58 DAFTAR ISI MODUL 4.4 DIODA KHUSUS DAN RANGKAIAN REGULATOR TEGANGAN 4.1 Pendahuluan 59 4.2 Dioda Pemancar Cahaya 60 4.3 Dioda Photo 64 4.4 Dioda Laser 66 4.5 Dioda Varactor 66 4.6 Dioda Schottky 68 4.7 Dioda Step-Recovery 69 4.8 Dioda Varistor 70 4.9 Dioda Tunnel 70 4.10 Karakteristik Dioda Zener 73 4.11 Rangkaian Dioda Zener 74 4.12 Penstabil dengan Zener dan IC Regulator 80 4.13 Permasalahan Dioda Fungsi Khusus 84 Rangkuman ο½ 85 Daftar Bacaan ο¦ 86 Glossary 89 M. Rahmad Elektronika Dasar 59 MODUL 4.4 DIODA KHUSUS DAN RANGKAIAN REGULATOR TEGANGAN 4.1 Pendahuluan Selain dioda penyearah yang dibuat dari bahan semikonduktor, terdapat juga dioda yang dibuat untuk fungsi tertentu dan dioda jenis ini disebut dioda dengan fungsi khusus. Diantara dioda khusus yaitu LED, dioda foto, dioda laser, dioda varactor, dioda tunnel, dioda zener dan sebagainya. Tujuan yang diharapkan setelah mempelajari modul 4.4 ini, yaitu melalui pemberian permasalahan tentang dioda fungsi khusus dan rangkaian regulator tegangan dengan penerapan pembelajaran berdasarkan masalah, anda diarapkan mampu mengidentifikasi dioda fungsi khusus dan merancang regulator tegangan untuk digunakan dalam kehidupan manusia. Adapun indikator kompetensi setelah anda mempelajari modul ini, yaitu anda diharapkan mampu: 1. Memahami sedikitnya 4 lambang dioda fungsi khusus. 2. Membedakan dioda khusus berdasarkan simbolnya 3. Mengidentifikasi pembentukan karakter pada seven segmen 4. Menjelaskan prinsip suatu komponen optoelektronik. 5. Menjelaskan prinsip kerja dioda varactor. 6. Menjelaskan fungsi dari dioda khusus.. 7. Menentukan parameter yang berhubungan dengan karakteristik dioda zener. 8. Menganalisis rangkaian regulator zener dengan pendekatan ideal (aproksimasi pertama). 9. Menganalisis rangkaian regulator zener dengan aproksimasi kedua. 10. Menerapkan peranti regulator tegangan dalam merancang catu daya stabil. M. Rahmad Elektronika Dasar 60 4.2 Dioda Pemancar Cahaya Dioda khusus yang mengemisikan (memancarkan) cahaya dikenal dengan LED (Light Emiting Diode). Peranti ini termasik dalam salah satu kelompok optoelektronik yaitu dalam pengoperasiannya terkait dengan pemancaran cahaya. Beberapa bentuk dan simbolnya ditunjukkan pada Gambar 4.1. LED terbuat dari persambungan semikonduktor tipe p dan n yang akan memancarkan cahaya pada persambungan ketika diberikan catu maju (bias maju) dan tidak mengalirkan arus pada bias mundur (tidak memancarkan cahaya). Pada saat LED dibias maju, elektron pita konduksi melewati junction dan jatuh ke dalam hole. Saat elektron jatuh dari pita konduksi ke pita valensi, akan memancarkan energi dalam bentuk pancaran cahaya, sedangkan pada dioda penyearah keluar sebagai panas. Warna-warna cahaya dari LED ditentukan oleh jenis doping yang digunakan seperti gallium dapat menghasilkan warna merah, arsen warna hijau dan phosfor menghasilkan warna kuning. + Gambar 4.1 Beberapa bentuk dan simbol LED Gambar 4.2 merupakan struktur yang terdapat pada LED yang terdiri dari bagian terminal elektroda yaitu anoda dan katoda, flat spot (dudukan LED), bagian lead frame, bagian pemantul (reflective), persambungan kawat (wire bond), chip semikonduktor, dan lensa penutup bagian atas. LED dapat menghasilkan pancaran cahaya tampak yang berguna dalam display berbagai peralatan seperti kalkulator, lampu hias, dan sebagainya, sedangkan LED inframerah digunakan seperti dalam sistem sensor dan tanda bahaya. LED juga banyak digunakan sebagai alat peraga pada peralatan laboratorium dan peralatan elektronik. Selain itu LED dapat juga dirancang untuk menghasilkan cahaya yang koheren dengan lebar bidang yang sangat sempit dan menghasilkan dioda laser. M. Rahmad Elektronika Dasar 61 Gambar 4.2 Bagian-bagian LED (Wikipedia, 2013) Keuntungan pemakaian LED dibandingkan lampu pijar yaitu umurnya cukup panjang (±20 tahun), tegangan kerjanya rendah (1 – 2 V) dan saklar nyala matinya cepat (dalam satuan nanosekon). Rs Vs VD Gambar 4.3 Rangkaian dasar indikator LED Gambar 4.3 merupakan rangkaian LED dengan hambatan Rs digunakan untuk pembatas arus untuk melindungi arus dari tingkatan maksimum arus yang berlebihan pada dioda. Tegangan resistor dan tegangan LED adalah Vs dan VD, sehingga dari hukum ohm, arus melalui LED adalah πΌ = M. Rahmad [4-1] Elektronika Dasar 62 LED komersial tersedia tegangan 1,5V sampai dengan 2,5V dan arusnya 10 mA sampai 50 mA. Jika spesifikasi tidak diberikan digunakan tegangan jatuh 2 V untuk analisa dan pemecahan rangkaian LED. LED mempunyai tegangan breakdown yang sangat rendah yaitu antara 3 dan 5 V. Oleh sebab itu mudah rusak jika tegangan baliknya terlalu besar dan harus diingat juga bahwa LED pada umumnya beroperasi pada tegangan rendah, sehingga bias maju yang diberikan tidak boleh melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan oleh produsen LED. Tabel 4.1 memberikan karakteristik beberapa tipe LED. Tabel 4.1 Beberapa warna pancaran dan tegangan kerja LED No. Bahan LED Warna Emisi Tegangan Forward typikal Arus Forward 1 GaAsP/GaP Merah 1,8 V 20 mA 2 GaAsp Orange 2,0 V 30 mA 3 GaAsP Kuning 2,1 V 30 mA 4 InGaN/GaN Hijau 2,2 V 25 