rumah Sehat
Pengertian rumah sehat menurut Permenkes No.829 tahun 1999 adalah
kondisi fisik,kimia, biologi di dalam rumah dan perumahan sehingga
memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan
yang optimal. Syarat perumahan yang sehat adalah
rumah yang
dilengkapi degan sarana air bersih, sarana pembuangan air limbah,
tempat sampah dan ventilasi yang mencukupi.
Upaya untuk mengatasi kondisi kesehatan rumah dan lingkungannya,
desa
panyocokan
melakukan
kegiatan
inspeksi
sanitasi
rumah,
berdasarkan kegiatan tersebut rumah sehat adalah proporsi rumah yang
memenuhi kriteria sehat minimum komponen wilayah dan sarana sanitasi
dari 3 komponen di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Minimum yang memenuhi kriteria sehat pada masing-masing parameter
adalah sebagai berikut :
 Minimum dari kelompok komponen rumah adalah ada langit-langit,
dinding bukan tembok, lantai bukan tanah minimal papan, ada jendela
kamar tidur, ada jendela ruang keluarga, ada ventilasi, ada lubang asap
dapur, pencahayaan ( ruang keluarga) cukup.
 Minimum dari kelompok sarana sanitasi adalah ada SAB (sarana air
bersih) ada jamban, ada sarana pembuangan air limbah (SPAL), ada
tempat sampah rumah tangga.
 Perilaku. Membuka jendela kamar tidur, jendela ruang keluarga,
membersihkan rumah dan halaman, membuang tinja ke jamban,
membuang sampah pada tempat sampah.
Berdasarkan hasil inspeksi sanitasi rumah tahun 2016 terhadap 3.084
rumah yang diperiksa, diketahui proporsi rumah sehat sebesar 25,13 %
atau sebanyak 93 rumah sehat. Angka ini belum memenuhi target rumah
sehat yaitu 75%.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
51
2) Akses Air Bersih
Di wilayah kerja desa Panyocokan pada saat ini penyakit diare dan
penyakit kulit masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, bila
dilihat dari masih tingginya angka kesakitan yang diakibatkan penyakit
diare.Kondisi tersebut disebabkan karena kualitas SAB (Sarana Air
Bersih) masih ada yang belum memenuhi syarat, oleh karena itu
berpotensi terhadap terjadinya penyakit yang berbasis lingkungan
terutama yang disebabkan oleh rendahnya kualitas air yaitu diare.Upaya
yang
telah
dilakukan
oleh
petugas
kesehatan
dalam
rangka
mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus tersebut diatas yaitu dengan
melaksanakan pengawasan sarana air bersih.Petugas sanitasi disetiap
wilayah secara rutin melaksanakan Survey Perumahan Lingkungan
(SPL).
Dari hasil survey perumahan lingkungan pada 3.084 rumah tangga
sebagian besar masyarakat memanfaatkan sarana air bersih dengan jenis
SPT sebanyak918 keluarga dan SGL sebanyak 373 keluarga.
SAB (Sarana Air Bersih) yang di inspeksi sanitasi masih ada sarana yang
tidak memenuhu syarat kesehatan.Hasil inspeksi SAB tahun 2016 pada
1.294 SAB yang diperiksa 96.52% memenuhi syarat dan 3,48% tidak
memenuhi syarat. SAB yang tidak memenuhi syarat menunjukkan
tingkat resiko tinggiterjadinya pencemaran.Hal ini menunjukkan bahwa
kualitas SAB di desa Panyocokan masih ada yang belum memenuhi
syarat kelayakan konsumsi.
3) Keluarga Yang Memiliki Sarana Sanitasi Dasar
Desa Panyocokan bersama dengan IWASH USA telah berkomitmen
bahwa tahun 2015 lalu desa Panyocokan akan menjadi Desa SBS (Stop
Buang air besar Sembarangan). Bersamaan program SBS dari IWASH
USA tersebut, desa panyocokan mendapat pinjaman cetakan untuk
membuat septic tank berstandard internasional serta masyarakat
dipermudah dengan sistem kredit jamban melalui BPR Kerta Raharja.
