Laporan Tahunan - RSPI Sulianti Saroso

advertisement
Laporan Tahunan
i
Laporan Tahunan
IKHTISAR EKSEKUTIF
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso adalah rumah sakit
sebagai pusat rujukan penyakit infeksi dan pusat kajian penyakit infeksi.
Dalam penyusunan laporan tahun 2013 mengacu hasil kinerja kegiatan dalam
pelayanan di rumah sakit secara menyeluruh. Hasil kinerja dapat terperinci
sebagai berikut :
Sumber Daya Manusia yang ada untuk pendukung program dan kegiatan
sebesar 508 tenaga PNS dan 110 tenaga honorer.
Total Keseluruhan BMN keadaan tanggal 31 Desember 2013 sebanyak
Rp. 163.385.738.657,Sumber dana anggaran untuk mendukung program kegiatan RSPI-SS
yang ada dalam DIPA sebesar Rp. 101.729.231.000 dengan besar
penyerapan Rp.97.153.901.009,- (95,50 %).
Pendapatan tahun 2013 sebesar Rp.33.368.432.200,- (128%) dengan
target capaian pendapatan sebesar Rp. 26.000.000,Kinerja mutu RSPI-SS tahun 2013 BOR 48 % , LOS 6 hari, TOI 6 hari,
BTO 32 kali. Dari hasil tersebut perlu penanganan khusus untuk
mencapai standar ideal pengukuran kinerja rumah sakit.
Program unggulan BUK, Gerakan Indonesia Berseri telah dilaksanakan di
RSPI-SS namun tahun 2013 belum ada penilaian dan mendapat
PROPER BIRU, Customer Care, Call Center dan SPGDT telah
dilaksanakan juga.
Program untuk layanan unggulan RSPI-SS yaitu Gerakan Indonesia
Berseri, Proper lingkungan warna biru, Pokja HIV, Ruang Isolasi Ketat,
MDR-TB.
Realisasi Standar Pelayanan Minimal sebesar 80 %
Realisasi Key Performance Indicator sebesar 66,67 %
Dari standar penilaian melalui indikator BLU (Indikator keuangan,
Indikator pelayananan operasional, Indikator Mutu Manfaat), RSPI-SS
dikategorikan SEHAT (AA) dengan nilai 80,25
ii
Laporan Tahunan
KATA PENGANTAR
Puji syukur Kehadirat Allah SWT, atas Rahmat dan Hidayah Nya,
penyusunan dokumen “Laporan Tahunan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof.
Dr. Sulianti Saroso Tahun 2013”, dapat diselesaikan oleh Tim Penyusun.
Laporan Tahunan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti
Saroso, merupakan dokumen yang memuat hasil kerja berbagai program dari
seluruh kegiatan Direktorat yang ada dalam struktur organisasi Rumah Sakit
Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso pada Tahun 2013.
Laporan Tahunan ini menjadi salah satu pedoman/acuan dalam
menyusun rencana kegiatan seluruh Direktorat dan seluruh unit kerja tahun
berikutnya yang ada di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso.
Proses penyusunan Laporan Tahun 2013 Rumah Sakit Penyakit Infeksi
Prof. Dr. Sulianti Saroso, telah melibatkan seluruh komponen unit kerja yang
terkait. Namun permasalahan validasi data oleh berbagai unit kerja terkait dan
belum disiplin penyampaian laporan menjadi salah satu kendala signifikan dalam
proses penyusunan Laporan ini.
Oleh sebab itu masih banyak ditemukan
kekurangan-lengkapan serta kekurang-akuratan data dalam dokumen ini. Salah
satu solusi mengenai kendala ini, adalah dengan mengoptimalisasikan SIM –RS
dengan data manual yang dilakukan administrasi masing-masing unit, agar ke
depan data yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhan penyusunan pelaporan,
evaluasi, dan perencanaan kegiatan selanjutnya..
Masih banyak kekurangan dalam susunan dokumen Laporan Tahunan
ini. Semoga Laporan Tahunan berikutnya, dapat tersaji dengan lebih baik dan
lebih sempurna. Akhir kata, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak
yang berperan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan
dokumen “LaporanTahunan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti
Saroso Tahun 2013” ini. Semoga dokumen ini bermanfaat.
Jakarta, Januari 2013
Direktur Utama
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
DR. dr Fatmawati, MPH
iii
Laporan Tahunan
NIP : 19550606 198210 2 001
DAFTAR ISI
COVER ......................................................................................................... .
i
RINGKASAN EKSEKUTIF.............................................................................
ii
KATA PENGANTAR .....................................................................................
iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................
iv
DAFTAR TABEL ...........................................................................................
vi
DAFTAR GRAFIK ..........................................................................................
viii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...........................................................................
1
1.2 Maksud & Tujuan Laporan .........................................................
1
1.3 Ruang Lingkup Laporan .............................................................
2
BAB II ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN
2.1 Hambatan Tahun Lalu ................................................................
4
2.2 Kelembagaan .............................................................................
13
2.3. Sumber Daya ............................................................................
19
a. Sumber daya manusia...............................................................
19
b. Sarana dan prasarana...............................................................
22
c. Dana .........................................................................................
25
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
2.1 Dasar Hukum ............................................................................
26
2.2 Tujuan, Sasaran dan Indikator ....................................................
26
a. Indikator kinerja BLU..................................................................
27
b. Key performance indicators (KPI)..............................................
30
c. Standar pelayanan minimal (SPM) ............................................
32
d. Penetapan kinerja .....................................................................
36
BAB IV STRATEGI PELAKSANAAN
4.1. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran .................................
38
4.2. Hambatan dalam Pelaksanaan Strategi ....................................
40
4.3. Upaya Tindak Lanjut .................................................................
42
iv
Laporan Tahunan
BAB V HASIL KERJA
5.1. Pencapaian Target Kinerja ........................................................
44
a. Pencapaian target kegiatan dan pendapatan .........................
44
b. Indikator BLU .........................................................................
129
c. Standar pelayanan minimal Rumah Sakit (SPM) ...................
132
d. KPI (Key performance indicators (KPI) ..................................
137
e. Promotif Preventif ..................................................................
144
f. Layanan unggulan .................................................................
145
5.2. Realisasi Anggaran ..................................................................
157
5.3. Upaya untuk meraih WTP dan Reformasi Birokrasi ..................
161
BAB VI PENUTUP..........................................................................................
164
v
Laporan Tahunan
DAFTAR TABEL
Hal
Tabel
2.1
Jumlah PNS menurut jabatan
21
Tabel
2.2
Daftar gedung, halaman dan jalan
22
Tabel
2.3
Trasportasi dan Alat Komunikasi
23
Tabel
2.4
Anggaran Tahun 2013 Berdasarkan Sumber Dana
25
Tabel
3.1
Indikator Aspek Keuangan
27
Tabel
3.2
Indikator Aspek Pelayanan
28
Tabel
3.3
Key Performance Indicators (KPI)
30
Tabel
3.4
Standar Pelayanan Minimal
32
Tabel
3.5
Rencana Penetapan Kinerja (TAPJA)
36
Tabel
5.1
Kegiatan
Instalasi
Sanitasi
dan
Kebersihan
53
Lingkungan
Tabel
5.2
Kegiatan CSSD
54
Tabel
5.3
Kegiatan Laundry
55
Tabel
5.4
Jenis Pengadaan Barang dan Jasa Berdasarkan
59
Sumber Anggaran
Tabel
5.5
Hasil kinerja Instalasi Kesehatan dan Keselamatan
60
Kerja
Tabel
5.6
10 besar penyakit rawat inap
69
Tabel
5.7
Index dan kategori kuesioner survey kepuasan
76
pasien
Tabel
5.8
Aspek yang dinilai pada survey kepuasan pasien
76
vi
Laporan Tahunan
Tabel
5.9
10 besar penyakit rawat jalan
82
Tabel
5.10
Kegiatan Instalasi Gizi Dapur
104
Tabel
5.11
Pengkajian/penelitian internal
110
Tabel
5.12
Penelitian eksternal (kerja sama)
113
Tabel
5.13
Penguatan kapasitas SDM
117
Tabel
5.14
Pencapaian indikator rekam medis
121
Tabel
5.15
Realisasi indikator aspek keuangan
129
Tabel
5.16
Realisasi indikator aspek pelayanan
130
Tabel
5.17
Realisasi standar pelayanan minimal
132
Tabel
5.18
Pencapaian tujuan dan sasaran
137
Tabel
5.19
Realisasi anggaran menurut jenis belanja
137
Tabel
5.20
Pencapaian strategi dan langkah-langkah meraih
161
WTP
vii
Laporan Tahunan
DAFTAR GRAFIK
Hal
Grafik
2.1
Persentase PNS Berdasarkan Jenis Kelamin
19
Grafik
2.2
Jumlah PNS Berdasarkan Pendidikan
19
Grafik
2.3
Persentase PNS Berdasarkan Golongan
20
Grafik
2.4
Jumlah PNS Berdasarkan Jenis Ketenagaan
20
Grafik
5.1
Kegiatan Instalasi Pemulasaraan Jenazah
56
Grafik
5.2
Total Haper IRNA
70
Grafik
5.3
Haper Ruangan IRNA
70
Grafik
5.4
Haper IRNA Berdasarkan Kelas
71
Grafik
5.5
Haper IRNA Berdasarkan Cara Bayar
71
Grafik
5.6
Pertumbuhan IRNA
72
Grafik
5.7
BOR IRNA
72
Grafik
5.8
AvLOS IRNA
73
Grafik
5.9
TOI IRNA
73
Grafik
5.10
BTO IRNA
74
Grafik
5.11
NDR IRNA
74
Grafik
5.12
Angka Pasien Rawat Inap Yang Dirujuk
75
Grafik
5.13
Kasus Infeksi Nososkomial di IRNA
75
Grafik
5.14
Distribusi Responden Berdasarkan Kelas
77
viii
Laporan Tahunan
Grafik
5.15
Distribusi Responden Berdasarkan Ruang
77
Grafik
5.16
Index Kepuasan Pasien Berdasar Ruang & kelas
77
Grafik
5.17
Total Haper ICU
78
Grafik
5.18
Haper ICU Berdasarkan Cara Bayar
79
Grafik
5.19
Pertumbuhan ICU
80
Grafik
5.20
BOR Instalasi ICU
80
Grafik
5.21
AvLOS Instalasi ICU
80
Grafik
5.22
BTO Instalasi ICU
80
Grafik
5.23
TOI Instalasi ICU
81
Grafik
5.24
NDR Instalasi ICU
81
Grafik
5.25
Angka Pasien ICU Yang Dirujuk
81
Grafik
5.26
Kasus Infeksi Nosokomial di Instalasi ICU
81
Grafik
5.27
Total Kunjungan IRJA
82
Grafik
5.28
Kunjungan IRJA Per Poliklinik
83
Grafik
5.29
Kunjungan IRJA Berdasarkan Cara Bayar
83
Grafik
5.30
Pertumbuhan IRJA Per Poliklinik
84
Grafik
5.31
Pertumbuhan IRJA
84
Grafik
5.32
Rata-rata Waktu Tunggu di Poliklinik
85
Grafik
5.33
Hasil Survey Berdasarkan Jumlah Kunjungan
86
Grafik
5.34
Target dan Realisasi IGD
87
Grafik
5.35
Kunjungan IGD Berdasarkan Cara Bayar
87
Grafik
5.36
Pertumbuhan IGD
88
Grafik
5.37
Kegiatan Pelayanan IGD
88
ix
Laporan Tahunan
Grafik
5.38
Angka Kematian di IGD
Grafik
5.39
Distribusi
89
Responden
Berdasarkan
Jenis
89
Responden
Berdasarkan
Jenis
89
Pembayaran
Grafik
5.40
Distribusi
Pelayanan IGD
Grafik
5.41
Hasil Survey Emergency Response Time
90
Grafik
5.42
Resep Farmasi
90
Grafik
5.43
Resep Farmasi Berdasarkan Cara Bayar
91
Grafik
5.44
Kegiatan Pelayanan Farmasi
92
Grafik
5.45
Pertumbuhan Farmasi
92
Grafik
5.46
Distribusi Responden Berdasarkan Depo
93
Grafik
5.47
Hasil Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi
93
Grafik
5.48
Total Pemeriksaan Instalasi Laboratorium
94
Grafik
5.49
Kunjungan Instalasi Laboratorium Berdasarkan
95
Cara Bayar
Grafik
5.50
Kegiatan Instalasi Laboratorium
95
Grafik
5.51
Pertumbuhan Laboratorium
96
Grafik
5.52
Distribusi
Responden
Berdasarkan
Jenis
96
Berdasarkan
Jenis
96
Pemeriksaan Laboratorium
Grafik
5.53
Distribusi
Responden
Pembayaran
Grafik
5.54
Hasil Survey Waktu Tunggu Laboratorium
97
Grafik
5.55
Jumlah pemeriksaan Radiologi
98
Grafik
5.56
Kunjungan Radiologi Berdasarkan Cara Bayar
98
Grafik
5.57
Kegiatan Instalasi Radiologi
99
x
Laporan Tahunan
Grafik
5.58
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
Grafik
5.59
Distribusi
99
Responden
Berdasarkan
Jenis
100
Responden
Berdasarkan
Jenis
100
Pemeriksaan
Grafik
5.60
Distribusi
Pembayaran
Grafik
5.61
Hasil Survey Waktu Tunggu Radiologi
100
Grafik
5.62
Pemeriksaan Rehabilitasi medik
101
Grafik
5.63
Kunjungan Rehabilitasi Medik Berdasarkan Cara
102
Bayar
Grafik
5.64
Kegiatan Instalasi Rehabilitasi Medik
102
Grafik
5.65
Pertumbuhan Rehabilitasi Medik
103
Grafik
5.66
Total Operasi
105
Grafik
5.67
Operasi Berdasarkan Cara Bayar
105
Grafik
5.68
Operasi Berdasarkan Spesialisasi
106
Grafik
5.69
Pertumbuhan Operasi
106
Grafik
5.70
Post Operative Death Rate
107
Grafik
5.71
Pasien DBD di Rawat jalan
118
Grafik
5.72
10 penyakit infeksi terbanyak IRNA
120
Grafik
5.73
10 penyakit non infeksi terbanyak IRNA
120
Grafik
5.74
10 penyakit infeksi terbanyak IRJA
120
Grafik
5.75
10 penyakit non infeksi terbanyak IRJA
120
Grafik
5.76
Kejadian phlebitis
123
Grafik
5.77
Kejadian decubitus
123
xi
Laporan Tahunan
xii
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun
i
Laporan Tahunan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Setiap Kepala Satuan Organisasi wajib mengikuti dan mematuhi
petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan
menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.Laporan berkala
merupakan laporan pelaksanaan tugas dan fungsi dari satuan kerja di
lingkungan Ditjen Bina Upaya Kesehatan yang memuat perkembangan dan
hasil pencapaian kinerja baik kegiatan maupun anggaran dalam kurun waktu
semester 1 maupun tahunan.Dan untuk laporan berkala tersebut berisi
uraian yang lebih menyeluruh mengenai kondisi sumber daya (sumber daya
manusia, sarana prasarana dan dana), hasil kegiatan program, pencapaian
kinerja dan masalah, hambatan serta terobosan sebagai upaya pemecahan
masalah dalam pelaksanaan kegiatan dan program.
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso sebagai Unit
Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan berkewajiban
melaporkan
seluruh
kegiatan,
capaian
kinerja
maupun
indikator
instalasi/bagian sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan program,
kegiatan dan anggaran pencapaian kinerja kegiatan dan anggaran, dasar
perbaikan dan perencanaan yang akan datang.
1.2. Maksud Dan Tujuan Laporan
1. Maksud
Maksud penyusunan laporan tahunan ini adalah dalam rangka mendukung
sistem akuntabilitas administrasi negara, agar mampu mendorong
kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
sehingga lebih profesional, efektif dan eifisien dalam penyampaian hasil
yang dicapai oleh Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso.
1
Laporan Tahunan
2. Tujuan
a. Tujuan Umum
Laporan Tahunan bertujuan untuk memberikan gambaran secara
menyeluruh tentang kegiatan kerja yang sudah dilaksanakan oleh
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso pada tahun
berjalan 2013, sehingga dengan adanya laporan tertulis dapat
memberikan gambaran sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan yang
sudah berjalan.
b. Tujuan Khusus
a) Untuk mengetahui evaluasi, realisasi kegiatan dan kinerja di
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso
b) Untuk melakukan monitoring terhadap kegiatan rumah sakit
c) Sebagai bahan perencanaan tahun yang akan datang kepada
Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Republik Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
1.3 Ruang Lingkup Laporan
Laporan Tahunan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti
Saroso ini menjelaskan pencapaian kinerja, kegiatan per unit dan
realisasi rumah sakit tahun 2013.Capaian kinerja tersebut dibandingkan
dengan penetapan kinerja (Tapja), indikator BLU, Standar Pelayanan
Minimal, Key Performance Indicator yang sesuai renstra, yang ditetapkan
pada awal tahun 2012 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan.
Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja sebagai perbaikan
terhadap kinerja dimasa yang akan datang.
Adapun sistematika penyajian Laporan Tahunan Rumah Sakit Rumah
Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, disusun sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan, Menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud
dan tujuan penulisan laporan, dan ruang lingkup laporan.
Bab II Analisis Situasi Awal Tahun, menjelaskan tentang hambatan
tahun lalu, kelembagaan dan sumber daya.
Bab III Tujuan dan Sasaran Kerja, menjelaskan tentang dasar hukum
dan tujuan, sasaran dan indikator
2
Laporan Tahunan
Bab IV. Strategi Pelaksanaan, berisi strategi pencapaian tujuan dan
sasaran, hambatan dalam pelaksanaan strategi dan upaya tindak lanjut
Bab V Hasil Kerja, berisi Pencapaian Target Kinerja, realisasi anggaran
dan upaya untuk meraih reformasi birokrasi, WTP dan wilayah bebas
korupsi
Bab VI Penutup
3
Laporan Tahunan
BAB II
ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN
2.1 Hambatan Tahun Lalu
Masalah
dan
hambatan
yang
mempengaruhi
pelaksanaan
kebijakan/program kerja Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso
pada periode Tahun 2013, baik secara langsung maupun tidak langsung, adalah
sebagai berikut:
a). Faktor Internal
1)
Direktorat Keuangan & Administrasi
i. Sumber daya manusia
 Belum ada standar khusus Sumber Daya Manusia untuk
Rumah Sakit Penyakit Infeksi
 Jumlah
cukup
tapi
jenis
kompetensi
tidak
sesuai
kebutuhan,
 Usulan formasi pegawai baik CPNS maupun honorer tidak
didasarkan atas assesment kebutuhan pegawai sesuai
tugas pokok fungsi masing-masing Direktorat
 Jumlah tenaga kontrak sebanyak 20% , melebihi dari
alokasi yang diperkenankan (10%), menimbulkan masalah:
-
tenaga kontrak yang ada tidak sesuai dengan
kebutuhan
dan
standar
kompetensi.
Karena
proses rekruitmennya tidak dilaksanakan dengan
benar
-
banyak tenaga kontrak tidak efektif sehingga
membebani kinerja dan biaya operasional Rumah
Sakit. Saat ini dalam proses evaluasi
 Belum adanya grand design / Road Map rencana
pengembangan pegawai, sehingga langkah-langkah yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan jumlah dan jenis
pegawai, baik melalui pengadaan pegawai maupun dari
peningkatan kompetensi melalui pendidikan formal atau
pun informal dari Diklat masih berdasarkan kepentingan
dan kebutuhan sesaat.
4
Laporan Tahunan
 Rendahnya komitmen, disiplin dan kinerja pegawai, dapat
disebabkan :
-
Belum optimalnya pengelolaan administrasi pegawai,
-
Belum
optimalnya
pembinaan
pegawai
dalam
memahami pemenuhan hak dan kewajiban pegawai
negeri
sesuai
dengan
peraturan-peraturan
kepegawaian dan disiplin pegawai.
-
Perhitungan tunjangan kinerja pegawai yang masih
hanya berdasarkan absensi dan belum berdasarkan
kinerja,
-
Belum adanya sistem reward dan
punishment bagi
pegawai berprestasi maupun yang bermasalah
-
Perbedaan dan kejelasan mekanisme perhitungan
tunjangan kinerja pegawai
-
Tunjangan kinerja pegawai yang dapat diberikan
Rumah Sakit sebagai Badan layanan Umum belum
sesuai standar.
 Tatalaksana penyelesaian permasalahan disiplin pegawai
belum ada.
 Mutasi
staf
belum
didasarkan
atas
pertimbangan
kebutuhan yang berasal dari masing-masing unit serta
mekanisme alih tugas pegawai
ii. Sarana prasarana
 Kebutuhan sarana prasarana masih ada yang belum
berbasis bukti ( pencatatan barang milik negara, usulan
kebutuhan unit pelaksana sesuai tupoksinya)
 Pencatatan Barang Milik Negara dalam Sistem Akutansi
Barang Milik Negara (SABMN) belum terlaksana dengan
baik
 Penghapusan Barang Milik Negara belum pernah dilakukan
selama 10 tahun terakhir, sehingga barang tidak terpakai
menumpuk dan beresiko hilang.
5
Laporan Tahunan
 Pemeliharaan sarana prasarana rumah sakit yang belum
mampu
mengkomodir
secara
cepat
kebutuhan
unit
pelaksana
 Peminjaman kendaraan bermotor kantor kepada staf yang
belum jelas justifikasinya.
iii. Penganggaran
 Tarif belum disusun berdasarkan unit cost
 Tidak optimalnya pengelolaan revenue center
untuk
meningkatkan pendapatan Rumah Sakit, seperti : Rumah
Duka, lahan parkir, kantin, auditorium, diklat, dan lain
sebagainya
 Jumlah pasien yang > 70 % pasien miskin menyebabkan
pendapatan tidak mencukupi kebutuhan biaya operasional
 Pencatatan mobilisasi dana yang masih manual berpotensi
human error dan mismanagement
 Klaim pembiayaan kesehatan pasien jaminan tidak sesuai
dengan yang dibayarkan.
 Pola tarif baru belum dilegalisasi Kementerian Keuangan
iv. Mekanisme
 Tata
hubungan
kerja
dari
mengimplementasikan
Nomor
Direktorat
Permenkes
2360/Menkes/PER/XI/2011
Permenkes
3
tentang
yang
nomor
Perubahan
247/Menkes/PER/III/2008
Atas
tentang
Organisasi & Tata Kerja RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
belum ada . Dokumen Tahubja terakhir tahun 2004,
(khusus Direktorat Keuangan & Administrasi)
 Prosedur
tetap
mekanisme
kegiatan
keuangan
dan
admnisrasi yang belum ada menyebabkan banyak kendala
dalam proses perencanaan serta penyerapan anggaran
kegiatan.
 Usulan
perencanaan dan
anggaran kegiatan
belum
berdasarkan bukti (pencatatan logistik, hasil pelaksanaan
6
Laporan Tahunan
kegiatan tahun
sebelumnya)
sehingga menyebabkan
alokasi anggaran yang tidak efisien dan efektif
 Pengumpulan, pengolahan dan analisa data hasil kegiatan
belum dilaksanakan secara sistematis dan terpadu
 Sistem
informasi
memanfaatkan
Rumah
high
Sakit
technology
belum
system
sepenuhnya
(masih
ada
perolehan data secara manual)
 Sistem monitoring dan evaluasi (ketenagaan, sarana
prasarana, mekanisme, anggaran) masih lemah, sehingga
pencapaian tujuan sasaran Rencana Strategis , tencana
Bisnis Anggaran
 Tatalaksana / tata kelola perencanaan, keuangan yang
masih lemah, sehingga pengalokasian anggaran dan
pemanfaatannya tidak sesuai dengan kebutuhan untuk
rangka pencapaian sasaran program,
 Sistem pengawasan kegiatan (perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi) yang lemah, sehingga pencapaian sasaran
program masih jauh dari yang diharapkan
 Tata tatalaksana / tatakelola hukum dan kemitraan masih
lemah (Prosedur tetap tidak ada) sehingga menyebabkan
permasalahan antara lain :
- Perjanjian kerja sama dengan Institusi luar belum
berdasarkan kebutuhan unit pelaksana, aspek legalnya
belum menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban
bersama
- Komunikasi masyarakat tidak tertata dengan baik
- Pengelolaan
masalah
hukum
terkait
komunikasi
masyarakat, pengaduan pasien dlll belum tertata
dengan baik.
7
Laporan Tahunan
2)
Direktorat Medik & Keperawatan
i. Sumber daya manusia
 Keterbatasan
jumlah
penyelenggaraan
SDM
diklat
:
yang
berperan
Dokter
dengan
dalam
fungsional
pendidik klinis, Clinical instructor, Spesialisasi dokter
tertentu
(Penyakit
menyebabkan
dalam,
kurang
konsultan
optimalnya
infeksi,
dll),
pelaksanaan
diklat
kompetensi
SDM
kerjasama dengan Institusi kesehatan
 Minimnya
anggaran
penguatan
menyebabkan jumlah jam diklat pegawai per tahunnya
tidak
memenuhi
standar,
sehingga
berakibat
pada
menurunnya kualitas layanan yang diberikan.
 Rendahnya pendapatan menjadi alasan dokter fungsional
untuk merangkap kerja pada Rumah Sakit lain pada jam
kantor.
 Perbedaan mekanisme perhitungan tunjangan kinerja
antara dokter dan perawat menjadi penyebab rendahnya
komitmen dan etos kerja.
ii. Sarana prasarana
 Belum ada standar peralatan medik dan penunjang medik
khusus Rumah Sakit Penyakit Infeksi
 Peralatan medik yang ada umumnya sudah tua dan
teknologi sudah tertinggal.
 Kalibrasi
alat
laboratorium
yang
minim
dilakukan
menyebabkan peralatan cepat rusak
 Bermacam jenis alat laboratorium yang digunakan untuk
pemeriksaan yang sama menyebabkan kebutuhan reagen
yang
meningkat
karena
perbedaan
reagen
yang
dibutuhkan,
iii. Penganggaran
 Penetapan tarif INA-CBGs berdasarkan paket masih belum
mengakomodir
beberapa
layanan,
sehingga
tidak
terbayarkan
8
Laporan Tahunan
 Pengadaan alat medik dan penunjang medik belum
berdasarkan “health technology assesment” dan efisiensi
pemanfaatan alat yang sudah ada, sehingga menyebabkan
biaya investasi dan operasional yang tinggi.
 Pengadaan alat mendik & penunjang medik belum
mengadopsi high technology
iv. Mekanisme
 Prosedur
standar
mekanisme
kerja
dalam
rangka
penerapan Akreditasi Rumah Sakit 2012, perlu dievaluasi
dan disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu : Clinical
pathway, Hospital safety system, maintenance building
Program Pengendalian Resistensi Antibiotika (PPRA),
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), asuhan
keperawatan dan lain sebagainya
 Penyusunan Clinical Path Way yang belum selesai ,
menimbulkan kerugian karena biaya perawatan tidak
rasional yang tinggi
 Evaluasi dan perbaikan tatalaksana penyakit infeksi perlu
dilakukan demi dicapainya tatalaksana penyakit infeksi
dengan gold standar yang menjadi syarat terlaksananya
kajian / penelitian penyakit infeksi yang berkualitas
 Sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional Penyakit infeksi,
peningkatan kualitas tatalaksana khusus penyakit infeksi
belum dikelola dengan baik.
 Kekhususan sebagai Rumah Sakit Khusus Penyakit Infeksi
belum dikelola mendalam untuk dapat dijadikan unggulan
pelayanan (tatalaksana penyakit infeksi, sarana prasarana,
SDM)
 Jam
pelayanan
poliklinik
belum
beroperasional
sebagaimana mestinya, waktu tunggu pasien yang lama
menyebabkan rendahnya kepuasan pasien.
 Kelengkapan
Resume
rekam
medis
yang
rendah
menyebabkan keterlambatan pembayaran administrasi
pasien
9
Laporan Tahunan
 Kurangnya
sosialisasi
mekanisme
perencanaan
&
penyerapan anggaran menjadi alasan untuk terburu-buru
mengajukan usulan kegiatan tanpa berbasis bukti
3)
i.
Direktorat Pengkajian Penyakit Infeksi & Penyakit Menular
Sumber daya manusia
 Belum memadainya Sumber daya manusia untuk berbagai
jenis kompetensi dari sisi kualitas maupun kuantitas sesuai
kebutuhan kelimuan dan manajemen pengkajian penyakit
infeksi dan penyakit menular
 Belum adanya assesment kebutuhan jenis & kompetensi
pegawai sesuai dengan tugas pokok Direktorat Pengkajian
Penyakit Infeksi & Penyakit Menular.
 Belum mendukungnya peraturan Kementerian Kesehatan
dan
Kementerian
fungsional
Keuangan
peneliti,
tentang
epidemiolog,
pengalokasian
statitiska
sesuai
kebutuhan tugas pokok fungsi Direktorat Pengkajian PI PM
ii.
Sarana prasarana
 Belum optimalnya pengembangan laboratorium penelitian
yang telah dilakukan, dalam : penataan pengelolaan
manajemen
(SOP,
administrasi,
logistik,
dll),
pengembangan kapasitas SDM, serta penataan tata
hubungan kerja.
 Belum optimalnya dukungan prasarana (lift, standarisasi
ruangan sesuai prinsip pencegahan infeksi, dll)
iii.
Penganggaran
 Honor
Peneliti yang
bermasalah dalam penyerapan
dikarenakan terbentur pada aturan Permenkeu Nomor
31/PMK.02/2013
perubahan
atas
Permenkeu
Nomor
37/PMK.02/2013 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran
2013,
menyebabkan
terkendalanya
pelaksanaan
pengkajian / penelitian serta menurunkan minat staf untuk
melaksanakannya di tahun berikutnya.
10
Laporan Tahunan
 Permasalahan honor peneliti, tidak adanya prosedur tetap
perencanaan dan penyerapapan
anggaran kegiatan,
memberikan kontribusi pada kelambatan
pengumpulan
sampel penelitian
 Beberapa Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) / Term of
Reference (TOR) penelitian yang diajukan peneliti belum
menunjukkan kesesuaian dengan peraturan penganggaran
dan desain penelitian, sehingga diperlukan (Standar
Prosedur
Operasional)
yang
mengatur
usulan
&
penyerapan anggaran penelitian.
 Penyusunan perencanaan kegiatan pengkajian/ penelitian
belum didasarkan pada prioritas Road Map Penelitian
Penyakit Infeksi RSPI SS.
iv.
Mekanisme
 Dengan penerbitan Jurnal Penyakit infeksi RSPI SS untuk
tahun 2013 sebanyak 3 kali penerbitan, maka publikasi
dapat
dilaksanakan.
Namun
jurnal
tersebut
tidak
terakreditasi, sehingga belum mendapat pengakuan dunia
ilmiah
 Minimnya internalisasi pemahaman dan komitmen tentang
output yang diukur sesuai tugas pokok dan fungsi
sehingga penyelenggaraan organisasi sering terhambat
sehingga memperlambat kemajuan organisasi.
 Road Map Penelitian Penyakit Infeksi RSPI SS tahun 2011
- 2014 yang digunakan sebagai Pedoman Umum
Pelaksanaan Kegiatan yang disusun pada tahun 2011,
perlu dilakukan evaluasi pelaksanaannya, sehingga visi
sebagai Pusat Kajian & Rujukan Nasional Penyakit Infeksi
dapat diwujudkan.
 Belum optimalnya penyusunan modul Diklat penyakit
infeksi
dan
penyakit
menular
sebagai
salah
satu
keunggulan RSPI SS sebagai Pusat Kajian & Rujukan
Nasional Penyakit Infeksi
11
Laporan Tahunan
b). Faktor External

Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor : 270/KMK.05/2007
tertanggal 21 Juni 2007 yang menyatakan RSPI Prof. Dr Sulianti
Saroso sebagai Badan Layanan Umum, dalam pelaksanaannya
menimbulkan kendala , dimana dengan > 70 % pasien miskin,
pendapatan BLU tidak mencukupi pembagian 40 % untuk jasa
pelayanan dan 60 % untuk biaya operasional (belanja pegawai,
obat, reagen, bahan habis pakai, dll)

Aturan
Kementerian
Keuangan
yang
belum
mengadopsi
Permenkes 2360/Menkes/PER/XI/2011 tentang Perubahan Atas
Permenkes Nomor 247/Menkes/PER/III/2008 tentang Organisasi
& Tata Kerja RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso.
Dimana dijelaskan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso menjalankan
fungsi salah satunya adalah melaksanakan Pengkajian penyakit
infeksi dan penyakit menular, baik di bidang klinik, epidemiologi,
imunologi dan faktor risikonya. Namun dalam pelaksanaan
kegiatan bersumber APBN, penyerapan anggaran honor peneliti
bermasalah, karena RSPI SS tidak memiliki jabfung peneliti, yang
alokasi pembiayaan tunjangannya belum terdapat dalam alokasi
pembiayaan tunjangan fungsional Ditjen Bina Upaya Kesehatan.

