Uploaded by Willypangestu36

Efektivitas Program Keluarga Harapan Dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan

advertisement
Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Rangka
Penanggulangan Kemiskinan (Suatu Studi di Kecamatan Kota Utara
Kota Gorontalo).
Claudio Usman
ABSTRACT: Effectiveness of Program Keluarga Harapan ( PKH ) in term of the
Destitution Tackling (Study in Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo) beneath the
guidance by Drs. Jantje Mandey M.Si and Drs. Joorie M. Ruru M.Si
The large development of the citizen in Indonesia nowadays, can not be balanced with the
government ability to manage and to control the people of the society maximally. It causes
by a few factors, and with no coordination of each factors become one of them, the less of
human resources , and the big amount of the citizen , etc. Furthermore, should not be very
surprised if people of Indonesia are still live beneath of line of the destitution. There is
many efforts that government did to cope this problem, such as the direct funds given by
government to the people of the society, and one of them is Program Keluarga Harapan
(PKH).
The aim of this research is to analyze the effectiveness Program Keluarga Harapan (PKH)
that can obviously resolve the destitution. This research is placed in Kecamatan Kota
Utara Kota Gorontalo. The research method that used is quantitative research method
with the sample are 90 respondents.
The result of the research shown that the respondents opinions in Kecamatan Kota Utara
Kota Gorontalo about the effectiveness Program Keluarga Harapan (PKH) averagely in
the middle or moderate category, that is 46.7 % of 90 respondents, while in the low
category is 23.3 % from respondents, and in the high category just around 19.1 %,
whereas for the destitution tackling average being in the middle category is 48.9, while in
the low category that is 14.4 % of 13 respondents and the high category around 36.7 %.
Key words : Effectiveness, Program Keluarga Harapan, Destitution
menjadi 403 kabupaten dan 98 kota. Ada
PENDAHULUAN
sekitar 300 kelompok yang berbeda etnis
A. Latar Belakang Masalah
pribumi di Indonesia, dan 742 bahasa dan
Indonesia sebagai salah satu
dialek yang berbeda (BPS, 2010).
negara yang memiliki penduduk terbesar
Dengan
ke empat di dunia, yang memiliki jumlah
populasi
penduduk
penduduk sekitar 260 juta jiwa. Indonesia
sebesar ini membuat Indonesia memiliki
saat ini terdiri dari 17.508 pulau, sekitar
banyak sekali persoalan-persoalan rumit
6.000 diantaranya dihuni, terbagi menjadi
yang
34 provinsi, lima di antaranya memiliki
kemacetan, kemiskinan, dan lain-lain.
status yang berbeda. Provinsi dibagi
Masalah seperti ini sering terjadi di
1
terjadi
di
masyarakat
seperti
sebuah negara yang memiliki jumlah
amat umum, beberapa diantara mereka
penduduk yang besar.
menuliskan juga definisi kemiskinan itu.
Pemerintah
sebagai
kekuasaan
tertinggi
mengatur
dan
pemegang
berhak
mengurus
Menurut Suparlan (1993) dalam
untuk
(Mubyarto, 2010), kemiskinan dapat
rumah
didefinisikan
sebagai
suatu
standar
tangganya sendiri. Sebagaimana yang
tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya
tercantum dalam Undang-Undang Dasar
suatu tingkat kekurangan materi pada
Republik Indonesia Tahun 1945 yang
sejumlah
mengamanatkan
negara
dibandingkan dengan standar kehidupan
berkewajiban untuk melindungi segenap
umum yang berlaku dalam masyarakat
bangsa
bersangkutan. Para ahli ilmu sosial
bahwa
Indonesia
kesejahteraan
dan
sosial
memajukan
dalam
rangka
atau
sependapat
segolongan
bahwa
orang
penyebab
utama
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh
kemiskinan adalah sistem ekonomi yang
rakyat Indonesia.
berlaku
Undang-Undang yang dibuat oleh
pemerintah
memang
sudah
yang
masyarakat
sangat
baik
dibutuhkan
Indonesia,
namun
dalam
masyarakat
yang
bersangkutan. Namun, banyak ahli yang
dan
juga percaya bahwa kemiskinan bukanlah
oleh
suatu gejala yang terwujud semata-mata
pada
hanya
karena
sistem
ekonomi.
kenyataannya yang terjadi dilapangan
Kemiskinan merupakan perwujudan dari
saat ini belum sesuai dengan apa yang
hasil interaksi yang melibatkan hampir
tercantum
semua aspek yang dimiliki manusia
dalam
Undang-Undang.
