Uploaded by User28290

BAB II

advertisement
BAB II –Tinjauan Pustaka
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Definisi Proyek
Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan sementara yang
berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumberdaya tertentu
dan dimaksudkan untuk mengahasilkan produk yang kriteria mutunya telah
digariskan dengan jelas. (Imam Soeharto:1999, Manajemen Proyek).
Proyek konstruksi memiliki ciri-ciri pokok proyek antara lain, (Imam
Soeharto:1999, Manajemen Proyek):
1. Bertujuan menghasilkan lingkup (deliverable) tertentu berapa produk akhir
atau hasil kerja akhir
2. Dalam proses mewujudkan lingkup di atas di tentukan jumlah biaya, jadwal,
serta kriteria mutu
3. Bersifat sementara dalam artian umumnya dibatasi oleh selesainya tugas.
Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas
4. Nonrutin, tidak berulang-ulang macam dan intensitas kegiatan berubah
sepanjang proyek berlangsung.
Klasifikasi beberapa kegiatan yang merupakan karakteristik proyek
(Kerzner:2001, Project Management):
1. Proyek melibatkan satu tujuan yang terdefenisi dan akhir yang terencana,
dapat disampaikan atau hasil, biasanya memiliki biaya, jadwal dan performa
yang telah di tentukan.
I-1
BAB II –Tinjauan Pustaka
2. Setiap proyek adalah unik, karena berbeda memerlukan sesuatu yang berbeda
dari proyek yang sudah dilakukan sebelumnya.
3. Proyek adalah sebuah kegiatan sementara, setiap personil dalam organisasi
proyek, bekerja untuk mencapai tujuan, dan apabila tujuan telah dicapai maka
organisasi proyek dibubarkan.
4. Proyek menggunakan skill dan bakat dari beberapa profesi.
5. Setiap proyek memiliki resiko yang berbeda mengingat bahwa proyek
bersifat unik.
6. Organisasi proyek biasanya memiliki sesuatu yang dipertaruhkan ketika
menjalanjan sebuah proyek.
7. Proyek adalah proses pekerjaan untuk mencapai tujuan, tahapan-tahapan
yang dilewati proyek disebut dengan project life cycle.
2.1.1 Manajemen Proyek
Menurut Sukanto, Manajemen proyek adalah usaha merencanakan,
mengorganisasi, mengarahkan, mengkoor-dinasi serta mengawasi kegiatan dalam
proyek sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jadwal waktu serta anggaran
yang telah ditetapkan.
Menurut Garold D. Oberlender, Manajemen proyek adalah Seni dan ilmu
dalam mengkoordinasikan manusia, peralatan, material, uang dan jadwal untuk
menyelesaikan suatu proyek tertentu tepat waktu dan dalam batas biaya yang
disetujui.
Menurut H. Kerzner dalam Imam Soeharto (1999), Manajemen proyek
adalah merencanakan, menyusun organisasi, memimpin dan mengendalikan
I-2
BAB II –Tinjauan Pustaka
sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah
ditentukan. Lebih jauh lagi manajemen proyek menggunakan pendekatan sistem
dan hierarki (arus kegiatan) vertikal dan horizontal.
Menurut Dimyati dkk (2015), dalam manajemen proyek, hal yang perlu
dipertimbangkan agar output proyek sesuai dengan sasaran dan tujuan yang
direncanakan adalah mengidentifikasi berbagai masalah yang mungkin timbul
ketika proyek dilaksanakan. Beberapa aspek yang dapat diidentifikasi dan
menjadi masalah dalam manajemen proyek serta membutuhkan penanganan yang
cermat adalah sebagai berikut:
1. Keuangan
Masalah ini berkaitan dengan pembelanjaan dan pembiayaan proyek.
Keuangan bisa berasal dari modal sendiri dan / atau pinjaman dari bank
atau investor dalam jangka pendek atau jangka panjang. Pembiayaan
proyek menjadi sangat krusial apabila proyek berskala besar dengan
tingkat kompleksitas yang rumit dan membutuhkan analisis keuangan
yang cepat dan terencana.
2. Anggaran biaya
Perencanaan yang matang dan terperinci akan memudahkan proses
pengendalian biaya sehingga biaya yang dikeluarkan sesuai dengan
anggaran yang direncanakan.
