Summary ENTERPRISE DAN MANAJEMEN GLOBAL

advertisement
Nama : Lina Yanti
NRP
: P056111561.48
ENTERPRISE DAN MANAJEMEN GLOBAL TEKNOLOGI INFORMASI
I. Mengelola Teknologi Informasi
SI (Sistem Informasi) dan TI (Teknologi Informasi) merupakan faktor
yang penting bagi perusahaan di seluruh dunia yang ingin mengubah dirinya
menjadi power-house bisnis global dengan cara investasi besar dalam e-business,
e-commerce, dan usaha TI lainnya yang global. Jadi terdapat kebutuhan nyata bagi
para manajer bisnis dan praktisi bisnis untuk memahami bagaimana mengelola
fungsi organisasi ang penting ini.
Teknologi informasi merupakan sumber daya bisnis penting yang harus
dikelola dengan benar karena teknologi informasi memainkan peranan penting
dalam memastikan keberhasilan atau memberikan kontribusi pada kegagalan
usaha bisnis strategis perusahaan. Berikut ini merupakan salah satu pendekatan
terkenal untuk mengelola teknologi informasi dalam perusahaan besar.
Gambar 1. Komponen utama manajemen teknologi informasi
Pendekatan manajerial ini memiliki tiga komponen utama:
1. Mengelola pengembangan dan implementasi bersama berbagai strategi
bisnis.
2. Mengelola pengembangan dan implementasi aplikasi dan teknologi
bisnis/TI.
3. Mengelola organisasi TI dan infrastruktur TI.
Gambar 2 mengilustrasikan proses perencanaan bisnis/TI yang berfokus
pada penemuan pendekatan inovatif untuk memasukkan nilai pelanggan
perusahaan dan tujuan nilai bisnis perusahaan.
Gambar 2. Proses perencanaan bisnis/TI menekankan pada fokus nilai
pelanggan dan bisnis untuk mengembangkan strategi dan model
bisnis, serta arsitektru TI untuk aplikasi bisnis.
Pergeseran radikal terjadi dalam praktik komputasi perusahaan dimana
pada tahun 1970-an manajer pemrosesan data duduk dalam sebuah konsol serta
menelusuri semua aset teknologi perusahaan. Kemudian pada tahun 1980-an dan
awal 1990-an departmen memiliki PC dan software sendiri, dan jaringan
klien/server menyebar ke semua perusahaan. Kini internet memberi inspirasi pada
perusahaan
untuk
menghubungkan
seluruh
jaringan
tersebut.
Hal
ini
mengakibatkan pemeliharaan PC di setiap jaringan adalah hal yang sangat, sangat
mahal. Perubahan semacam itu menimbulkan kebutuhan yang mendesak untuk
pemusatan.
Sekarang ini tren yang terjadi adalah membuat pengendalian yang lebih
terpusat di seluruh manajemen sumber daya TI perusahaan, sementara masih tetap
melayani kebutuhan strategis unit-unit bisnisnya, terutama usaha e-business dan ecommerce. Hal ini menghasilkan pengembangan struktur hibrid dengan
komponen terpusat dan terdesentralisasi.
1.1 Manajemen Aplikasi
Manajemen pengembangan aplikasi melibatkan pengelolaan berbagai
aktivitas seperti analisis dan desain sistem, pembuatan prototipe, pemrograman
aplikasi, manajemen proyek, jaminan kualitas, dan pemeliharaan sistem untuk
semua proyek pengembangan bisnis/TI yang besar.
1.2 Manajemen Operasi SI
Manajemen operasi berkaitan dengan penggunaan sumber daya hardware,
software, jaringan, dan sumber daya manusia dalam perusahaan atau pusat data
unit bisnis dari sebuah organisasi. Aktivitas operasional yang harus dikelola
meliputi operasi sistem komputer, manajemen jaringan, pengendalian produksi,
dan dukungan produksi.
1.3 Manajemen Sumber Daya Manusia dalam TI
Keberhasilan atau kegagalan dari organisasi layanan informasi terutama
terletak pada kualitas orang-orangnya. Banyak perusahaan yang menggunakan
komputer merekrut, melatih, dan melatih kembali personel SI yang berkualifikasi.
Salah satu pekerjaan yang paling penting dari para manajer layanan informasi
adalah untuk merekrut personel yang berkualifikasi dan untuk mengembangkan,
mengatur, serta mengarahkan kemampuan kinerja yang ada saat ini.