Banyak sekali penduduk Indonesia saat
dalam kehidupannya.
ini yang masih hidup dalam keadaan
Kemiskinan
umumnya
diukur
miskin dan bahkan sangat miskin, yang
dengan tingkat pendapatan, dan pada
membuat mereka tidak mampu dalam
dasarnya
memenuhi kebutuhan mereka sehari-
kemiskinan
harinya.
merupakan
relatif.
Seseorang
dikatakan
miskin
sebuah konsep yang amat relatif sehingga
secara
absolut,
apabila
tingkat
amat sulit didefinisikan. Itulah sebabnya
pendapatannya
dibawah
garis
kebanyakan dari mereka tidak berani
kemiskinan,
menuliskan definisi kemiskinan itu secara
pendapatannya
eksplisit. Meskipun demikian, sekalipun
memenuhi kebutuhan hidup minimum.
Kemiskinan
itu
dapat
dibedakan
absolut
dan
kemiskinan
atau
tidak
dalam
sejumlah
cukup
untuk
Kebutuhan hidup minimum ini antara lain
2
diukur
dengan
kebutuhan
pangan,
masyarakat
guna
melindungi
dari
sandang, kesehatan, perumahan, dan
kemungkinan terjadinya risiko sosial dan
pendidikan, yang diperlukan untuk bisa
untuk
hidup
masyarakat.
dan
kemiskinan
bekerja.
relatif
perbandingan
Sedangkan
adalah
antara
keadaan
meningkatkan
secara
kelompok
Bansos
langsung
dan/atau
kesejahteraan
dapat
kepada
lembaga
diberikan
masyarakat
kemasyarakatan,
masyarakat dengan tingkat pendapatan
sifatnya tidak terus menerus dan selektif.
sudah diatas garis kemiskinan. Sehingga,
Bansos difokuskan untuk meningkatkan
sebenarnya tidak termasuk miskin, tetapi
derajat hidup masyarakat agar terlepas
masih lebih miskin dibandingkan dengan
dari permasalahan rantai kemiskinan
kelompok masyarakat lain.
yang berkepanjangan, mendorong dan
Menurut
data
Badan
Pusat
mempercepat pertumbuhan masyarakat
Statistik (BPS, 2010) Nasional, pada
miskin menjadi masyarakat produktif,
tahun 2007 jumlah penduduk miskin di
mandiri
Indonesia sebesar 37,7 juta atau 16,58 %
memperbaiki
dari total penduduk Indonesia yang
kebijakan yang sudah ada.
tersebar diberbagai provinsi yang ada di
Indonesia.
Walaupun
dan
sejahtera,
dan
Kondisi
dengan
menyempurnakan
sosial
ekonomi
berganti-ganti
masyarakat yang ada di Kota Utara ini
sosok pemimpin di Indonesia, tidak
kebanyakan masih hidup dibawah garis
banyak hal berarti yang dapat mereka
kemiskinan. Ini disebabkan oleh banyak
lakukan
masalah
hal yaitu karena kualitas SDM yang
kemiskinan yang terjadi saat ini. Salah
masih sangat rendah, banyaknya anak
satu cara pemerintah untuk mengatasi
usia sekolah yang sudah tidak lagi
kemiskinan adalah dengan memberikan
bersekolah/putus
bantuan kepada masyarakat yang kurang
kesadaran
mampu/miskin, yang disebut sebagai
menyekolahkan
Bansos. Bansos ini dalam bentuk bantuan
mereka cenderung memiliki anak lebih
tunai maupun bantuan material, seperti
dari dua sehingga begitu banyak beban
dana BOS, Jamkesmas, PNPM-Mandiri,
yang harus mereka tanggung, belum lagi
Raskin, Program Keluarga Harapan, dan
lapangan kerja yang terbatas, serta upah
lain-lain.
minimum pekerja yang masih rendah.
dalam
mengatasi
sekolah,
orang
kurangnya
tua
untuk
anak-anak
mereka,
Bansos adalah merupakan transfer
Rata-rata sebagian besar masyarakat
uang atau barang yang diberikan kepada
bekerja sebagai petani, pembawa bentor,
3
dan
penjual
kecil-kecilan,
sehingga
B. Variabel Penelitian dan Definisi
Operasional
penghasilan mereka kebanyakan tidak
cukup
untuk
memenuhi
Variabel
kebutuhan
yang
terlibat
hutang
independent
untuk
(variabel
terikat) yang disimbolkan dengan (Y)
mahal sehingga kebanyakan dari mereka
yakni
tidak mampu untuk menjangkaunya.
variabel
Dalam rangka penelitian ini, maka
obatan tradisional dan ke puskesmas yang
kedua
fasilitasnya masih kurang lengkap dan
variabel
penelitian
tersebut
didefinisikan secara operasional, sebagai
kurang memadai. Belum lagi cara hidup
berikut :
masyarakat yang kurang mementingkan
hidup bersih, sehingga mudah sekali
terserang penyakit-penyakit.
