Uploaded by common.user41416

Bab 4.4 Dioda Fungsi Khusus-min

advertisement
58
DAFTAR ISI
MODUL 4.4 DIODA KHUSUS DAN RANGKAIAN REGULATOR
TEGANGAN
4.1 Pendahuluan
59
4.2 Dioda Pemancar Cahaya
60
4.3 Dioda Photo
64
4.4 Dioda Laser
66
4.5 Dioda Varactor
66
4.6 Dioda Schottky
68
4.7 Dioda Step-Recovery
69
4.8 Dioda Varistor
70
4.9 Dioda Tunnel
70
4.10 Karakteristik Dioda Zener
73
4.11 Rangkaian Dioda Zener
74
4.12 Penstabil dengan Zener dan IC Regulator
80
4.13 Permasalahan Dioda Fungsi Khusus
84
Rangkuman ο€½
85
Daftar Bacaan 
86
Glossary
89
M. Rahmad
Elektronika Dasar
59
MODUL 4.4
DIODA KHUSUS DAN
RANGKAIAN REGULATOR TEGANGAN
4.1 Pendahuluan
Selain dioda penyearah yang dibuat dari bahan semikonduktor, terdapat juga
dioda yang dibuat untuk fungsi tertentu dan dioda jenis ini disebut dioda dengan
fungsi khusus. Diantara dioda khusus yaitu LED, dioda foto, dioda laser, dioda
varactor, dioda tunnel, dioda zener dan sebagainya. Tujuan yang diharapkan setelah
mempelajari modul 4.4 ini, yaitu melalui pemberian permasalahan tentang dioda
fungsi khusus dan rangkaian regulator tegangan dengan penerapan pembelajaran
berdasarkan masalah, anda diarapkan mampu mengidentifikasi dioda fungsi khusus
dan merancang regulator tegangan untuk digunakan dalam kehidupan manusia.
Adapun indikator kompetensi setelah anda mempelajari modul ini, yaitu anda
diharapkan mampu:
1. Memahami sedikitnya 4 lambang dioda fungsi khusus.
2. Membedakan dioda khusus berdasarkan simbolnya
3. Mengidentifikasi pembentukan karakter pada seven segmen
4. Menjelaskan prinsip suatu komponen optoelektronik.
5. Menjelaskan prinsip kerja dioda varactor.
6. Menjelaskan fungsi dari dioda khusus..
7. Menentukan parameter yang berhubungan dengan karakteristik dioda zener.
8. Menganalisis rangkaian regulator zener dengan pendekatan ideal (aproksimasi
pertama).
9. Menganalisis rangkaian regulator zener dengan aproksimasi kedua.
10. Menerapkan peranti regulator tegangan dalam merancang catu daya stabil.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
60
4.2 Dioda Pemancar Cahaya
Dioda khusus yang mengemisikan (memancarkan) cahaya dikenal dengan LED
(Light Emiting Diode). Peranti ini termasik dalam salah satu kelompok optoelektronik
yaitu dalam pengoperasiannya terkait dengan pemancaran cahaya. Beberapa bentuk
dan simbolnya ditunjukkan pada Gambar 4.1. LED terbuat dari persambungan
semikonduktor tipe p dan n yang akan memancarkan cahaya pada persambungan
ketika diberikan catu maju (bias maju) dan tidak mengalirkan arus pada bias mundur
(tidak memancarkan cahaya). Pada saat LED dibias maju, elektron pita konduksi
melewati junction dan jatuh ke dalam hole. Saat elektron jatuh dari pita konduksi ke
pita valensi, akan memancarkan energi dalam bentuk pancaran cahaya, sedangkan
pada dioda penyearah keluar sebagai panas. Warna-warna cahaya dari LED ditentukan
oleh jenis doping yang digunakan seperti gallium dapat menghasilkan warna merah,
arsen warna hijau dan phosfor menghasilkan warna kuning.
+
Gambar 4.1 Beberapa bentuk dan simbol LED
Gambar 4.2 merupakan struktur yang terdapat pada LED yang terdiri dari bagian
terminal elektroda yaitu anoda dan katoda, flat spot (dudukan LED), bagian lead frame, bagian
pemantul (reflective), persambungan kawat (wire bond), chip semikonduktor, dan lensa
penutup bagian atas.
LED dapat menghasilkan pancaran cahaya tampak yang berguna dalam display
berbagai peralatan seperti kalkulator, lampu hias, dan sebagainya, sedangkan LED
inframerah digunakan seperti dalam sistem sensor dan tanda bahaya. LED juga banyak
digunakan sebagai alat peraga pada peralatan laboratorium dan peralatan elektronik.
Selain itu LED dapat juga dirancang untuk menghasilkan cahaya yang koheren dengan
lebar bidang yang sangat sempit dan menghasilkan dioda laser.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
61
Gambar 4.2 Bagian-bagian LED (Wikipedia, 2013)
Keuntungan pemakaian LED dibandingkan lampu pijar yaitu umurnya cukup
panjang (±20 tahun), tegangan kerjanya rendah
(1 – 2 V) dan saklar nyala matinya
cepat (dalam satuan nanosekon).
Rs
Vs
VD
Gambar 4.3 Rangkaian dasar indikator LED
Gambar 4.3 merupakan rangkaian LED dengan hambatan Rs digunakan untuk
pembatas arus untuk melindungi arus dari tingkatan maksimum arus yang berlebihan
pada dioda. Tegangan resistor dan tegangan LED adalah Vs dan VD, sehingga dari
hukum ohm, arus melalui LED adalah
𝐼 =
M. Rahmad
[4-1]
Elektronika Dasar
62
LED komersial tersedia tegangan 1,5V sampai dengan 2,5V dan arusnya 10 mA
sampai 50 mA. Jika spesifikasi tidak diberikan digunakan tegangan jatuh 2 V untuk
analisa dan pemecahan rangkaian LED. LED mempunyai tegangan breakdown yang
sangat rendah yaitu antara 3 dan 5 V. Oleh sebab itu mudah rusak jika tegangan
baliknya terlalu besar dan harus diingat juga bahwa LED pada umumnya beroperasi
pada tegangan rendah, sehingga bias maju yang diberikan tidak boleh melebihi
ketentuan yang sudah ditetapkan oleh produsen LED. Tabel 4.1 memberikan
karakteristik beberapa tipe LED.
Tabel 4.1 Beberapa warna pancaran dan tegangan kerja LED
No.
