Uploaded by User20224

Modul 3 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
BAHASA INDONESIA
POKOK BAHASAN :
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Fakultas
Program Studi
Ekonomi dan
Bisnis
Manajemen
2013
1
Tatap Muka
03
Kode MK
90008
Disusun Oleh
Sri Rahayu Handayani,
S.Pd. MM
Abstract
Kompetensi
Secara formal bahasa Indonesia
mempunyai empat kedudukan, yaitu
sebagai bahasa persatuan, bahasa
nasional, bahasa negara, dan bahasa
resmi.
Mahasiswa
mampu
memahami
kedudukan
dan
fungsi
bahasa
Indonesia dengan baik dan benar
Bahasa Indonesia
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Sri Rahayu Handayani, S.Pd.
MM
http://www.mercubuana.ac.id
KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
Istilah kedudukan dan fungsi tentunya sering kita dengar, bahkan pernah kita pakai. Misalnya dalam
kalimat “Bagaimana kedudukan dia sekarang?”, “Apa fungsi baut yang Saudara pasang pada mesin ini?”,
dan sebagainya. Kalau kita pernah memakai kedua istilah itu tentunya secara tersirat kita sudah mengerti
maknanya. Hal ini terbukti bahwa kita tidak pernah salah pakai menggunakan kedua istilah itu. Kalau
demikian halnya, apa sebenarnya pengertian kedudukan dan fungsi bahasa? Samakah dengan
pengertian yang pernah kita pakai?
Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara terlisan maupun tertulis.
Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah
dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa
tidak dapat ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia
anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi
‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi tertentu.
Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya (baca: masyarakat bahasa) perlu
dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan akan mempengaruhi masa depan
bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akan menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya
akan memperlakukannya sesuai dengan “label” yang dikenakan padanya. Di pihak lain, bagi masyarakat
yang dwi bahasa (dwilingual), akan dapat ‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih
bahasa yang digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisa mengetahui
kapan dan dalam situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula bahasa
yang lainnya dipakai. Dengan demikian perkembangan bahasa (-bahasa) itu akan menjadi terarah.
Pemakainya akan berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya
dengan, antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya. Unsur-unsur yang
dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur yang dianggap merugikannya akan
ditolak.
Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya aturan untuk menentukan kapan, misalnya, suatu unsur
lain yang mempengaruhinya layak diterima, dan kapan seharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan
dalam bentuk kebijaksanaan pemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut Politik Bahasa
Nasional, yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan-ketentuan
yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pemecahan keseluruhan masalah bahasa.
2013
2
Bahasa Indonesia
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Sri Rahayu Handayani, S.Pd.
MM
http://www.mercubuana.ac.id
Secara formal sampai saat ini bahasa Indonesia mempunyai empat kedudukan, yaitu sebagai bahasa
persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi. Dalam perkembangannya lebih lanjut,
bahasa Indonesia berhasil mendudukkan diri sebagai bahasa budaya dan bahasa ilmu. Keenam
kedudukan ini mempunyai fungsi yang berbeda, walaupun dalam praktiknya dapat saja muncul secara
bersama-sama dalam satu peristiwa, atau hanya muncul satu atau dua fungsi saja.
I. KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
Sejak lahir kita sudah mengenal bahasa. Bahkan kita menggunakannya setiap hari untuk
berkomunikasi. Karena kita ada di Indonesia, maka kita menggunakan Bahasa Indonesia dan terkadang
bahasa daerah asal kita masing-masing, atau yang disebut bahasa ibu. Tapi, apakah kita tahu fungsi
bahasa? Apa kita juga tahu kedudukan Bahasa Indonesia itu sendiri?
Kedudukan pertama bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan. Hal ini tercantum
dalam Sumpah pemuda (28-10-1928). Ini berarti bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai
Bahasa Nasional. Kedua adalah sebagai bahasa negara.
