Uploaded by madusudana53

percobaan kawat penghantar

advertisement
HAMBATAN SUATU KAWAT PENGHANTAR
I. TUJUAN PERCOBAAN
Menyelidiki pengaruh luas penampang (A), dan panjang suatu penghantar
(L) terhadap nilai hambatan (R) suatu penghantar listrik
II. ALAT DAN BAHAN
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah meliputi :
1. Catu daya
1 buah
2. Kabel penghubung merah
secukupnya
3. Kabel penghubung hitam
secukupnya
4. Papan rangkaian
1 buah
5. Penghubung jembatan
secukupnya
6. Kawat konstantan
secukupnya
7. Kawat nikrom
secukupnya
8. Sakelar satu kutub
1 buah
9. Multimeter dengan NST 0,1 V dan 0,01 A
2 buah
10. Jepit steker
4 buah
III. LANDASAN TEORI
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik
yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan
beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar
dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak
bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan
kepadanya .
Untuk menghasilkan arus listrik pada rangkaian, dibutuhkan beda
potensial. Satu cara untuk menghasilkan beda potensial ialah dengan baterai.
George Simon Ohm menentukan dengan eksperimen bahwa arus pada
kawat logam sebanding dengan beda potensial V yang diberikan keujungujungnya:
I  V
1
Besarnya aliran arus pada kawat tidak hanya bergantung pada tegangan,
tetapi juga pada hambatan yang diberikan kawat terhadap aliran elektron.
Elektron-elektron diperlambat karena adanya interaksi dengan atom-atom
kawat. Semakin tinggi hambatan ini, makin kecil arus untuk suatu tegangan
V. Kita kemudian mendefinisikan hambatan sehingga arus berbanding
terbalik dengan hambatan. Ketika kita gabungkan hal ini dan kesebandingan
di atas kita dapatkan:
I
V
R
1)
Di mana R adalah hambatan kawat atau suatu alat lainnya, V adalah beda
potensial yang melintasi kawat tersebut, dan I adalah arus yang mengalir
padanya. Hubungan ini sering dituliskan dengan V  I .R dan dikenal
sebagai Hukum Ohm. Satuan untuk hambatan disebut Ohm yang
dilambangkan dengan (  ).
Hubungan antara kuat arus listrik (I), tegangan (V), dan hambatan (R) dapat
dilukuiskan pada grafik berikut ini.
Tegangan (V)
Arus (I)
Gambar 1. Grafik hubungan I dan V
Pada sebuah penghantar (kawat) dapat dinyatakan R  L dan
R
1
dari ke dua kesimpulan tersebut dapat dituliskan:
A
R
L
A
2)
agar menjadi sebuah persaman kalikan ruas kanan dengan suatu
konstanta. Konstanta ini dikenal dengan hambatan jenis atau resistivitas
yang di beri lambang  .
2
Jika terdapat suatu kawat penghantar yang memiliki luas
penampang (A) , panjang kawat (L), dan hambatan jenis (ρ) maka besarnya
hambatan (R) pada kawat penghantar tersebut dapat diketahui melalui
persamaan berikut:
R
L
A
3)
dengan:
ρ = hambatan jenis kawat (Ω.m)
R = hambatan kawat (Ω)
A = luas penampang kawat (m2)
L = panjang kawat (m)
Hambatan jenis (resistivitas) adalah faktor kesebandingan (merupakan ciri
