Uploaded by User7460

1. PENGETAHUAN PKH

advertisement
PENGETAHUAN PKH
Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kota Pasuruan
REVIEW MATERI PENGETAHUAN PKH
1. Pengertian PKH
2. Tujuan PKH
3. Komponen PKH
4. Yang berhak menerima bantuan PKH / peserta PKH
5. Syarat penetapan penerima bantuan PKH
6. Siapa penerima bantuan
7. Besarnya bantuan yang diterima
8. Variasi nominal bantuan yang diterima
9. Tanggung renteng
10.Sanksi peserta PKH yg tidak memenuhi komitmen
11.PKH merupakan program nasional
PROGRAM KELUARGA HARAPAN - PKH
BANTUAN TUNAI BERSYARAT
(Conditional Cash Transfer)
PKH adalah program perlindungan sosial
melalui pemberian uang tunai kepada
Rumah Tangga Sangat Miskin/Keluarga
Sangat Miskin, selama Rumah Tangga
Keluarga tersebut memenuhi
kewajibannya.
3
Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Tidak Miskin
Micro Credit
Hampir Miskin
(27,28 Juta/
11.5%)
Pendapatan: 120%
Garis Kemiskinan
Miskin (19,79
Juta/8.19%)
Garis Kemiskinan: Rp
243,729 per capita
per bulan (0.75
US$/hari/capita
Sangat Miskin
(10,09 Juta)/
4.17%)
Pendapatan: 80%
Garis Kemiskinan
Pemberdayaan
Sosial
Perlindungan
Sosial
Raskin,
Jamkesmas,
BOS, PKH
BPS (2011)
PROGRAM KELUARGA HARAPAN - PKH
BANTUAN TUNAI BERSYARAT (Conditional Cash Transfer)
 PKH diarahkan untuk membantu kelompok sangat miskin
dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan,
selain memberikan kemampuan kepada keluarga untuk
meningkatkan pengeluaran konsumsi.
 PKH diharapkan dapat mengubah perilaku Rumah
Tangga Sangat Miskin untuk memeriksakan ibu hamil
/Nifas/Balita ke fasilitas kesehatan, dan mengirimkan
anak ke sekolah dan fasilitas pendidikan.
 Dalam jangka panjang, PKH diharapkan dapat memutus
mata rantai kemiskinan antar-generasi.
5
Tujuan Umum
• Mengurangi angka dan memutus rantai
kemiskinan
• Meningkatkan kualitas SDM
• Merubah perilaku RTSM yang relatif
kurang mendukung peningkatan
kesejahteraan
Tujuan Khusus




Meningkatkan status sosial ekonomi RTSM
Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu
hamil, ibu nifas, anak balita dan anak usia 5-7
tahun yang belum masuk SD.
Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan
pendidikan dan kesehatan
Menigkatkan taraf pendidikan anak
TUJUAN OPERASIONAL PKH
Kesehatan
- Meningkatkan akses
RTSM (ibu hamil, nifas &
anak) thd yankes
- Meningkatkan status
kesehatan
Pendidikan
- Meningkatkan akses
anak2 RTSM thd
pendidikan dasar (SD &
SLTP)
- Meningkatkan status
pendidikan dasar
Kualitas SDM meningkat; utk jangka panjang
akan memutus rantai kemiskinan RTSM
PELAKSANAAN PKH SECARA BENAR AKAN
DAPAT
MEMBERDAYAKAN
KELUARGA
SANGAT MISKIN UTK MEMANFAATKAN
PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN
SHG
AKAN
BERDAMPAK
PADA
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN DAN
PENDIDIKANNYA YG AKIRNYA DAPAT
MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA
MANUSIA INDONESIA…
Dari tujuan tersebut terlihat, komponen PKH
1. Pelayanan Kesehatan
2. Pelayanan Pendidikan
MANFAAT PKH
1) Memberikan tambahan pendapatan
income effect
2) Memutus tali rantai kemiskinan melalui:
3) Merubah perilaku
4) Mengurangi pekerja anak
5) Percepatan pencapaian MDGs
LANDASAN HUKUM
1. Undang-undang nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional.
2. Undang-undang nomor 13 Tahun 2011 tentang
penanganan Fakir Miskin.
