JURNAL SAFITRIR (06-17-16-06-38-30)

advertisement
eJournal Administrasi Bisnis, 2016, 4 (2): 535-549
ISSN 2355-5408 , ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id
© Copyright 2016
PENGARUH PER, ROA, DAN DER TERHADAP HARGA
SAHAM PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR LEMBAGA
PEMBIAYAAN DI BURSA EFEK INDONESIA
Safitri1
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan
parsial variabel dari faktor keuangan yang terdiri dari PER (X1), ROA (X2),
dan DER (X3)) berpengaruh terhadap Harga Saham. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan uji F (simultan) menunjukkan
bahwa ada terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel PER (X1), ROA
(X2), dan DER (X3) terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sub Sektor
Lembaga Pembiayaan di BEI, dari hasil analisis uji t (parsial) menunjukkan
bahwa secara parsial variabel PER (X1), ROA (X2), dan DER (X3) secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sub
Sektor Lembaga Pembiayaan di BEI, dan dari hasil standardized coefficients
beta terbesar adalah variabeL DER (X3) sehingga disimpulkan variabel yang
paling berpengaruh ada variabel DER (X3).
Kata Kunci : PER, ROA, DER, dan Harga Saham
Pendahuluan
Pasar modal memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi terutama di
negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar. Pasar modal merupakan
salah satu alternatif investasi bagi masyarakat. Melalui pasar modal,
masyarakat selaku investor dapat melakukan investasi di beberapa perusahaan
melalui pembelian surat-surat berharga yang ditawarkan atau yang
diperdagangkan di pasar modal. Sementara itu perusahaan dapat memperoleh
dana yang dibutuhkan dengan menawarkan surat-surat berharga.
Lembaga pembiayaan di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan
yang sangat pesat. Hal ini terjadi karena Memasuki beberapa tahun terakhir
(awal tahun 2010) pertumbuhan dan perkembangan Lembaga pembiyaan
sangat pesat ini dikarenakan kondisi ekonomi di Indonesia mulai membaik
pasca krisis tahun 2008 yang melanda hampir seluruh Negara. Berdasarkan
data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada tahun 2015 terdapat sebanyak 15
Perusahaan Lembaga Pembiayaan yang sudah terdaftar. Ini membuktikan
bahwa selain mengalami perkembangan yang cukup pesat Lembaga
Pembiayaan juga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Indonesia saat ini.
Denganmasuknya
1
Mahasiswa Program S1 Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Mulawarman. Email: [email protected]
2
Pada semester terakhir ditahun 2014, saham lembaga pembiayaan mengalami penurunan
yang cukup tajam seperti saham Adira Dinamika Multi Finance (ADMF).
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 2, 2016: 535-549
Lembaga Pembiyaan ke Pasar Modal ini akan sangat menguntungkan
bagi emiten maupun investor karena selain Lembaga pembiyaan akan
mendapatkan dana yang cukup besar, Masyarakat luas pun mampu menilai dan
mengamati kinerja perusahaan.
Para calon investor sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi
selalu melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi harga
saham. Untuk mengukur nilai saham, salah satu metode analisis yang bisa
dipergunakan adalah analisis fundamental yang merupakan analisis terhadap
aspek-aspek fundamental perusahaan yang merupakan gambaran dari kinerja
perusahaan tersebut. Berdasarkan aspek-aspek fundamental, perusahaan bisa
dinilai melalui rasio keuangan perusahaan berdasarkan laporan keuangan
perusahaan tersebut yang terdiri dari neraca,laporan laba rugi dan laporan arus
kas.
