Uploaded by tiasliagemini

30073-ANATOMI SISTEM ENDOKRIN 2003

advertisement
ANATOMI SISTEM ENDOKRIN
Sistem endokrin meliputi suatu sistem dalam tubuh manusia yang terdiri dari sejumlah
kelenjar penghasil zat yang dinamakan hormon. Hormon bertindak sebagai “pembawa pesan”
dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan
menerjemahkan “pesan” tersebut menjadi suatu tindakan. Kelenjar ini dinamakan 'endokrin'
karena tidak mempunyai saluran keluar untuk zat yang dihasilkannya.Kelenjar yang
produknya disalurkan melalui pembuluh khusus (seperti kelenjar ludah) dinamakan kelenjar
eksokrin.
Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar
keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin. Sistem endokrin terdiri dari
sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya
adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran
darah. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan
berbagai organ.
1. Kelenjar hipotalamus
Hipotalamus merupakan master dari hipofisis pada tubuh manusia. Hipotalamus
merupakan struktur yang menjadi dasar ventrikel ketiga otak. Struktur ini tampak
pada pembelahan sagital otak, terdiri dari badan mamillari, kiasma opticum, dan tuber
cinereum yang bergabung dengan infundibulum dari hipofisis. Pada bagian posterior,
hipotalamus berbatasan dengan tegmentum mesensefalon. Pada bagian anterior
berbatasan dengan kiasma opticum dan bersatu dengan membran basal area olfaktori.
Dan pada bagian lateral, hipotalamus , berbatasan dengan jaras optic dan crura cerebri
serta bergabung dengan daerah subtalamus tanpa garis batas yang jelas.
Selain berfungsi sebagai pengatur penting dalam sistem saraf, Mensekresikan
berbagai jenis hormon yang kerjanya mempengaruhi hipofisis. Sel-sel pembebas
hormon di hipotalamus adalah dua kelompok sel-sel neurosekresi Beberapa jenis
hormon yang disekresikan oleh hipofisis, dihasilkan oleh sel-sel hipotalamus, yaitu
ADH, TSH, dan oksitosin.
2. Kelenjar Hipofisis
Hypofisis cerebri atau glandula pituiari adalah struktur lonjong kecil yang melekat
pada permukaan bawah otak melalui infundibulum. Lokasinya sangat terlindungi baik
yaitu terletak pada sella turcica ossis sphenoidalis. Disebut master endocrine gland
karena hormone yang dihasilkan kelenjar ini banyak mempengaruhi kelenjar endokrin
lainnya.. Berbentuk oval dengan diameter kira-kira 1 cm Lobus anterior merupakan
bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hopofisis.
a. Hipofisis bagian depan( Hipofisis Anterior atau Andenohipofisis)Berfungsi untuk
menghasilkan hormon yang dapat mempengaruhi pengeluaran hormon-hormon
lain; somatotropin, titrotropin, ACTH, FSH, LH,dan prolaktin.
b. Hipofisis
bagian
tengah(Hipofisis
Lobus
Intermediet)Berfungsi
untuk
mensekresikan hormon melanocyt stimulating hormone(MSH) atau melanotrin.
mensekresikan MSH
c.
Hipofisis bagian belakang(Hipofisis Lobus Posterior atau Neurohipofisis)Banyak
mengandung serabut-serabut saraf yang menghubungkan lobus posterior dengan
hipotalamus. Memproduksikan hormon ADHdan oksitosin.
3. Kelenjar Tiroid
Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan diantara keduanya
dapat daerah yang menggenting. Kelenjar tiroid terdiri atas 2 belah yang terletak
disebelah kanan batang tenggorokan diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yang
melintasi batang tenggorokan di sebelah depan. Tiroid merupakan kelenjar-kelenjar
yang terdiri dari folikel-folikel dan terdapat dibawah jakun di depan trakea. Struktur:
terdiri atas sejumlah besar vesikel yang dibatasi oleh epitelium silinder, mendapat
persediaan darah berlimpah-limpah dan yang disatukan oleh jaringan ikat. Sel itu
mengeluarkan secret cairan yang bersifat lekat yaitu koloida tiroid (yang mengandung
zat senyawa yodium). Zat aktif yang utama dari senyawa yodium ialah hormone
tiroxin.Kelenjar ini menghasilkan 2 hormon penting yaitu tiroksin triiodontironim.