Bahan LED
Warna Emisi
Tegangan
Forward
typikal
Arus
Forward
1
GaAsP/GaP
Merah
1,8 V
20 mA
2
GaAsp
Orange
2,0 V
30 mA
3
GaAsP
Kuning
2,1 V
30 mA
4
InGaN/GaN
Hijau
2,2 V
25 mA
5
InGaN
Putih
3,5 V
20 mA
6
AlGaInP
Merah hiper
2,0 V
20 mA
7
ZnSe
Biru
4,5 V
30 mA
LED dengan cahaya putih sekarang ini mayoritas dibuat dengan cara melapisi
substrat galium nitrida (GaN) dengan fosfor kuning. Karena warna kuning
merangsang penerima warna merah dan hijau di mata manusia, kombinasi antara
warna kuning dari fosfor dan warna biru dari substrat akan memberikan kesan warna
putih bagi mata manusia. LED putih juga dapat dibuat dengan cara melapisi fosfor
biru, merah dan hijau di substrat ultraviolet yang lebih kurang sama dengan cara kerja
lampu fluoresence. LED saat ini telah diproduksi dengan berbagai bentuk dan
spesifikasi untuk pemakaian dalam berbagai peralatan yang menggunakan teknologi
elektronika seperti jenis LED SMD, High Power LED, Super flux LED, Flashing
LED, Be-Color LED, dan masih banyak aplikasi lainnya seperti dalam pembuatan
lampu LED dan TV LED. Dengan peranti LED mampu menghasilkan kualitas
M. Rahmad
Elektronika Dasar
63
peralatan elektronik yang prima dan hemat energi. Silahkan identifikasi berbagai jenis
LED lainnya dan aplikasinya baik yang sudah disebutkan maupun yang belum!
Menentukan nilai Resistor LED
Rangkaian LED dasar harus dipasang seri dengan resistor untuk membatasi arus
listrik yang melewati LED agar LED tidak hangus atau putus. Arus yang melewati
LED berbanding lurus dengan nyala LED, semakin besar arus yang melewati LED
semakin terang LED menyala dan sebaliknya. Arus LED biasanya antara 10 – 30 mA.
Jadi resistor juga berfungsi mengatur nyala LED atau sebagai pembatas arus untuk
efisiensi daya. Nilai resistor pembatas arus ditentukan dari hubungan persamaan [4-1]
menjadi:
R = (VS – VL) / I
[4-2]
dimana:
VS
VL
I
= tegangan sumber (V)
= tegangan LED (biasanya bernilai 2V, atau 4V) (V)
= arus pada LED (mA)
Contoh 4.1
Jika terdapat sebuah LED dengan arus maksimal sebesar 25mA dengan tegangan
catu sebesar 5V dan tegangan maju LED sebesar 3V, berapakah nilai resistor
pembatas arusnya sehingga LED beroperai pada kondisi normal?
 Solusi
Besar resistor yang diperlukan adalah
R = (VS – VL) / I = (5V-3V)/25mA = 80 
Bagaimanakah bentuk rangkaiannya? Silahkan digambarkan rangkaian!
Seven Segmen
Salah satu pengembangan dari LED adalah tampilan tujuh segmen (Display
Seven Segmen). Peranti ini terbuat dari tujuh LED yaitu dari A sampai G. Setiap LED
disebut segmen karena membentuk karakter yang akan ditampilkan. Gambar 4.4
menunjukkan indikator seven segmen.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
64
Seven segmen dapat menampilkan beberapa jenis karakter seperti huruf dan
angka. Seven segmen terdiri dari dua tipe yaitu common anoda (anoda bersama)
artinya semua anodanya dihubungkan bersama sesuai Gambar 4.4 dan common katoda
(katoda bersama) yaitu semua katodanya dihubungkan bersama. Silahkan identifikasi
secara detail mengenai setiap tipe seven segmen!
A
F
B
G
E
D
C
P
A
a)
B
C
D
E
F
G
b)
Gambar 4.4 Indikator seven segmen
Bentuk simbol apa sajakah yang mungkin dihasilkan oleh sebuah seven segmen, silahkan
diidentifikasi! Bagaimanakan cara pengujian seven segmen untuk membedakan tipenya?
4.3 Dioda Photo
Dioda photo adalah peranti yang dirancang dengan karakteristik sensitif
terhadap frekuensi cahaya yang diterimanya. Dioda ini menggunakan pemicu
frekuensi cahaya agar bisa mengalirkan arus. Bagian junction dioda photo dibuka,
sehingga jika junction ini disinari dalam keadaan bias balik akan menghasilkan arus
yang disebut photo current. Arus ini sebanding dengan intensitas cahaya yang
diterima. Dioda ini digunakan untuk mengubah sinyal optik ke sinyal listrik. Bila tidak
diberi bias balik, photo diode berfungsi sebagai solar cell. Bentuk dan simbol dioda
foto menurut Gambar 4.5
Gambar 4.5 Dioda photo dan simbolnya.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
65
Berdasarkan prinsip penggunaan jendela kecil untuk membuka pn junction agar
terkena sinar, maka pabrik dapat membuat peranti dioda photo seperti Gambar 4.5.
Jika cahaya luar mengenai junction, dioda photo yang di bias balik akan menghasilkan
pasangan elektron-hole dalam lapisan pengosongan. Semakin kuat intensitas cahaya
yang diterima, semakin besar jumlah pembawa muatan minoritas yang dihasilkan dan
semakin besar arus baliknya. Rangkaian sederhana dioda photo diperlihatkan pada
Gambar 4.6. Pada rangkaian dioda photo akan menaikkan arus balik akibat cahaya
mengenai dioda photo. Dioda photo dapat berfungsi sebagai detektor cahaya yang
sangat akurat. Dioda ini juga merupakan peranti yang penting dalam rangkaian
optoelektronik yang penerapannya antara lain untuk sensor pendeteksi sinyal.
Gambar 4.6 Rangkaian dasar dioda photo.
Dioda photo yang diberi bias balik dengan nilai 1/10 volt, akan menghasilkan
arus yang hampir konstan (tidak tergantung pada besar bias mundur). Arus "gelap"
(dark current) berhubungan dengan arus saturasi mundur, akibat pembentukan carrier
minoritas secara termal. Cahaya yang menyinari permukaan dioda photo, akan
membentuk pasangan carrier, yang akan berdifusi ke junction dan menyeberangi
junction, sehingga menimbulkan arus. Arus saturasi mundur Io pada dioda p-n
sebanding dengan konsentrasi carrier minoritas. Junction yang disinari akan
menghasilkan sejumlah pasangan hole-elektron baru yang sebanding dengan jumlah
foton. Pemberian bias mundur yang besar akan terbentuk arus I = Io+ Is, dengan Is
adalah arus short-circuit yang sebanding dengan intensitas cahaya dan memenuhi
𝐼 =𝐼 +𝐼 1−𝑒
/
[4-3]
Berdasarkan persamaan [4-3], tegangan V bertanda positif untuk bias maju dan
bertanda negatif untuk bias mundur. Parameter η bernilai 1 untuk germanium dan 2
M. Rahmad
Elektronika Dasar
66
untuk silikon. VT adalah tegangan ekuivalen terhadap suhu. Bagaimanakah
karakteristik dioda photo berdasarkan hubungan persamaan [4-3]?