Biaya produksi dan distribusi obat yang tinggi di Indonesia,
menyebabkan harga obat semakin meningkat.

Biaya ekonomi tinggi menyebabkan harga alat kesehatan semakin
meningkat.

Pembayaran klaim oleh pihak penjamin terlambat dan tidak sesuai
tagihan..

Keterbatasan anggaran kesehatan dalam RAPBN, berdampak
pada besaran alokasi PAGU Anggaran Rumah Sakit.

Rumah Sakit lain di sekitar RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso,
memberikan pelayanan kesehatan umum yang sejenis, dengan
kualitas pelayanan dan peralatan yang lebih baik.
Berbagai permasalahan dan hambatan tersebut harus dievaluasi untuk
digunakan sebagai salah satu acuan dalam menyusun perencanaan serta
pelaksanaan kebijakan/program kerja pada periode/tahun berikutnya
12
Laporan Tahunan
2.2 Kelembagaan
Adapun tugas Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. DR. Sulianti Saroso
sebagai berikut :
1)
Menyelenggarakan pelayanan medis dan keperawatan secara
paripurna, sebagai kegiatan penunjang dalam upaya pengkajian
penyakit infeksi dan penyakit menular;
2)
Melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan
pengembangan di bidang penyakit infeksi dan penyakit menular
beserta
faktor
risikonya
secara
menyeluruh,
terpadu,
dan
berkesinambungan untuk penyusunan bahan kebijakan serta standar
penanganan/ pengendalian penyakit infeksi dan penyakit menular.
Dalam melaksanakan tugas rumah sakit menyelenggarakan fungsi yang
sebagai berikut :
1)
Pelaksanaan penatalaksanaan penyakit infeksi dan penyakit menular;
2)
Pelaksanaan pelayanan rujukan nasional di bidang penyakit infeksi
dan penyakit menular;
3)
Pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular, baik di bidang
klinik, epidemiologi dan faktor risikonya;
4)
Pengkajian
pelaksanaan
sistem
kewaspadaan
dini
dan
penanggulangan wabah/Kejadian Luar Biasa (KLB);
5)
Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan profesi kedokteran dan
kedokteran berkelanjutan serta profesi tenaga kesehatan lainnya di
bidang penyakitk infeksi dan penyakit menular;
6)
Pengelolaan informasi dan pemasaran di bidang penyakit infeksi dan
penyakit menular;
7)
Pelaksanaan urusan hukum dan kemitraan;
8)
Pelaksanaan administrasi umum dan keuangan.
Berdasarkan
SK
Menteri
Kesehatan
Nomor
1138/Menkes/SK/X/2009 tentang Penetapan Rumah Sakit Penyakit Infeksi
Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta sebagai Pusat Kajian dan Rujukan
Nasional Penyakit Infeksi, maka susunan organisasi Rumah Sakit Penyakit
Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso terdiri dari :
13
Laporan Tahunan
1. Direktur Utama
2. Direktur Medik dan Keperawatan
3. Direktur Pengkajian Penyakit Infeksi dan Penyakit Menular
4. Direktur Keuangan dan Administrasi Umum
Selain itu dalam organisasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti
Saroso dilengkapi dengan unit non struktural, antara lain:
a. Komite Medik
b. Satuan Pemeriksaan Intern
Susunan Pejabat Dewan Pengawas belum ada masih dalam pengusulan
kepada Departemen Kesehatan.
Manajemen Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof DR Sulianti Saroso
dipimpin oleh Direksi dengan susunan struktur organisasi sebagai berikut:

DIREKTUR UTAMA
a)
Memimpin dan mengurus Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr.
Sulianti Saroso;
b)
Menguasai, memelihara, dan mengelola kekayaan Rumah Sakit
Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso;
c)
Menetapkan strategi, kebijakan, dan program kerja/kegiatan;
d)
Membina pelaksanaan kegiatan;
e)
Mengkoordinasikan, mengawasi pelaksanaan kegiatan.
 DIREKTUR MEDIK DAN KEPERAWATAN
a) Memimpin, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan yang
berhubungan dengan pelayanan medis, keperawatan, dan penunjang
medis, meliputi rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, ICU, bedah sentral,
radiologi, laboratorium, gizi, rehabilitasi medik, farmasi, rekam medis dan
konseling;
b) Melakukan pengendalian, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi serta
penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan;
c) Membantu Direktur Utama dalam
menetapkan kebijakan bidang medik
dan keperawatan.
14
Laporan Tahunan

DIREKTUR ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN
a) Memimpin, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan yang
berhubungan dengan keuangan dan administrasi umum, meliputi
penyusunan
perencanaan,
pengelolaan
keuangan,
evaluasi
dan
pelaporan,
kesekretariatan,
pemasaran,
kerumahtanggaan
dan
ketatausahaan, pengelolaan barang milik negara, kepegawaian, , urusan
hukum dan hubungan masyarakat, penyelenggaraan sistem informasi,
pemeliharaan sarana rumah sakit, pemulasaran jenazah, laundry/CSSD,
sanitasi dan ambulance.
b) Melakukan pengendalian, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi serta
penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan.
c) Membantu
Direktur
Utama
dalam
menetapkan
kebijakan
bidang
perencanaan, keuangan, umum dan kepegawaian.

DIREKTUR PPI DAN PM
a) Memimpin, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan yang
berhubungan
dengan
pengkajian
klinik,
pengkajian
epidemiologi,
imunologi, dan pengkajian faktor risiko, penyakit infeksi dan penyakit
menular, pendidikan dan pelatihan serta statistic
kesehatan.
b) Melakukan pengendalian, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi serta
penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan.
c) Membantu
Direktur
Utama
dalam
menetapkan
kebijakan
bidang
pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular serta pendidikan dan
pelatihan.
Di dalam pelaksanaan tugas sehari – hari, Direksi dibantu oleh beberapa
orang Pejabat Struktural dan Fungsional.

Komite
Komite adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli
atau profesi dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada
Direktur
Utama
dalam
rangka
peningkatan
dan
pengembangan
pelayanan rumah sakit.
Pembentukan Komite ditetapkan oleh Direktur Utama sesuai
kebutuhan rumah sakit, sekurang-kurangnya terdiri dari Komite Medik
serta Komite Etik dan Hukum.
15
Laporan Tahunan
Komite dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan
diberhentikan oleh Direktur Utama.
.
Di lingkungan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta dibentuk:
 Komite Medik:

Merupakan wadah non struktural kelompok profesional medis yang
keanggotaanya terdiri dari Ketua Kelompok Staf Medis atau yang
mewakili.

Pembentukan Komite Medik ditetapkan oleh Direktur Utama untuk masa
kerja 3 (tiga) tahun.

Komite Medik dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan
diberhentikan oleh Direktur Utama.

Komite Medik mempunyai tugas memberikan pertimbangan kepada
Direktur Utama dalam hal menyusun standar pelayanan medis,
pengawasan dan pengendalian mutu pelayanan medis, hak klinis khusus
kepada Staf Medis Fungsional, program pelayanan, pendidikan dan
pelatihan, serta penelitian dan pengembangan dan etika.
 Satuan Pemeriksaan Intern
Satuan Pemeriksaan Intern adalah Satuan Kerja Fungsional
yang bertugas melaksanakan pemeriksaan intern rumah sakit.
Satuan Pemeriksaan Intern berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Direktur Utama.
 Instalasi
Instalasi
adalah
unit
pelayanan
non
struktural
yang
menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan kegiatan pelayanan,
pendidikan dan penelitian rumah sakit.
Pembentukan instalasi ditetapkan oleh Direktur Utama sesuai
kebutuhan rumah sakit.
Instalasi berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Direktur yang dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat dan
diberhentikan oleh Direktur Utama.
Kepala Instalasi dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh
tenaga-tenaga fungsional dan atau non medis.
16
Laporan Tahunan
Pembentukan dan perubahan jumlah dan jenis instalasi
dilaporkan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Bina Upaya
Kesehatan.
1) Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan
kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah Tenaga
Fungsional yang terbagi atas berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai
dengan bidang keahliannya.
Masing-masing Tenaga Fungsional berada di lingkungan unit kerja
rumah sakit sesuai dengan kompetensinya.
Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan
beban kerja.
Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
2) Staf Medik Fungsional
Staf Medik Fungsional adalah kelompok dokter yang bekerja di
bidang medis dalam jabatan fungsional.
Staf Medik Fungsional mempunyai tugas melaksanakan diagnosa,
pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan
kesehatan,
penyuluhan,
pendidikan,
pelatihan,
penelitian
dan
pengembangan.
Dalam
melaksanakan
tugasnya,
Stas
Medik
Fungsional
menggunakan Pendekatan Tim dengan tenaga profesi terkait.
17
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT PENYAKIT INFEKSI PROF. DR. SULIANTI SAROSO
DEWAN
PENGAWAS
DIREKTUR UTAMA
DR. dr. Hj. Fatmawati,
MPH
KOMITE
MEDIK
KOMITE
ETIK DAN
HUKUM
dr. Sucahyo
Adi Nugroho
dr. Rita Rogayah, Sp.P
Hary Purwanto, SKM. M. Epid
Erwin Susanto, SE
BIDANG
KEPERAWATAN
BIDANG
PENGKAJIAN KLINIK
dr. IB Sila Wiweka, SpP
MP Sri Yunani, S.Kep,
Ners
drg. Yosephine
Lebang, M.Kes
BIDANG
PENGKAJIAN
EPIDEMIOLOGI
DR. Cicilia
Windiyaningsih,
SEKSI PELAYANAN MEDIK
SEKSI KEPERAWATAN
RAWAT JALAN
SEKSI PENGKAJIAN
DIAGNOSTIK
SEKSI PENGKAJIAN
PENGENDALIAN PENYAKIT
MENULAR LANGSUNG
dr. Roza Indriani, MM
Romaida Sinaga,
S.Kep, Ners
SEKSI PENUNJANG MEDIK
SEKSI KEPERAWATAN
RAWAT INAP
SEKSI PENGKAJIAN
PENGOBATAN
SEKSI PENGKAJIAN
PENGENDALIAN PENYAKIT
BERSUMBER BINATANG
SEKSI PENGKAJIAN
FAKTOR RESIKO PERILAKU
B. Arambono, BE
Sri Rahayuni, S.Kep.
dr. Yeni Afrina
dr. Dimar Kencono
Ika Susanti, SKM
SEKSI PENATALAKSANAAN
KASUS DAN IMUNISASI
SEKSI ANALISIS
IMUNOLOGI DAN RESIKO
KESEHATAN
SUB BAGIAN
INFORMASI DAN
PEMASARAN
SUB BAGIAN
MOBILISASI DANA
Kusnadi, SKM
Nani Minarti, SE
BAGIAN
PERENCANAAN DAN
ANGGARAN
BAGIAN KEUANGAN
BAGIAN UMUM
drg. Maya Marinda
M, M.Kes
Wahyuni, SKM,
M.Kes
Suherlistianto, SE,
MM
Suprapto, SH, MM
SEKSI PENGKAJIAN
IMUNOLOGI DAN FAKTOR
RESIKO LINGKUNGAN
SUB BAGIAN
PENYUSUNAN PROGRAM
DAN ANGGARAN
SUB BAGIAN
AKUNTANSI
SUB BAGIAN TATA
USAHA & KEPEGAWAIAN
Syahrial Ahmad,
SKM, MKM
Charles, SE, MM
Wiwik
Agustiningsih, SH
SUB BAGIAN
EVALUASI DAN
PELAPORAN
SUB BAGIAN
VERIFIKASI
SUB BAGIAN RUMAH
TANGGA &
PERLENGKAPAN
Yatinah, SE
Mungalim, S.Sos
Herlina, SKM
SEKSI KEPERAWATAN
RAWAT KHUSUS
Wislaini Hidayati, SKM
Ummu Aeman, S.Kep
DR. Masdalina
Pane, SKM, M.Kes
INSTALASI
Kelompok Jabatan
Fungsional
Kelompok Jabatan
Fungsional
2. Ka Ins ta l a s i Ra wa t Ina p
4. Ka Ins ta l a s i Ra wa t Inte ns i f
: dr. Ri na l di Pra wi ra ne ga ra , Sp.AN
5. Ka Ins ta l a s i Be da h Se ntra l
SEKSI PENGKAJIAN
RESISTENSI
INSTALASI
SATUAN
PEMERIKSAAN
INTERN
dr.A.M. Ilham Patu,
Sp.BS
BIDANG PENGKAJIAN
IMUNOLOGI DAN FAKTOR
RESIKO
SEKSI KETENAGAAN DAN
PENGENDALIAN MUTU
: dr. Ba ha ruddi n Ha fi e d, SpOG 3. Ka Ins ta l a s i Ga wa t Da rura t
4. KSMF Spe s i a l i s Be da h Umum
: dr. Le s nus a Ste fa nus , SpB
5. KSMF Spe s i a l i s Ane s te s i
DIREKTORAT KEUANGAN DAN
ADMINISTRASI UMUM
: dr. R. Onny Qudri ya nto, SpPD 1. Ka Ins ta l a s i Ra wa t Ja l a n
2. KSMF Spe s i a l i s Pe nya ki t Ana
: dr.
k Ri s ma l i Agus , SpA
3. KSMF Spe s i a l i s Obs gyn
DIREKTORAT PENGKAJIAN
PENYAKIT INFEKSI DAN
PENYAKIT MENULAR
BIDANG MEDIK
Staf Medik
Fungsional
1. KSMF Pe nya ki t Da l a m
DIREKTORAT MEDIK DAN
KEPERAWATAN
SUB BAGIAN
HUKUM &
KEMITRAAN
Pargiono, S.IP,
M.Kes
Kelompok Jabatan
Fungsional
INSTALASI
: dr. Wi nda
11. Ka Ins ta l a s i Pe ne l i ti a n da n Pe ngka ji a n
: dr. De wi Murni a ti , S.pA
14. Ka Ins ta l a s i Si s te m Informa s i Ruma h Sa ki t
: Ka rti ka Sa ri , S.Kom
: dr. R. Onny Qudri ya nto, SpPD
12. Ka Ins ta l a s i Pe ndi di ka n da n Pe l a ti ha n
: dr. Fa ri da Ha rri s
15. Ka Ins ta l a s i Admi ni s tra s i Pa s i e n
: Agung Pra yi tno, Amd P.K
: dr. Ri na l di Pra wi ra ne ga ra , Sp.AN
13. Ka Ins ta l a s i Pe nce ga ha n da n Pe nge nda l i a: n
dr. Ima n Fi rma ns ya h, SpPD16. Ka Ins ta l a s i Ve ri fi ka s i Ja mi na n Ke s e ha ta n
: dr. Ruma i s a h S., M.Si , Me d Sp.An
Infe ks i
: dr. Sri Sul a s tri , Sp.A
17. Ka Ins ta l a s i Pe nge l ol a a n Sa mpa h da n Li mba h : Nurl e l a
: dr. Sa nyoto Putro Pi na rdi , SpOT
18. Ka Ins ta l a s i CSSD da n La undry
: Ti e n Erna wa ti , Ske p
6. KSMF Spe s i a l i s Pe nya ki t Pa:ru
dr. Ti ti Sunda ri , Sp.P
6. Ka Ins ta l a s i Ra di ol ogi
: dr. Sus i Ma rha ni ngtya s , SpRa d
19. Ka Ins ta l a s i Pe mul a s a ra a n Je na za h
: Suma rya ti , S.Ke p, Ne rs
7. KSMF Ne urol ogi
: dr. Wa ri ya h, SpS
7. Ka Ins ta l a s i La bora tori um
: dr. Toni Soe ta nto, SpPK
20. Ka Ins ta l a s i Pe me l i ha ra a n Sa ra na Ruma h Sa ki t: De ki Indra wa nto
8. KSMF Be da h Sa ra f
: dr. H. Andi M. Il ha m Pa tu, SpBS
8. Ka Ins ta l a s i Gi zi da n Ta ta Boga
: dr. Joyce Ma gda l e na , SpGK
21. Ka Uni t Pe nga da a n Ba ra ng da n Ja s a RS
: Ni Gus ti Ke tut As ti ti , SKM
9. KSMF Ma ta
: dr. Upi k Ma hna De wi , Sp.M
9. Ka Ins ta l a s i Re ha bi l i ta s i Me di s
: dr. Jua n Sus e no, SpRM
22. Ka Ins ta l a s i Ke s e ha ta n da n Ke s e l a ma ta n
: dr. Nunung He ndra wa ti
10. KSMF THT
: dr. Muti a Budi a ti , Sp THT
10. Ka Ins ta l a s i Fa rma s i
: Cha ndra Wi ja ya , FS.Fa rm, Apt
11. KSMF Kul i t da n Ke l a mi n
: dr. Inda h Ha nda ya ni , SpKK
12. KSMF Be da h Ortope di
: dr. Sa nyoto Putro Pi na rdi , SpOT
Ka rja
13. KSMF Spe s i a l i s Ra di ol ogi : dr. Dwi Sumi a dji Putra ntoro, SpRa d
14. KSMF Pa tol ogi Kl i ni k (PK) : dr. Toni Soe ta nt, SpPK
15. KSMF Re ha bi l i ta s i Me di k : dr. Jua n Sus e no, SpRM
16. KSMF Gi zi Kl i ni k
: dr. Joyce Ma gda l e na , SpGK
17. KSMF Umum
: dr. Suca hyo Adi Nugroho
18. KSMF Gi gi da n Mul ut
: drg. Ti ti n Suma rni
18
Laporan Tahunan
2.3 Sumber Daya
a). Sumber Daya Manusia.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Jenis Kelamin, dapat
dilihat pada grafik di bawah ini:
Grafik 2.1
Jumlah PNS berdasarkan jenis kelamin
Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa di RSPI Prof. Dr.
Sulianti Saroso lebih banyak PNS perempuannya dibandingkan PNS
laki-laki.
 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Pendidikan, dapat dilihat pada
grafik di bawah ini:
Grafik 2.2
Jumlah PNS berdasarkan pendidikan
Jumlah PNS berdasarkan pendidikan
208
128
84
5
16
37
5
16
5
2
3
PNS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso sebagian besar adalah lulusan
diploma 3, kemudian diikuti oleh lulusan strata 1 dan SLTA. Sementara
19
Laporan Tahunan
ini sudah ada 5 pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan strata
3. Namun masih ada pegawai yang hanya memiliki latar belakang
pendidikan SD dan SLTP.
 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Golongan, dapat dilihat pada
grafik di bawah ini:
Grafik 2.3
Jumlah PNS berdasarkan golongan
Presentase PNS Berdasarkan Golongan
Golongan IV Golongan I
49(9,65%) 3 (0,59%)
Golongan II
175 (34,45%)
Golongan III
281 (55,31%)
Berdasarkan golongannya PNS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
sebagian besar adalah golongan III (yaitu sebesar 55,31%), namun
masih ada yang golongan I, meskipun hanya sebesar 0,59%.
 Jumlah Pegawai berdasarkan status kepegawaian, dapat dilihat pada
grafik di bawah ini:
Grafik 2.4
Jumlah PNS berdasarkan status kepegawaian
Presentase Pegawai berdasarkan Status Kepegawaian
Non PNS
110(18%)
PNS
508 (82%)
20
Laporan Tahunan
Berdasarkan status kepegawaiannya, di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
masih ada pegawai Non PNS (honorer), sebesar 18 %.
 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Jabatan, dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
Tabel 2.1
Jumlah PNS Menurut Jabatan
JABATAN
JUMLAH PNS
a. Struktural
1. Eselon II a
1 orang
2. Eselon II b
3 orang
3. Eselon III
7 orang
4. Eselon IV
19 orang
b. Fungsional
c.
1. Fungsional Dokter
54 orang
2. Fungsional Perawat
194 orang
3. Fungsional Bidan
14 orang
4. Fungsional Perekam Medis
16 orang
5. Fungsional Pranata Lab
15 orang
6. Fungsional Nutrisionis
2 orang
7. Fungsional Radiologi
9 orang
8. Fungsional Elektromedis
7 orang
9. Fungsional Apoteker
5 orang
10. Fungsional Asisten Apoteker
10 orang
11. Fungsional Sanitarian
7 orang
12. Fungsional Fisioterapis
3 orang
13. Fungsional Okupasi Terapis
0 orang
14. Fungsional Psikologi Klinis
0 orang
Staff
142 orang
JUMLAH
508
21
Laporan Tahunan
b).
Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
 Gedung, Halaman dan Jalan
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr.Sulianti Saroso
Jakarta, saat ini memiliki luas tanah sebesar 3,5 Ha dan bangunan
yang terdiri dari beberapa gedung dengan total luas mencapai 16.116
m2, dengan uraian sebagai berikut:
Tabel 2.2
Daftar Gedung, Halaman, dan Jalan
No
1
2
3
4
5
6
Nama Gedung
Luas (m²)
Keterangan
720,00
29,25
1.630,20
48.75
4.527,00
732,00
2 Lantai
1 Lantai
3 Lantai
1 Lantai
2 Lantai
3 lantai
3.672,00
1.596,00
5 Lantai
3 Lantai
224,00
1 Lantai
216,00
2 Lantai
11
Laboratorium
Pos Satpam
Ruang Isolasi
Garasi Ambulance
Bangunan Induk Bagian A Depan
Bangunan Induk Bagian B
Jalan Selasar
Bangunan Induk Bagian C Belakang
Bangunan Induk Bagian D
Ruang Rawat Inap Kamar
Bangunan Induk Bagian E
Bangunan Penunjang 1
Bangunan Induk Bagian F
Bangunan Penunjang 2
Bangunan Induk Bagian G Selasar Depan
237,00
1 Lantai
12
13
Bangunan Induk Bagian H Selasar Dalam
Bangunan Induk Bagian I Musholah
189,00
144,00
1 Lantai
1 Lantai
14
Bangunan Induk Bagian J Rumah Gardu
78,75
1 Lantai
15
16
Bangunan Induk Bagian K Rumah Trafo
Bangunan Induk Bagian L Laboratorium
Existing
Bangunan Induk Bagian M Saluran Air Kotor
Bangunan Induk Bagian N Koperasi
Bangunan Induk Bagian O Pagar dan
Perkerasan
Bangunan Induk Bagian I Gedung Asrama
25,00
1526,00
1 Lantai
3 Lantai
55,00
12,00
1 Lantai
1 Lantai
267.00
2 Lantai
Bangunan gedung Admi nistrasi perkantoran
Askes Center
79,00
1 Lantai
7
8
9
10
17
18
19
20
21
Jumlah
16.116m2
22
Laporan Tahunan
Transportasi dan Alat Komunikasi
Tabel 2.3
Transportasi dan Alat Komunikasi
NO
Nama alat 2012
Jumlah
2012
Keterangan
2012
Nama alat
2013
Jumlah
2013
Keterangan
2013
Hibah 1
ambulance
dari ASKES
1
Ambulance
7 unit
Ambulance
8 unit
2
Bus
1 unit
Bus
1 unit
3
Mobil dinas
7 unit
Mobil dinas
10 unit
4
Motor
13 unit
Motor
13 unit
5
Telepon
(sambungan)
17 unit
Telepon
(sambungan)
17 unit
6
Faximil
1 unit
Faximil
1 unit
7
PABX
1 unit
PABX
1 unit
1 unit rusak
1 unit rusak
Pengelolaan Barang Milik Negara Setditjen Bina Upaya Kesehatan
selama periode 1 Januari s/d 31 Desember 2013, dapat dilaporkan dalam bentuk
Intrakomtable, Ekstrakomtable, Gabungan Intrakomtable dan Ekstrakomtable,
Aset Tak Berwujud dan Konstruksi dalam pengerjaaan.
Adapun laporan perkembangan masing-masing Barang Milik Negara
adalah sebagai berikut :
a. BMN INTRAKOMTABEL
Posisi Awal (1 Januari 2013) : Rp. 163.385.738.657
Penambahan
: Rp.
65.550.241.914
Pengurangan
:Rp.
Posisi Akhir (31 Desember 2013)
:Rp. 228.306.048.091,-
629.932.480,-
23
Laporan Tahunan
b. BMN EKTRAKOMTABEL
Posisi Awal (1 Januari 2013)
: Rp
225.697.965,-
Penambahan
: Rp.
23.364.510,-
Pengurangan
: Rp.
18.000,-
Posisi Akhir (31 Desember 2013)
: Rp.
249.044.475,-
c. BMN & GABUNGAN INTRA EKSTRA
Posisi Awal (1 Januari 2013)
:Rp 163.611.436.622,-
Penambahan
:Rp
Pengurangan
: Rp.
Posisi Akhir (31 Desember 2013)
:Rp. 228.555.092.566,-
65.573.606.424,609.950.480,-
d. BMN ASET TAK BERWUJUD
Posisi Awal (1 Januari 2012)
: Rp
390.862.944,-
Penambahan
: Rp.
378.603.500;
Pengurangan
: Rp.
0;
Posisi Akhir (31 Desember 2012)
:Rp
428.723.294,-
Berdasarkan hasil laporan posisi Barang Milik Negara Direktorat
Jenderal Bina Upaya kesehatan berdasarkan Neraca Keseluruhan baik
dalam bentuk Intrakomtable, Ekstrakomtable dan Kontruksi Dalam
Pengerjaan serta Barang persediaan dan aset dalam bentuk lainnya
sampai dengan 31 Desember 2013 tercatat sebanyak
Rp. 228.555.092.566,-
24
Laporan Tahunan
c).
Dana
 Anggaran Tahun 2013 Berdasarkan Sumber Dana
Anggaran RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk Tahun 2013,
dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 2.4
Anggaran Tahun 2013 Berdasarkan Sumber Dana
JENIS
BELANJA
B. PEGAWAI
B. BARANG
B. MODAL
JUMLAH
DIPA
BLU
APBN
JUMLAH
25.195.471.000
-
26.165.741.000
34.329.946.000
25.600.000.000
59.929.946.000
10.000.000.000
400.000.000
10.400.000.000
26.000.000.000
96.525.687.000
70.525.687.000
Detail anggaran setelah penambahan saldo awal kas, seebagai berikut :
Kegiatan
2013
Pembinaan Upaya Kesehatan Rujukan
9,970,000,000
A. Peralatan Fasilitas Perkantoran
2,590,000,000
B. Alat Kesehatan, Kedokteran dan KB dalam rangka menuju pelayanan kelas Dunia
4,970,744,000
C. Peralatan Peralatan Kantor
1,128,000,000
D. Gedung/Bangunan
1,281,256,000
Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat BUK
91,759,231,000
A. Dokumen Perencanaan dan Anggaran
92,400,000
B. Dokumen Data dan Informasi
60,060,000
D. Dokumen Evaluasi dan Pelaporan
103,046,000
E. N/S/P/K dalam Bidang Kesehatan
605,958,000
F. Pengembangan Mutu dan Kelembagaan
2,594,126,000
F. Laporan Layanan Operasional Rumah Sakit (PNBP/BLU)
30,000,000,000
G. Laporan Akuntansi Keuangan Negara dan Inventaris BMN
90,000,000
H. Obat-obatan
7,327,700,000
I. Dukungan Sarana dan Prasarana kantor
4,123,039,000
J. SDM yang terlatih
1,817,800,000
K. Barang Medik Habis Pakai
2,712,542,000
L. Layanan Perkantoran
42,232,560,000
101,729,231,000
25
Laporan Tahunan
BAB III
TUJUAN DAN SASARAN KERJA
1. Dasar Hukum
Dasar Hukum yang dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan dan
rencana kerja RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, yaitu:

Peraturan Presiden No. 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional tahun 2010-2014;

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/IV/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja kementerian Kesehatan;

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 021/Menkes/SK/I/2011/ tentang
Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014;

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1099/Menkes/SK/VI/2011/ tentang
Indikator Kinerja Utama Tingkat Kementerian Kesehatan Tahun 20102014;

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1981/MENKES/SK/XII/2010 tentang
Pedoman Akutansi Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.05/2008 Tentang Pedoman
Akutansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum

Pakta Integritas Menteri Kesehatan;

