Gambar III.1 Struktur Organisasi PT.Samudra Mandiri Selatan

advertisement
BAB III
OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN
III.1 Objek Penelitian
III.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Samudra Mandiri Selatan adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
perdagangan perikanan basah baik secara lokal, ekspor maupun impor. Awal berdirinya
perusahaan ini dimulai dari tahun 1985. Pada waktu itu perusahaan ini hanya berupa
kapal-kapal saja untuk menangkap ikan dan kemudian menjual kembali ikan-ikan
tersebut kepada para pelanggannya. Pada saat itu pula perusahaan ini belum mempunyai
nama untuk usahanya dan hanya merupakan usaha kecil keluarga yang dilakukan
pemilik perusahaan tersebut. Usaha ini berjalan kurang lebih lima tahun dan mengalami
berbagai macam perkembangan yang cukup pesat dalam dunia usahanya.
Akhirnya pada tahun 1990, usaha ini berubah menjadi perseroan dan diberi nama
PT.Samudra Mandiri Selatan. Pencetus berdirinya PT. Samudra Mandiri Selatan ini
adalah Suasan, Lie Tjiau Hok, dan Weny Yuhadi. Lokasi yang dipilih sebagai pusat
perseroan ini adalah Jl Pakin 1 Rukan Mitra Bahari Bl B/5,Penjaringan, Jakarta 14440.
Berhubung persediaan barang dagang perusahaan ini sangatlah banyak dan dibutuhkan
gudang penyimpanan yang sangat luas, lokasi ini adalah hanya pusat perkantoran dari
PT. Samudra Mandiri Selatan, sedangkan gudang tempat penyimpanan persediaan
barang dagangnya berada di dua lokasi yang berbeda yaitu di Dadap dan Muara Baru.
Setiap gudang persediaan ini bisa berisi persediaan barang dagang dalam coldstorage
29
sebanyak kurang lebih 20 ton ikan yang terdiri dari berbagai macam jenis ikan yang
diperdagangkan.
PT.Samudra Mandiri Selatan telah mempunyai satu cabang perusahaan yang
berlokasi di Makariki, Ambon, dengan nama perseroan yang berbeda yaitu PT. Muroaji
Makariki Mandiri. PT. Samudra Mandiri Selatan juga mempunyai beberapa armada
kapal yang bernama Naili yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia untuk
menangkap ikan di daerah wilayah Perairan Indonesia. Kemudian hasil tangkapannya
menjadi salah satu sumber persediaan barang dagang perusahaan selain impor yang
dilakukan untuk ikan-ikan yang tidak ada di wilayah Perairan Indonesia.
Pelanggan-pelanggan perusahaan PT. Samudra Mandiri Selatan saat ini
kebanyakan bukanlah para pengguna akhir ( konsumen tingkat akhir ) melainkan para
produsen ikan kaleng, para distributor ikan basah, restoran-restoran besar, dan juga para
pedagang besar ikan basah. Pelanggan- pelanggan perusahaan ini juga tidak hanya
berasal dari Indonesia saja, karena PT. Samudra Mandiri Selatan juga melakukan ekspor
ke negara-negara lain seperti Srilanka, Singapore, China, Jepang, Korea, Malaysia,
India, Thailand, sebagian kecil Eropa, Taiwan, dan juga Hongkong.
III.1.2 Bidang Usaha Perusahaan
PT. Samudra Mandiri Selatan adalah perusahaan dagang yang bergerak di bidang
perikanan basah. Segala jenis ikan basah merupakan produk yang dijual-belikan
PT.Samudra Mandiri Selatan. Perdagangan yang dilakukan oleh PT.Samudra Mandiri
Selatan tidak hanya di wilayah Indonesia baik dalam maupun luar kota, namun juga
30
termasuk ekspor impor ke berbagai negara seperti Srilanka, Singapore, China, Jepang,
Korea, Malaysia, India, Thailand, sebagian kecil Eropa, Taiwan, dan juga Hongkong..
