Yohanes 10:40-42 - GRII Kelapa Gading

advertisement
GRII Kelapa Gading
Khotbah Minggu (29 Maret 2015)
Pengkhotbah : Pdt. Billy Kristanto, Th.D Tema : ……....….…..……………...….........
Nas Alkitab
Tahun ke-16
Arti Kebangkitan
: .............................................................................................................
Bp. Jethro Rachmadi
Lukas 24:36-49
Ringkasan Khotbah
773/812
05 April 2015
GRII KG 773/812 (hal 4)
Bicara mengenai kebangkitan ada dua
pendekatan yang bisa kita lakukan, yang
pertama of course yang mengatakan hal-hal
historis bahwa kebangkitan ini benar-benar
terjadi, ini untuk menghadapi orang-orang
yang tidak percaya akan kebangkitan tubuh.
Yang kedua yang lebih bersifat spiritual yaitu
ya okelah ada kebangkitan, artinya apa buat
kita? Dan kita akan coba bahas keduanya
pada hari ini, mungkin kita akan tertarik atau
condong pada salah satu aspek, mungkin,
tetapi actually dua-duanya penting. Bukan
hanya kita perlu percaya bahwa Yesus itu
bangkit, tetapi kita juga mungkin perlu tahu
bagaimana untuk bicara kepada orang lain.
Pada hari ini kesulitan orang dalam
menghadapi kebangkitan, itu bukan hanya isu
supernatural lagi, dulu itu problemnya kan
mukjizat atau tidak mukjizat, orang punya
worldview yang mekanistik, orang berpikir
bahwa universe itu teratur, and therefore yang
sudah mati ya mati, tidak bisa lagi bangkit dari
kubur dsb. Tapi hari ini isu-isu mengenai
aspek historis tidak cuma dalam hal itu saja,
moreless hal itu sebetulnya sudah ditinggalkan
juga, karena zaman sekarang sudah masuk ke
mekanika quantum, kalau kita mulai mengerti,
begitu kan ya? Mereka mulai melihat bahwa
ternyata tidak semua dari dunia ini mekanistik,
bahkan banyak hal yang kita tidak bisa tahu
dalam science, science ada banyak sekali
tebakannya, so dari sisi yang itu sebenarnya
sudah tidak terlalu ada lagi. Tetapi biasanya
isu yang hari ini muncul itu adalah dari
masalah interpretasi teks, misalnya ada yang
berkata, saya tidak percaya kebangkiktan,
kenapa? Kamu itu salah baca, kamu baca buku
cerita seperti buku sejarah, ini bukan buku
sejarah, ini buku yang isinya cerita, buku ini
tujuannya
untuk
menginspirasi,
untuk
membawa kesalehan kepada kamu, ini bukan
untuk mencatat kejadian sejarah. Jadi kalau
kamu lihat hal-hal seperti mukjizat, orang
bangkit dari kubur dsb., kamu harus tahu
spiritual meaning-nya apa? Bukan masalah
bangkit itu benar atau tidak? Lalu keberatan
yang lain adalah kamu harus tahu juga bahwa
buku-buku ini ditulis bukan dari kacamata
objektif seorang sejarahwan, ditulis oleh
orang-orang yang memang ingin Yesus itu
bangkit, mereka itu baru mengalami tragedi,
dimana pemimpin mereka itu mati. Maka tidak
heran kalau dalam hati mereka yang terdalam
penuh dengan dukacita, mereka ingin sekali
Allah mereka bangkit, jadi kamu jangan terima
bulat-bulat hal seperti ini, kurang meyakinkan,
karena ini kacamatanya sama sekali tidak
objektif.
