Uploaded by User37859

02-03 Ukuran-ukuran dalam Epidemiologi - Copy

advertisement
UKURAN-UKURAN FREKUENSI YANG
DIGUNAKAN DALAM EPIDEMIOLOGI
12/1/2019
1
Definisi Epidemiologi
• Last (1988)
– Epidemiologi adalah studi distribusi dan
determinan kesehatan yang terkait
keadaan atau peristiwa dalam populasi
tertentu, dan aplikasi studi ini untuk
mengendalikan masalah kesehatan
12/1/2019
2
Distribusi
• Epidemiologi peduli dengan frekuensi dan
pola peristiwa kesehatan dalam suatu
populasi
12/1/2019
3
Ukuran-ukuran penyakit
• Kuantifikasi kejadian penyakit
• Hitung individu yang terinfeksi, yang sakit
dan yang meninggal
• Menggunakan kata-kata
– Biasanya, kadang-kadang, jarang.
– Kesepakatan kecil tentang arti umumnya
yang digunakan kata-kata untuk frekuensi
• “biasanya”  0,5 – 0,8
• “Kadang-kadang”  0,2 – 0,6
• “jarang”  0,01 – 0,2
12/1/2019
4
Ukuran-ukuran frekuensi peristiwa
kesehatan
• Tipe kuantitas matematis
• Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
12/1/2019
5
Tipe kuantitas matematis
•
•
•
•
Enumerasi (hitungan)
Rasio
Proporsi
Rate
12/1/2019
6
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
• Ukuran-ukuran frekuensi penyakit
• Ukuran-ukuran asosiasi
• Ukuran-ukuran dampak
12/1/2019
7
Tipe kuantitas matematis
• Hitungan (enumerasi) atau angka mutlak
– Jumlah kasar atau frekuensi
– Contoh: 10 kasus, 1961 kasus
• Rasio
– nilai yang didapat dengan pembagian suatu
kuantitas dengan kuantitas yang lain.
– kuantitas numerator (pembilang) boleh berbeda
adenominator (penyebut) atau
dari kuantitas
denominator
bmungkin tidak memuat numerator
– Contoh:
12/1/2019
8
Tipe kuantitas matematis
• Proporsi
– suatu fraksi atau tipe rasio yang unsur
numerator adalah bagian dari denominator
• Bila dikalikan dengan 100, biasanya disebut suatu
persentase.
• Contoh: 28/56 = 0,5; 0,5 x 100% = 50%
– Ada 28 kasus dari 56 orang. Berarti proporsi kasus
adalah 50%.
12/1/2019
9
Tipe kuantitas matematis
• Rate
– Tipe spesifik dari rasio yang
digunakan mengkuantifikasi
proses dinamik seperti
pertumbuhan dan kecepatan
12/1/2019
10
Tipe kuantitas matematis
• Rate
– pernyataan numeris dari frekuensi suatu
peristiwa
– dihitung dengan cara pembagian antara
jumlah individu yang mengalami peristiwa
(numerator) dengan jumlah total (keseluruhan)
yang mungkin dapat (kapabel) mengalami
peristiwa (denominator atau populasi berisiko)
dan perkalian dengan suatu konstanta
(tetapan)
12/1/2019
11
Tipe kuantitas matematis
• Rate
– Format umum dari rate adalah
Numerator
Rate 
xF
Denomin ator
Numerator adalah jumlah orang atau individu yang
mengalami peristiwa.
Denominator adalah jumlah populasi berisiko (jumlah total
orang atau keseluruhan individu yang mungkin mengalami
peristiwa).
F adalah faktor pengali, biasanya kelipatan 10, mengkonversi
rate dari suatu fraksi ke suatu jumlah keseluruhan.
12/1/2019
12
Tipe kuantitas matematis
• Rate
– Dapat berarti
• suatu pernyataan numeris dari frekuensi kejadian
yang terjadi dalam suatu kelompok orang tertentu
(didefinisikan) di dalam satu periode waktu tertentu
– Sinonim
• Tingkat
• Laju
– Contoh: Pada tahun 2004, ada 100 kasus
demam berdarah di suatu kota yang
berpenduduk 1.250.000 orang. Berapa rate
12/1/2019kasus demam berdarah di kota itu ?
13
Tipe kuantitas matematis
kasus
100 kasus
1 kasus

