02/03/2018 Pertemuan ke-4 SDLC & PROJECT CHARACTERISTIC Lutfi Fanani ([email protected]) • Istilah "pengembangan PL" bisa dipakai untuk menyebut aktivitas pemrograman komputer, yaitu proses menulis dan mengelola source code. • Dalam artian luas istilah ini mencakup semua hal yang terlibat antara penciptaan perangkat lunak yang diinginkan melalui pewujudan akhir perangkat lunak, idealnya dalam proses yang terencana dan terstruktur. • Karena itu, pengembangan perangkat lunak bisa mencakup penelitian, pengembangan baru, purwarupa, modifikasi, pemakaian kembali, rekayasa ulang, pengelolaan, atau aktivitas lain yang menghasilkan produk perangkat lunak. 1 02/03/2018 • Tujuan pengembangan PL: 1. Memenuhi kebutuhan klien/bisnis tertentu (perangkat lunak kustom), 2. Memenuhi persepsi kebutuhan sejumlah pengguna potensial (perangkat lunak komersial dan terbuka), atau 3. Memenuhi kebutuhan pribadi (misalnya seorang ilmuwan menulis perangkat lunak untuk mengotomasikan sebuah tugas yang rumit). • Proses pengembangan perangkat lunak (Software development process) adalah suatu struktur yang diterapkan pada pengembangan suatu produk perangkat lunak yang bertujuan untuk mengembangkan sistem dan memberikan panduan yang bertujuan untuk menyukseskan proyek pengembangan sistem melalui tahap demi tahap. • Proses ini memiliki beberapa model yang masing-masing menjelaskan pendekatan terhadap berbagai tugas atau aktivitas yang terjadi selama proses 2 02/03/2018 • Waterfall merupakan pendekatan yang paling sederhana dari berbagai pendekatan yang ada pada pengembangan perangkat lunak. • Pada gambar di bawah, di jelaskan bahwa apabila suatu fase telah selesai (contoh : requirement gathering), barulah proses dapat berlanjut ke fase berikutnya (contoh : system analysis). 3 02/03/2018 • Pendekatan jenis ini mengasumsikan bahwa semuanya berjalan dengan lancar apabila suatu fase telah terselesaikan sehingga tidak perlu untuk kembali ke fase sebelumnya. • Pendekatan ini cocok digunakan bila pengembang telah atau pernah mengembangkan perangkat lunak yang serupa sebelumnya dan sadar akan setiap permasalahan yang ada dalam pengembangannya. • Pendekatan spiral merupakan pendekatan yang memungkinkan pengembangan secara incremental. • Incremental yang dimaksud adalah pada setiap fasenya dapat dilalui lebih dari 1 kali dalam rangka pengembangan maupun perbaikan perangkat lunak yang dikembangkan. • Berbeda dengan pendekatan waterfall yang setiap fasenya hanya dilalui sekali, pada pendekatan ini, fase – fase yang terdapat pada pendekatan ini bisa dilalui berkali -kali. • Kekurangan dari pendekatan jenis ini adalah proses serta management nya yang komples serta tidak sesuai untuk diterapkan ke projek – projek kecil. 4 02/03/2018 • Pendekatan jenis ini merupakan pendekatan yang mengacu pada pembuatan prototipe perangkat lunak yang memiliki fungsionalitas terbatas. • Pendekatan ini memungkinkan untuk mendapat feedback dari coustomer dan membantu pengembang untuk memahami apa yang diinginkan oleh costumer secara jelas. 5 02/03/2018 • Pendekatan model ini mengharuskan tugas-tugas pengembangan di pisahkan ke dalam sebuah time boxes. • Pendekatan ini merupakan kombinasi dari iterative dan incremental proses model yang berfokus pada adaptability dan kepuasan costumer dengan waktu pengerjaan yang cepat. • Beberapa metode agile yang populer digunakan yaitu SCRUM, Extreme Programming, Rational Unified Process, dan lain sebagainya. 6 02/03/2018 project management quadrant • Proyek PL memiliki tingkat abstraksi yang berbeda, yang terbagi menjadi dua dimensi. • Dimensi pertama berkaitan dengan tujuan proyek, terdapat dua nilai: 1. Tujuannya ditentukan dengan jelas (benar-benar diketahui) atau 2. Tidak secara jelas ditentukan (tidak sepenuhnya diketahui). • Dimensi kedua berkaitan dengan solusinya, bagaimana berharap untuk mencapai tujuan, memiliki dua nilai: 1. Solusinya dengan jelas ditentukan (benar-benar diketahui) atau 2. Tidak secara jelas ditentukan (tidak sepenuhnya diketahui). 7 02/03/2018 • Jika kita memotong dua dimensi tersebut, kita telah mendefinisikan klasifikasi empat kategori proyek. Penting untuk dicatat bahwa batas antara yang jelas dan tidak jelas adalah batas konseptual. • Artinya, setiap proyek harus dibagi menjadi satu dari empat kuadran berikut: 1. 2. 3. 