Ada seorang scholar yang lumayan
terkenal, yang mengatakan bahwa orang yang
bilang bahwa catatan Lukas dan injil lainnya
itu bukan mencatat fakta sejarah, itu orang
yang tidak mengerti literatur. Alkitab itu
seringkali justru ditulis dengan bahasa yang
kurang inspirasional, tidak make sense kalau
kita mengatakan bahwa ini adalah satu buku
yang bersifat buku cerita, ini bukan mencatat
sejarah, tidak make sense. Kenapa alkitab
justru memakai bahasa yang sangat-sangat
biasa? Dalam PL, tema mengenai kebangkitan,
itu sebenarnya sangat-sangat jarang dibahas
dan hanya satu account yang mendeskripsikan
seperti apa orang yang sudah bangkit itu? Itu
ada di kitab Daniel dan di kitab Daniel
dikatakan bahwa orang-orang bangkit itu
bersinar seperti matahari, kalau misalnya kita
adalah penulis injil dan ceritanya kita ingin
membuat cerita yang membuat orang
terkesima, dan terinspirasi, apakah kita akan
menulis, Yesus setelah bangkit tiba-tiba
muncul, begitu saja? Pintu terkunci, tiba-tiba
Dia masuk, kenapa tidak tulis, kalau mau
benar-benar inspirasional, waktu Dia muncul
bercahaya seperti jutaan matahari, Dia masuk
dan pintu terdobrak dihadapanNya, Dia
masuk dan kami semua melihat dengan…….,
kenapa tidak tulis seperti itu saja? Dalam ayat
42 dituliskan, Dia cuma tiba-tiba muncul dan
lalu dikatakan, mereka memberikan kepada
Dia sepotong ikan goreng, wow kita
merasakan ada siraman rohani yang dibawa
oleh ayat tersebut, begitukah? Kenapa kita
tidak menuliskan, sepotong ikan goreng,
tetapi bukan ikan sembarangan, gorengannya
juga bukan sembarang goreng, ini memakai
bumbu ini dst., kalau memang mau
inspirasional, kenapa tidak tulis seperti itu?
Kenapa menulis ayat-ayat yang sangat-sangat
biasa, diberikan sepotong ikan goreng, artinya
apa, kita tidak tahu?
Justru karena itulah kita tahu gaya
bahasa dari pada literatur ini adalah gaya
bahasa yang mencatat sejarah, kenapa
diberikan ikan goreng? Karena itulah yang
tejadi, bukan karena mereka mau membuat
kalimat-kalimat inspirasional dari hal seperti
ini. Jadi keberatan yang pertama, ini buku
cerita, bukan catatan sejarah, kita memang
tidak percaya bahwa buku alkitab itu hanya
catatan sejarah, tetapi alkitab juga bukan tidak
berdasarkan sejarah, itu satu hal yang jelas.
Kita bisa lihat dari teks-nya, kita bisa lihat dari
bagaimana mereka menuliskannya? Tadi kan
GRII KG 773/812 (hal 1)
“Arti Kebangkitan”
“Arti Kebangkitan”
saya objection yang sudah dibahas tadi, bahwa
orang-orang ini kepengen Yesus bangkit dan
bukan hanya mereka ingin, mereka itu primitif,
mereka itu masih hidup dalam zaman-zaman
dimana ada hal-hal yang serba mistik dan
tahayul itu diterima luas, iya kan ya? Kan
buktinya mereka bisa ngumpul di kolam yang
mereka percaya, kalau ada riaknya itu berarti
malaikat turun dan berarti kalau orang terjun
pada saat itu akan sembuh dsb., yaaah tidak
terlalu jauhlah mereka bisa menerima orang
bangkit dari kubur, tetapi kan kita tidak
seperti itu, kita kan orang modern? Kita sudah
tahu bahwa hal-hal seperti itu tidak mungkin
dsb., ya sekali agi, jangan lupa faktor
psikologisnya, mereka waktu itu harapannya
begitu tinggi, Yesus itu akhirnya setelah sekian
lama tidak mau masuk ke Yerusalem, akhirnya
dia mau masuk ke Yerusalem, ini artinya apa?
Ini hari kudeta, Dia akhirnya akan mengambil
kekuasaan, waktu masuk lewat prosesi pula?
