Uploaded by User11598

DIAGNOSIS KEPERAWATAN TERNEWWW

advertisement
No
1
Diagnosis
Pola Nafas tidak efektif
berhubungan dengan:
1. Hiperventilasi
(lebih
banyak mengeluarkan
CO2
daripada
menghirupnya)
2. Ansietas
3. Posisi
tubuh
yang
menghambat ekspansi
paru
4. Keletihan
5. Obesitas
6. Nyeri
7. Keletihan
otot
pernapasan
Noc
Nic
Status pernafasan : ventilasi
kriteria hasil :
Oxygen Therapy:
1. Frekuensi
pernafasan 1. Monitor tanda-tanda vital
dalam batas normal
2. Monitor status oksigenasi
2. Ekspansi dada simetris.
3. Monitor
adanya
3. Bernafas mudah.
kecemasaan
pasien
4. Tidak
didapatkan
terhadap oksigen
penggunaan otot tambahan
4. Observasi adanya tanda
5. Tidak didapatkan
suara
hipoventilasi
nafas tambahan
5. Monitor peralatan oksigen
untuk memastikan bahwa
Tanda-tanda vital
alat
tersebut
tidak
Kriteria hasil:
mengganggu upaya pasien
1. Tekanan darah dalam
untuk bernapas
batas normal
6. Berikan oksigenasi sesuai
2. Denyut jantung dalam
kebutuhan
Batasan karakteristik
batas normal
7. Pertahankan
kepatenan
a. Gejala dan tanda mayor
3. Irama jantung reguller
jalan napas
1. Subjektif
4. Irama pernapasan reguller
8. Anjurkan pasien posisi semi
5. Suhu dalam batas normal
fowler
untuk
 dispnea
memaksimalkan ventilasi
2. Objektif
9.
Kolaborasi dengan tenaga
 Penggunaan
otot
medis lainnya pemberian
bantu nafas
terapi farmakologi
 Fase
ekspirasi
memanjang
 Pola
napas
abnormal (takipnea,
bradipnea,
hiperventilasi,
kusmaul,
cheynestokes)
b. Gejala dan tanda minor
1. Subjektif
 orthopnea
2. Objektif
 Pernapasan
purshed-lip
 Pernapasan cuping
hidung
 Diameter
thoraks
anterior-posterior
meningkat
 Ventilasi
semenit
menurun
 Kapasitas
vital
menurur
 Tekanan ekspirasi
menurun
 Tekanan
inspirasi
menurun
 Eksursi
dada
berubah
2
Bersihan Jalan
tidak efektif
Nafas Status Pernapasan:
Airway Management
Kriteria hasil:
1. Monitor tanda-tanda vital
1. Frekuensi napas dalam 2. Monitor
respirasi
atau
berhubungan dengan:
batas normal
oksigen
1. Spasme jalan napas
2. Irama nafas dalam batas 3. Monitor intake dan output
2. Mucus berlebihan
normal
pasien
3. Terpajannya asap
3. Saturasi oksigen dalam 4. Auskultasi suara nafas,
4. Benda asing dalam
batas normal
catat
adanya
suara
jalan napas
4. Tidak
mengalmi
tambahan
5. Sekresi yang tertahan
perubahan kesadaran
5. Posisikan pasien untuk
6. perokok
5. Pasien mampu batuk
memaksimalkan
ventilasi
6. Tidak menggunakan otot
(semi fowler)
Batasan Karakteristik:
bantu
nafastidak
ada 6. Anjurkan
dan
ajarkan
a. gejala dan tanda mayor
dyspnea
pada
waktu
pasien
mengeluarkan
1. Subjektif
istirahat
sekret dgn batuk efektif
(tidak tersedia)
7. Berikan oksigen sesuai
Kepatenan jalan napas
2. Objektif
kebutuhan
1. Tanda-tanda vital dalam 8. Jika pasien mengeluarkan
 Batuk tidak efektif
bata normal
dahak
anjurkan
untuk
 Tidak mampu batuk
2. Pasien
mampu
membuang sekret di dalam
 Sputum berlebih
mengeluarkan secret
tabung yang berisi air dan
 Mengi;wheezinng
3.