3. Manajemen sumber daya manusia
Masalah ini berkaitan dengan kebutuhan dan alokasi SDM selama proyek
berlangsung yang berfluktuatif. Agar tidak menimbulkan masalah yang
I-3
BAB II –Tinjauan Pustaka
kompleks, perencanaan SDM didasarkan atas organisasi proyek yang
dibentuk sebelumnya dengan melakukan langkah-langkah, proses staffing
SDM. Deskripsi kerja, perhitungan, beban kerja, deskripsi wewenang dan
tanggung jawab SDM, serta penjelasan tentang sasaran dan tujuan proyek.
4. Manajemen produksi
Masalah ini berkaitan dengan hasil akhir proyek. Hasil akhir proyek
negatif apabila proses perencanaan dan pengendaliannya tidak baik. Agar
hal ini tidak terjadi, diperlukan berbagai usaha untuk meningkatkan
produktifitas SDM, meningkatkan efisiensi proses produksi dan kerja,
serta meningkatkan kualitas produksi melalui jaminan mutu dan
pengendalian mutu. sasaran dan tujuan proyek.
5. Harga
Masalah ini timbul karena kondisi eksternal dalam hal persaingan harga,
yang dapat merugikan paerusahaan, misalnya karena produk yang
dihasilkan membutuhkan biaya produksi yang lebih tinggi dan kalah
bersaing dengan produk lain.
6. Efektifitas dan efisiensi
Masalah ini dapat merugikan apabila fungsi produk yang dihasilkan tidak
terpenuhi / tidak efektif atau faktor efisiensi tidak terpenuhi / tidak efektif
sehingga usaha produksi membutuhkan biaya besar.
7. Pemasaran
I-4
BAB II –Tinjauan Pustaka
Masalah ini berkaitan dengan perkembangan faktor eksternal sehubungan
dengan persaingan harga, strategi promosi, mutu produk, serta analisis
pasar yang salah terhadap produksi yang dihasilkan.
8. Mutu
Masalah ini berkaitan dengan kualitas produk akhir yang akan
meningkatkan daya saing serta memberikan kepuasan pelanggan.
9. Waktu
Masalah waktu dapat menimbulkan kerugian biaya apabila pengerjaan
proyek lebih lambat dari yang direncanakan dan sebaliknya akan
menguntungkan apabila dipercepat.
Menurut Dimyati dkk (2015, dikutip Marji, 2017) Ada tiga elemen paling
penting dalam manajemen proyek, yaitu sebagai berikut:
1. Manajer Proyek
Elemen paling penting dalam manajemen proyek adalah manajer proyek.
Manajer proyek adalah seorang yang bertanggung jawab untuk
merencanakan, mengarahkan, dan mengintegrasikan usaha kerja dari
anggota
untuk
mencapai
tujuan
proyek.
Manajer
proyek
mengkoordinasikan usaha antar area fungsional dan mengintegrasikan
perencanaan dan pengendalian dari biaya, jadwal, dan pembagian tugas
dalam suatu proyek.
2. Tim proyek
Tim proyek merupakan kumpulan orang dari area fungsional berbeda yang
saling bekerja sama dengan tujuan menyelesaikan pekerjaan proyek.
I-5
BAB II –Tinjauan Pustaka
3. Sistem manajemen proyek
Manajer proyek dan tim proyek harus menjadi alat bantu dalam sistem
manajemen proyek. Sistem manajemen proyek dibuat berdasarkan struktur
organisasi, proses informasi, dan pelatihan serta prosedur yang
mengintegrasikan elemen dari organisasi proyek secara vertikal dan
horizontal. Elemen vertikal meliputi pemecahan tugas dalam proyek,
sedangkan elemen horizontal meliputi unit fungsional dan departemen
yang terlibat dalam proyek.
2.1.2 Aspek Manajemen Proyek
Menurut
(PMBOK
GUIDE–Fifth
Edition,
p.27-28)
manajemen
proyek meliputi beberapa tahapan, yaitu proses inisiasi, proses perencanaan,
proses pelaksanaan, proses pengontrolan, proses penutupan.
1. Proses Inisiasi, adalah kelompok proses untuk mendapatkan pengesahan
untuk memulai suatu proyek.
2. Proses Perencanaan, adalah kelompok proses yang diperlukan untuk
menetapkan skop proyek, dan mendefinisikan aktifitas yang diperlukan untuk
mencapai obyektif untuk mana proyek diadakan.