Namun karena adanya berbagai macam masalah didalam proses
pelaksanaan Desa SBS untuk desa Panyocokan belum terealisasikan
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
52
secara keseluruhan hingga saat ini masih berjalan menuju kearah Desa
SBS.
Program septik tank ini baru terlaksanan di rw 07,rw 15, rw 06 yang
berjumlah 23 jamban ditahun 2015. Belum ada penambahan lagi di tahun
2016 ini.Karena sanitasi desa panyocokan sebagian besar buruk
diharapkan kepala desa menetapkan Perdes sehingga jamban sehat itu
merupakan hal yang wajib.
Tabel 5.20
Sarana Sanitasi Dasar Desa Panyocokan Tahun 2016
Tempat Sampah
Pengelolaan Air Limbah
Sarana Jamban
Keluarga
Keluarga
Jml
Sehat (MS)
Sehat (MS)
Sarana
Sehat (MS) OD (BABS)
Memiliki
Memiliki
KK
JML
%
JML
%
JML
%
JML
%
JML
%
JML
%
JML
%
3485 47 52.21 27 30.00 65 40.62 48 30.00 1794 51.47 1333 38.24 358 10.27
Sumber: Lap Petugas Kesling Puskesmas Ciwidey Th 2016
Inspeksi sanitasi desa Panyocokan dengan jumlah 3.485 KK. Dari jumlah
KK tersebut yangmemiliki sarana jamban diperiksa 1.794 KK , jumlah
KK yang memiliki jamban sehat sebanyak 1.333 KK dan yang OD
sebanyak 358 KK.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Panyocokan
masih terdapat yang BABS.
B.
Upaya Kesehatan Pengembangan
1.
Pembinaan Lansia
Pembinaan lansia di wilayah kerja desa Panyocokan sudah ada7 posbindu
yang dibina dengan strata posbindu pratama. Jumlah kader yang aktif di
posbindu 5 orang kader.
Tabel 5.21
Sasaran Posbindu Desa Panyocokan
Tahun 2016
N
o
Nama Posbindu
Sasaran
Jml
Strata
Kader
Posbindu
45-59
L
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
53
60-69
P
L
>70
P
L
P
Jml
1
Rw 1 Nangkerok
5
Pratama
38
45
17
19
7
5
131
2
Rw 2 Panyocokan
4
Pratama
48
60
23
15
13
20
179
3
Rw 3 Pasir Awi
5
Pratama
16
25
19
17
15
5
97
4
Rw 13 Mekarlaksana
5
Pratama
48
45
13
19
11
12
148
5
Rw 16 Kadameteng
5
Pratama
36
32
4
12
9
10
103
6
Rw 5 Jaringao
5
Pratama
42
48
19
15
11
7
142
7
Rw 22 Lembur Kolot
5
Pratama
23
28
11
5
8
7
82
251
283
106
102
74
66
882
Jumlah
34
Tabel 5.22
Posbindu Yang Dibina Rata-Rata Pertahun Desa Panyocokan
Tahun 2016
Yang dibina
N
Nama Posbindu
o
Jml
Strata
Kader
Posbindu
45-59
60-69
>70
L
P
L
P
L
P
Jml
1
Rw 1 Nangkerok
5
Pratama
6
9
4
8
2
3
32
2
Rw 2 Panyocokan
4
Pratama
7
8
3
8
3
7
36
3
Rw 3 Pasir Awi
5
Pratama
6
9
4
6
5
8
38
4
Rw 13 Mekarlaksana
5
Pratama
4
7
5
7
8
9
40
5
Rw 16 Kadameteng
5
Pratama
8
9
6
9
4
3
39
6
Rw 5 Jaringao
5
Pratama
6
12
8
13
8
11
58
7
Rw 22 Lembur Kolot
5
Pratama
5
9
6
10
5
9
44
8
BP
11
13
9
8
12
11
108
59
80
48
67
52
63
319
Jumlah
34
Tabel 5.23
10 Besar Penyakit Lansia Rata-rata Perbulan Desa Panyocokan Tahun 2016
NO JENIS PENYAKIT
DESA
PANYOCOKAN
1
Hypertensi
20
2
Rhematik
13
3
Gastritis
12
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
54
4
Myalgia
10
5
Headanche
10
6
ISPA
8
7
Influenza
7
8
Paringitis
5
9
Dermatitis
4
10
Diare
4
Jumlah
3.