Rate 


 Populasi 1.250.000 orang 12500 orang
Rate demam berdarah  8 kasus per 100.000 orang
12/1/2019
14
Tipe kuantitas matematis
• Rate
– Bentuk khusus dari suatu proporsi yang
memuat waktu (atau faktor lain) dalam
denominator
– Contoh
• Incidence rate = 3 kasus per 100
orang per tahun
• kematian per 1000 penumpang kilometer
12/1/2019
15
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
• Ukuran frekuensi penyakit
– Merefleksikan besar kejadian penyakit
(morbiditas) atau kematian karena penyakit
(mortalitas) dalam suatu populasi
– Biasanya diukur sebagai suatu rate atau
proporsi
12/1/2019
16
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
• Ukuran asosiasi
– Merefleksikan kekuatan atau besar asosiasi
antara suatu eksposur/faktor risiko dan
kejadian suatu penyakit
– Memasukkan suatu perbandingan frekuensi
penyakit antara dua atau lebih kelompok
dengan berbagai derajat eksposur
– Beberapa ukuran assosiasi digunakan untuk
mengestimasi efek
12/1/2019
17
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
• Ukuran-ukuran asosiasi
– Ukuran rasio :(Perbandingan relatif)
• rasio dua frekuensi penyakit
• membandingkan kelompok terpajan dengan
kelompok tidak terpajan
– Ukuran perbedaan: (perbandingan absolut)
• perbedaan antara ukuran frekuensi penyakit
suatu kelompok terpajan dan kelompok yang
tidak terpajan
12/1/2019
18
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
• Ukuran-ukuran asosiasi
– Koefisien model
• koefisien variabel diturunkan dari model
matematis yang menujukkan besarnya hubungan
antara variabel eksposur dan penyakit
– Koefisien korelasi
• ukuran lain asosiasi yang juga diturunkan dari
model matematis, namun tidak merefleksikan
parameter kausal
12/1/2019
19
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
• Ukuran-ukuran asosiasi
– Koefisien model
•
•
•
•
12/1/2019
Linier
Logistik
Cox
Poisson
20
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
•
•
Koefisien model
y  b0  b1 X 1  b2 X 2  b3 X 3  ...... bk X k
Linier
– Interpretasi b1
•
•
Peningkatan dalam outcome (penyakit) nilai rata-rata y
(variabel kontinu) per unit meningkat dalam X1,
disesuaikan (distandarisasi) dengan semua variabel lain
dalam model
log odds   b0  b1 X 1  b2 X 2  b3 X 3  ...... bk X k
Logistik
– Interpretasi b1
•
12/1/2019
Peningkatan dalam log odds outcome (penyakit) per unit
meningkat dalam X1, disesuaikan dengan semua
variabel lain dalam model
21
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
•
•
Koefisien model
log hazard   b  b X
Cox
0
1
1
 b2 X 2  b3 X 3  ...... bk X k
– Interpretasi b1
•
Peningkatan log hazard outcome per unit meningkat
dalam X1, disesuaikan (distandarisasi) dengan semua
variabel lain dalam model
log rate  b0  b1 X 1  b2 X 2  b3 X 3  ...... bk X k
•
Poisson
– Interpretasi b1
•
12/1/2019
Peningkatan dalam log rate outcome (penyakit) per unit
meningkat dalam X1, disesuaikan dengan semua
variabel lain dalam model
22
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
•
Ukuran-ukuran asosiasi
– Koefisien korelasi
y  b0  b1 X
•
•
12/1/2019
b0 = intersep yaitu nilai y yang diestimasi ketika x = 0
b1 = koefisien korelasi (regresi) yaitu peningkatan yang
diperkirakan pada dependen variabel (y) per unit dalam
variabel prediktor (x). Jika x =1, y = b0+b1, jika x=2, y = b0
+ b1 * 2.
23
Tipe ukuran yang digunakan dalam
epidemiologi
• Ukuran efek/dampak
– Merefleksikan dampak suatu faktor pada
