Tekstur tanah

advertisement
 Morfologi tanah : suatu prasarana dalam penyelidikan
ilmiah dengan tujuan untuk menguraikan, melukiskan dan
melaporkan kemampatan, ciri-ciri, dan sifat tanah yang
dimiliki oleh suatu profil tanah.
Profil
Tanah : penampang melintang tanah yang
menampakkan lapisan-lapisan tanah (horizon)
Horizon : lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan
permukaan bumi dan mempunyai ciri-ciri tertentu
(khas)
Solum (tubuh tanah) : tanah yang berkembang secara
genetis; merupakan lapisan tanah mineral dari atas
sampai sedikit dibawah batas atas horizon C
Top Soil (Tanah Atasan) : lapisan tanah yang paling atas
yang dapat diartikan : (1) horizon Ap; (2) Horizon
A1 (3) Horizon A seluruhnya (4) lapisan tanah yang
subur karena mengandung banyak bahan organik
tanah
Surface soil (tanah permukaan) : lapisan tanah
permukaan yang biasanya terpindahkan (moved
by) waktu pengolahan tanah (tebalnya 12-20 cm)
yang biasanya tererosi
Subsurface horizon (tanah bawah permukaan) : bagian
horizon A yang terdapat dibawah surface soil
Subsoil (Tanah bawahan) : horizon B bagi tanah yang
sudah terbentuk horizon; sedang bagi tanah yang
sedang berkembang berarti lapisan tanah dibawah
tanah permukaan dimana terdapat pertumbuhan
akar yang normal
Substratum (lapisan bawah tanah) : lapisan dibawah
solum, baik horizon C maupun horizon R.
1
 Syarat profil : (1) tegak (vertikal)
(2) baru
(3) tidak terkena sinar matahari langsung
(4) tidak tergenang air
(5) mewakili tapak sekeliling
 Step-step pengamatan profil tanah :
1.
membuat lubang profil (1m x 1m x 1m) atau tebras
tebing
2.
Menentukan batas-batas horizon, berdasarkan
suara, warna dan kekerasan.
3.
Mengukur batas-batas horizon dalam satuan cm
Batas horizon :
(a) jelas tidaknya
t – tegas (abrupt) : tebal batas kurang dari 2,5 cm
j –jelas (clear) : tebal batas 2,5-6,0 cm
a – berangsur (gradual) : tebal 6,0-15 cm
k-kabur (diffuse) : lebih dari 15 cm
(b) Topografi batas :
r- rata (smooth)
0- berombak (wavy)
i- tidak teratur (irregular)
ii- patah (broken)
4.
Mengamati sifat-sifat atau kenampakan tanah
a. Warna tanah
b. Tekstur Tanah
c. Struktur Tanah
d. Konsistensi
e. PH tanah
f. Perakaran
g. Bahan-bahan kasar dan bentukan istimewa (padas,
konkresi)
2
SIFAT FISIK TANAH
 Sifat fisik tanah : tekstur, struktur, kepadatan tanah,
porositas, konsistensi, warna, air tanah, temperatur,
aerasi.
 Tanah terdiri dari 3 komponen :
Komponen padatan terdiri atas mineral anorganik dan
bahan organik.
Komponen cair (liquid) terdiri atas air, ion yang terlarut,
molekul, gas yang secara kolektif disebut :
cairan tanah (soil solution).
Komponen gas tanah seperti gas atmosfer di atas tanah
tetapi berbeda proporsinya.
 Volume tanah = volume pori (air, gas) + volume padatan
= konstan; untuk tanah yang tidak mengembang/swelling
 Tanah berswelling tidak konstan tergantung dari
kandungan airnya
 Tanah ideal = 50% padatan dan 50% pori (45% bahan
anorganik,5% organik)
 Pori = makro berisi udara atmosfer berisi air (air ditahan
oleh gaya adhesi partikel tanah dengan air melawan gaya
gravitasi).
 Untuk analisis diperlukan berat tanah kering mutlak.
Caranya dengan mengringovenkan pada suhu 105°C
selama 48 jam yang dikenal dengan nama oven-dryweight. Jumlah kalsium, potassium, bahan organik, air
tanah dihitung berdasarkan oven-dry-weight.