Tidak
ada
alat
otot
bantu
larutan cairan desinfektan
dan/ ronkhi kering
pernapasan
9. Berkolaborasi
dengan
 Meconium
dijalan
4. Tidak ada suara napas
tenaga
medis
lainnya
napas ( neonates)
tambahan
(fisioterapi
medis)
b. Gejala dan tanda minor
5. Pasien mampu batuk
10. Kolaborasi
dalam
1. Subjektif
pemberian
bronkodilator
 Dipsnea
11. Kolaborasi dengan tenaga
 Sulit bicara
medis lainnya pemberian
 Orthopnea
terapi farmakologi
2. Objektif
 Gelisah
 Sianosis
 Bunyi
napas
menurun
 Frekuensi
napas
berubah
 Pola napas berubah
3
Gangguan Pertukaran gas
Respiratory
status:
gas Respiratory Monitoring
exchange
1. Monitor tanda-tanda vital
Berhubungan dengan :
Kriteria hasil:
2. Monitor kecepatan irama,
1. Perubahan membrane 1. Saturasi O2 dalam rentang
kedalaman dan kesulitan
alveolar kapiler
normal
bernapas
2. Ketidakseimbangan
2. Tidak ada sesak saat 3. Monitor adanya alat bantu
ventilasi perfusi
istirahat
pernapasan
3. Tidak ada gelisah
4. Monitor Saturasi oksigen
Batasan Karakteristik:
4. Tidak ada sianosis
5. Monitor suhu, warna dan
a. gejala dan tanda mayor 5. Tidak terjadi penurunan
kelembapan
1. Subjektif
kesadaran
6. Monitor kualitas dari nadi
6. Kulit tidak pucat
7. Auskultasi suara napas
 Dyspnea
8. Catat adanya fluktuasi TD
2. Objektif
Status
Sirkulasi:
9. Berikan oksigen sesuai
 PCO2
kebutuhan
(Simple
meningkat/menurun Kriteria hasil:
1. Tanda-tanda vital dalam
Mask,RM, NRM)
 PO2 menururn
batas
normal
10.
Pertahankan pemeriksaan
 Takikardia
berkala terhadap pH arteri
 pH
arteri 2. PaO2 dalam batas normal
dalam
batas
untuk
membuat
meningkat/menurun 3. PaCO2
normal
perencanaan
perawatan
 bunyi
napas
4. Urin output dalam batas
yang akurat
tambahan
normal
11. Anjurkan kepada keluarga
b. Gejala dan tanda minor
5.
Tidak
asites
untuk
melaporkan
jika
1. Subjektif
6. Tidak ada suara napas
terjadinya perburukan
 Pusing
tambahan
12. Kolaborasi dengan tenaga
 Penglihatan kabur
medis lainnya pemberian
2. Objektif
terapi farmakologi
 Gelisah
 Sianosis
 Diaphoresis
 Napas
cuping
hidung
 Pola
napa
abnormal(cepat/lam
bat,
regular/irregular,
dalam/dangkal)
 Warna
kulit
abnormal
(pucat,
kebiruan)
 Kesadaran menurun
4
Nyeri akut
Pain Level
Kriteria Hasil:
berhubungan dengan:
1. Tanda-tanda vital dalam
1. Agen injuri biologis
batas normal
2. Agen njuri fisik
2. Pasien melaporkan nyeri
3. Agen injuri kimia
berkurang skala nyeri 2-3
(ringan)1-10
Agen injuri (biologi, kimia, 3. Ekspresi wajah tenang,
fisik, psikologis), kerusakan
pasien mampu istirahat
jaringan
dan tidur
4. Mampu mengenali nyeri
Batasan karakteristik
(skala, intensitas, frekuensi
a. gejala dan tanda mayor
dan tanda nyeri).
1. Subjektif
5. Menyatakan rasa nyaman
setelah nyeri berkurang
 Mengeluh nyeri
2. Objektif
Manajemen Nyeri:
 Tampak meringis
 Bersikap
protektif Kriteria hasil:
(waspada,
posisi 1. Mampu mengontrol nyeri
2. Mampu
melakukan
menghindari nyeri)
relaksasi
 Gelisah
distraksi yang efektif
 Frekuensi
nadi
3.
Teknik
posisi yang efektif
meningkat
4. Tanda dan gejala nyeri
 Sulit tidur
tidak ada
b. Gejala dan tanda minor
Pain Management
1. Observasi reaksi nonverbal
dari ketidaknyamanan.
2. Monitor TTV
3. Kaji tingkat nyeri secara
komprehensif
termasuk
lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas dan faktor
presipitasi.
4. Kaji tipe dan sumber nyeri
untuk menentukan intervensi.
5. Kontrol faktor lingkungan
yang mempengaruhi nyeri
seperti
suhu
ruangan,
pencahayaan, kebisingan.
6. Ajarkan
teknik
non
farmakologis
(relaksasi,
distraksi dll) untuk mengetasi
nyeri.
7. Evaluasi keefektifan Kontrol
nyeri
8. Atur
posisi
senyaman
mungkin
9. Anjurkan pasien melakukan
relaksasi(tarik napas dalam)
10.