4.4 Dioda Laser
Dioda Laser merupakan dioda yang paling langka dibandingkan dioda jenis lain.
Dioda laser adalah sejenis dioda dimana media aktifnya menggunakan sebuah
semikonduktor persimpangan p-n yang mirip dengan yang terdapat pada dioda
pemancar cahaya. Dioda laser juga disingkat LD atau ILD. Penggunaan Dioda Laser
banyak ditemukan pada alat - alat berbasis serat optik, seperti pemutar DVD, CD,
DVD-R, dan lain-lain. Salah satu bentuk dan simbol dioda laser ditunjukkan pada
Gambar 4.7.
Gambar 4.7 Dioda Laser dan simbolnya
Dioda laser ditemukan pada akhir abad ini oleh ilmuwan Universitas Harvard.
Prinsip kerja diode ini sama seperti diode lainnya yaitu melalui sirkuit dari rangkaian
elektronika, yang terdiri dari jenis p dan n. Pada kedua jenis sambungan ini sering
dihasilkan 2 tegangan, yaitu: bias maju menghasilkan arus searah dengan nilai 0,707
untuk pemberian tegangan maju V dan bias balik pemberian tegangan terbalik yang
dapat merusak suatu dioda laser jika melebihi ketentuan. Peranti ini merupakan
sebuah semikonduktor yang radiasinya bersifat koheren (gelombang dengan frekuensi
dan amplitudo yang sama dengan beda fase yang tetap), pada daerah panjang
gelombang cahaya tampak sebagai infra merah. Silahkan dikaji lebih lanjut berbagai
tipe, spesifikasi, dan aplikasi lain dari dioda laser!
4.5 Dioda Varactor
Teknologi dioda yang telah dikembangkan oleh para ilmuan, menghasilkan
peranti yang dapat menggantikan fungsi kapasitor yang nilai kapasitansinya
M. Rahmad
Elektronika Dasar
67
dikendalikan oleh tegangan balik yang diberikan dan peranti ini disebut dioda varactor
atau dioda voltage variable capacitance atau varicap atau dioda tuning. Bentuk dan
simbolnya diperlihatkan pada Gambar 4.8. Dioda varactor merupakan dioda berbahan
utama silikon yang memanfaatkan efek kapasitansi yang berubah-ubah. Dioda ini akan
berubah nilai kapasitansinya dengan perubahan dari tegangan balik yang diberikan.
Peranti ini sangat penting dalam desain rangkaian yang berkaitan dengan frekuensi
yang memerlukan nilai kapasitansi aktif seperti rangkaian oscilator. Karena nilai
kapasitansinya ditentukan oleh nilai tegangan yang diterima, sehingga dapat
ditentukan frekuensi yang akan dilewatkan.
Gambar 4.8 Dioda varactor dan simbolnya (Dunia Elektronika, 2013)
Capasitance
pF
V
Reverse
Voltage
Gambar 4.9 Hubungan V-C pada dioda varactor
Dioda varactor mempunyai lapisan deplesi antara p dan n serta membentuk sifat
kapasitor yaitu sebagai bahan dielektrik. Ketika dioda ini dibias mundur, lebar lapisan
deplesi bertambah sesuai tegangan balik (bias mundur) yang diberikan. Karena lapisan
deplesi mejadi lebih lebar dengan kenaikan tegangan balik (menggeser keping
kapasitor), maka kapasitansi menjadi lebih kecil. Jadi kapasitansi dioda varactor
dikendalikan oleh tegangan mundur sesuai Gambar 4.9. Dalam memilih Dioda
M. Rahmad
Elektronika Dasar
68
Varactor (Varikap), beberapa spesifikasi yang harus diperhatikan yaitu: tegangan
breakdown minimal (antara 12V - 30V), Disipasi daya (antara 225mW - 330mW),
kapasitansi nominal (antara 2.8pF - 100pF), dan Arus puncak maksimum (antara
4mA-1A). Beberapa tipe dioda varactor dengan perubahan tegangan terhadap nilai
kapasitansi diberikan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Parameter perubahan tegangan terhadap kapasitansi dioda varactor
No
Tipe
1
2
3
4
IN 5142
ECG 610
ECG 612
ECG 613
Perubahan
tegangan
-4 V s.d - 60 V
-4 V s.d -30 V
-4 V s.d -30 V
-4 V s.d -30 V
Perbandingan
3:1
3:2
4:1
7:1
Nilai Kapasitansi
15 pF – 5 pF
6.8 pF – 2.7 pF
12 pF – 2.9 pF
22 pF – 2.9 pF
Aplikasi dioda varactor yaitu untuk menggantikan kapasitor yang ditala secara
mekanik menjadi penalaan elektronis untuk penerima televisi, radio FM dan peralatan
komunikasi lainnya. Dioda varactor banyak digunakan pada perangkat elektronika
yang menggunakan sistem komunikasi frekuensi tinggi. Dioda varactor juga
digunakan pada rangkaian tuner pada rangkaian penguat RF dan osilator. Frekuensi
kerja dari penguat RF dan osilator dapat dikontrol dengan perubahan tegangan pada
dioda varactor. Sistem ini disebut VCO (Voltage Controlled Oscilator) yaitu sistem
yang membolehkan kita mengubah channel pada pesawat televisi atau elektronik
dengan melalui penekanan tombol remote control.
4.6 Dioda Schottky
Dioda Schottky adalah dioda yang menggunakan logam (emas, perak atau
platina) pada salah satu sisi junction (tipe p) dan silikon yang didoping menjadi tipe-n,
biasanya gallium arsenide (GaAs) pada sisi yang lain. Peranti ini mempunyai sifat
seperti dioda dengan logam sebagai anoda dan semikonduktor ekstrinsik tipe n sebagai
katoda. Dioda ini termasuk piranti unipolar karena elektron bebas merupakan
pembawa mayoritas pada kedua sisi junction. Kekhususan dioda ini yaitu dapat diswitch (on-off) lebih cepat dari dioda biasa, dapat menyearahkan sinyal dengan
frekuensi tinggi di atas 300 MHz dan mempunyai penurunan tegangan lebih kecil
M. Rahmad
Elektronika Dasar
69
daripada dioda biasa (0,3 – 0,5 V). Salah satu bentuk dan simbol dioda schottky
terlihat pada Gambar 4.10. Silahkah identifikasi karakteristik dioda Schottky!
