Uploaded by User26130

Materi

advertisement
Jenis Kompresi data berdasarkan metode penerimaan data manusias
o Dialoque Mode: yaitu proses penerimaan data dimana pengirim dan penerima
seakan berdialog (real time), seperti pada contoh video conference.
o Dimana kompresi data harus berada dalam batas penglihatan dan pendengaran
manusia. Waktu tunda (delay) tidak boleh lebih dari 150 ms, dimana 50 ms
untuk proses kompresi dan dekompresi, 100 ms mentransmisikan data dalam
jaringan.
o Retrieval Mode: yaitu proses penerimaan data tidak dilakukan secara real time
o Dapat dilakukan fast forward dan fast rewind di client
o Dapat dilakukan random access terhadap data dan dapat bersifat interaktif
Pengertian, Prinsip Dan Klasifikasi Tipografi Font Untuk Belajar Dasar Design
DosenPendidikan.Com – Tipografi adalah seni dan teknik memilih dan menata
huruf dengan pengaturan distribusi pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan
kesan tertentu, untuk kenyamanan membaca maksimal. Juga dikenal sebagai seni
jenis huruf (jenis desain), kerja yaitu atau desain yang menggunakan pengaturan
huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai
simbol suara dapat diabaikan.
Tipografi Font
Contents
1 Prinsip Utama Tipografi
1.1 Typeface
2 Klasifikasi Rupa Huruf
2.1 Selain itu ada juga klasifikasi tersebut didasarkan pada bentuk huruf :
2.2 Share this:
Prinsip Utama Tipografi
Sebagai salah satu pembahasan dalam ilmu desain, tipografi memiliki prinsip
yang sama dengan berbagai desain lainnya, ilmu membuat sesuatu yang berguna,
dan mudah digunakan. Dalam konteks tipografi, tentu saja itu diterapkan ke teks.
Fungsi utama dari tipografi adalah untuk membuat teks yang berguna dan mudah
digunakan.
Typeface
Typeface adalah karakter yang dirancang khusus untuk digunakan bersama-sama.
Sebagai karakter yang dirancang untuk digunakan bersama-sama, tentu saja,
tipografi memiliki fitur desain yang sama. Arti dari fitur desain adalah
karakteristik visual dari karakter dalam tipografi. Untuk mendapatkan kesamaan
fitur, beberapa bagian dari karakter sering ditemukan dalam karakter lain dalam
jenis huruf yang sama.
Klasifikasi Rupa Huruf
Dalam beberapa literatur tipografi, jenis huruf dapat golongankan di beberapa
klasifikasi, yang berguna untuk memudahkan mengidentifikasi jenis huruf.
Berdasarkan klasifikasi umum dan sering digunakan, klasifikasi berdasarkan
timeline sejarahnya dan fungsinya, jenis huruf diklasifikasikan menjadi :
Blackletter / Inggris Kuno / textura, tulisan tangan berdasarkan (script) yang
populer pada Abad Pertengahan (sekitar abad ke-17) di Jerman (gaya gothic) dan
Irlandia (Celtic gaya).
Humanis / Venetian, tulisan tangan berdasarkan (script) gaya Romawi di Italia.
Humanis disebut karena stroke seperti tulisan tangan manusia.
Simak Juga : Pengertian Dan 10 Fungsi Pendidikan Menurut Para Ahli
Old Style, Seni serif font yang memiliki bentuk jenis logam, gaya ini telah
mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.
Transitional, Rupa huruf serif, pertama kali muncul sekitar 1692 oleh Philip
Grandjean, bernama Roman du Roi atau “jenis huruf raja”, karena dibuat atas
perintah Raja Louis XIV.
Modern / Didone, Rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad ke-17, sebelum era
modern.
Slab serif / Egytian Arts serif, muncul sekitar abad ke-19, kadang-kadang disebut
Egytian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni Mesir kuno dan
arsitektur.
Sans-serif / Rupa huruf tanpa kait
Grotesque Sans-serif, muncul sebelum abad 20.
Geometris Sans-serif, dalam bentuk huruf tersebut berdasarkan bentuk geometris,
seperti lingkaran persegi panjang dan segitiga.
Sans-serif humanis, bentuk huruf seperti tulisan tangan manusia.
Display / dekoratif, muncul sekitar abad ke-19, untuk mengatasi kebutuhan di
dunia periklanan. Karakter adalah ukurannya yang besar.
Script dan Kursif, menyerupai tulisan tangan – tulisan tangan manusia. Script,
huruf kecil dan terhubung satu sama lain, sementara Cursive tidak.
Selain itu ada juga klasifikasi tersebut didasarkan pada bentuk huruf :
Roman, awalnya koleksi ibukota seperti yang biasa ditemukan di pilar dan
prasasti Romawi, tetapi kemudian berkembang menjadi definisi semua suratsurat yang telah mendominasi garis lurus karakteristik tegak dan kaku.