III.1.3 Produk-Produk Perusahaan
Produk (ikan) yang diperdagangkan oleh PT.Samudra Mandiri Selatan adalah sebagai
berikut:
No.
Nama Produk
1.
No.
Nama Produk
76.
Deles TB
2.
Dho 101-120
77.
Deles
3.
Dho 80-100 (lembek)
78.
Tengkek
4.
Lay benggol
79.
Salem 2lps
5.
Salem Krg + dus
80.
Salem
6.
Salem 6-8
81.
Salem
7.
Salem 12-15
82.
Kembung
8.
Kembung 4-6
83.
Salem 6-8
9.
Kembung 1/2 beku
84.
Salem 4-5
10.
Kembung ®
85.
Lay benggol 12-14
11.
Lay beng 12-14 2lps
86.
Lay benggol 10-12
12.
87.
Dho impor 200-300
13.
Salem 8-10
Salem plong biru 1/2
beku
88.
Salem BL
14.
Salem 2lps mm ocean
89.
Salem 6-8 Bagus
15.
Salem 2lps 1/2 beku
90.
Salem 6-8
Salem plastik biru
31
16.
91.
Sempel dada
17.
92.
Cakalang / 3krg
18.
Salem 6-8 mm ocean+
Lay beng 12-14 xhl 1/2
beku
93.
Meka
19.
94.
Deho krg
20.
Salem 6-8 mm ocean+
Lay beng 12-14 xhl 1/2
beku
95.
Layang 41-45
21.
Lay beng xhl ®
96.
Layang 46-80
22.
Lay beng 2lps frzn mrh
97.
Layang 121-200
23.
Lay beng 12-14 xhl
98.
Layang PP
24.
Salem 2lps + Bgl ®
99.
Lamadang / 82ekor
25.
Salem 6-8
100.
Layang 151-200 PP
26.
Lay beng 10-12 2lps
101.
Lamadang / 250ekor
27.
Baby Tuna/Cakalang krg
102.
Tenggiri
28.
Baby tuna/Tuna
103.
Lemuru
29.
Tuna ®
104.
Lay benggol plastik
30.
Ikan Campuran
105.
Layang plstk
31.
Dho/Komo 10-40
106.
Lemuru kecil plastik
32.
Cakalang 9krg
107.
Guntur
33.
Bentrong / Kawalinya
108.
Ekor Kuning
34.
Cakalang 40-70
109.
Lamadang
35.
Cakalang krg
110.
Layang
36.
Ikan campuran
111.
Lemuru
37.
Lemuru (2krg)
112.
Kembung
Bawal hitam
32
38.
Layang plastik
113.
Kakap merah
Deho 70-100
114.
Kakap putih
Lemuru plstkan
115.
Kakap hitam
Lemuru
116.
Kakap sejati
Bentrong besar
117.
Bunga baru / BBR
Salem 6-8 2lps
118.
Alu - alu
Salem 6-8 2lps lembek
119.
Layung
Lay benggol 2lps
120.
Tengiri B
Salem 6-8
121.
Bintana
Lay benggol 2lps
122.
Bentrong plastik
Layang 18-20
123.
Deho plastik
Salem 6-7
124.
Setan Buduk
Salem 8-10 lembek
125.
Spanyol
Salem 8-10
126.
Terisi
Salem 8-10
127.
Cesper/Kakap hitam
Salmon besar @ 15kg
128.
Meka
Deles
129.
Moro 3krg
benggol
130.
Air 88krg
Dho impor Gp cklt
131.
Korea 1krg
Lemuru 11-13
132.
Super 1krg
Lemuru 11-13
133.
Layang 151-200
Sirip
134.
Layang 200-400
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
33
60.
Bgl surimi @20
135.
Dho kecil
Surimi @20
136.
Dho besar
Lay Deles
137.
Lay benggol
Lay beng 12-14 2lps min
138.
Bentrong kecil
Lay beng 12-14 2lps
139.
