Aplikasi Manajemen Database Sekolah

advertisement
APLIKASI MANAJEMEN DATABASE SEKOLAH
(STUDI KASUS: LEMBAGA PENDIDIKAN MAARIF
NAHDLATUL ULAMA JAKARTA)
Oleh
ARIF RICHIAWAN MUSTAFA
NIM: 104093002926
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H / 2011 M
APLIKASI MANAJEMEN DATABASE SEKOLAH
(STUDI KASUS: LEMBAGA PENDIDIKAN MAARIF
NAHDLATUL ULAMA JAKARTA)
Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh
Gelar Sarjana Komputer (S.Kom)
Oleh
ARIF RICHIAWAN MUSTAFA
NIM: 104093002926
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H / 2011 M
ii
LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau
merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima
sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, Juni 2011
Arif Richiawan Mustafa
v
ABSTRAK
ARIF RICHIAWAN MUSTAFA (104093002926). Aplikasi Manajemen
Database Sekolah Pada Lembaga Pendidikan Maarif NU Jakarta di bawah
bimbingan NIA KUMALADEWI dan NUR AENI HIDAYAH.
Secara institusional, Lembaga Pendidikan Maarif NU Jakarta merupakan
lembaga pendidikan madrasah yang mendirikan satuan-satuan pendidikan mulai
dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi; sekolah yang bernaung di
bawah Departemen Nasional RI (dulu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
RI) maupun madrasah; maupun Departemen Agama RI). Dengan banyaknya
madrasah yang dimiliki, tentunya harus berbanding lurus dengan tingkat
manajemen yang lebih baik. Manajemen data madrasah merupakan salah satu
bagian yang harus diperhatikan. Adanya aplikasi khusus yang menangani
informasi data madrasah bagi keseluruhan madrasah adalah suatu keharusan untuk
meningkatkan pelayanan bagi madrasah dan juga untuk kemudahan instansi
dalam mencari ataupun melakukan update terhadap data madrasah. Aplikasi
Manajemen Database Sekolah merupakan sebuah aplikasi khusus untuk
menangani data akademis madrasah bagi LP Maarif yang merupakan suatu
keharusan untuk meningkatkan pelayanan bagi LP Maarif sekaligus dapat
memberikan kemudahan bagi pihak madrasah. Dalam pengembangan sistem ini
digunakan metodologi pengembangan sistem siklus hidup pengembangan sistem
atau System Development Life Cycle (SDLC), dengan model Waterfall. Tahapan
yang dilakukan dalam SDLC adalah : System Initiation, System Analysis, System
Design, dan System Implementation. Dengan diterapkannya Aplikasi Manajemen
Database Sekolah ini, maka dapat memudahkan pihak LP Maarif dalam hal
pengelolaan data madrasah dan dapat menyajikan informasi mengenai madrasah
yang up to date serta dapat diintegrasikan aplikasi dengan website LP Maarif.
V Bab + Daftar Pustaka + Daftar Gambar + Daftar Tabel + Daftar Simbol +
Daftar Lampiran
Kata Kunci: AMDS, Aplikasi, Madrasah, Manajemen Database, LP Maarif NU,
MySQL, PHP, waterfall.
Pustaka Acuan (26, 1994-2011)
vi
KATA PENGANTAR
Assalamu ‘alaikum wr. wb
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah
memberikan limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga dapat melaksanakan
dan menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Aplikasi Manajemen
Database Sekolah (Studi Kasus: Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul
Ulama Jakarta)”. Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW,
keluarganya, sahabatnya, dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Setelah seluruh penulisan skripsi ini terlaksana, ingin mengucapkan
banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu baik itu berupa
motivasi, bimbingan, moril maupun materil, yang ditujukan kepada:
1. Bapak DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi,
2. Ibu Nur Aeni Hidayah, MMSI, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi,
sekaligus sebagai dosen pembimbing II yang selalu memberikan masukan,
motivasi, dan bimbingan selama proses penyusunan skripsi ini,
3. Bapak Zainul Arham, M.Sc, selaku Sekretaris Program Studi Sistem
Informasi,
4. Ibu Nia Kumaladewi, MMSI, selaku dosen pembimbing I yang selalu
memberikan bimbingan, semangat dan meluangkan waktunya walaupun
sedang sibuk,
vii
5. Bagian akademik, khususnya Ulfah, yang telah membantu semua proses
birokrasi dan segala urusan akademik,
6. Bagian akademik keuangan, khususnya Mbak Lia, yang telah membantu
semua pengurusan administrasi biaya,
7. Orang tua tersayang yang telah memberikan doa dan dukungan baik moril
maupun materil, Nurul Hafizhoh yang telah menghilangkan kejenuhan, dan
keluarga besar yang juga telah memberikan doa kepada penulis,
8. Teza, Latif, Yoben, Ambon, Subki, Diber, Yeni, Wuri, dan teman-teman
kosan Aseng serta teman-teman angkatan 2004 yang tidak pernah bosan
menemani, memberikan inspirasi, dan membantu memberikan semangat.
Semoga teman-teman diberikan kemudahan dalam segala kesulitan oleh Allah
SWT dan tentunya niat untuk bekerja keras,
Penulis sadar bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat disampaikan ke
penulis melalui email [email protected].
Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat khususnya kepada penulis
sendiri dan bagi yang membacanya. Amin.
Wassalamu ‘alaikum wr. wb
Jakarta, Juni 2011
Arif Richiawan Mustafa
viii
DAFTAR ISI
LEMBAR SAMPUL ........................................................................................ i
LEMBAR JUDUL ............................................................................................ ii
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN ................................................................. iv
LEMBAR PERNYATAAN .............................................................................. v
ABSTRAK ......................................................................................................... vi
KATA PENGANTAR ...................................................................................... vii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xv
DAFTAR SIMBOL ........................................................................................... xix
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xxiii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 3
1.3 Batasan Masalah .................................................................................... 3
1.4 Tujuan Penelitian .................................................................................. 4
1.5 Manfaat Penelitian ................................................................................ 5
1.6 Metodologi Penelitian ........................................................................... 5
1.6.1 Teknik Pegumpulan Data ............................................................. 5
1.6.2 Metode Pengembangan Sistem .................................................... 6
1.6 Sistematika Penulisan ........................................................................... 7
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem ............................................................................ 9
2.1.1 Definisi Sistem ............................................................................. 9
2.1.2 Karakteristik Sistem ..................................................................... 9
2.2 Konsep Dasar Informasi......................................................................... 12
ix
2.2.1 Data dan Informasi ........................................................................ 12
2.2.2 Siklus Informasi ............................................................................ 13
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi ............................................................ 14
2.3.1 Definisi Sistem Informasi ............................................................ 14
2.3.2 Komponen Sistem Informasi ....................................................... 15
2.4 Konsep Aplikasi Manajemen Database Sekolah ................................... 15
2.4.1 Pengertian Aplikasi Komputer ..................................................... 15
2.4.2 Aplikasi Manajemen Database .................................................... 16
2.4.3 Aplikasi Manajemen Database Sekolah ...................................... 16
2.5 Basis Data (Database) ........................................................................... 17
2.5.1 Sejarah ........................................................................................... 17
2.5.2 Definisi .......................................................................................... 18
2.5.3 Sifat-Sifat Basis Data .................................................................... 19
2.5.4 Arsitektur Sistem Basis Data ........................................................ 20
2.5.5 Pengguna Basis Data (User and DBA).......................................... 22
2.5.6 Manfaat Dan Kerugian .................................................................. 24
2.6 DBMS (Sistem Manajemen Basis Data) ................................................ 25
2.6.1 Definisi .......................................................................................... 25
2.6.2 Fungsi ............................................................................................ 25
2.6.3 Komponen ..................................................................................... 26
2.6.4 Model Data .................................................................................... 27
2.6.5 RDBMS ......................................................................................... 29
2.6.6 Arsitektur DBMS .......................................................................... 32
2.6.7 Bahasa DBMS ............................................................................... 34
2.6.8 Keunggulan dan Kelemahan ......................................................... 36
2.7 Flowchart ............................................................................................... 37
2.7.1 Pengertian ...................................................................................... 37
2.7.2 Jenis-Jenis Flowchart .................................................................... 37
2.8 DFD (Data Flow Diagram) ................................................................... 39
2.8.1 Pengertian ...................................................................................... 39
2.8.2 Levelisasi DFD .............................................................................. 39
2.8.3 Elemen Dasar DFD ....................................................................... 41
x
2.9 ERM (Entity Relationship Model) ........................................................... 43
2.9.1 Pengertian ....................................................................................... 43
2.9.2 ERD (Entity Relationship Diagram) .............................................. 43
2.9.3 Komponen Penyusun ERD............................................................. 44
2.10 Normalisasi ............................................................................................ 49
2.10.1 Pengertian ..................................................................................... 49
2.10.2 Tujuan........................................................................................... 49
2.10.3 Tahapan ........................................................................................ 50
2.11 STD (State Transition Diagram) ........................................................... 53
2.12 Konsep Dasar Internet ........................................................................... 53
2.12.1 Pengertian ..................................................................................... 53
2.12.2 Sejarah Internet ............................................................................ 53
2.12.3 Sumber Daya Internet................................................................... 56
2.13 Konsep Dasar Jaringan Komputer ......................................................... 57
2.13.1 Pengertian ..................................................................................... 57
2.13.2 Klasifikasi..................................................................................... 58
2.13.3 Topologi ....................................................................................... 61
2.14 WWW (World Wide Web) ..................................................................... 62
2.15 HTTP (HyperText Transfer Protocol) ................................................... 63
2.15.1 Pengertian ..................................................................................... 63
2.15.2 Sejarah .......................................................................................... 64
2.16 Aplikasi Web ......................................................................................... 64
2.17 Web Server ............................................................................................ 65
2.18 Web Browser ......................................................................................... 65
2.19 HTML (HyperText Markup Language) ................................................ 66
2.20 PHP (PHP: Hypertext Processor) ......................................................... 67
2.21 MySQL .................................................................................................. 68
2.22 XAMPP ................................................................................................. 69
2.23 Studi Literatur Penelitian Sejenis .......................................................... 70
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Pengumpulan Data ................................................................... 72
3.2 Metode Pengembangan Sistem ............................................................. 73
xi
3.2.1 System Initiation ............................................................................ 73
3.2.2 System Analysis ............................................................................. 74
3.2.3 System Design ............................................................................... 75
3.2.4 System Implementation ................................................................. 76
3.3 Kerangka Pemikiran .............................................................................. 76
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 System Initiation ..................................................................................... 78
4.1.1 Profil Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Jakarta ..... 78
4.1.2 Identifikasi Masalah ..................................................................... 81
4.1.3 Lingkup Sistem ............................................................................ 82
4.1.4 Tujuan Sistem .............................................................................. 83
4.2 System Analysis ...................................................................................... 83
4.2.1 Analisis Persyaratan Sistem ......................................................... 83
4.2.2 Analisis Sistem Berjalan .............................................................. 87
4.2.4 Analisis Sistem Usulan ................................................................. 90
4.3 System Design ........................................................................................ 93
4.3.1 Perancangan Sistem ..................................................................... 93
4.3.1.1 Data Flow Diagram (DFD) .............................................. 99
4.3.1.2 Spesifikasi Proses ............................................................. 100
4.3.2 Perancangan Database ................................................................. 104
4.3.2.1 Perancangan Entity Relationship Diagram (ERD) ........... 104
4.3.2.2 Normalisasi ....................................................................... 106
4.3.2.3 Struktur Database ............................................................. 107
4.3.2.4 Menentukan Matrix CRUD .............................................. 110
4.3.2.5 State Transition Diagram (STD) ...................................... 111
4.3.3 Perancangan Antarmuka Sistem ................................................... 122
4.3.3.1 Perancangan Antarmuka User .......................................... 122
4.3.3.2 Perancangan Antarmuka Admin........................................ 124
4.4 System Implementation........................................................................... 146
4.4.1 Pembuatan Aplikasi....................................................................... 146
4.4.2 Instalasi Aplikasi ........................................................................... 148
xii
4.4.3 Pengujian Aplikasi ........................................................................ 150
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan ................................................................................................. 161
5.2 Saran........................................................................................................ 163
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 164
LAMPIRAN ...................................................................................................... 167
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tabel Korelasi antara General Problem-Solving dan Proses
Pengembangan Sistem ....................................................................... 19
Tabel 2.2 Tabel Contoh DBMS ......................................................................... 32
Tabel 2.3 Tabel Penomoran Level pada DFD .................................................... 47
Tabel 2.4 Daftar Sumber Daya pada Internet .................................................... 63
Tabel 2.5 Klasifikasi Jaringan Komputer Berdasarkan Area ............................. 66
Tabel 4.1 Nonfunctional Requirement .............................................................. 92
Tabel 4.2 Tabel Struktur File Madrasah ........................................................... 114
Tabel 4.3 Tabel Struktur File Provinsi............................................................... 115
Tabel 4.4 Tabel Struktur File Kabupaten .......................................................... 115
Tabel 4.5 Tabel Struktur File Kecamatan ......................................................... 116
Tabel 4.6 Tabel Struktur File Tingkat ............................................................... 116
Tabel 4.7 Tabel Matrix Create, Read, Update, Delete (CRUD) ....................... 116
Tabel 4.8 Spesifikasi kebutuhan perangkat keras (hardware) .......................... 156
Tabel 4.9 Pengujian pada Modul Madrasah (User) .......................................... 157
Tabel 4.10 Pengujian pada Modul Admin Pusat (Admin) ................................. 158
Tabel 4.11 Pengujian pada Modul Admin Provinsi (Admin) ............................ 163
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Siklus Informasi ............................................................................. 15
Gambar 2.2 Lima Komponen Sistem Informasi ............................................... 16
Gambar 2.3 The sequential / waterfall strategy ................................................. 21
Gambar 2.4 Ruang Lingkup Sistem Database Sederhana ................................ 26
Gambar 2.5 Sistem Server Melayani Permintaan Dari Sistem Client ............... 28
Gambar 2.6 Contoh Model Hirarki ................................................................... 34
Gambar 2.7 Contoh Model Jaringan ................................................................. 35
Gambar 2.8 Istilah Penting Dalam Model Relasional........................................ 39
Gambar 2.10 Arsitektur Sistem Manajemen Basis Data.................................... 40
Gambar 2.11 Hubungan One to One .................................................................. 54
Gambar 2.12 Hubungan One to Many ............................................................... 55
Gambar 2.13 Hubungan Many to One .............................................................. 55
Gambar 2.14 Hubungan Many to Many ............................................................ 55
Gambar 2.15 Langkah-Langkah Normalisasi ................................................... 59
Gambar 2.16 Topologi Bus ................................................................................. 68
Gambar 2.17 Topologi Ring ............................................................................... 68
Gambar 2.18 Topologi Star ............................................................................... 69
Gambar 2.19 Mekanisme Kerja Permintaan Dokumen HTML ......................... 73
Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran ....................................................................... 84
Gambar 4.1 Flowchart System Analisis Sistem Berjalan .................................. 94
Gambar 4.2 Flowchart System Analisis Sistem Usulan ..................................... 96
Gambar 4.3 Diagram Konteks (Level 0) ............................................................ 99
Gambar 4.4 Diagram Zero (Level 1).................................................................. 100
Gambar 4.5 Diagram Level 2 Proses 1.0 .......................................................... 101
Gambar 4.6 Diagram Level 2 Proses 2.0 .......................................................... 102
Gambar 4.7 Diagram Level 2 Proses 3.0 .......................................................... 103
Gambar 4.8 Diagram Level 2 Proses 4.0 .......................................................... 104
Gambar 4.9 Diagram Level 2 Proses 5.0 .......................................................... 105
Gambar 4.10 Diagram Level 2 Proses 6.0 ........................................................ 106
xv
Gambar 4.11 Entity Relationship Diagram ....................................................... 111
Gambar 4.12 STD Rancangan Halaman Utama (Madrasah) ............................ 117
Gambar 4.13 STD Rancangan Modul Home (Madrasah) ................................. 118
Gambar 4.14 STD Rancangan Modul Madrasah Ibtidaiyah (Madrasah) ......... 118
Gambar 4.15 STD Rancangan Modul Madrasah Tsanawiyah (Madrasah) ...... 119
Gambar 4.16 STD Rancangan Modul Madrasah Aliyah (Madrasah) ............... 119
Gambar 4.17 STD Rancangan Modul Contact Us (Madrasah) ........................ 120
Gambar 4.18 STD Rancangan Halaman Utama (Admin Pusat) ....................... 120
Gambar 4.19 STD Rancangan Modul Madrasah Ibtidaiyah (Admin Pusat) .... 121
Gambar 4.20 STD Rancangan Modul Madrasah Tsanawiyah (Admin Pusat) . 121
Gambar 4.21 STD Rancangan Modul Madrasah Aliyah (Admin Pusat) .......... 122
Gambar 4.22 STD Rancangan Modul Provinsi (Admin Pusat) ........................ 123
Gambar 4.23 STD Rancangan Modul Kabupaten (Admin Pusat) .................... 123
Gambar 4.24 STD Rancangan Modul Kecamatan (Admin Pusat) ................... 124
Gambar 4.25 STD Rancangan Modul Tingkat (Admin Pusat) ......................... 125
Gambar 4.26 STD Rancangan Halaman Utama (Admin Provinsi) .................. 125
Gambar 4.27 STD Rancangan Modul Madrasah Ibtidaiyah Provinsi (Admin
Provinsi) ............................................................................................................. 126
Gambar 4.28 STD Rancangan Modul Madrasah Tsanawiyah Provinsi (Admin
Provinsi) ............................................................................................................. 127
Gambar 4.29 STD Rancangan Modul Madrasah Aliyah (Admin Provinsi) ...... 127
Gambar 4.30 Rancangan Halaman Home ......................................................... 128
Gambar 4.31 Rancangan Halaman Madrasah Ibtidaiyah .................................. 128
Gambar 4.32 Rancangan Halaman Madrasah Tsanawiyah ............................... 129
Gambar 4.33 Rancangan Halaman Madrasah Aliyah ....................................... 129
Gambar 4.34 Rancangan Halaman Contact Us ................................................. 130
Gambar 4.35 Rancangan Halaman Login Admin Pusat .................................... 130
Gambar 4.36 Rancangan Halaman Madrasah Ibtidaiyah .................................. 131
Gambar 4.37 Rancangan Halaman Input Madrasah Ibtidaiyah ........................ 131
Gambar 4.38 Rancangan Halaman Edit Madrasah Ibtidaiyah .......................... 132
Gambar 4.39 Rancangan Halaman Delete Madrasah Ibtidaiyah ...................... 132
Gambar 4.40 Rancangan Halaman Madrasah Tsanawiyah ............................... 133
xvi
Gambar 4.41 Rancangan Halaman Input Madrasah Tsanawiyah ..................... 133
Gambar 4.42 Rancangan Halaman Edit Madrasah Tsanawiyah ....................... 134
Gambar 4.43 Rancangan Halaman Delete Madrasah Tsanawiyah ................... 134
Gambar 4.44 Rancangan Halaman Madrasah Aliyah ....................................... 135
Gambar 4.45 Rancangan Halaman Input Madrasah Aliyah .............................. 135
Gambar 4.46 Rancangan Halaman Edit Madrasah Aliyah ............................... 136
Gambar 4.47 Rancangan Halaman Delete Madrasah Aliyah ............................ 136
Gambar 4.48 Rancangan Halaman Search ........................................................ 137
Gambar 4.49 Rancangan Halaman Provinsi ..................................................... 137
Gambar 4.50 Rancangan Halaman Input Provinsi ............................................ 138
Gambar 4.51 Rancangan Halaman Edit Provinsi .............................................. 138
Gambar 4.52 Rancangan Halaman Delete Provinsi .......................................... 139
Gambar 4.53 Rancangan Halaman Kabupaten ................................................. 139
Gambar 4.54 Rancangan Halaman Input Kabupaten ........................................ 140
Gambar 4.55 Rancangan Halaman Edit Kabupaten .......................................... 140
Gambar 4.56 Rancangan Halaman Delete Kabupaten ...................................... 141
Gambar 4.57 Rancangan Halaman Kecamatan ................................................. 141
Gambar 4.58 Rancangan Halaman Input Kecamatan ....................................... 142
Gambar 4.59 Rancangan Halaman Edit Kecamatan ......................................... 142
Gambar 4.60 Rancangan Halaman Delete Kecamatan ..................................... 143
Gambar 4.61 Rancangan Halaman Tingkat ...................................................... 143
Gambar 4.62 Rancangan Halaman Input Tingkat ............................................. 144
Gambar 4.63 Rancangan Halaman Edit Tingkat ............................................... 145
Gambar 4.64 Rancangan Halaman Delete Tingkat ........................................... 145
Gambar 4.65 Rancangan Halaman Login Admin Provinsi ............................... 145
Gambar 4.66 Rancangan Halaman Madrasah Ibtidaiyah Provinsi ................... 145
Gambar 4.67 Rancangan Halaman Input Madrasah Ibtidaiyah Provinsi .......... 146
Gambar 4.68 Rancangan Halaman Edit Madrasah Ibtidaiyah Provinsi ............ 147
Gambar 4.69 Rancangan Halaman Delete Madrasah Ibtidaiyah Provinsi ........ 147
Gambar 4.70 Halaman Madrasah Tsanawiyah Provinsi ................................... 148
Gambar 4.71 Rancangan Halaman Input Madrasah Tsanawiyah Provinsi ....... 148
Gambar 4.72 Rancangan Halaman Edit Madrasah Tsanawiyah Provinsi ......... 149
xvii
Gambar 4.73 Rancangan Halaman Delete Madrasah Tsanawiyah Provinsi ..... 149
Gambar 4.74 Rancangan Halaman Madrasah Aliyah Provinsi ......................... 150
Gambar 4.75 Rancangan Halaman Input Madrasah Aliyah Provinsi ............... 150
Gambar 4.76 Rancangan Halaman Edit Madrasah Aliyah Provinsi ................. 151
Gambar 4.77 Rancangan Halaman Delete Madrasah Aliyah Provinsi ............. 151
xviii
DAFTAR SIMBOL
SIMBOL SYSTEM / DOCUMENT FLOWCHART
(Jogiyanto, 2005:796-799)
Nama Simbol
Gambar Simbol
Keterangan
Menunjukkan input dan output(I/O)
Simbol Dokumen
baik untuk proses manual, mekanik
atau komputer.
Simbol Kegiatan
Menunjukkan pekerjaan manual.
Manual
File non-komputer yang diarsip urut
angka (numerical).
Simbol Simpanan
File non-komputer yang diarsip urut
Offline
tanggal (cronological).
File non-komputer yang diarsip urut
huruf (alphabetical).
Menunjukkan kegiatan proses dari
Simbol Proses
operasi program komputer.
Simbol Punched
Menunjukkan I/O yang meng-
Card
gunakan kartu punch (plong).