Anjurkan
1. Subjektif
Nyeri:
Efek
yang
pasien/keluarga melaporkan
(tidak tersedia)
mengganggu
apabila nyeri tidak berkurang
2. Objektif
11. Kolaborasi dengan dokter
 Tekanan
darah Kriteria hasil:
1. Pasien merasa nyaman,
pemberian obat analgetik.
meningkat
2. Tidak
ada
gangguan
 Pola napas berubah
konsentrasi
 Nafsu
makan
3. Tidak kehilangan nafsu
berubah
makan
 Proses
berpikir
4. Tidak
mengalami
terganggu
gangguan eleminasi urin
 Menarik diri
5. Tidak
mengalami
 Berfokus pada diri
sendiri
 diaforesis
gangguan pergerakan fisik
5
Hipertermia
Thermoregulation
Fever treatment
Kriteria hasil:
Berhubungan dengan :
1. Monitor tanda-tanda vital
1. Proses penyakit
1. Tanda-tanda vital dalam 2. Monitor suhu tubuh
2. Dehidrasi
rentang normal
3. Monitor IWL
3. Pakaian yang tidak 2. Suhu
tubuh
dalam 4. Monitor warna & suhu kulit
sesuai
rentang normal
5. Monitor
menurunnya
4. Aktivitas berlebihan
3. Tak ada perubahan warna
tingkat kesadaran
kulit
6. Monitor intake & output
4. Tidak ada pusing
7. Lakukan dan Anjarkan
Batasan karakteristik:
5. Tidak
mengalami
kepada keluarga untuk
a. gejala dan tanda mayor
dehidrasi
mengompres dengan air
1. Subjektif
6. Melaporkan kenyamanan
hangat
(tidak tersedia)
8. Anjurkan memakai pakaian
2. Objektif
yang longgar
9. Anjurkan kepada keluarga
 Suhu tubuh diatas
untuk
melaporkan
jika
nilai normal
terjadinya
komplikasi
b. Gejala dan tanda minor
demam
(kejang,
1. Subjektif
penurunan
tingkat
(tidak tersedia)
kesadaran)
2. Objektif
10. Kolaborasi
dalam
 Kulit merah
pemberian cairan intravena
 Kejang
11.
Kolaborasi dengan dokter
 Takikardi
pemberian obat antipiretik
 Takipnea
 Kulit terasa hangat
6
Gangguan pola tidur
berhubungan dengan:
1. Psikologis : usia tua,
kecemasan,
agen
biokimia, suhu tubuh,
pola aktivitas, depresi,
kelelahan,
takut,
kesendirian.
2. Lingkungan
:
kelembaban, kurangnya
privacy/kontrol
tidur,
pencahayaan, medikasi
(depresan,
stimulan),kebisingan.
Anxiety Control
Kriteria Hasil:
1. Tanda-tanda vital dalam
batas normal
2. Jumlah jam tidur dalam
batas normal
3. Pola tidur,kualitas dalam
batas normal
4. Perasaan fresh sesudah
tidur/istirahat
5. Mampu
mengidentifikasi
hal-hal yang meningkatkan
tidur
Sleep Enhancement
1. Observasi Determinasi efekefek medikasi terhadap pola
tidur
2. Monitor tanda-tanda vital
3. Kaji penyebab ganguan pola
tidur
4. Fasilitasi
untuk
mempertahankan
aktivitas
sebelum tidur (membaca)
5. Fasilitasi tindakan-tindakan
kebersihan untuk menjaga
kenyamanan individu
6. Ciptakan lingkungan yang
7
3. Fisiologis : Demam, Tidur
mual, posisi, urgensi Kriteria hasil:
urin.
1. Tidak mengalami kesulitan
memulai tidur
Batasan Karakteristik :
2. Tidak ada nyeri
a. gejala dan tanda mayor
3. Suhu
ruangan
yang
1. Subjektif
nyaman
4. Pasien
merasa
segar
 Mengeluh sulit tidur
setelah
tidur
 Mengeluh
sering
terjaga
 Mengeluh tidak puas
tidur
 Mengeluh pola tidur
berubah
 Mengeluh istirahat
tidak cukup
2. Objektif
(tidak tersedia)
b. Gejala dan tanda minor
1. Subjektif
 Mengeluh
kemampuan
beraktivitas
menurun
2. Objektif
(tidak tersedia)
Intoleransi aktivitas
Self Care : ADLs
Kriteria Hasil :
Berhubungan dengan :
1. Tirah
Baring
atau 1. Berpartisipasi
dalam
imobilisasi
aktivitas fisik tanpa disertai
2. Kelemahan menyeluruh
peningkatan tekanan darah,
3. Ketidakseimbangan
nadi dan RR
antara suplei oksigen 2. Mampu melakukan aktivitas
dengan kebutuhan
sehari hari (ADLs) secara
4. Gaya
hidup
yang
mandiri
dipertahankan.