Akhirnya kabinet baru akan dibentuk dan saya
akan jadi menteri, eh tiba-tiba caspres-nya
dibunuh, ya mereka begitu sedih, luka batin,
tidak bisa menerima realita, akhirnya
halusinasi, karena mereka ingin sekali Yesus
bangkit, bisa kan seperti itu? Ada banyak kok
kasusnya terdokumentasi, bagaimana orangorang yang begitu sayang sama satu orang,
begitu orang itu meninggal, dia kadangkadang bisa halusinasi melihat orang itu,
kadang-kadang sangat-sangat jelas. Maka ini
adalah satu cerita yang simply mereka
ceritakan kepada diri mereka berulang kali
sampai akhirnya mereka percaya sendiri, kita
juga sering seperti itu kan ya? Psikololgi
zaman modern, kalau kita tidak bisa terima
realita, kenapa ya orang-orang di kantor dan
di gereja saya tidak suka sama saya? Oooh
saya akan katakan ini bahwa mereka itu yang
tidak benar, mereka itu tidak senang karena
saya ini pembawa kebenaran, lama-lama saya
mengatakan pada diri saya sendiri, lama-lama
saya percaya sendiri fakta itu, itu kan psikologi
modern? Scholar ini mengatakan, argumentasi
seperti ini, itu make sense untuk orang-orang
abad 21, tetapi itu justru sama sekali tidak
make sense buat orang-orang abad pertama.
Ini very interesting, waktu Yesus bangkit
injil mencatat reaksi mereka itu apa?
Tercengan, kaget, mereka bilang, mereka
sendiri pikir mereka melihat hantu, orang
pertama yang curiga bahwa semua itu
halusinasi, itu bukan orang abad ke 21, yang
pertama curiga adalah mereka sendiri waktu
melihat. Mereka sendiri pun tidak menyangka
dan tidak expect bahwa Yesus akan bangkit?
Sekali lagi, respon mereka itu bukan guyonan
sama Tuhan, eeh mana dong, coba lihat
bolongnya dst., mereka tidak bicara seperti
itu. Apakah benar orang Yahudi pada zaman
itu lebih terbuka secara kepercayaan terhadap
kebangkitan orang mati dari pada zaman
modern? Ini pun juga tidak benar, orang
Yahudi memang punya konsep kebangkitan
orang mati, tapi tidak ada satupun dari
mereka yang percaya orang bisa bangkit
sendirian sekarang, mereka percaya bahwa
semua orang itu akan bangkit nanti, kelak
kalau dunia sudah berakhir. Di dalam zaman
Tuhan Yesus yang mengklaim titel mesias, itu
bukan hanya Dia seorang, ada banyak orangorang lain yang mengklaim titel mesias dan
yang terjadi adalah banyak dari mereka juga
mati di tangan pemerintah, disalibkan,
dibunuh dll., dengan cara yang mirip dengan
Tuhan Yesus. Tetapi tidak ada satupun dari
orang-orang ini, pengikut-pengikutNya yang
mengklaim bahwa pemimpinnya bangkit dari
kematian, dari kubur, kenapa? Waktu saat itu
pilihan mereka hanya dua kalau pemimpin
mereka mati, either mereka bubar atau
mereka angkat pemimpin baru, mereka tidak
merasa bahwa mengklaim orang bangkit dari
kubur, berarti itu satu opsi, kenapa? Karena
konsep mereka tidak menerima kebangkitan
pada hari ini, satu orang, tidak bisa, mereka
tidak terima itu, itu satu hal yang tidak masuk
dalam otak mereka. Very interesting hanya
pengikut Yesus yang mengklaim itu dan
kenapa pengikut Tuhan Yesus tidak pilih
pemimpin baru saja? Kenapa tidak angkat
Yakobus, saudaranya Tuhan Yesus loh? Dan
Yakobus itu bukan orang sembarangan, dia
later jadi pilar gereja, ini orang yang cocok
dan tepat untuk meneruskan tampuk
kepemimpinan dari tangan Yesus, tetapi
kenapa dia tidak dipilih? Maka kita bisa lihat,
kitab injil itu ditulis dengan satu gaya yang
seakan-akan berteriak dari masa lalu dan
mengatakan, kamu jangan pikir kami tidak
sulit untuk terima orang bangkit dari kubur,
kami juga sama sulitnya, kami juga tidak
sangka Dia akan bangkit, kami juga punya
konsep yang sama bahwa orang tidak
mungkin bangkit dari kubur begitu saja?
