Uploaded by User42637

MANAJEMEN PERALATAN LABORATORIUM 2019 (1)

advertisement
Tujuan Pembelajaran
Peserta pembelajaran diharapkan akan mampu :
Manajemen Alat
Laboratorium
( Laboratory Equipment Management )
Anang Rafli
2019
Referensi :
1. Laboratory Quality Management System; World
Health Organization / CSLSI /CDC; Lyon, French,
2011
2. Complying With ISO 17025; United Nations Industrial
Development Organization; Vienna – 2009.
3. Maintenance Manual for Laboratory Equipment;
World Health Organization; 2008.
 Menyusun kriteria yang dapat menjadi bahan
pertimbangan sebelum membeli suatu alat atau
peralatan laboratorium.
 Mengelola pemilihan dan pembelian peralatan baru.
 Menjelaskan persyaratan untuk program
pemeliharaan preventif untuk alat laboratorium.
 Memberikan alasan yang tepat untuk
mengembangkan suatu program pemeliharaan
preventif di laboratorium Anda.
 Menjelaskan bagaimana kriteria untuk alat yang
dihentikan pemakaiannya atau sudah dianggap
usang.
Contoh Kasus
“Pengamatan mikroskopik tidak berhasil atau gagal. Tidak
ada catatan atau panduan pemecahan masalah pada
mikroskop, catatan pemeliharaan belum diperbaharui selama
2 tahun terakhir, dan buku panduan pengoperasian dan
pemeliharaan dari pabrik telah hilang.”
Apa yang harus Anda lakukan? Mengapa ?
Apa yang harus Anda lakukan sebelumnya?
Apa yang akan Anda lakukan jika ini terjadi di
laboratorium Anda?
Mutu Laboratorium / Laboratory Quality
Mutu laboratorium dapat didefinisikan
atau diukur dari tingkat keakurasian,
kehandalan
dan
ketepatan
waktu
pelaporan hasil uji laboratorium.
Pentingnya Kualitas Laboratorium
dan
Laboratorium Yang Berkualitas
Hasil pemeriksaan laboratorium harus seakurat
mungkin, seluruh aspek operasi laboratorium harus
dapat dipercaya, dan pelaporan harus tepat waktu agar
berguna secara klinis atau dalam pengaturan kesehatan
publik lainnya.
1
Proses Laboratorium
Menurut
Standar ISO
Sistim Manajemen Mutu
( Quality Management System )
Sistem manajemen mutu didefinisikan
sebagai kegiatan terkoordinasi untuk
mengarahkan dan mengendalikan organisasi
dalam hal mutu.
ISO = International Organization for Standardization
CLSI = Clinical and Laboratory Standards Institute
Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi
Mutu Laboratorium
1. Lingkungan
2. Prosedur kendali mutu
Proses Laboratorium
Menurut
Standar CLSI
3. Komunikasi
4. Kearsipan
5. Kompetensi dan pengetahuan SDM
Konsep alur kerja ini
menjadi model dasar dari
sistem manajemen mutu
Perlunya standar internasional laboratorium
Salah satu bagian dari manajemen mutu adalah penilaian,
yaitu mengukur kinerja terhadap sebuah standar atau
acuan yang telah ditetapkan.
Konsep manajemen mutu mengharuskan mengatur /
menyusun sebuah standar baku, dan untuk hal ini maka
dunia industri telah memimpin.
6. Bahan dan peralatan yang berkualitas
Model Sistem
Manajemen
Mutu
12
Komponen
Manajemen Mutu
Organisasi
Personalia
Peralatan
Pembelian
dan
Persediaan
Kendali
Proses
Manajemen
Informasi
Dokumen
dan
Catatan
Manajemen
Kejadian
Penilaian
Peningkatan
Proses
Pelayanan
Pelanggan
Fasilitas
dan
Keselamatan
Kerja
2
12
Komponen
Manajemen Mutu
Ditujukan
untuk
memastikan keakuratan,
kehandalan dan ketepatan waktu hasil uji
laboratorium, dan untuk meningkatkan kualitas
seluruh sistem operasi dilaboratorium.
Manajemen Peralatan Laboratorium
(Laboratory Equipment Management)
Fungsi peralatan laboratorium adalah sangat vital,
diantaranya untuk :
- Menghasilkan hasil tes yang andal
- Meminimalkan kerusakan instrumen
- Menurunkan biaya perbaikan
Definisi
- Mencegah keterlambatan pelaporan hasil tes
Manajemen Peralatan adalah salah satu
elemen penting dari sistem manajemen mutu.
Manajemen yang tepat dari peralatan dilaboratorium
diperlukan untuk memastikan keakuratan,
kehandalan dan ketepatan waktu pengujian.