3. Keseimbangan aktivitas dan
istirahat
Batasan Karakteristik
Activity Tolerance
a. gejala dan tanda mayor
1. Subjektif
a. Berpartisipasi
dalam
aktivitas
yang
 Mengeluh lelah
diperbolehkan
dengan
2. Objektif
peningkatan
denyut
 Frekuensi jantung
jantung, tekanan darah,
meningkat
>20%
nyaman
7. Ajarkan latihan otot progresif
8. Berikan
atau
singkirkan
selimut untuk meningkatkan
kenyamanan terhadap suhu
9. Jelaskan pentingnya tidur
yang adekuat
10. Berikan
sumber-sumber
edukasi
yang
berguna
mengenai
manajemen
penyakit pada pasien dan
keluarga
11. Kolaborasi pemberian obat
tidur dengan tenaga medis
lain
Activity Therapy
1. Observasi
adanya
pembatasan pasien dalam
melakukan aktivitas
2. Monitor
pasien
akan
adanya kelelahan fisik dan
emosi secara berlebihan
3. Monitor
respon
kardivaskuler
terhadap
aktivitas (takikardi, disritmia,
sesak nafas, diaporesis,
pucat,
perubahan
hemodinamik)
4. Monitor pola tidur dan
lamanya
tidur/istirahat
pasien
5. Monitor respon fisik, emosi,
sosial dan spiritual
dari kondisi istirahat
dan frekuensi nafas yang
b. Gejala dan tanda minor
relevan, EKG dalam batas
1. Subjektif
normal.
b. Menyatakan gejala efek
 Dispnea
samping
latihan
dan
saat/setelah
melaporkan
serangan
aktivitas
gejala secepatnya.
 Merasa
tidak
warna
nyaman
setelah c. Mempertahankan
kulit
normal,
kulit
tetap
beraktivitas
hangat dan kering saat
 Merasa lemah
aktivitas.
2. Objektif
d.
Mendemonstrasikan
 Tekanan
darah
peningkatan
toleransi
berubah >20% dari
terhadap
aktivitas.
kondisi istirahat
 Gambaran
EKG
menunjukkan
aritmia saat/setelah
aktivitas
 Gambaran
EKG
menunjukkan
iskemia
 Sianosis
8
Ketidakseimbangan
nutrisi
kurang
dari
kebutuhan tubuh
Berhubungan dengan:
Ketidakmampuan
untuk
memasukkan
atau
mencerna
nutrisi
oleh
karena faktor
biologis,
psikologis atau ekonomi.
Batasan Karakteristik :
a. gejala dan tanda mayor
1. Subjektif
(tidak tersedia)
2. Objektif
 Berat
badan
menurun
minimal
10%
dibawah
rentang ideal
b. Gejala dan tanda minor
1. Subjektif
Status nutrisi
Kriteria hasil:
1. Asupan cairan adekuat
2. Asupan gizi adekuat
3. Tidak mengalami hidrasi
4. Tidak mengalami keletihan
Status
Nutrisi:
Asupan
Makanan dan cairan
Kriteria hasil:
1. Asupan makanan secara
oral adekuat
2. Asupan cairan secara oral
adekuat
3. Asupan cairan intravena
adekuat
4. Asupan nutrisi parenteral
adekuat
6.
Kaji adanya faktor yang
menyebabkan kelelahan
7. Bantu
pasien
untuk
mengidentifikasi
aktivitas
yang mampu dilakukan
8. Bantu untuk memilih
aktivitas konsisten yang
sesuai dengan kemampuan
fisik, psikologi dan sosial
9. Bantu
untuk
mengidentifikasi
dan
mendapatkan sumber yang
diperlukan untuk aktivitas
yang diinginkan
10. Bantu untuk mendapatkan
alat
bantuan
aktivitas
seperti kursi roda, krek
11. Bantu
untuk
mengidentifikasi
aktivitas
yang disukai
12. Kolaborasikan
dengan
Tenaga Rehabilitasi Medik
dalam
merencanakan
progran terapi yang tepat.
Manajemen Nutrisi
1. Monitor adanya penurunan
BB dan gula darah
2. Monitor lingkungan selama
makan
3. Monitor turgor kulit
4. Monitor kekeringan, rambut
kusam, total protein, Hb dan
kadar Ht
5. Monitor mual dan muntah
6. Monitor pucat, kemerahan,
dan kekeringan jaringan
konjungtiva
7. Monitor intake nuntrisi
8. Kaji
adanya
alergi
makananharian.
9. Yakinkan diet yang dimakan
mengandung tinggi serat
untuk mencegah konstipasi
10. Pertahankan terapi IV line
 Cepat
kenyang
setelah makan
 Kram/nyeri
abdomen
 Nafsu
makan
menurun
2. Objektif
 Bising usu hiperaktif
 Otot
mengunyah
lemah
 Otot menelan lemah
 Membrane mukosa
pusat
 Sariawan
 Serum
albumin
turun
 Rambut
rontok
berlebihan
 diare
9
Defisit perawatan diri
Berhubungan dengan :
penurunan atau kurangnya
motivasi,
hambatan
lingkungan,
kerusakan
muskuloskeletal, kerusakan
neuromuskular,
nyeri,
kerusakan
persepsi/
kognitif,
kecemasan,
kelemahan dan kelelahan.