Rencana Strategis (Renstra) UPT Vertikal

Rencana Bisnis Anggaran (RBA)
2. Tujuan, Sasaran, dan Indikator
a). Tujuan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso
Tujuan dari rumah sakit menjadi rujukan nasional dari segi pelayanan
dan kajian penyakit infeksi menunjukkan arah menyeluruh yang akan
ditujuoleh organisasi, maka tujuan Rumah Sakit Penyakit Infeksi
Prof. Dr. Sulianti Saroso, sebagai berikut :
1) Terwujudnya profesionalisme dan komitmen SDM.
2) Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan.
3) Terwujudnya kepuasan customer.
4) Terwujudnya manajemen keuangan yang akuntabel
5) Terwujudnya pelaksanaan kajian penyakit infeksi
26
Laporan Tahunan
b). Indikator Kinerja BLU (RBA)
1. Indikator dan Bobot Aspek Keuangan
Tabel 3.1
Aspek Keuangan
No.
1.
Sub Aspek / Indikator
Bobot
Rasio Keuangan
19
a. Rasio Kas (Cash Ratio)
2
b. Rasio Lancar (Current Ratio)
c.
2,5
Periode Panagihan Piutang (Collection Period)
2
d. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover)
2
e. Imbalan atas Aktiva Tetap (Return on Asset)
2
f.
2
Imbalan Ekuitas (Return on Equity)
g. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
2
h. Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional
i.
2.
2,5
Rasio Subsidi Biaya Pasien
2
Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU
11
a. Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif
2
b. Laporan Keuangan Berdasarkan SAK
2
c.
Surat Perintah Pengesahan Pendapatan dan Belanja BLU (SP3B
BLU)
2
d. Tarif Layanan
1
e. Sistem Akuntansi
1
f.
Persetujuan Rekening
0,5
g. Standard Operating Procedure (SOP) Pengelolaan Kas
0,5
h. SOP Pengelolaan Piutang
0,5
i.
SOP Pengelolaan Utang
0,5
j.
SOP Pengadaan Barang dan Jasa
0,5
k.
SOP Pengelolaan Barang Inventaris
0,5
TOTAL
30
27
Laporan Tahunan
2.
Indikator dan Bobot Aspek Pelayanan
Tabel 3.2
Aspek Pelayanan
Bobot
No.
Sub Aspek / Kelompok Indikator / Indikator / Sub Indikator
RS Umum
Pendidikan
1
Non
Pendidikan
Layanan
35
35
a.
18
18
Pertumbuhan Produktivitas
1)
Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan / Hari
2
2
2)
Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat / Hari
2
2
3)
Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap (HP)
2
2
4)
Pemeriksaan Radiologi / Hari
2
2,5
5)
Pemeriksaan Laboratorium / Hari
2
2,5
6)
Rata-rata Operasi / Hari
2
2
7)
Rata-rata Rehab Medik / Hari
2
2
8)
Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran
2
0
9)
Jumlah Penelitian yang Dipublikasikan
2
0
14
14
b.
Efektivitas Pelayanan
1)
Kelengkapan Rekam Medik 24 jam selesai pelayanan
2
2
2)
Pengembalian Rekam Medik
2
2
3)
Angka Pembatalan Operasi
2
2
4)
Angka Kegagalan Hasil Radiologi
2
2
5)
Persentase Penulisan Resep sesuai Formularium
2
2
6)
Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium
2
2
7)
BOR
2
2
3
3
c.
2
RS Umum
Pertumbuhan Pembelajaran
1)
Rata-rata Jam Pelatihan/Karyawan
1
1,5
2)
Persentase Dokdiknis yang Mendapat TOT
1
0
3)
Program Reward dan Punishment
1
1,5
Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat
35
35
a.
14
14
Mutu Pelayanan
1)
Emergency Response Time
2
2
2)
Waktu Tunggu Rawat Jalan
2
2
3)
LOS (Length of Stay)
2
2
28
Laporan Tahunan
4)
Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi
2
2
5)
Waktu Tunggu Sebelum Operasi
2
2
6)
Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
2
2
7)
Waktu Tunggu Hasil Radiologi
2
2
12
12
b.
Mutu Klinik
1)
Angka Kematian di Gawat Darurat
2
2
2)
Angka Kematian/Kebutaan ≥ 48 jam
2
2
3)
Post Operative Death Rate
2
2
4)
Angka Infeksi Nosokomial
4
4
5)
Jumlah Kematian Ibu di Rumah Sakit
2
2
4
4
1
1
c.
1)
Kepedulian Kepada Masyarakat
Pembinaan kepada Puskesmas dan Sarana Kesehatan
Lain
2)
Penyuluhan Kesehatan
1
1
3)
Rasio Tempat Tidur Kelas III
2
2
2
2
d.
Kepuasan Pelanggan
1)
Penanganan Pengaduan/Persentase Pengaduan
1
1
2)
Kepuasan Pelanggan
1
1
3
3
2
2
1
1
70
70
e.
1)
Kepedulian Terhadap Lingkungan
Kebersihan Lingkungan (Hasil Penilaian Rumah Sakit
Berseri)
2)
Proper Lingkungan (KLH)
TOTAL (1+2)
29
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun
C). Key Performance Indicators
Tabel 3.3
Key Performance Indicators (KPI)
TARGET KPI
NO
SASARAN
KPI
pertumbuhan
2011
2012
2013
2014
2015
10%
10%
10%
10%
10%
1
Terwujudnya peningkatan pendapatan
Tingkat
pendapatan
2
Terwujudnya effisiensi anggaran
% cost reduction
2%
3%
5%
5%
5%
3
Terwujudnya peningkatan kompetensi
staf
% staf dengan kompetensi
sesuai
50%
55%
60%
65%
70%
4
Terwujudnya kepuasan staf
Pertumbuhan % staf dengan nilai
5%
8%
10%
10%
10%
kepuasan > 4
5
Terwujudnya
SarPar
peningkatan
keandalan
6
Terwujudnya produktivitas pelayanan
Tingkat
pertumbuhan
produktivitas pelayanan
Pemanfaatan
RI lt 3 & 4
MCU
Diklat
Lab
Penelitian
7
Terwujudnya
managemen
% penyempurnaan prosedur pd
level
coorporat
yg
20%
40%
60%
penyempurnaan
sistem
Rata-rata OEE prasarana
>85%
80%
100%
30
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun
terimplementasi
8
Terwujudnya
peningkatan
layanan non medik
kualitas
% peningkatan kualitas layanan
non medik
10%
10%
10%
10%
10%
9
Terwujudnya
customer
kepuasan
external
% peningkatan kepuasan pasien
5%
5%
5%
5%
5%
10
Terwujudnya
pelayanan
peningkatan
kualitas
% unit layanan yg memenuhi
standar waktu tunggu
40%
50%
60%
70%
80%
11
Terwujudnya
medik
peningkatan
kualitas
Penurunan angka NDR (permil)
45‰
43‰
40‰
38‰
35‰
Penurunan KTD & KNC (persen)
5%
5%
5%
5%
5%
Penurunan LOS
5%
5%
5%
5%
5%
5%
5%
5%
5%
5%
12
Terwujudnya kualitas kajian penyakit
infeksi
Penurunan angka INOS
Pertumbuhan
infeksi
kajian
penyakit
31
Laporan Tahunan
d).
Standar Pelayanan Minimal
Tabel 3.4
Standar pelayanan Minimal
NO
Jenis
Indikator
Standar
Instalasi
1.Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa
100 %
Gawat Darurat
2.Kemampuan menangani sight saving anak dan dewasa
100 %
3.Jam buka Pelayanan Gawat Darurat
24 Jam
4.Pemberian pelayanan kegawatdaruratan yang tersertifikasi dan
100 %
Pelayanan
1
masih berlaku BLS/PPGD dan kegawatdaruratan mata
5.Ketersediaan Tim Penanggulangan Bencana
Tim
6.Waktu tanggap pelayanan Dokter di Gawat Darurat
≤ 8 menit
terlayani,
setelah
pasien datang
2
Instalasi Rawat
7.Kepuasan pelanggan
≥ 70 %
8.Kematian pasien ≤ 24 Jam
≤ 2/1000
9.Tidak adanya pasien yang harus membayar uang muka
100 %
1. Doter pemberi pelayanan di poliklinik spesialistik
100 % dokter
spesialis
Jalan
2.Ketersediaan Pelayanan
1.Klinik Anak
2.Klinik
Penyakit
Dalam
3.Klinik
Kebidanan
4.Klinik
Bedah
3.Penegakkan Diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB
≥ 60 %
4.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS
≥ 60 %
5.Jam buka pelayanan
a.Pagi :jam
08.00-13.00
sedangkan
hari jumat
:jam 08.0011.00
b.Sore : jam
14.00-16.00
3
Rawat Inap
6.Waktu Tunggu Rawat Jalan
≤ 60 menit
7.Kepuasan Pelanggan
≥ 90 %
1.Pemberi Pelayanan di Rawat Inap
a.Dokter
32
Laporan Tahunan
Spesialis
b.Perawat
minimal
pendidikan
D3
2.Dokter penanggung jawab di Rawat Inap
100 %
3.Ketersediaan pelayanan rawat inap
a.Utama A
b.VIP
c.Kelas I
d.Kelas II
e.Kelas III
f.Ruang
Isolasi
4.Jam visite dokter spesialis
Jam 08.0014.00 setiap
hari kerja
5.Kejadian Infeksi Pasca Operasi
≤2%
6.Kejadian infeksi nosokomial
≤ 1,5 %
7.Tidak ada pasien jatuh yang berakibat kecacatan dan kematian
0%
8.Kematian pasien ≥ 48 jam
< 25/1000
9.Kejadian pulang paksa
≤5%
10.Kejadian pasien lari/kabur
≤5%
11.Jumlah pasien rawat inap yang dirujuk
≤5%
12.Kejadian pasien bunuh diri
< 25 ‰
13.Penegakkan Diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB
≥ 60 %
14.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS
≥ 60 %
15.Kejadian infeksi nosokomial
4
Instalasi
Bedah Sentral
a.Kejadian Decubitus
0,2 %
b.Kejadian Plebitis
O,2 %
c.Kejadian kesalahan pemberian obat oleh perawat (KNC&KTD)
0%
d.Kejadian infeksi luka operasi
0%
e. Kejadian cidera akibat restrain
0%
16.Kepuasan pelanggan
≥ 90 %
1.Waktu tunggu operasi elektif
≤ 2 hari
2.Kejadian kematian di meja operasi
≤1%
3.Tidak adanya kejadian operasi salah sisi
0%
4.Tidak adanya kejadian op[erasi salah orang
0%
5.Tidak adanya kejadian salah tindakan pada operasi
0%
6.Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda asing/lain pada tubuh
0%
pasien setelah operasi
7.Komplikasi anestesi karena overdosis, reaksi anestesi dan salah
≤6%
33
Laporan Tahunan
penempatan anestesi endotracheal tube
5
ICU
1.Rata-rata pasien yang kembali ke ICU dengan penyakit yang sama
≤72 Jam
6
Laboratorium
1.Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium
≤ 140 menit
Patologi Klinik
2.Pelaksana Ekspertesi
Dokter Sp.PK
3.Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan laboratorium
7
Radiologi
0%
4.Kepuasan Pelanggan
≥ 80 %
1.Waktu tunggu hasil pelayanan radiologi
≤ 3 jam
2.Pelaksana ekspertisi
Dokter
Sp.Rad
3.Kejadian kegagalan pelayanan rontgen
a.kerusakan
foto ≤2 %
8
4.Kepuasan pelanggan
≥ 80 %
Rehabilitasi
1.Kejadian drop out pasien terhadap pelayanan Rehabilitasi Medik
≤ 50 %
Medik
yabg direncanakan
2.Tidak adanya kejadian kesalahan tindakan rehabilitasi medik
3.Kepuasan pelanggan
9
Farmasi
Gizi
≥80 %
1.Waktu tunggu pelayanan
a.Obat Jadi
≤ 45 menit
b.Racikan
≤ 60 menit
2.Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat
10
0%
0%
3.Kepuasan pelanggan
≥ 80 %
4.Penulisan resep sesuai formularium
100 %
1.Ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien
≥ 90 %
2.Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien
≤ 20 %
0%
34
Laporan Tahunan
3.Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet
11
100 %
Pelayanan
Gakin
Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang datang ke RS pada setiap
terlayani
unit pelayanan
1.Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah selesai
12
Rekam Medik
pelayanan
100 %
2.Kelengkapan Informed Concent setelah mendapatkan informasi
100 %
yang jelas
3.Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan
≤ 10 menit
4.Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat inap
≤ 15 menit
a.BOD < 30
mg/l
b.COD <80
mg/l
13
Sanitasi
c.TSS < 30
1.Baku mutu limbah cair
mg/l
d.PH 6-9
14
15
Kepegawaian
Keuangan
2.Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai dengan aturan
100 %
1.Tindak lanjut hasil pertemuan direksi
100 %
2.Ketepatan waktu pengusulan kenaikan pangkat
100 %
3.Ketepatan waktu pengurusan gaji berkala
100 %
1. Cost recovery
≥ 40 %
2.Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan
100 %
3.Kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat
≤ 2 jam
inap
4. Kecepatan waktu pemberian imbalan (insentif) sesuai kesepakatan
100 %
waktu
16
17
18
Instalasi
1.Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat
≤ 80 %
Pemeliharaan
2.Ketepatan waktu pemeliharaan alat
100 %
Sarana Rumah
3.Peralatan laboratorium dan alat ukur yang digunakan dalam
100 %
Sakit
pelayanan terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan ketentuan kalibrasi
Laundry
1.Tidak adanya kejadian linen yang hilang
Pencegahan
0%
2.Ketepatan waktu penyediaan linen umtuk ruang rawat inap
100 %
1.Ada anggota Tim PPI yang terlatih
Anggota Tim
dan
PPI yang
Pengendalian
terlatih 75 %
Infeksi (PPI)
2.Tersedia APD di setiap instalasi
60 %
3.Kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi nosokomial/HAI (Health
75 %
Care Associated Infection) di RS
35
Laporan Tahunan
e).Penetapan Kinerja
Tabel 3.5
Penetapan kinerja
36
Laporan Tahunan
37
Laporan Tahunan
BAB IV
STRATEGI PELAKSANAAN
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, dalam
menghadapi
kendala/hambatan
dan
kesulitan
dalam
pelayanan
secara
keseluruhan senatiasa selalu bekerjasam dan berkoordinasi dengan segala
unit/bagian struktural dan fungsional untuk membuat/memutuskan strategi
pencapaian tujuan dan sasaran, hambatan dalam pelaksanaan, serta terobosan
yang telah dilakukan oleh RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso pada periode Tahun
2013, adalah sebagai berikut:
1. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran
Untuk mencapai tujuan dan sasarannya, pada kurun waktu Tahun 2013,
disusunlah strategi-strategi/kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

Melakukan review tarif: seiring dengan naiknya nilai dollar.

Menyusun tarif baru: penyusunan tarif baru RSPI Prof. Dr. Sulianti
Saroso, tidak hanya mengacu pada pencarian profit semata-mata.

Pengesahan tarif: setelah selesai disusun Pola Tarif Baru Tahun 2011,
agar mempunyai kekuatan hukum, maka sebelum diberlakukan, harus
mendapatkan pengesahan dari Direktur Utama RSPI Prof. Dr. Sulianti
Saroso untuk tarif kelas II ke atas, dan pengesahan dari Menteri
Kesehatan untuk tarif kelas III.

Penyusunan PROTAP Pencatatan Piutang.

Pelaporan piutang.

Melakukan penyempurnaan modul front office, modul akuntansi, serta
modul hutang dan piutang.

Penyempurnaan SOP Pengadaan Barang dan Jasa

Pembuatan standar harga.

Menyusun laporan keuangan

Melakukan audit laporan keuangan

Menyusun SOP Inventory.

Melakukan peng-input-an data inventaris dan data stock.

Melakukan pemetaan kompetensi staf.

Mengikutsertakan staf pada pelatihan-pelatihan dan pendidikan.
38
Laporan Tahunan

Melaksanakan sosialisasi aturan kepegawaian.

Melaksanakan pemutakhiran data kepegawaian.

Melaksanakan pembuatan DP3, kenaikan pangkat pegawai, gaji berkala,
dan melaksanakan tugas lainnya yang menyangkut kepentingan dan
kebutuhan pegawai.

Pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit

Mengadakan kalibrasi peralatan medik.

Melakukan dan memperpanjang kontrak service. baik peralatan medik
maupun peralatan non medik.

Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan gedung.

Menyusun RENSTRA (RENCANA AKSI), Rencana Bisnis & Anggaran
(RBA), dan RKA-KL RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso.

Menyusun laporan bulanan, triwulan, semester, dan tahunan, serta
menyusun LAKIP.

Melakukan review dan pembuatan kontrak kerja sama.

Melakukan pengukuran emisi gas buangan, limbah cair, air bersih, tingkat
sterilitas
ruangan,
tingkat
kebisingan,
dan
kebersihan
penjamah
makanan.

Melakukan
pembakaran
limbah
padat,
pengolahan
limbah
cair,
pengomposan limbah padat non infectious, pengolahan air bersih,
sterilisasi ruangan, serta penyediaan APD bagi pengolah limbah dan
makanan.

Membuat dan memasang petunjuk arah layanan.

Membuat dan melaksanakan survey kepuasan customer.

Memasang kotak saran dan melakukan penanganan komplain.

Ketersediaan cleaning service dan pertamanan.

Pelaksanaan keamanan dan sistem keamanan.

Menyusun SOP informasi pelayanan dan melaksanakan layanan
informasi pelayanan.

Melakukan survey waktu tunggu di unit pelayana Rawat Jalan, Gawat
Darurat, Farmasi, Radiologi, dan Laboratorium, serta waktu tunggu
operasi elektif.

Menyempurnakan SOP Instalasi-instalasi, Clinical Pathway, dan alur
pelayanan.
39
Laporan Tahunan

Melakukan identifikasi penyebab kematian serta memberikan feedback
terhadap staf medik fungsional.

Melaksanakan
pengukuran
Indikator
Infeksi
Nosokomial
dan
melaksanakan kewaspadaan dini.

Membentuk tim patient safety, membuat laporan kejadian, menyusun
pembuatan Alert, dan melaksanakan goals dari patient safety.

Menyusun kebijakan, SOP, dan melaksanakan Dokter Penanggung
Jawab Poliklinik (DPJP).

Menyusun dan melaksanakan clinical pathway.

Menyusun SOP dan melaksanakan tata hubungan kerja.

Menyusun kebutuhan laboratorium penelitian, menyusun SOP nya, dan
melaksanakan pengendalian mutu laboratorium penelitian tersebut.

Membuat MOU dan melaksanakan penelitian bersama.

Menyusun SOP surveilance dan mengembangkan jaringan surveilance
terpadu.
2. Hambatan dalam Pelaksanaan Strategi
Cukup banyak hambatan yang ditemui dan dihadapi dalam pelaksanaan
strategi-strategi yang telah di tentukan/rencanakan, baik yang disebabkan
oleh faktor external maupun faktor intenal.
Adapun hambatan-hambatan yang ditemui antara lain yaitu:
a).
Faktor internal

Belum ada tim unit cost RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso yang
kompeten dalam menyusun pola tarif baru.

RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tidak memiliki referensi dalam
menyusun unit cost.

Lamanya proses pengesahan pola tarif baru, memperlambat
implementasi pola tarif yang baru.

Belum ada sistem yang dibangun dalam mekanisme pencatatan dan
dokumentasi berbagai data.

Lemahnya kompetensi dan komitmen SDM dalam melaksanakan
pencatatan dan dokumentasi berbagai data.

Layanan SIM-RS (baik billing system maupun modul akuntansi)
belum terimplementasi dengan baik.
40
Laporan Tahunan

Kompetensi, disiplin, dan komitmen SDM, yang rendah.

Kurangnya pengetahuan dan referensi SDM dalam melaksanakan
TUPOKSI dan tugas-tugas lainnya.

Banyaknya program kerja yang tertunda pada Tahun sebelumnya
(Tahun 2012) dan harus segera dilaksanakan, namun karena
keterbatasan waktu, masih banyak program kerja yang seharusnya
sudah mulai dilaksanakan pada Tahun 2013, tidak dapat terlaksana.

RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso belum memiliki tim remunerasi yang
kompeten dan belum memiliki referensi yang dapat digunakan untuk
menyusun sistem remunerasinya.

Karena keterbatasan anggaran, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tidak
mampu menyewa tim konsultan yang dapat membantu menyusun
sistem remunerasinya.

Lemahnya
koordinasi
lintas
direktorat,
pemberian
kecepatan
pelayanan
dan
dapat
mempengaruhi
penyelesaian
berbagai
masalah.

Sistem pengelolaan dan managemen RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
belum terbangun dan terimplementasi dengan baik, termasuk belum
adanya sistem dan implementasi reward and punishment bagi
pegawainya.

Pendapatan BLU yang minim, membuat RSPI Prof. Dr. Sulianti
Saroso kesulitan dalam melaksanakan beberapa program kerjanya.
b).
Faktor eksternal

Rendahnya APBN yang dialokasikan ke RSPI Prof. Dr. Sulianti
Saroso.

Cukup banyak berdiri rumah sakit lain di sekitar RSPI Prof. Dr.
Sulianti Saroso, terutama rumah sakit swasta yang memberikan
pelayanan sejenis, bahkan lebih baik kualitas pelayanannya dan lebih
canggih peralatan medisnya, mempengaruhi daya jual RSPI Prof. Dr.
Sulianti Saroso.

Lokasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso yang kurang strategis dan
sarana trasportasi yang terbatas, menyulitkan masyarakat yang ingin
berkunjung.
3. Upaya Tindak Lanjut
41
Laporan Tahunan
Untuk
mengatasi
hambatan-hambatan
yang
ditemui
dalam
usaha
melaksanakan strategi/kegiatan pencapaian tujuan dan sasarannya, maka
dilakukan terobosan-terobosan sebagai berikut:

Membentuk tim unit cost dan mengirim tim tersebut untuk mengikuti
pelatihan atau workshop penyusunan unit cost rumah sakit.

Mencari referensi dan melaksanakan studi banding mengenai unit cost
dan pola tarif ke rumah sakit-rumah sakit lain di Jakarta.

Pimpinan segera mengesahkan pola tarif baru untuk tarif kelas I dan II,
serta menindaklanjuti proses pengesahan pola tarif kelas III.

Mencari referensi dan benchmark dari rumah sakit lainnya, mengenai
mekanisme dan format pencatatan dan pendokumentasian berbagai data.
Mulai menyusun dan mekanisme dan format pencatatan berbagai data,
yang disesuaikan dengan kondisi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso,
melakukan sosialisasi, serta memberikan bimbingan teknis mengenai
tatacara pencatatan dan pendokumentasian berbagai data.

Meningkatkan kompetensi dan komitmen SDM dengan cara:
-
Para pimpinan rumah sakit memberikan contoh/tauladan yang baik
dalam bekerja;
-
Memberikan reward, yaitu antara lain dengan meningkatkan jumlah
jasa pelayanan yang diberikan, mengirim SDM untuk memngikuti
berbagai pelatihan maupun pendidikan.

Keterbatasan waktu dan banyaknya program kerja yang harus segera
diselesaikan, disiasati dengan membagi-bagi pekerjaan dan membentuk
tim-tim kerja, kemudian segera melaksanakan dan menyelesaikan
program kerja tersebut seoptimal mungkin.

Untuk mengatasi hambatan dalam menyusun remunerasi, pimpinan
segera menyusun tim remunerasi dan membantu mencarikan referensi
dari rumah sakit-rumah sakit lainnya yang sudah terlebih dahulu
menyusun
dan
menerapkan
sistem
remunerasi
di
institusinya.
Keterbatasan anggaran, sehingga tidak mampu menyewa tim konsultan
remunerasi, disiasati dengan mengirim tim remunerasi untuk studi
banding dan mendapatan benchmark sistem remunerasi dari rumah sakit
lain yang sudah menyusun remunerasi. Di samping itu pimpinan RSPI
Prof. Dr. Sulianti Saroso juga mengirim tim remunerasi untuk menghadiri
peresentasi-presentasi sistem remunerasi yang dilaksanakan oleh panitia
42
Laporan Tahunan
remunerasi pusat. Sehingga tim remunerasi mendapatkan input dan
pembelajaran yang lebih aplikatif dalam menyusun sistem remunerasi
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso.

Untuk mengatasi lemahnya koordinasi lintas direktorat, pimpinan
mengambil kebijakan untuk melaksanakan rapat direktorat secara rutin
setiap 1 kali seminggu, yaitu setiap hari Senin. Di samping itu juga
dilakukan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh pejabat, baik
struktural maupun fungsional, setiap 1 bulan sekali.

Untuk menambah pendapatan BLU, pimpinan mengambil kebijakan untuk
mengoptimalkan layanan profit center, yaitudengan menaikkan tarif dan
mengembangkan layanan Medical Chek Up menjadi layanan MCU
terpadu serta mempromosikannya.
43
Laporan Tahunan
BAB V
HASIL KERJA
I.
PENCAPAIAN TARGET KINERJA
A.Pencapaian Target Kegiatan dan Pendapatan.
1). Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum
Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum memimpin tiga (3)
bagian dan delapan (8) Instalasi, yaitu:
a) Bagian Umum
b) Bagian Keuangan
c) Bagian Perencanaan dan Anggaran
d) Instalasi Sanitasi dan Kebersihan
e) Instalasi CSSD dan Laundry
f) Instalasi Pemulasaraan Jenazah
g) Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Pengolahan
Data Elektronik)
h) Instalasi Verifikasi Jaminan Kesehatan
i) Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit
j) Instalasi Pengadaan Barang dan Jasa
k) Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit
a) Bagian Umum
Bagian Umum membawahi tiga (3) sub bagian, yaitu:
a.
Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian.
b.
Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan.
c.
Sub Bagian Hukum dan Kemitraan.
Realisasi program kerja Bagian Umum Tahun 2013 adalah sebagai
berikut:
Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian

Menyusun usulan kenaikan pangkat sebanyak 155 orang

Mutasi ke luar Rumah Sakit sebanyak 6 orang

Mutasi masuk Rumah Sakit sebanyak 5 orang

Menyusun usulan pensiun sebanyak 13 orang
44
Laporan Tahunan

Penerbitan SK Tenaga Kontrak sebanyak 112 orang

Kenaikan gaji berkala

Analisa beban kerja Sub Bagian Kepegawaian

Budgetting pegawai Tahun Anggaran 2013

Transformasi Visi, Misi, tata Nilai pada orientasi dan pratugas
CPNS

Penerapan komitmen Disiplin Pegawai

Perbaikan Pelayanan Jabatan Fungsional

Percepatan urusan kepegawaian

Perbaikan sistem penilaian Jabatan Fungsional

Program Kesejahteraan Pegawai

Administrasi kepegawaian rutin.

Penerapan Absensi Sidik Jari.
Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan
Unit Kerja Gudang logistik
 Pencatatan Kartu Stok Persediaan Gudang logistik
 Entry data hasil permintaan barang persediaan yang ke luar dan
masuk di gudang logistik
 Entry data hasil permintaan barang persedian yang keluar dan
masuk di gudang farmasi
 Entry hasil permintaan barang persediaan yang keluar dan masuk
di gudang laboratorium
 Pendistribusian Barang Persediaan sesuai dengan amprahan
 Pembuatan Laporan Persediaan Pada Setiap Semesternya
 Laporan Unit Cost
 Pemindahaan Barang Rusak Berat dari gudang ke gudang
penampungan
 Pemindahaan barang – barang persediaan ke gudang yang telah
di renovasi
Unit Kerja Pengemudi
 Pelayanan kedaraan dinas operasional
dengan total 582 kali
pelayanan
45
Laporan Tahunan
 Pelayanan
kendaraan dinas ambulan dengan total 91 kali
pelayanan
 Pemeliharaan kendaraan dinas ambulan dan kendaraan dinas
operasional
 Perpanjangan STNK Kendaraan Dinas Ambulan 2 Unit
 Perpanjangan STNK Kendaraan Dinas Operasional 7 Unit
 Perpanjangan STNK Kendaraan Dinas Motor Operasional 6 Unit
Unit Kerja Pengamanan Rumah Sakit
 Pengamanan di Ruangan IGD
 Pengamanan di Ruangan Rawat Jalan
 Pengamanan di Ruangan Rawat Inap
 Pelacakan pasien kabur
Unit Kerja Inventaris
 Pembuatan daftar barang ruangan
 Penarikan barang rusak berat
 Pendistribusian barang sesuai dengan permintaan unit kerja
terkait
 Pemindahan barang – barang PIO ke Ruang Melati
 Pemindahaan Barang Ruang Mawar ke Gedung Ranap Baru Lt. 3
Loby Depan
Unit Kerja Administrasi
 Pembuatan TOR Rumah Tangga Tahun 2013
 Pengarsipan Surat Masuk dan Surat Keluar Rumah Tangga
 Entry Data Barang Milik Negara kedalam aplikasi Simak BMN
 Pembuatan Laporan SIMAK BMN semesteran dan tahunan
 Pembuatan
Laporan
Realisasi
Pelayanan
Ambulan
dan
Kendaraan Dinas Operasional
Unit Kerja Asrama
 Kenyamanan pegawai yang tinggal di Asrama.
46
Laporan Tahunan
Sub Bagian Hukum dan Kemitraan

Terlaksananya inventarisasi SPO-Spo seluruh RSPI – SS
sebanyak 1160 buah, sebagai persiapan akreditasi

Terlaksananya pembuatan draft Hospital By Law, perlu finalisasi

Terlaksananya pembuatan Struktur Organisasi RSPI Prosf. Dr.
Sulianti Saroso struktur Satu sampai dengan tiga

Terselesainya penutupan Ruang Duka (CV. Tjoe A Lan) dan
terjalinnya kerjasama dengan Polres dan polsek Jakarta Utara

Surat Dirjen BUK No. OT.01/1.4/4223/2013 tanggal 18 Juli 2013
tentang Pembentukan Komite di Lingkungan RSPI Prof. Dr.
Sulianti Saroso

Draft Naskah Akademik untuk persiapan perubahan Struktur
Organisasi

Terlaksananya pembentukan Komite-komite (komite
Keperawatan, Komite Etik penelitian, Komite Farmasi dan terapi,
komite mutu dan keselamatan pasien, komite pengendalian
penyakit infeksi.

Terlaksananya pembuatan MOU baik yang telah selesai maupun
yang masih draft.