Gambar 4.10 Dioda schottky dan simbolnya
4.7 Dioda Step-Recovery
Dioda ini dirancang dengan prinsip mengurangi tingkat doping dekat junction
dan piranti ini memanfaatkan sifat penyimpanan muatan. Selama konduksi bias maju
sebagai dioda biasa dan pada bias balik akan konduksi sementara lapisan pengosongan
sedang diatur, kemudian secara tiba-tiba ruas bias mundur menjadi nol. Dioda ini
digunakan pada rangkaian pulsa dan digital untuk menghasilkan pulsa yang sangat
cepat. Silahkan diidentifikasi karakteristik dioda step-recovery!
Gambar 4.11 Dioda Step Recovery dan simbolnya
Manfaat dioda Step Recovery yaitu:
1.
Dimanfaatkan sebagai penyimpan muatan.
2.
Penghasil pulsa yang sangat cepat.
3.
Menghasilkan pensaklaran on-off <1 ns.
4.
Digunakan sebagai pengalih frekuensi.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
70
4.8 Dioda Varistor
Dioda Varistor adalah jenis dioda yang mengalami kondisi breakdown pada dua arah
yaitu pada bias maju dan bias balik sesuai Gambar 4.12. Dioda ini banyak digunakan untuk
proteksi spike terhadap rangkaian sensitif.
Gambar 4.12 Salah satu Bentuk dioda varistor dan simbolnya
Grafik pada Gambar 4.12a menunjukkan bahwa dioda varistor dari bahan ZnO memiliki
daerah breakdown pada sisi bias maju dan bias mundur lebih curam dan tegangan lebih rendah
dibandingkan dengan dioda varistor dari bahan SiC. Dengan kondisi ini jika peranti ini
dirangkai dengan peralatan elektronika, tidak akan mengalami lonjakan arus beban berlebih
atau karena pengaruh petir yang datang secara tiba-tiba. Silahkan diidentifikasi bagaimana
penerapan dioda varistor dalam rangkaian elektronika!
Gambar 4.12a Grafik hubungan V terhadap I dioda varistor
4.9 Dioda Tunnel
Dioda tunnel diperkenalkan tahun 1958 oleh Esaki sebagai salah satu dioda
khusus terbuat dari bahan semikonduktor yang dapat membentuk daerah transisi
M. Rahmad
Elektronika Dasar
71
menjadi sangat sempit. Karakteristik dioda tunnel diantaranya memiliki suatu daerah
dengan resistansi negatif. Gambar 4.13 memperlihatkan bentuk dan simbol
dioda
tunnel.
Gambar 4.13 Dioda tunnel dan simbolnya
Fenomena tunneling menerapkan prinsip lebar junction barrier yang
berbanding terbalik terhadap akar konsentrasi ketidakmurnian, sehingga lebar junction
barrier pada dioda tunnel tereduksi hingga nilainya kurang dari 100 Å (10-6cm).
Ketebalan ini hanya sekitar seperlimapuluh panjang gelombang cahanya tampak. Pada
persambungan dioda, satu partikel harus memiliki energi sebesar energi potentialbarrier untuk berpindah dari satu sisi dioda ke sisi lainnya. Namun, jika barrier-nya
demikian tipis, persamaan Schrödinger mengindikasikan adanya peluang besar bagi
elektron untuk menembus barrier. Perilaku mekanika-kuantum ini dinamakan
tunneling
(terobosan/terowongan),
sehingga
dioda
yang
dibuat
dengan
ketidakmurnian-tinggi dinamakan dioda tunnel. Karakteristik volt-amper dioda tunnel
Arus Maju
dapat dilihat pada Gambar 4.14.
IP
IV
Arus
tunnel
VP
Daerah
resistansi
negatif
VV
Arus bias maju
konvensional
VF
Tegangan Maju
Gambar 4.14 Karakteristik dioda tunnel
Berdasarkan Gambar 4.14 terlihat bahwa dioda tunnel merupakan konduktor
yang sempurna jika diberi bias mundur. Demikian juga untuk bias maju dengan nilai
M. Rahmad
Elektronika Dasar
72
tegangan yang kecil (hingga 50 mV untuk Ge), resistansinya relatif kecil (sekitar 5
ohm). Pada arus puncak Ip yang berhubungan dengan tegangan Vp, gradien bernilai
nol. Jika V sedikit lebih besar dari Vp, arus mengecil, sehingga konduktansi dinamik
g = dI/dV
bernilai negatif. Dioda tunnel memperlihatkan karakteristik resistansi
negatif antara arus puncak Ip dan nilai minimum IV yang disebut arus lembah (valley
current). Pada tegangan lembah VV dimana I = IV, konduktansi kembali bernilai 0,
dan di atas titik ini, resistansi kembali dan tetap bernilai positif. Pada titik yang
dinamakan peak forward voltage VF, arus kembali mencapai nilai IP. Jika tegangan
diperbesar, arus akan melewati nilai IP. Untuk arus dengan nilai antara IV dan IP, kurva
memiliki tiga nilai tegangan, karena satu nilai arus dalam daerah ini dapat dihasilkan
oleh tiga macam tegangan. Karakteristik seperti ini membuat dioda tunnel menjadi
sangat berguna pada rangkaian digital.
Tabel 4.3 Parameter beberapa tipe dioda tunnel
Parameter
Bahan
IP/IV
VP (Volt)
VV (Volt)
Ge
8
0.055
0.35
GeAs
15
0.15
0.50
Si
3.5
0.065
0.42
Sumber: Irwan, 2004
VF (Volt)
0.50
0.10
0.70
Aplikasi dioda tunnel adalah sebagai saklar kecepatan sangat tinggi. Karena
proses terobosan (tunneling) terjadi dengan kecepatan cahaya, respon transien hanya
dibatasi oleh kapasitansi shunt (kapasitansi junction dan pengkabelan) dan arus
pengendali puncak dengan waktu switching dalam orde nanosekon hingga 50 piko
sekon. Dioda tunnel juga digunakan untuk osilator frekuensi tinggi (microwave).
Dioda tunnel biasanya terbuat dari germanium atau galium arsenide sebagaimana pada
Tabel 4.3. Kelebihan yang dimiliki oleh dioda tunnel adalah murah, noise rendah,
sederhana,
berkecepatan tinggi, imun terhadap lingkungan, dan berdaya rendah.