1. Efektivitas
Program
Harapan
didefinisikan
pengukuran
METODOLOGI PENELITIAN
terhadap
keberhasilan
A. Metode Penelitian
Keluarga
sebagai
sejauhmana
pelaksanaan
PKH
dalam memberikan kontribusi untuk
Sesuai dengan tujuan penelitian
pada
membantu
bab
Indikator-
sebagai berikut :
yang digunakan dalam penelitian ini
a. Tepat
adalah metode penelitian asosiatif yakni
sasaran,
PKH
hanya
diberikan kepada rumah tangga
penelitian yang mencari hubungan antara
sangat
satu variabel dengan variabel lain.
ini
RTSM.
indikator variabel ini dapat diukur
pendahuluan, maka metode penelitian
penelitian
penanggulangan
kemiskinan.
Masyarakat cenderung lari ke obat-
Dalam
yang
dan satu variabel dependent (variabel
berobat ke rumah sakit yang terbilang
dikemukakan
bebas)
Efektivitas Program Keluarga Harapan
Ditambah lagi dengan akses untuk
telah
dalam
disimbolkan dengan (X), yakni variabel
mencukupi kebutuhan hidupnya.
yang
diteliti
penelitian ini terdiri dari satu variabel
sehari-hari. Pada akhirnya banyak dari
mereka
yang
datanya
penulis
miskin
(RTSM)
bersumber
yang
dari
desa/kelurahan tersebut.
menggunakan penelitian yang bersifat
b. Cara kerja yang baik dan benar,
kuantitatif yaitu memberikan keterangan
proses administrasi yang benar
dengan angka-angka statistik terhadap
dan dapat dipercaya.
faktor efektivitas dalam menanggulangi
kemiskinan di Kecamatan Kota Utara
Kota Gorontalo.
4
c. Produktif
dalam
pelayanan,
maupun swasta merupakan salah
pemberian materi maupun jasa
satu faktor agar tidak terjadinya
yang tepat dan baik.
pengangguran.
d. Prestasi kerja, penilaian yang baik
d. Bansos, memperluas bantuan bagi
dari masyarakat atas kinerja dari
calon penerima yang benar-benar
aparat pemerintah.
berhak
e. Pemanfaatan tenaga, biaya dan
peralatan
dengan
mestinya,
penyelewengan,
C. Populasi dan Sampel
ada
dan
Populasi
sesuai
memberantas
karakteristik tertentu yang ditetapkan
untuk
kemiskinan
oleh
yang
di
ukur
dari
(Sugiyono,
beberapa
untuk
dianalisis
ditarik
1998).
dan
kesimpulannya
Populasi
dalam
penelitian ini adalah masyarakat di
indikator-indikator variabel sebagai
Kecamatan Kota Utara, terbagi dalam 6
berikut :
a. Pendapatan,
Pemerintah
mengatur
minimum
batas
bagi
Kelurahan
harus
setiap
akses
Wongkaditi 146 KK, dan Wongkaditi
Barat sebanyak 26 KK.
terhadap
Sampel
populasi.
air bersih dan sanitasi, serta
dari
Adapun dalam pengambilan
di tiga Kelurahan yaitu Kelurahan Dembe
mengurangi biaya yang harus
II, Dembe Jaya, dan Wongkaditi Barat.
kelompok
Jumlah sampel yang diambil adalah
masyarakat miskin.
sebanyak 90 KK.
c. Pekerjaan, Penyediaan lapangan
dari
sebagian
sampel, penulis membatasi sampel hanya
pangan dan gizi akan membantu
baik
adalah
populasi yang dapat mewakili seluruh
pelayanan pendidikan, kesehatan,
oleh
Dulomo
KK, Dembe Jaya sebanyak 35 KK,
pelayanan dasar, Akses terhadap
dikeluarkan
Kelurahan
sebanyak 48 KK, Dembe II sebanyak 29
warga
kebutuhan mereka sehari-hari.
b. Meningkatkan
yaitu
Utara sebanyak 44 KK, Dulomo Selatan
pendapatan
negara agar dapat mencukupi
kerja
peneliti
kemudian
terjadi di masyarakat. Dalam hal ini
dapat
wilayah
subjek yang mempunyai jumlah dan
2. Penanggulangan Kemiskinan sebagai
pemerintah
yaitu
generalisasi yang terdiri atas objek dan
dengan ketentuan yang berlaku.