Terlaksananya pemasangan Liflet, pemasangan mading

Terlaksananya dokumentasi kegiatan intern RSPI SS
47
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun
REKAPITULASI DAFTAR IKATAN KERJA SAMA (iks) ANTARA RSPI-SS DENGAN INSTANASI LAIN SAMPAI DENGAN TAHUN 2013
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Nama Perusahaan/instansi
PT Syntek
Asuransi Mitra Maparya
Hermina Podomoro
Indosat M2
BTN
PT Daya Eka Samudra
lembaga penyakit tropis universitas air langga
PT. Pratama Jasa Abadi (perubahan tarif)
Medistra
PT. RING MASTER PANGAN MAKMUR
ISI
Pelayanan Kesehatan ( Berupa IGD Rawat Jalan Maupun Rawat Inap)
Pelayanan Kesehatan (berupa IGD, Rawat Inap, Rawat Jalan, dan MCU)
Rujukan pasien HIV/AIDS dan TB di rawat jalan dan Rawat inap
Internet
ATM
Pelayanan Kesehatan
bidang penelitian dan pengendalian penyakit tropis infeksi
parkiran kendaraan
Pelayanan KLB Penyakit Infeksi
Sewa menyawa lahan
PT. INFRASTRUKTUR BISNIS SEJAHTERA
PERJANJIAN SEWA MENYEWA T EMPAT UNT UK JASA INDOOR & OUT DOOR COVERAGE
PT Arah Environmental Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (
13
Stikim)
Jasa Pengolahan Limbah
Keterangan
dalam Proses
dalam Proses
04 Maret 13 s/d 04/03/2014
NO.KS.01.02/VII.3/4553/2013
Sudah di tandatanganin
05 Mei 2013 s/d 05 mei 2015
HK.01.02/VII.3/8972 /2013
gratis pemakaian internet
Sudah di tandatanganin
15 Mei 2013 s/d Berita Acara di ttg HK.05.01/VII.3/8833/2013
7 Jt Pertahun
Sudah di tandatanganin
dalam Proses
15 April 13 s/d 15 April 2015
HK.05.01/VII.2.3/7373/2013
Sudah di tandatanganin
HK.05.01/VII.2.3/
/2013 3 Jt Perbulan
Sudah di tandatanganin
dalam Proses
dalam proses
23 Agus 13 s/d 23 Agust 2018
HK.05.01/VII.3/10143/2013
350. Jt per lima tahun Sudah di tandatanganin
1 Juli 2013 s/d 31 Des 2013
HK.05.01/VII.3/10143/2013
500 rb perangkut
Sudah di tandatanganin
Pendidikan
8 April 13 s/d 08/04/2015
HK.05.01/vii.3/6886/2013
14 PT Buana Varia Komputama
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
10 Okt 2011 s/d 10/10/2016
HK.06.01/VII.1/3153.A/2011
15 Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar
16 RSCM dan FKUI
17 BRI Kantor Cabang Jakut
Pelaksanaan kegiatan penelitian bersama
Penyelenggaraan kegiatan Akademik di RSPI-SS
Pemberian Fasilitas Kreatap (Pinjaman)
02 Juli 2012 s/d tdk terbats
25 Juli 2011 s/d 25/07/2016
28 Sep 12 s/d pelunasan Hutang
HK.06.01/VII.1/2140.A/2012
HK.06.01/VII.1?2602.A/2011
HK. 06.01/VII.1/2944/2012
18 BRI Kantor Cabang Jakut
Perjanjian Perpanjangan Sewa (kontrak) Gedung
16 mei 2012 s/d 16 mei 2015
B.0969 KC/LOG/05/2012
19
20
21
22
23
24
25
26
27
Perjanjian Perpanjangan Sewa (kontrak) ATM
Sistem klinik satelit untuk antiretroviral therapy (ART) dan rujukan Pasien
Rujukan pasien AIV/TB
Rujukan pasien HIV/AIDS
pelayanan kesehatan
Rujukan pasien HIV/AIDS
Rujukan pasien HIV/AIDS
Pelayanan Kesehatan Medical Check UP
Pelayanan Kesehatan dan HIV-AIDAS (Addendum)
16 mei 2012 s/d 16 mei 2015
15 Agus 2012 s/d 1 mei 2013
B.0968 KC/LOG/05/2012
HK.06.01/VII.I/2579/2012
26 Juni 13/ 26 Juni 2014
HK.06.01/VII.3/5023/2013
01 Maret 2012 s/d 1 Maret 2014
Hk.06.01/VII.I/964.B/201
BRI Kantor Cabang Jakut
Klinik Angsamerah
RS Uki
RS Pelabuhan Jakarta
PP Construksi & investmen
RS Omni Hospitals
RS. Hermina Daan Mogot
PT. Bangun Bejana Baja
PT. Asra Daihatsu Motor
tanggal s/d berlaku
No PKS
Besarnya kontrak
Beasiswa karyawan RSPI-ss
Sudah di tandatanganin
5.5 % dr pendapatan
pelayanan
pasien/pendapatan
fungsional
Sudah di tandatanganin
di atur dlm proposal
dan sponsor
Sudah di tandatanganin
Sudah di tandatanganin
Sudah di tandatanganin
118.800 juta untuk
tiga tahun
Sudah di tandatanganin
23.100 jt untuk tiga
tahun
Sudah di tandatanganin
Sudah di tandatanganin
dalam Proses
dalam Proses
dalam Proses
Sudah di tandatanganin
dalam Proses
dalam Proses
Dalam Proses
28 PT. PP Construkction & Investment
Pelayanan Kesehatan
HK.06.01/VII.3/5023/2013
29 Klinik Angsamerah
Sistem Klinik Satelit untuk Antiretroviral Therapy (art)
HK.06.01/VII.I/2579/2012
30 CV. Tjoe A Lan
31 RS Royal Progress
Penyelenggaraan Rumah Duka
Pelayanan Pembakaran Limbah Medis Padat dengan mesin Incenerator
5 Nov 2012 s/d 5 Nov 2013
2 Januari 2012 s/d 2 Jan 2015
HK. 06.01/VII.1/3163/2012
HK. 06.01/VII.1/06/2012
Dalam Proses
Memberi imbalan 15
% dari pemasukan
CV. Tjoe A Lan
Sudah Tidak berlaku
4.500. perkilo
Sudah Tidak berlaku
48
Laporan Tahunan
b). Bagian Keuangan
Bagian Keuangan membawahi tiga (3) bagian, yaitu:

Sub Bagian Akuntansi

Sub Bagian Verifikasi

Sub Bagian Mobilisasi Dana
Adapun Realisasi program kerja Bagian Keuangan Laporan Tahunan
Tahun 2013 adalah sebagai berikut:
Sub Bagian Akuntansi
Penyusunan Laporan Keuangan Triwulanan PARS
Penyusunan Laporan Keuangan Semester PARS
Penyusunan Laporan Keuangan Tahunan PARS
Penyusunan Laporan Keuangan Semester SAI
Penyusunan Laporan Keuangan Tahunan SAI
Konsultasi dan Bimbingan Teknis Laporan Keuangan dengan Tim
Pembina Pusat
Audit Eksternal Laporan Keuangan dan Kinerja Tahunan 2013

Sub Bagian Verifikasi
Verifikasi Honor
 Verifikasi honor struktural

Verifikasi Ka. Instalasi

Verifikasi koordinator
 Verifikasi honor non PNS
 Verifikasi honor jaga dokter IGD dan rawat inap
Verifikasi jasa pelayanan medis dan paramedis
Verifikasi voucher penerimaan dan pengeluaran
Verifikasi insentif bagian administrasi
Verifikasi SPM
Verifikasi lembur hari raya
Sub Bagian Mobilisasi Dana
Standarisasi aturan kerjasama di bidang keuangan.
Menganalisa pelaksanaan kerjasama keuangan dengan pihak ke-3.
49
Laporan Tahunan
Menata proses penyelesaian piutang.
Evaluasi kerjasama pihak ke-3.
Percepatan Laporan Penerimaan harian, bulanan, dan tahunan.
Pemindah
bukuan
dari
penerimaan
kepada
bendahara
pengeluaran.
Percepatan pengiriman Laporan Realisasi ke KemKes
Penertiban Pemulangan Pasien Rawat Inap
Evaluasi pembayaran piutang
Pengelolaan Gaji Pegawai Non PNS,Insentif, dan Jasa Pelayanan
Membuat dan melaporkan pendapatan per Instalasi
Membuat daftar pengeluaran BLU
Pembuatan dan Pengiriman laporan tepat waktu
c). Bagian Perencanaan dan Anggaran
Bagian Perencanaan dan Anggaran membawahi tiga (3) sub bagian,
yaitu:
a.
Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran
b.
Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan
c.
Sub Bagian Informasi dan Pemasaran
Realisasi program kerja Bagian Perencanaan dan Anggaran Laporan
Tahunan Tahun 2013 adalah sebagai berikut:
Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran
 Rapat koordinasi Penyusunan Rencana Kerja Program Terpadu
Tahun 2014
 Penyusunan E-Planning Tahun 2014
 Penyusunan DIPA/RKA-KL Tahun 2014
 Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) dan Rencana
Penarikan Dana (RPD) Tahun 2013
Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan
 Penyusunan Laporan Semester I dan Tahunan,
 Penyusunan LAKIP Tahunan termasuk didalamnya RKT dan
TAPJA tahun 2013
 Penyusunan E-Monev BUK per bulan dan AnggaranTahunan
50
Laporan Tahunan
 Evaluasi kegiatan dan pengolahan data bulanan
 Penyusunan Laporan Bulanan per direktorat.
 Penyusunan Laporan Triwulanan & Laporan Semester
 Rapat Monitoring dan Evaluasi Triwulan I,II
dan Triwulan III,
Tahunan
 Survey Waktu Tunggu Poliklinik
 Survey Waktu tunggu Pelayanan Resep Obat Jadi & Racikan
 Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Radiologi
 Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium.
 Survey Emergency Response Time
 Survey Kepuasan Pasien
Sub Bagian Informasi dan Pemasaran

Kegiatan promosi kesehatan rumah sakit, diantaranya:
-
Promkes dalam rumah sakit sebanyak 24 kegiatan.
-
Promkes luar rumah sakit di sekolah sebanyak 13 kegiatan
dan Puskesmas sebanyak 4 kegiatan.

Pembuatan sarana dan media informasi
Sarana dan media informasi yang telah dibuat adalah spanduk,
banner, leaflet, papan petunjuk/papan nama, umbul-umbul, frame
poster, neon box, pin akreditasi

Menjalin kerjasama/kemitraan pelayanan kesehatan.
Penambahan perusahaan/instansi yang kerjasama pelayanan
kesehatan dengan rumah sakit tahun 2013 sekitar 43%.
Prosentase kunjungan pasien dari perusahaan /instansi yang
kerjasama dengan rumah sakit sekitar 47 %.

Meng koordinasi kegiatan operator telepon rumah sakit

Mengkoordinasi operasinal website rumah sakit.
perusahaan /instansi yg
d).
Instalasi Sanitasi dan Kebersihan
Instalasi Sanitasi dan Kebersihan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
tahun 2013 dari hasil upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan adalah
sebagai berikut :
1.Sistem manajemen lingkungan di rumah sakit sudah diterapkan secara benar
antara kebijakan dan pelaksanaanya. Hal ini dapat dilihat dari :
51
Laporan Tahunan
a.Pengelolaan limbah yang telah dilaksanakan baik limbah cair
maupun limbah padat.
b.Kebijakan tertulis atas pengelolaan lingkungan hidup berupa Surat
Keputusan (SK) yang dikeluarkan Direktur Utama RSPI-SS.
c.Penataan terhadap kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah seperti
Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1204/MENKES/SK/X/2014
dan Kementrian Lingkungan Hidup No.32 Tahun 2009.
d.Prosedur yang cukup mengidentifikasi aspek lingkungan yaitu SOP
Instalasi Kesehatan Lingkungan (sanitasi).
e.Izin operasional Incenerator, IPLC dan TPS limbah B3.
f.Monitoring dan evaluasi (internal dan eksternal).
2. Kualitas udara ambien
Pada empat titik yang mewakili seluruh halaman rumah sakit masih
beradapada batas ambang kewajaran, dimana parameter suhu,
kelembaban, kebisingan, SO2, CO2, NO2 dan debu 100% memenuhi
syarat.
3.
Kualitas emisi incinerator
Dalam setiap triwulan hasil uji emisi 100% memenuhi syarat.
4.
Kulaitas lingkungan kerja
Secara
garis
besar
kualitas
lingkungan
kerja
sudah
memenuhi
persyaratan perMenkes 1204 tahun 2004.Pemeriksaan antara lain : suhu
dan kelembaban ruangan, kebisingan, pencahayaan.
5.
Kualitas udara (bakteriologi) ruangan rumah sakit.
Mengalami perbaikan pada jumlah kuman udara ruangan, namun untuk
ruang OK masih belum dapat memenuhi persyaratan dikarenakan baku
mutu ruang OK lebih diperketat.
6.
Kualitas air bersih dan minum
Bebebrapa sampel air bersih dan air minum masih ada yang belum
memenuhi persyaratan bakteriologis air bersih dan air minum, untuk
selanjutnya kami telah melakukan tindak lanjut berupa pengurasan
(pembersihan) reservoir air bersih dan rekomendasi pada unit terkait air
minum.
Secara pemeriksaan kimia semua hasil sampel air bersih dan air minum
telah memenuhi persyaratan baku mutu air.
7.
Kualitas limbah cair
52
Laporan Tahunan
Kualitas berdasarkan hasil pemeriksaan sampel outlet air limbah sudah
memenuhi persyaratan baku mutu Pergub maupun KLH.
8.
Pengelolaan limbah
Telah dilaksanakan mulai dengan pemisahan limbah padat medis dengan
non medis di tiap ruangan.
9.
Rumah sakit mendapatkan sertifikat PROPER lingkungan dengan
peringkat BIRU sebanyak tiga kali berturut-turut (tahun 2011-2013)
dengan ini berarti rumah sakit telah melakukan penataan peraturan
lingkungna dari Kementrian Lingkungan Hidup.
Tabel 5.1
Kegiatan Instalasi Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan
Tahun 2013
53
Laporan Tahunan
e)
Instalasi CSSD dan Laundry

CSSD
Realisasi Kegiatan Instalasi CSSD Tahun 2013, bahan/alat yang
disterilkan adalah 150.593 dan bahan yang dilipat/di packing sebanyak
150.593 alat/bahan yang didistribusikan 106.995
Adapun rincian kegiatan Instalasi CSSD Tahun 2013 dapat di lihat
pada tabel di bawah ini:
Tabel 5.2
Kegiatan CSSD Tahun 2013
NO
ALAT/BAHAN
YG DISTERIL
ALAT/BAHAN YG
DIDISTRIBUSIKAN
JUML
JUML
JUML
JENIS BAHAN /
ALAT
1
Instrumen
2
Jass
3
Doek Op
4
5
Doek Bolong
Kassa Besar
6
7
8
Kassa Kecil
Kassa Infus
Kassa Kebidanan
9
Deper
10
11
12
ALAT/BAHAN YG
DI
LIPAT/PACKING
Kaos Kaki
Linen
Tampon THT
JUMLAH
2.473
526
446
14.931
3.061
2.477
350
526
350
526
137
45.775
41.555
231
66.250
64.900
44.175
48.265
8.908
4.436
9.003
4.964
6.958
3.479
792
56
27
30.668
150.593
648
962
71
99
150.593
43
22
91
106.995
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, baik kegiatan sterilisasi maupun packing,
paling sering dilakukan pada bahan kassa.
54
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun
 Laundry
Realisasi Kegiatan Instalasi Laundry Tahunan Tahun 2013 adalah 48.890 Kg Linen, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 5.3
Kegiatan Laundry Tahunan Tahun 2013
NO
BAHAN-BAHAN
ASAL CUCIAN/RUANG
PERAWATAN
LINEN (KG)
2
3
1
CLORIN
(LTR)
4
1
DAHLIA I
2.478
2
MAWAR I
-
3
MAWAR II
3.513
4
DAHLIA II
5
NUSA INDAH I
6
PELUNTUR
LEMAK (Ltr)
DETERGENT
(Ltr)
OXYGEN
BLEACH (Ltr)
PENETRAL
KARAT (Ltr)
PELEMBUT (Ltr)
KARBOL (Ltr)
PELICIN/PEWA
NGI (Ltr)
5
6
7
8
9
10
11
SUPER PINE
(LTR)
12
FIF-FRES
(LTR)
13
KET.
RATA RATA
PERHARI
14
15
38,82
24,78
24,78
0,00
0,00
24,78
24,78
24,78
24,78
0,76
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
9,99
0,00
55,04
35,13
35,13
0,00
0,00
35,13
35,13
35,13
35,13
1,09
14,17
6.243
97,81
62,43
62,43
0,00
0,00
62,43
62,43
62,43
62,43
1,93
25,17
6.475
101,44
64,75
64,75
0,00
0,00
64,75
64,75
64,75
64,75
2,00
26,11
NUSA INDAH II
5.066
79,37
50,66
50,66
0,00
0,00
50,66
50,66
50,66
50,66
1,56
20,43
7
NUSA INDAH III
5.715
89,54
57,15
57,15
0,00
0,00
57,15
57,15
57,15
57,15
1,76
23,04
8
NUSA INDAH IV
4.681
73,34
46,81
46,81
0,00
0,00
46,81
46,81
46,81
46,81
1,44
18,88
9
PERINATOLOGI
-
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
10
IGD
2.891
45,29
28,91
28,91
0,00
0,00
28,91
28,91
28,91
28,91
0,89
11,66
11
ICU
4.867
76,25
48,67
48,67
0,00
0,00
48,67
48,67
48,67
48,67
1,49
19,63
12
OK
5.700
89,30
57,00
57,00
0,00
0,00
57,00
57,00
57,00
57,00
1,75
22,98
13
POLIKLINIK
825
12,93
8,25
8,25
0,00
0,00
8,25
8,25
8,25
8,25
0,25
3,33
14
RADIOLOGI
289
4,53
2,89
2,89
0,00
0,00
2,89
2,89
2,89
2,89
0,09
1,17
15
FISIOTERAPI
72
1,13
0,72
0,72
0,00
0,00
0,72
0,72
0,72
0,72
0,02
0,29
73
1,14
0,73
0,73
0,00
0,00
0,73
0,73
0,73
0,73
0,02
0,29
16
IPJ
17
GIZI
-
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
18
MASJID
-
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
19
ADYATMA
0,03
0,02
0,02
0,00
0,00
0,02
0,02
0,02
0,02
0,00
489
489
0
0
489
489
489
JUMLAH
2
48.890
766
489
0,01
15
-
55
197
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
f)
Instalasi Pemulasaraan Jenazah
Realisasi kegiatan Instalasi Pemulasaraan Jenazah Tahun 2013 adalah
492 jenazah. Adapun rincian kegiatan Instalasi Pemulasaraan Jenazah pada
Tahun 2013, dapat dilihat pada grafik di bawah ini:
Grafik 5.1
Kegiatan Instalasi Pemulasaraan Jenazah
Tahun 2013
KEGIATAN PELAYANAN PEMULASARAN JENAZAH
JENAZAH
PENGANTARAN JENAZAH
OUTOPSI FORENSIK
KONSERVASI JENAZAH
VISUM LUAR
TRANSIT
PENYIMPANAN JENAZAH
MEMANDIKAN JENAZAH
492
492
220
104
0
g).
0
7
0
Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Pengolahan Data
Elektronik)
Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Pengolahan Data
Elektronik)melakukan
pemantauan
atas
kerja
sama
pembangunan
dan
pengembangan SIM Rumah Sakit dengan PT. Buana Varia Komputama yang
terlaksana sejak Bulan November Tahun 2011.
Adapun Lingkup kerja sama tersebut meliputi:
Pemanfaatan Aplikasi(software) untuk lingkup pelayanan :

Front Office (Fo) :
-
Instalasi Rawat Darurat (IRD) & Penunjang Rawat Darurat
-
Instalasi Rawat Inap (IRNA) & Penunjang Rawat Inap
-
Instalasi Rawat Jalan (IRJ)
56
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013

Back Office :

Inventory Farmasi

Mobilisasi Dana

Jasa Dokter

Rekam Medik
Namun aplikasi program belum 100% dapat digunakan terutama di
laboratorium dan instalasi jaminan
Pengadaan dan Pemasangan (instalasi), yang meliputi :

Infrastruktur jaringan kabel, meliputi penarikan dan peletakan kabel
FIBRE OPTIC, dan/atau, kabel UTP, serta penyambungan (terminasi)
pada RACK;

Infrastruktur jaringan perangkat keras(hardware), berupa SWITCH;

Perangkat keras/peripheral, meliputi : PC, SERVER, RACK serta
komponen MONITOR/CPU, UPS & STABILIZER, PRINTER, BAR CODE
SCANNER;
Layanan Pemeliharaan Sistem yang meliputi :

Pemeliharaan terhadap seluruh peralatan (perangkat keras & lunak) yaitu
yang bersifat pencegahan kerusakan, troubleshooting, perbaikan, dan
dilaksanakan secara teratur pada hari dan jam kerja normal (40jam
kerja/minggu);

Layanan khusus LOCAL SUPPORT.

Layanan BACK UP dan GARANSI yang meliputi service dan penggantian
suku cadang, termasuk layanan jasa Tenaga Ahli.
Pelatihan Operator yang berkaitan dengan teknis pengoperasian,diberikan
terhadap personil-personil rumah sakit yang dianggap layak.
Namun saat ini, program SIM rumah sakit ini, belum dapat berjalan
sebagaimana mestinya.
h).
Instalasi Verifikasi Pasien Jaminan
Adapun realisasi kegiatan Instalasi Verifikasi Pasien Jaminan adalah
sebagai berikut:
Menata alur administrasi pasien Jaminan
Mengetahui dan melengkapi keabsahan administrasi pasien jaminan
Melakukan pendampingan untuk verifikasi klaim ke pihak penjamin
Mensosialisasikan persyaratanpasien jaminan ke seluruh unit terkait
57
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Berkoordinasi
dengan
pihak
penjamin
untuk
menyelesaikan
permasalahan–permasalahan yang timbul dalam pengelolaan pasien
jaminan (SDM, Administrasi, Logistik, dll)
Memantapkan sistem penagihan pada penjamin.
Mengundang pihak penjamin (P2JK) untuk melaksanakan Bimbingan
Teknis
Berkoordinasi dengan Instansi lain untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan yang timbul dalam proses layanan dan verifikasi.
Berkoordinasi dengan Unit terkait dalam lingkup RSPI Prof. Dr. Sulianti
Saroso untuk optimalisasi layanan dan verifikasi.
i).
Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit
Realisasi program kerja Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah
Sakit Tahun 2013, adalah sebagai berikut:
Pemeliharaan jaringan Fire alarm, pipa hydran dan pompa hydran.
Pemeliharaan balancing beban listrik utama Rumah Sakit.
Pemeliharaan sistem ventilasi udara Ruang Gizi.
Inventarisasi sarana dan prasarana rumah sakit.
Pemeliharaan ALKES.
Pemeliharaan instalasi listrik yaitu 2 buah Travo 630 KVA, 2 buah
kubukel dan 2 buah Capasitor bank.
Pemeliharaan 4 buah generator.
Pemeliharaan HEVA filter untuk ruang ICU dan IBS.
Pemeliharaan 5 buah lift (kontrak service vendor).
Pemeliharaan AC (kontrak service).
Pemeliharaan AC Central IBS 2.
Pemeliharaan jaringan antene TV prabayar.
Pemeliharaan sound system central.
Peremajaan outlet oksigen central ruang isolasi Mawar 1.
Pemeliharaan sarana Green Hospital.
Pemeliharaan CT-SCAN.
Pemeliharaan dan perbaikan gedung Nusa Indah 3 dan 4.
Pemeliharaan jaringan internet.
Pemeliharaan jaringan telepon.
Pemeliharaan system ATS/AMF generator.
58
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pemeliharaan utilitas jaringan dan pompa air bersih.
Pemeliharaan jaringan nurse call Nusa Indah 1-4.
Pemeliharaan gas medik sentral.
Penambahan jalur gas medik Perinatologi Nusa Indah 3.
Penambahan dan pemeliharaan penerangan selasar dan lampu
jalan.
Pengkalibrasian 213 ALKES bersama BPFK.
pemeliharaan system tata udara ruang isolasi khusus.
Pemeliharaan system tata udara ruang isolasi TB Paru.
j). Instalasi Pengadaan Barang dan Jasa Rumah Sakit
Realisasi kerja Instalasi Pengadaan Barang dan Jasa pada tahun
2013 dapat di lihat pada tabel berikut:
Tabel 5.4
Jenis Pengadaan Barang & Jasa Berdasarkan Sumber Anggaran
Tahun 2013
No.
JENIS PENGADAAN
1
Pengadaan Langsung
2
Penunjukan Langsung
3
Lelang Sederhana
4
Lelang Umum
JUMLAH
Jumlah Paket Gagal
Jumlah yang dilaksanakan
APBN
APBN
EFISIENSI
APBNP
BLU
JUMLAH
258
0
0
199
457
1
0
0
0
1
30
0
0
0
30
0
0
0
0
0
289
0
0
199
488
2
0
0
0
2
289
0
0
199
486
Keterangan :
Lelang sederhana yang gagal : APBN 2 Paket
Penyebab : Tidak ada penyedia yang memasukkan dokumen penawaran.
59
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
k). Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit
Indikator kegiatan K3 rumah sakit diantaranya :
1. Terlaksananya Pelayanan Kesehatan Kerja (Poli Karyawan)
2. Sosialisasi K3 RS dengan terpasangnya Leafleat, poster maupun
media film tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja di semua unit
kerja di RSPI SS serta terjadwalnya Materi K3LL saat Orientasi
petugas RSPI
3. Sertifikat pelatihan K3 RS pada Seluruh karyawan RSPI-SS
4. Sertifikat Keahlian K3 Depnaker Trans bagi Petugas K3RSPI-SS
5. Tersusunnya Pedoman dan SOP Pelayanan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
6. Laporan dan analisa Walk To Survey setiap potensial risiko dirumah
sakit per bulan
7. Penurunan Angka Kecelakaan Kerja
Tabel 5.5
Hasil Kinerja Instalasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Rumah Sakit Tahun 2013
NO
INPUT
PROSES
OUTPUT
KONDISI
SAAT INI
1
Kebijakan K3
RSPI SS
Penyusunan Kebijakan
dari komitmen
manajemen terhadap
pelaksanaan K3
SK
Kebijaksanaan
Belum Ada
2
Pembudayaan
Perilaku K3RS
SosialisasiI K3 seluruh
petugas,pasien dan
pengunjung RSPI SS
,Poster, informasi
promosi K3 RS
Laporan
Sosialisasi K3
RS dan kotak
saran ke K3 RS
Belum
dilakukan
Laporan
kecelakaan kerja
dan laporan
penyakit akibat
kerja (PAK)
Tertusuk
jarum 4
orang, 2
orang
terbakar, 1
orang
tergigit
PAK tidak
tercatat
60
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
3
Pengembangan
SDM K3
eksternal
RS
Pelatihan internal dan
Pelatihan K3
RS 37 orang
Pelatihan baha
dasar medis
dan non medis
Pelatihan
Kebakaran dan
Evakuasi
4
Pengembangan
Pedoman K3
Penyusunan pedoman
pelayanan kesehatan
kerja
Buku Prdoman dan
SOP Pelayanan
Draft revisi
Kesehatan Kerja
Penyusunan Pedoman
Buku Pedoman dan
Pelayanan Keselamatan SOP Keselamatan Draft revisi
Kerja PE
Kerja
Penyusunan Pedoman
Tanggap Darurat
Penyusunan Pedoman
Pencegahan dan
Penanggulangan
Kebakaran
Buku Pedomnan
dan SOP Tanggap Belum ada
Darurat
Buku Pedoman dan
Draft Revisi
SOP Kebakaran
Penyusunan Pedoman
Identifikasi Resiko
SK Denah
Buku Pedoman dan resiko
SOP
Draft proses
Identifikasi Resiko
Penyusunan Pedoman
Ergonomik
Buku Pedoman dan
SOP
Draft Proses
Ergonomik
Penyusunan Pedoman
bahan berbahaya dan
BERACUN(B3)
Buku Pedoman dan
SOP B3
Belum Ada
Buku Daftar MSDS
yang ada di RS
61
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
5
pemantauan
mapping lingkungan
dan evaluasi
tempat kerja yang
sk daerah dan
kesehatan
dianggap
tempat berisiko di
lingkungan
beresiko/berbahaya
lingkungan rspi ss
monitoring pemantauan
analisa hasil
kesehatan lingkungan
pemantauan
(potensial risiko)
kesehatan
sudah ada
tempat kerja
usulan
akses igd, r.gizi
lingkungan rs
laundry,
dan surat
ipj,pagar
rekomendasi
6
6
pelayanan
melakukan pemeriksaan laporan
kesehatan kerja
kesehatan awal,
pemeriksaan
berkala, khusus
kesehatan awal
melaksanakan poli
data penyakit pada
karyawan
petugas
pemberian vaksinasi
laporan vaksinasi
kepada petugas
petugas
pelayanan
melaksanakan kegiatan
la poran
kesehatan kerja
surveilance kesehatan
surveilance
kerja
kesehatan kerja
usulan pelayanan
kesehatan kerja
7
pelayanan
monitoring keamanan
keselamatan
pra sarana di rs
kerja
monitoring
tor dan rab
laporan monitoring
sarana di rs
tidak ada data
tidak dilakukan
tidak ada data
usulan tor&rab
belum di
lakukan
laporan monitoring
peralatan medis
keamanan peralatan
tidak dilakukan
dan non medis di
medis dan non medis rs rs
koordinasi
dengan iprs
62
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
mendata
sertifikasi sarana dan
prasarana rs
monitoring
data masa izin
sertifikasi sarana
dan prasarana rs
umum
sk kebijakan
persyaratan
pengelolaan jasa b3
ada di bagian
belum di
mencantumkan
msds dengan
lakukan
rekanan rs
7
pelayanan
usul peralatan
keselamatan
monitoring k3 peralatan
kerja
kebakaran dan rambu
usulan tor dan rab
usulan tor dan
rab
k3
pengawasan rambu k3
laporan monitoring
dan poster, banner k3
rambu,poster,
banner k3
monitoring fungsi
laporan monitoring
prasarana kebakaran
prasarana
kebakaran
monitoring kawasan di
larang merokok
8
laporan
pelanggaran
pengawasan
monitoring pengelolaan
laporan dan
limbah dan b3
limbah dan b3
rekomedasi hasil
monitoring
belum dilaku
kan
60 apar kimia
ex 23/05/13
belum dilaku
kan
proses
pengelolaan limbah
dan b3
9
pengembangan
pembentukan tim
sk tim
manajemen
kewaspadaan bencana
kewaspadaan
darurat
bencana
belum dilaku
kan
63
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
penyusunan pedoman
kewaspadaan bencana
buku pedoman &
sop
usulan pelatihan
pelatihan dan
tanggap darurat dan
simulasi tanggap
simulasi
darurat
usulan sarana
belum dilaku
kan
belum dilaku
kan
usulan tor dan rab
prasarana tanggap
darurat
10
review program
audit k3 internal
laporan program tahunan
k3rspiss
penyusunan laporan
tahunan k3rspi ss
64
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
2). Direktorat Medik dan Keperawatan
Direktorat membawahi 2 bidang medik dan 12 instalasi :
a) Bidang Medik
b) Bidang Keperawatan
c) Instalasi Rawat Inap
d) Instalasi Intensive Care Unit
e) Instalasi Rawat Jalan
f)
Instalasi Gawat Darurat
g) Instalasi Farmasi
h) Instalasi Laboratorium
i)
Instalasi Radiologi
j)
Instalasi Rehabilitasi Medik
k) Instalasi Gizi
l)
Instalasi Bedah Sentral
a). Bidang Medik
Bidang Medik membawahi tiga (3) Seksi, Yaitu:
a.
Seksi Pelayanan Medik
b.
Seksi Penunjang Medik
c.
Seksi Ketenagaan dan Pengendalian Mutu
Adapun realisasi program kerja Bidang Medik Tahun 2013 adalah
sebagai berikut :
Penyusunan Alur Pelayanan Pasien
a. Metode pelaksanaan
Telah dilakukan beberapa kali pertemuan rapat dengan semua kepala
instalasi dan kepala ruangan yang terkait untuk penyusunan draft alur
pelayanan pasien pada bulan Februari 2013 - Oktober 2013, kemudian
dilakukan finalisasi pada tanggal 20-21 November 2013 di luar rumah
sakit. Kemudian dilakukan sosialisasi kepada seluruh unit terkait pada
tanggal 28 November 2013. Adapun alur pelayanan pasien terdiri dari:
1.
Alur Pelayanan Rawat Jalan pasien umum
2.
Alur Pelayanan Rawat Jalan pasien jaminan
3.
Alur Pelayanan Rawat Inap
65
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
4.
Alur Pelayanan IGD
5.
Alur Pelayanan Bedah Sentral
6.
Alur Pelayanan Rehab Medik
7.
Alir Pelayanan ICU
8.
Alur Pelayanan Laboratorium
9.
Alur Pelayanan Laboratorium rujukan dari luar
10. Alur Pelayanan Radiologi
11. Alur Pelayanan Radiologi rujukan dari luar
12. Alur Pelayanan Farmasi
13. Alur pelayanan Farmasi ( Pengambilan Obat pasien HIV-AIDS)
14. Alur Pelayanan Farmasi ( Resep Obat Khusus dari luar)
15. Alur Pelayanan Gizi
Penyusunan Clinical Pathway
Dilakukan pertemuan berisi pelatihan tentang Clinical Pathways bagi
tenaga medis, perawat dan tenaga farmasi lalu dilakukan penyusunan
draft oleh SMF dan Tim. Kemudian dilakukan pertemuan monitoring dan
evaluasi bagi draft yang sudah disusun, finalisasi Clinical pathway dan
sosialisasi kepada seluruh unit terkait. Adapun Clinical pathway yang
telah disusun antara lain:
1.
Penyusunan Clinical pathway TB
2.
Penyusunan Clinical pathway Ensefalitis Toxoplasma
3.
Penyusunan Clinical pathway Hernia Inguinalis
4.
Penyusunan Clinical pathway Katarak Tanpa Penyulit
5.
Penyusunan Clinical pathway Tonsilitis Kronis
6.
Penyusunan Clinical pathway Diare Akut pada Anak
7.
Penyusunan Clinical pathway DHF
8.
Penyusunan Clinical pathway Steven Johnson
9.
Penyusunan Clinical pathway Ibu Hamil dengan Eklampsia
10. Penyusunan Clinical pathway Gangren Pulpa
11. Penyusunan Clinical pathway Hiperemia Pulpa
12. Penyusunan Clinical pathway Persistensi Gigi Susu
13. Penyusunan Clinical pathway Pulpitis Akut
14. Penyusunan Clinical pathway Submandila Abses
66
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Melaksanakan tugas sesuai SK Direktur Utama sebagai :
1.
Tim review tarif
2.
Tim penyusunan tarif
3.
Tim pengelola INA-CBG
4.
Panitia Akreditasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
5.
Tim penelitian kajian MDR-TB
6.
Tim keselamatan pasien
7.
Tim pengelola renovasi ICU dan ruang MDR-TB Dahlia I
Persiapan alkes dan non alkes yang dibutuhkan dari masing-masing unit
Tugas rutin : merekap, menelaah dan menganalisa dengan membuat
rekomendasi hasil kinerja 10 (sepuluh) Instalasi setiap bulan.
b). Bidang Keperawatan
Bidang Keperawatan membawahi tiga (3) seksi, yaitu:
a.
Seksi Keperawatan Rawat Jalan
b.
Seksi Keperawatan Rawat Inap
c.
Seksi Keperawatan Rawat Khusus
Adapun Realisasi program kerja Bidang Keperawatan Tahun 2013
adalah sebagai berikut:
Realisasi Indikator Keperawatan

Perbandingan tenaga profesional dengan tenaga non profesional
30%:70%.