Kamu pikir itu tidak mungkin, kami juga
demikian, satu-satunya alasan yang mungkin,
maka kenapa kami sampai mengatakan hal ini
adalah karena Dia memang telah bangkit, itu
telah terjadi.
Satu hal lagi, mengenai kuburan Tuhan
Yesus, zaman dulu itu kalau seorang yang
besar mati, apalagi mati martir, biasanya yang
orang lakukan adalah mereka mulai
mengunjungi
kuburannya,
mereka
menghormati, mereka mengenang dan tidak
lerlalu lama kuburan itu akan berubah menjadi
tempat keramat. Ada yang menjaga, ada yang
membersihkan, ada imamnya mungkin di situ
dsb., kita tahu hal ini terjadi, karena yang
melakukan itu bukan hanya orang Yahudi,
tetapi bahkan orang kristen zaman awal pun
melakukan hal ini. Misalnya Polycarpus,
penerus dari Yohanes, gembala dari gereja di
Smirna, dia mati martir, lalu sejarah itu
mencatat bahwa kuburannya itu dijaga,
bahkan jemaat Smirna itu mengadakan
perjamuan kudus setiap tahun dikuburannya,
itu yang terjadi kalau seorang yang besar itu
meninggal. Tetapi yang interesting adalah
kuburan dari Kristus itu justru tidak ada yang
tahu dimana, sepertinya orang tidak peduli
dan sampai hari ini ada tiga tempat yang di
suspect sebagai kuburan yang asli, tidak tahu
mana yang asli, sampai hari ini orang masih
terus memperdebatkan, kok bisa? Sampai hari
ini kuburan Polycarpus kita tahu ada dimana,
tapi kuburan Yesus, orang yang lebih penting,
itu bisa hilang, bagaimana bisa seperti itu?
Tim Keller membahas satu argumen yang very
interesting, kalau ada anggota keluarga yang
kita kasihi meninggal, misalnya anak kita,
maka kamar anak itu menjadi keramat buat
kita kan ya? Bukan hanya kamarnya, mungkin
kita tidak akan mengganggu barang-
GRII KG 773/812 (hal 2)
barangnya, iya kan ya? Karena semua itu
kenangan, ini satu hal yang penting karena dia
sudah tidak ada, tapi kalau orangnya masih
ada bagaimana? Kalau anak kita berkeliaran,
lalu bajunya ditaruh sembarangan, apa yang
akan kita lakukan? Kita pasti marah minta
anak kita untuk membereskannya, begitu kan
ya? Itu yang terjadi kalau orangnya masih ada,
kalau sudah tidak ada pasti lain ceritanya, ini
yang interesting. Barang-barang orang
menjadi penting ketika orangnya tidak ada,
tetapi kalau orangnya ada, barang-barangnya
jadi tidak penting. Kenapa kubur Yesus bisa
tidak penting? Kenapa kubur Yesus bisa di
ignore? Kenapa Yesus bisa tidak dijaga? Mana
pengkeramatannya? Kenapa? Karena mereka
punya Dia, punya orangnya, mereka
memperlakukan Dia sebagai orang yang
masih hidup, karena memang Dia masih
hidup.