Simbol Operasi
Menunjukkan operasi yang
Luar
dilakukan diluar operasi komputer.
xix
Simbol
Menunjukkan proses pengurutan
Pengurutan Offline
data diluar proses komputer.
Simbol Pita
Menunjukkan I/O yang meng-
Magnetik
gunakan pita magnetik.
Menunjukkan I/O yang meng-
Simbol Harddisk
gunakan harddisk.
Simbol Drum
Menunjukkan I/O yang meng-
Magnetik
gunakan drum magnetik.
Simbol Pita Kertas
Menunjukkan I/O yang meng-
Berlubang
gunakan pita kertas berlubang.
Menunjukkan input yang meng-
Simbol Keyboard
gunakan online keyboard.
Menunjukkan output yang
Simbol Display
ditampilkan di monitor.
Menunjukkan penggunaan pita
Simbol Pita
kontrol (control tape) dlm batch
Kontrol
control untuk pencocokan di proses
batch processing.
Simbol Hubungan
Menunjukkan proses transmisi data
Komunikasi
melaluisaluran komunikasi.
Simbol Garis Alir
Menunjukkan arus dari proses.
Menunjukkan penjelasan dari suatu
Simbol Penjelasan
proses.
Menunjukkan penghubung ke
Simbol
halaman yang masih sama atau ke
Penghubung
halaman lain.
xx
SIMBOL DATA FLOW DIAGRAM (DFD)
(Ladjamudin, 2005:72)
Nama Simbol
Simbol DFD Versi
Simbol DFD Versi
Yourdan & De Marco
Gane & Sarson
Entitas Luar
(External Entity)
Proses (Process)
Arus Data
(Data Flow)
Simpanan Data
(Data Store)
NOTASI ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)
VERSI CHEN
(Ladjamudin, 2005:149)
Gambar
Keterangan
Himpunan Entitas (Entity)
Himpunan Relasi (Relationship)
Atribut
Garis penghubung (Link)
xxi
NOTASI STATE TRANSITION DIAGRAM (STD)
(Pressman, 2001:218)
Gambar
Keterangan
Keadaan sistem (State)
Perubahan sistem
Kondisi dan Aksi
NOTASI KARDINALITAS
(Whitten, 2004:285)
Interpretasi
Contoh
Contoh
Kardinalitas
Minimum
Maksimum
1
1
Nol atau satu
0
1
Satu atau lebih
1
Banyak (>1)
Nol, satu atau lebih
0
Banyak (>1)
Labih dari satu
>1
>1
Tepat satu (satu
dan hanya satu)
xxii
Notasi Grafis
- atau -
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Tampilan Aplikasi Manajemen Database Sekolah ............................ 173
Lampiran Source Code ........................................................................................
xxiii
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU)
merupakan aparat departemensi Nahdlatul Ulama (NU) yang berfungsi
sebagai pelaksana kebijakan-kebijakan pendidikan Nahdlatul Ulama, yang
ada di tingkat Pengurus Besar, Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, dan
Pengurus Majelis Wakil Cabang. Kedudukan dan fungsi LP Maarif NU
diatur dalam BAB VI tentang Struktur dan Perangkat Organisasi pasal 1
dan 2; serta ART BAB V tentang Perangkat Organisasi. LP Maarif NU
dalam perjalanannya secara aktif melibatkan diri dalam proses-proses
pengembangan pendidikan di Indonesia. Secara institusional, LP Maarif
NU juga mendirikan satuan-satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar,
menengah hingga perguruan tinggi; sekolah yang bernaung di bawah
Departemen Nasional RI (dulu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
RI) maupun madrasah; maupun Departemen Agama RI). Hingga saat ini
tercatat tidak kurang dari 6000 lembaga pendidikan yang tersebar di
seluruh pelosok tanah air bernaung di bawahnya, mulai dari TK, SD,
SLTP, SMU/SMK, MI, MTs, MA, dan beberapa perguruan tinggi.
Dengan banyaknya madrasah yang dimiliki, tentunya harus
berbanding lurus dengan tingkat manajemen yang lebih baik. Aspek
manajemen madrasah merupakan suatu hal yang urgent yang harus
1
2
dibenahi agar pelayanan bagi madrasah menjadi lebih baik dan terkontrol.
Manajemen data madrasah merupakan salah satu bagian yang harus
diperhatikan. Adanya aplikasi khusus yang menangani informasi data
madrasah bagi keseluruhan madrasah adalah suatu keharusan untuk
meningkatkan pelayanan
bagi madrasah dan juga untuk kemudahan
instansi dalam mencari ataupun melakukan update terhadap data
madrasah.
Kebutuhan akan aplikasi ini semakin meningkat, ketika aplikasi
yang ada, yakni Aplikasi Data Sekolah EMIS Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam Departemen Agama, belum dapat mengupdate
informasi data madrasah tepat pada waktunya. Informasi dari aplikasi
tersebut tidak dapat diubah sama sekali, contohnya: bila pada tahun 2004,
jumlah murid ada 30 orang, setelah tahun 2009, jumlah murid pun
bertambah menjadi 40, namun informasi ini tidak dapat ditampilkan
karena keterbatasan fungsi dari aplikasi. Begitu pula dengan informasi
lainnya yang menyangkut informasi madrasah. Hal ini tentunya akan
mempersulit bagian Sub Bidang Data dan Informasi, yang dalam hal ini
menangani database seluruh madrasah di seluruh Indonesia. Dan juga hal
ini berkaitan dengan harus diintegrasikannya aplikasi tersebut ke dalam
web LP. Maarif (www.maarif-nu.or.id), sehingga dituntut informasi yang
up to date. Adanya aplikasi khusus yang menangani data akademis
madrasah bagi LP. Maarif adalah suatu keharusan untuk meningkatkan
3
pelayanan bagi LP. Maarif sekaligus dapat memberikan kemudahan bagi
pihak madrasah.
Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan di atas, maka Penulis
tertarik untuk mengembangkan aplikasi data sekolah yang diharapkan
dapat menangani permasalahan ini dengan nama Aplikasi Manajemen
Database Sekolah.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang
dibahas dalam penelitian ini adalah :
1.
Bagaimana membuat Aplikasi Manajemen Database Sekolah yang
dapat memudahkan pengolahan data Madrasah pada LP. Maarif NU
Jakarta serta dapat memberikan informasi mengenai data madrasah
secara up to date.
2.
Bagaimana membuat Aplikasi Manajemen Database Sekolah dapat
diintegrasikan dengan website LP Maarif NU Jakarta.
1.3
Batasan Masalah
Berdasarkan perumusan masalah di atas, batasan masalah untuk
Aplikasi Manajemen Database Sekolah terbatas pada :
1. Aplikasi ini bukan termasuk Sistem Informasi Manajemen.
2. Penulis tidak membahas komunikasi serta keamanan data yang terkait
dengan sistem ini secara terinci.
4
1.4
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang penulis lakukan adalah :
1. Untuk mengetahui Aplikasi Data Sekolah yang sedang berjalan pada
Lembaga Pendidikan Maarif NU.
2. Membuat suatu Aplikasi Manajemen Database Sekolah yang dapat
mempermudah bagian Sub Bidang Data Dan Informasi untuk input,
edit, dan delete data madrasah sehingga dapat dihasilkan laporan data
madrasah dengan cepat dan akurat.
1.5
Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapat dalam melakukan penelitian ini adalah:
a. Bagi Instansi.
Dengan adanya Aplikasi Manajemen Database Sekolah tentunya
diharapkan akan memberi banyak kemudahan, antara lain :
1. Meminimalisir
kemungkinan
hilangnya
data
madrasah,
dikarenakan sudah adanya sistem informasi yang menggunakan
database.
2. Memudahkan bagian Sub Bidang Data dan Informasi dalam
pencarian data madrasah.
3. Dapat dijadikan sebagai sarana informasi bagi masyarakat yang
berkepentingan, untuk mengetahui informasi data seluruh madrasah
yang berada di ruang lingkup NU.
5
b.
Bagi Pemakai :
1. Mempercepat kinerja para pegawai di LP. Maarif NU untuk
melakukan Create, Edit, Update, dan Delete data madrasah.
2. Memudahkan para pegawai untuk melakukan pencarian data
madrasah dikarenakan adanya fasilitas Searching data.
1.6
Metodologi Penelitian
1.6.1
Teknik Pengumpulan Data
Metode-metode yang digunakan dalam pengumpulan data
antara lain :
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan langsung kepada suatu obyek
yang akan diteliti (Gorys Keraf, 1994:162).
2. Wawancara
Gorys Keraf (1994:161) mengartikan wawancara sebagai suatu
cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan
langsung kepada seorang informan atau seorang autoritas
(seorang ahli atau yang berwewenang dalam suatu masalah).
3. Studi Pustaka
Pengumpulan data dan informasi dengan cara membaca bukubuku dan website referensi yang dapat dijadikan acuan
pembahasan dalam masalah ini.
6
1.6.2
Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam
Aplikasi Manajemen Database Sekolah ini, penulis menggunakan
metode
SDLC
(System
Development
Life
Cycle)
dengan
pendekatan strategi air tejun (waterfall strategy).
Adapun tahapan dalam proses pengembangan sistem
Aplikasi Manajemen Database Sekolah adalah sebagai berikut:
(Whitten, 2004:32-34) :
1. System initiation, yaitu mengidentifikasi masalah yang dihadapi
dan membuat rencana untuk menyelesaikan masalah tersebut. Di
dalam system initiation, membuat lingkup proyek, tujuan, jadwal
dan anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah
atau sebagai gambaran keuntungan dari proyek.
2. System analysis, yaitu memahami dan menganalisis masalah.
Selain itu, juga dilakukan identifikasi terhadap solusi yang
diharapkan. System analysis mempelajari permasalahan untuk
merekomendasikan peningkatan dan spesifikasi kebutuhan bisnis
serta prioritas solusi.
3. System design, yaitu mengidentifikasi solusi alternatif dan
memilih solusi yang terbaik, kemudian merancang solusi yang
telah dipilih. System design membuat spesifikasi teknis dengan
solusi berbasis komputer yang telah diidentifikasi pada system
analysis.
7
4. System implementation, yaitu mengimplementasikan solusi yang
telah dipilih, kemudian mengevaluasi sistem informasi yang
telah dibuat. System implementation merupakan tahapan terakhir
dalam proses pengembangan sistem. System implementation
meliputi kegiatan membangun, meng-install, menguji, dan
mengoperasikan sistem informasi. Seperti yang dijelaskan pada
batasan masalah, dalam tahap ini tidak dilakukannya tahap
mengoperasikan sistem informasi.
1.6
Sistematika Penulisan
Dalam penulisan tugas akhir ini terdiri dari lima bab, dimana tiaptiap bab menjelaskan secara garis besar penulisan sebagai berikut :
BAB I
PENDAHULUAN
Pada bab ini berisikan latar belakang masalah, perumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian,
metodologi
penelitian,
dan
sistematika
penulisan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan menguraikan teori yang terkait dengan
konsep, metode perancangan, dan pemodelan Aplikasi
Manajemen Database Sekolah.
8
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini berisi tentang metode pengumpulan data serta
menguraikan tentang tahap-tahap pengembangan sistem
menggunakan SDLC.
BAB IV
PEMBAHASAN
Pada bab ini akan membahas sejarah, visi dan misi
Lembaga
Pendidikan
Maarif,
perancangan
sistem,
perancangan menu tampilan yang dibangun dengan
menggunakan PHP.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini, berisi kesimpulan dari apa yang telah
diuraikan pada bab sebelumnya beserta saran-saran untuk
pengembangan aplikasi selanjutnya.
9
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Konsep Dasar Sistem
2.1.1
Definisi Sistem
Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan
sistem, yaitu :
1. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur
mendefinisikan sistem sebagai berikut :
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur yang
saling
berhubungan,
berkumpul
bersama-sama
untuk
melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran
tertentu (Jogiyanto, 2005).
2. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau
komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
Sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Jogiyanto, 2005).
2.1.2
Karakterisitik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu
mempunyai komponen-komponen, batas sistem, lingkungan luar
sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan sasaran atau
tujuan (Ladjamudin, 2005).
9
10
1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu
kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen
sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari
sistem.
Setiap subsistem mempunyai karakteristik dari sistem yang
menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses
sistem secara keseluruhan.
2. Batasan Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu
sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan
luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukkan ruang
lingkup dari sistem tersebut.
3. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas
dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan
luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan.
Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari
sistem dan dengan demikian harus dijaga dan dipelihara.
Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan
11
dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan
hidup dari sistem.
4. Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media yang menghubungkan antara
satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui
penghubung ini kemungkinan sumber-sumber daya mengalir
dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran
(output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input)
untuk
subsistem
penghubung
satu
lainnya
melalui
subsistem
dapat
penghubung.
Dengan
berintegrasi
dengan
subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5. Masukan Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam
sistem.
Masukan
dapat
berupa
masukan
perawatan
(maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya
sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi
yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari sistem.
Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program adalah
maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan
komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi
informasi.
12
6. Keluaran Sistem
Keluaran sistem adalah energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan
masukan untuk subsistem yang lain.
7. Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau
sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan
merubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective),
Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi
sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat
menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran
yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil
bila mengenai sasaran atau tujuannya.
2.2
Konsep Dasar Informasi
2.2.1
Data dan Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya (Jogiyanto,
2005).
13
Sumber Informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadiankejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.
Menurut Jogiyanto, kualitas dari suatu informasi tergantung dari
tiga hal, yaitu :
1. Akurat, yaitu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan.
2. Tepat pada waktunya, yaitu informasi yang datang pada
penerima tidak boleh terlambat.
3. Relevan, yaitu berarti informasi tersebut mempunyai manfaat
untuk pemakainya.
2.2.2
Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat
bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah
melalui suatu model untuk menghasilkan informasi.
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima
kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan
dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan
yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut
akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model
dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini disebut juga
dengan siklus pengolahan data (data processing cycles).
14
Gambar 2.1 Siklus Informasi (Jogiyanto, 2005)
2.3
Konsep Dasar Sistem Informasi
2.3.1
Definisi Sistem Informasi
Menurut
Jeffery L. Whitten, sistem informasi merupakan
pengaturan orang, data, proses dan teknologi informasi yang
berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan
menyediakan sebagai output informasi yang diperlukan untuk
mendukung sebuah organisasi.
15
2.3.2
Komponen Sistem Informasi
Menurut Ladjamuddin, kita dapat mengilustrasikan 5 komponen
dalam sistem informasi seperti terlihat pada gambar berikut :
Hardware
(Perangkat
Keras)
Software
(Perangkat
Lunak)
Procedures
(Prosedur)
DATA
Mesin
People
(Manusia)
Manusia
Gambar 2.2 Lima Komponen Sistem Informasi
Kelima komponen tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Hardware (perangkat keras) dan Software (perangkat lunak)
yang berfungsi sebagai mesin.
2. People dan Procedures yang merupakan manusia dan tatacara
menggunakan mesin.
3. Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan
mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.
2.4
Konsep Aplikasi Manajemen Database Sekolah
2.4.1
Pengertian Aplikasi Komputer
Aplikasi Komputer merupakan bagian dari software komputer yang
menggunakan
kemampuan
komputer
secara
langsung
dan
16
menyeluruh untuk mengerjakan suatu tugas atau fungsi tertentu
sesuai dengan kebutuhan pengguna. (Euis, 2008)
2.4.2
Aplikasi Manajemen Database
Merupakan aplikasi komputer yang menyimpan struktur database,
hubungan antar data dalam database, serta berbagai formulir dan
laporan yang berkaitan dengan database. (Tutik, 2011)
Aktifitas dalam Manajemen Database:
1. Pengumpulan data; data yang diperlukan dikumpulkan dan
dicatat pada sebuah form yang disebut dokumen sumber yang
berfungsi sebagai input.
2. Integritas dan Pengujian; data diperiksa untuk meyakinkan
konsistensi dan akurasi data tersebut.
3. Penyimpanan data dan pemeliharaan.
4. Keamanan data.
5. Organisasi data; data disusun sedemikian untuk memenuhi
kebutuhan user. (Eka, 2011)
2.4.3
Aplikasi Manajemen Database Sekolah
Aplikasi Manajemen Database Sekolah didefinisikan sebagai
sebuah program yang ditujukan kepada lembaga sekolah untuk
menyelesaikan suatu permasalahan dengan proses penggunaan
sumberdaya secara efektif untuk mencapai sasaran menggunakan
17
sistem
berkas
terpadu
yang
dirancang
terutama
untuk
meminimalkan pengulangan data.
2.5
Basis Data (Database)
2.5.1 Sejarah
Basis data pertama kali muncul pada tahun 1960-an. Pelopor di
bidang basis data adalah Charles W. Bachman yang menerima
Turing Award (penghargaan semacam nobel pada ilmu komputer)
pada tahun 1973 karena telah mempelopori pekerjaan dalam
teknologi basis data. (Janner, 2007)
Pada awal tahun 1960 tersebut, Charles Bachman di perusahaan
General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut
Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store).
Pada akhir tahun
1960-an,
IBM
mengembangkan
Sistem
Manajemen Informasi (Information Management System). Hasil
kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika
mengembangkan sistem SABRE. Sistem SABRE memungkinkan
user mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Pada tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San
Jose mengusulkan suatu representasi data baru yang disebut model
data relasional.
Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing Award untuk
kontribusinya
pada
manajemen
transaksi
dalam
DBMS.
18
Pada akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang
sistem basis data dikembangkan. Penelitian di bidang basis data
meliputi bahasa query yang powerful, model data lengkap, dan
penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks, sistem
diperluas dengan kemampuan menyimpan tipe data baru misalnya
image dan text serta kemampuan query yang kompleks.
2.5.2
Definisi
Database atau biasa disebut dengan basis data terdiri atas 2 kata,
yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai
markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan Data
adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek
seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang,
hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya, yang direkam
dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau
kombinasinya. (Fathansyah, 2007)
Database sendiri dapat didefinisikan sebagai kumpulan file yang
saling berhubungan. Akan tetapi, database tidak hanya kumpulan
file. Record di dalam tiap file harus dapat dihubungkan dengan
record di dalam file lain. (Whitten, 2004)
Prinsip utama dari Database adalah pengaturan data/arsip.
Sedangkan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan
dalam pengambilan kembali data/arsip. (Fathansyah, 2007)
19
Gambar 2.4 Ruang Lingkup Sistem Database Sederhana (Elmasri)
2.5.3
Sifat-Sifat Basis Data
Istilah basis data pada umumnya juga menyiratkan serangkaian
sifat yang terkait, yaitu: (Janner, 2007)
1. Berbagi Data
2. Integrasi Data
3. Integritas Data
4. Keamanan Data
5. Abstraksi Data
6. Independensi Data
20
2.5.4
Arsitektur Sistem Basis Data
• Sistem Terpusat (Centralized System)
Sistem yang berjalan pada sistem komputer tunggal dan tidak
berinteraksi dengan komputer lain. Sistem Terpusat dapat
dibedakan menjadi dua:
1. Single-user system
Digunakan oleh satu orang, hanya satu CPU dan satu atau
dua hardisk serta hanya satu orang yang menggunakan
komputer pada satu saat.
Tidak menyediakan banyak fasilitas seperti multi-user
system seperti kontrol konkurensi (concurrency control) dan
pemulihan terhadap crash karena hanya diakses oleh satu
user.
2. Multi-user system
Memiliki lebih banyak disk dan memori, banyak CPU serta
banyak pengguna sistem operasi. Sistem melayani banyak
pengguna yang dihubungkan ke sistem melalui terminal.
• Sistem Client Server
Pada arsitektur client-server, PC menggantikan terminal yang
dihubungkan ke sistem terpusat. PC dianggap mempunyai
kemampuan sebagai antarmuka pengguna yang sering ditangani
langsung oleh sistem terpusat.
21
Gambar 2.5 Sistem server melayani permintaan dari sistem
client
• Sistem Server
Sistem Server dapat dikelompokkan menjadi:
1. Sistem server transaksi (Transaction Servers)
Disebut juga sistem server query. Menyediakan antarmuka
dimana dengan antarmuka tersebut client mengirimkan
transaksi ke sistem server dimana transaksi tersebut
dieksekusi dan hasilnya dikirm kembali ke client yang
berwenang untuk menampilkan data.
Permintaan bisa dilakukan dengan SQL atau melalui
antarnuka program aplikasi.
2. Sistem server data (Data Servers)
Digunakan pada LAN dimana ada hubungan kecepatan
tinggi antara client dan server.
Komputer server bisa mengirimkan data ke komputer client
agar melakukan semua pemrosesan pada komputer client,
lalu mengirimkan datanya kembali ke komputer server.
22
Sistem data servers ini digunakan pada sistem basis data
berorientasi objek.
• Sistem Terdistribusi (Distributed System)
Sistem Terdistribusi merupakan sekumpulan data yang secara
logis adalah milik satu sistem yang sama, tetapi secara fisik
tersebar pada beberapa tempat di jaringan.
Ciri-ciri Sistem Terdistribusi:
- Basis data disimpan pada beberapa komputer;
- Komputer pada Sistem Terdistribusi berkomunikasi satu
sama lain;
- Tidak berbagi memori atau disk.
2.5.5
Pengguna Basis Data (User and DBA)
User biasa disebut sebagai pengguna. Biasanya ditujukan kepada
pengguna suatu sistem yang umumnya adalah manusia, misalnya
pengguna komputer. Sedangkan istilah dalam dunia komputer
adalah untuk menyebut seseorang yang menggunakan suatu sistem
komputer, program, atau stasiun/terminal dalam jaringan.
Sedangkan Database User adalah sebutan bagi para pengguna basis
data. Terdapat bermacam-macam tingkatan pengguna basis data,
yaitu:
Specialised User (Pemakai Terspesialisasi)
Naïve User (Pemakai Canggih)
23
Casual User (Pemakai Awam)
Application Programmer (Pemrogram Aplikasi)
Sedangkan dalam hal Administrator, terdapat dua user, yaitu Data
Administrator dan Database Administrator.
a. Data Administrator
Adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap data.
Tugas dari seorang Data Administrator adalah:
-
Memutuskan data apa yang seharusnya disimpan dalam
basis data.
-
Menentukan kebijakan pengelolaan terhadap data yang telah
tersimpan tersebut.
b. Database Administrator
Adalah
seseorang
yang
bertanggung
jawab
terhadap
pengimplementasian keputusan seorang Data Administrator.
Tugas dari seorang Database Administrator adalah:
-
Menentukan skema konseptual (desain lojik basis data)
-
Menentukan skema internal (desain fisik basis data)
-
Menentukan skema eksternal
-
Menentukan kekangan integritas dan aspek-aspek keamanan
-
Menentukan kebijakan dump dan reload data.
-
Memonitor kinerja dan merespon perubahan kebutuhankebutuhan.
