Uploaded by User30544

bisnisindonesia20200207-revisi

advertisement
N AV I G A S I B I S N I S T E R P E R C AYA
Jumat, 7 Februari 2020
Tahun XXXV No. 11746 Terbit 24 halaman
Download Sekarang!
INVESTASI ENERGI TERDAMPAK VIRUS CORONA
SIAGA GEJOLAK MINYAK
Bisnis, JAKARTA — Investasi hulu minyak dan gas di Tanah Air berpotensi terganggu seiring dengan penyebaran virus corona
yang menjadi sentimen negatif bagi harga minyak mentah. Langkah mitigasi diperlukan untuk menjaga kinerja perusahan.
Muhammad Ridwan
[email protected]
TERGANJAL
2015
Investasi Migas (US$ miliar) 17,9
HARGA
Lifting Minyak
Indonesia tengah berambisi
untuk meningkatkan lifting
minyak bumi hingga 1 juta
barel per hari. Namun,
rencana tersebut mendapat
ganjalan pada awal tahun ini
seiring dengan tekanan
terhadap harga minyak sebagai
dampak dari melemahnya
permintaan dunia.
M
(Mbopd)
Sumber:
Bloomberg,
Kementerian ESDM.
804
779
2017
2018
2019
2020*
12,7
11,1
12,6
12,9
15,1
WTI
Ket: *target.
(yoy)
BISNIS/TRI UTOMO
794
2016
Mar 2019
778
51,06
Jun 2019
Sep 2019
Des 2019 Jan 2020
755
engutip Bloomberg, saat
ini permintaan minyak
China telah
turun sekitar
3 juta barel per hari (bph) atau
20% dari total konsumsi batas
umumnya karena virus corona
yang menekan aktivitas ekonomi.
Penurunan tersebut menjadi
guncangan permintaan terbesar
yang dialami pasar minyak sejak
krisis keuangan global 2008 hingga
2009 dan yang paling mendadak
sejak serangan kilang minyak
Arab Saudi oleh Iran pada 11
September 2019.
Adapun, China mengimpor sekitar 42 juta metrik ton minyak
mentah per bulan atau sekitar
10 juta bph.
Direktur Utama PT Pertamina
EP Nanang Abdul Manaf mengatakan pihaknya bakal terdampak
oleh penyebaran virus corona
yang menyebabkan melemahnya
harga minyak dunia.
“Harga minyak global akan
memengaruhi harga minyak
Indonesia dan juga akan mempengaruhi pendapatan dan laba
perusahaan,” katanya kepada
Bisnis, Kamis (6/2).
Oleh karena itu, perseroan
akan lebih selektif dalam melakukan investasi. Pertamina EP
juga akan melakukan beberapa
inisiatif untuk memitigasi dampak
tersebut agar tidak menggerus
kinerja perseroan lebih dalam.
“Mitigasinya adalah melakukan
cost effectiveness dan efisiensi,”
tuturnya.
Direktur Eksekutif Indonesian
Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong menyatakan para
pelaku usaha hulu migas akan
terus melihat peluang proyekproyek yang menarik.
Namun, investasi harus dilakukan secara lebih hati-hati.
Efisiensi pun menjadi hal yang
wajib dilakukan untuk memitigasi
kondisi saat ini.
“Kami industri minyak berhati-
hati dan terus berjaga,” katanya.
Kepala Satuan Kerja Khusus
Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi (SKK
Migas) Dwi Soetjipto mengakui
pelemahan harga minyak memang
dapat berujung pada turunnya
minat investasi.
Padahal, pemerintah tengah
mengincar percepatan investasi
migas untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak nasional yang ditargetkan mencapai
1 juta bph pada 2025. Adapun,
sepanjang tahun lalu realisasi
lifting minyak dalam negeri baru
mencapai 746.000 bph.
SKK Migas pun terus berupaya untuk mempercepat alih
kelola dan persetujuan rencana
pengembangan blok migas untuk
memberikan kepastian kepada
perusahaan. Dengan demikian,
investasi lebih mudah dilakukan
dan tetap terjaga.
Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan
bahwa pendapatan perusahaan
2020*
2019
2018
2017
2016
2015
746
BRENT
(yoy)
Mar 2019
“
Kami industri minyak
berhati-hati dan
terus berjaga.
migas akan tergerus dan membuat kegiatan untuk melakukan
pengeboran maupun pekerjaan
workover dan well service terganggu.
“Mereka harus benar-benar memastikan terkait dengan kemampuan produksi sumur mereka di
mana bisa efisien dan produksinya
tinggi,” katanya.
RESPONS PASAR
Sementara itu, analis PT Monex Investindo Futures Faisyal
mengatakan bahwa pasar masih
55,18
Jun 2019
Sep 2019
Des 2019 Jan 2020
khawatir terhadap penyebaran
virus corona yang semakin luas
hingga ke beberapa negara. Selain
itu, pembatasan perjalanan di
China dapat memberikan tekanan terhadap permintaan minyak
Negeri Panda tersebut.
“Sepanjang kuartal pertama
tahun ini, kemungkinan harga
minyak jenis WTI akan bergerak
di kisaran US$47 per barel hingga
US$55 per barel,” ujarnya, Kamis.
Adapun, harga minyak sempat
membaik di tengah optimisme
pemangkasan produksi oleh organisasi negara pengekspor minyak
dan aliansinya (OPEC+)
Pada perdagangan Kamis (6/2)
hingga pukul 16.40 WIB, harga
minyak jenis WTI untuk kontrak
Maret 2020 di bursa Nymex bergerak menguat 1,24% menjadi
US$51,38 per barel.Sementara itu,
harga minyak jenis Brent untuk
kontrak April 2020 di bursa ICE
bergerak menguat 0,67% menjadi
US$55,65 per barel. (Finna U. Ulfah/
Yanita Petriella/Reni Lestari)
PERLINDUNGAN KONSUMEN
Spekulan Merajalela, Masker N95 Langka
Dewi A. Zuhriyah
[email protected]
‘H
arga masker N95’
berada di posisi
teratas dalam mesin
pencarian Google
di Indonesia. Mengutip dalam
laman Google Trend, pencarian
itu paling tinggi terjadi pada 6
Februari 2020. Jika dilihat dari
sisi lokasi, masyarakat Riau me-
rupakan yang terbanyak mencari
tentang masker N95, diikuti oleh
Jakarta dan Kalimantan Barat.
Wajar saja bila pencarian tentang jenis masker itu meningkat
mengingat N95 dianggap masker
paling ampuh untuk mencegah
virus corona yang merebak di
China dan sejumlah negara beberapa waktu terakhir.
Dampaknya tentu saja masker
itu kini langka di pasaran. Ke-
langkaan kemudian jadi celah
bagi para spekulan untuk mendapatkan cuan di tengah ketakutan
dunia akan virus itu.
Jika menilik laman Tokopedia,
harga masker N95 saat ini dibanderol paling murah senilai Rp1,3
juta per kotak. Padahal, biasanya, masker ini hanya sekitar
Rp300.000 per kotak.
Untuk harga satuan, saat ini
masker itu dibanderol paling
murah Rp100.000. Harga serupa
juga terjadi di marketplace lain
seperti Shopee dan Bukalapak.
Ketua Pengurus Harian Yayasan
Lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI) Tulus Abadi mengatakan akibat kelangkaan itu, pihaknya banyak
menerima pengaduan dan pertanyaan dari masyarakat terkait melambungnya harga masker di pasaran.
Tulus menuturkan hal ini merupakan sebuah tindakan yang
Inilah Hebatnya (Orang) Indonesia
tidak bermoral karena bentuk
eksploitasi terhadap hak-hak
konsumen. YLKI pun meminta Komisi Pengawas Persaingan
Usaha (KPPU) untuk mengusut
kasus tersebut karena ada indikasi tindakan mengambil keuntungan berlebihan (excessive margin)
yang dilakukan oleh pelaku
usaha atau distributor tertentu.
• Bersambung 8
WEEKLY
# Te m a t i k # R e l e v a n # K e k i n i a n
T
Maria Y. Benyamin
[email protected]
BERANDA
ulisan ini tak bermaksud
menyepelekan virus corona. Tidak. Saya pribadi
tetap takut sama virus ini. Asli.
Beberapa teman di sekitar saya
juga sama takutnya. Kami sepakat. Serem.
Indikasinya, ketika berada
di tengah kerumunan orang
banyak, seperti di transportasi
umum, semua ramai-ramai pakai masker. Biasanya tidak.
Beberapa pekan lalu, jauh
sebelum virus ini mewabah,
yang menggunakan masker bisa
dihitung dan juga ditebak. Sedang sakit atau pelengkap ketika
menggunakan ojek online.
Sekarang ini, coba tengok
kanan kiri. Makin banyak yang
menggunakan masker. Tak
hanya di kendaraan umum, di
pusat perbelanjaan alias mal
sekalipun, ada yang menutup
hidung hingga mulutnya rapat-rapat dengan pembungkus
warna hijau atau putih itu.
Yang jelas, ini bukan tren
fesyen terbaru. Ini respons atas
kepanikan terhadap ‘maaf’ virus
jahanam yang sudah makan
korban lebih dari 500 orang di
berbagai belahan dunia, utamanya Wuhan, China.
Maka tak heran, stok masker
di apotek ludes. Entah itu jenis
biasa atau jenis yang katanya,
bisa menghalau virus corona.
Tidak sedikit yang akhirnya
langsung berburu masker ke
salah satu pasar di bilangan
Jakarta, pusat penjualan alat-alat
kesehatan.
• Bersambung 3
Edisi
Minggu
beredar
hari ini
Eceran: Rp11.000/eks Untuk Wilayah Kalimantan, Sulawesi,
dan Kawasan Timur Indonesia Eceran: Rp12.000/eks
Minggu, 9 Februari 2020
No. 681 Tahun XXXV/No. 11748 Terbit 12 Halaman
Harga eceran Rp11.000/eks Untuk Wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Kawasan Timur Indonesia Rp12.000/eks
2
Jumat, 7 Februari 2020
Sertifikat Dewan Pers No: 05/DP-Terverifikasi/K/II/2017
EDITORIAL
Babak Baru Holding BUMN Farmasi
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Maria Yuliana Benyamin
Wakil Pemimpin Redaksi: Fahmi Achmad, Rahayuningsih
Redaktur Pelaksana: Achmad Aris, Diena Lestari,
Galih Kurniawan, Hendri T. Asworo, Maftuh Ihsan,
Surya Mahendra Saputra
Manajer Sekretariat Redaksi: Indyah Sutriningrum
Manajer Konten: Abdullah Azzam, Akhirul Anwar, Ana Noviani,
Andika Anggoro Wening, Anggara Pernando, Anggi Oktarinda, Annisa
Margrit, Annisa Sulistyorini, Bunga Citra Arum, David Eka Issetiabudi,
Dika Irawan, Duwi Setiya Ariyanti, Emanuel Berkah Caesario, Fajar
Sidik, Firman Wibowo, Fitri Sartina Dewi, Gajah Kusumo, Hadijah
Alaydrus, Hafiyyan, Hendra Wibawa, Inria Zulfikar, Kahfi, Lucky
Leonard Leatemia, Lili Sunardi, M. Rochmad Purboyo, M. Syahran W.
Lubis, M. Taufikul Basari, Mia Chitra Dinisari, Moh. Fatkhul Maskur,
Nancy Yunita, Novita Sari Simamora, Nurbaiti, Nurul Hidayat, Riendy
Astria, Rio Sandy Pradana, Rivki Maulana, Roni Yunianto, Ropesta
Sitorus, Rustam Agus, Saeno, Sri Mas Sari, Stefanus Arief Setiaji, Surya
Rianto, Sutarno, Tegar Arif Fadly, Oktaviano Donald Baptista, Wike
Dita Herlinda, Yayus Yuswoprihanto, Yustinus Andri Dwi P., Yusuf
Waluyo Jati, Zufrizal.
Staf Redaksi: Agne Yasa, Amanda K. Wardhani, Anitana Widya
Puspa, Arif Gunawan, Asteria Desi Kartikasari, Bambang Supriyanto,
Denis Riantiza Meilanova, Dewi Andriani, Dewi Aminatuz Zuhriyah,
Dhiany Nadya Utami, Feni Freycinetia Fitriani, Finna Ulia Ulfah,
Gloria Fransisca K. Lawi, Iim Fathimah Timorria, Ilman A. Sudarwan,
Ipak Ayu Hidayatullah, Jaffry Prabu Prakoso, John A. Oktaveri, Krizia
Putri Kinanti, Leo Dwi Jatmiko, Markus Gabriel Noviarizal Fernandez,
M. Khadafi, M. Richard, Nindya Aldila, Nirmala Aninda, Pandu
Gumilar, Puput Ady Sukarno, Rayfull Mudassir, Reni Lestari, Rinaldi
Muhammad Azka, Samdysara Saragih, Thomas Mola, Yanita Petriella,
Yudi Supriyanto.
Fotografer: Dedi Gunawan, Endang Muchtar.
Wartawan Bisnis Indonesia selalu dibekali tanda pengenal
dan tidak diperkenankan menerima atau meminta imbalan
apapun dari narasumber berkaitan dengan pemberitaan.
PENERBIT: PT Jurnalindo Aksara Grafika
Wisma Bisnis Indonesia Lt 5 - 8, Jl.KH.Mas. Mansyur 12A, Karet Tengsin,
Jakarta Pusat 10220
Keputusan Menteri Kehakiman tanggal 10 Februari 1986 No: C2-989.HT.01-01-Th 86
Akta Notaris Hobropoerwanto tanggal 11 Juni 1985 No. 6
T
erbentuknya holding
BUMN Farmasi yang terdiri dari PT Bio Farma
(Persero), PT Kimia
Farma Tbk., dan PT Indofarma
Tbk. menjadi babak baru bagi
industri nasional. Tak sekadar
memperbaiki kinerja perusahaan, kehadirannya diharapkan
mampu memenuhi kebutuhan
obat masyarakat.
Dengan strategi fokus tanpa
harus bersaing pada pasar
yang sama diharapkan mampu
meningkatkan penjualan pada
tahun ini. Kimia Farma akan
menggarap produk farmasi,
Bio Farma pada vaksin, dan
Indofarma pada alat kesehatan
(alkes) dan obat herbal.
Perbedaan pasar yang digarap
diyakini akan memperbesar
pangsa pasar holding farmasi.
Bila saat ini market share gabungan Kimia Farma dan Indofarma berkisar 4%, ke depan
diperkirakan bisa mencapai
7,5% hingga 10%. Ketatnya persaingan di pasar farmasi mengharuskan badan usaha milik
negara memiliki strategi kuat.
Kemampuan kapasitas produksi yang besar, yang dimiliki oleh
Kimia Farma dan Indofarma,
harus dioptimalkan dengan
memproduksi obat, produk farmasi, dan alat kesehatan yang
tepat.
Untuk Bio Farma, selama ini
kemampuan produsen itu dalam
memproduksi vaksin sudah
tidak diragukan. Di pasar dalam
negeri, perusahaan yang berkantor pusat di Bandung ini menjadi penguasanya. Tak hanya
di Tanah Air, peran Bio Farma
dalam memasok vaksin juga diakui hingga di pasar global.
Kita sering mendengar andil
Bio Farma dalam memenuhi
kebutuhan vaksin di badan
kesehatan internasional, selain
juga mengekspor produknya
ke berbagai negara di belahan
dunia, misalnya India, Pakistan
hingga ke pasar Afrika.
Selanjutnya, manfaat lain dari
terbentuknya holding BUMN
Farmasi adalah mengurangi
ketergantungan impor bahan
baku. Penggabungan ketiganya
diharapkan mampu menekan
impor bahan baku hingga 15%
pada tahun ini.
Harus diakui, sudah bertahuntahun produsen obat di dalam
negeri mengimpor bahan baku
dengan tingkat ketergantungan berkisar 70%—80%. Upaya
pemerintah membuka keran
investasi bagi pemodal asing
dari semula 85% menjadi 100%
sampai saat ini ternyata belum
memberikan dampak signifikan.
Investasi memang sudah mulai
masuk ke industri farmasi tetapi
masih kecil. Belum mencukupi
kebutuhan nasional. Tak hanya
itu, dana yang masuk pun lebih
banyak ditanamkan pada sektor
hilir. Padahal kebutuhan dasar
industri ini adalah pada bahan
baku.
Investasi di sektor hulu farmasi membutuhkan modal yang
tidak sedikit. Di sisi lain, tidak
ada kepastian pasar atas investasi yang telah ditanamkan. Pasar
farmasi nasional dari tahun ke
tahun tumbuh konservatif.
Program jaminan kesehatan
nasional (JKN) yang dijalankan
pemerintah, dan diharapkan
dapat memperbesar pasar, ternyata tidak signifikan mendorong permintaan. Bahkan
tersendatnya pembayaran pada
program tersebut menimbulkan
polemik baru.
Kondisi itu pula yang membuat banyak perusahaan enggan untuk masuk di bisnis
paling ujung dari farmasi itu.
Dibukanya kesempatan investasi
hingga 100% untuk asing yang
ditawarkan pemerintah dianggap
belum cukup menarik.
Pemerintah sebagai pemangku kebijakan diharapkan dapat
berperan lebih besar dalam
mengatasi ketergantungan impor
bahan baku. Selain mengundang
investor, pemerintah sebaiknya
juga mulai melakukan evaluasi atas seluruh kebijakan yang
dibuat.
Tentunya kita berharap kebijakan yang dibuat lebih relevan
dengan kondisi saat ini. Selain
perizinan, kemudahan proses
registrasi obat harus dipercepat
tanpa mengurangi standar uji
kualitas produk yang akan dipasarkan.
Kita berharap holding BUMN
Farmasi yang baru terbentuk ini
dapat berperan banyak dalam
memenuhi kebutuhan obat nasional. Tidak sekadar mencari
keuntungan tetapi juga mampu
menyediakan obat-obatan
dengan harga terjangkau.
OPINI
Presiden Direktur: Lulu Terianto
Direktur Produksi & Pemberitaan: Arif Budisusilo
Brexit dan Penguatan
Kerja Sama RI–Inggris
Direktur Pemasaran: Hery Trianto
DIVISI PEMASARAN & PENJUALAN
General Manager Integrated Marketing Solution:
Indah Swarni Lestari, M. Rheza Adrian
Manajer Sirkulasi: Rosmaylinda, Sumarjo
Manajer Marketing: Dwi Putra Marwanto, Erlan Imran,
Rizki Yuhda Rahardian, Vanie Elsis Mariana
Manajer Promosi: Hijrah Rizqianda Saputra
DIVISI PRODUKSI
General Manager: Andri Trisuda
General Manager Bisnis Indonesia Resource Center: Aprilian Hermawan
Creative Manager: Lucky Prima
ANAK PERUSAHAAN
Navigator Informasi Sibermedia: Asep Mh. Mulyana (Direktur),
Arnis Wigati (General Manager), Siska Kartika, Ferdinand S.
Kusumo, Didit Ahendra (Manajer)
Bisnis Indonesia Gagaskreasitama: Chamdan Purwoko (Direktur),
Yunan Hilmi, Ovie Erlina (General Manager), Prasektio
Nugraha Nagara, Retno Widyastuti, R. Fitriana (Manajer)
Bisnis Indonesia Konsultan: Chamdan Purwoko (Direktur), Donil
Beywiyarno (General Manager)
KANTOR PERWAKILAN
Bali: Feri Kristianto (Kepala Perwakilan),
Jl. PB Sudirman No. 4 Denpasar, Bali 80114 Telp/Fax. 0361-4746069
Bandung: Ashari Purwo AN (Kepala Perwakilan), Ajijah,
Rachman (Fotografer), Jl. Buah Batu No. 46B Bandung 40261,Telp.
022-7321627, 7321637, 7321698 fax. 022-7321680
Balikpapan: Rachmad Subiyanto (Kepala Perwakilan), Balikpapan
Superblok, Jl. Jend. Sudirman Stal Kuda Blok A/18, Balikpapan,Telp.
0542-7213507 Fax. 0542-7213508
Medan: Fitri Agustina (Kepala Perwakilan), Azizah Nur Alfi,
Kompleks Istana Bisnis Center, Medan Maimun, Jl. Brigjen. Katamso
No. 6 Medan,Telp. 061-4554121/4553035 Fax. 061-4553042
Malang: A. Faisal Kurniawan (Kepala Perwakilan),
Pertokoan Sarangan Jl. Sarangan No. 1 A Malang, Telp. 0341-402727,
480630 Fax. 0341-402728
Makassar: Amri Nur Rahmat (Kepala Perwakilan), Jl. Metro
Tanjung Bunga Mall GTC Makassar GA-9 No. 16, Makassar,
Telp. 0411-8114203 Fax. 0411-8114253
Manado: Lukas Hendra T. Meliyanto (Kepala Perwakilan),
M. Nurhadi Pratomo
Blok Mega Profit I F2 No. 27 Kawasan Megamas Manado.
e-mail: [email protected], Telp. 0431-8802525
Palembang: Herdiyan (Kepala Perwakilan), Dinda Wulandari,
Jl. Basuki Rahmat No. 6 Palembang, Telp. 0711-5611474 Fax. 0711-5611473
Pekanbaru: Irsad (Kepala Perwakilan), Dwi Nicken Tari,
Ruko Royal Platinum No. 89 P Jl. SM Amin, Arengka 2, Pekanbaru,
Telp. 0761-8415055(hunting), 0761-8415077 Fax. 0761-8415066
Semarang: Farodlilah (Kepala Perwakilan), Edi Suwiknyo, Jl.
Sompok Baru No. 79 Semarang, Telp. 024-8442852 Fax. 024-8454527
Surabaya: A. Faisal Kurniawan (Kepala Perwakilan) Miftahul
Ulum, Peni Widarti, Jl. Opak No. 1 Surabaya, Telp. 031-5670748
Fax. 031-5675853
KORAN REGIONAL
Solopos: Bambang Natur Rahadi (Presiden Direktur),
Suwarmin (Direktur Pemasaran), Rini Yustiningsih (Pemimpin
Redaksi) Jl. Adisucipto No. 190, Telp. 0271-724811 Fax. 0271-724833
Harian Jogja: Anton Wahyu Prihartono (Pemimpin Redaksi)
Jl. A.M Sangaji No. 41, Jetis, Jogja, Telp. 0274-583183,
Fax. 0274-564440
TARIF IKLAN (Rp/mmk)
Umum
Jenis Iklan
Hitam Putih
Berwarna
Display Khusus(Prospektus/
Neraca/RUPS/Peng Merger)............................... 28.000...................................45.000
Display Umum .........................................................100.000...................................110.000
Display Hal. 1 (Maks. 1080 mmk) .....................................—.................................220.000
Banner atas Hal. 1 (uk. 8 x 30 s/d 8 x 50 mmk) .........—.................................235.000
Advertorial Hal. 1 (Maks. 1080 mmk) .............................—.................................240.000
Creative Ad................................................................ 110.000..................................120.000
Advertorial Hal. Dalam .......................................... 110.000..................................125.000
Kolom*........................................................................ 60.000................................................—
Baris** ........................................................................ 50.000................................................—
*) Minimum 1 kolom x 50mm, **) Minimum 3 baris
T
epat pukul 23.00
waktu setempat
(31/1), Inggris
resmi keluar dari
blok Uni Eropa
(UE), mengakhiri
keanggotaan selama 47
tahun. Momen bersejarah ini
disambut suka cita dan tangis
di seluruh negeri, menyudahi
spekulasi Brexit yang
berkembang penuh gejolak
selama tiga tahun berupa
kekacauan perpolitikan
Inggris, keterbelahan
masyarakat antara
pendukung (Brexiter) dan
penentangnya (Remainer),
ketidakpastian ekonomi dan
ketegangan hubungan antara
Inggris dan UE.
Momen bersejarah ini
dirayakan oleh ribuan orang
yang berkumpul di depan
Parlemen Inggris dipimpin
langsung oleh Nigel Farage,
pemimpin Partai Brexit.
Sebaliknya Boris Johnson
melakukan napak tilas
sekaligus rapat kabinet di
Sunderland, kota di mana
ide Brexit pertama kali muncul. Dalam pidatonya yang
disebarkan satu jam sebelum
Brexit, sang perdana menteri
menggambarkan situasi tersebut sebagai momen penuh
harapan, “Tonight is that this
is not an end, but a beginning”.
Inggris merupakan negara
pertama yang meninggalkan
UE, organisasi yang didirikan
untuk menyatukan daratan Eropa. Setelah ditinggal
Inggris kini anggotanya 27
negara. UE merupakan organisasi ekonomi dan politik
terbesar di dunia yang awalnya bernama Masyarakat
Ekonomi Eropa (MEE).
Dibentuk oleh enam negara
yaitu Belgia, Prancis, Jerman,
Italia, Luksemburg, dan
Belanda di Roma pada 1957
untuk meningkatkan kerja
sama ekonomi, menciptakan
ketergantungan ekonomi dan
menghindari konflik. Pada
1992 MEE berubah menjadi
UE dengan peran yang lebih
luas, termasuk kerja sama
bidang politik dan hukum.
Kini organisasi itu mengalami kecemasan seiring
dengan munculnya berbagai
kebijakan di beberapa negara
kunci berupa kebijakan proteksionisme dan populisme
di Jerman, Prancis dan Italia.
Hal paling mengancam adalah keluarnya Inggris dari
blok ‘pasar tunggal’ ini. Kini
UE kehilangan 66 juta warga
dan salah satu ekonominya
yang terkuat. Itulah kenapa
Emmanuel Macron, Presiden
Prancis, menyebutnya sebagai tanda peringatan yang
harus dipikirkan oleh Eropa.
Usai bercerai, Inggris saat
ini berada di periode transisi
11 bulan untuk menegosiasikan perdagangannya dengan
UE. Hubungan kedua pihak
akan berjalan seperti biasanya selama periode transisi.
Setelah resmi keluar, Inggris
menginginkan posisi yang
setara dengan UE dalam
membangun kerja sama
ekonomi. Model kerja sama
yang diinginkan adalah
kesepakatan perdagangan
bebas yang komprehensif,
setidaknya seperti kesepakatan antara UE dan Kanada
yang dikenal dengan CETA
(Comprehensive Economic
and Trade Agreement).
Kesepakatan ‘bergaya’
Kanada itu memberlakukan
hampir 100% zero-tariff
dan zero-quota, yaitu tidak
adanya tarif dan kuota atas
lalu lintas barang dan jasa.
Begitu pula dengan sistem
pengecekan barang di perbatasan. Sebaliknya, Inggris
tidak menginginkan hubungan dengan UE yang didasarkan pada aturan mereka
ALI RAMA
Dosen Fakultas Ekonomi &
Bisnis UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
(Brussels’ rules). Aturan UE
inilah yang dianggap telah
merugikan perekonomian
Inggris dan mendorong keinginan Brexit. Nigel Farage
sendiri di sidang ‘perpisahan’
di Parlemen Eropa mengatakan, “kami mencintai Eropa
tapi tidak dengan Uni Eropa”.
Berdasarkan data tahunan
Departemen Perdagangan
Internasional Inggris 20172018, nilai perdagangan
(ekspor-impor) negara itu
mencapai sekitar 1,26 triliun
pound (sekitar 61,5% dari
nilai PDB) di mana 49%-nya
berupa ekspor dan impor
dengan UE. Lebih detail, ekspor Inggris ke UE mencapai
sekitar 276 miliar pound atau
sekitar 44,6% dari total ekspor. Adapun impornya sekitar
53,2% dari total impor atau
sekitar 342 miliar pound
pada 2018.
Sebaliknya, Inggris merupakan negara strategis di UE,
berkontribusi sekitar 15%
dari total perekonomian blok
tersebut yang mencapai sekitar US$18,77 triliun. Inggris
merupakan perekonomian
terbesar kedua di UE setelah
Jerman. Tanpa Inggris di per-
sekutuan tentu berdampak
terhadap perekonomian blok
tersebut.
UE sebagai blok ekonomi
merupakan kekuatan dunia
yang kuat. Menurut data
Bank Dunia, perekonomian
EU berkontribusi sekitar
16,28% dari total perekonomian dunia pada 2018.
Mitra dagang terbesar UE
adalah Amerika Serikat dan
China. Adapun nilai perdagangan dengan Indonesia
relatif tinggi, yaitu sekitar 27
miliar euro (Eurostat, 2018).
Dengan keluar dari UE,
Inggris lebih terbuka dengan
dunia dan mandiri dalam
menerapkan kebijakan luar
negerinya, termasuk dalam
memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.
Mereka bisa memperkuat
hubungan ekonomi dengan
Indonesia dengan mengurangi berbagai bentuk hambatan, baik dalam bentuk
kuota maupun tarif dan tentunya juga saling memperluas pasar. Dalam konteks ini,
sejumlah komoditas ekspor
Indonesia ditolak masuk ke
wilayah UE, diantaranya produk kelapa sawit atau crude
palm oil (CPO). Produk ini
dianggap tidak ramah lingkungan dan melanggar aturan tentang standar lingkungan. Dengan Brexit, Indonesia
dan Inggris punya peluang
untuk menata ulang aturan
terkait dengan CPO. Apalagi
industri CPO sangat strategis
bagi Indonesia.
Setiap artikel yang dikirim ke redaksi hendaknya
diketik dengan spasi ganda maksimal 5.000
karakter, disertai riwayat hidup (curriculum
vitae) singkat tentang diri penulis juga
dilengkapi foto terbaru. Artikel yang masuk
merupakan hak redaksi Bisnis Indonesia
dan dapat diterbitkan di media lain yang
tergabung dalam Jaringan Informasi Bisnis
Indonesia (JIBI). Apabila lebih dari 1 minggu
artikel yang diterima belum diterbitkan tanpa
pemberitahuan lain dari redaksi, penulis berhak
mengirimkannya ke media lain. Setiap tulisan
yang dimuat merupakan pendapat pribadi
penulis. Artikel dapat dikirim melalui alamat
e-mail [email protected].
Bisnis Indonesia Weekly
Harga Iklan Umum
1 Halaman Full Color .........................................................................................75.000.000
1/2 Halaman Full Color....................................................................................40.000.000
Harga Iklan Packages
Full Edition ( 12 pages FC )......................................................................... 600.000.000
Half Edition ( 6 pages FC ).......................................................................... 350.000.000
Quarter Edition ( 4 pages FC ) .................................................................. 250.000.000
SUARA PEMBACA
Diuji Bencana Besar
Spesifikasi
Jenis Iklan
Kemitraan, Layanan Masyarakat,
Politik, Kasus Hukum,
Lelang/Tender, Dukacita,
Pernikahan, Hotel,
Resto & Cafe, Pendidikan,
Seminar, dan Lowongan
Hitam Putih
65.000
Berwarna
80.000
Iklan Occasion (Perkavling)
35.000.000
50.000.000
Rekening Bank a.n. PT Jurnalindo Aksara Grafika
• Bank BCA Cabang Wisma Asia No. 084-303-757-4
• Bank Mandiri Cabang Wisma Bisnis Indonesia
No. 121-00-9009999-9
• Bank BNI ($) Cabang Kramat No. 1-052-886-8
• Harga Langganan Rp250.000 per bulan
• Harga Langganan Rp325.000 per bulan Khusus
Wilayah Kalimantan, Sulawesi
dan Kawasan Timur Indonesia
Kebakaran hutan dan lahan
atau Karhutla terbukti tidak hanya
dimonopoli Indonesia. Negara
tetangga kita di selatan yaitu Australia saat ini menghadapi bencana
yang sama dan disebut-sebut sebagai bencana kebakaran terburuk
dalam sejarah mereka.
Semoga saja bisa ditangani
dengan cepat sehingga ekosistem
di sana dapat berangsur pulih.
Sedih sekali melihat dampak
kebakaran hutan yang sangat
hebat seperti itu dimanapun
juga. Berbagai satwa penghuni hutan atau taman nasional
sekalipun (bila kawasan ini juga
dilanda kebakaran) juga menjadi
korban. Kalaupun selamat, kondisinya sangat memprihatinkan.
Hampir menangis rasanya
melihat para satwa yang menderita itu diselamatkan oleh
mereka yang memiliki kepedu-
lian tinggi terhadap pelestarian.
Diselamatkan dan sekaligus dirawat agar dapat pulih kembali.
Bencana besar seperti ini kembali mengingatkan kepada semua
pihak mengenai pentingnya
mengelola lingkungan dan sumber daya alam secara bijak. Setiap
bentuk potensi atau karakter
khusus yang dimiliki alam seperti rawan gempa, rawan letusan
gunung berapi, daerah cincin
api dan berbagai risiko lain,
hendaknya bisa disikapi dengan,
misalnya, membuat mitigasi berlapis untuk meminimalisasi dampaknya. Tidak hanya terhadap
manusia tetapi juga hewan dan
ekosistem secara luas.
Bila alam tidak dirawat, ujungujungnya manusia juga yang
akan menanggung risikonya.
Taruhannya sungguh mahal.
Adi Teja Buana
Pasir Kaliki, Bandung
Percetakan: PT Aksara Grafika Pratama Jl. Rawagelam IV Blok II K, Kav. No. 16B Kawasan Industri Pulogadung Telp. 021-4612348 - Fax 021-4605324
EDITOR’S CHOICES 3
Jumat, 7 Februari 2020
PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-SURABAYA
OPSI TERKUAT, BANGUN TREK BARU
Bisnis, JAKARTA — Meski terdapat opsi pembangunan proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya dengan kemampuan jelajah
maksimal sekitar 300 km/jam, pemerintah tampaknya memprioritaskan beberapa level dibawahnya, yaitu ‘semi cepat’.
Anitana Widya Puspa
[email protected]
U
ntuk itu diperlukan trek baru
diluar trek ganda
(double track)
yang sudah
tersedia dan
dioperasikan saat ini di jalur
tersebut. Dengan trek baru
baru tersebut, kereta nantinya
bisa bergerak dengan kecepatan
sekitar 160 km/jam. Dengan
demikian, di atas kertas waktu
tempuh Jakarta–Surabaya bisa
jauh lebih singkat, yaitu dari
sebelumnya sekitar 10 jam
menjadi hanya 5,5 jam.
Jalur trek ganda yang ada
saat ini hanya memungkinkan
kereta melaju dengan kecepatan
sekitar 120 km/jam. Namun
merealisasikan proyek kereta
cepat yang sebenarnya masih
tergolong ‘semi cepat’ tersebut
tidak akan dilakukan sekaligus
tetapi secara bertahap, karena mempertimbangkan jarak
tempuh Jakarta–Surabaya yang
mencapai sekitar 700 kilometer.
“Secara bertahap kami tingkatkan,” ujar Direktur Jenderal
Perkeretaapian Kementerian
Perhubungan Zulfikri, Kamis
(6/2).
Dengan mempertimbangkan
berbagai kondisi, opsi yang
paling memungkinkan adalah
memprioritaskan fase pertama Jakarta–Cirebon, disusul
menyambung ke Semarang dan
selanjutnya menuju Surabaya.
Pada saat prastudi kelayakan
(feasibility study/FS), proyek
kereta cepat Jakarta–Surabaya ini diperkirakan menelan
anggaran Rp70 triliun. Pra-FS
tersebut mencakup dua tahap.
Pertama, Jakarta–Semarang dan
kemudian dilanjutkan menuju
Surabaya.
Saat ini Japan International
Cooperation Agency (JICA)
sedang melakukan pendetailan
dari FS tersebut menjadi studi
kelayakan. Ditargetkan pada
Mei tahun ini studi tersebut
rampung bersamaan
dengan keputusan skema pembiayaan proyek raksasa itu.
Jalur proyek kereta cepat
Jakarta-Semarang sebenarnya
merupakan bagian dari proyek
Jakarta–Surabaya yang sudah
masuk dalam proyek utama
Rancangan Pembangunan
Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) 2020-2024.
“Nah, ini kan Jakarta–Surabaya sejauh 700 kilometer. Jauh
itu, maka kita staging. Lima
“
Persoalannya adalah
pemerintah tidak
memiliki dana.”
Jalur Kereta Cepat
Jakarta—Surabaya
tahun ini. Bisa saja kami cuma
bangun sampai Cirebon saja
dulu,” kata Zulfikri.
Menanggapi rencana tersebut,
pengamat transportasi Universitas Soegijapranata, Djoko
Setijowarno berpendapat bahwa
nilai kelayakan proyek kereta
semi cepat Jakarta–Surabaya
diperkirakan mengalami sedikit
penurunan dengan mempertimbangkan rencana pemindahan
Ibu Kota Negara (IKN) ke
Kalimantan Timur.
Oleh karena itu kajian proyek
memang harus didalami lebih
lanjut untuk melihat apakah
tingkat permintaan aktivitas di
Jakarta masih sesuai dengan
prediksi sebelum pemindahan
IKN. “Ibu kota pindah. Orang
ke Jakarta juga mungkin menurun,” jelasnya.
Namun dia mengharapkan
dengan kepindahan IKN, aktivitas bisnis di Jakarta tetap
berkembang.
Djoko memperkirakan pihak
JICA cenderung akan menggarap proyek kereta cepat ini
secara bertahap. Apabila nilai
kelayakannya lebih kecil, harus
ada alternatif lain yang dipertimbangkan. Misalnya saja
dengan memperpanjang konsesi
jika proyek berskema bangun,
guna, serah.
MAU SEBERAPA CEPAT?
Sumber: Kemenhub &
BISNIS/
PT Kereta Api Indonesia, diolah. TRI UTOMO
Perbandingan
KA Biasa dan KA Semi Cepat Jakarta—Surabaya
Kategori
KA biasa
KA semi cepat
Waktu tempuh KA
10 jam—12 jam
5 jam
Rata-rata kecepatan KA
80 km/jam
160 km/jam
***
Cerita lain lagi soal virus corona
bermunculan. Bahkan, menjadi
viral. Tak hanya di jagat dunia
maya. Di mana dua tiga orang
berkumpul, topik ini kini laris jadi
bahan pembicaraan. Ini soal ‘daya
tahan’ orang Indonesia.
Sampai tadi malam, belum
ada orang di Indonesia—kecuali
seorang WNI di Singapura—yang
dinyatakan positif tertular corona.
Semoga tidak ada. Ini tentu saja
kabar gembira.
Akan tetapi, ada cerita miris
lain di balik itu, dan bahkan jadi
bahan candaan. Soal daya tahan
ini, banyak yang sepakat, ini
berkaitan dengan ketahanan perut
dan pola makan orang Indonesia
yang jorok bin ajaib. Maaf.
Makan gorengan campur plastik,
perut tetap kuat. Enak malah.
Ada sensasi krenyes-krenyes alias
garing di gorengan yang digoreng
bersama plastik. Makan ‘jorok’ di
pinggir jalan, sakitnya pun tak
macam-macam. Paling banter kena
diare.
Begitu pun makan bakso campur
boraks atau formalin, oke-oke saja.
Intinya, orang Indonesia kuat.
Pengalaman demi pengalaman
mencerna sesuatu yang ajaib alias
‘di luar kebiasaan’ menjadikan
perut orang Indonesia terlatih.
Maka ketika virus corona
menyebar dan orang Indonesia
masih merasa aman-aman
saja, tidak sedikit yang lantas
menyeletuk, “Untung kita sudah
terbiasa ...” Miris, memang.
***
Lalu, apakah kita akan tetap
aman dan kebal terhadap virus
tersebut? Tentu tidak. Jangan
anggap enteng. Penyebaran virus
ini tetap harus diantisipasi.
Akan tetapi, jangan pula terlalu
hati-hati. “Hati-hati boleh, tapi
jangan terlalu takut,” ujar Jusuf
Kalla, Ketua Umum Palang Merah
Indonesia (PMI), di kediamannya
dalam acara diskusi bertajuk
Mitigasi Risiko dan Antisipasi
Penyebaran Virus Corona, Rabu
(5/2) malam.
Jelas PMI punya tanggung jawab
dalam isu ini. Salah satu tujuan
strategis PMI adalah meningkatkan
ketahanan masyarakat untuk
mengurangi risiko dan dampak
bencana serta penyakit.
Bersyukur virus ini belum
menghampiri kita. Menurut JK,
jika masuk Indonesia, tentu rawan
bagi kita semua. Efeknya bisa
begitu dahsyat. Tak hanya nyawa
yang jadi ancaman. Perekonomian
Pekerjaan peningkatan spesifikasi teknis
jalur existing. Kecepatan KA jadi maksimal
160 km/jam dengan waktu tempuh Jakarta-Surabaya antara 5 jam 30 menit hingga 7
jam. Estimasi biaya BPPT mencapai Rp85,89
triliun dan JICA Rp217,2 triliun.
Opsi II
Pekerjaan penambahan jalur baru dengan
trek ukuran 1.067 mm. Kecepatan maksimal
160 km/jam dan waktu tempuh 5 jam 15
menit—5 jam 30 menit. Estimasi biaya versi
BPPT Rp103,76 triliun dan versi
JICA mencapai Rp137,1 triliun.
Opsi III
Pekerjaan penambahan jalur baru dengan
trek lebar ukuran 1.435 mm. Kecepatan KA
maksimal 220 km/jam dengan waktu
tempuh Jakarta—Surabaya antara 3 jam 30
menit-4 jam 44 menit. Estimasi biaya versi
BPPT mencapai Rp107,8 triliun sedangkan
versi JICA mencapai Rp161,9 triliun.
Opsi IV
Waktu tempuh layanan kereta api Jakarta-Surabaya akan dipersingkat
dengan moda yang lebih cepat. Risikonya memang di nilai investasi.
Makin cepat, makin tinggi pula biayanya. Namun bukankah mobilitas
di masa datang dituntut oleh kecepatan?
Pembangunan jalur ganda baru dengan trek
lebar ukuran 1.435 mm dengan kecepatan
KA 250 km/jam—300 km/jam sehingga
waktu tempuh 3 jam. Perkiraan biaya BPPT
berkisar Rp168,61 triliun dan JICA
sekitar Rp309,9 triliun.
S P E K T R U M
Inilah Hebatnya (Orang) Indonesia (Sambungan dari Hal. 1)
Di sana, harga masker pun
sudah melambung tinggi. Satu
boks masker jenis biasa dibanderol
dengan harga puluhan ribu rupiah.
Kini jadi ratusan ribu rupiah.
Kenaikannya bisa lima kali lipat.
Belum lagi masker N95, jenis
yang mendadak beken di kalangan
masyarakat. Satu boks masker
yang biasa dijual di bawah
Rp200.000, sekarang melambung
jadi jutaan rupiah. Sekitar Rp1,5
juta—Rp2 juta. Gilaaaaa!
Mendadak penjual masker
di beberapa marketplace pun
bermunculan. Seperti cendawan
di musim penghujan. Semua
beramai-ramai jualan masker.
Harganya bervariasi. Ada yang
murah, ada juga yang mahalnya
minta ampun.
Mendadak pula semua
penjual jadi ahli masker dengan
menyematkan embel-embel baru
‘antivirus corona’ pada jualannya.
Intinya, semua memanfaatkan
momentum. Ambil peluang.
Tak cuma masker yang
mendadak beken gara-gara corona.
Cairan pembersih tangan alias
hand sanitizer juga. Kemarin,
tak sengaja saya melihat
beberapa gantungan bening di
tas rombongan anak kuliahan di
seberang kantor. Apalagi kalau
bukan hand sanitizer. Bisa jadi,
barang itu sudah lama tergantung
di tas mereka. Bisa jadi pula, baru
tergantung pascamerebak wabah
corona.
Iseng-iseng saya berselancar
ke marketplace. Penjual hand
sanitizer pun kini kian banyak.
Ada beberapa yang melabeli
produknya dengan tambahan
‘corona’. Yang diberi embel-embel
corona, tentu harganya jauh lebih
tinggi.
Sekali lagi, ini respons atas
kepanikan masyarakat terhadap
virus corona.
Kepanikan dan kelangkaan.
Dua-duanya punya pengaruh yang
kuat dalam membentuk harga.
Terutama untuk pasar Indonesia.
Kondisi ini tidak terjadi di
Indonesia saja.
Opsi I
pun bisa kena imbas.
Maka, segala langkah
pencegahan harus dilakukan.
Jangan sampai virus tersebut
kadung masuk.
Semua sepakat, kesiapan kita
tentu tidak sebaik negara lain.
Bandingkan dengan negara-negara
lain yang sudah terjangkit virus
tersebut.
China saja yang begitu terkontrol
bisa kebobolan virus tersebut.
Singapura pun begitu. Negara
yang begitu kuat dengan peralatan
kesehatan yang memadai, bahkan
kerap menjadi rujukan orang
Indonesia untuk berobat, juga
telah tertular.
Saya sepakat dengan Pak JK.
Kita tidak seperti China. Yang
masyarakatnya patuh ketika
diisolasi. Yang masyarakatnya
nurut ketika disuruh menggunakan
masker. Atau yang bisa bangun
rumah sakit dalam 7 hari.
Jangan bandingkan dengan
‘kehebatan’ orang Indonesia dalam
hal mengonsumsi—secara tak
sengaja—benda-benda aneh bin
ajaib.
Lagi-lagi, saya juga sepakat
dengan Pak JK. Salah satu
bentuk mitigasi risiko yang paling
sederhana adalah menggunakan
masker. Ini cara paling mudah.
Juga paling murah, sepanjang
maskernya tak dibanderol dengan
harga selangit.
Sembari mendorong penggunaan
masker, edukasi juga harus terus
dilakukan. Tentang virus corona,
begitu banyak informasi tak jelas
yang beredar. Terlalu banyak
hoax. Tidak sedikit yang akhirnya
‘memakan mentah-mentah’ hoax
yang beredar, lalu panik sendiri.