Kalau sekarang Dia bangkit, lalu apa
pengaruhnya buat saya, buat dunia ini? Arti
resurrection, pertama, bahwa kebangkitan itu
bukan
berarti
pembaruan iman
dan
pembaruan jiwa kita saja. Kebangkitan adalah
berarti pembaruan, pembersihan dan restorasi
dari seluruh ciptaan. Waktu Tuhan Yesus
masuk ke kota Yerusalem dan dieluk-elukkan
oleh rakyat, kenapa mereka mengatakan,
Hosana bagi anak Daud, kenapa istilah anak
Daud harus keluar? Kenapa si Mesias itu
menjadi penting jadi anaknya Daud? Karena
kedatangan Mesias, orang Yahudi percaya, itu
bukan pertama-tama masalah keselamatan
pribadi, mereka percaya bahwa kedatangan
Mesias, itu adalah kembalinya zaman
keemasan yang seperti zaman Daud, tapi
bahkan lebih dari pada itu, efek dari
kembalinya raja yang kekal itu, itu akan
berpangaruh kepada seluruh bumi. Kita
seringkali lost perspektif ini karena kita
seringkali bicara, naah ini nih murid-murid,
Tuhan Yesus sudah mau naik, mereka masih
bertanya, Tuhan kapan Engkau merestorasi
kerajaan Israel, waduh tidak mengerti? Tuhan
datang bukan untuk itu, Tuhan datang untuk
menyelamatkan rohanimu, itu yang paling
penting. Mungkin kita yang salah, kita yang
mungkin tidak menangkap arti sesungguhnya
dari kedatangan Mesias, karena dari dulu
kedatangan Mesias sebagai anak Daud, itu
maksudnya yang terutama, justru adalah
restorasi dari kerajaan, persisnya artinya apa
itu orang-orang Yahudi pada zaman abad
pertama itu salah mengerti, mereka pikir
kebebasan
dari
Roma
dsb.,
padahal
sebenarnya lebih dari pada itu dan bukan
kurang dari pada itu.
Kenapa ada satu motif yang terusmenerus berulangkali muncul dalam alkitab?
Ketika Mesias datang, Dia itu berbuat apa? Dia
mampu untuk menguasai Alam, waktu Dia
dicobai, dikatakan Dia bersama binatang buas,
Dia sanggup menguasai alam, binatangbinatang melayani Dia. Lalu waktu Dia
meredakan badai, Dia sanggup menguasai
alam, waktu try for entry dikatakan, Dia duduk
di atas keledai yang belum pernah
ditunggangi sebelumnya, ini signifikansi yang
sudah banyak dibahas, tetapi satu hal yang
belum pernah kita bahas adalah kita tidak
mengerti hal ini, karena kita itu tidak pernah
menunggang binatang, waktu orang pertama
GRII KG 773/812 (hal 3)
kali mendengar bahwa Tuhan Yesus
menunggangi keledai yang belum pernah
ditunggangi, mereka itu akan berdecak
kagum, kenapa? Kalau kita mendatangi
binatang liar yang belum pernah ditunggangi
orang, lalu kita coba naik ke atas binatang itu,
maka dia akan mencoba melempar kita dari
punggungnya,
karena
belum
pernah
ditunggangi, seekor binatang harus dijinakkan
dulu sebelum ditunggangi. Dalam satu
nubuatan Mesianik di dalam Yesaya 11:6-9,
dalam bagian ini konteks kedatangan Mesias,
itu bukan hanya pembersihan rohani, bukan
hanya restorasi politik, kedatangan Mesias itu
lebih dari pada itu, kedatangan Mesias itu
berarti adalah shalom akan datang ke atas
dunia ini. Segala sesuatu yang rusak akan
diperbaiki, segala sesuatu akan dijadikan utuh
kembali, kita harus melihat dan mengerti arti
kebangkitan di dalam kacamata ini. Restorasi
yang Tuhan lakukan, pekerjaan pembaruan
yang Tuhan lakukan itu bukan hanya
mengenai jiwa dan hati kita, tetapi juga
rertorasi dari tubuh kita, dari alam, dari dunia
materi ini.
