Uploaded by common.user17338

Analisa kerusakan dan pemeliharaa Gardu Induk

advertisement
4.1 UMUM
4.1.1 JENIS PEMELIHARAAN
Pemeliharaan dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:
A. Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance)
Pemeliharaan preventif dilaksanakan untuk mencegah terjadinya
kerusakan peralatan secara tiba-tiba dan juga dapat mempertahankan unjuk
kerja yang optimum sesuai unsur teknisnya.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala dengan berpedoman kepada:
Manual Instructiondari Pabrik, Standard yang ada (IEC, IEEE, dll) dan
pengalaman operasi di lapangan. Pemeliharaan ini disebut juga dengan
pemeliharaan berdasarkan waktu (Time Based Maintenance).
B. Pemeliharaan Prediktif (Predictive Maintenance)
Pemeliharaan prediktif dilaksanakan dengan mengacu pada kondisikondisi tertentu. Kondisi tertentu yang dimaksud adalah parameterparameter teknis dari peralatan yang tidak terpenuhi. Pemeliharaan ini
disebut juga dengan pemeliharaan berdasarkan kondisi (Condition Based
Maintenance).
C. Pemeliharaan Korektif (Corrective Maintenance)
Pemeliharaan korektif dilaksanakan setelah terjadi kerusakan atau
pemeliharaan yang sifatnya darurat.
4.1.2 PREDICTIVE MAINTENANCE
Pemeliharaan prediktif pemeliharaan yang dilakukan dengan cara
melakukan monitoring dan membuat analisa terhadap hasil pemeliharaan
untuk dapat memprediksi kondisi dan gejala kerusakan secara dini. Hasil
monitor dan analisa trend dariPredictive Maintenance merupakan input yang
dijadikan sebagai acuan tindak lanjut untuk Planned Corrective Maintenance.
A. In Service/ Visual Inspection
In Service Inspection adalah inspeksi/pemeriksaan terhadap peralatan
yang dilaksanakan dalam keadaan peralatan beroperasi/bertegangan (on-
37
line), dengan menggunakan 5 panca indera (five senses) dan metering
secara sederhana, dengan pelaksanaan periode tertentu (harian, mingguan,
bulanan, tahunan).
Inspeksi ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui/memonitor kondisi
peralatan dengan menggunakan alat ukur sederhana/umum (seperti
Thermo Gun) yang dilaksanakan oleh petugas operator/asisten supervisor
di gardu induk (untuk Tragi/UPT PLN P3B Sumatera/Wilayah) atau
petugas pemeliharaan/supervisor gardu induk (untuk UPT/Region PLN
P3B Sumatera).
B. In Service Measurement/ On Line Monitoring
Merupakan pengukuran yang dilakukan pada periode tertentu dalam
keadaan peralatan bertegangan (On Line).
Pengukuran dan/atau pemantauan yang dilakukan bertujuan untuk
mengetahui/memonitor kondisi peralatan dengan menggunakan alat ukur
yang advanced (seperti Thermal Image thermovision) yang dilakukan oleh
petugas pemeliharaan.
C. Shutdown Measurement/ Shutdown Fuction Check
Merupakan pengukuran yang dilakukan pada periode tertentu dalam
keadaan peralatan tidak bertegangan (Off Line).
Pengukuran dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi peralatan
dengan menggunakan alat ukur sederhana serta advanced yang dilakukan
oleh petugas pemeliharaan.
4.2 Teori Dasar Transformator
Transformator adalah suatu mesin alat listrik arus bolak balik yang tidak
berputar ( statis ) dan berfungsi untuk memindahkan serta mengubah energi listrik
dari suatu atau lebih rangkaian listrik kerangkaian listrik lain melalui suatu
gandengan magnet, yang bekerjanya berdasarkan prinsip induksi electromagnet
dengan tidak mengubah frekuensi system. Pada transformator memiliki dua buah
gulungan primer, gulungan yang dihubungkan pada sumber aliran, dan gulungan
38
sekunder yaitu gulungan yang dihubungkan pada beban. Pada umumnya
transformator terdiri dari tiga komponen utama yaitu :