Jika masyarakat tahu hal yang
benar, tentu rakyat tak perlu
panik.
Jalan untuk ‘memerangi’
virus corona masih panjang.
Jauh. Sejauh mana dunia dapat
menemukan vaksin secepat
mungkin. Selagi belum ketemu,
kita hanya dapat bertahan.
Melawan penyebaran virus corona
dengan ‘antivirus’ yang ada.
Dalam penantian ini, seperti kata
Pak JK, kekompakan tetap harus
dijaga. Jangan ada saling curiga.
Jangan pula saling menyalahkan.
Pemerintah dan masyarakat harus
bersatu. Mari satu hati melawan
corona. Kita bisa. Karena kita
hebat!
Tarif & Keamanan Parkir
Andhika A. Wening
[email protected]
B
eberapa waktu lalu Jakarta ditetapkan sebagai
kota termacet di dunia
nomor 10 oleh TomTom
Traffic Index, situs yang menghitung tingkat kemacetan di
416 kota di 57 negara. Dalam
merambah kemacetan, warga
Jakarta harus rela menghabiskan waktunya selama 174 jam
setahun di jalan.
Peringkat ini turun setelah
setahun sebelumnya, Jakarta
menempati posisi ke-7 dalam
kategori kota termacet sedunia.
Turunnya peringkat ini diklaim
oleh Pemprov DKI sebagai
salah satu keberhasilan dalam
penerapan berbagai kebijakan.
Selain kebijakan ganjil-genap,
Pemprov DKI juga akan menaikkan tarif parkir untuk terus
menekan tingkat kemacetan
yang ada di Ibu Kota.
Beberapa mal yang ada di
Jakarta sudah menerapkan
tarif bagi jasa penitipan per
jam kendaraan Rp2.000 untuk
motor dan Rp4.000 untuk
mobil. Tarif ini dinilai masih terlalu rendah sehingga
perlu ada kenaikan agar para
pengguna kendaraan bermotor
memanfaatkan moda transportasi umum.
Kenaikan tarif parkir ini tertuang dalam Instruksi Gubernur
(Ingub) Nomor 66 Tahun 2019
mengenai Pengendalian Kualitas
Udara. “Mendorong partisipasi warga dalam pengendalian
kualitas udara melalui perluasan
kebijakan ganjil genap sepanjang musim kemarau dan peningkatan tarif parkir yang terlayani angkutan umum massal
mulai 2019,” demikian instruksi
Gubernur Anies Baswedan yang
ditandatangani awal Agustus
tahun lalu.
Nantinya lokasi parkir yang
tarifnya mengalami kenaikan
adalah yang dikelola Dishub
DKI. Adapun untuk lokasi parkir yang dikelola swasta akan
dibahas lebih lanjut. Demikian
penegasan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin
Liputo.
Kenaikan tarif parkir dan
upaya mendorong warga
untuk beralih menggunakan
transportasi umum sebenarnya
adalah kebijakan yang baik.
Namun hal ini selaiknya harus
diimbangi dengan hak konsumen yang rela membayar mahal. Masih jamak kita lihat di
berbagai lokasi parkir, pihak
pengelola memasang spanduk
dan mengimbau para pengguna parkir untuk tidak meninggalkan barang berharganya di
dalam kendaraan.
Seakan pihak pengelola
parkir lepas tangan dan tidak
memberikan perlindungan penuh terhadap kendaraan atau
kehilangan barang berharga
yang dimiliki konsumen. Padahal berdasarkan Pasal 18 ayat
(1) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
(UUPK), sebagaimana dilansir
hukumonline, pencantuman
klausula baku oleh pelaku usaha yang menyatakan
pengalihan tanggung jawab
pelaku usaha adalah dilarang.
Berdasarkan Pasal 18 ayat (3)
UUPK klausula tersebut dinyatakan batal demi hukum.
Peringatan untuk mengunci kendaraan dengan kunci
ganda dan tidak meninggalkan
barang berharga juga tidak
lantas mengugurkan kewajiban pihak pengelola. Pasalnya
hal itu bersifat imbauan dan
tidak menghilangkan tanggung
jawab pemilik tempat parkir
untuk menjaga kendaraan
yang diparkir.
Kenaikan tarif parkir harus
diimbangi dengan peningkatan
pelayanan pengelola gedung
terhadap konsumen melalui
pemberian fasilitas asuransi
kendaraan serta meningkatkan
kapasitas daya tampung parkir.
Selain itu, keamanan dengan
memberikan penjaminan asuransi kepada kendaraan yang
diparkir dan barang berharga
harus ditanggung oleh pihak
pengelola gedung agar konsumen nyaman dan percaya tarif
parkir tinggi bukan hal yang
sia-sia.
4
Jumat, 7 Februari 2020
5
Jumat, 7 Februari 2020
LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN INDUK
No.
LAPORAN POSISI KEUANGAN
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 (Dalam Jutaan Rupiah)
Periode 1 Januari s/d 31 Desember 2019 dan 2018 (Dalam Jutaan Rupiah)
Per 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018 (Dalam Jutaan Rupiah)
BANK BNI
POS-POS
BANK BNI
KONSOLIDASIAN
31 Des 2019 31 Des 2018 31 Des 2019 31 Des 2018
(diaudit)
(diaudit)
No.
(diaudit)
(diaudit)
(diaudit)
ASET
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
Kas
Penempatan pada Bank Indonesia
Penempatan pada bank lain
Tagihan spot dan derivatif
Surat berharga
a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi
b. Tersedia untuk dijual
c. Dimiliki hingga jatuh tempo
d. Pinjaman yang diberikan dan piutang
Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual
kembali (reverse repo)
Tagihan akseptasi
Kredit
a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi
b. Tersedia untuk dijual
c. Dimiliki hingga jatuh tempo
d. Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pembiayaan syariah
Penyertaan
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/a. Surat berharga
b. Kredit
c. Lainnya
Aset tidak berwujud
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/Aset tetap dan inventaris
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/Aset non produktif
a. Properti terbengkalai
b. Aset yang diambil alih
c. Rekening tunda
d. Aset antarkantor
i. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia
ii. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia
Cadangan kerugian penurunan nilai dari aset non keuangan -/Sewa pembiayaan
Aset pajak tangguhan
Aset lainnya
TOTAL ASET
13.681.004
64.330.120
18.251.124
605.248
15.361.703
77.096.821
22.748.876
312.266
14.043.846
68.884.514
19.168.288
605.248
1.998.697
68.342.028
12.701.355
3.688.146
2.256.571
2.558.283
67.132.113
12.903.519
9.408.689
20.759.642
11.972.689
72.784.731
21.461.902
3.688.146
2.256.571
10.599.878
70.486.234
21.281.710
9.408.689
20.759.642
411.442
19.118.275
20.422.882
411.442
19.118.275
20.475.019
522.750.099
4.306.332
483.421.821
4.081.332
524.121.874
31.594.596
985.007
484.392.300
27.567.029
785.007
(278.614)
(15.837.399)
(1.162.006)
34.314.961
(8.641.930)
(379.986)
(14.059.789)
(446.394)
32.954.473
(7.460.793)
(287.094)
(15.854.393)
(1.164.010)
35.661.850
(9.137.091)
(390.393)
(14.072.441)
(450.200)
34.008.656
(7.882.148)
28.676
1.055.345
5.492
28.863
942.365
6.168
28.676
1.163.562
5.492
28.863
960.001
6.168
157.293
138.857
(41.733)
(40.516)
1.514.755
1.349.343
23.804.211
29.825.632
754.575.210 845.605.208
157.293
(41.733)
1.676.367
26.114.174
808.572.011
138.857
(40.516)
1.083.442
28.349.503
780.237.387
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
LIABILITAS
Giro
199.393.808
Tabungan
182.337.666
Simpanan berjangka
189.344.223
Dana investasi revenue sharing
Pinjaman dari Bank Indonesia
470.347
Pinjaman dari bank lain
11.420.922
Liabilitas spot dan derivatif
203.054
Utang atas surat berharga yang dijual dengan janji
dibeli kembali (repo)
2.183.403
Utang akseptasi
5.341.440
Surat berharga yang diterbitkan
3.099.253
Pinjaman yang diterima
55.948.491
Setoran jaminan
325.145
Liabilitas antar kantor
a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia
b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia
Liabilitas pajak tangguhan
Liabilitas lainnya
13.271.429
Dana investasi profit sharing
TOTAL LIABILITAS
663.339.181
EKUITAS
Modal disetor
9.054.807
a. Modal dasar
15.000.000
b. Modal yang belum disetor -/(5.945.193)
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/Tambahan modal disetor
a. Agio
14.568.468
b. Disagio -/c. Modal sumbangan
d. Dana setoran modal
e. Lainnya
Penghasilan komprehensif lain
a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan
dalam mata uang asing
43.910
b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan
dalam kelompok tersedia untuk dijual
(256.907)
c. Bagian efektif lindung nilai arus kas
d. Keuntungan revaluasi aset tetap
14.804.855
e. Bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi
f. Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
g. Pajak penghasilan terkait dengan penghasilan komprehensif lain
h. Lainnya
Selisih kuasi reorganisasi
Selisih restrukturisasi entitas sepengendali
Ekuitas lainnya
Cadangan
a. Cadangan umum
2.778.412
b. Cadangan tujuan
Laba/rugi
a. Tahun-tahun lalu
61.291.797
b. Tahun berjalan
14.612.864
TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK 116.898.206
Transaksi dengan non pengendali
Kepentingan non pengendali
TOTAL EKUITAS
116.898.206
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
780.237.387
A.
1
B.
1
2
LAPORAN
PERUBAHAN EKUITAS
Per 31 Desember 2019
dan 31 Desember 2018
(Dalam Jutaan Rupiah)
No.
165.805.047
189.771.051
189.083.445
831.827
13.416.673
322.028
202.226.824
191.390.028
188.923.773
31.770.347
470.347
11.521.329
203.054
168.106.953
196.253.601
187.811.648
26.602.572
831.827
13.470.267
322.028
21.524.329
4.364.479
3.098.997
51.197.648
390.352
2.183.403
5.341.440
3.085.017
57.169.571
325.145
21.524.329
4.416.613
3.087.417
51.955.011
390.352
11.180.258
650.986.134
25.990.982
720.601.260
23.425.604
698.198.222
9.054.807
15.000.000
(5.945.193)
-
9.054.807
15.000.000
(5.945.193)
-
9.054.807
15.000.000
(5.945.193)
-
14.568.468
-
14.568.468
-
14.568.468
-
1
84.951
47.199
84.886
(822.278)
14.946.879
-
(3.913.839)
14.978.731
-
2.778.412
-
2.778.412
-
2.778.412
-
50.788.768
14.462.162
103.589.076
64.300.617
15.384.476
120.258.580
2.256.999
2.488.369
125.003.948
845.605.208
53.253.302
15.015.118
105.819.885
2.256.999
2.296.905
110.373.789
808.572.011
103.589.076
754.575.210
2
-
POS-POS
(diaudit)
1 Jan 2019
s/d
31 Des 2019
1 Jan 2018
s/d
31 Des 2018
(diaudit)
(diaudit)
Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan bunga
a. Rupiah
b. Valuta asing
Beban bunga
a. Rupiah
b. Valuta asing
Pendapatan (Beban) Bunga Bersih
Pendapatan Premi
Beban Klaim
Pendapatan Premi (Beban Klaim) Bersih
Pendapatan (Beban) Bunga dan Pendapatan Premi (Beban
Klaim) Bersih
Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga
Pendapatan Operasional Selain Bunga
a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan
i. Surat Berharga
ii. Kredit
iii. Spot dan derivatif
iv. Aset keuangan lainnya
b. Penurunan nilai wajar liabilitas keuangan
c. Keuntungan penjualan aset keuangan
i. Surat Berharga
ii. Kredit
iii. Aset keuangan lainnya
d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised)
e. Dividen
f. Keuntungan dari penyertaan dengan equity method
g. Komisi/propisi/ fee dan administrasi
h. Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai
i. Pendapatan lainnya
Beban Operasional Selain Bunga
a. Penurunan nilai wajar aset keuangan
i. Surat Berharga
ii. Kredit
iii. Spot dan derivatif
iv. Aset keuangan lainnya
b. Peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan
c. Kerugian penjualan aset keuangan
i. Surat Berharga
ii. Kredit
iii. Aset keuangan lainnya
d. Kerugian transaksi spot dan derivatif ( realised )
e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan ( impairment )
i. Surat Berharga
ii. Kredit
iii. Pembiayaan syariah
iv. Aset keuangan lainnya
f. Kerugian terkait risiko operasional
g. Kerugian dari penyertaan dengan equity method
h. Komisi/propisi/ fee dan administrasi
i. Kerugian penurunan nilai aset lainnya ( non keuangan )
j. Beban tenaga kerja
k. Beban promosi
l. Beban lainnya
Pendapatan (Beban) Operasional Selain Bunga Bersih
LABA (RUGI) OPERASIONAL
No.
BANK BNI
POS-POS
KONSOLIDASIAN
31 Des 2019 31 Des 2018 31 Des 2019 31 Des 2018
(diaudit)
(diaudit)
(diaudit)
(diaudit)
I. TAGIHAN KOMITMEN
1
46.943.971
7.251.667
43.561.943
6.708.882
51.205.924
7.326.449
47.415.489
6.723.124
2
3
16.232.014
4.641.298
33.322.326
-
13.476.299
4.138.633
32.655.893
-
17.268.268
4.661.731
36.602.374
6.158.192
4.461.264
1.696.928
14.548.133
4.144.165
35.446.315
5.997.417
4.285.560
1.711.857
1
33.322.326
32.655.893
38.299.302
37.158.172
12.114
-
32.967
170.236
-
150
-
11.956
170.236
-
965.489
856.079
9.347.930
206.091
2.865.043
534.686
56.240
8.353.459
96.916
2.386.649
971.584
862.185
8.850.923
206.091
3.256.979
508.516
64.552
7.801.854
96.916
2.796.683
Fasilitas pinjaman yang belum ditarik
a. Rupiah
b. Valuta asing
Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan
Lainnya
39.865.544
177.533
68.881.070
510.266
39.865.544
177.533
68.881.070
510.266
II. KEWAJIBAN KOMITMEN
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik
a. BUMN
i. Committed
- Rupiah
- Valuta asing
ii. Uncommitted
- Rupiah
- Valuta asing
b. Lainnya
i. Committed
ii. Uncommitted
Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik
a. Committed
- Rupiah
- Valuta asing
b. Uncommitted
- Rupiah
- Valuta asing
Irrevocable L/C yang masih berjalan
a. L/C luar negeri
b. L/C dalam negeri
Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan
Lainnya
2
3
4
5
-
-
-
-
10.732.604
1.653.594
12.833.510
-
10.732.604
1.653.594
12.833.510
-
574.116
43.893.464
689.594
39.350.212
574.116
45.264.895
689.594
40.506.083
-
-
-
-
79.808
4.143
194.405
79.808
4.143
194.405
6.380.933
2.772.352
39.660.733
-
7.830.009
4.598.880
68.772.241
-
6.380.933
2.789.432
39.660.733
-
7.830.009
4.625.498
68.772.241
-
3.835.171
14.551.132
2.708.798
14.719.699
3.844.700
14.551.132
2.713.973
14.719.699
4.939.339
222.923
4.002.920
188.731
4.939.339
64.780
228.883
4.002.920
60.966
194.046
34.762.049
23.041.708
-
33.696.127
28.013.612
-
34.813.699
23.045.555
-
33.753.856
28.013.612
-
III. TAGIHAN KONTINJENSI
87.748
-
-
87.748
-
-
-
-
127.876
6.806.081
724.004
92.933
23.333
787.472
8.677.731
1.174.361
10.703.913
(14.952.706)
18.369.620
78.876
6.483.177
180.767
41.817
35.177
152.680
8.106.388
1.101.141
9.626.788
(14.175.658)
18.480.235
127.876
6.811.821
592.343
724.757
92.933
540.397
787.472
10.186.127
1.312.056
11.555.386
(18.671.004)
19.628.298
83.458
6.494.720
572.832
181.637
41.817
547.114
152.680
9.518.738
1.290.553
10.384.742
(17.817.578)
19.340.594
36.528
(139.727)
(5.663)
(108.862)
18.260.758
1.082
258.802
301.807
561.691
19.041.926
33.086
(141.675)
(150.603)
(259.192)
19.369.106
3.431
259.991
216.699
480.121
19.820.715
(3.802.159)
154.265
14.612.864
(4.768.134)
188.370
14.462.162
(4.107.435)
246.912
15.508.583
(4.948.261)
219.309
15.091.763
(296.506)
-
2.755.924
628.250
-
(310.171)
-
2.815.509
601.440
-
59.301
(234.596)
62.034
(235.860)
Garansi yang diterima
a. Rupiah
b. Valuta asing
Pendapatan bunga dalam penyelesaian
a. Bunga kredit yang diberikan
b. Bunga lainnya
Lainnya
1
2
3
IV. KEWAJIBAN KONTINJENSI
1
Garansi yang diberikan
a. Rupiah
b. Valuta asing
Lainnya
2
PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL
1
2
3
(2.985.199)
14.836.707
-
-
KONSOLIDASIAN
1 Jan 2018
s/d
31 Des 2018
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
14.922.678
68.868.096
21.545.591
312.266
LIABILITAS DAN EKUITAS
1
2
3
4
5
6
7
8
1 Jan 2019
s/d
31 Des 2019
POS-POS
Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris
Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing
Pendapatan (beban) non operasional lainnya
LABA (RUGI) NON OPERASIONAL
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SEBELUM PAJAK
Pajak penghasilan
a. Taksiran pajak tahun berjalan
b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
a. Keuntungan revaluasi aset tetap
b. Pengukuran kembali atas program imbalan pasti
c. Bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi
d. Lainnya
e. Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam
mata uang asing
b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan
dalam kelompok tersedia untuk dijual
c. Bagian efektif dari lindung nilai arus kas
d. Lainnya
e. Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasi
ke laba rugi
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN
SETELAH PAJAK
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada :
PEMILIK
KEPENTINGAN NON PENGENDALI
TOTAL LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
Total Laba (Rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan kepada :
PEMILIK
KEPENTINGAN NON PENGENDALI
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
DIVIDEN
LABA BERSIH PER SAHAM (dalam satuan rupiah)
Modal
Tambahan Transaksi dengan
ditempatkan dan
modal
kepentingan
disetor penuh
disetor
non pengendali
(41.041)
(8.328)
(37.687)
(8.270)
3.410.365
-
(4.082.282)
-
3.951.475
-
(5.035.413)
-
(682.073)
816.456
(790.295)
1.007.083
2.450.046
17.062.910
(124.576)
14.337.586
2.875.356
18.383.939
(855.511)
14.236.252
14.612.864
14.462.162
14.612.864
14.462.162
15.384.476
124.107
15.508.583
15.015.118
76.645
15.091.763
18.192.475
191.464
18.383.939
14.250.362
(14.110)
14.236.252
825
805
17.062.910
14.337.586
17.062.910
14.337.586
Rugi yang belum direalisasi atas efek-efek
dan obligasi pemerintah dalam kelompok
tersedia untuk dijual neto setelah pajak
BNI iB Hasanah Card
Partner Transaksi
Hijrah Hasanah
Selisih kurs
karena penjabaran
laporan keuangan
dalam mata uang
asing
Cadangan
revaluasi aset
Saldo laba*)
Cadangan umum
dan wajib
Tidak
dicadangkan**)
Total ekuitas
pemilik
entitas induk
Kepentingan
non pengendali
Total
ekuitas
1
Saldo per 31 Desember 2018
9.054.807
14.568.468
2.256.999
(3.913.839)
84.886
14.978.731
2.778.412
68.268.420
108.076.884
2.296.905
110.373.789
2
Laba komprehensif untuk periode berjalan
-
-
-
3.091.561
(37.687)
-
-
15.138.601
18.192.475
191.464
18.383.939
3
Pembagian dividen
-
-
-
-
-
(31.852)
-
31.852
-
-
-
4
Pelepasan tanah/bangunan yang telah direvaluasi
-
-
-
-
-
-
-
(3.753.780)
(3.753.780)
-
(3.753.780)
5
Saldo per 31 Desember 2018
9.054.807
14.568.468
2.256.999
(822.278)
47.199
14.946.879
2.778.412
79.685.093
122.515.579
2.488.369
125.003.948
*) Saldo rugi sebesar Rp58.905.232 telah dieliminasi dengan tambahan modal disetor, laba yang belum direalisasi atas efek-efek dalam kelompok tersedia untuk dijual, cadangan penilaian kembali aset, cadangan khusus dan cadangan umum dan wajib pada saat kuasi-reorganisasi BNI pada tanggal 30 Juni 2003.
**) Termasuk di dalam saldo laba tidak dicadangkan adalah pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja, neto setelah pajak sebesar Rp245.875
6 RISING STAR
Jumat, 7 Februari 2020
CEO MPL INDONESIA JOSEPH WADAKETHALAKAL
MEMBANGUN EKOSISTEM
PENGEMBANG GIM LOKAL
Bisnis, JAKARTA — Awal Februari 2020,
berlangsung putaran final kejuaraan Piala Presiden
Esports 2020. Ajang laga bagi para pecinta
game online dari seluruh penjuru Tanah Air. Salah
satu perusahaan yang aktif mendukung kejuaraan
itu adalah Mobile Premiere League (MPL). Seperti
apa kiprah bisnis MPL dan upayanya mendorong
ekosistem game dan pemain lokal untuk unjuk
gigi, Bisnis berkesempatan mewawancarai CEO
MPL Indonesia Joseph Wadakethalakal.
Berikut kutipannya:
Apa sih MPL di Indonesia
itu?
Kami salah satu platform
mobile untuk esports. Kalau
kita lihat esports yang sekarang
banyak dilombakan itu digelar secara offline. Meski yang
dipertandingkan merupakan
permainan yang banyak diakses secara online, tapi untuk
kejuaraan esports itu digelar
offline. Jadi kita ada di ruang
yang sudah tersedia peralatan
komputer lengkap dan lainnya,
untuk bertanding.
Bagi sebagian masyarakat,
esports yang seperti itu tentu
mahal. Nah, kami mencoba
melakukan hal baru. Mengajak
semua orang untuk merasakan menjadi atlet esports yang
langsung bisa diakses melalui
ponsel yang mereka miliki.
Jadi kami penyedia itu.
Aplikasi yang memungkinkan
orang untuk bisa bertanding
layaknya pemain esports. Ibaratnya seperti orang masuk ke
wahana permainan di pusat
belanja, Anda bawa kartu bisa
main apa saja. Kalau ingin
ikut kompetisi, langsung lewat
aplikasi.
Seperti apa alurnya?
Saat ini aplikasi MPL baru
ada di Android, kami sedang
kembangkan ke iOS. Atau
pengguna bisa masuk ke website MPL lewat ponsel. Download
langsung dari sana. Setiap hari
ada ratusan kompetisi yang
dimaikan di aplikasi kami dalam beberapa gim. Ada 1 juta
gim dimainkan per hari oleh
30.000—40.000 orang. Kalau
pemain mau masuk kompetisi,
nanti mereka bisa bayar kami
ambil biaya sekitar 5%—10%
tergantung gimnya.
Kalau ada gim yang lebih
premium, tentu biayanya lebih
tinggi. Misalnya, kalau orang
mau main kompetisi ada biaya
masuk sekecil mungkin Rp100,
atau Rp500. Atau kalau mau
main yang lebih tinggi bisa
sampai Rp1 juta. Jadi untuk
setiap kelas orang ada kompetisi untuk dia mulai dari pemula
hingga advance.
Anda melihat bisnis gim di
Indonesia seperti apa?
Peluangnya sangat besar, tetapi di Indonesia kalau melihat
Joseph Wadakethalakal
kemampuan atau daya beli
masyarakat, masih relatif kecil
untuk sekarang ini. Dan itu
menjadi masalah bagi game
developer [pengembang gim] di
sini.
Kalau bicara revenue-nya dari
mana, biasanya kalau gim itu
di dapat dari game purchase
[berbayar], IAP [In App Purchase/download gim secara gratis
tapi untuk naik tingkat nanti
berbayar], dan advertising/iklan, lalu kami coba masukan
kompetisi.
Untuk game purchase, masalahnya di Indonesia daya
belinya masih kecil, semua cari
yang gratis. Selain itu, kendalanya soal pembayaran. Bayar
lewat digital susah. Bagi developer lokal untuk gim berbayar
masih belum optimal menghasilkan uang.
Untuk pendapatan dari IAP
di sini juga masih agak susah
karena kita pasarnya terbuka,
semua gim developer dari luar
negeri bisa masuk, marketing
budget mereka besar sekali.
Kualitas gimnya luar biasanya
lebih bagus, biaya development
dia lebih besar dan marketing bujet besar, market lokal
tidak bisa berkompetisi dengan
mereka. Jadi semua uang dari
revenue stream [sumber pendapatan] masuk di asing.
Sekarang lokal hanya bisa
akses iklan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, suplai iklan
jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan demand. Pendapatan
bisa besar kalau pengguna atau
user-nya banyak, tapi susah
mendapat user yang banyak
karena tidak dapat marketing
bujet. Jadi peluang masuk ke
developer asing. Ini ironis,
padahal selalu dibilang peluang
industri gim di Indonesia besar,
tapi hampir 90% uang masuk
ke developer luar negeri.
Jadi kami mencoba membantu ekosistem di lokal Indonesia. Kami buat revenue stream
baru untuk kompetisi.
Berapa user yang
terdaftar?
Rata-rata perhari bisa sekitar
30.000—40.000 orang per hari.
Artinya rata-rata ada 40.000-an
orang baru. Yang sudah download ada sekitar 1,5 juta. Lebih
banyak di Jabodetabek, kirakira 35%. Kemudian baru di
Surabaya. Sekarang kita masih
terus kembangkan bisnis
Tempat, tanggal lahir:
Kochi Kerala, India, 12 Oktober 1987
Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
model untuk memastikan bisa
menghasilkan uang, sehingga
bisa spend lebih banyak di
marketing.
Berapa gim yang tersedia?
Sekarang dari lokal ada tiga
gim awal, waktu kami luncurkan pertama kali ada gim yang
sudah dikembangkan di India
karena belum ada hubungan
dengan developer gim lokal,
tapi di pipeline kita ada 12 gim
lokal. Kami dorong di situ karena kita mau bantu ekosistem
developer lokal. Kami sudah
berkerja sama seperti developer
lokal seperti Agate, Inovidia,
dan Ciayo.
Pola kerja sama dengan
developer gim lokal?
Kami mengundang
developer lokal untuk
Pendidikan
mengembangkan gim di
BA Mathematical Economics
aplikasi kita. Lalu kami
& History, Minor in
memberi revenue share,
Mathematics, Pomona
bisa sampai 50%:50%.
College, AS (2005—2009)
Kami membuka
revenue streming
baru di skill
Karier
base competition
CEO Mobile Premier
di Indonesia.
League (MPL)
Pertumbuhannya
Indonesia, Desember
tinggi, hampir
2018 sampai sekarang
setiap bulan kita
Co-Founder
growth sekiPermitindo, Januari
tar 20%—50%
2017—sampai
untuk revenue
sekarang
atau volume
Founder Seroja
transaksi yang
Partners, Agustus
dilakukan diapli2013—sampai
kasi kita.
sekarang
CEO dan Founder
Brilio.net, Oktober
2015—November 2018
Targetnya
seperti apa?
Kami sebenarnya bukan
menyasar target
user, targetnya
memastikan
pada akhir
“
Kami ingin
menciptakan persepsi
gim yang lebih positif.
tahun ini tiga gim developer lokal bisa mendapat nilai tambah
dari kami. Harapannya, revenue yang gim developer lokal
dapatkan dari kami, menjadi
sumber revenue yang paling
tinggi untuk mereka. Kalau
itu bisa tercapai, tentu semua
gim developer lain pasti akan
tertarik membangun kerja sama
dengan kami.
Kalau mereka membuat gim
untuk aplikasi di MPL, tentu
user akan datang. User datang
otomatis pendapatan naik,
pendapatan naik itu penghasilan juga buat mereka. Siklusnya
seperti itu.
Apa saja tantangan
industri gim ini?
Kami melihatnya dari sisi
edukasi. Regulasi tentang gim
juga belum ada di Indonesia.
Orang tua juga kuat pemahamannya saat memberi tahu
ke anak-anaknya, jangan main
gim! Justru, kami ingin menciptakan persepsi gim yang
lebih positif.
Kami mencoba memberi
masukan kepada pemerintah,
khususnya soal regulasi dan
bagaimana agar industri gim
ini berkembang.
Mungkin tantangan lain soal
kualitas gim lokal yang belum
mencapai standar internasional. Tapi itu pasti nanti akan
berkembang dengan sendirinya,
karena rasanya itu menjadi
masalah bagi gim developer di
Asia Tenggara pada umunya.
Menurut saya sekarang kita
punya peluang yang besar,
peluang besar di gaming,
memang kita masih butuh
bantuan dan masukan dari
perusahaan asing. Saya tidak
bilang harus memotong akses
mereka [perusahaan asing] di
sini. Tapi menurut saya pasar
ini bisa dibagikan ke perusahan lokal.
Paling penting sebenarnya,
menciptakan ekosistem dan peluang bagi developer gim lokal
mengambil revenue dari pasar
ini. Itu tantangan yang paling
besar karena semua revenue
yang ada di Indonesia ke luar
negeri.
Akan lebih banyak inovasi?
Kami sedang mencoba mengembangkangim yang lebih
dekat dengan sosial masyarakat
di Indonesia. Gim yang edukatif. Contohnya di MPL, ada gim
matematika itu bisa sebagai
edukasi. Intinya gim yang bisa
diterima semua kalangan.
Apa yang dilakukan saat
senggang?
Paling hanya nge-gym saja.
Cuma sekarang jarang karena
waktunya habis di pesawat.
Mengapa demikian?
Kami punya kantor di Bengaluru, India, lalu ada juga
kantor di Singapura. Keluarga
saya juga tinggal di Singapura.
Jadi bolak-balik Jakarta, India,
dan Singapura.
Pewanwancara: Asteria Desi &
Stefanus Arief Setiaji
REGIONAL 7
Jumat, 7 Februari 2020
FORMULA E JAKARTA
CARI RUTE BARU SELAIN MONAS
Bisnis, JAKARTA — Penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E Jakarta 2020 dilarang menggunakan kawasan Monumen
Nasional. Akan tetapi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku tuan rumah tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang
berlebihan.
Aziz Rahardyan
[email protected]
K
eputusan pelarangan
Monumen Nasional
(Monas) sebagai
lokasi balap diambil
dalam rapat dengan
Komisi Pengarah
Pembangunan Kawasan Medan Merdeka (Komrah) dengan Pemprov DKI
di gedung Kementerian Sekretariat
Negara, Rabu (5/2) malam.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ikut dalam pertemuan
itu tampak santai ketika dimintai
tanggapannya soal pelarangan
itu karena yang krusial saat
ini adalah revitalisasi Monas.
“Yang penting dari pertemuan itu
adalah revitalisasi [Monas] akan
dituntaskan. Kalau soal Formula
E sih, tinggal cari rute,” ujarnya
ketika ditemui di Balai Kota DKI
“
Siapa yang ada di
ruangan itu pasti ingat.
Begitu tidak dianjurkan,
tidak di Monas, ya
sudah. Maka Pemprov
DKI akan cari [rute
sirkuit] yang baru.
Jakarta, Kamis (6/2).
Menurut Anies, hanya ada pembahasan singkat terkait dengan
Formula E dalam forum itu. Pendapat
beberapa anggota Komrah yang
tak sepakat adanya ajang balap
di Monas sebagai cagar budaya
patut dihormati. “Siapa yang ada
di ruangan itu pasti ingat. Begitu
tidak dianjurkan, tidak di Monas,
ya, sudah. Maka Pemprov DKI akan
cari [rute sirkuit] yang baru.”
Alternatif pembangunan sirkuit
yang penting tidak melebihi 3
kilometer sebagai batas daya
tahan baterai mobil listrik balap
tersebut. Penyelenggara balapan
dan perancang lintasan segera
melakukan koordinasi soal
rute.“Tim rute akan datang,
Ibu Kota Jakarta akan menjadi tuan
rumah balapan Formula E pada
pertengahan 2020 ini. Persiapan sudah
dilakukan mulai dari anggaran,
penanggungjawab, hingga penetapan
lokasi. Namun, ajang yang tinggal 4
bulan ini terkendala izin penggunaan
kawasan Monas dari Sekretariat
Negara.
Rencana Awal Rute Sirkuit Formula E :
Rencana I :
Jl Silang Merdeka Tenggara, Jl Medan Merdeka
Timur, Jl M. Ridwan Rais, Jl Arief Rachman, Jl
Hakim, putaran Tugu Tani, dan Jl Medan Merdeka
Selatan.
Rencana II :
Jl Silang Monas Tenggara Monas, Jl Silang
Merdeka Tenggara, Jl Medan Merdeka Timur, Jl
Ridwan Rais – Jl Medan Merdeka Selatan, Silang
Merdeka Barat Daya Monas, dan pelataran
Merdeka Monas.
langsung melihat beberapa tempat
bersama dengan tim dari Bina
Marga, tim dari Jakpro [PT
Jakarta Propertindo] dan eksekutif
komitenya,” ungkap Anies.
Direktur Utama PT Jakarta
Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu
Daryoto mengatakan bahwa
perseroan selaku badan usaha milik
daerah yang diberi tanggung jawab
mengurus kesiapan infrastruktur
Formula E akan berkoordinasi
untuk mendapatkan hasil terbaik.
Kepala Dinas Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif (Disparekraf)
DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia
menjamin rangkaian praacara
kampanye ajang balap mobil listrik
Formula E tetap sesuai dengan
jadwal.
KESIBUKAN DKI MENJADI TUAN RUMAH
BALAPAN FORMULA E
Digelar pada Sabtu, 6 Juni 2020
Penanggung Jawab Infrastruktur Sirkuit : PT Jakarta Propertindo (Jakpro)
Perputaran Ekonomi diperkirakan Rp1,2 Triliun
Anggaran dari APBD DKI Jakarta berkisar Rp1,6 Triliun meliputi :
- Commitment Fee penyelenggaraan musim 2019/2020 : Rp346 miliar
- Pra Event : Rp600 juta
- Biaya Penyelenggaraan musim 2020/2021 : 22 juta Pound sterling
(setara Rp379 miliar)
- Asuransi 35 juta Euro (setara Rp556 miliar)
- Sarana Prasarana : Rp305 miliar
Sumber : Pemberitaan Bisnis.com, diolah
Bisnis/Adi Pramono
PERAYAAN IMLEK NASABAH UTAMA MANDIRI
PEREKONOMIAN BALI
Cegah Perlambatan
Terlalu Dalam
Bisnis, DENPASAR — Laju
kencang perekonomian Bali setelah
menjadi tuan rumah IMF-World
Bank Annual Meeting 2018 tak
berlanjut. Ekonomi daerah tujuan
wisata unggulan tersebut justru
melambat cukup dalam pada 2019.
Badan Pusat Statistik (BPS) Bali
mencatat, sepanjang 2019, tingkat
pertumbuhan ekonomi Bali hanya
mencapai 5,63%, lebih rendah
dibandingkan dengan 2018 sebesar
6,33%. Semua lapangan usaha
mencatatkan pertumbuhan, kecuali
kategori B yakni pertambangan dan
penggalian tumbuh negatif, yakni
-1,23%. Adapun, pertumbuhan
tertinggi dicatatkan oleh kategori
K yakni jasa keuangan dan asuransi
yang tumbuh 8,78%. Selanjutnya
diikuti oleh kategori G meliputi
perdagangan besar dan eceran;
reparasi mobil dan sepeda motor
yang tercatat umbuh 7,43% dan
kategori konstruksi sebesar 7,39%.
Kepala Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Bali Trisno Nugroho
mengakui perlambatan kinerja
ekonomi Bali terutama disebabkan oleh pengerjaan proyek
konstruksi yang tidak semasif
2018, seiring dengan adanya penyelenggaraan IMF-World Bank
Annual Meeting sehingga menahan
kinerja konstruksi dan investasi.
Sejalan dengan itu, musim kemarau panjang pada 2019 berdampak
terhadap tertahannya kinerja
pertanian. “Sektor pariwisata juga
terdampak kunjungan wisatawan
mancanegara yang melambat, akibat
makin kompetitifnya destinasi
wisata dunia dan tertahannya
kunjungan wisatawan domestik
yang disebabkan tarif angkutan
udara yang tinggi, menahan kinerja
ekonomi Balinusra 2019,” katanya
melalui siaran pers, Kamis (6/2).
Meskipun demikian, perlambatan
bisa ditahan oleh meningkatnya
realisasi belanja pemerintah, peningkatan gaji ASN dan peningkatan
nilai nominal serta perluasan bansos
nontunai pada 2019. Pelaksanaan
pemilihan umum juga berkontribusi
terhadap meningkatnya kinerja
industri pengolahan di tengah tertahannya kinerja ekspor akibat
per lambatan ekonomi negara
mitra dagang utama Bali. “Bank
Indonesia terus berupaya untuk
memperkuat koordinasi dengan
Pemerintah Provinsi Bali dalam
rangka mendorong peningkatan
pertumbuhan ekonomi Bali ke
depan,” paparnya. (Feri Kristianto)
RENOVASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Antara/Audy Alwi
Presiden Direktur Lotte Duty Free Indonesia Kim Ju Yong (kiri), didampingi
Kepala Sekolah SDS Ratih Sofianita (kanan), membagikan majalah kepada para siswa
pada peresmian perpustakaan bantuan Lotte Scholarship Foundation, di Jakarta,
Kamis (6/2). Lotte Duty Free Indonesia melalui Lotte Scholarship Foundation
membantu merenovasi perpustakaan SDS Ratih di kawasan Rawasari, Jakarta, serta
menyediakan sejumlah buku bacaan.
Bisnis/Arief Hermawan P
Direktur Operasi Bank Mandiri Panji Irawan (dari kiri), Direktur
Corporate Banking Alexandra Askandar, Agus Santoso Suwanto
dari Manajemen Djarum Group, Wadirut Bank Mandiri Sulaiman A.
Arianto, Pemilik Djarum Group Robert Budi Hartono, Dirut Bank
Mandiri Royke Tumilaar, Direktur Commercial Banking Riduan
dan Direktur Treasury Financial Institution dan Special Asset
Management (SAM) Darmawan Junaidi berbincang di sela-sela
perayaaan Imlek bersama nasabah utama di Jakarta, Kamis (6/2).
Perayaan ini menjadi satu momen terbaik bagi manajemen Bank
Mandiri untuk mempererat keakraban dengan nasabah utama,
terutama nasabah High Net Worth Individuals (HNWI) serta
menyampaikan perkembangan terbaru mengenai perusahaan.
HARGA BAWANG PUTIH
Dinas Tunggu Instruksi Pusat
Bisnis, SURABAYA — Dinas Perindustrian dan Perdagangan di sejumlah
daerah belum dapat mengambil
keputusan terkait dengan langkah
yang harus dilakukan untuk mengatasi
kenaikan harga bawang putih.
Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Jawa Timur Drajat Irawan
mengatakan bahwa sejak awal tahun
mulai ada pergerakan kenaikan harga
bawang putih, tetapi pada 4 Februari
2020, harga sudah cukup tinggi.
Sistem Informasi Ketersediaan dan
Perkembangan Harga Bahan Pokok
(Siskaperbapo) Jawa Timur pekan lalu
menyebutkan bahwa harga bawang
putih rata-rata Rp29.408/kg. Mulai 6
Februari 2020 mencapai Rp53.301/kg
dengan harga tertinggi di wilayah
Gresik dan Lamongan mencapai
Rp58.750/kg.
“Jadi, kami masih menunggu
bagaimana kebijakan di pusat yang
sedang dibahas dalam rapat terbatas
Presiden dan menteri-menteri. Kalau
sampai hari ini hasil koordinasi
dengan Kemendag, impor bawang
putih dibolehkan, tapi kami tunggu
dulu Rekomendasi Produk Impor
Hortikultura (RPIH) dari Kementan,”
katanya, Kamis (6/2).
Permentan No. 38 Tahun 2017
menyebutkan bahwa impor produk
hortikultura hanya bisa dilakukan
melalui rekomendasi dari Kementerian
Pertanian. Drajat menambahkan bahwa
selama ini impor bawang putih memang banyak didatangkan dari China,
lainnya berasal dari beberapa negara
seperti Taiwan, Malaysia, dan India.
“Rata-rata kebutuhan konsumsi
bawang putih di Jatim sekitar 62.000
ton/tahun. Sentra bawang putih seperti
Probolinggo, Banyuwangi, Malang,
Batu, dan Bondowoso, tapi saya tidak
tahu berapa produksinya, yang tahu
Dinas Pertanian,” imbuhnya.
Sementaraitu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat
Moh. Arifin Soendjayana mengatakan
bahwa pihaknya sedang menunggu
Kemendag yang sedang mencarikan
solusi terkait dengan kemungkinan
minimnya pasokan bawang putih
ke pasar tradisional buntut isu virus
corona. “Kami masih menunggu
arahan dari pusat,” katanya saat
dihubungi di Bandung, Kamis (6/2).
STOK AMAN HINGGA MARET
Dari hasil rapat antara Tim Stabilisasi
Harga tingkat Pusat dan Asosiasi
Pengusaha Bawang, stok yang ada
saat ini hanya cukup sampai dengan
awal Maret 2020. “Kementerian
Perdagangan sedang melakukan
koordinasi dengan Kementerian
Pertanian mengatasi masalah ini, kami
di daerah diminta bersabar menunggu
solusinya,” paparnya.
Ketika dihubungi terpisah, Kepala
Bidang Perdagangan Dalam Negeri
Disperindag Jabar Eem Sujaemah
menjelaskan bahwa sampai pekan
ini, harga bawang putih tertinggi
mencapai Rp43.000/kg. Dari Desember
2019 sampai awal Januari 2020 itu
masih di Rp32.000/kg.
Guna memenuhi kebutuhan lokal,
pasokan dari sejumlah sentra bawang
putih diupayakan tetap mengalir.
Tiga daerah tersebut di antaranya
Indramayu, Garut, dan Tasikmalaya.
Menurutnya, meski 90% pasokan
bawang putih berasal dari China, tiga
daerah penghasil bawang putih lokal
diharapkan bisa mengisi kebutuhan
lokal sementara.
Kepala Dinas Perdagangan dan
Perindustrian (Disdagin) Kota
Bandung, Elly Wasliah menuturkan
bahwa selama ini 80% hingga 90%
pasokan bawang putih di Kota Bandung
diimpor dari China. “Kebetulan yang
diimpor dari Tiongkok untuk makanan
adalah bawang putih. Sisanya 10
sampai 20% dipasok dari lokal di
Indonesia,” ujar Elly, saat dihubungi,
Rabu (5/2). (Peni Widarti/K34/K57)
Jumat, 7 Februari 2020
8
VIRAL
PENYELESAIAN KASUS JIWASRAYA
Lobi Khusus Demi Pansus
Bisnis, JAKARTA — Sejumlah
partai politik di DPR terus melakukan lobi untuk meloloskan
pembentukan Panitia Khusus
(Pansus) untuk mengungkap
skandal keuangan di perusahaan negara PT Asuransi
Jiwasraya.
Awalnya, Komisi III DPR
menetapkan untuk membentuk Panitia kerja (Panja) penyelesaian kasus Jiwasraya
tersebut. Pertimbangannya,
pembentukan Panja Jiwasraya akan menjamin penyelamatan perusahaan negara
itu dan kepastian bagi para
nasabahnya.
Sejalan dengan perkembangan, dua parpol di DPR
yakni Partai Demokrat dan
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
menjadi motor lobi ke partai
politik lainnya untuk membentuk pansus.
Anggota Komisi III DPR dari
Fraksi Partai Demokrat Benny
K. Harman mengatakan bahwa
partainya siap melobi fraksi
lain untuk ikut memperkuat
usulan pembentukan Panitia
Khusus Hak Angket Jiwasraya.
Menurut Benny, PKS dan
Demokrat sudah resmi mengajukan usulan pembentukan
pansus hak angket kepada
pimpian DPR. Usulan itu disampaikan setelah memenuhi
syarat di antaranya disetujui
minimal 25 anggota dan diusulkan oleh sedikitnya dua
fraksi.
Dia mengatakan partainya
masih menunggu usulan pembentukan pansus tersebut dibawa ke rapat Badan Musyawarah
(Bamus) DPR.
“Bamus tujuannya untuk
membuat agenda kapan saatnya
usulan angket itu dibawa ke
paripurna. Syarat administratif
sudah terpenuhi, yaitu 25 anggota dan lebih dari satu fraksi.
Alasan sudah jelas, maksud
dan tujuan juga jelas, objek
penyelidikannya juga sudah
jelas,” ujar, Kamis (6/2).
Dia melihat skandal Jiwasraya bukan kasus korupsi dan
kriminal biasa. Di dalamnya,
dia menduga aroma politik
yang kental.
“Kami mencium nuansa politik di dalamnya. Kami tidak
hanya mempersoalkan berapa
dana yang telah dimanipulasi
di dalam kasus Jiwasraya,”
katanya.
Menurut Benny ada dugaan
proses kejahatan untuk melakukan pembajakan dalam kasus
Jiwasraya untuk mendapatkan
uang begitu banyak dengan
modus canggih. Hal itu disebut
sebagai tindakan kriminal yang
terorganisir.
“Bahwa nanti ada kaitannya
dengan Istana atau tidak, nanti
waktu penyelidikan kita akan
gali itu lebih dalam,” katanya.