4. TPM: Traditional Project Management (linear and incremental PMLC models) APM: Agile Project Management (iterative and adaptive PMLC models) xPM: Extreme Project Management (extreme PMLC models) MPx: Emertxe Project Management (extreme PMLC models) • TPM: Traditional Project Management (linear and incremental PMLC models) • APM: Agile Project Management (iterative and adaptive PMLC models) • xPM: Extreme Project Management (extreme PMLC models) • MPx: Emertxe Project Management (extreme PMLC models) 8 02/03/2018 • Pada kuadran TPM, tujuan dan solusinya telah terdefinisikan dengan jelas. Proyek pada kuadran ini tergolong proyek yang sederhana. • Karena proyek ini sangat familiar bagi organisasi, persyaratannya juga akan diketahui. • Memiliki persyaratan lengkap berarti solusinya akan didefinisikan secara jelas dan struktur rincian kerja yang lengkap (WBS) dapat dihasilkan. • Model TPM akan bekerja cukup baik untuk proyek-proyek ini. • Selanjutnya dalam rangka meningkatkan ketidakpastian adalah proyek di kuadran APM. • Pada kuadran APM, tujuan yang didefinisikan dengan jelas dan sebagian besar solusi diketahui, dan harus ditemukan sebagai bagian dari model PMLC yang dipilih untuk mengelola proyek. • Karena beberapa solusi tidak diketahui, risiko yang terkait dengan proyek ini jauh lebih tinggi daripada risiko yang terkait dengan proyek di kuadran TPM. 9 02/03/2018 • Keberhasilan penyelesaian proyek semacam ini akan sangat penting bagi organisasi. Oleh karena itu, nilai bisnis harus cukup tinggi untuk menjamin pengambilan proyek berisiko tinggi ini. • Jelas, persyaratan tidak dapat didefinisikan dengan jelas dan jelas karena hal itu akan berarti mengetahui solusi lengkap. • Oleh karena itu WBS lengkap tidak dapat dihasilkan, dan Model TPM tidak dapat digunakan. • Yang dibutuhkan adalah model PMLC yang menggabungkan fitur solusipembelajaran dan-penemuan sehingga solusi lengkap dapat ditemukan sebagai bagian dari pelaksanaan proyek. • Selanjutnya dalam rangka meningkatkan ketidakpastian adalah proyek di kuadran xPM. • Untuk proyek-proyek ini, baik tujuan maupun solusinya tidak diketahui dengan jelas; mereka harus secara bersamaan dipelajari dan ditemukan sebagai bagian dari pelaksanaan proyek. • Ini biasanya proyek yang risiko kegagalannya sangat tinggi. • Untuk proyek-proyek ini, model PMLC yang paling sesuai harus merangkul banyak ketidakpastian dan mencakup siklus investigasi yang dirancang untuk bertemu pada sasaran dan solusi untuk mendukung tujuan tersebut. 10 02/03/2018 • Bahkan bila hal itu bisa berhasil, masih ada pertanyaan tentang nilai bisnis. • Apakah solusi untuk tujuan yang sekarang jelas didefinisikan menawarkan nilai bisnis yang cukup berguna bagi organisasi? Contoh bagus dari situasi ini adalah proyek yang akhirnya menghasilkan 3M ke produk Post-it Note. • Perekat yang dihasilkan dari proyek asli tidak menghasilkan produk yang memiliki nilai bisnis sebagaimana aslinya, dan duduk di rak selama sekitar tujuh tahun sampai seseorang menemukan sebuah aplikasi dengan nilai bisnis. • Penemuan nilai bisnis itu berasal dari sebuah proyek dari kuadran MPx. • Proyek di kuadran MPx mungkin tampak seperti proyek omong kosong pada pandangan pertama, karena tujuan pada proyek ini bemul jelas tetapi solusinya justru jelas. • Contoh sebuah department store Wal-Mart tentang teknologi RFID yang baru diperkenalkan memberikan contoh yang baik. • Pertanyaan yang diajukan Wal-Mart dalam proyek MPx ini adalah: "Bisakah Anda menemukan sebuah aplikasi (tujuan proyek) teknologi RFID (solusinya) yang memiliki nilai bisnis?" Ini terdengar seperti proyek kuadran xPM, namun dengan urutan terbalik. 11 02/03/2018 • Pendekatan MPx menggunakan pendekatan backwards. • Proyek kuadran xPM adalah proyek yang mencari solusi untuk tujuan yang jelas. • Proyek kuadran MPx adalah proyek yang mencari aplikasi (tujuan) teknologi (solusi atau beberapa variannya) yang memiliki nilai bisnis. Proyek xPM dan MPx menggunakan model PMLC yang sama. • Proyek MPx bisa sangat sederhana atau sangat kompleks. terima kasih 12 02/03/2018 Tugas 1: project identification • Pada tugas 1 ini, mahasiswa telah membentuk kelompok untuk melakukan proses identifikasi proyek yang akan dilakukan. • Masing-masing anggota dalam kelompok mencari permasalahan dan solusi terkait dengan topik proyek yang akan dikerjakan dengan poin sbb. 1. Problem space: • Customer/user problem, need or benefit that the product/service should address; • Product/service requirement 2. Solution space: • A specific implementation to address the need or product requirement • Permasalahan dan solusi dari masing-masing anggota akan divalidasi untuk dipilih 1 topik proyek yang akan dikerjakan oleh kelompok tersebut. 13 02/03/2018 • Tugas individu! • Tuliskan problem space – solution space kedalam satu halaman dokumen MS Office Word yang menggambarkan permasalahan dan solusi secara keseluruhan. • Submit file .doc/ .pdf kedalam topic Tugas 1 di dalam Google Classroom. • Deadline: • Kelas TIF-E: Minggu, 4 Maret 2018, pkl 23:59 • Kelas TIF-C: Senin, 5 Maret 2018, pkl 23:59 14