24
2.5.6
Manfaat Dan Kerugian
Secara lebih lengkap, pemanfaatan Database dilakukan untuk
memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti: (Fathansyah, 2007)
Kecepatan dan Kemudahan (Speed);
Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space);
Keakuratan (Accuracy);
Ketersediaan (Availability);
Kelengkapan (Completeness);
Keamanan (Security);
Kebersamaan Pemakaian (Sharability);
Sedangkan kelemahan atau bisa dikatakan kerugian dari pemakaian
Database adalah sebagai berikut:
Tidak bisa digunakan dalam akses dengan multiple user;
Membutuhkan pendanaan yang besar baik itu dari segi software,
hardware ataupun trainingnya;
Database tidak terlalu diperuntukkan untuk data yang selalu
berubah;
Perlu adanya penambahan biaya untuk menyediakan keamanan
dan akses kontrol.
25
2.6
DBMS (Sistem Manajemen Basis Data)
2.6.1
Definisi
Database Management System (DBMS) adalah perangkat lunak
untuk mendefinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan
pengaksesan basis data. (Bambang, 2004). Mempunyai fasilitas
membuat, mengakses, memanipulasi dan memelihara database.
Bertujuan untuk efisiensi dan kenyamanan dalam memperoleh &
menyimpan informasi dalam database.
Berikut ini disajikan tabel beberapa contoh DBMS yang terkenal:
Tabel 2.2 Tabel Contoh DBMS
DBMS
Access
Perusahaan
Microsoft Corporation
DB2
IBM
Informix
IBM
Ingress
Computer Associate
mySQL
The MySQL Company
Oracle
Oracle Corporation
Postgres SQL
Postgres
Sybase
Sybase Inc.
Visual dBase
Borland
Visual FoxPro
FoxPro Corporation
2.6.2 Fungsi
• Data Definiton
Harus mampu mengolah pendefinisian data.
• Data Manipulation
26
Harus dapat menangani permintaan user untuk pengaksesan
data.
• Data Security and Integrity
Harus menjaga keamanan dan integritas yang telah didefinisikan
oleh DBA (Database Administrator).
• Data Recovery and Concurrency
Haruslah memiliki kemampuan untuk mengatasi kerusakankerusakan yang disebabkan oleh sistem, kerusakan disk dan lain
sebagainya.
• Data Dictionary
Haruslah menyediakan data dictionary.
• Performance
Harus mampu menangani semua kerja dari setiap fungsi yang
ada.
2.6.3 Komponen
Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam: (Abdul,
1999)
1. Perangkat Keras (Hardware)
2. Perangkat Lunak (Software)
3. Data
4. Pengguna (User)
27
2.6.4 Model Data
Model data adalah kumpulan konsep yang terpadu untuk
mendeskripsikan data, keterhubungan (relationship) antar data,
semantik, dan batasan konsistensi data yang berguna untuk
menyembunyikan rincian penyimpanan level rendah. (Bambang,
2004)
DBMS terutama diklasifikasikan berdasarkan model data yang
digunakan, yaitu model data hirarki, jaringan, dan, relasional.
(Waljiyanto, 2003)
• Model Hirarki (hierarchical model)
Model Hirarki biasa disebut model pohon, karena menyerupai
pohon yang dibalik. Pada model data hirarki ini hubungan antar
entiti dinyatakan dalam: satu – banyak (”one to many”) atau satu
– satu (”one to one”). Contoh model hirarki dalam hal ini
memperlihatkan hubungan dosen dan kelas yang diajar, serta
mahasiswa yang mengikuti kelas masing-masing.
Dosen
Ashadi
Dosen
Siti Nurbaya
Pengantar
Basis Data
Rudi
Asti
Matematika I
Pemrograman
COBOL
Dina
Dina
Edi
Ita
Gambar 2.6 Contoh Model Hirarki (Abdul, 1999)
Edi
28
• Model Jaringan (network model)
Model ini menyerupai model hirarki, dengan perbedaan model
ini bisa menyatakan hubungan antar entiti dalam: satu – satu
(”one to one”), satu – banyak (”one to many”), maupun banyak
– banyak (”many to many”). Contoh model jaringan yang
didasarkan oleh model hirarki pada Gambar 2.6.
Dosen
Siti Nurbaya
Pengantar
Basis Data
Pemrograman
COBOL
•
Rudi
Dosen
Ashadi
Dina
Asti
Matematika I
Ita
Edi
Gambar 2.7 Contoh Model Jaringan (Abdul, 1999)
• Model Relasional (relational model)
Model Relasional merupakan model yang paling sederhana
sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna. Model
ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua (yang
disebut relasi atau tabel), dengan masing-masing relasi tersusun
atas baris dan atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa
sehingga
dapat
menghilangkan
kemubaziran
data
dan
menggunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.
DBMS yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS
(Relational Database Management System). Berikut merupakan
29
bentuk relasional berdasarkan contoh model hirarki dan jaringan
sebelumnya.
Nama_Dosen
Kelas
Mahasiswa
Siti Nurbaya
Pengantar Basis Data
Rudi
Siti Nurbaya
Pengantar Basis Data
Asti
Siti Nurbaya
Pengantar Basis Data
Dina
Siti Nurbaya
Pemrograman COBOL
Dina
Siti Nurbaya
Pemrograman COBOL
Edi
Ashadi
Matematika I
Ita
Ashadi
Matematika I
Edi
Tabel 2.3 Contoh Model Relasional (Abdul, 1999)
2.6.5 RDBMS (Relational Database Management System)
Relational Database sebenarnya adalah salah satu konsep
penyimpanan data, sebelum konsep database relasional muncul
sebenarnya sudah ada dua model database yaitu Network Database
dan Hierarchie Database. Dalam database relasional, data
disimpan dalam bentuk relasi atau tabel dua dimensi, dan antar
tabel
satu
dengan
tabel
lainnya
terdapat
hubungan
atau
relationship. Untuk membuat struktur tabel, mengisi data ke tabel,
mengubah data jika diperlukan dan menghapus data dari tabel
30
diperlukan software. Software yang digunakan membuat tabel, isi
data, ubah data dan hapus data disebut Relational Database
Management System (RDBMS).
Saat ini, Sistem Manajemen Basis Data Relasional (RDBMSRelational Database Management System) yang berdasarkan model
data relasional merupakan pendekatan yang paling dominan, yang
pertama kali diperkenalkan E.F. Codd (1970) dalam makalah
berjudul ”A relational model of data for large shared data banks”.
(Bambang, 2004).
Beberapa istilah penting dalam model relasional adalah: (Bambang,
2004)
• Relasi
Relation (Relasi) merupakan sebuah tabel dengan kolom-kolom
dan baris-baris. Pada model relasional, relasi digunakan untuk
menyimpan
informasi
mengenai
objek-objek
yang
direpresentasikan dalam sebuah basis data.
Contohnya mengenai informasi pegawai-pegawai yang bekerja
di perusahaan X direpresentasikan pada relasi PEGAWAI yang
mengandung informasi: nomor induk pegawai, nama, alamat,
gaji dan kode divisi tempat pegawai bekerja.
• Atribut
Attribute (Atribut) merupakan kolom dari suatu relasi yang
mempunyai nama. Atribut-atribut pada suatu relasi tidak harus
31
tersusun secara khusus. Contohnya, pada relasi PEGAWAI
mempunyai lima kolom untuk atribut-atribut NIP#, Nama,
Alamat, Gaji dan KodeDiv.
• Tupel
Tuple (Tupel) merupakan suatu baris dari suatu relasi. Pada
relasi PEGAWAI, setiap tupel mempunyai 5 nilai, masingmasing untuk setiap atribut NIP#, Nama, Alamat, Gaji dan
KodeDiv.
• Domain
Domain (Domain) merupakan kumpulan nilai-nilai data yang
mungkin untuk suatu atribut dan bersifat atomik. Contoh:
domain dari atribut KodeDiv adalah {Div01, Div02, Div03,
Div04}.
• Derajat
Degree of relation (Derajat dari suatu relasi) adalah banyaknya
atribut pada suatu relasi. Relasi PEGAWAI yang mempunyai 5
atribut berarti mempunyai derajat lima, dimana setiap tupelnya
mempunyai 5 nilai.
• Kardinalitas
Cardinality of relation (Kardinalitas dari suatu relasi) adalah
banyaknya tupel pada suatu relasi. Kardinalitas dari relasi ini
dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan yang terjadi pada
relasi.
32
Gambar 2.8 Istilah penting dalam model relasional
2.6.6 Arsitektur DBMS
DBMS memiliki arsitektur untuk melakukan abstraksi dari data
sehingga dapat diperoleh independensi data-program.
Pada tahun 1975, Badan Standarisasi Nasional Amerika ANSISPARC (American National Standards Institute – Standards
Planning and Requirements Committee) menetapkan tiga level
abstraksi dalam database, yaitu:
1. Level Eksternal (external level)
Level Eksternal adalah level yang berhubungan langsung
dengan pengguna database. Pada level ini pengguna (user)
hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan keperluannya
33
sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang
berbeda dari user lainnya.
2. Level Konseptual (conceptual level)
Level Konseptual adalah level dari para administrator
database, pada level ini didefinisikan hubungan antar data
secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap.
3. Level Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)
Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik
dalam bentuk kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan
alokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data dalam
penyimpanan, kompresi data (agar lebih hemat), dan enkripsi
data (agar lebih aman).
Gambar 2.9 Arsitektur Sistem Manajemen Basis Data
34
2.6.7
Bahasa DBMS
Bahasa Basis Data (database language) adalah bahasa pada sistem
basis data untuk melakukan pendefinisian dan manipulasi basis
data. (Bambang, 2004)
Implementasi bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi
perusahaan yang merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini
bisa dikategorikan ke dalam tiga komponen bahasa, yaitu:
1. DDL (Data Definition Language)
DDL adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk
mendefinisikan struktur data. Komponen bahasa ini banyak
digunakan oleh para administrator basis data pada saat
merencanakan atau membangun file-file basis data.
Contoh:
Membuat table bernama ms_karyawan dengan perintah :
CREATE TABLE `ms_karyawan` (
`kode_cabang` varchar(10) default NULL,
`kode_karyawan` varchar(10) NOT NULL,
`nama_depan` varchar(8) default NULL,
`nama_belakang` varchar(9) default NULL,
`jenis_kelamin` varchar(1) default NULL,
PRIMARY KEY (`kode_karyawan`)
)
35
2. DML (Data Manipulation Language)
DML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk
memanipulasi data. Komponen ini diperlukan oleh para
pengguna untuk memanipulasi data.
Contoh:
Memasukkan data ke dalam tabel ms_karyawan :
INSERT INTO `ms_karyawan`(
`kode_cabang`,
`kode_karyawan`,
`nama_depan`,
`nama_belakang`,
`jenis_kelamin`)
VALUES ('cab-001','kar-001','Feris','Thia','Laki-laki');
3. DCML (Device Control Media Language)
DCML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk
mengatur perekaman atau penyimpanan data secara fisik.
Komponen bahasa DCML digunakan oleh operator-operator
sistem basis data didalam mengatur file-file data secara fisik.
Perintah-perintah yang termuat dalam komponen ini, antara lain
perintah perintah: merekam (Write Record, Create Table),
menghapus (Drop, Delete Table).
36
2.6.8
Keunggulan dan Kelemahan
Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) memiliki berbagai
keunggulan dibandingkan dengan pengelolaan data tanpa DBMS,
walaupun tidak terlepas dari beberapa kelemahan.
Keunggulan DBMS antara lain: (Bambang, 2004)
- Pengendalian terhadap redundansi data
- Konsistensi data
- Peningkatan integritas data
- Peningkatan produktivitas
- Peningkatan konkurensi
- Peningkatan layanan backup dan pemulihan data
Kelemahan DBMS antara lain: (Bambang, 2004)
- Kompleksitas yang tinggi
- Ukuran perangkat lunak yang besar
- Ongkos konversi dari sistem lama ke sistem baru
- Kinerja yang rendah bila tidak mampu menggunakan dengan
bagus
- Dampak yang tinggi bila terdapat kegagalan
37
2.7
Flowchart
2.7.1
Pengertian
Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir
(flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika.
Digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk
dokumentasi (Jogiyanto, 2005)
2.7.2
Jenis-Jenis Flowchart
Ada lima macam bagan alir (flowchart), yaitu sebagai berikut:
(Jogiyanto, 2005)
1) Bagan alir sistem (system flowchart)
Bagan alir sistem dapat didefinisikan sebagai bagan yang
menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem.
Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur
yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa
yang dikerjakan di sistem.
2) Bagan alir dokumen (document flowchart)
Bagan alir dokumen atau disebut juga bagan alir formulir
(form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan
alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk
tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini menggunakan
simbol-simbol yang sama dengan bagan alir sistem.
38
3) Bagan alir skematik (schematic flowchart)
Bagan alir skematik merupakan bagan alir yang mirip dengan
bagan alir sistem, yaitu menggambarkan prosedur di dalam
sistem. Perbedaannya adalah bagan alir skematik selain
menggunakan
simbol-simbol
bagan
alir
sistem
juga
menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya
yang digunakan. Fungsi penggunaan gambar tersebut adalah
untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang
mengerti dengan simbol-simbol bagan alir.
4) Bagan alir program (program flowchart)
Bagan alir program merupakan bagan yang menjelaskan secara
rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program
dapat terdiri dari dua macam, yaitu:
a) Bagan alir logika program (program logic flowchart) yang
digunakan untuk menggambarkan setiap langkah di dalam
program komputer secara logika. Bagan alir ini disiapkan
oleh analis sistem.
b) Bagan alir komputer terinci (detailed computer program
flowchart) yang digunakan untuk menggambarkan intruksiintruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini
disiapkan oleh pemrogram.
39
5) Bagan alir proses (process flowchart)
Bagan alir proses merupakan bagan alir yang banyak
digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi
analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu
prosedur. Gambar simbol-simbol bagan alir proses dapat
dilihat pada halaman daftar simbol.
2.8
DFD (Data Flow Diagram)
2.8.1
Pengertian
DFD (Data Flow Diagram) atau diagram aliran data adalah model
proses yang digunakan untuk menggambarkan aliran data melalui
sebuah sistem dan tugas atau pengolahan yang dilakukan oleh
sistem (Whitten, 2004). DFD sering disebut process modelling
tools. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau
menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis.
2.8.2
Levelisasi DFD
Model ini menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antar
fungsi yang berhubungan satu dengan yang lain dengan aliran dan
penyimpanan data.
Bisa terjadi penurunan level dimana dalam penurunan level yang
lebih rendah harus bisa merepresentasikan proses tersebut ke dalam
spesifikasi proses yang jelas.
Pembagian level dalam DFD:
40
• Diagram Konteks (Context Diagram)
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses
dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram
konteks merupakan level tertinggi DFD yang menggambarkan
seluruh input ke sistem atau output dari sistem. Ia akan memberi
gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi oleh
boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam
diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak ada store dalam
diagram konteks. (Ladjamudin, 2005).
• Diagram Nol (Diagram Zero)
Diagram
Nol
(Diagram
Zero)
adalah
diagram
yang
menggambarkan proses dari DFD. Diagram zero memberikan
pandangan secara menyeluruh mengenai sistem yang ditangani,
menunjukkan tentang fungsi-fungsi utama atau proses yang ada,
aliran data, dan eksternal entitiy. Pada level ini sudah
dimungkinkan
adanya/digambarkannya
data
store
yang
digunakan. Untuk proses yang tidak rinci lagi pada level
selanjutnya, simbol ’*’ atau ’P’ (functional primitive) dapat
ditambahkan pada akhir nomor proses. Keseimbangan input dan
output (balancing) antara diagram zero dengan diagram konteks
harus terpelihara. (Ladjamudin, 2005).
41
• Diagram Rinci
Diagram rinci adalah diagram yang menguraikan proses apa
yang ada dalam diagram zero atau diagram level di atasnya.
(Ladjamudin, 2005).
Berikut gambar Tabel Penomoran Level pada DFD: (Ladjamudin,
2005)
Tabel 2.3 Tabel Penomoran Level pada DFD
Nama Level
Nama Diagram
Nomor Proses
0
Diagram Konteks
1
Diagram 0 / Zero
1.0, 2.0, 3.0, …..
2
Diagram 1.0
1.1, 1.2, 1.3, …..
2
Diagram 2.0
2.1, 2.2, 2.3, …..
2
Diagram 3.0
3.1, 3.2, 3.3, …..
3
Diagram 1.1
1.1.1, 1.1.2, 1.1.3, …..
3
Diagram 1.2
1.2.1, 1.2.2, 1.2.3, …..
3
Diagram 1.3
1.3.1, 1.3.2, 1.3.3, …..
Dst
2.8.3
Elemen Dasar DFD
Elemen dasar dari DFD dapat terdiri dari sebagai berikut:
(Ladjamudin, 2005)
a. Kesatuan luar (External Entity)
Sesuatu yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan data ke
dalam sistem atau memberikan data dari sistem, disimbolkan
dengan suatu kotak notasi. External entity tidak termasuk bagian
dari sistem. Bila sistem informasi dirancang untuk satu bagian
42
(departemen) maka bagian lain yang masih terkait menjadi
external entity.
b. Arus data (Data Flow)
Arus data merupakan tempat mengalirnya informasi dan
digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari
sistem. Arus data ditunjukkan dengan arah panah dan garis
diberi nama atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir
di antara proses, data store, dan menunjukkan arus data dari data
yang berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem.
c. Proses (Process)
Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem. Proses dapat
mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar.
Proses berfungsi mentransformasikan satu atau beberapa data
masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai
dengan spesifikasi yang diinginkan. Setiap proses memiliki satu
atau beberapa masukan serta menghasilkan satu atau beberapa
data keluaran.
d. Simpanan data (Data Store)
Simpanan data merupakan tempat penyimpanan data pengikat
data yang ada dalam sistem. Data store dapat disimbolkan
dengan sepasang dua garis sejajar atau dua garis dengan salah
satu sisi samping terbuka. Proses dapat mengambil data dari atau
memberikan data ke database.
43
Gambar simbol-simbol elemen DFD dapat dilihat pada halaman
daftar simbol.
2.9
ERM (Entity Relationship Model)
2.9.1
Pengertian
Model Entity-Relationship (ER) mula-mula disulkan oleh Peter
pada tahun 1976 sebagai cara untuk mempersatukan pandangan
basis data jaringan dan relasional. (Janner, 2007)
Menurut Bambang, Model ER (Entity Relationship Model) adalah
model data konseptual tingkat tinggi untuk perancangan basis data.
(Bambang, 2004)
Secara umum dapat diartikan sebagai suatu penyajian data dengan
menggunakan Entity dan Relationship. Biasanya digambarkan
dengan diagram yang disebut ERD (Entity Relationship Diagram).
2.9.2
ERD (Entity Relationship Diagram)
Diagram Hubungan Entitas atau Entity Relationship Diagram
adalah sebuah model data yang menggunakan beberapa notasi
untuk menggambarkan data dalam konteks entitas dan hubungan
yang dideskripsikan oleh data tersebut. (Whitten, 2004)
Entity Relationship Diagram (ERD) mengilustrasikan struktur logis
dari basis data. (Janner, 2007)
44
ERD digunakan untuk mengkonstruksikan model data konseptual,
memodelkan struktur data dan hubungan antar data dan
mengimplementasikan basis data secara logika maupun secara fisik
dengan DBMS (Database Management System). Dengan ERD ini
kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus
dilakukan. ERD dapat membantu dalam menjawab persoalan
tentang data yang diperlukan dan bagaimana data tersebut saling
berhubungan.
2.9.3
Komponen Penyusun ERD
a. Entitas (Entity)
Entitas adalah objek data prinsip tentang informasi yang
dikumpulkan. (Janner, 2007). Bisa diartikan sebagai suatu objek
yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pemakai, sesuatu
yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan
dibuat.
Pada ERD, Entitas digambarkan dengan sebuah bentuk persegi
panjang.
Contoh:
- Individu: pegawai, pelanggan, mahasiswa, distributor
- Tempat: ruang, bangunan, kantor, lapangan, kampus
- Obyek: buku, motor, paket software, produk
45
b. Relasi (Relationship)
Relasi adalah asosiasi diantara dua entitas atau lebih. (Bambang,
2004). Pada penggambaran ERD, relasi adalah perekat yang
menghubungkan suatu entitas dengan entitas lainnya. Relasi
merupakan hubungan yang berarti antara suatu entitas dengan
entitas lainnya.
Relasi diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga
memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya (bisa
dengan kalimat aktif atau kalimat pasif).
Pada ERD, Relasi digambarkan dengan sebuah bentuk belah
ketupat.
Contoh:
- Mahasiswa mengambil Mata Kuliah
- Orang mengendarai Mobil
c. Derajat Relasi (Relationship Degree)
Relationship degree atau derajat relasi adalah jumlah entitas
yang berpartisipasi dalam satu relasi.
Derajat relasi yang sering dipakai di dalam ERD:
1) Unary Relationship
Unary relationship adalah model relasi yang terjadi di antara
entity yang berasal dari entity set yang sama. Sering juga
disebut sebagai recursive relationship atau reflective
relationship.
46
2) Binary Relationship
Binary relationship adalah model relasi antara instansiinstansi (istances) dari suatu tipe entitas (dua entity yang
berasal dari entity yang sama). Relationship ini paling umum
digunakan dalam pembuatan model data.
3) Ternary Relationship
Ternary relationship merupakan relationship antara instansiinstansi dari tiga tipe entitas secara sepihak. Masing-masing
entitas mungkin berpartisipasi satu atau banyak dalam suatu
relationship ternary. Perlu dicatat bahwa relationship ternary
tidak sama dengan tiga relationship binary.
d. Atribut (Attribute)
Atribut adalah ciri atau karakteristik dari tipe entitas maupun
tipe relasi yang dipentingkan dalam satu sistem/organisasi.
(Bambang, 2004)
Ada dua jenis atribut:
1) Identifier (key), digunakan untuk menentukan suatu entitas
secara unik (primary key).
2) Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk menspesifikasikan karakteristik dari suatu entitas yang tidak
unik.
Pada umumnya atribut merupakan karakteristik dari entitas atau
relasi, yang menyediakan penjelasan detail tentang entitas atau
relasi tersebut.
47
Contoh:
- Atribut Pelanggan
- No KTP/SIM
- Nama
- Alamat
e. Kardinalitas (Cardinality)
Kardinalitas suatu hubungan menyatakan sejumlah kejadian
terkait untuk masing-masing dua entitas. (Janner, 2007)
Menurut Jeffrey L. Whitten, Kardinalitas mendefinisikan jumlah
kemunculan baik minimum maupun maksimum satu entitas
yang dapat dihubungkan dengan kemunculan tunggal entitas
lain.
Jenis Derajat Kardinalitas:
- One to One (1 : 1)
Hubungan satu-ke-satu (1:1) terjadi jika sebanyak satu
kejadian dari suatu entitas A dihubungkan dengan satu
kejadian entitas B.
