Uploaded by Sakina Slfra

3

advertisement
Konstruksi Atap
Atap adalah penutup atas suatu bangunan yang melindungi bagian dalam bangunan
dari hujan maupun salju. Bentuk atap ada yang datar dan ada yang miring, walaupun datar
harus dipikirkan untuk mengalirkan air agar bisa jatuh.
Bagian- bagian dari konstruksi atap:
Kuda-kuda, terdiri dari (balok menyilang diatas usuk, ukuran 2/3 cm)
Balok tarik (balok paling bawah dari kuda-kuda, ukuran 8/12 cm)
Kaki kuda-kuda (balok diagonal luar, ukuran 8/12 cm)
Ander (balok vertikal di tengah, ukuran 8/12 cm)
Skor (balok diagonal di tengah, ukuran 8/12 cm)
Balok gapit (balok penjepit agar tidak muntir, ukuran 2x6/12 cm)
Balok pengunci (untuk memperkuat sambungan, ukuran 8/12 cm)
Gording (balok melintang diatas kaki kuda-kuda, ukuran 8/12 cm)
Nook (balok menyilang diatas ander, ukuran 8/12 cm)
Murplat (balok diatas tembok, ukuran 8/12 cm)
Usuk (balok melintang di nook, gording, murplat, ukuran 5/7 cm)
Ring
Konstruksi kuda-kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk
mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan
bentuk pada atapnya. Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur
ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat
dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang.
1.Pembuatan kuda-kuda
Hal-hal yang harus dikuasai dalam pembuatan kuda-kuda, antara lain, adalah:
a. Menghitung kebutuhan bahan
b. Melukis gambar kerja dari bermacam-macam sambungan kuda-kuda yang digunakan
c. Membuat bermacam-macam sambungan kayu
d. Mengenali setiap komponen kuda-kuda
e. Menggunakan peralatan kayu sesuai dengan jenis dan fungsinya.
2.Langkah kerja membuat sambungan kaki kuda-kuda dengan tiang penggantung
a. Memberi tanda dengan jelas (misalnya dengan cara diarsir) bagian-bagian kayu yang akan
dihilangkan.
b. Membuat pen sesuai dengan gambar kerja menggunakan gergaji potong, gergaji belah, dan
pahat tusuk sampai hasilnya baik (rata, siku, dan tegak lurusmengikuti bentuk lukisan).
c. Membuat lubangnya dengan menggunakan pahat lubang mengikuti garis kerja dengan
kedalaman masing-masing setengah tinggi kayu.
d. Membuat takikan pada kaki kuda-kuda dengan menggunakan gergaji potong, gergaji belah,
dan merapikan dengan pahat tusuk dan pahat lubang.
e.Mencoba memasang sambungan kaki kuda-kuda dengan tiang penggantung, dan
memperhatikan secara seksama bagian-bagian mana saja yang masih perlu dibenahi agar
bentuk sambungannya rata (tidak baling) dan rapat.
f. Membenahi kekurangan-kekurangan yang ada sehingga sambungannya benar-benar rata
(tidak baling) dan rapat.
g. .Memasang kembali sambungan antara kaki kuda-kuda dengan tiang penggantung tersebut.
h. Meratakan sambungan menggunakan ketam halus.
3. Langkah kerja membuat sambungan kaki kuda-kuda dengan balok tarik
a. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan hingga siap pakai (tajam dan tidak dalam kondisi
rusak)
b. Menyiapkan bahan yang diperlukan.
c. Mengetam keempat sisi kayu (muka I, II, III, dan IV) hingga rata, halus, lurus,dan siku
antara muka yang satu dengan lainnya.
d. Memotong kayu sesuai gambar kerja.
e. Melukis bentuk sambungan kaki kuda-kuda dengan balok tarik sesuai gambar kerja.
f. .Memberi tanda dengan jelas (misalnya dengan cara diarsir) bagian-bagian kayu yang akan
dihilangkan.
g. .Membuat pen sesuai dengan gambar kerja dengan menggunakan gergaji potong,gergaji
belah, dan pahat tusuk sampai hasilnya baik (rata, siku, dan tegak lurus mengikuti bentuk
lukisan).
h. Membuat lubangnya dengan menggunakan pahat lubang mengikuti garis kerja dengan
kedalaman masing-masing setengah tinggi kayu.
i. .Membuat takikan pada kaki kuda-kuda dengan menggunakan gergaji potong,gergaji belah,
dan merapikan memakai pahat tusuk dan pahat lubang.
j. Mencoba memasang konstruksi sambungan kaki kuda-kuda dengan tiang penggantung, dan
perhatikan secara seksama bagian-bagian mana saja yangmasih perlu dibenahi agar menjadi
bentuk sambungan yang rata (tidak baling) dan rapat.
k. .Membenahi kekurangan-kekurangan yang ada hingga sambungan nya benar-benar rata
(tidak baling) dan rapat.
l. Memasang kembali sambungan antara kaki kuda-kuda dengan tiang penggantung tersebut.
m. Meratakan sambungan menggunakan ketam halus.
4. Langkah kerja membuat sambungan kaki kuda-kuda dengan penyokong (sekur)
a. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan hingga siap pakai (tajam dan tidak dalam kondisi
rusak)
b. Menyiapkan bahan yang diperlukan.
c. Mengetam keempat sisi kayu (muka I, II, III, dan IV) hingga rata, halus, lurus,dan siku
antara muka yang satu dengan lainnya.
d. Memotong kayu menjadi dua bagian dengan panjang masing-masing sesuai gambar kerja.
e. Melukis bentuk sambungan kaki kuda-kuda dengan sekur sesuai gambar kerja.
f. Memberi tanda dengan jelas (misalnya dengan cara diarsir) bagian-bagian kayu yang akan
dihilangkan.
g. Membuat pen sesuai dengan gambar kerja dengan menggunakan gergaji potong, gergaji
belah, dan pahat tusuk sampai hasilnya baik (rata, siku, dan tegak lurus mengikuti bentuk
lukisan).
h. Membuat lubangnya dengan menggunakan pahat lubang mengikuti garis kerja dengan
kedalaman setengah tinggi kayu.
i. Membuat takikan pada kaki kuda-kuda menggunakan gergaji potong, gergaji belah, dan
dirapikan memakai pahat tusuk dan pahat lubang.
j. Mencoba memasang konstruksi sambungan kaki kuda-kuda dengan sekur, dan perhatikan
secara seksama bagian-bagian mana saja yang masih perlu dibenahi agar menjadi bentuk
sambungan yang rata (tidak baling) dan rapat.
k. Membenahi kekurangan-kekurangan yang ada hingga sambungannya benar-benar rata
(tidak baling) dan rapat.
l. Memasang kembali sambungan antara kaki kuda-kuda dengan sekur tersebut.
m. Meratakan sambungan menggunakan ketam halus.
Detail kuda-kuda:
Atap perisai
Terdiri dari 4 bidang atap dengan 2 bidang atap bertemu pada 1 garis membentuk hubungan
dan 2 bidang lainnya membentuk hubungan miring.
Gambar : perspektif rangka atap perisai
Gambar : potongan atap perisai
Gambar : tampak atas atap perisai
Gambar : sambungan atap perisai
Download