mA 5 InGaN Putih 3,5 V 20 mA 6 AlGaInP Merah hiper 2,0 V 20 mA 7 ZnSe Biru 4,5 V 30 mA LED dengan cahaya putih sekarang ini mayoritas dibuat dengan cara melapisi substrat galium nitrida (GaN) dengan fosfor kuning. Karena warna kuning merangsang penerima warna merah dan hijau di mata manusia, kombinasi antara warna kuning dari fosfor dan warna biru dari substrat akan memberikan kesan warna putih bagi mata manusia. LED putih juga dapat dibuat dengan cara melapisi fosfor biru, merah dan hijau di substrat ultraviolet yang lebih kurang sama dengan cara kerja lampu fluoresence. LED saat ini telah diproduksi dengan berbagai bentuk dan spesifikasi untuk pemakaian dalam berbagai peralatan yang menggunakan teknologi elektronika seperti jenis LED SMD, High Power LED, Super flux LED, Flashing LED, Be-Color LED, dan masih banyak aplikasi lainnya seperti dalam pembuatan lampu LED dan TV LED. Dengan peranti LED mampu menghasilkan kualitas M. Rahmad Elektronika Dasar 63 peralatan elektronik yang prima dan hemat energi. Silahkan identifikasi berbagai jenis LED lainnya dan aplikasinya baik yang sudah disebutkan maupun yang belum! Menentukan nilai Resistor LED Rangkaian LED dasar harus dipasang seri dengan resistor untuk membatasi arus listrik yang melewati LED agar LED tidak hangus atau putus. Arus yang melewati LED berbanding lurus dengan nyala LED, semakin besar arus yang melewati LED semakin terang LED menyala dan sebaliknya. Arus LED biasanya antara 10 – 30 mA. Jadi resistor juga berfungsi mengatur nyala LED atau sebagai pembatas arus untuk efisiensi daya. Nilai resistor pembatas arus ditentukan dari hubungan persamaan [4-1] menjadi: R = (VS – VL) / I [4-2] dimana: VS VL I = tegangan sumber (V) = tegangan LED (biasanya bernilai 2V, atau 4V) (V) = arus pada LED (mA) οContoh 4.1 Jika terdapat sebuah LED dengan arus maksimal sebesar 25mA dengan tegangan catu sebesar 5V dan tegangan maju LED sebesar 3V, berapakah nilai resistor pembatas arusnya sehingga LED beroperai pada kondisi normal? ο Solusi Besar resistor yang diperlukan adalah R = (VS – VL) / I = (5V-3V)/25mA = 80 ο Bagaimanakah bentuk rangkaiannya? Silahkan digambarkan rangkaian! Seven Segmen Salah satu pengembangan dari LED adalah tampilan tujuh segmen (Display Seven Segmen). Peranti ini terbuat dari tujuh LED yaitu dari A sampai G. Setiap LED disebut segmen karena membentuk karakter yang akan ditampilkan. Gambar 4.4 menunjukkan indikator seven segmen. M. Rahmad Elektronika Dasar 64 Seven segmen dapat menampilkan beberapa jenis karakter seperti huruf dan angka. Seven segmen terdiri dari dua tipe yaitu common anoda (anoda bersama) artinya semua anodanya dihubungkan bersama sesuai Gambar 4.4 dan common katoda (katoda bersama) yaitu semua katodanya dihubungkan bersama. Silahkan identifikasi secara detail mengenai setiap tipe seven segmen! A F B G E D C P A a) B C D E F G b) Gambar 4.4 Indikator seven segmen Bentuk simbol apa sajakah yang mungkin dihasilkan oleh sebuah seven segmen, silahkan diidentifikasi! Bagaimanakan cara pengujian seven segmen untuk membedakan tipenya? 4.3 Dioda Photo Dioda photo adalah peranti yang dirancang dengan karakteristik sensitif terhadap frekuensi cahaya yang diterimanya. Dioda ini menggunakan pemicu frekuensi cahaya agar bisa mengalirkan arus. Bagian junction dioda photo dibuka, sehingga jika junction ini disinari dalam keadaan bias balik akan menghasilkan arus yang disebut photo current. Arus ini sebanding dengan intensitas cahaya yang diterima. Dioda ini digunakan untuk mengubah sinyal optik ke sinyal listrik. Bila tidak diberi bias balik, photo diode berfungsi sebagai solar cell. Bentuk dan simbol dioda foto menurut Gambar 4.5 Gambar 4.5 Dioda photo dan simbolnya. M. Rahmad Elektronika Dasar 65 Berdasarkan prinsip penggunaan jendela kecil untuk membuka pn junction agar terkena sinar, maka pabrik dapat membuat peranti dioda photo seperti Gambar 4.5. Jika cahaya luar mengenai junction, dioda photo yang di bias balik akan menghasilkan pasangan elektron-hole dalam lapisan pengosongan. Semakin kuat intensitas cahaya yang diterima, semakin besar jumlah pembawa muatan minoritas yang dihasilkan dan semakin besar arus baliknya. Rangkaian sederhana dioda photo diperlihatkan pada Gambar 4.6. Pada rangkaian dioda photo akan menaikkan arus balik akibat cahaya mengenai dioda photo. Dioda photo dapat berfungsi sebagai detektor cahaya yang sangat akurat. Dioda ini juga merupakan peranti yang penting dalam rangkaian optoelektronik yang penerapannya antara lain untuk sensor pendeteksi sinyal. Gambar 4.6 Rangkaian dasar dioda photo. Dioda photo yang diberi bias balik dengan nilai 1/10 volt, akan menghasilkan arus yang hampir konstan (tidak tergantung pada besar bias mundur). Arus "gelap" (dark current) berhubungan dengan arus saturasi mundur, akibat pembentukan carrier minoritas secara termal. Cahaya yang menyinari permukaan dioda photo, akan membentuk pasangan carrier, yang akan berdifusi ke junction dan menyeberangi junction, sehingga menimbulkan arus. Arus saturasi mundur Io pada dioda p-n sebanding dengan konsentrasi carrier minoritas. Junction yang disinari akan menghasilkan sejumlah pasangan hole-elektron baru yang sebanding dengan jumlah foton. Pemberian bias mundur yang besar akan terbentuk arus I = Io+ Is, dengan Is adalah arus short-circuit yang sebanding dengan intensitas cahaya dan memenuhi πΌ =πΌ +πΌ 1−π /ο¨ [4-3] Berdasarkan persamaan [4-3], tegangan V bertanda positif untuk bias maju dan bertanda negatif untuk bias mundur. Parameter η bernilai 1 untuk germanium dan 2 M. Rahmad Elektronika Dasar 66 untuk silikon. VT adalah tegangan ekuivalen terhadap suhu. Bagaimanakah karakteristik dioda photo berdasarkan hubungan persamaan [4-3]? 