3. Proses Pelaksanaan, adalah kelompok proses yang dilaksankan untuk
menyelesaikan
pekerjaan-pekerjaan
yang telah
direncanakan
sesuai
spesifikasi yang telah ditentukan.
4. Proses Pengontrolan, adalah kelompok proses yang diperlukan untuk
menelusuri, mereview, dan mengatur kembali progress dan kinerja proyek.
I-6
BAB II –Tinjauan Pustaka
5. Proses Penutupan, adalah kelompok proses yang dilaksankan untuk
mengakhiri proses manajemen proyek dan menutup proyek.
2.1.3 Keterlambatan Pada Proyek
2.1.3.1 Pengertian Keterlambatan Proyek
Sebagian waktu pelaksanaan yang tidak dapat dimanfaatkan sesuai dengan
rencana, sehingga menyebabkan beberapa kegiatan yang mengikuti tertunda atau
tidak dapat diselesaikan tepat sesuai jadwal yang direncanakan. (Ervianto, dalam
jurnal Sri Budiyani dan Aripurnomo Kertohardjono: 2014). Keterlambatan proyek
konstruksi erat kaitannya dengan waktu atau rencana kerja, keterlambatan terjadi
manakala item pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai dengan rencana kerja
yang disusun dan disepakati para pihak sebagaimana tertuang dalam kontrak.
Peran aktif menajemen merupakan salah satu kunci utama keberhasilan
pengelolahan proyek. Pengkajian jadwal proyek diperlukan untuk menentukan
langkah perubahan mendasar agar keterlamatan penyeleaian proyek dapat
dihindari atau dikurangi.
2.1.3.2 Penyebab keterlambatan
Penyebab-penyebab keterlambatan dalam suatu proyek menjadi tiga
bagian yaitu: (Levis dan Atherley dalam jurnal Sri Budiyani dan Aripurnomo
Kertohardjono: 2014)
1. Excusable Non-Compensable Delays, penyebab keterlambatan yang paling
sering mempengaruhi waktu pelaksanaan proyek pada keterlambatan tipe ini,
adalah :
I-7
BAB II –Tinjauan Pustaka
a. Act of God, seperti gangguan alam antara lain gempa bumi, tornado,
letusan gunung api, banjir, kebakaran dan lain-lain.
b. Forse majeure, termasuk didalamnya adalah semua penyebab Act of
God, kemudian perang, huru hara, demo, pemogokan karyawan dan lain
-lain.
c. Cuaca, ketika cuaca menjadi tidak bersahabat dan melebihi kondisi
normal maka hal ini menjadi sebuah faktor penyebab keterlambatan yang
dapat dimaafkan(Excusing Delay).
2. Excusable Compensable Delays, keterlambatan ini disebabkan oleh Owner
client, kontraktor berhak atas perpanjangan waktu dan claim atas
keterlambatan tersebut. Penyebab keterlambatan yang termasuk dalam
Compensable dan Excusable Delay adalah :
a. Terlambatnya penyerahan secara total lokasi (site) proyek
b. Terlambatnya pembayaran kepada pihak kontraktor
c. Kesalahan pada gambar dan spesifikasi
d. Terlambatnya pendetailan pekerjaan
e. Terlambatnya persetujuan atas gambar-gambar fabrikasi
3. Non-Excusable Delays, Keterlambatan ini merupakan sepenuhnya tanggung
jawab dari kontraktor, karena kontraktor memperpanjang waktu pelaksanaan
pekerjaan sehingga melewati tanggal penyelesaian yang telah disepakati,
yang sebenarnya penyebab keterlambatan dapat diramalkan dan dihindari
oleh kontraktor. Dengan demikian pihak owner client dapat meminta
I-8
BAB II –Tinjauan Pustaka
monetary damages untuk keterlambatan tersebut. Adapun penyebabnya
antara lain :
a. Kesalahan mengkoordinasikan pekerjaan, bahan serta peralatan
b. Kesalahan dalam pengelolaan keuangan proyek
c. Keterlambatan dalam penyerahan shop drawing/gambar kerja
d. Kesalahan dalam mempekerjakan personil yang tidak cakap
Keterlambatan proyek dapat dilihat dalam dua hal yaitu aspek yang
terpengaruh dan faktor yang mempengaruhi atau yang menjadi penyebab. Adapun