Batasan karakteristik
a. gejala dan tanda mayor
1. Subjektif
 Menolak melakukan
perawatan diri
2. Objektif
 Tidak
mampu
mandi/mengenakan
pakaian/makan/ ke
toilet/
berhias
Self care : Activity of Daily
Living (ADLs)
kriteria hasil:
1. Pasien terbebas dari bau
badan
2. Menyatakan kenyamanan
terhadap
kemampuan
untuk melakukan ADLs
3. Dapat melakukan ADLS
dengan bantuan
Self Care Deficit Hygiene
1. Perawatan diri : aktivitas
kehidupan
sehari-hari
mampu untuk melakukan
aktivitas fisik dan pribadi
secara
mandiri
atau
dengan alat bantu
2. Perawatan diri hygiene :
mampu
untuk
11. Catat
adanya
edema,
hiperemik, hipertonik papila
lidah dan cavitas oval
12. Jadwalkan pengobatan dan
tindakan tidak selama jam
makan
13. Atur posisi semi fowler atau
fowler tinggi selama makan
14. Anjurkan banyak minum
15. Ajarkan pasien bagaimana
membuat catatan makanan
16. Informasikan pada pasien
dan
keluarga
tentang
manfaat nutrisi
17. Kolaborasi dengan dokter
tentang
kebutuhan
suplemen makanan seperti
NGT/ TPN sehingga intake
cairan yang adekuat dapat
dipertahankan.
18. Kolaborasi dengan ahli gizi
untuk menentukan jumlah
kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan pasien
Self Care assistane : ADLs
1. Monitor kemempuan pasien
untuk perawatan diri yang
mandiri.
2. Monitor kebutuhan pasien
untuk alat-alat bantu untuk
kebersihan diri, berpakaian,
berhias, toileting dan makan.
3. Sediakan bantuan sampai
pasien mampu secara utuh
untuk melakukan self-care.
4. Dorong
pasien
untuk
melakukan aktivitas seharihari yang normal sesuai
kemampuan yang dimiliki.
5. Dorong untuk melakukan
secara mandiri, tapi beri
bantuan ketika pasien tidak
mampu melakukannya.
6. Berikan aktivitas rutin sehari-
secara mandiri
mempertahankan
kebersihan
dan
 Minat
melakukan
penampilan
yang
rapi
perawatan
diri
secara mandiri dan atau
kurang
tanpa alat bantuan
b. Gejala dan tanda minor
3.
Perawatan diri eliminasi :
1. Subjektif
mampu untuk melakukan
(Tidak tersedia)
aktivitas eliminasi secara
2. Objektif
mandiri atau tanpa alat
(tidak tersedia)
bantuan
10
hari sesuai kemampuan.
7. Ajarkan pasien/ keluarga
untuk
mendorong
kemandirian,
untuk
memberikan bantuan hanya
jika pasien tidak mampu
untuk melakukannya.
8. Pertimbangkan usia pasien
jika mendorong pelaksanaan
aktivitas sehari-hari
Risiko Trauma Vaskular
Respon Alergi
Terapi Intravena
Faktor resiko:
Kriteria hasil:
1. Monitor tanda-tanda vital
1. Laju infus cepat
1. Tidak rasa gatal setempat
2. Monitor kecepatan aliran
2. Pemasangan kateter 2. Tidak
ada
edema
intravena
selama
dalam waktu lama
setempat
pemberian infus
3. Penususkan
kateter 3. Tidak ada nyeri setempat
3. Monitor adanya phlebitis
yang tidak adekuat
4. Tidak ada ruam kulit
lokal diarea penusukan
4. Larutan mengiritasi
setempat
4. Lakukan pengecekan pada
5. Tidak ada peningkatan
area IV sesuai protokol
suhu kulit setempat
5. Lakukan perawatan pada
area IV sesuai protokol
6. Lakukan prinsip 5 benar
obat
sebelum
memulai
pemasangan infus
7. Jaga teknik aseptik dengan
tepat
8. Anjurkan keluarga untuk
menjaga aktivitas yang
dilakukan pasien
9. Ganti kanul IV dan infus set
setiap 48 -72 jam sesuai
dengan protocol insitusi
Manajemen Alergi
1. Monitor pasien adanya
alergi
seperti
adanya
kemerahan,
bengkak,
panas, gatal dan nyeri
2. Identifikasi adanya alergi
yang diketahui
3. Identifikasi segera tingkat
ancaman
terhadap
munculnya reaksi alergi
4.
5.
6.
7.
11
Ketidakefektifan koping
Decision making
Faktor
yang Kriteria hasil :
berhubungan:
1. Mengidentifikasi
pola
1. Ketidakadekuatan
koping yang efektif
kesempatan
untuk 2. Mengungkapkan
secara
bersiap terhadap stresor
verbal tentang kopIng yang
2. Persepsi kontrol yang
efektif
tidak adekuat
3. Mengatakan
penurunan
3. Kurang dukungan sosial
stres
4. Derajat ancaman yang 4. Pasien mengatakan telah
tinggi
menerima
tentang
5. Penilaian ancaman tidak
keadaannya
akurat
5. Mampu
mengidentifikasi
6. Kurang percaya diri
strategi tentang koping
dalam
kemampuan
mengatasi masalah
Batasan Karakteristik:
a. gejala dan tanda mayor
1. Subjektif
 Mengatakan
ketidakmampuan
mengatasi masalah
2. Objektif
 Tidak
mampu
memenuhi
peran
yang
diharapkan
dalam status kesehatan
pasien
Anjurkan
pasien
menggunakan
etiket
penanda medis
Dokumentasikan
semua
informasi mengenai alergi
dalam rekam medis sesuai
dengan prosedur
Anjurkan
pasien/keluarga
untuk melaporkan apabila
terjadi tanda-tanda alergi
Kolaborasikan
dengan
tenaga
medis
lainnya
pemberian
terapi
farmakologi
Coping enhancement
1. Anjurkan
pasien
untuk
mengidentifikasi gambaran
perubahan
peran
yang
realistis
2. Gunakan
pendekatan
dengan
tenang
dan
menyakinkan
3. Hindari
pengambilan
keputusan pada saat pasien
berada dalam stress berat
4. Berikan informasi actual yang
terkait dengan diagnosis,
terapi dan prognosis
(sesuai usia)
 Menggunakan
mekanisme koping
yang tidak sesuai
b. Gejala dan tanda minor
1. Subjektif
 Tidak
mampu
memenuhi
kebutuhan dasar
 Kekhawatiran kronis
2. Objektif
 Penyalahgunaan zat
 Memanipulasi orang
lain
untuk
memenuhi
keinginannya sendiri
 Perilaku tidak asertif
 Partisipasi
social
kurang
12
Ansietas
Faktor
yang
berhubungan:
1. Penyakit kronis progresif
(kanker,
penyakit
autimun)
2. Hospitalisasi
3. Penyakit neurologis
4. Kondisi
diagnosis
penyakit belum jelas
Kontrol kecemasan
Kriteria Hasil :
1. Pasien
mampu
mengidentifikasi
dan
mengungkapkan
gejala
cemas
2. Mengidentifikasi,
mengungkapkan
dan
menunjukkan teknik untuk
mengontol cemas
3. Vital sign dalam batas
Batasan Karakteristik
normal
Data Subyektif:
4. Postur
tubuh,
ekspresi
wajah, bahasa tubuh dan
 Merasa bingung
tingkat
aktivitas
 Merasa khawatir dengan
menunjukkan berkurangnya
akibat dari kondisi yang
kecemasan
dihadapi
 Sulit berkonsentrasi
 Mengeluh
pusing
anoreksia
 Merasa tidak berdaya
Dat Obyektif:
Penurunan kecemasan
1. Identifikasi
tingkat
kecemasan
2. Gunakan pendekatan yang
menenangkan
3. Jelaskan semua prosedur
dan apa yang dirasakan
selama prosedur
4. Temani
pasien
untuk
memberikan keamanan dan
mengurangi takut
5. Berikan informasi faktual
mengenai
diagnosis,
tindakan prognosis
6. Instruksikan pada pasien
untuk menggunakan tehnik
relaksasi
7. Dengarkan dengan penuh
perhatian
8. Dorong
pasien
untuk
mengungkapkan perasaan,
ketakutan, persepsi
9. Bantu pasien mengenal
situasi yang menimbulkan
 Tampak gelisah
 Tampak tegang
 Sulit tidur
 Frekuensi
napas
meningkat
 Tekanan darah meningkat
 Kontak mata buruk
 Muka tampak pucat
 diaforesis
13.
kecemasan
10. Libatkan keluarga untuk
mendampingi pasien
11. Kolaborasi pemberian obat
anti cemas
Hambatan religiositas
Kesehatan Spiritual
Kriteria Hasil:
Faktor
yang
berhubungan:
1. Ansietas
2. Depresi
3. Kendala
lingkungan
untuk mempraktikkan
agama
4. Strategi kopin tidak
efektif
5. Distres spiritual
6. Kurang
dukungan
sosial
7. Pemberi asuhan tidak
efektif
1. Perasaan kedamaian yang
awalnya banyak terganggu
menjadi cukup terganggu
2.