3. Peraturan Presiden nomor 15 Tahun 2010 tentang
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
4. Inpres nomor 3 Tahun 2010 tentang Program
Pembangunan yang Berkeadilan poin lampiran ke 1 tentang
Penyempurnaan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan.
5. Inpres nomor 1 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Korupsi poin lampiran ke 46 tentang
Pelaksanaan Transparansi Penyaluran Bantuan Langsung
Tunai Bersyarat Bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)
Sebagai Peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
DASAR PELAKSANAAN PKH
• Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat selaku
ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, No:
31/KEP/MENKO/-KESRA/IX/2007 tentang “Tim Pengendali Program
Keluarga Harapan” tanggal 21 September 2007
• Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 02A/HUK/2008
tentang “Tim Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun
2008” tanggal 08 Januari 2008.
• Keputusan Gubernur tentang “Tim Koordinasi Teknis Program
Keluarga Harapan (PKH) Provinsi/TKPKD”.
• Keputusan Bupati/Walikota tentang “Tim Koordinasi Teknis Program
Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten/Kota/TKPKD”.
• Surat Kesepakatan Bupati untuk Berpartisipasi dalam Program
Keluarga Harapan.
HAK PESERTA PKH
 Mendapat bantuan tunai sesuai
persyaratan
 Mendapat pelayanan kesehatan di
penyedia pelayanan kesehatan
(Puskesmas, Posyandu, Polindes, dsb)
 Mendapat pelayanan pendidikan bagi anak
usia wajib belajar pendidikan dasar 9
tahun dan anak usia 15-18 tahun yang
belum menyelesaikan pendidikan dasar,
melalui program pendidikan formal,
informal maupun non formal
 Peserta PKH diikutsertakan pada Program
bantuan sosial lainnya (Jamkesmas, BSM,
Raskin, Kube, BLSM)
PENERIMA BANTUAN
 Ibu atau wanita dewasa yang mengurus
anak pada keluarga yang bersangkutan
 Jika tidak ada ibu, yang menerima adalah
kakak perempuan dewasa
 Yang berhak mengambil pembayaran
adalah yang namanya tercantum di kartu
PKH dan bukan wakilnya
SKEMA BARU PEMBERIAN BANTUAN TUNAI
KEPADA PESERTA PKH
TAHUN 2013
JENIS BANTUAN
JML BANTUAN (SKEMA
BARU)
Bantuan Tetap
Rp. 300.000,-
Bantuan bagi RTSM/KSM yang memiliki anak usia di
bawah 6 tahun, ibu hamil/menyusui
Rp. 1.000.000,-
Anak peserta pendidikan setara SD/MI
Rp. 500.000,-
Anak peserta pendidikan setara SMP/Mts
Rp. 1.000.000,-
Bantuan maksimum per RTSM/KSM
Rp. 2.800.000,-
Bantuan minimum per RTSM/KSM
Rp. 800.000,-
SK Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial No. 121/LJS/06/2013 tanggal 18 Juni 2013
Perihal : Penetapan Perubahan Bantuan Tetap dan Bantuan Komponen PKH
KEWAJIBAN PESERTA PKH :
NO
SASARAN
PELAYANAN KESEHATAN
1
Bayi
0 – 11 bulan
1.
2.
3.
4.
Timbang badan tiap bulan
Monitor tumbuh kembang
Imunisasi lengkap
Khusus 6-11 bl, kapsul biri vit A
100.000 IU
2
Balita
1 – 5 tahun
1.
2.
3.
Timbang badan tiap bulan
Monitor tumbuh kembang
Pemberian Vit A dosis tinggi (2 x /
Tahun)
3
Anak
5-6 tahun
1.
2.