Kembung kecil
Salem 10-12
140.
Lemuru
Salem 8-10 lembek
141.
Layur
Dho 200-300 (lembek)
142.
Layaran
Dho 200-300
143.
Alu- Alu
Dho 151-300
144.
Campuran
Dho 151-200
145.
Salmon besar
Hiu 10dw / 1krg
146.
Cumi pth
Hiu 7dw / 15krg
147.
Lay plastikan
Hiu 7-15dw / 93ekor
148.
Kembung (7krg)
Hiu 15up / 614ekor
149.
Hiu PC / 7krg
Hiu Daging Merah
150.
Hiu Baby Lokal / 2krg
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
III.1.4. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Perusahaan
Struktur organisasi yang digunakan di PT. Samudra Mandiri Selatan adalah
struktur organisasi garis dimana satu bawahan hanya memiliki satu atasan dan dimana
keduanya saling memiliki tanggung jawab. Dalam struktur organisasi yang seperti ini,
atasan memiliki wewenang kepada bawahan dan bawahan hanya menerima perintah dari
34
atasannya saja, dan selanjutnya bertanggung jawab secara penuh kepada atasannya atas
pekerjaannya. Struktur organisasi ini dipilih oleh perusahaan agar tidak terjadi banyak
kesalahpahaman antar divisi perusahaan.
Berikut ini adalah struktur organisasi PT.Samudra Mandiri Selatan:
RUPS
Komisaris
Direktur
Utama
Direktur
Operasional
Direktur
Keuangan
Manajer
Keuangan
HRD
Manajer
Pemasaran
Manajer
Pembelian
(Purchasing
Staff
Keuangan
Sales
Kepala
Supervisor
Gudang
Sales
Staff Gudang
(SQC )
Gambar III.1 Struktur Organisasi PT.Samudra Mandiri Selatan
Sumber: PT.Samudra Mandiri Selatan
35
Perusahaan yang baik mempunyai pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antar
karyawannya. Uraian fungsi dan tugas masing-masing posisi dalam PT. Samudra
Mandiri Selatan mempunyai pembagian tugas dan tanggung jawab antara lain sebagai
berikut :
1. Komisaris merangkap Direktur Utama
a. Melakukan pengawasan atas jalannya usaha PT. Samudra Mandiri Selatan
dan memberikan nasihat kepada direktur operasional dan direktur keuangan.
b. Dalam melakukan tugas, dewan direksi berdasarkan kepada kepentingan PT
dan sesuai dengan maksud dan tujuan PT.
c. Kewenangan khusus dewan komisaris, bahwa dewan komisaris dapat
diamanatkan dalam anggaran dasar untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu
direktur, apabila direktur berhalangan atau dalam keadaan tertentu.
d. Membuat risalah rapat dewan komisaris dan menyimpan salinan rapat.
e. Memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan.
2. Direktur Keuangan
a. Merencanakan arah jalannya perusahaan khususnya dalam hal keuangan.
b. Mengkoordinir dan mengorganisakan perusahaan pada jalur yang tepat.
c. Mengontrol baik secara langsung maupun tidak langsung kegiatan dan proses
pembelian dan penjualan baik ekspor, impor , maupun lokal.
d. Mengawasi kinerja perusahaan baik internal maupun external.
36
3. Direktur Operasional
a. Merencanakan arah jalannya perusahaan khususnya dalam
operasional
perusahaan.
b. Mengkoordinir dan mengorganisakan bagian operasional perusahaan pada
jalur yang tepat.
c. Mengontrol baik secara langsung kegiatan pemasaran, HRD, dan proses
pembelian dan penjualan baik ekspor, impor , maupun lokal.
d. Mengawasi kinerja perusahaan baik internal maupun external.