Pada semester terakhir ditahun 2014, saham lembaga pembiayaan
mengalami penurunan yang cukup tajam seperti saham Adira Dinamika Multi
Finance (ADMF), saham ADMF anjlok sebesar 19% atau diangka Rp 9.175 per
saham. Padahal menurut riset yang dilakukan oleh Daewoo Securities
Indonesia (13/11/2014) pada tahun 2013 industri pembiayaan meroket tinggi,
ini dikarenakan minimnya biaya awal untuk pengambilan cicilan motor
sehingga memicu ledakan penjualan motor.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk membuat
penelitian dengan judul ”Pengaruh PER, ROA, dan DER terhadap Harga
Saham Pada Perusahaan Sub-Sektor Lembaga Pembiayaan di Bursa Efek
Indonesia (BEI)”
Rumusan Masalah
a. Apakah Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), dan Debt to
Equity Ratio (DER), secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga
saham pada perusahaan sub-sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek
Indonesia (BEI) ?
b. Apakah Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), dan Debt to
Equity Ratio (DER), secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga
saham pada perusahaan sub-sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek
Indonesia (BEI) ?
c. Diantara Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), dan Debt to
Equity Ratio (DER), variabel mana yang mempunyai pengaruh paling
dominan terhadap harga saham pada perusahaan sub-sektor lembaga
pembiayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ?
Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Price Earning Ratio (PER),
Return On Asset (ROA), dan Debt to Equity Ratio (DER), secara simultan
terhadap harga saham pada perusahaan sub-sektor lembaga pembiayaan di
Bursa Efek Indonesia (BEI)
536
Pengaruh PER, ROA, Dan DER Terhadap Harga Saham (Safitri)
b. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Price Earning Ratio (PER),
Return On Asset (ROA), dan Debt to Equity Ratio (DER), secara parsial
terhadap harga saham pada perusahaan sub-sektor lembaga pembiayaan di
Bursa Efek Indonesia (BEI).
c. Untuk mengetahui dan menganalisis diantara Price Earning Ratio (PER),
Return On Asset (ROA), dan Debt to Equity Ratio (DER), variabel mana
yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap harga saham pada
perusahaan sub-sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ?
Kerangka Dasar Teori
Laporan Keuangan
Menurut Hery (2015 : 3), Laporan keuangan adalah hasil dari proses
akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data
keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan
dan yang menunjukkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan dan kinerja
perusahaan.
Analisis Laporan Keuangan
Menurut Hery (2015 : 132) Analisis laporan keuangan merupakan suatu
proses untuk membedah laporan keuangan kedalam unsur-unsurnya dan
menelaah masing-masing dari unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh
pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu
sendiri.
Pasar Modal
Pasar modal merupakan Suatu sistem keuangan yang terorganisasi,
termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga di
bidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar.
Price Earning Ratio (PER)
Price Earning Ratio (PER) merupakan rasio yang membandingkan
antara harga pasar per lembar saham biasa yang beredar dengan laba per lembar
saham (Sawir : 2003).
Return On Asset (ROA)
Return On Asset (ROA) merupakan rasio antara Net Income After Tax
terhadap aset secara keseluruhan menunjukan ukuran produktivitas aktiva
dalam memberikan pengembalian pada penanaman modal (Sawir : 2003).
Debt to Equity Rasio (DER)
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang menggambarkan
perbandingan utang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukan
kemampuan modal sendiri perusahaan tersebut untuk memenuhi seluruh
kewajibannya.
Harga Saham
Harga saham merupakan harga saham yang terjadi dipasar bursa pada
saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan
dan penawaran saham yang bersangkutan dipasar modal.
537
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 2, 2016: 535-549
Metode Penelitian
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal, karena Uji-t dan
Uji-F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal
(Ghozali, 2010 : 110).
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas merupakan salah satu alat uji asumsi regresi yang
bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi
antar variabel bebas (independen). Jika terjadi korelasi maka terdapat masalah
multikolinearitas (Ghozali, 2006: 95).
Uji Autokolerasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan
kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi
maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2010).
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas (Ghozali, 2010: 130).
Analisis Regresi Linear Berganda
Persamaan Regresi
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah persamaan regresi
linear berganda dengan menggunakan 4(empat) variabel independen dan
1(satu) variabel dependen. Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh Price
Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), dan Debt to Equity Ratio (DER)
terhadap harga saham dengan menggunakan metode regresi linear berganda
yang menggunakan alat bantu SPSS (Statistical Product and Service Solution)
versi 20.0. Hal ini dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :
Dimana :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3+ ϵ
Keterangan
:
Y
= Harga saham (closing price)
α
= Konstanta
b1,b2, b3 = Koefisien regresi masing-masing variabl independent
X1
= Price Earning Ratio (PER)
X2
= Return On Asset (ROA)
X3
= Debt Equity Raatio (DER)
ϵ
= Error Faktor pengganggu yang mewakili faktor lain yang
berpengaruh terhadap Y tapi tidak dimasukkan dalam model.