93
Kegiatan Perkesmas
Tabel 5.24
Cakupan Kegiatan Perkesmas
Desa Panyocokan Tahun 2015
No
Kegiatan
1
Keluarga rawan kesehatan yang ada
36
2
Keluarga rawan kesehatan yang dibina
20
3
Bumil yang memperoleh pembinaan keluarga rawan
8
4
Bayi yang memperoleh pembinaan keluarga rawan
1
5
Anak balita yang memperoleh pembinaan keluarga rawan
2
6
Kasus
3
dengan
Jumlah Total
penyakit
kronis
yang
memperoleh
pembinaan keluarga rawan
7
Lansia yang memperoleh pembinaan keluarga rawan
2
8
Pasien yang perlu tinda lanjut perawatan (TLP)
0
9
Keluarga rawan kesehatan selesai dibina
4
a. Keluarga mandiri I
0
b. Keluarga mandiri II
1
c. Keluarga mandiri III
2
d. Keluarga mandiri IV
1
.
4.
Pelayanan Laboratorium
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
55
BP desa Panyocokan tersedia perlengkapan pemeriksaan laboratorium berupa
alat pemeriksaan Hb, protein urine, dan PP test,.Namun tahun 2016 ini
pemeriksaan laboratorium di BP desa dirujuk semuanya ke Puskesmas
Ciwidey terutama bagi ibu hamil untuk pelayanan ANC terpadu diwajibkan
ada kontak pemeriksaan laboratorium, sehingga BP desa tidak lagi
menyediakan pemeriksaan laboratorium.
B.
Pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Tabel 5.25
Pencapaian Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Desa Panyocokan Tahun 2016
KABUPATEN
DESA
: BANDUNG
: PANYOCOKAN
BULAN
NO
1
2
: JANUARI - DESEMBER 2016
KEGIATAN
SASARAN
Cakupan kunjungan ibu hamil
( K4 )
Cakupan komplikasi
kebidanan yang ditangani
PENCAPAIAN
TARGET
SPM 2015
2015
Absolut
%
%
311
287
92.28
92.00
62
58
93.25
93.00
299
263
87.63
87.00
299
263
88.29
85.00
43
40
93.90
93.00
757
257
90.49
90.00
281
91.81
80.00
Cakupan pertolongan
3
persalinan oleh tenaga
kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan
4
Cakupan pelayanan nifas
Cakupan neonatus dengan
5
komplikasi yang
Ditangani
6
Cakupan kunjungan bayi
Cakupan Desa/ Kelurahan
7
Universal Child
Immunization ( UCI )
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
56
8
Cakupan pelayanan anak
1545
balita
1489
96.38
96.00
Cakupan balita gizi buruk
9
yang mendapat
4
Penanganan
Cakupan pemberian MP-ASI
pada anak 6-24 bln
10
11
dari keluarga miskin
Setingkat
11
Cakupan peserta KB aktif
2886
2474
85.72
82.00
48
11
22.91
82.00
-
-
-
-
465
-
100
-
-
-
-
3.084
93
25.13
100
757
336
31.17
100
89,00
100
34.78
50
Cakupan penemuan dan
12
penanganan penderita
penyakit :
13
14
15
16
17
18
19
20
a. Penemuan pasien baru TB
BTA positif
d. Penderita DBD yang
ditangani
e. Penemuan penderita diare
Cakupan desa KLB yang
dilakukan PE < 24 jam
Rumah Tangga Sehat
Cakupan bayi mendapat ASI
Ekslusif
Cakupan desa dengan garam
beryodium baik
Cakupan posyandu mandiri
23
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
57
8
BAB VI
KESIMPULAN
Pencapaian pembangunan kesehatan Desa Panyocokantahun 2016 untuk
beberapa program menunjukkan hasil yang cukup baik, terjadi peningkatan
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Keberhasilan tersebut merupakan hasil
kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dengan lintas sektoral yang terkait, serta
peran seluruh masyarakat Desa Panyocokan. Namun terjadi penurunan kinerja untuk
beberapa kegiatan hal ini tentunya harus menjadi dasar evaluasi dan perencanaan
pembangunan kesehatan di waktu yang akan datang.