1
PEGAWAI
1
MILIK
KENDARAAN
Gambar 2.10 Hubungan One to One
Contoh: masing-masing karyawan memiliki kendaraannya
masing-masing.
48
- One to Many / Many to One (1 : N / N : 1)
Tingkat hubungan satu-ke-banyak (1:N) adalah sama dengan
banyak-ke-satu (N:1). Tergantung dari arah mana hubungan
tersebut dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas A dapat
mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas
B. Sebaliknya satu kejadian pada entitas B hanya dapat
mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas
A.
Contoh One to Many:
Departemen
1
Memiliki
N
Pegawai
Gambar 2.11 Hubungan One to Many
1 Departemen mungkin mempekerjakan 1 atau lebih pegawai
1 Pegawai hanya bekerja pada sebuah Departemen
Contoh Many to One:
Produk
N
Dimiliki
1
Vendor
Gambar 2.12 Hubungan Many to One
Banyak Produk yang mungkin dimiliki oleh 1 Vendor
- Many to Many (M : N)
Hubungan banyak-ke-banyak (M:N) mempunyai arti setiap
entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan
banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga
sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B
berhubungan banyak entitas pada himpunan entitas A.
49
Contoh Many to Many:
Mahasiswa
M
Mempelajari
N
Mata Kuliah
Gambar 2.13 Hubungan Many to Many
Setiap Mahasiswa dapat mempelajari banyak Mata Kuliah
dan setiap Mata Kuliah dapat dipelajari oleh banyak
Mahasiswa.
2.10
Normalisasi
2.10.1 Pengertian
Normalisasi adalah teknik analisis data yang mengorganisasikan
data ke dalam kelompok menjadi bentuk yang non redundant,
stable, flexible dan adaptive entities (Whitten, 2004).
Normalisasi database biasanya jarang dilakukan dalam database
skala kecil, dan dianggap tidak diperlukan pada penggunaan
personal. Namun seiring dengan berkembangnya informasi yang
dikandung dalam sebuah database, proses normalisasi akan sangat
membantu dalam menghemat ruang yang digunakan oleh setiap
tabel di dalamnya, sekaligus mempercepat proses permintaan data.
2.10.2 Tujuan
– Untuk menghilangkan kerangkapan data
– Untuk mengurangi kompleksitas
– Untuk mempermudah pemodifikasian data
50
2.10.3 Tahapan
Normalisasi dapat dipahami sebagai tahapan-tahapan yang masingmasing berhubungan dengan bentuk normal. Bentuk normal adalah
keadaan yang dihasilkan dengan menerapkan aturan sederhana
berkaitan dengan konsep ketergantungan fungsional (functional
dependency) pada relasi yang secara garis besar kita akan
menggambarkannya sebagai berikut: (Elmasri, 2000).
a) Bentuk normal kesatu (First Normal Form / 1NF)
Bentuk normal kesatu adalah suatu bentuk relasi dimana
atribut
bernilai
banyak
(multivalues
attribute)
telah
dihilangkan sehingga kita akan menjumpai nilai tunggal atau
bersifat atomic value (mungkin saja nilai null) pada
perpotongan setiap baris dan kolom. Nilai dikatakan atomic
jika nilai suatu atribut tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi unitunit yang lebih kecil.
Syarat normal kesatu (1-NF):
– Setiap data dibentuk dalam satu record demi satu record
nilai dari field berupa “atomic value”.
– Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.
– Telah ditentukannya primary key.
– Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.
51
b) Bentuk normal kedua (Second Normal Form / 2NF)
Bentuk normal kedua didasari konsep full functional
dependency (ketergantungan fungsional sepenuhnya) yang
dapat didefinisikan sebagai berikut:
“Jika A dan B adalah atribut-atribut dari suatu relasi, B
dikatakan full functional dependency (memiliki ketergantungan
fungsional sepenuhnya) terhadap A, tetapi tidak secara tepat
memiliki ketergantungan fungsional dari subset (himpunan
bagian) dari A.”
Syarat normal kedua (2-NF):
– Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu.
– Atribut
bukan
key
(non-key)
haruslah
memiliki
ketergantungan fungsional sepenuhnya (fully fungsional
dependency) pada kunci utama / primary key.
c) Bentuk normal ketiga (Third Normal Form / 3NF)
Bentuk normal ketiga didasari konsep transitive dependency
(ketergantungan transitif) yang dapat didefinisikan sebagai
berikut:
“Suatu kondisi dimana A, B, dan C adalah atribut-atribut dari
suatu relasi sedemikian sehingga A B dan B C, maka A
C (C memiliki ketergantungan transitif terhadap A melalui
B),
dan
harus
dipastikan
bahwa
A
tidak
ketergantungan fungsional terhadap B atau C.”
memiliki
52
Syarat normal ketiga (3-NF):
1) Bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kedua.
2) Atribut bukan kunci (non-key) haruslah tidak memiliki
ketergantungan transitif, dengan kata lain suatu atribut
bukan kunci (non-key) tidak boleh memiliki ketergantungan
fungsional (fungsional dependency) terhadap atribut bukan
kunci lainnya, seluruh atribut bukan kunci pada suatu relasi
hanya
memiliki
ketergantungan
fungsional
terhadap
primary key di relasi itu saja.
Gambar 2.14 Langkah-Langkah Normalisasi (Ladjamudin, 2005)
53
2.11
STD (State Transition Diagram)
STD (State Transition Diagram) menggambarkan bagaimana kerja sistem
melalui kondisi (state) dan kejadian yang menyebabkan kondisi berubah.
STD juga menggambarkan aksi yang dilakukan karena kejadian tertentu.
(Pressman, 2001). Simbol-simbol STD dapat dilihat pada daftar simbol.
2.12
Konsep Dasar Internet
2.12.1 Pengertian
Interconnected Network atau Internet merupakan sekumpulan
jaringan yang terhubung satu dengan lainnya, dimana jaringan
menyediakan sambungan menuju global informasi. Internet telah
memungkinkan komunikasi antar komputer dengan menggunakan
Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP) yang
didukung media komunikasi, seperti satelit dan paket radio
(Oetomo, 2007)
2.12.2 Sejarah Internet
Pada mulanya, internet berasal dari impian J.C.R. Licklider (19151990), seorang psikolog di Massachusetts Institute of Technology,
tentang sebuah Galatic Networks di awal tahun 1960-an.
Kemudian, ketika Licklider bekerja di Advanced Research Project
Agency (ARPA) di Pentagon, Lawrence G. Robert mencoba
mewujudkan impiannya.
54
Meskipun pertemuan antara Licklider dan Robert terjadi tahun
1964, Robert baru benar-benar konsentrasi untuk pengembangan
internet
mulai
Desember
1966.
Kemudian,
Robert
mulai
menguraikan rencana jaringannya dalam konferensi-konferensi
para peneliti. Akhirnya, internet dikembangkan dalam suatu
penelitian militer Amerika Serikat yang disebut Advanced
Research
Project
Agency
Network
(ARPANet).
ARPANet
menghubungkan pusat penelitian departemen pertahanan dengan
pusat-pusat penelitian di universitas-universitas di Amerika Serikat.
Tujuannya adalah menghadapi kemungkinan terjadinya serangan
nuklir karena sifat jaringan internet tidak mudah dilumpuhkan
hanya dengan merusak satu titik pusat layanan. Apabila satu titik
diserang, maka sistem jaringan tetap dapat berfungsi. Internet
memiliki protokol dan sistem pencari rute-rute alternatif untuk
mengalirkan data dan informasi.
Beberapa elemen utama ARPANet disumbang oleh para periset
seperti Leornard Kleinrock dan Paul Baran di Amerika Serikat
serta Donald W. Davies di Inggris. Masing-masing membuat
pendekatan untuk packet switching yang menjadi solusi untuk
berbagai hambatan bandwidth. Caranya adalah dengan membagi
pesan yang akan ditransmisikan menjadi paket-paket data kecil dan
mengirimkannya melalui kabel-kabel yang sama. Sementara itu,
Roberts meminta bantuan Vinton G. Cerf dan Robert E. Kahn
55
untuk mengembangkan sebuah protokol kontrol jaringan yang
berfungsi menata kekacauan rencana packet switching. Di akhir
1970-an,
mereka
berhasil
menyempurnakannya
menjadi
Transmission Control Protocol atau Internet Protocol (TCP/IP)
yang masih digunakan hingga sekarang. Sebaliknya, untuk merakit
perangkat keras pertama ARPANet Robert memilih Bolt, Beranek,
and Newman (BBN) untuk membuat saklar jaringan yang pertama
dan membangun server jaringan pertama di wilayah pesisir Timur
pada tahun 1970. Inovasi selanjutnya dilakukan oleh Ray
Tomlinson dari BBN. Ia membuat sebuah program e-Mail pada
tahun 1971 yang kemudian menarik para ilmuwan lainnya ikut
berkiprah di dalam internet.
Meskipun demikian, perkembangan teknologi internet sempat surut
hingga tahun 1990-an gaung internet kembali merebak. Internet
menjadi populer kembali sejak tahun 1995 dan ditandai
bertambahnya secara drastis domain komersial dan jaringan World
Wide Web (WWW).
Di Indonesia, jaringan internet mulai dikembangkan pada tahun
1983 di Universitas Indonesia berupa UINet oleh Dr. Joseph F.P.
Luhukay. Ketika itu, ia baru menamatkan program doktor Filosofi
Ilmu Komputer di Amerika Serikat. Jaringan dibangun selama
empat tahun. Pada tahun yang sama, Luhukay pun mulai
mengembangkan University Network (Uninet) di lingkungan
56
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Uninet merupakan
jaringan komputer dengan jangkauan lebih luas dan meliputi
Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut
Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi
Surabaya, Universitas Hasanudin, dan Ditjen Dikti. (Oetomo,
2007)
2.13.3 Sumber Daya Internet
Internet memiliki banyak sumber daya seperti pada tabel 2.4:
(Abdul, 2003)
Tabel 2.4 Daftar Sumber Daya Internet
Sumber Daya
E-mail
User Newsgroup
LISTSERV
Internet Relay Chat
(IRC) / Chatting
Telnet
Keterangan
Digunakan untuk melakukan pertukaran sura
elektronis.
Forum diskusi.
Kelompok diskusi dengan menggunakan surat
elektronis.
Fasilitas
yang
memungkinkan
pemakai
melakukan percakapan dalam bentuk bahasa
tertulis secara interaktif.
Fasilitas yang memungkinkan koneksi (login) ke
suatu sistem komputer.
File Transfer Protocol
Sarana untuk melakukan transfer berkas dari
(FTP)
komputer lokal ke komputer lain atau sebagainya.
Gopher
Perangkat yang memungkinkan pemakai untuk
menemukan informasi yang terdapat pada server
gopher melalui menu yang bersifat hirarkis.
57
Tabel 2.4 (Lanjutan)
Archie
Very Easy RodentOriented Netwide
Index to Computer
Archieves (Veronica)
Perangkat
yang
dapat
digunakan
untuk
melakukan pencarian berkas pada situs FTP.
Merupakan kemampuan tambahan yang dipakai
untuk melakukan pencarian pada situs-situs
gopher.
Perangkat yang digunakan untuk melakukan
Wide Area Information pencarian data pada internet yang dilaksanakan
Servers (WAIS)
dengan menyebutkan nama database dan kata
kunci yang dicari.
World Wide Web
(WWW)
2.13
Sistem
yang
memungkinkan
pengaksesan
informasi dalam internet melalui pendekatan
hypertext (HTTP).
Konsep Dasar Jaringan Komputer
2.13.1 Pengertian
Jaringan komputer adalah kumpulan beberapa komputer (dan
perangkat lain seperti printer, hub, dan sebagainya) yang saling
terhubung satu sama lain melalui media perantara. Media perantara
ini bisa berupa media kabel atau pun media tanpa kabel (nirkabel).
Informasi berupa data akan mengalir dari satu komputer ke
perangkat yang lain, sehingga masing-masing komputer yang
terhubung tersebut bisa saling bertukar data atau berbagi perangkat
keras. (Sofana, 2008)
58
2.13.2 Klasifikasi
Untuk memudahkan memahami jaringan komputer, para ahli
kemudian membagi jaringan komputer berdasarkan beberapa
klasifikasi, diantaranya: (Sofana, 2008)
a. Berdasarkan Area / Skala
Berdasarkan skala atau area, jaringan komputer dapat dibagi
menjadi empat jenis, yaitu :
1) LAN (Local Area Network)
Local Area Network adalah jaringan lokal yang dibuat pada
area tertutup. Misalkan dalam satu gedung atau dalam satu
ruangan. LAN biasa digunakan untuk jaringan kecil yang
menggunakan resource bersama-sama, seperti penggunaan
printer secara bersama, penggunaan media penyimpanan
secara bersama.
2) MAN
Metropolitan Area Network menggunakan metode yang
sama dengan LAN namun daerah cakupannya lebih luas.
Daerah cakupan MAN bisa satu RW, beberapa kantor yang
berada dalam komplek yang sama, satu kota, bahkan satu
provinsi.
3) WAN
Wide Area Network cakupnnya lebih luas daripada MAN.
Cakupan WAN meliputi satu kawasan, satu negara, satu
59
pulau, bahkan satu benua. Metode yang digunakan WAN
hampir sama dengan LAN dan MAN.
4) Internet
Internet adalah interkoneksi jaringn-jaringan komputer yang
ada di dunia. Sehingga cakupannya sudah mencapai satu
planet, bahkan tidak menutup kemungkinan mencakup antar
planet.
Tabel 2.5 Klasifikasi Jaringan Komputer Berdasarkan Area
Jarak (meter)
Contoh
Jenis
10 s/d 100
Ruangan
LAN
100 s/d 1000
Gedung
LAN
1000 s/d 10.000
Kampus
LAN
10.000 s/d 100.000
Kota
MAN
100.000 s/d 1.000.000
Negara
WAN
1.000.000 s/d 10.000.000
Benua
WAN
> 10.000.000
Planet
Internet
b. Berdasarkan Media Penghantar
Berdasarkan media penghantar, jaringan komputer dapat dibagi
menjadi dua jenis, yaitu:
1) Wire Network
Wire Network adalah jaringan komputer yang menggunakan
kabel sebagai media penghantar. Jadi, data mengalir pada
kabel.
60
2) Wireless Network
Wireless Network
adalah jaringan tanpa kabel yang
menggunakan media penghantar gelombang radio atau
cahaya infrared.
c. Berdasarkan Fungsi
Berdasarkan fungsinya, jaringan komputer dapat dibagi menjadi
dua jenis, yaitu :
1) Client-Server
Client-Server adalah jaringan komputer yang salah satu
(boleh lebih) komputer difungsikan sebagai server atau
induk bagi komputer lain. Server melayani komputer lain
yang disebut client. Layanan yang diberikan bisa berupa
akses web, email, file, atau yang lain. Client-Server banyak
dipakai pada internet. Namun LAN atau jaringan lain pun
bisa mengimplementasikan Client-Server. Hal ini sangat
bergantung pada kebutuhan masing-masing.
2) Peer to Peer
Peer to Peer adalah jaringan komputer di mana setiap
komputer bisa menjadi server sekaligus client. Setiap
komputer dapat menerima dan memberikan access dari atau
ke komputer lain. Peer to Peer banyak diimplementasikan
pada LAN.
61
2.13.3 Topologi
Topologi jaringan komputer adalah suatu aturan bagaimana
menghubungkan komputer (node) satu sama lain secara fisik dan
pola hubungan antara komponen-komponen yang berkomunikasi
melalui media/peralatan jaringan, seperti: server, workstation,
hub/switch, dan pengabelannya (media transmisi data). (Sofana,
2008)
Ada tiga topologi utama jaringan komputer, yaitu:
1) Bus
Jaringan yang menggunakan topologi bus dapat dikenali dari
penggunaan sebuah kabel backbone (kabel utama) yang
menghubungkan semua peralatan jaringan (device). Karena
kabel backbone menjadi satu-satunya jalan bagi lalu lintas data
maka apabila kabel backbone rusak atau terputus akan
menyebabkan jaringan mati total (Sofana, 2008)
Gambar 2.15 Topologi Bus
2) Ring
Sesuai dengan namanya, jaringan yang menggunakan topologi
ini dapat dikenali dari kabel backbone yang membentuk cincin.
Setiap komputer terhubung dengan kabel backbone. Setelah
62
sampai pada komputer terakhir maka ujung kabel akan kembali
dihubungkan dengan komputer pertama (Sofana, 2008)
Gambar 2.16 Topologi Ring
3) Star
Topologi star dikenali dengan keberadaan sebuah sentral
berupa hub yang menghubungkan semua node. Setiap node
menggunakan sebuah kabel UTP atau STP yang dihubungkan
dari ethernet card ke hub. Banyak sekali jaringan rumah,
sekolah,
pertokoan,
laboratorium,
dan
kantor
yang
menggunakan topologi ini. Topologi star tampaknya yang
paling populer di antara semua topologi yang ada (Sofana,
2008)
Gambar 2.17 Topologi Star
2.14
WWW (World Wide Web)
Sering disingkat sebagai WWW atau web saja, yakni sebuah sistem
dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain
63
dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh perangkat
lunak yang disebut browser. Informasi di web pada umumnya ditulis
dalam format HTML. Informasi lainnya disajikan dalam bentuk grafis
(dalam format GIF, JPG, PNG), suara (dalam format AU, WAV), dan
objek multimedia lainnya (seperti MIDI, Shockwave, Quicktime Movie,
3D World).
Terdapat tiga bagian dari WWW (Bambang Hariyanto, 2004):
1) Server (HTTP Server atau disebut web server) yang mengendalikan
dokumen-dokumen.
2) Jaringan yang digunakan untuk mentransfer informasi (menggunakan
protokol HTTP).
3) Client (HTTP Client atau disebut web browser) yang menampilkan
informasi.
2.15
HTTP (HyperText Transfer Protocol)
2.15.1 Pengertian
HyperText Transport Protocol (HTTP) adalah suatu protokol
internet yang digunakan oleh WWW. Dengan protokol ini sebuah
web client (dalam hal ini browser) seperti Internet Explorer atau
Mozilla Firefox dapat melakukan pertukaran data hypermedia,
seperti teks, gambar, suara bahkan video dengan web server. (Dwi
Widodo, 2005)
64
2.15.2 Sejarah
Sejarah HTTP menurut Bambang Hariyanto (2004):
1) Versi pertama HTTP/0.9 merupakan protokol sederhana
transfer data kasar di Internet (TCP/IP).
2) Versi kedua HTTP/1.0 didefinisikan di RFC 1945. Protokol
memungkinkan pesan berformat MIME, memuat metainformasi data yang ditransfer dan modifier di semantiks
request/response.
3) Versi ketiga HTTP/1.1, didefinisikan di RFC 2068, kemudian
RFC 2616. Kemajuan protokol ini adalah semua koneksi
adalah persisten dan mendukung URL absolut di request.
2.16
Aplikasi Web
Aplikasi web dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu web statis dan web
dinamis (Abdul Kadir, 2003)
1) Web Statis
Web statis adalah aplikasi web yang berisi atau menampilkan
informasi-informasi yang sifatnya statis (tetap). Disebut statis karena
pengunjung tidak dapat berinteraksi dengan web tersebut. Pada web
statis pengunjung hanya dapat melihat isi dokuman pada halaman
web. Web statis biasanya menggunakan pemrograman web HTML dan
tidak memiliki database.
65
2) Web Dinamis
Web dinamis adalah aplikasi web yang menampilkan informasi serta
dapat berinteraksi dengan pengunjung dengan menggunakan form
sehingga dapat mengolah informasi yang ditampilkan. Web dinamis
biasanya menggunakan pemrograman web PHP dan memiliki database
untuk menyimpan informasi, seperti MySQL.
2.17
Web Server
Web server adalah suatu perangkat lunak atau program (dan juga mesin
yang menjalankan program) yang mengerti protokol HTTP dan dapat
menanggapi permintaan-permintaan dari web browser yang menggunakan
protokol (Dwi Widodo, 2005).
Web server yang terkenal diantaranya
adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache
merupakan web server antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat
beroperasi di sistem operasi Microsoft Windows saja.
2.18
Web Browser
Web browser merupakan perangkat lunak yang berguna untuk mengakses
informasi pada web ataupun untuk melakukan transaksi via web (Abdul
Kadir, 2003). Web browser yang terkenal saat ini ialah Internet Explorer,
Mozilla Firefox, Netscape Navigator, Safari, dan Opera.
66
2.19
HTML (HyperText Markup Language)
HTML (HyperText Markup Language) adalah bahasa yang dipakai untuk
membuat dokumen web yang akan diletakkan dalam WWW menggunakan
hypertext. Dokumen web ini umumnya berisi sejumlah teks, gambar,
suara, dan hubungan dengan file yang lain. (Dwi Widodo, 2005)
Prinsip kerja pengaksesan dokumen web yang berbasis HTML adalah
seperti berikut: (Abdul, 2003)
1) Browser meminta sebuah halaman ke suatu situs web.
2) Permintaan diterima oleh web server (server yang melayani
permintaan halaman web).
3) Web server segera mengirimkan dokumen HTML yang diminta ke
client.
4) Browser pada client segera menampilkan dokumen yang diterima
berdasarkan kode-kode pemformat yang terdapat pada dokumen
HTML.
Kode HTML
Gambar 2.18 Mekanisme Kerja Permintaan Dokumen HTML
67
2.20
PHP (PHP: Hypertext Preprocessor)
PHP diperkenalkan pada tahun 1994, dan merupakan hasil kerja dari
Rasmus Lerdorf. Karena sifatnya yang open source, maka semua orang di
seluruh dunia boleh mengembangkan, menggunakan dan mendistribusikan
secara gratis. Mula-mula, kepanjangan dari PHP adalah Personal Home
Page. Tetapi kemudian mengalami perubahan dan menjadi PHP:
Hypertext Preprocessor. (Windra, 2006)
Sejak peluncurannya di tahun 1994, PHP segera menjadi populer karena
kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, yaitu: (Windra, 2006)
–
Gampang digunakan. Sintaks bahasa PHP mudah dipelajari, bahkan
untuk kalangan non-programmer.
–
Serbaguna. PHP dapat berjalan pada bermacam-macam sistem
operasi, seperti Windows, LINUX, dan Mac OS.
–
Gratis. PHP dapat digunakan dengan gratis walaupun membuat
website yang dapat menghasilkan uang.
–
Bantuan penggunaan banyak tersedia. Dapat bergabung dengan
banyak mailing list atau grup diskusi yang banyak ditawarkan di situs
resmi PHP.
–
Aman. Selama kode PHP diprogram dengan benar, user tidak akan
pernah dapat melihat kode sumber PHP. Hal ini berbeda dengan Java
Script yang dapat dilihat kode sumbernya, dengan menggunakan menu
view source di browser.