538
Pengaruh PER, ROA, Dan DER Terhadap Harga Saham (Safitri)
Koefisien Korelasi Berganda (R)
Koefisien korelasi berganda (R) digunakan untuk menerangkan kekuatan
dan arah hubungan antara variabel independen dengan vaiabel dependen.
Penulis menggunakan koefisien korelasi berganda untuk mengukur kekuatan
asosiasi (hubungan) antara variabel independen dan variabel dependen
(Sugiyono, 2012).
Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Sujarweni (2015 : 164), koefisien determinasi (R2) digunakan
untuk mengetahui prosentase perubahan variabel terikat (Y) yang disebabkan
oleh variabel bebas (X). Jika R2 semakin besar, maka prosentase perubahan
variabel terikat (Y) yang disebabkan oleh Variabel (X) semakin tinggi. Jika R 2
semakin kecil maka prosentase perubahan variabel terikat (Y) yang disebabkan
oleh Variabel bebas (X) semakin rendah.
Uji Simultan F (Uji F)
Pengujian hipotesis secara simultan (menyeluruh) dengan menggunakan
“uji F”. Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan apakah pengaruh dari
variabel independen secara simultan (menyeluruh) memiliki pengaruh
signifikan atau tidak dengan variabel dependen (Ghozali, 2006:88).
Adapun yang menjadi hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ho : b1 = b2 = b3= 0
Berarti Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), dan Debt to
Equity Ratio (DER) secara simultan tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap harga saham.
Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0
Berarti Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), dan Debt
Equity Ratio (DER) secara simultan mempunyai pengaruh signifikan
terhadap harga saham.
Dengan menggunakan tingkat resiko atau signifikan a=5% dan dengan degree
freedom= n – k – 1 dengan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis adalah
:
- Jika signifikasi Fhitung > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak
- Jika signifikasi Fhitung < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima
Uji Parsial (Uji t)
Pengujian hipotesis secara parsial (individu) dengan menggunakan “uji
t”. Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan apakah pengaruh dari variabel
dependen secara parsial (individu) memiliki pengaruh signifikan atau tidak
dengan variabel dependen (Ghozali, 2006: 88).
Adapun yang menjadi hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
539
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 2, 2016: 535-549
Ho : bi = 0
Berarti Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), dan Debt
Equity Ratio (DER) secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan
terhadap harga saham.
Ha : bi ≠ 0
Berarti Price Earning Ratio (PER), Return On Asset (ROA), dan Debt
Equity Ratio (DER) secara parsial mempunyai pengaruh signifikan
terhadap harga saham.
Dengan perhitungan t hasil ini selanjutnya dibandingkan dengan t table dengan
menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Kriteria penerimaan dan penolakan
hipotesis adalah :
- Jika signifikasi thitung > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak
- Jika signifikasi thitung < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima
Uji Dominan
Dalam penelitian ini, pengujian dominasi pengaruh variabel bebas
terhadap variabel terikat dilakukan dengan melihat pada koefisien regresi baku,
nilai koefisien regresi baku yang paling tinggi menunjukkan variabel yang
paling berpengaruh terhadap variabel terikat.
Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Hasil uji normalitas dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov Test
dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel
Ikhtisar Uji Kolmogorov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N
Mean
Normal Parametersa,b
Std. Deviation
Absolute
Most Extreme
Positive
Differences
Negative
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Data Diolah
540
20
0E-7
2019.05029421
.189
.189
-.111
.845
.473
Pengaruh PER, ROA, Dan DER Terhadap Harga Saham (Safitri)
Berdasarkan tabel di atas, menunjukan bahwa nilai Signifikan 0.473 lebih
besar dibandingkan dari Sig 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang
diuji, berdistribusi normal.