Kemampuan berdoa dari
sangat terganggu menjadi
banyak terganggu
3. Kemampuan
beribadah
dari
cukup
terganggu
menjadi sedikit terganggu
4. Pengalaman spiritual dari
banyak
terganggu
menjadai cukup terganggu
5. Kepuasan spiriual yang
awalnya banyak terganggu
menjadi cukup terganggu
6. Berpartisipasi
dalam
Batasan karakteristik:
bacaan
spiritual
yang
1. Keinginan
untuk
awalnya
cukup
terganggu
berhubungan
kembali
menjadi sedikit terganggu
dengan pola keyakinan
2. Kesulitan
mematuhi Status Keyamanan
keyakinan agama yang 1. Kesejahteraan psikologis dari
sangat terganggu menja di
dianut
banyak terganggu
3. Kesulitan
mematuhi
2. Mampu
ritual keagamaan
mengkomunikasikan
4. Distres
tentang
kebutuhan dari sedikit
perpisahan
terganggu menjadi tidak
5. Mempertanyakan pola
Harapan
keyakinan
1. Mengungkanpkan
harapan
6. Hospitalisai
secara
konsisten
7. Kondsi terkait penyakit
menunjukkan
dari
yang
8. Krisis akhir kehidupan
awalnya sering menunjukkan
9. Krisis spiritual
Dukungan Spiritual
1. Kaji kebutuhan spiritual
pasien
2. Perlakukan
individu
dengan
hormat
dan
bermartabat
3. Gunakan
komunikasi
terapeutik
dalam
membangun
hubungan
saling percaya dan caring
4. Sediakan musik spiritual,
literatur, radio maupun
program spiritual di televisi
bagi individu
5. Dorong individu untuk
meninjau ulang masa lalu
dan
berfokus
pada
kejadian dan hubungan
yang
memberikan
dukungan dan kekuatan
spiritual
6. Kolaborasi
dengan
interdisiplin (rohaniawan)
2.
3.
14
Harga diri rendah
Faktor berhubungan:
1. Perubahan
pada
citra
tubuh
2. Perubahan peraan sosial
3. Ketidaakedakuatan peran
sosial
4. Kegagalan hidup berulang
5. Riwayat kehilangan
6. Riwayat penolakan
Batasan karakteristik:
Data subyektif:
1. Menilai diri negatif (tidak
berguna)
2. Merasa mali/bersalah
3. Menolak penilaian positif
tentang diri sendiri
Mengungkapkan
keyakinan
dari
jarang
menunjukkan
menjadi
kadang-kadang
menunjukkan
Mengungkapkan
kedamaian batin yang
awalnya
kadang-kadang
menunjukkan
menjadi
sering
Harga diri
Kriteria Hasil:
Peningkaan Harga Diri
1. mempertahankan posisi
tegak
2. memverbalisasikan
penerimaan diri
3. mempertahankan kontak
mata
4. mampu
berkomunikasi
secara terbuka
5. mempertahankan
penampilan
dan
kebersihan diri
6. klien
mampu
untuk
percaya diri
Data obyektif:
1. Berbicara pelan dan lirih
2. Menolak
berineraksi
dengan orang lain
3. Kontak mata kuranglesu
dan tidak bergairah
4. pasif
15
Keputusasaan
Faktor berhubungan
Penerimaan
kesehatan
Kriteria hasil:
1. Bina hubungan saling percaya
terhadap klien
2. Monitor tingkat harga diri dari
waktu ke waktu
3. Monitor frekuensi komunikasi
verbal klien yang negatif
4. Tunjukkan rasa percaya diri
terhadap kemampuan pasien
untuk mengatasi situasi
5. Kaji alasan klien dalam
menyalahkan diri sendiri
6. Bantu
klien
untuk
mengidentifikasi respon positif
dari orang lain
7. Dukung (melakukan) kontak
mata pada saat berkomunikasi
dengan orang lain
8. Dorong klien mengidentifikasi
kekuatan
dirinya
dalam
mencapai tujuan
9. Berikan pujian terkait dengan
kemajuan klien
10. Ajarkan keterampilan perilaku
yang positif melalui diskusi
11. Kolaborasi dengan sumbersumber lain (dinas social,
perawat spesialis klinis dan
layanan keagamaan)
status Inspirasi Harapan
1. stres jangka panjang
2. penurunan
kondisi 1. Klien
mampu
fisiologis
mempertahankan hubungan
3. pembatasan
aktifitas 2. Klien
mampu
jangka panjang
mengekspresikan kedaiaman
1. Bina hubungan saling percaya
kepada klien
2. Dorong klien untuk menjalin
hubungan terapeutik dengan
orang lain
3. Ciptakan lingkungan yang
4. pengasingan
dari dalam diri
5. kehilangan
kekuatan 3. Melapporkan
perasaan
pada nilai-nilai penting
berharga dalam hidup
4. Mampu menjelaskan prioritas
Data subyektif:
hidup
1. mengungkapkan
5.
Menunjukkan kegembiraan
keputusasaan
2. sulit tidur
3. selera makan menurun
5.
6.
Data obyektif:
1.
2.
3.
4.
4.
Berpiralu pasif
Afek datar
Kurang inisiatif
Kuran
terlibat
dalam
aktivitas perawatan
7.
8.
9.
10.