Inti/teres/kern/core

Kumparan primer

Kumparan sekunder
N1
E1
E2
N2
V1
V2
4.3
KLASIFIKASI TRANSFORMATOR
4.3.1 Transformator berdasarkan pemakaiannya dapat dibedakan menjadi 4 (
empat ) macam antara
lain :
1. Transformator Tenaga
a) Transformator Penik Tegangan ( Step Up )
b) Transformator Penik Tegangan ( Step Down )
2. Transformator Instrumen
a) Transformator Tegangan ( Potensial Transformator/PT )
b) Transformator Arus ( Current Transformator/CT )
3. Transformator Khusus
Transformator ini digunakan untuk alat-alat elektronika dan system
control
39
4. Transformator Pemisah
Transformator ini mempunyai tegangan serta arus input dan output
yang sama, transformator ini digunakan untuk memisahkan dua sistem
dan untuk memperkecil arus hubung singkat yang terjadi pada sistem.
4.3.2 Transformator berdasarkan jumlah phasanya terbagi 2 ( dua ) yaitu :
1. Transformator berphasa tunggal ( 1 phasa )
2. Transformator berphasa banyak ( 3 phasa )
4.3.3 Transformator berdasarkan jumlah phasanya terbagi menjadi 2 ( dua ) yaitu :
1. Transformator tipe inti ( Core Type Transformator )
2. Transformator tipe cangkung ( shell Type Transformator )
SISI
PRIMER
a.
3.
}
4.
SISI
PRIMER
SISI
SEKUNDER
5.
SISI
SEKUNDER
(a)
Gambar 3.2 (a). Tipe Inti,
(b)
(b) Tipe Cangkang.
1)
4.3.4 Transformator berdasarkan sistem pendinginnya dibedakan atas beberapa
golongan yaitu :
40
1. Transformator pendingin dengan sewajarnya ( alam atau netral )
a) Transformator pendingin dengan udara ( Air Natural = AN )
b) Transformator pendingin dengan minyak ( Oil Natural = ON )
2. Transformator pendingin dengan air ( W )
3. Transformator pendingin dengan yang dipaksakan
a) Transformator pendingin dengan udara yang dipaksakan
( Air
Force )
b) Transformator pendingin dengan minyak yang dipaksakan ( Oil
Force )
4.4
PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR
Pada gambar dibawah ini diperlihatkan suatu bentuk yang umum dari
suatu transformator.
фb
beban
H1
Sumber
X1 Ip
E1
E2
V2 = Vs
V1 = Vp
X2
H2
41
Belitan ( Lilitan ) primer dan belitan sekunder terletak pada sisinya
masing-masing. Belitan primer adalah belitan yang dihubungkan dengan tegangan
bolak-balik, sedangkan belitan sekunder adalah belitan yang dihubungkan dengan
beban.
Bila belitan primer diberi tegangan bolak-balik, maka pada inti besi akan
timbul fluks bolak-balik yang berubah-ubah terhadap waktu. Fluks yang
dibangkitkan tersebut merupakan fluks bersama ( Mutual Fluks ) yang juga
memotong-motong belitan kawat sekunder, maka demikian pada belitan sekunder
tersebut akan timbul gaya gerak listrik ( ggl ).
Jadi timbulnya tegangan pada transformator sesuai dengan hokum
faradayyang menyatakan bahwa : Apabila di dalam medan magnet terdapat suatu
belitan yang dipotong-potong oleh garis-garis magnet yang setiap saat berubahrubah terhadap waktu maka pada kedua ujung belitan tersebut akan timbul gaya
gerak listrik ( ggl ).
4.5
FUNGSI TRANSFORMATOR
Fungsi transformator di Gardu Induk Pauh Limo dapat dibedakan menjadi
dua yaitu : Transformator tenaga/daya dan transformator distribusi. Pada
prinsipnya kedua transformator tersebut adalah sama, hanya saja komponenkomponen tambahan pada transformator daya lebih banyak. Adapun fungsi dari
masing-masing trafo yaitu :
42
1. Transformator tenaga/daya : menyalurkan tenaga atau daya listrik dari tegangan
tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya.
2. Transformator distribusi : menurunkan tegangan listrik dari jaringan distribusi
tegangan tinggi menjadi tegangan terpakai pada jaringan distribusi tegangan
rendah (step down transformator); misalkan tegangan 20 KV menjadi tegangan
380 volt atau 220 volt.
Transformator yang digunakan di Gardu Induk Pauh Limo untuk
transformasi tenaga listrik menggunakan sistem pendingin dengan ONAN ( Oil
Natural Air Natural ). Berarti inti dan kumparan transformator tersebut terendam