68
2.21
MySQL
MySQL merupakan software DBMS (Database Management System)
yang masuk kategori open source (gratis) yang sangat populer di kalangan
pemrogram web, sehingga dapat digunakan untuk membangun aplikasi
web yang menggunakan database sebagai sumber dan pengelola datanya.
Hal ini dikarenakan MySQL dapat digunakan cepat secara kinerja query,
dan mencukupi untuk kebutuhan database perusahaan skala menengah
kecil. (Sidik, 2005)
Sebagai software DBMS, MySQL memiliki sejumlah fitur seperti yang
dijelaskan di bawh ini:
1) Multiplatform
MySQL tersedia pada beberapa platform (Windows, Linux, Unix, dan
lain-lain).
2) Andal, cepat, dan mudah digunakan
MySQL tergolong sebagai database server (server yang melayani
permintaan terhadap database) yang andal, dapat menangani database
yang besar dengan kecepatan tinggi, mendukung banyak sekali fungsi
untuk mengakses database, dan sekaligus mudah untuk digunakan.
3) Jaminan keamanan akses
MySQL mendukung pengamanan database dengan berbagai kriteria
pengaksesan. Sebagai gambaran, dimungkinkan untuk mengatur user
tertentu agar bisa mengakses data yang bersifat rahasia (misalnya gaji
pegawai), sedangkan user lain tidak boleh.
69
4) Dukungan SQL
Seperti tersirat dalam namanya, MySQL mendukung perintah SQL
(Structured
Query
merupakan
standar
Language).
dalam
Sebagaimana
pengaksesan
diketahui,
database
SQL
relasional.
Pengetahuan akan SQL akan memudahkan siapa pun untuk
menggunakan MySQL.
2.22
XAMPP
XAMPP adalah perangkat lunak gratis, yang mendukung banyak sistem
operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program untuk menjalankan
fungsinya sebagai server yang berdiri sendiri, terdiri atas program Apache
HTTP Server, MySQL database, dan penterjemah bahasa yang ditulis
dengan bahasa pemrogramaan PHP dan Perl.
XAMPP adalah nama yang merupakan singkatan dari X (empat sistem
operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia
dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server
yang mudah digunakan yang mampu melayani halaman dinamis. Saat ini,
XAMPP tersedia untuk sistem operasi Microsoft Windows, Linux, Sun
Solaris dan Mac OS X. (Husein, 2009).
XAMPP dikembangkan oleh Apache Friends yang merupakan sebuah
website non-komersial yang bertujuan untuk mempromosikan web server
Apache. XAMPP ditemukan pada musim semi tahun 2002 oleh Kai
’Oswald’ Seidler dan Kay Vogelgesang. (Sukarno, 2006)
70
2.23
Studi Literatur Penelitian Sejenis
Pada studi literatur penelitian yang sejenis ini, penulis mengambil hasil
penelitian untuk dijadikan referensi sebagai bahan perbandingan dengan
skripsi yang akan dilakukan penulis.
Dalam penelitian ini penulis mengambil tiga studi literatur yang sejenis
sebagai pembanding dalam Aplikasi Manajemen Database Sekolah yang
akan dibuat.
Tiga studi literatur tersebut yaitu:
1. Judul
: Aplikasi Data Sekolah EMIS Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam Departemen Agama
Metode
: SDLC
Tools
: Visual Fox Pro
Kelebihan
: Visual FoxPro (VFP) memiliki kemampuan dalam
mengolah record volume data yang besar.
Kekurangan : Aplikasi yang dirancang masih bersifat stand alone.
Aplikasi hanya berada pada satu komputer saja sehingga
hanya digunakan oleh administrator. Pada dasarnya
aplikasi yang dirancang dapat digunakan oleh siapapun,
kapanpun, dan dimanapun tanpa adanya batasan tertentu.
Oleh karena itu aplikasi dianjurkan berbasis web.
2. Judul
: Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BANSM)
Metode
: SDLC
71
Tools
: MS. Excel
Kelebihan
: Aplikasi
mampu
menyajikan
informasi
akreditasi
Madrasah per-provinsi.
Kekurangan : Aplikasi ini tidak bisa mencari data secara otomatis
dengan
menuliskan
keywoard
yang
diinginkan
berdasarkan nama Madrasahnya.
3. Judul
: Aplikasi Manajemen Pondok Pesantren
Metode
: SDLC
Tools
: Visual Fox Pro
Kelebihan
: Desain dan pengembangan aplikasi yang user friendly
sehingga memudahkan dalam mengelola informasi dan
proses bisnis yang sangat kompleks.
Kekurangan : Pengolahan data masih menggunakan Microsoft Excel.
Sehingga mengalami kesulitan dalam mengolah data dan
membutuhkan waktu yang lebih lama lagi dalam
menghasilkan suatu informasi.
72
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Metode Pengumpulan Data
Metode-metode yang penulis pakai dalam pengumpulan data antara lain :
1. Observasi
Metode observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan pada
Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Jakarta. Penulis
mengumpulkan dan menelaah informasi mengenai aplikasi data
sekolah sebelumnya beserta proses-proses yang terjadi di dalamnya,
dan melihat apa saja kekurangan dan kelebihan aplikasi tersebut.
2. Wawancara
Penulis melakukan wawancara untuk mendapatkan data dan informasi
yang berkaitan dengan aplikasi, serta permasalahan atau kendala apa
saja yang dihadapi. Dalam hal ini penulis melakukan tanya jawab
secara langsung dengan Kepala Bagian Sub Bidang Data dan Informasi
yaitu Bapak Zamzami M, S. Ag. Dari hasil wawancara tersebut,
penulis mendapatkan informasi mengenai data lengkap sekolahsekolah madrasah secara detail serta informasi mengenai aplikasi yang
sedang berjalan di LP. Maarif tersebut.
3. Studi Pustaka
Penulis melakukan studi pustaka dengan cara membaca dan
mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan analisa dan
72
73
perancangan sistem, pemrograman web serta buku-buku yang
mendukung topik yang akan dibahas dalam penyusunan skripsi ini.
Selain itu, penulis juga mengunjungi website yang berhubungan
dengan topik dalam skripsi ini. Adapun daftar buku dan website yang
menjadi referensi dalam penyusunan skripsi ini dapat dilihat pada
daftar pustaka.
3.2
Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam Aplikasi Manajemen
Database Sekolah ini adalah strategi air terjun (waterfall strategy).
Pengembangan dengan strategi waterfall (sequential) menggambarkan
bahwa tiap tahapan dimulai dan diselesaikan secara menyeluruh secara
berurutan. Meskipun pada kenyataannya, seringkali overlap satu sama
lain, seperti system design dapat dimulai sebelum system analysis selesai.
Berikut adalah tahapan dari metode pengembangan sistem yang telah
dilakukan dalam penelitian ini:
3.2.1 System Initiation
Pada tahap ini ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan dalam
pembuatan Aplikasi Manajemen Database Sekolah, antara lain:
a. Profil Lembaga Pendidikan Maarif
Menjelaskan tentang gambaran umum organisasi, yaitu uraian
mengenai latar belakang, visi, misi, dan tujuan dari Lembaga
Pendidikan Maarif NU Jakarta.
74
b. Identifikasi Masalah
Mengidentifikasi masalah-masalah yang terdapat pada sistem
pembelajaran yang sedang berjalan, sehingga dapat memberikan
solusi
atau
pemecahan
masalah
untuk
perbaikan
dan
pengembangan sistem.
c. Lingkup Sistem
Menentukan batasan ruang lingkup sistem yang akan dibangun.
d. Tujuan Sistem
Menentukan untuk apa dan untuk siapa sistem ini dibangun.
3.2.2 System Analysis
Analisis dilakukan untuk mengetahui proses yang sedang berjalan
untuk mempermudah pengembangan sistem yang
diusulkan,
aktifitas yang ada didalamnya antara lain: pengumpulan data,
identifikasi masalah, analisa kebutuhan aplikasi.
Pada tahap ini akan diuraikan mengenai hasil analisis sistem yang
diantaranya adalah:
a. Analisis persyaratan sistem, yaitu uraian mengenai persyaratanpersyaratan informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan
Aplikasi Manajemen Database Sekolah.
Analisis persyaratan sistem dilakukan dengan mengidentifikasikan functional requirement dan nonfunctional requirement.
b. Analisis Sistem Berjalan, yaitu uraian mengenai sistem yang
berjalan berkaitan dengan alur transaksi pengolahan data KRS,
75
data nilai, dan data peminatan. Pada tahap analisis ini
menggunakan system flowchart beserta uraiannya.
c. Analisis Sistem Diusulkan, yaitu uraian mengenai sistem yang
diusulkan berkaitan dengan alur transaksi pengolahan data KRS,
data nilai, dan data peminatan. Pada tahap analisis ini juga
menggunakan system flowchart beserta uraiannya.
3.2.3 System Design
Tahapan yang melakukan proses terhadap perancangan hasil yang
didapat dari tahap analisis meliputi proses :
a.
Perancangan Sistem
1)
Data Flow Diagram (DFD)
2)
Spesifikasi Proses
b. Perancangan Basis Data
c.
1)
Entity Relationship Diagram (ERD)
2)
Normalisasi
3)
Struktur Database
4)
Menentukan Matrix CRUD
5)
State Transition Diagram (STD)
Perancangan Antarmuka sistem
1)
Perancangan Antarmuka user
2)
Perancangan Antarmuka admin
76
3.2.4 System Implementation
Pada tahap ini terdiri dari penerapan sistem yang diusulkan menjadi
sebuah program aplikasi mengunakan bahasa pemograman berbasis
web yang telah ditentukan, yaitu PHP, kemudian dilakukan
pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan program dan
pengujian kebenaran program. Apabila setelah program diuji dan
dinyatakan dapat berjalan sesuai yang diharapkan, langkah
selanjutnya adalah menginstall program pada server, serta pelatihan
kepada user.
3.3
Kerangka Pemikiran
Pada Aplikasi Manajemen Database Sekolah ini dibutuhkan beberapa
tahapan yang harus dilalui untuk dapat menghasilkan aplikasi yang
berguna bagi Lemabaga Pendidikan Maarif NU Jakarta.
Beberapa tahapan tersebut antara lain seperti awalnya memilih tempat
penelitian untuk meneliti proses alur informasi data dan membuat tugas
akhir, lalu melakukan pengumpulan data dengan observasi, studi pustaka
dan wawancara. Kemudian dengan merumuskan masalah dan ruang
lingkup untuk menentukan konsep dan hipotesis penelitian. Yang terakhir
menentukan pengembangan sistemnya dari tahap permulaan, analisis,
perancangan, dan penerapan sistemnya untuk LP Maarif.
77
Kerangka pemikiran pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran
78
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1
System Initiation
4.1.1
Profil Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Jakarta
Memuat sejarah singkat tentang Lembaga Pendidikan Maarif
Nahdlatul Ulama Jakarta, mulai dari latar belakang, visi, misi, dan
tujuan berdirinya. Profil dapat dijelaskan sebagai berikut :
(Keputusan-Keputusan Rapat Kerja Nasional 2006 Lembaga
Pendidikan Maarif NU, Wisma Syahida UIN Jakarta, 1-13
Desember 2006, 2006)
4.1.1.1 Latar Belakang
Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (PP LP
Maarif NU) merupakan salah satu aparat departementasi
di
lingkungan
organisasi
Nahdlatul
Ulama
(NU).
Didirikannya lembaga ini di NU bertujuan untuk
mewujudkan
cita-cita
pendidikan
NU.
Bagi
NU,
pendidikan menjadi pilar utama yang harus ditegakkan
demi mewujudkan masyarakat yang mandiri. Gagasan dan
gerakan pendidikan ini telah dimulai sejak perintisan
pendirian NU di Indonesia.
78
79
Disini dirasakan pentingnya membuat lini organisasi yang
efektif dan mampu merepresentasikan cita-cita NU; dan
lahirlah lembaga-lembaga seperti Lembaga Dakwah,
Lembaga Pendidikan Maarif, Lembaga Sosial Mabarrot,
Lembaga Pengembangan Pertanian, dan lain sebagainya.
LP Maarif NU dalam perjalanannya secara aktif
melibatkan diri dalam proses-proses pengembangan
pendidikan di Indonesia. Secara institusional, LP Maarif
NU juga mendirikan satuan-satuan pendidikan mulai dari
tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi; sekolah
yang bernaung dibawah Departemen Nasional RI (dulu
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI) maupun
madrasah;
maupun
Departemen
Agama
RI)
yang
menjalankan. Hingga saat ini tercatat tidak kurang dari
6000 lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh pelosok
tanah air bernaung dibawahnya, mulai dari TK, SD, SLTP,
SMU/SMK, MI, MTs, MA, dan beberapa Perguruan
Tinggi.
4.1.1.2 Visi
Visi Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama adalah
menjadi pusat pengembangan pendidikan yang mandiri,
unggul dan profesional dalam bingkai Ahlusunnah
Waljamaah.
80
4.1.1.3 Misi
1) Menyelenggarakan pendidikan yang memiliki satuansatuan pendidikan yang berkualitas dan berprestasi
serta dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
Indonesia
dengan
kelengkapan
perangkat
kependidikan yang maksimal disertai manajemennya
yang baik.
2) Memperhatikan dengan sungguh-sungguh kualitas
tenaga kependidikan, baik kepala sekolah, guru dan
tenaga administrasi melalui penyetaraan dan pelatihan
serta penempatan yang proporsional, dengan dukungan
moral dan material.
3) Mengendalikan mutu penyelenggaraan dan mutu
lulusan pendidikan dari setiap satuan pendidikan di
lingkungan Nahdlatul Ulama.
4) Mengembangkan
sistem
pendidikan
sebagai
komunikasi,
informasi
informasi
wahana
dan
lembaga
penyelenggara
edukasi
serta
penyebarluasan gagasan, pengalaman dan hasil-hasil
kajian maupun penelitian di bidang ilmu, sains dan
teknologi lewat berbagai media.
81
4.1.1.4 Tujuan
Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama bertujuan
untuk mengembangkan potensi manusia agar dapat
menguasai dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan
teknologi berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada
Alloh SWT, serta berakhlakul karimah.
4.1.2
Identifikasi Masalah
Selama ini Lembaga Pendidikan Maarif NU Jakarta khususnya
Bagian Bidang Data dan Informasi mengalami kesulitan dalam hal
pengolahan data sekolah madrasah. Aplikasi yang saat ini
digunakan yakni Aplikasi Data Sekolah EMIS, tidak bisa
melakukan pengolahan data.
Adapun implementasi Aplikasi Data Sekolah EMIS hingga saat ini
terdapat masalah yang melatarbelakangi dalam pengembangan
sistem ini, yaitu:
1) Dari data sekolah madrasah yang ada, pegawai tidak bisa
melakukan penambahan ataupun pengurangan data madrasah.
2) Data madrasah yang ada hanya bisa dilihat (view) tanpa bisa
dilakukan modifikasi data, sementara kebutuhan informasi yang
update sangat diperlukan mengingat madrasah yang berada
dibawah naungan LP. Maarif NU ini mencakup seluruh sekolah
madrasah NU se-Indonesia.
82
3) Data madrasah yang diterima Bagian Bidang Data dan
Informasi, selama ini masih diarsip secara manual, sehingga
ketika ingin dilakukan pencarian data madrasah, pencariannya
masih secara manual, yang tentunya kurang efisien.
4.1.3
Lingkup Sistem
Berdasarkan hasil dari identifikasi masalah di atas, adanya peluang
dan akan membuat suatu Aplikasi Manajemen Database Sekolah
yang dapat mengelola data madrasah seluruh Indonesia yang
berada dibawah naungan LP. Maarif NU, serta dapat menampilkan
data setiap madrasah serta data madrasah seluruh provinsi di
Indonesia.
Adapun lingkup sistem pada aplikasi ini, yaitu:
1) Penggunaan
sistem
database
Dikarenakan
belum
adanya
yang
suatu
terkomputerisasi.
sistem
database
terkomputerisasi pada LP. Maarif NU Jakarta.
2) Pengisian data madrasah secara online yang dilakukan oleh
pihak LP. Maarif.
3) Melengkapi laporan data madrasah dengan memberikan
tampilan laporan data setiap madrasah dan tampilan laporan
madrasah secara keseluruhan provinsi di Indonesia.
4) Memberikan fasilitas admin kepada pihak LP. Maarif untuk
dapat melakukan modifikasi data madrasah.
83
5) Aplikasi yang digunakan dalam pengembangan sistem ini
berbasis web (web-base application).
6) Pembuatan sistem ini menggunakan web server Apache, bahasa
pemrograman web PHP, dan MySQL sebagai database-nya.
7) Pembuatan sistem ini tidak membahas keamanan data secara
terinci.
8) Pembuatan
sistem
ini
tidak
dilakukannya
tahap
mengoperasikan aplikasi dalam tahap implementasi sistem,
melainkan hanya dilakukan tahap membangun, meng-install,
dan menguji aplikasi.
4.1.4
Tujuan Sistem
Adapun tujuan dari aplikasi ini adalah untuk merancang suatu
Aplikasi Manajemen Database Sekolah yang dapat memberikan
solusi optimal terhadap permasalahan-permasalahan di atas.
Aplikasi ini dibuat untuk menggantikan aplikasi yang sudah ada.
4.2
System Analysis
4.2.1 Analisis Persyaratan Sistem
Menjelaskan mengenai persyaratan-persyaratan informasi yang
dibutuhkan dalam pembuatan Aplikasi Manajemen Database
Sekolah.
Identifikasi persyaratan dapat diuraikan menjadi dua bagian, yaitu:
84
1) Functional requirement (persyaratan fungsional)
Merupakan persyaratan yang mengenai aktivitas dan layanan
yang harus diberikan atau disediakan oleh sebuah sistem
(Whitten, 2004:198). Berikut functional requirement pada
sistem yang akan dibangun antara lain:
a) Pengaturan penyimpanan data madrasah seluruh Indonesia
yang berada dibawah naungan LP. Maarif NU, yang terdiri
dari data umum madrasah, provinsi, jumlah guru dan murid.
b) Penginputan data madrasah dan proses validasi secara
langsung atau otomatis.
c) Memonitor jumlah data madrasah di seluruh provinsi.
d) Mengintegrasikan
data-data
tersebut
diatas
sehingga
terletak pada database yang sama.
e) Data madrasah terdokumentasi dengan baik dan lengkap,
2) Nonfunctional requirement (persyaratan nonfungsional)
a) Mengembangkan Aplikasi Manajemen Database Sekolah
berbasis web (web-base application) yang dapat diakses
melalui internet.
b) Sistem mampu meningkatkan kinerja pengolahan data
madrasah dengan cepat dan dapat meringankan beban kerja
pihak LP. Maarif NU Jakarta.
85
Tabel 4.1 Nonfunctional Requirement
Jenis Kebutuhan
Penjelasan
1. Model Tampilan (Performance)
a) Mengefisienkan
waktu
proses
pengolahan data madrasah dari
kantor wilayah dan kantor pusat yaitu
penginputan hingga pelaporan
b) Membantu peningkatan pemantauan
perkembangan madrasah tiap-tiap
provinsi.
c) Mengurangi tingkat kesalahan dan
ketidaklengkapan data
d) Tampilan interface yang menarik dan
lebih user friendly sehingga lebih
mudah dimengerti dan digunakan
oleh user.
2. Model Penyimpanan Data
(Information)
a) Melakukan penyimpanan data berupa
informasi umum madrasah, murid,
guru yang dibutuhkan secara terpusat
sehingga memudahkan pelaksanaan
proses.
b) Mencegah terjadinya penyimpanan
data yang redundant.
c) Mencegah hilangnya data yang
selama ini disebabkan karena
penyimpanan data dilakukan dengan
menggunakan CD.
d) Sistem pusat dan cabang terintegrasi
sehingga
memudahkan
untuk
mendapatkan data yang paling
aktual.
e) Format penyajian laporan dibuat
sehingga lebih mudah dipahami.
f) Meminimalisasi terjadinya kesalahan
penginputan data dan informasi.
g) Data terdokumentasi dan terstruktur.
86
3. Model Segi Ekonomi
(Economic)
a) Mengurangi biaya operasional untuk
transfer informasi atau dokumen ke
pusat yang selama ini dilakukan
secara manual.
b) Memperlancar
aliran
informasi
antara kantor LP. Maarif Pusat,
kantor wilayah LP. Maarif di seluruh
provinsi, madrasah, dan masyakarat
umum yang membutuhkan informasi.
4. Model Pengontrolan Sistem
(Control)
a) Meningkatkan keamanan terhadap
pelaksanaan proses penyimpanan
data.
b) Membatasi
akses
penggunaan
terhadap
sistem
dengan
cara
menerapkan priviledge.
c) Adanya operator data entry yang
bertangungjawab
terhadap
pelaksanan pemasukan data dan
aministrator yang bertanggung jawab
atas semua jalannya aktifitas pada
aplikasi.
d) Mencegah
akses
penuh
dari
pengguna-pengguna
yang
tidak
berwenang.
5. Model Efisiensi Sistem
(Eficiency)
a) Menggunakan sistem penyimpanan
data
yang
terpusat
untuk
memudahkan proses pendistribusian
antara kantor pusat dengan kantor
wilayah LP. Maarif.
b) Mengefisienkan
waktu
untuk
pelaksanaan
proses
validasi
penginputan data.
c) Meminimalisasi biaya dan sumber
daya
yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan proses pelaporan.
87
6. Model Pelayanan Sistem
(Service)
a) Menghasilkan informasi yang akurat
untuk bahan pertimbangan dan
evaluasi.
b) Memberi
kemudahan
dalam
penggunaan operasional sistem.
4.2.2 Analisis Sistem Berjalan
a. Rich Picture Diagram
Validasi yang dilakukan mengalami
banyak perubahan data, karena
masih banyak kesalahan dalam
penginputan sehingga data menjadi
tidak akurat
Laporan data yang tidak
terintegrasi, mengakibatkan
data hanya bisa diakses oleh
Admin Kantor Pusat
Gambar 4.1 Rich Picture Diagram Analisa Sistem Berjalan
88
b. Flowchart Diagram
Analisis Sistem Berjalan Pengumpulan Data Madrasah
Madrasah NU se-Indonesia
LP Maarif NU
Mulai
Data Madrasah
Membuat
Laporan Data
Madrasah
Mengolah Data
Madrasah
Memberikan
Data Madrasah
yang akan
Diproses/Diolah
1
Data Madrasah 2
Data Madrasah
Seluruh
Indonesia
N
Selesai
Gambar 4.2 Analisis Sistem Berjalan Pengumpulan Data Madrasah
Penjelasan dari analisis sistem berjalan pengumpulan data
madrasah (Gambar 4.2) adalah sebagai berikut :
1) Pihak Madrasah dalam hal ini seluruh Madrasah NU seIndonesia yang berada dibawah naungan LP Maarif NU
membuat laporan tentang data Madrasah.