. 4. Manajer Keuangan
a. Mengawasi arus keluar masuk uang perusahaan.
b. Mengawasi laporan keuangan perusahaaan dari staff accounting.
c. Memeriksa laporan keuangan perusahaanvbaik secara bulanan maupun
tahunan.
d. Mengirim uang ke anak perusahaan atau cabang perusahaan di daerah.
e. Membantu kerja direktur keuangan.
5. HRD
a. Merekrut karyawan baru yang berpotensi bagi perusahaan.
b. Menempatkan karyawan dalam bidang - bidang yang sesuai dengan
kemampuan karyawan.
c. Melakukan pengawasan terhadap kinerja kerja karyawan secara menyeluruh.
d. Memberi sanksi terhadap karyawan yg melanggar aturan.
37
e. Bertanggung jawab atas absensi karyawan.
f. Membuat laporan absensi karyawan untuk diserahkan kepada Kepala
Keuangan yang nantinya akan dijadikan patokan pemberian gaji bagi
karyawan.
6. Manajer Pemasaran
a. Menentukan harga produk-produk yang diperdagangkan perusahaan.
b. Memasarkan produk kepada customer.
c. Menganalisis kondisi pasar dan para pesaing pasar.
d. Mengawasi penjualan dan pembelian produk.
e. Membantu kerja direktur operasional.
7. Manajer Pembelian
a. Menetapkan dan memelihara prosedur pembelian untuk mengendalikan
aktifitas pembelian di PT. Samudra Mandiri Selatan.
b. Mengesahkan dokumen pembelian sebelum dokumen dikirim ke pemasok.
c. Mengevaluasi serta memilih pemasok yang memenuhi persyaratan yang telah
ditetapkan.
8. Staff Keuangan
a. Memeriksa stock dan laporan operasional perusahaan.
b. Membuat laporan baik harian, bulanan, maupun tahunan.
c. Melakukan transaksi pembayaran baik itu pembelian maupun penjualan.
d. Mengikuti intruksi dari manager keuangan.
38
9. Sales Supervisor
a.
Mengkoordinir tim penjualan, agar dapat meningkatkan tingkat penjualan
dan apakah penjualan sudah sesuai dengan target.
b.
Membantu tim sales dan memberikan pelatihan dalam mencari, melayani
dan memaintain konsumen.
c.
Membantu mengatasi permasalahan tim sales dan ikut melakukan atau
mendampingi presentasi tim sales jika diperlukan.
d.
Membuat strategi-strategi penjualan dan mensosialisasikan kepada tim sales.
e.
Memberikan laporan penjualan tim sales baik itu mingguan, bulanan atau
tahunan.
f.
Memonitoring aktivitas tim sales.
g.
Memonitoring penjualan dan pembayaran customer dari tim sales.
h.
Menentukan pemberian diskon produk kepada tim sales dengan persetujuan
dari Manajer Pemasaran terlebih dahulu.
i.
Mensosialisasikan dan memberitahu informasi mengenai penjualan yang baru
kepada tim sales.
10. Kepala Gudang
a. Menjaga gudang dalam hal ini mengawasi serta mengontrol keluar masuk
barang.
b. Mengawasi dan mengontrol karyawan gudang.
c. Bertanggung jawab atas keluar masuknya bahan baku ataupun bahan jadi.
39
d. Bertanggung jawab untuk pembelian ataupun peralatan yang diperlukan untuk
kegiatan produksi.
e. Mengawasi jalannya pensortiran bahan.
f. Berhak menentukan barang dagang yang dijual oleh supplier diterima atau
tidak.
g. Membuat laporan stock bahan untuk diserahkan kepada manajer.
11. Sales
a. Melakukan promosi penjualan kepada customer.
b. Mencari, melayani, dan memaintain konsumen.
c. Membuat laporan penjualan kepada sales supervisor.
d. Mencari target pasar dari promosi penjualan.
12. Staff Gudang / Staff Quality Control
a. Menentukan grade/kualitas produk.
b.Ikut serta untuk menentukan harga dari produk.
c. Melakukan berbagai pekerjaan proses produksi ( pemotongan ikan dan
sebagainya ).
d. Membantu kerja dan tugas kepala gudang.
