TUHAN DAN FILSAFAT KETUHANAN

advertisement
Mohammad Farid Fad

Secara bahasa iman berarti membenarkan
(tashdiq), sementara menurut istilah ialah
“membenarkan dengan hati, mengucapkan
dengan lisan, dan mengamalkan dengan
perbuatannya”.


Islam berasal dari kata, as-salamu, as-salmu,
dan as-silmu yang berarti: menyerahkan diri,
pasrah, tunduk, dan patuh. Berasal dari kata assilmu atau as-salmu yang berarti damai dan
aman. Berasal dari kata as-salmu, as-salamu,
dan as-salamatu yang berarti bersih dan selamat
dari kecacatan-kecacatan lahir dan batin.
Pengertian Islam menurut istilah yaitu, sikap
penyerahan
diri
(kepasrahan,
ketundukan,
kepatuhan) seorang hamba kepada Tuhannya
dengan senantiasa melaksanakan perintahNya
dan menjauhi laranganNya, demi mencapai
kedamaian dan keselamatan hidup, di dunia
maupun di akhirat.



ْ َ‫اّلل َكأَنَّ َك ت َ َراهُ ف‬
…‫اك‬
َ ‫إن لَ ْم ت َ ُك ْن ت َ َراهُ فَإنَُُّ ََ َر‬
َ ‫أ َ ْن ت َ ْعبُدَ ه‬
…“Hendaklah engkau beribadah kepada Alloh
seolah-olah engkau melihatNya. Tapi jika
engkau tidak melihatNya, maka
sesungguhnya Alloh melihatmu…..
Ihsan berarti berbuat baik.

Rukun adalah ;
‫ما كان من حقَقة الشىء‬
Sesuatu yg pada dasarnya merupakan hakikatnya
. Atau dngn kata lain ialah sesuatu yg harus ada.
Rukun Iman;
1. Iman kpd Allah
2. Iman kpd Malaikat
3. Iman kpd Kitab-kitab Allah
4. Iman kpd Rasul-rasul
5. Iman kpd Hari Akhir
6. Iman kpd Qada’ Qadar












Allah sbg Tuhan (Tauhid Uluhiyah)
Allah sbg Pencipta (Tauhid Rububiyah)
Allah dngn sifat-sifat-Nya (Nafsiyyah dan
Salbiyyah, Tauhid Asma’ wa Sifat)




Dalil Naqli; al-Ikhlas
Dalil Aqli; Ontologis, Kosmologis, Teleologis,
Moral
Ke-esa-an Allah berbeda dari yg lain, esa yg
tdk ada unsur dan bagian-bagiannya.
Allah memperkenalkan Diri-Nya memiliki
nama-nama indah (Asmaul Husna)

Malaikat adalah makhluk immaterial tetapi
memiliki sayap-sayap (Q.S. Faathir; 1),
dimuliakan Allah (Q.S. Al-Anbiyaa; 26), tidak
pernah ma’siat, selalu taat perintah Allah
(Q.S. At-Tahrim ; 6, Al-Anbaiyaa; 27).