langkah
sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
sebagaimana
tidak
menerimanya
pemerintah
5
D. Instrumen Penelitian dan Teknik
Pengumpulan Data
Instrumen penelitian/alat yang
digunakan untuk memperoleh data primer
2.
dalam penelitian ini adalah seperangkat
kuesioner
(daftar
pertanyaan)
yang
disusun dalam bentuk angket isian dan
untuk akuratnya data yang diperoleh
maka dibantu dengan teknik interview
quide atau wawancara langsung dengan
responden. Sedangkan untuk memperoleh
data sekunder sebagai pendukung dalam
penelitian ini, maka digunakan teknik
penelitian dokumentasi yaitu melakukan
penelaan terhadap data yang telah ada di
kantor
Dinas
Sosial
dan
kantor
kecamatan.
E. Teknik Analisa Data
Penelitian
teknik
analisis
ini
data
menggunakan
pendekatan
kuantitatif dengan menggunakan rumusrumus statistik deskriptif dan statistik
inferensial, yaitu sebagai berikut :
1.
Analisis statistik deskriptif yang
digunakan ialah analisis tabel
frekuensi dan persentase. Teknik
analisis ini digunakan untuk
mengetahui dan mendeskripsikan
tentang
variabel
efektivitas
program keluarga harapan dan
variabel
penanggulangan
kemiskinan. Rumus persentase
adalah sebagai berikut :
𝑓𝑖
𝜌=
π‘₯ 100 %
𝑛
Di mana :
p = nilai persentase yang dicari;
f = frekuensi, yaitu banyaknya
data pada setiap kategori;
n = total data sampel.
Analisis statistik inferensial yang
digunakan ialah analisis regresi
linier sederhana dan korelasi
sederhana :
a. Analisis regresi linier sederhana
digunakan untuk mengetahui
pola hubungan dampak dari
variabel efektivitas program
keluarga harapan (variabel X)
terhadap
variabel
penanggulangan
kemiskinan
(variabel Y). Pola hubungan
pengaruh dinyatakan dengan
persamaan regresi linier sebagai
berikut :
ΕΆ = a + bX..... (Sudjana, 1988)
Di mana :
a =
nilai
konstan
variabel terikat (Y) apabila
variabel (X) tidak berubah/
tetap.
Koefisien (a) dihitung dengan
rumus :
βˆ‘Y βˆ‘X 2 βˆ’ (βˆ‘X)(βˆ‘XY)
π‘Ž=
n βˆ‘X 2 βˆ’ (βˆ‘X)²
b = Koefisien arah regresi
variabel Y atas variabel X,
yaitu besar perubahan pada
nilai variabel Y yang
disebabkan atau diakibatkan
oleh
perubahan
pada
variabel X.
Koefisien (b) dihitung dengan
rumus :
𝑏=
6
n βˆ‘XY βˆ’ (βˆ‘X)(βˆ‘Y)
n βˆ‘X 2 βˆ’ (βˆ‘X)²
Untuk mengetahui tingkat linieritas
regresi dan keberartian regresi diuji
dengan statistik-F (Sudjana, 1988).
b. Analisis korelasi sederhana
digunakan untuk mengetahui
derajat korelasi dan besar
pengaruh
determinasi
dari
variabel efektivitas program
keluarga harapan (X) terhadap
variabel
penanggulangan
kemiskinan
(Y).
Analisis
korelasi yang digunakan ialah
analisis korelasi product moment
atau korelasi r- pearson, dengan
rumus sebagai berikut :
π‘Ÿ=
alternatif pilihan (opsi) jawaban untuk
dipilih responden, dengan diberi nilai
skor : 5 untuk opsi (a), 4 untuk opsi (b), 3
untuk opsi (c), 2 untuk opsi (d), dan 1
untuk opsi (e). Atas dasar nilai skor
tersebut kemudian dilakukan tabulasi
data dan dimasukkan dalam tabel raw
score sebagaimana dapat dilihat pada
lampiran skripsi ini.
Untuk
keperluan
penyusunan
distribusi frekuensi, maka data variabel
ini dikelompokkan menjadi tiga kelas
n βˆ‘XY βˆ’ (βˆ‘X)(βˆ‘Y)
interval dan tiga kategori, yaitu kategori
{n βˆ‘X 2 βˆ’ (βˆ‘X)²}{nβˆ‘Y 2 βˆ’ (βˆ‘Y)²}
c. Untuk
mengetahui
derajad
determinasi (daya penentu) atau
besarnya pengaruh dari variabel
bebas terhadap variabel terikat
(variabel tak bebas), diperoleh
dengan cara mengkwadratkan
harga/nilai koefisien korelasi,
yaitu (r²).
d. Untuk uji signifikasi hubungan
antara variabel, maka nilai rhitung langsung dikonsultasikan
dengan nilai r-tabel pada taraf
uji 5 % dengan dk = n - 2.