Uji Multikolinearitas
Hasil uji Multikolinearitas dengan menggunakan nilai Tollerance dan
Variance Inflation Faktor (VIF) dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel
Ikhtisar Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
Tolerance
VIF
(Constant)
PER
.826
1.211
1
ROA
.555
1.803
DER
.547
1.830
Dependent Variable: Y
Sumber : Data diolah
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa tidak ada variabel independen
yang memiliki nilai Variance Inflation Faktor (VIF) tidak lebih besar dari 10
dan nilai tollerance kurang dari 1.
1)
Nilai Tolerance X1 0.826 < 1 dan VIF 1.211 < 10, berarti tidak terjadi
multikolinieritas variabel X1 dengan variabel lainnya.
2)
Nilai Tolerance X2 0.555 < 1 dan VIF 1.803 < 10, berarti tidak terjadi
multikolinieritas variabel X2 dengan variabel lainnya.
3)
Jika Tolerance X3 0.547 < 1 dan VIF 1.830 < 10, berarti tidak terjadi
multikolinieritas variabel X3 dengan variabel lainnya.
Uji Autokorelasi
Hasil uji Autokolerasi menggunakan Run – Test dapat dilihat pada tabel
berikut ini :
Tabel
Ikhtisar Uji Autokorelasi
Runs Test
Unstandardized Residual
a
Test Value
-242.61144
Cases < Test Value
10
Cases >= Test Value
10
Total Cases
20
Number of Runs
11
Z
.000
Asymp. Sig. (2-tailed)
1.000
Sumber : Data Diolah
541
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 2, 2016: 535-549
Berdasarkan tabel diatas, hasil Uji Run – Test didapati nilai signifikansi
lebih dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi
masalah Autokorelasi pada model regresi.
Uji Heteroskedastisitas
Hasil uji Heteroskedastisitas dengn uji spearman dapat dilihat pada Tabel
di bawah ini :
Tabel
Ikhtisar Uji Spearman
Correlations
Unstandardized
Residual
Correlation
.138
Coefficient
PER
Sig. (2-tailed)
.561
Spearman's
rho
ROA
DER
Unstandardized
Residual
N
Correlation
Coefficient
Sig. (2-tailed)
N
Correlation
Coefficient
Sig. (2-tailed)
N
Correlation
Coefficient
Sig. (2-tailed)
N
20
-.205
.385
20
-.077
.745
20
1.000
.
20
Sumber: Data diolah
Berdasarkan tabel diatas, hasil Uji Spearman diatas, diketahui bahwa
nilai profitabilitas untuk PER sebesar 0.561, ROA sebesar 0.385, dan DER
sebesar 0.745. Nilai profitabilitas untuk semua variabel independen
menunjukkan nilai yang lebih besar dari 0.05 (profitabilitas > 0.05). Dengan ini
dapat disimpulkan tidak ditemukannya masalah heteroskedatisitas pada model
regresi.
Persamaan Regresi
Pengujian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari
variabel independen Price Earning Ratio (PER), Return On Assets (ROA), dan
Debt to Equity Ratio (DER), terhadap variabel dependen (Harga Saham).
Perhitungan statistik dalam analisis regresi linear berganda yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 20. Berdasarkan hasil
542
Pengaruh PER, ROA, Dan DER Terhadap Harga Saham (Safitri)
analisis regresi linear berganda diperoleh hasil sebagai berikut. Berdasarkan
tabel dibawah, diperoleh persamaan regresi linier berganda dari variabel Price
Earning Ratio (X1), Return On Assets (X2), Debt to Equity Ratio (X3), dan
Harga Saham (Y). adalah sebagai berikut :
Tabel
Ikhtisar Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model
Unstandardized
Standardized
T
Sig.