di dalam cairan minyak yang berfungsi sebagai isolasi pendingin, serta untuk
mendinginkan minyak tersebut tidak menggunakan bantuan apappun kecuali
dengan udara biasa.
4.6
KONTRUKSI TRANSFORMATOR
Kontruksi secara umum dari transformator terdiri atas beberapa bagian
yaitu :
1. Inti Besi
Inti besi suatu transformator berfungsi sebagai rangkaian magnet yang
dibangkitkan oleh kumparan primer yang diberi tegangan bolak balik
dimana garis gayanya berubah-ubah terhadap waktu. Inti besi dibuat
berlapis-lapis yang terdiri dari plat tipis, gunanya untuk memperkecil
kerugian daya yang disebabkan oleh arus yang dinamakan arus pusar (
Eddy Current ) yaitu arus yang timbul karena induksi di dalam inti besi
oleh medan bolak-balik.
2. Kawat Tembaga
43
Kawat tembaga digunakan sebagai lilitan pada transformator baik
untuk lilitan primer maupun pada lilitan sekunder. Untuk transformator
penaik tegangan ( step up ) jumlah lilitan pada sekundernya lebih
banyak dari pada jumlah lilitan primernya. Sedangkan pada
transformator penurun tegangan ( step down ) jumlah lilitan primernya
lebih banyak dari pada jumlah lilitan sekundernya.
Lilitan primer adalah bagian yang dihubungkan dengan sumber
tegangan,
sedangkan
lilitan
sekundernya
adalah
lilitan
yang
dihubungkan pada rangkaian beban ( load ).
3. Isolasi
Didalam transformator penggunaan isolasi supaya tidak terjadi hubung
singkat antara lilitan dengan lilitan, atau lilitan dengan kerangka
transformator.Maka semua kawat harus diberi isolasi dan biasanya
isolasi terdiri dari bahan email, prespan, dan pertinak atau pita katun,
lak dan vernis.Untuk transformator tegangan tinggi kumparannya
dicelupkan atau dimasukkan kedalam minyak atau zat cair yang
bersifat isolasi.
4. Pendingin
Biasanya dalam pengoperasian transformator akan panas yang
disebabkan oleh beban lebih, rugi-rugi tembaga, maka sebaiknya
transformator dilengkapi dengan sistem pendingin. Media pendingin
digunakan minyak transformator, biasanya untuk daya besar dan
teganngan tinggi. Fungsi dari minyak transformator tersebut selain
untuk pendingin juga merupakan isolasi antar winding/body, biasanya
rangka
atau
rumah
transformator
dibuat
bersirip-sirip
untuk
memperluas permukaan sehingga daerah pendingin dalam hal ini akan
lebih luas.
5. Tangki
44
Tangki transformator digunakan sebagai tempat minyak transformator
dan pengatur sirkulasi minyak pendingin, selain itu tempat kedudukan
dari pada inti dan kumparan. Tangki diberi bersirip-sirip dengan
maksud mempermudah pengeluaran panas den tempat jalanya sirkulasi
minyak pendingin jika dalam tangki memuai.
6. Bushing
Bushing adalah tempat penyambungan/terminal hubungan antara
kumparan transformator baik untuk penghantar yang keluar dari
golongan sekunder, melalui sebuah konduktor yang diselubungi oleh
isolator dimana isolator tersebut berfungsi sebagai penyekat antara
konduktor dengan tangki/body transformator, sehingga tidak akan
terjadi adanya kontak listrik yang tidak dikehendaki.
4.7 ANALISA KERUSAKAN DAN PERBAIKAN TRANSFORMATOR
Rusaknya peralatan yang disebabkan oleh gangguan yang akan
mengakibatkan terjadinya ketidaknormalan pada sistem daya. Pada dasarnya suatu
gangguan adalah setiap keadaan sistem yang menyimpang dari normal.Gangguan
dapat merusak atau mempengaruhi sistem daya, gangguan dapat bersifat
sementara atau permanen, gangguan sementara tidak memerlukan perbaikan untuk
beroperasinya sistem tenaga listrik, misalnya pada keadaan beban lebih.
Sedangkan gangguan permanen mengakibatkan operasi sistem tenaga listrik tidak
akan normal kembali sebelum gangguan diperbaiki/gangguan diisolasi dari
sistem.
4.7.1 Penyebab Kerusakan
a) Kerusakan Karena kesalahan berulang
Bila lilitan transformator tiba-tiba ada hubungan singkat maka akan
terjadi kenaikan suhu lilitan. Kenaikan suhu ini dapat menyebabkan
45
Anealing, yang artinya pelunakan penghantar dan perubahan ini akan
menyebabkan penurunan kemampuan mekanis transformator.
