Peran Psikologi Komunikasi Dalam Mengembangkan Kecerdasan

advertisement
Peran Psikologi Komunikasi Dalam Mengembangkan Kecerdasan
Bahasa dan Minat Membaca pada Perpustakaan
Lis Yulianti Syafrida Siregar*
Abstract: Communication is a process of information
delivery. This information is delivered through language.
Language ability will be able to improve ability of
communication. Language intelligence is thinking ability in
words and in using language for uttering and giving the
meaning. This ability can get from reading. Reading is a
process that can give alteration in attitude. Reading activity
can get in library. Thereby, it needs to activate the library to
the future, or making the library will go on for the future,
consistent, and full of commitment. Thus, the library role and
the library function is true for using with good
Keywords: Communication, Information, Reading, Library.
Tentang Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi
(pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Komunikasi
terjadi antara seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi,
dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar
terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Pada umumnya,
komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti
oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat
dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu,
misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara
seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.1
Komunikasi sangat esensial untuk pertumbuhan kepribadian
manusia. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan
kepribadian. Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan
*
Dosen Psikologi Fakultas Dakwah STAIN Padangsidimpuan
Faturochman. Pengantar Psikologi Sosial, Cetakan I – (Yogyakarta: Penerbit
Pinus, 2006).
1
51
Lis Yulianti Syafrida Siregar - Peran Psikologi Komunikasi Dalam Mengembangkan ...
pengalaman kesadaran manusia. Dalam sejarah perkembangannya
komunikasi memang dibesarkan oleh para peneliti psikologi. Bapak
Ilmu Komunikasi yang disebut Wilbur Schramm adalah sarjana
psikologi. Kurt Lewin adalah ahli psikologi dinamika kelompok.
Komunikasi bukan subdisiplin dari psikologi. Sebagai ilmu, komunikasi
dipelajari bermacam-macam disiplin ilmu.
Psikologi komunikasi adalah merupakan sub disiplin ilmu dari
Psikologi. Psikologi komunikasi adalah ilmu yang mempelajari
komunikasi dari aspek psikologi. Disebut juga sebagai Ilmu yang
berusaha mendeskripsikan. memprediksikan, dan mengontrol mental
dan perilaku, baik komunikasi yang dilakukan melalui komunikasi
antar personal, komunikasi antar kelompok maupun komunikasi
massa.2
Komunikasi dan Psikologi adalah bidang yang saling berkaitan
satu sama lain, terlebih sama-sama melibatkan manusia. Komunikasi
adalah kegitan bertukar informasi yang dilakukan oleh manusia untuk
mengubah pendapat atau perilaku manusia lainnya. Sementara,
perilaku manusia meruapakan objek bagi ilmu psikologi, sehingga
lahirlah psikologi kominkasi.
Komunikasi adalah sebuah peristiwa sosial yang terjadi ketika
seorang manusia berinteraksi dengan manusia yang lain. Secara
psikologis, peristiwa sosial akan membawa kita kepada psikologi
sosial. Pendekatan psikologi sosial adalah juga pendekatan psikologi
komunikasi.3
Psikologipun telah menghasilkan banyak teori yang berkaitan
dengan ilmu komunikasi, diantaranya adalah:
1. Teori psikoanalisa, yaitu manusia dikendalikan oleh
keinginan terpendam di dalam dirinya (homo valens)
2. Teori behaviorisme, yaitu manusia sangat dipengaruhi oleh
informasi dari media massa. Hal tersebut dilandasi konsep
behaviorisme, yaitu manusia dianggap sangat dikendalikan
oleh alam (homo mechanics)
2
Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
1996).
3
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Edisi Ketiga, (Jakarta: Balai pustaka, 2001).