khas suatu bahan) antara R bahan tersebut dan panjangnya pada arah arus yang
melewati (l), serta kebalikan luas A. Nilai hambatan jenis berbeda untuk masingmasing
zat.
Berdasarkan nilai hambatan jenis, sebuah benda dapat dikelompokkan menurut
kemampuannya menghantarkan listrik. Penghantar listrik yang baik disebut
konduktor. Contohnya adalah tembaga, besi, emas, larutan garam (NaCl), larutan
asam (H2SO4), dan larutan basa (NaOH). Sedangkan penghantar listrik yang
tidak baik disebut isolator. Contohnya adalah mika, plastik, alkohol, minyak
tanah, karet, dan larutan gula. Benda yang dapat berfungsi sebagai konduktor atau
isolator disebabkan perlakuan yang diberikan kepadanya disebut semikonduktor.
Contohnya adalah selenium (Se), Silikon (Si), dan germanium.
Dari persamaan 2) dan dengan menggunakan hukum Ohm R = V/I maka
hambatan jenis kawat penghantar tersebut dapat ditentukan melalui persamaan.
Tabel hambatan jenis suatu penghantar
ZAT
Hambatan jenis (Ω)
Penghantar
Aluminium
2,6 x 10-8
Besi
12 x 10-8
3
Emas
2,4 x 10-8
Perak
1,6 x 10
-8
Platina
11 x 10-8
Raksa
98 x 10-8
Tembaga
Timbal
Hambatan jenis (Ω)
ZAT
Semikonduktor
Karbon
3,5 x 10-5
1,7 x 10-8
Germanium
0,5
21 x 10-8
Dioksida tembaga
1,0 x 103
ZAT
Hambatan jenis (Ω)
Isolator
Kaca
1010 – 1014
Karet
1013 – 1016
IV. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
Adapun langkah-langkah yang penulis tempuh dalam proses pengambilan
data adalah sebagi berikut
1. Menyusun alat.
Ampermeter
Catu daya
Voltmeter
Saklar
Kawat konstantan
Gambar 2. Rangkaian Alat
4
Catatan:
a.
Menyiapkan alat yang diperlukan (menggunakan hambatan
tetap 100 ohm)
b.
Sakelar dalam posisi terbuka (posisi 0)
c.
Menghubungkan catu-daya ke sumber tegangan (alat masih
dalam keadaan off)
d.
Memilih tegangan catu daya sebesar 3V DC
e.
Menghubungkan rangkaian ke terminal catu-daya (gunakan
kabel penghubung)
2. Mengukur L dan A kawat yang digunakan
3. Menghidupkan catu-dayakemudian menekan saklar S (posisi 1)
4. Mengatur potensiometer sehingga voltmeter menunjukkan tegangan
sekitar 2 volt. Kemudian membaca kuat arus yang mengalir pada
amperemeter dan dilanjutkan dengan mencatat hasilnya
5. Mengatur lagi potensimeter sehingga voltmeter menunjukkan tegangan
sedikit lebih tinggi dari 2 volt, dilanjutkan dengan membaca kuat arus
pada amperemeter dan mencatat hasilnya
6. Mengulangi langkah 4 sebanyak 5 kali, kemudian dilanjutkan dengan
mencatat hasilnya
7. Mencatat hasil pengamatan Anda pada table berikut.
L
Jenis
(cm)
A (mm2)
V (Volt)
I
(mA))
Kawat
konstantan
Kawat
nikrom
Tabel 1. Tabel Hasil Percobaan
8. Mengganti kawat dengan kawat lain
9. Mengulangi langkah 2 sampai langkah 7
5
V. TEKNIK ANALISIS DATA
Adapun teknik analsis data yang digunakan pada percobaan ini adalah
sebagai berikut :
1.Nilai dari panjang kawat L, luas penampang A, tegangan V, dan kuat arus
I dapat dicari dengan menyatakan dalam bentuk