Jibril: Penyampai wahyu
Mikail; Pembagi Rizqi
Israfil: Peniup Sang Sakala
Izrail : Pencabut nyawa
Raqib: Pencatat amal baik
Atid: Pencatat amal buruk
Munkar+Nakir: penanya di alam barzah
Malik: penjaga pintu neraka
Ridwan; Penjaga pintu surga
Zabur--- Daud;
َ ِِّ ‫ض الََّ ِب‬
َّ َ‫ض َۗولَََ ْْ ف‬
ٰ َ‫عل‬
َ ‫ِّن‬
ِ ‫اوا‬
َ ْْ َ‫َّ ْلََا ب‬
َّ ‫َو َربُّ َك أ َ ْعلَ ُم ِب َم ْن فِي ال‬
ِ ‫ت َو ْاْل َ ْر‬
َ ‫س َم‬
‫ورا‬
ٍ ْْ َ‫ب‬
ُ ْ ‫ض َۖوآت َ ََِّْا‬
ً ُ‫َاووَْ َزب‬
“Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit
dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan
sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami
berikan Zabur (kepada) Daud (Q.S. Al-Isra; 55)
Taurat--- Musa
َ ‫ص ِْقًا ِل َما بَ ِّْ َن ََِّْ ِّْ ِه ِم‬
 ‫ن الت َّ ْو َرا ِة‬
َ ‫ َوقَفَّ ََِّْا‬.
َ ‫س ٰ ا ْب ِن َم ْرَِّ َم ُم‬
َ ِِّْ ‫علَ ٰ آث َ ِار ِه ْم ِب‬
‫ص ِْقًا ِل َما بَ ِّْ َن ََِّْ ِّْ ِه ِم َن الت َّ ْو َرا ِة َو ُهًْى‬
َ ‫ور َو ُم‬
ٌ َُ‫َوآت َ ََِّْاهُ اإل َْ ِجِّ َل ِفِّ ِه ُهًْى َو‬
َ َِ َّ ‫َو َم ْو ِع َظةً ِل ْل ُمت‬
‫ِّن‬


Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel)
dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang
sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan
kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan
cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang
sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta
pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa (Al-Maidah;
46)
Injil --- Isa
َ ‫ص ِْقًا ِل َما بَ ِّْ َن ََِّْ ِّْ ِه ِم‬
 ‫ن الت َّ ْو َرا ِة‬
َ ‫ َوقَفَّ ََِّْا‬.
َ ‫س ٰ ا ْب ِن َم ْرَِّ َم ُم‬
َ ِِّْ ‫علَ ٰ آث َ ِار ِه ْم ِب‬
‫ص ِْقًا ِل َما بَ ِّْ َن ََِّْ ِّْ ِه ِم َن الت َّ ْو َرا ِة َو ُهًْى‬
َ ‫ور َو ُم‬
ٌ َُ‫َوآت َ ََِّْاهُ اإل َْ ِجِّ َل ِفِّ ِه ُهًْى َو‬
َ َِ َّ ‫َو َم ْو ِع َظةً ِل ْل ُمت‬
‫ِّن‬


Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel)
dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang
sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan
kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan
cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang
sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta
pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa (Al-Maidah;
46)


Al-Qur’an--- Muhammad
ُ ۛ ُِ َ‫ْب ۛ ِف‬
 َ‫هدًى ِله ْل ُمت َّ ِقَن‬
ُ َ ‫َٰذَ ِل َك ْال ِكت‬
َ َ‫اب الَ َر‬
"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan pada
nya dan petunjuk bagi orang yang bertakwa”
(Al-Baqarah ; 2)


Seluruh
kitab-kitab
terdahulu,
pesanpesannya telah tercakup dalam Al-Qur’an,
jadi iman kpd kitab-kitab terdahulu hanyalah
secara global, tidak untuk diamalkan.
Kitab-kitab terdahulu, menurut al-Qur’an
telah diubah oleh tangan-tangan manusia.







Rasul ; manusia pilihan Allah yg diberi syariat
untuk disampaikan kepada umatnya.
Rasul ulul azmi;
1. Nuh
2. Ibrahim
3. Musa
4. Isa
5. Muhammad




Siddiq (Jujur)
Amanah (Terpercaya)
Tabligh (penyampai wahyu kebenaran)
Fathanah (Jenius)


َ ِ‫صا ِبئ‬
َ ‫ِِّن آ َمَُوا َوالَّذ‬
َ ‫ِإ َّن الَّذ‬
‫اَّلل َوا ْلَِّ ْو ِم‬
ِ َّ ‫ِّن َم ْن آ َم َن ِب‬
َ ََّ‫ِِّن َهاُْوا َوال‬
َّ ‫ارى َوال‬
َ ‫ص‬
‫علَ ِّْ ِه ْم َو ََل ُه ْم‬
َ ‫ف‬
َ ‫ْاْل ِخ ِر َوع َِم َل‬
ٌ ‫صا ِل ًحا فَلَ ُه ْم أ َ ْج ُر ُه ْم ِع ََْْ َر ِب ِه ْم َو ََل َخ ْو‬
َ َُ‫َِّ ْح َز‬
‫ون‬
Sesungguhnya orang-orang mukmin , orangorang Yahudi, orang-orang Nasrani dan
orang-orang Shabiin, siapa sja di antara
mereka yang benar-benar beriman kepada
Allah, hari akhir dan beramal shalih, mereka
akan menerima pahala dari Tuhan mereka,
tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan
tidak (pula) mereka bersedih hati (AL-Baqarah
: 62)