52
Al-Kuttab, Vol.1., No. 1, Juni 2013
3. Teori psikologi kognitif, yaitu konsep yang melihat manusia
sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan dan
mengolah informasi yang diterima (homo sapiens)
4. Teori
psikologi
humanistis,
yaitu
konsep
yang
menggambarkan manusia sebagai pelaku aktif dalam
merumuskan stratergi transaksional dengan lingkungannya
(homo ludens)4
Proses komunikasi bisa terjadi dalm diri seorang individu,
dengan orang lain, dan kumpulan-kumpulan manusia dalam proses
sosial. Berdasarkan pendapat tersebut,terdapat tiga jenis klasifikasi
komunikasi , yaitu:
1. Komunikasi intrapersonal, yaitu proses komunikasi yang
terjadi di dalam diri individu (internal). Contohnya adalah
kegiatan merenung, berpikir, berdialog dengan diri sendiri,
baik dalam kesadaran ataupun tidak
2. Komunikasi interpersonal, yaitu proses komunikasi yang
terjadi antara satu individu dan individu lain sehingga
memerlukan tanggapan (feedback) dari orang lain.
Contohnya, perbincangan dengan keluarga, pasangan,
teman, rekan kerja, tetangga, dan sebagainya
3. Komunikasi massa, yaitu proses komunikasi yang dilakukan
kepada sekumpulan manusia di mana di dalamnya terdapat
proses sosial, baik melalui media massa atau langsung, dan
bersifat satu arah (one way communication). Contohnya
adalah kegiatan komunikasi (penyebaran informasi) yang
terjadi di hadapan sekumpulan massa, melalui televisi, radio,
media internet, media cetak ,dan lain-lain.5
Psikologi telah lama berupaya memamhami komponenkomponen yang terlibat dalam proses komunikasi, khususnya
komunikasi dan komunikan. Psikologi meneliti karakteristik individu
yang menjad komunikan serta faktor-faktor internal maupun
eksternal yang mempengaruhi perilaku komunikasinya. Psikologi
kuga mempelajari sifat-sifat individu yang menjadi komunikator dan
4
Opcit Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 1996).
5
Efendy, Onong Uchjana. Dinamika Komunikasi, (Bandung: Remaja Rosda
Karya, 2000).
53
Lis Yulianti Syafrida Siregar - Peran Psikologi Komunikasi Dalam Mengembangkan ...
mencari tahu apa yang menyebabkan keberhasilan atau kegagalan
satu sumber komunikasi dalam mempengaruhi orang lain.
Penggunaan
psikologi
komunikasi
ditujukan
untuk
menghasilkan proses komunikasi yang berhasil dan efektif.
Komunikasi yang efektif akan menyebabkan pengertian (pemahaman
dan penerimaan), kesenangan (hubungan yang akrab dan hangat),
perubahan sikap, hubungan sosial yang baik, dan tindakan.
Tentang Kecerdasan Bahasa
Kecerdasan bahasa (linguistic intelligence) ialah kemampuan
berpikir dalam kata-kata dan menggunakan bahasa untuk
mengungkapkan dan mengapresiasi makna-makna.Kecerdasan
verbal-linguistik merujuk kepada keupayaan dan kebolehan yang
berkait dengan penguasaan bahasa, kesusasteraan, pertuturan dan
kemahiran menggunakan bahasa yang kompleks. Menurut Kamus
Dewan Edisi linguistik mempunyai dua makna iaitu kajian saintifik
tentang bahasa atau sesuatu yang berkaitan dengan bahasa.6
Seseorang yang mempunyai kecerdasan dalam bidang verbal
linguistik ini mampu memberi makna, mentafsir, mendalami sesuatu
perkara yang tersirat di dalam bahasa.Menurut Howard Gardner’s,
seseorang yang mempunyai kecerdasan linguistik mampu
memahami, bertutur, menulis pelbagai jenis bahasa dan mampu
menguasai bahasa aisng dengan baik dan fasih.Selain itu, seseorang
yang memiliki kecerdasan linguistik terdiri daripada golongan yang
cemerlang pada peringkat persekolahan dalam bidang
bahasa.Individu sering melibatkan diri dalam pertandingan berkaitan
bahasa dan menonjolkan diri apabila bersuara.Mereka mempunyai
kelebihan dalam berbahasa dan sensitif kepada sesuatu perkara serta
meminati ilmu falsafah dan isu-isu sosial. Seterusnya, individu yang
mempunyai kecerdasan linguistik kerap membaca serta mempunyai
keinginan yang tinggi dalam pengetahuan am. Mereka juga suka
membaca bacaan yang meluas dalam pelbagai subjek serta membaca
dengan pantas.Selain itu, mereka mempunyai tatabahasa yang tinggi
dan menggunakan tatabahasa yang baru dan unik.