X = X  X …………………………………………………………..4)
dengan :
X 
n 10

n 1
Xn
dan X 
n
(X  X )2
…………………………..……… 5)

n 1
n 1
n 10
2.Nilai R dapat ditentukan dengan persamaan


R
V



R
I dan R 
I 

V
R
2
V 2…………………………………6)

I

I

V
3.Untuk mencari nilai benar hambatan jenis kawat:



RA

……………………………………………………………..7)
l

 



R 
R



A 
A


l
l ………………………………………8)
  


KR =    x 100 % ………………………………………………9)
  


VI. DATA HASIL PERCOBAAN
Adapun data hasil percobaan yang penulis dapatkan adalah sebagai berikut :
Jenis
Perc.
Kawat
ke
Kawat
1
konstantan
2
L (cm)
D (mm)
99,0
0,35
V (Volt)
I (A)
2,0
0,90
4,0
1,90
6
Kawat
3
6,0
3,00
1
2,0
1,05
4,0
2,10
6,0
3,00
2
Nikron
99,0
0,35
3
Tabel 2. Hasil Percobaan dengan kawat
Setelah didapatkan hasil penulis selanjutnya menjadikan satuan yang
terkandung pada tabel diatas menjadi Satuan Internasional. Maka akan diperoleh
Jenis
Perc.
L
D
Kawat
ke
(x 10 -2 m)
(x 10-3 m)
V (Volt)
I (A)
2,0
0,90
4,0
1,90
3
6,0
3,00
1
2,0
1,05
4,0
2,10
6,0
3,00
1
Kawat
konstantan
Kawat
Nikron
2
99,0
2
99,0
0,35
0,35
3
Tabel 3. Konversi Satuan Internasional
VII. ANALISIS DATA
Berdasarkan atas data tersebut, sebelum mencari nilai dari ρ dicari
terlebih dahulu nilai dari luas penampang, tegangan rata-rata, dan kuat arus
rata-rata.
Jenis
Perc.
Kawat
ke
L (cm)
D (mm)
V (Volt)
I (A)
2,0
0,9
4,0
1,9
3
6,0
3,0
1
2,0
1,05
4,0
2,10
6,0
3,00
1
Kawat
konstantan
Kawat
Nikron
2
2
3
99,0
99,0
0,35
0,35
Tabel 4. Hasil Percobaan kawat.
7
a. Kawat konstanta
1.
Luas penampang
1
 D2
4
1
A  (3.14)(0, 35x10 3 )2
4
A  9,6x10 8 m 2
A
Nilai ΔA adalah
A  2
A
D
D
1
A  2 D D
2
1
A  2 3.14(0,35 x10 3 ) 0,005 x10 3
2
A  0,0055 x10 6
A  0,55 x10 8
Sehingga,

A= A A
A= 9,60  0,55 x10 8 m 2
2. Hambatan
Untuk mencari rata-rata hambatan dilakukan dengan mencari nilai
R setiap pengukuran kemudian dirata-ratakan.
 R1
V
I
2, 0
R
0, 90
R  2, 2 
R
R 
R
R
V 
I , sehingga
V
I
8
R 
R
R
V 
I
V
I
R 
1
V
V  2 I
I
I
1
2
0, 05 
0,005
0, 9
0,9 2
R  0,067 
R 
 R2
V
I
4,0
R
1, 90
R  2,1
R
R 
R
R
V 
I , sehingga
V
I
R 
R
R
V 
I
V
I
R 
1
V
V  2 I
I
I
1
4
0,05 
0,005
1,9
1,9 2
R  0,031
R 
 R3
V
I
6, 0
R
3, 00
R  2, 0 
R
R 
R
R
V 
I karena ampermeter digunakan yang digital,
V
I
maka ∆I = 0, sehingga
9
R 
R
R
V 
I
V
I
R 
1
V
V  2 I
I
I
1
4
0,05 
0,005
3,00
3,00 2
R  0,057
R 
 Rata-rata dari R dan ∆R adalah
2,2  2,1 2,0
3
R  2,1
R
0,067  0,031 0,057
3
R  0,052
R 
Jadi nilai R dapat dituliskan dalam bentuk :
R  R  R
R  (2,100  0,052)
3. Setelah didapatkan nilai R maka dilanjutkan untuk mencari nilai
hambatan jenis dari kawat penghantar konstantan dengan
menggunakan persamaan
RA
L
2,1x9,6x10 8

99,0x10 2

  2,036x10 7 m
Dengan Δρ :
 



R 
A 
L
R
A
L
 
A
R
AR
R  A  2 L
L
L
L
 
9,6x10 8
2,10
9,6x10 8 x2,10
8
0,052

0,55x10

0,05x10 2
2
2
2 2
99,0x10
99,0x10
(99,0x10 )
  0,504x10 8  1,16x10 8  0,010x10 8
  1,674x10 8 m
10
Maka dapat dituliskan nilai dari hambatan jenis kawat konstantan adalah
sebagai berikut :
    