A. Sebagai Bahasa Nasional
Bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga memiliki kedudukan yaitu sebagai
bahasa nasional. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dimulai saat dicetuskanya
Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Dalam kaitanya sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia memiliki fungsi yang sangat penting yaitu:
Bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga memiliki kedudukan yaitu sebagai
bahasa nasional. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dimulai saat dicetuskanya
Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Dalam kaitanya sebagai bahasa nasional bahasa Indonesia memiliki fungsi yang sangat penting yaitu:
1. Lambang Kebanggan Kebangsaan
2. Lambang Identitas Nasional
3. Alat Perhubungan Antarwarga, Antardaerah, dan Antarbudaya
4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya
dan
bahasanya
masing-masing
ke
dalam
kesatuan
kebangsaan
Indonesia.
> Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial
budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita.
> Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia
seperti layaknya bendera kita yang harus kita junjung tinggi sebagai lambang Negara. Bangsa
2013
3
Bahasa Indonesia
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Sri Rahayu Handayani, S.Pd.
MM
http://www.mercubuana.ac.id
Indonesia telah memiliki bahasa identitas sediri yaitu bahasa Indonesia yang mana tidak setiap
Negara berani memiliki bahasanya sendiri sebagai identitas diri.
> Sebagai alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya bahasa Indonesia
membuat seluruh bangsa Indonesia dapat hidup berdampingan antarsuku tanpa perlu terjadi
kekhawatiran terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Dengan bahasa Indonesia sebagai
bahasa nasional ini setiap warga Indonesia dapat tinggal atau menjelajahi seluruh wilayah
Indonesia.
> Sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang
sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia, bahasa
Indonesia ditempatkan sebagai sarana menjembatani terjadinya kesatuan bangsa yang terdiri
atas banyak sekali suku bangsa yang memiliki watak, budaya, dan kesukuan masing-masing.
Dengan bahasa Indonesia memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang
sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan,
cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa nasional bahasa Indonesia setiap warga
Negara akan memiliki kecintaan dan dapat meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan
daerah atau golongan.
B. Sebagai Bahasa Negara
Selain sebagai bahasa Nasional, bahasa Indonesia juga memiliki kedudukan lain yaitu sebagai
bahasa Negara seperti tercantum dalam UUD 1945. Dalam kedudukannya sebagai bahasa
negara, bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Bahasa Resmi Kenegaraan
Bahasa Indonesia dipakai dalam segala hal kegiatan atau peristiwa kenegaraan,
baik dalam bentuk lisan dan tulisan.
2. Bahasa Pengantar Resmi di Lembaga-Lembaga Pendidikan
Bahasa Indonesia digunakan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar dan
segala hal dalam konteks pendidikan
3. Bahasa Resmi di dalam Perhubungan pada Tingkat Nasional
Bahasa Indonesia digunakan untuk perhubungan dalam segala hal pada tingkat
nasional seperti pada perencanaan pembangunan dan pelaksanaanya.
2013
4
Bahasa Indonesia
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Sri Rahayu Handayani, S.Pd.
MM
http://www.mercubuana.ac.id
4. Bahasa Resmi di dalam Pengembangan Kebudayaan dan Pemanfaatan Ilmu
Pengetahuan serta Teknologi Modern
Maksudnya adalah bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana dalam
memperkaya budaya dan meningkatkan IPTEK dengan bahasa Indonesia sebagai
pengantarnya.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia dipakai dalam segala upacara,
peristiwa, dan kegiatan kenegaraan, baik secara lisan maupun tulis. Dokumen-dokumen, undangundang, peraturan-peraturan, dan surat-menyurat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan instansi
kenegaraan lainnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato kenegaraan ditulis dan diucapkan
dengan bahasa Indonesia. Hanya dalam kondisi tertentu saja, demi komunikasi internasional
(antarbangsa dan antarnegara), kadang-kadang pidato kenegaraan ditulis dan diucapkan dengan bahasa
asing, terutama bahasa Inggris. Warga masyarakat pun dalam kegiatan yang berhubungan dengan
upacara dan peristiwa kenegaraan harus menggunakan bahasa Indonesia. Untuk melaksanakan fungsi
sebagai bahasa negara, bahasa perlu senantiasa dibina dan dikembangkan. Penguasaan bahasa
Indonesia perlu dijadikan salah satu faktor yang menentukan dalam pengembangan ketenagaan, baik
dalam penerimaan karyawan atau pagawai baru, kenaikan pangkat, maupun pemberian tugas atau
jabatan tertentu pada seseorang. Fungsi ini harus diperjelas dalam pelaksanaannya sehingga dapat
menambah kewibawaan bahasa Indonesia.