4.4 Dioda Laser Dioda Laser merupakan dioda yang paling langka dibandingkan dioda jenis lain. Dioda laser adalah sejenis dioda dimana media aktifnya menggunakan sebuah semikonduktor persimpangan p-n yang mirip dengan yang terdapat pada dioda pemancar cahaya. Dioda laser juga disingkat LD atau ILD. Penggunaan Dioda Laser banyak ditemukan pada alat - alat berbasis serat optik, seperti pemutar DVD, CD, DVD-R, dan lain-lain. Salah satu bentuk dan simbol dioda laser ditunjukkan pada Gambar 4.7. Gambar 4.7 Dioda Laser dan simbolnya Dioda laser ditemukan pada akhir abad ini oleh ilmuwan Universitas Harvard. Prinsip kerja diode ini sama seperti diode lainnya yaitu melalui sirkuit dari rangkaian elektronika, yang terdiri dari jenis p dan n. Pada kedua jenis sambungan ini sering dihasilkan 2 tegangan, yaitu: bias maju menghasilkan arus searah dengan nilai 0,707 untuk pemberian tegangan maju V dan bias balik pemberian tegangan terbalik yang dapat merusak suatu dioda laser jika melebihi ketentuan. Peranti ini merupakan sebuah semikonduktor yang radiasinya bersifat koheren (gelombang dengan frekuensi dan amplitudo yang sama dengan beda fase yang tetap), pada daerah panjang gelombang cahaya tampak sebagai infra merah. Silahkan dikaji lebih lanjut berbagai tipe, spesifikasi, dan aplikasi lain dari dioda laser! 4.5 Dioda Varactor Teknologi dioda yang telah dikembangkan oleh para ilmuan, menghasilkan peranti yang dapat menggantikan fungsi kapasitor yang nilai kapasitansinya M. Rahmad Elektronika Dasar 67 dikendalikan oleh tegangan balik yang diberikan dan peranti ini disebut dioda varactor atau dioda voltage variable capacitance atau varicap atau dioda tuning. Bentuk dan simbolnya diperlihatkan pada Gambar 4.8. Dioda varactor merupakan dioda berbahan utama silikon yang memanfaatkan efek kapasitansi yang berubah-ubah. Dioda ini akan berubah nilai kapasitansinya dengan perubahan dari tegangan balik yang diberikan. Peranti ini sangat penting dalam desain rangkaian yang berkaitan dengan frekuensi yang memerlukan nilai kapasitansi aktif seperti rangkaian oscilator. Karena nilai kapasitansinya ditentukan oleh nilai tegangan yang diterima, sehingga dapat ditentukan frekuensi yang akan dilewatkan. Gambar 4.8 Dioda varactor dan simbolnya (Dunia Elektronika, 2013) Capasitance pF V Reverse Voltage Gambar 4.9 Hubungan V-C pada dioda varactor Dioda varactor mempunyai lapisan deplesi antara p dan n serta membentuk sifat kapasitor yaitu sebagai bahan dielektrik. Ketika dioda ini dibias mundur, lebar lapisan deplesi bertambah sesuai tegangan balik (bias mundur) yang diberikan. Karena lapisan deplesi mejadi lebih lebar dengan kenaikan tegangan balik (menggeser keping kapasitor), maka kapasitansi menjadi lebih kecil. Jadi kapasitansi dioda varactor dikendalikan oleh tegangan mundur sesuai Gambar 4.9. Dalam memilih Dioda M. Rahmad Elektronika Dasar 68 Varactor (Varikap), beberapa spesifikasi yang harus diperhatikan yaitu: tegangan breakdown minimal (antara 12V - 30V), Disipasi daya (antara 225mW - 330mW), kapasitansi nominal (antara 2.8pF - 100pF), dan Arus puncak maksimum (antara 4mA-1A). Beberapa tipe dioda varactor dengan perubahan tegangan terhadap nilai kapasitansi diberikan pada Tabel 4.2. Tabel 4.2 Parameter perubahan tegangan terhadap kapasitansi dioda varactor No Tipe 1 2 3 4 IN 5142 ECG 610 ECG 612 ECG 613 Perubahan tegangan -4 V s.d - 60 V -4 V s.d -30 V -4 V s.d -30 V -4 V s.d -30 V Perbandingan 3:1 3:2 4:1 7:1 Nilai Kapasitansi 15 pF – 5 pF 6.8 pF – 2.7 pF 12 pF – 2.9 pF 22 pF – 2.9 pF Aplikasi dioda varactor yaitu untuk menggantikan kapasitor yang ditala secara mekanik menjadi penalaan elektronis untuk penerima televisi, radio FM dan peralatan komunikasi lainnya. Dioda varactor banyak digunakan pada perangkat elektronika yang menggunakan sistem komunikasi frekuensi tinggi. Dioda varactor juga digunakan pada rangkaian tuner pada rangkaian penguat RF dan osilator. Frekuensi kerja dari penguat RF dan osilator dapat dikontrol dengan perubahan tegangan pada dioda varactor. Sistem ini disebut VCO (Voltage Controlled Oscilator) yaitu sistem yang membolehkan kita mengubah channel pada pesawat televisi atau elektronik dengan melalui penekanan tombol remote control. 