Serif, dengan karakteristik memiliki siripan di ujungnya. Selain membantu
keterbacaan, juga siripan memfasilitasi huruf diukir ke batu.
Egyptian, atau dikenal sebagai slab serif. Karakter adalah kaki / sirip / serif yang
berbentuk seperti papan persegi dengan ketebalan yang sama atau hampir sama.
Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kokoh dan stabil.
Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip / serif, dan memiliki ketebalan huruf yang
sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah
modern, kontemporer dan efisien.
HYPERTEXT,HYPERMEDIA DAN ARPANET
HYPERTEXT
1.
ISTILAH HYPERTEXT
Istilah hypertext pertama kali dikemukakan oleh Ted Nelson pada tahun 1960-an
(Carter, 1997; Jonassen, 1991 dalam Altun, 2000) sebagai suatu bentuk teks
elektornik. Ia menjelaskan, hypertext adalah teks-teks tertulis non- sekuensial
yang memiliki percabangan dan menyediakan pembaca berbagai pilihan, sebagai
bacaan yang menarik pada layar interaktif. Dalam hypertext ini berbagai
potongan (chunk) teks dihubungkan secara seri oleh links sehingga pembaca
dapat menyusuri berbagai lintasan yang diinginkannya. Potongan- potongan teks
ini disebut dengan nodes (simpul) (Miall, 1997). Berbeda dengan buku teks,
hypertext dapat disajikan dengan menggabungkannya dengan berbagai media
lain seperti vidio- klip, animasi, suara, gambar dan grafik. Karena sifatnya inilah
kadang kala hypertext juga disebut hipermedia atau multimedia, walau- pun
beberapa ahli mem- bedakannya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa
karakteristik dari hypertext adalah bersifat non-sekuensial (non- linier),
ditampilkan dalam media elektronik, bisa digabungkan dengan berbagai media
(multi- media), dan interaktif terhadap pembaca.
Pertanyaannya sekarang adalah apakah semua sistem hypertext dapat
memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran? Spiro (1994)
menjelaskan bahwa sistem hypertext bisa dibuat dengan berbagai cara, namun
cukup alasan untuk meyakini bahwa sebahagain besar caar-cara tersebut tidak
akan membuahkan hasil belajar yang baik. Ini disebabakan hypertext tersebut
dapat saja membuat mahasiswa menjadi bingung. Mahasiswa akan tersesat dan
“hilang” dalam link yang cabang- nya begitu banyak. Disamping itu karena tidak
ada yang akan menghalangi pembaca dalam menautkan dua simpul informasi dan
melanjutkannya dengan simpul-simpul lain, maka ada kemungkinan navi- gasi
akan berakhir dengan sekumpulan informasi yang inkoheren (Briggs, 1992). Ini
teru- tama terjadi pada hiper- teks besar, yang masih diperumit oleh hubungan
nya dengan hipermedia lain. Misalnya, navigasi bisa berawal dengan dilatasiwaktu kemudian ke entropi dan/atau diteruskan ke Time- Tunnel. Mahasiswa
menda- patkan banyak informasi, namun bukan pengeta- huan karena struktur
dalam informasi terabaikan akibat navigasi yang kurang terarah.Oleh karena itu
yang dibutuh- kan adalah sitem hypertext yang mudah ter jangkau (accessible).
Menyajikan materi-subjek dalam berbagai links dan pilihan memberikan
fleksibilitas kepada pembaca untuk menyusun ulang materi sesuai dengan yang
diinginkannya. Pada hypertext mahasiswa bukan hanya sebagai pembaca akan
tetapi sekaligus kreator bahan bacaannya. Pembacalah yang akan menentukan
urutan dari teks, yang berarti sekaligus menentukan konteks dari bacaannya.
Memang benar bahwa materi-subjek yang akan dihadapi mahasiswa sudah
tersedia dalam sistem yang ada akan tetapi karena ia begitu luas dan banyak
pilihan, maka terbuka peluang-peluang kombinasi dalam menentukan urutan
teks. Jika pada kuku teks, mahasiswa tinggal membaca teks yang sudah disusun
oleh pengarang, namun pada hypertext mahasiswa sekaligus “pengarang”
terhadap teks bacaannya. Sesungguhnya, ditinjau dari bagaimana mahasiswa
belajar (walaupun sistem hypertext harus dibuat agar tidak membingungkan
pembaca), mahasiswalah yang bertanggung jawab terhadap teks bacaannya.
Analoginya adalah, teks-teks pada hypertext adalah bata bahan dasar bangunan,
sistem hypertext adalah semennya, dan urutan sekuensial yang dibuat siswa
adalah bangunnya. Orang yang bertanggung jawab terhadap bangunan adalah
yang membuatnya, dalam hal ini adalah mahasiswa. Pabrik bata dan semen
hanya bertanggung jawab terhadap barang-barang yang diproduksinya, bukan
bangunan yang terbentuk.
