Uploaded by riskykhaliqsk

new document

advertisement
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan nikmat kesehatan
sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini tepat sesuai
dengan waktunya. Shalawat serta salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi Besar
Muhammad SAW kepada seluruh umatnya Aminn. Saya mengucapkan syukur
kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga saya mampu untuk menyelesaikan
pembuatan makalah sebagai tugas ke empat dari mata kuliah bahasa Indonesia
dengan judulnya “PENTINGNYA BAHASA INDONESIA TERHADAP
PROFESI KEBIDANAN ”.
Saya tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu,
penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya
makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian
apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini saya mohon maaf yang
sebesar-besarnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Terima
kasih.
Jumat, 04 Oktober 2019
Nurbaiti A.Umagapi
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENADAHULAN .................................................................................................. 1
1.1
Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2
Rumusan Masalah.......................................................................... 1
1.3
Tujuan Penelitian ........................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3
2.1
Hakekat dan Manfaat Bahasa Secara Umum ................................ 3
2.2
Manfaat Bahasa Indonesia dalam Pelayanan Kesehatan ............... 5
2.3
Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan ..................................... 6
2.3.1
Hambatan dari Proses Komunikasi.................................... 7
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 12
3.1
Kesimpulan .................................................................................. 12
3.2
Saran ............................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 14
ii
BAB I
PENADAHULAN
1.1
Latar Belakang
Keragaman bahasa yang terjadi di Indonesia terkadang menjadi salah satu
faktor penghambat dalam berkomunikasi. Keragaman bahasa yang ada dapat
menimbulkan perbedaan pemahaman antara komunikator dan komunikan. Begitu
halnya pada sistem pemberian pelayanan kesehatan penggunaan bahasa Indonesia
menjadi hal yang penting dilakukan oleh perawat agar klien tidak salah dalam
mengartikan bahasa yang dimaksud perawat.
Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional di Negara ini sangat
penting digunakan oleh para perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan
karena bahasa Indonesia dapat dimengerti oleh penduduk Indonesia sehingga jika
menggunakan bahasa Indonesia dalam memberikan pelayanan kesehatan maka
hambatan komunikasi akan semakin berkurang. Walaupun demikian sebagai
seorang perawat harus tetap menghormati bahasa daerah yang digunakan klien.
Hal tersebut dilakukan karena seorang perawat harus menghormati budaya yang
di bawa klien, salah satu dari budaya tersebut adalah bahasa.
1.2
Rumusan Masalah
Beradasarkan latar belakang, maka permasalahan sebenarnya yang ingin
diteliti adalah sebagai berikut :
1.
Apa yang mempengaruhi komunikasi antara perawat dan klien ?
1
2.
Apa maanfaat komunikasi dengan menggunakan bahasa indonesia dalam
pelayanan kesehatan di indonesia ?
3.
Bagaimana pengaruh bahasa indonesia dalam pemberian pelayanan
kesehatan di indonesia ?
1.3
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dipaparkan di atas maka hasil yang
akan dicapai pada tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan :
1.
Komunikasi yang efektif dalam pelayanan kesehatan.
2.
Pengaruh bahasa indonesia terhadap pelayanan kesehatan.
3.
Manfaat penggunaan bahasa indonesia dalam pelayanan kesehatan di semua
lingkup pelayanan kesehatan.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Hakekat dan Manfaat Bahasa Secara Umum
Bahasa dibentuk oleh kaidah atau aturan serta pola yang tidak boleh
dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan dalam berkomunikasi. Kaidah atau
aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata
kalimat. Bahasa penting dikusai oleh pengirim maupun penerima pesan agar
komunikasi yang terjadi antar keduanya dapat berjalan dengan lancar. Bahasa
adalah suatu sistem dari lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia
dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri
(Godam2008). Bahasa terdiri dari dua jenis, yaitu bahasa lisan sebagai bahasa
primer, dan bahasa tulisan merupakan bahasa sekunder. Manfaat Penggunaan
Bahasa Dalam Masyarakat :
1.
Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2.
Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3.
Alat untuk mengidentifikasi diri.
Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa (Godam,
2008) :
1.
Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa
sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2.
Ragam bahasa pada perorangan.
3
3.
Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau
dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa
sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4.
Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial
seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orangorang jalanan.
5.
Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6.
Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan
informal (tidak baku).
7.
Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh
dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang
dilakukan.
8.
Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara
bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh.
Keragaman bahasa yang banyak dinegara Indonesia ini dapat menyebabkan
adanya hambatan dalam berkomunikasi jika penerima pesan tidak mengerti
bahasa yang digunakan oleh pengirim pesan. Oleh karena itu, untuk
mempersatukan bangsa dan mengurangi hambatan dalam berkomunikasi biasanya
disetiap Negara memiliki bahasa pemersatu, begitu pula di Indonesia yang
memiliki bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah
bahasa resmi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu
bangsa Indonesia, yang terdiri atas berbagai suku dan etnis dengan latar belakang
bahasa berbeda.
4
Di Indonesia kesepakatan Bahasa persatuan sebagai Bahasa Indonesia telah
dibentuk sejak Sumpah Pemuda (secara de Facto), yang menjadikan Bahasa
Indonesia sebagai Bahasa yang sah sebagai Bahasa pemersatu. Jadi ketika kita
menggunakan Bahasa Indonesia jelas sudah kesepakatan kita untuk menjadikan
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa pemersatu yang terealisasi hingga detik ini,
dengan harapan setiap warga Indonesia di kedepannya dapat berkomunikasi satu
sama lain tanpa mengalami kesulitan dengan seluruh manusia yang berada di
wilayah Indonesia.
2.2
Manfaat Bahasa Indonesia dalam Pelayanan Kesehatan
Jenis pelayanan kesehatan yang ada Indonesia sangat beragam mulai dari
lingkup yang sederhana sampai yang luas cakupannya. Pelayanan kesehatan
diberikan mulai dari lingkup personal, keluarga, dan yang berada di lingkungan
masyarakat. Pelayanan kesehatan dalam lingkungan masyarakat dapat meliputi
pelayanan kesehatan di puskesmas, kelompok-kelompok masyarakat atau
komunitas dan Rumah Sakit. Komunikasi merupakan hal yang penting dan harus
diperhatikan oleh orang yang memberikan pelayanan kesehatan. Dalam
komunikasi faktor yang sangat berpengaruh adalah bahasa. Oleh karena itu
dibutuhkan kesamaan jenis bahasa yang digunakan agar tidak terjadi
kesalahpahaman dalam berkomunikasi.
Di
Indonesia
penggunaan
bahasa
Indonesia
lebih
ditekankan
penggunaannya dari pada bahasa daerah. Hal ini dilakukan oleh perawat agar
klien memahami bahasa yang perawat gunakan. Namun, sebagai seorang perawat
5
harus tetap menghormati bahasa yang digunakan oleh kliennya. Adapun manfaat
dari penggunaan Bahasa Indonesia dalam pelayanan kesehatan adalah:
1.
Mengurangi hambatan dalam berkomunikasi antara pemberi dan penerima
pelayanan kesehatan.
2.
Memberi kemudahan bagi pemberi pelyanan kesehatan khususnya perawat
dalam memberikan intervensi kepada kliennya.
3.
Memudahkan klien dan perawat dalam berkomunikasi.
4.
Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu mudah dimengerti
oleh hampir seluruh penduduk Indonesia sehingga penerima pelayanan
keperawatan mudah memahami dan menerima pesan yang disampaikan oleh
pengirim pesan.
5.
Perawat akan lebih mudah dalam menerapkan komunikasi teraupetik kepada
klien sebagai penerima pelayanan kesehatan.
2.3
Komunikasi dalam Pelayanan Kesehatan
Komunikasi
adalah
elemen
dasar
dari
interaksi
manusia
yang
memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertahankan dan meningkatkan
kontak dengan orang lain (Potter,2005). Komunikasi dapat terjadi pada tingkat
intrapersonal, interpersonal dan umum. Dalam materi pelatihan Keterampilan dan
Manajemen SPMK menyebutkan bahwa Hewitt (1981), menjabarkan tujuan
penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1.