89
2) Setiap Madrasah diharuskan memberikan data madrasah yang
akan diproses atau diolah oleh pihak Maarif. Tetapi sebelum
data diberikan kepada LP Maarif NU, dibuat arsip untuk
backup laporan data Madrasah.
3) Pihak LP Maarif NU mengolah data Madrasah yang telah
diperoleh dari masing-masing pihak Madrasah.
4) Pihak LP Maarif NU menyajikan informasi atas data-data
Madrasah yang telah terkumpul dan tergabung kepada pihakpihak Madrasah yang berada dibawah naungan LP Maarif NU.
Kelebihan dan kekurangan dari sistem berjalan di atas adalah
sebagai berikut:
-
Kekurangan sistem berjalan
a. Terjadi penumpukan data pada setiap proses seperti dokumen
data Madrasah.
b. Pelayanan
dalam
menyajikan
informasi
data Madrasah
memerlukan waktu yang cukup lama.
c. Dalam
pencarian
data
Madrasah
terkadang
kesulitan
dikarenakan penumpukan file di dalam komputer.
d. Data madrasah tidak bisa terupdate karena akan memakan
waktu dalam pengumpulan data Madrasah kembali.
-
Kelebihan sistem berjalan
90
a. Tidak memerlukan biaya yang mahal untuk pembelian dan
perawatan perangkat lunak, perangkat keras dan pemasangan
jaringan online.
b. Tidak
memerlukan
tenaga
ahli
dalam
perawatan
pengolahan data secara online.
4.2.3 Analisis Sistem Usulan
a. Rich Picture Diagram
Gambar 4.3 Rich Picture Diagram Analisa Sistem Usulan
dan
91
b. Flowchart Diagram
Gambar 4.4 Analisis
Sistem Yang Diusulkan
Adapun
penjelasan
system
flowchart
dari
sistem
pengumpulan data madrasah yang diusulkan (Gambar 4.4) adalah
sebagai berikut:
1) Pihak madrasah memberikan data madarasah yang akan diolah
atau diproses oleh pihak LP Maarif NU.
2) Pihak LP Maarif NU mengolah data madrasah yang telah
diberikan oleh pihak masing-masing madrasah dalam hal ini
pengolahan data mencakup input data madrasah dan juga
92
melakukan penggabungan data madrasah dari seluruh provinsi
di Indonesia.
3) Setelah berhasil melakukan pengolahan data madrasah menjadi
data yang terupdate dan penggabungan data madarasah di
seluruh provinsi di Indonesia, data madrasah tersebut tersimpan
sebagai suatu database dalam Aplikasi Manajemen Database
Sekolah.
4) Jika terjadi kesalahan ataupun penambahan dalam pengolahan
data madrasah, dapat dilakukan proses modifikasi data
madrasah tersebut untuk kemudian disimpan kembali di dalam
database.
5) Pihak LP Maarif NU melakukan pengecekan data madrasah
yang telah terupdate dan tersimpan di dalam Aplikasi
Manajemen Database Sekolah.
6) Pihak LP Maarif NU melakukan pengolahan data secara
statistik di dalam Aplikasi Manajemen Database Sekolah untuk
kemudian menyajikan informasi berupa tampilan madrasah
beserta data-datanya dalam bentuk diagram kepada masingmasing pihak madrasah agar mengetahui informasi statistik
mengenai data madrasah.
Dari hasil analisis sistem pengumpulan data madrasah yang
diusulkan terdapat beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan
sistem yang berjalan, yaitu:
93
a. Masing-masing madrasah dapat dengan mudah melihat
informasi data mengenai madrasah mereka secara online
dikarenakan Aplikasi Manajemen Database Sekolah telah
terintegrasi dengan web LP Maarif NU.
b. Sangat membantu pihak LP Maarif NU untuk berkoordinasi
dengan pihak madrasah demi memberikan informasi yang
update, karena dengan adanya Aplikasi Manajemen Database
Sekolah ini, pihak LP Maarif dapat dengan mudah melakukan
modifikasi data, baik penambahan ataupun pengurangan data
mengenai madarasah.
4.3
System Design
Pada tahap system design menjelaskan perancangan sistem, perancangan
database, dan perancangan interface (input dan output) pada sistem yang
diusulkan.
4.3.1
Perancangan Sistem
4.3.1.1 Data Flow Diagram
4.3.1.1.1 Diagram Konteks (Level 0)
Gambar 4.5 Diagram Konteks (Level 0)
94
Diagram konteks (level 0) menjelaskan aplikasi yang akan
dirancang secara umum dan keseluruhan. Pada diagram konteks
(level 0) terdapat tiga kesatuan luar (external entity) yang
menunjang proses Aplikasi Manajemen Database Sekolah, yaitu
LP Maarif NU Pusat, LP Maarif NU Provinsi, dan Madrasah.
4.3.1.1.2 Diagram Zero (Level 1)
Gambar 4.6 Diagram Zero (Level 1)
Diagram zero (level 1) menunjukkan fungsi-fungsi utama atau
proses yang ada, aliran data, external entity, dan data store yang
digunakan pada sistem yang diusulkan.
95
Dalam diagram zero (level 1) pada system yang diusulkan terdapat:
1) Delapan proses, yaitu mengolah data madrasah, olah data
provinsi, olah data kabupaten, olah data kecamatan, olah data
tingkat, olah data guru, olah data murid, dan penyajian laporan
madrasah.
2) Tujuh data store, yaitu madrasah, provinsi, kabupaten,
kecamatan, tingkat, guru, dan murid.
3) Tiga external entity seperti yang dijelaskan pada diagram
konteks (level 0), yaitu LP. Maarif NU Pusat, LP. Maarif NU
Provinsi, dan Madrasah.
4.3.1.1.3 Diagram Level 2 Proses 1.0
Gambar 4.7 Diagram Level 2 Proses 1.0
Pada diagram level 2 proses 1.0 mendeskripsikan detail proses
mengolah data madrasah yang terdiri dari lima proses, yaitu proses
1.1 untuk melakukan input madrasah, proses 1.2 untuk melakukan
96
edit madrasah, proses 1.3 untuk melakukan delete madrasah,
proses 1.4 untuk melakukan search madrasah, dan proses 1.5 untuk
melihat madrasah.
Kelima proses tersebut hanya dilakukan dan dikelola penuh oleh
LP. Maarif NU Pusat (Admin)
4.3.1.1.4 Diagram Level 2 Proses 2.0
form_input_provinsi
2.1*
Input Provinsi
form_edit_provinsi
2.2*
Edit
Provinsi
Provinsi
LP. Maarif NU
Pusat (Admin)
data_provinsi
2.3*
Delete
Provinsi
2.4*
Lihat Provinsi
Gambar 4.8 Diagram Level 2 Proses 2.0
Pada diagram level 2 proses 2.0 mendeskripsikan detail proses
mengolah data provinsi yang terdiri dari empat proses, yaitu proses
2.1 untuk melakukan input provinsi, proses 2.2 untuk melakukan
edit provinsi, proses 2.3 untuk melakukan delete provinsi, dan
proses 2.4 untuk melihat provinsi.
97
Keempat proses ini dikelola penuh oleh LP. Maarif NU Pusat
(Admin).
4.3.1.1.5 Diagram Level 2 Proses 3.0
form_input_kabupaten
form_input_kabupaten
3.1*
Input
Kabupaten
form_edit_kabupaten
LP. Maarif NU
Pusat (Admin)
form_edit_kabupaten
3.2*
Edit
Kabupaten
Kabupaten
data_kabupaten
data_kabupaten
3.3*
Delete
Kabupaten
LP. Maarif NU
Provinsi (Admin)
3.4*
Lihat
Kabupaten
Gambar 4.9 Diagram Level 2 Proses 3.0
Pada diagram level 2 proses 3.0 mendeskripsikan detail proses
mengolah data kabupaten yang terdiri dari empat proses, yaitu
proses 3.1 untuk melakukan input kabupaten, proses 3.2 untuk
melakukan edit kabupaten, proses 3.3 untuk melakukan delete
kabupaten, dan proses 3.4 untuk melihat kabupaten.
Keempat proses ini dapat dilakukan dan dikelola penuh oleh LP.
Maarif NU Pusat (Admin) dan LP Maarif NU Provinsi (Admin).
98
4.3.1.1.6 Diagram Level 2 Proses 4.0
form_input_kecamatan
form_input_kecamatan
4.1*
Input
Kecamatan
form_edit_kecamatan
LP. Maarif NU
Pusat (Admin)
form_edit_kecamatan
4.2*
Edit
Kecamatan
Kecamatan
data_kecamatan
data_kecamatan
4.3*
Delete
Kecamatan
LP. Maarif NU
Provinsi (Admin)
4.4*
Lihat
Kecamatan
Gambar 4.10 Diagram Level 2 Proses 4.0
Pada diagram level 2 proses 4.0 mendeskripsikan detail proses
mengolah data kecamatan yang terdiri dari empat proses, yaitu
proses 4.1 untuk melakukan input kecamatan, proses 4.2 untuk
melakukan edit kecamatan, proses 4.3 untuk melakukan delete
kecamatan, dan proses 4.4 untuk melihat kecamatan.
Keempat proses ini dapat dilakukan dan dikelola penuh oleh LP.
Maarif NU Pusat (Admin) dan LP Maarif NU Provinsi (Admin).
99
4.3.1.1.7 Diagram Level 2 Proses 5.0
form_input_tingkat
5.1*
Input Tingkat
form_input_tingkat
form_edit_tingkat
LP. Maarif NU
Pusat (Admin)
form_edit_tingkat
5.2*
Edit
Tingkat
Tingkat
data_tingkat
data_tingkat
5.3*
Delete Tingkat
LP. Maarif NU
Provinsi (Admin)
5.4*
Lihat Tingkat
Gambar 4.11 Diagram Level 2 Proses 5.0
Pada diagram level 2 proses 4.0 mendeskripsikan detail proses
mengolah data tingkat yang terdiri dari empat proses, yaitu proses
5.1 untuk melakukan input tingkat, proses 4.2 untuk melakukan
edit tingkat, proses 4.3 untuk melakukan delete tingkat, dan proses
4.4 untuk melihat tingkat.
Keempat proses ini dapat dilakukan dan dikelola penuh oleh LP.
Maarif NU Pusat (Admin) dan LP Maarif NU Provinsi (Admin).
100
4.3.1.1.8 Diagram Level 2 Proses 6.0
Gambar 4.12 Diagram Level 2 Proses 6.0
Pada diagram level 2 proses 6.0 mendeskripsikan detail proses
penyajian laporan madrasah. Sistem dapat menyajikan laporan
jumlah madrasah (proses 6.1), jumlah guru (proses 6.2), dan
jumlah murid (proses 6.3).
4.3.1.2 Spesifikasi Proses
Proses-proses yang terdapat dari DFD diterjemahkan dalam
spesifikasi proses dengan menggunakan logika Bahasa Inggris
Terstruktur (Structured English) sebagai berikut:
1. Proses Masukan/Ubah data Madrasah :
Masukkan Form Madrasah
IF Form tidak lengkap THEN
Tampilkan verifikasi
ELSE
101
Simpan
ENDIF
2. Proses Hapus Madrasah :
Masukkan id_madrasah
Hapus Data
Balik ke halaman sebelumnya
3. Proses Cari Madrasah :
Masukkan nama_madrasah
GET nama_madrasah, provinsi, kabupaten, kecamatan,
tingkat, guru, murid
Balik ke halaman sebelumnya
4. Proses Lihat Madrasah :
Klik Madrasah
Klik Provinsi
GET nama_madrasah, provinsi, kabupaten, kecamatan,
tingkat, guru, murid
Tampilkan data madrasah
5. Proses Masukan/Ubah data Provinsi :
Masukkan Form Provinsi
IF Form tidak lengkap THEN
Tampilkan verifikasi
ELSE
Simpan
102
ENDIF
6. Proses Hapus Provinsi :
Masukkan id_provinsi
Hapus Data
Balik ke halaman sebelumnya
7. Proses Lihat Provinsi :
Klik Provinsi
GET id_provinsi, nama_provinsi
Tampilkan data provinsi
8. Proses Masukan/Ubah data Kabupaten :
Masukkan Form Kabupaten
IF Form tidak lengkap THEN
Tampilkan verifikasi
ELSE
Simpan
ENDIF
9. Proses Hapus Kabupaten :
Masukkan id_kabupaten
Hapus Data
Balik ke halaman sebelumnya
10. Proses Lihat Kabupaten :
Klik Kabupaten
GET id_kabupaten, nama_kabupaten
103
Tampilkan data kabupaten
11. Proses Masukan/Ubah data Kecamatan :
Masukkan Form Kecamatan
IF Form tidak lengkap THEN
Tampilkan verifikasi
ELSE
Simpan
ENDIF
12. Proses Hapus Kecamatan :
Masukkan id_kecamatan
Hapus Data
Balik ke halaman sebelumnya
13. Proses Lihat Kecamatan :
Klik Kecamatan
GET id_kecamatan, nama_kecamatan
Tampilkan data kecamatan
14. Proses Masukan/Ubah data Tingkat :
Masukkan Form Madrasah
IF Form tidak lengkap THEN
Tampilkan verifikasi
ELSE
Simpan
ENDIF
104
15. Proses Hapus Tingkat :
Masukkan id_tingkat
Hapus Data
Balik ke halaman sebelumnya
16. Proses Lihat Tingkat :
Klik Tingkat
GET id_tingkat, nama_tingkat
Tampilkan data tingkat
17. Proses Penyajian Jumlah Madrasah :
Tampilkan data jumlah madrasah
18. Proses Penyajian Jumlah Guru :
Tampilkan data jumlah guru
19. Proses Penyajian Jumlah Murid :
Tampilkan data jumlah murid
4.3.2
Perancangan Database
Perancangan database dapat dijabarkan dengan menggunakan
entity relationship diagram (ERD), normalisasi, dan struktur
database.
4.3.2.1 Perancangan Entity Relationship Diagram (ERD)
105
106
4.3.2.2 Normalisasi
a) Unnormalized Form (UNF)
nama_madrasah
alamat
tlp
MIS Nurul Iman
Jl. Duren Sawit TImur
Jl. Pondok Kelapa
MIS An Nur
guru
murid
provinsi
kabupaten
kecamatan
tingkat
021-7645398
5
108
DKI Jakarta
Jakarta Barat
Cengkareng
Ibtidaiyah
021-8435890
6
275
DKI Jakarta
Jakarta Barat
Cengkareng
Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah
b) First Normal Form (1NF)
id_madrasah
nama_madrasah
Alamat
Tlp
guru
murid
M001
MIS Nurul Iman
Jl. Duren Sawit TImur
021-7645398
5
108
DKI Jakarta
provinsi
Jakarta Barat
kabupaten
Cengkareng
kecamatan
Ibtidaiyah
tingkat
M002
MIS An Nur
Jl. Pondok Kelapa
021-8435890
6
275
DKI Jakarta
Jakarta Barat
Cengkareng
Ibtidaiyah
M003
MTS An Nur
Jl. Bambu Indah
021-7237862
7
300
Jawa Barat
Bandung
Dago
Tsanawiyah
M004
MA An Nur
Jl. Letjen Suprapto
021-8723472
9
245
Jawa Barat
Bandung
Dago
Aliyah
c) Second Normal Form (2NF)
id_madrasah
nama_madrasah
alamat
tlp
M001
MIS Nurul Iman
Jl. Duren Sawit TImur
021-7645398
M002
MIS An Nur
Jl. Pondok Kelapa
M003
MTS An Nur
M004
MA An Nur
id_provinsi
nama_provinsi
P001
DKI Jakarta
P002
DKI Jakarta
P003
Jawa Barat
P004
Jawa Barat
id_kabupaten
id_provinsi
nama_kabupaten
M001
P001
Jakarta Barat
M002
P002
Jakarta Barat
M003
P003
Bandung
M004
P004
Bandung
guru
murid
id_provinsi
id_tingkat
5
108
P001
I
021-8435890
6
275
P002
I
Jl. Bambu Indah
021-7237862
7
300
P003
T
Jl. Letjen Suprapto
021-8723472
9
245
P004
A
107
id_kecamatan
id_kabupaten
nama_kecamatan
M001
KA001
Cengkareng
M002
KA002
Cengkareng
M003
KA003
Dago
M004
KA004
Dago
id_tingkat
nama_tingkat
I
Ibtidaiyah
I
Ibtidaiyah
T
Tsanawiyah
A
Aliyah
4.3.2.3 Struktur Database
4.3.2.3.1 Transformasi ERD ke Logical Record Structure
(LRS)
Kabupaten
Provinsi
PK
PK
id_kabupaten
id_provinsi (FK)
nama_kabupaten
id_provinsi
nama_provinsi
Kecamatan
Madrasah
PK
PK
id_madrasah
nama_madrasah
alamat
tlp
guru
murid
id_provinsi (FK)
id_tingkat (FK)
id_kecamatan
id_kabupaten (FK)
nama_kecamatan
Tingkat
PK
id_tingkat
nama_tingkat
108
4.3.2.3.2 Spesifikasi Database
Spesifikasi database yang sudah dinormalisasi
mendapatkan data sebagai berikut :
1) Tabel Madrasah
Nama tabel
: madrasah
Tipe tabel
: master files
Primary key
: id_madrasah
Foreign key
: id_guru
id_tingkat
Tabel 4.2 Tabel struktur file madrasah
Type
Keterangan
No
Nama field
Null
1
id_madrasah (PK)
int(25)
2
nama_madrasah
varchar(255) No
Nama madrasah
3
Alamat
varchar(255) No
Alamat madrasah
4
Tlp
varchar(255) No
Nomor telepon madrasah
5
guru
varchar(255) No
Jumlah guru madrasah
6
murid
varchar(255) No
Jumlah murid madrasah
7
id_provinsi (FK)
int(25)
Id provinsi
8
id_tingkat (FK)
varchar(255) No
No
No
Id madrasah
Id tingkat
2) Tabel Provinsi
Nama tabel
: Provinsi
Tipe tabel
: master files
109
Primary key
: id_provinsi
Foreign key
:-
Tabel 4.3 Tabel struktur file provinsi
No
Nama field
Type
Null
Keterangan
1
id_provinsi (PK)
int(7)
No
Id provinsi
2
nama_provinsi
varchar(77)
No
Nama provinsi
3) Tabel Kabupaten
Nama tabel
: Kabupaten
Tipe tabel
: master files
Primary key
: id_kabupaten
Foreign key
: id_provinsi
Tabel 4.4 Tabel struktur file kabupaten
Type
Keterangan
No
Nama field
Null
1
id_kabupaten (PK)
int(7)
No
Id kabupaten
2
id_provinsi (FK)
int(7)
No
Id provinsi
3
nama_kabupaten
varchar(255) No
Nama kabupaten
4) Tabel Kecamatan
Nama tabel
: Kecamatan
Tipe tabel
: master files
Primary key
: id_kecamatan
Foreign key
: id_kabupaten
110
Tabel 4.5 Tabel struktur file kecamatan
No
Nama field
Type
Null
1
id_kecamatan (PK)
int(7)
No
Id kecamatan
2
id_kabupaten (FK)
int(7)
No
Id kabupaten
3
nama_kecamatan
varchar(255) No
Keterangan
Nama kecamatan
5) Tabel Tingkat
Nama tabel
: Tingkat
Tipe tabel
: master files
Primary key
: id_tingkat
Foreign key
:-
Tabel 4.6 Tabel struktur file tingkat
No
Nama field
Type
Null
Keterangan
1
id_tingkat (PK)
int(5)
No
Id tingkat
2
nama_tingkat
varchar(25)
No
Nama tingkat
4.3.2.4 Menentukan Matrix CRUD
Tabel 4.7 Tabel Matrix Create, Read, Update, Delete (CRUD)
Entity Atribut
MADRASAH
id_madrasah (PK)
nama_madrasah
Alamat
Tlp
Guru
Murid
Admin Pusat
Admin Provinsi
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
R
R
R
R
R
R
111
PROVINSI
id_provinsi (PK)
nama_provinsi
KABUPATEN
id_kabupaten (PK)
nama_kabupaten
KECAMATAN
id_kecamatan (PK)
nama_kecamatan
TINGKAT
id_tingkat (PK)
nama_tingkat
CRUD
CRUD
R
R
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
CRUD
4.3.2.5 State Transition Diagram (STD)
State
Transition
Diagram
(STD)
menggambarkan
bagaimana kerja sistem melalui kondisi (state) dan kejadian
yang menyebabkan kondisi berubah.
a. Madrasah
a. Halaman Utama Madrasah
Berfungsi untuk mengetahui alur menu layar utama
yang ada pada sistem level madrasah.
Gambar 4.14 STD Rancangan Halaman Utama (Madrasah)
112
b. Home
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul home pada level
madrasah.
Gambar 4.15 STD Rancangan Modul Home (Madrasah)
c. Madrasah Ibtidaiyah
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah ibtidaiyah
pada level madrasah.
Madrasah
Ibtidaiyah
Klik Sub-menu Data Madrasah Ibtidaiyah
Tampilkan Halaman Data Madrasah Ibtidaiyah
Tampilan Data
Madrasah Ibtidaiyah
Gambar 4.16 STD Rancangan Modul Madrasah Ibtidaiyah (Madrasah)
113
d. Madrasah Tsanawiyah
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah tsanawiyah
pada level madrasah.
Madrasah
Tsanawiyah
Klik Sub-menu Data Madrasah Tsanawiyah
Tampilkan Halaman Data Madrasah Tsanawiyah
Tampilan Data
Madrasah Tsanawiyah
Gambar 4.17 STD Rancangan Modul Madrasah Tsanawiyah (Madrasah)
e. Madrasah Aliyah
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah aliyah pada
level madrasah.
Madrasah Aliyah
Klik Sub-menu Data Madrasah Aliyah
Tampilkan Halaman Data Madrasah Aliyah
Tampilan Data
Madrasah Aliyah
Gambar 4.18 STD Rancangan Modul Madrasah Aliyah (Madrasah)
f. Contact Us
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul contact us pada level
madrasah.
114
Contact Us
Klik Proses & Jika Berhasil Disimpan
Tampilkan Hasil Input Contact Us
Klik Menu Contact Us
Tampilkan Halaman
Form Input Contact Us
Form Input
Contact Us
Tampilan Data Hasil
Input Contact Us
Klik Proses & Jika Gagal Disimpan
Tampilkan Halaman Form
Input Contact Us
Gambar 4.19 STD Rancangan Modul Contact Us (Madrasah)
b. Admin Pusat
a. Halaman Utama
Berfungsi untuk mengetahui alur menu layar utama
yang ada pada sistem level administrator pusat.