Rasio tenaga pembimbing mahasiswa dengan jumlah mahasiswa
1: 6.

Persentase tiap perawat mendapat pelatihan 20 jam/tahun 70%.

Persentase Kelengkapan Pendokumentasian Askep 75%.

Persentase Survey Persepsi Pasien 75%.

Persentase Pemantauan Pelaksanaan SPO 75%.

Angka Kejadian ILI 0,2%.

Angka Kejadian DECUBITUS 0,1%.

Angka Kejadian pasien jatuh 0 %.

Angka Kesalahan Pemberian Obat 0%.

Angka Keterbatasan Perawatan Diri 0%.

Adanya 2 (dua) Ruang Role Model SP2KP
67
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Jenis pelatihan dan workshop keperawatan, diantara nya :
1.
D3 Keperawatan sebanyak 1 orang
2.
S1 Keperawatan sebanyak 38 orang diantaranya 30 orang
program khusus, 6 orang biaya sendiri dan 2 orang TUBEL
3.
Program Profesi Kep, (Ners) sebanyak 10 orang
4.
S2 Managemen & Kepemimpinan sebanyak 1 orang
5.
Workshop Akreditasi RS versi 2012 14 orang
6.
Workshop Managemen Keperawatan sebanyak 25 org
7.
Workshop Implementasi jenjang Karir sebanyak 2 org
8.
Workshop Kredensial sebanyak 3 orang
9.
Workshop Ventilasi Mekanik sebanyak 2 orang
10.
Pelatihan Penatalaksanaan BBLR sebanyak 2 orang
11.
Pelatihan Asessor sebanyak 14 orang
12.
Pelatihan Managemen Nyeri sebanyak 2 orang
13.
Pelatihan Cara Mudah Baca EKG sebanyak 2 orang
14.
Pelatihan GCP sebanyak 5 orang
15.
Pelatihan BTCLS sebanyak 2 orang
16.
Magang IC sebanyak 2 orang
17.
Magang Kamar Bedah sebanyak 1 orang
18.
Pelatihan PPI sebanyak 20 orang
19.
Pelatihan K3RS sebanyak 11 orang
20
Workshop Pasien Safety sebanyak 17 orang
21
Workshop Managemen Nyeri sebanyak 2 orang
Pemakaian ruang perawatan sebagai tempat PKL mahasiswa
keperawatan terdapat sembilan institusi pendidikan keperawatan yang
menggunakan RSPI – SS sebagai tempat Praktek Kerja Lapangan,
diantaranya Akper Antariksa, Akper Hang Tuah, Akbid Prima Indonesia,
Akper Harum, Akper Sismadi, Akper PHI, Universitas Muhamadiyah
Jogjakarta, Stiekes Kesosi, Stikes As Safiyah
Pada tahun 2013 pelayanan keperawatan RSPI dijadikan implementasi
pengembangan pelayanan keperawatan RS infeksi dari BUK. Kegiatan
diawali
dari pemantapan selama 1 minggu dilanjutkan implementasi
selama 6 bulan. Kegiatan yang dilakukan mulai dari mapping untuk
menentukan area yang perlu ditingkatkan
68
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
c).
Instalasi Rawat Inap (IRNA)
Tabel 5.6
10 Besar penyakit rawat inap Rumah Sakit Penyakit Infeksi
Prof. Dr. Sulianti SarosoTahun 2013

Target dan Realisasi
Hari Perawatan (HAPER) IRNA Tahun 2012 adalah 27.063. Untuk
Tahun 2013, HAPER IRNA ditargetkan akan mengalami kenaikan
sebesar 10% yaitu 29.769 dan realisasinya adalah 31.743 berarti
IRNA telah mencapai target yang telah ditetapkan:
Grafik 5.2
Total HAPER IRNA
Tahun 2013
69
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Adapun Rincian Haper IRNA Tahun 2013, target tahun 2013, dan
realisasi tahun 2013 per ruangan, dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 5.3
HAPER Ruangan IRNA
Tahun 2013
Grafik 5.4
HAPER IRNA Berdasarkan Kelas
Tahun 2013
Pendapatan
Rp.
IRNA
17.615.562.217,-
Tahun
(termasuk
2013
pemeriksaan
adalah
sebesar
laboratorium
dan
radiologi) . Target Pendapatan IRNA yang disepakati dalam RBA Tahun
2013 adalah Rp.9.219.000.000,- berarti tahun 2013 pendapatan IRNA
mencapai 191 %
70
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa HAPER Tahun 2013 yang
mencapai target adalah ruang Dahlia I, Mawar II, Nusa Indah III dan
Nusa Indah IV. Hari perawatan di ruang Mawar I rendah karena ruangan
tersebut khusus untuk penyakit Avian Influenza.
 Hari Perawatan berdasarkan cara bayar
Hari Perawatan berdasarkan cara bayar dapat dilihat pada grafik
berikut :
HARI PERAWATAN
Grafik 5.5
HAPER IRNA Berdasarkan Cara Bayar
Tahun 2013
HAPER IRNA
Berdasarkan Cara Bayar
18.000
15.000
12.000
9.000
6.000
3.000
0
umum
HAPER
9.037
jamsost
ek
663
jam.
Prshn
183
ASKES
2.452
Jamkes
mas
116
Jampers
al
167
KJS
19.125
Dari grafik tersebut terlihat bahwa cara pembayaran terbanyak di IRNA
adalah Kartu Jakarta Sehat (KJS), yang kedua terbanyak adalah dengan
umum.
 Pertumbuhan
Pertumbuhan IRNA Tahun 2013 dapat di lihat pada grafik berikut:
Grafik 5.6
Pertumbuhan IRNA
Tahun 2013
Pertumbuhan Tahun 2013
KA L I
2
1,5
Ideal (≥1,25 kali)
1
0,5
0
Tahun 2013
1,17
71
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Dari grafik tersebut di atas, dapat dilihat bahwa pada Tahun 2013
HAPER IRNA bertumbuh (sebesar 1,17 kali), namun belum mencapai
angka pertumbuhan yang ideal.

Effisiensi Pelayanan
Indikator effisiensi pelayanan IRNA yang meliputi BOR, Av.LOS, BTO,
dan TOI, dapat dilihat pada grafik-grafik berikut :
Grafik 5.7
BOR IRNA
Tahun 2013
AREA IDEAL (70 S/D 85%)
80
55
55
48
46
60
54
60
48
40
40
14
20
0
0
Dahlia I
NS Indah II
Dahlia II
Perina
Mawar I
NS Indah IV
Mawar II
Total IRNA
NS Indah I
Dari grafik tersebut di atas, dapat dilihat bahwa tidak ada ruangan yang BOR nya
ideal. BOR ruang Mawar I sangat rendah karena ruang Mawar I hanya
dikhususkan untuk pasien isolasi ketat untuk Avian Influenza, sehingga jumlah
pasiennya juga sedikit.
Grafik 5.8
AvLOS IRNA
Tahun 2013
AREA IDEAL (6 S/D 9 HARI)
15
12
10
10
5
6
5
4
5
5
6
5
6
0
Dahlia I
NS Indah II
Dahlia II
NS Indah III
Mawar I
Perina
Mawar II
NS Indah IV
NS Indah I
Total IRNA
72
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
AvLOS yang mencapai angka ideal adalah ruang Mawar II dan Perina.
Grafik 5.9
TOI IRNA
Tahun 2013
Secara umum, rentang TOI terlalu panjang dan tidak ada ruangan yang
mencapai angka ideal
Grafik 5.10
BTO IRNA
Tahun 2013
AREA IDEAL (40 S/D 50 KALI)
50
43
50
40
30
41
33
22
30
32
17
20
9
10
0
0
Dahlia I
NS Indah II
Dahlia II
NS Indah III
Mawar I
Perina
Mawar II
NS Indah IV
NS Indah I
Total IRNA
Secara umum BTO tidak mencapai angka ideal, hanya ruang Nusa Indah I, Nusa
Indah II dan Nusa Indah III yang mencapai angka ideal.
73
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Dari keempat grafik mengenai effisiensi pelayanan tersebut di atas, dapat diambil
kesimpulan bahwa secara umum pemanfaatan tempat tidur di IRNA, tidak
effisien.
 Mutu Pelayanan
Angka Kematian ≥ 48 jam (NDR) pada Instalasi Rawat Inap, dapat
dilihat pada grafik berikut:
Grafik 5.11
Angka Kematian ≥ 48 jam (NDR) IRNA
Tahun 2013
AREA IDEAL (< 25‰)
107 200
90
70
50
40
33
30
0
14
22
22
29
9
10
Dahlia I
NS Indah II
Dahlia II
NS Indah III
Mawar I
Perina
Mawar II
NS Indah IV
NS Indah I
Total IRNA
Secara umum Angka Kematian ≥ 48 jam (NDR) pada Instalasi Rawat
Inap Tahun 2013 cukup tinggi, terutama pada Ruang Dahlia I dan Dahlia II .
Hal tersebut disebabkan karena kebanyakan pasien yang dirawat pada Ruang
Dahlia II adalah penderita HIV dengan berbagai Infeksi opportunistiknya, di
samping itu pasien masuk dengan keadaan umum yang sudah buruk,
sedangkan pada Ruang Dahlia I adalah pasien Isolasi ketat untuk
Tuberculosis. Ruang rawat inap yang NDR nya ideal adalah Ruang Mawar II,
Nusa Indah I, Nusa Indah II, dan Perinatologi
Angka Pasien Rawat Inap yang dirujuk pada Instalasi Rawat Inap Tahun
2013, secara umum angkanya cukup ideal, seperti terlihat pada grafik
berikut:
74
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.12
Angka Pasien Rawat Inap yang dirujuk
Tahun 2013
1,62%
2,00%
1,50%
1,00%
0,50%
0,00%
0,94%
0,68%
0%
Dahlia I
NS Indah III
Mawar I
Perina
0,27% 0,36%
Mawar II
NS Indah IV
1%
0,49%
0%
0%
NS Indah I
Total IRNA
NS Indah II
Kasus Infeksi Nosokomial pada Instalasi Rawat Inap, dapat dilihat pada grafik
berikut:
Grafik 5.13
Kasus Infeksi Nosokomial di IRNA
Tahun 2013
 Hasil Survey Kepuasan Pelanggan (Di ruang rawat Inap)
Survey Kepuasan Pasien Tahun 2012 dilaksanakan di Instalasi
Rawat Inap. Kriteria responden adalah pasien yang di opname ≥ 2 hari.
Jumlah pasien yang dijadikan responden sebanyak 155 orang. Survey
dilakukan dengan metode wawancara dengan alat bantu kuesioner.
Kriteria content kuesioner adalah sebagai berikut:
75
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Tabel 5.7
Index & kategori kuesioner
Survey Kepuasan Pasien
INDEX
KATEGORI
1
Sangat tidak puas
2
Tidak Puas
3
Cukup Puas
4
Puas
5
Sangat Puas
Tabel 5.8
Aspek yang dinilai
Pada Survey Kepuasan Pasien
76
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Hasil survey dapat di lihat pada grafik berikut:
Grafik 5.14
Distribusi Responden Berdasarkan Kelas
Grafik 5.15
Distribusi Responden
Berdasarkan Ruang
Responden terbanyak berasal dari Kelas III, sedangkan berdasarkan asal
ruangan, yang terbanyak berasal dari Ruang Nusa Indah I.
Grafik 5.16
Index Kepuasan Pasien
Berdasarkan Ruangan dan Kelas
77
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Berdasarkan kelas, index rata-rata kepuasan pasien di kelas II
mencapai angka ≥ 4 atau lebih dari puas sedangkan pada kelas I dan III
mendekati angka 4 atau mendekati puas . Berdasarkan ruangan, ruang
yang index kepuasan pasiennya ≥ 4 dan mencapai kepuasan pasien
adalah Ruang Nusa Indah II. Namun secara umum Index kepuasan
pasien belum memenuhi index yang diharapkan (lebih dari atau sama
dengan 4),
terutama terhadap aspek Tangible, yaitu terhadap butir
pernyataan mengenai kondisi bell, kondisi toilet, dan banyaknya nyamuk
di ruang rawat Inap.
Survey kepuasan pelanggan tahun 2013 (index kepuasan 3,87)
ini lebih baik atau meningkat kepuasan pelanggan daripada tahun 2012
yaitu 3,86.
d). Instalasi Intensive Care Unit

Target dan Realisasi
Hari Perawatan ICU tahun 2012 adalah 867, target tahun 2013
adalah 954, sedangkan hari perawatan ICU tahun 2013 adalah 910.
berarti tidak mencapai target yang telah ditentukan dalam RBA
tahun 2013. Realisasi HAPER Instalasi ICU dapat dilihat pada grafik
berikut:
Grafik 5.17
Total HAPER ICU
Tahun 2013
Pendapatan Instalasi ICU tahun 2013 adalah sebesar Rp.
2.700.44.735,-. Target pendapatan ICU yang disepakati dalam RBA
tahun 2013 adalah Rp. 200.000.000,- berarti realisasi pendapatan
78
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
pada tahun 2013 adalah melampui target namun haper belum
mencapai target.

Hari Perawatan Instalasi ICU berdasarkan Cara Bayar
HAPER Instalasi ICU dapat di lihat pada grafik berikut:
Grafik 5.18
HAPER ICU Berdasarkan Cara Bayar
Tahun 2013
Berbeda dengan IRNA, cara pembayaran di Instalasi ICU lebih banyak
dengan KJS, kemudian baru diikuti dengan cara bayar Askes.
Pertumbuhan ICU
Pertumbuhan Instalasi ICU dapat di lihat pada grafik berikut :
Grafik 5.19
Pertumbuhan ICU
Tahun 2013
Pertumbuhan Tahun 2013
2
KALI

1,5
Ideal (≥1,25 kali)
1
0,5
0
Tahun 2013
1,05
79
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
 Effisiensi Pelayanan
Indikator effisiensi pelayanan Instalasi ICU yang meliputi BOR, Av.LOS,
BTO, dan TOI, dapat dilihat pada grafik-grafik berikut:
Grafik 5.20
BOR Instalasi ICU
Tahun 2013
Grafik 5.21
AvLOS Instalasi ICU
Tahun 2013
BOR
AREA IDEAL (70 S/D
85%)
Percentage (%)
100%
50%
0%
BOR
83%
Dari grafik di atas (4.18), dapat dilihat bahwa BOR ICU Tahun 2013
sudah mencapai angka ideal.
Dari grafik di atas (4.19) dapat dilihat bahwa Avlos Ruang ICU Tahun
2013 belum mencapai angka ideal.
Grafik 5.22
BTO Instalasi ICU
Tahun 2013
Grafik 5.23
TOI Instalasi ICU
Tahun 2013
80
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Dari grafik di atas (4.20), dapat dilihat bahwa BTO Ruang ICU tahun 2013
sudah mencapai angka ideal.
Dari grafik di atas (4.21) dapat dilihat bahwa TOI Ruang ICU tahun 2032
sudah mencapai angka ideal. dari empat indikator di atas, dapat
disimpulkan bahwa pelayanan ICU tahun 2013 secara umum hampir
efisien, hanya AvLOS yang belum mencapai angka ideal.
 Mutu Pelayanan
Mutu pelayanan pada Instalasi ICU dapat dilihat pada grafik-grafik
berikut:
Grafik 5.24
NDR Instalasi ICU
Tahun 2013
Grafik 5.25
Angka Pasien ICU yang dirujuk
Tahun 2013
NDR
Pasien Dirujuk
AREA IDEAL (≤ 5%)
AREA IDEAL (< 25‰)
PERCENTAGE
PERMIL
0,1
0,1
0,05
0,05
0
Pasien Dirujuk
0
NDR
0
358
Grafik 5.26
Kasus Infeksi Nosokomial di Instalasi ICU
Tahun 2013
81
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Dari tiga grafik di atas dapat dilihat bahwa angka kematian di ICU sangat tinggi,
tidak ada pasien yang dirujuk ke luar selama Tahun 2013. Tidak ditemukan
Angka infeksi nosokomial di Ruang ICU
e). Instalasi Rawat Jalan (IRJA)
Tabel 5.9
10 Besar Penyakit Rawat Jalan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi
Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2013
NO
1
JENIS PENYAKIT
Penyakit virus gangguan defisiensi imun pada
manusia (HIV)
2
Tuberkulosis paru lainnya
3
Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya
Penyakit esofagus, lambung dan duodenum
lainnya
Artrosis
Diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi
tertentu (kolitis infeksi)
Cedera YDT lainnya, YTT dan daerah badan
multipel
Diabetes melitus tidak bergantung insulin
Tuberkulosis(TB) paru BTA(+) dengan/tanpa
biakan kuman TB
Penyakit serebrovaskular lainnya
4
5
6
7
8
9
10
TOTAL
9272
3655
2071
1727
1575
1489
1234
1231
1020
978
 Target dan Realisasi
Total Kunjungan Instalasi Rawat Jalan termasuk konsultasi gizi
tahun 2013 adalah 63.934 kunjungan sedangkan target kunjungan
15% atau sebesar 64.306 kunjungan, berarti realisasi mencapai
99% dari target tahun 2012. Total kunjungan IRJA dan rincian per
poliklinik pada Tahun 2013, dapat di lihat pada grafik berikut :
Grafik 5.27
Total Kunjungan IRJA
Tahun 2013
KUNJUNGAN/PASIEN
TARGET : REALISASI
TAHUN 2013
40.000
30.000
20.000
10.000
TAHUN 2012
0
55.918
TARGET 2013 (↑15%)
64.306
TAHUN 2013
63.934
82
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Sedangkan rincian kunjungan IRJA per poliklinik dapat dilihat pada
grafik di bawah ini :
Grafik 5.28
Kunjungan IRJA Per Polikinik
Tahun 2013
KUNJUNGAN
16.000
14.000
12.000
10.000
8.000
6.000
4.000
2.000
-
REALISASI 2012
TARGET : REALISASI
PEN
Y
DALA
M
ANA
K
BED
AH
UMU
M
OBG
YN
SAR
AF
ORT
HOP
EDI
MAT
A
GIGI
DAN
MUL
UT
PAR
U
THT
KULI KON MEDI IMM KON POLI
T
SELI CAL UNIS SULT KAR
KELA NG
CHE ASI
ASI
Y
MIN
CKU
GIZI
P
8.232 6.032 1.449 1.076 2.602 12.980 1.521 1.271 6.571 2.224 1.244 8.596 1.060
461
135
464
TARGET THN 2013 (↑15%) 9.467 6.937 1.666 1.237 2.992 14.927 1.749 1.462 7.557 2.558 1.431 9.885 1.219
530
155
534
REALISASI 2013
359
183
30
10.698 6.354 2.965 1.281 4.356 13.651 2.383 1.202 6.813 2.587 1.629 8.728
715
Dari grafik tersebut di atas terlihat bahwa poliklinik yang dapat
mencapai target, yaitu penyakit dalam, bedah umum, obgyn, saraf, mata,
paru, THT, kulit dan kelamin, konsultasi gizi.
Pendapatan
IRJA
tahun
2013
sebesar
Rp.
3.258.970.195
sedangkan target tahun 2012 Rp.2.331.000.000,- berarti realisasi
pendapatan tahun 2013 sebesar 140% dari target.
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa target kunjungan IRJA
pada tahun 2013 belum semua poli mencapai target namun
pencapaian pendapatan sudah melebihi target yang di tetapkan.
Kunjungan IRJA berdasarkan Cara Bayar
Grafik 5.29
Kunjungan IRJA berdasarkan cara bayar
Tahun 2013
KUNJUNGAN/PASIEN

35.000
30.000
25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
-
KUNJUNGAN IRJA
BERDASARKAN CARA BAYAR
UMU JAMS JAMI ASKES JAMK GAKI KERIN KJS GRATI
M
OSTE NAN
ESMA N/OT GANA
S
K
PERU
S
N
SAHA
AN
KUNJUNGAN 34.529 624
5
10.588 48
283
4
17.821 32
83
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Berdasarkan grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa cara
pembayaran
terbanyak
di
IRJA
adalah
dengan
pembayaran
pribadi/umum, yang kedua dengan KJS. Pasien yang tidak membayar
atau gratis terjadi di bulan Januari dikarenakan karyawan honorer yang
belum aktif menggunakan jamsostek.
 Pertumbuhan
Pertumbuhan IRJA dapat di lihat pada grafik di bawah ini:
Grafik 5.30
Pertumbuhan IRJA Per Poliklinik
TAHUN 2013
2
1,3
1,7
1,2
1,1
1,6
1,1
0,9 1
1,2 1,3
1,3
1
1,14
0,7 0,8
PERTUMB IRJA
POLI…
KONSULTASI…
IMMUNISASI
MEDICAL…
KONSELING
KULIT KELAMIN
THT
PARU
GIGI DAN…
MATA
ORTHOPEDI
SARAF
OBGYN
BEDAH UMUM
ANAK
PENY DALAM
0,07
Grafik 5.31
Pertumbuhan IRJA
Tahun 2013
Dari grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa dari 16 poliklinik , 8
poliklinik bertumbuh mencapai angka ideal, 2 poliklinik bertumbuh tapi
belum mencapai ideal dan 4 poliklinik belum bertumbuh. Secara umum,
pertumbuhan IRJA tahun 2013 telah mencapai angka ideal, yaitu hanya
1,14 kali.
84
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Hasil Survey Mutu Pelayanan (Survey Waktu Tunggu di
Poliklinik)
Survey Waktu Tunggu di Poliklinik Tahun 2013, Dilakukan
terhadap 6 poliklinik dengan kriteria sebagai berikut :

Poliklinik yang rata – rata kunjungan pasien per harinya
banyak (≤ 10 pasien/hari) yaitu Poli Penyakit Dalam dan Poli
Paru

Poliklinik yang rata – rata kunjungan pasien per harinya sedikit
(≥ 10 pasien/hari) yaitu Poli Bedah Umum, Poli Kulit dan
Kelamin dan Poli Saraf.

Jumlah sampel yang dapat digunakan sebanyak 2.588
pasien.Hasil Survey Tunggu di Poliklinik Tahun 2013 sebagai
berikut :
Grafik 5.32
Hasil Survey Waktu Tunggu di Poliklinik Tahun 2013
HASIL PER POLIKLINIK
4:19:12
3:50:24
3:21:36
2:52:48
WAKTU

2:24:00
1:55:12
1:26:24
0:57:36
0:28:48
0:00:00
P. DLM
MEAN
2:09:25
MIN
0:37:21
MAX
3:55:33
MEDIAN
2:14:31
PARU
0:59:34
0:07:28
2:31:56
0:48:33
KULIT
0:28:01
0:04:00
1:34:09
0:18:32
BEDAH UMUM
1:09:19
0:16:35
2:40:57
0:59:06
SARAF
1:24:01
0:12:54
2:18:31
1:40:01
TOTAL POLIKLINIK
1:32:22
0:04:00
3:55:33
1:23:18
85
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.33
Hasil Survey Waktu Tunggu di Poliklinik
Berdasarkan Jumlah Kunjungan
Dari grafik hasil survey waktu tunggu di poliklinik tahun 2013 di atas 1
adalah jam 32 menit 22 detik sedangkan tahun 2012 adalah 1 jam 10
menit 45 detik. Hasil tahun waktu tunggu tahun 2013 menurun atau lebih
lama dikarenakan ada sebagian poli kurang efektif pelayanannya karena
dokter spesialis kurang disiplin jam kerja sehingga banyak pasien
antri.Waktu tunggu tersebut belum mencapai waktu tunggu yang ideal
(yaitu ≤ 60 menit).
Pada grafik yang pertama (grafik waktu tunggu berdasarkan
poliklinik), waktu tunggu tercepat di poli kulit dan kelamin yaitu 28 menit 1
detik, dan terlama adalah waktu tunggu di Poli Dalam, yaitu 2 jam 9 menit
25 detik.
Pada grafik yang kedua (grafik waktu tunggu berdasarkan ratarata jumlah kunjungan pasien per hari), ditemukan bahwa lama rata-rata
waktu tunggu pada poliklinik yang jumlah kunjungan pasiennya banyak
dibandingkan poli yang rata-rata jumlah kunjungan pasien per harinya
sedikit.
f).
Instalasi Gawat Darurat (IGD)
 Target dan Realisasi
Kunjungan IGD pada Tahun 2013 sebanyak 13.709 kunjungan.
Sedangkan target kunjungan 5% atau sebanyak 13.194 kunjungan
berarti realisasi 104% dari target tahun 2012.
86
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Tahun 2013 IGD melebihi target yang diharapkan. Target dan
Realisasi IGD dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 5.34
Target dan Realisasi IGD
Tahun 2013
Pendapatan IGD Tahun 2013 adalah sebesar Rp.1.746.573.589,sedangkan
target
pendapatan
sebesar
Rp.
1.189.000.000,-.
Realisasi pendapatan tahun 2013 sebesar 147% dari target.
Dari data tersebut di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2013,
volume kunjungan pasien melebihi target dan realisasi pendapatan
melebihi target yang ditetapkan
 Kunjungan IGD Berdasarkan Cara Bayar
Grafik 5.35
Kunjungan IGD Cara Bayar
Tahun 2013
87
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Dari grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa cara pembayaran
terbanyak di IGD adalah dengan pembayaran pribadi/umum, yang kedua
dengan ASKES. Masih ada pasien yang tidak membayar/gratis.
 Pertumbuhan
Pada Tahun 2013, meskipun kunjungan IGD mengalami kenaikan dan
mencapai target namun pertumbuhannya hampir mencapai angka ideal.
Pertumbuhan kunjungan IGD tahun 2013 adalah 1,09 kali, seperti
terlihat pada grafik berikut :
Grafik 5.36
Pertumbuhan IGD
Tahun 2013
 Kegiatan Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat
Adapun rincian kegiatan pelayanan di IGD dapat dilihat pada grafik di
bawah ini:
Grafik 5.37
Kegiatan Pelayanan IGD
Tahun 2013
88
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Dari grafik di atas terlihat bahwa jenis pelayanan terbanyak di IGD
adalah pelayanan infeksi
 Mutu Pelayanan
Angka Kematian di IGD dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 5.38
Angka Kematian di IGD
Tahun 2013
Dari grafik tersebut dapat dilihat bahwa angka kematian di IGD,
cukup rendah (termasuk ideal), yaitu sebesar 1,02%.

Hasil Survey Emergency Respon Time di IGD
Hasil Survey Mutu Pelayanan (Survey Emergency Response Time).
Jumlah sampel/responden tahun 2013 sebanyak 43 pasien. Dengan
pendistribusian seperti terlihat pada grafik berikut:
Grafik 5.39
Distribusi Responden
Berdasarkan Jenis Pembayaran
Grafik 5.40
Distribusi Responden
Berdasarkan Jenis Pelayanan
89
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.41
Hasil Survey Emergency Response Time
Tahun 2013
Dari grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa rata-rata Emergency
Response Time I Tahun 2013 adalah 10 menit 47detik dan Emergency Respon
Time II adalah 1 jam 5 menit 17 detik. Kesimpulannya waktu tunggu ERT I belum
mencapai ideal karena kurang dari 8 menit
Sedangkan hasil survey Emergency Respon Time I tahun 2012 lebih cepat yaitu
5 menit 35 detik .
g).
Instalasi Farmasi

Target dan Realisasi
Jumlah total penerimaan resep tahun 2013 adalah 556.676 resep.
Target penerimaan resep tahun 2013 diharapkan dapat meningkat sebanyak 5%
atau sebesar 369.011 berarti realisasi tahun 2013 sebesar 151 % dari target dan
telah melampui target yang diharapkan. Jumlah total penerimaan resep Instalasi
Farmasi, dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik 5.42 Resep Farmasi
90
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pendapatan
Instalasi
Farmasi
pada
Tahun
2013
sebesar
Rp. 3.982.324.100,-, dan target pendapatan tahun 2013 dalam RBA
adalah Rp. 7.765.000.000,- berarti belum mencapai target.
Berdasarkan data tersebut di atas dapat dilihat bahwa pada tahun
2013, jumlah resep farmasi melebihi target yang ditetapkam,
sedangkan
pendapatannya
belum
mencapai
target
yang
diharapkan.
 Resep Farmasi Berdasarkan Cara Bayar
Resep Farmasi Berdasarkan Cara Bayar dapat dilihat pada grafik
berikut:
Grafik 5.43
Jumlah Resep Farmasi Berdasarkan Cara Bayar Tahun 2013
 Kegiatan Pelayanan di Instalasi Farmasi
Adapun rincian kegiatan pelayanan di farmasi dapat dilihat pada grafik di
bawah ini:
91
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.44
Kegiatan Pelayanan Farmasi Tahun 2013
Dari grafik tersebut terlihat bahwa kegiatan pelayanan terbanyak adalah
di depo Jaminan, kegiatan terbanyak kedua di depo umum.
 Pertumbuhan Jumlah Penerimaan Resep
Pertumbuhan Jumlah Penerimaan resep tahun 2013 sebesar 1,6 kali
lebih
bertumbuh
dibandingkan
tahun
2012
sebesar
1,04
kali
Pertumbuhan Farmasi dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 5.45
Pertumbuhan Farmasi
tahun 2013
92
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013

Hasil Survey Mutu Pelayanan (Survey Waktu Tunggu Resep Obat
Jadi)
Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi Tahun 2013 diperoleh dari
sejumlah 500 sampel/responden.Distribusi responden, dapat dilihat
pada pie chart berikut ini:
Grafik 5.46
Distribusi Responden berdasarkan depo
Tahun 2013
Hasil Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi Tahun 2013, dapat dilihat pada
grafik berikut:
Total waktu tunggu
Obat Jadi
& Racikan
Grafik 5.47
Hasil Survey Waktu Tunggu Resep Obat Jadi
Tahun 2013
2:52:48
Waktu Tunggu Obat Jadi dan Racikan
2:24:00
1:55:12
1:26:24
0:57:36
0:28:48
0:00:00
Depo Umum
MEAN
0:15:21
MIN
0:00:10
MEDIAN
0:11:36
MAX
1:16:20
Depo JPS
0:54:00
0:00:09
0:55:20
2:32:32
Depo ASKES
0:24:21
0:01:10
0:15:22
1:51:04
Obat Jadi
0:31:16
0:00:00
0:20:26
2:29:43
Obat Racikan
0:45:31
0:02:29
0:38:44
2:32:32
93
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Berdasarkan grafik tersebut di atas dapat dilihat bahwa dari ketiga
depo farmasi, rata-rata waktu tunggu depo farmasi umum paling
pendek, yaitu 15 menit 21 detik sedangkan tahun 2012 selama 32 menit
11 detik.Total rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi di
Instalasi Farmasi adalah 31 menit 16 detik sedangkan tahun 2012
selama 34 menit 27 detik dan rata-rata waktu tunggu resep obat racikan
adalah 45 menit 31 detik sedangkan tahun 2012 adalah 56 menit 27
detik. Dan total waktu tunggu depo farmasi tahun 2013 adalah 32 menit
21 detik lebih cepat daripada tahun 2013 adalah 39 menit.