β€œrendah”, β€œsedang”, dan β€œtinggi”, dengan
mengikuti
prosedur
pengkategorian
(Sudjana, 1983).
Berdasarkan
hasil
penelitian
terhadap 90 responden (lihat lampiran),
diperoleh gambaran tentang distribusi
frekuensi untuk variabel Efefktivitas
Program
Keluarga
Harapan
(X)
memperlihatkan kecenderungan bahwa
pendapat
responden
Kota
masyarakat
Utara
di
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kecamatan
tentang
A. Hasil Penelitian
Efektivitas Program Keluarga Harapan
indikator-indikator
(X) rata-rata masih berada pada kategori
variabel Efektivitas Program Keluarga
β€œSedang” atau moderat, yakni sebesar
Harapan (X), selanjutnya
46.7 % dari 90 responden yang ada,
Berdasarkan
dijabarkan
kedalam daftar pertanyaan (kuesioner)
sementara
sebanyak
dan
penilaiannya sebanyak sebesar 23.3 %,
didistribusikan kepada 90 responden
dan yang terkategori β€œtinggi” hanya
masyarakat di Kecamatan Kota Utara.
sekitar 30 %. Hasil ini menunjukkan
Setiap butir pertanyaan disediakan 5
bahwa Efektivitas Program Keluarga
15
butir
pertanyaan
7
yang
terkategori
rendah
Harapan di Kecamatan Kota Utara dalam
selanjutnya dijabarkan kedalam daftar
memberikan kontribusi untuk membantu
pertanyaan sebanyak 15 (sepuluh) butir
RTSM belum secara optimal terpenuhi.
pertanyaan,
1. Penanggulangan Kemiskinan
Penanggulangan
sebagai
langkah
kepada
Kemiskinan
90
didistribusikan
responden
masyarakat
Kecamatan Kota Utara untuk diisi. Daftar
untuk
pertanyaan didesain berdasarkan skala
memberantas kemiskinan yang terjadi di
Likert dan disiapkan 5 (lima) alternatif
masyarakat. Dalam hal ini dapat di ukur
pilihan (opsi) jawaban untuk dipilih
dari beberapa indikator-indikator variabel
responden
sebagai berikut :
pengetahuan dan pengalaman mereka
a. Pendapatan,
pemerintah
kemudian
Pemerintah
harus
berdasarkan
fakta,
tentang variabel yang ditanyakan.
mengatur batas pendapatan minimum
Ketentuan untuk memberi skor
bagi setiap warga negara agar dapat
data dari hasil pengumpulan data melalui
mencukupi kebutuhan mereka sehari-
daftar
hari.
ketentuan skala Likert desain 5 (lima)
b. Meningkatkan
akses
pertanyaan
adalah
mengikuti
terhadap
opsi, yaitu : skor 5 untuk opsi (a), skor 4
pelayanan dasar, Akses terhadap
untuk opsi (b), skor 3 untuk opsi (c), skor
pelayanan pendidikan, kesehatan, air
2 untuk opsi (d), dan skor 1 untuk opsi
bersih dan sanitasi, serta pangan dan
(e).
gizi akan membantu mengurangi
Berdasarkan
hasil
penelitian
biaya yang harus dikeluarkan oleh
terhadap 90 responden (lihat lampiran),
kelompok masyarakat miskin.
diperoleh gambaran tentang distribusi
c. Pekerjaan,
Penyediaan
lapangan
frekuensi untuk variabel Penanggulangan
kerja baik dari pemerintah maupun
Kemiskinan
swasta merupakan salah satu faktor
kecenderungan
agar tidak terjadinya pengangguran.
responden masyarakat di Kecamatan
d. Bansos, memperluas bantuan bagi
Kota
Utara
(Y)
memperlihatkan
bahwa
tentang
pendapat
Penanggulangan
calon penerima yang benar-benar
Kemiskinan (Y) rata-rata masih berada
berhak menerimanya sesuai dengan
pada kategori β€œsedang” yakni sebesar
peraturan yang berlaku.
48.9 % dari 90 responden masyarakat,
Mengacu
indikator
kemiskinan
variabel
(Y),
pada
indikator-
sementara
penanggulangan
maka
yang
terkategori
rendah
penilaiannya sebanyak sebesar 14.4 %,
dan yang terkategori β€œtinggi” sekitar 36.7
langkah
8
%.