Demikian pula dengan PKS
yang ngotot untuk dibentuk
Pansus Hak Angket Jiwasraya.
Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli
"Mekanisme itu
akan terbuka
apakah nanti
dengan
membentuk
panja atau
pansus.”
“Menurut UU tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat, tindakan
excessive margin oleh pelaku usaha
adalah hal yang dilarang,” kata
Tulus kepada Bisnis.
Tulus mengatakan juga meminta
pihak kepolisian mengusut terhadap adanya dugaan penimbunan
masker oleh distributor tertentu
demi mengeruk keuntungan yang
tidak wajar.
Koordinator Komunikasi dan
Edukasi Badan Perlindungan
Konsumen Nasional (BPKN) Arief
Safari mengakui jika memang
kondisi yang terjadi terkait masker
N95 akibat kepanikan massa karena tidak adanya sosialisasi yang
memadai dari pemerintah tentang
pencegahan agar masyarakat terhindar dari virus corona.
“Virus corona sebagai kelompok
virus yang sama dengan SARS dan
MERS memang menular. Namun,
penularannya diduga tidak melalui
udara, tetapi melalui droplet [cairan] mereka yang terinfeksi karena
batuk ataupun bersin,” kata Arief.
Menurutnya, masyarakat Indonesia tak perlu sampai menggunakan
N95 karena sejauh ini belum ada
yang positif terkena corona. Cukup
dengan masker sekali pakai yang
lebih murah.
Pemerintah juga perlu menyosialisasikan pencegahan penularan
maupun penanganan terhadap mereka yang terinfeksi virus corona
agar masyarakat paham sehingga
bisa mengurangi kepanikan massa.
“Jadi, kelangkaan ini akibat
kepanikan massa yang kemudian
meningkatkan kebutuhan akan
masker secara mendadak.”
Dari sisi pelaku usaha, Arief meminta agar tidak ada oknum yang
menimbun masker. Jika mengacu
pada ketentuan Pasal 29 Ayat (1)
UU Perdagangan yang mengatur
bahwa pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok
dan/atau barang penting dalam
jumlah dan waktu tertentu pada
saat terjadi kelangkaan barang,
gejolak harga, dan/atau hambatan
lalu lintas perdagangan barang.
“Secara etika bisnis pun tidak
pas di saat kita menghadapi bencana kemudian beberapa pelaku
usaha memanfaatkan situasi ini
secara berlebihan,” tuturnya.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla angkat bicara.
Dia meminta pemerintah segera
mengontrol harga masker.
“Pertama-tama, yang harus dilakukan pemerintah adalah mengontrol harga masker. Bikin harga
batas atas,” ujarnya dalam acara
diskusi bersama pemimpin redaksi media massa bertajuk Mitigasi
Risiko dan Antisipasi Penyebaran
Virus Corona.
Mantan Wakil Presiden itu mengakui kebutuhan terhadap masker
kini melonjak tinggi di tengah
merebaknya kekhawatiran terhadap
penyebaran virus corona.
Sementara itu, Kementerian Perdagangan akan memberikan sanksi
bagi produsen maupun importir
Juwaini menilai pembentukan
pansus tetap dibutuhkan untuk
mengungkap secara menyeluruh kendati panja juga telah
terbentuk.
Dalam kesempatan lain,
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani
menyatakan partainya terbuka
dengan semua mekanisme yang
nantinya akan diambil dalam
menyelesaikan persoalan skandal Jiwasraya.
“Mekanisme itu akan terbuka
apakah nanti dengan membentuk panja atau pansus. Terbuka dalam arti pada akhirnya
Redaksi & Marketing: (021) 57901023
Dirjen Perlindungan Konsumen
dan Tata Niaga (PKTN) Kemendag
Veri Anggrijono menuturkan bakal
mengirimkan tim untuk mendeteksi produsen dan importir yang
memproduksi atau mengimpor
masker N95 itu.
Jika ditemukan produsen dan
importir yang melakukan permainan harga pihaknya akan memberikan imbauan. Namun, jika
imbauan itu tidak diindahkan,
maka Kemendag akan memberikan sanksi seperti pencabutan izin
usaha.
Adapun, Kementerian Kesehatan
mengklaim bahwa stok masker
yang dimilikinya cukup untuk masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh
Direktur Jenderal Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit-Kementerian
Kesehatan Anung Sugihantono.
“Ini untuk masyarakat melalui
fasilitas layanan kesehatan yang
sudah ditentukan dan gratis, bukan
untuk dijual,” kata Anung.
Sementara itu, Direktur Utama
PT Rajawali Nusantara (Persero),
perusahaan pelat merah induk distributor alat kesehatan PT Rajawali
Nusindo, Eko Taufik Wibowo menyatakan bahwa saat ini stok untuk masker jenis N95 berada pada
kondisi kosong. Kendati demikian,
dia mengemukakan bahwa pihaknya masih memiliki 50.000 lembar
masker untuk didistribusikan
Kelangkaan masker yang disertai
oleh kenaikan harga di masyarakat
disebut Eko pun tak terjadi pada
masker yang didistribusikan oleh
pihaknya, terutama untuk jenis
masker 3 ply.
“Di kami harga masih normal.
Kenaikan harga memang ada di
apotek dan sebagainya,” katanya.
Pihaknya pun kini tengah menyiapkan 100.000 lembar masker untuk diekspor ke sejumlah kawasan
di Asia Timur. Dia menyebutkan
kenaikan permintaan masker di dalam negeri cenderung lebih rendah
dibandingkan luar negeri.
“Sekarang justru yang krisis
dari pekerja migran kita di luar
negeri, mereka kesulitan mencari
masker. Kami dapat permintaan
dari Jepang, Taiwan, Hong Kong
dan kami akan kerja sama dengan
Himbara untuk distribusi ke pekerja migran Indonesia,” jelasnya.
Akhirnya, kenaikan drastis harga
masker N95 harus menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk meningkatkan perlindungan konsumen.
Selama ini, perlindungan terhadap
konsumen di Indonesia masih
sangat lemah mengingat jumlah
laporan konsumen terus meningkat
setiap tahun.
Di samping itu, masalah spekulan masih terus berulang dan
sanksi dari pemerintah seakan tak
menimbulkan efek jera. Lagi-lagi,
konsumen yang jadi korban. (Maria Y.
Benyamin/Iim Fathimah Timorria)
Ketua Fraksi Partai
ai
Keadilan Sejahtera
ra (PKS)
ni.
DPR, Jazuli Juwaini.
konsensus itu akan tercapai di
DPR,” katanya, Kamis (6/2).
Partai Gerindra, katanya menitikberatkan penyelesaian dan
pengembalian dana nasabah
yang harus menjadi perhatian
BUMN bersangkutan.
Pandangan berbeda disampaikan oleh anggota Komisi VI
DPR dari Fraksi Golkar Bambang Patijaya yang menilai
kerja panja akan lebih cepat
secara administrasi penyelesaian kasus di perusahaan pelat
merah tersebut.
“Pansus memerlukan waktu
lama dan merugikan nasabah.
Tidak ada urgensinya untuk
laksanakan pansus,” jelasnya.
Kemarin, puluhan pemegang
polis JS Plan Asuransi Jiwasraya
mendatangi kantor Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) di Jalan
Gatot Subroto, Jakarta untuk
menuntut kejelasan penyelesaian klaim.
Sebelumnya rombongan
yang sama menggeruduk
kementerian keuangan untuk meminta pertanggungjawaban Menteri Keuangan Sri
Mulyani sebagai bendahara
negara. (Stefanus Arief Setiaji/John
A. Oktaveri/Wibi Pangestu)
OBITUARI J.B. SUMARLIN
Selamat Jalan Bapak Penggebrak
yang masih keukeuh menaikkan
harga masker N95 di luar batas
kewajaran.
TIM DETEKSI
Anggota Komisi
misi
III DPR dari
Fraksi Partai
Demokrat Benny
nny
K. Harman.
Sekretaris Jenderal
Partai Gerindra
Ahmad Muzani
Spekulan Merajalela, Masker N95 Langka (Sambungan dari Hal. 1)
“Kewenangan panja
p j
tidak seluas pansus.
ansus.
sa
Panja tidak bisa
melintasi berbagai
bagai
macam komisi,i,
lembaga dan
kementerian terkait
s.”
seperti pansus.”
“Syarat
administratif
sudah
.”
terpenuhi.”
Ahmad Djauhar
Mantan Wartawan Bisnis Indonesia,
Anggota Dewan Pers sejak 2016
N
ama Johannes Baptista
Sumarlin atau yang lebih dikenal sebagai JB
Sumarlin, mungkin tidak begitu lekat di benak kaum
milenial. Namun, bagi generasi
baby boomers, mendengar nama
itu tentu tidak sedikit atribusi yang
dapat disandingkan dengan lelaki
kelahiran Blitar, 7 Desember 1932
tersebut.
Salah satu arsitek ekonomi
Orde Baru yang juga sering
diolok-olok sebagai anggota Mafia Berkeley—bersama Widjojo
Nitisastro, Emil Salim, Ali Wardhana, dan Dorodjatun Koentjoro-Jakti, kesemuanya alumnus
pascasarjana Universitas California di Berkeley/UCB—tersebut sempat malang melintang
dengan berbagai posisi jabatan
strategis selama kurun waktu
1973—1998.
Sumarlin mengawali karir di
pemerintahan Orde Baru sebagai
Kepala Otorita Batam, Menteri Negara Penertiban Aparatur
Negara, Menteri Negara/Kepala
Bappenas, Menteri Keuangan,
dan Ketua Badan Pemeriksa
Keuangan tersebut kemarin
berpulang dalam usia 88 tahun.
Indonesia kembali kehilangan
salah satu putra terbaiknya.
Salah satu contoh atribusi
yang melekat pada dirinya adalah terma ‘Gebrakan Sumarlin’
yang terdiri dari dua jilid, yakni
Gebrakan Sumarlin jilid I dilancarkan pada Juni 1987 ketika
alumnus FE Universitas Indonesia itu menjabat sebagai Kepala
Bappenas dan sebagai Menteri
Keuangan ad interim menggantikan Radius Prawiro dan Gebrakan Sumarlin II pada Januari
1991 ketika dirinya menjabat
Menkeu definitif pada 1991.
Saat melancarkan jurus
pertamanya itu, Pak Marlin,
demikian awak media biasa
memanggil Menteri yang murah senyum itu, menekankan
kebijakan tentang pengetatan
moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank
Indonesia (SBI) dan mewajibkan dana BUMN diinvestasikan
dalam instrumen tersebut, serta
serangkaian kebijakan bertajuk
Paket Desember yang menderegulasi aturan di pasar modal,
serta kemudahan bagi perusahaan di dalam negeri yang ingin
mencatatkan sahamnya di bursa
alias go public.
Misalnya, prosedur dan persyaratan emisi menjadi lebih
sederhana, masuknya investor
asing dipermudah, dan tidak
adanya batasan fluktuasi harga
saham. Lembaga pasar modal di
Indonesia mengalami perubahan
[email protected] // [email protected] // [email protected]
@Bisniscom
dari sistem yang terkesan ketat
Hal itu terbukti ketika menmenjadi terbuka. Setelah dikejelang 1990-an, terjadi booming
luarkannya Pakdes 1987, terjadi
informasi dan pengiklanan oleh
peningkatan nilai penjualan
sektor industri tersebut, dan
saham lima kali lipat dalam
hal ini tidak disia-siakan oleh
periode 1987—1988. Indeks
media seperti Bisnis Indonesia
Harga Saham Gabungan pun
dan itu pula nampaknya yang
mengalami peningkatan, dari
merangsang banyak pihak
94,23 pada 1986 menjadi 100,09 untuk membuat media sejenis
pada 1987.
guna ikut mengeruk bonanTermasuk di antara Gebrakan
za finansial yang terus marak
Sumarlin I adalah Pakto (paket
hingga dekade pertama 2000-an
kebijakan Oktober) 1988 yang
tersebut.
dianggap sebagai milestones
Ada sebuah kenangan menapenting perekonomian Indonerik dengan kiprah Pak Marlin.
sia, dengan
Sebagai Menteri
dimudahkanKeuangan, pada
nya pendiriawal 1990-an, sean bank hacara incognito dia
nya dengan
berkunjung ke PT
modal senilai
Industri Pesawat
Rp10 miliar
Terbang Nusantabagi siapara. Ini merupakan
pun. Hasilhal yang pertama
nya, terjadi
kali dilakukannya
peningkatan
sejak menjadi
sangat signimenteri Orde
fikan untuk
Baru.
jumlah
Secara protokoler,
bank, kantor
rupanya kunjungcabang,
an tersebut tidak
jumlah dana
untuk konsumsi
pihak ketiga
publik, maklum
yang dihimketika itu dia
pun, jumlah
cenderung ‘berseJ.B. Sumarlin
kredit yang
berangan’ dengan
disalurkan, jumlah tenaga kerja
Pak BJ Habibie. Dengan demiyang dapat dipekerjakan, serta
kian, rombongan Menkeu tentu
volume usaha yang belum persaja tidak mengajak wartawan.
nah dicapai sepanjang sejarah
Ketika memperoleh tugas
Indonesia hingga kala itu.
untuk mengejar rombongan
Gebrakan Sumarlin I yang
Menkeu itu ke Bandung, yang
juga diikuti dengan Paket Maret
menggunakan rangkaian kereta
1989 dan Paket Januari 1990
api khusus, saya sebagai wartatersebut berhasil menunjukkan
wan baru di Bisnis, sampai di
perbaikan pada perekonomian
Kota Kembang itu menggunakan
nasional saat itu, sehingga dakereta komersial Jakarta-Banpat tumbuh rata-rata mendekati
dung yang tentu saja berangkat
7% yang berlanjut pada tahunlebih siang. Kehadiran rombongtahun berkutnya.
an Pak Marlin di kawasan salah
Gebrakan Sumarlin II pada
satu industri strategis pun tidak
awal 1991 tampaknya dimunterkejar pula.
culkan lebih sebagai langkah
Dengan segenap kemampuan
korektif untuk mengendalikan
yang ada, dari tanya sana-sini,
laju inflasi yang muncul akibat
termasuk pejabat Departemen
dikeluarkannya Paket Oktober
Keuangan (Depkeu) yang masih
1988 dan seterusnya itu. Berba‘tersisa’ di stasiun Bandung,
gai kebijakan itu membuat perterangkumlah rangkaian cerita
ekonomian nasional memanas,
tentang kunjungan bersejarah
sehingga inflasi pun terkerek
tersebut. Sekembalinya sore itu
naik. Gebrakan Sumarlin jilid
pula, ke kantor Bisnis di Slipi,
II ini mampu mengekang laju
saya mencoba merekonstruksi
inflasi hingga secara berangsurcerita tentang kunjungan itu,
angsur turun menjadi 4,9%.
beserta dengan bumbu dari peKhusus bagi media sepernuturan pejabat Depkeu tadi.
ti Bisnis Indonesia, Gebrakan
Besoknya, telpon dari pejabat
Sumarlin yang menjadi pemicu
tersebut pun berdering, seraya
tumbuh dan berkembangnya
mempertanyakan kenapa Bisnis
industri finansial nasional serta
menurunkan berita tentang
memberikan arti yang sangat
kunjungan yang seharusnya
mendalam. Karenanya, bergairah bukan untuk konsumsi publik
pula perkembangan informasi
tersebut. “Kan kemarin saya
dan komersialisasi—termasuk di
sudah bilang dari Bisnis, berdalamnya iklan dari perusahaan
arti obrolan itu akan diturungo public dan perbankan yang
kan sebagai berita dong Pak,”
bermaksud memperkenalkan
kilah saya kepadanya sambil
aneka produk dan atau jasanya
mengakhiri pembicaraan via
kepada khalayak.
telepon itu.
wwwbisniscom
epaper.bisnis.com
www.bisnis.com
Rb
tak perlu repot
membuat buku
atau majalah
perusahaan
Jumat, 7 Februari 2020
*
book&magz
publishing
9
MARKET
SEKTOR KONSTRUKSI
PROSPEK KONGLOMERASI
STRATEGI AKSELERASI
GRUP ASTRA
Prospek bisnis otomotif yang masih menantang pada tahun ini
membuat Grup Astra harus mencari celah pertumbuhan di sektor lain
guna mendorong kinerja ke fase akselerasi.
Finna U. Ulfah & Ilman A. Sudarwan
[email protected]
P
T Astra International
Tbk. mengakui kinerja bisnis otomotif
yang penuh tantangan pada 2019 berpotensi berlanjut pada
tahun ini. Kondisi menantang
itu terutama bakal terjadi di lini
bisnis kendaraan roda empat.
Saat dihubungi Bisnis, Head
of Investor Relations Astra
International Tira Ardianti
mengatakan persaingan pasar
otomotif kian ketat sejalan dengan agresivitas pabrikan asal
China dan Korea Selatan.
“Secara umum cukup menantang untuk kompetisi di
industri otomotif,” jelasnya
kepada Bisnis, baru-baru ini.
Gabungan Industri Kendaraan
Bermotor Indonesia (Gaikindo)
memperkirakan total pasar otomotif domestik akan tumbuh
sekitar 4% pada 2020 setelah
tertekan oleh faktor tahun
pemilu pada tahun lalu.
“Kalau secara growth ikut
asosiasi. Secara pangsa pasar,
kami masih ingin mempertahankan posisi kami di pasar,
paling tidak pangsa pasar
mobil 50% dan sepeda motor
di kisaran yang sama dengan
tahun lalu sekitar 4,9 juta
unit,” papar Tira.
ASII, lanjutnya, menyiapkan
belanja modal segmen otomotif
sekitar Rp1,5 triliun-Rp2 triliun.
Di luar otomotif, lini bisnis
alat berat dan pertambangan
Grup Astra dijalankan oleh PT
United Tractors Tbk. Investor
Relations United Tractors Ari
Setiyawan mengatakan perseroan masih melanjutkan strategi
diversifikasi agar memiliki portofolio yang lebih berimbang.
Menurutnya, emiten berkode
saham UNTR tersebut tengah
mengkaji untuk menambahkan
tambang komoditas mineral selain batu bara thermal, seperti
coking coal, emas, dan nikel.
“Belum ada yang dalam pipeline dan diakuisisi dalam waktu
“
Secara umum cukup
menantang untuk
kompetisi di industri
otomotif.”
dekat ini, tetapi masih dalam
study,” ujar Ari saat dihubungi
Bisnis, Kamis (6/2).
Pada 2020, UNTR mengalokasikan anggaran belanja
modal sebesar US$450 juta.
Ari mengatakan bahwa sebagian besar capex pada 2019
digunakan oleh anak usahanya di bidang jasa konstruksi
pertambangan PT Pamapersada
Nusantara untuk membeli alat
berat baru sekitar US$250 juta
hingga US$300 juta. Selain itu,
capex juga dikucurkan UNTR
untuk tambang emas Martabe PT Agincourt Resources
US$100 juta dan sisanya untuk
bisnis lain.
OPTIMALISASI
Grup Astra menjadi salah satu
konglomerasi terbesar di Tanah Air.
Pada 2019, kinerja sejumlah segmen
di bawah PT Astra International Tbk.
mengalami kontraksi. Bagaimana
prospek kinerja pada tahun ini dan
saham mana yang menarik untuk
dikoleksi?
lanjut bertumbuh sejalan dengan rencana kenaikan belanja
pemerintah di bidang infrastruktur IT.
“Untuk belanja modal kurang lebih sama dengan 2019
[Rp300 miliar], yang mayoritas akan dioptimalisasi untuk
equipment for lease guna
mendukung pertumbuhan
bisnis document solution dan
memperkuat own solution Astra Graphia,” tuturnya kepada
Bisnis, Kamis (6/2).
Sementara itu, Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani
Dzulkarnaen Salim mengatakan penjualan produk original
equipment manufacture (OEM)
pada tahun ini akan sangat
konservatif. Pada tahun ini,
emiten berkode saham AUTO
itu bakal menggelontorkan
anggaran belanja modal dengan
jumlah yang relatif sama dengan tahun lalu, yaitu sekitar
Rp800 miliar.
Ekspansi bisnis juga diagendakan oleh entitas bisnis Astra
di bidang perkebunan sawit,
yaitu PT Astra Agro Lestari
Tbk. Menurut Direktur Utama
Astra Agro Lestari Santosa,
perseroan menganggarkan
belanja modal sebesar Rp1,3
triliun—Rp1,6 triliun pada
2020 untuk ekstensi kapasitas
pabrik dan fasilitas kerja.
Direktur PT Anugerah Mega
Investama Hans Kwee berpendapat saham UNTR paling
layak untuk dikoleksi saat ini.
Pasalnya, valuasinya saat ini
dinilai masih cukup rendah
dan berpotensi meningkat
hingga level Rp24.650 pada
akhir tahun.
Dia juga merekomendasikan
saham BNLI dan ASII dengan
target harga masing-masing
Rp1.270 dan Rp12.800 per
saham. (Ana Noviani)
Secara terpisah, Head of
Coporate Communications PT
Astra Graphia Tbk. Melinda
Pudjo optimistis pendapatan
perseroan pada 2020 akan
bertumbuh. Melinda mengatakan kinerja perseroan didorong oleh tiga segmen bisnis
utama, yaitu solusi dokumen,
e-commerce Astragraphia Xprins
Indonesia (AXI),
dan own solution IT.
Total Aset:
Kinerja bisnis AXI,
lanjtunya, berpotensi
Rp358,12 triliun
(per September)
MELIRIK GRUP ASTRA
Kapitalisasi Pasar:
Rp263,14 triliun
Harga Saham
: Rp6.500
PER
: 12,85 kali
Kineja Saham Ytd : - 6,14%
Prijono Sugiarto
Direktur Utama
PT Astra International Tbk.
Harga Saham
: Rp18.700
PER
: 6,52 kali
Kineja Saham Ytd : - 13,12%
Harga Saham
: Rp12.125
PER
: 54,81 kali
Kineja Saham Ytd : - 16,81%
Harga Saham
: Rp855
PER
: -0,60 kali
Kineja Saham Ytd : - 11,86%
Harga Saham
: Rp960
PER
: 5,58 kali
Kineja Saham Ytd : + 1,05%
Harga Saham
: Rp1.180
PER
: 8,02 kali
Kineja Saham Ytd : - 4,84%
Harga Saham
: Rp1.205
PER
: 23,17 kali
Kineja Saham Ytd : - 4,74%
Sumber: Bloomberg, per 6 Februari 2020.
M
i P
bli hi
Magazine
Publishing:
Rochmad Fitriana: 0815 997 3533
[email protected]
Book Publishing:
Gadih Nova Andarina: 0822 2152 2142
[email protected]
BISNIS/RADITYO EKO
3 Emiten Bidik Proyek
Tol Rp21,5 Triliun
Bisnis, JAKARTA — Konsorsium
Jakarta Metro Expressway (JMEX)
yang terdiri atas PT Nusantara Infrastructure Tbk., PT Adhi Karya
(Persero) Tbk., PT Acset Indonusa
Tbk. dan PT Triputra Utama Selaras
bakal berpartisipasi dalam pra-kualifikasi tender proyek jalan tol ruas
Cikunir-Ulujami yang diestimasi
menelan investasi Rp21,5 triliun.
Konsorsium tersebut telah mendapatkan izin prinsip yang diterbitkan
oleh Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (PUPR) per
11 Desember 2018. Adapun, izin
prakarsa baru didapatkan pada 21
Januari 2020.
Deden Rochmawaty, GM Corporate Affairs Nusantara Infrastructure,
mengungkapkan perusahaan tengah
mempersiapkan berbagai dokumen
untuk tahap pra-kualifikasi tender.
Pembangunan Jalan Tol Jakarta
Outer Ring Road (JORR)Elevated
sepanjang kurang lebih 22 kilometer itu akan menghubungkan
wilayah Jati Asih—TMII—Pondok
Indah—Ulujami.
“Melalui proyek ini, kami berharap akan ada kenaikan yang
cukup signifikan pada pendapatan
perusahaan, sekaligus meningkatkan nilai aset perusahaan hingga
kurang lebih 5 kali lipat dari nilai
perusahaan saat ini, jika proyek ini
sudah terlaksana,” katanya melalui
keterangan resmi, Kamis (6/2).
Di sektor jalan tol, emiten berkode saham META itu memegang
konsesi ruas Jakarta Outer Ring
Road (JORR) seksi W1 ruas Kebon Jeruk-Penjaringan, tol BSD
ruas Pondok Aren-Serpong, dan
tol BMN, Makassar ruas Pelabuhan
Soekarno Hatta–Pettarani, dan tol
(PT Jalan Tol Seksi Empat-JTSE)
ruas Tallo–Bandara Hasanuddin,
Makassar. Perusahaan juga tengah
fokus dalam pembangunan Jalan Tol
Layang A.P. Pettarani di Makassar.
Secara terpisah, Corporate Sec-
retary & Investor Relations Acset
Indonusa Maria Cesilia Hapsari
mengkonfirmasi bahwa konsorsium yang diikuti perusahaan telah
mendapat izin prakarsa proyek tol
Cikunir-Ulujami.
“Baru saja mendapat izin prakarsa. ACST saat ini memiliki porsi minoritas dalam konsorsium
tersebut,” ujarnya kepada Bisnis,
Kamis (6/2).
Maria menambahkan dalam pemilihan proyek yang akan dikerjakan,
entitas Grup Astra itu selalu ingin
mendapatkan nilai lebih dalam
keahliannya.
Adapun, alokasi belanja modal
yang disiapkan ACST pada 2020
mencapai Rp150 miliar hingga
Rp200 miliar yang akan banyak
digunakan untuk membeli alat
pendukung pekerjaan proyek.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho
mengatakan emiten konstruksi pelat
merah, menargetkan perolehan nilai
kontrak baru (NKB) pada tahun
ini mencapai Rp35 triliun. Dia optimistis perseroan dapat mencapai
target tersebut seiring dengan masih
bertumbuhnya pasar infrastruktur
di Indonesia.
Menurutnya, sejumlah proyek
yang akan menjadi sasaran utama
perseroan pada tahun ini masih
akan didominasi proyek infrastruktur, seperti jalan tol. Selain
itu, kontribusi nilai kontrak baru
juga akan didapatkan dari proyek
gedung dan proyek investasi.
Di pasar modal, saham META,
ADHI, dan ACST bergerak melemah. Pada akhir perdagangan
Kamis (6/2), META parkir di level
Rp170, ADHI Rp1.045, dan ACST
Rp855 per saham.
Sepanjang tahun berjalan 2020,
saham META, ADHI, dan ACST
terkoreksi berturut-turut -22,73%,
-11,06%, dan -11,86%. (Ilman A. Sudarwan/Ana Noviani)
| PAYMENT POINT |
BNI Syariah Sasar Uang Kuliah
Mahasiswa ITS
Bisnis, JAKARTA – BNI Syariah
membuka Payment Point di Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),
Surabaya, untuk memudahkan
pembayaran uang kuliah tunggal
(UKT) mahasiswa, Ikatan Orang Tua
Mahasiswa (Ikoma), dan transaksi
perbankan civitas akademika kampus
tersebut.
Ali Muafa, Pemimpin Wilayah
Timur BNI Syariah, mengatakan
bahwa pembukaan Payment Point
di ITS bertujuan untuk memberikan
kemudahan akses kepada civitas
akademika kampus itu untuk
bertransaksi keuangan sesuai prinsip
syariah.
Dia berharap keberadaan Payment
Point BNI Syariah di ITS dapat
meningkatkan perolehan dana pihak
ketiga (DPK), serta pembiayaan BNI
Syariah lainnya dari Surabaya dan
sekitarnya.
“Kami memandang bahwa
universitas sebagai institusi pencetak
generasi bangsa harus difasilitasi
dengan layanan keuangan yang
hasanah. Hal ini sejalan dengan
value proposition BNI Syariah sebagai
Hasanah Banking Partner,” katanya.
Pembukaan Payment Point BNI
Syariah di ITS merupakan salah
satu upaya perusahaan untuk
mengoptimalkan pengembangan
ekosistem halal, terutama di
bidang pendidikan. Apalagi, BNI
Syariah memiliki embracing new
opportunities sebagai tema strategis
2020.
Ali menilai Payment Point di
ITS memiliki potensi bisnis yang
cukup besar, karena dapat menyasar
transaksi UKT mahasiswa, dan
Pemimpin BNI Syariah Cabang
Surabaya Dharmawangsa Utama
Ramadhan Djanis (dari kiri), Wakil Rektor I
ITS Adi Soeprijanto, Rektor ITS Mochamad
Ashari, Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI
Syariah Ida Triana Widowati, Pemimpin
Wilayah Timur BNI Syariah Ali Muafa,
Pemimpin Jaringan dan Layanan Wilayah
BNI Kanwil Surabaya Anak Agung Gede
Putra, Pemimpin BNI Cabang Surabaya
Bagus Suhandoko ketika melakukan
pembukaan Payment Point di Kampus ITS,
Sukolilo, Surabaya, Rabu (5/2).
Ikoma dengan nilai Rp10 miliar per
tahun. Selain itu, terdapat potensi
pembiayaan konsumtif untuk dosen
dan karyawan ITS senilai Rp15 miliar
per tahun, dan pembiayaan produktif
mencapai Rp150 miliar per tahun.
Menurutnya, BNI Syariah akan
terus memberikan layanan yang
bertujuan untuk memudahkan
transaksi seluruh civitas akademika,
terutama dalam transaksi
pembayaran biaya pendidikan
secara online melalui channel ATM
dan teller di lebih dari 375 outlet
perusahaan.
Selain itu, BNI Syariah juga
memiliki beberapa produk unggulan,
seperti pembiayaan konsumer untuk
pembelian rumah, kendaraan, dan
kartu pembiayaan (BNI iB Hasanah
Card). Ada juga pembiayaan
produktif, tabungan haji dan umrah,
serta wakaf hasanah.
10 P O R T O F O L I O
Jumat, 7 Februari 2020
INDUSTRI REKSA DANA
PAMOR PRODUK SYARIAH MENANJAK
Bisnis, JAKARTA — Pamor produk reksa dana syariah pada tahun ini dinilai bakal terus meningkat seiring dengan meningkatnya
kebutuhan investor terhadap produk alternatif.
Dhiany Nadya Utami
[email protected]
B
erdasarkan data OJK
per Desember 2019,
dana kelolaan atau
nilai aktiva bersih
(NAB) reksa dana syariah tercatat Rp53,73
triliun. Nilai tersebut berkontribusi
9,91% terhadap dana kelolaan
industri reksa dana yang mencapai
Rp542,20 triliun.
Adapun selama 2 bulan sebelumnya, kontribusi reksa dana syariah
berturut-turut mencapai 10,16%
(November) dengan nilai Rp55,3
triliun dan 10,37% (Desember)
dengan nilai Rp57,34 triliun.
Angka tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan dengan
kontribusi pada tahun sebelumnya.
Tercatat, sepanjang 2018, dana
kelolaan reksa dana syariah hanya
menyumbang 6,82% dari total
NAB industri reksa dana.
Dari sisi jumlah produk juga
terus bertambah. Per Desember
2019, ada 265 produk syariah
SYARIAH
JADI ALTERNATIF
Kontribusi reksa dana syariah
terhadap total dana kelolaan semakin
signifikan. Jumlah produk yang
ditawarkan pun kian bertambah.
Berdasarkan data OJK per Desember
2019, kontribusi reksa dana syariah
terhadap total nilai aktiva bersih
(NAB) reksa dana mencapai 9,91%
atau Rp53,73 triliun dari total NAB
Rp542,20 triliun. Bagaimana dengan
tahun ini?
yang terdaftar di OJK. Jumlah ini
meningkat dibandingkan dengan
2018 yang hanya memiliki 224
produk. Adapun, pada 2017 ada
sekitar 182 produk syariah terdaftar.
Direktur PT Surya Timur Alam
Raya (STAR AM) I Nengah Sukerja
mengatakan bahwa saat ini produk syariah memang tengah jadi
primadona, termasuk reksa dana.
Menurutnya, banyak konsumen
yang mencari alternatif produk
investasi syariah.
Hal itu pula yang membuat
STAR AM mulai melirik produk
tersebut. Pada kuartal I/2020, STAR
AM berencana meluncurkan satu
produk reksa dana syariah untuk
melengkapi jajaran produk investasi mereka.
“Salah satu yang belum kami
miliki itu [produk reksa dana]
syariah, jadi tahun ini kami tambahkan,” katanya, belum lama ini.
Head of Investment Avrist Asset
Management Farash Farich juga
mengamini bahwa pamor produk
reksa dana syariah terus meningkat.
“Betul, berlaku juga di kami,”
katanya saat dihubungi Bisnis.
Hingga akhir 2019, Avrist Asset
Management tercatat memiliki 8
produk reksa dana syariah. Adapun sepanjang 2019, produk reksa
dana syariah tercatat menyumbang
24% dari total NAB perseroan
atau sekitar Rp1,3 triliun.
Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sepanjang 2018, produk reksa dana
syariah hanya menyumbang Rp400
miliar atau 11% dari NAB Avrist.
Pada 2020 ini, Avrist Asset Management berencana menambah
setidaknya 3 produk syariah berjenis reksa dana pasar uang, reksa
dana terproteksi, serta exchange
traded fund (ETF).
Farash menilai produk syariah
memiliki peluang yang kian lebar
untuk terus bertumbuh pada tahun
ini. Menurutnya, salah satu cara
untuk meningkatkan likuiditas
di pasar syariah adalah dengan
menambah produk investasi.
“Tidak hanya pasar uang, tapi
pendapatan tetap syariah,” tambahnya.
Adapun, dengan penambahan
produk baru tersebut, Farash menargetkan tahun ini produk syariah
dapat menyumbang sekitar 25%30% dari total NAB perseroan.
Peningkatan kontribusi produk
syariah juga dirasakan oleh PT
Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW). Perseroan
berharap pertumbuhannya terus
pesat tahun ini.
Direktur Utama Bahana TCW
Edward Lubis mengatakan kontribusi produk-produk syariah tumbuh
“
Kendati tidak bakal
setinggi tahun lalu,
kontribusi reksa dana
syariah diprediksi
terus tumbuh
sepanjang 2020.
TERUS TUMBUH
cukup pesat sepanjang tahun lalu.
NAB produk syariah menyumbang
7,2% dari total NAB Bahana TCW.
Dia menilai salah satu faktor
utama pertumbuhan reksa dana
syariah tahun lalu adalah masuknya investasi dari investor institusi berbasis syariah ke industri
reksa dana.
“Semoga berlanjut pada 2020,
mungkin [kontribusi produk syariah] bisa nambah sampai 8%”
katanya saat dihubungi Bisnis
beberapa waktu lalu.
Meskipun demikian, pada tahun
ini Edward mengaku belum me-
1.916
1.875
1.595
1.289
Kinerja Reksa Dana Syariah
Sepanjang 2019
Rp
998
Jumlah Produk
2015
Sumber: OJK
182
136
93
2016
2017
RD Syariah
RD Konvensional
Bisnis/Ilham Nesabana
429,19
224
265
2018
2019
470,89
488,46
323,83
Rp
260,95
Nilai Aktiva Bersih (Rp Triliun)
11,02
2015
14,91
28,31
2016
miliki produk reksa dana syariah
dalam pipeline mereka. Menurutnya saat ini perseroan lebih fokus
mengembangkan produk yang ada
karena perseroan sudah memiliki
produk yang cukup lengkap.
“Kecuali dalam berjalannya waktu ada permintaan tambahan,”
katanya.
Tercatat, Bahana TCW saat ini
memiliki 9 produk reksa dana
syariah, yakni 3 reksa dana
pendapatan tetap, 3 reksa dana
terproteksi, 2 reksa dana pasar
uang, dan 1 reksa dana saham.
2017
34,49
2018
53,73
2019
Kendati tidak bakal setinggi tahun lalu, kontribusi reksa dana
syariah diprediksi terus tumbuh
sepanjang 2020.
Head of Capital Market Research
Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyatakan bahwa secara
umum pertumbuhan reksa dana
syariah selama beberapa tahun
belakangan sangat baik.
“Sangat signifikan,” tutur Wawan
saat dihubungi Bisnis, Senin (3/2).
Menurutnya, basis pertumbuhan
tahun sebelumnya sudah tinggi
sehingga tahun ini dia memproyeksikan kontribusi reksa dana
syariah sekitar 10% dengan penyokong utama reksa dana berbasis
sukuk baik itu terproteksi maupun
pendapatan tetap.
Sama seperti tahun lalu, jelas
Wawan, reksa dana terproteksi
masih akan menjadi yang paling
menarik bagi investor, baik dari
institusi maupun korporasi.
Pasalnya, penurunan suku bunga
membuat investor akan mencari
instrumen investasi yang memberikan imbal hasil lebih pasti.
Reksa dana berjenis pasar uang
juga dinilai menjanjikan. Meski
tidak seagresif reksa dana proteksi, Wawan menyebut minat
masyarakat untuk membeli reksa
dana pasar uang cukup tinggi.
Di sisi lain, reksa dana syariah
berjenis saham akan semakin ditinggalkan karena menunjukkan
kinerja yang kurang maksimal
selama beberapa tahun belakangan,
bahkan cenderung turun.
“Alternatifnya ketika sahamnya
sudah sangat turun, sukuk menjadi
menarik,” kata Wawan.
| PASAR SAHAM |
Sejauh Mana IHSG Melaju pada Tahun Tikus Logam?
Lorenzo A. Mahardhika
[email protected]
V
olatilitas pasar saham
yang sedang tinggi
membuat sejumlah analis
harus memangkas target
indeks harga saham gabungan
(IHSG) yang sudah dipatok pada
awal tahun. Namun, ada juga
yang masih yakin bahwa pasar segera pulih sehingga mereka tidak
perlu merevisi target.
Data Bloomberg menunjukkan
IHSG ditutup di zona hijau dengan naik 0,14% ke level 5.987,14
pada perdagangan Kamis (6/2).
Sepanjang tahun berjalan, indeks
sudah melemah hampir 5% atau
tepatnya -4,96%.
Di bursa saham Asean, penurunan IHSG merupakan yang tertajam
dibandingkan dengan yang lainnya. Setelah IHSG, bursa saham
dengan penurunan tertajam adalah
Indeks PSEi Filipina dengan
penurunan 3,95%. Adapun, pada
penutup 2019, IHSG bertengger di
level 6.292,66.
Salah satu sentimen global yang
turut merontokkan pasar saham di
Asean adalah mewabahnya virus
corona.
Atas dasar itu, PT Panin Asset
Management mengubah proyeksi
IHSG pada 2020 dari sebelumnya
pada kisaran 7.300—7.500 menjadi 7.100—7.300. Direktur PT
Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, wabah Virus
Corona menjadi faktor utama
pihaknya merevisi proyeksi IHSG
pada 2020. Menurutnya, wabah ini
turut mempengaruhi pertumbuhan
ekonomi China dan negara-negara
lain.
“Angka pertumbuhan ekonomi
China dan beberapa negara lain
juga telah diubah menjadi lebih
rendah dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya,” katanya.
Dia melanjutkan, hingga saat
ini, meskipun pasar telah mengalami rebound, solusi dari penyelesaian masalah ini belum terlalu
menunjukkan titik terang. Sebagai
salah satu kekuatan ekonomi
negara utama di dunia, pelemahan
ekonomi Negeri Panda akan berpengaruh signifikan pada Indonesia.
Hal ini terutama akan memukul
harga komoditas, industri pariwisata, serta industri ekspor-impor
Indonesia.
Perubahan proyeksi juga dilakukan oleh PT Artha Sekuritas
yang menurunkan proyeksinya
dari 6.700 menjadi 6.480. Vice
President Research Artha Sekuritas
Frederik Rasali mengatakan, perubahan ini didasarkan pada kondisi ekonomi kuartal I/2020 yang
cukup melambat.
PDB RI
Hal tersebut juga terlihat dari
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2019. Data
Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat, pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada kuartal tersebut
melambat menjadi 4,98%. “Angka tersebut di bawah ekspektasi
dan batas psikologis yaitu 5%.
Selain itu, pergerakan inflasi
Indonesia saat ini juga belum
melaju seperti yang diharapkan,”
ujarnya.
Sementara itu, analis Reliance
Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan
pada awal tahun, IHSG sudah
mulai tersendat akibat sentimen
negatif dari kasus-kasus yang menyeret institusi pasar modal. Hal
ini membuat kepercayaan investor
menurun drastis.
“Investor jadi banyak bertanyatanya, pasar modal Indonesia tuh
kenapa? Ada investasi bodong, ada
saham gorengan yang sampai disebut Pak Jokowi pada awal tahun,”
tuturnya.
Hal tersebut, kata Lanjar, diperparah dengan pertumbuhan ekonomi yang di bawah ekspektasi.
Melihat kondisi saat ini, Lanjar mengaku opsi untuk merevisi
target kinerja IHSG tengah jadi
pertimbangan. Namun, dia masih
memantau perkembangkan hingga
akhir kuartal pertama tahun ini.
Jika kisruh mereda, IHSG kemungkinan akan mulai terdongrak. Sebaliknya jika malah semakin memanas, jalan IHSG untuk
menanjak semakin terjal. “Mungkin ada revisi dari target kami
sebelumnya 6.900, kami akan memangkas menjadi 6.500—6.700.”
Associate Director of Research
and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico
Demus memperkirakan kinerja
IHSG 2020 berada di kisaran
6.550. Menurutnya, perkiraan
tersebut masih mampu tercapai
karena sentimen-sentimen negatif
yang menimbulkan ketidakpastian
secara global saat ini semakin
mereda.
Hal tersebut diyakini akan meningkatkan keyakinan investor untuk kembali turun ke lantai bursa.
Dia melanjutkan, guna mencapai
angka proyeksi tersebut, pasar
saham Indonesia dinilai perlu menyelesaikan sejumlah permasalahan yang menjadi sentimen negatif
di bursa Indonesia.
Head of Research MNC Sekuritas
Thendra Crisnanda juga menyebutkan hingga saat ini pihaknya tidak
akan mengubah proyeksi IHSG
pada 2020. “Kami masih pada
perkiraan sebelumnya, yaitu 6.654
hingga 6.845,” ujarnya.
Menurutnya, optimisme ini
didukung oleh sejumlah hal, salah
satunya adalah tingkat inflasi yang
terjaga sejauh ini. Hal tersebut
juga ditopang oleh nilai tukar
rupiah yang kuat dan stabil.
Bagaimana menurut Anda? Anda
termasuk yang optimistis atau
pesmistis? (Dhiany N. Utami)
E M I T E N 11
Jumat, 7 Februari 2020
STRATEGI 2020
MENEROPONG PROSPEK
EMITEN MEDIA
Beberapa emiten media menyatakan akan mengerek tarif iklannya pada 2020 sebagai jurus mendongkrak pendapatan dari
iklan. Bagaimana prospek emiten media?
Duwi Setiya Ariyanti
[email protected]
S
ebelumnya, CEO PT
Media Nusantara Citra
Tbk., David Fernando
Audy mengatakan
tarif iklan televisi
di Tanah Air masih
tergolong rendah sehingga
pihaknya mendorong kenaikan
tarif iklan pada 2020. Bisnis emiten
berkode MNCN itu cerah karena
terdapat prospek dari belanja iklan
berasal dari perusahaan teknologi
yang ingin memperdalam penetrasi
pasar melalui jangkauan siaran
televisi gratis (free to air/FTA).
Investor Relations MNCN,
Luthan Fadel mengatakan
kenaikan tarif iklan naik 10%
pada kuartal I/2020. Kemudian,
kenaikan tarif iklan kembali
dilakukan jelang Ramadan
sebesar 15%. Dengan demikian, sepanjang 2020 kenaikan tarif iklan sebesar 25%.
“[Kenaikan tarif iklan pada]
kuartal I/2020 [sebesar] 10%
dan sebelum Ramadan [kenaikan] ekstra 15%. Jadi, total
25%,” ujarnya saat dihubungi
Bisnis, belum lama ini.
Dengan asumsi kenaikan
tarif iklan tersebut, perusahaan
menargetkan pertumbuhan
pendapatan pada 2020 sebesar
15% dibandingkan dengan
pendapatan pada 2019. Luthan
juga menyebut perusahaan
akan membelanjakan US$40
juta untuk belanja modal
(capital expenditure/capex) yang
dialokasikan untuk perawatan.
“Tidak ada capex yang
signifikan. Hanya [untuk]
maintenance, capex U$40 juta,”
katanya.
Sementara itu, Direktur
Utama PT Surya Citra
Media Tbk. Sutanto Hartono
menyatakan akan menaikkan
tarif iklan. Namun, pihak
emiten berkode SCMA tak
memberikan keterangan berapa
persen kenaikan tarif iklan
yang diterapkan tahun ini.
