Uploaded by User15878

TEKNIK PENULISAN ARTIKEL JURNAL

advertisement
Ketik Judul Artikel Anda di sini
← Book Antiqua 12 pt, Bolt
[tulis nama anda, ← book antiqua 11 pt, Bolt
alamat email anda,
afiliasi/institusi anda bekerja]
Nama-nama dosen pembimbing
Universitas Wijaya Putra Surabaya
ABSTRAK DITULIS DALAM DUA BAHASA. ABSTRACT DALAM BAHASA
INGGRIS DITEMPATKAN DI ATAS, DAN ABSTRAK DALAM BAHASA
INDONESIA DI BAWAHNYA
ABSTRACT← Book antiqua 12 pt, bolt
Dalam bahasa Inggris
The abstract should stand alone, means that no citation in abstract. The abstract should
concisely inform the reader of the manuscript’s purpose, its methods, its findings, and its value.
The abstract should be relatively nontechnical, yet clear enough for an informed reader to
understand the manuscript’s contribution. The manuscript’s title, but neither the author’s
name nor other identification designations, should appear on the abstract page. An abstract
consist of no more than 160 words. ← Book Antiqua 11 pt, italic.
ABSTRAK
Dalam bahasa Indonesia
Abstrak harus berdiri sendiri, yang berarti tidak ada kutipan/sitasi. Abstrak seharusnya
memberikan informasi ringkas kepada pembaca mengenai tujuan penelitian, metode,
temuan/hasil penelitian, dan valuenya. Abstrak sebaiknya tidak menyajikan informasi yang
sangat teknis, tetapi memberi informasi yang cukup jelas mengenai kontribusi dari penelitian
yang dilakukan. Abstrak terdiri dari 150-200 kata.
Keywords/kata kunci: kata kunci terdiri dari 4-8 kata
PENDAHULUAN ← Book Antiqua 12 pt, Bolt
Pendahuluan sebaiknya tidak terlalu teknis, cukup memberi informasi kepada
pembaca untuk memahami kontribusi dari artikel anda. ← Book Antiqua 11 pt
Poin-poin yang harus ada :
1. Penjelasan ringkas tiap-tiap variabel penelitian. Tiap variabel cukup dijelaskan
dalam satu-dua paragraf disertai sitasi dari sumber rujukan.
2. Tujuan penelitian
3. Penelitian terdahulu
4. Pentingnya penelitian ini (penelitian anda) atau gap research/gap analysis –
perbedaan dengan penelitian terdahulu (jika bisa menemukan). Pada bagian ini
peneliti menunjukkan unsur-unsur kebaruan. Contoh pernyataan dalam gap
research/gap analysis : “Beberapa peneliti memfokuskan penelitian pada .... Terdapat
sejumlah keterbatasan pada panelitian tersebut..... Karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk......... Sasaran dari penelitian ini adalah ............”
TINJAUAN TEORETIS ← Book Antiqua 12 pt, Bolt
Tinjauan teoretis menyajikan inti teoretis dari sebuah artikel. Bagaimana penulis harus
menemukan kepustakaan yang sesuai dan bagaimana informasi dari kepustakaan itu bisa
dikelola. Ada pertanyaan bagi para peneliti (pemula) yang sering mengalami kesulitan ketika
harus mengompilasi tinjauan teoretis.
Pertanyaan pertama yang muncul : aspek-aspek mana yang harus saya masukkan ke
dalam tinjauan teoretis? Bagaima saya harus mensintesekan informasi dalam tinjauan
teoretis? Bagaimana saya harus membuat struktur dalam tinjauan teoretis?
Tujuan dari tinjauan teoretis adalah untuk ‘melihat kembali’ (look again/ re+view). Tinjauan
teoretis berarti menuju dan mengakhiri, yakni memberikan latar belakang dan menjadi
penggerak bagi tujuan dan hipotesis yang mengawal tujuan penelitian anda sendiri.
Tinjauan teoretis yang baik bukan hanya meringkas penelitian sebelumnya yang relevan.
Dalam tinjauan teoretis, peneliti secara kritis mengevaluasi, mereorganisasi dan
menyintesekan karya ilmiah peneliti lainnya (Leedy&Ormrod,2005:84). Artinya,
mengompilasi tinjauan teoretis ibarat membuat jus buah yang lembut dan enak diminum :
produk akhirnya berupa jus kental yang tampilannya sama sekali berbeda dari bahan-bahan
awal yang digunakan. Kunci dari tinjauan teoretis yang berhasil terletak pada kemampuan
anda untuk ‘meringkas’ informasi dari berbagai sumber berbeda, secara kritis
mengevaluasinya dan menyajikan kesimpulannya dalam bentuk yang logis, ringkas dan
mudah dipahami oleh pembaca (reader-friendly).