3
WARNA TANAH
 secara langsung mempengaruhi penyerapan sinar matahari
dan salah satu faktor penentu suhu tanah
 secara tidak langsung berhubungan dengan sifat-sifat
tanah, misal informasi subsoil drainase, kandungan bahan
organik surface horizon, pembeda antar horison
 diukur dengan menggunakan standar warna (Soil Munsell
Color Chart)
 Keterangan Soil Munsell Color Chart :
“ The Munsell notation identifies color by use of three
variables : Hue, Value, and Chroma.
Hue is the dominant spectral color, that is, whether the
hue is a pure color such as yellow, red, green or a mixture
of pure color, such as yellow-red. Mixtures are identified
numerically according to the amount of yellow or red used
to produce the mixture. 5YR is an equal of red and yellow.
As the number increases, the amount of the first color
(yellow) increases and the second color (red) decreases.
Value and Chroma are terms that refer to how the hue is
modified by the addition of gray.
Value is the degree of lightness or brightness of the hue
reflected in the property of the gray color that is being
added to the hue. A particular value (gray) is made by
mixing a pure white pigment (10) with a pure black
pigment (0). If equal amounts of white and black pigments
are mixed, the value is equal to 5.
Chroma is the amount of gray of a particular value that is
mixed with the pure hue to obtain the actual soil color. A
chroma of 1 would be made by adding 1 unit of pure hue to
a certain amount of gray; a chroma of 5 would contain 5
units of pure hue to the amount of gray. The lower the
4
chroma, the closer the color is to the pure gray of that
value. “
 Interpretasi : Warna tanah disebabkan oleh adanya bahan
organik, dan atau status oksidasi senyawa besi dalam
tanah.
 tanah yang dibentuk oleh bahan induk basalt sering
berwarna sangat gelap jika tanah tersebut mengandung
sedikit atau tidak ada bahan organik
 Status oksidasi besi terutama di lapisan bawah : tanah
yang aerasi dan drainase bagus, senyawa besi berada
dalam bentuk oksidasi (Ferri/Fe3+) dan memberikan warna
merah atau kuning; tanah yang aerasi dan drainase jelek,
senyawa besi tereduksi dalam bentuk ferro (Fe2+) akan
memberikan warna abu-abu (gray)
 Hubungan antara warna tanah dengan kandungan bahan
organik di Illinois, USA
Notasi Munsell
(kondisi lembab)
10 YR 2/1
10YR 3/1
10 YR 3/2
10 YR 4/2
10 YR 5/3
Bahan Organik (%)
Range
3,5-7,0
2,5-4,0
2,0-3,0
1,5-2,5
1,0-2,0
5
Average
5,0
3,5
2,5
2,0
1,5
TEKSTUR TANAH
 Sifat kimia, fisika dan mineralogi partikel tanah tergantung
pada ukuran partikelnya.
 Semakin kecil ukuran partikel maka luas permukaannya
semakin besar. Jadi, luas permukaan fraksi liat > fraksi
debu > fraksi pasir
 Sebagai contoh :
Partikel bentuk bola dengan berat 1 gr dengan bulk density
2,65 g/cm3 dipecah menjadi 106 partikel yang lebih kecil
berbentuk bola dengan berat masing-masing partikel 10-6 g.
Maka :
Luas permukaan untuk partikel dengan berat 1 gr adalah sbb
:
Volume = (1 g)/(2,65 g/cm3) = 0,377 cm3
Volume bola = 4/3  r3 sehingga r3 = (0,377 x 3)/4
= 0,0901
Radius = r = 0,448 cm = 4,48 x 10-3 m
Luas permukaan (Surface area/SA) = 4r2 = 2,52 x 10-4
m2
Setelah dipecah menjadi partikel yang lebih kecil :
Volume = (10-6)/(2,65 g/cm3) = 3,77 x 10-7 cm3
r3 = 3,77 x 10-7 cm3 x 3 = 9,01 x 10-8 cm
4
r = 4,48 x 10-5 m
SA dari masing-masing partikel kecil = 4r2
= 4 x  x (4,48 x 10-5 m)2 = 2,52 x 10-8 m2/partikel
Kolektif SA = 2,52 x 10-8 m2/partikel x 106 = 2,52 x 10-2 m2
 Dengan kata lain,
Pemecahan partikel seberat 1 gr menjadi 106 partikel kecil
dapat meningkatkan luas permukaan 100 kali lipat dari 2,52
x 10-4 m2 menjadi 2,52 x 10-2 m2
6
 Klasifikasi Ukuran Partikel
Sumber
Soil separates
Kerikil
pasir
debu
> 2mm
2 mm–50 m 50 m-2 m
USDA
> 2mm
2 mm-20 m 20 m-2 m
ISSS
> 2mm
2 mm-50 m 50 m-5 m
USPRA
> 2mm
2 mm-60 m 60 m-2 m
BSI, MIT,
DIN
liat
<
<
<
<
2m
2m
5m
2m
 Tekstur tanah diartikan sebagai proporsi pasir, debu dan
liat
 Partikel ukuran lebih dari 2mm, bahan organik dan agen
perekat seperti kalsium
karbonate harus dihilangkan
sebelum menentukan tekstur
 Tanah bertekstur sama misal geluh berdebu mempunyai
sifat fisika dan kimia yang hampir sama dengan syarat
mineralogi liat
 Tekstur tanah ditentukan di lapangan dengan cara melihat
gejala konsistensi dan rasa perabaan menurut bagan alir
dan di laboratorium dengan metode pipet atau metode
hidrometer
 Tekstur tanah menentukan tata air, tata udara,
kemudahan pengolahan dan struktur tanah
7
STRUKTUR TANAH



Merupakan gumpalan tanah yang berasal dari partikelpartikel tanah yang saling merekat satu sama lain karena
adanya perekat misalnya eksudat akar, hifa jamur,
lempung, humus, dll.