‫س ِل ِه َوا ْلَِّ ْو ِم اْل َ ِخ ِر َوت ُ ْؤ ِم َن ِبا ْلََْ َِر َخ ِّْ ِر ِه‬
ِ ‫أ َ ْن ت ُ ْؤ ِم َن ِبا‬
ُ ‫هلل َو َم َ َِلئ َكتِ ِه َو ُكت ُ ِب ِه َو ُر‬
‫َوش َِر ِه‬
Yaitu engkau beriman kepada Allah,
malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasulrasulNya dan hari akhir, dan engkau beriman
kepada takdir, yang baik maupun yang buruk
“ ( HR. Bukhari dan Muslim )


َ ُ ‫ث ُ َّم ِإََّ ُك ْم َِّ ْو َم ا ْل ََِِّا َم ِة ت ُ ْبَْث‬
‫ون‬
Sesungguhnya
kamu
sekalian
akan
dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.
(QS. Al-Mukminun/23 : 16)




Percaya akan akhir dr segala sesuatu
Meyakini adanya kehidupan yang kekal abadi
setelah hancurnya alam semesta ini dan
manusia akan mendapat balasan yang seadiladilnya tentang amal yang telah dilakukan
sewaktu di dunia
Kiamat Sughra;rusaknya sebagian makhluk
Kiamat Kubro:rusaknya alam semesta
Tahapan-tahapan;
 1. Alam semesta hancur
 2. Hari kebangkitan
ُ َ‫َوََ ْو َم نَ ْبع‬
 َ‫عتَبُون‬
َ ‫ث ِم ْن ُك ِهل أ ُ َّم ٍة‬
ْ َ ‫ش ِهَدًا ث ُ َّم َال َُؤْ ذَ ُن ِللَّذَِنَ َكفَ ُروا َو َال ُه ْم َُ ْست‬
)84(



Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiaptiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan
kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan
tidak (pula) mereka dibolehkan meminta maaf (An-Nahl; 84)
3. Berkumpul di Mahsyar

ُ ‫َو ِإ َّن َرب ََّك ُه َو ََ ْح‬
‫ع ِلَ ٌم‬
َ ‫ش ُر ُه ْم ِإنَُُّ َح ِكَ ٌم‬



Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang akan
menghimpunkan mereka. Sesungguhnya Dia
adalah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui
(al-Hijr; 25)
4. Manusia diminta pertanggungjawaban
(dihisab)
5. Pembalasan (surga atau neraka)





Yaumul barzah; hari di alam kubur
Yaumul ba’ast adalah bangkitnya seluruh mahluk
hidup dari kuburnya.
Yaumul Mahsyar; manusia di kumpulkan di suatu
tempat yang sangat luas yang dinamakan Padang
Mahsyar
Yaumul Hisab: manusia akan di hisab, di hitung
dan di timbang semua amal perbuatan ketika di
dunia.
Yaumul Jaza’; Setelah tahap penghitungan
selesai, maka tibalah saatnya putusan Allah
untuk memberi balasan.