Bisnis juga telah
menghubungi Direktur PT
Visi Media Asia Tbk. Neil R
Tobing, tetapi tidak mendapat
keterangan terkait dengan tarif
iklan pada tahun
ditranslasikan menjadi
ini maupun tentang
pertumbuhan laba bersih
imbas kenaikan
MNCN dan SCMA sebesar
tarif iklan yang
18,3% dan 26,7% secara
Bisnis media pada tahun ini diperkirakan tetap tumbuh bertolak pada
dilakukan kedua
berturut-turut pada 2020,”
sektor barang konsumsi yang masih membelanjakan modal jumbo untuk
kompetitornya.
katanya.
iklan kendati konsumsi pada tahun ini diprediksi melambat. Berikut kinerja
Selain itu, Bisnis
Elbert merekomendasikan
beberapa emiten media.
menghubungi
Buy dengan target harga
Kinerja Emiten Media kuartal III/2018 dibandingkan dengan Kuartal III/2019
Presiden Direktur
Rp2.000 per lembar pada
Ticker
Pendapatan (Rp miliar)
Laba Bersih (Rp miliar)
PT Mahaka Media
saham SCMA. Target harga
Kuartal III Kuartal III
Perubahan
Kuartal III
Kuartal III Perubahan
Tbk. (ABBA)
tersebut mencerminkan
2018
2019
(%)
2018
2019
(%)
dan PT Mahaka
16.2x P/E pada 2020. Dia
ABBA
152.61
204.14
33.77
6.91
5.02
-27.35
Media Integra Tbk.
meramalkan pendapatan
EMTK
6555.14
8116.00
23.81
507.47
959.45
89.07
(MARI) Adrian
SCMA pada 2019 sebesar
MARI
103.98
108.35
4.20
24.93
22.41
-10.11
Syarkawie, tetapi
Rp5,42 triliun dan naik
tidak mendapat
menjadi Rp6,33 triliun
MDIA
1515.93
1153.81
-23.89
190.76
79.65
-58.25
respons tentang hal
pada 2020. Dari sisi laba
MNCN
5530.04
6271.10
13.40
989.07
1665.00
68.34
tersebut.
bersih, perusahaan bisa
SCMA
3984.18
4145.30
4.04
1189.10
1007.42
-15.28
Analis
meraup Rp1,28 triliun
TMPO
208.80
215.78
3.34
0.63
1.64
160.32
Indopremier Elbert
pada 2019 dan naik
VIVA
1958.06
1658.78
-15.28
-498.04
-361.62
-27.39
Setidharma dalam
menjadi Rp1,62 triliun
Sumber: Diolah
BISNIS/RADITYO EKO
hasil risetnya
pada 2020.
menyebut prospek
Pada MNCN, Elbert
bisnis media masih
merekomendasikan
mengandalkan
buy dengan target
sektor barang
harga Rp2.000 yang
konsumsi yang
mengimplementasikan
berkontribusi
perhitungan 11.0x
terhadap 55%
P/E pada 2020. Dia
total belanja iklan.
juga memproyeksikan
Kemudian, disusul
pendapatan perusahaan
sektor teknologi
pada 2019 sebesar Rp8,12
yang berkontribusi
triliun dan naik menjadi
sebesar 20%.
televisi lain seperti PT Visi Mediproyeksi stabil, pendapatan
Rp8,97 triliun. Lalu, perusahaan
Menurutnya, dengan proyeksi
dia Asia Tbk. (VIVA) bahkan
utama MNCN naik 18% dan
juga bisa mengumpulkan laba
konsumsi yang menurun,
lebih buruk, ke saluran digital.
SCMA naik 27% secara tahunan. bersih sebesar Rp2,02 triliun
sektor barang konsumsi
Di sisi lain, kedua emiten
“Kami mengestimasikan
pada 2019 dan naik ke Rp2,31
mengurangi belanja iklan yang
televisi ini mendominasi pangsa pendapatan saluran televisi
triliun pada 2020.
akan berimbas pada pilihan
pasar dengan porsi 65%.
gratis tumbuh sebesar 5%
Tim Riset Sinarmas
saluran yang lebih sempit yang
Euromonitor mencatat belanja hingga 10% secara tahunan
Sekuritas dalam hasil risetnya
menawarkan harga murah. Di
iklan melalui saluran digital
pada 2020,” katanya.
merekomendasikan netral pada
sisi lain, dia menyebut sektor
akan tumbuh semakin kuat
Indopremier mencatat MNCN
sektor media. Menurutnya,
teknologi yang dimotori platform
dari capaian pada 2018. Sebagai akan menaikkan tarif iklan
SCMA menjadi pilihan utama
dagang elektronik dan domgambaran, belanja iklan pada
sebesar 30% pada 2020 dan
dengan target harga sebesar
pet digital diperkirakan bakal
saluran digital tumbuh 23,1%
SCMA akan menaikkan tarif
Rp1.650 perlembar. Target
menaikkan anggaran iklannya
secara tahunan pada 2018 dan
iklan dengan bobot yang sama
harga tersebut mencerminkan
sehingga pada 2020 kontriberpeluang naik double digit
pada Maret 2020.
4.5% EPS pada 2020 dengan
businya bisa naik menjadi 30%.
pada 2019 hingga 2023.
Proyeksi pertumbuhan
pertumbuhan 16,8 kali pada
Dia menilai saluran-saluran
“Risiko-risikonya yakni
pendapatan juga mencerminkan P/E di 2020.
digital mulai menjadi alternatif
pengiklan akan berpindah ke
biaya yang stabil sehingga
Untuk MNCN, dia
bagi pengiklan karena
pemain saluran televisi gratis
pertumbuhan laba bersih
merekomendasikan Add dengan
target harga sebesar Rp1.650
menawarkan tarif lebih renlain seperti VIVA atau bahkan
sebesar 18,3% sebesar pada
dah. Terlebih, dua emiten
lebih buruk ke saluran digital.”
MNCN dan 26,7% pada SCMA. yang menggunakan asumsi
11,5 kali P/E pada 2020. Dia
yang menggarap bisnis televisi
Di samping itu, kenaikan
Pertumbuhan pendapatan pada
menyebut konsolidasi MNCN
menyatakan menaikkan tarif
tarif iklan bisa mendorong
2020, katanya, bakal menjadi
iklannya.
pertumbuhan pendapatan di
yang paling besar dibandingkan dengan SCMA berpotensi
menekan biaya produksi konten
Risiko dari kebijakan
rentang 5% hingga 10% secara
beberapa tahun belakangan.
dan investasi pada SCMA.
tersebut yakni para pengiklan
tahunan pada 2020. Sementara
“Kami berharap biaya siaran
(Lorenzo Mahardhika/Dhiany N. Utami)
kemungkinan memilih stasiun
itu, dengan asumsi biaya yang
televisi akan tetap stabil yang
DIPROYEKSI TUMBUH
WABAH VIRUS CORONA
Emiten Pariwisata
Mulai Waswas
Bisnis, JAKARTA — Penyebaran
virus corona yang belum tertangani membuat sejumlah emiten
pariwisata cemas karena wabah
tersebut secara tidak langsung
akan berdampak pada kinerja
keuangan.
Salah satunya adalah bisnis hotel
PT Indonesian Paradise Property
Tbk. yang telah terpapar wabah
virus corona. Kinerja okupansi
hotel emiten berkode saham INPP
itu telah terkoreksi 20%—25%.
Sekretaris Perusahaan Indonesian Paradise Property Yanti Makmur mengatakan, outbreak virus
corona setidaknya mengurangi
okupansi kamar hotel perseroan.
Padahal, kontribusi turis China
tidak terlalu signifikan terhadap
pendapatan perseroan.
“Hal ini disebabkan turis dari
negara lain atau mancanegara
enggan bepergian serta terjadi
pembatalan pemesanan,”
ungkapnya, Kamis (6/2).
PT Destinasi Tirta Nusantara
Tbk. (PDES) juga mengkhawatirkan virus corona dapat berdampak pada penurunan jumlah
wisatawan secara tidak langsung.
“Secara tidak langsung, outbreak
di sana mengganggu persepsi
pasar di Uni Eropa, pasar utama
kami. Pasalnya, China kan berada
di Asia otomatis Indonesia yang
berada di kawasan sama akan
terpengaruh,” kata Sekretaris Perusahaan Destinasi Tirta Nusantara
A.B. Sadewa.
Emiten penyedia platform
perencana perjalanan pariwisata
PT Tourindo Guide Indonesia
Tbk. mengklaim penyebaran virus
corona belum mengganggu kinerja
perseroan. “Pengguna kami kebanyakan turis independent traveller,
sedangkan kebanyakan turis yang
berasal dari China adalah turis
grup,” kata CEO Tourindo Guide
Indonesia Claudia Ingkiriwang.
TAK TERGANGGU
Analis Teknikal Royal Investium Sekuritas Wijen Pontus
mengatakan, penyebaran virus
corona baru marak terjadi pada
Januari akhir sehingga hal itu
tidak bakal mengganggu kinerja
emiten sektor pariwisata secara
signifikan.
Menurutnya, memang ada
penurunan karena berdampak
pada jumlah wisatawan, terutama
turis dari China dan dari sekitarnya
tidak bisa masuk ke Indonesia.
Namun demikian, jelasnya,
penyebaran virus corona tidak
akan membuat kinerja fundamental emiten pariwisata anjlok.
Pasalnya, kontribusi turis China
terhadap pariwisata nasional tidak
mencapai 10%. Selain itu, terdapat
indikasi bahwa antivirus corona
sudah diketemukan.
Respons berbeda dari emiten
pariwisata yang fokus pada wisatawan domestik. Direktur Utama
PT Red Planet Indonesia Tbk. NG
Suwito mengatakan mayoritas
tamu dari perseroan merupakan
turis domestik sehingga kinerja
perseroan tidak akan terganggu.
“Kami sampai saat ini tidak
terpengaruh karena tamu kami
90% domestik.” (Pandu Gumilar)
PT CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL TBK
Berkedudukan di Jakarta Barat
(“Perseroan”)
PENGUMUMAN
RINGKASAN RISALAH
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
Dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 34 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 32/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 10/POJK.04/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang
Saham Perusahaan Terbuka, Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan bahwa Perseroan telah
menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“Rapat”) sebagai berikut:
(H) Keputusan Rapat pada pokoknya adalah sebagai berikut:
(A) Pada:
Hari/Tanggal
Waktu
7HPSDW
: Rabu/ 5 Februari 2020
: 10.00 WIB s.d. selesai
:LVPD%DULWR3DFL¿F7RZHU%/DQWDL0
Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 62-63, Jakarta Barat 11410
0DWD$FDUD5DSDW 3HUVHWXMXDQ DWDV UHQFDQD 3HUVHURDQ XQWXN PHODNXNDQ SHQDPEDKDQ
modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu
(“HMETD”) kepada para pemegang saham Perseroan melalui
mekanisme Penawaran Umum Terbatas III.
3HUVHWXMXDQ DWDV SHUXEDKDQ NHWHQWXDQ 3DVDO D\DW DQJJDUDQ
dasar Perseroan tentang modal ditempatkan dan disetor Perseroan,
sehubungan dengan realisasi hasil penambahan modal dengan
PHPEHULNDQ+0(7'NHSDGDSDUDSHPHJDQJVDKDP3HUVHURDQPHODOXL
mekanisme Penawaran Umum Terbatas III.
(B) Anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang hadir dalam Rapat:
DIREKSI
3UHVLGHQ'LUHNWXU
Wakil Presiden Direktur
:DNLO3UHVLGHQ'LUHNWXU
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
DEWAN KOMISARIS
3UHVLGHQ.RPLVDULV
(merangkap Komisaris Independen dan
Ketua Komite Audit)
.RPLVDULV
(merangkap Komisaris Independen)
Komisaris
.RPLVDULV
%DSDN(UZLQ&LSXWUD
: Bapak &KDWUL(DPVREKDQD
%DSDN%DULWRQR3UDMRJR Pangestu
: Bapak Andre Khor Kah Hin
: Bapak Somkoun Sriwattagaphong
: Bapak Fransiskus Ruly Aryawan
: Bapak Suryandi
%DSDN+R+RQ&KHRQJ
: Bapak Agus Salim Pangestu
%DSDN/LP&KRQJ7KLDQ
( 0DWD$FDUD3HUWDPD .HGXD VDWX SHUWDQ\DDQ GDUL SHPHJDQJ VDKDP GDQ WHODK
GLMDZDE GHQJDQ EDLN ROHK 'LUHNVL GDQ SHUZDNLODQ \DQJ
GLWXQMXNROHK'LUHNVL
) 0HNDQLVPHSHQJDPELODQNHSXWXVDQGDODP5DSDWDGDODKVHEDJDLEHULNXW
Keputusan Rapat dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Apabila musyawarah untuk
PXIDNDWWLGDNWHUFDSDLPDNDGLODNXNDQSHPXQJXWDQVXDUDGHQJDQFDUDPHQJKLWXQJMXPODKVDKDP
\DQJWLGDNVHWXMXDEVWDLQPDXSXQ\DQJVHWXMX
(G) Hasil pengambilan keputusan yang dilakukan dengan pemungutan suara/voting. Jumlah suara
dan persentase keputusan Rapat dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam Rapat
adalah sebagai berikut:
0DWD$FDUD,,
Setuju
16.749.403.371 suara
atau 99,889%
16.750.178.331 suara
atau 99,894%
(D) Dalam Rapat tersebut pemegang saham dan/atau kuasanya diberikan kesempatan untuk
PHQJDMXNDQSHUWDQ\DDQGDQDWDXPHPEHULNDQSHQGDSDWWHUNDLWPDWDDFDUD5DSDW
Mata Acara
%DSDN'MRNR6X\DQWR
& 5DSDWWHUVHEXWWHODKGLKDGLULVHMXPODKVDKDP\DQJPHPLOLNLKDNVXDUD\DQJVDK
atau sekitar 94,025% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh
Perseroan.
0DWD$FDUD,
Tidak Setuju
17.319.960 suara atau
0,0103%
16.545.000 suara atau
0,099%
Abstain
1.282.000 suara atau
0,008%
1.282.000 suara atau
0,008%
Mata Acara Pertama:
0HQ\HWXMXL SHQDPEDKDQ PRGDO GLWHPSDWNDQ GDQ GLVHWRU 3HUVHURDQ GHQJDQ PHPEHULNDQ
+0(7' GDODP MXPODK VHEDQ\DNEDQ\DNQ\D VDKDP GHQJDQ QLODL QRPLQDO
Rp. 200,- per saham (“Penambahan Modal dengan HMETD III”), yang akan dilaksanakan
setelah efektifnya Pernyataan Pendaftaran.
0HQ\HWXMXLGDQPHPEHULNDQNXDVDGHQJDQKDNVXEVWLWXVLEDLNVHEDJLDQPDXSXQVHOXUXKQ\D
kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan sehubungan
GHQJDQ3HQDPEDKDQ0RGDOGHQJDQ+0(7',,,3HUVHURDQGHQJDQWHWDSPHPHQXKLV\DUDW
syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk POJK
32/2015, termasuk namun tidak terbatas pada:
, 0HQDQGDWDQJDQLPHQFHWDNGDQDWDXPHQHUELWNDQ3URVSHNWXV5LQJNDV3HUEDLNDQGDQ
DWDX7DPEDKDQDWDV3URVSHNWXV5LQJNDV3URVSHNWXV$ZDO3URVSHNWXV,QIR0HPRGDQ
DWDX VHOXUXK SHUMDQMLDQSHUMDQMLDQ GDQDWDX GRNXPHQGRNXPHQ VHKXEXQJDQ GHQJDQ
SHUQ\DWDDQSHQGDIWDUDQGDODPUDQJND3HQDPEDKDQ0RGDOGHQJDQ+0(7',,,
,, 0HQHQWXNDQ NHSDVWLDQ MXPODK VDKDP \DQJ GLNHOXDUNDQ GDODP UDQJND 3HQDPEDKDQ
0RGDOGHQJDQ+0(7',,,
,,, 0HQHQWXNDQKDUJDSHODNVDQDDQGDODPUDQJND3HQDPEDKDQ0RGDOGHQJDQ+0(7',,,
,9 0HQHQWXNDQNHSDVWLDQSHQJJXQDDQGDQDKDVLO3HQDPEDKDQ0RGDOGHQJDQ+0(7',,,
9 0HQHQWXNDQNHSDVWLDQMDGZDO
9, 0HQHJRVLDVLNDQ GDQ PHQDQGDWDQJDQL SHUMDQMLDQSHUMDQMLDQ ODLQQ\D WHUNDLW GHQJDQ
SHUMDQMLDQSHPEHOLVLDJDGHQJDQV\DUDWV\DUDWGDQNHWHQWXDQNHWHQWXDQ\DQJGLDQJJDS
EDLNXQWXN3HUVHURDQROHK'LUHNVL3HUVHURDQ
9,, 0HQLWLSNDQ VDKDP 3HUVHURDQ GDODP SHQLWLSDQ NROHNWLI 37 .XVWRGLDQ 6HQWUDO (IHN
,QGRQHVLD .6(, VHVXDLGHQJDQSHUDWXUDQ.6(,
9,,,0HQFDWDWNDQVHOXUXKVDKDP3HUVHURDQ\DQJWHODKGLNHOXDUNDQGDQGLVHWRUSHQXKSDGD
%XUVD(IHN,QGRQHVLD %(, ,; 0HQHJDVNDQVDWXDWDXOHELKNHSXWXVDQ\DQJWHUFDQWXPGLGDODPNHSXWXVDQ5DSDWGDODP
VDWXDWDXOHELKDNWD1RWDULV
; 0HODNXNDQ VHJDOD WLQGDNDQ \DQJ GLSHUOXNDQ GDQDWDX GLSHUV\DUDWNDQ VHKXEXQJDQ
GHQJDQ 3HQDPEDKDQ 0RGDO GHQJDQ +0(7' ,,, WHUPDVXN \DQJ GLSHUV\DUDWNDQ
EHUGDVDUNDQSHUDWXUDQSHUXQGDQJXQGDQJDQ\DQJEHUODNXGDQ
;, 0HODNXNDQ WLQGDNDQWLQGDNDQ ODLQ \DQJ GLSHUOXNDQ GDQDWDX GLSHUV\DUDWNDQ JXQD
PHODNVDQDNDQ3HQDPEDKDQ0RGDOGHQJDQ+0(7',,,
Mata Acara Kedua:
0HQ\HWXMXL SHUXEDKDQ 3DVDO D\DW $QJJDUDQ 'DVDU 3HUVHURDQ VHKXEXQJDQ GHQJDQ
SHQLQJNDWDQPRGDOGLWHPSDWNDQGDQGLVHWRU3HUVHURDQGHQJDQPHPEHULNDQ+0(7'\DLWX
GDUL VDKDP PHQMDGL VHEDQ\DNEDQ\DNQ\D VDKDP GHQJDQ
nilai nominal sebesar Rp. 200,- per saham, dengan memperhatikan peraturan perundangundangan yang berlaku.
0HQGHOHJDVLNDQ GDQ PHPEHULNDQ NXDVD GHQJDQ KDN VXEVWLWXVL EDLN VHEDJLDQ PDXSXQ
seluruhnya, kepada Dewan Komisaris Perseroan, termasuk untuk:
I. PHQ\DWDNDQ UHDOLVDVL MXPODK VDKDP \DQJ WHODK GLNHOXDUNDQ GDODP 3HQDZDUDQ 8PXP
GHQJDQ 3HQDPEDKDQ 0RGDO GHQJDQ +0(7' ,,, WHUVHEXW PHODNVDQDNDQ NHSXWXVDQ
5DSDW GDQ PHQHWDSNDQ NHSDVWLDQ MXPODK PRGDO GLWHPSDWNDQ GDQ GLVHWRU VHUWD
menyatakan perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan di hadapan
Notaris, sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan
GHQJDQ PHPEHULNDQ +0(7' VHWHODK 3HQDPEDKDQ 0RGDO GHQJDQ +0(7' ,,, VHOHVDL
GLODNVDQDNDQ VHODQMXWQ\D PHPEHULWDKXNDQ SHUXEDKDQ $QJJDUDQ 'DVDU 3HUVHURDQ
WHUVHEXW NHSDGD 0HQWHUL +XNXP GDQ +DN $VDVL 0DQXVLD 5HSXEOLN ,QGRQHVLD GDQ
melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut
VHVXDLGHQJDQSHUDWXUDQSHUXQGDQJXQGDQJDQ\DQJEHUODNX
II. untuk keperluan tersebut berhak menghadap kepada Notaris atau kepada siapapun
yang dianggap perlu, memberikan dan/atau meminta keterangan-keterangan yang
diperlukan, membuat atau minta dibuatkan serta menandatangani akta-akta, surat-surat
serta dokumen-dokumen yang diperlukan, singkatnya melakukan segala tindakan yang
dianggap perlu dan berguna untuk keperluan tersebut di atas, tidak ada tindakan yang
dikecualikan.
Jakarta, 7 Februari 2020
PT CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL TBK
DIREKSI
12 D A T A S A H A M
29.290,85
DJIA
YoY
YtD
28.956,90
09/1
7.482,48
FTSE-100
15,27%
YoY
YtD
7.598,12
2,64%
23/1
Jumat, 7 Februari 2020
05/2
09/1
23.850,57
-0,79%
05/2
10/1
28.638,20
0,92%
24/1
06/2
YoY
YtD
10/1
STI
27.493,70
Hang Seng
14,37%
YoY
YtD
4,25%
23/1
23.873,59
Nikkei-225
-1,77%
24/1
06/2
10/1
5.987,15
IHSG
1,48%
YoY
YtD
3.255,95
-2,47%
3.231,55
YoY
YtD
6.274,94
0,27%
24/1
06/2
10/1
-8,56%
-4,96%
24/1
06/2
150 SAHAM KAPITALISASI PASAR TERBESAR BEI, 6 FEBRUARI 2020
Nama Saham
BBCA
BBRI
TLKM
BMRI
UNVR
ASII
HMSP
TPIA
BBNI
ICBP
BRPT
GGRM
CPIN
SMMA
POLL
SMGR
UNTR
KLBF
INDF
INTP
MAYA
BYAN
DNET
TOWR
MYOR
ADRO
MEGA
MIKA
INKP
PGAS
BTPS
JSMR
BDMN
BNLI
AMRT
INCO
MLBI
TCPI
EXCL
EMTK
PNBN
ACES
TBIG
TKIM
PTBA
PWON
MDKA
BTPN
AALI
FREN
MNCN
BSDE
CASA
BNGA
SCMA
BBTN
NISP
ULTJ
WIKA
SIDO
FASW
JPFA
ANTM
CTRA
WSKT
LPKR
MAPI
MKPI
BNII
GEMS
IPTV
MEDC
POWR
AKRA
DMAS
SMRA
ISAT
MAPA
LIFE
ASMI
ITMG
MPRO
PLIN
TRIO
Bank Central Asia Tbk.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Unilever Indonesia Tbk.
Astra International Tbk.
H.M. Sampoerna Tbk.
Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Barito Pacific Tbk
Gudang Garam Tbk.
Charoen Pokphand Indonesia Tbk
Sinarmas Multiartha Tbk.
Pollux Properti Indonesia Tbk
Semen Indonesia Tbk
United Tractors Tbk.
Kalbe Farma Tbk.
Indofood Sukses Makmur Tbk.
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Bank Mayapada Internasional Tbk.
Bayan Resources Tbk.
Indoritel Makmur Internasional Tbk
Sarana Menara Nusantara Tbk
Mayora Indah Tbk.
Adaro Energy Tbk
Bank Mega Tbk.
Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Perusahaan Gas Negara Tbk.
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk
Jasa Marga (Persero) Tbk.
Bank Danamon Indonesia Tbk.
Bank Permata Tbk.
Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Vale Indonesia Tbk
Multi Bintang Indonesia Tbk.
Transcoal Pacific Tbk
XL Axiata Tbk
Elang Mahkota Teknologi Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk
Ace Hardware Indonesia Tbk
Tower Bersama Infrastructure Tbk
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.
Bukit Asam Tbk.
Pakuwon Jati Tbk.
Merdeka Copper Gold Tbk
Bank BTPN Tbk.
Astra Agro Lestari Tbk.
Smartfren Telecom Tbk
Media Nusantara Citra Tbk
Bumi Serpong Damai Tbk.
Capital Financial Indonesia Tbk
Bank CIMB Niaga Tbk
Surya Citra Media Tbk.
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Bank OCBC NISP Tbk.
Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk
Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk
Fajar Surya Wisesa Tbk.
Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
Aneka Tambang Tbk.
Ciputra Development Tbk.
Waskita Karya (Persero) Tbk
Lippo Karawaci Tbk.
Mitra Adiperkasa Tbk.
Metropolitan Kentjana Tbk
Bank Maybank Indonesia Tbk
Golden Energy Mines Tbk
MNC Vision Networks Tbk
Medco Energi Internasional Tbk.
Cikarang Listrindo Tbk
AKR Corporindo Tbk.
Puradelta Lestari Tbk
Summarecon Agung Tbk.
Indosat Tbk.
MAP Aktif Adiperkasa Tbk
Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk
Asuransi Kresna Mitra Tbk
Indo Tambangraya Megah Tbk.
Maha Properti Indonesia Tbk
Plaza Indonesia Realty Tbk.
Trikomsel Oke Tbk
Bisnis-27
10/1
10/1
Volume
33.650
4.560
3.770
7.700
8.100
6.400
2.040
8.725
7.425
11.500
1.280
56.225
6.775
15.225
10.725
12.375
18.750
1.485
7.750
17.875
8.100
15.200
3.200
855
1.905
1.315
5.075
2.550
6.575
1.475
4.810
4.650
3.460
1.200
810
3.300
15.350
6.300
2.890
5.300
1.210
1.600
1.195
8.750
2.320
525
1.170
2.980
11.775
112
1.580
1.160
416
900
1.415
1.805
845
1.595
1.960
1.200
7.250
1.495
725
900
1.190
232
950
16.200
200
2.550
392
710
855
3.230
268
880
2.400
4.350
5.800
1.345
10.450
1.150
3.150
426
33.700
4.550
3.760
7.700
7.950
6.500
2.060
8.725
7.350
11.500
1.240
57.000
6.500
15.225
10.825
12.400
18.700
1.460
7.700
17.175
8.100
15.200
3.200
850
1.930
1.305
5.800
2.620
6.775
1.520
4.680
4.800
3.590
1.205
805
3.310
15.325
6.375
2.890
5.300
1.195
1.640
1.200
8.700
2.290
535
1.175
2.960
12.125
107
1.615
1.195
416
890
1.405
1.850
845
1.610
2.020
1.200
7.250
1.510
735
915
1.230
234
950
16.200
202
2.550
396
755
835
3.310
272
895
2.370
4.400
5.800
1.345
10.525
1.155
3.150
426
50
-10
-10
-150
100
20
-75
-40
775
-275
100
25
-50
-25
-50
-700
-5
25
-10
725
70
200
45
-130
150
130
5
-5
10
-25
75
-15
40
5
-50
-30
10
5
-20
350
-5
35
35
-10
-10
45
15
60
15
10
15
40
2
2
4
45
-20
80
4
15
-30
50
75
5
-
30.938.700
94.855.500
56.261.500
55.514.700
10.884.300
26.015.800
29.609.300
2.419.500
16.798.500
2.299.400
40.622.600
1.615.900
7.938.800
792.200
6.796.200
4.072.800
16.990.900
4.353.700
1.220.700
43.418.800
1.321.000
37.379.900
33.700
4.278.000
7.721.900
119.388.900
4.101.700
6.727.700
2.173.100
7.879.600
6.200
4.690.400
3.100
5.206.000
30.048.700
300
5.274.200
12.920.200
45.970.600
1.620.300
15.297.600
36.068.000
13.628.000
16.200
1.293.500
58.188.100
26.832.500
8.937.700
16.400
4.893.200
12.941.200
36.589.300
1.100
118.800
9.601.800
3.905.700
6.195.400
28.180.200
21.401.300
51.438.600
11.376.900
12.930.600
573.700
15.034.600
96.688.900
1.042.900
13.999.200
26.821.200
14.500.700
13.917.300
167.700
100
140.400
1.858.900
400
200
-
ISSI
YoY
YtD
10/1
1.990,24
494,95
-3,04%
06/2
10/1
Kode Emiten
Sbl
Pntp
Prb Volume
Nilai
20 SAHAM TERBESAR DIBELI INVESTOR ASING
Volume
Beli
Volume
Jual
10/1
-4,15%
06/2
Volume
Beli Bersih
Barito Pacific Tbk............................................ 699.464.850 ......... 705.730.650 .........-6.265.800
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. .............. 58.202.302 ........... 86.933.677 .......-28.731.375
Bank Mandiri (Persero) Tbk. ............................. 41.840.400 ........... 30.440.900 ........11.399.500
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. ......... 36.711.800 ........... 45.199.800 .........-8.488.000
Bank Central Asia Tbk. ..................................... 28.640.242 ........... 12.869.242 ........15.771.000
MNC Investama Tbk. ........................................ 26.089.000 ........... 20.434.800 ..........5.654.200
Perusahaan Gas Negara Tbk. ........................... 24.222.900 ........... 33.514.700 .........-9.291.800
XL Axiata Tbk. .................................................. 22.601.400 ........... 16.009.100 ..........6.592.300
Astra International Tbk..................................... 21.615.400 ........... 13.826.000 ..........7.789.400
Sentul City Tbk. ................................................ 15.686.700 ........... 50.117.400 .......-34.430.700
H.M. Sampoerna Tbk. ...................................... 13.963.700 ........... 19.457.400 .........-5.493.700
Puradelta Lestari Tbk........................................ 13.556.025 ........... 16.417.425 .........-2.861.400
MNC Vision Networks Tbk............................... 13.378.600 ........... 11.770.700 ..........1.607.900
MNC Kapital Indonesia Tbk. ............................ 13.172.900 ........... 12.800.000 .............372.900
Kalbe Farma Tbk. ............................................. 11.994.400 ........... 14.906.000 .........-2.911.600
MNC Land Tbk.................................................. 10.835.000 ..............9.400.000 ..........1.435.000
Ciputra Development Tbk.................................. 9.945.000 ..............8.823.200 ..........1.121.800
Mitra Adiperkasa Tbk. ........................................ 9.317.800 ........... 10.683.400 .........-1.365.600
Global Mediacom Tbk. ....................................... 8.718.200 .................861.000 ..........7.857.200
Adaro Energy Tbk. ............................................. 8.660.400 ........... 16.264.100 .........-7.603.700
Kode Emiten
YoY
YtD
06/2
-12,03%
Pntp Persen Volume
06/2
Nilai
20 SAHAM TERBESAR DIJUAL INVESTOR ASING
Volume
Jual
Volume
Beli
YoY
YtD
Volume
Jual Bersih
Barito Pacific Tbk............................................ 705.730.650 ........ 699.464.850 .........6.265.800
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. .............. 86.933.677 .......... 58.202.302 .......28.731.375
Sentul City Tbk. ................................................ 50.117.400 .......... 15.686.700 .......34.430.700
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. ......... 45.199.800 .......... 36.711.800 .........8.488.000
Waskita Beton Precast Tbk............................... 36.038.300 ............. 1.432.300 .......34.606.000
Perusahaan Gas Negara Tbk. ........................... 33.514.700 .......... 24.222.900 .........9.291.800
Bank Mandiri (Persero) Tbk. ............................. 30.440.900 .......... 41.840.400 ......-11.399.500
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.............. 24.063.500 ............. 8.201.600 .......15.861.900
MNC Investama Tbk. ........................................ 20.434.800 .......... 26.089.000 ........-5.654.200
Bumi Resources Tbk. ........................................ 20.361.573 ............. 1.873.673 .......18.487.900
H.M. Sampoerna Tbk. ...................................... 19.457.400 .......... 13.963.700 .........5.493.700
Medco Energi Internasional Tbk. ..................... 18.234.900 ................ 183.200 .......18.051.700
Puradelta Lestari Tbk........................................ 16.417.425 .......... 13.556.025 .........2.861.400
Adaro Energy Tbk. ........................................... 16.264.100 ............. 8.660.400 .........7.603.700
XL Axiata Tbk. .................................................. 16.009.100 .......... 22.601.400 ........-6.592.300
Media Nusantara Citra Tbk. ............................. 15.539.600 ............. 6.430.900 .........9.108.700
Kalbe Farma Tbk. ............................................. 14.906.000 .......... 11.994.400 .........2.911.600
Astra International Tbk..................................... 13.826.000 .......... 21.615.400 ........-7.789.400
Sarana Menara Nusantara Tbk. ........................ 13.355.300 ............. 4.639.500 .........8.715.800
Bank Central Asia Tbk. ..................................... 12.869.242 .......... 28.640.242 ......-15.771.000
Ptp
3.740
318
6.600
13.875
126
3.660
380
995
10.000
865
1.320
3.400
3.600
640
2.340
4.700
1.000
1.160
4.990
3.160
358
1.375
2.700
272
510
545
478
1.215
1.430
700
1.300
210
750
2.900
1.040
995
790
1.850
436
535
1.940
5.225
252
1.890
1.050
298
3.480
1.355
2.460
376
1.570
224
488
1.780
145
2.100
1.180
1.010
10.000
705
340
450
1.575
920
1.100
173
3.830
300
6.575
13.725
130
3.660
396
1.040
10.000
885
1.335
3.290
3.560
640
2.340
4.720
990
1.160
4.990
3.250
358
1.450
2.700
276
510
550
480
1.265
1.440
700
1.300
214
750
3.050
1.090
995
800
1.815
462
535
1.990
5.225
264
1.930
1.090
298
3.480
1.370
2.460
384
1.575
222
488
1.790
147
2.100
1.180
1.010
10.000
740
358
450
1.690
960
1.100
158
06/2
YoY
YtD
10/1
1.345,27
Keuangan
7,76%
YoY
YtD
-0,69%
24/1
06/2
Volume
90
-18
-25
-150
4
16
45
20
15
-110
-40
20
-10
90
75
4
5
2
50
10
4
150
50
10
-35
26
50
12
40
40
15
8
5
-2
10
2
35
18
115
40
-15
951,02
-7,98%
Transaksi
(Poin)
Sbl
YoY
YtD
1.206,92
06/2
YoY
YtD
754,57
10/1
24/1
715,38
YoY
YtD
1.459,85
-7,07%
06/2
10/1
PER 2020
15,52
727,98
186,97
19,89
24,47
10,17
4,43
6,72
5,29
3,83
24,82
34,92
1,03
6,25
33,62
1.436,89
10,45
5,76
42,84
9,28
200,76
4,28
609,10
6,04
39,11
123,22
35,81
82,69
28,49
-151,22
1.199,81
-255,82
9,47
42,64
-4.184,10
133,63
7,45
10,56
59,83
10,20
6,59
-1.291,32
70,46
16,23
11,10
20,13
-9,69
730,28
36,22
46,71
50,65
75,65
9,06
8,33
9,76
47,38
-23,12
4,51
92,84
24,42
95,60
71,67
43,60
1.137,17
-20,04%
-7,08%
06/2
Manufaktur
-11,91%
24/1
Nilai
Aneka Industri
-9,93%
Perdagangan
Pntp Persen Volume
11.000.500.591.780
10.920.340.875.000
10.689.408.984.375
10.575.830.592.000
10.481.344.466.320
10.479.295.471.440
10.251.084.196.584
10.130.015.260.560
10.000.000.000.000
9.896.044.982.820
9.851.739.688.485
9.781.170.000.000
9.658.162.520.000
9.505.634.429.440
9.475.102.494.000
9.440.000.000.000
9.373.675.410.000
9.281.152.576.000
9.231.500.000.000
9.115.870.660.000
9.039.500.000.000
8.989.851.163.300
8.969.648.400.000
8.838.092.228.868
8.804.586.412.260
8.781.913.591.000
8.740.065.648.000
8.630.922.915.725
8.292.492.633.600
8.236.419.441.600
8.042.435.554.400
8.025.000.000.000
7.903.799.528.250
7.838.500.000.000
7.734.640.000.000
7.624.585.500.000
7.620.000.000.000
7.544.178.724.500
7.534.536.175.320
7.356.250.000.000
7.205.455.568.560
7.058.478.243.575
6.959.345.588.976
6.505.518.357.000
6.495.037.500.000
6.205.816.733.962
6.186.666.744.000
6.165.000.000.000
6.155.166.000.000
6.073.463.040.000
5.990.553.780.750
5.874.120.000.000
5.856.000.000.000
5.785.499.428.940
5.719.236.232.269
5.688.144.000.000
5.687.284.940.000
5.635.800.000.000
5.622.246.620.000
5.511.337.555.960
5.489.755.040.388
5.450.119.270.650
5.391.100.000.000
5.331.840.000.000
5.316.850.000.000
5.266.140.000.000
-4,81%
20 SAHAM KOREKSI HARGA TERTINGGI
Kode Emiten
Pasar
3.449.000
330.000
2.200.542.500
1.372.500
1.622.218.100
6.575.238.000
8.368.343.400
12.943.834.500
2.322.735.000
1.589.000
464.195.000
836.039.000
233.885.000
1.548.000.500
79.872.000
371.606.000
732.034.500
27.080.796.000
20.929.544.000
36.875.290.000
11.414.739.800
401.000
1.440.691.000
12.165.650.400
21.696.147.500
1.458.787.000
1.680.000
374.983.500
152.856.800
6.692.225.000
5.062.567.000
3.604.350.000
12.393.000
62.616.045.500
2.348.693.000
96.200
2.326.286.500
199.000
18.776.702.200
12.299.000
49.050.844.000
17.953.000
32.848.500
3.139.273.000
3.778.671.800
21.447.040.500
11.422.460.600
2.590.949.600
287.524.000
2.125.657.000
1.311.179.000
1.591.244.500
17.835.891.000
5.966.876.000
2.745.000
39.833.971.500
7.798.275.000
277.762.500
1.637.203.300
881,03
24/1
10/1
Kapitalisasi
Nilai
900
1.100
332.100
100
12.656.600
1.796.300
21.319.700
12.577.500
231.900
1.800
350.800
248.200
65.000
2.408.500
16.800
376.700
634.100
8.319.900
58.050.400
25.886.200
41.510.500
800
2.574.200
25.448.900
17.274.400
1.015.000
2.400
289.100
728.200
8.879.700
1.706.800
3.338.900
12.400
80.939.200
1.294.800
200
4.346.100
100
71.915.100
6.500
45.839.400
60.700
24.000
1.271.800
9.901.500
13.660.600
50.734.400
5.325.900
160.800
14.423.600
1.110.000
1.603.100
24.403.100
16.971.700
6.100
24.151.200
8.169.100
252.900
9.841.400
Industri Dasar
1.424,97
24/1
10/1
Sbl
-26,24%
1.352,35
-8,87%
RIGS ..........Rig Tenders Indonesia Tbk. ........................................242...............302 ......24,79........10.233.900.........3.013.426.400
SMBR ........Semen Baturaja (Persero) Tbk....................................286...............356 ......24,48........58.627.400.......19.842.272.400
PPRE .........PP Presisi Tbk. .............................................................185...............226 ......22,16........59.108.500.......13.333.025.600
POLA ........Pool Advista Finance Tbk.............................................90...............106 ......17,78..............451.400...............46.011.200
BUVA ........Bukit Uluwatu Villa Tbk. ...............................................55..................63 ......14,55..............495.100...............29.559.300
MEGA .......Bank Mega Tbk........................................................5.075............5.800 ......14,29................33.700.............186.650.000
PCAR.........Prima Cakrawala Abadi Tbk.......................................202...............228 ......12,87................11.500.................2.231.500
INAF..........Indofarma (Persero) Tbk.............................................720...............810 ......12,50........21.842.400.......17.272.534.000
SDPC.........Millennium Pharmacon International Tbk. ..................90...............100 ......11,11..........3.959.500.............379.424.900
ISSP...........Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.........................155...............171 ......10,32........18.575.400.........3.048.329.600
NIKL..........Pelat Timah Nusantara Tbk. .......................................510...............560 ........9,80........31.794.000.......17.766.267.500
APII............Arita Prima Indonesia Tbk. .........................................188...............206 ........9,57................20.400.................3.988.100
NIRO.........City Retail Developments Tbk. ..................................137...............150 ........9,49..............762.800.............109.911.600
ALDO........Alkindo Naratama Tbk. ..............................................430...............470 ........9,30................84.200...............37.923.000
INTD .........Inter Delta Tbk ............................................................220...............240 ........9,09.....................100......................24.000
KICI ...........Kedaung Indah Can Tbk.............................................224...............244 ........8,93.....................100......................24.400
DPUM .......Dua Putra Utama Makmur Tbk..................................100...............108 ........8,00.....................900......................95.300
ERAA ........Erajaya Swasembada Tbk. ......................................1.575............1.690 ........7,30........24.151.200.......39.833.971.500
PBSA.........Paramita Bangun Sarana Tbk.....................................710...............760 ........7,04................25.200...............16.823.500
BEST .........Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. .............................164...............175 ........6,71........25.223.000.........4.396.571.100
Emiten
10/1
1.036,68
24/1
Sbl
Pertambangan
1.584,09
-9,77%
Infrastruktur
10/1
Smart Tbk.
Bentoel Internasional Investama Tbk.
Siloam International Hospitals Tbk
Dian Swastika Sentosa Tbk
MNC Land Tbk
Link Net Tbk
Garuda Indonesia (Persero) Tbk
BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
Indonesian Paradise Property Tbk.
Garudafood Putra Putri Jaya Tbk
Medikaloka Hermina Tbk
Saratoga Investama Sedaya Tbk
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk
Bank Mestika Dharma Tbk
Gaya Abadi Sempurna Tbk
Diamond Food Indonesia Tbk
Nusantara Properti Internasional Tbk
Duta Pertiwi Tbk
Matahari Department Store Tbk
Kapuas Prima Coal Tbk
PP (Persero) Tbk
Danayasa Arthatama Tbk.
Panin Financial Tbk
Bank Sinarmas Tbk
BFI FinanceIndonesia Tbk.
Kresna Graha Investama Tbk.
PP London Sumatra Indonesia Tbk.
Selamat Sempurna Tbk.
Pacific Strategic Financial Tbk
Nippon Indosari Corpindo Tbk
Pelayaran Tamarin Samudra Tbk
DMS Propertindo Tbk
Citra Putra Realty Tbk
Ramayana Lestari Sentosa Tbk.
Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Uni-Charm Indonesia Tbk
Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.
Jaya Real Property Tbk.
Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.
Inti Bangun Sejahtera Tbk
Waskita Beton Precast Tbk
Cita Mineral Investindo Tbk.
Menteng Heritage Realty Tbk
Kawasan Industri Jababeka Tbk.
Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk
Tempo Scan Pacific Tbk.
Blue Bird Tbk
Salim Ivomas Pratama Tbk
Bintang Oto Global Tbk
J. Resources Asia Pacifik Tbk
Sariguna Primatirta Tbk
Urban Jakarta Propertindo Tbk
MNC Kapital Indonesia Tbk
Enseval Putera Megatrading Tbk.
Astra Otoparts Tbk.
Tunas Ridean Tbk.
Batavia Prosperindo Internasional Tbk
Timah Tbk.
Global Mediacom Tbk.
Gunung Raja Paksi Tbk
Erajaya Swasembada Tbk
Kimia Farma (Persero) Tbk.