- Mempertahankan produktivitas
Peralatan Dasar Laboratorium
Pengaturan peralatan yang baik akan
menghasilkan :
 Mempertahankan tingkat kinerja yang
tinggi
 Memperpanjang umur instrumen
 Mengurangi gangguan layanan karena
kerusakan dan kegagalan
 Meningkatkan kepuasan pelanggan
 Meningkatkan kepercayaan dan
pengetahuan petugas / operator
•
•
•
•
•
•
•
Microscope
Balance/scale
Centrifuge
Micropipette
Spectrophotometer
Refrigerator
Freezer
•
•
•
•
•
•
•
•
Autoclave
Hot air oven
Incubator
pH Meter
Water bath
Washer
Shaker / rotator
Vortex
3
(1)
PEMILIHAN
&
PENGADAAN
(2)
MENYIAPKAN ALAT
SIAP DIGUNAKAN
5
KOMPONEN
MANAJEMEN
PERALATAN
(3) PENYUSUNAN PROGRAM
PERAWATAN
(4)
(5)
Laboratory Quality Management System;
WHO / CSLSI /CDC; Lyon, French, 2011
IDENTIFIKASI MASALAH;
PERBAIKAN
&
PEMUSNAHAN
10
KRITERIA
MEMILIH ALAT
LABORATORIUM
PEMILIHAN
&
PENGADAAN
4
KRITERIA PENGADAAN
ALAT LABORATORIUM
PEMASANGAN
ALAT LABORATORIUM
DOKUMENTASI
PERAWATAN
10
10
KRITERIA
PENGADAN ALAT LABORATORIUM
KRITERIA
PENGADAN ALAT LABORATORIUM
1) Mengapa dan bagaimana peralatan itu dipakai?
2) Apa karakteristik kinerja instrumen? Apakah cukup
akurat sesuai dengan kebutuhan pengujian yang
harus dilakukan?
3) Apa persyaratan fasilitas juga fisik ruang?
4) Apakah biaya peralatan ada di dalam anggaran
laboratorium?
5) Apakah reagen akan tersedia? Apakah diberikan
secara cuma-cuma untuk jangka waktu terbatas?
Jika ya, untuk berapa lama?
6) Apakah mudah dioperasikan ?
7) Apakah tersedia buku petunjuk pemakaian
dalam bahasa yang mudah dimengerti ?
8) Apakah alat tsb ada agen tunggal di negara ini
dengan layanan purna jual ?
9) Apakah peralatan tsb memiliki garansi ?
10) Apakah ada masalah keamanan yang perlu
dipertimbangkan ?
4
KRITERIA
PENGADAAN ALAT LABORATORIUM
1.Mintalah gambar skema atau diagram system
jaringan alat laboratorium (kelistrikan, sistem
kamera, sistem komputer, dll.
2.Pastikan dipasang oleh ATPM dan
memberikan pelatihan pemakaian.
3.Jaminan garansi & masa percobaan untuk
memastikan alat tersebut dapat berfungsi
normal.
4.Jaminan pemeliharaan dari ATPM
PEMASANGAN
ALAT LAB.
AGEN TUNGGAL
LABORATORIUM
4
PEMASANGAN OLEH
AGEN TUNGGAL / VENDOR
PEMASANGAN OLEH
PIHAK LABORATORIUM
- Diagram/skema gambar, software, suku cadang, buku
petunjuk, dll.
- Periksa kelengkapan alat berdasarkan kontrak
dan buku panduan yang ada.
- Memasang dan memberi pelatihan.
- Garansi alat termasuk masa percobaan.
- Perawatan gratis berkala dapat dimasukkan dalam
kontrak pembelian.
- Agen Tunggal menyatakan secara tertulis bahwa
pemasangan menjadi tanggungjawab mereka.
- Siapkan daftar spesifikasi performa alat untuk
dicocokkan dengan hasil uji fungsi pasca pemasangan.
MENYIAPKAN ALAT SIAP DIGUNAKAN
- Buat duplikat perangkat lunak / software bila
alat tsb menggunakannya.
- Jangan menggunakan alat sebelum terpasang
dengan benar dan dilakukan uji fungsi oleh
petugas yang terlatih.
MENYIAPKAN ALAT SIAP DIGUNAKAN
PASCA PEMASANGAN / POST-INSTALLATION
PASCA PEMASANGAN /
POST-INSTALLATION
EVALUASI
KINERJA
a) Menetapkan penanggung jawab perawatan
dan pengoperasiannya.
b) Data pemakaian suku cadang dan
persediaan.
KALIBRASI
UJI FUNGSI
c) Melaksanakan rencana kalibrasi, verifikasi
kinerja, dan pengoperasian alat yang tepat.
d) Program perawatan harian, mingguan dan
bulanan.
e) Memberikan pelatihan untuk semua petugas.
PENYUSUNAN PROGRAM
PERAWATAN
Inventory Record
Calibration
 Verification
&
 Validation
Operating
Procedures
• Secara sistematis lakukan pembersihan rutin,
pengaturan atau penggantian suku-cadang yg
rusak.
– Lakukan rutin berkala, harian, mingguan
dan bulanan.
 Maintenance
Training
5
Pemeriksaan Fungsi Alat / Uji Fungsi
• Pemantauan parameter instrumen untuk
memverifikasi bahwa peralatan bekerja sesuai
dengan spesifikasi pabrik .
• Dilakukan secara berkala - harian, mingguan,
bulanan
• Dilakukan setelah perbaikan besar.