Kalau kita studi komparasi antara kristen
dengan agama-agama sekitar, kita baru akan
mengerti
seberapa
radikalnya
konsep
kebangkitan ini. Tidak ada satu agama apapun
di dunia ini yang mengklaim kebangkitan
tubuh, tidak ada, kenapa? Karena agamaagama Timur menganggap bahwa realita fisik
itu ilusi, keselamatan adalah kita itu sadar
bahwa ini semua ilusi, lalu agama-agama
Barat, filosofi dsb., menganggap bahwa realita
alam ini tidak penting, memang ada tapi evil,
materi itu jahat, yang penting reason, yang
penting rasio, nanti kita akan masuk ke alam
ide, itu yang paling tinggi. Dalam agama ini
tidak ada yang mau mengatakan tentang
kebangkitan tubuh, tidak ada, kalau kamu
bangkit pun, bangkit sebagai roh yang
melayang-layang di surga sana dsb., tidak ada.
Tetapi coba kita lihat bagaimana alkitab
menghadirkan Allah kita? Yang pertama, Allah
kita waktu Dia mencipta, apa yang Dia
lakukan? Dia tidak menganggap materi itu
rendah, karena Dia mengerjakan tubuh kita
dengan tanganNya sendiri, Dia mengotori
tanganNya dengan tanah untuk mencipta kita,
Dia adalah seorang pekerja, Dia bukan
seorang bos yang hanya bisa managing lewat
rasio, strategi dsb., Dia orang lapangan. Yang
kedua, waktu Dia datang ke dunia ini, Dia
mengambil sebuah tubuh, Dia menjadi
daging, tetapi semuanya ini tidak akan ada
artinya kalau Dia tidak bangkit sebagai tubuh
juga. Kalau Dia melakukan semua ini lalu
setelah itu Dia bangkit sebagai Roh, berarti
sebenarnya Dia tidak suka dengan materi, tapi
setelah semuanya ini selesai, apa yang Dia
lakukan? Dia bangkit dan Dia bangkit sebagai
tubuh,
bangkit
dengan
tubuh
yang
dimuliakan, maka kita harus melihat hal ini.
Kebangkitan itu adalah afirmasi yang tertinggi
dari kebalikan dunia materi, ada dua aplikasi
yang bisa kita renungkan:
Pertama, ini berarti kita bebas dari
ketergantungan terhadap dunia materi, loh
tadi katanya Kristus justru bangkit bukan jadi
roh yang lepas dari materi, tetapi sekarang
kenapa dikatakan kita bebas dari materi?
Bukan bebas dari materi, tetapi bebas dari
ketergantungan terhadap dunia materi,
maksudnya adalah sekarang dunia materi
tidak akan bisa mengontrol kita. Kita hidup di
dalam dunia, itu menginginkan banyak hal
yang bersifat material, kita ingin melihat
gunung alpen sebelum kita mati, kita ingin
pergi kesini, kesana sebelum kita mati, kita
ingin berbuat banyak hal sebelum kita mati,
kita ingin mendapatkan banyak hal sebelum
kita mati. Tetapi ketika kita melihat hal ini, apa
yang lakukan? Waktu kita melihat buku seribu
tempat yang kita harus kunjungi sebelum kita
mati, perasaan apa yang muncul dalam hati
sebelum kita mati, kalau benar-benar kita
berpikir, pasti depresi kan? Kenapa? Tidak
mungkin saya sampai seribu dan kalaupun
saya sampai seribu, pasti masih ada tempattempat lain yang belum pernah saya lihat,
tetapi hidup ini terbatas, oleh karena itu
akhirnya apa? Saya harus berjuang untuk
mencapai ini dan itu, mendapatkan ini dan itu,
karena hidup ini terbatas, tubuh ini terbatas,
suatu hari saya tidak akan ada lagi and
therefore saya harus mengusahakan apa yang
bisa lakukan dalam hidup ini selagi saya bisa,
kedengarannya mirip seperti orang kristen kan
ya? Seperti lagu, bekerja selama siang
sebelum malam datang dsb., seakan-akan
bahwa berarti nanti kita itu tidak akan di sini
lagi, apa yang kamu lakukan di sini, itu yang
final, nanti kamu akan melayang-layang
sebagai roh, kamu tidak akan ada porsinya
lagi di dalam dunia ini, ini salah besar.