frekuensi atau risiko dari suatu masalah
(outcome) kesehatan
– Merefleksikan kelebihan jumlah kasus karena
suatu faktor (attributable) atau jumlah kasus
yang dapat dicegah oleh eksposur (pemajan)
12/1/2019
24
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Insidens (incidence)
• Prevalens (prevalens)
• Mortalitas (mortality)
12/1/2019
25
Ukuran-ukuran frekeunsi
penyakit
• Insidens
– merefleksikan jumlah kasus baru (insiden)
yang berkembang dalam suatu periode waktu
di antara populasi yang berisiko
• Yang dimaksud kasus baru adalah perubahan
status dari sehat menjadi sakit
• Periode Waktu adalah jumlah waktu yang diamati
selama sehat hingga menjadi sakit
12/1/2019
26
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Prevalens
– Merefleksikan jumlah kasus yang ada (kasus
lama maupun kasus baru) dalam populasi
dalam suatu waktu atau periode waktu
tertentu
– probabilitas bahwa seorang individu menjadi
kasus (atau menjadi sakit) dalam waktu atau
periode waktu tertentu
12/1/2019
27
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Mortalitas
– Merefleksikan jumlah kematian dalam suatu
populasi
12/1/2019
28
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Insidens
– Insidens kumulatif (Cumulative Incidence)
• Nama lain: Risk, proporsi insidens
– Densitas insidens (Incidence Density)
• Nama lain: insidens orang – waktu (Person – Time
Incidence), Tingkat insidens (Incidence rate)
12/1/2019
29
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
– Berarti rata-rata risiko seorang individu
terkena penyakit
– Orang-orang yang berada dalam denominator
haruslah terbebas dari penyakit pada
permulaan periode (observasi atau tindak
lanjut)
12/1/2019
30
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
– Metode ini hanya layak bila ada sedikit atau
tidak ada kasus yang lolos dari pengamatan
karena kematian, tidak lama berisiko, hilang
dari pengamatan
– Memerlukan bahwa semua non-kasus diamati
selama seluruh periode pengamatan
12/1/2019
31
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
– Probabilitas individu berisiko berkembang
menjadi penyakit dalam periode waktu
tertentu
– menyatakan individu tidak meninggal karena
sebab lain selama periode itu
12/1/2019
32
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
– Tidak berdimensi, dinilai dari nol sampai satu
– Merujuk pada individu
– Mempunyai periode rujukan waktu yang
ditentukan dengan baik
12/1/2019
33
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Rumus Insidens kumulatif = Risk = Proporsi Insidens
Insidens kumulatif 
Jumlah kasus insidens selama periode waktu tertentu
Jumlah orang berisiko pada permulaan waktu
12/1/2019
34
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Attack rate
– jenis khusus insidens kumulatif yang berguna selama
epidemik
– Contoh
Makanan
Makan
ARM
Sakit
Tidak
sakit
Salad
30
70
Krecek
16
84
Tidak Makan
ARTM
Sakit
Tidak
Sakit
30/100
5
35
5/40
16/100
4
21
4/25
ARM = Attack Rate Makan
ARMTM = Attack Rate tidak makan
12/1/2019
35
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
1
Gambar 1
2
3
4
5
6
7
Jumlah waktu dalam jangka
observasi dan dalam keadaan sehat
(tahun)
A
7
B
7
*
C
2
D
7
E
3
F
2
G
5
Keterangan
Periode sehat
Periode sakit
Hilang dalam pengamatan selanjutnya
*
12/1/2019
Meninggal
36
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Dari gambar 1.
– Berapa Insiden Kumulatif (IK) selama 7 tahun waktu
pengamatan?
– Jawab
Kasus baru