6
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Edisi Ketiga, (Jakarta: Balai pustaka, 2001).
54
Al-Kuttab, Vol.1., No. 1, Juni 2013
Tentang Minat Membaca
Membaca Perlu Minat. Minat merupakan faktor paling penting
jika ingin mengingat hal-hal tertentu. Secara garis besar minat berarti
sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan suatu kegiatan
karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Sedangkan baca atau
yang dikenal dengan istilah membaca ialah serangkaian kegiatan
pikiran seseorang yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk
memahami sesuatu keterangan yang disajikan kepada indra
penglihatan dalam bentuk lambang huruf dan tanda lainnya. Jadi,
minat baca ialah keterlibatan seseorang dalam kegiatan membaca
secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan dan
mencapai pengetahuan7
Minat baca perlu ditanamkan dan dipupuk pada diri setiap
manusia (siswa) baik oleh diri sendiri atau oleh orang lain, untuk
dapat diharapkan prestasinya terus meningkat di masa yang akan
datang. Guna meningkatkan minat baca ada banyak cara yang perlu
dilakukan, termasuk diantaranya seperti yang dikemukakan
Dr.Tarigan adalah: Pertama, berusaha untuk selalu menyediakan
waktu untuk membaca secara rutin. Haruslah kita sadari bahwa
orang yang dapat membaca dengan baik adalah orang yang biasa
berpikir dengan baikpula. Kedua, biasakanlah untuk dapat memilih
bacaan yang baik dan kita butuhkan. Masalah yang sering kita hadapi
adalah kita dapat belum dapat memilih buku bacaan yang baik, juga
karena terbentur oleh sempitnya waktu hingga kita tidak dapat
membaca buku dalam jumlah yang banyak.oleh karena itu diperlukan
keterampilan dalam memilih bahan bacaan
Minat membaca dapat ditumbuhkan dengan cara mengenalkan
buku sejak dini pada anak-anak. Buku yang diberikan pun harus
sesuai dengan usia dan kemampuannya memahmi isi buku.
John Dami Mukese mengatakan bahwa salah satu sebab
rendahnya minat membaca ialah sifat malas. Menurut Mukese, ada
empat hal pokok yang membuat malas membaca. Pertama,
bersumber pada sikap mental yakni sikap atau sifat malas itu sendiri.
Kedua, bersumber pada pengertian yang belum lengkap tentang
makna dan pentingnya membaca. Ketiga, disebabkan oleh rendahnya
7
Idris Kamah, Pola dan Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Pembinaan
Minat Baca, (Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2003).
55
Lis Yulianti Syafrida Siregar - Peran Psikologi Komunikasi Dalam Mengembangkan ...
penguasaan dan ketrampilan berbahasa Indonesia. Keempat,
berkaitan dengan masalah teknis karena tidak memiliki ketrampilan
membaca yang baik. 8
Dalam membaca secara langsung ataupun tidak langsung
memang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam diri
pembaca maupun dari luar diri pembaca, faktor-faktor tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Faktor Internal atau dalam diri pembaca terlihat bahwa
orang itu adalah:
a. Tidak memiliki minat baca yang tinggi sehingga mereka
dapat mencari informasi dari media lain, selain mereka
dituntut membaca yaitu radio dan televisi
b. Adanya angapan bahwa membaca itu sulit karena banyak
kata-kata yang mungkin tidak dapat terekam dengan
cepat dan mudah
c. Kurangnya pengetahuan tentang membaca sehingga
mereka cepat bosan, tidak sabar, dan malas untuk
membaca
d. Kebiasaan sejak kecil yang salah
2. Faktor Eksternal atau dari luar diri pembaca, tidak pernah
atau cenderung malas membaca itu karena adanya
beberapa hal, antara lain:
a. Kurangnya buku atau bahan bacaan yang menarik da
bermutu
b. Pendidikan yang diterapkan oelh guru atau orangtua tidak
memberikan contoh dan tidak dianjurkan membaca
c. Situasi,kondisi, keluarga, dan masyarakat yang tidak
mendukung9
Menurut Burns sebagaimana dikutip oleh Joko D. Muktiono
bahwa terdapat enam faktor yang menentukan keberhasilan
seseorang dalam membaca. Pertama, pengalaman dan pengetahuan
yang luas (skemata) merupakan faktor yang sangat penting dalam
membaca. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang sesuai
dengan materi bacaan, pembaca mampu mengenali dan memahami
8
Mortimer J. Adler; Charles Van Doren, Cara Membaca Buku dan
Memahaminya, Cet. II, (Jakarta: Pantja Simpati, 1986).