Anda harus secara cermat membaca kepustakaan terbaru yang tersedia dengan
pandangan untuk mengidentifikasi gap-gap (kesenjangan) spesifik, ketidakonsistenan
dan/atau kontroversi yang mungkin membentuk dasar penelitian anda sendiri. Selalu
perlihatkan bahwa anda mempertimbangan sebuah isu dari sejumlah sudut pandang dan
bahwa anda paham argumen-argumen yang mendukung atau menolak sudut pandang
tertentu. Banyak peneliti di bidang pemasaran jasa, misalnya, menggunakan skala ukuran
SERVQUAL tanpa mempertimbangkan kritik yang ada terhadap ukuran itu.
Untuk mengompilasi tinjauan teoretis yang memadai, seseorang harus mengatasi tiga
tantangan spesifik, yaitu : temuan kepustakaan yang sesuai mengenai topik spesifik;
mengelola informasi; dan menyajikan tinjauan teoretis secara logis, terpadu dan mudah
dipahami oleh pembaca (reader-friendly) terkait topik spesifik itu.
Berdasar penelitian-penelitian terdahulu yang anda jadikan rujukan, anda evaluasi, anda
bandingkan, anda kemudian bisa menyusun hipotesis dan menjelaskan adakah unsur
kebaruan (novelty) dalam penelitian anda serta menjelaskan mengapa penelitian anda itu
penting.
Poin-poin penting yang harus ada dalam Tinjauan Teoretis :
1. Penjelasan lebih lengkap tentang variabel-variabel penelitian dengan penguatan dari
referensi yang menjadi rujukan penelitian.
2. Hipotesis penelitian ditempatkan di akhir tiap-tiap penjelasan variabel penelitian.
Contoh :
TINJAUAN TEORETIS ← Book Antiqua 12 pt, Bolt
Gaji besar
Gaji besar .......................................dst..................dst........ (penjelasan variabel gaji besar).
Pada alinea terakhir ditulis :
Berdasar uraian di atas dan penelitian terdahulu, maka bisa disusun hipotesis (H1) : Gaji besar,
ruang kantor nyaman, pimpinan ok.... berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
Dst...
Dst... Tergantung berapa banyak variabel penelitian dan hipotesis penelitian (penempatannya sesuai
dengan variabelnya)
WASPADA : VARIABEL DALAM JUDUL JURNAL/TESIS HARUS SAMA DENGAN VARIABEL DALAM
HIPOTESIS!
METODE PENELITIAN ← Book Antiqua 12 pt, Bolt
Bagian metode penelitian menggambarkan tahap-tahap yang diikuti dengan eksekusi
terhadap studi dan juga memberikan justifikasi (dasar kebenaran) ringkas terhadap metode
penelitian yang digunakan (Perry et al., 2003:661).
Metode penelitian seharusnya
mengandung rincian yang cukup sehingga pembaca bisa mengevaluasi kelayakan metode
anda serta reliabilitas dan validitas temuan-temuan anda. Lebih lanjut, informasi seharusnya
memungkinkan peneliti-peneliti yang berpengalaman mereplikasi studi anda (American
Psychological Association, 2001:17).
Bagian metodologi secara umum mempunyai sub-bagian :
 Sampling (deskripsi populasi target, konteks penelitian dan unit-unit analisis; sampel;
dan profil responden)
 Pengumpulan data
 Pengukuran
HASIL DAN PEMBAHASAN ← Book Antiqua 12 pt, Bolt
Bagian hasil dan pembahasan meringkas data yang dikumpulkan dalam bentuk
statistik deskriptif dan juga menyajikan hasil-hasil analisis yang relevan dengan data yang
dapat disimpulkan. Anda perlu menyajikan hasil-hasil itu secara cukup detil sehingga
pembaca bisa melihat mana saja analisis statistik dilakukan dan mengapa, dan untuk
menjustifikasi (membenarkan) kesimpulan-kesimpulan anda. Sebutkan semua hasil yang
relevan, termasuk semua hal yang sudah dinyatakan dalam hipotesis.
Tidak ada resep yang pasti untuk menyajikan temuan-temuan dari penelitian/studi.
Karena itu kita, pertama-tama, mempertimbangkan pedoman umum dan kemudian
memusatkan perhatian kita terhadap pilihan-pilihan untuk melaporkan statistik deskriptif
dan hasil-hasil dari uji hipotesis.