Apa sebenarnya arti itu semua? Hypertext bisa digunakan sebagai salah satu
sarana yang memberi kesempatan kepada pembelajar untuk “membangun”
pengetahuannya sendiri. Selama berintraksi dengan hypertext pembelajar terus
berlatih menghubung-hubungkan konsep yang relevan.Mahasiswa dilatih
mempergunakan kognisinya untuk mengorganisasikan informasi-informasi
menurut kebutuhannya sebelum digunakan atau diterapkan pada tugas yang
dihadapi menurut konteksnya. Hal seperti ini hampir tidak bisa ditemukan pada
teks sekuensial seperti pada buku-buku teks.Disamping itu karena dalam
hipertkes pembaca senadiri yang menentukan penavigasian terhadap konten
sesuai dengan pemahamannya, maka sebenarnya dalam melaksanakan tugasnya
pembaca sekaligus menjadi “penyususn” dokumen yang akan dibaca saat
membacanya.
Menurut Spiro (1994), kondisi seperti ini dapat mengembangkan intelegensi
pembaca melebihi ketika berhadapan dengan teks-sekuensial biasa. Lebih jauh,
dari segi pengajaran, lingkungan belajar hypertext dapat dikelola untuk menyediakan pengajaran yang mampu mengembangkan cognitive flexibility. Hypertext
menyediakan ruang fleksibilitas kepada pembaca ketim- bang buku-buku teks
(Foltz, 1996). Altun (2000) mengemukakan pada saat membaca teks pada layar
sambil menyusuri link yang ada, pembaca melakukan ak- tifitas kognisi yang
kom- pleks dengan melibatkan berbagai stategi yang mungkin. Jika proses seperti
ini secara terus menerus dilakukan tentu saja dapat meningkatkan dan
memapankan kemampuan cognitive fleksibility pembelajar yang merupakan
kondisi yang dituntut untuk penguasaan pengetahaun lanjut (Siregar, 2002).
Mahasiswa akan mengem- bangkan pola-pola terte- ntu dalam pikirannya yang
bisa menuntunnya dalam mengambil kepu- tusan dalam kerumitan persoalan
yang dihadapi.
Instruksi dengan hypertext juga membiasakan mahasiswa melihat keluesan
mater-subjek. Dengan menghubungkan materi kepada berbagai media dan
menampilkannya dalam berbagai bentuk representasi akan memperkaya persepsi
mahasiswa terhadap materi tersebut. Pernyataan seperti ini tidaklah sulit diterima
karena semakin sering brinteraksi dengan suatu objek dalam berbagai situasi
yang berbeda maka akan semakin lengkap atribut skema kita tentang objek
tersebut, sehingga akan semakin mampu kita melihat ke-fleksibel-an dari objek
atau materi-subjek tersebut. Hal seperti ini perlu untuk tujuan pembelajaran
lanjut dimana mahasiswa dituntut sercara luas menerpakan pengetahuannya pada
situasi yang berbeda. Spiro (1994) mengemukakan bahwa pengetahuan yang
akan dipergunakan dalam berbagai kasus harus diorganisasikan, diajarkan dan
direpresentasikan dalam bebagai bentuk. Lebih jauh ia mengatakan, penyebab
utama kegagalan pembelajaran lanjut adalah adanya oversimplifikasi, dan salah
satu bentuk oversimplifiksi yang menonjol adalah melihat suatu konsep atau
fenomena ataupun kasus dari satu sudut pandang saja. Ini jelas akan
memiskinkan pemahaman terhadap konsep dan menyebabkan konsep tersebut
hanya terterapkan pada situasi yang terbatas.
2.
HYPERTEXT TRANSFER PROTOKOL (HTTP)
Hypertext Transfer Protocol (HTTP), yang mana adalah suatu protokol yang
digunakan oleh World Wide Web. HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan
bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi
apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai
respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini. Sebagai contoh,
ketika Anda mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser Anda,
maka sebenarnya web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server.
Web server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai
dengan perintah yang diminta oleh web browser (misalnya akses ke database,
file, e-mail dan lain sebagainya). Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke
web browser untuk ditampilkan kepada pengguna. Sewaktu melakukan transfer,
dokumen atau data webnya dengan menggunakan format HTML (hypertext
transer protokol).. HTML sendiri adalah singkatan dari “hypertext markup
language”. Disebut dengan markup language karena HTML berfungsi untuk
memperindah file tulisan (text) biasa untuk dapat dilihat pada web browser-web
browser yang ada.
3.
HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE (HTML)
Halaman web adalah sebuah dokumen HTML, artinya, untuk menulis sebuah
halaman web digunakan HTML (HyperText Markup Language), yaitu suatu
bahasa yang menggunakan tanda-tanda tertentu (disebut sebagai Tag) untuk
menyatakan kode-kode yang harus ditafsirkan oleh browser agar halaman
tersebut dapat ditampilkan secara benar. Dokumen HTML sebenarnya hanya
berupa dokumen teks biasa (tujuannya agar dapat dengan mudah dipindahpindahkan antar berbagai platform), namun kelebihannya dari dokumen yang lain
adalah: dengan HTML dapat dilakukan pemformatan teks, peletakan gambar,
suara dan elemen-elemen multimedia yang lain, dan yang terpenting adalah
hypertext, yakni teks yang berfungsi sebagai suatu penghubung (hyperlink atau
link) antara halaman web yang satu dengan halaman web lainnya. Link-link
inilah yang menjadi ciri khas dan sekaligus membentuk World Wide Web, yaitu
jaringan halaman-halaman web yang saling terhubung satu sama lain. Halaman
web dapat berisikan bebagai jenis seperti text, grapis, form, audio dan video serta
game interaktif. Setiap website berbeda, tetapi kebanyakan dari mereka
mempunyai satu hal yang umum : Hypertext Markup language(HTML).
HTML dikembangkan akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an untuk
mengambarkan halaman web. HTML sekarang terdiri dari beberapa deskripsi
standar (spesifikasi) dari World Widw World Consortium(W3C). Spesifikasi
HTML terakhir di selesaikan tahun 1999. Dokumen resmi yang menjelaskan
HTML dan XHTML terdapat di website W3C di http://www.w3c.org.Bahasa
Markup biasanya terdiri dari beberapa versi untuk mengidentifikasi mereka.
Versi yang masih berlaku adalah 4.01 ,terdaftar sejak Desember 1997, dapat
dilihat di http://www.w3c.org/TR/html14.
Instruksi dalam HTML memperbolehkan text untuk menunjuk(point) ke
sesuatu.bebrapa pointer disebut hyperlinks.Hyperlinks adalah perekat yang
menjaga dunia web menjadi satu. Dalam web browser anda, hyperlinks biasanya
muncul warna biru dan digaris bawah.ketika anda klik, itu mengarah ketujuan
yang dimaksud. Hypertext atau bukan ,sebuah halaman web adalah file text.
Anda dapat membuat dan mengedit sebuah halaman web dalam berbagai
applikasi yang dibuat untuk text.Ketika anda memulai dengan HTML, sebuah
text editor adalah alat yang bagus untuk digunakan.
Kebanyakan dari web yang mempunyai nilai berasal dari kemampuan untuk
menunjuk halaman atau sumber lain (seperti image, file download, presentasi
yang
berupa
media)
dalam
halaman
web
yang
sama
atau
web
lain.Contohnya,FirstGov (www.firstgov.gov) adalah website gateway yang
berfungsi menjual akses untuk halaman web lainnya.
4.
STRUKTUR DOKUMEN HTML
Untuk membangun suatu situs atau halaman web, orang terlebih dahulu harus
mengerti tentang HTML. HTML terdiri dari tag-tag yang mempunyai fungsi dan
kegunaan masing-masing. Tag adalah kode yang berada di antara tanda < dan >.
Bentuk umum dari suatu tag adalah: <nama tag> teks.. </nama tag>. Tag-tag
tersebut ditulis secara berpasangan. Saat program browser menampilkan suatu
halaman web, browser tersebut akan mencari tag pembuka, kemudian
menampilkan teks dengan bentuk yang sesuai dengan definisi dari tag tersebut
dan kemudian mencari tag penutup sebagai batasannya. Tidak semua tag harus
ditulis berpasangan karena ada beberapa tag tertentu yang hanya perlu ditulis
tunggal saja.
Setiap dokumen HTML harus diawali dengan tag <HTML>. Tag ini digunakan
oleh webserver dan web browser untuk berkomunikasi. Tag ini akan
memberitahukan web browser bahwa yang dikirim adalah dokemen HTML. Tag
ini harus berda di baris pertama pada dokumen HTML.
Tag <HTML> mempunyai tag penutup, tag ini digunakan untuk memberitahu
browser akhir dari dokumen HTML. Tag penutup untuk tag <HTML> adalah
</HTML>. Tag penutup ini harus berada di baris terkahir pada dukemen HTML.
<HTML>
<HEAD>
</HEAD>
<BODY>
</BODY>
</HTML>
HYPERMEDIA
HyperMedia didirikan pada tahun 2006, walaupun perusahaan ini masih
tergolong baru tapi tetap perusahaan kami memiliki kompetensi yang tinggi.
Sebab HyperMedia mempunyai misi untuk dapat memberikan solusi internet
murah dan berkualitas bagi Indonesia.
