FOSIL - alanindra

advertisement
FOSSIL
Neni Trilusiana R., M.Kes., Ph.D.
PALEONTOLOGI
Asal kata :
Paleo
: past
Onthos
: life
Logos
: science
= Ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau
Study of fossil
: Paleobotani
Paleontologi
: Paleozoologi
Paleoantropologi
FOSIL
Dilihat dari asal kata fosil :
FOSIL berasal dari bahasa latin, yaitu Fossilis,
yang berarti menggali dan/ sesuatu yang
diambil dari dalam tanah/batuan
Sisa-sisa
makhluk
hidup
masa
lampau,
jejak/bekas makhluk hidup atau jejak aktivitas
mereka
FOSILISASI :
Proses penimbunan sisa-sisa mahluk hidup yang
terakumulasi dalam sedimen atau endapan-endapan baik yang
mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian ataupun
jejaknya saja.
Proses fosilisasi minimal memakan waktu 7000 th.
Bagian yang dapat menjadi fosil berupa tulang, gigi, tanduk,
cangkang remis, karapaks.
Fosil dalam “Paleontologi” terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
-. Macrofossil
> dapat dilihat dengan mata biasa (megaskopis)
-. Microfossil
> hanya dapat dilihat dengan bantuan alat
mikroskop (mikroskopis)
Syarat menjadi fosil:
1) Organisme/sisa organisme terbebas dari kehancuran.
2) Mempunyai bagian2 yang keras, misal tulang atau gigi.
3) Begitu mati segera masuk medium pengawet: aspal, pasir, abu
vulkanik, laut dalam, resin/damar.
4) Segera terhindar dari proses-proses kimia (oksidasi & reduksi)
5)Tidak menjadi mangsa binatang lain
4) Tertimbun dalam sedimen yang terus bertambah dalam kurun
waktu lama.
5) Terjadi pelarutan dan penggantian mineral asal dengan mineral
lain
 Pertanggalan: -- pada temuan rangka arkeologis
 Pertanggalan:
1. Radiocarbon (Carbon 14 wp 5750 ± 40 th) –>
pertanggalan arkeologis
2. Argon – teknik geokronologi – fosil dengan kematiannya
mencapai ratusan ribu dan jutaan tahun – Homo erectus
3. Uranium 238 (wp 4,51 milyar) – umur fosil yang sangat tua
Identifikasi dalam paleoantropologi
 Apakah temuan berupa rangka hewan atau manusia?
 Berapa jumlah individu?
 Apa jenis kelaminnya?
 Berapa umur dan tinggi badannya?
 Tulang manusia atau hewan
Bentuk, besar, kepadatan dan umur maturasi pusat
penulangan.
Tulang manusia -- banyak memiliki trabecullae,
Tulang hewan -- tebal dan padat bagian korteksnya
 Jumlah Individu?
 Apa jenis kelaminnya?
Tl panggul, kranium, mandibula
Jenis-jenis fosil:
1. Fosil bagian tubuh organisme
Organisme itu sendiri
Tipe pertama ini adalah binatangnya itu sendiri yang
terawetkan/tersimpan. Dapat beruba tulangnya, daun-nya,
cangkangnya, dan hampir semua yang tersimpan ini
adalah bagian dari tubuhnya yang “keras”
Dapat juga berupa binatangnya yang secara lengkap (utuh)
tersipan. misalnya Fosil Mammoth yang terawetkan karena
es, ataupun serangga yang terjebak dalam amber (getah
tumbuhan).
Petrified wood atau fosil kayu dan juga mammoths yang
terbekukan, atau berupa binatang serangga yang tersimpan
dalam amber atau getah tumbuhan.
2. Fosil jejak organisme (ichnofossil)
Mold ialah cetakan yang terbentuk oleh fosil dimana fosil
tersebut terlarutkan seluruhnya,
Cast ialah mold yang terisi oleh mineral sekunder membentuk
jiplakan secara kasar mirip dengan fosil asli.
Cuprolite ialah fosil yang berupa kotoran dari hewan. Dari
kotoran ini, dapat diketahui makanan, tempat hidup, dan
ukuran relatifnya.
Mold/cetakan ( external mold, menunjukkan morfologi/ bentuk luar;
internal mold menunjukknan permukaan dlm/inner surface), 
cetakan negatif.
Cast  cetakan positif
Mold and cast trilobite fossil in a siltstone concretion. Diacalymene ouzregui. Central
Morocco, Ktaoua Formation. Lower Ordovician Period, 505-438 million years old.
Jejak-jejak organisme:
1. Track: jejak berupa tapak
2. Trail: jejak berupa bagian tubuh yg lain, spt badan, ekor, tungkai
3. Burrow (liang) : jejak berupa lubang di tanah, kayu, batu atau
substansi lain yg dibuat oleh organisme sbg tempat berlindung/
untuk cari makan
4. Boring (lubang): dibuat oleh hewan untuk mencari makan,
melekat/berlindung, biasanya pada cangkang atau kayu.
5. Coprolite: dpt bulat, tabung, pellet like, komposisi kimia fosfat
6. Gastrolith (Latin gastros: perut, lithos, batu): batu membulat,
digunakan untuk membantu menghancurkan makanan pada
reptil purba yg tlh punah.
Track
Trail
Boring
Coprolite
Burrow
Gastrolith
Jejak Fosil / Track
Ekskavasi
Gambar 2. Suasana ekskavasi
Gambar 3. Contoh-contoh fosil
Gambar 4. Artefak
Gambar 5. Fosil tulang
1. Pithecanthropus
a. Pithecanthropus Erectus
b. Pithecanthropus Mojokertensis
c. Pithecanthropus Soloensis
2. Meganthropus Palaeojavanicus
H. erectus (manusia yang berdiri tegak) hidup selama
masa Pleistocene, dan tertua berusia 1,8 juta tahun yang
lalu. Pertama kali ditemukan di Trinil, Ngawi, Jawa Timur
oleh E. Dubois, pada th 1891, berupa fosil atap tengkorak
dan tibia yang kemudian dikenal dengan nama
Pithecanthropus erectus, menyusul kemudian ditemukan di
daratan Cina dan beberapa tempat di Asia Selatan dan
Eropa bagian timur, selain Afrika.
Dari sinilah, tonggak penting dalam sejarah
paleoantropologi di Indonesia, sehingga menggoncang
dunia hayat pada waktu itu.
KLASIFIKASI: Homo erectus
KERAJAAN ANIMALIA
FILUM CHORDATA
SUBFILUM VERTEBRATA
KELAS MAMALIA
ORDO PRIMATES
FAMILY HOMINIDAE
GENUS Homo
SPECIES Homo erectus
DUBOIS, 1892
Pithecanthropus
 Homo erectus
 Ditemukan I di Kedungbrubus th 1890, di Trinil (Pithecanthropus),