Impack Pratama Industri Tbk
Totalindo Eka Persada Tbk
-16,78%
24/1
1.128,95
-9,94%
SMAR
RMBA
SILO
DSSA
KPIG
LINK
GIAA
BJBR
ADMF
INPP
GOOD
HEAL
SRTG
BJTM
BBMD
SLIS
DMND
NATO
DUTI
LPPF
ZINC
PTPP
SCBD
PNLF
BSIM
BFIN
KREN
LSIP
SMSM
APIC
ROTI
TAMU
KOTA
CLAY
RALS
SMCB
SSMS
UCID
JKON
JRPT
CMNP
IBST
WSBP
CITA
HRME
KIJA
TUGU
TSPC
BIRD
SIMP
BOGA
PSAB
CLEO
URBN
BCAP
EPMT
AUTO
TURI
BPII
TINS
BMTR
GGRP
ERAA
KAEF
IMPC
TOPS
1.375,45
20 SAHAM KENAIKAN HARGA TERTINGGI
BHIT ..........MNC Investama Tbk.....................................................62..................65 .............3........44.698.400.........2.908.355.100
MNCN ......Media Nusantara Citra Tbk. ....................................1.580............1.615 ...........35........26.832.500.......42.898.644.000
TOWR .......Sarana Menara Nusantara Tbk. .................................855...............850 ............-5........43.418.800.......36.922.427.000
LUCK.........Sentral Mitra Informatika Tbk....................................675...............705 ...........30........15.234.100.......10.744.494.000
PGAS ........Perusahaan Gas Negara Tbk...................................1.475............1.520 ...........45......119.388.900.....180.522.688.500
REAL .........Repower Asia Indonesia Tbk. ....................................206...............163 ..........-43......111.466.100.......20.544.669.100
PURA ........Putra Rajawali Kencana Tbk.......................................212...............189 ..........-23......430.154.800.......87.752.717.500
BCAP ........MNC Kapital Indonesia Tbk. ......................................145...............147 .............2........14.423.600.........2.125.657.000
IPTV...........MNC Vision Networks Tbk. .......................................392...............396 .............4........15.034.600.........5.936.507.800
BBCA ........Bank Central Asia Tbk. ..........................................33.650..........33.700 ...........50........30.938.700..1.040.885.895.000
KPIG..........MNC Land Tbk............................................................126...............130 .............4........12.656.600.........1.622.218.100
TCPI ..........Transcoal Pacific Tbk................................................6.300............6.375 ...........75..........5.206.000.......33.204.297.500
PPRE .........PP Presisi Tbk. .............................................................185...............226 ...........41........59.108.500.......13.333.025.600
BBRI ..........Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ....................4.560............4.550 ..........-10........94.855.500.....431.717.321.000
TLKM ........Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.................3.770............3.760 ..........-10........56.261.500.....211.946.119.000
SMBR ........Semen Baturaja (Persero) Tbk....................................286...............356 ...........70........58.627.400.......19.842.272.400
MEDC .......Medco Energi Internasional Tbk................................710...............755 ...........45........96.688.900.......71.391.115.000
BBTN ........Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk....................1.805............1.850 ...........45........36.589.300.......67.743.591.000
ADRO .......Adaro Energy Tbk....................................................1.315............1.305 ..........-10........37.379.900.......48.916.833.500
NIKL..........Pelat Timah Nusantara Tbk. .......................................510...............560 ...........50........31.794.000.......17.766.267.500
Emiten
YoY
YtD
453,79
24/1
20 SAHAM TERAKTIF
Pertanian
1.479,43
06/2
29,49
16,97
16,97
13,18
8,26
12,44
17,62
261,75
8,50
25,89
468,38
11,36
31,17
12,80
1.821,07
42,60
6,06
29,03
14,36
40,33
53,83
12,79
128,05
20,36
29,53
5,44
21,72
52,64
8,24
15,10
27,42
16,91
10,03
22,96
38,56
10.877,42
31,95
116,57
46,48
-23,37
8,95
29,01
31,63
9,40
6,38
9,89
20,57
9,20
157,43
-10,54
10,32
7,47
184,51
23,70
15,45
18,15
6,49
17,13
10,05
23,34
16,71
12,73
23,61
31,12
10,89
-7,21
18,40
27,38
9,87
17,43
67,39
26,92
9,01
17,63
12,95
30,78
-33,94
17,35
34,67
385,57
6,22
-478,42
25,52
-205,27
/ Kurs
PER 2020
822.565.098.630.000
555.611.201.145.000
372.473.934.416.000
355.739.999.984.600
303.292.500.000.000
263.143.095.410.000
239.615.238.414.000
155.597.464.268.500
135.696.948.713.550
134.111.942.000.000
110.380.464.240.800
109.673.016.000.000
106.587.000.000.000
96.947.695.316.325
90.051.265.470.000
73.550.848.000.000
69.753.527.043.200
68.437.678.280.600
67.609.284.050.000
63.225.154.430.325
54.789.101.403.300
50.666.669.200.000
45.388.800.000.000
43.362.431.250.000
43.152.290.469.250
41.741.680.410.000
39.986.001.716.600
37.325.435.690.000
37.065.909.425.275
36.847.092.457.920
35.692.782.840.000
34.837.781.760.000
34.736.184.254.190
33.453.585.734.665
33.427.223.868.500
32.889.281.163.200
32.289.775.000.000
31.875.000.000.000
30.888.205.622.470
29.904.058.782.600
28.485.986.967.610
28.126.000.000.000
27.188.399.334.000
27.085.045.059.000
26.382.309.682.500
25.765.387.284.000
25.729.670.188.750
23.875.003.204.560
23.336.846.037.625
23.322.173.638.591
23.055.907.152.500
22.999.801.949.440
22.662.116.855.872
22.143.458.789.750
20.758.414.582.905
19.395.585.000.000
19.194.830.747.040
18.601.180.080.000
18.119.301.771.440
18.000.000.000.000
17.964.693.705.750
17.707.128.553.510
17.662.612.072.875
16.982.677.608.255
16.695.959.730.000
16.590.136.298.346
15.770.000.000.000
15.360.742.800.000
15.222.201.650.022
15.000.000.150.000
14.392.437.261.444
13.529.942.472.530
13.432.775.260.000
13.288.640.185.200
13.109.886.219.200
12.911.969.603.600
12.878.422.395.000
12.541.760.000.000
12.180.000.000.000
12.049.021.718.700
11.892.460.625.000
11.483.587.500.000
11.182.500.000.000
11.079.192.718.770
-11,19%
-7,71%
Nama Saham
Pasar
1.040.885.895.000
431.717.321.000
211.946.119.000
428.266.450.000
86.892.365.000
168.733.970.000
61.074.332.000
21.017.652.500
124.425.420.000
26.455.890.000
51.007.707.000
91.872.895.000
51.742.760.000
8.567.805.000
84.328.840.000
76.491.037.500
24.938.996.500
33.722.167.500
21.097.222.500
36.922.427.000
2.548.264.500
48.916.833.500
186.650.000
11.264.588.000
51.988.085.000
180.522.688.500
19.540.340.000
31.813.583.000
7.744.774.000
9.459.454.000
5.016.000
15.542.911.000
47.535.000
33.204.297.500
87.011.069.000
1.577.500
6.315.453.500
20.961.591.000
55.044.300.000
14.319.232.500
35.300.110.000
19.184.526.000
15.974.176.500
47.194.000
15.623.280.000
6.289.202.300
42.898.644.000
10.556.933.000
6.761.600
4.367.259.500
18.221.098.000
67.743.591.000
929.000
189.947.000
19.297.265.000
4.686.752.500
9.357.159.500
20.532.533.500
19.601.974.500
62.724.885.500
2.655.738.800
12.263.402.000
114.793.000
5.936.507.800
71.391.115.000
876.261.500
45.837.096.000
7.297.629.800
12.959.162.000
32.926.136.000
733.820.000
580.000
187.728.500
19.615.657.500
466.500
635.000
-
24/1
YoY
YtD
Kapitalisasi
Nilai
173,25
Properti
-24,40%
24/1
YoY
YtD
185,10
-2,36%
06/2
Industri Konsumsi
2.096,65
(Poin)
-6,27%
24/1
Transaksi
Ptp
542,19
YoY
YtD
559,64
/ Kurs
Sbl
24/1
1.373,38
-18,33%
-5,99%
06/2
20 PIALANG TERAKTIF
Kode Emiten
Frekuensi
Volume
Nilai
BLTZ ..........Graha Layar Prima Tbk. ...........................................4.200............3.150 .....-25,00..................1.700.................5.363.000
OKAS........Ancora Indonesia Resources Tbk...............................170...............129 .....-24,12..........1.348.600.............181.541.800
PNSE.........Pudjiadi & Sons Tbk....................................................414...............320 .....-22,71.....................100......................32.000
REAL .........Repower Asia Indonesia Tbk. ....................................206...............163 .....-20,87......111.466.100.......20.544.669.100
ARTA.........Arthavest Tbk..............................................................360...............300 .....-16,67.....................600....................210.000
META ........Nusantara Infrastructure Tbk. ....................................202...............170 .....-15,84..........5.280.000.............942.913.500
SAFE .........Steady Safe Tbk..........................................................204...............175 .....-14,22..............310.400...............56.940.700
SOSS.........Shield On Service Tbk. ...............................................386...............338 .....-12,44..............140.600...............45.921.600
DART ........Duta Anggada Realty Tbk..........................................320...............282 .....-11,88.....................200......................58.400
MTRA........Mitra Pemuda Tbk. .....................................................258...............230 .....-10,85.....................900....................215.000
PURA ........Putra Rajawali Kencana Tbk.......................................212...............189 .....-10,85......430.154.800.......87.752.717.500
TFAS..........Telefast Indonesia Tbk. ...............................................146...............131 .....-10,27..............574.000...............76.890.100
MARI.........Mahaka Radio Integra Tbk.........................................170...............155 .......-8,82..............356.000...............56.195.100
TOPS.........Totalindo Eka Persada Tbk.........................................173...............158 .......-8,67..........9.841.400.........1.637.203.300
GHON.......Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. ....................1.360............1.255 .......-7,72..................6.100.................7.688.000
LRNA ........Eka Sari Lorena Transport Tbk. ..................................188...............174 .......-7,45................81.200...............14.573.900
MBTO .......Martina Berto Tbk.........................................................81..................75 .......-7,41.....................300......................23.800
JIHD..........Jakarta International Hotels & Development Tbk....550...............510 .......-7,27................15.000.................7.700.000
KBLV .........First Media Tbk. ..........................................................300...............280 .......-6,67..............220.500...............61.740.000
PAMG .......Bima Sakti Pertiwi Tbk................................................138...............129 .......-6,52..........5.701.300.............753.261.500
GR .............Panin Sekuritas Tbk. ..............................................17.400..........................919.529.750...................1.063.261.120.950
AI...............UOB Kay Hian Sekuritas........................................15.897..........................875.817.050...................1.056.132.448.950
CC .............Mandiri Sekuritas ...................................................65.744..........................652.054.400...................1.048.444.854.900
BK .............J.P. Morgan Sekuritas Indonesia ...........................27.048..........................137.281.486...................1.022.040.448.970
CS..............Credit Suisse Sekuritas Indonesia .........................34.056..........................178.168.800......................801.675.481.000
YU .............CGS-CIMB Sekuritas Indonesia .............................28.195..........................670.052.320......................746.580.493.900
PD .............Indo Premier Sekuritas ..........................................67.024..........................508.969.228......................625.207.983.368
KZ..............CLSA Sekuritas Indonesia......................................13.223..........................206.776.700......................608.728.707.100
ZP..............Maybank Kim Eng Sekuritas .................................29.295..........................283.316.044......................603.407.488.912
YP..............Mirae Asset Sekuritas Indonesia.........................130.384.......................1.270.290.000......................563.427.530.900
AK .............UBS Sekuritas Indonesia........................................21.143..........................196.829.646......................556.751.121.184
MS.............Morgan Stanley Sekuritas Indonesia ......................8.063............................84.348.000......................517.760.831.600
KS..............Kresna Sekuritas ......................................................4.457..........................353.257.900......................341.937.811.100
DR .............RHB Sekuritas Indonesia .......................................17.677..........................626.219.900......................279.714.891.600
CG.............Citigroup Sekuritas Indonesia ...............................12.064............................97.950.000......................260.377.600.900
CP..............Valbury Sekuritas Indonesia ..................................13.637..........................320.501.800......................252.652.818.800
RX .............Macquarie Sekuritas Indonesia ...............................6.724............................59.369.800......................228.805.215.000
YB..............Jasa Utama Capital Sekuritas................................15.544..........................245.250.500......................227.531.596.600
IF ...............Samuel Sekuritas Indonesia.....................................9.596..........................247.185.900......................215.048.956.700
AP .............Pacific Sekuritas Indonesia .........................................104..........................257.519.700......................166.323.752.500
VOLUME TERBESAR TRANSAKSI WARAN
INDEKS BISNIS-27
Emiten
Sbl
Pntp
Prb Volume
Nilai
Waran Seri I Repower Asia Indonesia Tbk. .................. 18 ........17 ......-1 .....72.156.900 ...1.230.811.800
Waran Seri I Bhakti Agung Propertindo Tbk. ................ 5 ..........5 .......0 .....26.621.400 ......133.317.700
Waran Seri I Eastparc Hotel Tbk. ................................. 15 ........14 ......-1 .....18.689.700 ......269.910.000
Waran Seri I Trinitan Metals and Minerals Tbk. ........... 38 ........36 ......-2 .....15.974.200 ......628.708.000
Waran Seri I Sinergi Inti Plastindo Tbk. ....................... 19 ........19 .......0 .......7.811.900 ......141.774.500
Waran Seri I Putra Rajawali Kencana Tbk. ................... 60 ........51 ......-9 .......7.617.300 ......417.351.100
Waran Seri I Medco Energi Internasional Tbk. ..........142 ......172 .....30 .......7.532.700 ...1.225.005.900
Waran Seri I Bliss Properti Indonesia Tbk. ..................... 5 ..........4 ......-1 .......6.262.000 ........28.081.500
Waran Seri I Bank Artha Graha Internasional Tbk. ........ 6 ..........6 .......0 .......4.026.400 ........20.134.200
Waran Seri I MNC Vision Networks Tbk. ...................101 ......103 .......2 .......3.793.400 ......393.507.800
Waran Seri I Sentul City Tbk. ....................................... 13 ........14 .......1 .......3.506.200 ........46.863.500
Waran Seri I Mas Murni Indonesia Tbk. ....................... 14 ........15 .......1 .......3.239.100 ........47.110.900
Waran Seri I Victoria Insurance Tbk. ............................ 12 ........12 .......0 .......2.595.600 ........28.625.100
Waran Seri I Yelooo Integra Datanet Tbk. ................... 19 ........19 .......0 .......1.303.600 ........25.102.600
Waran Seri I Royalindo Investa Wijaya Tbk.................. 64 ........62 ......-2 .......1.196.000 ........72.446.600
Waran Seri I Sinergi Megah Internusa Tbk. ................... 6 ..........5 ......-1 ..........870.800 ..........4.364.600
Waran Seri I Estika Tata Tiara Tbk. .............................. 44 ........46 .......2 ..........766.600 ........34.134.900
Waran Seri I Perintis Triniti Properti Tbk. .................... 78 ........71 ......-7 ..........642.800 ........46.611.000
Waran Seri I Cahayaputra Asa Keramik Tbk. ............... 20 ........20 .......0 ..........605.100 ........12.102.300
Waran Seri II Smartfren Telecom Tbk. ......................... 67 ........65 ......-2 ..........567.900 ........36.693.400
Kode Emiten
Sbl
Pntp
Prb Volume
Nilai
ACES......Ace Hardware Indonesia Tbk..............................1.600 ......... 1.640............40 ..........12.920.200......... 20.961.591.000
ADRO.....Adaro Energy Tbk. .............................................1.315 ......... 1.305...........-10 ..........37.379.900......... 48.916.833.500
ASII ........Astra International Tbk.......................................6.400 ......... 6.500..........100 ..........26.015.800....... 168.733.970.000
BBCA .....Bank Central Asia Tbk. .....................................33.650 ....... 33.700............50 ..........30.938.700.... 1.040.885.895.000
BBNI.......Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.................7.425 ......... 7.350...........-75 ..........16.798.500....... 124.425.420.000
BBRI .......Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk..................4.560 ......... 4.550...........-10 ..........94.855.500....... 431.717.321.000
BMRI ......Bank Mandiri (Persero) Tbk. ...............................7.700 ......... 7.700...............- ..........55.514.700....... 428.266.450.000
CPIN.......Charoen Pokphand Indonesia Tbk ......................6.775 ......... 6.500.........-275 ............7.938.800......... 51.742.760.000
EXCL ......XL Axiata Tbk. ....................................................2.890 ......... 2.890...............- ..........30.048.700......... 87.011.069.000
GGRM ....Gudang Garam Tbk. .........................................56.225 ....... 57.000..........775 ............1.615.900......... 91.872.895.000
ICBP .......Indofood CBP Sukses Makmur Tbk...................11.500 ....... 11.500...............- ............2.299.400......... 26.455.890.000
INDF ......Indofood Sukses Makmur Tbk. ...........................7.750 ......... 7.700...........-50 ............4.353.700......... 33.722.167.500
INKP.......Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. .............................6.575 ......... 6.775..........200 ............7.721.900......... 51.988.085.000
INTP .......Indocement Tunggal Prakarsa Tbk....................17.875 ....... 17.175.........-700 ............1.220.700......... 21.097.222.500
JSMR......Jasa Marga Tbk. .................................................4.650 ......... 4.800..........150 ............6.727.700......... 31.813.583.000
KLBF ......Kalbe Farma Tbk. ...............................................1.485 ......... 1.460...........-25 ..........16.990.900......... 24.938.996.500
MIKA......Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. .........................2.550 ......... 2.620............70 ............4.278.000......... 11.264.588.000
MYOR ....Mayora Indah Tbk...............................................1.905 ......... 1.930............25 ............1.321.000........... 2.548.264.500
PGAS .....Perusahaan Gas Negara Tbk...............................1.475 ......... 1.520............45 ........119.388.900....... 180.522.688.500
PTBA ......Bukit Asam Tbk. .................................................2.320 ......... 2.290...........-30 ..........15.297.600......... 35.300.110.000
PWON....Pakuwon Jati Tbk. .................................................525 ............ 535............10 ..........36.068.000......... 19.184.526.000
SMGR.....Semen Indonesia (Persero) Tbk. .......................12.375 ....... 12.400............25 ............6.796.200......... 84.328.840.000
TKIM ......Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. ............................8.750 ......... 8.700...........-50 ............1.620.300......... 14.319.232.500
TLKM .....Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. ............3.770 ......... 3.760...........-10 ..........56.261.500....... 211.946.119.000
TOWR ....Sarana Menara Nusantara Tbk...............................855 ............ 850.............-5 ..........43.418.800......... 36.922.427.000
UNTR .....United Tractors Tbk. .........................................18.750 ....... 18.700...........-50 ............4.072.800......... 76.491.037.500
UNVR .....Unilever Indonesia Tbk. ......................................8.100 ......... 7.950.........-150 ..........10.884.300......... 86.892.365.000
Sumber: BEI
D A T A P A S A R 13
Jumat, 7 Februari 2020
NILAI TUKAR
INDONESIA BOND PRICING AGENCY (IBPA)-IGSYC
INDONESIA GOVERNMENT SECURITIES YIELD CURVE
Indonesia Composite Bond Index (ICBI)
282,3090
+0,6111
INDOBex Government
0,22%
277,1666
Rp/EUR
305,9698
Rp/SGD
13.662,00
INDOBex Corporate
+0,6299 0,23%
Rp/JPY(100)
15.024,79
9.857,86
12.433,57
+0,3953 0,13%
Tenor
Yield (%)
Tenor
Yield (%)
(tahun) 6 Feb ‘20 5 Feb ‘20 (tahun) 6 Feb ‘20 5 Feb ‘20
8,0
4,2384
4,9604
5,4665
5,8021
6,0427
6,2314
6,3916
6,5351
6,6673
6,7902
6,9043
7,0092
7,1047
7,1907
7,2672
7,3345
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
7,3589
7,4137
7,4617
7,5035
7,5397
7,5709
7,5976
7,6204
7,6397
7,6560
7,6697
7,6812
7,6909
7,6989
7,7056
7,3933
7,4441
7,4877
7,5247
7,5561
7,5824
7,6045
7,6228
7,6379
7,6504
7,6607
7,6691
7,6759
7,6814
7,6860
0,1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
4,2221
4,9075
5,4114
5,7580
6,0102
6,2065
6,3694
6,5118
6,6406
6,7593
6,8692
6,9709
7,0645
7,1500
7,2274
7,2970
Tenor
Seri
Fair price (%)
YTM (%)
Kupon (%)
5,36
10,61
15,36
20,20
FR0081
FR0082
FR0080
FR0083
102,5000
103,4250
103,8500
102,1000
5,9459
6,5458
7,0832
7,2981
6,5000
7,0000
7,5000
7,5000
7,5
7,0
6,5
Y I E L D (%)
Rp/USD
6,0
5,5
5,0
13.812,00
15.337,54
10/01
24/01
06/02
10.222,03
10/01
24/01
06/02
12.611,98
10/01
24/01
06/02
10/01
24/01
06/02
YoY
-2,04%
YoY
-5,54%
YoY
-4,43%
YoY
-2,23%
YtD
-1,72%
YtD
-3,62%
YtD
-4,48%
YtD
-2,84%
Benchmark Sun
4,5
4,0
5
10
15
20
25
30
Tenor (tahun)
6 Feb ‘20
5 Feb ‘20
Rp/GBP
Rp/CNY
Rp/AUD
17.739,43
1.957,80
Rp/RM
9.227,32
3.313,21
Obligasi Negara Ritel & Sukuk Negara Ritel
YTM (%)
Harga Pasar Wajar (%)
TTM
(tahun) 6 Feb ‘20 5 Feb ‘20 Change (bps) 6 Feb ‘20 5 Feb ‘20 Change (%)
Kode
Kupon
(%)
Jatuh
tempo
ORI014
ORI015
ORI016
SR009
SR010
SR011
5,8500
8,2500
6,8000
6,9000
5,9000
8,0500
15-Oct-20
15-Oct-21
15-Oct-22
10-Mar-20
10-Mar-21
10-Mar-22
0,69
1,69
2,69
0,09
1,09
2,09
100,5483
104,2235
102,7947
100,1698
100,7257
104,6321
100,5325
104,0900
102,6726
100,1908
100,6697
104,4949
1,58
13,35
12,22
-2,11
5,60
13,72
5,0405
5,6254
5,6775
5,0862
5,2161
5,6981
5,0667
5,7103
5,7268
4,9176
5,2701
5,7687
-0,03
-0,08
-0,05
0,17
-0,05
-0,07
18.043,31
1.991,14
10/01
24/01
06/02
9.468,82
10/01
24/01
06/02
3.381,57
10/01
24/01
06/02
10/01
24/01
06/02
YoY
-1,83%
YoY
-5,84%
YoY
-7,78%
YoY
-2,76%
YtD
-2,80%
YtD
-1,66%
YtD
-5,25%
YtD
-2,46%
Sumber: www.ibpa.co.id
SUKU BUNGA
SUKU BUNGA DASAR KREDIT
Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) beberapa bank di Indonesia pada 6 Februari 2020 (% per tahun).
No
Bank
Kredit
Korporasi
Kredit
Ritel
Kredit
Mikro
SUKU BUNGA ANTARBANK
SUKU BUNGA DEPOSITO
Kredit Konsumsi
KPR
Non-KPR
Sukubunga antarbank di Jakarta (Jakarta Interbank Offered Rate) pada 6 Februari 2020.
Tingkat suku bunga deposito berjangka Rp/US$ pada 6 Februari 2020 (% per tahun).
Nama bank
Mulai Berlaku
Saldo
1 Bulan
3 Bulan 6 Bulan 12 Bulan Tgl Berlaku
Bank BNI Tbk ................................................................< Rp 100jt .................4,25 ..................5,50 ................5,00....................4,50..............05/12/19
.......................................................................≥ Rp 100jt s/d < 1M .................4,25 ..................5,50 ................5,25....................4,75..............05/12/19
..........................................................................≥ Rp 1M s/d < 5M .................4,50 ..................5,50 ................5,25....................4,75..............05/12/19
..........................................................................................≥ Rp 5M .................4,50 ..................5,50 ................5,25....................5,00..............05/12/19
Bank Central Asia Tbk......................................................< Rp 2M .................4,50 ..................4,50 ................4,50....................4,50..............01/11/19
.................................................................... ≥ Rp 2M s/d < Rp 5M .................4,50 ..................4,50 ................4,50....................4,75..............01/11/19
..................................................................≥ Rp 5M s/d < Rp 10M .................4,50 ..................4,50 ................4,50....................4,75..............01/11/19
Bank Panin ....................................................................................- .................5,25 ..................5,25 ................5,25....................5,25..............23/09/19
Bank Jatim ....................................................................................- .................4,75 ..................5,50 ................5,25....................5,25..............29/04/19
Bank Mandiri ..........................................................< USD 100ribu .................1,45 ..................1,45 ................1,45....................1,45..............20/03/19
................................................................≥ USD 100ribu s/d < 1 jt .................1,50 ..................1,50 ................1,50....................1,50..............20/03/19
.....................................................................≥ USD 1 jt s/d < 10 jt .................1,75 ..................1,75 ................1,75....................1,75..............20/03/19
.....................................................................................≥ USD 10 jt .................1,75 ..................1,75 ................1,75....................1,75..............20/03/19
Bank CIMB Niaga Tbk........................................................≥ Rp 8jt .................4,50 ..................5,00 ................5,25....................5,50..............01/09/18
Bank Bukopin ................................................................< Rp 100jt .........5,25/0,75 ..........5,50/0,75 ........5,50/0,75............5,50/0,75..............28/11/17
Bank Bjb ........................................................................................- .................5,25 ..................5,25 ................5,50....................5,50..............14/11/17
Bank OCBC NISP ..........................................................................- .................4,75 ..................4,75 ................4,75....................4,75..............03/11/17
Bank ANZ Indonesia ..................................8,81...................-..................- ................ -..................- ......... 07 Desember 2019
Bank BJB....................................................8,65...........10,08..........13,22 ........ 10,19..........10,02 .........30 November 2019
Bank BRI Tbk .............................................9,95.............9,90..........17,25 .......... 9,90..........12,00 .........06 November 2019
Bank BTPN.................................................7,39...........11,58..........16,06 ................ -..........13,32 .........30 November 2019
Bank Bukopin Tbk ......................................8,57.............9,40..........13,13 .......... 9,80............9,80 ......... 06 Desember 2019
Bank Bumi Arta Tbk .................................10,30...........10,54..........15,51 .......... 9,98..........14,49 .............. 01 Januari 2020
Bank Central Asia Tbk................................9,75.............9,90..................- .......... 9,90............8,61 .............. 31 Januari 2020
Bank CTBC Indonesia.............................10,015.............9,90..................- .......... 9,90..................- ......... 31 Desember 2019
Bank Danamon Tbk..................................10,00...........10,50..........17,00 ........ 10,25..........12,00 ......... 31 Desember 2019
Bank DBS Indonesia ...................................8,12.............9,63..................- ........ 10,53..................- ......... 31 Desember 2019
Bank FAMA International.........................10,70...........10,70..........11,70 ........ 10,70..........10,70 ......... 31 Desember 2019
Bank HSBC Indonesia.................................9,50...........10,25..................- ........ 10,75..................- ........30 September 2019
Bank ICBC Indonesia..................................9,15.............9,36..................- .......... 9,36..................- .............. 31 Januari 2020
Bank Jasa Jakarta ....................................10,70...........10,70..................- ........ 10,45..........10,45 ........30 September 2019
Bank J Trust Indonesia Tbk ......................10,15...........10,65..........21,00 ........ 13,00..........12,00 ......... 09 Desember 2019
Bank Jateng ...............................................9,71...........12,65..........13,34 ........ 11,72..........12,39 ......... 31 Desember 2019
Bank Jatim .................................................7,01.............7,89..........11,39 .......... 7,07............8,34 .........30 November 2019
Bank Kesejahteraan Ekonomi ..................11,62...........12,12..........12,62 ........ 12,62..........12,62 .........30 November 2019
Bank Maluku Malut ....................................4,88.............4,88............4,88 .......... 8,45............8,45 ......... 31 Desember 2019
Bank Mandiri Tbk.......................................9,95.............9,90..........17,50 ........ 10,20..........11,95 ......... 31 Desember 2019
Bank Mayapada Internasional Tbk ...........10,10...........11,70..........13,70 ........ 11,50..........11,50 .............. 31 Januari 2020
Bank Mayora............................................10,20...........10,88..........11,88 ........ 10,38..........10,38 ........30 September 2019
Bank Mizuho Indonesia ..............................7,00...................-..................- ................ -..................- .............. 31 Januari 2020
Bank Multiarta Sentosa............................10,00...........11,00..................- ........ 10,00..........11,00 .........30 November 2019
Bank Negara Indonesia Tbk .......................9,95.............9,95..................- ........ 10,25..........12,25 ......... 31 Desember 2019
Bank OCBC NISP Tbk ..............................10,50...........11,50..................- ........ 10,20..........10,75 ......... 26 Desember 2019
Bank of China Limited................................6,70.............6,70..................- ................ -..................- .............. 31 Januari 2020
Bank Panin Tbk ........................................10,65...........10,60..........17,93 ........ 10,62..........10,62 .........29 November 2019
Bank Permata Tbk .....................................9,85...........10,25..................- ........ 10,25..........10,25 .............. 31 Januari 2020
Bank Riau Kepri .........................................8,34.............8,08............8,17 .......... 7,71............7,96 .........30 November 2019
Bank Sinarmas Tbk...................................10,50...........11,50..........16,00 ................ -..........10,50 ......... 31 Desember 2019
Bank Sulselbar ...........................................8,78.............8,41............8,51 .......... 8,42..........10,70 ............ 31 Oktober 2019
Bank Sulutgo ...........................................11,29...........11,59..........11,59 ........ 11,29..........11,59 ......... 31 Desember 2019
Bank Sumut................................................9,77...........10,17..........13,27 ........ 10,50..........12,35 ......... 17 Desember 2019
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk......11,50...........11,50..................- ........ 10,75..........11,50 .........30 November 2019
Bank UOB Indonesia ................................10,25...........10,75..................- ........ 10,25..................- ......... 31 Desember 2019
BPD Kalimantan Barat ...............................8,64.............9,14..........10,64 .......... 9,64..........10,39 .........30 November 2019
BPD Kalimantan Timur dan Utara ............10,89...........10,45..........10,45 ........ 10,89..........10,01 ......... 31 Desember 2019
BPD Nusa Tenggara Timur .......................10,38...........11,16..........10,28 ........ 10,26..........13,39 ........30 September 2019
Citibank .....................................................7,50.............8,25..................- ................ -..................- .........29 November 2019
Commonwealth Bank ...................................... -...........10,75..................- ........ 10,75..........11,25 ............. 14 Januari 2020
Rabobank.................................................11,25...........13,00..................- ........ 13,00..........14,00 ......... 31 Desember 2019
Standard Chartered Bank Indonesia ..........9,30...................-..................- .......... 9,65..................- ......... 31 Desember 2019
JIBOR Rp (Ringkasan)
7 Hari
1 Bln
3 Bln
6 Bln
12 Bln
Suku Bunga Rata-Rata (%) ..........................................5,05000 ........... 5,37872.......... 5,45000..........5,62885 ......... 5,82038
Suku Bunga Tertinggi (%)............................................5,05000 ........... 5,40000.......... 5,45000..........5,65000 ......... 5,87500
Suku Bunga Terendah (%) ...........................................5,05000 ........... 5,35000.......... 5,45000..........5,60000 ......... 5,75000
JIBOR Rp (Kuotasi Individu Offer Rate)
7 Hari
1 Bln
3 Bln
6 Bln
12 Bln
B.P.D. DKI Jakarta.......................................................5,05000 ........... 5,40000.......... 5,45000..........5,63000 ......... 5,82000
B.P.D. Jawa Barat Banten ...........................................5,05000 ........... 5,38000.......... 5,45000..........5,63000 ......... 5,82000
Bank Central Asia Tbk.................................................5,05000 ........... 5,35000.......... 5,45000..........5,60000 ......... 5,75000
Bank CTBC Indonesia..................................................5,03000 ........... 5,40000.......... 5,45000..........5,65000 ......... 5,85000
Bank Danamon Indonesia ...........................................5,05000 ........... 5,40000.......... 5,45000..........5,65000 ......... 5,85000
Bank Keb Hana Indonesia ...........................................5,05000 ........... 5,35000.......... 5,45000..........5,60000 ......... 5,70000
Bank Mandiri ..............................................................5,05000 ........... 5,38000.......... 5,45000..........5,61500 ......... 5,80000
Bank Negara Indonesia 1946 ......................................5,05000 ........... 5,40000.......... 5,45000..........5,60000 ......... 5,80000
Bank OCBC NISP Tbk .................................................5,05000 ........... 5,35000.......... 5,45000..........5,65000 ......... 5,85000
Bank Panin Indonesia ..................................................5,05000 ........... 5,35000.......... 5,45000..........5,60000 ......... 5,80000
Bank Permata Tbk ......................................................5,05000 ........... 5,35000.......... 5,45000..........5,60000 ......... 5,80000
Bank Rakyat Indonesia ................................................5,05000 ........... 5,40000.......... 5,45000..........5,65000 ......... 5,85000
Bank Tabungan Negara...............................................5,05000 ........... 5,40000.......... 5,45000..........5,65000 ......... 5,80000
Citibank ......................................................................5,05000 ........... 5,38000.......... 5,45000..........5,65000 ......... 5,93000
Suku Bunga Deposito
1 Bulan
2 Bulan
4,75
5,75
3 Bulan
6 Bulan
5,50
12 Bulan
5,25
5,25
Berlaku
29/04/2019
* Berlaku nominal dan bunga progresif
Deutsche Bank AG ......................................................5,09000 ........... 5,46000.......... 5,56000..........5,73000 ......... 5,93000
MUFG Bank, Ltd .........................................................5,05000 ........... 5,35000.......... 5,45000..........5,60000 ......... 5,75000
Standard Chartered Bank ...........................................5,05000 ........... 5,38333.......... 5,47500..........5,65000 ......... 5,87500
JIBID Rp (Kuotasi Individu Bid Rate)
Nama bank
Valuta
Saldo
1 Bulan
3 Bulan 6 Bulan
12 Bulan Tgl Berlaku
Bank Central Asia ...............................SGD ..........................- .............0,10 ............... 0,10 ...............0,10 ..................0,10 .................................. ...........................................................AUD ..........................- .............0,25 ............... 0,25 ...............0,25 ..................0,25 .................09/10/2019
...........................................................GBP...........................- .............0,10 ............... 0,10 ...............0,10 ..................0,10 .................................. Bank Bjb.............................................USD...........................- .............0,50 ............... 0,50 ...............0,50 ..................0,50 .................14/11/2017
Bank BRI.............................................EUR ...........................- .............0,15 ............... 0,25 ...............0,25 ..................0,25 .................01/05/2014
Bank Kesawan ....................................SGD ..........................- .............0,50 ............... 0,50 ...............0,50 ..................0,50 .................................. Bank Mandiri ......................................SGD .........≤ SGD 10rb .............0,25 ............... 0,25 ...............0,25 ..................0,50 .................18/06/2014
Bank Chinatrust..................................EUR ...........................- .............2,00 ............... 2,00 ...............1,75 ..................1,75 .................................. Bank CIMB Niaga ...............................SGD ..........................- .............0,05 ............... 0,10 ...............0,25 ..................0,25 .................................. ...........................................................EUR ...........................- .............0,25 ............... 0,25 ...............0,35 ..................0,45 .................................. ...........................................................AUD ..........................- .............3,00 ............... 3,00 ...............3,00 ..................3,00 .................................. Bank Int’l Indonesia............................Yen ............................- .............0,00 ............... 0,10 ...............0,10 ..................0,10 .................................. ...........................................................Pound .......................- .............0,30 ............... 0,30 ...............0,50 ..................0,75 .................................. ...........................................................AUD ..........................- .............1,75 ............... 1,75 ...............1,75 ..................1,75 .................................. ...........................................................SGD ..........................- .............0,50 ............... 0,50 ...............0,50 ..................0,75 .................................. ...........................................................EUR ...........................- .............0,25 ............... 0,25 ...............0,35 ..................0,45 .................................. Bank Mutiara......................................SGD ..........................- .............0,25 ............... 0,25 ...............0,25 ..................0,25 .................................. ...........................................................EUR ...........................- .............0,25 ............... 0,50 ...............0,50 ..................0,50 .................................. ...........................................................Yen ............................- .............0,10 ............... 0,10 ...............0,10 ..................0,10 .................................. ...........................................................AUD ..........................- .............2,25 ............... 2,25 ...............2,25 ..................2,25 .................................. -
Keterangan : Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh Bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang
Keterangan:
1. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh
Bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantun dari
penilaian Bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga
kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.
2. Dalam kredit konsumsi non KPR tidak termasuk penyaluran dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA).
3 Informasi SBDK yang berlaku setiap saat dapat dilihat pada publikasi di setiap kantor Bank dan/atau website Bank.
7 Hari
1 Bln
3 Bln
6 Bln
12 Bln
B.P.D. DKI Jakarta.......................................................4,95000 ........... 5,20000.......... 5,25000..........5,43000 ......... 5,62000
B.P.D. Jawa Barat Banten ...........................................4,95000 ........... 5,18000.......... 5,25000..........5,43000 ......... 5,62000
Bank Central Asia Tbk.................................................4,95000 ........... 5,15000.......... 5,25000..........5,40000 ......... 5,55000
Bank CTBC Indonesia..................................................4,93000 ........... 5,20000.......... 5,25000..........5,45000 ......... 5,65000
Bank Danamon Indonesia ...........................................4,95000 ........... 5,20000.......... 5,25000..........5,45000 ......... 5,65000
Bank Keb Hana Indonesia ...........................................4,95000 ........... 5,15000.......... 5,25000..........5,40000 ......... 5,50000
Bank Mandiri ..............................................................4,95000 ........... 5,18000.......... 5,25000..........5,41500 ......... 5,60000
Bank Negara Indonesia 1946 ......................................4,95000 ........... 5,20000.......... 5,25000..........5,40000 ......... 5,60000
Bank OCBC NISP Tbk .................................................4,95000 ........... 5,15000.......... 5,25000..........5,45000 ......... 5,65000
Bank Panin Indonesia ..................................................4,95000 ........... 5,15000.......... 5,25000..........5,40000 ......... 5,60000
Bank Permata Tbk ......................................................4,95000 ........... 5,15000.......... 5,25000..........5,40000 ......... 5,60000
Bank Rakyat Indonesia ................................................4,95000 ........... 5,20000.......... 5,25000..........5,45000 ......... 5,65000
Bank Tabungan Negara...............................................4,95000 ........... 5,20000.......... 5,25000..........5,45000 ......... 5,60000
Citibank ......................................................................5,00000 ........... 5,25000.......... 5,35000..........5,60000 ......... 5,82000
Deutsche Bank AG ......................................................4,99000 ........... 5,26000.......... 5,36000..........5,53000 ......... 5,73000
MUFG Bank, Ltd .........................................................4,95000 ........... 5,15000.......... 5,25000..........5,40000 ......... 5,55000
Standard Chartered Bank ...........................................4,95000 ........... 5,18333.......... 5,27500..........5,45000 ......... 5,67500
EURIBOR
1 MG
2 MG
1 Bln
2 Bln
3 Bln
6 Bln
9 Bln
12 Bln
Penjaminan LPS 25 Januari s/d 29 Mei 2020 (Dalam %)
Bagi bank yang ingin menampilkan SBDK dapat mengirimkan data ke :
Email: [email protected], [email protected],
dan [email protected].
Olein BBJ
11.375,00
YoY
YtD
09/01
Emas-ANTAM
10.400,00
YoY
YtD
734.500,00
23/01
05/02
10/01
Perak-TCE
727.500,00
21,28%
-4,24%
Rupiah ............................................................................................................................................................................................................. 6,00
Dolar AS.......................................................................................................................................................................................................... 1,75
BPR (Rp) .......................................................................................................................................................................................................... 8,50
24/01
YoY
YtD
16,68%
64,80
1,11%
06/02
10/01
Karet-RSS3
62,40
15,77%
167,00
-0,95%
24/01
06/02
YoY
YtD
10/01
Euribor (31 Jan'20) ............. -0,506 .......... -0,371 .........-0,454 .........-0,336 ..........-0,393 ......... -0,338 .........-0,194 ....... -0,284
Euribor (03 Feb'20)............. -0,510 .......... -0,371 .........-0,455 .........-0,336 ..........-0,393 ......... -0,338 .........-0,194 ....... -0,290
Euribor (04 Feb'20)............. -0,509 .......... -0,371 .........-0,460 .........-0,336 ..........-0,396 ......... -0,340 .........-0,194 ....... -0,288
CPO-KLCE
151,00
-3,82%
YoY
YtD
3.131,00
-9,20%
24/01
06/02
10/01
WTI-NYMEX
2.898,00
31,31%
59,56
-4,70%
24/01
YoY
YtD
09/01
06/02
50,75
-5,42%
-16,89%
23/01
05/02
KOMODITAS
Harga crude palm oil (CPO) di Kuala Lumpur Commodity Exchange
(KLCE) pada penutupan 6 Februari 2020 (beli/jual):
Bln
Ttp
Prb
Ttg
Trd
Gasoline (jpy/kl):
TOKYO
KUALA LUMPUR
Vol.
Pntp Sbl
CPO (RM/ton):
Harga beberapa komoditas di bursa berjangka Tokyo pada penutupan
6 Februari 2020 sebagai berikut:
Bln
Ttp
Prb
Ttg
Trd
Vol.
Pntp Sbl
Karet (jpy/kg) :
Feb 20 ............2.898,00 ....... +45,00.........2.940,00.......2.860,00 ............200 ........2.853,00
Mar 20............2.886,00 ....... +45,00.........2.931,00.......2.833,00 ........ 3.188 ........2.841,00
Apr 20 ............2.850,00 ....... +46,00.........2.895,00.......2.794,00 ...... 28.373 ........2.804,00
Mei 20 ............2.818,00 ....... +47,00.........2.859,00.......2.760,00 ...... 14.755 ........2.771,00
Jun 20 ............2.783,00 ....... +44,00.........2.824,00.......2.729,00 ........ 6.702 ........2.739,00
Jul 20..............2.738,00 ....... +45,00.........2.776,00.......2.685,00 ........ 3.748 ........2.693,00
Agu 20 ...........2.693,00 ....... +45,00.........2.730,00.......2.646,00 ........ 1.297 ........2.648,00
Sep 20 ............2.652,00 ....... +45,00.........2.693,00.......2.606,00 ........ 1.698 ........2.607,00
Okt 20 ............2.626,00 ....... +45,00.........2.655,00.......2.585,00 ............890 ........2.581,00
Nov 20 ...........2.607,00 ....... +33,00.........2.648,00.......2.558,00 ........ 2.439 ........2.574,00
Des 20 ............2.594,00 ....... +33,00.........2.636,00.......2.580,00 ............273 ........2.561,00
Jan 21.............2.598,00 ....... +33,00.........2.630,00.......2.553,00 ............230 ........2.565,00
Mar 21............2.601,00 ....... +33,00.........2.657,00.......2.554,00 ............352 ........2.568,00
Mei 21 ............2.595,00 ....... +33,00.........2.600,00.......2.558,00 ..............96 ........2.562,00
Jul 21..............2.581,00 ....... +33,00...................... -.....................- .................- ........2.548,00
Sumber: Bloomberg
Feb 20 .....................149,60 .........+2,60................151,60..............146,50...........156 ..........147,00
Mar 20.....................168,40 .........+3,40................173,10..............164,70...........169 ..........165,00
Apr 20 .....................177,80 .........+3,70................179,90..............173,60...........127 ..........174,10
Mei 20 .....................177,80 .........+3,70................180,20..............173,50...........283 ..........174,10
Jun 20 .....................178,00 .........+3,10................180,30..............173,60...........773 ..........174,90
Jul 20.......................178,50 .........+3,50................181,00..............174,70........3.133 ..........175,00
Jagung (jpy/1000 kg):
Mar 20............... 27.800,00 ..................-.......................... -........................ -................- .....27.800,00
Mei 20 ............... 25.380,00 .......+30,00.......... 25.380,00.........25.370,00...............2 .....25.350,00
Jul 20................. 23.360,00 ..................-.......... 23.390,00.........23.250,00...............7 .....23.360,00
Sep 20 ............... 23.600,00 .......+40,00.......... 23.600,00.........23.600,00...............1 .....23.560,00
Nov 20 .............. 23.950,00 .......+60,00.......... 23.970,00.........23.850,00...............8 .....23.890,00
Jan 21................ 23.890,00 .......+60,00.......... 23.940,00.........23.800,00...........100 .....23.830,00
Kedele (jpy/1000 kg):
SINGAPURA
Harga karet di Singapore Commodity Exchange (Sicom) pada
penutupan 6 Februari 2020 sebagai berikut:
Bln
Ttp
Prb
Ttg
Trd
Vol.
Pntp Sbl
RSS3 (US$cent/kg):
Mar 20...............151,00 ...........-2,50............151,00..........150,00 ..............10 ...........153,50
Apr 20 ...............157,30 ...........-0,70...................... -.....................- .................- ...........158,00
Mei 20 ...............161,70 ...........-0,30...................... -.....................- .................- ...........162,00
Jun 20 ...............163,20 ...........-0,20...................... -.....................- .................- ...........163,40
Jul 20.................163,60 ...........-0,40...................... -.....................- .................- ...........164,00
Agu 20 ..............163,60 ...........-0,40...................... -.....................- .................- ...........164,00
Sep 20 ...............163,00 ...........-0,40...................... -.....................- .................- ...........163,40
Okt 20 ...............163,70 ...........-0,40...................... -.....................- .................- ...........164,10
Nov 20 ..............164,90 ...........-0,40...................... -.....................- .................- ...........165,30
Des 20 ...............164,90 ...........-0,40...................... -.....................- .................- ...........165,30
Jan 21................164,90 ...........-0,40...................... -.....................- .................- ...........165,30
Feb 21 ...............164,90 ...........-0,40...................... -.....................- .................- ...........165,30
TSR20 (US$cent/kg):
Mar 20...............132,50 ...........-0,10............133,50..........131,00 ............629 ...........132,60
Apr 20 ...............133,30 ...........-0,20............134,50..........131,70 ........ 1.551 ...........133,50
Mei 20 ...............134,30 ...........-0,20............135,30..........132,80 ........ 2.334 ...........134,50
Jun 20 ...............135,30 ...........-0,30............136,50..........133,80 ........ 1.716 ...........135,60
Jul 20.................136,30 ...........-0,20............137,00..........134,70 ............863 ...........136,50
Agu 20 ..............137,30 ...........-0,20............138,10..........136,00 ............212 ...........137,50
Sep 20 ...............138,30 ...........-0,10............139,10..........136,90 ..............92 ...........138,40
Okt 20 ...............139,40 ...........-0,20............139,60..........139,00 ..............25 ...........139,60
Nov 20 ..............140,30 ...........-0,20............140,60..........139,80 ..............13 ...........140,50
Des 20 ...............141,30 ...........-0,20...................... -.....................- .................- ...........141,50
Jan 21................142,00 ...........-0,30...................... -.....................- .................- ...........142,30
Feb 21 ...............143,20 ...........-0,20...................... -.....................- .................- ...........143,40
Sumber: Bloomberg
Feb 20 ............... 44.000,00 ..................-.......................... -........................ -................- .....44.000,00
Apr 20 ............... 48.900,00 ..................-.......................... -........................ -................- .....48.900,00
Jun 20 ............... 48.900,00 ..................-.......................... -........................ -................- .....48.900,00
Agu 20 .............. 48.900,00 ..................-.......................... -........................ -................- .....48.900,00
Okt 20 ............... 48.900,00 ..................-.......................... -........................ -................- .....48.900,00
Des 20 ............... 48.900,00 ..................-.......................... -........................ -................- .....48.900,00
Emas (jpy/gr)
Feb 20 ................. 5.493,00 .......+13,00.............5.493,00...........5.458,00.............90 .......5.480,00
Apr 20 ................. 5.494,00 .........+8,00.............5.499,00...........5.467,00...........121 .......5.486,00
Jun 20 ................. 5.494,00 .......+11,00.............5.499,00...........5.460,00...........142 .......5.483,00
Agu 20 ................ 5.494,00 .......+11,00.............5.496,00...........5.457,00...........319 .......5.483,00
Okt 20 ................. 5.494,00 .......+10,00.............5.497,00...........5.455,00........2.182 .......5.484,00
Des 20 ................. 5.495,00 .......+11,00.............5.499,00...........5.455,00..... 24.691 .......5.484,00
Perak (jpy/gr)
Feb 20 .......................62,40 .........+0,30..................62,40................62,20...............2 ............62,10
Apr 20 .......................61,60 ..................-.......................... -........................ -................- ............61,60
Jun 20 .......................61,40 ..................-.......................... -........................ -................- ............61,40
Agu 20 ......................62,40 .........+0,40..................62,40................62,00...............2 ............62,00
Okt 20 .......................62,40 .........+0,70..................62,40................62,00...............3 ............61,70
Des 20 .......................62,50 .........+0,40..................62,50................61,90.............10 ............62,10
Platinum (jpy/gr)
Feb 20 ................. 3.444,00 .......+69,00.............3.451,00...........3.368,00.............48 .......3.375,00
Apr 20 ................. 3.451,00 .......+75,00.............3.456,00...........3.368,00.............56 .......3.376,00
Jun 20 ................. 3.458,00 .......+79,00.............3.467,00...........3.390,00.............60 .......3.379,00
Agu 20 ................ 3.449,00 .......+70,00.............3.467,00...........3.379,00...........394 .......3.379,00
Okt 20 ................. 3.461,00 .......+78,00.............3.477,00...........3.379,00........1.455 .......3.383,00
Des 20 ................. 3.472,00 .......+76,00.............3.486,00...........3.388,00..... 10.790 .......3.396,00
Mar 20............... 52.500,00 ....+1.980,00 ....... 52.600,00.........51.530,00.............23 .....50.520,00
Apr 20 ............... 52.370,00 ....+1.970,00 ....... 52.560,00.........51.100,00.............14 .....50.400,00
Mei 20 ............... 52.210,00 ....+2.050,00 ....... 52.340,00.........50.760,00.............46 .....50.160,00
Jun 20 ............... 52.110,00 ....+1.940,00 ....... 52.250,00.........50.010,00.............74 .....50.170,00
Jul 20................. 51.750,00 ....+1.900,00 ....... 51.980,00.........49.680,00...........183 .....49.850,00
Agu 20 .............. 51.280,00 ....+1.770,00 ....... 51.710,00.........49.330,00...........835 .....49.510,00
Minyak Mentah (jpy/kl):
Feb 20 ............... 38.560,00 ....+1.610,00 ....... 38.560,00.........36.700,00.............90 .....36.950,00
Mar 20............... 38.470,00 ....+1.820,00 ....... 38.470,00.........36.410,00...........580 .....36.650,00
Apr 20 ............... 38.270,00 ....+1.760,00 ....... 38.300,00.........36.260,00...........285 .....36.510,00
Mei 20 ............... 38.120,00 ....+1.720,00 ....... 38.120,00.........36.100,00........1.388 .....36.400,00
Jun 20 ............... 37.890,00 ....+1.650,00 ....... 37.920,00.........35.940,00........5.742 .....36.240,00
Jul 20................. 37.660,00 ....+1.590,00 ....... 37.740,00.........35.790,00..... 10.079 .....36.070,00
Sumber: Bloomberg
ICDX
Harga beberapa komoditas di ICDX :
Bulan
Pntp
Vol.