40
III.1.5 Prosedur Operasional Pengelolaan Persediaan Barang
Prosedur operasional pengelolaan persediaan barang dagang secara umum yang berlaku
di PT. Samudra Mandiri Selatan dari supplier sampai customer adalah sebagai berikut:
Supplier
Cleaning
Weighing
Quality Check
Local Market
Freezing
ABF
Export
Loin / Trimming
Quality Check
Export
Local Market
Carbonmonoxide
Injection (CO2) &
Freezing
Store in box with soft ice
Delivery ( Customer )
Gambar III.2 Kerangka Prosedur Operasional Pengelolaan Persediaan Barang Dagang
PT. Samudra Mandiri Selatan
Sumber: PT.Samudra Mandiri Selatan
41
Prosedur operasional pengelolaan persediaan barang dagang secara umum pada
PT. Samudra Mandiri Selatan pertama-tama dimulai dari barang dagang (ikan) yang
diperoleh baik dari supplier maupun dari penangkapan. Kemudian ikan tersebut
dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat dan juga pembersihan insang dan organ
dalam ikan lainnya agar tidak mudah membusuk (cleaning).
Selanjutnya ikan-ikan yang telah dibersihkan tersebut masuk ke dalam proses
weighing yang dimana ikan ditimbang kemudian dicatat berapa berat ikan tersebut.
Setelah proses ini, ikan-ikan tersebut masuk ke dalam proses quality check pertama yang
merupakan pengecekan standar ekspor
ikan apakah ikan telah memenuhi standar-
standar yang ada agar ikan dapat dijual ekspor ke negara-negara lain. Ikan-ikan yang
tidak memenuhi standar ekspor akan dijual ke pasar lokal dan akan masuk ke dalam
proses freezing ABF atau proses pembekuan ikan, sedangkan ikan-ikan yang telah lolos
seleksi quality check pertama ini akan dijual untuk ekspor ke negara lain dan akan
masuk ke dalam proses loin atau trimming yang merupakan proses dimana ikan dibelah
menjadi 4 pieces kemudian proses pengupasan kulit ikan, pengambilan daging hitam,
serta pengikisan daging merah supaya lebih rata tekstur ikan tersebut.
Setelah proses di atas, ikan kemudian masuk kembali dalam quality check kedua
dimanadaging ikan-ikan tersebut kembali dilakukan pengecekan apakah setelah melalui
proses loin atau trimming, daging ikan tersebut masih memenuhi standar ekspor atau
tidak. Apabila daging ikan-ikan tersebut tidak memenuhi standar ekspor, maka daging
ikan tersebut akan masuk ke dalam pasar lokal untuk dijual. Sebelum dipasarkan ke
pasar lokal, ikan terlebih dahulu melalui proses carbonmonoxide injection (CO2) &
42
freezing yang merupakan proses penyuntikan udara carbonmonoxida ke daging ikan
supaya dapat tahan lebih lama. Sementara daging ikan yang memenuhi standar ekspor
setelah quality check kedua akan masuk ke dalam store in box with soft ice yang
merupakan tempat penyimpanan ikan yang telah siap untuk diekspor ke customer.
Selanjutnya perusahaan menunggu pesanan, dan kemudian ikan-ikan dalam store in box
with soft ice siap dikirim atau delivery ke customer negara-negara lain.
PT.
Samudra
Mandiri
Selatan
memiliki
kebijakan
dalam
mengelola
persediaannya sebagai berikut:
a. Untuk metode pencatatan atas persediaan barang, perusahaan menggunakan
metode persediaan perpetual (Perpetual Inventory Method).
b. Untuk metode penilaian atas persediaan barang, perusahaan menggunakan
metode FIFO (First In First Out).
Metode stock opname yang digunakan PT. Samudra Mandiri Selatan dalam
mengecek kesesuaian jumlah antara barang yang terdapat di gudang persediaan dengan
jumlah barang yang dicatat dalam pencatatan akuntansinya adalah sebagai berikut:
a.