Sedangkan kelemahan dioda tunnel adalah selisih tegangan-keluaran rendah dan hanya
merupakan komponen dua terminal, serta tidak adanya isolasi input-output, sehingga
menimbulkan kesulitan dalam desain rangkaian. Bagaimanakah dioda tunnel
digunakan dalam rangkaian?
M. Rahmad
Elektronika Dasar
73
4.10 Karakteristik Dioda Zener
Dioda yang dirancang dengan fungsi khusus beroperasi pada daerah bias balik
tepatnya pada kondisi breakdown dinamakan dengan dioda zener. Dioda ini pada bias
maju beroperasi seperti dioda penyearah silikon dan pada bias balik mampu beroperasi
pada kondisi breakdown melalui pengaturan tingkat doping yang sesuai sehingga
mampu membuat tegangan konstan pada bias balik. Salah satu bentuk dan simbolnya
ditunjukkan pada Gambar 4.15
A
(a)
K
(b)
Gambar 4.15 Bentuk dan simbol dioda zener
Melalui pengubahan level ketakmurnian (doping) dioda silikon, maka pabrik
dapat menghasilkan dioda yang maampu bekerja pada tegangan breakdown. Ketika
dioda zener bekerja pada daerah bias maju, akan mulai menghantar dengan baik pada
tegangan sekitar 0,6 V - 0,7 V, artinya sama dengan dioda penyearah biasa. Pada bias
balik dioda zene,r saat tegangan mulai dari nol sampai daerah bocor (breakdown)
hanya mempunyai sedikit arus balik, sedangkan pada saat mencapai daerah breakdown
mempunyai lengkungan arus berbentuk lutut yang sangat tajam dengan lengkung arus
yang hampir vertikal. Daerah breakdown dioda zener ini disebut juga dengan tegangan
zener. Inilah alasan dioda zener termasuk dioda fungsi khusus, karena akan
menstabilkan tegangan sesuai tegangan zener, jika tegangan masukan yang diberikan
melebihi tegangan zener.
Grafik karakteristik dioda zener ditunjukkan pada Gambar 4.16 dimana pada
bias maju kurvanya cenderung sama dengan dioda penyearah silikon, sedangkan pada
bias balik akan menghasilkan tegangan konstan pada daerah bocor atau tegangan
breakdown. Pada bias balik disamping tegangan zener, juga menghaslkan arus IZT
yaitu daerah pengetesan arus dan arus IZM menunjukkan arus balik maksimum. Jika
M. Rahmad
Elektronika Dasar
74
arusnya melebihi IZM, maka pada rangkaian harus menggunakan resistor pembatas arus
untuk mencegah kerusakan dioda zener.
Gambar 4.16 Grafik karakteristik dioda zener
Dioda zener yang dirancang khusus bekerja pada daerah breakdown (daerah
longsoran), tegangan zener-nya diatur melalui tingkat doping yang diberikan, sehingga
dapat bekerja pada tegangan balik mulai dari 2 V sampai 1000 V dan disesuaikan
dengan kemampuan daya menurut tipenya. Dioda zener merupakan tulang punggung
pengatur tegangan yaitu rangkaian yang menjaga agar tegangan beban hampir konstan
selama berada pada daerah operasi dioda zener, meskipun terdapat perubahan yang
cukup besar pada tegangan line (PLN) dan resistansi beban.
4.11 Rangkaian Dioda Zener
Dioda zener sering juga disebut dioda regulator (dioda pengatur tegangan)
karena mempertahankan tegangan keluaran tetap konstan, walaupun arus yang
melaluinya berubah. Sesuai dengan fungsi khususnya dioda zener yang beroperasi
pada daerah avalans (breakdown), maka rangkaian dasar pengujiannya dapat dirangkai
menurut Gambar 4.17.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
75
Gambar 4.17 Regulator zener dengan beban
Ketika operasi normal dioda zener dibias mundur sebagaimana Gambar 4.17.
Resistor seri digunakan untuk membatasi arus zener agar lebih kecil dari arus
maksimumnya untuk mencegah kerusakan dioda. Gambar 4.17 merupakan rangkaian
dioda zener yang menggunakan pembagi tegangan, Jika V ≤ Vz, maka dioda zener
dalam kondisi “off”. sehingga rangkaiannya sesuai Gambar 4.17a dan tegangan
theveninnya memenuhi.
Gambar 4.17a Rangkaian pada kondisi zener off
𝑉=
𝑉
[4.4]
Apabila keadaan dioda zener “off” seperti pada Gambar 4.17b, maka memenuhi nilai
tegangan beban dan arus beban yaitu
Gambar 4.17b Arus beban pada kondisi zener off
M. Rahmad
Elektronika Dasar
76
𝐼 =
[4-5]
Jika V ≥ Vz, maka dioda zener dalam keadaan“on” dan memenuhi hubungan
berdasarkan gambar rangkaian 4.17c.
Gambar 4.17c Rangkaian pada kondisi zener on
Tegangan beban akan sama dengan tegangan zener, karena keduanya rangkaian paralel
dan zener beroperasi pada daerah breakdown
𝑉 =𝑉 =
𝑉
[4-6]
arus beban dan arus zener memenuhi persamaan [4-7] dan [4-8]
𝐼 =
[4-7]
=
𝐼 =
−𝐼
[4-8]
resistor beban memenuhi persamaan
𝑅 =
𝑅
[4-9]
dan disipasi daya dioda zener menurut hubungan
𝑃 = 𝑉𝐼
[4-10]
dimana 𝑃 ≤ 𝑃 , Vz tegangan dioda zener dan Iz arus yang melalui dioda zener.
Beban yang kecil (RL <) akan menyebabkan tegangan yang melewatinya kecil,
jadi jika lebih kecil dari Vz menyebabkan dioda off, sehingga nilai tahanan beban
minimumnya adalah:
M. Rahmad
Elektronika Dasar
77
𝑅
=
𝑅=
𝑅
[4-11]
Sedangkan arus beban minimum ditentukan dengan
𝐼
=
=
[4-12]
Berdasarkan Gambar 4.17c maka dapat ditentukan tegangan theveninnya yaitu
VTh ο€½
RL
Vs
Rs  RL
[4-13]
Persamaan ini adalah persamaan nilai tegangan ketika dioda zener diputuskan
dari rangkaian. Tegangan thevenin harus lebih besar daripada tegangan zener, sebab
jika sebaliknya maka kondisi breakdown tidak terpenuhi. Arus yang melalui resistor
seri memenuhi hukum ohm yaitu
Is ο€½
Vs ο€­ VZ
Rs
[4-14]
dan tegangan beban secara ideal akan sama dengan tegangan dioda zener
VL = VZ , sehingga arus beban memenuhi
IL ο€½
VL
RL
yaitu
[4-15]
dengan hukum Kirchhoff diperoleh hubungan Is = IZ + IL, maka arus zener-nya
adalah
IZ = Is - IL
[4-16]
jadi terlihat bahwa arus zener tidak sama dengan arus seri.