Pilih Menu Madrasah Ibtidaiyah
Tampilkan Submenu Madrasah Ibtidaiyah
Pilih Menu Madrasah Tsanawiyah
Tampilkan Submenu Madrasah Tsanawiyah
Madrasah
Tsanawiyah
Pilih Menu Madrasah Aliyah
Tampilkan Submenu Madrasah Aliyah
Madrasah
Aliyah
Login gagal
Kembali ke Form Login
Aplikasi Manajemen
Database Sekolah
Pilih Menu Provinsi
Tampilkan Submenu Provinsi
Form Login
Admin
Login Berhasil
Halaman
Utama
Klik Keluar
Tampilkan Tampilkan Form Login
Madrasah
Ibtidaiyah
Pilih Menu Kabupaten
Tampilkan Submenu Kabupaten
Pilih Menu Kecamatan
Tampilkan Submenu Kecamatan
Pilih Menu Tingkat
Tampilkan Halaman Tingkat
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Gambar 4.20 STD Rancangan Halaman Utama (Admin Pusat)
b. Madrasah Ibtidaiyah
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah ibtidaiyah
pada level administrator pusat.
115
Gambar 4.21 STD Rancangan Modul Madrasah Ibtidaiyah (Admin Pusat)
c. Madrasah Tsanawiyah
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah tsanawiyah
pada level administrator pusat.
Gambar 4.22 STD Rancangan Modul Madrasah Tsanawiyah (Admin Pusat)
116
d. Madrasah Aliyah
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah aliyah pada
level administrator pusat.
Gambar 4.23 STD Rancangan Modul Madrasah Aliyah (Admin Pusat)
e. Provinsi
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul provinsi pada level
administrator pusat.
117
Gambar 4.24 STD Rancangan Modul Provinsi (Admin Pusat)
f. Kabupaten
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul kabupaten pada level
administrator pusat.
Gambar 4.25 STD Rancangan Modul Kabupaten (Admin Pusat)
118
g. Kecamatan
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul kecamatan pada level
administrator pusat.
Gambar 4.26 STD Rancangan Modul Kecamatan (Admin Pusat)
h. Tingkat
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul tingkat pada level
administrator pusat.
119
Gambar 4.27 STD Rancangan Modul Tingkat (Admin Pusat)
c. Admin Provinsi
a. Halaman Utama
Berfungsi untuk mengetahui alur menu layar utama
yang ada pada sistem level administrator provinsi.
Gambar 4.28 STD Rancangan Halaman Utama (Admin Provinsi)
120
b. Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah ibtidaiyah
pada level administrator provinsi.
Gambar 4.29 STD Rancangan Modul Madrasah Ibtidaiyah Provinsi (Admin
Provinsi)
c. Madrasah Tsanawiyah Provinsi
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah tsanawiyah
pada level administrator provinsi.
121
Gambar 4.30 STD Rancangan Modul Madrasah Tsanawiyah Provinsi (Admin
Provinsi)
d. Madrasah Aliyah Provinsi
Berfungsi untuk mengetahui alur menu dan kerja
sistem yang ada pada modul madrasah aliyah pada
level administrator provinsi.
Gambar 4.31 STD Rancangan Modul Madrasah Aliyah (Admin Provinsi)
122
4.3.3
Perancangan Antarmuka Sistem
4.3.3.1 Perancangan Antarmuka User
a. Madrasah
1. Halaman Home
HEADER
Button
Button
Button
Button
Profil NU
Button
Profil LP Maarif
Visi Dan Misi LP Maarif
Kebijakan Dan Strategi LP Maarif
Pola Hubungan Organisasi LP Maarif
Berita Terkini
Daftar Berita Terkini
FOOTER
Gambar 4.32 Rancangan Halaman Home
2. Halaman Madrasah Ibtidaiyah
HEADER
Button
Button
Button
Profil Madrasah Ibtidaiyah
Button
Button
Daftar Madrasah Ibtidaiyah
FOOTER
Gambar 4.33 Rancangan Halaman Madrasah Ibtidaiyah
123
3. Halaman Madrasah Tsanawiyah
HEADER
Button
Button
Button
Profil Madrasah
Tsanawiyah
Button
Button
Daftar Madrasah
Tsanawiyah
FOOTER
Gambar 4.34 Rancangan Halaman Madrasah Tsanawiyah
3. Halaman Madrasah Aliyah
HEADER
Button
Button
Button
Profil Madrasah Aliyah
Button
Button
Daftar Madrasah Aliyah
FOOTER
Gambar 4.35 Rancangan Halaman Madrasah Aliyah
124
4. Halaman Contact Us
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Data Contact Us
FOOTER
Gambar 4.36 Rancangan Halaman Contact Us
4.3.3.2 Perancangan Antarmuka Admin
a. Admin Pusat
1. Halaman Login
Login
Form Login
Username:
Password:
Login
Reset
Gambar 4.37 Rancangan Halaman Login Admin Pusat
125
2. Halaman Madrasah Ibtidaiyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Daftar Madrasah Ibtidaiyah
Nama Provinsi Kabupaten Kecamatan Tingkat Guru Murid
FOOTER
Gambar 4.38 Rancangan Halaman Madrasah Ibtidaiyah
3. Halaman Input Madrasah Ibtidaiyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Madrasah Ibtidaiyah :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.39 Rancangan Halaman Input Madrasah Ibtidaiyah
126
4. Halaman Edit Madrasah Ibtidaiyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Madrasah Ibtidaiyah :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.40 Rancangan Halaman Edit Madrasah Ibtidaiyah
5. Halaman Delete Madrasah Ibtidaiyah
HEADER
Button
Button
Data Madrasah Ibtidaiyah
Button
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.41 Rancangan Halaman Delete Madrasah Ibtidaiyah
127
6. Halaman Madrasah Tsanawiyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Daftar Madrasah Tsanawiyah
Nama Provinsi Kabupaten Kecamatan Tingkat Guru Murid
FOOTER
Gambar 4.42 Rancangan Halaman Madrasah Tsanawiyah
7. Halaman Input Madrasah Tsanawiyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Madrasah Tsanawiyah :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.43 Rancangan Halaman Input Madrasah Tsanawiyah
128
8. Halaman Edit Madrasah Tsanawiyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Madrasah Tsanawiyah :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.44 Rancangan Halaman Edit Madrasah Tsanawiyah
9. Halaman Delete Madrasah Tsanawiyah
HEADER
Button
Button
Data Madrasah Tsanawiyah
Button
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.45 Rancangan Halaman Delete Madrasah Tsanawiyah
129
10. Halaman Madrasah Aliyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Daftar Madrasah Aliyah
Nama Provinsi Kabupaten Kecamatan Tingkat Guru Murid
FOOTER
Gambar 4.46 Rancangan Halaman Madrasah Aliyah
11. Halaman Input Madrasah Aliyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Madrasah Aliyah :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.47 Rancangan Halaman Input Madrasah Aliyah
130
12. Halaman Edit Madrasah Aliyah
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Madrasah Aliyah :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.48 Rancangan Halaman Edit Madrasah Aliyah
13. Halaman Delete Madrasah Aliyah
HEADER
Button
Button
Data Madrasah Aliyah
Button
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.49 Rancangan Halaman Delete Madrasah Aliyah
131
14. Halaman Search
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Cari Madrasah :
Nama
Search
Cancel
FOOTER
Gambar 4.50 Rancangan Halaman Search
15. Halaman Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Daftar Provinsi
Id Provinsi
Provinsi
FOOTER
Gambar 4.51 Rancangan Halaman Provinsi
Button
132
16. Halaman Input Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Provinsi :
Nama Provinsi
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.52 Rancangan Halaman Input Provinsi
17. Halaman Edit Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Provinsi :
Id
Nama
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.53 Rancangan Halaman Edit Provinsi
133
18. Halaman Delete Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Data Provinsi
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.54 Rancangan Halaman Delete Provinsi
19. Halaman Kabupaten
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Daftar Kabupaten
Id Kabupaten
Nama Kabupaten
Provinsi
FOOTER
Gambar 4.55 Rancangan Halaman Kabupaten
134
20. Halaman Input Kabupaten
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Kabupaten :
Nama Kabupaten
Provinsi
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.56 Rancangan Halaman Input Kabupaten
21. Halaman Edit Kabupaten
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Kabupaten :
Nama Kabupaten
Provinsi
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.57 Rancangan Halaman Edit Kabupaten
135
22. Halaman Delete Kabupaten
HEADER
Button
Button
Button
Data Kabupaten
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.58 Rancangan Halaman Delete Kabupaten
23. Halaman Kecamatan
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Daftar Kecamatan
Id Kecamatan
Nama Kecamatan
Kabupaten
FOOTER
Gambar 4.59 Rancangan Halaman Kecamatan
136
24. Halaman Input Kecamatan
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Kecamatan :
Nama Kecamatan
Kabupaten
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.60 Rancangan Halaman Input Kecamatan
25. Halaman Edit Kecamatan
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Kecamatan :
Nama Kecamatan
Kabupaten
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.61 Rancangan Halaman Edit Kecamatan
137
26. Halaman Delete Kecamatan
HEADER
Button
Button
Button
Data Kecamatan
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.62 Rancangan Halaman Delete Kecamatan
27. Halaman Tingkat
HEADER
Button
Button
Button
Button
Daftar Kecamatan
Id Tingkat
Tingkat
FOOTER
Gambar 4.63 Rancangan Halaman Tingkat
Button
138
28. Halaman Input Tingkat
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Tingkat :
Id Tingkat
Nama Tingkat
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.64 Rancangan Halaman Input Tingkat
29. Halaman Edit Tingkat
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Tingkat :
Id
Nama Tingkat
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.65 Rancangan Halaman Edit Tingkat
139
30. Halaman Delete Tingkat
HEADER
Button
Button
Button
Data Tingkat
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.66 Rancangan Halaman Delete Tingkat
b. Admin Provinsi
1. Halaman Login
Login
Form Login
Username:
Password:
Login
Reset
Gambar 4.67 Rancangan Halaman Login Admin Provinsi
2. Halaman Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Daftar Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
Nama Provinsi Kabupaten Kecamatan Tingkat Guru Murid
FOOTER
Gambar 4.68 Rancangan Halaman Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
140
3. Halaman Input Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Madrasah Ibtidaiyah Provinsi :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.69 Rancangan Halaman Input Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
141
4. Halaman Edit Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Madrasah Ibtidaiyah Provinsi :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.70 Rancangan Halaman Edit Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
5. Halaman Delete Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Data Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.71 Rancangan Halaman Delete Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
142
6. Halaman Madrasah Tsanawiyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Daftar Madrasah Tsanawiyah Provinsi
Nama Provinsi Kabupaten Kecamatan Tingkat Guru Murid
FOOTER
Gambar 4.72 Rancangan Halaman Madrasah Tsanawiyah Provinsi
7. Halaman Input Madrasah Tsanawiyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Madrasah Tsanawiyah Provinsi :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.73 Rancangan Halaman Input Madrasah Tsanawiyah Provinsi
143
8. Halaman Edit Madrasah Tsanawiyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Madrasah Tsanawiyah Provinsi :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.74 Rancangan Halaman Edit Madrasah Tsanawiyah Provinsi
9. Halaman Delete Madrasah Tsanawiyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Data Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.75 Rancangan Halaman Delete Madrasah Tsanawiyah Provinsi
144
10. Halaman Madrasah Aliyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Daftar Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
Nama Provinsi Kabupaten Kecamatan Tingkat Guru Murid
FOOTER
Gambar 4.76 Rancangan Halaman Madrasah Aliyah Provinsi
11. Halaman Input Madrasah Aliyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Input Data Madrasah Aliyah Provinsi :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.77 Rancangan Halaman Input Madrasah Aliyah Provinsi
145
12. Halaman Edit Madrasah Aliyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Button
Button
Edit Data Madrasah Aliyah Provinsi :
Nama
Provinsi
Kabupaten
Kecamatan
Tingkat
Guru
Murid
Save
Cancel
FOOTER
Gambar 4.78 Rancangan Halaman Edit Madrasah Aliyah Provinsi
13. Halaman Delete Madrasah Aliyah Provinsi
HEADER
Button
Button
Button
Data Madrasah Aliyah Provinsi
Button
Button
Delete
FOOTER
Gambar 4.79 Rancangan Halaman Delete Madrasah Aliyah Provinsi
146
4.4
System Implementation
4.4.1
Pembuatan Aplikasi
Pada proses pembuatan Aplikasi Manajemen Database Sekolah ini
menggunakan XAMPP versi 1.5.0 yang meliputi: Apache versi
2.2.0 untuk web server, PHP versi 5.1.1 untuk bahasa
pemrograman dan MySQL versi 5.0.18 untuk database-nya. Selain
itu, juga menggunakan EditPlus 2 dan Macromedia Dreamweaver
CS3 sebagai web design & programming serta Adobe Photoshop
CS3 untuk mengolah gambar.
Adapun fitur-fitur yang dibuat dalam Aplikasi Manajemen
Database Sekolah ini berdasarkan hak akses tiap level user adalah
sebagai berikut:
a. Aplikasi Manajemen Database Sekolah bagi Madrasah
Dalam Aplikasi Manajemen Database Sekolah bagi Madrasah
ini, Madrasah dapat melakukan berbagai proses, yaitu:
1) Melihat profil Nahdlatul Ulama.
2) Melihat profil LP Maarif NU.
3) Melihat visi dan misi LP Maarif NU.
4) Melihat kebijakan dan strategi LP Maarif NU.
5) Melihat pola hubungan organisasi LP Maarif NU.
6) Melihat dan mencari data Madrasah Ibtidaiyah di seluruh
Indonesia.
147
7) Melihat dan mencari data Madrasah Tsanawiyah di seluruh
Indonesia.
8) Melihat dan mencari data Madrasah Aliyah di seluruh
Indonesia.
9) Memberikan saran dan kritik apabila terjadi kesalahan data
madrasah melalui fitur contact us.
b. Aplikasi Manajemen Database Sekolah bagi Admin Pusat
Dalam Aplikasi Manajemen Database Sekolah bagi Admin
Pusat ini, Admin Pusat dapat melakukan berbagai proses, yaitu:
1) Melihat, memasukkan, mengubah, menghapus, dan mencari
data madrasah ibtidaiyah.
2) Melihat, memasukkan, mengubah, menghapus, dan mencari
data madrasah tsanawiyah.
3) Melihat, memasukkan, mengubah, menghapus, dan mencari
data madrasah aliyah.
4) Melihat, memasukkan, mengubah, dan menghapus data
provinsi.
5) Melihat, memasukkan, mengubah, dan menghapus data
kabupaten.
6) Melihat, memasukkan, mengubah, dan menghapus data
kecamatan.
148
7) Melihat, memasukkan, mengubah, dan menghapus data
tingkat.
8) Melihat laporan data jumlah madrasah, jumlah guru, dan
jumlah murid.
c. Aplikasi Manajemen Database Sekolah bagi Admin Provinsi
Dalam Aplikasi Manajemen Database Sekolah bagi Admin
Provinsi ini, Admin Provinsi dapat melakukan berbagai proses,
yaitu:
1) Melihat, memasukkan, mengubah, dan menghapus data
madrasah ibtidaiyah provinsi.
2) Melihat, memasukkan, mengubah, dan menghapus data
madrasah tsanawiyah provinsi.
3) Melihat, memasukkan, mengubah, dan menghapus data
madrasah aliyah provinsi.
4.4.2
Instalasi Aplikasi
Pada tahap instalasi Aplikasi Manajemen Database Sekolah,
diperlukan spesifikasi kebutuhan untuk perangkat keras (hardware)
dan perangkat lunak (software) agar dapat berjalan dengan baik.
a. Perangkat Lunak (Software)
Berikut ini adalah spesifikasi kebutuhan perangkat lunak
(software) dari sisi server atau pun client:
149
1) Server:
Sistem Operasi
: Windows 2000 Server, Windows 2003
Server, Windows 2008 Server, Windows
XP Professional SP2/SP3, Linux Server
Based OS
Web Server
: Apache versi > 2.0
Application Server : PHP versi > 5.0
Database Server
: MySQL versi > 5.0
2) Client:
Sistem Operasi
: Windows 2000, Windows XP, Windows
Vista, Windows 7, Linux Based OS
Web Browser
: Mozilla Firefox versi > 2.0, Opera versi >
7.0, Safari versi > 3.0
Software
: Adobe Reader versi > 5
b. Perangkat Keras (Hardware)
Aplikasi Manajemen Database Sekolah diharapkan dapat
bekerja dengan spesifikasi perangkat keras (hardware) yang
relatif rendah. Bagaimanapun, spesifikasi yang lebih baik dapat
meningkatkan kinerja sistem. Berikut ini adalah spesifikasi
kebutuhan perangkat keras (hardware) dari sisi server atau pun
client:
150
Tabel 4.8 Spesifikasi kebutuhan perangkat keras (hardware)
Minimal
Server
Rekomendasi
Intel Pentium 1 GHz,
Intel Xeon / Dual Core /
RAM 512 MB, Harddisk
Core 2 Duo > 2 GHz,
40 GB, Printer, CD-ROM
RAM > 1 GB, Harddisk >
160 GB, Printer,
CD/DVD-RW
Client
4.4.3
Intel atau AMD 700 MHz,
Intel atau AMD > 1,5 GHz,
RAM 128 MB, Harddisk
RAM > 256 MB, Harddisk
20 GB, Printer
> 40 GB, Printer
Pengujian Aplikasi
a. Pengujian
Untuk memastikan setiap program bebas dari kesalahan (bug),
harus dilakukan pengujian atau test, walaupun tidak menutup
kemungkinan masih terjadi sedikit kesalahan atau tidak 100%
sempurna, namun pengujian ini setidaknya bisa meminimalisasi
kesalahan yang akan terjadi.
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh
program tersebut berjalan dan seberapa banyak kesalahan yang
ada pada program tersebut. Bila terjadi kesalahan maka program
tersebut akan segera diperbaiki dan diuji kembali.