Ikatan partikel tanah berwujud sebagai agregat tanah
yang membentuk dirinya
Pengamatan struktur tanah di lapangan (SSS, 1975) terdiri
dari :
1. Pengamatan bentuk dan susunan agregat tanah  tipe
struktur (lempeng, tiang, gumpal, remah, granuler, butir
tunggal, pejal)
2. Besarnya agregat  klas struktur (sangat halus, halus,
sedang, kasa, sangat kasar)
3. Kuat lemahnya bentuk agregat  derajad struktur (tidak
beragregat, lemah, sedang, kuat)
8
KONSISTENSI TANAH
 Adalah derajad kohesi dan adhesi antara partikel-partikel
tanah dan ketahanan massa tanah terhadap perubahan
bentuk oleh tekanan dan berbagai kekuatan yang
mempengaruhi bentuk tanah
 Konsistensi ditentukan oleh tekstur tanah dan struktur
tanah
 Cara penentuan (1) lapangan : memijit tanah dalam
kondisi kering, lembab dan basah (2) laboratorium :
Angka-angka Atterberg
 Penentuan di lapangan :
Kondisi kering : kekerasan (lepas, lunak, keras)
Kondisi lembab keteguhan (lepas, gembur, teguh)
Kondisi basah : kelekatan dan plastisitas
 Penentuan di laboratorium : menentukan Batas Cair (BC),
Batas Lekat (BL), Batas Gulung (BG) dan Batas Berubah
Warna (BBW)
Batas Cair : kadar air yang dapat ditahan oleh tanah
Batas Lekat adalah kadar air dimana tanah tidak melekat
ke logam
Batas Berubah Warna adalah batas air dimana air sudah
tidak dapat diserap oleh akar tanaman karena terikat kuat
oleh tanah
Jangka Olah (JO) : kadar air dimana tanah mudah diolah
(BL-BG)
Derajad keteguhan (DT) : BC-BG
Surplus positif : Bl > BC artinya tanah mudah
merembeskan air;
Surplus negatif : BL < BC : tanah sukar merembeskan
air
9
Tillage (Pengolahan Tanah)
 dapat memperbaiki sifat tanah atau dapat juga
berpengaruh negatif misal menimbulkan erosi
 dapat
meningkatkan BD atau kerapatan tanah dan
menghancurkan struktur
 Efek deep tillage (90 cm) terhadap nilai BD tanah
Depth (cm)
Nilai BD awal
Nilai BD akhir
(gr/cm3)
(gr/cm3)
0-30
1,45
1,38
30-60
1,59
1,49
60-90
1,62
1,46
90-120
1,54
1,53
10
LENGAS TANAH






Lengas tanah adalah air yang terikat oleh berbagai gaya,
misalnya gaya ikat matrik, osmosis dan kapiler
Gaya ikat matrik berasal dari tarikan antar partikel tanah
dan meningkat sesuai dengan peningkatan permukaan
jenis partikel tanah dan kerapatan muatan elektrostatik
partikel tanah
Gaya osmosis dipengaruhi oleh zat terlarut dalam air maka
meningkat dengan semakin pekatnya larutan, sedang gaya
kapiler dibangkitkan oleh pori-pori tanah berkaitan dengan
tegangan permukaan
Jumlah ketiga gaya tersebut disebut potensial lengas tanah
atau tegangan lengas tanah, dan menjadi ukuran
kemampuan tanah melawan gaya gravitasi
Ukuran lengas tanah adalah cm Hg, bar, dan pF
 1 bar = 0,9869 atm = 105 Pascal = 75,007 cm Hg
 satuan cm air dibagi 1000 menjadi satuan bar
 pF = log10 cm H2O
Klasifikasi lengas tanah berdasar tegangan
lengas tanah :
1. Kapasitas menahan air maksimum
Jumlah air yang dikandung tanah dalam keadaan jenuh,
semua pori terisi penuh air. Tegangan lengas tanah = 0
cm H2O, 0 bar atau pF 0
2. Kapasitas lapang
Jumlah air yang terkandung tanah setelah air gravitasi
hilang. Tegangan lengas = 346 cm H2O; 0,3 bar atau pF
2,54.