9
Ibid
56
Al-Kuttab, Vol.1., No. 1, Juni 2013
konsep-konsep dan kata-kata yang dibacanya, selanjutnya mampu
memahami makna kata-kata tersebut dengan tepat dan cepat.
Pengalaman merupakan dasar pembentukan konsep-konsep dan
konsep-konsep adalah dasar penguasaan kosakata (perbendaharaan
kata).
Kedua, penguasaan bahasa merupakan faktor yang sangat
penting dalam membaca karena pada hakikatnya membaca
merupakan kegiatan berkomunikasi dengan menggunakan media
bahasa tulis. Dengan menguasai bahasa yang digunakan dalam
bacaan, pembaca akan dapat memahami pesan yang disampaikan
penulis dengan tepat dan cepat.
Ketiga, minat terhadap bacaan merupakan faktor penting
dalam membaca. Dengan memiliki minat terhadap bacaan, akan
mendorong pembaca untuk selalu ingin mengetahui isinya. Dengan
demikian, kegiatan membaca dirasakan sebagai kegiatan yang
menyenangkan.
Keempat, kesiapan (kematangan) sosial dan emosional juga
berpengaruh terhadap keberhasilan membaca. Hal ini sesuai dengan
hakikat membaca sebagai kegiatan komunikasi dengan media bahasa
tulis. Dalam berkomunikasi, pihak yang berkomunikasi harus saling
menjalin hubungan yang harmonis. Untuk itu, kematangan sosial dan
emosional sangat penting agar pembaca dapat mengendalikan
emosinya.
Kelima,
kesiapan
fisik
terutama
kesehatan
indra
penglihatansangat menentukan keberhasilan membaca. Pada saat
membaca, pertama kali yang dilakukan oleh pembaca adalah
menangkap lambang-lambang tulisan.
Keenam, kemampuan berpikir sangat menentukan keberhasilan
membaca. Telah banyak hasil penelitian yang menunjukkan
hubungan antara kemmampuan berpikir atau ineligensi dengan
kemampuan membaca10
Syaiful Rijal mengemukakan bahwa seorang anak yang
mempunyai minat baca tinggi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Senantiasa berkeinginan untuk membaca. “Buku itu
gudangnya ilmu, membaca adalah kuncinya”. Sejatinya
10
Joko D Muktiono, Aku Cinta Buku, Cet.I, (Jakarta: PT.Elex Media Komutindo,
2003).
57
Lis Yulianti Syafrida Siregar - Peran Psikologi Komunikasi Dalam Mengembangkan ...
membaca nyaris identik dengan ilmu pengetahuan, suatu
aspek peradaban menusia yang utama mengantarkan
manusia dapat mengembangkan kehidupannya. Budaya
membaca merupakan salah satu penentu utama yang
membuat ilmu pengetahuan
berkembang pesat dan
mengantarkan manusia ke dalam kehidupan dinamis, serta
berwawasan luas sehingga manusia gampang dalam
menjalankan kehidupannya.
2. Mempunyai kebiasaan dan kontinuitas dalam membaca.
Pada saat ini minat dan kegemaran membaca masyarakat
kita masih tumbuh pada lapisan tertentu, yaitu kalangan
akademisi, tokoh masyarakat yang karena kedudukan dan
tugasnya dituntut untuk membaca. Bagi sebagian besar
masyarakat termasuk peserta didik, kegiaan membaca
belum merupakan kebiasaan bahakan mereka masih
menganggap bahwa tanmpa membaca sekalipun seseorang
dapat mencapai sesuatu yang diinginkan. Untuk itu harus
ada upaya yang sungguh-sungguh dan konsisten dalam
membudayakan gemar membaca.