1.4 CIO dan Eksekutif TI Lainnya
Direktur teknologi informasi (CIO) mengawasi semua penggunaan
teknologi informasi dalam banyak perusahaan, dan menyesuaikannya dengan
tujuan strategis bisnis. Jadi semua layanan komputer tradisional, teknologi
internet, layanan jaringan telekomunikasi dan teknologi SI lainnya yang
mendukung jasa adalah tanggung jawab CIO. CIO berkonsentrasi pada
perencanaan dan strategi bisnis/TI dan bekerjasama dengan CEO untuk memenuhi
tujuan tersebut.
1.5 Manajemen Teknologi
Manajemen dari teknologi yang berubah dengan cepat adalah hal penting
untuk organisasi apapun. Perubahan dalam teknologi informasi seperti PC,
jaringan klien/server, dan intranet serta internet datang secara cepat dan
diperkirakan akan berlanjut di masa datang. Jadi semua teknologi informasi harus
dikelola sebagai platform teknologi karena melakukan integrasi secara internal
berfokus pada atau secara eksternal menghadapi berbagai aplikasi bisnis.
Manajemen teknologi merupakan tanggung jawab CTO (Chief Technology
Officer).
1.6 Mengelola Layanan Pemakai
Tim dan kelompok kerja para praktisi bisnis umumnya menggunakan
terminal kerja PC, berbagai paket software, dan internet, intranet, serta jaringan
lainnya untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi informasi atas
aktivitas mereka. Jadi, banyak perusahaan telah merespons dengan membuat
fungsi-fungsi layanan pemakai (user service), atau layanan klien untuk
mendukung serta mengelola komputasi pemakai akhir dan kelompok kerja.
1.7 Kegagalan dalam Manajemen TI
Mengelola teknologi informasi bukanlah tugas yang mudah. Fungsi sistem
informasi memiliki masalah kinerja dalam banyak organisasi. Manfaat yang
dijanjikan dalam teknologi informasi belum muncul dalam banyak kasus
perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan memperlihatkan bahwa
banyak perusahaan yang belum berhasil mengelola penggunaan teknologi
informasi. Contohnya:

Teknologi informasi tidak digunakan secara efektif oleh berbagai
perusahaan yang menggunakan TI terutama untuk mengkomputerisasikan
proses bisnis tradisional dan bukannya untuk mengembangkan proses e-
business yang inovatif dengan melibatkan pelanggan, pemasok, dan mitra
bisnis lainnya, e-commerce, serta pendukung keputusan yang dijalankan
melalui web.

Teknologi informasi tidak digunakan secara efisien oleh sistem informasi
yang memberi waktu respons yang lama dan sering kali mati, atau pakar
dan konsultan SI yang mengelola berbagai proyek pengembangan aplikasi
dengan tidak benar.
1.8 Keterlibatan dan Tata Kelola Manajemen
Tidak ada solusi yang cepat dan mudah dari kegagalan dalam fungsi
sistem informasi. Akan tetapi, pengalaman dari berbagai perusahaan yang berhasil
menunjukkan bahwa keterlibatan tingkat manaerial dan pemakai akhir yang
ekstensif dan berarti, adalah bahan utama dari kinerja sistem informasi yang
berkualitas tinggi. Melibatkan para manajer bisnis dalam keterbukaan dari fungsi
SI dan praktisi bisnis dalam pengembangan aplikasi SI, seharusnya akan
membentuk respons dari manajemen atas berbagai tantangan dalam meningkatkan
nilai bisnis teknologi informasi.
2. Mengelola TI Global
Entah perusahaan berlokasi di Berlin atau Bombay, Kuala Lumpur atau
Kansas, San Fransisco atau Seoul, perusahaan di seluruh dunia mengembangkan
berbagai model baru untuk beroperasi secara kompetitif dalam ekonomi digital.
Model-model ini terstruktur, tetapi lincah; global tetapi lokal, dan berfokus untuk
memaksimalkan pengembalian yang disesuaikan dengan resiko dari aset
pengetahuan maupun teknologi.
Jadi, dimensi internasional telah menjadi bagian penting dalam mengelola
perusahaan di ekonomi global yang saling berhubungan dan pasar saat ini dan
akan dipengaruhi oleh perkembangan bisnis internasional, dan berhubungan
dalam cara tertentu dengan berbagai orang, produk, atau jasa yang asalnya bukan
dari negara asal.
2.1 Manajemen TI Global
Gambar 3 mengilustrasikan berbagai dimensi dasar dari pekerjaan
mengelola teknologi informasi global yang akan kita bahas dalam bagian ini.