  (2,036  0,167) 10 7 m
Dengan kesalahan relative (KR)sebesar
KR 


x100 0 0
0,167
x100 0 0
2,036
KR  8,20 0 0
KR 
b. Kawat Nikrom
1.
Luas penampang
1
D 2
4
1
A  (3.14)(0,35 x10 3 ) 2
4
A  9,6 x10 8 m 2
A
Nilai ΔA adalah
A  2
A
D
D
1
A  2 D D
2
1
A  2 3.14(0,35 x10 3 ) 0,005 x10 3
2
A  0,0055 x10 6
A  0,55 x10 8
Sehingga,

A= A A
A= 9,60  0,55 x10 8 m 2
2. Hambatan
11
Untuk mencari rata-rata hambatan dilakukan dengan mencari nilai R
setiap pengukuran kemudian dirata-ratakan.
 R1
V
I
2, 0
R
1, 05
R  1,9 
R
R 
R
R
V 
I , sehingga
V
I
R 
R
R
V 
I
V
I
R 
1
V
V  2 I
I
I
1
2
0,05 
0,005
1,05
1,05 2
R  0,025
R 
 R2
V
I
4,0
R
2,10
R  1,9 
R
R 
R
R
V 
I , sehingga
V
I
R 
R
R
V 
I
V
I
R 
1
V
V  2 I
I
I
1
4
0,05 
0,005
2,10
2,10 2
R  0,027 
R 
 R3
12
V
I
6, 0
R
3, 00
R  2, 0 
R
R 
R
R
V 
I , sehingga
V
I
R 
R
R
V 
I
V
I
R 
1
V
V  2 I
I
I
1
6
0,05 
0,005
3,00
3,00 2
R  0,019
R 
 Rata-rata dari R dan ∆R adalah
1,9  1,9  2,0
3
R  1,93
R
0,025  0,027  0,019
3
R  0,024 
R 
Jadi nilai R dapat dituliskan dalam bentuk :
R  R  R
R  (1,930  0,024)
3.
Mencari nilai ρ dengan menggunakan persamaan berikut ini.
RA
L
1,9x9,6x10 8

99,0x10 2

  1,84 x10 7 m
Dengan Δρ :
13
 



R 
A 
L
R
A
L
 
A
R
AR
R  A  2 L
L
L
L
9,6x10 8
1,9
9,6x10 8 x1,9
8
 
0,024 
0,55x10 
0,05x10 2
2
2
2 2
99,0x10
99,0x10
(99,0x10 )
  0,232x10 8  1,055x10 8  0,009x10 8
  1,296x10 8 m
Maka dapat dituliskan nilai dari hambatan jenis kawat konstantan adalah
sebagai berikut :
    
  (1,840  0,129) 10 7 m
Dengan Kesalahan Relativenya adalah
KR 


x100 0 0
0,129
x100 0 0
1,840
KR  7,01 0 0
KR 
VIII. PEMBAHASAN
8.1 HASIL
Dari analisis data yang dilakukan maka didapatkan hasil sebagai
berikut :
A. Untuk Kawat Konstantan
Nilai hambatan yang didapatkan dari perhitungan adalah
R  R  R
R  (2,100  0,052)
Nilai hambatan jenis yang diperoleh adalah :
    
  (2,036  0,167) 10 7 m
Dengan Kesalahan Relatif sebesar 8,20 %
B. Kawat Nikrom
14
Nilai hambatan yang didapatkan dari perhitungan adalah
R  R  R
R  (1,930  0,024)
Nilai hambatan jenis
    