Kami persembahkan HyperMedia Access yaitu akses internet cepat dengan
berbagai kelebihan yang memberikan keleluasaan dan kenyamanan berinternet
secara optimal. Dengan Teknologi Jaringan Nirkabel (Wireless) yang mampu
mengakses internet sampai 512 Kbps akan membuat Bapak/Ibu dapat mengakses
internet dengan kecepatan yang memuaskan. Dengan layanan ini anda dapat
menerima dan mengirim email lebih cepat, mendownload file ataupun online
streaming. Keuntungan dari menggunakan layanan ini anda mendapatkan
koneksi tanpa batas 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.
Keunggulan yang dimiliki oleh HyperMedia antara lain:
Jaminan bandwidth dimana koneksi yang di terima oleh pelanggan adalah sesuai
permintaan pelanggan dengan garansi ratio yang dijanjikan, baik untuk koneksi
local maupun global internet.
Seluruh jaringan ditangani dan di control langsung oleh team HyperMedia yang
berpengalaman di bidang wireless dan internet termasuk pemberian Technical
Support yang handal
Harga yang lebih kompetitif dan bebas biaya bulanan Telkom (LC or Dialup).
Upgrade yang sangat mudah karena besarnya kapasitas bandiwidth yang tersedia.
Create room dalam game DOTA untuk setiap PC client yang tersedia di Warnet.
Penjelasan Mengenai Hypermedia
March 25, 2018
Untuk memahami bagaimana pendekatan pengembangan hypermedia, kita perlu
memahami apa yang kita maksud dengan istilah pengembangan hypermedia.
Untuk memahami perkembangan hypermedia, kita perlu memahami apa yang
kita maksud dengan aplikasi hypermedia yang sedang kita kembangkan. Dengan
kata lain, dengan mengembangkan pemahaman tentang hypermedia yang
melampaui koleksi teknik sihir dan display yang mencolok. Seiring dengan halhal seperti hiperteks dan multimedia, media ini seolah-olah merupakan obat
untuk semua kesengsaraan manajemen informasi. Istilah “hypermedia” semakin
tersebar luas. Tapi apa sebenarnya hypermedia itu? Berikut penjelasnnya.
Pengertian Hypermedia
“Hypermediamedia yang tidak hanya memuat teks saja, namun juga foto, audio
dan video dan grafis komputer yang berhubungan dengan topik tertentu. Hal
tersebut kontras dengan istilah multimedia yang merupakan istilah yang lebih
luas, yang mampu digunakan untuk menjelaskan presentasi non-interaktif linier
serta hypermedia.
Contoh klasik Hypermedia adalah World Wide Web. Hypermedia adalah
perpanjangan dari hypertext yang memungkinkan gambar, film dan animasi
Flash dihubungkan ke konten lainnya.
Hypermedia adalah istilah yang diciptakan oleh Ted Nelson. Hypermedia
biasanya digunakan digunakan sebagai perpanjangan logis dari istilah hypertext
di mana grafis, audio, video, teks biasa dan hyperlink jalin untuk menciptakan
umumnya non-linear media informasi. Rangkaian ini dapat dicapai dengan cara
klik pada ikon, gambar, video atau lain-lain media. Skrin multimedia akan
terpapar pada skrin yang baru.
Hal ini kontras dengan multimedia istilah yang lebih luas, yang dapat digunakan
untuk menjelaskan presentasi non-interaktif linier serta hypermedia. Hal ini juga
berkaitan dengan bidang sastra Elektronik. Istilah ini pertama kali digunakan
dalam sebuah artikel tahun 1965 oleh Ted Nelson. Melalui proses ini, semua
bentuk informasi yang terhubung dan memungkinkan navigasi yang interaktif
dan non-linear dalam serangkaian tekstual, grafis dan suara.
Dalam aplikasi berbasis web, informasi yang disajikan dalam pendekatan
hypermedia, tapi sekali lagi, dimungkinkan untuk melakukan pengolahan melalui
antarmuka web. World Wide Web adalah contoh klasik dari hypermedia,
sedangkan presentasi bioskop non-interaktif adalah contoh dari multimedia
standar karena tidak adanya hyperlink. Hypermedia dapat didefinisikan dari dua
kata yang membentuk istilah. Hyper berarti nonlinier atau acak dan media
mengacu pada informasi yang diwakili dalam banyak format.
Dede (1987) mendefinisikan hypermedia sebagai kerangka untuk representasi
non-linear. Ia menilai hypermedia memori eksternal asosiasi dimana teknologi
memberikan bantuan dalam mengatur dan mengakses informasi. Hypermedia
adalah komputer berbasis sistem temu kembali informasi yang memungkinkan
pengguna untuk memperoleh atau menyediakan akses ke rekaman teks, audio
dan video, foto, dan grafis komputer yang berhubungan dengan topik tertentu.