Mempelajari atau mengajarkan sesuatu.
2.
Mempengaruhi perilaku seseorang.
6
3.
Mengungkapkan perasaan.
4.
Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain.
5.
Berhubungan dengan orang lain.
6.
Menyelesaian sebuah masalah.
7.
Mencapai sebuah tujuan.
8.
Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik.
9.
Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain.
Komunikasi
yang
terjadi
tidak
selamanya
lancar
karena
dalam
berkomunikasi terkadang mengalami hambatan-hambatan. Hambatan tersebut
dapat berasal dari pengirim pesan ataupun penerima pesan. Beberapa hambatan
dalam komunikasi adalah:
2.3.1
1.
Hambatan dari Proses Komunikasi
Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan
belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh
perasaan atau situasi emosional.
2.
Hambatan dalam penyandian/symbol, hal ini dapat terjadi karena bahasa
yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu,
simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama
atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit. Hambatan ini yang akan
sering terjadi jika terdapat perbedaan bahasa yang digunakan oleh
pengirim dan penerima pesan. Oleh karena itu dibutuhkan bahasa yang
7
mudah dimengerti dan bahasa ndonesia merupakan bahasa yang mudah
dimengerti di Negara ini.
3.
Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media
komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga
tidak dapat mendengarkan pesan.
4.
Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi
oleh si penerima
5.
Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat
menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru
dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
6.
Hambatan dalam memberikan umpan balik. Umpan balik yang diberikan
tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif,
tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
7.
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca
gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan,
gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
8.
Hambatan Semantik. Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi
kadang- kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau
berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.
9.
Hambatan Psikologis. Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang
mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan
yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.
8
Perawat sebagai salah satu pemberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat
dalam
berkomunikasi
teraupetik
merupakan
menggunakan
proses
komunikasi
dimana
perawat
teraupetik.
Komunikasi
berkomunikasi
dengan
menggunakan pendekatan terencana mempelajari klien (Potter,2005). Perbedaaan
dalam penggunaan bahasa dalam memberikan pelayanan kesehatan baik yang
dilakukan oleh perawat maupun petugas kesehatan lainnya merupakan faktor yang
terpenting yang harus dipahami karena perbedaan bahasa ini akan memberikan
dampak terhadap semua proses selama pelayanan kesehatan diberikan.
2.4
Pengaruh Bahasa Indonesia dalam Pelayanan Kesehatan
Beragamnya bahasa yang ada di Indonesia dapat menyebabakan
banyaknya arti dari setiap kata. Tidak tersampianya pesan yang disampaikan oleh
pengirim pesan dapat mengindikasikan adanya hambatan dalam komuniksi
tersebut. Perbedaan bahasa antara pemberi pelayanan kesehatan dalam hal ini
perawat dengan klien dapat menjadi hambatan dalam komunikasi antar keduanya.
Oleh karena itu dibutuhkan bahasa yang dapat dimengerti oleh hampir seluruh
warga Indonesia dan dapat digunakan dimana saja perawat dan klien itu berada,
bahasa tersebut adalah Bahasa Indonesia karena bahasa ini merupakan bahasa
pemersatu semua penduduk yang ada di Indonesia.
Komunikasi yang jelas dan efektif adalah aspek penting ketika
berhubungan dengan klien, terutama jika perbedaan bahasa menciptakan
rintangan kultural antara perawat dan klien. Perbedaan bahasa yang terjadi antar
aperawat dan klien harus dijembatani oleh orang ketiga agar pesan yang
9
disampaikan oleh perawat dapat diterima klien tanpa adanya kesalahpahaman arti.