Pengujian Aplikasi Manajemen Database Sekolah dilakukan
menggunakan metode pengujian unit dengan pendekatan
151
blackbox testing. Berikut di bawah ini merupakan tabel-tabel
hasil pengujian Aplikasi Manajemen Database Sekolah :
b. Uji Coba Account Madrasah
Melakukan uji coba pada Account Madrasah. Hasil yang didapat
adalah sebagai berikut :
Tabel 4.9 Pengujian pada Modul Madrasah (User)
No
Unit Program
Aksi
1
Menu Home
Klik Home
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Menu Profil
NU
Menu Profil LP
Maarif
Menu Visi Dan
Misi LP Maarif
Menu
Kebijakan Dan
Strategi LP
Maarif
Menu Pola
Hubungan
Organisasi LP
Maarif
Menu Berita
Terkini
Menu
Madrasah
Ibtidaiyah
Menu
Madrasah
Ibtidaiyah
Menu
Madrasah
Tsanawiyah
Menu
Madrasah
Klik Profil NU
Klik Profil LP Maarif
Klik Visi Dan Misi
LP Maarif
Hasil Yang
Diharapkan
Masuk halaman utama
Madrasah
Masuk halaman profil
NU
Masuk halaman profil
LP Maarif
Masuk halaman visi
dan misi LP Maarif
Hasil
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Klik Kebijakan Dan
Strategi LP Maarif
Masuk halaman
kebijakan dan strategi
LP Maarif
Sesuai
Klik Pola Hubungan
Organisasi LP Maarif
Masuk halaman pola
hubungan organisasi
LP Maarif
Sesuai
Klik Berita Terkini
Masuk halaman berita
terkini
Klik Madrasah
Ibtidaiyah
Masuk halaman
Madrasah Ibtidaiyah
Klik Madrasah
Ibtidaiyah Wilayah
Menampilkan halaman
daftar data Madrasah
Sesuai
Ibtidaiyah
Klik Madrasah
Tsanawiyah
Masuk halaman
Madrasah Tsanawiyah
Klik Madrasah
Tsanawiyah Wilayah
Menampilkan halaman
Sesuai
daftar data Madrasah
Sesuai
Sesuai
Keterangan
152
Tsanawiyah
12
13
14
Tsanawiyah
Menu
Madrasah
Aliyah
Menu
Madrasah
Aliyah
Menu Contact
Us
15
Menu Contact
Us
16
Menu Contact
Us
Klik Madrasah
Aliyah
Klik Madrasah
Aliyah Wilayah
Klik Contact Us
Masukan Contact Us
tidak dikosongkan,
benar, dan lengkap
Masukan Contact Us
dikosongkan, tidak
benar, dan tidak
lengkap
Masuk halaman
Madrasah Aliyah
Sesuai
Menampilkan halaman
daftar data Madrasah
Sesuai
Aliyah
Masuk halaman
Sesuai
Contact Us
Muncul pesan bahwa
data lengkap dan akan Sesuai
segera diproses
Muncul pesan bahwa
data belum lengkap
dan tidak bisa diproses
Sesuai
c. Uji Coba Account Admin Pusat
Melakukan uji coba pada Account Admin Pusat. Hasil yang
didapat adalah sebagai berikut :
Tabel 4.10 Pengujian pada Modul Admin Pusat (Admin)
No
Unit Program
1
Login Admin
2
Login Admin
3
4
5
Login Admin
Menu
Madrasah
Ibtidaiyah
Menu Input
Madrasah
Aksi
Input username dan
password yang benar
lalu klik Login
Input username dan
password yang salah
lalu klik Login
Klik Reset pada form
Login Admin
Klik Madrasah
Ibtidaiyah
Klik Input Madrasah
Ibtidaiyah
Hasil Yang
Diharapkan
Masuk account admin
dengan username dan
password yang benar
Gagal masuk account
admin
Hasil
Sesuai
Sesuai
Akan menghapus
(clear) isi field yang
Sesuai
telah diisi ke kondisi
awal pada form Login
Admin
Menampilkan halaman
Sesuai
daftar data Madrasah
Ibtidaiyah
Menampilkan halaman Sesuai
input data madrasah
Keterangan
153
Ibtidaiyah
6
Menu Input
Madrasah
Ibtidaiyah
7
Menu Input
Madrasah
Ibtidaiyah
8
9
Menu Input
Madrasah
Ibtidaiyah
Menu Edit
Madrasah
Ibtidaiyah
ibtidaiyah
Input data Madrasah
Ibtidaiyah
dikosongkan lalu klik
Save
Input data Madrasah
Ibtidaiyah dengan
mengosongkan salah
satu field form input
Input data Madrasah
Ibtidaiyah dengan
benar dan lengkap
Klik Edit Madrasah
Ibtidaiyah
10
Menu Edit
Madrasah
Ibtidaiyah
Merubah dan mengisi
data Madrasah
Ibtidaiyah dengan
benar lalu klik Save
11
Menu Edit
Madrasah
Ibtidaiyah
Klik tombol Cancel
pada form Edit data
Madrasah Ibtidaiyah
12
Menu Delete
Madrasah
Ibtidaiyah
Klik tombol Delete
pada halaman daftar
data Madrasah
Ibtidaiyah
13
14
Menu
Madrasah
Tsanawiyah
Menu Input
Madrasah
Tsanawiyah
15
Menu Input
Madrasah
Tsanawiyah
16
Menu Input
Madrasah
Tsanawiyah
Klik Madrasah
Tsanawiyah
Klik Input Madrasah
Tsanawiyah
Input data Madrasah
Tsanawiyah
dikosongkan lalu klik
Save
Input data Madrasah
Tsanawiyah dengan
mengosongkan salah
satu field form input
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
ibtidaiyah gagal
Sesuai
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
ibtidaiyah gagal
Sesuai
Menampilkan data
madrasah ibtidaiyah
yang baru dimasukkan
Menampilkan halaman
edit data madrasah
ibtidaiyah
Menyimpan dan
Menampilkan halaman
daftar data madrasah
ibtidaiyah setelah
diubah
Membatalkan ubah
data madrasah
ibtidaiyah dan akan
kembali ke halaman
daftar data madrasah
ibtidaiyah
Akan menghapus data
madrasah ibtidaiyah,
dan akan kembali ke
halaman daftar data
madrasah ibtidaiyah
Menampilkan halaman
daftar data Madrasah
Tsanawiyah
Menampilkan halaman
input data madrasah
tsanawiyah
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
tsanawiyah gagal
Sesuai
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
tsanawiyah gagal
Sesuai
154
17
18
Menu Input
Madrasah
Tsanawiyah
Menu Edit
Madrasah
Tsanawiyah
Input data Madrasah
Tsanawiyah dengan
benar dan lengkap
Klik Edit Madrasah
Tsanawiyah
19
Menu Edit
Madrasah
Tsanawiyah
Merubah dan mengisi
data Madrasah
Tsanawiyah dengan
benar lalu klik Save
20
Menu Edit
Madrasah
Tsanawiyah
Klik tombol Cancel
pada form Edit data
Madrasah
Tsanawiyah
21
Menu Delete
Madrasah
Tsanawiyah
Klik tombol Delete
pada halaman daftar
data Madrasah
Tsanawiyah
22
23
24
25
26
27
28
Menu
Madrasah
Aliyah
Menu Input
Madrasah
Aliyah
Menu Input
Madrasah
Aliyah
Menu Input
Madrasah
Aliyah
Menu Input
Madrasah
Aliyah
Menu Edit
Madrasah
Aliyah
Menu Edit
Madrasah
Aliyah
Klik Madrasah
Aliyah
Klik Input Madrasah
Aliyah
Input data Madrasah
Aliyah dikosongkan
lalu klik Save
Input data Madrasah
Aliyah dengan
mengosongkan salah
satu field form input
Input data Madrasah
Aliyah dengan benar
dan lengkap
Menampilkan data
madrasah tsanawiyah
yang baru dimasukkan
Menampilkan halaman
edit data madrasah
tsanawiyah
Menyimpan dan
Menampilkan halaman
daftar data madrasah
tsanawiyah setelah
diubah
Membatalkan ubah
data madrasah
tsanawiyah dan akan
kembali ke halaman
daftar data madrasah
tsanawiyah
Akan menghapus data
madrasah ibtidaiyah,
dan akan kembali ke
halaman daftar data
madrasah tsanawiyah
Menampilkan halaman
daftar data Madrasah
Aliyah
Menampilkan halaman
input data madrasah
aliyah
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
aliyah gagal
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
aliyah gagal
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Menampilkan data
madrasah aliyah yang Sesuai
baru dimasukkan
Menampilkan halaman
Klik Edit Madrasah
Sesuai
edit data madrasah
Aliyah
aliyah
Merubah dan mengisi Menyimpan dan
data Madrasah Aliyah Menampilkan halaman
Sesuai
dengan benar lalu
daftar data madrasah
klik Save
aliyah setelah diubah
155
29
Menu Edit
Madrasah
Aliyah
30
Menu Delete
Madrasah
Aliyah
31
Menu Search
32
Menu Search
33
Menu Search
34
Menu Provinsi
35
Menu Input
Provinsi
36
Menu Input
Provinsi
37
Menu Edit
Provinsi
38
Menu Edit
Provinsi
39
Menu Edit
Provinsi
40
Menu Delete
Provinsi
41
Menu
Kabupaten
Membatalkan ubah
data madrasah aliyah
Sesuai
dan akan kembali ke
halaman daftar data
madrasah aliyah
Akan menghapus data
Klik tombol Delete
madrasah aliyah, dan
pada halaman daftar
akan kembali ke
Sesuai
data Madrasah Aliyah halaman daftar data
madrasah aliyah
Menampilkan halaman
Klik tombol Search
Sesuai
pencarian madrasah
Mengosongkan
masukan pada
Menampilkan halaman
halaman pencarian
daftar madrasah secara Sesuai
madrasah lalu klik
keseluruhan
Search
Memasukan data
Mencari dan
pada halaman
Menampilkan data
Sesuai
pencarian madrasah
madrasah sesuai
lalu klik Search
dengan Keyword
Menampilkan halaman Sesuai
Klik Provinsi
daftar provinsi
Menampilkan halaman Sesuai
Klik Input Provinsi
input provinsi
Input data Provinsi
Menampilkan data
Sesuai
dengan benar dan
provinsi yang baru
lengkap
dimasukkan
Menampilkan halaman Sesuai
Klik Edit Provinsi
edit data provinsi
Menyimpan dan
Merubah dan mengisi
Menampilkan halaman
data Provinsi dengan
Sesuai
daftar data provinsi
benar lalu klik Save
setelah diubah
Membatalkan ubah
Klik tombol Cancel
data provinsi dan akan Sesuai
pada form Edit data
kembali ke halaman
Provinsi
daftar data provinsi
Akan menghapus data
Klik tombol Delete
provinsi, dan akan
pada halaman daftar
Sesuai
kembali ke halaman
data Provinsi
daftar data provinsi
Menampilkan halaman Sesuai
Klik Kabupaten
daftar kabupaten
Klik tombol Cancel
pada form Edit data
Madrasah Aliyah
156
42
Menu Input
Kabupaten
43
Menu Input
Kabupaten
44
Menu Edit
Kabupaten
45
Menu Edit
Kabupaten
46
Menu Edit
Kabupaten
47
Menu Delete
Kabupaten
48
49
Menu
Kecamatan
Menu Input
Kecamatan
50
Menu Input
Kecamatan
51
Menu Edit
Kecamatan
52
Menu Edit
Kecamatan
53
Menu Edit
Kecamatan
54
Menu Delete
Kecamatan
55
Menu Tingkat
Menampilkan halaman
input kabupaten
Input data Kabupaten Menampilkan data
dengan benar dan
kabupaten yang baru
lengkap
dimasukkan
Menampilkan halaman
Klik Edit Kabupaten
edit data kabupaten
Merubah dan mengisi Menyimpan dan
data Kabupaten
Menampilkan halaman
dengan benar lalu
daftar data kabupaten
klik Save
setelah diubah
Membatalkan ubah
Klik tombol Cancel
data kabupaten dan
pada form Edit data
akan kembali ke
Kabupaten
halaman daftar data
kabupaten
Akan menghapus data
Klik tombol Delete
kabupaten, dan akan
pada halaman daftar
kembali ke halaman
data Kabupaten
daftar data kabupaten
Menampilkan halaman
Klik Kecamatan
daftar kecamatan
Klik Input
Menampilkan halaman
Kecamatan
input kecamatan
Input data Kecamatan Menampilkan data
dengan benar dan
kecamatan yang baru
lengkap
dimasukkan
Menampilkan halaman
Klik Edit Kecamatan
edit data kecamatan
Merubah dan mengisi Menyimpan dan
data Kecamatan
Menampilkan halaman
dengan benar lalu
daftar data kecamatan
klik Save
setelah diubah
Membatalkan ubah
Klik tombol Cancel
data kecamatan dan
pada form Edit data
akan kembali ke
Kecamatan
halaman daftar data
kecamatan
Akan menghapus data
Klik tombol Delete
kecamatan, dan akan
pada halaman daftar
kembali ke halaman
data Kecamatan
daftar data kecamatan
Menampilkan halaman
Klik Tingkat
daftar tingkat
Klik Input Kabupaten
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
157
56
Menu Input
Tingkat
Klik Input Tingkat
57
Menu Input
Tingkat
Input data Tingkat
dengan benar dan
lengkap
58
Menu Edit
Tingkat
Klik Edit Tingkat
59
Menu Edit
Tingkat
Merubah dan mengisi
data Tingkat dengan
benar lalu klik Save
60
Menu Edit
Tingkat
Klik tombol Cancel
pada form Edit data
Tingkat
61
Menu Delete
Tingkat
Klik tombol Delete
pada halaman daftar
data Tingkat
Menampilkan halaman
input tingkat
Menampilkan data
tingkat yang baru
dimasukkan
Menampilkan halaman
edit data tingkat
Menyimpan dan
Menampilkan halaman
daftar data tingkat
setelah diubah
Membatalkan ubah
data tingkat dan akan
kembali ke halaman
daftar data tingkat
Akan menghapus data
tingkat, dan akan
kembali ke halaman
daftar data tingkat
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
d. Uji Coba Account Admin Provinsi
Melakukan uji coba pada Account Admin Pusat. Hasil yang
didapat adalah sebagai berikut :
Tabel 4.11 Pengujian pada Modul Admin Provinsi (Admin)
No
Unit Program
Aksi
1
Login Admin
Provinsi
Input username dan
password yang benar
lalu klik Login
2
Login Admin
Provinsi
Input username dan
password yang salah
lalu klik Login
3
Login Admin
Provinsi
Klik Reset pada form
Login Admin
Provinsi
4
Menu
Madrasah
Klik Madrasah
Ibtidaiyah Provinsi
Hasil Yang
Diharapkan
Masuk account admin
provinsi dengan
username dan
password yang benar
Gagal masuk account
admin provinsi
Hasil
Sesuai
Sesuai
Akan menghapus
(clear) isi field yang
Sesuai
telah diisi ke kondisi
awal pada form Login
Admin Provinsi
Menampilkan halaman Sesuai
daftar data Madrasah
Keterangan
158
5
6
7
8
9
Ibtidaiyah
Provinsi
Menu Input
Madrasah
Ibtidaiyah
Provinsi
Menu Input
Madrasah
Ibtidaiyah
Provinsi
Menu Input
Madrasah
Ibtidaiyah
Provinsi
Menu Input
Madrasah
Ibtidaiyah
Provinsi
Menu Edit
Madrasah
Ibtidaiyah
Provinsi
Ibtidaiyah Provinsi
Klik Input Madrasah
Ibtidaiyah Provinsi
Input data Madrasah
Ibtidaiyah Provinsi
dikosongkan lalu klik
Save
Input data Madrasah
Ibtidaiyah Provinsi
dengan
mengosongkan salah
satu field form input
Input data Madrasah
Ibtidaiyah Provinsi
dengan benar dan
lengkap
Klik Edit Madrasah
Ibtidaiyah Provinsi
10
Menu Edit
Madrasah
Ibtidaiyah
Provinsi
Merubah dan mengisi
data Madrasah
Ibtidaiyah Provinsi
dengan benar lalu
klik Save
11
Menu Edit
Madrasah
Ibtidaiyah
Provinsi
Klik tombol Cancel
pada form Edit data
Madrasah Ibtidaiyah
Provinsi
12
Menu Delete
Madrasah
Ibtidaiyah
Provinsi
Klik tombol Delete
pada halaman daftar
data Madrasah
Ibtidaiyah Provinsi
13
Menu
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Klik Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
Menampilkan halaman
Sesuai
input data madrasah
ibtidaiyah provinsi
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
ibtidaiyah provinsi
gagal
Sesuai
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
ibtidaiyah provinsi
gagal
Sesuai
Menampilkan data
madrasah ibtidaiyah
provinsi yang baru
dimasukkan
Sesuai
Menampilkan halaman
Sesuai
edit data madrasah
ibtidaiyah provinsi
Menyimpan dan
Menampilkan halaman
daftar data madrasah
Sesuai
ibtidaiyah provinsi
setelah diubah
Membatalkan ubah
data madrasah
ibtidaiyah provinsi dan
Sesuai
akan kembali ke
halaman daftar data
madrasah ibtidaiyah
provinsi
Akan menghapus data
madrasah ibtidaiyah
provinsi, dan akan
Sesuai
kembali ke halaman
daftar data madrasah
ibtidaiyah provinsi
Menampilkan halaman
Sesuai
daftar data Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
159
14
15
16
17
18
Menu Input
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Menu Input
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Menu Input
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Menu Input
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Menu Edit
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Klik Input Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
Input data Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
dikosongkan lalu klik
Save
Input data Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
dengan
mengosongkan salah
satu field form input
Input data Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
dengan benar dan
lengkap
Klik Edit Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
19
Menu Edit
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Merubah dan mengisi
data Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
dengan benar lalu
klik Save
20
Menu Edit
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Klik tombol Cancel
pada form Edit data
Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
21
Menu Delete
Madrasah
Tsanawiyah
Provinsi
Klik tombol Delete
pada halaman daftar
data Madrasah
Tsanawiyah Provinsi
22
23
Menu
Madrasah
Aliyah Provinsi
Menu Input
Madrasah
Aliyah Provinsi
Klik Madrasah
Aliyah Provinsi
Klik Input Madrasah
Aliyah Provinsi
Menampilkan halaman
Sesuai
input data madrasah
tsanawiyah provinsi
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
tsanawiyah provinsi
gagal
Sesuai
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
tsanawiyah provinsi
gagal
Sesuai
Menampilkan data
madrasah tsanawiyah
provinsi yang baru
dimasukkan
Sesuai
Menampilkan halaman
Sesuai
edit data madrasah
tsanawiyah provinsi
Menyimpan dan
Menampilkan halaman
daftar data madrasah
tsanawiyah provinsi
setelah diubah
Membatalkan ubah
data madrasah
tsanawiyah provinsi
dan akan kembali ke
halaman daftar data
madrasah tsanawiyah
provinsi
Akan menghapus data
madrasah tsanawiyah
provinsi, dan akan
kembali ke halaman
daftar data madrasah
tsanawiyah provinsi
Menampilkan halaman
daftar data Madrasah
Aliyah Provinsi
Menampilkan halaman
input data madrasah
aliyah provinsi
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
160
24
25
26
27
28
29
30
Input data Madrasah
Menu Input
Aliyah Provinsi
Madrasah
dikosongkan lalu klik
Aliyah Provinsi
Save
Input data Madrasah
Aliyah Provinsi
Menu Input
Madrasah
dengan
Aliyah Provinsi mengosongkan salah
satu field form input
Input data Madrasah
Menu Input
Aliyah Provinsi
Madrasah
dengan benar dan
Aliyah Provinsi
lengkap
Menu Edit
Klik Edit Madrasah
Madrasah
Aliyah Provinsi
Aliyah Provinsi
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
aliyah provinsi gagal
Sesuai
Muncul pesan bahwa
input data madrasah
aliyah provinsi gagal
Sesuai
Menampilkan data
madrasah aliyah
provinsi yang baru
dimasukkan
Menampilkan halaman
edit data madrasah
aliyah provinsi
Menyimpan dan
Merubah dan mengisi
Menu Edit
Menampilkan halaman
data Madrasah Aliyah
Madrasah
daftar data madrasah
Provinsi dengan
Aliyah Provinsi
aliyah provinsi setelah
benar lalu klik Save
diubah
Membatalkan ubah
Klik tombol Cancel
data madrasah aliyah
Menu Edit
pada form Edit data
provinsi dan akan
Madrasah
Madrasah Aliyah
kembali ke halaman
Aliyah Provinsi
Provinsi
daftar data madrasah
aliyah provinsi
Akan menghapus data
Klik tombol Delete
madrasah aliyah
Menu Delete
pada halaman daftar
provinsi, dan akan
Madrasah
data Madrasah Aliyah kembali ke halaman
Aliyah Provinsi
Provinsi
daftar data madrasah
aliyah provinsi
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka
dapat ditarik simpulan bahwa:
1) Dari hasil analisis sistem yang berjalan didapatkan permasalahan,
diantaranya pihak Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Jakarta
khususnya bagian Sub Bidang Data dan Informasi sangat kerepotan
dalam mengolah data madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal
ini menjadi kendala, karena begitu banyak data sekoah yang harus
dikelola dan dimanajemen oleh pihak LP Maarif NU. Setiap tahun, ada
perubahan yang signifikan pada setiap sekolah. Dengan kondisi seperti
ini, terjadi penumpukan data pada setiap proses seperti dokumen data
Madrasah, pelayanan dalam menyajikan informasi data Madrasah
memerlukan waktu yang cukup lama dan juga dalam pencarian data
Madrasah terkadang kesulitan dikarenakan penumpukan file di dalam
komputer serta data madrasah tidak bisa terupdate karena akan memakan
waktu dalam pengumpulan data Madrasah kembali.
2) Aplikasi Manajemen Database Sekolah ini dapat memudahkan dalam
pengolahan data madrasah yang berfungsi sebagai Data Editor Sekolah
pada Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Jakarta.
161
162
3) Aplikasi Manajemen Database Sekolah ini dapat memberikan informasi
mengenai data madrasah di seluruh Indonesia yang berada di bawah
naungan ruang lingkup LP Maarif NU secara update.
4) Pengelolaan data manajemen madrasah telah tersimpan dalam database
yang terintegrasi sehingga rekap data madrasah dapat dilakukan lebih
cepat dan akurat.
5) Merancang
Aplikasi
Manajemen
Database
Sekolah
dengan
menggunakan DFD yang terdiri dari 6 proses yaitu proses mengolah data
madrasah, olah data provinsi, olah data kabupaten, olah data kecamatan,
olah data tingkat, dan penyajian laporan madrasah. Dan terdapat 3
external entity yaitu Madrasah, LP Maarif NU Pusat (Admin Pusat), dan
LP Maarif NU Provinsi (Admin Provinsi).
6) Aplikasi Manajemen Database Sekolah ini berbasis web (web-base
application) yang dapat diakses melalui internet sehingga dapat
diintegrasikan dengan website yang telah dimiliki oleh pihak LP Maarif
NU untuk kemudian dapat juga diintegrasikan dengan website Nahdlatul
Ulama.
7) Pembuatan Aplikasi Manajemen Database Sekolah menggunakan web
server Apache, bahasa pemrograman web PHP, dan MySQL sebagai
database-nya.
8) Telah dilakukan pengujian guna mendapati Aplikasi Manajemen
Database Sekolah itu terhindar dari kesalahan dan berjalan sebagaimana
mestinya.
163
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan yang telah dikemukakan, dapat
diajukan beberapa saran untuk pengembangan lebih lanjut antara lain:
1) Penambahan data-data mengenai madrasah selain data umum yang
dimiliki madrasah.
2) Pada pengembangan sistem selanjutnya dapat dikembangkan menjadi
sistem yang memiliki tingkat keamanan data yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Dwi Widodo, Priyono. 2005. Kamus Istilah Internet dan Komputer. Jombang:
Lintas Media.
Eka. “Aktifitas Manajemen Data”. Artikel diakses pada 11 Juni 2011 dari
http://ekasatria.com/sistem-manajemen-informasi/database-danmanajemen-database/
Euis. “Pengantar Aplikasi Komputer”. Artikel diakses pada 11 Juni 2011 dari
http://www.scribd.com/doc/5999899/Materi-1-Pengantar-AplikasiKomputer
Fathansyah. 2007. Buku Teks Komputer Basis Data. Bandung: Informatika.
Hariyanto Ir., MT, Bambang. 2004. Sistem Manajemen Basis Data. Bandung:
Informatika.
HM, Jogiyanto. 2005. Analisis & Desain Sistem Informasi : Pendekatan
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi.
HM,
Jogiyanto.
2000.
Pengenalan
Komputer
Dasar
Ilmu
Komputer,
Pemrograman, Sistem Informasi dan Intelegensi Buatan. Yogyakarta:
Andi.
Husein. ”Tentang XAMPP”. Artikel diakses pada 11 Juni 2011 dari
http://blog.husein.co.cc/toolsfreeware/tentang-xampp
Kadir, Abdul. 1999. Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data. Yogyakarta: Andi.
164
165
Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.
Kendall, Kenneth E. 2005. Systems Analysis and Design: Sixth Edition. New
Jersey: Pearson Education, Inc.
Kendall, Kenneth E. 2006. Analisis dan Perancangan Sistem Edisi kelima – Jilid
1. Jakarta: Indeks.
Keraf, Gorys. 1994. Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores:
Nusa Indah.
Ladjamudin, Al-Bahra bin. 2005. Analisis dan Desain SIstem Informasi.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Oetomo, Budi Sutedjo Dharma. 2007. Pengantar Teknologi Informasi Internet:
Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi.
Pressman, Roger. 2001. Software Engineering: A Practitioner’s Approach: Fifth
Edition (E-Book), New York: McGraw-Hill.
Sidik, Betha. 2005. MySQL untuk Pengguna, Administrator, dan Pengembang
Aplikasi Web. Bandung: Informatika.
Simarmata, Janner. 2007. Perancangan Basis Data. Yogyakarta: Andi.
Sofana, Iwan. 2008. Membangun Jaringan Komputer Membuat Jaringan
Komputer (Wire & Wireless) untuk Pengguna Windows dan Linux.
Bandung: Informatika.
Subana, Drs. M. dan Sudrajat. 2005. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung:
Pustaka Setia.
166
Sugiyono, Prof. Dr. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukarno, Muhammad. 2006. Membangun Website Dinamis dan Interaktif dengan
PHP-MySQL (Windows-Linux). Jakarta: Eska Media.
Swastika Windra. 2006. PHP 5 & MySQL 4 Proyek Shopping Cart 1. Jakarta:
Dian Rakyat.
Tutik. ”Database dan Manajemen Database”. Artikel diakses pada 11 Juni 2011
dari
http://tutiksusilowati.staff.fkip.uns.ac.id/2011/06/24/database-dan-
manajemen-database/
Waljiyanto. 2003. Sistem Basis Data: Analisis dan Pemodelan Data. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Whitten, Jeffrey L. et al. 2004. Metode Analisis & Desain Sistem: Edisi Ke-6.
Yogyakarta: Andi.
LAMPIRAN TAMPILAN APLIKASI
“APLIKASI MANAJEMEN DATABASE SEKOLAH”
167
168
ACCOUNT MADRASAH (USER)
1. Halaman Home
2. Halaman Madrasah Ibtidaiyah
169
4. Halaman Contact Us
3. Halaman Daftar Data Madrasah Ibtidaiyah
170
ACCOUNT LP MAARIF PUSAT (ADMIN PUSAT)
1. Halaman Login Admin Pusat
2. Halaman Madrasah Ibtidaiyah
171
3. Halaman Form Input Madrasah Ibtidayah
4. Halaman Form Edit Madrasah Ibtidaiyah
5. Halaman Form Delete Madrasah Ibtidaiyah
172
6. Halaman Search Madrasah
2. Halaman Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
3. Halaman Form Input Madrasah Ibtidayah Provinsi
ACCOUNT LP MAARIF PROVINSI (ADMIN PROVINSI)
1. Halaman Login Admin Provinsi
173
4. Halaman Form Edit Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
5. Halaman Form Delete Madrasah Ibtidaiyah Provinsi
Download