b) Kerusakan karena perlindungan jelek
Bila tidak dilindungi secara benar dan tepat maka transformator akan
mengalami gangguan yang sangat fatal, misalnya kerusakan akibat
tegangan lebih yang disebabkan oleh petir.Oleh karena itu lebih baik
dipasang penangkal petir dekat kutub transformator atau horn
gap/pengaman tanduk.
c) Kerusakan yang disebabkan oleh pembebanan yang tidak baik/abnormal.
d) Kerusakan yang disebabkan oleh desain yang tidak standard dan bahan
baku yang dibawah standard.
4.8 TIPE GANGGUAN
Secara umum gangguan transformator dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Gangguan dari luar, diantaranya oleh binatang, lingkungan dan petir.
2. Gangguan dari dalam, diantaranya arus lebih, tegangan lebih dan
kenaikan temperatur.
4.8.1 Gangguan oleh Binatang
Ada bermacam-macam gangguan yang tidak terduga sebelumnya, salah
satunya adalah gangguan dari binatang.Demikian pula halnya ada bermacammacam model dan tipe dari transformator, ada yang terminal kabel yang masuk
dan keluar tertutup rapat dan ada pula yang tertutup rapat, artinya tempat untuk
terminal kabel yang masuk dan keluar tidak tertutup.
46
Jadi untuk transformator yang semi tertutup rapat tersebut dikhawatirkan
gangguan oleh binatang seperti tikus, ular, dan binatang-binantang lainnya yang
dapat mengakibatkan hubungan singkat terjadi.
4.8.2 Gangguan oleh lingkungan
Pengotoran isolasi yang disebabkan antara lain oleh debu, kabut, sarang
laba-laba, dan partikel-partikel lainnya, memungkinkan untuk terjadinya
pengotoran pada isolator, pada umumnya loncatan tegangan tidak akan terjadi
sampai endapan tersebut basah karena kabut.
Jadi adanya kotoran-kotoran yang menempel pada isolator tersebut yang
makin lama makin menebal dapat mempengaruhi isolator pada terminal tersebut,
sehingga daya tembus isolasinya makin besar. Dengan demikian tidak tertutup
kemungkinan akan terjadinya hubung singkat antara fasa dengan body ( ground ).
4.8.3 Gangguan oleh petir
Penelitian menunjukan bahwa petir merupakan salah satu penyebab
kerusakan pada transformator tenaga, gangguan dapat terjadi karena pukulan
gelombang surja ( kejutan ). Walaupun waktu bekerja gelombang surja sangat
singkat yaitu hanya hingga beberapa puluh mikrodetik, akan tetapi karena dapat
memiliki tegangan puncak yang sangat tinggi dan jumlah energy yang besar dapat
mengakibatkan kerusakan pada sebuah transformator, kerusakan-kerusakan
tersebut diakibatkan oleh adanya tegangan.
4.8.4 Arus lebih
Arus lebih yang dimaksud disini adalah arus yang keberadaannya tidak
diharapkan dan dianggap sebagai arus gangguan. Arus ini timbul antara lain
karena pembebanan yang berlebihan ( overload ) dan hubung singkat.
Transformator dapat beroperasi secara terus-menerus pada arus beban normalnya (
100% x Int ). Apabila beban dilayani lebih besar dari 100 %, transformator akan
47
mendapat pemanasan lebih. Kondisi ini tidak segera menimbulkan kerusakan pada
transformator,
tetapi
apabila
berlangsung
terus-menerus
hal
ini
akan
memperpendek umur isolasi.
4.8.5 Tegangan Lebih
Tegangan lebih pada khusunya yang terjadi pada frekuensi sistem tenaga
listrik yang akan menyebabkan kerusakan pada isolasi transformator tenaga, juga
akan mengakibatkan bertambah besarnya fluks kerja pada inti transformator.
Tenaga yang akan mencapai tahapan kejenuhan yang tinggi. Bertambah
besarnya rugi-rugi besi tersebut yang diikuti oleh kenaikan temperatur didalam
inti transformator, sehingga akan menimbulkan temperature yang tinggi, terutama
pada bagian baut penyambungan inti transformator. Yang lama kelamaan akan
rusak laminasi-laminasinya sendiri, dan kejadian ini yang paling buruk akan
berakibat rusaknya isolasi kumparan apabila kondisi dimaksud terus berlangsung
continue.
4.8.6 Kenaikan Temperatur
Kenaikan temperature pada sebuah transformator dikarenakan oleh beberapa
penyebab diantaranya :