Hypermedia adalah digunakan sebagai perpanjangan logis dari istilah hypertext
di mana grafis, audio, video, teks biasa dan hyperlink jalin untuk menciptakan
umumnya non-linear media informasi. Hal ini kontras dengan multimedia istilah
yang lebih luas, yang dapat digunakan untuk menjelaskan presentasi noninteraktif linier serta hypermedia. Hal ini juga berkaitan dengan bidang sastra
Elektronik. Istilah ini pertama kali digunakan dalam sebuah artikel tahun 1965
oleh Ted Nelson.
World Wide Web adalah contoh klasik dari hypermedia, sedangkan presentasi
bioskop non-interaktif adalah contoh dari multimedia standar karena tidak
adanya hyperlink. Tren ini juga telah mempengaruhi bidang pendidikan.
Memang, dengan perkembangan ini, kita menyaksikan munculnya kebutuhan
baru dalam pendidikan dan pelatihan: di satu sisi, kebutuhan ini muncul dalam
tiga bidang: orang, tempat dan momen, yang berpusat pada diri mereka sendiri
untuk diperhitungkan.
Sistem Hypermedia
Dengan layanan ini anda dapat menerima dan mengirim email lebih cepat,
mendownload file ataupun online streaming. Di bawah ini merupakan sistem dari
hypermedia.
Nodes
Menyimpan informasi lengkap sistem dan menampilkannya kepada pemakai,
dapat berisi beragam informasi seperti teks dan grafik.
Sistem hypermedia modern memungkinkan ragam informasi yang lebih kaya:
teks, gambar, audio, video,animasi disimpan sebagai nodes.
Ukuran nodes:
1. Sistem-sistem pertama hanya membolehkan node berukuran terbatas yang
kaku.
2. Sistem modern membolehkan ukuran node yang bervariasi.
Hierarkis
Struktur hierarkis meningkatkan navigasi dan mengurangi kesesatan dalam
hypertext.
Struktur hierarkis memaksa pembuat sistem hypertext menyusun nodes dalam
himpunan-himpunan
dan
membuat
kategorisasi
(pengelompokan
nodes
tergantung pada jenisnya).
Struktur hierarkis juga memungkinkan node utama (“parent”) terhubung pada
beberapa nodes di sepanjang hierarchical tree (“child”).
Link
Links adalah sarana untuk menghubungkan nodes.
Fungsi utama links adalah menyediakan mekanisme navigasi logis dalam
dokumen hypertext.
Peran links:
1. Representasional — menyimpan dan merepresentasikan hubungan.
2. Navigasional — memperlihatkan jalur yang dapat dilalui oleh pemakai.
Hypermedia Design model
Empat konsep sebagai inti model HDM:
In-the-large — Susunan dan kelakuan aplikasi hypermedia keseluruhan.
In-the-small — Rincian susunan dan kelakuan aplikasi.
Structure (in-the-large, in-the-small) — Cara penyusunan isi aplikasi.
Dynamics (in-the-large, in-the-small) — Deskripsi dan cara kelakuan aplikasi
Links (in-the-large):
1. HDM mendefinisikan links sebagai koneksi di antara dua objek yang berbeda.
2. Memberikan mekanisme untuk memindahkan asal ke tujuan seperti
mempresentasikan, dan kadang mengaktifkan tujuan.
3. Memungkinkan media bergantung terhadap waktu dan keadaan awalnya
Konsep Hypermedia
Lingkungan Hypermedia pada dasarnya bersifat interaktif dan eksploratif.
Artinya, lingkungan seperti itu memerlukan masukan atau tindakan dari
pengguna dan pengguna mengarahkan jalannya sendiri melalui lingkungan.
Teknologi komputer memberi tingkat tertinggi dalam interaksi antara pengguna
dan informasi yang tersimpan dalam hyperdocument. Yang akan membnatu
pengguna menemukan topik untuk menciptakan kateristiknya.
Konsep hypertext dapat digambarkan dengan dua karakteristik utamanya:
Sebagai alat bantu yang “meniru” pikiran manusia dalam hal hubungan (link) dan
asosiasi.
Cara baru untuk mempresentasikan dan mengakses informasi tekstual, sekaligus
mengatasi beberapa masalah yang timbul pada teks tertulis dan tercetak.
Masalah-masalah pada teks tertulis/tercetak:
Akses sekuensial — informasi berbasis teks disusun dalam urutan yang kaku.
Kurangnya kemampuan untuk acuan silang — Misalnya, buku tidak
memungkinkan pembaca memperoleh informasi lebih dalam tentang topik
tertentu yang bukan merupakan topik utama buku tersebut.