Pada saat melakukan perhitungan fisik, maka pihak penghitung harus
memberikan label pada ikan-ikan yang telah dihitung tersebut.
b.
Pada saat pengambilan barang/pemasukan barang maka pihak gudang
memberikan label pada barang tersebut, tujuannya adalah pada saat dilakukan
stock opname oleh pihak penghitung maka pihak penghitung akan memberikan
notes bahwa barang tersebut sebelumnya telah diambil.
43
III.1.5.1 Prosedur Pengadaan atau Pembelian Persediaan Barang Dagang
E
Mulai
Berdasarkan
BPPR
FAKTUR
PEMBAYARAN
Cek
1
jumlah
Barang
( ditandatangani )
Mencatat jml
& harga
satuan
Barang
ada?
Y/T
T
Membuat laporan
(Purchase
Requisition)
A
Y
BPPR
Tidak pesan
barang
Selesai
T
KETERANGAN :
BPPR :
Buku Pemasukan dan
Pengeluaran Barang
Gambar III.3 Flowchart Pengadaan Persediaan Barang Dagang
( Bagian Gudang & Administrasi )
44
A
C
Pemesanan barang
sesuai PR
3
2
Surat jalan
Memesan
barang /
Membuat PO
1
Bersama
barang
B
Memeriksa dan
Barang
mencocokan barang
dengan PO
3
2
1
(PO)
T
Purchase Order
Cocok?
Y/T
Y
B
D
Tandatangani
surat jalan
2
1
Bersama uang /
FAKTUR
PEMBAYARAN
cek/ giro
)
Supplier
E
Gambar III.4 Flowchart Pengadaan Persediaan Barang
(Manajer Pembelian/Penerima Barang )
45
B
1
PO
Konfirmasi
pesanan
Kirim
barang
pesanan
1
2
Surat jalan
3
C
Gambar III.5 Flowchart Pengadaan Persediaan Barang
( Supplier )
46
III.1.5.2 Prosedur Pengeluaran Persediaan Barang Dagang
Mulai
Order pembeli
Persediaan
memadai?
Pemberitahuan
T
Y
ke manajer pembelian
YY/T
F
Membuat
nota
(Rangkap 3)
3
2
1
NOTA PENJUALAN
Kirim?
BPPR
Cek
pembayaran
F
T
Y/T
Y
Belum lunas (tunda
pe pengiriman
Bersama pesanan
barang
F
Selesai
Gambar III.6 Flowchart Proses Pengeluaran Barang
( Bagian Gudang & Administrasi )
47
III.2 Desain Penelitian
III.2.1 Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar merupakan data primer,
yang merupakan data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian. Data primer
itu antara lain terdiri dari sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan, prosedur
yang berlaku di perusahaan, tugas pokok dari masing-masing divisi perusahaan yang
bertanggung jawab, data yang didapat dari hasil wawancara, dan data yang didapat dari
hasil pengamatan atau observasi secara langsung, serta data yang berhubungan dengan
fungsi persediaan barang dagang di perusahaan tersebut.
III.2.2 Teknik Pengumpulan Data
Data merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam suatu penelitian,
karena data itu sendiri yang membantu menentukan hasil dari suatu penelitian. Data
yang baik adalah data yang akurat, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan dalam suatu
penelitian. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer yang secara
langsung diambil dari objek
penelitian oleh peneliti. Data primer itu bersumber
langsung dari objek penelitian yang terdiri dari sejarah perusahaan, struktur organisasi
perusahaan, prosedur dan kebijakan yang berlaku, tugas pokok dari masing-masing
divisi perusahaan yang bertanggung jawab, data yang didapat dari hasil wawancara atau
interview, data yang didapat dari hasil pengamatan atau observasi secara langsung
terhadap kegiatan perusahaan, serta data yang berhubungan dengan fungsi persediaan
barang dagang di perusahaan tersebut.