Adanya hubung singkat antar belitan ( lilitan ) pada kumparan yang sama
terhadap kumparan yang lain.

Adanya hubung singkat yang terjadi antara lapisan inti ( laminasilaminasinya ).

Karena berkurangnya volume minyak transformator akibat dari adanya
kebocoran.
Suatu kendala teknik yang menyebut bahwasanya kumparan transformator
tidak diperbolehkan untuk mengalami pemanasan yang berlebihan.
48
4.9 PENGAMAN TRANSFORMATOR
Pengaman transformator-transformator yang berkapasitas besar harus
dilengkapi dengan pengamannya.Ini bertujuan untuk menjaga transformator dari
kerusakan akibat gangguan-gangguan baik dari dalam maupun dari luar
transformator itu sendiri. Secara umum dapat digolongkan dua kelompok jenis
pengaman yaitu :
1. Pengaman obyek, yaitu proteksi transformator maupun sistem terhadap
gangguan yang terjadi didalam transformator itu sendiri.
2. Pengaman sistem, yaitu proteksi transformator terhadap gangguan yang
terjadi dalam sistem tenaga diluar transformator.
Gangguan-gangguan yang dapat terjadi antara lain :

Terjadinya arus lebih karena arus hubung singkat atau beban lebih

Terjadinya gangguan didalam transformator

Terjadinya gangguan disebabkan oleh petir
Sebelum gangguan-gangguan atau kerusakan yang fatal dialami oleh
transformator-transformator yang digunakan Gardu Induk Pauh Limo,
maka umumnya transformator dilengkapi dengan pengaman-pengaman
diantaranya :
4.9.1