Kurangnya mekanisme perolehan informasi yang efisien — informasi berbasis
teks tidak memberikan pemakai suatu mekanisme untuk mencari isinya dalam
cara yang efisien dan fleksibel, padahal pembaca memerlukannya
Meskipun gagasan mendasar tentang hypermedia masih terus disempurnakan,
namun masih banyak keterbatasan teknis yang terkait dengan penanganan dalam
berbagai bentuk media, seperti gambar, video, animasi dan audio, yang telah
dihapus. Pengelolahan untuk hal semacam ini masih sangat di butuh dalam
meningkatkan kualitasnya.
Pertama, mengatasi masalah lokasi informasi yang efektif, agar bisa
menggunakan informasi serta mengindentifikasi atau mencari informasi yang kita
butuhkan. Kedua, Aplikasi ini biasanya mengandalkan authoring manual primitif
dari tautan statis dengan bantuan pengguna. Demikian pula dengan aplikasi saat
ini, bagaimana kita mengembangkan pemahaman tentang konteks pengguna dan
bagaimana menanggapi hal ini. Dalam beberapa hal, ini adalah elemen inti dari
alasan pengguna struktur hypermedia untuk mengidentifikasi informasi
berdasarkan asosiasi.
Namun ini hanya efektif jika asosiasi tersebut, komprehensif dan kontekstual.
Meskipun WWW dan sebagian besar aplikasi hypermedia lainnya mendukung
beberapa bentuk hubungan asosiatif atau tidak lengkap dan seringkali tidak
memiliki mekanisme untuk menyediakan konteks bantuan dalam pemahaman.
Selain itu, aplikasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga membantu dalam
mengidentifikasi hubungan yang sesuai dengan tautan. Ini mencakup faktorfaktor seperti desain layar dan antarmuka, penggunaan indeks dan daftar isi,
ukuran, halaman dan karakteristik desain lainnya.
Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya pertimbangan yang diberikan untuk
menangani
isu-isu
seperti
kontekstualisasi
informasi,
dukungan
untuk
penjelajahan dan navigasi cerdas (tidak hanya menghubungkan asosiatif dalam
jaringan datar), penataan informasi, mekanisme anotasi aktif dan restrukturisasi
jaringan berdasarkan umpan balik.
Berbagai bidang telah berevolusi sedemikian rupa sehingga secara bertahap akan
membawa kita pada situasi terkini tentang persepsi hypermedia yang terlalu
sempit sebagai wahana penyediaan informasi dan bukan hanya konsep media
yang lebih luas untuk pemanfaatan informasi. The non-linearity dan interactivity
yang digunakan oleh aplikasi hypermedia saat ini hanya diterapkan untuk
membantu bagaimana cara menemukan item informasi, bukan untuk membantu
bagaimana cara menggunakan informasi tersebut.
Konsep hypermedia yang diharapkan adalah peningkatan tingkat interaktivitas
dan mekanisme pendukungnya.
Berikut merupakan keunggulan dari Hypermedia:
Jaminan bandwidth dimana koneksi yang di terima oleh pelanggan sesuai dengan
permintaan pelanggan serta garansi ratio yang dijanjikan, baik untuk koneksi
local maupun global internet.
Seluruh jaringan ditangani dan di control langsung oleh team HyperMedia yang
berpengalaman di bidang wireless dan internet termasuk pemberian Technical
Support yang handal
Harga yang lebih kompetitif dan bebas biaya bulanan Telkom (LC or Dialup).
Upgrade yang sangat mudah karena besarnya kapasitas bandiwidth yang tersedia.
Create room dalam game DOTA untuk setiap PC client yang tersedia di Warnet.
Hypermedia Sebagai Alat Pengembangan
Hypermedia dikembangkan dengan beberapa cara untuk memberikan hasil yang
memuaskan. Dan setiap alat pemrograman dapat digunakan untuk menulis
program yang menghubungkan data dari variabel internal dan node untuk file
data eksternal. Melalui proses ini, semua bentuk informasi yang terhubung dan
memungkinkan navigasi yang interaktif dan non-linear dalam serangkaian
tekstual, grafis dan suara. Dalam aplikasi berbasis web, informasi yang disajikan
dalam pendekatan hypermedia, tapi sekali lagi, dimungkinkan untuk melakukan
pengolahan melalui antarmuka web.
Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa banyak penelitian yang mengerjakan
hypermedia telah selesai atau sedang dalam pengembangan. Pengembangan
perangkat lunak multimedia seperti Adobe Flash, Adobe Direktur, Macromedia
Authorware dan Mediator MatchWare dapat digunakan untuk membuat aplikasi
yang berdiri sendiri hypermedia, dengan penekanan pada konten hiburan. Ini
termasuk program presentasi, seperti Microsoft Powerpoint dan LibreOffice
Impress, add-ons untuk mencetak program tata letak seperti Quark Immedia dan
alat untuk memasukkan hyperlink dalam dokumen PDF seperti Adobe InDesign
untuk membuat dan Adobe Acrobat untuk mengedit.