Hasil
ini
penanggulangan
menunjukkan
kemiskinan
Mengingat hasil uji signifikasi
di
hubungan
(korelasi)
antara
Variabel
Kecamatan Kota Utara belum secara
Efektivitas Program Keluarga Harapan
optimal dicapai, namun telah memadai.
(X) dan Penanggulangan Kemiskinan (Y)
B. Hasil Analisis Statistik
dapat diterima, maka akan dilanjutkan
1.
dengan analisis regresi sederhana pada
Korelasi Product Moment
product
Teknik
analisis
moment
digunakan
bagian berikut.
korelasi
2.
untuk
Regresi Sederhana
Teknik analisis ini digunakan
menguji kuatnya keterkaitan atau derajat
korelasi
antara
Variabel
Program
Keluarga
Penanggulangan
untuk menguji pola hubungan fungsional
Efektivitas
Harapan
antara variabel X terhadap variabel Y.
dengan
kemiskinan
Hasil
di
analisis
statistik
diperoleh
Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo.
persamaan regresi ΕΆ = 28,342 + 0,604 X.
Berdasarkan
dengan
Setelah dilakukan uji signifikasi model
menggunakan program SPSS versi 20 for
regresi dengan menggunakan statistik F
windows diperoleh koefisien korelasi (ryx)
(uji anova) dan uji signifikasi koefisien
sebesar
kontigensi regresi dengan menggunakan
hasil
0,608
analisis
dengan
koefisien
statistik-t, diperoleh hasil sebagai berikut:
determinasi (ryx)² sebesar 0,362.
Hasil
uji
signifikasi
a.
dengan
keragaman,
menerapkan uji-t, diperoleh thitung =
51,598.
7,183, ternyata berada jauh diluar daerah
1,987.
harga Ftabel sebesar 1,427. Ini berarti
bahwa Fhitung jauh lebih besar dari
(hipotesis alternatif) yang menyatakan
Ftabel (51,598 Λƒ 1,427). Dengan
bahwa β€œEfektivitas Program Keluarga
berpengaruh
penanggulangan
positif
kemiskinan
demikian, dapat disimpulkan bahwa
dalam
antara Variabel Efektivitas Program
di
Keluarga
Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo”
dapat
diterima
dengan
dikonsultasikan
dan dk penyebut 88, diperoleh
Dengan
demikian Ho ditolak dan menerima Ha
Harapan
Setelah
Fhitung =
% (Ι‘ : 0,05) dengan dk pembilang 1
ttabel pada taraf uji 0,05 % dengan dk = 88
sebesar
diperoleh
dengan harga Ftabel pada taraf uji 5
penerimaan hipotesis nol (Ho), dimana
diperoleh
Uji model regresi atau uji
denganVariabel
sangat
Harapan
(X)
Penanggulangan
Kemiskinan (Y) mempunyai pola
meyakinkan.
9
hubungan fungsional yang bersifat
berarti
positif dan berpola linier
efektivitas PKH maka akan semakin
Distribusi
data
pengamatan pada
b.
variabel
Y
tinggi
semakin
pula
tinggi
tingkat
penanggulangan
Gambar 5.1,
kemiskinan. Taraf kesalahan dipilih
cenderung mengikuti atau berada
5% (taraf kepercayaan 95%) dan N =
disekitar garis regresi atau Y
90, maka π‘…π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ = 0,207. Ternyata
prediksi dengan persamaan ΕΆ =
harga 𝑅𝑕𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔 lebih besar dari harga
28,342 + 0,604 X.
π‘…π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ , sehingga π»π‘œ ditolak dan
Uji signifikasi koefisien regresi,
π»π‘Ž diterima. Jadi, kesimpulannya ada
thitung sebesar 6,354,
hubungan positif dan nilai koefisien
sementara ttabel pada taraf uji 5 % (Ι‘
korelasi antara efektivitas PKH dan
: 0,05) dengan dk = n - 2 (90 -2 =
penanggulangan kemiskinan sebesar
88), diperoleh sebesar 1,987. Ini
0,608. Kemudian dilanjutkan dengan
berarti
X
menguji 𝑇𝑕𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔 , yang hasilnya
terhadap
adalah 7,183. Harga 𝑇𝑕𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔 tersebut
diperoleh
bahwa
variabel
berpengaruh signifikan
selanjutnya
variabel Y.