3. Memanfaat setiap peluang waktu dengan membaca.
Kesempatan dan peluang untuk membaca banyak dimiliki
oleh setiap orang, namun sedikit yang dapat memanfaatkan
setiap peluang tersebut untuk membaca. Membaca adalah
satu hal yang kurang diminati oleh masyarakat umum
bahkan cenderung ditakuti karena dianggap membosankan
dan menjemukan. Hanya kalangan tertentu yang
mempunyai minat baca yang tinggi sajalah akan
menggunakan peluang waktu untuk membaca.
4. Faktor yang mempengaruhi untuk membaca. Membaca
untuk ebagaian orang memang hal yang sangat berat,
namun membaca untuk untuk sebagaian orang sebaliknya,
seorang yang terasa enggan atau berat dalam membaca
mungkin orang tersebut tidak memiliki tujuan yang lebih
luas dari suatu informasi yang diterimanya11
Peningkatan minat baca dapat dilakukan dengan berbagai cara
misalnya;
a. Menyediakan bahan bacaan
11
58
Al-Kuttab, Vol.1., No. 1, Juni 2013
b. Pemilihan bahan yang baik
c. Memiliki kesadaran dan minat yang tinggi terhadap
membaca
d. Penyediaan waktu untuk belajar
Sehingga bisa disimpulkan bahwa cara yang paling efektif untuk
meningkatkan minat baca adalah menciptakan kondisi cinta baca.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca pada umumnya dan
minat baca pada khususnya menurut Abu Ahmadi adalah sebagai
berikut:
1. Pembawaan.
Bila pembawaan miant tinggi, maka seseorang akan memiliki
dorongan dan semangat tinggi dalam melaksanakan
kegiatan membaca. Begitu pula sebaliknya.
2. Latihan dan kebiasaan
Menumbuhkan latihan dan kebiasaan membaca dalam diri
merupakan hal paling utama yang harus dilakukan para
pembaca dan pendidik.
3. Kebutuhan
Adanya kebutuhan tentang sesuatu memungkinkan
timbulnya perhatian terhadap objek tersebut.
4. Kewajiban
Membaca adalah suatu perintah dari langit. Pentingnya
membaca dalam pandangan Islam tergambar dalam ayat
pertama kali turun kepada Rosulullah.
5. Keadaan jasmaniberaktifitas banyak dan minatnyapun akan
berkurang.
Sehat jasmani juga merupakan faktor yang dapat
mempengaruhi minat baca. Jika kondisi jasmani terganggu
kesehatanya maka otomatis yang bersangkutan tidak dapat
beraktifitas banyak dan minatnyapun akan berkurang.
6. Suasana jiwa.
Jiwa adalah daya hidup rohaniyah yang bersifat abstrak yang
menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatanperbuatan.
7. Suasana sekitar.
Suasana sekitar yang kondusif secara absolute diakui sebagai
stimulus dalam meningkatkan minat secara umum.
8. Kuat tidaknya rangsangan.
59
Lis Yulianti Syafrida Siregar - Peran Psikologi Komunikasi Dalam Mengembangkan ...
Adanya rangsangan yang membangkitkan gairah dan
motivasi menumbuhkan semangat dan antusiasme sehingga
akan berpengaruh pada peningkatan minta seseorang12
Sejalan dengan itu Rosyidoi menjelaskan bahwa minat
membaca bukanlah suatu yang tumbuh secara otomatis, melainkan
minat baca ditanam, ditumbuhkan serta dipupuk sejak usia dini.
Dalam membangun minat baca diperlukan bantuan serta partisipasi
aktif dari seluruh komponen masyarakat mulai lingkungan rumah dan
sekolah, masayarakat, pemerintah. Minat baca yang tinggi adalah
suatu keadaan yang dapat memberikan harapan besar terhadap
prestasi dan kesuksesan anak pada masa itu ataupun masa yang akan
datang.13
Tujuan Membaca
Sadar ataupun tidak sadar kita membaca mempunyai tujuan
yang khusus, yang tidak sama dengan tujuan membaca orang lain.