Semua aktivitas global harus disesuaikan untuk memperhitungkan tantangan
budaya, politik, dan geekonomi yang ada dalam masyarakat bisnis internasional.
Gambar 3. Dimensi-dimensi utama manajemen teknologi e-business global.
2.2 Tantangan Budaya, Politik, dan Geoekonomi
Bisnis yang biasa tidak cukup bagus dalam operasi bisnis global. Hal yang
sama juga benar untuk manajemen teknologi e-business global. Terdapat terlalu
banyak kenyataan budaya, politik, dan geoekonomi yang harus diahadapi agar
dapat berhasil dalam pasar global.
Tantangan politik terbesar adalah banyak negara yang memiliki peraturan
yang meregulasi atau melarang transfer data lintas batas nasional (aliran data
lintas batas) terutama informasi personal seperti catatan pribadi. Negara lainnya
sangat keras, mengenakan pajak, atau melarang impor hardware dan software.
Tantangan geoekonomi dalam bisnis global dan TI merujuk pada pengaruh
geografi atas kenyataan ekonomi dalam aktifitas bisnis internasional. Jauhnya
jarak fisik yang terlibat masih merupakan masalah utama, bahkan dalam era
telekomunikasi Internet dan perjalanan dengan pesawat jet.
Tantangan budaya menghadapi bisnis global dan para manajer TI
memasukan berbagai perbedaan dalam bahasa, ketertarikan budaya, agama,
kebiasaan, perilaku sosial, dan filosofi politik. Tentu saja para manajer TI global
harus dilatih dan menajamkan pemahaman atas perbedaan budaya semacam ini
sebelum mereka dikirim ke luar negeri atau dibawa ke negara asal perusahaan.
2.3 Strategi Bisnis/TI Global
Banyak perusahaan yang bergeser menuju strategi lintas negara yang
mengintegrasikan aktivitas bisnis/TI global mereka melalui kerja sama dekat dan
saling ketergantungan antara anak perusahaan mereka di seluruh dunia dengan
kantor pusat perusahaan. Bisnis bergeser menjauh dari (1) strategi multinasional
dengan anak perusahaan di luar negri beroperasi secara mandiri; (2) strategi
internasional dengan anak perusahaan mandiri tetapi tergantung pada kantor pusat
untuk berbagai proses, produk, dan ide baru; atau (3) strategi global, dengan
operasi perusahaan di seluruh dunia dikelola secara intensif oleh kantor pusat.
2.4 Aplikasi Bisnis/TI Global
Aplikasi teknologi informasi yang dikembangkan oleh perusahaan global
bergantung pada strategi bisnis dan TI serta keahlian dan pengalamannya dalam
TI. Akan tetapi, aplikasi TI juga bergantung pada berbagai jenis penggerak bisnis
global yaitu permintaan bisnis yang disebabkan oleh sifat industri dan persaingan
atau tekanan lingkungannya. Salah satu
contohnya
adalah perusahaan
penerbangan atau jaringan hotel yang memiliki pelanggan global, yaitu pelanggan
yang melakukan perjalanan di banyak tempat atau memiliki operasi global.
2.5 Standar TI Global
Manajemen atas standar teknologi (juga disebut sebagai infrastruktur
teknologi) adalah dimensi lain dari manajemen TI global – yaitu, mengelola
hardware, software, sumber daya data, jaringan telekomunikasi, dan fasilitas
komputasi yang mendukung operasi bisnis global. Manajemen dari standar TI
global bukan hanya secara teknis rumit, tetapi juga memiliki implikasi besar atas
politik dan budaya.
Mengelola jaringan komunikasi data internasional, termasuk internet,
intranet, ekstranet, dan jaringan lainnya, adalah tantangan utama TI global.
Membuat fasilitas komputasi secara internasional adalah tantangan global
lainnya. Perusahaan dengan operasi bisnis global biasanya membuat atau
menyewa integrator sistem untuk pusat-pusat data tambahan dalam anak-anak
perusahaan mereka di berbagai negara lain. Pusat-pusat data ini memenuhi
kebutuhan komputasi lokal dan regional, dan bahkan membantu menyeimbangkan
beban kerja komputasi global melalui hubungan dengan satelit komunikasi.