Dimana kedua hormone ini memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengatur
metabolism, perkembangan, pertumbuhan serta aktivitas dari system saraf.
4. Kelenjar Paratiroid
Kelenjar paratiroid adalah empat kelenjar-kelenjar seukuran kacang polong yang
berlokasi pada kelenjar tiroid di leher. Terletak disetiap sisi kelenjar tiroid yang
terdapat di dalam leher, kelenjar ini berjumlah 4 buah yang bersusun berpasangan
yang menghasilkan hormon pada tiroksin. Masing-masing melekat pada bagian
posterior kelenjar tiroid. Menghasilkan hormon parathormon (PTH)untuk mengatur
dan mengontrol kadar kalsium dan fosfat dalam darah. Kekurangan PTH
mengkibatkan kejang-kejang.Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan
posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah
empat buah.
5. Kelenjar Adrenal
Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Setiap ginjal ada satu
kelenjar adrenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian
dalam (medulla). kelenjar adrenal kiri dan kanan tidak simetris pada sumbu tubuh,
kelenjar adrenal sebelah kanan lebih inferior, terletak tepat diatas ginjal, dan
bentuknya lebih piramid shape. Sementara kelenjar suprarenal kiri lebih inferior,
lebih kearah batas medial ginjal kiri, dan bentuknya lebih cressent shape. Masingmasing berukuran tebal sekitar 1 cm, lebar apex sekitar 2 cm, lebar basal sekitar 5 cm.
beratnya antara 7-10 gram. Pada korteks adrenal dihasilkan hormon mineralokortikoid
bertugas untuk mengontrol jalannya metaboisme ion anorganik , glukokortikoid
bertugas untuk mengontrol proses metabolisme glukosa, dan andrenalin &
noradrenalin bertugas dalam asokontriksi arteri, mengontrol pembuluh darah pada
otak dan otot, merespon gerak peristaltic, mengatur kadar gla darah dan ikut merubah
glikogen menjadi glikosa dalam hati.
6. Kelenjar Pangkreas
Pankeas terletak di retroperitoneal rongga abdomen atas pada bagian posterior perut
dan brhubungan erat dengan duodenum ( usus dua belas jari ) , panjangnya sekitar 1020 cm. mendapat pasokan darah dari arteri mesenterika superior dan splenikus.
Didalam pankreas terdapat 3 jenis sel yaitu,
a. Sel alfa menghasilkan hormon glukagon sehingga kadar glukosa darah naik.
b.
sel beta memproduksi hormon insulin yang berfungsi mengubah glukosa menjadi
glukogen sehingga dapat menurunkan kadar gula dalam darah.
c. Sel gamma merupakan sel yang sampai saat ini belum diketahui secara pasti
fungsinya
7. Kelenjar Kelamin
a. Kelenjar kelamin priaSel-sel intertistial atau sel Leydigpada kelenjar kelamin lakilaki (testis) menyeksresikan hormon testoteron. Hormon ini berfungsi merangsang
pematangan sperma dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder laki-laki
b. Kelenjar Kelamin Wanitahormon estrogen dan progesteron. Estrogendirangang
oleh FSH dan berfungsi untuk oogenesis (pembentukan sel telur), pemeliharaan
fungsi organ kelamin, merangsang perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder
wanita. Progesterone pembentukannya di rangsang oleh LH dan berfungsi
menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.
Plasenta membentuk esterogen dan progesterone selama kehamilan guna
mencegah pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, hormone ini dapat
mempertahankan kehamilan.
8. Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal merupkan kelenjar yang letaknya di dekat pusat otak. Kelenjar ini
menghasilkan hormon melatonin. Ketika siang hari, kelenjar ini akan menghasilkan
sedikit melatonin , tetapi malam hari akan menghasilkan banyak. Fungsnya sebagai
antioksidan tubuh yang efektif untuk memberikan perlindungan pada system saraf
otak dari serangan radikal bebas.
9. Kelenjar Timus
Kelenjar ini dapat ditemukan di dalam mediastinum, tepatnya di sekitar trakea.
Kelenjar ini biasanya dapat membesar seiring dengan berjalannya proses pubertas,
akan tetapi mengecil kembali ketika dewasa. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
timus disebut timosin. Timosin ini berfungsi merangsang proliferasidan pematangan
limfosit.
Download