Kebangkitan mengatakan, justru nanti porsi
kita adalah di sini, mendapatkan tubuh dan ini
berarti kita tidak perlu ketergantungan
terhadap dunia materi, sebagai contoh, kalau
kita melihat seribu tempat yang tidak bisa kita
datangi, kita mulai sedih bukan? Apalagi kalau
kita bayangkan orang-orang yang misalnya
ada keterbatasan tertentu, misalnya seorang
atlit harus lari di olimpiade, lalu satu hari
kakinya harus diamputasi, bukankah orang itu
akan depresi? Bahkan bisa bunuh diri?
Kenapa? Karena dia tergantung terhadap
dunia materi.
Ada seorang kristen bernama Joni
Eareckson Tada, lumpuh dibawah leher dan
harus memakai kursi roda seumur hidupnya,
lalu satu hari di dalam gerejanya liturgis
mengatakan, mari kita berlutut berdoa kepada
Tuhan, lalu Joni menangis, karena dia tahu
bahwa dia tidak akan bisa melakukan itu, dia
tidak bisa berlutut kepada Tuhannya yang dia
sembah. Kemudian dia berpikir satu hal, dia
tulis, tapi ada kebangkitan, di dalam
kebangkitan saya akan bangkit sebagai tubuh
dan itu berarti ada satu hal yang saya akan
lakukan. Hal pertama yang akan saya lakukan
ketika lutut-lutut saya dibangkitan adalah saya
akan berlutut dihadapan Tuhanku, kita pernah
mendengar hal ini kan ya? Kita pernah
mendengar Fanny Crosby kan ya? Lagunya,
one day I’ll see Him face to face, satu hari aku
akan melihat Dia muka dengan muka, melihat,
Fanny Crosby itu buta dan dia pernah ditanya,
apakah kamu mau pada hari ini disembuhkan
butamu? Apa yang dia katakan? Tidak mau,
karena dengan ini berarti hal yang pertama
yang saya akan lihat adalah Tuhanku.
Pengharapan akan kebangkitan tubuh yang
akan datang itu membuat orang lepas dari
ketergantungan materi di dunia ini, bahkan
dia merasa tidak perlu harus melihat, amazing
dan itu karena dia akan bangkit sebagai
tubuh. Ini membuat kita bebas dari
ketergantungan, hari ini mungkin kita harus
memilih antara karir atau relasi, antara uang
atau pekerjaan Tuhan dll., kita takut
kehilangan semua itu, kita takut menderita
bagi Kristus, karena menderita berarti
kehilangan, kita takut berkorban bagi Kristus,
karena berkorban berarti kehilangan. Jangan
kuatir, kita akan bangkit, kalau kita harus
mengorbankan tidak bisa pergi ke gunung
alpen karena harus melayani Tuhan, jangan
kuatir, nanti setelah kita bangkit kita akan bisa
melihat gunung alpen itu, karena Tuhan akan
mentransformasi dunia ini dan bukan akan
membuat dunia baru di sana, langit dan bumi
baru yang direstorasi, di sini, sekarang. Itu
akan membuat kita jadi orang-orang yang
tidak takut menderita, bukan berarti kita
mencari-cari penderitaan, tetapi kita jadi tidak
takut menderita.
Kedua, kita dibebaskan untuk dunia
materi, bukan hanya dari tapi juga untuk
dunia materi, apa maksudnya? Kebangkitan
tubuh itu berarti tujuan, ultimate hidup orang
kristen itu di sini dan bukan di sana, langit dan
bumi yang baru. Ini satu hal yang sudah
mendarah daging di banyak orang kristen
tradisional, di reformed sudah beberapa kali
dibicarakan, tetapi tetap kita harus bicara,
karena konsepnya mendarah daging sekali.