Liquid Level Gaunge

Dehydrating Breather

Temperature Relay

Bucholz Relay

Air Circuit Breaker

Horn Gap
Liquid Level Gaunge
Pada transformator harus mempunyai pengoreksi batas cairan untuk
mengetahui banyaknya minyak transformator dalam bejana ekspensi.Kesalahan
49
atau kelalaian dapat mengakibatkan kerusakan pada transformator, peralatan
penunjuk batas cairan dibuat dari kaca yang dapat terlihat dengan jelas sampai
seberapa tinggi permukaan minyak transformator.
4.9.2
Dehydrating Breather
Seperti diketahui transformator yang menggunakan sistem pendingin
minyak memerlukan alat pernafasan ( Dehydrating Breather ), yang berfungsi
sebagai filter udara luar yang akan masuk ke transformator, sebab udara luar
kadang lembab jadi jika hal ini terjadi dan masuk kedalam transformator.
Kemudian akan tercampur dengan minyak maka akan merusak daya isolasi
minyak didalam transformator tersebut.
Karena udara lembab yang melewati alat pernafasan tadi melembabkan
material pengering atau penyaring yang dikenal sebagai silicagel akan berubah
warna. Silicagel dalam keadaan kering berwarna biru, warna biru ini berubah
menjadi kekuning-kuningan bila silicagel menjadi lembab. Silicagel lembab dapat
dikeringkan kembali dengan cara memanaskannya pada temperature sekitar 120
0
C. Diharapkan silicagel berubah warnanya kembali menjadi biru.
4.9.3
Bucholz Relay
Suatu kenyataan adalah bahwa bila terjadi suatu gangguan atau kerusakan
didalam transformator, maka didalam minyak akan terbentuk sejumlah gas,
prinsip inilah yang digunakan sebagai dasar dari sistem kerja relay tersebut. Jadi
bucholz relay adalah suatu relay pengaman yang digunakan pada transformator
yang menggunakan pendingin minyak.
Relay ini merupakan suatu susunan alat-alat yang dipasang pada sistem
pengaman pada transformator yang sanggup mengatasi dan memberikan tandatanda bahaya dari timbulnya gangguan-gangguan didalam transformator yang
50
diamankan, dan bekerja secara otomatis memutuskan atau mengerjakan alat-alat
pengaman.
Diantara gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan bucholz relay
bekerja antara lain :

Kontak-kontak listrik yang kurang baik

Hubungan singkat antara belitan

Berkurangnya minyak transformator karena kebocoran
4.9.4
Air Circuit Breaker
Circuit
breaker
merupakan
peralatan
pemutus
dan
oenghubung
daya.Dalam keadaan normal circuit breaker harus mampu menanggung arus
beban, sedangkan bila ada gangguan secara otomatis arus bisa membuka setelah
menerima seiring dari relay-relay yang ada dalam sistem.
4.9.5
Horn Gap
Horn gap atau pengaman tanduk berfungsi untuk melindungi transformator
dari tegangan yang berlebihan yang disebabkkan oleh tegangan surja akibat dari
sambaran/imbas dari petir. Tegangan lebih tersebut akan disalurkan melalui horn
gap atau pengaman tanduk dari transformator dan dialirkan kedalam tanah melalui
sistem pentanahan, jadi horn gap atau pengaman tanduk pada dasarnya merupakan
suatu jalan samping bagi tegangan surja tersebut untuk mencapai bumi.
4.10
SISTEM PENTANAHAN
Semua transformator di Gardu Induk Pauh Limo menggunakan sistem
pentanahan titik netral dan pentanahan peralatan/body. Pentanahan berfungsi
untuk menyalurkan arus listrik yang tidak dikehendaki kedalam tanah dengan
tujuan untuk perlindungan/pengaman personil ( manusia )dan peralatan, serta
untuk menyalurkan arus listrik akibat gangguan sambaran/imbas dari petir.
51
Untuk titik netral menggunakan sistem pentanahan langsung ( Solid
Grounding Sistem ) dan untuk pemasangan sistem pentanahan peralatan/body
dilakukan secara permanen. Sistem pentanahan di Gardu Induk Pauh Limo
menggunakan elektroda berupa pipa galvanis yang dimasukkan kedalam tanah
dan diberikan kawat tembaga sebagai penghubung keperalatan dan tidak netral.
4.11
PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR
4.11.1 Tujuan Pemeliharaan
Memperbaiki kerusakan transformator pada umumnya memerlukan biaya
tinggi.Kerusakan itu juga akan menyebabkan terganggunya penyediaan tenaga
listrik dengan segala akibat bagi pemakaiannya. Oleh karena itu perlu diusahakan
untuk sebanyak mungkin mengurangi terjadinya gangguan pada transformator.
Setelah transformator dipasang dan telah dimanfaatkan, maka adalah
penting untuk secara berkala memeriksa dan memelihara transformator.Karena
transformator pada dasarnya tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak, secara
keliru sering dianggap bahwa sebuah transformator tidak memerlukan
pemeliharaan. Sebuah transformator yang telah bekerja dengan baik selama sekian
tahun, disebabkan suatu kelalaian dapat secara mendadak mengalami kerusakan
tanpa terlihat tanda-tanda akan terjadinya gangguan itu.
Hal demikian akan menyebabkan terjadinya biaya perbaikan yang tinggi,
diperlukan cadangan yang mahal, dan terdapat kerugian produksi. Dengan adanya
pemeliharaan yang teratur dan dilakukan secara baik dapat diperoleh beberapa
keuntungan antara lain :