  (1,840  0,129) 10 7 m
Dengan kesalahan Relatif sebesar 7,01 %
8.2 PEMBAHASAN
Melihat dari hasil analisis data diperoleh bahwa hambatan yang terukur di
kawat konstanta dan kawat nikrom memiliki hambatan yang berbeda. Serta
memiliki hambatan jenis yang berbeda. Hal ini dikarenakan kawat nikrom dan
kawat konstanta memiliki bahan yang berbeda sehingga memiliki susunanan
partikel yang berbeda. Hal ini menyebabkan aliran elektron terhadap waktu juga
berbeda. Jika dilihat selain hal tersebut, besaran panjang dan luas penampang juga
memiliki pengaruh terhadap besarnya hambatan jenis kawat. Semakin panjang
kawat maka semakin kecil hambatan jenis kawat tersebut, serta jika semakin besar
luas penampang kawat tersebut maka semakin besar pula hambatan jenis kawat
tersebut. Jadi panjang kawat berbanding terbalik dengan besar hambatan kawat
dan luas penampang kawat berbanding terbalik dengan hambatan jenis kawat.
Kesalahan relatif dari masing-masing percobaan adalah sebesar 8,20 % dan
7,01 %, yaitu lebih kecil 10%, sehingga hasil percobaan ini bisa dipercaya.
Adanya kesalahan dalam percobaan yang terjadi dikarenakan oleh hambatanhambatan yang pada saat percobaan, yaitu sebagai berikut:
1. Pengamat mengalami kesulitan dalam merangkai instrumen praktikum
karena terkadang rangkaian tidak mau berfungsi dengan baik, sehingga
untuk mengatasinya perlu dilakukan melepas rangkaian dan mencoba
merangkai lagi, karena mungkin saja ada kabel yang putus.
2. Pengamat mengalami kesulitan dalam pembacaan skala yang ditunjukkan
pada amperemeter maupun voltmeter. Hal ini disebabkan oleh sensitifnya
alat
tersebut,
dimana
angka/skala
yang
ditunjukkan
oleh
voltmeter/amperemeter tersebut dapat dengan mudah berubah bila adanya
gangguan dari luar, contohnya getaran yang diakibatkan oleh getaran. Untuk
15
mengatasi hal tersebut perlu penelitian yang lebih hati-hati agar
menghindari getaran yang keras.
3. Pengamat mengalami kesulitan dalam menentukan tegangan yang dijadikan
sebagai patokan, karena tegangan sumber memiliki tegangan yang berbeda
dengan tegangan yang terukur dalam rangkaian. Untuk mengatasi hal
tersebut maka pengamat memakai tegangan yang terukur dalam rangkaian
sebagai tegangan yang terukur.
4. Pengamat sulit dalam membuat kawat yang benar-benar lurus untuk
percobaan ini, karena kawat yang dipakai memiliki sifat cukup kaku. Untuk
mengatasi hal tersebut maka kawat tersebut dibuat selurus mungkin untuk
memperkecil kesalahan yang terjadi.
5. Pengamat kesulitan dalam menentukan panjang kawat yang terukur, karena
kawat yang dipakai ada bagian yang terlilit, serta bagian lebih, yang jika
diukur seluruhnya maka sulit menentukan berapa panjang yang terlilit dan
panjang lebih. Untuk mengatasi hambatan ini maka panjang yang kawat
yang setelah diukur dikurangi dengan panjang kawat lebih dan
memperkirakan panjang kawat terlilit tersebut.
9
KESIMPULAN
Setelah pembahasan yang dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai
berikut.
1. Hasil yang diperoleh dalam percobaan ini adalah
Kawat konstanta:
Kawat nikrom:
    
  (2,036  0,167) 10 7 m
    
  (1,840  0,129) 10 7 m
Perbedaan dikarenakan hambatan jenis kawat dipengaruhi oleh faktorfaktor: berbanding terbaik dengan panjang kawat dan berbanding lurus
terhadap luas penampang kawat.
16
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2010.
Hambatan
Jenis
yang
tersedia
pada
http://opikbymufy.blogspot.com/2010/01/hambatan-jenis.html
[online]
yang
diakses pada tanggal 9 Desember 2012
Suardana, I Kade. 2007. Petunjuk praktikum Laboratorium Fisika 3. Singaraja:
Universitas Pendidikan Ganesha
Supiyanto. 2004. Fisika untuk SMA kelas XII. Jakarta: Erlangga
17
Download