4.6 Dioda Schottky Dioda Schottky adalah dioda yang menggunakan logam (emas, perak atau platina) pada salah satu sisi junction (tipe p) dan silikon yang didoping menjadi tipe-n, biasanya gallium arsenide (GaAs) pada sisi yang lain. Peranti ini mempunyai sifat seperti dioda dengan logam sebagai anoda dan semikonduktor ekstrinsik tipe n sebagai katoda. Dioda ini termasuk piranti unipolar karena elektron bebas merupakan pembawa mayoritas pada kedua sisi junction. Kekhususan dioda ini yaitu dapat diswitch (on-off) lebih cepat dari dioda biasa, dapat menyearahkan sinyal dengan frekuensi tinggi di atas 300 MHz dan mempunyai penurunan tegangan lebih kecil M. Rahmad Elektronika Dasar 69 daripada dioda biasa (0,3 – 0,5 V). Salah satu bentuk dan simbol dioda schottky terlihat pada Gambar 4.10. Silahkah identifikasi karakteristik dioda Schottky! Gambar 4.10 Dioda schottky dan simbolnya 4.7 Dioda Step-Recovery Dioda ini dirancang dengan prinsip mengurangi tingkat doping dekat junction dan piranti ini memanfaatkan sifat penyimpanan muatan. Selama konduksi bias maju sebagai dioda biasa dan pada bias balik akan konduksi sementara lapisan pengosongan sedang diatur, kemudian secara tiba-tiba ruas bias mundur menjadi nol. Dioda ini digunakan pada rangkaian pulsa dan digital untuk menghasilkan pulsa yang sangat cepat. Silahkan diidentifikasi karakteristik dioda step-recovery! Gambar 4.11 Dioda Step Recovery dan simbolnya Manfaat dioda Step Recovery yaitu: 1. Dimanfaatkan sebagai penyimpan muatan. 2. Penghasil pulsa yang sangat cepat. 3. Menghasilkan pensaklaran on-off <1 ns. 4. Digunakan sebagai pengalih frekuensi. M. Rahmad Elektronika Dasar 70 4.8 Dioda Varistor Dioda Varistor adalah jenis dioda yang mengalami kondisi breakdown pada dua arah yaitu pada bias maju dan bias balik sesuai Gambar 4.12. Dioda ini banyak digunakan untuk proteksi spike terhadap rangkaian sensitif. Gambar 4.12 Salah satu Bentuk dioda varistor dan simbolnya Grafik pada Gambar 4.12a menunjukkan bahwa dioda varistor dari bahan ZnO memiliki daerah breakdown pada sisi bias maju dan bias mundur lebih curam dan tegangan lebih rendah dibandingkan dengan dioda varistor dari bahan SiC. Dengan kondisi ini jika peranti ini dirangkai dengan peralatan elektronika, tidak akan mengalami lonjakan arus beban berlebih atau karena pengaruh petir yang datang secara tiba-tiba. Silahkan diidentifikasi bagaimana penerapan dioda varistor dalam rangkaian elektronika! Gambar 4.12a Grafik hubungan V terhadap I dioda varistor 4.9 Dioda Tunnel Dioda tunnel diperkenalkan tahun 1958 oleh Esaki sebagai salah satu dioda khusus terbuat dari bahan semikonduktor yang dapat membentuk daerah transisi M. Rahmad Elektronika Dasar 71 menjadi sangat sempit. Karakteristik dioda tunnel diantaranya memiliki suatu daerah dengan resistansi negatif. Gambar 4.13 memperlihatkan bentuk dan simbol dioda tunnel. Gambar 4.13 Dioda tunnel dan simbolnya Fenomena tunneling menerapkan prinsip lebar junction barrier yang berbanding terbalik terhadap akar konsentrasi ketidakmurnian, sehingga lebar junction barrier pada dioda tunnel tereduksi hingga nilainya kurang dari 100 Å (10-6cm). Ketebalan ini hanya sekitar seperlimapuluh panjang gelombang cahanya tampak. Pada persambungan dioda, satu partikel harus memiliki energi sebesar energi potentialbarrier untuk berpindah dari satu sisi dioda ke sisi lainnya. Namun, jika barrier-nya demikian tipis, persamaan Schrödinger mengindikasikan adanya peluang besar bagi elektron untuk menembus barrier. Perilaku mekanika-kuantum ini dinamakan tunneling (terobosan/terowongan), sehingga dioda yang dibuat dengan ketidakmurnian-tinggi dinamakan dioda tunnel. Karakteristik volt-amper dioda tunnel Arus Maju dapat dilihat pada Gambar 4.14. IP IV Arus tunnel VP Daerah resistansi negatif VV Arus bias maju konvensional VF Tegangan Maju Gambar 4.14 Karakteristik dioda tunnel Berdasarkan Gambar 4.14 terlihat bahwa dioda tunnel merupakan konduktor yang sempurna jika diberi bias mundur. Demikian juga untuk bias maju dengan nilai M. Rahmad Elektronika Dasar 72 tegangan yang kecil (hingga 50 mV untuk Ge), resistansinya relatif kecil (sekitar 5 ohm). Pada arus puncak Ip yang berhubungan dengan tegangan Vp, gradien bernilai nol. Jika V sedikit lebih besar dari Vp, arus mengecil, sehingga konduktansi dinamik g = dI/dV bernilai negatif. Dioda tunnel memperlihatkan karakteristik resistansi negatif antara arus puncak Ip dan nilai minimum IV yang disebut arus lembah (valley current). Pada tegangan lembah VV dimana I = IV, konduktansi kembali bernilai 0, dan di atas titik ini, resistansi kembali dan tetap bernilai positif. Pada titik yang dinamakan peak forward voltage VF, arus kembali mencapai nilai IP. Jika tegangan diperbesar, arus akan melewati nilai IP. Untuk arus dengan nilai antara IV dan IP, kurva memiliki tiga nilai tegangan, karena satu nilai arus dalam daerah ini dapat dihasilkan oleh tiga macam tegangan. Karakteristik seperti ini membuat dioda tunnel menjadi sangat berguna pada rangkaian digital. Tabel 4.3 Parameter beberapa tipe dioda tunnel Parameter Bahan IP/IV VP (Volt) VV (Volt) Ge 8 0.055 0.35 GeAs 15 0.15 0.50 Si 3.5 0.065 0.42 Sumber: Irwan, 2004 VF (Volt) 0.50 0.10 0.70 Aplikasi dioda tunnel adalah sebagai saklar kecepatan sangat tinggi. Karena proses terobosan (tunneling) terjadi dengan kecepatan cahaya, respon transien hanya dibatasi oleh kapasitansi shunt (kapasitansi junction dan