Ngandong, Mojokerto, Sangiran, Sambungmacan, Sragen, Ngawi.
Populasi makin besar, tersebar lebih luas sd ke Asia, Eropa, Afrika.
Penamaan: H. sapiens soloensis; P. soloensis; H. erectus soloensis;
P. robustus, P. soloensis, P. erectus.
Kira-kira 350.000 th yl membuat api
vol otak 750-1300 cc, tidak ada dagu
tinggi badan 125-160cm, hidup berkelompok sd 60 orang, berburu,
banyak makan hewan, tumbuhan, akar, buah, hewan kecil di hutansungai. Umur 20-30 tahun.
berevolusi ke P. Habilis – H. sapiens
hidup 2 jt—100 ribu th yl. Sudah memiliki pra-bahasa
Penyebaran Homo erectus
Morfologi dan variasi Homo erectus
Tulang kranial
Torus supraorbital
Torus
nuchalis
Sisi lateral
Punggung
Sagital
Gigi geraham
Sisi posterior
Simpulan
 Fosil Homo erectus diperkirakan ada sekitar 2,0 juta – 200 ribu
tahun yang lalu, dan dimulai dari termuan terpurba di Afrika. E.
Dubois menemukan pertama di Jawa; dan menyusul kemudian
temuan-temuan di daratan Cina, Asia Selatan dan Eropa bagian
timur.
 Rentang hidup yang lama Homo erectus, ditandai dengan bentuk
alat-alat batu yang relatif seragam tipologi dan jenis batuannya; dan
bila dibandingkan dengan hominid pendahulunya, Homo erectus
lebih sukses dalam beradaptasi terhadap lingkungannya.
References:




Fisher, AG., Lalicher, CG., Moor, RC., 1952, Invertebrate Fossils, Mc.
Graw Hill Book Co, London.
Jurmain, R., Nelson, H., Kilgore, L. & Trevathan W. 1995 Essentials of
Physical Anthropology. New York: West/Wadsworth.
Poesponegoro, M.D. (ed.) 1993 Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta:
Balai Pustaka.
Stein, P.L., Rowe, B.M. 1974 Physical Anthropology. New York :
McGraw-Hill Book Company.
Download