16
Gangguan Citra tubuh
Faktor berhubungan:
1. perubahan
struktur/bentuk tubuh
2. perubahan fungsi tubuh
(proses
penyakit,
kehamilan, kelumpuhan)
3. perubahan fungs kognitif
4. ransisi perkembangan
5. gangguan psikososial
6. efek
tindakan/pengobatan
(misalnya pembedahan
kemoterapi,
terapi
radiasi)
Citra tubuh
Kriteria hasil:
1. kepuasaan dengan fungsi
tubuh
2. respon adaftif klien terhadap
tantangan fungsional akibat
ketidakberdayaan fisik
3. respon psikososial adaftif
individu terhadap perubahan
bermakna dalam hidup
4. penyesuaian
terhadap
perubahan status kesehatan
5. penyesuaian
terhadap
perubahan fungsi tubuh
memfasilitasi
aktivitas
keagaamaan klien
Gali bersama klien untuk
mencari faktor yang dapat
menyebabkan keputusasaan
Bantu
klien
untuk
merencanakan kembali tujuan
hidup klien
Bantu klien dan keluarga untuk
mengidentifikasi
harapan
hidup klien
Dukung parsitifatif aktif dalam
aktifitas
kelompok
untuk
memberikan
kesempatan
terhadap dukungan social dan
penyelesaian masalah
Kembangkan
mekanime
koping klien dengan cara
berkomunikasi dengan orang
lain
Ajari pengenalan terhadap
realita
dengan
membuat
rencana
yang
mungkin
dilakukan
Beri
penguatan
positif
terhadap
perilaku
yang
menunjukkan inisiatif seperti
kontak mata, membuka diri,
penurunan jumlah waktu tidur,
kebersihan diri
Peningkatan koping
1. Bina hubungan saling percaya
2. Bantu
pasien
dalam
mengidentifikasi tujuan jangka
pendek dan jangka panjang
yang tepat
3. Bantu
pasien
untuk
mengidentifikasi informasi
4. Bantu
pasien
untuk
menyelesaikan
masalah
dengan cara yang konstrukif
5. Sediakan informasi aktual
mengenai
diagnosis,
penanganan dan prognosis
6. Berikan
penilaian/
kemampuan/penyesuaian
pasien terhadap perubahan-
perubahan dalam citra tubuh
7. Berikan suasan penerimaan
8. Dukung kesabaran dalam
mengembangkan
suatu
hubungan dukung aktivitasaktivitas social dan komunitas
9. Dukung
penerimaan
terhadapketerbatasan orang
lain
10. Dukung keterlibatan keluarga
dalam proses pengobatan
klien
11. Dukung
keluarga
untuk
memverbalisasikan perasaan
mengenai sakitnya anggota
keluarga
12. Evaluasi kemampuan klien
dalam membuat keputusan
Batasan karakteristik:
Data subyektif:
1. mengungkapkan
kecacatan/kehilangan
bagian tubuh
2. mengungkapkan
kekhawatiran
pada
penolakan/reaksi orang
lain
3. mengugkapkan
perubahan gaya hidup
Data obyektif:
1. kehilangan bagian tubuh
2. fungsi struktur
tubuh
berubah
3. fokus berlebihan pada
perubahan tubuh
4. respon nonverbal pada
perubahan dan persepsi
tubuh
5. hubungan sosial berubah
17
Ketidakefektifan
manajemen kesehatan
Faktor berhubungan:
1. kesulitan dengan regimen
yang diprogramkan
2. kegagalan
memasukkan
regimen pengobatan dalam
kehidupan sehari-hari
3. kekurangan
dukungan
sosial
4. kesulitan ekonomi
5. kurang terpapar informasi
Batasan karaketeristik:
Data subyektif
1. mengungkapkan
kesulitan
dalam
menjalani
program
perawatan pengobatan
Data Obyektif:
1. gagal
menerapkan
program
perawatan/pengobatan
2. aktivitas sehari-hari tidak
efektif untuk memenuhi
Perilaku patuh: pengobatan
yang disarankan
Kriteria hasil:
1. Mampu meminum obat
sesuai dosis yang diberikan
2. Mampu
mengkonsumsi
semua obat sesuai interval
yang ditentukan
3. Mampu mengelola obat
dengan benar
4. Mampu melaporkan respon
terapi kepada professional
kesehatan
5. Mampu melaporkan efek
lanjut
terapi
kepada
professional kesehatan
Manajemen pengobatan
1. Monitor klien mengenai efek
terapeutik obat
2. Monitor
efektifitas cara
pemberian
obat
yang
sesuai
3. Monitor respon terhadap
perubahan pengobatan
4. Pantau
kepatuhan
mengenai regimen obat
5. Ajarkan klien atau keluarga
mengenai
metode
pemberian
obat
yang
sesuai
6. Edukasi klien mengenai
penggunaan
obat
dan
bagaimanan
obat-obatan
tersebut
dapat
mempengaruhi kondisi saat
ini
7. Edukasi klien dan keluarga
untuk
meningkatkan
pemahaman diri mengenai
pemberian obat yang tepat
tujuan keehatan
3. gagal untuk melakukan
tindakan untuk mengurangi
faktor risiko
8. Edukasi klien dampak jika
obat tidak di minum secara
teratur
9. Konsutasikan
dengan
tenaga medis lainnya untuk
meminimalkan jumlah dan
frekuensi
obat
yang
dibutuhkan
Download