1.
Al-Qur’an banyak mengaitkan iman kepada
hari akhirat dengan keimana kepada Allah
2.
Al-Qur’an banyak sekali menyebut-nyebut
hari akhir
3.
Hal lain yang dapat dijadikan bukti adalah
banyaknya nama yang Allah berikan untuk hari
akhirat.
Misalnya ; as-saa’h, al-akhirah,
yaumuddin, yaumul-hisab, yaumul fath, yaumultalaq, yaumul-jam’I, yaumut-taghabun, yaumul
khulud, yaumul-khuruj, yaumul-hasrah, yaumuttanad, al-aazifah, ath-thammah, ash-shakhkhah,
al-haqqah, al-ghasyiyah, al-waqi’ah




a.Menurut Ahli Astronomi
Bumi dan planet-planet lainnya berputar mengelilingi
matahari secara teratur dan sempurna masing-masing planet
mempunyai daya tarik-menarik sehingga beredar dan
bergerak seimbang/serasi. Namun daya tarik menarik itu
semakin lama akan semakin berkurang bahkan hilang sama
sekali, akhirnya akan saling bertabrakan dan hancur
b. Menurut Ahli Geologi
Di dalam perut bumi terdapat gas yang panas yang
berkembang dan terus menerus menekan kearah luar bumi.
Akan tetapi bumi itu sendiri mendapat tekanan (atmosfir) dari
luar atau permukaannya, sehingga terjadilah keseimbangan.
Namun diperkirakan bahwa tekanan dari luar semakin lama
semakin lemah, bahkan tak berdaya lagi akhirnya
mengakibatkan gas bumi akan meledak dengan ledakan yang
sangat dahsyat dan akan mengeluarkan bola api raksasa yang
membawa kehancuran.



c. Menurut Ahli Fisika
Menurut Teori Ilmu Alam bahwa sumber energi terbesar yang
dapat memenuhi kebutuhan semua kehidupan di dunia ini adalah
matahari. Begitu juga daya tarik antara benda-benda angkasa
(planet) itu ada ketergantungan dengan energi matahari. Namun
lambat laun sinar matahari semakin melemah, akibatnya
mempengaruhi daya tarik diantara planet-planet tersebut
akhirnya tidak ada keseimbangan, maka terjadilah tabrakan
diantara mereka.
Jh. Van Vierngen memperkirakan bahwa alam semesta ini akan
meletus akibat dari pengembangan yang terus menerus tanpa
batas. Diumpamakan seseorang yang meniup balon terus
menerus tanpa henti maka balon tersebut akan meledak. Sampai
saat ini alam ini sedang terus mengalami pengembangan,
sehingga akan melebihi kapasitas maksimal, akibatnya langit
yang membentang luas itu akan pecah dan hancur berantakan.







1. Munculnya Dajjal
2. Turunnya Isa ibnu Maryam A.S.
3. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.
4. Keluarnya Ad-Dabbah yaitu binatang ajaib
yang muncul di waktu dhuha sehingga dapat
berbicara dengan manusia seraya membawa
cincin dan tongkat Nabi Musa.
5. Hilangnya Al-Qur’an dari mushaf dan hati
umat manusia hingga hilang pedoman.
6. Matahari terbit dari barat.
7. Hancurnya Ka’bah kiblat umat islam.

Surga itu adalah tempat kehidupan di akhirat yang
penuh dengan kenikmatan yang hakiki dan abadi
sebagai balasan bagi orang yang bertakwa,
beriman dan beramal saleh , yang telah dijanjikan
oleh Allah swt. Surga itu sesuatu yang belum
pernah dialami selama di dunia oleh siapapun dan
tidak dibayangkan keadaannya oleh pikiran dan
gambaran dalam hati.
َ ُ‫ي هللا‬
ِ ‫س ْو ُل‬
ُ ‫ قَا َل َر‬: ‫ع َْهُ قَا َل‬
َ َِّ ‫ع َْن ا َ ِب ٰ ُه َر ِّْ َرةَ َر‬
ُ‫ قَا َل هللا‬: ‫هللا صلم‬
َ‫س ِمَْتْ َوَل‬
َ َ‫صا ِل ِح ِّْ َن ماََل‬
َّ ‫ " ا َ ْعَْ ْْتُ ِل ِْبَا ِْى ال‬:ٰ َ‫تََْال‬
َ ‫ع ِّْ ٌن َرأَتْ َوَلَ أُذُ ٌن‬
‫س ِل ُم‬
َ ‫َخ َط َر‬
ْ ‫ب بَش ٍَر" ( َر َواهُ ا ْلبُ َخارى َو ُم‬
ِ ‫علَ ٰ قَ ْل‬


Artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a
Rasulullah saw bersabda : Allah Ta’ala
berfirman “ Aku telah menyediakan untuk
hambaku yang saleh sesuatu yang belum
pernah dilihat mata dan belum pernah
didengar telinga serta belum pernah
tergoreskan dalam hati manusia (HR.Bukhari
Muslim)

a. Surga ‘Adn (lihat Q.S. ar-Ra’d (13) : 22-24)
b. Surga Na’îm (lihat Q.S.al-Waqi’ah (56) : 12)
c. Surga Ma’wa (lihat Q.S.as-Sajdah (32) : 19 )
d. Surga Firdaus (lihat Q.S.al-Kahfi (18) : 107)
e. Dãrus-Salãm (lihat Q.S.al-An’am (6) : 127)
f. Surga Dãrul Khulud (lihat Q.S.al-Qaf (50) : 34)
g. Dãrul Muqomah (lihat Q.S.al-Fatir (35) : 35)
h. Maqam Amîn ((lihat Q.S.ad-Dukhan (44) : 51)


Neraka adalah tempat penyiksaan dan
kesengsaraan di alam akhirat yang diyakini
oleh penganut agama samawi.
Kata neraka sering disebutkan dalam kitab
suci Al-Qur'an dan jumlahnya sangat banyak
sekali.
Dalam
bahasa
Arab
disebut
naar (Arab ,‫)النار‬. Tempat ini menurut
keyakinan umat Islam adalah tempat dimana
manusia dan jin adalah para makhluk yang
membangkang terhadap syariat Allah dan
mengingkari para nabi.
Hawiyah
Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan
timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup didunia
mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim
laki dan perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan
ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak
menggunakan jilbab,
bagi para lelaki muslim yang sering
memakai sutra dan emas, mencari rejeki dengan cara tidak halal,
memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat
tinggalnya. Surah Al-Qari'ah.
 Jahiim
Neraka sebagai tempat penyiksaan orang-orang musyrik atau orang
yang menyekutukan Allah. Mereka akan disiksa oleh para
sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah
satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti
menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa
sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain
Allah. Surah Asy-Syu'ara' dan Surah As-Saffat.

Saqar
Neraka untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan
perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah
menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad, tetapi
mereka meremehkan syariat Islam. Surah Al-Muddassir.

Lazhaa
Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan
harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak
mau bersedekah, membayar zakat, atau bahkan memasang muka
masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan. Surah AlMa’arij.
 Huthamah
Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan
harta berupa emas, perak atau platina, mereka yang serakah tidak
mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di
neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar
untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul
harta. Surah Al-Humazah.

Sa'iir
Neraka yang diisi oleh orang-orang kafir dan
orang yang memakan harta anak yatim. Surah AlAhzab, Surah An-Nisa', Surah Al-Fath dan Surah
Luqman.
 Wail
Neraka yang disediakan untuk para pengusaha
atau pedagang yang licik, dengan cara
mengurangi berat timbangan, mencalokan barang
dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang
berlipat-lipat. Barang dagangan mereka akan
dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka
sebagai azab dosa-dosa mereka. Surah AlTatfif dan Surah At-Tur.





Menambah keyakinan bahwa perbuatan di dunia
sebagai bekal kehidupan di akhirat.
Meyakini bahwa Allah Swt akan memberikan
balasan kepada hambanya sesuai dengan amal
perbuatannya masing-masing.
Dengan meyakini adanya hari akhir, maka
seseorang akan memiliki sifat optimis dalam
menjalani kehidupan di dunia ini untuk
menyongsong kehidupan yang hakiki dan abadi
kelak di akhirat.
Membubuhkan sifat ikhlas dalam beramal,
istiqomah dalam pendirian dan khusuk dalam
beribadah.





Senantiasa melaksanakan amal ma’ruf nahi
mungkar untuk mencapai ridha Allah Swt.
Meyakini bahwa segala perbuatan selama hidup
di dunia ini yang baik maupun yang buruk
harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah
Swt kelak di akhirat.
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada
Allah Swt.
Menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat
(sia-sia).
Mengingatkan manusia agar selalu berhati-hati
dalam menjalani hidup di dunia.