2.6 Internet sebagai Standar TI Global
Matriks komputer, informasi, dan jaringan yang saling berhubungan dan
mencapai puluhan juta pemakai di lebih dari ratusan negara adalah lingkungan
bisnis yang bebas dari halangan dan batas-batas tradisional. Berhubungan dengan
infrastruktur global online menawarkan perusahaan potensi yang tidak terbatas
untuk memperluas pasar, mengurangi biaya serta meningkatkan margin laba
dengan harga yang biasanya kecil presentasenya dalam anggaran komunikasi
perusahaan. Jadi internet dan world wide web kini telah menjadi komponen
penting dalam bisnis serta perdanganan internasional.
Internet, bersama dengan teknologi intranet dan ekstranet yang terkait,
memberi saluran interaktif yang berbiaya rendah untuk komunikasi dan
pertukaran data dengan para karyawan, pelanggan, pemasok, distributor,
produsen, pengembang produk, pendukung keuangan, penyedia informasi, dan
yang lainnya.
2.7 Berbagai Isu Akses Data Global
Isu-isu akses data global selama ini merupakan subjek kontroversi politik
dan hambatan teknologi dalam operasi bisnis global selama bertahun-tahun, tetapi
telah menjadi makin jelas bersama dengan pertumbuhan internet serta tekanan ecommerce. Contoh utama adalah isu tentang aliran data lintas negara (transborder
data flow – TDF) yang memungkinkan aliran data melintasi batas internasional
melalui jaringan telekomunikasi sistem informasi global.
Banyak negara, terutama yang termasuk uni Eropa melihat TDF sebagai
pelanggaran hukum privasi mereka karena dalam banyak kasus, data mengenai
individu dipindahkan keluar dari negara tersebut tanpa penjagaan privasi yang
jelas.
2.8 Berbagai Isu Akses Internet
Reporters Without Borders (RSF) adalah sebuah organisasi yang
bermarkas di Paris yang melaporkan bahwa terdapat 45 negara yang membatasi
warga negara mereka mengakses internet. Pada dasarnya, perjuangan antara
sensor internet dengan keterbukaan di tingkat nasional berputar di sekitar hal-hal
utama: mengendalikan saluran, menyaring aliran, dan memberi hukuman pada
pemberi informasi. Di negara-negara seperti Birma, Libya, Korea Utara, Siria, dan
negara-negara Asia Tengah dan Kaukasia, akses internet dilarang atau diberi
batasan keras melalui ISP yang dikendalikan oleh pemerintah.
2.9 Perkembangan Sistem Global
Pada dasarnya terdapat konflik antara persyaratan sistem lokal dengan
global, dan terdapat kesulitan dan menyepakati fitur sistem bersama seperti
interface pemakai yang multibahasa serta standar desain yang fleksibel. Semua
usaha ini harus dilakukan dalam lingkungan yang menyebarkan keterlibatan dan
“kepemilikan” dari sistem oleh para pemakai ahkir lokal.
Isu perkembangan sistem lainnya timbul dari gangguan yang disebabkan
oleh aktivitas implementasi sistem dan pemeliharaannya. Contohnya: “Gangguan
dalam giliran kerja ketiga di kota New York akan menimbulkan gangguan
layanan tengah hari di Tokyo.”
Isu perkembangan sistem global lainnya yang penting berhubungan
dengan standardisasi global tentang definisi data. Definisi data yang umum
penting untuk berbagi data antarbagian dari bisnis internasional. Perbedaan dalam
bahasa, budaya, dan standar teknologi dapat membuat standardisasi data global
menjadi cukup sulit untuk dilakukan.
2.10 Strategi Pengembangan Sistem
Beberapa strategi dapat digunakan untuk mengatasi beberapa masalah
pengembangan sistem yang timbul dalam TI global. Pertama-tama adalah
mengubah aplikasi yang digunakan oleh kantor induk ke dalam aplikasi global.
Pendekatan lainnya adalah membuat tim pengembangan multinasional dengan
orang-orang penting dari beberapa anak perusahaan untuk memastikan bahwa
desain sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan situs lokal dan kantor pusat
perusahaan.
Pendekatan ketiga disebut sebagai pengembangan parlalel. Hal itu
disebabkan karena bagian-bagian dari sistem ditugaskan ke anak perusahaan yang
berbeda dan kantor induk untuk mengembangkan pada saat yang bersamaan.
Pendekatan terakhir yang dengan cepat telah menjadi pilihan pengembangan
utama adalah melakukan outsourcing kegiatan pengembangan ke perusahaan
pengembangan global atau luar negri yang memiliki keahlian serta pengalaman
yang diburuhkan untuk mengembangkan aplikasi bisnis/TI global.
Download