pengkabelan) dan arus pengendali puncak dengan waktu switching dalam orde nanosekon hingga 50 piko sekon. Dioda tunnel juga digunakan untuk osilator frekuensi tinggi (microwave). Dioda tunnel biasanya terbuat dari germanium atau galium arsenide sebagaimana pada Tabel 4.3. Kelebihan yang dimiliki oleh dioda tunnel adalah murah, noise rendah, sederhana, berkecepatan tinggi, imun terhadap lingkungan, dan berdaya rendah. Sedangkan kelemahan dioda tunnel adalah selisih tegangan-keluaran rendah dan hanya merupakan komponen dua terminal, serta tidak adanya isolasi input-output, sehingga menimbulkan kesulitan dalam desain rangkaian. Bagaimanakah dioda tunnel digunakan dalam rangkaian? M. Rahmad Elektronika Dasar 73 4.10 Karakteristik Dioda Zener Dioda yang dirancang dengan fungsi khusus beroperasi pada daerah bias balik tepatnya pada kondisi breakdown dinamakan dengan dioda zener. Dioda ini pada bias maju beroperasi seperti dioda penyearah silikon dan pada bias balik mampu beroperasi pada kondisi breakdown melalui pengaturan tingkat doping yang sesuai sehingga mampu membuat tegangan konstan pada bias balik. Salah satu bentuk dan simbolnya ditunjukkan pada Gambar 4.15 A (a) K (b) Gambar 4.15 Bentuk dan simbol dioda zener Melalui pengubahan level ketakmurnian (doping) dioda silikon, maka pabrik dapat menghasilkan dioda yang maampu bekerja pada tegangan breakdown. Ketika dioda zener bekerja pada daerah bias maju, akan mulai menghantar dengan baik pada tegangan sekitar 0,6 V - 0,7 V, artinya sama dengan dioda penyearah biasa. Pada bias balik dioda zene,r saat tegangan mulai dari nol sampai daerah bocor (breakdown) hanya mempunyai sedikit arus balik, sedangkan pada saat mencapai daerah breakdown mempunyai lengkungan arus berbentuk lutut yang sangat tajam dengan lengkung arus yang hampir vertikal. Daerah breakdown dioda zener ini disebut juga dengan tegangan zener. Inilah alasan dioda zener termasuk dioda fungsi khusus, karena akan menstabilkan tegangan sesuai tegangan zener, jika tegangan masukan yang diberikan melebihi tegangan zener. Grafik karakteristik dioda zener ditunjukkan pada Gambar 4.16 dimana pada bias maju kurvanya cenderung sama dengan dioda penyearah silikon, sedangkan pada bias balik akan menghasilkan tegangan konstan pada daerah bocor atau tegangan breakdown. Pada bias balik disamping tegangan zener, juga menghaslkan arus IZT yaitu daerah pengetesan arus dan arus IZM menunjukkan arus balik maksimum. Jika M. Rahmad Elektronika Dasar 74 arusnya melebihi IZM, maka pada rangkaian harus menggunakan resistor pembatas arus untuk mencegah kerusakan dioda zener. Gambar 4.16 Grafik karakteristik dioda zener Dioda zener yang dirancang khusus bekerja pada daerah breakdown (daerah longsoran), tegangan zener-nya diatur melalui tingkat doping yang diberikan, sehingga dapat bekerja pada tegangan balik mulai dari 2 V sampai 1000 V dan disesuaikan dengan kemampuan daya menurut tipenya. Dioda zener merupakan tulang punggung pengatur tegangan yaitu rangkaian yang menjaga agar tegangan beban hampir konstan selama berada pada daerah operasi dioda zener, meskipun terdapat perubahan yang cukup besar pada tegangan line (PLN) dan resistansi beban. 4.11 Rangkaian Dioda Zener Dioda zener sering juga disebut dioda regulator (dioda pengatur tegangan) karena mempertahankan tegangan keluaran tetap konstan, walaupun arus yang melaluinya berubah. Sesuai dengan fungsi khususnya dioda zener yang beroperasi pada daerah avalans (breakdown), maka rangkaian dasar pengujiannya dapat dirangkai menurut Gambar 4.17. M. Rahmad Elektronika Dasar 75 Gambar 4.17 Regulator zener dengan beban Ketika operasi normal dioda zener dibias mundur sebagaimana Gambar 4.17. Resistor seri digunakan untuk membatasi arus zener agar lebih kecil dari arus maksimumnya untuk mencegah kerusakan dioda. Gambar 4.17 merupakan rangkaian dioda zener yang menggunakan pembagi tegangan, Jika V ≤ Vz, maka dioda zener dalam kondisi “off”. sehingga rangkaiannya sesuai Gambar 4.17a dan tegangan theveninnya memenuhi. Gambar 4.17a Rangkaian pada kondisi zener off π= π [4.4] Apabila keadaan dioda zener “off” seperti pada Gambar 4.17b, maka memenuhi nilai tegangan beban dan arus beban yaitu Gambar 4.17b Arus beban pada kondisi zener off M. Rahmad Elektronika Dasar 76 πΌ = [4-5] Jika V ≥ Vz, maka dioda zener dalam keadaan“on” dan memenuhi hubungan berdasarkan gambar rangkaian 4.17c. Gambar 4.17c Rangkaian pada kondisi zener on Tegangan beban akan sama dengan tegangan zener, karena keduanya rangkaian paralel dan zener beroperasi pada daerah breakdown π =π = π [4-6] arus beban dan arus zener memenuhi persamaan [4-7] dan [4-8] πΌ = [4-7] = πΌ = −πΌ [4-8] resistor beban memenuhi persamaan π = π [4-9] dan disipasi daya dioda zener menurut hubungan π = ππΌ [4-10] dimana π ≤ π , Vz tegangan dioda zener dan Iz arus yang melalui dioda zener. Beban yang kecil (RL <) akan menyebabkan tegangan yang melewatinya kecil, jadi jika lebih kecil dari Vz menyebabkan dioda off, sehingga nilai tahanan beban minimumnya adalah: M. Rahmad Elektronika Dasar 77 π = π = π [4-11] Sedangkan arus beban minimum ditentukan dengan πΌ = = [4-12] Berdasarkan Gambar 4.17c maka dapat ditentukan tegangan theveninnya yaitu VTh ο½ RL Vs Rs ο« RL [4-13] Persamaan ini adalah persamaan nilai tegangan ketika dioda zener diputuskan dari rangkaian. Tegangan thevenin harus lebih besar daripada tegangan zener, sebab jika sebaliknya maka kondisi breakdown tidak terpenuhi. Arus yang melalui resistor seri memenuhi hukum ohm yaitu Is ο½ Vs ο VZ Rs [4-14] dan tegangan beban secara ideal akan sama dengan tegangan dioda zener VL = VZ , sehingga arus beban memenuhi IL ο½ VL RL yaitu [4-15] dengan hukum Kirchhoff diperoleh hubungan Is = IZ + IL, maka arus zener-nya adalah IZ = Is - IL [4-16] jadi terlihat bahwa arus zener tidak sama dengan arus seri. οContoh 4.2 Jika diketahui dari Gambar 4.3 Vs = 18V, Rs = 270 Ohm, tegangan zener 10 V dan tahanan beban 1 Kο, apakah dioda bekerja pada daerah breakdown? M. Rahmad Elektronika Dasar 78 ο Solusi Tegangan thevenin ditentukan menggunakan persamaan [4-13] yaitu 1Kο VTh ο½ ο΄ (18V) ο½ 14,2V 270ο ο« 1Kο karena tegangan thevenin lebih besar dari tegangan zener, maka dioda bekerja pada daerah breakdown. Dioda zener dapat dirancang untuk membentuk gelombang persegi sebagaimana Gambar 4.18. Pada setengah siklus positif, dioda sebelah atas akan menghantar dan dioda sebelah bawah breakdown. Akibatnya keluaran akan terpotong seperti pada Gambar 4.18. Level pemotongan sama dengan tegangan zener ditambah 0,7V (dioda bias maju). Pada setengah siklus negatif terjadi kebalikannya. Dioda sebelah bawah menghantar, dan sebelah atas breakdown, sehingga keluaran selalu berbentuk gelombang kotak/persegi. Semakin tinggi gelombang sinus masukannya semakin baik gelombang kotak yang dihasilkan. Gambar 4.18 Pembentuk gelombang persegi dengan dioda zener + RZ - + VZ - Gambar 4.19 Pendekatan kedua dioda zener Gambar 4.19 adalah pendekatan kedua dioda zener yaitu memperhitungkan tahanan zener yang dianggap terhubung seri dengan baterei ideal. Karena arus zener mengalir melalui tahanan zener maka tegangan beban memenuhi M. Rahmad Elektronika Dasar 79 VL = VZ + IZRZ [4-17] perubahan tegangan beban dari kasus ideal adalah οVL ο½ I Z RZ [4-18] Pembacaan Lembar Data Dioda Zener Berdasarkan lembar data dioda zener dapat diketahui daya maksimumnya. umpamanya jika VZ = 12 V dan IZ = 10 mA, maka dayanya Pz = (12V)(10mA) = 120 mW. Dioda zener yang ada dipasaran mempunyai rating daya dari ¼ W sampai 50 W. Disamping daya pada lembar data biasanya terdapat data arus maksimum dioda zener yaitu dari hubungan menurut persamaan [4-19], sedangkan spesifikasi beberapa dioda zener diberikan pada Tabel 4.4 I ZM ο½ PZM VZ [4-19] Sebagai contoh 1N759 dengan tegangan zener 12 V, mempunyai arus maksimum I ZM ο½ 400 mW ο½ 33,3 mA 12V Tabel 4.4 Beberapa tipe dioda zener 1N4370A Vz (Volt) 2,4 Izm (mA) 150 Toleransi (%) 5 Pz (mW) 500 2 1N746A 3,3 110 5 500 3 1N751A 5,1 70 5 500 4 1N754A 6,8 55 5 500 5 1N759A 12,0 30 5 500 6 1N957 6,8 47 20 500 No Tipe 1 Sumber: Fairchild Semiconductor, 2013. M. Rahmad Elektronika Dasar 80 Toleransi dioda zener Setiap dioda zener mempunyai toleransi tegangan kerja diantaranya Seri 1N4370 = ο±10 %, akhiran A untuk ο±5% Seri 1N746 = ο±10%, akhiran A untuk ο±5% Seri 1N957 = ο±20 persen, akhiran A untuk ο±10%, dan akhiran B untuk ο±5% 4.12 Penstabil dengan Zener dan IC Regulator Ketika kita menggunakan sumber tegangan dari PLN untuk mencatu berbagai peralatan elektronika terlebih dahulu kita harus mengubah menjadi tegangan DC, namun ketika sumber PLN berubah tentu saja keluaran DC juga turut berubah. Bagaimana solusinya untuk membuat keluaran DC dari catu yang telah dirancang supaya stabil atau teregulasi. Mengacu pada modul sebelumnya, maka catu daya teregulasi dapat dirancang menurut blok diagram Gambar 4.20. Gambar 4.20 Diagram blok catu daya regulator Pada rangkaian ini selain yang sudah dibahas pada modul sebelumnya, maka perlu sebuah rangkaian penstabil (regulator) supaya dihasilkan tegangan keluaran DC stabil. Untuk membuat catu daya yang teregulasi telah diciptakan peranti yang mampu menstabilkan tegangan dc yang dihasilkan yaitu dengan menggunakan dioda fungsi khusus. Catudaya yang telah dibuat tanpa penstabil, mungkin sudah baik hanya belum sempurna, karena jika tegangan AC-nya turun, keluarannya juga turun dan jika naik keluarannya juga naik. Untuk itu keluaran catudaya harus dikonstankan dahulu dengan menggunakan rangkaian regulator, seperti dioda zener atau IC regulator. Jika telah ditambahkan regulator, maka keluaran catudaya tidak akan berpengaruh dengan perubahan masukan catudaya selagi memenuhi ketentuan. Regulator yang bekerja secara otomatis yang sering digunakan adalah menggunakan dioda zener atau dioda zener yang sudah terintegrasi dalam bentuk IC regulator, seperti : IC78XX, IC79XX. M. Rahmad Elektronika Dasar 81 IC Regulator Tegangan Positif Tipe 78XX IC tipe 78XX adalah IC regulator untuk menghasilkan tegangan positif tiga terminal yang dikeluarkan salah satunya oleh National Semiconductor dan termasuk IC linier seperti pada Tabel 4.5. IC ini pada dasarnya menggunakan pengintegrasian peranti dioda zener didalamnya untuk meregulasi (menstabilkan) tegangan keluaran sesuai spesifikasi IC. Tabel 4.5 Karakteristik IC 78XX Tipe Iout (Ampere) Vout Vin (volt) (volt) 78XXC 78LXX 78MXX Min max 7805 5 1 0,1 0,5 7,5 20 7806 6 1 0,1 0,5 8,6 21 7808 8 1 0,1 0,5 10,6 23 7812 12 1 0,1 0,5 14,8 27 7815 15 1 0,1 0,5 18,0 30 7818 18 1 0,1 0,5 21,0 33 IC Regulator Tegangan Negatif Tipe79XX IC tipe 79XX adalah IC regulator untuk menghasilkan tegangan negatif tiga terminal yang termasuk IC linier. Karakteristiknya terlihat pada Tabel 4.6 Tabel 4.6 Karakteristik IC 79XX Tipe Iout (Ampere) Vout Vin (volt) (volt) 79XXC 79LXX 79MXX Min max 7905 -5 1,5 0,1 0,5 -20 -7,5 7906 -6 1,5 - 0,5 -21 -8 7908 -8 1,5 - 0,5 -10,5 -23 7912 -12 1,5 0,1 0,5 -27 -14,5 7915 -15 1,5 0,1 0,5 -30 -18 7918 -18 1,5 0,1 - -33 -21 M. Rahmad Elektronika Dasar 82 Bentuk dan simbol IC78XX dan 79XX dapat dilihat pada Gambar 4.21 yang mempunyai 3 pin. Untuk tipe 78XX bagian masukan pada pin 1, ground pin 2 dan keluaran di pin 3. Sedangkan untuk tipe 79XX bagian masukan pin 2, ground pin 1 dan keluaran di pin 3. Apakah masih ada jenis yang lain, selain yang sudah ditunjukkan dalam tabel? Silahkan identifikasi jenis IC regulator selain IC 78XX dan IC 79XX! Gambar 4.21 IC 78XX dan 79XX Gambar 4.22 menunjukkan penerapan dioda zener sebagai regulator tegangan pada penyearah gelombang penuh. Untuk membuat catu daya bipolar (simetri) diperlihatkan pada Gambar 4.23 yang menggunakan IC regulator tegangan tipe 78XX untuk catu positif dan tipe 79XX untuk catu negatif. Catu daya ini dapat digunakan untuk mencatu op-amp, seandainya tidak menggunakan baterai. Gambar 4.22 Catu daya regulator positif dengan dioda zener M. Rahmad Elektronika Dasar 83 Bagaimanakah rangkaian regulator tegangan menggunakan dioda zener pada rangkaian penyearah setengah gelombang dan pada penyearah jembatan? Diskusikan apakah dapat dikombinasikan penggunaan dioda zener bersamaan IC regulator dalam satu rangkaian catu daya? Identifikasi jenis peranti regulator selain yang sudah dijelaskan! TR D1 D2 CT A D3 D4 78XX + Vo (+) C1 0 C2 79XX - Vo (-) B Gambar 4.23 Catu daya bipolar teregulasi menggunakan IC Gambar 4.24 Rangkaian penyearah pada project board dan pengukurannya. Gambar 4.24 menunjukkan rangkaian penyearah jembatan yang dirangkai pada papan project board yang dilengkapi dengan LED sebagai indikator. Sedangkan gambar disebelahnya adalah pengujian terhadap rangkaian penyearah pada papan project board. Selajutnya Gambar 4.25 merupakan hasil rancangan catu daya multi fungsi stabil yang digunakan di laboratorium pendidikan fisika. M. Rahmad Elektronika Dasar 84 Gambar 4.25 Catu daya stabil untuk alat di laboratorium Bagaimanakah menerapkan peranti dioda fungsi khusus lainnya dalam rangkaian catu daya regulator? Dan bagaimanakah cara merangkainya pada project board? 4.13 Permasalahan Dioda Fungsi Khusus Berdasarkan pada modul sebelumnya telah dibahas penerapan dioda penyearah dan dioda sinyal kecil. Ternyata masih ada dioda lain dengan fungsi khusus, namun umumnya belum semua diketahui karakteristik dan berbagai aplikasinya dalam kehidupan manusia. Dioda dengan fungsi khusus seperti dioda: led, seven segmen, dioda photo, dioda varactor, dioda varistor, dioda tunnel, dioda schottky, dioda steprecover, dan dioda zener. Seorang mahasiswa pendidikan fisika sudah tentu harus memahami secara mendalam peranti tersebut, Oleh karena itu anda diminta untuk mengetahui bagaimanakah dioda fungsi khusus tersebut baik dari aspek karakteristiknya maupun aspek penerapannya dalam kehidupan manusia. Berdasarkan modul sebelumnya juga telah dirancang penyearah yang beroperasi dengan frekuensi rendah (50 Hz), namun belum stabil. Sekelompok mahasiswa pendidikan fisika akan melakukan praktikum elektronika dasar yang memerlukan catu daya, tetapi ternyata catu daya yang ada dilabor mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan. Spesifikasi catu daya yang diperlukan yaitu catu daya stabil dengan arus 1 amper, tegangan keluaran DC ±12 volt dan +5 volt dilengkapi dengan indikator dan pelindung, Mahasiswa tersebut perlu bantuan jenis peranti yang dipelukan dan bagaimanakah rangkaiannya sehingga mereka dapat melaksanakan praktikum dengan rangkaian catu daya yang dirancang tersebut. M. Rahmad Elektronika Dasar 85 Rangkuman ο½ Dioda dengan fungsi khusus antara lain dioda zener, LED, Dioda foto, Dioda varactor (varicap), Dioda schottky, Dioda step recovery, Dioda varistor, Dioda tunnel, dan dioda laser. Tabel 4.7 merupakan rangkuman deskripsi dioda fungsi khusus. Tabel. 4.7 Dioda fungsi khusus dengan aplikasinya Piranti dan Simbolnya Dioda zener Simbol Deskripsi Aplikasi Dibuat khusus berperasi optimal pada daerah breakdown Dioda yang memancarkan cahaya Penstabil/regulator tegangan Dioda photo Dioda penerima cahaya Detektor dalam sistem kontrol Dioda Varactor Bersifat sebagai kapasitor variabel, yang bekerja dengan pengaturan lebar deplesi sebagai kapasitor, naik dengan kenaikan tegangan balik Tidak terdapat penyimpanan muatan Pada TV dan penala LED Dioda Schottky Dioda Varistor Dioda Step recovery DiodaTunnel Dioda laser M. Rahmad Mengalami kondisi breakdown pada dua arah bias, berfungsi sebagai penghilang transien Menghasilkan tegangan undak dengan banyak harmoni atau snap off selama penghantaran balik Memiliki daerah reistansi negatif Meradiasikan cahaya koheren Lampu indikator Penyearah pada frekuensi tinggi sampai 300Mhz, dalam sistem komunikasi Proteksi jalur terhadap spike/ gangguan petir Pengalih frekuensi Osilator frekuensi tinggi CD player, komunikasi broad-band Elektronika Dasar 86 Daftar Bacaan ο¦ Academia. 