Timbang badan tiap bulan
Monitor tumbuh kembang
4
Ibu hamil
5
Ibu
Melahirkan
6
Ibu Nifas
1. Pemeriksaan kehamilan
TW I
= 1 kl
TW II = 1 kl
TW III = 2 kl
2. Pemberian tablet Fe
3. Imunisasi TT
Ditolong tenaga Kesehatan
Diperiksa 3 kali yaitu minggu I,II dan
VI
Peserta PKH otomatis menjadi
penerima pelayanan Jamkesmas,
kartu PKH yang berbasis KSM
berlaku untuk kepala keluarga
sebagaimana
kepesertaan
Jamkesmas.
PERSYARATAN PELAYANAN KESEHATAN
PESERTA PKH :
1. Bagi peserta PKH yang mempunyai kartu
Jamkesmas,
dapat
menggunakan
kartu
Jamkesmasnya.
2. Bagi Peserta PKH yang tidak mempunyai kartu
Jamkesmas, untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan dengan menunjukkan kartu PKH asli dan
menyerahkan fc kartu PKH.
3. Bagi anggota peserta PKH yang tidak mempunyai
kartu Jamkesmas, dapat diberikan pelayanan
kesehatan dengan membawa fc kartu PKH, Fc kartu
KK dan Fc KTP ( bagi yang sudah berhak
mempunyai KTP)
SANKSI PESERTA PKH
Apabila peserta tidak memenuhi komitmennya, maka berlaku
ketentuan sebagai berikut
1. Pengurangan bantuan adalah 10% setiap bulannya sebelum
pembayaran periode berikutnya.
2. Peserta tidak akan menerima bantuan jika seluruh anggota tidak
memenuhi kewajiban selama 3 bulan berturut-turut. Rincian sebagai
berikut:
Tidak memenuhi komitmen
Anggota Keluarga
Total
1 bulan
2 bulan
3 bulan
Seluruh
10%
10%
10%
100%
Sebagian/
Tanggung Renteng
10%
10%
10%
30%
Tanggung-renteng berarti bila
salah satu saja anggota RTSM
tidak memenuhi kewajiban di
bidang kesehatan atau bidang
pendidikan, maka akan dilakukan
pemotongan sebesar ketentuan
yang disebutkan di atas.
• Kalau bantuan sudah mentok diangka
2.800.000 pertahunnya, karena sifatnya dana
pancingan, berapapun anggota RTSM tetap
diverifikasi dan sifatnya tanggung renteng satu
tidakkomitmen berdampak semua kena sanksi
PKH dan Pembangunan Sosial
MDGs
PKH
IPM
PKH dan MDGs
Program Keluarga Harapan memberikan
kontribusi dalam rangka mempercepat
pencapaian tujuan Millennium Develepment
Goals atau MDGs.
Ada lima komponen MDGs yang secara tidak
langsung akan terbantu oleh PKH.
1.
2.
3.
4.
5.
Pengurangan penduduk miskin dan kelaparan.
Pendidikan dasar
Kesetaraan gender
Pengurangan angka kematian bayi dan balita
Pengurangan kematian ibu melahirkan
26
CCT dan MDGs
1. Menanggulangi kemiskinan dan
kelaparan
2. Mencapai pendidikan dasar untuk
semua
3. Mendorong kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan
4. Menurunkan angka kematian anak
5. Meningkatkan kesehatan ibu
6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan
penyakit menular lainnya
7. Memastikan kelestarian lingkungan
hidup
8. Mengembangkan kemitraan global
untuk pembangunan
Indikator Pembangunan Manusia
Kesehatan
Pendidikan
(angka harapan
hidup)
Ekonomi
(angka melek
hurufpartisipasi
sekolah)
(daya beli)
Sejahtera
PLATFORM PKH
Bantuan
Tunai
Kondisional
Menerima
Memenuhi
RTSM
• Bantuan
uang hanyalah
“insentif” pembangunan
manusia
• Melibatkan MIS dan
pendamping sosial dalam
perencanaan,
implementasi dan monev
• PKH adalah “orkestra”
bukan “organ tunggal”:
sinergi antar lembaga dan
program
Orkestra PKH
•
•
•
•
•
•
•
Kemensos
Kemenkes
Kemendikbud
Kemenag
Kemkominfo
Bappenas
TNP2K/BPS
•
•
•
•
•
Dinsos
Dinkes
Dinasdikbud
Kanwil agama
Bappeda
Kementerian/
Lembaga
Pemda
Lembaga
Pembayar
Pendamping
Operator
PKH MENJADI PROGRAM NASIONAL
Sejak tahun 2012 PKH telah menjadi Program
Nasional
 PKH telah menjangkau seluruh provinsi di
Indonesia
 Pelaksanaan PKH dilakukan secara bersamasama oleh masing-masing Kementerian dan
Lembaga (K/L) terkait.