Transformator akan bekerja lancer dan selalu dalam keadaan beroperasi
dengan normal

Mengurangi biaya perbaikan

Mencegah terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan yang mendadak
dan transformator tidak dapat bekerja sama sekali.
52
Untuk
memperoleh
keuntungan-keuntungan
diatas,
pemeliharaan
dilakukan dengan dua tahap
an yaitu :

Pemeliharaan jangka pendek

Pemeliharaan jangka panjang
4.11.2 Pemeliharaan Jangka Panjang
Didalam pemeliharaan jangka pendek pada transformator dilakukan hanya
bersifat pengontrolan dan perbaikan yang kecil saja, dan waktu perbaikan tidak
mengganggu kerja transformator. Pekerjaan yang dilakukan pada pemeliharaan
jangka pendek antara lain :

Pengontrolan keadaan lingkungan transformator dan pembersihan

Pengontrolan lemari hubung dan alat-alat ukur seperti Volt meter ,
Ampere meter, KWH meter, dan sistem grounding.

Memeriksa kondisi transformator saat beroperasi apakah adakah kelainan
atau tidak.

Pengontrolan temperature dan level dari minyak transformator
4.11.3 Pemeliharaan Jangka Pendek
Untuk pemeliharaan jangka panjang ini dilaksanakan dengan jadwal yang
ditentukan dan transformator dalam keadaan tidak beroperasi, yang bebas dari
sumber maupun beban. Pemeliharaan yang dilakukan antara lain :
1. Pembersihan Transformator dan Alat Perlengkapan
Sebelum perawatan dimulai terlebih dahulu memutuskan hubungan
transformator dengan sumber tegangan dan beban.Kemudian menyalurkan
tegangan sisa yang ada pada transformator ketanah dengan jalan
penghubung terminalnya kepentanahan sistem.Setelah transformator tidak
bertegangan lagi maka pembersihan dilakukan, yaitu membersihkan
53
transformator dari debu-debu, kotoran-kotoran binatang dan sarang labalaba.
2. Pengujian Minyak Transformator
Pengujian atau pengetesan minyak transformator dimaksudkan untuk
mengetahui apakah minyak transformator tersebut masih berfungsi sebagai
mana mestinya.Yaitu sebagai isolator dan pendingin. Karena minyak
transformator ini berhubung secara langsung dengan kumparan, maka
diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :
a) Mempunyai daya isolasi yang tinggi.
b) Pada panas hingga temperature 1000C hanya sedikit saja menguap.
c) Tidak mengandung uap air, asam, basa dan larutan belerang.
d) Tidak menguapkan gas yang dapat membentuk uap Explosive .
Untuk mengetahui apakah minyak transformator masih dalam kondisi baik
perlu diadakan pengujian atau pengetesan tegangan tembusnya, dengan
menggunakan peralatan oil tester ( Dielectric Strength Test Set ). Adapun
langkah-langkah pengujian atau pengetesan adalah sebagai berikut :

Ambil contoh minyak transformator yang akan di test.

Minyak tersebut dimasukkan kedalam uap standard yang telah
tersedia hingga batas level, dimana uap standard tersebut
didalamnya sudah dilengkapi dengan dua buah elektroda yang
berbentuk disk/lempengan bulat yang berdiameter 1 inchi ( 2,54
cm ) dengan jarak 0,1 inchi ( 2,54 mm ).