Contoh 4.2
Jika diketahui dari Gambar 4.3 Vs = 18V, Rs = 270 Ohm, tegangan zener 10 V dan
tahanan beban 1 K, apakah dioda bekerja pada daerah breakdown?
M. Rahmad
Elektronika Dasar
78
 Solusi
Tegangan thevenin ditentukan menggunakan persamaan [4-13] yaitu
1K
VTh ο€½
ο‚΄ (18V) ο€½ 14,2V
270  1K
karena tegangan thevenin lebih besar dari tegangan zener, maka dioda bekerja pada
daerah breakdown.
Dioda zener dapat dirancang untuk membentuk gelombang persegi sebagaimana
Gambar 4.18. Pada setengah siklus positif, dioda sebelah atas akan menghantar dan
dioda sebelah bawah breakdown. Akibatnya keluaran akan terpotong seperti pada
Gambar 4.18. Level pemotongan sama dengan tegangan zener ditambah 0,7V (dioda
bias maju). Pada setengah siklus negatif terjadi kebalikannya. Dioda sebelah bawah
menghantar, dan sebelah atas breakdown, sehingga keluaran selalu berbentuk
gelombang kotak/persegi. Semakin tinggi gelombang sinus masukannya semakin baik
gelombang kotak yang dihasilkan.
Gambar 4.18 Pembentuk gelombang persegi dengan dioda zener
+
RZ
-
+
VZ
-
Gambar 4.19 Pendekatan kedua dioda zener
Gambar 4.19 adalah pendekatan kedua dioda zener yaitu memperhitungkan
tahanan zener yang dianggap terhubung seri dengan baterei ideal. Karena arus zener
mengalir melalui tahanan zener maka tegangan beban memenuhi
M. Rahmad
Elektronika Dasar
79
VL = VZ + IZRZ
[4-17]
perubahan tegangan beban dari kasus ideal adalah
VL ο€½ I Z RZ
[4-18]
Pembacaan Lembar Data Dioda Zener
Berdasarkan lembar data dioda zener dapat diketahui daya maksimumnya.
umpamanya jika VZ = 12 V dan IZ = 10 mA, maka dayanya Pz = (12V)(10mA) = 120
mW. Dioda zener yang ada dipasaran mempunyai rating daya dari ¼ W sampai 50 W.
Disamping daya pada lembar data biasanya terdapat data arus maksimum dioda zener
yaitu dari hubungan menurut persamaan [4-19], sedangkan spesifikasi beberapa dioda
zener diberikan pada Tabel 4.4
I ZM ο€½
PZM
VZ
[4-19]
Sebagai contoh 1N759 dengan tegangan zener 12 V, mempunyai arus maksimum
I ZM ο€½
400 mW
ο€½ 33,3 mA
12V
Tabel 4.4 Beberapa tipe dioda zener
1N4370A
Vz
(Volt)
2,4
Izm
(mA)
150
Toleransi
(%)
5
Pz
(mW)
500
2
1N746A
3,3
110
5
500
3
1N751A
5,1
70
5
500
4
1N754A
6,8
55
5
500
5
1N759A
12,0
30
5
500
6
1N957
6,8
47
20
500
No
Tipe
1
Sumber: Fairchild Semiconductor, 2013.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
80
Toleransi dioda zener
Setiap dioda zener mempunyai toleransi tegangan kerja diantaranya
Seri 1N4370 = ο‚±10 %, akhiran A untuk ο‚±5%
Seri 1N746
= ο‚±10%, akhiran A untuk ο‚±5%
Seri 1N957
= ο‚±20 persen, akhiran A untuk ο‚±10%, dan akhiran B untuk ο‚±5%
4.12 Penstabil dengan Zener dan IC Regulator
Ketika kita menggunakan sumber tegangan dari PLN untuk mencatu berbagai
peralatan elektronika terlebih dahulu kita harus mengubah menjadi tegangan DC,
namun ketika sumber PLN berubah tentu saja keluaran DC juga turut berubah.
Bagaimana solusinya untuk membuat keluaran DC dari catu yang telah dirancang
supaya stabil atau teregulasi. Mengacu pada modul sebelumnya, maka catu daya
teregulasi dapat dirancang menurut blok diagram Gambar 4.20.
Gambar 4.20 Diagram blok catu daya regulator
Pada rangkaian ini selain yang sudah dibahas pada modul sebelumnya, maka perlu
sebuah rangkaian penstabil (regulator) supaya dihasilkan tegangan keluaran DC stabil.
Untuk membuat catu daya yang teregulasi telah diciptakan peranti yang mampu
menstabilkan tegangan dc yang dihasilkan yaitu dengan menggunakan dioda fungsi
khusus. Catudaya yang telah dibuat tanpa penstabil, mungkin sudah baik hanya belum
sempurna, karena jika tegangan AC-nya turun, keluarannya juga turun dan jika naik
keluarannya juga naik. Untuk itu keluaran catudaya harus dikonstankan dahulu dengan
menggunakan rangkaian regulator, seperti dioda zener atau IC regulator. Jika telah
ditambahkan regulator, maka keluaran catudaya tidak akan berpengaruh dengan
perubahan masukan catudaya selagi memenuhi ketentuan. Regulator yang bekerja
secara otomatis yang sering digunakan adalah menggunakan dioda zener atau dioda
zener yang sudah terintegrasi dalam bentuk IC regulator, seperti : IC78XX, IC79XX.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
81
IC Regulator Tegangan Positif Tipe 78XX
IC tipe 78XX adalah IC regulator untuk menghasilkan tegangan positif tiga
terminal yang dikeluarkan salah satunya oleh National Semiconductor dan termasuk
IC linier seperti pada Tabel 4.5. IC ini pada dasarnya menggunakan pengintegrasian
peranti dioda zener didalamnya untuk meregulasi (menstabilkan) tegangan keluaran
sesuai spesifikasi IC.