PKH ADALAH PROGRAM NASIONAL
Keluarga PKH
(Demand Side)
Kementerian Sosial
Memastikan kesediaan Keluarga
untuk mengikuti program:
Pendampingan, Pemantauan
Kepatuhan, dan Pembayaran
Fasilitas Pendidikan,
Kesehatan, &
RumahSinggah (Supply
Side)
Kementerian Pendidikan Nasional
Kementerian Agama
Kementerian Kesehatan
• Layanan fasilitas pendidikan dan kesehatan,
• Pencatatan kehadiran di fasdik/faskes untuk
verifikasi kepatuhan program
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kementerian Sosial
• Layanan rumah singgah (shelter) bagi
anak jalanan dan pekerja anak.
32
KOMPLEMENTARITAS PROGRAM (1)
RASKIN
JAMKESMAS
PKH
BANTUAN
PENDIDIKAN
• Karena mencakup Rumah Tangga Sangat Miskin , maka penerima
PKH secara otomatis adalah juga penerima Jamkesmas, Raskin, dan
Bantuan Pendidikan untuk keluarga miskin.
• Hanya sekitar 30% keluarga miskin yang menerima keseluruhan
program.
• Komplementaritas program di Klaster I memastikan bantuan sosial
yang sifatnya terpadu.
• Sekretariat TNP2K dapat menjadi fasilitator komplementaritas
program.
33
TUPOKSI K/L DALAM PELAKSANAAN PKH
UPPKH
KEMENTERIAN SOSIAL
Ibu Hamil
Anak Balita
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
sedang bersekolah
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
bekerja
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
di jalanan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
1. Menyediakan fasdik
2. Menyediakan daftar hadir
• Daftar hadir
3. Mengesahkan Form yang sudah
diverifikasi oleh Pendamping PKH
4. Menempatkan pekerja anak yang sudah
di rumah singgah ke satuan pendidikan
5. Menempatkan anak jalanan yang sudah
di rumah singgah ke satuan pendidikan
Komplementaritas Program:
1. Menyediakan Bantuan BSM
34
TUPOKSI K/L DALAM PELAKSANAAN PKH
UPPKH
KEMENTERIAN SOSIAL
Ibu Hamil
Anak Balita
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
sedang bersekolah
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
bekerja
KEMENTERIAN AGAMA
1. Menyediakan fasdik
2. Menyediakan daftar hadir
• Daftar hadir
3. Mengesahkan Form yang sudah
diverifikasi ole hPendamping PKH
4. Menempatkan pekerja anak yang sudah
di rumah singgah ke satuan pendidikan
5. Menempatkan anak jalanan yang sudah
di rumah singgah ke satuan pendidikan
Komplementaritas Program:
1. Menyediakan Bantuan BSM
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
di jalanan
35
TUPOKSI K/L DALAM PELAKSANAAN PKH
UPPKH
KEMENTERIAN SOSIAL
Ibu Hamil
Anak Balita
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
sedang bersekolah
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
bekerja
KEMENTERIAN KESEHATAN
1. Menyediakan faskes
2. Menyediakan daftar kunjungan
• Buku KIA
4. Mengesahkan Form K yang sudah
diverifikasi oleh Pendamping PKH
Komplementaritas Program:
1. Menyediakan Jamkesmas untuk seluruh
anggota keluarga PKH
• Menyediakan Kartu Jamkesmas
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
di jalanan
36
TUPOKSI K/L DALAM PELAKSANAAN PKH