Dalam kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia bukan saja dipakai
sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja dipakai
sebagai alat perhubungan antardaerah dan antarsuku, tetapi juga dipakai sebagai alat perhubungan
formal pemerintahan dan kegiatan atau peristiwa formal lainnya. Misalnya, surat-menyurat antarinstansi
pemerintahan, penataran para pegawai pemerintahan, lokakarya masalah pembangunan nasional, dan
surat dari karyawan atau pagawai ke instansi pemerintah. Dengan kata lain, apabila pokok persoalan
yang dibicarakan menyangkut masalah nasional dan dalam situasi formal, berkecenderungan
menggunakan bahasa Indonesia. Apalagi, di antara pelaku komunikasi tersebut terdapat jarak sosial
yang cukup jauh,misalnya antara bawahan – atasan, mahasiswa – dosen, kepala dinas – bupati atau
walikota, kepala desa – camat, dan sebagainya.
Bahasa yang berkembang di dalam wilayah Indonesia sangatlah banyak. Hampir setiap daerah memiliki
bahasa sendiri-sendiri seperti jawa, sunda, Madura, bali, bugis, makasar, batak, papua, dll.
Bagaimanakah atau dimanakah kedudukan bahasa-bahasa tersebut?
II. FUNGSI BAHASA INDONESIA
2013
5
Bahasa Indonesia
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Sri Rahayu Handayani, S.Pd.
MM
http://www.mercubuana.ac.id
Setelah ditentukanya bahasa Indonesia yang dahulunya adalah bahasa Melayu sebagai bahasa nasional
dan bahasa Negara bahasa daerah yang lain seperti jawa, sunda, bali, batak, papua dan lain sebagainya
ditempatkan dalam kedudukan sebagai bahasa daerah. Dalam kaitanya dengan bahasa Indonesia
bahasa daerah memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi nyata bahasa daerah dapat kita lihat dari
banyaknya kata dalam bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa daerah. Itu menunjukan bahwa
bahasa daerah memiliki fungsi dan kedudukan yang sangat penting dalam perkembangan bahasa
Indonesia.
Secara terperinci bahasa derah memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional
Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan
dengan digunakannya bahasa indonesia dalam bulir-bilir Sumpah Pemuda. Yang bunyinya
sebagai berikut :
“Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe berbangsa satoe,Bangsa Indonesia. Kami
poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.”
2. Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa
Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan
dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda dengan negaranegara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara
persemakmurannya. Contohnya saja India, Malaysia, dll yang harus bisa menggunakan Bahasa
Inggris.
3. Bahasa Indonesia sebagai Alat Komunikasi.
Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan
dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam berbagai macam media komunikasi. Misalnya
saja Buku, Koran, Acara pertelevisian, Siaran Radio, Website, dll. Indonesia memiliki beraneka
ragam bahasa daerah. Jika masyarakat hanya menggunakan bahasa daerah mereka masingmasing untuk berkomunikasi, pesan yang mereka maksud takkan pernah tersampaikan karena
mereka tidak mengerti apa yang dibicarakan satu sama lain. Karena itulah Bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional dibutuhkan untuk integrasi warga. Meskipun berasal dari asal daerah
yang berbeda, dengan menggunakan Bahasa Indonesia seluruh warga dapat berkomunikasi
dengan lancar dan tidak terjadi kesalah-pahaman antara mereka akibat miskomunikasi.
2013
6
Bahasa Indonesia
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Sri Rahayu Handayani, S.Pd.
MM
http://www.mercubuana.ac.id
4. Bahasa Indonesia sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat
istiadat dan Budaya.
Karena Indonesia adalah negara yang memiliki beragam bahasa dan budaya, maka harus ada
bahasa pemersatu diantara semua itu. Hal ini juga berkaitan dengan Kedudukan keempat dari
Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional sebagai Alat pemersatu Bangsa yang
berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
Latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda berpotensi untuk menghambat
perhubungan antardaerah antarbudaya. Tetapi, berkat bahasa Indonesia, etnis yang satu bisa
berhubungan
dengan etnis
yang
lain
sedemikian rupa sehingga tidak
menimbulkan
kesalahpahaman. Setiap orang Indonesia apa pun latar belakang etnisnya dapat bepergian ke
pelosok-pelosok tanah air dengan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.