Instalasi Laboratorium
Target dan Realisasi
Jumlah pemeriksaan laborataorium pada Tahun 2013 adalah
148.292
dan
kunjungan
sebesar
34.879
pasien.
Target
pemerikasaan tahun 2013 adalah 137.857 pasien berarti realisasi
mencapai pemeriksaan 108% dari target atau melebihi target yang
telah disepakati. Total pemeriksaan Instalasi Laboratorium tahun
2013 dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 5.48
Total Pemeriksaan Instalasi Laboratorium
Tahun 2013
JUMLAH PEMERIKSAAN
h).
PEMERIKSAAN LAB
TARGET : REALISASI
80.000
75.000
70.000
65.000
60.000
55.000
50.000
REALISASI 2012
131.292
TARGET 2013 (↑5%)
137.857
REALISASI 2013
148.292
Pendapatan Instalasi Laboratorium pada tahun 2013 adalah
sebesar
Rp.
2.150.920.000,-
(belum
termasuk
rawat
inap)
sedangkan target pendapatan Rp.2.194.000.000, kemungkinan
sudah mencapai target apabila disatukan dengan pemeriksaan
laboratorium rawat inap.
94
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Dari data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa target jumlah
pemeriksaan laboratorium melebihi targret tercapai namun realisasi
pendapatan sudah mencapai taget yang ditetapkan.

Kunjungan berdasarkan cara bayar
Kunjungan laboratorium berdasarkan cara bayar dapat dilihat pada
grafik berikut ini :
Grafik 5.49
Kunjungan Instalasi Laboratorium berdasarkan cara bayar
Tahun 2013

Kegiatan Instalasi Laboratorium
Kegiatan terbanyak di Instalasi Laboratorium berdasarkan jenis
kelompok pemeriksaan adalah pemeriksaan patologi/kimia klinik, seperti
terlihat pada grafik berikut ini:
Grafik 5.50
Kegiatan Instalasi Laboratorium
Tahun 2013
95
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013

Pertumbuhan Instalasi Laboratorium
Pertumbuhan Instalasi Laboratorium dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 5.51
Pertumbuhan Jumlah Pemeriksaan
LaboratoriumTahun 2013
Pada grafik tersebut di atas terlihat bahwa pertumbuhan jumlah
pemeriksaan di Instalasi Laboratorium tahun 2013 sebesar 1,13 kali lebih
tinggi/naik daripada tahun 2012 sebesar 1,04 kali dan melebihi angka
ideal.
 Hasil Survey Laboratorium
Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium dilakukan
terhadap 156 responden, dengan distribusi responden sebagai berikut:
Grafik 5.52
Distribusi Responden
Berdasarkan Jenis Pemeriksaan
Grafik 5.53
Distribusi Responden
Berdasarkan Jenis Pembayaran
berdasarkan jenis pembayaran
33%
umum
1%
askes
42%
24%
KJS
Jamsostek
96
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.54
Hasil Survey Waktu Tunggu Laboratorium Tahun 2013
Hasil Survey Total Rata-rata Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan
Laboratorium tahun 2013 adalah 1 jam 59 menit 30 detik sedangkan tahun 2012
adalah 2 jam 2 menit 25 detik. Rata- rata waktu tunggu survey laboratorium
tahun 2013 mencapai ideal indikator RBA yaitu ≤ 3 jam.
i).
Instalasi Radiologi

Target dan Realisasi
Jumlah pemeriksaan radiologi Tahun 2013 adalah 13.487 dan
jumlah pasien 11.106. Pemeriksaan Tahun 2012 adalah 11.026 jadi
realisasi tahun 2013 mencapai 116 % dari target dan melebihi target
yang diharapkan, seperti tergambar pada grafik berikut:
97
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.55
Jumlah Pemeriksaan Radiologi Tahun 2013
Pendapatan Instalasi Radiologi pada Tahun 2013 sebesar Rp.
1.046.872.500,- (belum termasuk rawat inap) sedangkan
target
Pendapatan Rp. 1.035.000.000,- berarti realisasi tahun 2013
melebihi target ditambah dengan pemeriksaan rawat inap. Dan
untuk target pemeriksaan mencapai target

Kunjungan/pasien Radiologi Berdasarkan Cara Bayar
Kunjungan/pasien radiologi berdasarkan cara bayar, dapat dilihat pada
grafik berikut :
Grafik 5.56
Jumlah Kunjungan/Pasien Radiologi Berdasarkan Cara Bayar
Tahun 2013
JUMLAH KUNJUNGAN/PASIEN RADIOLOGI
BERDASARKAN CARA BAYAR
Dari grafik tersebut terlihat bahwa cara pembayaran terbanyak pasein
radiologi adalah pembayaran pribadi/umum, yang kedua terbanyak
98
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
adalah dengan Kartu Jakarta sehat dan masih ada pasien yang tidak
membayar/gratis.

Kegiatan Instalasi Radiologi
Kegiatan Instalasi Radiologi pada Tahun 2013, didominasi oleh
pemeriksaan dental & panaromic terutama pemeriksaan thorax foto.
Grafik 5.57
Kegiatan Instalasi Radiologi
Tahun 2013
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
Pada Tahun 2012, pemeriksaan radiologi mengalami pertumbuhan 1,09
kali berarti menurun apabila dibandingkan tahun 2011 yaitu 1,28 kali.
Pertumbuhan tersebut belum mencapai angka ideal, seperti terlihat
pada grafik berikut:
Grafik 5.58
Pertumbuhan Pemeriksaan Radiologi
Tahun 2013
Pertumbuhan Radiologi Thn 2013
2
KALI

Ideal (≥1,10 kali)
1,5
1
0,5
0
Tahun 2013
1,22
99
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013

Hasil Survey Mutu Pelayanan Instalasi Radiologi (Survey Waktu
Tunggu Hasil Pemeriksaan Radiologi)
Survey Waktu Tunggu Hasil Pemeriksaan Radiologi dilakukan
terhadap 80 responden, dengan distribusi responden sebagai berikut:
Grafik 5.59
Distribusi Responden
Berdasarkan Jenis Pemeriksaan
3%
Grafik 5.60
Distribusi Responden
Berdasarkan Jenis Pembayaran
berdasarkan jenis
pemeriksaan
berdasarkan jenis pembayaran
Thorax
10%
Non
Thorax
30%
57%
KJS
27%
umum
62%
USG
askes
11%
CT SCAN
Grafik 5.61
Hasil Survey Waktu Tunggu Radiologi
Tahun 2013
Hasil Survey Waktu Tunggu Rata-rata Hasil Pemeriksaan Radiologi
tahun 2013 adalah 15 jam 57 menit 37 detik sedangkan tahun 2012 adalah 2 jam
4 menit 12 detik. Waktu tunggu tahun 2013 sangat lama karena pada saat survey
dokter yang praktek hanya satu orang dan pasien rumah sakit sebagian besar
mengambil hasil radiologi pada saat kunjungan selanjutnya untuk kontrol .
100
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
j).
Instalasi Rehabilitasi Medik
a.
Target dan Realisasi
Total kunjungan pasien Rehabilitasi Medik tahun 2013 adalah 3552
dengan jumlah pemeriksaan 7.341 sedangkan tahun 2012 jumlah
pemeriksaan adalah 4.027 dengan jumlah pasien 2.437 orang.
Instalasi Rehabilitasi Medik mentargetkan kunjungan tahun 2013
meningkat sebesar 10 % atau sebanyak 4.430 berarti
realisasi
166% dari target atau melampaui target yang diharapkan.
Kunjungan Rehabilitasi Medik (target dan realisasi) tahun 2013
dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 5.62
Pemeriksaan Rehabilitasi Medik
Tahun 2013
Pendapatan Instalasi Rehabilitasi Medik Tahun 2013 adalah
sebesar Rp.135.94.300,-. sedangkan target adalah Rp. 64.800.000
berarti capaian realisasi pendapatan sebesar 210% dari target
Rehab medik untuk tahun 2013 baik target pemeriksaan dan
pendapatan melampui target.

Kunjungan Rehabilitasi Medik Berdasarkan Cara Bayar
Kunjungan Rehabilitasi Medik Berdasarkan Cara Bayar dapat dilihat
pada grafik berikut:
101
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.63
Jumlah Kunjungan/Pasien Rehabilitasi Medik
Berdasarkan Cara Bayar Tahun 2013
Berdasarkan grafik tersebut di atas, dapat dilihat bahwa cara
pembayaran terbanyak pasien rehabilitasi medik, adalah pembayaran
dengan
KJS,
kemudian
kedua
terbanyak
adalah
pembayaran
pribadi/umum.

Kegiatan Instalasi Rehabilitasi Medik
Kegiatan Instalasi Rehabilitasi Medik pada Tahun 2013, didominasi oleh
pemeriksaan fisioterapi.
Grafik 5.64
Kegiatan Instalasi Rehabilitasi Medik
Tahun 2013

Pertumbuhan Rehabilitasi Medik
Pertumbuhan rehabilitasi medik tahun
2013 sebesar
1,82 kali
sedangkan tahun 2012 sebesar 1,95 kali, seperti tergambar pada grafik
berikut:
102
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.65
Pertumbuhan Rehabilitasi Medik
Tahun 2013
k). Instalasi Gizi Dapur
Realisasi Kegiatan Instalasi Gizi Dapur Tahun 2013 adalah 108.599 porsi.
Dari grafik berikut, dapat dilihat bahwa secara umum, jenis diet yang paling
sering diberikan adalah diet bubur beras, berikutnya adalah diet susu komersial
dan diabetes melitus. Berdasarkan ruang dan kelas, jenis diet yang dominan
diberikan di ICU paling banyak diberikan diet susu komersial dan makanan cair.
Sedangkan di ruang perawatan umum, HCU, dan isolasi, paling banyak diberikan
diet bubur beras. Adapun rincian kegiatan Instalasi Gizi Dapur Tahun 2013 dapat
di lihat pada tabel di bawah ini:
103
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Tabel 5.10
Kegiatan Instalasi Gizi Dapur (Jumlah Porsi)
Tahun 2013
l). Instalasi Bedah Sentral

Target dan Realisasi IBS
Jumlah total operasi pada Tahun 2012 adalah 604 operasi. Target
tindakan operasi Tahun 2013 adalah 634 tindakan (meningkat 5%)
dan realisasi tahun 2013 adalah 1.084 tindakan dengan pasien 591
orang. Target dan realisasi operasi dapat dilihat pada grafik di
bawah ini:
104
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.66
Total Operasi Tahun 2013
Total pendapatan IBS pada Tahun 2013 Rp. 208.367.858,sedangkan target pendapatan
berarti
capain
realisasi
nya
adalah Rp.772.500.000,belum
mencapai
target,
kemungkinan karena sebagian pasien berasal dari rawat inap
Berdasarkan data tersebut di atas dapat dilihat bahwa pada
Tahun 2013, target jumlah pemeriksaan tercapai
tetapi
target pendapatan belum tercapai.

Operasi berdasarkan cara bayar
Rincian operasi berdasarkan cara pembayaran, dapat dilihat pada
grafik berikut:
Grafik 5.67
Operasi Berdasarkan Cara Bayar
Tahun 2013
105
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Berdasarkan grafik tersebut di atas terlihat bahwa cara pembayaran
operasi, yang terbanyak dengan pembayaran KJS dan Askes, kemudian
menempati posisi ketiga cara pembayaran operasi adalah dengan
umum.

Kegiatan Pelayanan di IBS
Kegiatan pelayanan operasi berdasarkan spesialisasi, dapat dilihat pada
grafik di bawah ini:
Grafik 5.68
Kegiatan Operasi Berdasarkan Spesialisasi Tahun 2013
Dari grafik tersebut di atas, dapat dilihat bahwa kegiatan operasi
terbanyak adalah jenis bedah orthopedi dan kedua terbanyak adalah
jenis bedah umum.

Pertumbuhan IBS
Pertumbuhan operasi Tahun 2013 dapat mencapai angka ideal, yaitu
sebesar 1,79 kali, seperti terlihat pada grafik berikut:
Grafik 5.69
Pertumbuhan Operasi Tahun 2013
106
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013

Mutu Pelayanan IBS
Angka kematian pasca operasi (post operative death rate) di IBS
pada Tahun 2013, mencapai angka nol (sangat ideal), seperti
terlihat pada grafik berikut:
Grafik 5.70
Post Operative Death Rate
Tahun 2013
Waktu Tunggu sebelum operasi pada operasi elektif di IBS, juga
mencapai angka ideal, yaitu di bawah 24 jam (kurang dari 1 hari).
3). Direktorat Pengkajian Penyakit Infeksi dan Penyakit Menular
A.
Penataan manajemen pengkajian penyakit infeksi & penyakit
menular
1. Program : Penataan manajemen pengkajian penyakit infeksi &
penyakit menular yg dinamis & akuntabel
2. Kegiatan :
a.
Penyusunan rencana program
Penyusunan rencana kegiatan sesuai prioritas program sebagai
-
bagian dari organisasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
-
Penyusunan rencana bisnis anggaran sebagai bagian dari
organisasi.
-
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja sebagai bagian dari
organisasi
b.
Penataan tata hubungan kerja
- Pembentukan Instalasi Penelitian dengan SK Dirut RSPI SS
nomor
107
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
- Pembentukan Komite Etik Penelitian Kesehatan dengan SK Dirut
RSPI SS nomor SK Dirut HK.02.04/VII.3/161/2013.
- Penyusunan Tata hubungan kerja Direktorat Pengkajian PI & PM
sebagai bagian dari Tata hubungan kerja RSPI Prof. Dr. Sulianti
Saroso (dalam proses).
c.
Penyusunan petunjuk teknis & SPO kajian / penelitian
- Penyusunan Pedoman / petunjuk teknis serta SPO kajian /
penelitian penyakit infeksi dan penyakit menular (dalam proses) ,
yang dikontribusikan oleh berbagai pakar keilmuan dalam
berbagai pertemuan jejaring yang diselenggarakan oleh RSPI
Prof. Dr. Sulianti Saroso, diselenggarakan pada : bulan Mei, Juni,
Juli 2013 (penyusunan Pedoman Kajian Bidang & Instalasi) serta
pada bulan Desember 2013 (pertemuan koordinasi kajian klinik &
epidemiologi).
- Penyusunan Pedoman serta SPO Kaji etik Penelitian Kesehatan
RSPI Prof Dr Sulianti Saroso (dalam proses), dengan nara sumber
dari Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan (KNEPK) pada
bulan Juni & Desember 2013.
- Penyusunan alur kajian penyakit infeksi & penyakit menular
beserta faktor resikonya.
d.
Penguatan kemampuan pengelolaan sumber dana penelitian
internal & eksternal
Semakin terbatasnya alokasi dana pengkajian/ penelitian bersumber
DIPA & BLU RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dari tahun ke tahun
mengarahkan pada kemungkinan peluang alokasi dana bersumber
institusi luar dengan mekanisme kerja sama.
Mekanisme penganggaran dana bersumber hibah dari kegiatan kerja
sama perlu diperkuat dengan adanya 2 rencana penelitian kerjasama
bersumber dana hibah kerjasama dengan Institusi luar negeri dan
kesiapan untuk rencana kerja sama penelitian berikutnya.
108
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
e.
Pembentukan iklim penelitian pada seluruh pegawai RSPI prof.
Dr. Sulianti Saroso
Iklim penelitian dibangun dengan cara :
-
Meningkatkan kemampuan staf pengkajian / penelitian,
Dengan adanya sosialisasi / pelatihan etik dasar penelitian, Good
Clinical Pratice serta disain studi penelitian yang diselenggarakan
secara in house training serta mengikuti berbagai workshop, telah
dapat meningkatkan minat staf untuk melaksanakan pengkajian /
penelitian.
- Mempermudah proses perencanaan serta penyerapan anggaran
dengan adanya Standar Prosedur Operasional (SPO) dan
koordinasi lintas program segera
- Meningkatkan
kemampuan
memberikan
bimbingan
&
pengendalian manajemen pengkajian penyakit infeksi & penyakit
menular, melalui internalisasi pemahaman dan komitmen tentang
output yang diukur sesuai tugas pokok dan fungsi, serta
pengendalian manajemen ke arah pencapaian visi, misi serta
indikator kinerja.
- Mengakomodir
keharusan
pemenuhan
perssyaratan
etika
penelitian dan peningkatan kapasitas dengan membentuk Komite
Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) RSPI Prof,. Dr,. Sulianti Saroso
dengan SK Dirut nomor HK,03,05/ VII.1/ 2435/ 2012 dan
diperbaharui melalui SK Dirut HK.02.04/VII.3/161/2013.
f.
Pelaksanaan
kajian/
penelitian
penyakit
infeksi,
penyakit
menular prioritas , new emerging diasese, re emerging disease
(PINERE) yang memenuhi standar ilimiah & etik
109
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pengkajian
/ penelitian
Tabel 5.11
Pengkajian / penelitian internal
RSPI Prof. Dr Sulianti Saroso
Tahun 2011 - 2013
Sumber
Ethical approval
dana
DIPA Non Ada Tidak Tidak
DIP
ada
perlu
A
Tahun 2011
1. Analisis
genetika V
Virus Influenza H1N1
Penderita Yang di
Rawat di Rumah
Sakit Penyakit Infeksi
Prof. DR. Sulianti
Saroso.
2. Kajian terhadap Nilai V
Viral load dan Analisa
Genetika Virus pada
Penderita HIV/AIDSTB (+) dan Penderita
HIV/AIDS-TB (-) pada
pasien yang sudah
dan belum mendapat
pengobatan
Antiretroviral.
3. Peta
kuman
dan
sensitifitas terhadap
antibiotik di RSPI SS,
tahun 2005-2010.
4. kajian implementasi
rencana Pengelolaan
lingkungan (RKL) dan
rencana Pemantauan
Lingkungan
(RPL)
RSPI-SS tahun 2009,
2010
Tahun 2012
1. Kajian
Adherence V
ARV pada ODHA.
2. Kajian
Multi drug V
Resisten TB
3. Kajian Pola Kuman
dan
keepekaan
antimikroba.
4. Peran Virus influenza
serta
karakteristik
Publikasi Jurnal
Terakredita
si
Tidak
terakredit
asi
Belum
publika
si
V
V
(dalam
proses
publika
si)
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
110
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
5.
6.
7.
8.
9.
kliniknya
sebagai
penyebab
gejala
infeksi saluran nafas
akut
pada
anak
menggunakan
PCR/ESI-MS
Prevalens MDR TB V
pada pasien TB Paru
di RSPISS tahun
2012
dengan
menggunakan PLEXID
sebagai
pemeriksaan
resistensi TB
V
Mikroorganisme
penyebab infeksi non
dengue anak dan
dewasa
menggunakan
PCR/ESI-MS
Analisis mikroba usus V
pada anak usia 2-5
tahun dengan Diare
dan Non Diare serta
bakteri
penghasil
asam laktat
Indentifikasi Etiologi
Diare
Akut
Pada
Dengan
Teknologi
PCR/ESI-MS
di
RSPISS
Peta
kuman
dan
sensitifitas terhadap
antibiotik di RSPI SS,
tahun 2005-2011
10.kajian implementasi
rencana Pengelolaan
lingkungan (RKL) dan
rencana Pemantauan
Lingkungan
(RPL)
RSPI-SS tahun 2009,
2010, 2011.
11.
Kajian
pre
exposure
immunization petugas
kesehatan RSPI-SS
yang
berisiko
terhadap pelayanan
rabies
Tahun 2013
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
111
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
1. Surveilans berbasis
laboratorium
2. Kajian Rabies melalui
pemeriksaan
titer
antibodi pada pasien
kasus gigitan Hewan
Penular Rabies di
RSPI SS
3. Pengaruh
rawat
gabung pasien HIV /
AIDS
dengan
pseudomonas
aeruginosa terhadap
resiko transmisi ke
pasien lain di ruang
perawatan RSPI SS
4. Analisa
Ketahanan
Hidup Penderita HIV
AIDS di RSPI SS
5. Suplementasi
Zn
pada penderita HIV
AIDS
6. Suplementasi
Fe
pada penderita TB
paru
(pembatalan
kegiatan dengan SK
Dirut RSPI SS nomor
HK.03.05/VII.1/10169
/2013 tanggal 1 Juli
2013
7. Hubungan
antara
pengetahuan tentang
penyakit TB paru
dengan
perilaku
pencegahan
pada
penderita Tb paru
8. Efektifitas
aplikasi
handrub
terhadap
peningkatan jumlah
kuman pada tangan
petugas RSPI SS
9. Pola kuman pada
ruang publik, ruang
pelayanan & ruang
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
-
-
-
V
V
V
V
V
V
V
V
V
112
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
perawatan RSPI SS
10.
Insidens & faktor
resiko
terjadinya
Sindrom
Inflamasi
karena
rekonsitusi
imunitas
pada
penderita HIV AIDS,
sebagai
penelitian
pendahuluan
Uji
Klinis Suplementasi
vitamin
D
untuk
pencegahan Sindrom
inflamasi
karena
rekonsitusi imunitas
pada pasien HIV di
RSPI SS
11.
Sensitivitas
&
resistensi antiobiotika
pada anak di RSPI
SS
12.
Manfaat curcumin
pada infeksi rotavirus
di RSPI SS
Pengkajian/ penelitian
1. AFIRE Study
V
V
V
V
V
V
V
V
V
Tabel 5.12
Penelitian Eksternal (Kerja Sama)
RSPI Prof Dr Sulianti Saroso
Kerja sama
Ethical approval
Ada
Tid Tidak
ak
perlu
ada
INA
- V
Respond
Lembaga
2. Molecular
Penyakit
Epidemiology of HIV –
Tropik
1 in Indonesia
Universitas
airlangga
3. Effectiveness of Melaleuca
Alternifolia concentrate (MAC)
as enhancer ammune system
ini patients who commence
antiretroviral therapy at Sulianti
Saroso for Infectius diseases
hospital Jakarta”
V
V
Australian
Botanical
Bioscience
Underwood,
Queensland
, Australia
Keterangan
Proses
perijinan
pembukaan rekening
hibah
Proses MOU
Proses pengumpulan
sampel
Proses
perijinan
Badan POM
113
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
B. Peningkatan surveilans pengkajian PI & PM
- Pelaksanaan Surveilans Rutin 19 Penyakit Potensial KLB.
- Pelaporan hasil surveilans rutin dan tindak lanjut ke stakeholders.
- Penyusunan Penggantian Status baru rekam medik
- Sebagai tim Surveilans H5N1 dengan Sudinkes Jakarta Timur dan Ditjen
PP & PL di Jakarta dan Bandung.
C. Pengembangan laboratorium penelitian
- Penyusunan petunjuk teknis & SPO laboratorium penelitian
- Penataan ruangan laboratorium penelitian (tahun 2012 & 2013)
- Menerima hibah peralatan PCR/ESI-MS (PLEX ID) dari Ditjen PP & PL (
tahun 2010- 2011), tahun 2013 PLEX –ID diskontinu, & akan diganti
dengan peralatan yang setara.
- Menerima hibah peralatan pemeriksaan Viral load dari Ditjen PP & Pl (
tahun 2013)
- Pemanfaatan PCR/ESI-MS untuk 5 penelitian
- Penyusunan rencana kebutuhan peralatan standar BSL 2 laboratorium
penelitian (2013)
D. Penguatan jejaring pengkajian penyakit infeksi & Penyakit menular
-
Menyiapkan, menyusun dan melaksanakan jejaring kajian penyakit
infeksi & penyakit menular
Pertemuan jejaring dengan unit di lingkungan kementerian, dan
organisasi-organisasi
profesi
dengan
pertemuan
–
pertemuan
pendahuluan untuk memperkuat kapasitas SDM dalam melaksanakan
pengkajian & penelitian penyakit infeksi beserta faktor resikonya,
penataan jejaring, serta menghasilkan pedoman kajian yang gold
standard
-
Keterlibatan dalam jejaring penelitian multinasional :
o
Sebagai anggota Steering Committee,
Strategic Planning For
Indonesia Infectious Diseases Clinical Research Network (Indonesia
- US Partnership)
o
Sebagai site AFIRE Study
114
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
-
Berpartisipasi dalam forum jejaring internasional :
o
Sebagai
pembicara
dalam
13
TH
FERCAP
International
Conference, dengan tema “ Addressing ethical issues in infectious
and communicable disesase:, (dr Dewi Murniati, Dr dr Fatmawati,
MPH, drg. Maya Marinda M. Kes)
-
Melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka penguatan jejaring
pengkajian & penelitian penyakit infeksi :
o
Lembaga Penyakit Tropik , Univerrsitas Airlangga, Surabaya (15 –
17 April 2013), mempelajari rencana kerjasama penelitian
o
Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi Indonesia (RSPTI) , Surabaya
(15 – 17 April 2013), mempelajari tatalaksana pasien infeksi,
manajemen penelitian, serta manajemen laboratorium penelitian
o
RSUD Dr.Soetomo, Surabaya (15 – 17 April 2013), mempelajari
manajemen
pengendalian
resistensi
antibiotika
(PPRA)
dan
Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI)
- Keanggotaan organisasi profesi :
o
Asosiasi Biorisk Indonesia : 3 orang
o
Jaringan Komunikasi Nasional Etik Penelitian Kesehatan
o
Forum for Ethical Review Comittees in Asia & Western Pasific
(FERCAP ) : 20 orang
o
Clinical Epidemiology-evidence based medicine (CE-EBM): 3 orang
- Perjanjian kerjasama :
o
Nota kesepahaman Lembaga biologi Molekuler Eijkman dgn RSPI
Prof.
Dr.
Sulianti
Saroso,
Tentang
Pengembangan
Ilmu
Pengetahuan & Teknologi Kedokteran di Bidang Bioteknologi,
Nomor
121/
EIJK/IV/2011(Lembaga
Eijkman),
Nomor
HK.06.01/VII.1/1857/2011 (RSPI Prof Dr Sulianti Saroso)
o
Perjanjian Kerjasama antara UI dan RSUPN CM dan RSPI SS,
Tentang Penyelenggaraan kegiatan akademik di RSPI SS, nomor
126/PKS/FKUI/2011
(Fak
Kedokteran
UI),
nomor
13052/TU.K/54/VII/2011 (RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, nomor
HK.06.01/VII.1/2602.A/2011 (RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso)
115
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
o
Perjanjian Kerjasama RSPI SS dengan Pusat Teknologi Terapan
Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Badan Litbangkes , tentang
pelaksanaan kegiatan peneliitian klinis khususnya penyakit infeksi,
nomor HK .06.01/VII.1/1102/2012 (RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso),
nomor HK.05.01/V/0637/2012 (PTTKEK)
o
memorandum of Agrrement RSPI Prof Dr Sulianti Saroso dengan
Lembaga
Penyakit
Tropis
Universitas
Airlangga,
nomor
HK.05.01/VII.2.3/7373/2013 (RSPI Prof Dr Sulianti Saroso), nomor
399/UN3.15/KS/2013 (LPT UNAIR)
- Keikutesertaan sebagai tim penyusunan berbagai pedoman teknis:

Pedoman Sistem SKD EID Penyakit Infeksi /Menular yang Potensial
KLB/Wabah,
dengan Direktorat Bina upaya Kesehatan Rujukan
Kemenkes dan Assesment di 4 Propinsi (2012)

Pedoman Penyelenggaraan Tatalaksana Kasus Gigitan Hewan
penular Rabies dan Penderita rabies dengan Direktorat Bina Upaya
Kesehatan Rujukan Kemenkes dan Assesment di 3 Provinsi (2012):

Pedoman Penyakit Zoonosis Untuk wisatawan dengan Kementrian
Pariwisata di Jakarta (2012)