11
3.
Titik layu tetap
Tingkat kelengasan tanah yang menyebabkan tumbuhan
mulai memperlihatkan gejala layu. Tegangan lengas
tanah = 15,849 cm H2O; 15 bar; pF 4,17
4. Koefisien higroskopik
Jumlah lengas tanah yang dijerap permukaan partikel
tanah dari uap air dalam atmosfer yang berkelembaban
kira-kira 100%. Tegangan lengas tanah = 31 bar; atau
pF 4,5.
5. Kering angin
Kadar air tanah setelah diangin-anginkan di tempat
teduh
sampai
mencapai
keseimbangan
dengan
kelengasan atmosfer. Tegangan lengas = 106 cm H2O;
1000 bar; pF 6.
6. Kering oven
Kadar air tanah setelah dikeringkan dalam oven pada
suhu 105-110 C sampai tidak ada lagi air yang
menguap (timbangan tetap; biasanya membutuhkan
waktu 16-18 jam). Tegangan lengas tanah = 107 cm
H2O; 10.000 bar; atau pF 7,0.

Klasifikasi fisik :
(1) air bebas (air gravitasi) : air yang diatus oleh gaya
gravitasi. Air dalam kondisi jenuh dan berada diantara
pF 0 dan pF 2,54 (diantara jenuh air dan kapasitas
lapang)
(2) air kapiler : air dalam pori-pori tanah dengan
tegangan antara pF 2,54 dan 4,5 (kapasitas lapang
dan koefisien higroskopis)
(3) air higroskopis : air di permukaan tanah yang
dipegang antara pF 4,5 dan 7,0 (antara koefisien
higroskopis dan kering oven)
12

Klasifikasi biologi :
(1) air tidak berguna : setara dengan air bebas menurut
klasifikasi fisik. Kelas ini tidak berlaku bagi padi di
sawah dan hidrofit yang hidup dalam jenuh air
(2) air tersedia : air yang terdapat diantara kapsitas
lapang dan titik layu tetap (pF 2,54 dan 4,17), dan
(3) air tidak tersedia : air yang berada pada tegangan
diatas titik layu tetap (diatas pF 4,17). Air dipegang
tanah dengan tegangan lebih kuat dibanding kekuatan
akar menyerap air.

Kandungan air dalam tanah mempengaruhi sifat tanah
seperti plastisitas, kembang dan kerut tanah, konsistensi,
kepadatan, dan aerasi
Air tanah juga sangat berperan dalam siklus hidrologi.

KEPADATAN TANAH
 Kepadatan Tanah (Density) adalah berat padatan suatu
obyek dibagi volume padatan.
 Kepadatan ada 2 : (1) Berat jenis (Partikel Density) (2)
Berat Volume (Bulk Density)
 Partikel Density (PD) adalah berat padatan tanah
(solid,without pore) dibagi dengan volumenya (solid,
without pore).
- PD kebanyakan tanah adalah 2,6-2,7 g/cm3.
- Kepadatan padatan (solid) tanah mendekati kepadatan
kuarsa (2,6 gr/cm3) karena kebanyakan mineral tanah
adalah mineral silikat
- Adanya besi dan mineral berat lainnya (seperti olivin)
cenderung meningkatkan PD.