CPO - CPOTR (Rp/Kg) pada penutupan :
Kamis, 6 Februari 2020
Februari, 2020................
Maret, 2020 ...................
April, 2020......................
Mei, 2020 .......................
Juni, 2020.......................
9.870 ......... 16
9.840 ......... 18
9.905 ......... 16
9.655 ......... 16
9.405 ............. -
RBD PALM OLEIN - OLEINTR (Rp/Kg)
pada penutupan : Kamis, 6 Februari 2020
Februari, 2020................
Maret, 2020 ...................
April, 2020......................
Mei, 2020 .......................
Juni, 2020.......................
9.455 ............. 9.425 ............. 9.490 ............. 9.240 ............. 8.990 ............. -
Timah – INA TIN (US$/Metric Ton) pada
penutupan : Kamis, 6 Februari 2020
TINPB300 ..................... 16.185 ............. TINPB200 ..................... 16.235 ............. TINPB100 ..................... 16.285 ............. TINPB050 ..................... 16.435 ............. TIN4NINE ..................... 16.685 ............. Emas - GOLDGR (Rp/gr) pada penutupan :
Rabu, 5 Februari 2020
Januari, 2020.............. 691.800 ............. Februari, 2020............ 694.800 ............. Maret, 2020 ............... 697.900 ............. April, 2020.................. 701.100 ............. Mei, 2020 ................... 704.300 ............. Juni, 2020................... 707.700 ............. Juli, 2020 .................... 711.100 ............. -
Bulan
Pntp
Vol.
Agustus, 2020............ 714.400 ............. September, 2020....... 717.800 ............. Oktober, 2020............ 721.200 ............. November, 2020........ 724.600 ............. Desember, 2020 ........ 728.100 ............. Emas - GOLDUD (US$/Troy Ounce) pada
penutupan : Rabu, 5 Februari 2020
GOLDUD Des 30......1.557,00 ......... 57
Sumber: ICDX
Keterangan: *Harga tidak termasuk PPn 10%
JAKARTA—BBJ
Harga beberapa komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada 5 Februari 2020 :
Komoditas
Bulan
Harga Penyelesaian
Perubahan
Volume
OLE ..........................Feb 20........................ 10.400 ...........................0 ......................... 0
OLE ..........................Mar 20 ....................... 10.470 ...........................0 ......................... 0
OLE ..........................Apr 20........................ 10.480 ...........................0 ......................... 0
OLE ..........................Mei 20........................ 10.450 ...........................0 ......................... 0
OLE ..........................Jun 20 ........................ 10.420 ...........................0 ......................... 0
OLE ..........................Jul 20 ......................... 10.320 ...........................0 ......................... 0
OLE10 ......................Feb 20........................ 10.475 ...........................0 ......................... 0
OLE10 ......................Mar 20 ....................... 10.365 ...........................0 ......................... 0
OLE10 ......................Apr 20........................ 10.245 ...........................0 ......................... 0
OLE10 ......................Mei 20........................ 10.125 ...........................0 ......................... 0
OLE10 ......................Jun 20 ........................ 10.025 ...........................0 ......................... 0
OLE10 ......................Jul 20 ........................... 9.820 ...........................0 ......................... 0
GOL .........................Feb 20......................698.300 ...........................0 ......................... 0
GOL .........................Mar 20 .....................697.000 ...........................0 ......................... 0
GOL .........................Apr 20......................698.800 ...........................0 ......................... 0
GOL100 ...................Feb 20......................704.000 ...........................0 ......................... 0
GOL100 ...................Mar 20 .....................701.300 ...........................0 ......................... 0
GOL100 ...................Apr 20......................699.300 ...........................0 ......................... 0
GOL250 ...................Feb 20......................699.300 ...........................0 ......................... 0
GOL250 ...................Mar 20 .....................698.000 ...........................0 ......................... 0
GOL250 ...................Apr 20......................699.800 ...........................0 ......................... 0
GG10 ........................- ................................737.500 ...........................0 ......................... 0
GG100 ......................- ................................737.500 ...........................0 ......................... 0
GG25 ........................- ................................737.500 ...........................0 ......................... 0
GG5 ..........................- ................................737.500 ...........................0 ......................... 0
GG50 ........................- ................................737.500 ...........................0 ......................... 0
KGE...........................- ................................682.526 ...........................0 ......................... 0
KIE ...........................- .................................. 13.678 ...........................0 ......................... 0
Harga beberapa komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada 5 Februari 2020 :
Komoditas
Bulan
Harga Penyelesaian
Perubahan
Volume
Ukuran
Harga (Rp/gram)
500 gram .......................719.600
250 gram .......................720.000
100 gram .......................721.000
50 gram..........................721.700
25 gram..........................723.200
10 gram..........................727.500
5 gram............................734.000
Harga Beli Kembali........685.000
Perak:
GU1H10....................- ...............................1.558,05 ......................0,00 ......................... 0
GU1TF ......................- ...............................1.558,05 ......................0,00 ......................... 0
KGEUSD ...................- ...............................1.558,05 ......................0,00 ......................... 0
ACF ..........................Mar 20 ..................56.650,00 ...........................0 ......................... 0
ACF ..........................Mei 20...................57.300,00 ...........................0 ......................... 0
ACF ..........................Jul 20 ....................58.000,00 ...........................0 ......................... 0
ACF ..........................Sep 20...................58.650,00 ...........................0 ......................... 0
ACF ..........................Des 20...................59.500,00 ...........................0 ......................... 0
RCF ..........................Mar 20 ..................17.550,00 ...........................0 ......................... 0
RCF ..........................Mei 20...................17.830,00 ...........................0 ......................... 0
RCF ..........................Jul 20 ....................18.130,00 ...........................0 ......................... 0
RCF ..........................Sep 20...................18.400,00 ...........................0 ......................... 0
RCF ..........................Nov 20 ..................18.690,00 ...........................0 ......................... 0
RCF ..........................Jan 21 ...................18.980,00 ...........................0 ......................... 0
CC5 ..........................Mar 20 ..................32.070,00 ...........................0 ......................... 0
CC5 ..........................Mei 20...................32.430,00 ...........................0 ......................... 0
CC5 ..........................Jul 20 ....................32.590,00 .......................360 ......................... 0
CC5 ..........................Sep 20...................32.160,00 ...........................0 ......................... 0
CC5 ..........................Des 20...................30.840,00 ...........................0 ......................... 0
Ukuran
Harga Indeks JBA 25:
HARGA EMAS & PERAK
Harga logam mulia di Aneka Tambang
Jakarta pada 6 Februari 2020 :
Emas:
Harga (Rp/gram)
1000 gram ................................. 500 gram .........................10.700
250 gram .........................11.500
Sumber: Antam
30/01/20
31/01/20
03/02/20
04/02/20
05/02/20
18.998,21 .................18.600,55 .............18.503,19 ............18.594,71 ...........18.909,49
Sumber: BBJ
14 F I N A N S I A L
Jumat, 7 Februari 2020
KENAIKAN NASABAH MANULIFE
PEMBENAHAN INDUSTRI ASURANSI
HAMBATAN REGULASI
JADI SOROTAN
Bisnis, JAKARTA — Pembenahan industri asuransi yang sedang
dipersiapkan oleh regulator dinilai perlu mempertimbangkan
aspek regulasi dan sejumlah kebijakan yang selama ini dianggap
menghambat perkembangan industri.
Wibi Pangestu Pratama
[email protected]
Antara/HO/Mulyo
District Manager-Palu Star One Manulife Septina F Mangitung (kanan) berfoto
bersama nasabah Manulife korban gempa dan tsunami Palu, Sufiaty Sanrang (kedua
kanan), para agen Manulife Magi Maya (kiri) serta Nordyawati seusai berdiskusi
tentang produk-produk asuransi jiwa dan kesehatan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu
(5/2). Saat ini nasabah Manulife di Palu mengalami kenaikan mencapai lebih dari
5.000 peserta dan agen Manulife bertambah menjadi lebih dari 90 orang.
DAMPAK VIRUS CORONA
Asuransi Berlomba Buat
Produk Tangkal Wabah
Bisnis, JAKARTA — Virus corona
yang telah menginfeksi lebih dari
27.000 orang di seluruh dunia
mendorong perusahaan asuransi
jiwa berlomba-lomba membuat
produk asuransi kesehatan untuk
memproteksi diri dari wabah.
Lim Chet Ming, Chief Marketing
Officer PT AIA Financial (AIA),
menyatakan setelah penetapan
situasi darurat global akibat serangan virus corona, pihaknya
mengambil langkah responsif
dengan memberikan manfaat
khusus kepada semua nasabah AIA
yang positif terdiagnosis terinfeksi
virus corona.
Nasabah AIA mendapatkan
manfaat perlindungan khusus
dari wabah virus corona Wuhan
hingga Rp45 juta.
Upaya ini, menurut dia, sebagai
bentuk keprihatinan AIA dengan
merebaknya virus corona sekaligus
untuk memberikan rasa tenang
pada nasabah.
“Jika nasabah positif didiagnosis
terinfeksi virus corona sehingga
harus menjalani rawat inap, akan
mendapatkan manfaat khusus berupa dana tunai sebesar Rp1,5 juta
per hari selama rawat inap hingga
maksimum 30 hari,” ujarnya dalam
keterangan resmi, Kamis (6/2).
Dia menambahkan manfaat
khusus ini akan melengkapi manfaat
polis yang sudah ada. Selanjutnya,
manfaat tersebut berlaku pada
saat nasabah positif terdiagnosis
terinfeksi virus corona mulai 6
Februari 2020 sampai dengan 31
Maret 2020.
Chief Agency Officer Generali
Indonesia Wianto Chen menambahkan pihaknya pun memperluas
cakupan risiko penyakit kritis
dengan perlindungan terhadap
penyakit yang disebabkan virus
corona.
“Terkait virus corona, Generali
memiliki asuransi kesehatan
lengkap, termasuk perawatan akibat
virus ini yang mengharuskan pasien
diisolasi dan dirawat inap berharihari karena masa inkubasi yang
lama. Tentu biayanya tidak sedikit,”
ujarnya, Kamis (6/2).
Dia menyebutkan sebanyak
35.000 nasabah asuransi Generali
Indonesia saat ini terlindungi dari
risiko penyakit kritis, termasuk
penyakit yang disebabkan virus
corona.
Pihaknya dapat menutup biaya
rawat inap di RS terbaik tanpa
batasan hari hingga 365 hari
sepanjang tahun, di dalam maupun
luar negeri. Bahkan perseroan
juga menyediakan layanan untuk
menutup biaya perawatan hingga
mencapai Rp35 miliar.
Pelayanan yang diberikan untuk
klaim nasabah, dapat dilakukan
dengan cepat dan transparan, serta
dengan sistem e-care. Dengan
adanya manfaat asuransi kesehatan
dengan perlindungan kesehatan
yang lengkap, nasabah yang
terdiagnosis dapat segera diobati dan
mendapatkan perawatan maksimal.
“Sampai saat ini memang belum
ada klaim yang terkait dengan
wabah virus corona,” ujarnya.
ASURANSI PERJALANAN
Sementara itu, PT Asuransi Simas
Insurtech memperkirakan dampak
penyebaran virus corona terhadap
penjualan asuransi perjalanan akan
terlihat pada Februari 2020.
Presiden Direktur Simas Insurtech
Teguh Aria Djana menjelaskan
p e nye b a ra n v i r u s c o ro n a
memengaruhi kinerja penjualan
asuransi perjalanan seiring dengan
penurunan jumlah perjalanan ke
sejumlah negara. Seperti diketahui,
virus yang berasal dari Kota Wuhan
di China itu telah menyebar hingga
ke 28 negara.
“[Pembatalan penerbangan] bisa
berdampak kepada penurunan
premi asuransi perjalanan, tapi
itu nanti kami lihat ujung Januari
ke Februari. Ini karena gejala virus
corona mencuat pada Januari
sehingga dampaknya mungkin
terlihat pada Februari,” ujar Teguh
kepada Bisnis, Selasa (4/2).
Dia menjelaskan pada Januari
2020, Simas Insurtech mencatatkan
premi asuransi perjalanan senilai
Rp7,5 miliar atau meningkat 83,3%
(year on year/yoy) dibandingkan
dengan periode yang sama tahun
lalu senilai Rp4,09 miliar.
Meskipun begitu, Teguh
mengantisipasi penurunan kinerja
produk pada Februari.
“Kalau yang pertumbuhan Januari
lebih disebabkan produk flight delay
yang kami pasarkan via partner,”
ujarnya.
Meskipun menghadapi guncangan
pada awal tahun, Simas Insurtech
menargetkan penjualan asuransi
perjalanan hingga
Rp76 miliar. Jumlah
tersebut meningkat
PENGUMUMAN PELELANGAN
38,18% (yoy) dari
No : UM.02.03/DPC.0089/2020
realisasi premi
asuransi perjalanan
Panitia Pengadaan Barang & Jasa PT Semen Baturaja
sepanjang 2019
(Persero) Tbk akan mengadakan Pelelangan, bagi Perusahaan
senilai Rp55
yang berminat dapat mengikuti Pelelangan tersebut dengan
penjelasan sbb :
miliar. (Arif Gunawan/
¾
Pengadaan Jasa (email : pengadaanjasa@semenbaturaja.
co.id) :
• 2200002264 – Jasa Keamanan untuk periode 2020 s/d 2021
Pendaftaran :
Hari / Tanggal : 04 Februari 2020 s/d 08 Februari 2020
Waktu
: 08.00 – 15.00 WIB.
Syarat
: 1. Perusahaan terdaftar aktif di sistem e-proc
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dapat
langsung melakukan pendaftaran di https://
eproc-sap.semenbaturaja.co.id ; dan
2. Bagi vendor yang belum terdaftar aktif
dapat menyerahkan Surat Minat untuk
mengikuti Pelelangan dan dikirimkan
melalui email masing-masing tersebut
diatas; dan
3. Kualifikasi Perusahaan merupakan
menengah/besar;
Palembang, 03 Februari 2020
Panitia Pengadaan Barang & Jasa
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk
Ketua,
K
etua Dewan Pengurus Asosiasi
Asuransi Jiwa
Indonesia (AAJI)
Budi Tampubolon
menjelaskan kebijakan yang paling menghambat
pertumbuhan industri asuransi
yakni perbedaan perlakuan pajak
terhadap investasi.
“Terdapat perbedaan perlakuan
antara pajak obligasi untuk
perusahaan asuransi dengan reksa
dana,” ujar Budi dalam jawaban
tertulis kepada Komisi XI DPR RI
di Jakarta, Rabu (5/2).
Rekomendasi dari asosiasi ini
akan digunakan menjadi bahan
keputusan DPR untuk membenahi
industri asuransi yang harus
dijalankan pemerintah.
Permasalahan selanjutnya
yang harus segera dibenahi oleh
pemerintah yakni aturan tentang
kepemilikan asing maksimal 80%
untuk perusahaan asuransi dan
20% lainnya harus diperoleh dari
badan hukum atau warga negara
Indonesia.
Dengan besarnya modal
disetorkan untuk mendirikan
asuransi baru, asosiasi menilai
kebijakan ini menyulitkan karena
sangat minim pengusaha lokal
yang tertarik dengan bisnis
asuransi.
Hambatan lain yang harus
dibenahi pemerintah yakni
pemberlakuan standard akuntansi
perusahaan asuransi yang mengacu
kepada international financial
reporting standards (IFRS) 17.
Beleid ini dinilai menghambat
pertumbuhan.
Ketua Umum AAUI Dadang
Sukresna menjelaskan pihaknya
sudah mengajukan penundaan
implementasi IFRS 17 hingga 2025
kepada Dewan Standar Akuntansi
Keuangan (DSAK).
Standar pelaporan IFRS 17
mengharuskan perusahaan
asuransi untuk menggunakan
tingkat diskonto saat ini untuk
menilai kewajiban. Banyak
responden menilai penerapan
tersebut akan memakan investasi
yang besar dan merupakan hal
yang tidak perlu.
Para pelaku asuransi khawatir
dengan adanya perubahan ini
akan mempersulit perusahaan
menghadapi perubahan yang juga
terjadi pada perilaku konsumen
seiring dengan perkembangan
teknologi.
Industri juga meminta
pembatalan pemisahan unit usaha
syariah atau spin off pada 2024.
Permintaan ini muncul karena
Pemerintah
diingatkan untuk
membenahi lima
sisi regulasi agar
industri asuransi
Tanah Air dapat
mendatangkan
investasi.
Wage)
Aturan Penghambat
•
•
•
•
•
Perlakuan Pajak Investasi
Kepemilikan Asing
Implementasi IFRS 17
Spin Off Asuransi Syariah
UU Penjaminan
Program
Perlindungan
Sosial
Asuransi untuk
2
3 buruh, tentara
& polisi
PENGUMUMAN
BANK BTN
KANTOR CABANG JAKARTA
KUNINGAN
75
Asuransi
Umum
Sumber : OJK & AAUI, diolah
Broker
Asuransi
27
42
Perusahaan
Asuransi
BUMN
4
Loss
Adjuster
Asuransi
Jiwa
Dengan ini diberitahukan bahwa
terhitung mulai tanggal :
10 Februari 2020
PT BANK TABUNGAN NEGARA
(PERSERO) Tbk
KANTOR CABANG JAKARTA
KUNINGAN
Sementara itu, Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) sedang mengkaji
besaran syarat modal minimal yang
akan diterapkan bagi perusahaan
asuransi, sebagai bagian dari
reformasi pengaturan dan
pengawasan industri keuangan
nonbank atau IKNB.
Di sisi lain, rencana menaikkan
syarat modal disetor minimal itu
juga untuk memperkuat kapasitas
perusahaan. Pasalnya, batasan
modal minimal yang berlaku saat
ini dinilai belum cukup kuat untuk
menampung risiko yang dapat
terjadi dalam penyelenggaraan
layanan jasa proteksi.
Saat ini, ketentuan permodalan
perusahaan asuransi mengacu
kepada Peraturan OJK (POJK) No
67/2016 tentang Perizinan Usaha
dan Kelembagaan Perusahaan
Asuransi, Perusahaan Asuransi
Syariah, Perusahaan Reasuransi
dan Reasuransi Syariah.
Besaran minimal modal disetor
masing-masing jenis usaha
berbeda-beda, bergantung pada
jenis usaha yang dilakukan.
Mengacu pasal 6 POJK tersebut,
perusahaan asuransi harus
Struktur Pasar Asuransi
Reasuransi
6
Demikian
diberitahukan
agar
ŵĞŶũĂĚŝŵĂŬůƵŵ͕ĂƚĂƐƉĞƌŚĂƟĂŶĚĂŶ
kepercayaan kepada Bank BTN
diucapkan terima kasih.
MODAL MINIMAL
memiliki modal disetor minimal
Rp150 miliar untuk beroperasi.
Selanjutnya, perusahaan reasuransi
harus menggenggam modal disetor
minimal Rp300 miliar.
Kemudian, perusahaan asuransi
syariah harus memiliki modal
disetor minimal Rp100 miliar dan
perusahaan reasuransi syariah
senilai minimal Rp175 miliar.
Terkuaknya permasalahan di
tubuh PT Asuransi Jiwasraya
(Persero) dan PT Asuransi
Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia atau Asabri (Persero)
baru-baru ini memantik perhatian
serius terhadap tata kelola di
perusahaan asuransi. Pelaku
usaha akan diawasi lebih ketat
untuk memperbaiki governance,
kehati-hatian, dan kinerja.
Ketua Dewan Audit merangkap
Anggota Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Ahmad Hidayat mengakui,
persoalan serius di sektor
asuransi jiwa dalam beberapa
waktu terakhir menjadi perhatian
serius otoritas.
Dalam pertemuan tahunan
industri jasa keuangan di Gedung
Sate, Bandung, Jawa Barat, dia
menyebutkan otoritas telah
mencanangkan reformasi industri
keuangan nonbank, termasuk
sektor asuransi.
Reformasi tersebut antara lain
mencakup perbaikan penerapan
manajemen risiko, governance
yang lebih baik, dan laporan
kinerja kepada otoritas dan publik.
Selanjutnya, tutur Ahmad,
OJK akan mengeluarkan format
laporan dan pengawasan yang
lebih ketat terhadap kualitas
investasi yang dilakukan oleh
perusahaan, serta proyeksi
likuiditas dan rasio solvabilitas
atau dikenal dengan sebutan risk
based capital (RBC).
“Kami menyadari industri
asuransi membutuhkan perhatian
lebih serius untuk memperbaiki
governance, kehati-hatian dan kinerjanya. Selanjutnya OJK akan
mengeluarkan pedoman. Penerapannya mulai dilakukan tahun
2020,” katanya, Kamis (30/1).
Ahmad menambahkan OJK
juga telah menginstruksikan
seluruh direksi di masing-masing
perusahaan untuk segera melihat
kembali kinerja secara lebih
detail dan melakukan
corrective action yang
diperlukan. (Wisnu
REGULASI UNTUK DORONG INDUSTRI
Wibi Pangestu Pratama)
Akan berkantor di gedung baru
dengan alamat :
Plaza BP Jamsostek
Jl. HR Rasuna Said Kav. 112-114 Blok B
<Ğů͘<ĂƌĞƚ<ĞĐ͘^ĞƟĂďƵĚŝ
Jakarta Selatan
skala bisnis asuransi syariah di
Indonesia dinilai masih kecil.
Pemisahan ini dinilai akan
menyedot modal dari induk,
penambahan modal bagi unit yang
kecil, serta pemborosan akibat
pengadaan jajaran manajemen
baru.
“Penetapannya masih
diperdebatkan untuk perusahaan
perasuransian syariah dan investor
saat ini masih cenderung tertarik
dengan investasi langsung dengan
return yang jelas dan cepat,” jelas
Dadang.
Adapun, kebijakan terakhir
yang menghambat investasi sektor
asuransi yakni terkait dengan
undang-undang penjaminan. Ada
ketidaksinkronan regulasi yang
mengatur tentang pemasaran
produk surety bond.
Dalam Undang-Undang (UU) No
1/2016, tertulis bahwa asuransi
umum tidak diperbolehkan untuk
mengeluarkan surety bond, tetapi
dalam UU No 40 No/2014 tertulis
bahwa perluasan surety bond
merupakan produk asuransi
umum.
Kini, AAUI sedang mengajukan
judicial review terhadap UU
Penjaminan ke Mahkamah
Konstitusi. Dadang menjelaskan
pihaknya membutuhkan kejelasan
regulasi untuk memasarkan
produk surety bond.
60
Broker
Reasuransi
Layanan
Asuransi
Pendukung
Joint
Venture
43
Pribadi
Perusahaan
Asuransi
Berdasarkan
Kepemilikan
94
169
BISNIS/RADITYO EKO
B P D 15
Jumat, 7 Februari 2020
PENGEMBANGAN BANK DAERAH
BPD PERLU DIREVITALISASI
Revitalisasi bank daerah dinilai cukup mendesak seiring dengan porsi kredit produktif yang masih rendah, tingginya tingkat
kerentanan peningkatan rasio kredit bermasalah, serta kurangnya dukungan dari pemerintah daerah.
M. Richard
[email protected]
B
erdasarkan catatan Bisnis, kredit
produktif bank
daerah masih bergerak di kisaran
30% sepanjang
tahun lalu. Posisi ini bahkan tidak banyak mengalami
perubahan sejak 2015.
Padahal, otoritas mengharuskan bank umum minimal
memiliki porsi kredit produktif 55%. Aturan tersebut
termaktub dalam POJK No.
6/POJK.03/2016 tentang
Kegiatan Usaha dan Jaringan
Kantor Berdasarkan Modal
Inti.
Dari sisi kualitas kredit
juga terlihat kenaikan rasio
kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) jadi 2,98%
per November 2019, dari sebelumnya 2,67% akhir 2018.
Berdasarkan jenisnya,
kredit produktif bank daerah menjadi penyebab utama
menurunnya kualitas kredit.
Rasio NPL segmen ini berada
di level 7,54% per November
2019, naik dari posisi awal
tahun sebesar 6,51%.
Sektor penyumbang kredit bermasalah antara lain
pertambangan, penyediaan
akomodasi dan makanan
minuman, real estat, perdagangan, serta konstruksi.
NPL masing-masing sektor
itu tercatat 12,34%, 13,45%,
10,92%, 9,04%, dan 8,11%.
Kemudian, penambahan
modal bank pembangunan
daerah (BPD) juga relatif
terbatas lantaran tendensi
pemerintah dalam penyuntikan modal yang tak terlalu
tinggi. Dari 41 bank umum
yang memiliki modal inti
kurang dari Rp3 triliun,
sebanyak 30% di antaranya
dari kelompok BPD.
“Permasalahan BPD ini
cukup pelik, dan sulit untuk terselesaikan. Harusnya
memang butuh revitalisasi
untuk bank daerah,” kata
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE)
Indonesia Piter Abdullah,
belum lama ini.
Bisnis BPD sangat tergantung dengan pasar pembiayaan konsumer untuk aparatur
sipil negara. Hal itu justru
melenceng dari tugas pembangunan daerahnya.
“Hal ini juga tidak bisa
disalahkan, selain karena
kemampuan analisa yang terbatas, likuiditas mereka juga
tidak memungkinkan untuk
menggarap kredit produktif.”
Piter berpendapat BPD
harus mulai fokus pada
peningkatan kapasitas usaha.
Salah cara yang dapat ditempuh yakni dengan konsolidasi. Selain menghilangkan
kendali berlebihan dari suatu
kepala daerah yang menyebabkan operasional bank
terhambat, konsolidasi juga
akan membuat ekspansi usaha menjadi lebih fleksibel.
Saat ini, perbankan milik pemda cenderung hanya
menggarap bisnis di daerah
dan dipandang salah ketika
berekspansi keluar daerahnya. Padahal sebuah BPD
adalah entitas bisnis.
Senada, Asisten peneliti
Institute for Development
of Economics and Finance
(Indef) Dendy Indramawan
juga berpendapat kendali
pemerintah daerah cukup
menghambat operasional.
Tak jarang pengelola bank
diganti dengan alasan like
and dislike dari pemerintah
daerah berkuasa.
“Kalau sudah membahas
pemerintah daerah, kasus itu
banyak sekali. Banyak juga
kok yang tak terungkap,”
ucapnya.
Berdasarkan catatan Bisnis, salah
satu bank yang
mengalami kondisi
yang disebutkan
Dendy sarat like
and dislike antara
lain PT Bank Pembangunan Daerah
PASANGKAN LOGO & NOMORNYA!
“
Permasalahan bank
daerah ini cukup
pelik, dan sulit
untuk terselesaikan.
Harusnya memang
butuh revitalisasi
untuk bank daerah.
(BPD) Sulawesi Selatan dan
Sulawesi Barat (Sulselbar).
Pada kuartal IV/2019
Gubernur Sulselbar sebagai
pemegang saham memutuskan menghentikan Andi
Muhammad Rahmat sebagai
Direktur Utama. Yang disesalkan Rahmad karena dalam
pencopotan itu, dia merasa
Cocokkanlah logo bank dengan nomor di peta
sesuai dengan daerah asal BPD.
1
24
18
21
5
10
23
3
14
12
13
20
19
4
6
8
7
25
2
16
15
KINERJA BPD
MEREDUP
ANDALKAN ASN
Penyaluran Kredit BPD
Kepada Pihak Ketiga
(Rp triliun)
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, OJK
BISNIS/HUSIN PARAPAT/RADITYO EKO
Nov-19
2,14
76,86
6,3
77,86
79,4
5,91
78,42
Net Interest Margin (NIM)
Loan to Deposit Ratio (LDR)
BPD, sesuai namanya,
diharapkan lebih berkontri-
27
27
Nov-18
Nov-19
Jumlah Kantor
Nov-18 4.224
Nov-19 4.363
PENGUMUMAN PELELANGAN SEDERHANA
Nomor : 004/ULP-PP/JP-AR-SR/L/2020
Panitia Pengadaan Barang / Jasa PT. Bank SUMUT akan melaksanakan Pelelangan Sederhana dengan Sistem Pascakualifikasi,
mengacu pada Peraturan Direksi PT. Bank Sumut No.006/Dir/Dum-ULP/PBS/2019 tanggal 22 Nopember 2019, Tentang Pengadaan
Barang / Jasa di lingkungan PT. Bank Sumut untuk pekerjaan, dengan ketentuan sebagai berikut :
I. Sumber Dana
: Anggaran PT. Bank SUMUT Tahun 2020
II. Paket Pekerjaan
:
Harga Perkiraan Sendiri
Lokasi
Kualifikasi
(HPS)
Proyek
Usaha
Pekerjaan Pengadaan Jasa Penyusunan
Rp. 741.000.000,Kantor Pusat Bank Sumut
Kecil /
1. Annual Report dan Sustainability Report (tujuh ratus empat puluh
Jalan Imam Bonjol
Non Kecil
PT. Bank Sumut Tahun Buku 2019
satu juta rupiah)
No. 18 Kota Medan
III. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Pengadaan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal
: Jum’at s/d Senin / 07 Februari s/d 17 Februari 2020 (hari kerja)
Waktu
: Pukul 08.00 s/d 16.00 WIB
Tempat
: Unit Layanan Pengadaan PT. Bank Sumut
Lt.VI Jln. Imam Bonjol No. 18 Medan
IV. Penjelasan (Aanwijzing) dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal
: Selasa, 11 Februari 2020
Waktu
: Pukul 10.00 WIB s/d Selesai
Tempat
: Ruang Rapat Lt.VI Gedung PT. Bank Sumut Kantor Pusat
Jl, Imam Bonjol No.18 Medan
V. Syarat Pendaftaran :
ƒPendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan dilakukan oleh Pimpinan/Direktur Perusahaan yang namanya tercantum
dalam akta pendirian / Akte Perubahan (bila ada) dengan menunjukkan Kartu pengenal. Apabila yang mendaftar diwakilkan
maka pendaftar harus menyerahkan asli Surat Kuasa / Surat Tugas dari Pimpinan/Direktur dengan menunjukkan foto copy
Kartu Pengenal dari penerima tugas dan Pemberi tugas;
ƒMenyerahkan foto copy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk perusahaan bidang Jasa Konsultan Manajemen yang
dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang atau izin setara SIUP atau Surat Pernyataan tidak memiliki SIUP (untuk
Lembaga), yang masih berlaku;
ƒMenunjukan foto copy Akta Perusahaan dan Akta Perubahan (bila ada);
ƒMenunjukan foto copy, Izin Lokasi/SKITU/HO/Surat Keterangan Domisili Perusahaan dan NIB/TDP/Surat Pernyataan tidak
memiliki NIB/TDP (untuk lembaga), yang masih berlaku;
ƒMenunjukan foto copy NPWP Perusahaan dan SKPPKP Perusahaan.
Uraian
Total Kredit
Kredit Produktif
Rasio Kredit Produktif
2017
2018
Nov-18
30,27
11,09
12,42
36,19
27,99
35,23
31,6
13,09
12,42
38,64
31,04
37,29
11,49
35,62
29,19
No
2016
Wiratmini)
Jumlah Bank
7,19
2015
Nov-18
2,47
8,16
Laba/
rugi bersih
Return on Asset (ROA)
Biaya Operasional terhadap
Pendapatan Operasional (BOPO)
8,19
Beban
nonbunga
Keterangan
7,08
Pendapatan
nonbunga
BPD Dalam
Angka (unit)
Kinerja BPD Konvensional
10,59
NII
5,72
32,71
26,15
Kelompok bank pembangunan daerah
memerlukan perhatian dan komitmen
serius dari para pemegang saham agar
kinerja dan kontribusinya dapat lebih
mengilap. Pada tahun lalu, sejalan dengan
melesunya kinerja industri perbankan,
kelompok bank milik pemerintah daerah ini
juga mengalami penurunan performa dari
berbagai sisi.
Laporan
Laba/Rugi
BPD (Rp triliun)
tidak punya ruang untuk
memberikan hak jawab.
Sebelumnya, PT Bank
Pembangunan Daerah DKI
Jakarta (Bank DKI) juga
mengalami persoalan terkait pengangkatan anggota direksi dan komisaris
pada Oktober 2018. Otoritas Jasa Keuangan menolak direksi pilihan pemda
dengan alasan tidak lulus uji
kepatutan dan kelayakan.
Walhasil, pada Mei 2019,
pemprov DKI membatalkan
pengangkatan Wahyu Widodo sebagai Direktur Utama
dan Erick sebagai anggota
Dewan Komisaris.
7,88
26
22
9
11
busi mendorong pembangunan atau menyalurkan pembiayaan ke bidang-bidang
produktif.
Faktanya, bank-bank
daerah masih dominan
menggarap pasar konsumtif
seperti dilaporkan PT Bank
Pembangunan Daerah (BPD)
Daerah Istimewa Yogyakarta
(DIY).
Direktur Pemasaran BPD
DIY R. Agus Trimurjanto
mengatakan segmen konsumsi masih mendominasi bisnis
perseroan. Namun, pada
2019, komposisi outstanding
loan untuk kebutuhan konsumtif dan produktif hampir
berimbang, yakni 51%:49%.
“Tahun 2019, [penyaluran
kredit] kami terbesar untuk
konsumsi, yang kedua untuk
sektor perdagangan,” katanya, Kamis (6/2).
Tak beda jauh dengan
tahun lalu, pada 2020 Bank
DIY masih akan fokus
menggarap sektor rumah
tangga, perdagangan dan
pariwisata. “Karena kondisi
ekonomi yang belum baik,
kami fokus pada
captive market.”
Terpisah, Pgs
Direktur Utama
sekaligus Direktur Keuangan PT
Bank Pembangunan
Daerah Jawa Timur
Tbk. (Bank Jatim/
BJTM) Ferdian Satyagraha tak menyangkal BPD masih
sulit untuk meningkatkan kredit produktif.
“Memang keunggulan
bank daerah itu adanya di
ASN daerah,” katanya.
Walau begitu, menurut Ferdian, beberapa bank daerah
termasuk Bank Jatim sudah
mulai meningkatkan
kinerja kredit produktifnya. Selain
segmen komersial,
17
BJTM juga menyalurkan kredit
sindikasi yang
marginnya cukup
kompetitif.
Perihal dukungan permodalan
bank pemerintah daerah yang cenderung
terbatas, menurut Ferdian,
sangat dipengaruhi oleh
bujet pemerintah daerah.
Lazimnya, pengeluaran yang
diutamakan oleh pemda adalah untuk kebutuhan belanja
sosial.
Kinerja BPD memang masih banyak hambatan dan
belum optimal. Perbaikan
dan pengembangan yang
telah dilakukan diharapkan tidak memakan waktu
terlalu lama, sehingga bank
daerah dapat lebih berdaya
saing dan serta berkontribusi
aktif terhadap pertumbuhan
ekonomi, khususnya melalui
kredit produktif. (Ni Putu Eka
Nov-19
2015
2016
2017
2018
Okt-2018
Okt-2019
328,76
357,86
390,37
421,65
411,36
456,9
99,01
104,34
116,19
129,45
123,86
140,11
30,12%
29,16%
29,76%
30,70%
30,11%
30,67%
Nama Paket Pengadaan
Medan, 07 Februari 2020
dto,
Panitia Pengadaan
Jumat, 7 Februari 2020
6/2/2020
16
BANK
BBRI
BMRI
BBTN
BBCA
BBNI
BJBR
BNLI
BBKP
0,22%
0,00%
2,49%
0,15%
1,01%
4,52%
0,42%
0,00%
4.550
6/2/2020
7.700
6/2/2020
1.850
6/2/2020
33.700
6/2/2020
7.350
6/2/2020
1.040
6/2/2020
1.205
6/2/2020
208
PENAMBAHAN MODAL BANK
MENEBAK ARAH PEMILIK ARTO
Dinamika kepemilikan atas saham PT Bank Artos Indonesia Tbk. makin menarik untuk dicermati akhir-akhir ini, apalagi
menjelang rencana perseroan untuk menerbitkan saham baru dalam porsi jumbo.
Hendri T. Asworo, Emanuel B. Caesario, & Ni Putu Eka Wiratmini
[email protected]
S
aham emiten berkode ARTO ini melonjak
drastis sejak Agustus
2019 lalu, saat rencana akuisisi oleh bankir
senior Jerry Ng dan
pengusaha Patrick Walujo terendus
pasar. Keduanya juga berencana
menjadikan ARTO sebagai bank
digital.
Pasar tidak peduli lagi harga
ARTO masih wajar atau tidak.
Ditambah beredarnya isu perusahaan akan menjadi Bank
Gojek, spekulan makin agresif
lagi mengerek saham ARTO,
meskipun tahu bahwa emiten
yang tercatat di Bursa pada
2016 itu masih rugi dan Patrick Walujo pun membantah
rumor tersebut.
Pada 26 Desember 2019,
Jerry Ng dan Patrick Walujo
resmi mengakuisisi ARTO dari
keluarga Arto Hardy. Jerry
Ng melalui PT Metamorfosis
Ekosistem Indonesia membeli
37,65% saham ARTO, sedangkan Patrick Walujo melalui
Wealth Track Technology Limited mengambil alih 13,35%
saham.
Setelah transaksi itu, saham
Arto Hardy pada ARTO tinggal
Aksi rights issue ARTO yang akan
digelar pada Maret mendatang akan
menjadi momentum penting bagi
perseroan untuk dapat meningkatkan modal inti untuk dapat naik
kelas menjadi BUKU II dan beroperasi sebagai bank digital.
24,5% dari semula 39,5%. Sementara itu, Lina Arto Hardy,
William Arto Hardy, dan Sinatra Arto Hardy yang masingmasing semula menggenggam
13,5%, kini masing-masing
hanya punya 1,5%. Dengan
harga Rp395 per saham, total
dana yang dikantongi keluarga Arto Hardy mencapai
Rp242,99 miliar.
Namun, menariknya pada
30 Desember 2019, Arto Hardy
kembali melepas sisa 24,5%
sahamnya dengan harga Rp448
per lembar kepada investor
publik. Total transaksi tersebut
mencapai Rp132,39 miliar.
Dengan begitu, kepemilikan
saham publik pada ARTO melonjak dari 20% menjadi 49%.
Bisnis mencoba menggali informasi ini kepada salah satu
komisaris ARTO, Anika Faisal.
Namun, Anika tidak memperinci siapa saja investor publik
yang membeli saham dalam
porsi besar tersebut.
Kini, ARTO justru bersiap
untuk menggelar penawaran umum terbatas melalui
mekanisme hak memesan efek
terlebih dahulu (HMETD) atau
rights issue. Prospektus telah
Penggunaan Dana Rights Issue
• Sekitar 90% akan digunakan untuk
penyaluran kredit;
• Sekitar 5% akan digunakan untuk investasi
infrastruktur di bidang teknologi informasi;
dan
• Sisanya sebesar 5% akan digunakan
untuk modal kerja dan belanja operasional
Perseroan.
Kinerja Keuangan (Rp Miliar)
Pendapatan
Laba
2016
40,7
-27,63
2017
42
-7,35
2019*
14
-10,76
“
Harga tidak ada
jaminan akan tetap
bertahan di level saat
ini. Ada perhitungan
harga terdilusi
secara teoritis.
Level harga ini sudah 43 kali
di atas nilai bukunya (PBV).
Tentu saja, harga ini sudah
tak lagi wajar.
Bila ARTO merealisasikan
15 miliar saham rights issuenya pada harga tersebut, nilai
totalnya akan menembus Rp50
triliun, nilai yang cukup tak
masuk akal.
Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso mengatakan
bahwa kemungkinan rights
issue ARTO tidak akan direalisasikan di harga pasar saat ini.
Bahkan, dengan harga
Rp1.000 pun, PBV saham
ARTO masih akan di level 12
kali, atau masih relatif tinggi mengingat dalam beberapa tahun terakhir perseroan
masih rugi. Harga saham pun
berpotensi terdilusi dengan pe-
TERLALU TINGGI
Rp
Kinerja Saham
2018
31,5
-19,31
Harga terakhir : Rp3.450
PBV
: 43,08x
Market Cap
: Rp4,16 triliun
Ket: * data per September
Perubahan
Kepemilikan
Saham ARTO
diterbikan pada pertengahan
Januari 2020 lalu, tetapi informasi yang disampaikan belum
lengkap.
Dalam prospektus tersebut,
manajemen perseroan mengungkapkan bahwa ARTO
akan rights issue sebanyak
15 miliar saham baru dengan
nominal Rp100 per lembar.
Belum ditentukan berapa
harga pelaksanaannya. Investor yang tidak merealisasikan
haknya dalam HMETD ini
akan terdilusi kepemilikannya
hingga 92,56%.
Manajemen perseroan juga
mengungkapkan bahwa akan
ada pembeli siaga atas rights
issue ini, tetapi belum diungkapkan identitasnya.
Bursa Efek Indonesia (BEI)
sempat meminta informasi
kepada manajemen ARTO
tentang rencana rights issue
ini, terutama terkait pembeli
siaganya. Namun, dalam surat
jawabannya pada 29 Januari
2020 lalu, manajemen perseroan mengungkapkan bahwa
identitas pembeli siaga baru
akan disampaikan setelah
struktur rights issue difinalisasi.
BEI juga meminta informasi terkait indikasi harga
pelaksanaan rights issue
ini, tetapi perseroan mengungkapkan bahwa harga
indikatif akan disampaikan
setelah Registrasi II OJK
pada 11 Februari 2020.
Harga pelaksanaan rights issue ini
menjadi menarik,
sebab kini harga
saham ARTO
di pasar sudah
sangat tinggi.
Kemarin, saham
perseroan ditutup
di level Rp3.450.
Sumber: Prospektus ARTO, Bloomberg
26 Desember 2019
30 Desember 2019
• Arto Hardy 24,5%
• Masyarakat Umum (<5%) 24,5%
• PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia 37,65%
• Wealth Track Technology Limited 13,35%
• PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia 37,65%
• Wealth Track Technology Limited 13,35%
• Masyarakat Umum (<5%) 20%
30 November 2019
• Arto Hardy 39,5%
• William Arto Hardy 13,5%
• Lina Arto Hardy 13,5%
• Sinatra Arto Hardy 13,5%
• Masyarakat Umum (<5%) 20%
PROGRAM MAGANG BTN
Bisnis/Adi Pramono
nambahan jumlah saham yang
beredar.
“Harga tidak ada jaminan
akan tetap bertahan di level
saat ini. Ada perhitungan
harga terdilusi secara teoritis.