Pedoman kecerdasan majemuk di Bogor (2012)
E. Pelaksanaan penguatan protokol standar dan tatalaksana penyakit
infeksi & penyakit menular
-
Penyusunan status rekam medik tentang penyakit DBD, TB,
HIV/AIDS, Gastro Enteritis, Rabies (2012- 2013)
-
Penyusunan modul diklat Pencegahan & Pengendalian Infeksi (2012)
-
Penyusunan modul Diklat CST & VCT (2013)
F. Penguatan Kapasitas SDM dalam Pengkajian/ Penelitian Penyakit Infeksi
& Penyakit Menular
116
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Tabel 5.13
Penguatan Kapasitas SDM
Dalam Pengkajian/ Penelitian Penyakit Infeksi & Penyakit Menular
Tahun 2011- 2013
Kegiatan
Penyelenggara
Jumlah Tempat
peserta
Tahun 2011
1. Pelatihan Reseach Ethic &
Good Clinical Practice
Tahun 2012
1. Sosialisasi Etik Dasar
Sertfikasi
40
RSPI SS
40
RSPI SS
Non
sertifikasi
4
Garut
Sertifikasi
3. Pelatihan Etik Dasar penelitian KNEPKkesehatan
Poltekkes II
8
Garut
Sertifikasi
4. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti
2
Cibinong
Sertifikasi
30
RSPI SS
4
Srilangka
Non
sertifikasi
Sertifikasi
Sanitasi Subdit HSP,
Ditjen
PP
PL
2. Kunjungan Kerja Hygiene Sanitasi Ins
Gizi
Pangan
RSAB
Harapan
Kita
3. Kunjungan Kerja Hygiene Sanitasi ACS,
Pangan
Bandara
Soetta
4. Pelatihan Penulisan Ilmiah
LIPI
40
RSPI SS
Non
sertifikasi
30
RSAB
Harapan
kita
Non
sertifikasi
30
Non
sertifikasi
10
ACS,
Bandara
Soetta
cibining
KNEPK
–
RSPI SS
6. Pelatihan Etik Dasar Penelitian KNEPK
–
Kesehatan
RSPI SS
7. Pelatihan Disain Studi Penelitian RSPI
SSKlinik
PT
Epidemiolog
i Indonesia
8. Pelatihan Metodologi Uji Klinik
Clinical
Study Unit
FK
Univ
Indonesia
40
RSPI SS
Sertifikasi
40
RSPI SS
Sertifikasi
30
RSPI SS
Sertifikasi
2
Jakarta
Sertifikasi
2. Pelatihan Good Clinical Practice
KEPK
Balitbangke
s
KNEPK-
Non
sertifikasi
Poltekkes II
LIPIKemristek
5. Pelatihan Analisis Data
6. 12 TH FERCAP
Conference
Tahun 2013
1. Sosialisasi
Pangan
RSPI SS
International FERCAP
Hygiene
5. Pelatihan Good Clinical Practice
Sertifikasi
117
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
9. Training and Survey of Health FERCAPEthical Research Comission
KNEPK
11
10.
13 TH FERCAP International
Conference
8
FERCAPBalitbangke
s
 FK
Udayan
a
Denpas
ar
 FK
Brawijay
aMalang
Denpasar
G. Kasus Penyakit KLB di RSPI-SS.
Selama tahun 2013 kasus KLB yang menonjol adalah DBD yang
meningkat dibandingkan tahun lalu.
Grafik: Jumlah kasus yang dirawat di RSPI Tahun 2010-2013
Grafik 5.71
Pasien DBD di Rawat Jalan RSPI SS
Penyakit KLB yang juga meningkat adalah Morbili sebanyak 32 kasus
(Tahun 2011 = 7 dan 2012 = 2 kasus) serta Difteri sebanyak 6 kasus (Tahun
2011 = 1 dan tahun 2012 = 2).
H. Instalasi Pendidikan dan Pelatihan.
Instalasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) merupakan salah satu unit
penting dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan baik
internal di lingkungan pegawai RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso maupun dari
luar RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Tugas instalasi ini pada dasarnya adalah
menyelenggarakan fungsi pendidikan dan pelatihan petugas sesuai Rentra
dan RBA serta kebutuhan pelatihan (TNA).
Beberapa hasil kegiatan Instalasi Diklat adalah sebagai berikut:
118
Sertifikasi
Sertifikasi
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
1. Secara kumulatif Instalasi Diklat telah memiliki 20 Standar Prosedur
Operasional (SPO) yang menjadi landasarn teknis dan administrasi
penyelenggaraan diklat.
2. Dalam pelaksanaan diklat pegawai RSPI, telah dilakukan 10 inhouse
training dengan total jumlah peserta 548 orang dan peningkatan
kapasitas melalui pelatihan di luar RSPI sebanyak 64 pelatihan dengan
jumlah peserta 195 orang.
3. Guna memperoleh standar pendidikan yang sesuai dengan akreditasi,
Prof. Dr. Sulianti Saroso bekerja sama dengan STIKIM saat ini sedang
mendidik 29 orang D3 perawat untuk menjadi S1 (SKep).
4. Melalui
Instalasi
Diklat,
RSPI
Prof.
Dr.
Sulianti
Saroso
telah
melaksanakan MoU pendidikan dengan 17 Institusi Pendidikan yang
terdiri
dari
Kepaniteraan
Dokter
Umum
dan
Dokter
Spesialis,
Keperawatan, Kebidanan dan Analis Laboratorium. Dengan MoU
tersebut, sebanyak 518 mahasiswa kesehatan telah melakukan magang
atau meningkat 49% dibandingkan tahun 2012 yang berjumlah 347
orang.
5. Prof. Dr. Sulianti Saroso telah menjadi tempat kunjungan studi banding
bagi 7 institusi kesehatan termasuk satu dari Kementerian Kesehatan
Buthan. Selain itu Instalasi Diklat juga menyelenggarakan pelatihan
khusus penatalaksanaan penyakit infeksi bagi KKP Kelas I Makasar dan
KKP Kelas I Medan.
6. Dalam rangka mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi di
lingkungan petugas kesehatan, Prof. Dr. Sulianti Saroso bekerja sama
dengan PT Reckit Benckiser Indonesia telah melaksanakan pelatihan di
76 RS dan Puskesmas.
I.
Instalasi Rekam Medik
Tugas Instalasi Rekam Medik adalah menyelenggarakan kegiatan
pelayanan rekam medik pasien, menyediakan data dasar penyakit
(morbiditas) dan data dasar kematian (mortalitas), serta mengumpulkan,
mengolah, menganalisa data dan menyajikan informasi untuk kepentingan
manajemen rumah sakit.
Hasil-hasil kegiatan Instalasi Rekam Medik antara lain ditunjukkan
dengan beberapa tampilan berikut ini:
119
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.72 dan 5.73 Penyakit Infeksi dan Non Infeksi Terbanyak IRNA
Grafik 5.74 dan 5.75 Penyakit Infeksi dan Non Infeksi Terbanyak IRNA
Adapun pencapaian kinerja Instalasi Rekam Medik masih belum sesuai
dengan indikator yang ditetapkan sebagaimana tampilan dibawah ini:
120
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Tabel 5.14
Pencapaian Indikator Rekam Medis
Atas penurunan BOR pada tahun 2013 ini terlihat bahwa diperlukan
perbaikan manajemen di pelayanan pasien secara menyeluruh. Adapun dari
data kinerja diatas diperlukan perbaikan kinerja secara mendasar mulai dari
penguatan SDM, penataan manajemen serta perbaikan lingkungan kerja.
J. Instalasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
Instalasi ini sangat penting dalam mendukung pengendalian infeksi serta
meningkatkan mutu pelayanan di RS sebagaimana standar akreditasi yang telah
ditetapkan. Tugasnya adalah :
121
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
a. Menyusun dan melakukan sosialisasi Kebijakan Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di RS.
b. Menyusun dan melakukan sosialisasi SPO terkait pencegahan dan
pengendalian infeksi.
c. Melakukan manajemen pencegahan & pengendalian infeksi di RS
meliputi aspek perencanaan, koordinasi pelaksanaan, monitoring dan
evaluasi, pengawasan serta pelaporan berkala.
d. Melaksanakan surveilans sumber dan faktor risiko infeksi serta investigasi
kasus bila diperlukan.
e. Menyampaikan laporan dan memberikan saran kepada Direksi tentang
implementasi kebijakan pencegahan & pengendalian infeksi di RS.
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Instalasi ini memiliki IPCN (Infection
Prevention and Control Nurse) dan IPCLN (Infection Prevention and Control Link
Nurse karena sebagian besar tugas-tugas ini dilakukan oleh perawat.
Sebagai indikator utama keberhasilan Instalasi Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi adalah menurunnya angka infeksi RS yaitu IADP (Infeksi
Aliran Darah Primer), VAP (Ventilator Assosiated Pneumonia), ISK (Infeksi
Saluran Kemih) dan IDO (Infeksi Daerah Operasi). Pada tahun 2013 di RSPI
Prof. Dr. Sulianti Saroso tidak ditemukan kasus-kasus infeksi seperti uraian
tersebut.
Evaluasi infeksi lain adalah ditujukan terhadap akibat pelayanan
keperawatan. Hasil tahun 2013 menunjukkan angka Phlebitis 1,93‰ dari jumlah
hari penggunaan infus 31.590 dan Decubitus 1,67‰ dari jumlah tirah baring total
5.989. Angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan angka yang
ditetapkan dalam SPM yaitu 2%.
122
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.76
Kejadian Phlebitis 2013
Grafik 5.77
Kejadian Decubitus Tahun 2013
123
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Foto kegiatan Direktorat PPI PM
1. Dr. Dewi Murniati, Sp.A sebagai pembicara dalam 13 th
FERCAP Internasional conferece di Denpasar
124
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
2. Sebagai peserta 13 th FERCAP Internasional conferece di Denpasar
3. Kunjungan Kerja ke RSUD Soetomo, Surabaya
4. Kunjungan Kerja ke ITD UNAIR, Surabaya
125
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
5. Kunjungan Kerja ke RSPTI, Surabaya
6. Training and Survey of Health Ethical Research Comission
7. Penyusunan SOP Manajemen Kajian & Instalasi (Bidang Pengkajian
Imunologi & FR dan Instalasi Diklat)
126
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
8. Finalisasi Penyusunan SOP KEPK RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
9. Diklat Penulisan Ilmiah, LIPI-Cibinong
10. Pelatihan Etik Dasar Penelitian Kesehatan
127
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
11. Pelatihan Good Clinical Practice
12. Pelatihan Disain Studi Penelitian Klinik
13. Inhouse Training Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.
128
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
B). Realisasi Indikator BLU

Indikator Asek Keuangan
Tabel 5.15
Indikator Aspek Keuangan
129
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013

Indikator Aspek Pelayanan
Tabel 5.16
Indikator Asek Pelayanan
NO
1
Sub Aspek / Kelompok Indikator/ Indikator/
Sub Indikator
Layanan
35
a.
18
Pertumbuhan Produktivitas
Haper
Nilai
Riil
1)
Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan / Hari
2
2,51
2
2)
3)
2
1,08
1,5
2
7,25
4)
Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat / Hari
Pertumbuhan Hari Perawatan Rawat Inap
(HP)
Pemeriksaan Radiologi / Hari
2
52,79
2
5)
Pemeriksaan Laboratorium / Hari
2
1,37
2
6)
Rata-rata Operasi / Hari
2
1,27
2
7)
8)
Rata-rata Rehab Medik / Hari
Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan
Kedokteran
Jumlah Penelitian yang Dipublikasikan
2
3,02
2
2
1,14
2
2
2
2
59,2%
1,25
2
76,68%
1,5
9)
b.
1)
2)
Efektivitas Pelayanan
Kelengkapan Rekam Medik 24 jam selesai
pelayanan
Pengembalian Rekam Medik
2
2
14
3)
Angka Pembatalan Operasi
2
1,3%
1,5
4)
5)
Angka Kegagalan Hasil Radiologi
Persentase Penulisan Resep sesuai
Formularium
Angka Pengulangan Pemeriksaan
Laboratorium
BOR
2
1,3%
2
2
40%
0,5
2
293/137.286*100%= 0,21 %
2
44%
0,5
6)
7)
c.
2
Bobot
Pertumbuhan Pembelajaran
2
3
1)
Rata-rata Jam Pelatihan/Karyawan
1
0,01
0,25
2)
Persentase Dokdiknis yang Mendapat TOT
1
57%
0,75
3)
Program Reward dan Punishment
1
Ada Program, sebagian dilaksanakan
0,5
Mutu dan Manfaat kepada Masyarakat
35
a.
Mutu Pelayanan
14
1)
Emergency Response Time
2
0:10:47
1,5
2)
Waktu Tunggu Rawat Jalan
2
01:32:22
0,5
3)
LOS (Length of Stay)
4)
Kecepatan Pelayanan Resep Obat
Jadi
5) Waktu Tunggu Sebelum Operasi
2
7 Hari
1
2
0:31:16
2
3 Hari
1
6)
Waktu Tunggu Hasil Laboratorium
2
01:59:30
2
7)
Waktu Tunggu Hasil Radiologi
2
02:27:04
2
b.
Mutu Klinik
0,5
12
130
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
c.
1)
Angka Kematian di Gawat Darurat
2
0,95%
2
2)
Angka Kematian/Kebutaan ≥ 48 jam
2
4,8%
2
3)
Post Operative Death Rate
2
4)
Angka Infeksi Nosokomial
4
5)
Jumlah Kematian Ibu di Rumah Sakit
2
Kepedulian Kepada Masyarakat
1)
d.
e.
Pembinaan kepada Puskesmas dan
Sarana Kesehatan Lain
1
Penyuluhan Kesehatan
1
3)
Rasio Tempat Tidur Kelas III
2
Kepuasan Pelanggan
1)
Penanganan Pengaduan / Persentase
Pengaduan
2)
Kepuasan Pelanggan
2
Kepedulian Terhadap Lingkungan
3
2)
2
Ada Program Dilaksanakan
Semua
1
Ada Program Dilaksanakan
Semua
60%
1
Kebersihan Lingkungan (Hasil
Penilaian Rumah Sakit Berseri)
TOTAL (1+2)
1
1
0,7
0,7
9570
2
Hijau semua, pengukuran
dilaksanakan namun hasil
pengukuran ada yg melebihi
ambang batas
berikut:
Jumlah
=
=
23.00
57.25
80.25
Berdasarkan hasil penilaian tersebut diatas maka
0,8
57,25
70
Jadi Total Indikator Kinerja Aspek Keuangan dan Pelayanan adalah sebagai
Indikator Aspek Pelayanan
2
86,36 %
1
=
2
1
2
Proper Lingkungan (KLH)
Indikator Aspek Keuangan
4
4
2)
1)
0%
Decubitus =0,03%, Phlebitis =
0,2%, ISK = 0%, ILO = 0%
0%
kinerja Rumah Sakit
Penyakit Infeksi Prof Dr.Sulianti Saroso termasuk pada kriteria AA (SEHAT)
131
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
C). Realisasi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
Tabel 5.17
Realisasi Standar Pelayanan Minimal
NO
Jenis Pelayanan
Indikator
Standar
1
Instalasi Gawat
1.Kemampuan menangani life saving anak dan
100 %
100 %
Darurat
dewasa
100 %
100 %
3.Jam buka Pelayanan Gawat Darurat
24 Jam
24 jam
4.Pemberian pelayanan kegawatdaruratan yang
100 %
100 %
5.Ketersediaan Tim Penanggulangan Bencana
Tim
Ada tim
6.Waktu tanggap pelayanan Dokter di Gawat
≤ 8 menit
5 menit 35
Darurat
terlayani,
detik
2.Kemampuan menangani sight saving anak dan
Realisasi
dewasa
tersertifikasi dan masih berlaku BLS/PPGD dan
kegawatdaruratan mata
setelah
pasien
datang
7.Kepuasan pelanggan
≥ 70 %
8.Kematian pasien ≤ 24 Jam
≤ 2/1000
9.Tidak adanya pasien yang harus membayar uang
100 %
100 %
100 %
100 %
90 %
7,4 per mil
muka
2
Instalasi Rawat
1. Doter pemberi pelayanan di poliklinik spesialistik
dokter
Jalan
spesialis
2.Ketersediaan Pelayanan
1.Klinik Anak
Tersedia
2.Klinik
Tersedia
Penyakit
Dalam
3.Klinik
Tersedia
Kebidanan
4.Klinik
Tersedia
Bedah
3.Penegakkan Diagnosis TB melalui pemeriksaan
≥ 60 %
100 %
≥ 60 %
100 %
a.Pagi :jam
100 %
mikroskopis TB
4.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan
pelaporan TB di RS
5.Jam buka pelayanan
08.00-13.00
sedangkan
hari jumat
132
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
:jam 08.0011.00
b.Sore : jam
100 %
14.00-16.00
6.Waktu Tunggu Rawat Jalan
≤ 60 menit
1 jam 10
menit
3
Rawat Inap
7.Kepuasan Pelanggan
≥ 90 %
90 %
1.Pemberi Pelayanan di Rawat Inap
a.Dokter
100 %
Spesialis
b.Perawat
100 %
minimal
pendidikan
D3
2.Dokter penanggung jawab di Rawat Inap
100 %
3.Ketersediaan pelayanan rawat inap
a.Utama A
100 %
b.VIP
2 ruangan
c.Kelas I
25 ruangan
d.Kelas II
16 ruangan
e.Kelas III
108 ruangan
f.Ruang
13 ruangan
Isolasi
4.Jam visite dokter spesialis
Jam 08.00-
100 %
14.00 setiap
hari kerja
5.Kejadian Infeksi Pasca Operasi
≤2%
6.Kejadian infeksi nosokomial
≤ 1,5 %
7.Tidak ada pasien jatuh yang berakibat kecacatan
0%
0,35 %
0%
0%
8.Kematian pasien ≥ 48 jam
< 25/1000
38/1000
9.Kejadian pulang paksa
≤5%
10.Kejadian pasien lari/kabur
≤5%
11.Jumlah pasien rawat inap yang dirujuk
≤5%
0, 28 %
12.Kejadian pasien bunuh diri
< 25 ‰
0%
13.Penegakkan Diagnosis TB melalui pemeriksaan
≥ 60 %
95 %
≥ 60 %
100 %
dan kematian
mikroskopis TB
14.Terlaksananya kegiatan pencatatan dan
pelaporan TB di RS
15.Kejadian infeksi nosokomial
0,35 %
a.Kejadian Decubitus
0,2 %
0%
b.Kejadian Plebitis
O,2 %
0%
c.Kejadian kesalahan pemberian obat oleh perawat
0%
0%
133
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
(KNC&KTD)
4
Instalasi Bedah
Sentral
d.Kejadian infeksi luka operasi
0%
0%
e. Kejadian cidera akibat restrain
0%
0%
16.Kepuasan pelanggan
≥ 90 %
0%
1.Waktu tunggu operasi elektif
≤ 2 hari
≤ 1 hari
2.Kejadian kematian di meja operasi
≤1%
0%
3.Tidak adanya kejadian operasi salah sisi
0%
0%
4.Tidak adanya kejadian op[erasi salah orang
0%
0%
5.Tidak adanya kejadian salah tindakan pada
0%
0%
0%
0%
≤6%
0%
operasi
6.Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda
asing/lain pada tubuh pasien setelah operasi
7.Komplikasi anestesi karena overdosis, reaksi
anestesi dan salah penempatan anestesi
endotracheal tube
5
ICU
1.Rata-rata pasien yang kembali ke ICU dengan
≤72 Jam
0
penyakit yang sama
6
Laboratorium
1.Waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium
≤ 140 menit
122 menit 25
detik
Patologi Klinik
2.Pelaksana Ekspertesi
3.Tidak adanya kesalahan pemberian hasil
Dokter
Ada 3 dokter
Sp.PK
spesialis
0%
0%
4.Kepuasan Pelanggan
≥ 80 %
70 %
1.Waktu tunggu hasil pelayanan radiologi
≤ 3 jam
2 jam 4
pemeriksaan laboratorium
7
Radiologi
menit 12
detik
2.Pelaksana ekspertisi
3.Kejadian kegagalan pelayanan rontgen
Dokter
Ada 2 dokter
Sp.Rad
spesialis
a.kerusakan
1%
foto ≤2 %
8
Rehabilitasi Medik
4.Kepuasan pelanggan
≥ 80 %
90 %
1.Kejadian drop out pasien terhadap pelayanan
≤ 50 %
7%
0%
0%
≥80 %
90 %
Rehabilitasi Medik yabg direncanakan
2.Tidak adanya kejadian kesalahan tindakan
rehabilitasi medik
3.Kepuasan pelanggan
9
Farmasi
1.Waktu tunggu pelayanan
a.Obat Jadi
≤ 45 menit
31 menit 16
detik
b.Racikan
≤ 60 menit
45 menit 31
134
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
detik
2.Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat
10
Gizi
0%
0%
3.Kepuasan pelanggan
≥ 80 %
80 %
4.Penulisan resep sesuai formularium
100 %
95 %
1.Ketepatan waktu pemberian makanan kepada
≥ 90 %
99 %
≤ 20 %
10 %
pasien
2.Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien
11
12
Pelayanan Gakin
Rekam Medik
3.Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet
0%
0,002 %
Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang datang ke
100 %
RS pada setiap unit pelayanan
terlayani
1.Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam
100 %
90 %
100 %
90 %
100 %
setelah selesai pelayanan
2.Kelengkapan Informed Concent setelah
mendapatkan informasi yang jelas
3.Waktu penyediaan dokumen rekam medik
≤ 10 menit
15 menit
≤ 15 menit
20 menit
pelayanan rawat jalan
4.Waktu penyediaan dokumen rekam medik
pelayanan rawat inap
11,7 mg/l
13
Sanitasi
1.Baku mutu limbah cair
a.BOD < 30
mg/l
b.COD <80
65,8 mg/l
mg/l
c.TSS < 30
20,2 mg/l
mg/l
d.PH 6-9
2.Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai
8,22
100 %
100 %
1.Tindak lanjut hasil pertemuan direksi
100 %
90 %
2.Ketepatan waktu pengusulan kenaikan pangkat
100 %
90 %
3.Ketepatan waktu pengurusan gaji berkala
100 %
90 %
1. Cost recovery
≥ 40 %
2.Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan
100 %
90 %
3.Kecepatan waktu pemberian informasi tentang
≤ 2 jam
2 jam
100 %
99 %
dengan aturan
14
15
Kepegawaian
Keuangan
tagihan pasien rawat inap
4. Kecepatan waktu pemberian imbalan (insentif)
sesuai kesepakatan waktu
16
Instalasi
1.Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat
≤ 80 %
95 %
Pemeliharaan
2.Ketepatan waktu pemeliharaan alat
100 %
95 %
Sarana Rumah
3.Peralatan laboratorium dan alat ukur yang
100 %
98 %
Sakit
digunakan dalam pelayanan terkalibrasi tepat waktu
135
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
sesuai dengan ketentuan kalibrasi
17
Laundry
1.Tidak adanya kejadian linen yang hilang
2.Ketepatan waktu penyediaan linen umtuk ruang
0%
0%
100 %
90 %
Anggota Tim
100 %
rawat inap
18
Pencegahan dan
1.Ada anggota Tim PPI yang terlatih
PPI yang
Pengendalian
Infeksi (PPI)
terlatih 75 %
2.Tersedia APD di setiap instalasi
60 %
70 %
3.Kegiatan pencatatan dan pelaporan infeksi
75 %
100 %
nosokomial/HAI (Health Care Associated Infection)
di RS
136
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
D). Realisasi Key Performance Indicator (KPI)
Tabel 5.19
Pencapaian tujuan dan sasaran Tahun 2013
Pencapaian Tujuan dan Sasaran
NO
1.
2.
Program kerja
Program
penyempurnaan tarif
Rumah Sakit,
termasuk
penyempurnaan
pengelolaan piutang,
dan pengembangan
billing system
Program Pengendalian
anggaran dan
penyempurnaan
inventory
Masukan (input)
Keluaran (output)
 Alokasi anggaran
 Data tarif lama (Pola tarif
Thn 2011)
 Data Unit Cost
 Data tarif dari RS lain
sebagai referensi
 Tim Penyusun tarif baru
 Data piutang
 Sistem, mekanisme, dan
SDM yg kompeten dlm
pengelolaan piutang.
 MOU
kerjasama
pembangunan
dan
pengembangan SIM-RS
 SDM yang terlatih dalam
meng-input data SIM-RS.
 Pola Tarif baru Thn 2012
 Tersedianya
program
SIM-RS
 Implementasi Program
SIM-RS


Bahan-2 Referensi untuk
menyusun
SOP
pengadaan
SDM pelaksana SOP
serta
SDM
penginput/pengelola
data inventaris yang
kompeten.
Hasil (outcome)



Dokumen
SOP
Pengadaan Barang &
Jasa
Tersusunnya
sistem
pencatatan
barangbarang inventaris.
Dokumen inventaris
Dampak (impact)
Terlaksananya
kegiatan
pelayanan
dengan
menggunakan
tarif baru Tahun
2012.
Meningkatnya
pendapatan
RSPI-SS
terutama PNBPBLU rumah sakit
sebesar 18 %.
 Tersedianya
fasilitas
pelayanan
kesehatan
dengan kualitas
pelayanan yang
baik.
 Meningkatnya
derajat
kesehatan
masyarakat.
 Terlaksananya
sistem pengadaan
barang
&
jasa
RSPI-SS, yg tepat
guna
 cost
reductionrumah
sakit sebesar 4,25
%.
 Effisiensi
anggaran rumah
sakit
 Effisiensi
anggaran
negara
untuk
bidang
kesehatan


Manfaat (benefit)
137
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pencapaian Tujuan dan Sasaran
NO
Program kerja
Masukan (input)

2


3.
Program Peningkatan
ketrampilan dan
kemampuan staf




4.
Program Percepatan
pengurusan
administrasi
kepegawaian dan
penyempurnaan
rumusan remunerasi







Keluaran (output)
Pelatihan
pengadaan
barang dan jasa
SDM pencatatan barangbarang inventaris
Pelatihan
penyusunan
SAI & SA-BMN

Pemetaan
kompetensi
staf
Pelatihan
dan
pendidikan staf
Studi
banding
ke
institusi-2 terkait
Tersedianya
alokasi
dana untuk mengikuti
pendidikan & pelatihan

Pelatihan SDM tentang
sistem
administrasi
kepegawaian
Sosialisasi
aturan
kepegawaian
Survey
kepuasan
pegawai
Tim
penyusun
remunerasi
Data remunerasi dari RS
lain
sebagai
bahan
referensi
Studi banding mengenai
penyusunan remunerasi
Bimbingan penyusunan
sistem remunerasi






Hasil (outcome)
Manfaat (benefit)
Dokumen
pemetaan
kompetensi staf
SDM yang terampil
dan kompeten pada
bidangnya
 Meningkatnya
penempatan SDM
sesuai
dengan
kompetensinya
sebesar 50%.
 Kualitas
pelayanan
kesehatan
prima
Tersedianya
sistem
administrasi
kepegawaian
yang
baik
SDM
pengelola
administrasi
&
kepegawaian
yang
trampil dan kompeten.
Dokumen
survey
kepuasan pegawai
Tim SDM remunerasi
yang kompeten
Dokumen draft sistem
remunerasi RSPI-SS
 Pertumbuhan index
kepuasan staf > 4,
sebesar 5%
 Terlaksananya
sosialisasi aturan
kepegawaian
 Penerapan sistem
remunerasi
RS
(sedang
dalam
proses persetujuan
Kemenkeu
 Terselenggaranya
kinerja pelayanan
RSPI-SS,
yang
paripurna
yang
Dampak (impact)
 Tersedianya
upaya
kesehatan yang
paripurna bagi
masyarakat
 Tersedianya
sumberdaya
(Sarana
&
Prasarana)
kesehatan yang
prima.
138
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pencapaian Tujuan dan Sasaran
NO
Program kerja
Masukan (input)




5.
Program Pemeliharaan
SarPar & Peralatan
rumah sakit





6.
Program
Pembangunan dan
pemeliharaan gedung




Keluaran (output)
Hasil (outcome)
Manfaat (benefit)
Dampak (impact)
Alokasi anggaran
SDM
pelaksana
pemeliharaan SarPar
Penyusunan
SOP
pemeliharaan SarPar
Penyusunan
MOU
kontrak service peralatan
medik & non medik
Kalibrasi alat medik
 SDM yang kompeten
dalam hal pemeliharaan
SarPar
 MOU kontrak service
peralatan medik & non
medik
 Peralatan medik yang
terkalibrasi secara rutin
 SarPar yang terpelihara
dengan baik
 Meningkatnya
keandalan SarPar
sebesar > 85%
 Terselenggaranya
kinerja pelayanan
RSPI-SS,
yang
paripurna
 Tersedianya
sumberdaya
(Sarana
&
Prasarana)
kesehatan yang
prima.
Alokasi anggaran
Referensi standar biaya
Surat izin mendirikan
bangunan (IMB)
SDM
pelaksana
pemeliharaan gedung



 Tersedianya
sumberdaya
(fasilitas
gedung
pelayanan
kesehatan)
kesehatan yang
prima.
Data remunerasi dari RS
lain
sebagai
bahan
referensi
Studi banding mengenai
penyusunan remunerasi
Bimbingan penyusunan
sistem remunerasi
Penyusunan draft sistem
remunerasi RSPI-SS

Tersedianya
gedung
baru
Terpeliharanya gedung
Pemanfaatan
gedung-gedung
baru,
sehingga
dapat
meningkatkan
pertumbuhan
produktivitas
pelayanan
Terselenggaran
ya
pelayanan
kesehatan yang
paripurna
139
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pencapaian Tujuan dan Sasaran
NO
7.
Program kerja
Program
Penyempurnaan
prosedur
perencanaan,
prosedur evaluasi, dan
penyempurnaan
kerjasama
Masukan (input)





8.
Program Pengawasan
peningkatan kualitas
lingkungan &
pengolahan makanan




Alokasi anggaran
SDM pelaksana kegiatan
Referensi dari RS lain
Pelatihan dan bimbingan
tekhnis
mengenai
penyusunan
RBA,
RENSTRA,
LAKIP,
LAPTAH, dan RKA-KL.
Penyusunan
MOU
pelayanan
kesehatan
dengan
perusahaan,
instansi, & rumah sakit
lainnya.
Alokasi anggaran
Pelatihan
SDM
pelaksana
kegiatan
ProgramPengawasan
peningkatan
kualitas
lingkungan
&
pengolahan makanan.
Bahan-2
referensi
Penyusunan
SOP
program
Program
Pengawasan
peningkatan
kualitas
lingkungan
&
pengolahan makanan.
Bahan-2 referensi dari
RS atau institusi lainnya
tentang
Pengawasan
peningkatan kualitas
Keluaran (output)

Hasil (outcome)
Manfaat (benefit)
Dampak (impact)
SDM yang kompeten
dalam menyusun RBA,
RENSTRA,
LAKIP,
LAPTAH, dan DIPA
Dokumen
RBA,
RENSTRA,
LAKIP,
LAPTAH, dan DIPA
Dokumen
MOU
pelayanan kesehatan.
 Tersedianya
anggaran
yang
tepat waktu dan
pengalokasian.
 Prosedur
pada
level
coorporat
yang
terimplementasi
mencapai
penyempurnaan
sebesar 20%.
 Terwujudnya
penyempurnaan
sistem
managemen
RSPI-SS.
 Membantu
menciptakan
tata
kelola
kepemerintahan
(khususnya
kementerian
kesehatan)
yang baik.
 SDM yang terampil/
kompeten
dalam
melaksanakan kegiatan
Pengawasan
peningkatan
kualitas
lingkungan
&
pengolahan makanan
 Dokumen
SOP
Pengawasan
peningkatan
kualitas
lingkungan
&
pengolahan makanan
 Terlaksananya kegiatan
pengawasan
&
peningkatan
kualitas
lingkungan.
 Dokumen-2
hasil
pelaksanaan kegiatan
 Pada pertengahan
Tahun
2012,
Kualitas pelayanan
non medik di RSPISS
diharapkan
meningkat sebesar
10%
 Terwujudnya
peningkatan
kualitas layanan
non medik
 Tersedianya
sumberdaya
/fasilitas
pelayanan
kesehatan-non
medik
yang
baik.