Coefficients
Coefficients
B
Std. Error
Beta
(Constant) -13031.644
3062.348
-4.255
.001
PER
675.387
296.546
.348 2.278
.037
1
ROA
1357.584
425.690
.595 3.189
.006
DER
1727.983
427.265
.760 4.044
.001
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Data diolah
Berdasarkan tabel diatas, diperoleh persamaan regresi linier berganda
dari variabel Price Earning Ratio (X1), Return On Assets (X2), Debt to Equity
Ratio (X3), dan Harga Saham (Y). adalah sebagai berikut:
Y = - 13031.644 + 675.387 (X1) + 1357.584 (X2) + 1727.983 (X3) + ϵ
Persamaan regresi linear berganda di atas memiliki pengertian sebagai
berikut :
Koefisien Regresi Variabel Price Earning Ratio (X1)
Variabel Price Earning Ratio (PER) mempengaruhi harga saham sebesar
675.387 atau berpengaruh positif terhadap harga saham (Y), yang artinya jika
variabel Price Earning Ratio (PER) ditingkatkan 1 satuan maka harga saham
akan meningkat sebesar 675.387, sebaliknya jika variabel harga saham
diturunkan 1 satuan maka harga saham akan menurun sebesar 675.387, dengan
asumsi variabel bebas lainnya tetap.
Koefisien Regresi Variabel Return On Assets (X2)
Variabel Return On Assets (ROA) mempengaruhi harga saham sebesar
1357.584 atau berpengaruh positif terhadap harga saham (Y), yang artinya jika
variabel Return On Assets (ROA) ditingkatkan 1 satuan maka harga saham
akan meningkat sebesar 1357.584, sebaliknya jika Variabel Return On Assets
(ROA) diturunkan 1 satuan maka harga saham akan menurun sebesar 1357.584,
dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap.
Koefisien Regresi Variabel Debt to Equity Ratio (X3)
Variabel Debt to Equity Ratio (DER) mempengaruhi harga saham
sebesar 1727.983 atau berpengaaruh positif terhadap harga saham (Y), yang
artinya jika variabel Debt to Equity Ratio (DER) ditingkatkan 1 satuan maka
harga saham akan meningkat sebesar 1727.983, sebaliknya jika variabel Debt
543
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 2, 2016: 535-549
to Equity Ratio (DER) diturunkan 1 satuan maka harga saham akan menurun
sebesar 1727.983, dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap.
Koefisien Korelasi (R)
Koefisien korelasi (R) menunjukkan hubungan yang erat antara variabel
independen yang terdiri dari Price Earning Ratio (X1), Return On Assets (X2),
Debt to Equity Ratio (X3), dan Harga Saham (Y). Perusahaan sub sektor
lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam output SPSS,
Tabel
Ikhtisar Analisis Koefisien Korelasi dan Determinasi
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Std. Error of the
Square
Estimate
a
1
.831
.691
.633
2200.209049
a. Predictors: (Constant), DER, PER, ROA
b. Dependent Variable: Y
Sumber : Data Diolah
Dalam output SPSS pada Tabel Model Summaryb diperoleh nilai
koefisien korelasi (R) sebesar 0,831 atau 83.1 % yang berarti tingkat hubungan
antar variabel Price Earning Ratio (X1), Return On Assets (X2), Debt to Equity
Ratio (X3), dan Harga Saham (Y) perusahaan sub sektor lembaga pembiayaan
di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk pada tingkat hubungan yang sangat
kuat.
Koefisien Determinasi (R2)
Dalam output SPSS tabel Model Summaryb diperoleh nilai koefisien
determinasi (R2) adalah 0.633, maka koefesien determinasinya = 0,633 X 100%
= 63.3% secara serentak dalam menjelaskan variasi atau perubahan variabel
terikat (Y) didapati besarnya pengaruh variabel bebas 63.4% sedangkan sisanya
yaitu 100% - 63.3% = 36.7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel
penelitian.
Uji F (Uji Simultan)
Uji F digunakan untuk menguji apakan perubahan variabel independen
Price Earning Ratio (X1), Return On Assets (X2), Debt to Equity Ratio (X3),
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Harga Saham (Y)
perusahaan sub sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI)
yakni dengan membandingkan signifikansi F-hitung dengan tingkat kepercayaan
sebesar 95% (α = 0,05).
544
Pengaruh PER, ROA, Dan DER Terhadap Harga Saham (Safitri)
Tabel
Ikhtisar Uji F (Simultan)
ANOVAa
Model
Sum of Squares
Df
Mean Square F
Sig.