13
 Bulk Density (BD) : berat padatan (pada kering konstan)
dibagi total volume (padatan+pori)
- BD tanah yang ideal berkisar antar 1,3 – 1,35 g/cm3.
- BD pada tanah berkisar >1,65 g/cm3 untuk tanah
berpasir; 1,0-1,6 g/cm3 pada tanah geluh yang
mengandung BO tanah sedang-tinggi
- BD mungkin lebih kecil dari 1 g/cm3 pada tanah dengan
kandungan BO tinggi
- BD sangat bervariasi antar horizon tergantung pada tipe
dan derajad aggregasi, tekstur dan BO tanah. Bulk
Density sangat sensitif terhadap pengolahan tanah.
Tillage benar, BD turun dan sebaliknya.
POROSITAS TANAH
 Distribusi, kontinuitas pori menentukan aliran air dan
udara
 Persen pori 50% merupakan kondisi ideal tanah dimana
setengahnya makro pori untuk meneruskan air karena
adanya gravitasi dan setengahnya mikropori untuk
menahan air dari tarikan gravitasi
 Tanah mineral normalnya 30-60%
 Jumlah pori ditentukan oleh tekstur dan tipe lempungnya
 Porositas (%) = (1-BD/PD) x 100%
14
Morfologi Lahan
1. Relief
 Untuk menunjukkan perbedaan tinggi tempat (elevation)
 Dibedakan atas makrorelief (seluas pandangan kita) dan
mikrorelief (batas yang sempit, misal tempat profil dibuat)
 Topografi = relief, tapi digunakan untuk ciri-ciri yang
meliputi peta kontour
2. Kemiringan atau Lereng
 Kemiringan berpengaruh terhadap : (1) jumlah dan
kecepatan run off (2) penggunaan mesin-mesin (3)
pengolahan tanah
 Diukur dengan Abney Level atau Suunto meter dalam
derajad atau persen
 Dibedakan :
0-3% : Datar (flat)
3-8% : Berombak (undulating)
8-16% : bergelombang (wavy)
16-30% : berbukit (hilly)
30-65% : curam (steep)
> 65% : sangat curam (very steep)
 Perlu diukur tinggi tempat dan exposure.
 Tinggi tempat : geologi, iklim dan bentuk permukaan bumi
 Exposure : pengaruh lansung terhadap sinar matahari, air,
angin
15
Drainase
 Merupakan kecepatan perpindahan air dari suatu tanah
baik berupa aliran permukaan (run off) maupun air yang
masuk kedalam tanah (perkolasi)
 1. Aliran permukaan (Run off) : diamati dengan
membandingkan air yang mengalir di permukaan tanah
dengan jumlah curah hujan.
 Dibedakan :
0-tergenang : tidak ada run off; terdapat di daerah
cekung
1-sangat lambat : aliran permukaan sangat lambat, shg
air akan hilang karena masuk ke dalam tanah atau
menguap; tanah datar, bersifat porous
2-Lambat : air permukaan lambat, air masih tergenang,
sebagian menguap dan masuk ke tanah; tanah datar
sampai landai
3-sedang : air permukaan mengalir sedemikian rupa, ada
air yang masuk ke tanah, permukaan tanah basah dalam
waktu lama; sebagain besar air diserap dalam tanah dan
tersedia bagi tanaman, bahaya erosi kecil.
4-cepat : seebagian besar dialirkan sebagai air
permukaan dan hanya sebagian kecil yang meresap ke
dalam tanah; pada daerah yang miring hingga curam dan
mempunyai kapasitas infiltrasi rendah, sehingga bahaya
erosi cukup besar
5-sangat cepat : hampir semua air hujan dialirkan
sebagai aliran permukaan; biasanya pada daerah yang
curam sampai sangat curam dengan kapasitas inflitrasi
sangat rendah sehingga bahaya erosi sangat besar
2. Drainase dakhil : aliran air masuk ke dalam tanah yang
dinyatakan dalam frekuensi dan lamanya penjenuhan air.
 Dipengaruhi oleh : tekstur, struktur, tinggi air tanah.