Ini termasuk program presentasi, seperti Microsoft Powerpoint dan LibreOffice
Impress, add-ons untuk mencetak program tata letak seperti Quark Immedia, dan
alat untuk memasukkan hyperlink dalam dokumen PDF seperti Adobe InDesign
untuk membuat dan Adobe Acrobat untuk mengedit. Ini termasuk program
presentasi, seperti Microsoft Powerpoint dan LibreOffice Impress, add-ons untuk
mencetak program tata letak seperti Quark Immedia, dan alat untuk memasukkan
hyperlink dalam dokumen PDF seperti Adobe InDesign untuk membuat dan
Adobe Acrobat untuk mengedit.
Jika kita melihat definisi ini, kita dapat menemukan poin spesifik yang mungkin
kita bantah, atau bisa berakibat pada kebingungan. Misalnya, istilah “non linier”
sering digunakan saat mendefinisikan hypertext dan hypermedia, namun bisa
sangat menyesatkan. Setiap jalur navigasi yang diberikan melalui aplikasi
hypermedia melalui linier, ini ditentukan oleh sifat dimensi tunggal yang tak
dapat diubah. Ini juga dukungan eksplisit untuk jaringan jalur potensial atau
kemungkinan melalui informasi yang memberi kita non-linearitas.
Hyperlink juga dapat ditambahkan ke file data menggunakan perangkat lunak
bisnis yang paling melalui scripting terbatas dan fitur hyperlink built in software
Dokumentasi seperti Microsoft Office Suite dan LibreOffice memungkinkan
untuk link hypertext ke konten lainnya dalam file yang sama, file eksternal
lainnya, dan URL link ke file pada file server eksternal. Untuk lebih menekankan
pada grafis dan tata letak halaman, hyperlink dapat ditambahkan menggunakan
alat desktop publishing paling modern.
Demikian pula, banyak definisi hypertext dan hypermedia mencakup referensi ke
database (seperti definisi Shneiderman dan Kearsley). Sekali lagi, jika dibawa
keluar dari konteks, ini bisa menyesatkan. Istilah database sering mengandung
konotasi dari struktur tingkat tinggi dan juga dari beberapa aplikasi hypermedia
yang tidak menentukan karakteristik (pertimbangkan, misalnya, WWW).
Database dapat dianggap sebagai repositori dimana data dapat diakses.
Hypermedia berbeda dengan database traditionalbases terutama dari sudut
pandang interaksi pengguna. Memang mungkin lebih akurat untuk merujuk pada
aplikasi hypermedia sebagai infobases, bukan database. Ini tentu saja tidak
menghalangi penggunaan database sebagai teknologi dalam aplikasi hypermedia.
Memang, fungsi organisasi terstruktur dan fungsi pengelolaan dokumen database
dapat digunakan secara efektif bersamaan dengan organisasi informasi gaya
hypermedia untuk memberikan tingkat sinergi antara keduanya. Struktur basis
data dapat menyediakan penataan ruang informasi yang sering diabaikan dalam
struktur hypermedia tradisional, seperti HyperCard dan Web.
Hyperlink juga dapat ditambahkan ke file data menggunakan sebagian besar
perangkat lunak bisnis melalui fitur skrip dan hyperlink terbatas yang ada di
dalamnya. Perangkat lunak dokumentasi, seperti Microsoft Office Suite dan
LibreOffice, memungkinkan tautan hypertext ke konten lain dalam file yang
sama, file eksternal lainnya dan link URL ke file pada server file eksternal.
Untuk lebih menekankan pada grafis dan tata letak halaman, hyperlink dapat
ditambahkan dengan menggunakan alat penerbitan desktop paling modern.
Ini termasuk program presentasi, seperti Microsoft Powerpoint dan LibreOffice
Impress, add-on untuk mencetak program tata letak seperti Quark Immedia, dan
alat untuk menyertakan hyperlink dalam dokumen PDF seperti Adobe InDesign
untuk pembuatan dan Adobe Acrobat untuk diedit. Hyper Publikasikan adalah
alat khusus dirancang dan dioptimalkan untuk hypermedia dan hypertext
manajemen.
Setiap HTML Editor dapat digunakan untuk membangun file HTML, dapat
diakses oleh web browser. CD / DVD authoring tools seperti DVD Studio Pro
dapat digunakan untuk hyperlink isi DVD untuk DVD player atau link web
ketika disk dimainkan pada komputer pribadi yang terhubung ke internet.
Itulah penjelasan mengenai ulasan di atas. Dimana klien berinteraksi dengan
server secara keseluruhan melalui hypermedia yang disediakan secara dinamis
oleh server aplikasi. Dan server berinteraksi melalui antarmuka tetap yang dibagi
melalui dokumentasi atau bahasa deskripsi antarmuka.
Download