Pengujian dilakukan 5 kali dengan interval waktu lebih kurang 10
menit, hasil test adalah nilai rata-rata tegangan tembusnya ( break
down ).
Persyaratan minimum yang baik untuk tegangan tembus minyak
transformator mineral menurut standard ASTM D877 adalah 23 KV per
2,5 mm jarak elektroda pengetesan.
3. Perawatan Isolator
54
Dalam perawatan yang dilakukan terhadap isolator ( bushing ) yaitu
membersihkan debu-debu dan kotoran lainnya yang menempel pada
isolator tersebut dan menggantinya bila isolator tersebut retak atau pecah,
serta mengencangkan/mengikat isolator yang kendor dari pengikatnya.
4. Perawatan sekering
Secara praktis sekering tidak memerlukan perawatan yang sulit, hanya
perlu perhatian :

Antara sekering dengan kedudukannya harus terjadi kontak tang
baik serta bersih dari kotoran.

Memasang atau melepas sekering dianjurkan menggunakan alat
khusus untuk menghindari pemasangan yang kurang sempurna,
terutama untuk sekering tegangan tinggi.
5. Perawatan terminal
Periksa hubungan pada terminal transformator, hubungan pada terminal
transformator harus cukup kuat, karena bila baut-baut terminal kendor
akan mengakibatkan panas pada terminal dengan kabel bersihkan
permukaan bagian yang berhubungan, terhadap kotoran-kotoran yang akan
menyebabkan kontak listrik tidak sempurna. Hubungan pada terminal
tersebut antara lain, hubungan kabel phasa, pentanahan body dan titik
netral. Pastikan kekencangan pemasangan pada terminal tersebut.
6. Perawatan Pemutus Daya
Sesuai dengan fungsinya alat pemutus dan penghubung daya harus
memenuhi syarat kontak yang baik, syarat tersebut adalah :

Terjadinya kontak yang tepat dan kuat

Kontak-kontak bersih secara elektrik
Untuk itu harus dijaga alat pemutus dan penghubung daya dalam
keadaan baik.Adapun kerusakan-kerusakan yang sering terjadi
adalah pada bagian-bagian kontaknya dan mekanisme-mekanisme
penggeraknya diberi pelumasan secukupnya untuk bagian-bagian
kontaknya dibersihkan dengan pembersih khusus.
7. Perawatan Dehydrating Breather
55
Dalam perawatan dehydrating breather disini hanya sifatnya hanya
penggantian silicagel, bila perubahan warna telah jadi biru ( yang baik )
menjadi kekuning-kuningan ( yang rusak ), serta pembersihan jalur udara
dari dehydrating breather agar tidak buntu.
8. Perawatan Temperatur Relay dan Bucholz Relay
Dalam perawatan temperature relay dan bucholz relay disini sifatnya
hanya pengontrolan pada terminal kabel apakah dalam keadaan baik, serta
membersihkan kontak-kontaknya denganm pembersihan khusus.
9. Pengecekan Tahanan Isolasi
Pengecekan tahanan isolasi dimaksudkan untuk mengetahui apakah nilai
tahanan isolasi masih berada dalam batas-batas yang dijinkan. Karena
transformator bekerja pada tempertur yang relative tinggi, yang mana hal
ini
dapat
mempengaruhi
nilai
tahanan
isolasi
dari
lilitan
sekundernya.Sesuai dengan ketentuan nilai tahanan isolasi minimum yang
diijinkan harus menunjukkan 1000 ohm per Volt atau 1000 kali tegangan
kerja.
10. Pengecekan Nilai Tahanan Pentanahan
Dengan mengukur nilai tahanan pentanahan dapat dapat diketahui apakah
sistem pentanahan yang ada itu masih baik dan apakah memenuhi syarat
yang diijinkan.Pengukuran tahanan pentanahan sebaiknya dilakukan pada
musim kemarau tersebut nilai tahanan pentanahan diharapkan masih dalam
batas maksimum yang diijinkan adalah sebesar 5 ohm.Bila ditemukan
dalam pengecekan nilai tahanan pentanahan melebihi 5 ohm, harus
diupayakan diturunkan dengan jalan antara lain, dengan menambah jumlah
elektroda pentanahan dan dissambung secara parallel.
56
57
Download