16
Dibedakan atas :
0-tanpa : tanpa peresapan air kedalam tanah sehingga
tanah terus-menerus jenuh air
1-sangat lambat : terlalu lambat masuknya air kedalam
tanah, tanah tetap jenuh selama 1-2 bulan; cirinya profil
tanah penuh dengan warna bercak; permukaan air tanah
tinggi; pertumbuhan tanaman terhambat
2-lambat : masuknya air ke dalam tanah lambat; tanah
jenuh air selama 1-2 minggu; profil tanah dengan horizon
A hitam atau kelabu, bercak atau bintik pada horizon B;
permukaan air tanah cukup tinggi; menghambat
perkembangan akar tanaman
3-sedang : tanah jenuh air hanya beberapa hari di
daerah basah; profil tidak berbercak; tidak menghambat
perkembangan akar tanaman
4-cepat : peresepan air cepat tetapi masih ada
penjenuhan beberapa jam
5-sangat cepat : peresapan air kedalam tanah terlalu
cepat sehingga sering tidak dapat dimanfaatkan oleh
tanaman; tidak pernah jenuh air; tidak terdapat bercak

 Dilaboratorium penetapan peresapan air (drainase dakhil)
dengan menentukan permeabilitas tanah yaitu derajad
peresapan tanah pada waktu tertentu. Dibedakan atas :
- tinggi
: kecepatan > 10-1 cm/detik
- sedang
: kecepatan antara 10-1 – 10-4 cm/detik
- rendah
: kecepatan 10-4 – 10-5 cm/detik
- sangat rendah : kecepatan10-5 – 10-6 cm/detik
- impermeabel
: kecepatan kurang dari 10-6 cm/detik
17
Kelas drainase umum :
0-sangat buruk : ada genangan air, mencegah
pertumbuhan tanaman, memerlukan drainase buatan;
terlihat gleisasi
1-buruk : tanah tetap basah untuk waktu lama;
menghambat pertumbuhan tanaman; perlu drainase buatan
2-agak buruk : air masuk ke tanah lambat; tanah
mempunyai permeabilitas rendah; permukaan air tanah
tinggi; masih memerlukan drainase buatan
3-sedang : air masuk ke tanah masih lambat; profil tanah
ada lapisan impermeabel atau permukaan air tanah tinggi
4-baik : air bergerak ke bawah tetapi tidak cepat; profil
bebas dari bercak atau kalau ada dibawah horizon C;
pertumbuhan tanaman normal
5-agak terlalu cepat : air masuk ke tanah terlalu cepat;
sangat porous; produksi tanaman rendah kecuali ada irigasi
6-terlalu cepat : air masuk ke tanah sangat cepat;
umumnya pada tanah Lithosol; berlereng curam atau sangat
porous
 Klas drainase dan status aerasi sering dapat ditentukan
dari warna dan pola warna yang terdapat pada lapisan
bawah
 Warna merah dan coklat umumnya mengindikasikan
adanya unhidrated ferri oksida seperti hematit (Fe2O3).
Warna merah biasanya berasal dari bahan induk atau
berkembang dari senyawa besi yang mengalami oksidasi
selama perkembangan tanah. Umumnya warna merah
stabil apabila tanah mempunyai aerasi yang bagus, yaitu
moderately-well sampai well-drained
18
 Warna kuning disebabkan adanya hydrated ferri oksida
misalnya geothite (Fe2O3.H2O)
 Warna abu-abu atau netral disebabkan oleh beberapa
substansi, terutama kuarsa, kaolinit dan mineral liat
lainnya, kalsium dan magnesium karbonat (limestones),
mineral besi tereduksi (ferro)
 Warna tanah sangat abu-abu (grayest), chroma kurang
dari 1, terjadi pada horison tanah yang selalu jenuh air
(permanently water-saturated)
19
MINERALOGI
 Batuan induk terdiri dari berbagai macam mineral. Pada
batuan beku yang belum terdekomposisi umumnya terdiri
dari kuarsa dan feldspar.
 Di tanah, kuarsa merupakan mineral utama yang terdapat
di pasir dan debu. Fraksi clay didominasi oleh mineral
lempung montmorillonit, kaolinit, besi dan aluminium
oksida, besi dan aluminium hidroksida.
 Batuan induk didominasi oleh 9 elemen (lihat tabel berikut
ini).
Element
Major Ion
Percent Mass
Basis
Oxygen
O2-
60
Silicon
Si4+
20
Aluminium
Al3+
6
Hydrogen
H+
3
Sodium
Na+
3
Calcium
Ca2+
2
Iron
Fe2+ and Fe3+
2
Magnesium
Mg2+
2
Potassium
K+
1
Tabel tersebut menunjukkan oksigen jumlahnya terbanyak
dan hanya satu-satunya unsur yang berupa anion
20
Download