Bisa saja sebelum rights issue
dieksekusi harga turun dari
Rp3.450 ke Rp2.800 misalnya,”
katanya, Kamis (6/2).
Aria mengatakan biasanya
ketika investor mengetahui
bahwa harga eksekusi HMETD
di bawah harga pasar saat ini,
akan terjadi tekanan jual di
pasar karena investor menyadari harga saat ini sudah
terlalu tinggi.
“Waspadai potensi kejatuhan
harga saham,” katanya.
Senior Vice President Royal
Investium Sekuritas Janson
Nasrial mengatakan bahwa
rights issue memang perlu
dilakukan ARTO, mengingat
OJK mewajibkan bank umum
untuk memiliki modal inti
minimal Rp3 triliun pada 2022
nanti. Hingga kini, modal inti
ARTO masih Rp120,62 miliar.
Namun, Janson menilai, bila
rights issue ARTO direalisasikan pada harga yang mendekati harga pasar, tidak akan
ada investor yang berminat
untuk membeli. Oleh karena
itu, pembeli siaga haruslah
memiliki kapasitas modal yang
sangat tinggi.
“Ya artinya harus ada stand
by buyer, dalam hal ini dari
pihak Northstar,” katanya. Adapun, Northstar Pacific didirikan
oleh Patrick Walujo.
Janson menilai, adanya Northstar di belakang ARTO, ditambah niche market unik ARTO
di Jawa Barat, bisnis ARTO
tetap prospektif, kendati kini
masih rugi dan harga sahamnya sudah terlalu tinggi. Boleh
jadi, hal inilah yang turut
menjadi pertimbangan Northstar
untuk masuk ke ARTO.
Kini, pasar tinggal menunggu kepastian rencana rights
issue ARTO pada Maret. Akankah hadir nama baru sebagai
pembeli siaga, ataukah Jerry
Ng dan Patrick Walujo sendiri
yang akan menyerap seluruh
hak investor yang tidak direalisasikan? (M. Richard)
KASUS PERBANKAN
Pengawasan OJK Kembali Dipertanyakan
Maria Elena
[email protected]
T
Bisnis/Abdurachman
Direktur Human Capital, Legal, & Compliance PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk. Yossi Istanto (kanan) menandatangani Piagam Kerja Sama Program Magang
Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) dengan perguruan tinggi negeri dan swasta di
Jakarta, Kamis (6/2). Program yang telah berjalan sejak 2018 tersebut menghasilkan
lebih dari 300 mahasiswa magang di BTN. Pada tahun ini, ditargetkan lebih dari 250
mahasiswa ikut dalam program tersebut.
erungkapnya modus pembobolan rekening milik wartawan
senior Ilham Bintang melalui
pencurian data nasabah lewat
Sistem Laporan Informasi Keuangan
(SLIK) yang dikelola OJK kembali
memantik kritik.
Hal tersebut terungkap dari pengakuan salah satu tersangka kasus
tersebut yang berhasil dibekuk
kepolisian. Ini bukanlah kasus pertama dengan modus tersebut dari
kedelapan tersangka yang terlibat
dalam kasus ini.
Pengamat keamanan siber dari
Communication & Information
System Security Research Center
(CISSRec) Pratama Persadha mengatakan dalam pengawasan teknologi infomasi SLIK OJK, minimal
OJK melakukan pantauan log pada
sistem, sehingga tahu jika ada aktivitas yang mencurigakan.
OJK seharusnya mencurigai
aktivitas yang tidak umum dan
dilakukan setiap hari.
“Tanpa pengawasan log orang
melakukan kejahatan tanpa meretas tidak ketahuan, apalagi ada aksi
peretasan. Karena itu ini harus
menjadi perhatian utama OJK,”
tuturnya, Kamis (6/2).
Menanggapi informasi tersebut,
Deputi Komisioner Hubungan
Masyarakat dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo mengatakan
bahwa SLIK OJK tidak memiliki
akses ke dana simpanan nasabah
sehingga tidak dapat digunakan
untuk membobol rekening. Pada
kasus Ilham Bintang, dirinya memperkirakan data tersebut dimodifikasi dan disandingkan dengan
sumber data lain.
Anto mengatakan kemungkinan
yang terjadi adalah data pokok
di dalam SLIK digunakan untuk
membuat dokumen kependudukan
yang palsu, yang digunakan pelaku
untuk mengganti SIM card atas
nama Ilham Bintang.
Kemudian dengan perubahan SIM
card, pelaku bisa memiliki akses
ke rekening Ilham Bintang.
Selain itu, yang bisa mendapat
akses SLIK OJK adalah pejabat
yang yang telah diberikan otoritasi.
Persyaratan akses dan tata cara
mengakses SLIK OJK pun telah
diatur.
Direktur Operation, IT & Digital
Banking Bank BTN Andi Nirwoto
mengatakan pada kasus pembobolan rekening, seperti kasus Ilham
Bintang, peran bank juga harus
lebih ditingkatkan untuk memperkuat serta memperketat kontrol
internal dan supervisi. Peraturan
tentang akses data nasabah sebenarnya sudah jelas, tetapi tantangannya adalah pada aspek people.
“Sistem apapun kalau integrity
orang yang berwenang tidak baik,
ya bisa terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan,” katanya.
Menurutnya, dalam hal keamanan data, bank memang harus
memandang lebih komprehensif,
tidak hanya aspek teknologi, tetapi
juga prosedur atau tata kelola dan
juga aspek people.
grow your
business with our
digital it solution
tak perlu repot
MEMPERSIAPKAN EVENT
Jumat, 7 Februari 2020
event
networks
kami siap membantu anda mulai dari
konsep, VENUE, MC, PERFORMER, panggung, lighting, akomodasi,
konsumsi, perijinan, UNDANGAN, hingga pelaksanaan &
peMBONGKARAN
cyber
techno
Bisnis Indonesia e-paper
Bisa Baca Format PDF atau
Teks Dalam Sekali Klik!
info lebih lanjut :
Contact person +62 858 1726 3888
email: [email protected]
17
INDUSTRI
IHSG
BI-27
1,52%
14/11/2013
4.367,37
Hang Seng
2,08%
14/11/2013
364,76
Nikkei
0,82%
14/11/2013
22.649,15
STI
0,00%
14/11/2013
14.876,41
USD
0,77%
14/11/2013
3.191,08
EUR
0,84%
14/11/2013
SGD
0,69%
11.546,00
14/11/2013
15.549,05
JPY(100)
0,55%
14/11/2013
9.274,42
0,74%
14/11/2013
11.611,08
PROYEKSI 2020
EKSPANSI FARMASI BAKAL
BERLANJUT
Bisnis, JAKARTA — Industri farmasi nasional diperkirakan kembali melanjutkan kinerja pertumbuhan positif tahun ini. Pelaku
usaha pun mulai menyiapkan sejumlah rencana ekspansi, baik dari segi ragam produk maupun pemasaran.
Ipak Ayu H. Nurcaya
[email protected]
K
ementerian Perindustrian berharap
pertumbuhan industri farmasi akan
menyentuh kisaran
7%—8% pada tahun ini setelah tahun lalu masih
bertahan di kisaran level 4%.
Direktur Jenderal Industri Kimia,
Farmasi, dan Tekstil Kemenperin
Muhammad Khayam mengatakan industri farmasi pada dua
hingga tiga tahun lalu pernah
meningkat 15%.
“Struktur industri farmasi sudah
baik dengan 70% produksi obat
dilakukan secara domestik. Namun,
impor bahan baku yang masih
Konsisten Positif
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa industri
kimia, farmasi, dan obat tradisional merupakan salah satu jenis usaha yang konsisten
membukukan pertumbuhan positif
sepanjang tahun lalu. Akankah kinerja
itu berlanjut tahun ini?
90% menjadi persoalan,” katanya
kepada Bisnis, Kamis (6/2).
Menurut Khayam, meski tidak
seluruhnya impor mesti ditekan,
penurunan volume akan memberi dampak lebih positif bagi
industri. Artinya, untuk bahan
baku yang memiliki volume tinggi
dan nilai tinggi yang lebih akan
diprioritaskan untuk tersedia di
dalam negeri.
Khayam mencontohkan produk
seperti antibiotik dan paracetamol semestinya mulai diproduksi
dengan bahan baku sepenuhnya
tanpa impor.
Tak hanya itu, Khayam juga
mengonfirmasi sejumlah investor yang akan datang
untuk memulai produksi bahan baku
obat di Indonesia.
Direktur Eksekutif
Gabungan Pengusaha
Farmasi (GP Farmasi)
Dorojatun Sanusi mengatakan sebenarnya
jika berbicara angka
terkadang tergantung sumber yang
beragam.
Pasalnya,
tahun lalu perusahaan farmasi
juga ada yang mencatatkan pertumbuhan dua digit.
“Jadi kami proyeksikan 6%7% walau sebenarnya diharapkan lebih lagi tetapi kembali ke
persoalan cashflow perusahaan
farmasi,” katanya, Kamis (6/2).
Dorojatun mengemukakan investasi di industri farmasi saat ini
juga masih terus berjalan. Dia
mencatat sekitar 7-9 perusahaan yang umumnya melakukan
skema Joint Venture (JV) dengan
mayoritas kepemilikan oleh lokal
akan membuat produksi bahan
baku obat di dalam negeri.
Alhasil, jika keseluruhan investasi sudah berjalan dalam dua
tahun ke depan upaya penekanan
impor bahan baku sekitar 15%
hingga 20% akan tercapai.
an melalui pabrik bahan baku
obat atau active pharmaceutical
ingredient (API) milik PT Kimia
Farma Sungwun Pharmacopia
yang rampung pada 2018 lalu,
akan mulai fokus pada produksi
bahan baku obat. Pasalnya tahun
lalu pabrikan masih dalam proses
optimalisasi.
Di sisi lain, PT Indofarma Tbk.
akan menggenjot utilisasi pabrik
herbal hingga 100% pada tahun
ini. Saat ini pabrik yang sudah
berdiri sejak periode 2002-2003
itu tercatat utilisasinya baru 30%.
Direktur Utama PT Indofarma
Tbk. Arief Pramuhanto mengatakan usai holding BUMN Farmasi
terbentuk, perseroan mendapat
fokus produksi pada alat kesehatan dan obat herbal.
Alhasil, akan ada sejumlah
7,61
EKSPANSI
Sementara itu, BUMN farmasi
PT Kimia Farma Tbk. berencana menambah hingga 10 klinik
kecantikan dari 70 klinik dan
apotik baru yang direncanakan
tahun ini.
Per 2019 lalu, Kimia Farma
tercatat telah memiliki 11 pabrik,
1.300 apotek, 565 klinik kesehatan, 64 laboratorium klinik,
48 cabang distribusi, 3 klinik
kecantikan, dan 24 apotek di
Jeddah, Makkah, serta Madinah.
Tak hanya itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Verdi
Budidarmo mengatakan persero-
5,84
4,53
4,04
Pertumbuhan
Industri Kimia
dan Farmasi (%)
2018 2017 2016 2015 2014
-1,42
11,53%
Penanaman
Modal Asing
Nilai Proyek
Rp6,8
triliun
US$1
miliar
678
940
TEKNOLOGI PENJERNIH AIR
12,73%
Pertumbuhan Industri
Kimia, Farmasi, dan
Obat Tradisional
(yoy)
Investasi Sektor Kimia & Farmasi,
Januari—September 2019
Penanaman Modal
Dalam Negeri
Nilai
Proyek
langkah startegis yang dilakukan
tahun ini guna memaksimalkan
penuh utilisasi yang masih rendah.
“Ada sejumlah hal yang akan
kami datangkan untuk produksi
herbal ini, salah satunya menggandeng asosiasi perusahaan jamu.
Harapannya semester II/2020 sudah mulai berjalan karena kami
melihat pasarnya masih luas dan
selama ini belum optimal dan
fokus saja,” katanya saat ditemui
Bisnis, Rabu (5/2).
Direktur Utama PT Kalbe Farma
Tbk. Vidjongtius mengatakan saat
ini perseroan menyiapkan sejumlah
produksi baru untuk obat resep,
over the counter (OTC), herbal dan
nutrisi serta perluasan distribusi.
Vidjongtius mengemukakan perseroan juga akan meneruskan pasar
ekspor ke Timur Tengah sembari
fokus menggarap pasar Asean.
Tahun ini perseroan memiliki
target pertumbuhan produksi
dua digit Adapun, pertumbuhan penjualan ditarget mencapai
7%—8%.
Sekretaris Perusahaan PT
Phapros Tbk. Zahmilia Akbar
mengatakan ada 12 produk
siap rilis pada 2020 ini, yang
antara lain mencakup obat dan
alat kesehatan.
Di pasar ekspor, dia menambahkan, strategi perseroan adalah perluasan pada pasar Asia
Tenggara.
5,04%
4,76%
Sumber: Kemenperin, BPS
BISNIS/HUSIN PARAPAT
Kuartal I/
2019
Kuartal II/
2019
Kuartal III/
2019
Kuartal IV/
2019
INOVASI PENJUALAN
Tigaraksa Tambah Jangkauan
Distribusi Produk
Bisnis/Arief Hermawan P
Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia
Seigo Saifu (kiri) berbincang dengan Presiden Direktur
PT Panasonic Gobel Life Solution Manufacturing
Indonesia Shu Ichi Kuroi saat peluncuran Water
Purification System di Jakarta, Kamis (6/2).
Panasonic meluncurkan Panasonic Water Purification
System, yaitu sebuah teknologi penyaring air sumur
dengan suplai oksidan secara konsisten yang dapat
membuat air keruh maupun berlumpur menjadi jernih,
bersih dan tidak berbau sehingga dapat dimanfaatkan.
Bisnis, JAKARTA — Perusahaan penjualan dan distribusi
multi-produk PT Tigaraksa Satria Tbk. berencana menambah
area jangkauan ke 10 kota besar
dalam tahun ini.
Corporate Secretary PT Tigaraksa Satria Tbk. Syahrizal Sabir mengatakan saat
ini jangkauan Tigaraksa ada
di lebih dari 40 kota. Untuk
itu, tahun ini perseroan ingin
melakukan ekspansi jangkauan
di 10 kota besar yang belum
terpenuhi.
“Jadi target kami tahun ini
menjangkau lebih dari 50 kota
di Indonesia. Namun, secara
jangka panjang kami lebih pada
inovasi di penjualan online
melalui Smart Family Division,”
katanya, Kamis (6/2).
Smart Family Division me-
rupakan lini bisnis Tigaraksa
yang fokus pada distribusi
produk penunjang kebutuhan
pendidikan anak serta rumah
tangga, seperti Al Qolam dan
Panasonic Beauty.
Sementara itu, Direktur Utama PT Tigaraksa Satria Tbk.
Lianne Widjaja memastikan
target penjualan perseroan tahun ini akan berada di kisaran
high single digit dengan fokus
pada produk konsumen.
“Dari segi tambahan, prinsipal kami tidak pernah menargetkan jumlah, tetapi lebih
fokus pada sinergi meski memang jumlah minimal yang
kami tentukan,” katanya.
Sejauh ini, Tigaraksa memiliki 188.463 cakupan outlet,
lebih dari 75 sub-distribusi,
4 central warehouse, dan 39
branch warehouse.
Adapun, pada tahun lalu
penjualan perseroan diproyeksi
mencapai Rp13,3 triliun naik
3,1% secara tahunan dari
periode 2018 Rp12,9 triliun.
Lianne Widjaja mengatakan
bisnis yang dibangun keluarga
Widjaja ini setiap tahunnya,
baik dari sisi penjualan ataupun
laba, selalu menunjukkan tren
kenaikan.
Perseroan pun berkomitmen
untuk melakukan berbagai inovasi yang bisa mendukung perbaikan proses kerja. “Kami akan
memastikan bahwa produk dari
prinsipal yang dipercayakan
kepada perseroan dapat disalurkan ke trade channel atau
channel distribusi dan outlet
secara on-time,” katanya. (Ipak
Ayu H. Nurcaya)
18 C O M M E R C E
Jumat, 7 Februari 2020
PENYELAMATAN INDUSTRI PARIWISATA |
PEMERINTAH TERLAMBAT BERTINDAK
Bisnis, JAKARTA — Pemerintah dinilai terlambat mengambil sikap untuk menyelamatkan industri pariwisata nasional dari kerugian
akibat potensi kehilangan kunjungan jutaan wisatawan mancanegara asal China seiring dengan merebaknya virus corona.
Dewi A. Zuhriyah
[email protected]
BANTING SETIR
M
Pemerintah ‘banting setir’ memaksimalkan
pergerakan wisatawan nusantara (wisnus)
untuk ‘mengobati’ pukulan telak akibat
penutupan sementara penerbangan dari dan
ke China. Sejumlah rute penerbangan
domestik pun (Batam, Bintan, Bali, Manado)
diberi tarif khusus untuk mendorong
pergerakan wisnus.
SU
B
SU
RA
BA
YA
, IN
DO
NE
SIA
eskipun
isu virus
corona
telah
terdeteksi sejak
akhir tahun lalu, baru pekan ini
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif mengambil langkah konkret
untuk mengantisipasi dampaknya
terhadap industri turisme nasional.
Guna mengompensasi potensi kehilangan kunjungan turis China ke
Tanah Air akibat larangan sementara penerbangan dari dan ke Negeri
Panda, Kemenparekraf memilih untuk
‘banting setir’ memfokuskan strategi
pariwisata ke peningkatan pergerakan
wisatawan domestik.
Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata
Indonesia Azriel Azhari berpendapat
keputusan tersebut terlambat, mengingat selama ini kebijakan pemerintah
untuk menggairahkan pergerakan turis
dalam negeri sudah keliru.
Menurutnya, peran wisatawan domestik terhadap industri pariwisata
nasional lebih besar ketimbang wisman. Namun, pemerintah selama ini
justru lebih mengutamakan strategi
pengembangan kunjungan wisman.
“Sehingga, dengan kasus merebaknya
virus corona, pemerintah kalang kabut. Apakah pemerintah tidak pernah
sadar dan tidak pernah menganalisis
betapa hebat sebenarnya pengaruh
serta dampak wisatawan dalam negeri terhadap perekonomian,” ujarnya
kepada Bisnis, Kamis (6/2).
Ekonom Indef Bhima Yudhistira
menuturkan pengalihan fokus strategi
pariwisata ke arah menggenjot pergerakan turis domestik memang bisa
menjadi substitusi dari penurunan
kunjungan wisman China.
“Kuncinya di promosi, penurunan
harga tiket [transportasi] domestik dan
paket-paket wisata yang terjangkau
milenial. Jumlah milenial di Indonesia mencapai 90 juta orang pada
2019 dan mereka ini mendorong leisure economy. Sebaliknya, rata-rata
kunjungan wisman China hanya 2
juta per tahun. Jadi, turis domestik
seharusnya bisa mengompensasi itu,”
kata Bhima.
Bagaimanapun,
dia memperingatkan
strategi itu
hanya akan
menyelamatkan industri
turisme dalam jangka pendek. Pasalnya, memacu pergerakan wisatawan domestik saja tidak akan cukup
untuk mengatrol pendapatan devisa
dari sektor pariwisata.
Dengan demikian, dia menyarankan
pemerintah segera mencari pangsa
pasar wisman baru agar tidak terlalu
bergantung pada pasar tradisional
seperti China. “Ini bisa digantikan
dengan masuknya wisman dari negara alternatif. Pada 2019, kunjungan
wisman Rusia naik 26%. Untuk tarik
devisa, strateginya tetap harus dengan
perluasan pasar.”
TARIF MURAH
Secara terpisah, Sekjen Asosiasi Travel Agent Indonesia Pauline Suharno
menjelaskan pengalihan fokus industri
pariwisata dengan lebih menggairahkan
pergerakan turis lokal dalam jangka
pendek bisa dilakukan bersamaan
dengan penyesuaian tarif penerbangan.
Menurutnya, agar efek pergerakan
wisatawan domestik bisa menjadi
solusi jangka panjang bagi industri
turisme, pemerintah harus konsisten
mengatur tarif maskapai agar tetap
terjangkau dan tidak bergejolak lagi.
“Orang Indonesia itu, terutama market milenial, bisa traveling ke mana
saja asal tiket murah.”
Wakil Ketua Umum Perhimpunan
Hotel dan Restoran Indonesia Maulana Yusran menambahkan untuk
meningkatkan pergerakan wisatawan
domestik, pemerintah harus melihat
lebih rinci bagaimana peluang yang
terbentuk.
“
Strategi industri
pariwisata kini lebih
difokuskan untuk
memacu pergerakan
wisatawan domestik.
Jumlah Wisatawan Mancanegara
2014—2019 (juta jiwa)
2019
16,1
2018
15,81
2017
14,03
2016
11,51
2015
10,23
9,4
2014
Jumlah Perjalanan Wisawatan Nusantara
2015—2018 (juta perjalanan)
“Sebetulnya kita itu potensi untuk
turis domestik cukup besar, mencapai
270 juta pergerakan dan mayoritas
adalah wisatawan bisnis, baru kemudian leisure. Keputusan untuk fokus
ke pergerakan domestik, menurut
saya, sudah tepat,” kata Alan.
Namun, lanjutnya, pengalihan fokus
itu tentu saja tidak gampang karena
periode low season di Indonesia lebih
banyak dibandingkan dengan peak
season. Untuk itu, pemerintah harus memikirkan cara agar wisatawan
domestik tetap berpergian saat low
season. Salah satunya dengan membuat program khusus business trip.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Didien Junaedy setuju
dengan keputusan pemerintah untuk fokus ke turis domestik. Apalagi, pihaknya memang berencana
mengembangkan wisatawan domestik pada 2020. “Sebelum ada corona
kami mengusulkan ada peningkatan
di wisata domestik. Terlebih, setelah
Indonesia ditinggalkan oleh wisatawan
China, okupansi hotel seperti di Bali
jatuh dari yang tadinya 70% menjadi
35%. Makanya, kita perlu tarik ke
wisatwan domestik,” kata Didien.
Dia pun menyarankan agar Kemenparekraf memfasilitasi pelaku industri
pariwisata dan maskapai membuatkan
paket pariwisata.
KEBUTUHAN INDUSTRI PETERNAKAN
2018
303
2017
270
2016
264
2015
256
Jumlah Tamu Indonesia
di Hotel Bintang (juta orang)
2018
73,09
2017
70,38
2016
63,22
2015
46,22
Sumber: Badan Pusat
Statistik (BPS), diolah
BISNIS/HUSIN
PARAPAT
Cocokkan ikon-ikon wisata Indonesia
di bawah ini dengan destinasidestinasinya.
A
B
C
D
E
F
1
Surabaya
2
Jakarta
3
Lampung
4
Bangka
Belitung
5
Manokwari
6
Padang
PEMENANG BISNIS INDONESIA WRITING CONTEST 2019
Impor Jagung Mendesak
Bisnis, JAKARTA — Peternak
ayam petelur (layer) mendesak
pemerintah segera merealisasikan impor jagung pipil kering
seiring dengan makin meningkatnya harga dan minimnya
pasokan komoditas tersebut.
Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional Musbar Mesdi menyatakan harga
jagung untuk pakan ternak
telah melampaui Rp5.000/
kilogram (kg).
Hal ini tecermin dari harga
telur di tingkat peternak (on
farm) yang telah menyentuh
Rp20.000/kg—Rp21.000/kg di
Pulau Jawa. Angka tersebut
merupakan batas atas harga
telur sebagaimana tercantum
dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 96/2018 tentang Harga Acuan Pembelian
di Tingkat Petani dan Harga
Acuan Penjualan di Tingkat
Konsumen.
“Sudah lebih dari sebulan
pemerintah melakukan rapat
koordinasi antartiga kementerian. Kami usulkan impor
200.000 ton jagung, tetapi tak
kunjung direalisasikan,” kata
Musbar, Kamis (6/2).
Bagaimanapun, Musbar
menilai pemerintah terlambat
mengambil tindakan. Sekalipun
impor jagung pakan direalisasikan dalam waktu dekat,
kedatangannya bakal bertepatan
dengan masa panen jagung di
dalam negeri.
“Kami sudah usulkan sejak
akhir tahun lalu untuk stabilitas harga selama Januari dan
Februari [2020] karena pasokan jagung mulai berkurang,
sedangkan panen diperkirakan
mundur sekitar Maret—April.”
Sementara itu, saat ditemui
di Kompleks Parlemen pada
Rabu (5/2), Direktur Utama
Perum Bulog (Persero) Budi
Waseso mengemukakan keputusan impor jagung pakan
ternak masih menunggu data
rill yang menunjukkan angka
kebutuhan di lapangan.
Dia menyatakan Kemenko
Perekonomian telah menerima
usulan volume impor jagung
pakan sebanyak 200.000 ton
dari kalangan peternak, tetapi
penghitungan yang tepat masih dilakukan untuk memastikan pengadaan luar negeri
tak mengganggu harga jagung
di petani jelang masa panen.
“Memang ada usulan impor
200.000 ton, tetapi kita tidak
bisa langsung [impor]. Harus
ada data kebutuhan riilnya,
sehingga impor sesuai keperluan dalam negeri. Kalau kelebihan akan berdampak buruk
ke petani jagung,” kata Budi.
Lebih lanjut, dia menyatakan
volume impor jagung pakan
akan diputuskan dalam rapat
koordinasi terbatas selanjutnya,
yakni ketika data potensi produksi dalam negeri dan kebutuhan telah diperoleh.
Adapun, menurut data Badan Ketahanan Pangan (BKP)
Kementerian Pertanian, potensi
ketersediaan jagung pipil kering
dengan kadar air 15% selama
periode Januari—Maret 2020
berada di angka 8,06 juta ton.
(Iim F. Timorria)
Bisnis/Arief Hermawan P
Juara Best of The Best Bisnis Indonesia Writing
Contest 2019 Irpanudin (dari kiri) mencoba mobil hadiah disaksikan Direktur Produksi & Pemberitaan PT
Jurnalindo Aksara Grafika sekaligus juri Bisnis Indonesia
Writing Contest 2019 Arif Budisusilo, Wakil Pemimpin
Redaksi Bisnis.com sekaligus juri Rahayuningsih, GM
Monetisasi & Strategi Digital PT Navigator Informasi
Sibermedia Arnis Wigati, Pemimpin Redaksi Bisnis
Indonesia Maria Yuliana Benyamin, dan Direktur PT
Navigator Informasi Sibermedia Asep MH. Mulyana
di kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2).
Irpanudin asal Brebes Jawa Tengah dengan karya
tulisan berjudul Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah
Kembangkan Ekonominya, Harapan Baru untuk Duet
Jokowi-Maruf ditetapkan sebagai pemenang setelah
melalui proses penjurian dari 293 peserta dengan
total 540 artikel.
S T A R T U P 19
Jumat, 7 Februari 2020
PENDANAAN STARTUP
CROWDFUNDING JADI ALTERNATIF
Perusahaan rintisan dituntut mencari alternatif modal setelah investor lebih ketat dalam mengucurkan dananya. Crowdfunding
menjadi salah satu yang dilirik.
Rahmad Fauzan
[email protected]
B
elakangan ini, investor
dirasakan tidak lagi
jor-joran dalam memodali perusahaan
rintisan. Mereka tidak
hanya melihat perusahaan rintisan dari segi percepatan
pertumbuhan, pertumbuhan eksponensial pengguna, dan valuasi.
Kini, pemikat para investor untuk
mendanai startup adalah kejelasan model bisnis dengan sasaran
strategis yang detail.
Pertumbuhan perusahaan
rintisan di Tanah Air bakal
terdampak. Jumlah perusahaan
rintisan di Indonesia meningkat dari 661 perusahaan pada
2017 menjadi 1.307 pada 2019.
Problemanya, tingkat kesuksesan perusahaan rintisan di
Tanah Air disebut-sebut hanya
berkisar 5%.
Pengetatan investor ini membuat startup harus mencari
alternatif pendanaan. Kehadiran
perusahaan penyedia platform
daring untuk pendanaan dan
investasi alternatif, khususnya
crowdfunding dinilai potensial
dalam mendukung pertumbuhan startup dan sektor industri
kreatif.
Crowdfunding atau urun dana
merupakan praktik penggalangan dana dari sejumlah
besar orang untuk memodali
suatu proyek atau usaha, yang
umumnya dilakukan melalui
media digital.
Head of Crowdfunding Working Group AFTech Edward
Ismawan Chamdani mengatakan platform crowdfunding
menjadi inovasi baru dalam hal
pendanaan dan diyakini dapat
memberikan dampak positif
terhadap sektor tersebut.
“Impact yang akan terjadi
diharapkan positif dan terjaga
SOP [standar operasional prosedur] maupun risk managementnya, sehingga sektor pendanaan
di bawah Peraturan OJK Nomor
37 dapat tumbuh,” ujarnya
kepada Bisnis, Kamis (6/2).
Edward menambahkan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTech)
melalui kerja sama dengan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
tengah melakukan pengarahan
serta menganjurkan platform
teknologi finansial, baik yang
sudah maupun belum memperoleh izin, untuk membentuk
asosiasi crowdfunding.
Dengan demikian, baik regulator maupun pelaku bisnis
di bawah asosiasi bisa saling
berkomunikasi dan kolaborasi
demi kebaikan perkembangan
sektor pendanaan guna mengisi gap pendanaan bagi usaha
mikro, kecil, dan menengah
(UMKM), perusahaan rintisan,
dan perusahaan lain di sektor
industri kreatif.
OJK sendiri telah menerbitkan peraturan terkait layanan
urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi
informasi atau equity crowdfunding melalui POJK Nomor 37/
POJK.04/2018 pada 31 Desember 2018.
Selain pengawasan, juga
ada aturan bahwa penawaran saham umum dilakukan
dalam jangka waktu maksimal
12 bulan, dengan total dana
yang dihimpun maksimal Rp10
miliar.
Sedangkan bagi penerbit yang
bukan merupakan perusahaan
publik, disyaratkan memiliki
jumlah pemegang saham penerbit tidak lebih dari 300 pihak.
Selain itu jumlah modal disetor
pun maksimal sebesar Rp30
miliar.
Adapun aturan bagi penyelenggara layanan crowdfunding,
wajib memiliki modal disetor
dan modal sendiri, masing masing paling sedikit Rp2,5 miliar
saat mengajukan permohonan
perizinan.
Salah satu perusahaan yang
menghimpun dana untuk startup dan industri kreatif adalah PT Likuid Dana Bersama
(Likuid). Perusahaan yang suda
terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menargetkan
pada tahun ini menyalurkan
pendanaan sebesar Rp40 miliar.
BAGI PENDAPATAN
Dana tersebut akan disalurkan kepada enam sektor bisnis
meliputi kuliner, hiburan (film,
serial, dan konser), e-sports,
kecantikan, kesehatan, serta
perusahaan rintisan. Sektor-sektor tersebut akan dihubungkan
dengan pihak investor melalui
skema project financing.
Skema project financing
merupakan skema berbasis revenue sharing atau pembagian
pendapatan dan profit sharing
atau pembagian keuntungan
“
Platform crowdfunding
menjadi inovasi baru
dalam hal pendanaan
dan diyakini dapat
berdampak positif
terhadap startup.
dengan potensi imbal hasil
untuk investor sebesar 12%
hingga 20%. Skema tersebut
memungkinkan investor dapat
berinvestasi secara kolektif
dengan minimal pendanaan
Rp100.000.
Chief Executive Officer dan
Pendiri Likuid Kenneth Tali
mengatakan perusahaan tidak
melakukan pembagian porsi
tertentu terhadap enam sektor
yang akan dikucurkan dana.
“Untuk porsi investasi, kita
tidak akan membatasi nilainya,” ujar Kenneth di acara
Platform Pendanaan dan Investasi di Jakarta, Kamis (6/2).
Pemain lainnya adalah Santara, yaitu platform Layanan
Urun Dana Melalui Penawaran
Saham Berbasis Teknologi Informasi (equity crowdfunding), yang
5.319
menyasar usaha
3.979
kecil menengah
dan startup.
Sejak Agustus
2017
MENCARI MODAL LEWAT
CROWDFUNDING
Dengan
makin
ketatnya
pendanaan
dari investor,
perusahaan
rintisan dan bidang
kreatif bisa mencari
alternatif pendanaan
lewat crowdfunding.
Beberapa
lembaga telah
menjembataninya.
2018, Santara telah mengumpulkan dana investasi mencapai lebih dari Rp8 miliar.
Dana tersebut telah disalurkan
kepada sejumlah UMKM dan
perusahaan rintisan di bidang
kuliner, properti, peternakan,
dan perikanan.
Pengamat perusahaan rintisan
sekaligus CEO DailySocial.id
Rama Mamuaya menilai pendanaan crowdfunding belum begitu berdampak bagi perusahaan
rintisan. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya perusahaan modal ventura yang siap
menggelontorkan uang, menginkubasi, serta mengakselerasi
perusahaan rintisan.
“Kalau 7 tahun lalu, betul.
Sekarang sudah tidak signifikan
karena sudah banyak sekali ada
VC [venture capital] yang siap
mendanai, inkubator atau akselerator yang siap membantu juga,”
ujar Rama kepada Bisnis.
Hal yang saat ini menjadi
permasalahan utama perusahaan rintisan, menurutnya,
adalah product-market fit atau
kecocokan produk dengan pasar, talenta digital, dan prospek
profitabilitas (path to profitability).
Tahun
Equity crowdfunding
crowdfunder ekuitas akan menginvestasikan
uang dengan imbalan kepemilikan saham
perusahaan, proyek, atau usaha.
Reward crowdfunding
Investor akan berkontribusi pada usaha
dengan imbalan manfaat nonfinansial yang
biasanya bisa berbentuk sebuah produk atau
karya
Donation crowdfunding.
Jenis crowdfunding yang dirancang untuk
amal dan bukan mencari profit.
Investor akan mendapatkan bunga dari
investasinya.
9.963
8.537
6.923
Pendanaan Crowdfunding di Dunia
(US$ juta)
2019
2020
2021
2022
Pendanaan Crowdfunding di Indonesia
Model bisnis crowdfunding
Debt crowdfunding
2018
11.985
11.113
2017
2018
2019
2020
2021
2022
2023
Nilai Transaksi
(US$)
Rata-Rata Pendanaan
2023
per Penawaran (US$)
120.000
140.000
170.000
200.000
230.000
250.000
270.000
310
338
373
401
423
449
478
Sumber: statista.com
Akumulasi Jumlah
Startup dan Calon
Startup Di Indonesia
2015-2019
203
1.307
956
661
52
2015
2016
2017
2018
2019
Sumber: Laporan Tahunan Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi
INOVASI
Permukaan Pintar Penguat Sinyal
[email protected]
I
nternet nirkabel, terutama
koneksi seluler, pada saat
ini sudah menjadi bagian
penting dari kehidupan
sehari-hari.
Namun, beberapa aplikasi penting seperti realitas
tertambah (augmented
reality) berbasis lokasi,
dan Internet of Things
(IoT) pada saat ini masih
dibatasi oleh kecepatan internet nirkabel yang masih
relatif rendah dibandingkan
dengan koneksi kabel.
Kecepatan koneksi internet ini makin vital pada
peranti yang semata-mata
bergantung pada sinyal
seluler atau Wi-Fi, seperti
ponsel dan IoT.
Teknologi seluler generasi
kelima (5G) diharapkan
dapat memberikan solusi
untuk mencapai koneksi
internet nirkabel yang lebih laju. Namun, 5G pada
saat ini masih dalam tahap
dini, dan bukan satu-satunya solusi.
Para peneliti dari MIT
(Massachusetts Institute of
Technology) yang tergabung dalam CSAIL (Computer Science And Artificial
Intelligence Laboratory)
telah mengembangkan
solusi untuk mendongkrak
kecepatan koneksi internet
tanpa harus menerapkan
standar komunikasi baru.
Kecepatan tinggi koneksi
internet nirkabel tidak dapat dicapai tanpa transmisi
sinyal kuat. Ini umumnya
dicapai dengan menambahkan antena pada pengirim
(transmitter) atau penerima
(receiver).
Tetapi, hal ini tidak
selalu bisa dilakukan pada
peranti yang dibatasi oleh
ukuran, seperti peranti
bergerak, sandangan, atau
IoT. Namun, para peneliti
CSAIL mengambil pendekatan lain, yaitu menambahkan antena di lingkungan eksternal.
Solusi dari peneliti CSAIL
ini dinamakan RFocus,
yaitu permukaan pintar (smart surface), yang
menggunakan lebih dari
3.000 antena yang dikenda-
likan oleh perangkat lunak.
Permukaan pintar ini dapat meningkatkan kekuatan sinyal rata-rata yang
sampai di penerima hingga
sepuluh kali lipat. Menurut
situs web MIT, permukaan
pintar ini juga relatif murah, karena masing-masing
antena hanya perlu biaya
beberapa sen dolar.
Permukaan pintar ini
dapat digunakan dalam
ruangan, misalnya sebagai
penguat Wi-Fi. Namun
para periset melihat aplikasi yang lebih penting. RFocus dapat digunakan dalam
pabrik dan rumah pintar
yang terhubung ke jaringan internet. Bila dipasang
di dalam pabrik, ia dapat
mendukung pemasangan
ratusan sensor yang berguna untuk memantau mesin
dan inventaris. (k8)
20 R E A L E S T A T E
Jumat, 7 Februari 2020
SOSIALISASI DAN PENCEGAHAN VIRUS CORONA
PASAR PERKANTORAN
Nihil Pasokan Baru di CBD
Bisnis, JAKARTA — Riset Perkantoran di CBD Selesai
mencatatkan permintaan
Cushman & Wakefield Intingkat okupansi yang mulai
donesia mencatat tidak ada Kontruksi 2019
membaik setelah selama 4
Luas (m2) tahun berturut-turut mengpasokan baru yang masuk Proyek
ke pasar perkantoran pusat Millenium Centennial Center 94.000
alami tren penurunan.
bisnis (central business dis- Pakuwon Tower
Tingkat hunian di pasar
80.200
trict/CBD) Jakarta selama Sudirman 7.8 Tower 1
perkantoran
CBD Jakarta
50.000
kuartal IV/2019.
mencatatkan okupansi se17.000
Director Strategic Consul- Office One
besar 75,3% pada tahun
23.500
ting Cushman & Wakefield Plaza BP Jamsostek
lalu atau meningkat 1,0%
Indonesia Arief Rahardjo Graha Binakarsa
dibandingkan dengan 2018
14.000
mengatakan beberapa Sumber: Cushman & Wakefield Indonesia
yang sebesar 74,3%.
proyek masih mengalami
“Hal ini akibat dari perketerlambatan penyelesaian pasokan perkantoran adalah luasan penyewa dan makin
kawasan Sudirman, Kuningan, sedikitnya pasokan baru yang
sampai kuartal I/2020.
“Selama setahun penuh dan Gatot Subroto.
masuk selama 2019,” ungNamun, riset Cushman & kapnya.
2019, seluas 290.000 m2 ruang perkantoran baru telah Wakefield menyatakan bahwa
Penyerapan ruang perkanselesai dan masuk ke pasar. untuk tahun ini diproyeksikan toran memang menjadi isu
Jumlah ini turun tajam di- masuk pasokan ruang perkan- muram selama beberapa tahun
bandingkan dengan tahun toran baru seluas 320.000 m2, terakhir karena tertekan oleh
sebelumnya yang 538.000 di mana 93% adalah gedung berkembangnya ecommerce
m2,” ujarnya di Jakarta pada perkantoran grade A.
dan co-working space.
Kamis (6/2).
Meskipun tahun lalu tidak
Pengembang pun menaBerdasarkan riset konsul- ada pasokan baru, riset yang han diri untuk membangun
tan properti tersebut, cakupan sama menunjukkan bahwa gedung perkantoran. (Ilham
wilayah yang masih menjadi pada kuartal terakhir 2019 Budhiman)
Bisnis/Abdullah Azzam
Petugas Inner City Management (ICM), perusahaan
konsultan pengelolaan properti, bersama petugas dari
Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta melakukan
pengecekan suhu badan dan sosialisasi mengenai virus
corona di sejumlah apartemen yang dikelola oleh ICM di
Jakarta, Kamis (6/2). Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi dan pencegahan penyebaran virus corona
di DKI Jakarta, khususnya di lingkungan apartemen.
PENGEMBANG MENYASAR MILENIAL
RUMAH TAPAK PALING DICARI KONSUMEN
Bisnis, JAKARTA — Rumah tapak tetap menjadi primadona di mata para pembeli properti hunian jika dibandingkan dengan
apartemen, terutama dari pembeli end user.
Mutiara Nabila & Ilham Budhiman
[email protected]
B
erdasarkan hasil riset
situs jual beli rumah
dalam jaringan Rumah123.com, tingkat
pencarian rumah di
situs tersebut sepanjang 2019 naik 27% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Adapun, pencari rumah tapak
(landed houses) naik 34%.
Di sisi lain, pencari apartemen
dan tanah justru turun masingmasing sebesar 10% dan 2%.
“Dengan data itu bisa terlihat
bahwa pencarian hunian secara
digital semakin jadi tren, terlihat
trennya sampai saat ini juga tetap naik,” jelas Country Manager
Rumah123.com Maria Herawati
Manik pada paparan Rumah123.
com Property Outlook 2020 di Jakarta pada Kamis (6/2).
Maria menambahkan kisaran
harga yang paling dicari untuk
rumah tapak berada di kisaran
yang cukup luas antara Rp500
juta – Rp5 miliar, sedangkan untuk apartemen berada di kisaran
Rp300 juta sampai Rp1 miliar.
“Kalau dilihat satu per satu,
paling banyak dicari di Rumah123.
com masih di kisaran
harga di bawah
Rp300 juta, sampai 21%. Tetapi,
kalau dilihat secara keseluruhan, digabungkan, pencarian
di kisaran
Rp500 juta
—Rp5 miliar memiliki
big chunk
hampir 60%,” ungkapnya.
Untuk apartemen, pangsa permintaan paling besar adalah dari
di bawah Rp300 juta sampai Rp1
miliar. Maria memprediksi hal itu
karena kini makin banyak investor muda yang ingin berinvestasi
properti dengan risiko yang minim.
“Prediksi kami, untuk investor
yang baru terjun, mereka ingin
investasi di apartemen yang harganya tidak terlalu berisiko, terjangkau, ukuran kecil. Mungkin
apartemen satu kamar atau studio,
dengan harapan bisa disewakan
dan mendapatkan return investasi
yang lebih cepat,” lanjut Maria.
MENYASAR MILENIAL
Director Strategic Consulting
Cushman
& Wakefield
Indonesia
Arief Rahardjo pun
menyatakan
residensial
khususnya
rumah tapak dianggap masih
menjadi pasar yang potensial di
segmen properti pada tahun ini.
Dia mengatakan bahwa pangsa
pasar dari subsektor properti tersebut dari tahun ke tahun cenderung
stabil. “Landed perumahan cukup
stabil. Kita pantau di Jabodetabek
ada sektar 40 township development,” kata Arief.
Berdasarkan riset Cushman
& Wakefield Indonesia, secara
akumulatif terdapat peningkatan
pasokan pada kuartal IV/2019 di
Jabodetabek sebanyak 383.258 unit
atau naik dibandingkan dengan
2018 yang 375.258 unit.
Secara terperinci, pasokan terbesar ada di Tangerang meliputi
61%, Bogor—Depok 22%, Bekasi
11%, dan Jakarta 7%. Tangerang
RESIDENSIAL TETAP
PALING DIMINATI
PERMINTAAN
PASOKAN
> 10 M
8,3%
5-10 M
20,6%
4,4%
6,5%
> 10 M
5-10 M
21,5%
2-5 M
12,6%
1,1%
3,0%
> 10 M
5-10 M
9,5%
2-5 M
11,1%
1-2 M
15,3%
500-1 M
Sumber: Rumah123.com
0,7%
> 10 M
3,0%
5-10 M
8,6%
2-5 M
9,7%
1-2 M
18,2%
500-1 M
15,5%
300-500 Jt
44,3%
< 300 Jt
1-2 M
1-2 M
500-1 M
20,8%
500-1 M
7,6%
300-500 Jt
30,4%
300-500 Jt
16,5%
8,8%
Landed perumahan
cukup stabil. Di
Jabodetabek ada
sektar 40 township
development.”
PASOKAN & PERMINTAAN APARTEMEN (RENTANG HARGA)
PERMINTAAN
PASOKAN
29,7%
23,4%
“
2-5 M
22,8%
20,4%
Ketua Umum Asosiasi Real Estate
broker Indonesia (AREBI) Lukas
Bong mengatakan segmen perumahan yang masih bisa bergerak
adalah yang harganya di bawah
Rp500 juta, maksimal Rp1 miliar.
“Paling banyak yang cari untuk
pasar sekunder juga dari kalangan
investor. Mereka cari yang lebih
terjangkau untuk meminimalkan
risiko tadi, kalau stagnan setidaknya tidak rugi banyak.”
Residensial, yang meliputi
landed houses atau rumah
tapak masih menjadi subsektor properti yang memiliki
prospek paling cerah untuk
2020. Hal itu berdasarkan
perkembangan bisnis properti
sepanjang 2019.
PASOKAN & PERMINTAAN RUMAH (RENTANG HARGA)
5,9%
mendominasi tingkat pasokan dengan segmen menengah ke bawah.
Secara kumulatif pada kuartal
IV/2019 tingkat penjualan juga
mengalami kenaikan sebesar
94,5% atau naik bila dibandingkan
dengan tahun 2018 sebesar 93,8%.
Rumah tapak masih didominasi
pangsa pasar milenial, pasangan
muda, dan end user. Harga di
kisaran Rp900 juta—Rp1,5 miliar
masih tetap menjadi pilihan dan
target utama penjualan. “Yang
sangat menarik adalah target
market-nya seperti milenial, itu
yang jadi target utama developer,”
katanya.