Regression 173423224.49
3
57807741.49 11.941
.000b
1
Residual
77454717.72
16
4840919.858
Total
250877942.2
19
Sumber : Data diolah
Berdasarkan perhitungan Fhitung sebesar 11.941. Jika dibandingkan
dengan nilai Sig. F-hitung 0,000 < ɑ = 0,05 dengan demikian menunjukkan
bahwa variabel independent yaitu Price Earning Ratio (X1), Return On Assets
(X2), Debt to Equity Ratio (X3), secara bersama-sama (simultan) mempunyai
pengaruh signifikan terhadap variabel dependen Harga Saham (Y) sehingga
dapat dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima.
Uji t (Uji Parsial)
Uji t digunakan untuk menguji apakah masing-masing variabel bebas
berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan sub sektor lembaga
pembiayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan cara membandingkan
signifikansi t hitung dengan tingkat kepercayaan sebesar α = 0,05.
Tabel
Ikhtisar Uji t (Parsial)
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients Standardized
T
Sig.
Coefficients
B
Std. Error
Beta
(Constant)
-13031.644
3062.348
-4.255
.001
PER
675.387
296.546
.348 2.278
.037
1
ROA
1357.584
425.690
.595 3.189
.006
DER
1727.983
427.265
.760 4.044
.001
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Data diolah
Berdasarkan hasil perhitungan yang terdapat pada tabel diatas dapat
dijelaskan pengaruh antara Price Earning Ratio (PER), Return On Assets
(ROA), Debt to Equity Ratio (DER), terhadap harga saham perusahaan sub
sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah sebagai
berikut :
Variabel Price Earning Ratio (X1)
Nilai t-hitung variabel Price Earning Ratio (X1) sebesar 2.278 dengan nilai
Sig. t-hitung = 0,037. Karena Sig. t-hitung = 0,037 < α = 0,05, maka dapat
disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, variabel Price Earning
Ratio (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham (Y).
545
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 2, 2016: 535-549
Variabel Return On Assets (X2)
Nilai t-hitung variabel Return On Assets (X2) sebesar 3.189 dengan nilai
Sig. t-hitung = 0,006. Karena Sig. t-hitung = 0,006 < α = 0,05, maka dapat
disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, variabel Return On
Assets (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham (Y).
Variabel Debt to Equity Ratio (X3)
Nilai t-hitung variabel Debt to Equity Ratio (X3) sebesar 4.044 dengan nilai
Sig. t-hitung = 0,001. Karena Sig. t-hitung = 0,001 < α = 0,05, maka dapat
disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, variabel Debt to
Equity Ratio (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham
(Y).
Variabel yang paling berpengaruh
Dari nilai standart koefesien beta tertinggi yakni variabel Debt to Equity
Ratio (X3) sebesar 0,760 yang berati bahwa variabel Debt to Equity Ratio
(DER) merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap harga saham
perusahaan sub sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pembahasan
Pengaruh PER, ROA, dan DER secara simultan terhadap harga saham
Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel PER, ROA, dan DER
sebagai indikator kinerja keuangan secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian-penelitian sebelumnya
yang dilakukan oleh Setiawan (2011), dimana dalam penelitiannya menyatakan
secara simultan variabel Returun On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio
(DER), dan Price to Book Value (PBV) mempunyai pengaruh signifikan
terhadap harga saham, serta penelitian yang dilakukan oleh Ghazali (2013),
dimana dalam penelitiannya menyatakan secara simultan variabel Earning Per
Share (EPS), Book Value (BV), Price Earning Ratio (PER) dan Debt to Equity
Ratio (DER), berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Dengan demikian ketiga rasio yang mewakili kinerja keuangan ini secara
simultan dapat digunakan investor atau masyarakat sebagai pedoman dalam
melakukan peniliaian terhadap harga saham perusahaan (khususnya perusahaan
sub sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia) yang akan dipilih di
pasar modal.
Pengaruh PER secara parsial terhadap harga saham
Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh signifikan antara
variabel Price Earning Ratio (PER) terhadap harga saham. Dengan tingkat
signifikan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel Price Earning
Ratio (PER) berpengaruh terhadap harga saham dimasa yang akan datang
diperusahaan Sub Sektor lembaga pembiayaan.