Tentunya ada banyak macam tujuan dari kegiatan membaca
sebagaimana dijelaskan Nuryatim Hadi Saputra . Adapun tujuantujuan membaca tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mem,baca untuk menemukan fakta-fakta
2. Membaca untuk meperoleh ide-ide utama
3. Membaca untuk mengetahui urutan sesuatu
4. Mmebaca untuk menyimpulkan
5. Membaca untuk mengelompokkkan atau mengklasifikasikan
6. Membaca untuk menilai atau mengevaluasi
7. Membaca untuk membandingkan dan mempertentangkan14
Faktor Keberhasilan Membaca.
Banyak faktor yang menentukan keberhasilan seseorang dalam
membaca. Burns mengemukakan adanya enam faktor penting yang
menentukan keberhasilan seseorang dalam membaca. Keenam
faktor tersebut adalah yakni latar belakang pengetahuan dan
pengalaman pembaca terutama yang sesuai dengan materi bacaan,
12
Ahmadi, Abu. Ilmu Sosial Dasar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991).
Idris Kamah, Pola dan Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Pembinaan
Minat Baca, (Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2003).
14
Joko D Muktiono, Aku Cinta Buku, Cet.I, (Jakarta: PT.Elex Media Komutindo,
2003).
13
60
Al-Kuttab, Vol.1., No. 1, Juni 2013
penguasaan bahasa bacaan, minat terhadap bacaan, kesiapan sosial
dan emosional, kesiapan fisik, dan kemampuan berpikir 15
Pertama, pengelaman dan pengetahuan yang luas (skemata)
merupakan faktor yang sangat penting dalam membaca. Dengan
bekal pengetahuan dan pengalaman yang sesuai dengan materi
bacaan, pembaca mampu mengenali dan memahami konsep-konsep
dan kata-kata yang dibacanya, selanjutnya mampu memahami
makna kata-kata tersebut dengan tepat dan cepat. Pengalaman
merupakan dasar pembentukan konsep-konsep dan konsep-konsep
adalah dasar penguasaan kosakata (perbendaharaan kata).
Kedua, penguasaan bahasa merupakan faktor yang sangat
penting dalam membaca karena pada hakikatnya membaca
merupakan kegiatan berkomunikasi dengan menggunakan media
bahasa tulis. Dengan menguasai bahasa yang digunakan dalam
bacaan, pembaca akan dapat memahami pesan yang disampaikan
penulis dengan tepat dan cepat.
Ketiga, minat terhadap bacaan merupakan faktor penting
dalam membaca. Dengan memiliki minat terhadap bacaan, akan
mendorong pembaca untuk selalu ingin mengetahui isinya. Dengan
demikian, kegiatan membaca dirasakan sebagai kegiatan yang
menyenangkan.
Keempat, kesiapan (kematangan) sosial dan emosional juga
berpengaruh terhadap keberhasilan membaca. Hal ini sesuai dengan
hakikat membaca sebagai kegiatan komunikasi dengan media bahasa
tulis. Dalam berkomunikasi, pihak yang berkomunikasi harus saling
menjalin hubungan yang harmonis. Untuk itu, kematangan sosial dan
emosional sangat penting agar pembaca dapat mengendalikan
emosinya.
Kelima,
kesiapan
fisik
terutama
kesehatan
indra
penglihatansangat menentukan keberhasilan membaca. Pada saat
membaca, pertama kali yang dilakukan oleh pembaca adalah
menangkap lambang-lambang tulisan.
Keenam, kemampuan berpikir sangat menentukan keberhasilan
membaca. Telah banyak hasil penelitian yang menunjukkan
hubungan antara kemampuan berpikir atau intelegensi dengan
kemampuan membaca16
15
16
ibid
Op. cit
61
Lis Yulianti Syafrida Siregar - Peran Psikologi Komunikasi Dalam Mengembangkan ...