dengan
harga π‘‡π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ . Untuk kesalahan 5 %
C. Pembahasan
Faktor
dibandingkan
Efektivitas
uji dua pihak dan dk = n – 2 = 88,
Program
Keluarga Harapan ternyata berpengaruh
maka diperoleh π‘‡π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™
secara nyata atau signifikan terhadap
Ternyata harga 𝑇𝑕𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔 7,183 lebih
penanggulangan kemiskinan, khususnya
besar dari π‘‡π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ , sehingga π»π‘œ
pada
Kota
ditolak. Hal ini berarti terdapat
Gorontalo. Hal ini tergambar, baik dari
hubungan yang positif dan nilai
hasil persamaan regresi parsial (regresi
koefisien korelasi antara efektivitas
sederhana) ΕΆ = 28,342 + 0,604 X,
PKH
maupun harga koefisien korelasi melalui
kemiskinan sebesar 0,608.
analisis korelasi product moment. Hasil-
Selanjutnya dalam analisis korelasi
hasil ini dapat diinterpretasikan sebagai
terdapat suatu angka yang disebut
berikut :
dengan Koefisien Determinasi, yang
Kecamatan
Kota
Utara
1. Jadi ada korelasi positif sebesar
besarnya
dan
adalah
= 1,987.
penanggulangan
kuadrad
dari
0,608 antara Efektivitas program
koefisien korelasi (r²). Koefisien ini
keluarga
disebut koefisien penentu, karena
harapan
dan
penanggulangan kemiskinan. Hal ini
10
varians yang terjadi pada variabel
oleh variasi perubahan pada faktor
independen.
maka
efektivitas PKH itu sendiri sebesar ±
koefisien determinasinya = r² =
60,8 %, dan sisanya sebesar ± 39,2
0,608² = 0,37. Hal ini berarti varians
% turut ditentukan atau dipengaruhi
yang
oleh faktor lain.
r
=
terjadi
0,608,
pada
penanggulangan
variabel
kemiskinan
Beranjak dari hasil-hasil penelitian
37%
dapat dijelaskan melalui varians
tersebut
yang terjadi pada variabel efektivitas
dikatakan bahwa faktor efektivitas
PKH,
PKH punya arti penting dalam hal
atau
penanggulangan
diatas,
maka
dapat
kemiskinan 37% ditentukan oleh
pencapaian
besarnya efektivitas PKH, dan 63%
kemiskinan.
oleh faktor lain, misalnya karena
setidaknya sesuai dengan teori-teori
faktor KKN, penyalahgunaan dana
yang telah dikonsepsikan pada bab
oleh masyarakat, dan tidak adanya
kerangka teori.
pengawasan
dari
sehingga
pemerintah,
penanggulangan
Mengacu
menarik
efektivitas
sebagai berikut :
diperoleh
dengan
kemiskinan
sebesar
Selanjutnya,
beberapa
kesimpulan,
yaitu
1. Bahwa apabila program keluarga
60,8%.
nilai
hasil-hasil
bab sebelumnya, maka penulis dapat
hubungan (derajat korelasi) antara
penanggulangan
pada
penelitian yang telah diuraikan pada bab-
keeratan
PKH
ini
A. Kesimpulan
2. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar
menunjukkan
Kesimpulan
KESIMPULAN DAN SARAN
kemiskinan itu tidak dapat diduga.
0,608
penanggulangan
harapan
koefisien
dapat
berjalan
dengan
efektif maka dapat sangat membantu
determinasi sebesar 0,37 bermakna
dalam menanggulangi
bahwa pengaruh/kontribusi faktor
yang ada. Ini merupakan salah satu
efektivitas
terhadap
faktor penting yang juga dapat
kemiskinan,
mempengaruhi tingkat kemiskinan
diperoleh sebesar 60,8%. Hasil ini
yang ada saat ini. Belum optimalnya
menunjukkan
variasi
penanggulangan kemiskinan, akibat
penanggulangan
dari program yang masih belum tepat
PKH
penanggulangan
bahwa
perubahan
kemiskinan
di
Kecamatan
Kota
kemiskinan
sasaran kepada masyarakat yang
Utara Kota Gorontalo ditentukan
benar-benar
11
membutuhkan,
dan
masih belum berjalan sebagaimana
2. Selain itu, untuk menanggulangi
mestinya program ini.
kemiskinan perlu adanya tekad yang
2. Efektivitas
program
harapan
berpengaruh
signifikan
dalam
kemiskinan,
keluarga
kuat dari semua pihak-pihak yang
secara
terlibat, kerjasama, konsisten, dan
menanggulangi
berdasarkan
komitmen
hasil
demikian,
DAFTAR PUSTAKA
hasil
Badan Pusat Statistik. 2010. Statistik
penelitian ini berhasil menguji hipotesis
yaitu
β€œefektivitas
harapan
program
berpengaruh
signifikan
dalam
Pendidikan 2009 Survei Sosial
keluarga
positif
Ekonomi Nasional.
dan
Badrudin,
menanggulangi
Gibson,
B. Saran - saran
perlu
untuk
beberapa
saran/rekomendasi
Keban,
diperlukan
kompeten
maka
orang-orang
yang
dan
mengerti
dan
2004.