faktor yang terpengaruh yang menyebabkan proyek terlambat adalah: (dalam
jurnal Mhd. Reza Adhiputra, Syahrizal, dan Andy Putra Rambe)
a. Keterlambatan terkait material
b. Keterlambatan terkait tenaga kerja
c. Keterlambatan terkait peralatan
d. Perencanaan yang tidak sesuai
e. Lemahnya kontrol waktu proyek
f. Keterlambatan Sub-kontraktor
g. Koordinasi yang lemah
h. Pengawasan yang tidak memadai
i. Metode pelaksanaan yang tidak sesuai
j. Kurangnya personil secara teknikal
k. Komunikasi yang lemah
2.1.3.3 Dampak dari keterlambatan
I-9
BAB II –Tinjauan Pustaka
Menurut Levis dan Atherley (1996, dikutip oleh Adhiputra, 2014),
keterlambatan proyek seringkali menjadi sumber perselisihan dan tuntutan antara
pemilik (Owner) dan kontraktor , sehingga akan menjadi sangat mahal nilainya
baik ditinjau dari sisi kontraktor maupun owner. Keterlambtan pelaksanaan pada
proyek juga meberikan dampak berupa kerugian bagi semua pihak yan terlibat
dalam proyek tersebut. Adapun dampak kerugian yang dapat dialami oleh pihak
yan terlibat didalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah sebagai berikut :
1. Bagi pemilik, keterlambatan berarti kehilangan penghasilan dari hasil proyek
yang seharusnya dapat digunakan dan terjadi permsasalahan pada investasi
tersebut.
2. Bagi kontraktor, keterlambatan penyelesaian proyek berarti naiknya overhead
karena bertambah panjang waktu pelaksanaan, sehingga merugikan akibat
kemungkinan naiknya harga karena inflasi dan naiknya upah buruh, juga akan
terta hannya modal kontraktor yang kemungkinan besar dapat dipakai untuk
proyek lain.
3. Bagi konsultan, keterlambatan akan mengalami kerugian waktu serta akan
terlambat dalam mengerjakan proyek lainnya.
2.1.3.4 Mengatasi Keterlambatan
Menurut Istimawan Dipohusodo (2015, dikutip oleh Marji, 2017), selama
proses konstruksi selalu saja muncul gejala kelangkaan periodik atas materialmaterial yang diperlakukan, berupa material dasar atau barang jadi baik yang lokal
maupun import. Cara penanganannya sangat bervariasi tergantung pada kondisi
proyek, sejak yang ditangani langsung oleh staf khusus dalam organisasi sampai
I-10
BAB II –Tinjauan Pustaka
bentuk pembagian porsi tanggung jawab diantara pemberi tugas, kontraktor dan
sub-kontraktor, sehingga penawaran material suatu proyek dapat datang dari subkontraktor, pemasok atau agen, importer, produsen atau industri, yang
kesemuanya mengacu pada dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis yang
telah ditetapkan. Cara mengendalikan keterlambatan adalah :
a. Mengerahkan sumber daya tambahan
b. Melepas rintangan-rintangan, ataupun upaya-upaya lain untuk menjamin agar
pekerjaan meningkat dan membawa kembali ke garis rencana
c. Jika tidak mungkin tetap pada garis rencana semula mungkin diperlukan
revisi jadwal, yang untuk selanjutnya dipakai sebagai dasar penilaian
kemajuan pekerjaan pada saat berikutnya.
Tabel 2.1 Daftar Penelitian Terdahulu
No.
Judul
Penelitian
Tahun
Metode
Hasil
Berdasarkan
hasil
analisis faktor utama
penyebab
keterlambatan pada
proyek
adalah
sulitnya pembebasan
lahan
oleh
masyarakat
dari
aspek Force Majuer.
Berdasarkan
hasil
analisis pengolahan
data dari semua
jawaban responden
dan penelitian faktor
yang menyebabkan
keterlambatan adalah
penyediaan
lahan
bebas,
metode
pelaksanaan
tidak
1.
Analisis
Faktor
Penyebab
Keterlambatan
Proyek
Konstruksi
Jalan Tol
Mhd.
Reza 2013
Adhiputra,
Syahrizal,
dan
Andy
Putra
Rambe
Metode
Kuantitatif,
SPSS
2.