IK 
 Populasi berisiko pada awal pengamatan
3 kasus
IK 
 43 kasus per 100 orang
7 orang
12/1/2019
37
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Densitas insidens = Insidens orang-waktu
– Berarti rata-rata rate untuk populasi berisiko
selama waktu yang ditentukan
– Karena denominator diukur dalam orangwaktu, hal ini tidak perlu bahwa semua
individu diamati untuk periode yang sama
12/1/2019
38
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Densitas insidens = Insidens orang-waktu =
Incidence Rate
– Menyatakan suatu jumlah kasus baru per orang-waktu
– Rumusnya:
Densitas insidens 
12/1/2019
Jumlah kasus insidens terjadi dalam periode waktu
Jumlah orang  waktu
39
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
1
Gambar 1
2
3
4
5
6
7
Jumlah waktu dalam jangka
observasi dan dalam keadaan sehat
(tahun)
A
7
B
7
*
C
2
D
7
E
3
F
2
G
5
Keterangan
Periode sehat
Periode sakit
Hilang dalam pengamatan selanjutnya
*
12/1/2019
Meninggal
40
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Dari Gambar 1. Hitunglah nilai Densitas
Insidens (DI)= Insidens orang-waktu (PTI) =
Incidence Rate (IR)?
• Jawab:
– Hitung jumlah orang-waktu terlebih dulu
orang  waktu  7  7  2  7  3  2  5  33 orang  tahun
DI  IR  PTI 
– Kemudian hitung
DI  IR  PTI 
12/1/2019
3 kasus
33 orang  tahun
 kasus baru
 orang  waktu 
 9,1 kasus per 100 orang - tahun
41
Ukuran-ukuran frekuensi penyakit
• Instantaneous insidence density = instantaneous
incidence rate = person-time incidence rate
– Kejadian segera dari kasus baru pada suatu “titik
atau segera dalam waktu T, per unit waktu di antara
populasi berisiko selama waktu T
– Ukuran teoritis jumlah kasus yang terjadi per satuan
populasi-waktu (orang-tahun berisiko).
– Mengukur kejadian penyakit pada satu titik waktu t
(ditentukan secara matematik sebagai limit, seperti
t  0.
– Probabilitas seseorang yang sehat pada waktu t akan
mengalami sakit dalam interval t+t dibagi t
– Juga disebut force of morbidity, hazard rate
12/1/2019
42
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Incidence Rate
– Tidak ada periode rujukan (tidak ada seperti
rate 2-tahun)
– Mempunyai dimensi yang invers waktu (misal:
0,001/tahun)
– Mempunyai nilai nol dan infiniti (~)
12/1/2019
43
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Latihan menghitung Incindence Rate
Populasi 1
D = permulaan sakit
D
D
0
25
50
75
100
Tahun
Hitung Incidence Rate pada populasi 1
12/1/2019
44
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Latihan menghitung Incindence Rate
Populasi 2
D
D = permulaan sakit
D
0
25
50
75
100
Tahun
Hitung Incidence Rate pada populasi 2
12/1/2019
45
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Densitas Insiden = Insidens orang
waktu=Incidence Rate = 9,1 kasus/100 orangtahun
– Unit (satuan) orang-tahun dalam contoh di atas
adalah 1 x 100 x orang-tahun = 4 x 25 orang- tahun
• Angka ini dari orang-waktu dapat diakumulasi dengan
observasi 100 orang selama 1 tahun, 25 orang selama 4
tahun, 10 orang selama 10 tahun.
12/1/2019
46
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Prevalens
– Prevalens titik (Point of Prevalence)
• Nama lain: prevalens, proporsi prevalens
– Prevalens periode (Periode of Prevalence)
• Prevalens tahunan (Annual of Prevalence)
• Prevalens selama hidup (Lifetime of Prevalence)
12/1/2019
47
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Prevalens = prevalens titik = proporsi prevalens
– probabilitas bahwa seorang individu menjadi
kasus (atau menjadi sakit) pada suatu titik
waktu
– Tidak mempunyai dimensi
– Variasi nilai antara nol dan satu
12/1/2019
48
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Rumus Prevalens = prevalens titik (Point
Prevalence) = proporsi prevalens
Prevalens titik 
12/1/2019
Jumlah kasus yang ada pada satu titik dalam waktu T
Total jumlah orang pada waktu T
49
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
1
Gambar 1
2
3
4
5
6
7
Jumlah waktu dalam jangka
observasi dan dalam keadaan sehat
(tahun)
A
7
B
7
*
C
2
D
7
E
3
F
2
G
5
Keterangan
Periode sehat
Periode sakit
Hilang dalam pengamatan selanjutnya
*
12/1/2019
Meninggal
50
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Dari Gambar 1. Hitung prevalens pada tahun ke 2, 3, 4, 5, 6,
7.
• Rumus Prevalens = prevalens titik (Point Prevalence) =
proporsi prevalens
Prevalens titik 
Jumlah kasus yang ada pada satu titik waktu T