Hasil pencapaian program kesehatan antara lain :
a.
Jumlah kematian bayi Desa Panyocokantahun 2016 sebanyak 5 kasus. Untuk
kematian ibu hamil tidak ada.
b.
AKI dan AKB sangat dipengaruhi perilaku ibu dari masa hamil, melahirkan sampai
dengan masa nifas serta kualitas dari pelayanan kesehatan. Cakupan K1 ibu hamil
pada tahun 2016 mencapai 302 orang (97,11%) sedangkan cakupan K4 ibu hamil
baru mencapai 287 orang (92,28%) sedangkan dalam pertologan persalinan masih
ada masyarakat diperdesaan yang mempercayai dukun dalam pertolongan
persalinannya. Presentase pertolongan persalinan oleh nakes mencapai 263 orang
(87,63%). Pertolongan persalinan oleh paraji tahun 2016 sebanyak 3 orang.
c.
Cakupan KN lengkap 261 (91,90%) jauh dari target 93%. Jumlah kematian
neonatus tahun 2016 sebanyak 5 dengan kasus BBLR, aspiksia dan IUFD.
d.
Cakupan penemuan BTA Positif baru pada tahun 2016 sebanyak 11 kasus.
e.
Status gizi balita tahun 2016 adalah gizi baik 1.220balita, gizi lebih 20 balita, gizi
kurang 7balita dan gizi buruk 4balita.
f.
Cakupan pelayanan rawat jalan Polindes Panyocokan tahun 2016 berjumlah 3.134
orang. Dengan kunjungan pasien umum 1.762 orang, pasien askes 73 orang, pasien
jamkesmas 1.079 orang dan jaminan KTP 220 orang.
g.
Hasil inspeksi sanitasi dasar desa Panyocokan sebanyak 3.485 KK. Dari jumlah KK
tersebut
yangmemiliki sarana jamban diperiksa 1.794 KK , jumlah KK yang
memiliki jamban sehat sebanyak 1.333 KK dan yang OD sebanyak 358 KK.
Dari hasil analisis pelayanan kesehatan program Kesehatan Ibu dan Anak Desa
Panyocokan di temukan masalah program KIA yaitu :
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
58
1.
Cakupan lengkap 261 (91,90%) jauh dari target 93%. Hal ini dikarenakan dan
masih ada ibu yang melahirkan di paraji.
2.
Kasus kematian bayi 5 bayi.

Berdasarkan hasil analisa cakupan KN lengkap kurang disebabkan karena masih
ada warga yang memakai jasa paraji dalam persalinan dan pemeriksaan
kehamilan. Hal ini tidak hanya warga yang tidak mampu saja namun warga
yang mampu secara financial pun masih memakai jasa paraji, kebiasaan
menggunakan jasa dukun paraji yang turun temurun dimasyarakat masih sulit
dihilangkan, dan kurang terlaksananya metode bermitra antara bidan dan dukun
paraji. Meskipun sudah ada BPJS/ Jamkesmas, masyarakat masih sulit untuk ke
bidan karena sulitnya transportasi antara bidan desa dan penduduk di wilayah
kerjanya,

Kegiatan – kegiatan yang dapat dilaksanakan sebagai alternatif jalan keluar
adalah pemberdayaan masyarakat untuk mengadakan tabungan ibu bersalin (
tabulin ), pemberdayaan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk
transportasi ibu yang akan bersalin ke sarana kesehatan, memberikan reward
pada dukun paraji dengan kemitraan terbaik, dan mengadakan pertemuan rutin
dengan dukun paraji untuk meningkatkan kemitraan.
Laporan Tahunan Desa Panyocokan tahun 2016
59
Download