Penyebab
Sri Budiyani dan 2015
Utama
Keterlambatan Aripurnomo
Pelaksanaan
Konstruksi
Kertohardjono
Jalan Bebas
Hambatan
Akses Tanjung
Priok
Metode
Kuantitatif,
SPSS
I-11
BAB II –Tinjauan Pustaka
3.
Analisa Faktor
Penyebab
Keterlambatan
Progress
Terkait
Dengan
Manajemen
Waktu
(Pembangunan
Gedung UPT
PP Politeknik
Negeri
Semarang)
Aziz Abdul M, 2016
Marthen Riyandi
W, Dianita Ratna
K,
Nugroho
Hartanto
Metode
Deskriptif
Kuantitatif,
SPSS
4.
Faktor
Yulia
Fitri, 2016
Penyebab dan Nasfryzal Carlo,
Solusi
Hendri Warman
Keterlambatan
Proyek
Jembatan di
Kabupaten
Kepulawan
Mentawai
Metode
Deskriptif
Kuantitatif,
SPSS
5.
Faktor
– Elce
Misba 2011
Faktor Yang Bansambua
Menyebabkan
Keterlambatan
Waktu
Pelaksanaan
Proyek Pada
Pekerjaan
Jalan
dan
Jembatan di
Metode
Kuantitatif
benar
dan
sub
penyedia jasa.
Setelah mendapatkan
hasil 4 ranking faktor
utama
penyebab
keterlambatan
progress
yaitu
keterlambatan
pengiriman bahan,
kesalahan
desain
oleh
perencana,
produktifitas tenaga
kerja yang rendah,
dan ketidaktepatan
waktu
pemesanan
pada barang.
Faktor yang dominan
penyebab
keterlambatan
proyek
konstruksi
jembatan
di
Kabupaten
Kepulauan Mentawai
adalah rencana kerja
pemilik yang sering
berubah-ubah,
penetapan
jadwal
proyek yang amat
ketat oleh pemilik,
rencana urutan kerja
yang tidak tersusun
dengan baik, survey
lapangan
untuk
perencanaan
yang
tidak lengkap.
Faktor
penyebab
keterlambatan yaitu
tidak
tersedianya
bahan secara cukup
pasti/layak
sesuai
kebutuhan,
penyebabnya
oleh
kontraktor
dan
mobilisasi
sumber
daya (bahan, alat,
I-12
BAB II –Tinjauan Pustaka
Kabupaten
Morowali
6.
A
Critical Dr. Jayeshkumar 2018
Literature
Pitroda
Review
on
mine cause of
delay
in
construction
project
tenaga kerja) yang
lambat, penyebabnya
oleh kontraktor
Kurangnya
pengalaman,
ketidaksepakatan
dengan
insinyur
desain,
keterlambatan
menyetujui
ruang
lingkup
proyek,
keterlambatan dalam
melakukan inspeksi
dan
pengujian,
investigasi
lokasi
yang buruk, bantuan
manajemen proyek
yang tidak terampil,
keterlambatan
menyetujui
dan
memeriksa dokumen
desain,
koordinasi
dan komunikasi yang
tidak memadai antara
pemegang
proyek
dan
pengembang,
perubahan berulang
kontraktor dan subkontraktor,
jenis
penghargaan
dan
penawaran proyek,
variasi
selama
konstruksi
oleh
pemilik,
kondisi
cuaca yang tidak
menguntungkan
selama
pekerjaan
konstruksi,
pengalaman
konsultan
dan
kontraktor
yang
buruk, keterlambatan
memeriksa gambar
kerja,
kesalahan
dalam
dokumen
desain
dan
I-13
BAB II –Tinjauan Pustaka
7.
An
Investigation
into the Delay
in Road
Project In
Bahrain
Rehab
Hasan, 2014
Saad
M.A
Suliman, Yusuf
Al Malki
8.
Public
Privente
Partnerships
for Tollway
Construction
Djoen
San 2012
Santoso,
Tri
Basuki Joeeono,
Andreas
Wibowo, Harian
perbedaan, kurang
spesifikasi singkat
dalam gambar, janji
kualitas
Penyebab
utama
yang terkait dengan
pemilik, yaitu MOW,
adalah penangguhan
pekerjaan,
ketersediaan
anggaran,
dan
keterlambatan
pengambilan
keputusan. Masalah
utama yang terkait
dengan
konsultan
adalah
karena
kurangnya
pengalaman.