Total jumlah orang pada waktu T
Jawaban:
Jawaban:
PT pada T = 2 0/7
PT pada T = 5 2/6
PT pada T = 3 2/7
PT pada T = 6 2/5
PT pada T = 4 2/6
PT pada T = 7 2/5
12/1/2019
51
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Prevalens periode
– probabilitas seorang individu berada dalam keadaan
sakit kapan saja selama suatu periode waktu.
Prevalens Periode 
12/1/2019
Jumlah kasus yang ada selama suatu periode waktu
Jumlah orang selama periode
52
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
1
Gambar 1
2
3
4
5
6
7
Jumlah waktu dalam jangka
observasi dan dalam keadaan sehat
(tahun)
A
7
B
7
*
C
2
D
7
E
3
F
2
G
5
Keterangan
Periode sehat
Periode sakit
Hilang dalam pengamatan selanjutnya
*
12/1/2019
Meninggal
53
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Dari Gamabar 1. : Hitunglah Prevalens Periode (PP)
dari tahun ke 1 hingga tahun ke 4.
PP 
Jumlah kasus yang ada selama p eriode waktu tahun ke 1  4
Jumlah orang selama periode tahun ke 1 - 4
Karena jumlah orang (populasi) dalam pengamatan
berubah-ubah, maka kita dapat menggunakan jumlah
rata-rata dari populasi, atau yang umum digunakan
adalah jumlah populasi pada tengah tahun pengamatan
(midpoint year)
2
P P   0,29
7
12/1/2019
54
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Dari gambar 1.
– A, B,C,D, E, F, G.  individu yang diamati
(ada 7 orang)
– 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.  tahun yang diamati (ada
7 tahun pengamatan)
– Jumlah kasus baru selama 7 tahun
pengamatan ada 3 kasus
– Rata-rata lama sakit = (3+5+2)/3 tahun = 3,3
tahun
12/1/2019
55
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Dari gambar 1
– Orang – waktu (Person – Time)
• Jumlah waktu seseorang yang memberikan
kontribusi masa sehat sejak awal pengamatan.
–
–
–
–
–
–
–
12/1/2019
Untuk A  masa sehat 7 tahun
Untuk B  masa sehat 7 tahun
Untuk C  masa sehat 2 tahun
Untuk D  masa sehat 7 tahun
Untuk E  masa sehat 3 tahun
Untuk F  masa sehat 2 tahun
Untuk G  masa sehat 5 tahun
• Total orang – tahun = (7+7+2+7+3+2+5) orangtahun = 33 orang tahun
56
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Hubungan antara insidens dan prevalens
– Jika dalam kondisi yang tetap, maka
hubungan insidens dan prevalens adalah
• P=IxD
• Prevalens (P) [Prevalens periode] = Insidens (I)
[Densitas Insindens] x rata-rata lama sakit (D)
• Dari gambar 1. (untuk pengamatan selama 7
tahun)
12/1/2019
–
–
–
–
I = 3 kasus/33 orang-tahun. D = 3,3 tahun
P = 3 kasus/33 orang tahun x 3,3 tahun
P = 3 kasus/10 orang
P = 30 kasus/100 orang
57
Ukuran-ukuran frekuensi penyakit
• Perbandingan Insidens dan Prevalens
Insidens
Prevalens
• Hanya menghitung kasus baru
• Menghitung kasus yang ada
(kasus baru dan lama)
• Tingkat tidak bergantung durasi • Bergantung pada rata-rata
lama (durasi) sakit
rata-rata penyakit
• Dapat diukur sebagai rate atau • Selalu diukur sebagai proporsi
proporsi
• Merefleksikan kemungkinan
• Merefleksikan kemungkinan
menjadi penyakit sepanjang
terjadi penyakit pada satu waktu
waktu
tertentu
• Lebih disukai bila melakukan
• Lebih disukai bila studi utilisasi
studi etiologi penyakit
pelayanan kesehatan
12/1/2019
58
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
Insidens
Insidens
Kumulatif
Incidence
Rate
Sinonim
Proporsi
Insidens
Incidence
Density
Numerator
Kasus baru
Denominator
Prevalens
Titik
Periode
Kasus baru
Kasus yang
ada
Kasus yang
ada/baru
Populasi
inisial
Orang Waktu
Populasi
Inisial
Populasi
pertengahan
Unit
Tidak ada
Kasus per
orang waktu
Tidak ada
Tidak ada
Tipe
Proporsi
Rate
Proporsi
Proporsi
12/1/2019
59
Dinamik prevalens
Insidens (aliran masuk)
Prevalens
(Permukaan air)
Kasus Baru
Kasus Lama
Sembuh
atau meninggal
Bekas-bekas kasus
12/1/2019
60
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Ukuran mortalitas
– Ratio kematian terhadap kasus (Death-to-case Ratio)
DTCR 
 kematian dari penyakit t ertentu selama periode tertentu 
 kasus baru dari penyakit yang didentifik asi selama periode yang sama 
Contoh:
Pada tahun 2004, ada 200 kasus baru tuberkulosis paru-paru
yang dilaporkan di suatu wilayah. Pada tahun yang sama ada 15
kematian yang terjadi pada penderita tuberkulosis paru-paru,
maka DTCR = 15/200  75 kematian per 1000 kasus baru
12/1/2019
61
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Ukuran mortalitas
– Infant Mortality Rate (IMR)
bayi yang meninggal 