Menurut Arief, siasat pengembang untuk menyasar kaum milenial di antaranya menawarkan
tawaran yang
menarik seperti harga yang
terjangkau dan
fasilitas yang memadai (compact).
300-500 Jt
< 300 Jt
< 300 Jt
< 300 Jt
Bisnis/Adi Pramono
K O N S T R U K S I 21
Jumat, 7 Februari 2020
PROBOWANGI,
CALON JALAN TOL TERPANJANG KEDUA
Jika beroperasi, jalan tol
Probolinggo—Banyuwangi di Jawa
Timur sepanjang 172 kilometer
bakal menjadi jalan bebas hambatan terpanjang kedua di Indonesia
setelah tol Terbanggi Besar—Kayu
Agung yang memegang rekor
sepanjang 189 kilometer, menghubungkan Provinsi Lampung dan
Sumatra Selatan.
Akan tetapi, pembangunan jalan
tol Probolinggo—Banyuwangi atau
Probowangi belum menunjukkan
kemajuan
yang berarti meskipun kontrak
proyek atau perjanjian pengusahaan jalan tol sudah lebih dari 2
tahun ditandatangani.
Masuknya, investor asal China
juga belum mampu menggerakkan
roda pembangunan jalan tol
tersebut.
Topografi yang sulit, pembebasan lahan yang masih menghadapi
kendala, dan perubahan komposisi
kepemilikan saham pada PT
Jasamarga Probolinggo Banyuwangi yang belum tuntas menambah panjang waktu penyelesaian
proyek.
Pemegang saham
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. 94,66%,
PT Waskita Toll Road 0,34%, dan PT
Brantas Abipraya (Persero) 5%.
Profil Jalan Tol Probolinggo—Banyuwangi
BUJT
: PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi
PPJT
: 14 Desember 2017
Nilai investasi
: Rp23,39 triliun
Panjang
: 172 kilometer
Jumlah seksi
:3
Jumlah simpang susun (SS)
:7
BISNIS/YAYAN INDRAYANA
Sumber: BPJT, diolah
Semarang
Surabaya
Situbondo
Yogyakarta
Probolinggo
Banyuwangi
JALAN BEBAS HAMBATAN
KONSTRUKSI TOL PROBOWANGI
BARU RAMPUNG 2025
Bisnis, JAKARTA — Pembangunan jalan tol ruas Probolinggo—Banyuwangi atau disingkat Probowangi merupakan proyek jalan
tol terakhir dari Trans-Jawa setelah sebelumnya ruas Merak sampai dengan Probolinggo tersambung.
Agne Yasa
[email protected]
K
ontrak atau perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT)
yang membentang
sepanjang 172,91
kilometer ini telah
ditandatangani pada 14 Desember
2017 bersama dengan proyek jalan
tol Jakarta—Cikampek Selatan yang
disaksikan oleh Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat.
PPJT ditandatangani oleh Kepala
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)
dengan PT Jasamarga Probolinggo
Banyuwangi dan PT Jasamarga
Japek Selatan.
PT Jasamarga Probolinggo
Banyuwangi merupakan konsorsium PT Jasa Marga (Persero)
Tbk., PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Waskita Toll Road
sebagai badan usaha jalan tol ruas
Probolinggo—Banyuwangi.
Adapun, PT Jasamarga Japek
Selatan merupakan konsorsium
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan
PT Wira Nusantara Bumi.
Berdasarkan data yang dikutip
dari laman BPJT per 12 Januari
2020, progres pembangunan jalan
tol yang memiliki tujuh simpang
susun itu belum terlihat apa-apa,
bahkan progres pembebasan lahan
dan konstruksi masih nihil, sedangkan target beroperasinya pada 2022.
Namun, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi memastikan
ketersambungan jalan tol Trans-
Jawa dari Merak ke Banyuwangi
masih belum akan terwujud pada
tahun tersebut. Anak usaha PT
Jasa Marga Tbk. itu menargetkan
dapat merampungkan keseluruhan
konstruksi jalan tol Probowangi
pada 2025.
Direktur Utama PT Jasamarga
Probolinggo Banyuwangi Dominicus Hari Pratama mengatakan
bahwa pembebasan lahan membutuhkan waktu yang cukup lama
karena panjangnya jalan tol yang
akan dibangun.
“Dengan mempertimbangkan
progres pembebasan tanah, maka
ditargetkan paling lambat pada
tahun 2025 keseluruhan konstruksi
jalan tol Probowangi selesai,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (6/2).
Sehubungan dengan hal itu, target
Presiden Joko Widodo agar jalan tol
Trans-Jawa tersambung sepenuhnya
tahun lalu tidak terwujud. Ketika
meresmikan jalan tol Gempol—Pasuruan seksi 1 dan 2 pada Juni
2018, Presiden Jokowi memasang
target penyelesaian proyek jalan tol
Trans-Jawa dari Merak—Banyuwangi
dengan panjang 1.150 km dapat
rampung pada tahun lalu.
“Belum [2019], karena terkait
medannya cukup berat dan panjangnya 172 km, [proses pembebasan] lahan [juga] baru mulai
tahun [2019] kemarin,” katanya.
Lebih lanjut, Hari menjelaskan
bahwa saat ini PT Jasamarga Pro-
bolinggo Banyuwangi sudah menyelesaikan tender kontraktor dan
konsultan pengawas untuk pembangunan jalan tol Probawangi di Seksi
1 Probolinggo—Besuki yang berada
di wilayah Kabupaten Probolinggo
sepanjang kurang lebih 30 km.
“Pembangunan akan dimulai
segera setelah lahan diserahterimakan dari BPJT atau Badan
Pengatur Jalan Tol kepada BUJT
[badan usaha jalan tol],” ujarnya.
Adapun, untuk Seksi 2 Besuki—Bajulmati (Kab. Situbondo)
sepanjang 110,90 km dan Seksi 3 Bajulmati—Ketapang (Kab.
Banyuwangi) sepanjang 31 km,
BUJT sedang menyelesaikan desain
terperinci atau rencana teknis akhir.
Sebelumnya, pada 2019, PT Jasa
Marga (Persero) Tbk. bersama China Communications Construction
Indonesia (CCCI) telah menandatangani head of agreement kerja
sama investasi.
Investor asal China tersebut
menyiapkan dana senilai Rp23,30
triliun yang akan digunakan untuk membangun jalan tol tersebut.
Dengan masuknya investor asal
China tersebut, komposisi kepemilian
saham di PT Jasamarga Probolinggo
Banyuwangi berpotensi berubah.
Ketika dihubungi secara terpisah, Kepala BPJT Danang Parikesit
mengungkapkan bahwa perubahan komposisi kepemilikan saham
untuk PT Jasamarga Probolinggo
“
Paling lambat
pada tahun 2025
keseluruhan
konstruksi jalan tol
Probowangi selesai.
Banyuwangi masih dalam proses.
“Perubahan komposisi kepemilikan saham masih dalam proses
sehingga saat ini masih menggunakan sesuai dengan PPJT,”
kata Kepala BPJT Danang Parikesit
kepada Bisnis, Kamis (6/2).
Danang menambahkan bahwa
terlibatnya CCCI sebagai investor
di proyek jalan tol Probowangi
juga masih dalam proses evaluasi
di internal BUJT karena hal itu
merupakan proses bisnis. “Namun,
dikarenakan jalan tol ini belum
beroperasi, maka untuk perubahan
susunan pemegang saham harus
mendapat persetujuan dari Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat,” katanya.
NILAI PROYEK KONSTRUKSI
Sementara itu, Corporate Secretary PT Waskita Toll Road Alex
Siwu mengatakan bahwa pihaknya
belum bisa menginformasikan porsi
saham dari sebelumnya setelah
adanya rencana perubahan komposisi dengan adanya investor baru.
“Kepemilikan kami sudah sangat
kecil, menurun karena terdilusi
porsi saham WTR di Probowangi,” katanya.
PEMBEBASAN LAHAN
Ketika ditanya terkait dengan
perkembangan jumlah lahan yang
siap untuk dimulai proses konstruksi, Hari mengatakan belum ada
lahan yang dibebaskan sejauh ini.
“Kalau untuk persentase tanah
yang sudah bebas ini masih belum ada, nol karena masih dalam
tahap inventarisasi. Kalau infonya,
paling tidak mulai Maret sudah
mulai ada pembayaran [untuk
lahan],” ujarnya.
Oleh karena itu, untuk pengerjaan tahap awal Seksi 1, Hari
menargetkan dapat dimulai pertengahan pada tahun ini. Hal itu,
katanya, menyesuaikan dengan
proses pembayaran bertahap kepada pemilik lahan yang baru mulai
dilakukan pada Maret mendatang.
“Kalau Seksi 1 yang tahap awal,
saya targetkan setelah Lebaran
mulai pertengahan tahun ini, [dan]
2 tahun [diharapkan sudah bisa]
operasi,” ujarnya.
TOL CIMANGGIS—CIBITUNG
LMAN Segera Kembalikan
Dana Talangan
Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pekerja mengerjakan
konstruksi di salah satu
proyek di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/2).
Asosiasi Proyek Konstruksi Indonesia (Aprok) memproyekdikan pada tahun ini bisnis di sektor konstruksi
bangunan diproyeksi meningkat 13,82% dibandingkan dengan 2019, atau dengan perkiraan nilai proyek
mencapai Rp168 triliun.
Bisnis, JAKARTA — Lembaga Manajemen Aset Negara
akan melakukan pembayaran
dana talangan proyek jalan
tol Cimanggis—Cibitung pada
tahun ini.
Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari mengatakan
bahwa ada beberapa ruas tol
yang akan beroperasi pada
tahun ini, salah satunya adalah
ruas tol Cimanggis—Cibitung,
yang membutuhkan percepatan pembayaran dana talangan
pengadaan lahan.
“LMAN akan melakukan
pembayaran [dana talangan]
atas permohonan dari BPJT
[Badan Pengatur Jalan Tol]
antara lain untuk ruas tol
Cimanggis—Cibitung, yang
membutuhkan percepatan
pembayarannya dana talangannya,” ujarnya, Kamis (6/2).
Terkait dengan besaran atau
nominal pembayaran dana
talangan, lanjutnya, akan
mengikuti besaran pembayaran yang dimohonkan BPJT.
“Yang terpenting bagi LMAN
adalah alokasi dana untuk
ruas-ruas tol prioritas harus
mencukupi,” imbuhnya.
Bisnis mencatat, PT Cimanggis Cibitung Tollways
yang mengelola ruas tol
Cimanggis—Cibitung mendapatkan fasilitas pinjaman
khusus untuk dana talangan tanah terbanyak sebesar Rp3,70 triliun dari total
Rp7,10 triliun yang dikucurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk
tiga anak usaha PT Waskita
Toll Road, pada 2018.
Pembangunan proyek jalan
tol sepanjang 25,39 kilometer
oleh PT Cimanggis Cibitung
Tollways dengan investasi mencapai Rp4,52 triliun diharapkan
dapat mengurai kepadatan lalu
lintas di Jakarta Outer Ring
Road 1 selain menjadi penghubung baru bagi pusat-pusat
industri dan bisnis di Jakarta
dan sekitarnya. (Aprianus Doni T.)
22 L O G I S T I K
Jumat, 7 Februari 2020
BERLAYAR
Lintasan Komersial
Jumlah Armada Kapal Pelni yang Beroperasi (unit)
HINGGA NEGERI SEBERANG
Lintasan Perintis Darat
Dua perusahaan pelayaran pelat merah, PT Pelni
(Persero) dan PT ASDP (Persero), mulai memperluas
pasar luar negeri seiring dengan besarnya potensi
pasar di negeri seberang. Langkah kedua BUMN itu
sejalan dengan pengembangan visi perusahaan yang
hendak memperluas jangkauan bisnis internasional.
Jumlah kapal
Jumlah Lintasan
: 74 unit
: 56 lintasan
Jumlah kapal
Jumlah lintasan
Kategori
: 69 unit
: 162 Lintasan
Kapal Penumpang Tipe 3.000 & 2.000 pax
12
9
Kapal Penumpang Tipe 500 atau Roro
: 2 unit
: 2 trayek (8 lintasan
Trayek
26
Kapal Penumpang Tipe 1.000 pax
Perintis Laut
Kapal Ternak
Jumlah kapal ternak
Jumlah
Kapal Penumpang Kelas Ekonomi
5
Kapal Perintis
53
Kapal Barang Tol Laut
13
Kapal Barang Komersial
3
Kapal Ternak
1
Kapal Rede
Kapal Kargo
Jumlah kapal
17
: 2 unit
: 2 trayek (8 lintasan)
Jumlah trayek
Sumber: Dari berbagai sumber, diolah.
Data Bisnis PT ASDP Indonesia Ferry
Sumber: ASDP 2018
Jumlah Kapal
Pelni KM Logistik Nusantara 4 Rute
Jumlah Lintasan
Jakarta-Natuna-Pelabuhan Muara,
Brunai Darussalam (rencana operasi 14 Februari 2020)
Lintasan Komersial
Lintasan Perintis Darat
ASDP Rute
Lintasan perintis laut
Pelabuhan Dumai, Riau-Malaka, Malaysia (rencana)
Kalabahi, NTT-Dili, Timor Leste (rencana)
Sumber: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), diolah
Kinerja Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Rp miliar)
RKAP: Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
3.127,26
2.772,45
: 151 unit
: 234 lintasan
: 56 lintasan
: 162 lintasan
: 16 lintasan
Pendapatan
3.427,58
2.956,85
2.848,47
2.518,02
Laba
3.184,36
2.696,39
278,79
250,43
Beban
260,45
243,21
BISNIS/YAYAN INDRAYANA
2017
RKAP 2018
Prognosa 2018
RKAP 2019
ANGKUTAN PENYEBERANGAN LINTAS NEGARA
ASDP BIDIK MALAYSIA & TIMOR LESTE
Bisnis, JAKARTA — Ekspansi angkutan penyeberangan lintas negara diprediksi makin semarak pada tahun ini, seiring dengan
keinginan PT ASDP Indonesia Ferry membuka dua rute internasional dalam waktu dekat.
Rinaldi M. Azka & Hendra Wibawa
[email protected]
D
irektur Utama
PT ASDP Indonesia Ferry Ira
Puspadewi menjelaskan kedua
rute penyeberangan lintas negara yang disiapkan
perseroan adalah Dumai, Riau—
Malaka, Malaysia dan Maritaing,
Nusa Tenggara Timur (NTT)—Dili,
Timor Leste.
Dia menyatakan kedua rute
penyeberangan luar negeri itu
memiliki potensi angkutan penumpang dan kendaraan yang cukup
besar.
Ira mencontohkan rute Maritaing—Dili berpotensi mendongkrak ekspor karena Timor Leste
membutuhkan produk Indonesia.
“Dari sananya [Timor Leste] kita
mendapatkan turis karena ada
hubungan kultural, masih ada
juga keluarganya [di Indonesia],”
tuturnya, dalam acara Ngopi BUMN
di Jakarta, Kamis (6/2).
Selama ini, dia memaparkan
warga Timor Leste ke Indonesia
menggunakan pesawat udara.
Adanya angkutan penyeberangan
ke Timor Leste, imbuhnya, bisa
memberikan opsi transportasi yang
lebih terjangkau.
Ira melanjutkan rute Maritaing—Dili sudah didorong oleh
pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah melalui Pemprov
Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, dia menambahkan,
ASDP akan mengubah rute
yang sebelumnya dari Maritaing,
menjadi dari Kalabahi menuju
Dili karena kendala akses menuju
Pelabuhan Maritaing.
“Kalau ini pecah telur, maka ruterute lainnya yang akan kami jajaki.
Mudah-mudahan bisa berhasil,”
tandasnya.
Ira memaparkan rute internasional lainnya yang dibidik ASDP
adalah Dumai—Malaka, kendati
pelabuhan di Malaysia belum siap.
Pada tahun ini, Ira menegaskan,
perseroan menyiapkan belanja
modal hingga Rp1,6 triliun guna
merealisasikan sejumlah kegiatan
termasuk angkutan feri lintas
negara, bisnis properti, pembangunan 11 unit kapal sampai
dengan digitalisasi di sejumlah
pelabuhan.
Sekadar catatan, ASDP mencatatkan pendapatan hingga Rp3,2
triliun pada 2019 dengan mencetak
laba bersih sebelum audit sejumlah
Rp352 miliar.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menargetkan
penyeberangan internasional
Dumai—Malaka bisa beroperasi
pada Desember 2020.
Saat ini, Malaysia tengah membenahi dan menyempurnakan
tahap kesiapan infrastruktur di
pelabuhan.
“Direncanakan akan bisa beroperasi pada Desember 2020.
Ma laka—Dumai sudah lama
Pemerintah Indonesia dan Malaysia
memiliki perjanjian,” ujarnya.
Menurutnya, Ditjen Perhubungan
Darat dan ASDP sudah melakukan
survei terhadap lintasan Dumai—
Malaka.
Dia memaparkan ASDP yang
akan menjadi operator lintas
Dumai—Malaka belum didukung
dari sisi infrastruktur darat, yakni
terminal penyeberangan.
Saat ini, dermaga yang sudah
siap digunakan yakni Dermaga
Sri Junjungan, Kota Dumai, Riau
yang dikelola oleh Pemprov Riau
dari rencana awal menggunakan
dermaga milik PT Pelabuhan
Indonesia (Pelindo) I.
“Sisi darat harus diperbaiki. Perbaiki terminalnya, ruang tunggunya, dari sisi airnya sudah siap,”
paparnya.
Budi memaparkan Pemerintah
Malaysia kurang cepat dalam
melakukan pembenahan pelabuhan
di Malaka.
Saat melakukan survei ke
Malaka, dermaga dan terminalnya
belum siap menangani kapal
penyeberangan, sehingga tidak
mungkin memaksakan hanya dari
sisi Indonesia.
Sebaliknya, Budi menilai rute
NTT—Dili belum bisa dikatakan
siap karena perjanjian kerja sama
antardua negara belum ada.
“Perlu ada kerja sama Memorandum of Understanding [MoU]
terlebih dahulu antarnegara. Kalau
sudah ada saya bisa langsung
bergerak,” tuturnya.
PENUNDAAN PENERBANGAN KE CHINA
“
Dari sananya
[Timor Leste] kita
mendapatkan turis
karena ada hubungan
kultural, masih ada
juga keluarganya [di
Indonesia].
Terkait dengan lintasannya, dia
menilai belum baku karena masih
ada kemungkinan lintasan dari
Indonesia dimulai dari Pelabuhan
di Kalabahi, NTT.
“Saya mau yakinkan dahulu
mana yang lebih memungkinkan
digunakan dermaga internasional
antara dua itu [Maritaing atau
Kalabahi], tetapi secara resmi saya
belum menerima permohonan
administratif menyangkut masalah
itu,” terangnya.
MENGUNTUNGKAN
Sementara itu, akademisi Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya Raja Oloan Saut Gurning
menilai pengangkutan barang
melalui moda penyeberangan lintas
negara relatif memiliki banyak
manfaat dan nilai tambah karena
kian fleksibelnya aliran barang.
Selain itu, angkutan penyeberangan lebih fleksibel daripada angkutan laut yang terkendala masalah
double handling di pelabuhan laut.
“Saya kira [angkutan penyeberangan lintas negara] berpotensi
kuat untuk dikembangkan,” kata
Gurning.
Dia mencatat ada sejumlah hal
yang mesti diperhatikan sebelum
merealisasikan rute penyeberangan
lintas negara.
Pertama, operator penyeberangan
perlu melakukan verifikasi volume
barang dalam skala periode jangka
panjang. Alasannya, layanan baru
itu membutuhkan siklus investasi
jangka panjang.
Kedua, perlu dijalin kerja
sama pihak operator angkutan
feri dengan pemilik barang serta
pemilik truk.
Dalam membangun kolaborasi
tersebut, tuturnya, pemerintah
dapat berperan untuk menginisiasinya sehingga konektivitas
perdagangan Indonesia dengan
sejumlah negara tetangga seperti
Malaysia, Singapura, dan Australia
makin meningkat.
Dia juga menilai perlu ada
dukungan insentif fiskal bagi operator feri penyeberangan nasional
guna mengembangkan usahanya
ke wilayah negara tetangga.
Stimulus dari pemerintah dapat
membantu inisiasi operator angkutan penyeberangan nasional.
GALANGAN KAPAL LOKAL
3 Maskapai Alihkan ke Domestik
Bisnis, JAKARTA — Tiga
mas kapai penerbangan
yang terdampak penutupan
sementara penerbangan dari
dan ke China kompak ingin
mengalihkan penerbangan ke
rute domestik.
Managing Director Lion
Air Group Daniel Putut
menyatakan rute ke China
yang dibatalkan perlu segera
mendapatkan pengganti agar
utilisasi pesawat tetap terjaga.
Menurutnya, pembukaan
atau penambahan frekuensi
penerbangan pada rute
domestik bisa menjadi opsi
yang dipertimbangkan guna
menampung pesawat idle.
Namun, dia tidak ingin
gegabah dan masih perlu
evaluasi secara menyeluruh
terhadap rute lain. “Kami baru
mau meeting hitung rotasi
[penerbangan] mau dibawa ke
mana,” jelasnya, Rabu (5/2).
Daniel mencatat ada 30
penerbangan per pekan
yang harus dibatalkan
dengan kebijakan pemerintah
menyetop penerbangan dari
dan ke China. Hal tersebut
dipastikan memengaruhi
kinerja operasional ataupun
keuangan maskapai.
Direktur Utama PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk. Irfan
Setiaputra menyatakan bakal
membuka rute baru dan rute
tambahan guna mengalihakn
pesawat yang selama ini
melayani rute Chia. Rencana
tersebut, tegasnya, memerlukan
kajian matang. Pasalnya,
rute yang dibuka harus bisa
memenuhi permintaan penumpang dalam jangka panjang.
“Jadi, pesawat kan banyak
yang grounded. Selalu pilihannya ada dua, kami nambah
rute misalnya ke Surabaya
atau [buka] ke area-area baru
[ke negara lain],” jelasnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer Batik Air Achmad
Luthfie menyatakan akan
mengalihkan penerbangan
ke rute domestk dengan
pergerakan tinggi untuk
mengganti slot rute ke China.
Menurutnya, kebijakan
penyetopan rute ke China
oleh pemerintah bersifat
mendadak sehingga untuk
mengajukan perizinan baru
juga tentunya memerlukan
waktu. Alhasil, manajemen
memilih untuk menambah
frekuensi terbang exiting.
“Jadi, ya menambah frekuensi domestik ke rute-rute yang
menguntungkan seperti Jawa,
Sumatra, dan Kalimantan,”
ujarnya, Kamis (6/2).
Luthfie menuturkan perseroan menerbangi lima kota
ke China yang pada akhirnya
harus disetop secara mendadak.
Lima kota tersebut diterbangi
dengan menggunakan, baik
pesawat carter maupun pesawat
reguler. Namun, untuk kerugian
tersebut perseroan belum menghitungnya.
Pada 2020, Batik Air juga
menambah 5 unit pesawat
Airbus Neo. Dia memerinci
tiga di antaranya bertipe A320
Neo dan sisanya A321 Neo.
(Anitana W Puspa)
Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pekerja berjalan di dekat Kapal Motor Penumpang
(KMP) New Rose di galangan kapal PT Afta Teknik
Mandiri dan Afta Trans Mandiri di Makassar, Sulawesi
Selatan, pekan lalu. Galangan kapal lokal tersebut
mulai memproduksi kapal feri dengan investasi
mencapai Rp40 miliar menggunakan tenaga kerja
lokal dan kandungan bahan baku dalam negeri yang
telah mencapai 80%. Kapal tersebut nantinya akan
digunakan untuk rute penyebarangan Siwa Kabupaten
Wajo Sulawesi Selatan ke Kabupaten Kolaka Sulawesi
Tenggara.
E N E R G I 23
Jumat, 7 Februari 2020
PELUNCURAN PRODUK PELUMAS MOTOR
ENERGI BERSIH
JURUS MENARIK
INVESTOR
Pemanfaatan energi bersih atau energi ramah lingkungan terus
digembar-gemborkan oleh pemerintah seiring dengan tekad kuat untuk
menekan pemakaian energi berbasis fosil dari tahun ke tahun.
Muhammad Ridwan & Yanita Petriella
[email protected]
P
eningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan atau disingkat
EBT ini ditargetkan
dapat menambah bauran energi 23% sesuai
dengan kebijakan energi nasional
pada 2025. Hingga akhir tahun
lalu, porsi EBT dalam bauran energi
mencapai 8,85% dan tahun ini
ditargetkan porsinya dapat mencapai 13,40%.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, jumlah pembangkit EBT hingga akhir
tahun lalu mencapai 10.157
Megawatt (MW) dan ditargetkan tahun ini bisa bertambah
menjadi 10.843 MW.
Adapun bila diperinci, kapasitas pembangkit EBT yang
akan beroperasi pada tahun
ini untuk tenaga air akan
bertambah menjadi 6.050,70
MW dari tahun lalu yang
5.885,50 MW, lalu tenaga panas bumi bertambah menjadi
2.270,70 MW dari sebelumnya yang 2.130,60 MW.
Untuk kapasitas pembangkit tenaga bioenergi juga
akan mengalami penambahan
yang signifikan dari 1.884,60
MW menjadi 2.131,50 MW
pada tahun ini. Untuk pembangkit dengan tenaga bayu
atau angin dan hybrid tak
mengalami penambahan kapasitas dari tahun lalu yang
masing-masing 154,30 MW
untuk bayu dan 4 MW untuk
hybrid.
Pembangkit listrik tenaga
surya pada tahun ini pun
digenjot pemerintah sehingga
kapasitasnya menjadi 231,90
MW dari tahun lalu yang
97,40 MW.
Untuk mengakselerasi
pengguna dan menarik minat
investor menggarap potensi
energi terbarukan di Indonesia, Kementerian ESDM
pun berencana mengeluarkan
peraturan presiden (perpres)
yang mengatur soal tarif
pembangkit EBT.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Rida Mulyana menargetkan
perpres tersebut dapat keluar
atau diterbitkan pada Maret
mendatang. Perpres ini nantinya menggantikan Permen
ESDM Nomor 50 Tahun 2017
tentang Pemanfaatan Energi
Terbarukan untuk Penyediaan
Tenaga Listrik.
Dalam perpres tersebut
akan diatur dalam dua skema option dan stagging tarif
dengan feed-in-tariff. Skema
option akan dilakukan untuk
pembangkit yang memiliki
kapasitas lebih dari 100 MW,
sedangkan skema feed in
tariff (FiT) akan dikenakan
untuk pembangkit di bawah
100 MW.
FiT merupakan harga beli
listrik yang disesuaikan dengan biaya produksi tiap-tiap
jenis EBT.
Dalam FiT, nantinya tarif
EBT akan tetap dalam kurun
waktu 12 tahun pertama sejak pembangkit mulai beroperasi dengan tahap pertama
1 tahun hingga 12 tahun
dengan harga tinggi, lalu
setelah 12 tahun itu harganya
akan turun dan tidak berubah hingga berakhir masa
kontrak. Besaran tarif ini berpotensi berbeda karena berdasarkan lokasi pembangkit.
“Pertama gede dulu dan
akan rendah. Kan ada yang
kontraknya 30 tahun, ada
yang 25 tahun. Beda harganya 60% dari tahap pertama
ke kedua. Besaran harganya
sesuai kesepakatan. Setiap
pembangkit akan dikenakan
batasan waktu yang sama
yakni 12 tahun pertama,”
ujarnya, Rabu (5/2) malam.
Skema tarif tersebut diterapkan agar investor tertarik
mengembangkan pembangkit
listrik berbasis EBT di Indonesia. Pasalnya, investasi untuk membangun pembangkit
listrik dari EBT cukup tinggi.
Dengan skema tersebut,
pemerintah berharap investor
bisa mendapatkan pengembalian modal lebih cepat.
Kendati demikian, beleid ini
nantinya tidak diberlakukan
pada proyek pembangkit yang
kontraknya sudah ditandatangani atau telah melakukan
perjanjian jula beli listrik
(power purchase agreement/
PPA) sebelum perpres ini
terbit. Adapun, terdapat lima
jenis pembangkit yang akan
diatur tarifnya dalam perpres
ini yakni hidro, surya, angin,
biomassa, dan air.
Perpres ini tak berlaku untuk pembangkit panas bumi.
Skema penetapan harga beli
listrik dari pembangkit listrik
tenaga panas bumi (PLTP)
akan diatur khusus. Hal ini
Kapasitas Meningkat
Kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan
(EBT) makin meningkat sejak 5 tahun terakhir.
9.781
9.379
8.989
MW
8.496
MW
MW
MW
Kapasitas Meningkat
2015
2016
2017
2018
2
018
Kapasitas Pembangkit EBT 2019
Air 5.885,5 MW
Panas bumi 2.130,6 MW
Energi hibrid 4 MW
Bioenergi 1.884,6 MW
Bayu (angin) 154,3 MW
Energi surya (matahari) 97,4 MW
Tambahan peningkatan kapasitas
pada 2019 sebesar 376 MW, di
sumbang oleh Pembangkit Listrik
Panas Bumi (PLTP) sebesar
182,3 MW.
PLTP
Lumut Balai
PLTP
Sorik Marapi
PLTP
Muaralaboh
55 MW
42,3 MW
85 MW
Sumber: Kementerian ESDM, 2020.
“
Besaran harganya
sesuai kesepakatan.
Antara/Yulius Satria Wijaya
Managing Director
lantaran pengembangan panas
bumi mempunyai tingkat
risiko yang berbeda dibandingkan dengan energi bersih
lainnya.
DUKUNGAN PERBANKAN
Sementara itu, perbankan
bakal mendukung proyekproyek energi terbarukan sejalan dengan tekad pemerintah yang ingin mengurangi
penggunaan energi berbasis
fosil.
Wakil Direktur Utama PT
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Herry Sidharta
mengatakan bahwa pihaknya
akan mendukung mewujudkan program pemerintah untuk energi baru dan
terbarukan yang mempunyai
potensi pembiayaan sampai
dengan 2025.
BNI, katanya, akan memberi dukungan melalui
melalui pembiayaan kredit
maupun dengan mengurangi
dampak terhadap lingkungan
dengan implementasi green
financing yang memastikan
bahwa kredit yang dibiayai
sejalan dengan prinsip keuangan berkelanjutan dengan
menetapkan persyaratan kredit berwawasan lingkungan,
sosial, dan tata kelola untuk
mengurangi risiko kredit
pada sektor yang tidak ramah lingkungan.
Per Desember 2019, BNI
telah menyalurkan kredit
investasi pada energi terbarukan sebesar Rp4 triliun
dengan penyaluran pada
industri pembangkit listrik
tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga minihidro
(PLMTH).
Selain itu, pihaknya telah
menyalurkan kredit untuk
beberapa industri penghasil
sumber energi terbarukan
lainnya.
“Meskipun saat ini komposisi pembiayaan pada energi
terbarukan masih kecil,
10.843 tetapi kami berkomitmen
MW
untuk terus mendukung
usaha pemerintah dalam
meningkatkan penggunaan sumber energi
terbarukan hingga 23% pada
2025,” ujarnya kepada Bisnis,
Kamis (6/2).
Sementara itu, EVP Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central
Asia Tbk. Hera F. Haryn
2019 mengatakan bahwa BCA
terus berupaya untuk
meningkatkan pembiayaan
investasi pembangkit EBT
yang potensial secara bisnis dengan tetap memegang
prinsip kehati-hatian pada
masa yang akan datang.
Perseroan yang tercatat
dengan kode saham BBCA
itu telah menyalurkan
pembiayaan untuk
energi baru dan terbarukan untuk PLTA
dan minihidro,
biomassa, hingga
biogas baik secara
perseroan sendiri maupun sindikasi.
“BCA telah menyalurkan
pembiayaan energi baru dan
terbarukan sebesar Rp3,10
triliun per Juni 2019,” katanya kepada Bisnis,
BISNIS/YAYAN INDRAYANA
Kamis (6/2).
Motul Indonesia Carlo Savoca (kiri) bersama Training &
Technical Engineering Rinaldi memperlihatkan produk pelumas Motul berlisensi
MotoGP saat peluncurannya di Sirkuit Mini Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/2).
Motul meluncurkan produk baru Motul GP Power dan Motul GP Matic yang merupakan
hasil kerja sama dengan Dorna sebagai organisasi penyelenggara MotoGP untuk
memenuhi kebutuhan kendaraan roda dua.
JAMINAN PASOK LISTRIK
Cadangan Setrum PLN
Berlimpah
Bisnis, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara siap mendukung
pasokan listrik untuk pengembangan wilayah kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, destinasi
pariwisata prioritas, serta sentra
kelautan dan perikanan terpadu.
Wakil Direktur Utama PT PLN
(Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa seluruh sistem
kelistrikan di Indonesia saat ini
dalam kondisi surplus karena
hampir semua sistem mempunyai
margin cadangan (reserve margin)
yang mencukupi sehingga PLN
siap mendukung pengembangan kawasan usaha yang ada di
Tanah Air.
PLN mendapat penugasan dari
pemerintah untuk membangun
proyek pembangkit listrik 35.000
MW dan terus berjalan.
Selain itu, dalam Rencana Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)
2019—2028, BUMN kelistrikan
itu akan menambah kapasitas
pembangkit sebesar 56.397 MW
(termasuk program 35.000 MW)
dan menambah jaringan transmisi
sepanjang 57.293 kms (kilometer
sirkuit) hingga 2028.
“Tambahan kapasitas pembangkit
dan jaringan transmisi sesuai dengan RUPTL menandakan bahwa
kami siap memenuhi kuantitas
dan kualitas tenaga listrik yang
dibutuhkan oleh KI [kawasan industri], KEK [kawasan ekonomi
khusus], DPP [destinasi pariwisata
prioritas] dan SKPT [sentra kelautan
dan perikanan terpadu],” ujarnya,
Kamis (6/2).
PROPERTI
RUANG USAHA
Jual Bangunan Pabrik. LT9345m2
LB7459m2. Kwsan Indstri Jatake.
081395236622
Dengan memercayakan kebutuhan listrik pengembangan kawasan
kepada PLN, pengembang kawasan
dapat memaksimalkan penggunaan investasi untuk pengembangan
maupun keunggulan dalam menghadapi persaingan global.
SEBUAH PRESTASI
Staf Khusus Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral Bidang
Perencanaan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi Triharyo
Soesilo mengapresiasi kesiapan
PLN melalui program 35.000 MW
untuk mendukung pengembangan
kawasan usaha di Indonesia.
Peningkatan kapasitas 8.000 MW
pada 2020, katanya, merupakan
sebuah prestasi.
Dia menilai pengembangan sebuah kawasan menjadi motor untuk
mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional, salah
satu indikator kemajuan ekonomi
suatu negara adalah dari konsumsi
energi per kapitanya.
Pada 2019, konsumsi energi di
Indonesia masih 1.084 kWh per
kapita masih jauh dari angka negara
tetangga sekali pun. Oleh karena
itu, PLN akan mengoptimalkan
penyediaan listrik yang tersedia
sehingga ekonomi Indonesia akan
makin meningkat.
PLN sebagai perusahaan penyedia
listrik dengan pelayanan yang prima,
berkomitmen untuk menjadi yang
terbaik dalam melayani kebutuhan
listrik tentu dengan kualitas yang
baik dengan keamanan pasok 24
jam 7 hari. (Yanita Petriella)
Jumat, 7 Februari 2020
6/2/2020
24
OTOMOTIF
ASII
GJTL
AUTO
SMSM
IMAS
BOLT
MASA
INDS
1,56%
0,41%
0,00%
0,70%
0,00%
1,80%
3,00%
1,48%
6.500
6/2/2020
494
6/2/2020
1.180
6/2/2020
1.440
6/2/2020
885
6/2/2020
820
6/2/2020
480
6/2/2020
2.000
PASAR AFTERMARKET
INDUSTRI MODIFIKASI TERHAMBAT
Bisnis, JAKARTA — Industri modifikasi dan aftermarket menghadapi sejumlah hambatan di pasar domestik saat peluang
perkembangan kian terbuka seiring dengan tren konsumen yang makin menyukai mobil eksklusif. Sektor ini membutuhkan edukasi
pasar, advokasi, dan promosi.
Setyo Aji Harjanto & Moh. Fatkhul Maskur
[email protected]
I
ndustri modifikasi dan
aftermarket dinilai belum
banyak menikmati potensi pasar domestik, meski
produk-produknya terbilang
berkualitas.
Sebagai gambaran, Indonesia Modification Expo (IMX) 2020 diproyeksi hanya meraup transaksi Rp4
miliar. Bandingkan dengan Indonesia
Internasional Motor Show (IIMS)
2019 yang meraup Rp3,1 triliun.
“Produk modifikasi dan aftermarket masih kesulitan mengembangkan pasar lokal, kendati beberapa
merek mulai ekspor,” kata Founder
National Modificator & Aftermarket
Association (NMAA) Andre Mulyadi
kepada Bisnis, Rabu (5/2).
Andre menyatakan produk lokal
menghadapi anggapan konsumen
terhadap produk impor yang lebih baik.
Hal itu juga diakui Kiki Anugraha,
Founder Karma Body Kit. Menurutnya, salah satu kesulitan dalam
mengembangkan produk aftermarket adalah kekurang-percayaan
konsumen terhadap produk lokal.
Padahal, kualitas produk lokal
sudah dapat disandingkan dengan
produk impor. Dia mencontohkan
produk Karma Body Kit yang diekspor ke Amerika Serikat. Bahkan,
80% dari 17 produknya laku di
pasar ekspor.
Menurut Kiki, rendahnya permintaan pasar domestik terhadap
produk aftermarket lokal lantaran
harganya berbeda tipis dengan produk impor.
Faktor penghambat lainnya adalah biaya pengiriman yang mahal.
“Harusnya 90 unit terjual setiap
bulan, tetapi tidak tercapai. Pasalnya, harga shipping terlalu tinggi.”
Menurutnya, perkembangan industri modifikasi dan aftermarket
perlu beberapa solusi, yakni edukasi
pasar untuk meluruskan persepsi
terhadap produk lokal, advokasi
untuk mengatasi hambatan akses
modal, teknologi, hingga akses pasar, serta promosi melalui pameran
di pasar domestik maupun ekspor.
Andre juga mengajak pemegang
merek, modifikator, dan produsen
aftermarket menjaring milenial.
Selain sebagai pasar, kelompok
“
Kami menggandeng
specialist interior
maker (SIM) khusus.”
ini merupakan potensi sumber
daya kreatif.
Sejak 2 tahun terakhir Honda
menggelar kontes Brio Virtual Modification, adapun Daihatsu Dress
Up Challenge pada tahun lalu telah
melahirkan 279 mobil modifikasi.
“Pecinta modifikasi bertambah
tiap tahun,” kata Kepala Departemen Promosi PT Astra Daihatsu
Motor (ADM) Hari Wicaksono.
Harold Donnel, 4W Head of Brand
Development and Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales,
menilai konsumen makin menyukai
mobil yang dipersonalisasi atau
eksklusif. “Ini yang kami tangkap
sejak lama,” ujarnya, baru-baru ini.
Tren ini ditangkap Suzuki dengan
model APV Luxury (2016), dan
Ertiga Sporty (2012).Selain itu,
Ertiga Luxury, dan Ertiga Dreza.
Mercedes-Benz juga menangkap
tren ini melalui model pemasaran
New Vito, yang mana pembeli
diberi kesempatan memesan desain
interior sesuai dengan keinginan.
“Kami menggandeng specialist
interior maker (SIM) khusus,”
ujar Kariyanto Hardjosoemarto,
Deputy Director Sales Operation
& Product Management PT Mercedes Benz Distribution Indonesia,
baru-baru ini.
Keunggulan personalisasi mobil
menjadi daya tawar utama Vito.
MENUJU
PASAR
GLOBAL
Rilis produk, kolaborasi, dan karya modifikasi IMX 2019
Selain komponen
motor custom,
Indonesia memiliki
sejumlah merek
barang-barang
aftermarket roda
empat yang terus
mengembangkan
pasarnya ke pasar
global. Tahun ini, lima
perusahaan aftermarket akan mengikuti
pameran Osaka
Automesse 2020.
1.
Kolaborasi Datsun Indonesia dengan brand legenda kustom
kultur Mooneyes membuat Datsun GO edisi khusus.
1. AMMDes 1:1 berkonsep mini mixer truck hasil karya
pemenang kompetisi digital AMMDes Digimodz.
2. Lamborgini Aventador, mobil modifikasi dengan produk lokal
Karma Bodykit.
3. Mobil Toyota Terios dan Mitsubishi Xpander dengan produk
lokal Garuda Bodykit.
4. Honda HR-V modifikasi di booth Honda Indonesia yang
berkolaborasi dengan influencer Kiki Anugraha.
5. Avantech, produk velg lokal jenis beadlock untuk penyuka
tampilan off-road.
6. Torsion Wheel, merek velg aftermarket lokal dengan desain
atraktif.
7. RS300 Autovision, produk lampu LED yang memiliki 3 warna.
8. Prestone, produk radiator coolant bertutup biru dengan
formula dan keunggulan lebih baik.
9. Suzuki New Carry Pick Up, mobil hasil modifikasi dengan
gaya lebih macho.
10. Kopdar akbar ratusan komunitas mobil dari seluruh
Indonesia.
- Lumens Light (Bandung), custom lampu mobil yang diimbuhi teknologi dan produk terkini.
- Airlux Suspension (Surabaya), produk manajemen cerdas untuk air suspension yang bisa
dihubungkan dengan Android.
- Pako Group (Jakarta), produk fashion wheeIs berstandar original equipment manufacturer
(OEM), velg Avantech dan Fortis.
- Bitelblack (Jakarta), merek cover mobil custom.
- Karma (Tangerang Selatan), body kit dan spesialis lampu custom motor.
Sumber: NMAA, 2019
BISNIS/YAYAN INDRAYANA
MODEL BARU
RUPA-RUPA
Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengunjung dan
awak media mengamati New Honda Civic
Hatchback RS seusai peluncuran di Jakarta, Kamis (6/2). PT Honda
Prospect Motor (HPM) memperkenalkan model terbaru Honda
Civic Hatchback yang mengusung emblem RS dengan harga jual
Rp499 juta on the road.
Honda Pacu Penjualan Civic Hatchback
Bisnis, JAKARTA — Honda meluncurkan New Civic
Hatchback RS dengan target
peningkatan penjualan 16%
sepanjang tahun ini menjadi
1.800 unit sepanjang tahun
ini. Persaingan di segmen
pasar mobil hatchback semakin ketat.
Direktur Inovasi Bisnis
dan Penjualan PT Honda
Prospect Motor (HPM)
Yusak Billy mengatakan
Honda merupakan merek
yang populer di segmen
sedan buntung.
“Kehadiran Civic Hatchback memberikan pilihan bagi konsumen untuk
step up dari Honda Jazz
yang menginginkan mobil sporty, stylish, sekaligus
mempunyai brand image
yang sangat ikonik,” ujarnya dalam peluncuran New
Honda Civic Hatchback di
Mal Kota Kasablanka, Ja-
karta, Kamis (6/2).
Sejak diluncurkan pada
2017 hingga 2019, Honda
Civic Hatchback mencatatkan penjualan 5.232 unit.
Pada 2019, mobil ini terjual
1.579 unit dengan pangsa
pasar 5%.
“Model ini berada di
segmen yang sama dengan
Honda Jazz, yang menjadi market leader dengan
pangsa 40%.”
New Honda Civic Hatchback RS menggantikan
varian Civic Hatchback
sebelumnya, yaitu E dan S.
Eksterior Honda Civic
Hatchback RS menampilkan penambahan aero kit
pada bumper depan dan
bumper belakang, serta
side sill garnish di bagian
samping.
Emblem RS kini juga
disematkan pada bagian
depan dan belakang mobil.
Desain interior tak kalah
sportif. Perpaduan kulit dengan aksen jahitan merah
khas mobil sport tampil
pada jok, roda kemudi, tuas
transmisi, konsol tengah
dan door lining. Nuansa
krom hadir pada tuas gas
dan rem.
“New Honda Civic Hatchback RS memadukan warisan dari keluarga Civic dipadu dengan karakter varian
RS yang merupakan global
sporty icon,” ucap Yusak.
Mobil ini tersedia dalam
lima pilihan warna, yakni
Brilliant Sporty Blue Metallic,
Modern Steel Metallic, Rallye
Red, Crystal Black Pearl,
dan Platinum White Pearl.
Mobil tersebut dibanderol
seharga Rp499 juta on the
road Jakarta.
Honda Civic Hatchback RS
akan menghadapi sejumlah
pesaing, seperti Mazda 3,
dan Audi A3.
Fedy Dwi Parilaksono,
Head of Department Public
Relations and Media Communications PT Eurokars
Motor Indonesia—agen
pemegang merek Mazda
Indonesia, mengatakan pihaknya bakal tetap lakukan penyegaran di tengah
ketatnya komptisi segmen
hatchback.
“Pastinya ada [penyegaran], kami akan lakukan
penyegaran setiap tahun.
Harus ada penyegaran,”
ucap Fedy kepada Bisnis,
Kamis (6/2).
Fedy pun mengakui pasar hatchback masih sangat
ketat dengan banyaknya
pilihan di segmen ini.
Beda tipis dengan harga
Honda Civic Hatchback,
Mazda 3 Hatchback dibanderol seharga Rp497 jutaan.
(Setyo Aji Harjanto/Dionisio Damara)
Download