Qadha’ ; rancangan Allah yang detail, akurat
untuk semua makhluk, berlakunya ketentuan
dalam realitas dunia ini sesuai ketetapan
Allah.
ُ ‫اّللُ َما ََشَا ُء َوَُثْ ِب‬
 ‫ب‬
َّ ‫ََ ْم ُحوا‬
ِ ‫ت َو ِع ْندَهُ أ ُ ُّم ْال ِكتَا‬
“Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki.
Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab” (Ar-Ra’d;39)
Qadar: ketentuan Allah di Lauh Mahfudh
untuk seluruh makhluk


Takdir---; Mu’allaq: Takdir yg erat kaitannya
dengan usaha manusia
Takdir---; Mubram ; takdir berupa ketentuan
Allah yg tidak bisa dirubah



Dengan beriman kepada takdir Allah ta’ala, seseorang akan
selalu bersandar kepada Allah ta’ala
Dengan beriman kepada takdir Allah ta’ala, seseorang tidak
akan membanggakan dirinya ketika berhasil mendapatkan apa
yang diinginkannya, sebab keberhasilannya itu merupakan
nikmat dari Allah ta’ala
Beriman kepada takdir Allah ta’ala dapat membuahkan
ketenangan dan kepuasan batin
seseorang terhadap
ketentuan-ketentuan Allah ta’ala yang ditetapkan untuk
dirinya, sehingga ia tidak akan merasa gelisah ketika tidak
berhasil mendapatkan sesuatu yang disukai atau yang tidak
disukai, sebab ia mengetahui bahwa hal itu terjadi karena
takdir Allah ta’ala




ُ ‫اإل َْ َم‬
‫ص‬
ُ ُ‫ان ََ ْزدَادُ َو ََ ْنق‬
ِ
“Iman bisa bertambah dan berkurang”
Iman yg sebenarnya ialah apa yg diyakini sepenuh
hati itu diaktualisasikan dalam perbuatan amal
sehari-hari.
Menurut Imam Ghazali, iman harus senantiasa
bertambah seiring berlalunya waktu.





Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philos berarti
cinta, dan sophos berarti bijaksana. Filsafat berarti
cinta kebijaksanaan. Dengan bahasa lain, wisdom,
hikmah.
Secara teknis, filsafat ialah cara berpikir untuk
mencari kebenaran yg sedalam-dalamnya sejauh
yg dapat dicapai manusia.
Cara berpikir filsafat;
1. Rasional, hasil pemikiran harus dapat diterima
akal sehat.
2. Koherent, runtut alur berpikirnya yg dinyatakan
dalm bentuk pernyataan-pernyataan, tidak saling
bertentangan.




3. Radikal, dalam berpikir harus sampai akarakarnya, sangat mendetail.
4. Menyeluruh, dalam memikirkan sesuatu harus
tdk ada aspeknya yg tertinggal.
5. Metafisika, berpikir filsafat harus sampai aspek
metafisika (kenyataan yg berada di balik yg
nampak---ma wara’a ba’da ath thabi’ah).
Obyek pemikiran filsafat meliputi segalanya yg ada
dan mungkin ada. Ringkasnya obyek filsafat
meliputi;



1. Tuhan. Filsafat ketuhanan tdk berasal dari
keyakinan . Untuk membuktikan adanya Tuhan,
terdapat tiga dalil: Ontologi, Kosmologi, Teleologi.
2. Keberadaan Tuhan. Melalui pembuktian tiga dalil
di atas, dapat diketahui bahwa Tuhan ada dengan
sendirinya (la washilata wa la washita’ta). Dia akan
selalu ada tanpa akhir dan keberadaannya tdk dapat
ditanyakan “bagaimana”. Segala yg ada selain-Nya
pasti membutuhkan penyebab di luar dirinya.
3. Faedah mempelajari filsafat Ketuhanan. Faidahnya
ialah menumbuhkan keimanan yang sempurna. Iman
yg sempurna membutuhkan filsafat.
Download