IMR 
 bayi yang lahir hidup 
Contoh: IMR = 7,2 bayi
yang meninggal per
1000 kelahiran hidup
– Neonatal mortality rate (NMR)
kematian bayi umur dalam 28 hari pertama

NMR 
 bayi yang lahir hidup 
kehidupan
Contoh: NMR = 5,4 kematian neonatal per 1000
kelahiran hidup
12/1/2019
62
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Ukuran mortalitas
– Postneonatal Mortality Rate (PNMR)
 bayi yang meninggal umur 28 sampai 11 bulan 
PNMR 
 bayi yang lahir hidup 
Contoh: PMNR = 2,8 kematian postneonatal per 1000 kelahiran hidup
– Maternal Mortality Rate (MMR)
MMR 
 kematian
ibu oleh sebab yang berkaitan dengan kehamilan, kelahiran dan nifas 
 bayi yang lahir
hidup 
Contoh: MMR = 6,1 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup
12/1/2019
63
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Ukuran mortalitas
– Case Fatality Rate (CFR)
meninggal diantara kasus insidens 

CFR 
 Jumlah kasus insidens 
– Propotionate Mortality (PM)
kematian karena sebab tertentu 

PM 
 kematian semua sebab 
12/1/2019
64
Ukuran-ukuran frekuensi
penyakit
• Ukuran mortalitas
– Propotionate Mortality Ratio (PMR)
• Membandingkan Propotionate Mortality pada
satu kelompok umur dengan kelompok umur
yang lain pada satu populasi
PMR 
PM grup1
PM grup2
Contoh: PM pada semua kasus = 7,1%; PM pada umur 25 –
44 = 2,5%; PM pada umur 45 – 64 = 4,3%. PMR antara
umur 45 – 64 dan 25 – 44 adalah (4,3/2,5) = 1,72
12/1/2019
65
Download
Random flashcards
hardi

0 Cards oauth2_google_0810629b-edb6-401f-b28c-674c45d34d87

Rekening Agen Resmi De Nature Indonesia

9 Cards denaturerumahsehat

Nomor Rekening Asli Agen De Nature Indonesia

2 Cards denaturerumahsehat

Card

2 Cards

Create flashcards