48
Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:
1. Penelitian lapangan ( field research )
Penelitian lapangna merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan secara
langsung dengan melakukan pengamatan untuk memperoleh informasi dan data
yang dibutuhkan dengan cara sebagai berikut:
a. Wawancara
Wawancara yang dilakukan dengan staf akuntansi dan juga beberapa
karyawan lainnya yang berhubungan dengan persediaan barang dagang di
perusahaan yang berwenang untuk memperoleh data dan informasi yang
dibutuhkan dalam penelitian. Wawancara juga dilakukan untuk
memperoleh informasi mengenai kebikan dan prosedur yang dijalankan
oleh karyawan di perusahaan PT. Samudra Mandiri Selatan.
b. Observasi
Observasi atau pengamatan secara langsung juga dilakukan terhadap
aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam hal yang berkaitan dengan
persediaan barang dagangnya untuk mendapatkan gambaran secara umum
tentang keseluruhan kegiatan perusahaan.
2. Penelitian Kepustakaan ( library reserach )
Penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca dan mempelajari literatur,
buku-buku referensi, tulisan-tulisan ilmiah, dan sumber-sumber data lainnya
yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian untuk memperoleh
data yang relevan.
49
3. Daftar Pertanyaan ( Questionnaire )
Daftar pertanyaan merupakan serangkaian pertanyaan-pertanyaan tertulis yang
ditunjukan kepada pimpinan, staff, dan pihak-pihak yang terkait untuk
memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Pertanyaan yang
diajukan berhubungan dengan pelaksanaan otorisasi transaksi, pelaksanaan
pemisahan fungsi, serta kebijakan-kebijakan yang ditetapkan mengenai audit
operasional dan hal-hal lain yang dapat mendukung pelaksanaan penelitian.
Daftar pertanyaan juga membantu peneliti untuk mendapatkan informasi apakah
pelaksanaan prosedur dan kebijakan dalam perusahaan telah berjalan ekonomis,
efektif, dan efisien. Dokumentasi merupakan salah satu cara yang digunakan
dengan cara mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen yang
berhubungan dengan objek yang diteliti.
III.2.3 Metode Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan diproses secara lebih lanjut.
Data tersebut diolah agar menjadi informasi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang ada. Teknik pengelolaan data pada penelitian ini adalah editing,
verifikasi, analisis, dan juga tabulasi. Editing merupakan penelitian kembali data yang
telah diperoleh selama pengumpulan data apakah data atau catatan tersebut sudah cukup
baik untuk digunakan ke tahap penelitian selanjutnya sehingga dapat meningkatkan
keandalan data yang diolah. Editing biasanya dilakukan terhadap daftar pertanyaan yang
diisi melelui wawancara formal dengan pimpinan staff perusahaan.
50
Analisis (analyzing) merupakan teknik mengolah data yang dapat dilakukan
dengan menganalisis data yang berupa angka maupun tulisan dengan menggunakan
substantive test. Analisis ini akan digunakan untuk kepentingan penelitian ke depannya.
Verifikasi (verifying) merupakan kegiatan menganalisis data yang telah diperoleh
untuk mengetahui benar atau tidaknya hasil survei yang telah dilakukan. Tujuan
melakukan verifikasi adalah untuk mengetahui apakah hasil-hasil tersebut sesuai dengan
teori yang ada yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian. Verifikasi ini dilakukan
karena dalam penelitian sering sekali ditemukan kesalahan yang disebabkan slah
interpretasi oleh pewawancara. Hal ini terjadi karena jawaban yang diberikan oleh pihak
perusahaan terkadang disalahartikan oleh pewawancara.
Tabulasi (tabulating) merupakan teknik pengolahan data ke dalam bentuk tabel
yang bertujuan agar data menjadi lebih mudah dibaca dan dipahami. Pada tahap ini, data
disusun secara ringkas dan dirangkum dari seluruh data yang telah diperoleh.
51
Download