Tabel 4.5 Karakteristik IC 78XX
Tipe
Iout (Ampere)
Vout
Vin (volt)
(volt)
78XXC
78LXX
78MXX
Min
max
7805
5
1
0,1
0,5
7,5
20
7806
6
1
0,1
0,5
8,6
21
7808
8
1
0,1
0,5
10,6
23
7812
12
1
0,1
0,5
14,8
27
7815
15
1
0,1
0,5
18,0
30
7818
18
1
0,1
0,5
21,0
33
IC Regulator Tegangan Negatif Tipe79XX
IC tipe 79XX adalah IC regulator untuk menghasilkan tegangan negatif tiga
terminal yang termasuk IC linier. Karakteristiknya terlihat pada Tabel 4.6
Tabel 4.6 Karakteristik IC 79XX
Tipe
Iout (Ampere)
Vout
Vin (volt)
(volt)
79XXC
79LXX
79MXX
Min
max
7905
-5
1,5
0,1
0,5
-20
-7,5
7906
-6
1,5
-
0,5
-21
-8
7908
-8
1,5
-
0,5
-10,5
-23
7912
-12
1,5
0,1
0,5
-27
-14,5
7915
-15
1,5
0,1
0,5
-30
-18
7918
-18
1,5
0,1
-
-33
-21
M. Rahmad
Elektronika Dasar
82
Bentuk dan simbol IC78XX dan 79XX dapat dilihat pada Gambar 4.21 yang
mempunyai 3 pin. Untuk tipe 78XX bagian masukan pada pin 1, ground pin 2 dan
keluaran di pin 3. Sedangkan untuk tipe 79XX bagian masukan pin 2, ground pin 1
dan keluaran di pin 3. Apakah masih ada jenis yang lain, selain yang sudah
ditunjukkan dalam tabel? Silahkan identifikasi jenis IC regulator selain IC 78XX dan
IC 79XX!
Gambar 4.21 IC 78XX dan 79XX
Gambar 4.22 menunjukkan penerapan dioda zener sebagai regulator tegangan
pada penyearah gelombang penuh. Untuk membuat catu daya bipolar (simetri)
diperlihatkan pada Gambar 4.23 yang menggunakan IC regulator tegangan tipe 78XX
untuk catu positif dan tipe 79XX untuk catu negatif. Catu daya ini dapat digunakan
untuk mencatu op-amp, seandainya tidak menggunakan baterai.
Gambar 4.22 Catu daya regulator positif dengan dioda zener
M. Rahmad
Elektronika Dasar
83
Bagaimanakah rangkaian regulator tegangan menggunakan dioda zener pada rangkaian
penyearah setengah gelombang dan pada penyearah jembatan? Diskusikan apakah dapat
dikombinasikan penggunaan dioda zener bersamaan IC regulator dalam satu rangkaian catu
daya? Identifikasi jenis peranti regulator selain yang sudah dijelaskan!
TR
D1
D2
CT
A
D3
D4
78XX
+
Vo (+)
C1
0
C2
79XX
-
Vo (-)
B
Gambar 4.23 Catu daya bipolar teregulasi menggunakan IC
Gambar 4.24 Rangkaian penyearah pada project board dan pengukurannya.
Gambar 4.24 menunjukkan rangkaian penyearah jembatan yang dirangkai pada
papan project board yang dilengkapi dengan LED sebagai indikator. Sedangkan
gambar disebelahnya adalah pengujian terhadap rangkaian penyearah pada papan
project board. Selajutnya Gambar 4.25 merupakan hasil rancangan catu daya multi
fungsi stabil yang digunakan di laboratorium pendidikan fisika.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
84
Gambar 4.25 Catu daya stabil untuk alat di laboratorium
Bagaimanakah menerapkan peranti dioda fungsi khusus lainnya dalam rangkaian catu
daya regulator? Dan bagaimanakah cara merangkainya pada project board?
4.13 Permasalahan Dioda Fungsi Khusus
Berdasarkan pada modul sebelumnya telah dibahas penerapan dioda penyearah
dan dioda sinyal kecil. Ternyata masih ada dioda lain dengan fungsi khusus, namun
umumnya belum semua diketahui karakteristik dan berbagai aplikasinya dalam
kehidupan manusia. Dioda dengan fungsi khusus seperti dioda: led, seven segmen,
dioda photo, dioda varactor, dioda varistor, dioda tunnel, dioda schottky, dioda steprecover, dan dioda zener. Seorang mahasiswa pendidikan fisika sudah tentu harus
memahami secara mendalam peranti tersebut, Oleh karena itu anda diminta untuk
mengetahui
bagaimanakah
dioda
fungsi
khusus
tersebut
baik
dari
aspek
karakteristiknya maupun aspek penerapannya dalam kehidupan manusia.
Berdasarkan modul sebelumnya juga telah dirancang penyearah yang beroperasi
dengan frekuensi rendah (50 Hz), namun belum stabil. Sekelompok mahasiswa
pendidikan fisika akan melakukan praktikum elektronika dasar yang memerlukan catu
daya, tetapi ternyata catu daya yang ada dilabor mengalami kerusakan sehingga tidak
dapat digunakan. Spesifikasi catu daya yang diperlukan yaitu catu daya stabil dengan
arus 1 amper, tegangan keluaran DC ±12 volt dan +5 volt dilengkapi dengan indikator
dan pelindung, Mahasiswa tersebut perlu bantuan jenis peranti yang dipelukan dan
bagaimanakah rangkaiannya sehingga mereka dapat melaksanakan praktikum dengan
rangkaian catu daya yang dirancang tersebut.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
85
Rangkuman ο€½
Dioda dengan fungsi khusus antara lain dioda zener, LED, Dioda foto, Dioda
varactor (varicap), Dioda schottky, Dioda step recovery, Dioda varistor, Dioda
tunnel, dan dioda laser. Tabel 4.7 merupakan rangkuman deskripsi dioda fungsi
khusus.
Tabel. 4.7 Dioda fungsi khusus dengan aplikasinya
Piranti dan
Simbolnya
Dioda zener
Simbol
Deskripsi
Aplikasi
Dibuat khusus berperasi
optimal pada daerah
breakdown
Dioda yang memancarkan
cahaya
Penstabil/regulator
tegangan
Dioda photo
Dioda penerima cahaya
Detektor dalam sistem
kontrol
Dioda Varactor
Bersifat sebagai kapasitor
variabel, yang bekerja
dengan pengaturan lebar
deplesi sebagai kapasitor,
naik dengan kenaikan
tegangan balik
Tidak terdapat
penyimpanan muatan
Pada TV dan penala
LED
Dioda Schottky
Dioda Varistor
Dioda Step
recovery
DiodaTunnel
Dioda laser
M. Rahmad
Mengalami kondisi
breakdown pada dua arah
bias, berfungsi sebagai
penghilang transien
Menghasilkan tegangan
undak dengan banyak
harmoni atau snap off
selama penghantaran balik
Memiliki daerah reistansi
negatif
Meradiasikan cahaya
koheren
Lampu indikator
Penyearah pada frekuensi
tinggi sampai 300Mhz,
dalam sistem komunikasi
Proteksi jalur terhadap
spike/ gangguan petir
Pengalih frekuensi
Osilator frekuensi tinggi
CD player, komunikasi
broad-band
Elektronika Dasar
86
Daftar Bacaan 
Academia. 2015. Laser Diode
http://www.academia.edu/5392928/LASER_Diode.