Kebangkitan bukan artinya pergi ke surga,
kalau kita menyelidiki alkitab, sangat sedikit
bagian PB yang bicara mengenai bahwa kita
akan naik ke surga, di surat Filipi dikatakan
bahwa kita itu warga negara surga, bukankah
itu berarti suatu hari kita akan di sana dan
bukan di sini? Orang-orang Filipi pada waktu
itu ada banyak yang warga negara Roma,
ketika mereka pensiun dan sudah selesai
pekerjaan
mereka,
mereka
itu
tidak
diperkenankan kembali ke Roma, menjadi
warga negara surga tidak berarti kita akan
otomatis ada di sana, tidak berarti seperti itu.
Karena tugas dari warga negara Roma yang
tinggal di kota Filipi pada waktu itu bukanlah
kembali ke kota Roma, tapi untuk membawa
budaya Roma ke dalam kota Filipi, ini very
interesting. Menjadi warga negara surga itu
artinya itu bukan kita balik ke surga, itu artinya
kita dipanggil untuk membawa kerajaan surga
di atas bumi ini, itu adalah doa Bapa kami,
jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga,
itu destiny kita, itulah yang namanya tujuan
hidup orang kristen. Kebangkitan dalam
kekristenan itu bukan eskapisme dari dunia
materi ke surga spiritual, tetapi turunnya surga
ke bumi, coba kita baca Wahyu, kitab ini
mengatakan, Yerusalem yang baru turun dari
surga ke bumi, di situ tempat kita tinggal,
Tuhan tinggal bersama kita, bukan kita tinggal
bersama Tuhan.
Ketika Luther ditanya kalau besok
Tuhan datang kamu mau berbuat apa? Luther
mengatakan, saya akan menanam pohon,
kenapa? Karena di Mazmur 96 dikatakan,
ketika Tuhan datang untuk menghakimi bumi,
padang akan beria-ria dan segala pohon di
hutan bersorak-sorai. Saya menanam pohon,
Luther mengatakan, karena kalau besok Tuhan
datang, saya ingin lihat apa yang Dia lakukan
bagi pohon itu? Saya ingin lihat bagaimana
Dia mentransformasi, merestorasi pohon ini?
Mengerti maksudnya kita dibebaskan untuk
dunia ini? Itu berarti pergilah ke dalam dunia,
masuklah kita ke dalam dunia, jadilah dokter,
perbaikilah tubuh manusia, karena tubuh
manusia tidak akan hilang. Tuhan ketika Dia
GRII KG 773/812 (hal 4)
datang, besok atau kapanpun, Dia akan
merestorasi tubuh yang kita kerjakan itu,
pergilah dan ajarilah orang akan ilmu, karena
ilmu tidak akan hilang, waktu Tuhan datang,
Dia akan merestorasi ilmu itu, atau pekerjaan
apa pun, Tuhan akan merestorasi semua
pekerjaan itu. Di dalam 1 Korintus 15 Paulus
membahas
begitu
panjang
tentang
kebangkitan,
kira-kira
bagaimana
dia
menutupnya? Kita baca ayat 58, “Karena itu,
saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah
teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam
pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa
dalam persekutuan dengan Tuhan jerih
payahmu tidak sia-sia”. Pekerjaan Tuhan itu
bukan hanya penginjilan saja, pekerjaan Tuhan
adalah membawa keindahan, kemuliaan,
keteraturan Tuhan, apa yang Tuhan mau,
kehendak Tuhan di atas dunia ini, apapun
pekerjaan kita, dan kita dipanggil unuk
berjerih lelah dalam hal itu, karena Tuhan
sudah bangkit, itu berarti jerih payah kita tidak
sia-sia. Inilah kabar sukacita dari kebangkitan.
Amin.
Ringkasan khotbah ini belum diperiksa
oleh pengkhotbah (AS)
GRII KG 773/812 (hal 1)
Download