Keterlambatan
penyebab
yang
terkait dengan
Investigasi terhadap
Keterlambatan dalam
Proyek Jalan dalam
layanan dan utilitas
adalah faktor yang
paling
kritis
sebagaimana
ditunjukkan
oleh
nilai tinggi dari
tingkat
keparahannya. Selain
itu, kelebihan biaya
dan waktu serta
terganggunya
pergerakan lalu lintas
adalah
efek
keterlambatan yang
paling sering terjadi.
Risiko-risiko
ini
memicu penundaan
lama
dan
pembengkakan
biaya. Uang tunai
I-14
BAB II –Tinjauan Pustaka
and Operation P.A, Sinaga and
Risk
Wimpy Santosa
Assessment
and Allocation
from
the
Perspective on
Investor
yang tersedia untuk
investor
juga
berkontribusi
terhadap
keterlambatan karena
investor saat ini
bertanggung jawab
atas
biaya
pembebasan lahan.
Namun, derajat ini
dianggap
kurang
signifikan
dibandingkan faktorfaktor lain yang
mempengaruhi
pembebasan lahan.
Investor harus fokus
pada estimasi volume
jalan
tol
dalam
perhitungan
keuangan
mereka
karena ini adalah
faktor yang dianggap
sebagai
risiko
investasi
dan
karenanya
harus
ditanggung
oleh
investor. Informasi
yang tersedia tentang
pengumpan
jalan
yang direncanakan
untuk
mendukung
jalan
tol
harus
dimasukkan dengan
hati-hati
karena
konstruksi
jalan
mungkin
tidak
terwujud. Perjanjian
jalan tol juga harus
secara
jelas
memasukkan klausul
khusus
tentang
prosedur kenaikan
dan jadwal biaya tol.
I-15
BAB II –Tinjauan Pustaka
9.
Study of delay Ms.
Yogita 2015
in execution of Hontao, Prof D.B.
infrastructure
Desai
projects
Highway
Construction
Hasil menunjukkan
bahwa empat efek
penundaan
yang
paling sering adalah:
•. Overrun biaya •
Overrun waktu •
Gangguan
pergerakan lalu lintas
• Sengketa Ketika
proyek mengalami
keterlambatan,
itu
akan
melebihi
periode
yang
ditentukan
yang
berarti pemborosan
waktu yang dapat
digunakan
dalam
proyek-proyek yang
menghasilkan laba
lainnya. Selain itu,
keterlambatan
menyebabkan
kelebihan
biaya
karena waktu adalah
uang.
Kontraktor
akan membayar lebih
untuk
overhead,
tenaga kerja dan
mesin. Di sisi lain,
uang pemilik akan
terikat
dengan
proyek yang tertunda
ini.
Selain
itu,
menutup jalan utama
untuk pembangunan
dan konstruksi akan
mengganggu
pergerakan
lalu
lintas. Selain itu,
jalan menyediakan
tautan
yang
menghubungkan
pengguna jalan ke
daerah lain yang
mungkin termasuk
proyek rekreasi dan
I-16
BAB II –Tinjauan Pustaka
10.
Causes
of
delay in road
construction
project
Ibrahim
2018
Mahamid,
Amund Bruland,
and Nabil Dmaidi
investasi.
Jadi
keterlambatan dalam
proyek jalan dapat
menyebabkan
keterlambatan dalam
proyek investasi ini
yang
bergantung
padanya.
Lima
penyebab
keterlambatan parah
yang terlihat dari
pandangan gabungan
antara kontraktor dan
konsultan
adalah
sebagai berikut: •
Situasi politik; •
Segmentasi
Tepi
Barat dan pergerakan
terbatas
antar
wilayah;
•
Penghargaan proyek
dengan
harga
penawaran terendah;
•
Keterlambatan
pembayaran
kemajuan
oleh
pemilik;
dan
•
Kekurangan
peralatan.
Sebaliknya,
lima
penyebab terbawah
seperti yang terlihat
dari
pandangan
gabungan
antara
kontraktor
dan
konsultan adalah: •
Kondisi tanah yang
buruk; • Inspektur
tidak mencukupi; •
Desain yang tidak
sesuai; • Monopoli;
dan • Bencana alam
I-17
Download