140
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pencapaian Tujuan dan Sasaran
NO
Program kerja
Masukan (input)
Keluaran (output)
lingkungan & pengolahan
makanan

Bahan-2/material
untuk pelaksanaan
kegiatan
Program
Pengawasan
peningkatan kualitas
lingkungan
&
pengolahan
makanan, termasuk
APD
Pengawasan
peningkatan kualitas
Lingkungan
 pengolahan
makanan,
yg terdiri dari:
 DokumenHasil
Pengukuran
Emisi
Gas Buangan
 DokumenHasil
Pengukuran Limbah
Cair
 DokumenHasil
Pengukuran
Air
Bersih
 DokumenHasil
Pengukuran Tingkat
Sterilitas Ruangan
 Dokumen
Hasil
Pengukuran
Kebisingan
 Dokumen
Hasil
Pengukuran
Kebersihan
Penjamah Makanan
 Dokumen
Hasil
Pembakaran Limbah
 Dokumen
Hasil
Pengomposan
Limbah Padat Non
Infectious.
 Dokumen
Hasil
Pengolahan
Air
Bersih.
Dok. Hasil Sterilisasi
Hasil (outcome)

Manfaat (benefit)

Dampak (impact)

141
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pencapaian Tujuan dan Sasaran
NO
Program kerja
Masukan (input)
Keluaran (output)
Hasil (outcome)
 SDM
yang
terampil
dalam
melaksanakan
kegiatan program.
 Terlaksananya
survey
kepuasan pasien.
 Dokumen hasil survey
kepuasan pasien
 Dokumen SOP informasi
pelayanan
 Tersedianya
kotak
saran.
 Tertanganinya complain
dengan baik.
 Lingkungan
RSPI-SS
yang aman, nyaman,
bersih, dan taman yang
tertata rapih.
 Tersedianya
informasi
pelayanan
RSPI-SS,
termasuk petunjuk arah
layanan.
 Terlaksananya
survey
waktu
tunggu
di
poliklinik,
Farmasi,
Radiologi & IGD.
 Dokumen hasil survey
waktu tunggu di unit-unit
layanan RSPI-SS.
 Dokumen SPO Instalasi
&Clinical Pathway.
 Alur pelayanan
 Pada Pertengahan
Tahun 2012, 40%
dari Unit layanan di
RSPI-SS
telah
memenuhi standar
waktu tunggu.
 Terwujudnya
peningkatan
kualitas
pelayanan
 Tersedianya
upaya
kesehatan yang
paripurna,
merata,
bermutu,
dan
berkeadilan.
 Pada Pertengahan
Tahun 2012, 40%
dari Unit layanan di
RSPI-SS
telah
memenuhi standar
waktu tunggu.
 Terwujudnya
peningkatan
kualitas
pelayanan
 Tersedianya
upaya
kesehatan yang
paripurna,
merata,
bermutu,
dan
berkeadilan.
9.
Program Penataan
petunjuk pelayanan,
penanganan komplain,
kebersihan dan
pertamanan, ketertiban
dan keamanan, serta
informasi pelayanan
 Alokasi anggaran untuk
melaksanakan
kegiatan
Program
Penataan
petunjuk
pelayanan,
penanganan
komplain,
kebersihan
dan
pertamanan,
ketertiban
dan
keamanan,
serta
informasi pelayanan.
 Pelatihan SDM pelaksana
kegiatan program.
 Kontrak
kerjasama
pengelolaan
cleaning
service& pertamanan.
 Metode survey kepuasan
pasien
 Metode
penanganan
complain.
 Penyusunan
SOP
informasi pelayanan
10.
Program Pengukuran
kualitas pelayanan dan
penyempurnaan
proses bisnis instalasi
 Alokasi anggaran
 SDM pelaksana kegiatan
Program
 Metode
survey
waktu
tunggu di unit layanan
RSPI-SS
 Bahan-2 referensi untuk
menyusun SPO Instalasi,
Clinical Pathway, dan alur
pelayanan.
Manfaat (benefit)
Dampak (impact)
142
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Pencapaian Tujuan dan Sasaran
NO
Program kerja
Masukan (input)
Keluaran (output)
Hasil (outcome)
Manfaat (benefit)
Dampak (impact)
 Dokumen Audit Medik
 Terlaksananya
Audit
Medik
 Dokumen Pengendalian
& Pencegahan Infeksi
 Terlaksananya
Pengendalian
&
Pencegahan Infeksi
 Dokumen Patient Safety
 Terlaksananya program
Patient Safety.
 Daftar nama & Jadwal
DPJP.
 Terlaksananya DPJP.
 Dokumen
Clinical
Pathway.
 Terlaksananya kegiatan
Clinician
yang
berpedoman
pada
Clinical Pathway.
 SDM
pelaksana
kegiatan program, yang
kompeten & terampil.
 Terlaksananya penelitian
&
pengkajian,
serta
surveilance.
 Dokumen hasil penelitian
dan hasil surveilance.
Pada
pertengahan
Tahun 2012, telah
terjadi:
 Penurunan angka
NDR
&
INOS
sebesar 45‰
 Penurunan KTD &
KNC sebesar 5%
 Penurunan
LOS
sebesar 5%
 Terwujudnya
peningkatan
kualitas medik di
RSPI-SS
 Tersedianya
upaya
kesehatan yang
paripurna,
merata,
bermutu,
dan
berkeadilan.
 Pertumbuhan
kajian
penyakit
infeksi, sebesar 5%
pada pertengahan
Tahun 2012.
 Terwujudnya
kajian
penyakit
infeksi
yang
berkualitas.
 Tersedianya
sumber
daya
kesehatan yang
berkualitas.
11.
Program Audit medik,
pengendalian dan
pencegahan infeksi,
Patient Safety, serta
Program Dokter
Penanggung Jawab
Poliklinik (DPJP), dan
Clinical Pathway
 Alokasi anggaran
 SDM yang terampil &
kompeten
dalam
melaksanakan
kegiatan
program.
 Bahan-2 Referensi untuk
menyusun program audit
medik; pengendalian &
pencegahan
penyakit
infeksi; patient safety;
DPJP; &Clinical Pathway.
 Tim Narasumber pemberi
pendidikan/pelatihan/semi
nar tentang
12.
Program Penataan
manajemen kajian,
pengembangan
laboratorium
penelitian, penguatan
jejaring dan institusi
penelitian, serta
program surveilance.
 Alokasi anggaran
 Sarana & prasarana untuk
melaksanakan program, yi
al: gedung lab. penelitian
serta bahan-2 & peralatan
pendukung lainnya.
 Kontrak
kerja
sama
dengan institusi lainnya
 Pelatihan & pendidikan
SDM pelaksana kegiatan
program.
143
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
E). Promotif Preventif
Kegiatan promotif preventif yang dilakukan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
berupa pembinaan ke Puskesmas dan sekolah-sekolah di wilayah jakarta utara,
antara lain :
-
SMA N 40 Jakarta Utara
-
SMA N 15 Jakarta Utara
-
SMA N 41 Jakarta Utara
-
SMA Al Jihad Jakarta Utara
-
SMA PGRI 12 Jakarta Utara
-
SMA Yappenda
-
SMKN 12 Jakarta Utara
-
SMKN 33 Jakarta Utara
-
SMKN 4 Jakarta Utara
-
SMK YASMU Jakarta Utara
-
SMK Mutiara I Jakarta Utara
-
SMK Barunawati Jakarta Utara
-
SMK Tanjung Priok
Strategi promosi kesehatan rumah sakit menggunak dasar utama dari
Kepmenkes
diantara
nya
pemberdayaan,
bina
suasana,
advokasi,
kemitraan.Adapun tujuan Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit adalah
meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat
di rumah sakit untuk ber Perilaku Hidup Sehat (PHBS) serta meningkatkan peran
serta aktif masyarakat termasuk dunia usaha dalam rumah sakit yang PHBS.
Gambar PKMRS Sekolah
144
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
F). Program Unggulan BUK
1). Program Unggulan BUK

Gerakan Indonesia Berseri (GIB)
145
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
146
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
147
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
 Gerakan Kebersihan yang menunjang Gerakan Indonesia Berseri
 Edukasi Hidup Sehat
148
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
 PROPER LINGKUNGAN
Adalah instrumen kebijakan alternatif untuk mendorong penaatan dan
kepedulian perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui
penyebaran informasi tingkat kinerja penaatan perusahaan kepada publik
dan stakeholder (public information disclosure).
Manfaat dari penilaian Proper adalah sebagai berikut :

Pihak pemerintah sebagai program yang efektif, faktor pendorong
untuk pengembangan basis data terpadu, alternatif instrumen
kebijakan untuk mendorong perusahaan untuk lebih dari sekedar taat
“beyond compliance level”.

Pihak Perusahaan sebagai Alat untuk Benchmarking terhadap kinerja
non keuangan perusahaan, Insentif reputasi untuk kinerja yang lebih
dari dari taat, alat promosi sebagai perusahaan yang ramah
lingkungan

Pihak Investor/suplier sebagai Balai Kliring untuk kinerja Pengelolaan
lingkungan Perusahaan, Informasi tentang pasar untuk kebutuhan
teknologi dan pekerjaan konsultasi dalam pengelolaan lingkungan,

Masyarakat untuk ruang pelibatan publik
149
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Gambar Penilai Proper Lingkungan
 Berikut hasil penilaian Proper Lingkungan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
Tahun 2011-2013 (piagam tahun 2013 belum dikirim)
Gambar Piagam Proper Tahun 2011
Gambar Piagam Proper Tahun 2012
150
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
 SPGDT & Call Centre
SPGDT adalah sebuah sistem yang merupakan koordinasi berbagai unit
kerja (multi sektor) dan didukung berbagai kegiatan profesi (multi disiplin dan
multi profesi) untuk menyelenggarakan pelayanan terpadu bagi penderita gawat
darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana.
Dalam pelayanan medis sistem ini terdiri dari 3 sub sistem yaitu;

Pelayanan pra Rumah Sakit

Pelayanan di Rumah Sakit dan

Pelayanan antar Rumah Sakit.
SISTEM PELAYANAN MEDIK PRA RUMAH SAKIT
Dalam
sistem
pelayanan
pra
rumah
sakit
dilakukan
dengan
membentuk/mendirikan PSC (Public Safety Center) yaitu unit kerja yang
memberikan layanan umum terutama yang bersifat emergensi (perlu pertolongan
segera). Selain itu layanan pra rumah sakit dilakukan pula dengan membentuk
satuan khusus dalam penanganan bencana yang kemudian dikenal dengan BSB
(Brigade Satuan Bencana), pelayanan ambulans dan sub sistem komunikasi.
PELAYANAN SEHARI-HARI

PSC (Public Safety Center)

BSB (Brigade Siaga Bencana)

Pelayanan Ambulans (Ambulance Service)

Komunikasi (Networking, Call Center)
PELAYANAN DALAM KEADAAN BENCANA
Terutama yang menyebabkan korban masal memerlukan hal-hal khusus sebagai
berikut:
151
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013

Koordinasi, Komando

Eskalasi dan mobilisasi sumber daya

Simulasi

Pelaporan, monitoring dan evaluasi
Sistem pelayanan medik Pra-Rumah Sakit ini dikelola oleh Dinas Kesehatan
Provinsi DKI Jakarta
SISTEM PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT
Pada pelayanan di rumah sakit diperlukan :
SARANA DAN PRA SARANA

IGD

HCU

ICU

Kamar Jenazah

Unit-unit Penunjang (Laboratorium klinik, Radiologi, Farmasi, Gizi)

Ruang rawat inap dll
INSTALASI GAWAT DARURAT
Pelayanan pertama bagi kasus gawat darurat yang memerlukan;

Organisasi yang baik

Pembiayaan termasuk Sumber pembiayaan

SDM yang baik dan terlatih mengikuti perkembangan teknologi dan
pelayanan medis
RS Penyakit Infeksi Prof.dr.Sulianti Saroso (RSPI-SS) adalah di samping
mempunyai fasilitas IGD pada umumnya, juga memberikan pelayanan khusus
untuk penyakit Infeksi dan penyakit menular yaitu terdapat fasilitas Ruang
perawatan Isolasi dan ICU untuk penyakit infeksi dan menular.
SISTEM PELAYANAN MEDIK ANTAR RUMAH SAKIT

Jejaring (networking) rujukan dibuat berdasarkan kemampuan rumah
sakit dalam memberikan pelayanan baik dari segi kuantitas kemampuan
152
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
menerima pasien maupun kualitas pelayanan yang dihubungkan dengan
kemampuan SDM dan kesedian fasilitas medis maupun perkembangan
teknologi. Sekarang ini sedang dilakukan kerjasama dengan PT TELKOM
untuk membuat suatu Call Center Pelayanan Antar Rumah Sakit.

Evakuasi, adalah transportasi yang terutama ditujukan dari rumah sakit
lapangan menuju ke rumah sakit rujukan atau transportasi antar rumah
sakit dikarenakan adanya bencana yang terjadi pada satu rumah sakit
dimana pasien harus dievakuasi ke rumah sakit lain.

Sistem Informasi Manajemen (SIM), diperlukan pada suatu rumah sakit
yang menghadapi kompleksitas permasalahan dalam pelayanan.
Diperlukan pula dalam audit pelayanan dan hubungannya dengan sistem
penunjang termasukk manajemen keuangan.

Koordinasi dalam pelayanan terutama pelayanan rujukan diperlukan
pemberian informasi keadaan pasien dan pelayanan yang dibutuhkan
sebelum pasien ditransportasi ke rumah sakit tujuan.
Call Center RSPI-SS
No.Telp IGD RSPI : 021-6401412
Untuk Call Center 119 yang direncakan terintegrasi dengan Dinas
kesehatan DKI Jakarta belum berjalan, permasalahannya di soft ware sistem
informasi call center dan tenaga honor petugas jaga call center.
Gambar Pelayanan SGPDT
153
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
 Kalibrasi
Tahun 2013 ada sekitar 92 alat yang harus dikalibrasi, dengan jumlah yang
variasi. Pihak luar yang menangani kalibrasi di rumah sakit adalah PT. Ankatama
Sejahtera
Gambar Kegiatan Kalibrasi
Gambar Sertifikat Kalibrasi Alat Poli Kulit
154
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Gambar Sertifikat Kalibrasi Alat ICU
2).
Layanan Unggulan RSPI SS

POKJA HIV
Grafik 5.79 Jumlah klien pd klinik VCTdi RSPI-SS 2008 - 2013
Grafik 5.80 Jumlah kumulatif infeksi HIV dan Kasus AIDS di RSPI-SS, 1995-2013
155
BAB
VI
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Grafik 5.81 Trend Faktor Risiko HIV-AIDS di RSPI-SS, 1995-2013
 MDR TB – Ruang Isolasi
156
BAB
VI
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
II. REALISASI ANGGARAN
Tabel 5.19
Anggaran menurut jenis belanja
Pada tahun 2013 anggaran RSPI Prof Dr Sulianti Saroso
mengalami 8 kali revisi.Pada DIPA awal , anggaran untuk
anggaran RSPI Prof Dr Sulianti Saroso di alokasikan sebesar
Rp.96.525.687.000,- hingga revisi ke 8 yang disahkan pada
tanggal 3 Desember 2012, pagu anggaran untuk RSPI Prof. Dr.
Sulianti Saroso mengalami perubahanan karena penambahan
Saldo Awal Kas sebesar Rp.4.000.000.000,- ( Empat milyar
rupiah).sehingga total menjadi Rp. 101.729.231.000,-. Realisasi
anggaran untuk pelaksanaan program dan kegiatan RSPI Prof.
Dr. Sulianti Saroso hingga akhir tahun 2013 adalah sebesar Rp.
97.166.571.709,-, yaitu 95,51% dari total pagu anggaran sebesar
Rp.
101.729.231.000,-.
Berikut
rincian
realisasi
anggaran
keuangan per program dan kegiatan RSPI Prof. Dr. Sulianti
Saroso pada tahun 2013:
157
BAB
VI
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
1. Program Pembinaan Upaya Kesehatan Rujukan
Pagu awal sebesar Rp. 10.000.000.000,- setelah efesiensi
sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) menjadi
Rp 9.970.000.000,-. Sampai akhir Tahun 2013, alokasi
anggaran untuk kegiatan ini terserap Rp.9.023.595.994,atau
90,51%
dari
total
anggaran
sebesar
Rp.
9.970..000.000,2. Pogram
Dukungan
Manajemen
dan
Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bina Upaya
Kesehatan
Hingga akhir tahun 2013, penyerapan anggaran untuk
program Pogram Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Ditjen Bina Upaya
Kesehatan
dengan
Rp.91.759.231,-
alokasi
telah
anggaran
terealisasi
sebesar
sebesar
Rp.
88.142.975.715,- atau 96,06% dari alokasi anggaran
program. Program tersebut terdiri dari kegiatan sebagai
berikut :
a. Layanan Perkantoran
Kegiatan Layanan Kantor hingga akhir tahun 2013
telah terealisasi sebesar Rp.40.810.515.826,-, atau
sebesar 97% dari total anggaran kegiatan layanan
kantor sebesar Rp.,-. 42.232.560.000,-
b. Dokumen Data dan Informasi
Hingga akhir tahun 2013, dana untuk kegiatan
penyusunan Dokumen Data dan Informasi telah
terealisasi sebesar Rp.29.056.500,- atau 48% dari
total
anggaran
sebesar
Rp.60.060.000,-.Semua
kegiatan telah dilaksanakan semuanya.
158
BAB
VI
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
c. Dokumen Evaluasi dan Pelaporan
Hingga akhir tahun 2013, dana untuk kegiatan
penyusunan Dokumen Evaluasi dan Pelaporan telah
terealisasi sebesar Rp.69.513.700,- atau sebesar
67%
dari
total
dana/anggaran
sebesar
Rp.103.046.000,-. Secara fisik kegiatan tersebut
mengalami kendala tahapan kegiatan mengalami
keterlambatan
karena
kesulitan
collecting
data,
sehingga realisasi keuangan tidak bisa terserap
secara optimal.
d. Laporan
Layanan
Operasional
Rumah
Sakit
Operasional
Rumah
Sakit
2013
telah
(PNBP/BLU)
Kegiatan
Layanan
(PNBP/BLU)
hingga
akhir
tahun
terealisasi sebesar Rp.29.487.796.640,- atau sebesar
98% dari total anggaran kegiatan layanan kantor
sebesar Rp.30.000.000.000,-.
e. Laporan
Akuntansi
Keuangan
Negara
dan
Inventaris BMN
Hingga akhir tahun 2013, dana untuk kegiatan
laporan akuntansi keuangan negara dan inventaris
BMN telah terealisasi sebesar Rp.79.200.000,- atau
88% dari total anggaran sebesar Rp.90.000.000,-.
f. Peningkatan SDM
Dana untuk kegiatan pembinaan SDM sebesar
Rp.1.817.000.000,-, hingga akhir tahun 2013 telah
terealisasi sebesar Rp.1.451.165.256,- atau 80% dari
total anggaran kegiatan. Kegiatan berjalan tanpa
kendala
berarti
dan
penggunaan
anggaran
disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan dinas
untuk koordinasi kegiatan, workshop, symposium,
maupun seminar.
159
BAB
VI
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
g. Obat - Obatan
Hingga akhir tahun 2013, dana untuk kegiatan
penyediaan obat-obatan telah terealisasi sebesar
Rp.7.072.521.160,- atau 97% dari total anggaran
sebesar Rp.7.327.700.000,-.
h. Pengembangan Mutu dan Kelembagaan
Kegiatan pengembangan mutu dan kelembagaan
hingga akhir tahun 2013 telah terealisasi sebesar
Rp.2.284.847.239,- atau sebesar 88% dari total
anggaran kegiatan sebesar Rp.2.594.126.000,-.
i. Dukungan Sarana dan Prasarana Kantor
Kegiatan dukungan sarana dan prasarana kantor
hingga akhir tahun 2013 telah terealisasi sebesar
Rp.3.721.010.528,- atau sebesar 90% dari total
anggaran kegiatan sebesar Rp.4.123.039.000,-.
160
BAB
VI
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
III.UPAYA WTP dan ZONA INTEGRITAS
Tabel 5.20
Pencapaian strategi dan langkah-langkah raih WTP
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
Tahun 2013
NO
1
2
3
STRATEGI
LANGKAH LANGKAH
Membangun
Komitmen dan
Integritas Pimpinan,
Para Pengelola dan
Para Pelaksana
Kegiatan
1.
Penguatan
Perencanaan dan
Penganggaran
1.
Pembenahan
Pengelolaan Kas /
Sistem Pembukuan/
Akuntansi
Penyusunan perencanaan berbasis
bukti (evidence based planning)
2.
Penguatan penelaahan RKA-KL
agar selaras dengan RPJMN, Renstra,
RKP, Renja (prioritas kegiatan, output,
outcome, jadual pencapaian)
3.
Penggunaan Bagan Akun Standar
(BAS) secara cermat (Belanja Pegawai,
Belanja Barang, Belanja Modal, Belanja
Bantuan Sosial)
4.
Penyiapan kelengkapan dan
keakuratan Dokumen Pendukung
Perencanaan (TOR, RAB)
1.
1.
1.
2.
4.
5.
6.
5
Perbaikan
Penatausahaan
pendapatan BLU
Penataan Rekening
1.
2.
3.
3.
4
Menyusun Aturan Perilaku bagi
Pengelola Keuangan dan Pelaksana
Kegiatan
PENCAPAIAN
Reviu dan Penyempurnaan
Kebijakan Akuntansi Kementerian
Kesehatan;
Meningkatkan kualitas penyusunan
RPK, RPD, perencanaan Kas;
Meningkatkan ketepatan waktu
pelaksanaan anggaran;
Pemeriksaan Kas Internal oleh
Auditor;
Rekening Bendahara Pengeluaran
masuk dalam TNP (Treasury Notional
Pooling);
Sistem Pembukuan secara bertahap
diubah dari Cash Basis ke Accrual Basis;
2.
3.
2.
3.
4.
5.
Penguatan Peran SPI BLU
Rekonsiliasi antara unit pelaksana
layanan dan unit pelaksana administrasi
3.
Mendorong Satker pemungut
melaksanakan pungutan PNBP melalui
Bank;
1.
2.
1.
1.
1.
2.
Melakukan re-inventarisasi rekening
yang digunakan oleh Satuan Kerja
3.
2.
3.
Audit intern oleh SPI
Melakukan rapat setiap Jumat siang
mereview penyerapan anggaran dan
pengadaan barang dan jasa
Penyusunan rencana tambahan
berdasarkan hasil monev TW I Tahun
2012
Penyusunan RBA definitive
berdasarkan usulan satuan kerja
(buttom up ) dan kemampuan
sumber dana rumah sakit / pagu
anggaran
Penyusunan RBA dilengkapi TOR dan
RAB
Pelaksanaan anggaran dengan
menggunakan BAS yang sesuai .
Menyusuan POA rencana pengadaan
setiap bulan
Sistem pembukuan sudah berbasis
akrual
Rekening bendahara sudah masuk
TNP
Pemeriksaan kas secara institusional
oleh KPA
Pemeriksaan kas oleh Auditor
eksternal setiap tahun
Audit internal secara rutin tiap bulan.
Pengesahan pendapatan minimal
setiap bulan ke KPPN
Penerimaan pendapatan PNPB
disetor ke rekening penerimaan RS
paling lambat 1x24 jam
Mengelompokkan rekening rekening
yang ada di RSPI Sulianti Saroso
menjadi tiga yaitu rekening
operasional, rekening dana kelolaan
dan rekening pengelolaan kas sesuai
PMK yang berlaku.
Mengajukan persetujuan rekening ke
kemenkeu melalui kemenkes
rekening bank yang dimiliki RSPI
Sulianti Saroso sudah mendapat
161
BAB
VI
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
4.
6
Peningkatan Kualitas
Pengadaan Barang/
Jasa
Sosialisasi Perpres No. 54/2010
tentang Pengadaan Barang & Jasa
Meningkatkan peran KPA dan PPK
dalam penyusunan HPS, penyusunan dan
pelaksanaan kontrak.
Meningkatkan kualitas panitia
pengadaan dalam penyusunan dokumen
pengadaan, pelaksanaan evaluasi
Meningkatkan kualitas panitia
penerima hasil pekerjaan
Pendampingan/konsultasi (LKPP,
Itjen, BPKP)
1.
Menuntaskan Inventarisasi dan Penilaian
BMN serta menginput dalam SIMAKBMN;
2.
Menuntaskan Proses Konversi
Penggolongan dan Kodifikasi BMN sesuai
PMK No. 29/PMK.06/2007;
3.
Menatausahakan BMN (stock
opname barang persediaan, rekonsiliasi
internal dan eksternal, labelisasi);
4.
Menyelesaikan proses perpindahan
asset RSPI Sulianti Saroso dari DitJen.
PP&PL kepada Ditjen. BUK
1.
1.
Melaksanakan pelatihan
pengelolaan keuangan bagi para pejabat,
para pengelola keuangan dan pelaksana
kegiatan
2.
Menempatkan tenaga akuntansi
yang kapabel di unit pengelola keuangan
di lingkungan RS Ortopedi Surakarta
3.
Meningkatkan kualitas SDM
pengadaan barang/jasa (PPK dan Panitia)
1.
1.
Menyusun SOP SPIP ditingkat RSPI
Sulianti Saroso
2.
Melakukan pelatihan SPIP secara
bertahap dan berjenjang
3.
Membentuk Tim Satgas SPIP di
tingkat RS Sulianti Saroso
4.
Melaksanakan asistensi dan
pendampingan dalam pelaksanaan SPIP
1.
1.
1.
1.
2.
3.
4.
5.
7
8
9
10
Pembenahan
Penatausahaan BMN
Penguatan Kapasitas
SDM
Penguatan Sistem
Pengendalian Internal
Pemerintah (SPIP)
Penguatan Monitoring
dan Evaluasi
1.
Meningkatkan kualitas pelaksanaan
monitoring terpadu terhadap pelaksanaan
kegiatan dan anggaran;
2.
Melakukan perbaikan segera
terhadap ketidaksesuaian pelaksanaan
kegiatan dan anggaran
3.
Melakukan pertemuan rutin secara
berkala dan berjenjang dalam rangka
evaluasi pelaksanaan kegiatan dan
anggaran
2.
3.
2.
3.
4.
2.
3.
2.
3.
2.
persetujuan menkeu sebanyak 4
rekening.
Melaporkan pembukaan maupun
penutupan rekening ke kemenkeu
RSPI Sulianti Saroso sudah
membentuk unit layanan pengadaan
barang / jasa sejak bulan Januari
2012
Membentuk Panitia penerimaan
barang/jasa rumah sakit sejak bulan
Januari 2012
Melakukan konsultasi ke LKPP
melalui media internet setiap proses
pengadaan
Telah dilakukan stock opname
persediaan melilbatkan tim SPI,
Akuntansi, Inventaris, Farmasi dan
Logistik serta Instalasi Gizi.
Membuat Berita Acara stock opname
Mengentry aset tetap yang dibeli dan
hibah jika ada ke dalam SIMAK BMN
secara periodik
Melakukan rekon internal setiap
bulan antara bagian akuntansi dan
inventaris
Telah ada 10 orang pegawai RSPI
Sulianti Saroso yang telah memiliki
Sertifikat Pengadaan Barang dan Jasa
(dari Jan s/d Peb 2012 bertambah 2
orang pegawai yang telah lulus)
Mengkonsultasikan ke LKPP jika
menghadapi masalah pengadaan
Mengikuti kegiatan pengembangan
SDM Keuangan yang berasal dari
ekstern RSPI Sulianti Saroso
Telah memiliki tim SPI berdasarkan
SK Dirut
Tim SPIP telah memiliki pelatihan
audit tingkat dasar
Pelaksanaan audit secara rutin di
bidang keuangan dan pelayanan oleh
tim SPI dan hasilnya dilaporkan
kepada manajemen
Melaksanakan pertemuan monev
yang telah dilakukan pada awal
Januari
Pelaporan rutin hasil realisasi
anggaran dan realisasi pendapatan
162
BAB
VI
11
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
Perbaikan
Penyusunan dan
Penyampaian Laporan
Keuangan
1.
2.
3.
4.
5.
12
Peningkatan Kualitas
Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
13
Percepatan
Penyelesaian Tindak
Lanjut Laporan Hasil
Pemeriksaan (LHP)
1.
Menyusun dan menyampaikan
Laporan Keuangan sesuai dengan
ketentuan (akurat, lengkap, teratur, tepat
waktu, berjenjang)
Mengoptimalkan peran UAPPA-W
dalam rangka mengumpulkan,
mengkompilasi, dan menyampaikan
Laporan Keuangan
Melakukan konsultasi secara
berkala kepada BPK dalam penyusunan
Laporan Keuangan
Pendampingan dalam penyusunan
Laporan Keuangan oleh BPKP, Itjen, Biro
Keuangan dan BMN
Merancang dan melaksanakan
aplikasi yang terintegrasi serta real time
terkait pelaporan keuangan.
1.
Melakukan pengawasan dan
pengendalian terhadap pelaksanaan
kegiatan dan anggaran;
Melaksanakan Reviu Laporan
Keuangan secara terintegrasi dan
berjenjang
Melakukan monitoring secara ketat
Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Reviu
Laporan Keuangan
Melakukan Pemetaan dan Analisis
Risiko Pengelolaan Keuangan
Pendampingan oleh pejabat yang
berkompeten selama Pemeriksaan
terhadap Laporan Keuangan oleh BPK
1.
Melakukan pemantauan yang ketat
terhadap penyelesaian Tindak Lanjut LHP
2.
Penyempurnaan Pedoman
Pelaksanaan Penyelesaian Kerugian
Negara melalui Proses Tuntutan
Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi
di Lingkungan rumah sakit
3.
Melakukan pemutakhiran data
penyelesaian tindak lanjut secara
berberkala
2.
3.
4.
Melakukan rekonsiliasi realisasi
anggaran tiap bulan ke KPPN
Menyusun laporan keuangan SAI
secara periodik
Mengirim laporan keuangan SAI ke
koordinator wilayah DKI Jakarta
secara periodik
Melakukan konsultasi ke LKPP, KPPN
dan DJPB
Identifikasi potensi masalah dalam
pengelolaan keuangan dan BMN
melalui rapat setiap Jumat siang dan
dibawa dalam rapat Direksi tiap hari
Senin
Sudah dilakukan tindak lanjut LHP
BPK atas laporan keuangan Tahun
2012
163
BAB
VI
Laporan Tahunan
RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso-Tahun 2013
BAB VI
PENUTUP
Dari hasil kinerja berdasarkan indikator dan target yang telah
disepakati bersama dalam unit-unit di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso,
dapat kami simpulkan bahwa :

Kinerja Tahun 2013 dilihat dari sumber daya manusi (SDM) dan
anggaran biaya untuk mendukung kegiatan tersebut, serta
fasilitas sarana penunjang kegiatan, perlu adanya peningkatan
dukungan anggaran, walaupun RSPI. Prof. Dr. Sulianti Saroso
sudah merupakan Badan Layanan Umum (BLU) namun dengan
pendapatan yang masih rendah.

Tingkat layanan juga masih adanya perbai kan-perbaikan
dengan dukungan dari anggaran APBN dengan skala prioritas
dengan capaian BOR 48%, LOS 6 hari dan TOI 6 hari yang
dengan indikator-indikator kepuasan waktu tunggu, kepuasan
pasien dan Emergency Response Time yang masih panjang
dalam pelayanan kepada pasien dibandingkan dengan standar
yang telah ditentukan.Khusus untuk waktu tunggu obat jadi dan
racikan lebih cepat daripada tahun lalu, hal demikian juga terjadi
di waktu tunggu laboratorium

Sarana
dan
Prasarana
juga
perlu
pemeliharaan
secara
berkesinambungan, khususnya peralatan medis yang secara
berkala terkalibrasi dan terpelihara dengan baik, sehingga tidak
menimbulkan suatu kekurangpuasan terhadap pelayanan.

Menurut Indikator BLU capaian RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
sebesar 80,25 termasuk kategori SEHAT (AA)

Capaian Indikator KPI mencapai 67%

Capaian Indikator SPM mencapai 80 %

Realisasi anggaran Tahun 2013 sebesar Rp. 97.135.901.009,(95,76%) dari anggaran DIPA Tahun 2013 sebesar Rp.
101.729.231.000,-

Capaian pendapatan Tahun 2013 mencapai Rp.33.041.364.404,(104,3%)
dari
target
yang
ditentukan
sebesar
Rp.
24.000.000.000,-
164
Download