UPPKH
KEMENTERIAN SOSIAL
Ibu Hamil
Anak Balita
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
sedang bersekolah
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
bekerja
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
di jalanan
KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI
1. Menarik anak Peserta PKH yang bekerja
• Rekapitulasi data pekerja anak hasil
validasi
2. Menempatkan pekerja anak di rumah
singgah
3. Memberi pendampingan dan tutorial
pekerja anak di rumah singgah
4. Melakukan verifikasi kehadiran anak di
rumah singgah
5. Mengembalikan Form P yang sudah
diverifikasi ke Pendamping PKH
6. Menyerahkan anak yang sudah dibina di
rumah singgah kembali ke satuan
pendidikan
37
TUPOKSI K/L DALAM PELAKSANAAN PKH
UPPKH
KEMENTERIAN SOSIAL
Ibu Hamil
Anak Balita
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
sedang bersekolah
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
bekerja
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
di jalanan
KEMENTERIAN KEMENSOS
1. Menarik anak Peserta PKH yang di
jalanan
• Rekapitulasi data anak jalanan hasil
validasi
2. Menempatkan anak jalanan di rumah
singgah
3. Memberi pendampingan sosial anak
jalanan di rumah singgah
4. Melakukan verifikasi kehadiran anak di
rumah singgah
5. Mengembalikan Form P yang sudah
diverifikasi ke Pendamping PKH
6. Menyerahkan anak yang sudah dibina di
rumah singgah kembali ke satuan
pendidikan
38
TUPOKSI K/L DALAM PELAKSANAAN PKH
UPPKH
KEMENTERIAN SOSIAL
Ibu Hamil
Anak Balita
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
sedang bersekolah
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
1. Memfasilitasi pembuatan kartu identitas
penduduk (KTP dan kartu keluarga)
2. Memastikan komitmen Pemerintah
Daerah dalam pelaksanaan PKH
3. Meningkatkan koordinasi antar dinas
terkait pelaksanaan PKH
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
bekerja
Usia 6-18 yang belum
menyelesaikan dikdas dan
di jalanan
39
Pengembangan Kegiatan
“PKH" di Negara Lain
Familias en
Accion
(Columbia)
 Anggaran Perlindungan Sosial
mencapai 20% dari GDP, 10%
untuk CCT
 Bola Escola diterapkan sejak
Oktober 2003 dan 73% bantuan
menyentuh kelompok miskin
Bola
Escola/Bosca
Familia (Brazil)
 Jumlah penerima bantuan telah
mencapai 12 juta (2010).
PATH
(Jamaica)
 Berhasil mengeluarkan 3 juta
orang dari kemiskinan kronis
 Mengurangi tingkat kemiskinan
sebanyak 27.7% sejak pertama
kali digulirkan
 Menurunkan 24% tingkat
ketidaksetaraan gender (2004 2007)
PRAF
(Honduras)
PROGRESSA
(Mexico)
Red de
Proteccion
(Nicaragua)
Pantawid
(Filipina )
REVIEW MATERI PENGETAHUAN PKH
1. Pengertian PKH
2. Tujuan PKH
3. Komponen PKH
4. Yang berhak menerima bantuan PKH / peserta PKH
5. Syarat penetapan penerima bantuan PKH
6. Siapa penerima bantuan
7. Besarnya bantuan yang diterima
8. Variasi nominal bantuan yang diterima
9. Tanggung renteng
10.Sanksi peserta PKH yg tidak memenuhi komitmen
11.PKH merupakan program nasional
Download