Strategis
Enam
Administrasi
Umum PKH. Jakarta: UPPKH
pada
Pusat.
Kementerian Sosial RI, 2007. Modul
menjalankan
berjalan
T.
Kementerian Sosial RI, 2007. Pedoman
Diklat
TOT
PKH.
Jakarta:
Pusdiklat Kesos.
ada sehingga terciptanya program
bisa
Manajemen,
Jakarta: Gava Media.
program ini berdasarkan acuan yang
yang
1987.
Publik: Konsep, Teori, dan Isu.
bidangnya masing-masing, berjiwa
profesional
dkk.
dan
Yeremias
Dimensi
program
efektif
Jr,
II). Jakarta: Erlangga.
lain :
yang
Donelly,
Perilaku, Struktur, Proses (Jilid
kepada
terkait untuk dapat ditindak lanjuti, antara
keluarga
Yogyakarta:
Gibson, James L. 1990. Organisasi:
memberikan
menciptakan
Daerah.
Jakarta: Erlangga.
Dinas Sosial dan aparat pemerintah
1. Untuk
Ekonomika
Organisasi
hasil
temuan dalam penelitian ini, maka
dipandang
2012.
UPP STIM YKPN.
Kota Gorontalo.
keseluruhan
Rudy.
Otonomi
kemiskinan di Kecamatan Kota Utara
Berdasarkan
memberantas
kemiskinan.
penelitian yang diteliti dilapangan.
Dengan
dalam
Kementerian Sosial RI. 2011. Pedoman
dengan
Operasional
sebagaimana mestinya.
12
Sistem
Informasi
Manajemen
(SIM
Sudjana,
PKH)
Kabupaten/Kota.
Koontz,
Harold;
N.
1988.
Penyusunan
Tuntunan
Karya
Ilmiah,
O’Donnel,
Cyril;
Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi.
Weihrich,
Heinz.
1993.
Sinar Baru: Bandung.
Manajemen,
jilid
2.
Jakarta:
Sugiyono,
Erlangga.
------------,
ke Depan).Bandung: Fokusmedia.
Sebagai
Ekonomi. Yogyakarta: BPPE.
Gajah
Mada
Pembangunan
Reinventing
(Menata
1.
global).
2.
2012.
Metode
3.
Rosyidi, Suherman. 2011. Pengantar
PT.
4.
Raja
S.
Undang-Undang RI Nomor 11
Undang-Undang RI Nomor 40
Tahun
Grafindo.
Siagian,
Percepatan
Sosial.
(Pendekatan
Jakarta:
Perpres RI Nomor 15 Tahun 2010
Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan
kepada Teori Ekonomi Mikro dan
Makro).
Koordinasi
Penanggulangan Kemiskinan.
Bandung: Alfabeta.
Ekonomi
Perpres RI Nomor 13 Tahun 2009
Tentang
Penelitian Administrasi Publik.
Teori
Pustaka
Penanggulangan Kemiskinan.
Jakarta: PT. Elex Media.
Harbani.
Perekonomian
Yogyakarta:
Tentang
baru
keunggulan
2011.
Sumber lain-lain :
ulang
Indonesia
Publik.
Pelajar.
paradigma pembangunan untuk
membangun
2004
Tentang
Jaminan Sosial Nasional.
P.
Kepemimpinan
Administrasi.
1986.
Untuk
Gunawan.
Membangun
Rakyat.
2003.
Kebijakan
Sumodiningrat,
University Press.
Riant.
Statistika
Bandung: Alfabeta.
Nawawi, H. 1994. Penelitian Terapan.
Yogyakarta:
2008.
Suharto, Edi. 2011. Kebijakan Sosial
Mubyarto. 2010. Membangun Sistem
Pasolong,
Penelitian
Penelitian. Alfabeta: Bandung
Sosial di Indonesia (Sekarang dan
dengan
Metode
Administrasi. Alfabeta: Bandung.
Lestari, Sri Rahayu. 2012. Bantuan
Nugroho,
1998.
Organisasi
dan
Perilaku
Jakarta:
Gunung
Agung.
13
Sistem
Download
Random flashcards
hardi

0 Cards oauth2_google_0810629b-edb6-401f-b28c-674c45d34d87

Rekening Agen Resmi De Nature Indonesia

9 Cards denaturerumahsehat

Rekening Agen Resmi De Nature Indonesia

9 Cards denaturerumahsehat

sport and healty

2 Cards Nova Aulia Rahman

Card

2 Cards

Create flashcards