2015. Laser Diode http://www.academia.edu/5392928/LASER_Diode. Agung priski ananda, 2013. Referensi elektronika dioda. https://anandaq.wordpress.com/2013/01/17/referensi-elektronika-dioda/ Agung priski ananda, 2013. Referensi elektronika dioda. https://anandaq.wordpress.com/2013/01/17/referensi-elektronika-dioda/ Andi Hasan, 2012. Teknik audio vidio. http://adhyzeronine.blogspot.co.id/2011_10_01_archive.html Chandra, F. Dan Deni Arifianto, 2010. Jago Elektronika; Rangkaian Sistem Otomatis. Kawan Pustaka. Jakarta. Chogwang, 2014. Dioda-jenis dan fungsinya. http://www.chogwang.com/2014/10/dioda-jenis-fungsi-dan-karakternya.html Dunia Elektronika, 2013. Jenis-jenis-dioda-beserta-fungsinya http://duniaelektonika.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-dioda-besertafungsinya.html. Infokitabersama, 2013. pengertian-karakteristik-dioda-tunnel http://infokitabersama123.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-karakteristikdioda-tunnel.html. Irwan Arifin 2004. Elektronika 1. http://sunny.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2539/BAGIAN+3c.pdf Malvino, A.P., 2003, Prinsip-Prinsip Elektronika, terjemah Alb Joko Santoso, Buku Satu, Salemba Teknika, Jakarta. Atau dapat diakses pada: http://www.malvino.com. Miller, Rex & Mark R. Miller, 2007. Electricity and Electronics for HVAC, Mc Graw Hill, USA. Nulis-ilmu, 2015. Prinsip kerja led http://www.nulis-ilmu.com/2015/09/prinsip-kerja-led.html Patrick, Dale R. & Stephen W. Fardo, 2008. Electricity and Electronics Fundamentals. 2nd Edition. The Fairmont Press, USA. Prasetyono, D.S., 2003, Belajar Sistim Cepat Elektronika, Absolut, Yogyakarta. Rahmad, M., 2010, Penuntun Elektronika Dasar 1, Lab. Pend. Fisika FKIP UNRI, Pekanbaru. Rahmad, M., Nurhayati, 2008. Perbaikan Strategi Perkuliahan melalui Pengembangan Perangkat Pembelajaran Elektronika Dasar I Prodi Pendidikan Fisika FKIP UNRI Pekanbaru. Jurnal Pilar Sains, Vol 7, No. 1, Januari 2008. ISSN 14125595. Rahmad, M. 2010. Rekayasa Catu Daya Multiguna Sebagai Pendukung Kegiatan Praktikum Di Laboratorium. Proceding semirata BKS-PTN Bidang MIPA ke 23, Pekanbaru. ISBN 978-979-1222-94-5 Ralph, J.S., 1992, Rangkaian Peranti dan Sistem, terjemah Adhi Susanto, Jilid 1, Edisi ke empat, Erlangga, Jakarta. Ridwan Salahudin, 2015. Pengertian komponen aktif. http://semuainformasi007.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-komponen-aktifdan-komponen.html. M. Rahmad Elektronika Dasar 87 Sinclair, Ian R. and John Dunton. 2007. Practical Electronics Handbook. Sixth edition. Newnes Elsevier, Great Britain. www. elsevier.com. Sikil-rayapen. 2015. Pengertian-jenis fungsi dan karakteristik dioda. http://sikil-rayapen.blogspot.co.id/2015/03/DIODA-Pengertian-Jenis-FungsiKarakteristik-Dioda.html. Teknik Elektronika, 2013. Prinsip-kerja-pengertian-dioda-varactor-varicap http://teknikelektronika.com/prinsip-kerja-pengertian-dioda-varactor-varicap/ Wasito, S., 2004. Vademekum Elektronika, Edisi kedua, Gramedia, Jakarta. Wikipedia, 2012. Diode. http://en.wikipedia.org/wiki/PIN_diode. Wikipedia, 2013. Varistor - Wikipedia, the free encyclopedia. Glossary Indeks Istilah D Dioda Zener D Dioda Laser D Dioda Schottky D Dioda Varactor D Dioda Tunnel D Dioda Varistor D Dioda step recovery Dioda Photo Seven Segmen D S R Regulator tegangan Deskripsi Dioda silikon yang dirancang khusus bekerja pada daerah breakdown dapat digunakan sebagai penstabil tegangan. Dioda yang menghasilkan sinar koheren dengan gelombang sinar memiliki fase yang sama. Dioda penyearah yang dibentuk dari pertemuan logam dan semikonduktor, memiliki kecepatan switching yang tinggi. Dioda yang dapat berfungsi sebagai kapasitor variabel akbibat pengaruh tegangan pada terminalnya. Dioda ini beroperasi pada bias balik, yang mempengaruhi lapisan deplesi sebagai keping kapasitor dan bagian p dan n sebagai keping penghantar. Dioda terobosan yang dibuat dengan doping tinggi, memiliki perlawanan negatif pada bias maju dana mampu beroperasi pada gelombang mikro. Dioda dengan perlawanan tak linier yang bergantung pada tegangan. Perlawanan menurun jika tegangan turun. Sama dengan dioda snap sebagai dioda pengali frekuensi. Dioda yang dioptimalkan sensitif terhadap cahaya. Susunan led yang terdiri dari tujuh segmen LED dari A-G yang dapat membentuk karakter tertentu. Biasanya dilengkapi satu segmen titik (dot). Tegangan stabil pada keluaran walaupun masukannya mengalami perubahan tegangan sampai pada batasan tertentu. Untuk menghasilkan kondisi ini diperlukan peranti regulator seperti dioda zener atau zener yang terintegrasi dalam IC seperti IC78xx dan IC79xx. οο§ο§ο§©MRDο¨ο¨ο¨ο M. Rahmad Elektronika Dasar