Pentingnya Minat Membaca Bagi Mahasiswa
Ungkapan “membaca” adalah kunci ilmu, sedangkan
gudangnya ilmu adalah buku. Sepintas ungkapan ini sederhana,
namun di dalamnya terkandung makna penting bahwa dalam hal
menuntut ilmu tidak terlepas dari membaca buku-buku. 17Akan tetapi
dalam hal alasan membaca, para mahasiswa mempunyai beberapa
alasan mereka membaca, seperti untuk mendapatkan gagasan yang
menyangkut esai dan tugas. Untuk meluaskan pengetahuan tentang
suatu bidang. Untuk memahami hal-hal yang telah ditulis oleh orang
lain mengenai topik yang diminati. Untuk memahami gagasangagasan dari kuliah atau seminar, atau dari sumber-sumber tertulis
lainnya. Untuk meningkatkan gaya tulisan. Untuk menghadapi ujian.
Untuk dapat menyebutkan beberapa nama ketika menuliskan tugas.
Untuk mendapatkan acungan jempol karena menampilkan rujukan
yang mengesankan dan kutipan hebat.
Dari beberapa alasan tersebut mempunyai dampak positif dan
negatif. Alasan positif membaca adalah bahwa membaca dapat
merangsang pikiran, meningkatkan gaya tulisan agar terhindar dari
kesalahan-kesalahan, serta mengontekstualkan argumen dan sudut
pandang yang disajikan dalam esainya, dengan mengaitkannya pada
hal-hal yang dituliskan orang lain. Sedangkan alasan negatif membaca
adalah hanya untuk menghadapi ujian, untuk mendapatkan acungan
jempol dari orang lain, serta hanyalah untuk memberikan kesan
cendekiawan, bukannya benar-benar menjadi cendekiawan. Adanya
alasan negatif mahasiswa membaca ini menggambarkan tidak adanya
minat membaca yang tulus dari mahasiswa atas dorongan diri
sendiri. Walaupun menumbuhkan minat baca bukanlah hal yang
mudah, mungkin dengan upaya-upaya yang dilakukan untuk
meningkatkan minat baca mahasiswa dapat merubah alasan mereka
untuk lebih baik lagi dalam membangun kepribadian dan
kemampuan intelektual mereka.
17
Dirjen Pendidikan Tinggi, Depdiknas RI., Perpustkaan Perguruan Tinggi buku
pedoman, edisi ketiga, (Jakarta: Depdinas RI Direktorat Pendidikan Tinggi, 2004).
62
Al-Kuttab, Vol.1., No. 1, Juni 2013
Daftar Pustaka
Ahmadi, Abu.
Ilmu Sosial Dasar, Jakarta: PT. Rineka Cipta,
1991.Anwar Arifin, Format Baru pengelolaan Pendidikan Dalam
UU Sisdiknas (no.20 tahun 2003); Cet.II, Pustaka Indonesia,
Jakarta
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Edisi Ketiga, Jakarta: Balai pustaka, 2001.
Dirjen Pendidikan Tinggi, Depdiknas RI., Perpustkaan Perguruan
Tinggi buku pedoman, edisi ketiga, Depdinas RI Direktorat
Pendidikan Tinggi, Jakarta, 2004
Djamarah, Syaiful Bahri. Pola Komunikasi Orang Tua & Anak Dalam
Keluarga, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004.
Efendy, Onong Uchjana. Dinamika Komunikasi, Bandung: Remaja
Rosda Karya, 2000.
Faturochman, 2006, Pengantar Psikologi Sosial, Cetakan I –
Yogyakarta, Penerbit Pinus
Idris Kamah, Pola dan Strategi Pengembangan Perpustakaan dan
Pembinaan Minat Baca, Perpustakaan Nasional RI. Jakarta,
2003
Joko D Muktiono, Aku Cinta Buku, Cet.I, PT.Elex Media Komutindo;
Jakarta, 2003
Mortimer J. Adler; Charles Van Doren, Cara Membaca Buku dan
Memahaminya, Cet. II, PT, Pantja Simpati, Jakarta, 1986
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 2002.
Noerhayati S, Pengelolaan Perpustakaan, Jilid I, Cet. I, Alumni,
Bandung, 1987
Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, Oktober 1996, edisi revisi
Rooijakkers, Cara Belajar di Perguruan Tinggi, Cet.XX, PT.Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta 2005
Yahyono, Yoyo. “Layanan Perpustakaan & Jasa Informasi”. Bahan
Ajar Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan. Jakarta:
Perpustakaan Nasional RI, 2004
63
Download