Uploaded by kirigayakuhaku

biologi

advertisement
1.PENGERTIAN AVOLUSI
Perdebatan mengenai evolusi tidak ada habisnya untuk dibahas. Dari dulu para ilmuan
selalu memperdebatkan masalah kebenaran teori evolusi. Dalam kamus besar bahasa
indonesia di sebutkan bahwa evolusi adalah perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara
berangsur-angsur atau perlahan-lahan (sedikit demi sedikit). Dengan kata lain berevolusi
berarti berubah secara berangsur-angsur dari satu bentuk ke bentuk yang lain.
Evolusi merupakan proses perubahan makhluk hidup secara lambat dalam waktu yang
sangat lama, sehingga berkembang menjadi berbagai spesies baru yang lebih lengkap struktur
tubuhnya. Menurut teori evolusi, makhluk hidup yang sekarang berbeda dengan makhluk
hidup jaman dahulu. Nenek moyang makhluk hidup sekarang yang bentuk dan strukturnya
(mungkin) berbeda mengalami perubahan-perubahan baik struktur maupun genetis dalam
waktu yang sangat lama, sehingga bentuknya jauh menyimpang dari struktur aslinya dan
akhirnya menghasilkan berbagai macam spesies yang ada sekarang.Perubahan-perubahan ini
disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.
Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada
keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika
organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru
dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan
antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga
dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme.
Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka
dalam suatu populasi. Jadi tumbuhan dan hewan yang ada sekarang bukanlah makhluk hidup
yang pertama kali berada di bumi, tetapi berasal dari makhluk hidup di masa lampau.
Ada dua macam evolusi, yaitu evolusi progressif dan evolusi regressif. Evolusi
progressif merupakan proses evolusi yang menuju kemungkinan dapat bertahan hidup
sehingga menghasilkan spesies baru. Evolusi regressif merupakan evolusi menuju
kemungkinan mengalami kepunahan.
2.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVOLUSI
Evolusi pada umumnya dapat disebabkan oleh dua faktor penyebab, yaitu:

FAKTOR DALAM
Pada setiap makhluk hidup pasti memiliki substansi gen pada kromosom.
Perubahan pada gen atau genetika pada makhluk tersebut akan berakibat pada
terjadinya perubahan sifat atau organisme tersebut.

FAKTOR LUAR
Makhluk hidup dalam kesehariannya pasti berada di lingkungan habitat tempat
tinggalnya sesuai dengan kondusi fisik maupun kondisi karakteristiknya. Organisme
makhluk hidup dituntut untuk dapat menyesuaikan atau adaptasi dengan kondisi
lingkungan sekitarnya. Mahluk hidup yang melakukan perubahan fisik dan karakter
secara terus-menerus untuk dapat selalu beradaptasi dengan lingkungannya
menyebabkan munculnya varian spesies baru yang bermacam-macam dan beraneka
ragam.
3.MEKANISME EVOLUSI
Mekanisme evolusi terbagi menjadi 2, yaitu:
a) Mutasi gen
Mutasi adalah perubahan pada struktur kimia gen yang bersifat turun-temurun
yang terjadi bisa secara spontan atau tidak spontan oleh zat kimia, radiasi sinar
radioaktif, terinfeksi virus, dan lain sebagainya.
b) Rekombinasi gen
Pengertian dan arti definisi rekombinasi gen adalah penggabungan beberapa
gen induk jantan dan betina ketika pembuahan ovum oleh sperma yang
menyebabkan adanya susunan pasangan gen yang berbeda dari induknya.
Akibatnya adalah lahirnya varian spesies baru.
4.Bukti-bukti adanya evolusi
a. Adanya variasi antara individu-individu dalam satu keturunan.
b. Adanya pengaruh penyebaran geografis
c. Adanya fosil-fosil di berbagai lapisan bumi yang menunjukkan perubahan secara
perlahan-lahan.
d. Adanya data sebagai hasil studi mengenai komperatif perkembangan embrio.
5.TEORI MENURUT PARA AHLI
Beberapa pandangan evolusi menurut beberapa ahli,yaitu;
1.Teori evolusi Aristoteles (384-322 SM).
Aristoteles adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori
evolusi. Ia mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya
metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk
yang lebih kompleks.
2.Teori evolusi Anaximander (500 SM)
Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani. Ia
berpendapat bahwa manusia berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses
evolusi.
3.Teori evolusi Empedoclas (495-435 SM).
Empedoclas adalah seorang filosof Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa
kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari matahari dan berubah menjadi
makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudian
berkembang menjadi sempurna dan akhirnya menjadi beraneka ragam seperti sekarang ini.
4.Teori evolusi Erasmus Darwin (1731-1802 SM).
Erasmus Darwin adalah kakek dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi
berkebangsaan Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional
terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang
menentang teori evolusi dari Lamarck.
5.Teori evolusi Count de Buffon (1707-1788 SM).
Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar
diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.
6.Teori evolusi Sir Charles Lyell (1797-1875 SM).
Lyell adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang
terkenal berjudul Principles of Geology. Di dalam bukunya tersebut Lyell berpendapat
bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama.
7.Teori evolusi Jean Baptise de Lamarck (1744-1829 SM).
Jean Baptise de Lamarck (1744 – 1829) seorang ahli biologi kebangsaan Perancis,
memiliki suatu gagasan dan menuliskannya dalam bukunya berjudul “Philoshopic”. Dalam
bukunya tersebut Lamarck mengatakan sebagai berikut.

Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan
melalui proses adaptasi lingkungan.


Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan
organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan
akan menghilang. Contoh yang dapat digunakan oleh Lamarck adalah jerapah.
Menurut Lamarck, pada awalnya jerapah memiliki leher pendek. Karena
makanannya berupa daun-daun yang tinggi, maka jerapah berusaha untuk dapat
menjangkaunya. Karena terbiasa dengan hal ini maka semakin lama, leher jerapah
menjadi semakin panjang dan pada generasi berikutnya akan lebih panjang lagi.Teori
Lamarck ditentang oleh Erasmus Darwin (kakek dari Charles Darwin) yang
mengatakan bahwa populasi jerapah adalah heterogen, ada yang berleher pendek dan
ada yang berleher panjang. Jerapah-jerapah tersebut berkompetisi untuk mendapatkan
makanan. Dari persaingan tersebut jerapah berleher panjang akan menang dan akan
tetap hidup, sifat ini akan diwariskan kepada keturunannya. Jerapah yang berleher
pendek akan mati dan perlahan-lahan mengalami kepunahan.
Agar lebih jelas mengenai perbandingan dua teori ini, dapat Anda perhatikan Gambar 7.3.
Gambar 7.3 Teori jerapah berleher panjang menurut Lamarck dan Erasmus Darwin
8. Teori evolusi Charles Robert Darwin (1809–1882).
Charles Robert Darwin (1809–1882) adalah seorang ilmuwan berkebangsaan
Inggris, yang mana teori evolusi yang dibentuknya mengalami banyak kontroversi hingga
saat ini. Charles Darwin melakukan pelayaran pada tahum 1831 dengan menggunakan
kapal HMS Beagel, ia melakukan pelayaran menuju ke Kepulauan Galapagos, yang
merupakan kepulauan terpencil kurang lebih 1050 km dari dari daratan utama Amerika
Serikat. Dalam pelayarannya hingga sampai di Kepulauan Galapagos tersebut Charles
Darwin menemukan dan mengamati berbagai macam burung Finch yang memiliki
berbagai macam bentuk paruh. Perbedaan morfologi tersebut ternyata menunjukkan
adanya hubungan kekerabatan dengan burung yang ada di Amerika Serikat.
1.
Menurut Omer Cenker Ilicehi dalam pelita.or.id, sesuai dengan prinsip ajaran Darwin
bahwa spesies makhluk hidup terutama jenis-jenis burung "finch" tertentu di kepulauan
Galapagos, menyebutkan adanya variasi pada burung-burung itu disebabkan oleh adaptasi
mereka terhadap habitat.
2. Hasil penemuan burung Finch oleh Darwin seperti yang telah dijelaskan diatas, dapat
dilihat pada Gambar dibawah ini,
Dengan pemikiran yang didasarkan pada observasi dan penemuan terhadap burung
“finch” tersebut, Darwin menduga bahwa asal usul kehidupan dan spesies pada konsep
adaptasi terhadap lingkungan, sehingga muncul aneka spesies makhluk hidup, itu berasal
dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.
Sedangkan pada sumber lain, dijelaskan juga bahwa, dalam teorinya darwin
mengatakan "Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna
menuju kepada kesempurnaan". Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga sampai
kepada asal-usul manusia. Menurutnya manusia sekarang ini adalah hasil yang paling
sempurna dari perkembangan tersebut secara teratur oleh hukum-hukum mekanik seperti
halnya tumbuhan dan hewan. Kemudian lahirlah suatu ajaran(pengertian) bahwa manusia
yang ada sekarang ini merupakan hasil evolusi dari kera-kera besar (manusia kera
berjalan tegak) selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentuk yang paling sempurna.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam teorinya Darwin berpendapat,
manusia berasal dari perkembangan makhluk sejenis kera yang sederhana kemudian
berkembang menjadi hewan kera tingkat tinggi sampai akhirnya menjadi manusia.
Makhluk yang tertua yang ditemukan dengan bentuk mirip manusia adalah
Australopithecus yang diperkirakan umurnya antara 350.000 - 1.000.000 tahun dengan
ukuran otak sekitar 450 - 1450 cm3. Perkembangan dengan perubahan volume otak ini
besar pengaruhnya bagi kecerdasan otak manusia. Australopithecus yang mempunyai
volume otak rata-rata 450 cm3 berevolusi menjadi manusia kera (Neandertal) yang
mempunyai volume otak 1450 cm3. Dari penelitian ini diperkirakan dalam waktu antara
400.000-500.000 tahun volume otak itu bertambah 1000 cm3. Tetapi anehnya
perkembangan dari Neandertal ke manusia modern sekarang ini selama ± 100.000 tahun
volume otaknya tidak berkembang.
 Kesimpulan
Evolusi juga berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga
proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini
dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi
bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan
mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi
ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara
seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat
meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan
terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
 Saran
Melalui makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat mengembangkan maksud dari
evolusi dan ikut berperan dalam menggali evolusi dimuka bumi karena seperti yang kita tahu
bahwa evolusi adalah suatu hal yang belum jelas dan dapat dibuktikan secara langsung,
namun janganlah dijadikan sebuah momen untuk berperang dalam memikirkan karena akan
menimbulkan perpecahan
Download
Random flashcards
Nomor Rekening Asli Agen De Nature Indonesia

2 Cards denaturerumahsehat

Secuplik Kuliner Sepanjang Danau Babakan

2 Cards oauth2_google_2e219703-8a29-4353-9cf2-b8dae956302e

Card

2 Cards

Create flashcards