Hasil
Anda seharusnya menyajikan temuan-temuan anda seringkas mungkin dan
memberikan rincian yang cukup untuk membenarkan kesimpulan anda secara memadai, dan
juga memungkinkan pembaca untuk memahami secara tepat apa yang anda maksudkan
dalam istilah-sitilah analisis data dan mengapa.
Anda bisa berasumsi bahwa pembaca mempunyai pengetahuan dasar statistik, dan
karena itu tidak perlu secara detil mendiskusikan prosedur statistik dasar. Namun anda,
mungkin, harus menjelaskan metode-metode statistik multvariat lanjut (misalnya mengulang
ukuran-ukuran ANOVA, analisis regresi berganda dan analisis faktor) dalam bentuk-bentuk
kalimat yang tidak terlalu teknis. Gambar dan tabel (yang diambil dari bagian utama artikel)
seringkali perlu disajikan untuk melengkapi temuan-temuan penelitian agar lebih jelas.
Contoh:
Masukkan Tabel 1 di sini
Masukkan Gambar 1 di sini
Pembahasan
Dalam banyak hal, pembahasan merupakan bagian paling penting dalam sebuah
artikel (Feldman, 2004:4). Karena bagian pembahasan merupakan hal terakhir yang dilihat
pembaca, hal ini bisa mempunyai pengaruh besar terhadap persepsi pembaca mengenai
artikel dan bagaimana penelitian dilakukan (Summers 2001:411).
Beda penulis beda pendekatan ketika menyajikan bagian pembahasan. Menurut
Feldman (2004:5), Perry et al. 2003: 658), and Summers 2001: 411412), bagian pembahasan
seharusnya :
- Kemukakan lagi tujuan utama penelitian/studi
- Tegaskan kembali pentingnya studi ini dengan menyatakan lagi kontribusi-kontribusi
utamanya
- Ringkas hasil-hasil peneltian dikaitkan dengan setiap sasaran atau hipotesis penelitian
tanpa memperkenalkan materi baru
- Kaitkan temuan-temuan penelitian dengan kepustakaan yang dijadikan rujukan dan
dengan temuan-temuan yang ditulis oleh peneliti lain/peneliti terdahulu
- Berikan penjelasan untuk temuan-temuan yang mungkin tidak signifikan atau tak
terduga
- Diskusikan implikasi-implikasi manajerial dari penelitian anda
Bagian pembahasan seharusnya tidak hanya mengemukakan ulang temuan-temuan
yang sudah disajikan di bagian ‘hasil’ atau menyajikan temuan-temuan tambahan yang tidak
pernah dibahas di awal artikel. Fokus seharusnya lebih pada menyoroti implikasi-implikasi
yang lebih luas dari temuan penelitian dan mengaitkannya dengan penelitian-penelitian
terdahulu.
SIMPULAN ← Book Antiqua 12 pt, Bolt
Dalam bagian simpulan, penulis menyajikan kesimpulan ringkas dari hasil-hasil
penelitian dengan saran-saran untuk peneliti lanjutan atau pembaca umum. Sebuah simpulan
bisa mereview poin-poin utama dari artikel, jangan mengopi abstrak sebagai kesimpulan.
Penulis jangan hanya mengemukakan kekurangan dan keterbatasan utama dalam
penelitian yang dapat mengurangi validitas penulisan, sehingga menimbulkan pertanyaan
dari pembaca – yang entah dengan cara apa - keterbatasan penelitian itu bisa memengaruhi
hasil dan kesimpulan. Keterbatasan-keterbatasan membutuhkan penilaian dan intepretasi
kritis terhadap dampak yang ditimbulkan. Penulis seharusnya memberikan jawaban atas
pertanyaan : adakah masalah dengan kesalahan, metode, validitas, dan atau sebaliknya?
DAFTAR PUSTAKA ← Book Antiqua 12 pt, Bolt
Setiap jurnal harus menuliskan daftar pustaka yang hanya dikutip dalam artikel. Setiap entry harus mengandung semua data
yang diperlukan untuk identifikasi yang tidak ambigu. Daftar pustaka sebaiknya menggunakan sumber primer (jurnal) terbaru dan
buku-buku atau materi lain dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Dianjurkan menggunakan format Harvard-Anglia.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian-Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.
Fasochah. 2013. Strategi Kepuasan Pelanggan Dalam Mempertahankan Dan Meningkatkan
Loyalitas Pelanggan. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi, No. 36 / Th. XXI / April
2014.
Lovelock, C and Wirtz, J. 2010. Services Marketing. Fifth Edition. Prentice Hall. New Jersey.
Gautama O. 2012. Evaluasi Perkembangan Wisata Bahari di Pantai Sanur. Tesis. Program
Magister Pariwisata. Universitas Udayana. Denpasar.
Download