Kenyataan ini membuat adanya peningkatan dalam penyebarluasan pemakaian bahasa
Indonesia dalamn fungsinya sebagai alat perhubungan antardaerah antarbudaya. Semuanya
terjadi karena bertambah baiknya sarana perhubungan, bertambah luasnya pemakaian alat
perhubungan umum, bertambah banyaknya jumlah perkawinan antarsuku, dan bertambah
banyaknya perpindahan pegawai negeri atau karyawan swasta dari daerah satu ke daerah yang
lain karena mutasi tugas atau inisiatif sendiri.
Sejalan dengan fungsinya sebagai alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya, bahasa
Indonesia telah berhasil pula menjalankan fungsinya sebagai alat pengungkapan perasaan. Kalau
beberapa tahun yang lalu masih ada orang yang berpandangan bahwa bahasa Indonesia belum sanggup
mengungkapkan nuansa perasaan yang halus, sekarang dapat dilihat kenyataan bahwa seni sastra dan
seni drama, baik yang dituliskan maupun yang dilisankan, telah berkembang demikian pesatnya. Hal ini
menunjukkan bahwa nuansa perasaan betapa pun halusnya dapat diungkapkan secara jelas dan
sempurna dengan menggunakan bahasa Indonesia. Kenyataan ini tentulah dapat menambah tebalnya
rasa kesetiaan kepada bahasa Indonesia dan rasa kebanggaan akan kemampuan bahasa Indonesia.
Perbedaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa
Negara/Resmi bisa terlihat dari wujudnya,proses terbentuknya dan dari segi fungsinya. Penggunaan
bahasa Indonesia sebagai penghubung antarsuku, karena warga yang berbangsa Indonesia yang
menetap di wilayah Indonesia; sedangkan seseorang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa
resmi, karena sebagai warga negara Indonesia yang menjalankan tugas-tugas ‘pembangunan’ Indonesia.
Selain bahasa daerah, ada lagi bahasa yang saat ini berkembang pesat pemakainya seperti
bahasa Inggris, perancis, mandarin, belanda, jerman dan lain-lain. Adapun kedudukan dari bahasabahasa tersebut adalah sebagai bahasa Asing. Dalam kedudukanya sebagai bahasa asing, bahasabahasa tersebut di atas tidak memiliki kemampuan atau bersaing dengan bahasa Indonesia sebagai
Bahasa Indonesia
2013
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
7 Sri Rahayu Handayani, S.Pd. http://www.mercubuana.ac.id
MM
bahasa nasional maupun bahasa Negara atau dengan kata lain bahasa asing tidak akan pernah menjadi
bahasa nasional ataupun bahasa Negara Indonesia. Begitupun dalam kaitannya dengan bahasa daerah.
Bahasa asing ini memiliki fungsinya sendiri yaitu sebagai alat perhubungan antarbangsa, alat pembantu
pengembangan bahasa Indonesia menjadi bahasa modern, dan alat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi modern untuk pembangunan.
Melihat dari sisi fungsi ketiga bahasa yang berkembang di Indonesia, dapat kita ketahui bahwa
semua bahasa tersebut penting dan bermanfaat bagi bangsa kita. Namun yang perlu diperhatikan adalah
jangan sampai ketika kita berusaha menguasai bahasa Asing yang saat ini sedang sangat diminati kita
menjadi lupa akan bahasa Daerah atau bahasa Indonesia.
2013
8
Bahasa Indonesia
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Sri Rahayu Handayani, S.Pd.
MM
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Moller, Andre.Undang-Undang Bahasa, diunduh dari http;//oase.kompas.com/read/
2009/09/25/04555220/undang-undang.bahasa.
Satata, Sri, Devi S, dan Dadi W. 2012. Bahasa Indonesia, Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadianional. Jakarta: Mitra Wacana Media.
2013
9
Bahasa Indonesia
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Sri Rahayu Handayani, S.Pd.
MM
http://www.mercubuana.ac.id
Download