Data Administrator

advertisement
Database management system (DBMS) adalah koleksi
data-data yang saling berkaitan dan sebuah program
untuk mengakses data tersebut. Kumpulan Data tersebut
biasanya disebut dengan database, berisi tentang
informasi yang relevan dengan organisasi. Tujuan utama
dari DBMS adalah menyediakan cara untuk menyimpan
data tersebut dan mengakses informasi database yang
secara nyaman dan efisien.
 Database system didesain untuk mengatur informasi yang
besar. Management data terdiri dari mendefinisikan
struktur dari penyimpanan informasi dan menyediakan
mekanisme untuk memanipulasi data informasi. Sebagai
tambahan, database system harus memastikan
keamanan informasi yang di simpan, dari sistem crash
atau akses dari pihak luar yang tidak berhak. Jika data
harus dibagi di antara beberapa pengguna, sistem harus
menghindari hasil yang tidak semestinya.


Menurut Ramez Elmasri mendefinisikan basis
data lebih dibatasi pada arti implisit yang
khusus, yaitu:
› Basis data merupakan penyajian suatu aspek dari
dunia nyata (real world).
› Basis data merupakan kumpulan data dari berbagai
sumber yang secara logika mempunyai arti implisit.
Sehingga data yang terkumpul secara acak dan
tanpa mempunyai arti, tidak dapat disebut basis
data.
› Basis data perlu dirancang, dibangun dan data
dikumpulkan untuk suatu tujuan. Basis data dapat
digunakan oleh beberapa user dan beberapa
aplikasi yang sesuai dengan kepentingan user







Banking: all transactions
Airlines: reservations, schedules
Universities: registration, grades
Sales: customers, products, purchases
Online retailers: order tracking, customized
recommendations
Manufacturing: production, inventory,
orders, supply chain
Human resources: employee records,
salaries, tax deductions
DBMS dapat diartikan sebagai program
komputer yang digunakan untuk
memasukkan, mengubah, menghapus,
memodifikasi dan memperoleh
data/informasi dengan praktis dan efisien
 sistem manajemen database (DBMS), atau
program database, adalah perangkat
lunak yang memungkinkan Anda untuk
membuat, mengakses, dan mengelola
database.





Kepraktisan. DBMS menyediakan media
penyimpan permanen yang berukuran kecil
namun banyak menyimpan data jika
dibandingkan dengan menggunakan kertas.
Kecepatan. Komputer dapat mencari dan
menampilkan informasi yang dibutuhkan
dengan cepat.
Mengurangi kejemuan. Pekerjaan yang
berulang-ulang dapat menimbulkan
kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin
tidak merasakannya.
Update to date. Informasi yang tersedia selalu
berubah dan akurat setiap







Pemusatan kontrol data. Dengan satu DBMS di bawah kontrol satu
orang atau kelompok dapat menjamin terpeliharanya standar kualitas
data dan keamanan batas penggunaannya serta dapat menetralkan
konflik yang terjadi dalam persyaratan data dan integritas data dapat
terjaga.
Pemakaian data bersama (Shared Data). Informasi yang ada dalam
basis data dapat digunakan lebih efektif dengan pemakaian beberapa
user dengan kontrol data yang terjaga.
Data yang bebas (independent). Program aplikasi terpisah dengan
data yang disimpan dalam komputer.
Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru.
Pemakaian secara langsung. DBMS menyediakan interface yang
memudahkan pengguna dalam mengolah data
Data yang berlebihan dapat dikontrol. Data yang dimasukkan dapat
terjadi kerangkapan (redudant), untuk itu DBMS berfungsi untuk
menurunkan tingkat redudancy dan pengelolaan proses pembaruan
data.
Pandangan user (user view). Ada kemungkinan basis data yang diakses
adalah sama, maka DBMS mampu mengatur interface yang berbeda
dan disesuaikan dengan pemahaman tiap user terhadap basis data
menurut kebutuhan



Biaya. Kebutuhan untuk medapatkan
perangkat lunak dan perangkat keras yang
tepat cukup mahal, termasuk biaya
pemeliharaan dan sumber daya manusia
yang mengelola basis data tersebut.
Sangat kompleks. Sistem basis data lebih
kompleks dibandingkan dengan proses berkas,
sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan
dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat
dalam satu lokasi dapat beresiko kehilangan
data selama proses aplikasi
Berikut ini merupakan daftar DBMS yang terkenal.