Pasar atau para investor sangat berminat untuk berinvestasi di suatu
perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi hal ini
menunjukkan bahwa pasar mengharapkan pertumbuhan laba dimasa depan.
546
Pengaruh PER, ROA, Dan DER Terhadap Harga Saham (Safitri)
Hubungan antara PER dengan harga saham adalah positif dan signifikan
yang berarti semakin tinggi nilai PER, semakin tinggi derajat kepercayaan
investor terhadap suatu saham dan harga saham menaik.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya oleh
Ghazali (2013), dimana dalam penelitiannya menyatakan secara parsial Price
Earning Ratio (PER) mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham.
Pengaruh ROA secara parsial terhadap harga saham
Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh signifikan antara
variabel Return On Asset (ROA) terhadap harga saham. Dengan tingkat
signifikan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel Return On Asset
(ROA) berpengaruh terhadap harga saham dimasa yang akan datang
diperusahaan Sub Sektor lembaga pembiayaan.
Kemampuan ROA dalam memprediksi harga saham sangat
dimungkinkan karena sifat dan pola ROA yang dilakukan oleh perusahaan
sangat tepat sehingga ada sebagian aktiva yang bekerja atau digunakan secara
efisien sehingga harga saham yang diperoleh maksimal. Selain itu pendapatan
yang dihasilkan oleh modal yang berasal dari hutang tidak dapat digunakan
untuk menutup besarnya biaya modal dan kekurangan tersebut harus ditutup
oleh sebagian pendapatan yang berasal dari pemegang saham (Sawir, 2003).
Hubungan antara ROA dengan harga saham adalah positif dan signifikan yang
berarti bahwa setiap kenaikan variabel ROA dapat menaikkan harga saham dan
signifikan.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya oleh
Setiawan (2011), dimana dalam penelitiannya menyatakan secara parsial
Return On Asset (ROA) mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham.
Pengaruh DER secara parsial terhadap harga saham
Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh signifikan antara
variabel Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham. Dengan tingkat
signifikan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel Debt to Equity
Ratio (DER) berpengaruh terhadap harga saham dimasa yang akan datang
diperusahaan Sub Sektor lembaga pembiayaan.
DER merupakan pertumbuhan saham perusahaan yang mayoritas
dimiliki oleh institusi atau lembaga seperti, perusahaan Asuransi, asset
management dan pertumbuhan institusi lain. Tingkat DER yang tinggi akan
menimbulkan usaha pengawasan yang lebih besar oleh pihak investor
perusahaan sehingga dapat mengurangi perilaku oportunistik manajer dalam
DER.
Pada perusahaan Leasing nilai DER yang tinggi sebagian dananya
dikelola oleh pihak ketiga dan dalam hal ini dana pihak ketiga dianggap sebagai
hutang dan modal pihak ketiga yang mereka kelola maka kemungkinan untuk
mendapat laba usaha semakin tinggi. Hal tersebut dapat berdampak terhadap
kenaikkan harga saham karena investor cenderung akan menginvestasikan
modal yang dimilikinya. Hal tersebut didukung oleh hasil pengujian yang
547
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 2, 2016: 535-549
menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan Debt to Equity Ratio (DER)
terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya oleh
Nuel (2015), dimana dalam penelitiannya menyatakan secara parsial Debt to
Equity Ratio (DER) mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham.
Penutup
Variabel Price Earning Ratio (PER), Return On Assets (ROA), dan Debt
to Equity Ratio (DER), secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga
saham perusahaan sub sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia
(BEI).
Variabel Price Earning Ratio (PER), Return On Assets (ROA) dan Debt
to Equity Ratio (DER), secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga
saham perusahaan sub sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia
(BEI).
Variabel Debt to Equity Ratio (DER), merupakan variabel yang paling
berpengaruh terhadap harga saham perusahaan sub sektor lembaga pembiayaan
di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Untuk perusahaan, agar mengamati kinerja perusahaan dengan melihat
pengaruh dari perubahan harga saham dan hasil analisis keuangan, sehingga
bila diperlukan dapat segera melakukan antisipasi dan tindakan perbaikan
dalam menjaga nilai perusahaan.