Implementasi Program Perawatan
•
Tentukan penanggungjawab program
•
•
•
Contoh:
• Pemantauan suhu harian
• Memeriksa kalibrasi panjang gelombang
• Dll.
Pengawasan semua peralatan laboratorium
Tanggung jawab individu
Mengembangkan
kebijakan prosedur
secara tertulis
•
Pelatihan petugas
•
Penyimpanan data
Implementasi Program Perawatan
Implementasi Program Perawatan
• Pembuatan data peralatan (Inventory Record)
• Name, Model #, Serial #
• Location in lab
• Tanggal Pembelian
• Nama pabrik, ATPM, Contact Person.
• Garansi
• Data suku cadang
• Pembuatan data peralatan (Inventory Record)
• Name, Model #, Serial #
• Location in lab
• Tanggal Pembelian
• Nama pabrik, ATPM, Contact Person.
• Garansi
• Data suku cadang
Implementasi Program Perawatan
Untuk setiap peralatan :
1. Buat rencana perawatan rutin
2. Buat pedoman uji fungsi yang diperlukan
3. Kembangkan daftar suku cadang
Implementasi Program Perawatan
Menentukan dan menjaga persediaan suku
cadang yang sering digunakan.
1.
2.
3.
4.
Nama suku cadang setiap peralatan
Nomor / kode suku cadang
Penggunaan rata-rata
Minimal # item yang akan
disimpan
5. Biaya dan tanggal
pemesanan
6. Tanggal masuk dan keluar
7. Saldo persediaan
6
Manajemen Peralatan Standar WHO
Implementasi Program Perawatan
(1) Evaluasi dan validasi peralatan baru / hibah oleh pusat
pengujian yang berwenang,
Membuat prosedur tertulis untuk semua peralatan
1. Petunjuk langkah-demi-langkah ringkas untuk
melakukan pemeriksaan pemeliharaan dan fungsi
2. Sertakan panduan untuk pemecahan masalah
(2) Database peralatan standar nasional
(3) Membuat SOP pembelian;
(4) Membuat SOP penerimaan alat.
Buat catatan pemeliharaan
yang mudah ditelusuri :
1. Pemeriksaan fungsi
dan perawatan rutin
2. Kalibrasi
3. Layanan pabrikan
(5) Memastikan kelengkapan alat termasuk layanan purna
jual.
(6) Memastikan pemasangan oleh agen tunggal/pabrik dan
pelatihannya.
(7) Buat dan kembangkan SOP penggunaan, perawatan, dan
penghapusan peralatan usang atau yang sudah tidak
dapat dipergunakan.
Development of National Health Laboratory Policy and Plan / WHO – South East Asia Region / 2011
Troubleshooting Procedure
Apabila Usaha Perbaikan Sendiri Gagal :
• Jangan gunakan alat yang tidak berfungsi normal.
• Baca & pelajari buku panduan dari
pabrik.
• Cari dan temukan sumber kerusakan /
masalah :
– Sampel
– Reagent
– Alat
– Listrik, air, dll
• Ganti SOP berdasar kasus per kasus.
• Alternatif pengujian laboratorium:
– Merujuk pada laboratorium terdekat.
– Gunakan alat cadangan (bila ada)
– Amankan sampel.
• Meminta bantuan dari ATPM atau tenaga ahli.
• Memasang tanda peringatan pada alat yang rusak.
Catatan Riwayat Peralatan
Perawatan Besar dan Perbaikan
•
• Jadwal perawatan besar secara periodik
harus dilakukan oleh agen tunggal.
• Opsi :
– Perawatan besar untuk alat kecil seperti
mikroskop, micropipette, centrifuge.
– Dilakukan oleh team teknisi khusus
peralatan biomedik.
Buat catatan untuk setiap alat :
 Tanggal kejadian atau berhenti beroperasi.
 Penyebab kerusakan / gagal.
 Tindakan yang diambil.
 Tanggal/waktu pemakaian kembali
 Perubahan perawatan
dan uji fungsi.
7
Penggantian / Pemusnahan
•
Kapan ?
– Apabila tenaga ahli menyatakan alat sudah tidak dapat
diperbaiki.
– Alat sudah ketingggalan jaman / teknologi, dan harus
diganti dengan produk terkini.
• Kenapa?
– Mencegah hasil uji yang tidak akurat.
– Pemanfaatan ruang yang ada
– Dapat menimbulkan bahaya.
• Bagaimana?
– Pisahkan komponen yang masih bermanfaat,
– Perhatikan/pertimbangkan bahaya biologis, ikuti
prosedur pembuangan lmbah/komponen/alat.
Keuntungan Program
Perawatan
1) Tingkat keamanan tinggi
2) Sedikit gangguan kerja
3) Menurunkan biaya perbaikan
4) Memperpanjang usia alat/komponen
5) Mengurangi peralatan yang tidak terpakai
6) Identifikasi biaya perawatan tinggi
7) Mengurangi variasi pengujian
8) Lebih yakin akan kehandalan hasil uji.
8
Download