Pertimbangkan dari perusahaan bank yang
menyimpan informasi tentang semua pelanggan
dan rekening tabungan. Salah satu cara untuk
menyimpan informasi pada komputer adalah
dengan menyimpannya dalam file sistem operasi.
Untuk memungkinkan pengguna untuk memanipulasi
informasi, sistem memiliki sejumlah program aplikasi
yang memanipulasi file, termasuk:
› Sebuah program untuk mendebet atau kredit account
› Sebuah program untuk menambahkan account baru
› Sebuah program untuk menemukan keseimbangan
account
› Sebuah program untuk menghasilkan laporan bulanan




Data redundansi dan tidak konsisten.
Kesulitan dalam mengakses data.
Data isolasi. Karena data yang tersebar di berbagai
file, dan file mungkin dalam format yang berbeda,
menulis program aplikasi baru untuk mengambil data
yang sesuai akan menjadi sulit. Satu dgn dBASE,
lainnya dgn Excel, lainnya dengan program yang
sudah tersedia
Masalah Integritas. integritas data sulit diterapkan.
Pembatasan biasanya melalui program yang
mengakses data. Misal untuk membatasi kolom
SALDO dari suatu data perbankan agar saldo tidak
boleh negatif. Penambahan constraint baru juga
lebih kompleks
Masalah Atomicity. Dalam banyak aplikasi, sangat
penting bahwa, jika terjadi kegagalan, data dikembalikan
ke keadaan konsisten yang ada sebelum kegagalan.
Pertimbangkan sebuah program untuk mentransfer $ 50
dari rekening A ke B. akun Jika kegagalan sistem terjadi
selama pelaksanaan program ini, adalah mungkin bahwa
$ 50 telah dihapus dari akun A tetapi tidak dikreditkan ke B
akun.
 Konkuren-akses anomali. akses bersama dengan menjaga
data tetap aman lebih kompleks untuk diakomodasi.
Akses bersama diperlukan untuk meningkatkan unjuk
kerja, apalagi dengan data yang banyak dan dipakai
oleh banyak bagian dalam organisasi. Akses bersama
yang tidak dikelola dengan baik dapat mengarah ke
ketidakkonsistenan data.
 Masalah keamanan


Agar sistem bermanfaat, pengguna
seharusnya dapat memanggil data secara
efisien. Karena kebanyakan pengguna
sistem basis data adalah orang yang
kurang terlatih dibidang teknologi
computer, pengembang menyembunyikan
kompleksitas sistem dari pengguna. Ini bisa
dilakukan dengan menyediakan beberapa
tingkat abstraksi yang bertujuan
menyederhanakan interaksi dengan sistem.

PERINGKAT FISIK (Physical level)
Peringkat fisik Merupakan Peringkat
terendah dari abstraksi yang
mendeskripsikan bagaimana data
sesungguhnya disimpan dalam media
penyimpanan fisik seperti hardisk, pita
magnetik, dan sebagainya. Peringkat fisik
mendeskripsikan struktur data peringkat
rendah yang kompleks secara terperinci.
Contohnya adalah struktur data yang
digunakan, pola representasi bit yang
digunakan, dan sebagainya.
PERINGKAT LOGIKA (Conceptual level)
Peringkat Logika adalah Abstraksi yang mendeskripsikan
data yang disimpan di basis data dan hubungan antara
data-data tersebut. Peringkat logika mendeskripsikan
basis data dengan struktur relatif sederhana. Pengguna
pada peringkat logika tidak perlu mengetahui kerumitan
dari peringkat fisik. Administrator basis data, seseorang
yang memutuskan jenis informasi yang disimpan di basis
data, menggunakan abstraksi peringkat logika.
 PERINGKAT PENGGUNA
Peringkat pengguna merupakan Peringkat tertinggi dari
abstraksi.Meskipun peringkat logika sudah cukup
sederhana, pada basis data yang sangat besar,
kompleksitas masih banyak di jumpai. Peringkat
pengguna menyederhanakan interaksi pengguna
dengan sistem. Peringkat pengguna yang sering dijumpai
adalah antarmuka pengguna grafis (GUI) pada
perangkat lunak aplikasi basis data.

View Level 1
View Level 2
View Level n
...
Conceptual Level
Physical Level
Cara Pandang Data




Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data
(field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi
dari ketiganya adalah sebagai berikut:
Elemen data (field) adalah satuan data terkecil yang
tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang
bermakna. Misalnya data siswa terdiri dari NIS, Nama,
Alamat, Telepon atau Jenis Kelamin.
Rekaman(record) merupakan gabungan sejumlah
elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari
rekaman adalah baris atau tupel.
Berkas (file) adalah himpunan seluruh rekaman yang
bertipe sama
Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan
berkas (file)
Database administrator adalah orang yang
memiliki kontrol utama terhadap keseluruhan
sistem basis data (mencakup data &
program).
 Fungsi dari database administrator adalah:

Pendefinisian skema.
Pendefinisian struktur penyimpanan & metode akses.
Modifikasi skema & organisasi fisik.
Pemberian otorisasi bagi pengaksesan data.
Tugas dari database administrator adalah
Mendefinisikan bagian basis data yang mana yang
dapat diakses oleh seorang pemakai, termasuk operasioperasi yang dapat dilakukan.
 Spesifikasi batasan integritas.





 Data
Administrator adalah orang
yang bertanggung jawab dalam
kontrol terhadap data.
 Fungsi dari data administrator adalah
 Menentukan data apa yang harus disimpan.
 Menentukan aturan dalam penanganan
data.
Download