Jika terjadi kesalahpahaman maka komunikasi yang terjadi antara keduanya dapat
dikatakan tidak lancar. Ketidakberhasilan untuk berkomunikasi secara efektif
dengan klien tidak hanya menyebabkan penundaan dalam diagnosis dan tindakan
tetapi juga dapat mengarah pada hasil yang tragis. Oleh karena itu kesamaan
bahasa dalam hal ini sangat diperlukan. Bahasa Indonesia memiliki pengaruh
yang sangat besar tehadap pelayanan kesehatan. Hampir seluruh penduduk di
Indonesia mengeti dan memahami arti dari penggunaan bahasa Indonesia yang
baik. Oleh karena itu dalam memberikan pelayanan kesehatan seorang perawat
harus
menggunakan
bahasa
Indonesia
yang
benar
agar
tidak
terjadi
kesalahpahaman. Beberapa pengaruh penggunaan bahasa Indonesia yang baik
dalam berkomunikasi dalam pelayanan kesehatan adalah:
1.
Memberikan kemudahan bagi penerima pelayanan kesehatan untuk
memahami maksud dari pemberi pelayanan kesehatan.
2.
Bahasa Indonesia mudah digunakan oleh penduduk Indonesia sehingga
perawat dapat menerapkan komunikasi teraupetik dalam memberikan
pelayanan kesehatan.
3.
Bahasa Indonesia dapat mengurangi hambatan yang ada. Dalam hal ini
adalah hambatan dalam proses komunikasi dan hambatan smantik.
4.
Penggunaan bahasa Indonesia dapat memberikan kemudahan dalam
berkomunikasi sehingga perawat dapat memberikan asuhan yang tepat dan
klien juga dapat mengikuti perintah yang diberikan. Apabila komunikasi
yang terjadi baik maka seorang perawat tidak akan menemukan hambatan
10
dalam memberikan intervensi keperawatan.
5.
Bahasa Indonesia dapat digunakan dimana saja diwilayah Indonesia. Hal ini
dikarenakan pemberian pelayanan kesehatan dapat diberikan disemua
lingkup bermasyarakat, baik itu di puskesmas, rumah sakit maupun di
komunitas yang ada di masyarakat.
6.
Memudahkan terjadinya umpan balik antara penerima dan pemberi
pelayanan kesehatan.
11
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1
Kesimpulan
Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu penting digunakan oleh
perawat karena dapat memudahkan perawat dalam berkomunikasi dengan
kliennya. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu sehinga mudah
dimengerti oleh penduduk Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya seorang
perawat dalam memberikan pelayanan kesehatannya harus tetap menghormati
bahasa yang digunakan kliennya, seperti bahasa daerah yang digunakan klien.
Bahasa Indonesia dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap komunikasi
yang terjadi antara pemberi dan penerima pelayanan kesehatan, diantaranya dapat
mengurangi hambatan komunikasi dan mudahnya terjalin komunikasi teraupetik
antar keduanya sehingga intervensi yang dilakukan akan lebih mudah dilakukan
karena sudah ada kesepahaman antar keduanya. Bahasa Indonesia yang baik
sangat penting digunakan oleh perawat diamanapun lingkup pelayanan kesehatan
yang diberikan, baik itu di lingkup personal, keluarga, rumah sakit maupun di
lingkungan komunitas. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara
pemberi dan penerima pelayanan kesehatan yang dapat mengganggu komunikasi
antar keduanya.
3.2
Saran
Sebagai calon perawat professional yang akan memberikan pelayanan
kesehatan, setiap mahasiswa keperawatan harus memperhatikan bahasa Indonesia
12
yang baik agar tidak terjadi hambatan dan kesalahpahaman dalam bekomunikasi.
Keberhasilan dan kesuksesan dunia kesehatan dalam peningkatan mutu pelayanan
dan asuhan kesehatan masa depan ada ditangan mahasiswa, perawat dan petugas
pemberi pelayanan kesehatan lainnya.
13
DAFTAR PUSTAKA
Administrator WHO dalam pelatihan Menejerial SPMK. 2003.Komunikasi. Style
sheet:www. kmpk.ugm. ac.id. Diakses 04 Oktober 2019 pada pukul 19.00
Godam. (2008). Definisi/ pengertian bahasa, ragam dan fungsi bahasa-pelajaran
bahasa Indonesia. Style sheet:www.organisasi. org. Diakses pada tanggal 05
Oktober 2019 pada pukul 18.30
Potter, Patricia A. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan:konsep, proses dan
praktik. Alih bahasa: Yasmin Asih. Jakarta: EGC.
14
Download