Agung priski ananda, 2013. Referensi elektronika dioda.
https://anandaq.wordpress.com/2013/01/17/referensi-elektronika-dioda/
Agung priski ananda, 2013. Referensi elektronika dioda.
https://anandaq.wordpress.com/2013/01/17/referensi-elektronika-dioda/
Andi Hasan, 2012. Teknik audio vidio.
http://adhyzeronine.blogspot.co.id/2011_10_01_archive.html Chandra, F. Dan
Deni Arifianto, 2010. Jago Elektronika; Rangkaian Sistem Otomatis. Kawan
Pustaka. Jakarta.
Chogwang, 2014. Dioda-jenis dan fungsinya.
http://www.chogwang.com/2014/10/dioda-jenis-fungsi-dan-karakternya.html
Dunia Elektronika, 2013. Jenis-jenis-dioda-beserta-fungsinya
http://duniaelektonika.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-dioda-besertafungsinya.html.
Infokitabersama, 2013. pengertian-karakteristik-dioda-tunnel
http://infokitabersama123.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-karakteristikdioda-tunnel.html.
Irwan Arifin 2004. Elektronika 1.
http://sunny.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2539/BAGIAN+3c.pdf
Malvino, A.P., 2003, Prinsip-Prinsip Elektronika, terjemah Alb Joko Santoso,
Buku Satu, Salemba Teknika, Jakarta. Atau dapat diakses pada:
http://www.malvino.com.
Miller, Rex & Mark R. Miller, 2007. Electricity and Electronics for HVAC, Mc Graw
Hill, USA.
Nulis-ilmu, 2015. Prinsip kerja led
http://www.nulis-ilmu.com/2015/09/prinsip-kerja-led.html
Patrick, Dale R. & Stephen W. Fardo, 2008. Electricity and Electronics
Fundamentals. 2nd Edition. The Fairmont Press, USA.
Prasetyono, D.S., 2003, Belajar Sistim Cepat Elektronika, Absolut, Yogyakarta.
Rahmad, M., 2010, Penuntun Elektronika Dasar 1, Lab. Pend. Fisika FKIP
UNRI, Pekanbaru.
Rahmad, M., Nurhayati, 2008. Perbaikan Strategi Perkuliahan melalui Pengembangan
Perangkat Pembelajaran Elektronika Dasar I Prodi Pendidikan Fisika FKIP
UNRI Pekanbaru. Jurnal Pilar Sains, Vol 7, No. 1, Januari 2008. ISSN 14125595.
Rahmad, M. 2010. Rekayasa Catu Daya Multiguna Sebagai Pendukung Kegiatan
Praktikum Di Laboratorium. Proceding semirata BKS-PTN Bidang MIPA ke 23,
Pekanbaru. ISBN 978-979-1222-94-5
Ralph, J.S., 1992, Rangkaian Peranti dan Sistem, terjemah Adhi Susanto, Jilid
1, Edisi ke empat, Erlangga, Jakarta.
Ridwan Salahudin, 2015. Pengertian komponen aktif.
http://semuainformasi007.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-komponen-aktifdan-komponen.html.
M. Rahmad
Elektronika Dasar
87
Sinclair, Ian R. and John Dunton. 2007. Practical Electronics Handbook. Sixth
edition. Newnes Elsevier, Great Britain. www. elsevier.com.
Sikil-rayapen. 2015. Pengertian-jenis fungsi dan karakteristik dioda.
http://sikil-rayapen.blogspot.co.id/2015/03/DIODA-Pengertian-Jenis-FungsiKarakteristik-Dioda.html.
Teknik Elektronika, 2013. Prinsip-kerja-pengertian-dioda-varactor-varicap
http://teknikelektronika.com/prinsip-kerja-pengertian-dioda-varactor-varicap/
Wasito, S., 2004. Vademekum Elektronika, Edisi kedua, Gramedia, Jakarta.
Wikipedia, 2012. Diode. http://en.wikipedia.org/wiki/PIN_diode.
Wikipedia, 2013. Varistor - Wikipedia, the free encyclopedia.
Glossary
Indeks
Istilah
D
Dioda Zener
D
Dioda Laser
D
Dioda Schottky
D
Dioda Varactor
D
Dioda Tunnel
D
Dioda Varistor
D
Dioda step
recovery
Dioda Photo
Seven Segmen
D
S
R
Regulator
tegangan
Deskripsi
Dioda silikon yang dirancang khusus bekerja pada
daerah breakdown dapat digunakan sebagai penstabil
tegangan.
Dioda yang menghasilkan sinar koheren dengan
gelombang sinar memiliki fase yang sama.
Dioda penyearah yang dibentuk dari pertemuan logam
dan semikonduktor, memiliki kecepatan switching
yang tinggi.
Dioda yang dapat berfungsi sebagai kapasitor variabel
akbibat pengaruh tegangan pada terminalnya. Dioda
ini beroperasi pada bias balik, yang mempengaruhi
lapisan deplesi sebagai keping kapasitor dan bagian p
dan n sebagai keping penghantar.
Dioda terobosan yang dibuat dengan doping tinggi,
memiliki perlawanan negatif pada bias maju dana
mampu beroperasi pada gelombang mikro.
Dioda dengan perlawanan tak linier yang bergantung
pada tegangan. Perlawanan menurun jika tegangan
turun.
Sama dengan dioda snap sebagai dioda pengali
frekuensi.
Dioda yang dioptimalkan sensitif terhadap cahaya.
Susunan led yang terdiri dari tujuh segmen LED dari
A-G yang dapat membentuk karakter tertentu.
Biasanya dilengkapi satu segmen titik (dot).
Tegangan stabil pada keluaran walaupun masukannya
mengalami perubahan tegangan sampai pada batasan
tertentu. Untuk menghasilkan kondisi ini diperlukan
peranti regulator seperti dioda zener atau zener yang
terintegrasi dalam IC seperti IC78xx dan IC79xx.
©MRD
M. Rahmad
Elektronika Dasar
Download