Bagi investor, agar memperhatikan turun naiknya Debt to Equity Ratio
(DER), sebagai bahan pertimbangan dalam membeli saham perusahaan sub
sektor lembaga pembiayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), karena variabel
tersebut paling berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Bagi pihak penyelenggara pasar modal, terdapat beberapa perbedaan data
(versi) oleh karena itu sebaiknya memberikan data yang akurat guna
memudahkan investor maupun masyarakat luas untuk menilai maupun
mengontrol kinerja perusahaan secara keseluruhan, sehingga bagi investor
maupun calon investor dapat menempatkan saham yang akan ditanamkannya
pada perusahaan yang tepat.
Bagi penelitian berikutnya diharapkan menambah rasio keuangan lainnya
sebagai variabel independen, karena sangat dimungkinkan rasio keuangan lain
yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini berpengaruh terhadap perubahan
harga saham dan diharapkan memperpanjang periode pengamatan, sehingga
hasil penelitian akan lebih baik.
Daftar Pustaka
Fakhrudin, T. D. 2010. Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya jawab.
Jakarta: Salemba Empat.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivarite dengan SPSS Cetakan
Keempat. Semarang: Universitas Diponegoro.
548
Pengaruh PER, ROA, Dan DER Terhadap Harga Saham (Safitri)
Ghozali, Imam. 2010. Aplikasi Analisis Multivirate dengan SPSS. Semarang:
Universitas Diponegoro.
Hery, S. 2015. Analisis Laporan Keuangan Cetakan Pertama. Yogyakarta:
CAPS (Center of Academic Publishing Service).
Kodrat, David Sukardi, dan Indonanjaya, Kurniawan. 2010. Manajemen
Investasi Pendekatan Teknikal dan Fundamental untuk Analisis Saham
Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Munawir, S. 2009. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty Offset.
Muslich, M. 2008. Manajemen Keuangan Modern : Analisis,
Perencanaan dan Kebijaksanaan. Jakarta: Binarupa Askara.
Sawir, A. 2003. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan
Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Skripsi dan Jurnal :
Munarfah, Ghazali. 2013. Faktor-Faktor Fundamental Yang Mempengaruhi
Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Skripsi. Makassar : Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Hasanuddin.
Puput Rarindra, Adi Sputra. 2015. “Pengaruh PER, EPS, ROA, dan DER
terhadap Harga Saham (Studi Empiris pada LQ45 di Bursa Efek
Indonesia).Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). Samarinda : Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Mulawarman.Vol.3,No.1:40-54
Ricky, Setiawan. 2011. Pengaruh Return On Asset, Debt to Equity Ratio, dan
Price To Book Value Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada
Perusahaan Sub Sektor Industri Textile di Bursa Efek Indonesia).
Skripsi. Semarang : Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang
Yohanis, Nuel. 2015. “Pengaruh Rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan
Profitabilitas terhadap harga saham (Studi Empiris pada perusahaan
Sub Sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Bursa Efek Indonesia).Jurnal
Administrasi Bisnis (JAB). Samarinda : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik. Universitas Mulawarman.Vol.3,No.4:806-820
Sumber Internet :
Sugianto, Danang . “Saham Adira Finance Terus Melorot, Ini Alasannya :
Okezone
Ekonomi".
Diambil
dari
:www.economy.okezone.com/read/2014/11/13/278/1064903/sahamadira-finance-terus-melorot-ini-alasannya. (15 Maret 2016)
Market Bisnis. “Saham ADMF | Adira Dinamika Multi Finance”. Diambil dari
:
www.idsaham.com/saham-ADMF-Informasi-saham-analisasaham.html. (15 Maret 2016)
Hardy, Yogi. “Konsumen Banyak Adukan Lembaga Pembiayaan Kredit |
Berita
Otomotif
Sekitar
Banten”.
www.otobanten.com/featured/konsumen-banyak-adukan-lembagapembiayaan-kredit. (15 Maret 2016)
549
Download